Siti Sulastri, SST Usia 0 12 bulan Fase atau tahap awal untuk menentukan kondisi serta perkembangan bayi untuk tahun yang akan datang/ tahun perkembangan bayi berikutnya Tumbuh dengan sangat cepat Mulai sangatresponsifolehapayang dia terima dari sekitarnya. 1
Perkembangan sel-sel otak dan mulainya ber- kembang serabut saraf otak dan cabang-cabang sarafnya. Proses (fase) tahap berjalan, sedikit mulai mengetahui jenis-jenis huruf. Mulaiberbicaradenganbahasaanak, berkembangnya emosi, kreativitas, dan kepandaian anak untuk mengenali sesuatu. 1. Kebutuhan akan asupan nutrisi, nutrisi ini mencakup ASI serta asupan Makanan untukpenggantiasi ( sereal& susu formula) 2. Pemberian imunisasi untuk anak. 3. Serta kebutuhan untuk mendapatkan lingkungan dan fisik yang selalu bersih. 2
GOL.UMUR (tahun) PRIA (kkal/kg BB) WANITA (kkal/kg BB) 0 1 110 120 110 120 1 3 100 100 4 6 90 90 6 9 80 90 60 80 10 14 50 70 40 55 14-18 40-50 40 Kebutuhanair: 150 175 cc / Kg BB / Hari. KebutuhanKalori: 110 120 Kal/Kg BB/Hari. Kebutuhan Karbohidrat dan Lemak 1. Karbohidrat : 50% -60% dari kebutuhan Kalori/Hari. 2. Lemak : 15% -20% darikebutuhankalori/ Hari. KebutuhanProtein : 2,5 gr/kg BB / Hari. 3
Ikanlaut Telur Kacang-kacangan Sususapi Jikaadariwayatalergipadakeluarga, konsultasikan ke ahli kesehatan anda sebelum mulai memberikan makanan padat pada bayi. MP ASI adalahmakananatauminumanyang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untukmemenuhikebutuhangizinyasebagai pengganti atau pelengkap ASI. MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang 4
Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini. Toddler (> 1 tahun-3 tahun) mulai makan sendiri BENTUK MAKANAN : 1. Transisi makanan lunak Tim ke makanan biasa / nasi 2. Variasi bahan makanan lebih luas dan variatif 3. Menu makanan menjelang sama dengan makanan anak sekolah / remaja 5
Usia lebih dari 3 tahun sampai 6 tahun Sekolah PAUD atau Taman Kanak Kanak Mengenal makanan diluar rumah/ jajanan Mulai memilih makanan sesuai selera Mempunyai pilihan kesenangan pada satu jenis makanan 6
1. Memberikan zat gizi yang cukup sesuai dengan kebutuhan yang dimamfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikomotor, peningkatan kesehatan. 2. Pelaksanaan pelbagai aktivitas dan pemulihan kesehatan setelah sakit. 3. Meminimalkan terjadinya obesitas pada usia dini. 4. Mendidik kebiasaan makan yang baik, mencakup penjadwalan makan, belajar menyukai, memilih dan menentukan jenis makanan yang bermutu. 7
1) TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA 2) SOSIAL BUDAYA ( adat istiadat) 3) SERAT MAKANAN 4) KEMUDAHAN CERNA(cara menyimpan, mengolah dan memasak bahan makanan) 5) RASA KENYANG (memberi rasa kenyang seper: karbo, lemak, susu dll) 1) SUMBER MAKANAN ( sulit / jauh dari pasar) 2) AUTOSINTESIS VITAMIN (vitamin yang dibentuk tubuh) 3) PENGARUH OBAT (antimikroba/antibiotik, malabsorbsi,nafsu makan, diare) 4) FAKTOR ENDOKRIN (Pe horman: tyroid) 5) FAKTOR EMOSIONAL 6) Pada usia ini anak sudah mempunyai sifat konsumen aktif, yaitu mereka sudah bisa memilih makanan yang disukainya. anak usia taman kanak2 (4-6tahun) membutuhakn sekitar 1600 kalori. 8
Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun) Primary School ( SD kelas 3 sampai SMU) Kebutuhan bertambah: Golongan Umur Berat Tinggi Energi Protein 7-9 tahun 25 kg 120 cm 1800 kkal 45 gram 10 12 tahun (pria) 10 12 tahun (wanita) 35 kg 138 cm 2050 kkal 50 gram 38 kg 145 cm 2050 kkal 50 gram 9
Perkembangan fisik. Fisik anak usia sekolah lebih kuat dibandingkan usia dibawahnya, sehingga aktivitas fisiknya tampak lebih menonjol dan mempunyai kemampuan motorik/bermain. Perkembangan mental. Anak mempunyai minat terhadap tugas-tugas sekolah seperti membaca, menulis, berhitung dan menggambar. Mereka senang bertanya kepada orang lain (guru atau orang tua) dimana mereka sedang mengeksplorasi apa yang dilihat dan dirasakan. Perkembangan emosi. Anak pada usia ini sudah mampu mengendalikan emosi. Anak sudah dapat mengendalikan emosi di lingkungannya tetapi di luar rumah kadang masih kurang Perkembangan sosial. Anak sedang mempelajari cara bersosialisasi pada peran social di masyarakat. 10
Sumber energi yang sering disebut sumber tenaga bisa diperoleh dari sumber karbohidrat, seperti beras, jagung, ubi kayu, talas, mie, kentang, dan roti, minyak, margarine, dan santan yang mengandung lemak. zat pembangun yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan badan juga, pembentuk jaringan-jaringan baru, dan pemeliharaan tubuh. menjernihkan pikiran, dan meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan. Sumber protein Hewani (daging, ayam, ikan, dan telur) Nabati (tumbuh-tumbuhan seperti kacangkacangan, biji-bijian, tahun dan tempe) 11
Cadangan energi, pelarut vitamin A, D, E, dan K, pelumas persendian, pertumbuhan dan pencegahan peradangan kulit, pemberi cita rasa pada makanan. Diperoleh dari minyak goreng, mentega, susu, daging, dan ikan. Makanan berlemak yang berlebihan seperti gajih, daging berlemak, kulit ayam, susu berlemak, keju, dan mentega tidak disarankan karena bisa mengganggu kesehatan. Sayuran dan buah-buahan. Kandungan vitamin dan mineral pada buah dan sayuran bermanfaat untuk mengatur pengolahan bahan makanan serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Biasanya banyak remaja yang kurang suka makan sayuran dan buah-buahan. Padahal, asam folat, B12, A, C, D, dan E. bila perlu kita juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dengan makan tablet-tablet vitamin yang dijual. 12
Untuk pertumbuhan dan perkembangan selama masa pubertas dan remaja. Misalnya, kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan otot-otot. Makanan sumber kalsium bisa diperoleh dari susu (dan hasil olahannya), makanan yang difermentasi (tempe, oncom, tauco, dan sebagainya), ikan-ikanan (ikan teri dan sebagainya). Selain itu, tubuh kita juga membutuhkan mineral Zn (seng) untuk pertumbuhan dan kematangan seksual. Makanan sumber seng bisa diperoleh dari ikan, kerang-kerangan, dan sayur-sayuran. Kebutuhan zat besi pada cowok akan meningkat pada saat proses kematangan seksual. Sementara pada cewek terjadi pada saat menstruasi karena pada saat menstruasi zat besi akan keluar bersama darah menstruasi. Kekurangan zat besi dalam makanan seharihari secara terus menerus dapat menimbulkan penyakit anemia (kurang darah). 13
Berfungsi untuk memudahkan proses buang air besar, membuang racun-racun dalam tubuh, dan mencegah kegemukan. Serat bisa diperoleh dari sayur-sayuran, buah-buahan dan agar-agar. 14
15
16