Lampiran : 1. Kuesioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Kepatuhan Petugas Kesehatan dalam Mengelola Vaksin di Kabupaten Labuhanbatu Selatan Identitas Responden 1. Umur : Tahun 2. Jenis Kelamin :1. Laki-laki 2. Perempuan 3. Pendidikan :1. Pendidikan Medis (Perawat, Bidan, Akademi perawat, Akademi bidan) 2.Pendidikan Non Medis 4. Masa Kerja : 1. 1-3 tahun 2. 4-5 tahun 3. > 5 tahun A. Faktor Internal 1. Pengetahuan No Pertanyaan 1 Apakah Bapak/Ibu tahu pengertian cold chain 2 Vaksin merupakan produk biologik yang terbuat dari kuman, komponen kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan tubuh seseorang 3 Alat suntik yang dipergunakan dalam pemberian imunisasi digunakan hanya untuk satu kali pemakaian 4 Alat suntik ADS (Auto Disable Syringe) ukuran 0,05 ml digunakan untuk pemberian imunisasi BCG 5 Safety box digunakan untuk menampung alat suntik bekas pelayanan imunisasi sebelum dimusnahkan 6 Vaksin sensitif beku atau mudah rusak disimpan pada suhu 2 o -8 ºC 7 Vaksin sensitif panas disimpan pada suhu -15 o s/d -25 ºC 8 Sarana cold chain yang dibutuhkan Puskesmas adalah Lemari es 9 Volume bersih penyimpanan vaksin pada lemari es/freezer yang direkomendasikan adalah 70% dari total volume 10 Vaksin yang dibawa dari Puskesmas kelapangan menggunakan vaksin carrier yang diisi cool pack 11 Semua jenis vaksin disimpan dengan suhu 2 o -8 o C pada lemari es di Puskesmas 12 Sehari sebelum digunakan, pelarut vaksin disimpan pada suhu 2 o -8 o C 13 VVM (Vaccine vial monitor), merupakan alat pemantau paparan Jawaban
temperatur panas 14 Vaksin yang telah mendapatkan paparan panas lebih banyak harus digunakan terlebih dahulu meskipun masa kadaluwarsanya masih lebih panjang 15 Vaksin yang diterima lebih awal mempunyai jangka waktu pemakaian yang lebih pendek 16 Kamar beku (freeze room) berfungsi untuk menyimpan vaksin polio 17 Kamar beku (freeze room) memiliki suhu bagian dalam kisaran antara - 15 o C sampai dengan -25 o C 18 Cool pack dapat juga difungsikan untuk membuat kotak dingin cair 19 Cold pack dapat juga difungsikan untuk membuat kotak es beku 20 Susunan vaksin diberi jarak 1-2 cm antar kotak vaksin 21 Penyimpanan Vaksin pada lemari es lebih dingin akan lebih baik 22 Posisi thermostat penyimpanan dapat dirubah-rubah waktu menyimpan vaksin 23 Pada saat pengepakan Cold Pack harus dikeluarkan dulu dari freezer dan tunggu selama 30 menit sampai 1 jam kemudian masuk ke dalam box vaksin 2. Pelatihan a. Apakah sudah pernah mengikuti pelatihan terkait dengan cold chain, penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman vaksin? a. Pernah b. pernah b.jika pernah berapa kali mengikuti pelatihan dalam setahun?... sebutkan B. Faktor Eksternal 1. Fasilitas No Pertanyaan 1 Lemari es beroperasi dengan baik 2 Thermometer berfungsi dengan baik 3 Cold box berfungsi dengan baik 4 Cool pack berfungsi dengan baik 5 Lemari es memiliki Freeze Tag 6 Freezer berfungsi dengan baik 7 Alarm control berfungsi dengan baik 8 Generator (genset) selalu siap untuk beroperasi bila listrik padam 9 Cold box atau vaksin carrier disertai dengan cool pack 2 1
2. Prosedur No Pertanyaan 1 Melakukan pengecekan suhu setiap pagi dan sore, termasuk hari libur 2 Melakukan pencatatan langsung setelah pengecekan suhu pada thermometer atau pemantau suhu dikartu pencatatan suhu setiap pagi dan sore 3 Mencatat laporan bulanan yang dikirim ke Dinas Kesehatan 4 Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es. 5 Pencairan bunga es dilakukan minimal 1 bulan sekali atau ketika bunga es mencapai ketebalan 0,5 cm. 6 Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es 7 Cooling unit sebagai pendingin diatur agar bekerja secara bergantian 8 Meletakkan Freeze watch atau freeze-tag pada bagian dalam kamar dingin untuk mengetahui penurunan suhu dibawah 0 o C 3. Supervisi Setuju 2 setuju 1 No Pertanyaan 1 Apakah pimpinan memberikan pembinaan tentang tata cara pengelolaan vaksin 2 Apakah pimpinan memberikan pembinaan berupa petunjuk langsung atas masalah yang ditemui dalam pengelolaan vaksin 3 Apakah pimpinan memberikan pembinaan disertai dengan materi yang mendukung dalam pengelolaan vaksin 4 Apakah pimpinan memberikan bimbingan sesegera mungkin atas masalah yang ditemukan dalam pengelolaan vaksin 5 Apakah pimpinan memberikan bimbingan teknis untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan vaksin 6 Apakah pimpinan memberikan bimbingan teknis tentang pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur 7 Apakah pimpinan memberikan bimbingan tentang administrasi pengelolaan vaksin 2 1
B. Kepatuhan No OBSERVASI Aspek yang diobservasi 1 Cold Room: suhu 2 o C-8 o C untuk vaksin DPT-HB, DT,TT, BCG, Campak, TD,Hepatitis B 2 Cold Room: suhu -15 o s/d -25 0 C untuk vaksin Polio 3 Menerapkan aturan sistem FIFO, Expire Date, dan VVM 4 Kontrol pengeluaran vaksin menggunakan formulir Batch Delivery Record 5 Thermostat lemari es berfungsi dengan benar 6 Thermometer pengukur suhu pada lemari es valid 7 Susunan vaksin pada lemari es sesuai dengan SOP 8 Meletakkan vaksin yang peka pembekuan (DTP, TT, DT, Hep B, DTP-HB) jauh dari evaporator 9 Meletakkan termometer dan Freeze-Tag di antara kotak vaksin yang peka pembekuan 10 Memeriksa kondisi Freeze-Tag 11 Suhu pada lemari es stabil 2 o -8 o C dan -15 s/d -25 o C pada freezer 12 Kondisi bunga es stabil pada dinding bagian dalam lemari es 13 Bagian luar lemari es bersih 14 Steker listrik pada stop kontak berfungsi dengan baik 15 Bagian dalam lemari es bersih 16 Pintu lemari es tertutup rapat 17 Engsel pintu diberi pelumas 18 Karet pintu diberi bedak 19 Mempunyai alat pengukur suhu yang disertifikasi dan dikalibrasi 20 Pengukur suhu tersambung pada sistem alarm Hasil Observasi
Lampiran : 2. Uji itas dan Reliabilitas Faktor Internal a. Pengetahuan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,955 23 Item- Statistics p1 p2 p3 p4 p5 p6 p7 p8 p9 p10 p11 p12 p13 p14 p15 p16 p17 p18 p19 p20 p21 p22 p23 Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted 31,41 56,608,879,950 31,52 56,973,904,950 31,45 56,828,867,951 31,48 56,759,903,950 31,48 56,687,913,950 31,41 59,394,492,955 31,45 59,685,464,955 31,52 56,973,904,950 31,28 57,564,721,952 31,34 59,948,406,956 31,34 57,734,701,953 31,45 56,970,846,951 31,21 59,741,438,956 31,14 59,766,452,955 31,31 59,293,489,955 31,48 57,687,766,952 31,45 57,756,734,952 31,41 57,180,798,951 31,14 59,480,492,955 31,38 56,887,826,951 31,24 58,118,649,953 31,17 58,719,584,954 31,38 59,815,428,956
Faktor Eksternal a. Fasilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,889 9 Item- Statistics Lemari es beroperasi dengan baik Thermometer berfungsi dengan baik Cold box berfungsi dengan baik Cool pack berfungsi dengan baik Lemari es memiliki Freeze Tag Freezer berfungsi dengan baik Alarm control berfungsi dengan baik Generator (genset) selalu siap untuk beroperasi bila listrik padam Cold box atau vaksin carrier disertai dengan cool pack Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted 11,07 6,961,671,875 11,13 6,602,818,861 11,30 6,631,866,857 10,93 7,651,439,893 11,43 7,495,601,880 11,43 7,564,567,883 11,43 7,495,601,880 11,37 6,999,755,868 10,97 7,482,491,889
b. Prosedur Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,859 8 Item- Statistics Melakukan pengecekan suhu setiap pagi dan sore, termasuk hari libur Melakukan pencatatan langsung setelah pengecekan suhu pada thermometer atau pemantau suhu dikartu pencatatan suhu setiap pagi dan sore Mencatat kegiatan pemeliharaan mingguan pada kartu pemeliharaan lemari es Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es. Pencairan bunga es dilakukan minimal 1 bulan sekali atau ketika bunga es mencapai ketebalan 0,5 cm. Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es Cooling unit sebagai pendingin diatur agar bekerja secara bergantian Meletakkan Freeeze watch atau freeze-tag pada bagian dalam kamar dingin untuk mengetahui penurunan suhu dibawah 0oC Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted 9,10 4,921,688,832 9,20 4,855,716,829 9,37 4,861,795,819 9,17 5,592,358,873 9,50 5,776,435,860 9,47 5,499,549,849 9,47 5,430,589,845 9,40 5,007,747,826
c. Supervisi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,922 7 Item- Statistics Apakah pimpinan memberikan pembinaan tentang tata cara pengelolaan vaksin Apakah pimpinan memberikan pembinaan berupa petunjuk langsung atas masalah yang ditemui dalam pengelolaan vaksin Apakah pimpinan memberikan pembinaan disertai dengan materi yang mendukung dalam pengelolaan vaksin Apakah pimpinan memberikan bimbingan sesegera mungkin atas masalah yang ditemukan dalam pengelolaan vaksin Apakah pimpinan memberikan bimbingan teknis untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan vaksin Apakah Pimpinan memberikan bimbingan teknis tentang pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur Apakah pimpinan memberikan bimbingan tentang administrasi pengelolaan vaksin Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted 7,83 4,833,938,891 7,83 4,833,938,891 8,03 5,964,566,927 7,73 5,306,638,924 7,90 5,128,840,902 7,93 5,237,822,904 7,73 5,375,604,927
d. Kepatuhan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,947 20 Item- Statistics Cold Room: suhu 2oC-8oC untuk vaksin DPT-HB, DT,TT, BCG, Campak, TD,Hepatitis B Cold Room: suhu 15-250C untuk vaksin Polio Menerapkan aturan sistem FIFO, Expire Date, dan VVM Kontrol pengeluaran vaksin menggunakan formulir Batch Delivery Record Thermostat lemari es berfungsi dengan benar Thermometer pengukur suhu pada lemari es valid Susunan vaksin pada lemari es sesuai dengan SOP Meletakkan vaksin yang peka pembekuan (DTP, TT, DT, Hep B, DTP-HB) jauh dari evaporator Meletakkan termometer dan Freeze-Tag di antara kotak vaksin yang peka pembekuan Memeriksa kondisi Freeze-Tag Suhu pada lemari es stabil 2-8oC dan -15 s/d -25oC pada freezer Kondisi bunga es stabil pada dinding bagian dalam lemari es Bagian luar lemari es bersih Steker listrik pada stop kontak berfungsi dengan baik Bagian dalam lemari es bersih Pintu lemari es tertutup rapat Engsel pintu diberi pelumas Karet pintu diberi bedak Mempunyai alat pengukur suhu yang disertifikasi dan dikalibrasi Pengukur suhu tersambung pada sistem alarm Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item- Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted 26,69 40,722,923,941 26,86 42,766,713,944 26,69 40,722,923,941 26,79 41,813,809,943 26,76 41,690,801,943 26,66 42,734,579,946 26,76 43,975,414,949 26,76 41,618,813,943 26,62 41,958,696,944 26,66 43,663,433,949 26,59 42,037,680,945 26,72 41,421,823,942 26,45 43,328,494,948 26,38 43,744,452,948 26,66 43,377,478,948 26,76 42,761,617,946 26,72 42,207,690,944 26,69 41,579,779,943 26,41 43,537,472,948 26,69 41,079,862,942
Lampiran : 3. Uji Univariat dan Bivariat Analisis Univariat umur 25-34 Tahun 35-44 Tahun 45-53 Tahun 8 15,7 15,7 15,7 29 56,9 56,9 72,5 14 27,5 27,5 100,0 Laki-laki Perempuan Jenis Kelamin 11 21,6 21,6 21,6 40 78,4 78,4 100,0 Pendidikan Medis Pendidikan 100,0 Masa kerja 1-3 tahun 4-5 tahun > 5 tahun 17 33,3 33,3 33,3 20 39,2 39,2 72,5 14 27,5 27,5 100,0 Apakah Bapak/Ibu tahu pengertian cold chain 32 62,7 62,7 62,7 19 37,3 37,3 100,0
Vaksin merupakan produk biologik yang terbuat dari kuman, komponen kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan tubuh seseorang 100,0 Alat suntik yang dipergunakan dalam pemberian imunisasi digunakan hanya untuk satu kali pemakaian 100,0 Alat suntik ADS (Auto Disable Syringe) ukuran 0,05 ml digunakan untuk pemberian imunisasi BCG 100,0 Safety box digunakan untuk menampung alat suntik bekas pelayanan imunisasi sebelum dimusnahkan 100,0 Vaksin sensitif beku atau mudah rusak disimpan pada suhu 2-8 ºC 27 52,9 52,9 52,9 24 47,1 47,1 100,0 Vaksin sensitif panas disimpan pada suhu 15-25 ºC 30 58,8 58,8 58,8 21 41,2 41,2 100,0
Sarana cold chain yang dibutuhkan Puskesmas adalah Lemari es 100,0 Volume bersih penyimpanan vaksin pada lemari es/freezer yang direkomendasikan adalah 70% dari total volume 13 25,5 25,5 25,5 38 74,5 74,5 100,0 Vaksin yang dibawa dari Puskesmas kelapangan menggunakan vaksin carrier yang diisi cool pack 17 33,3 33,3 33,3 34 66,7 66,7 100,0 Semua jenis vaksin disimpan dengan suhu 2-8oC pada lemari es di Puskesmas 10 19,6 19,6 19,6 41 80,4 80,4 100,0 Sehari sebelum digunakan, pelarut vaksin disimpan pada suhu 2-8oC 32 62,7 62,7 62,7 19 37,3 37,3 100,0
VVM (Vaccine vial monitor), merupakan alat pemantau paparan temperatur panas 23 45,1 45,1 45,1 28 54,9 54,9 100,0 Vaksin yang telah mendapatkan paparan panas lebih banyak harus digunakan terlebih dahulu meskipun masa kadaluwarsanya masih lebih panjang 100,0 Vaksin yang diterima lebih awal mempunyai jangka waktu pemakaian yang lebih pendek 22 43,1 43,1 43,1 29 56,9 56,9 100,0 Kamar beku (freeze room) berfungsi untuk menyimpan vaksin polio 44 86,3 86,3 86,3 7 13,7 13,7 100,0 Kamar beku (freeze room) memiliki suhu bagian dalam kisaran antara -15oC sampai dengan -25oC 27 52,9 52,9 52,9 24 47,1 47,1 100,0
Cool pack dapat juga difungsikan untuk membuat kotak dingin cair 12 23,5 23,5 23,5 39 76,5 76,5 100,0 Cold pack dapat juga difungsikan untuk membuat kotak es beku 12 23,5 23,5 23,5 39 76,5 76,5 100,0 Susunan vaksin diberi jarak 1-2 cm antar kotak vaksin 16 31,4 31,4 31,4 35 68,6 68,6 100,0 Penyimpanan Vaksin pada lemari es lebih dingin akan lebih baik 24 47,1 47,1 47,1 27 52,9 52,9 100,0 Posisi thermostat penyimpanan dapat dirubah-rubah waktu menyimpan vaksin 33 64,7 64,7 64,7 18 35,3 35,3 100,0
Pada saat pengepakan Cold Pack harus dikeluarkan dulu dari freezer dan tunggu selama 30 menit sampai 1 jam kemudian masuk ke dalam box vaksin 24 47,1 47,1 47,1 27 52,9 52,9 100,0 baik Baik Pengetahuan 33 64,7 64,7 64,7 18 35,3 35,3 100,0 Apakah sudah penah mengikuti pelatihan terkait dengan cold chain, penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman vaksin pernah Pernah 28 54,9 54,9 54,9 23 45,1 45,1 100,0 Jika pernah berapa kali mengikuti pelatihan dalam setahun 1 kali pernah 23 45,1 45,1 45,1 28 54,9 54,9 100,0 Pelatihan tentang apa Pentavalen Dan Cara Penyimpanan Vaksin pernah Frequency Percent Percent 23 45,1 45,1 45,1 28 54,9 54,9 100,0 Percent
pernah Pernah Pelatihan 28 54,9 54,9 54,9 23 45,1 45,1 100,0 setuju Setuju Lemari es beroperasi dengan baik 11 21,6 21,6 21,6 40 78,4 78,4 100,0 Thermometer berfungsi dengan baik setuju Setuju 15 29,4 29,4 29,4 36 70,6 70,6 100,0 setuju Setuju Cold box berfungsi dengan baik 30 58,8 58,8 58,8 21 41,2 41,2 100,0 setuju Setuju Cool pack berfungsi dengan baik 10 19,6 19,6 19,6 41 80,4 80,4 100,0 setuju Lemari es memiliki Freeze Tag 100,0
setuju Setuju Freezer berfungsi dengan baik 33 64,7 64,7 64,7 18 35,3 35,3 100,0 Alarm control berfungsi dengan baik setuju 100,0 Generator (genset) selalu siap untuk beroperasi bila listrik padam setuju Setuju 32 62,7 62,7 62,7 19 37,3 37,3 100,0 Cold box atau vaksin carrier disertai dengan cool pack setuju Setuju 16 31,4 31,4 31,4 35 68,6 68,6 100,0 baik Baik Fasilitas 31 60,8 60,8 60,8 20 39,2 39,2 100,0 Melakukan pengecekan suhu setiap pagi dan sore, termasuk hari libur setuju 100,0
Melakukan pencatatan langsung setelah pengecekan suhu pada thermometer atau pemantau suhu dikartu pencatatan suhu setiap pagi dan sore setuju Setuju 16 31,4 31,4 31,4 35 68,6 68,6 100,0 Mencatat kegiatan pemeliharaan mingguan pada kartu pemeliharaan lemari es setuju 100,0 Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es. setuju Setuju 30 58,8 58,8 58,8 21 41,2 41,2 100,0 Pencairan bunga es dilakukan minimal 1 bulan sekali atau ketika bunga es mencapai ketebalan 0,5 cm. setuju 100,0 Mencatat kegiatan pemeliharaan bulanan pada kartu pemeliharaan lemari es setuju Setuju 40 78,4 78,4 78,4 11 21,6 21,6 100,0 Cooling unit sebagai pendingin diatur agar bekerja secara bergantian setuju Setuju 45 88,2 88,2 88,2 6 11,8 11,8 100,0
Meletakkan Freeeze watch atau freeze-tag pada bagian dalam kamar dingin untuk mengetahui penurunan suhu dibawah 0oC setuju Setuju 45 88,2 88,2 88,2 6 11,8 11,8 100,0 baik Baik Prosedur 33 64,7 64,7 64,7 18 35,3 35,3 100,0 Apakah pimpinan memberikan pembinaan tentang tata cara pengelolaan vaksin 34 66,7 66,7 66,7 17 33,3 33,3 100,0 Apakah pimpinan memberikan pembinaan berupa petunjuk langsung atas masalah yang ditemui dalam pengelolaan vaksin 34 66,7 66,7 66,7 17 33,3 33,3 100,0 Apakah pimpinan memberikan pembinaan disertai dengan materi yang mendukung dalam pengelolaan vaksin 100,0
Apakah pimpinan memberikan bimbingan sesegera mungkin atas masalah yang ditemukan dalam pengelolaan vaksin 29 56,9 56,9 56,9 22 43,1 43,1 100,0 Apakah pimpinan memberikan bimbingan teknis untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan vaksin 43 84,3 84,3 84,3 8 15,7 15,7 100,0 Apakah Pimpinan memberikan bimbingan teknis tentang pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur 44 86,3 86,3 86,3 7 13,7 13,7 100,0 Apakah pimpinan memberikan bimbingan tentang administrasi pengelolaan vaksin 46 90,2 90,2 90,2 5 9,8 9,8 100,0 baik Baik Supervisi 35 68,6 68,6 68,6 16 31,4 31,4 100,0
Cold Room: suhu 2oC-8oC untuk vaksin DPT-HB, DT,TT, BCG, Campak, TD,Hepatitis B 100,0 Cold Room: suhu 15-250C untuk vaksin Polio 44 86,3 86,3 86,3 7 13,7 13,7 100,0 Menerapkan aturan sistem FIFO, Expire Date, dan VVM 100,0 Kontrol pengeluaran vaksin menggunakan formulir Batch Delivery Record 30 58,8 58,8 58,8 21 41,2 41,2 100,0 Thermostat lemari es berfungsi dengan benar 14 27,5 27,5 27,5 37 72,5 72,5 100,0 Thermometer pengukur suhu pada lemari es valid 100,0
Susunan vaksin pada lemari es sesuai dengan SOP 100,0 Meletakkan vaksin yang peka pembekuan (DTP, TT, DT, Hep B, DTP-HB) jauh dari evaporator 100,0 Meletakkan termometer dan Freeze-Tag di antara kotak vaksin yang peka pembekuan 100,0 Memeriksa kondisi Freeze-Tag 100,0 Suhu pada lemari es stabil 2-8oC dan -15 s/d -25oC pada freezer 11 21,6 21,6 21,6 40 78,4 78,4 100,0 Kondisi bunga es stabil pada dinding bagian dalam lemari es 37 72,5 72,5 72,5 14 27,5 27,5 100,0 Bagian luar lemari es bersih 100,0
Steker listrik pada stop kontak berfungsi dengan baik 100,0 Bagian dalam lemari es bersih 100,0 Pintu lemari es tertutup rapat 100,0 Engsel pintu diberi pelumas 100,0 Karet pintu diberi bedak 100,0 Mempunyai alat pengukur suhu yang disertifikasi dan dikalibrasi 100,0 Pengukur suhu tersambung pada sistem alarm 36 70,6 70,6 70,6 15 29,4 29,4 100,0 Kepatuhan patuh Patuh 33 64,7 64,7 64,7 18 35,3 35,3 100,0
Uji Bivariat Pengetahuan * Kepatuhan Crosstab Pengetahuan baik Baik Count Expected Count % within Pengetahuan % of Count Expected Count % within Pengetahuan % of Count Expected Count % within Pengetahuan % of Kepatuhan patuh Patuh 26 7 33 21,4 11,6 33,0 78,8% 21,2% 100,0% 51,0% 13,7% 64,7% 7 11 18 11,6 6,4 18,0 38,9% 61,1% 100,0% 13,7% 21,6% 35,3% 33 18 51 33,0 18,0 51,0 64,7% 35,3% 100,0% 64,7% 35,3% 100,0% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Cases Asymp. Sig. Value df (2-sided) 8,119 b 1,004 6,466 1,011 8,061 1,005 7,960 1,005 51 a. Computed only for a 2x2 table Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided),006,006 b. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,35.
Pelatihan * Kepatuhan Crosstab Pelatihan pernah Pernah Count Expected Count % within Pelatihan % of Count Expected Count % within Pelatihan % of Count Expected Count % within Pelatihan % of Kepatuhan patuh Patuh 22 6 28 18,1 9,9 28,0 78,6% 21,4% 100,0% 43,1% 11,8% 54,9% 11 12 23 14,9 8,1 23,0 47,8% 52,2% 100,0% 21,6% 23,5% 45,1% 33 18 51 33,0 18,0 51,0 64,7% 35,3% 100,0% 64,7% 35,3% 100,0% Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Cases Chi-Square Tests Asymp. Sig. Value df (2-sided) 5,227 b 1,022 3,967 1,046 5,286 1,022 5,124 1,024 51 a. Computed only for a 2x2 table Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided),038,023 b. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8,12.
Fasilitas * Kepatuhan Crosstab Fasilitas baik Baik Count Expected Count % within Fasilitas % of Count Expected Count % within Fasilitas % of Count Expected Count % within Fasilitas % of Kepatuhan patuh Patuh 22 9 31 20,1 10,9 31,0 71,0% 29,0% 100,0% 43,1% 17,6% 60,8% 11 9 20 12,9 7,1 20,0 55,0% 45,0% 100,0% 21,6% 17,6% 39,2% 33 18 51 33,0 18,0 51,0 64,7% 35,3% 100,0% 64,7% 35,3% 100,0% Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Cases Chi-Square Tests Asymp. Sig. Value df (2-sided) 1,357 b 1,244,748 1,387 1,346 1,246 1,331 1,249 51 a. Computed only for a 2x2 table Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided),368,193 b. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7,06.
Prosedur * Kepatuhan Crosstab Prosedur baik Baik Count Expected Count % within Prosedur % of Count Expected Count % within Prosedur % of Count Expected Count % within Prosedur % of Kepatuhan patuh Patuh 28 5 33 21,4 11,6 33,0 84,8% 15,2% 100,0% 54,9% 9,8% 64,7% 5 13 18 11,6 6,4 18,0 27,8% 72,2% 100,0% 9,8% 25,5% 35,3% 33 18 51 33,0 18,0 51,0 64,7% 35,3% 100,0% 64,7% 35,3% 100,0% Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Cases Chi-Square Tests Asymp. Sig. Value df (2-sided) 16,611 b 1,000 14,206 1,000 16,881 1,000 16,285 1,000 51 a. Computed only for a 2x2 table Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided),000,000 b. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,35.
Supervisi * Kepatuhan Crosstab Supervisi baik Baik Count Expected Count % within Supervisi % of Count Expected Count % within Supervisi % of Count Expected Count % within Supervisi % of Kepatuhan patuh Patuh 25 10 35 22,6 12,4 35,0 71,4% 28,6% 100,0% 49,0% 19,6% 68,6% 8 8 16 10,4 5,6 16,0 50,0% 50,0% 100,0% 15,7% 15,7% 31,4% 33 18 51 33,0 18,0 51,0 64,7% 35,3% 100,0% 64,7% 35,3% 100,0% Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Cases Chi-Square Tests Asymp. Sig. Value df (2-sided) 2,208 b 1,137 1,369 1,242 2,164 1,141 2,165 1,141 51 a. Computed only for a 2x2 table Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided),207,122 b. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5,65.
Lampiran : 4. Hasil Uji Regresi Logistic Regression Unweighted Cases a Selected Cases Unselected Cases Case Processing Summary Included in Analysis Missing Cases N Percent 51 100,0 0,0 51 100,0 0,0 51 100,0 a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases. Dependent Variable Encoding Original Value patuh Patuh Internal Value 0 Block 0: Beginning Block 1 Iteration History a,b,c Iteration Step 1 0 2 3-2 Log Coefficients likelihood Constant 66,227 -,588 66,223 -,606 66,223 -,606 a. Constant is included in the model. b. Initial -2 Log Likelihood: 66,223 c. Estimation terminated at iteration number 3 because parameter estimates changed by less than,001. Classification Table a,b Predicted Observed Step 0 Kepatuhan patuh Patuh Overall Percentage a. Constant is included in the model. b. The cut value is,500 Kepatuhan Percentage patuh Patuh Correct 33 0 100,0 18 0,0 64,7
Variables in the Equation Step 0 Constant B S.E. Wald df Sig. Exp(B) -,606,293 4,279 1,039,545 Variables not in the Equation Step 0 Variables Overall Statistics Pengetahuan Pelatihan Fasilitas Prosedur Supervisi Block 1: Method = Enter Iteration History a,b,c,d Score df Sig. 8,119 1,004 5,227 1,022 1,357 1,244 16,611 1,000 2,208 1,137 25,524 5,000 Iteration Step 1 1 2 3 4 5 6 a. Method: Enter -2 Log Coefficients likelihood Constant Pengetahuan Pelatihan Fasilitas Prosedur Supervisi 39,231-2,671 1,175,955 1,008 1,470 1,030 b. Constant is included in the model. c. Initial -2 Log Likelihood: 66,223 34,443-4,373 1,997 1,709 1,803 1,901 1,746 33,517-5,509 2,543 2,199 2,334 2,204 2,183 33,459-5,881 2,727 2,353 2,508 2,305 2,319 33,459-5,911 2,742 2,365 2,521 2,313 2,330 33,459-5,911 2,742 2,365 2,521 2,313 2,330 d. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than,001. Omnibus Tests of Model Coefficients Step 1 Step Block Model Chi-square df Sig. 32,764 5,000 32,764 5,000 32,764 5,000 Model Summary Step 1-2 Log Cox & Snell Nagelkerke likelihood R Square R Square 33,459 a,474,652 a. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than,001.
Hosmer and Lemeshow Test Step 1 Chi-square df Sig. 10,009 8,264 Step 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test Kepatuhan = patuh Kepatuhan = Patuh Observed Expected Observed Expected 6 5,984 0,016 6 4 3,892 0,108 4 5 4,860 0,140 5 4 4,837 1,163 5 4 4,026 1,974 5 3 3,621 2 1,379 5 5 3,351 0 1,649 5 2 1,115 3 3,885 5 0,911 5 4,089 5 0,404 6 5,596 6 Classification Table a Predicted Observed Step 1 Kepatuhan Overall Percentage a. The cut value is,500 patuh Patuh Kepatuhan Percentage patuh Patuh Correct 31 2 93,9 4 14 77,8 88,2 Step 1 a Pengetahuan Pelatihan Fasilitas Prosedur Supervisi Constant Variables in the Equation B S.E. Wald df Sig. Exp(B) Lower Upper 2,742 1,113 6,066 1,014 15,513 1,751 137,469 2,365 1,093 4,680 1,031 10,649 1,249 90,791 2,521 1,123 5,043 1,025 12,446 1,378 112,387 2,313,929 6,197 1,013 10,101 1,635 62,395 2,330 1,084 4,619 1,032 10,278 1,228 86,046-5,911 1,736 11,589 1,001,003 a. Variable(s) entered on step 1: Pengetahuan, Pelatihan, Fasilitas, Prosedur, Supervisi. 95,0% C.I.for EXP(B)