PEDOMAN TUTORIAL A. TUGAS PESERTA DISKUSI KELOMPOK (TUTORIAL)

dokumen-dokumen yang mirip
Standard Operating Procedure. FASILITATOR PBL (Problem Based Learning)

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum Problem-Based Learning (PBL) diperkenalkan pertama kali di

TEKNIK SEVEN JUMP. Yunia Hastami Siti Munawaroh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2015

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Kode: NAMA MATA KULIAH. BUKU BLOK PSIK FKUB Semester, Program A Reguler TIM FASILITATOR:

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. 1. Karakteristik Responden Penelitian. a. Umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari

MODUL-1 LUKA / TRAUMA

Metode Belajar di MEDIU

KELAS DENGAN BUDAYA BERTANYA. I. Bertanya Yang Efektif.

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan yang telah dijelaskan dalam kajian pustaka bahwa cara untuk

BPSL BLOK KOMUNIKASI 1 SEMESTER I TAHUN AKADEMIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Contoh Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah: Sikap Mental Etika Profesi

Gambaran Pelaksanaan Problem-Based Learning Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Problem-Based Learning (PBL) pelajaran (Sudarman, 2007).

BAB II LANDASAN TEORI. berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu

Metode Metode Instruksional Dina Amelia/

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

PEMERIKSAAN ORGAN DALAM

Rubrik untuk Menilai Soft Skills

Membangun Ketrampilan Memfasilitasi

PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN

MODUL-1 LUKA / TRAUMA

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

BAB I PENDAHULUAN. Geografi merupakan satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipelajari,

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. Pada kajian teori akan dipaparkan teori dari beberapa ahli yang

Panduan Modul Manajemen Rumah Sakit

Evaluasi. Metoda Evaluasi

BAB I PENDAHULUAN. tinggi diharapkan proses pemahaman akan menjadi lebih berkembang dan

PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP (Oleh: Dra. Neti Budiwati, M.Si.)

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. 1. Kondisi Empiris Perkuliahan Strategi Pembelajaran Selama ini

LAMPIRAN. PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERPIKIR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION

Akhlakul Karimah dan Irni Cahyani STKIP PGRI Banjarmasin

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KULIT MENGHITAM MODUL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MAHASISWA SISTEM ENDOKRIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

SURAT PERNYATAAN BERSEDIA MENJADI RESPONDEN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Metode pendidikan di perguruan tinggi mulai mengalami pergeseran dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jadi, yang tinggal dipindahkan ke orang lain dengan istilah transfer of knowledge.

tuntut menyelesaikan permasalahan secara mandiri dan dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran, terjadi proses

Belajar Dan Pembelajaran Metode Based Learning

PENINGKATAN KECAKAPAN BERPIKIR MELALUI IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA

EVALUASI KINERJA DOSEN DALAM PERKULIAHAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan. 1. Nilai mahasiswa yang mengikuti PAL lebih tinggi dari yang tidak mengikuti

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 4

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL

MUDAH LAPAR DAN HAUS

PROSES DAN TEKNIK-TEKNIK KONSELING

Pendahuluan. Implementasi Program Information Skills di Universitas Indonesia 1. Mohamad Aries 2

BAB I PENDAHULUAN. manajemen waktu dapat dilakukan dengan metode Problem Based. pendekatan SCL adalah metode pembelajaran dengan Problem Based

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diangkat dalam penelitian ini diantaranya adalah hasil belajar siswa kelas eksperimen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN

Problem-based learning (PBL) berbasis teknologi informasi (ICT)

AUDIT MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI

KODE UNIT : O

Prosiding Seminar Nasional Prodi Teknik Busana PTBB FT UNY Tahun 2005 PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DALAM MATA KULIAH PENGETAHUAN TEKSTIL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Ruang Lingkup Pelatihan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

METODE-METODE PEMBELAJARAN KLINIK OLEH : LISA TRINA ARLYM, SST,M M.KEB

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Capaian Pembelajaran. Menerapkan keterampilan dasar mengajar dalam kegiatan pembelajaran. Sudarmantep.com

SATUAN AKTIVITAS TUTORIAL (SAT)

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang. Pada beberapa tahun terakhir ini terjadi inovasi. di dalam sistem pendidikan kedokteran di Indonesia,

Student Center Learning

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Smartphone atau telepon pintar adalah telepon genggam yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORITIK

PRAKTEK PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 8 JP

Manual Prosedur. Pembelajaran Metode Problem Based Learning PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas dengan peningkatan hasil belajar IPA tentang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. yang kondusif bagi lahirnya pribadi yang kompetitif. (Tilaar, 2004)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB IV ANALISIS DATA. Mahasiswa Jurusan BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN. perolehan data pengembangan paket.

SATUAN ACARA TUTORIAL (SAT)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

AKREDITASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

BAB II LANDASAN TEORI. Secara umum pengertian pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI IMPLEMENTASI STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN YANG MENGAKTIFKAN SISWA SUNARYO SOENARTO

Kompetensi Dasar Indikator Esensial

BAB I PENDAHULUAN. wawasan, ketrampilan dan keahlian tertentu kepada individu guna. diyakini mampu menanamkan kapasitas baru bagi semua orang untuk

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus siklus yang

I. PENDAHULUAN. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat menuntut sumber

Transkripsi:

PEDOMAN TUTORIAL A. TUGAS PESERTA DISKUSI KELOMPOK (TUTORIAL) 1. Tugas Dasar Tutor dalam Diskusi Kelompok a. Mendorong partisipasi aktif setiap anggota diskusi kelompok. b. Membantu ketua kelompok dalam menjaga dinamika kelompok dan menjaga ketepatan waktu diskusi. c. Men-chek ketepatan dan kebenaran pencatatan hasil diskusi oleh sekretaris kelompok. Dari catatan kelompok dapat diketahui hal-hal yang telah atau belum keluar dari konteks pemahaman seharusnya atas materi diskusi dan tujuan belajar. d. Menghindarkan terjadinya side tracking yaitu usaha untuk mengalihkan topic diskusi ke hal-hal di luar tujuan belajar. e. Menjamin tercapainya tujuan belajar. f. Mengisi lembar observasi dengan benar karena skor observasi memiliki bobot tinggi yang berpengaruh terhadap Nilai Akhir Mahasiswa. g. Menghindarkan diri sebagai yang berkuasa dalam diskusi dengan : 1) Duduk di antara peserta, tidak dalam posisi berjarak. 2) Bila terdapat hal-hal atau materi diskusi yang tidak benar, tidak boleh dikoreksi langsung melainkan diluruskan dengan cara-cara tidak langsung. 3) Mempersilahkan kelompok memilih sendiri ketua dan sekretaris kelompok sebelum diskusi. 2. Tugas Ketua Kelompok a. Memimpin diskusi dari awal sampai selesai. b. Menjamin seluruh peserta memperoleh giliran berbicara menyatakan pendapat. c. Memelihara dinamika kelompok. d. Menjaga ketepatan waktu. e. Memastikan tiap peserta membawa catatan/buku teks/laptop agar setiap pendapat harus berbasis pada literatur yang benar, bukan debat pokrol. f. Menjaga agar sekretaris menulis dan menyimpulkan secara benar. 3. Tugas Sekretaris Kelompok a. Mencata butir-2 yang menjadi kesimpulan kelompok. b. Menulis butir-2 secara runtut. c. Sebagai mahasiswa peserta diskusi, tidak hanya mencatat tetapi juga berhak menyatakan pendapat, dan menghindari menulis pendapat pribadi. d. Mencatat sumber jawaban peserta kelompok (buku teks atau literature yang digunakan dalam diskusi) 4. Tugas Anggota Kelompok a. Mengikuti langkah-langkah diskusi yang ditentukan ketua. b. Berpartisipasi aktif dalam kelompok tanpa mendominasi atau malah berdiam diri dalam berdiskusi.

c. Mendengarkan pendapat peserta lain dengan seksama. d. Aktif bertanya. e. Memastikan apakah topic dan tujuan belajar sudah didiskusikan. f. Berbagi informasi dengan peserta lain. B. MELAKUKAN TUTORIAL 1. Memulai diskusi a. Ciptakan suasana kelompk menjadi relaks. b. Sampaikan aturan main dalam diskusi. c. Sampaikan review tentang hal-hal pokok yang menjadi materi inti diskusi. 2. Memelihara kesinambungan diskusi a. Dengar dan catat ide-ide yang muncul. b. Minta komentar peserta lain terhadap pendapat seorang peserta. 3. Menjaga fokus diskusi a. Jika diskusi menyimpang catat hal-hal yang menyimpang. b. Lakukan interupsi tanpa mengoreksi, misalnya tutor mengatakan : 1) Sebaiknya hal itu kita kesampingkan dulu dan dibicarakan lain kali. 2) Coba kita bicarakan kembali tentang (fokus) 3) Bagaimana jika kita perjelas yang kita bicarakan sebelumnya (fokus)? 4. Menutup tutorial : a. Review hasil diskusi b. Ingatkan tugas diskusi berikutnya. c. Bila perlu sampaikan catatan khusus anda terhadap setiap peserta. C. HARUS DAN TIDAK BOLEH dalam TUTORIAL 1. Hal-hal yang harus dilakukan tutor : a. Bicara singkat, jelas dan seperlunya. Jangan anda habiskan waktu mahasiswa berdiskusi. b. Beri pertanyaan yang jelas dan fokus. Member alternative pertanyaan terlalu banyak akan memperlebar diskusi yang tidak perlu. c. Gunakan nama akrab peserta untuk menghindari formalitas berlebihan d. Interpretasikan pendapat seorang peserta lalu tanyakan apa peserta lain setuju dengan interpretasi itu. e. Lakukan Probing (memancing) untuk memperjelas jawaban/pertanyaan. 2. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan tutor: a. Mengulang-ulang pertanyaan peserta. b. Mengulang-ulang jawaban peserta. c. Menjawab langsung pertanyaan peserta. d. Menyalahkan langsung pendapat peserta. e. Terlalu sering menginterupsi.

PROBLEM BASED LEARNING PETUNJUK BAGI MAHASISWA I. LANGKAH-LANGKAH BELAJAR 1. Langkah 1 : TRIGGER /SKENARIO Beberapa hari yang lalu anda sudah menerima format belajar berisi trigger untuk memulai tahap-tahap belajar aktif anda. 2. Langkah 2: CUE RECOGNITION Setiap kata dalam trigger yang disampaikan kepada anda pada dasarnya dirancang agar memiliki makan tertentu. Identifikasikan kata-kata kunci dari trigger dan tuliskan dalam format belajar anda. Kata-kata kunci yang Anda temukan komunikasikan kepada teman kelompok diskusi Anda setiap saat untuk disintesiskan pada DISKUSI SESI I dalam kelompok pada hari yang sudah dijadwalkan. 3. Langkah 3 : PROBLEM FORMULATION Setiap kata kunci (cue) pada langkah 1 pada dasarnya tentu mempunyai sesuatu dibaliknya yang Anda belum ketahui maknanya. Sesuatu itu adalah Masalah bagi Anda. Identifikasikan setiap Masalah Anda dan tuliskan dalam format belajar Anda. Karena Masalah Anda belum tentu menjadi masalah teman Anda, maka Anda perlu mengkomunikasikannya dengan teman Anda setiap saat atau nanti saat Anda melakukan diskusi kelompok. Diskusi kelompok nantinya akan menjadi ajang Anda saling mengklarifikasikan Masalah dan menjadikannya sebagai Masalah kelompok Anda. 4. Langkah 4 : HYPOTHESIS GENERATION Sebelum Anda memecahkan setiap Masalah tentunya Anda perlu membangun hipotesis sebagai jawaban atau pendapat awal Anda terhadapa masalah yang Anda hadapi. Susun hipotesis anda untuk setiap Masalah yang telah Anda identifikasi pada langkah 3. Satu Masalah mungkin akan membuahkan 1 atau lebih hipotesis. Tuliskan hipotesis Anda pada format belajar Anda. Komunikasikan hipotesis Anda pada saat akan diskusi kelompok. Pertahankan hipotesis Anda di depan diskusi kelompok. Tetapi jantanlah jika hipotesis Anda akhirnya Anda tarik karena tidak dapat Anda pertahankan. Itu adalah cara membangun Collaborative Skill dan sekaligus Leadership Skill yakni membangun etika bekerja sama. 5. Langkah 5 : LEARNING GOALS Jika Anda telah menyusun suatu hipotesis, tentunya Anda akan mengkajinya lebih lanjut melalui proses belajar. Karena itu untuk setiap hipotesis, Anda ingin mengkaji kebenarannya dengan belajar apa? Contoh : Jika Anda menyusun hipotesis Mata Bengkak terkait proses peradangan mata, tentunya Anda akan belajar tentang : radang, bukan? Nah, dengan demikian mempelajari radang adalah contoh pernyataan learning goals.

Untuk itu, identifikasikan learning goals (sasaran belajar) Anda untuk setiap hipotesis yang Anda susun. Satu hipotesis mungkin membutuhkan lebih dari satu sasaran belajar. Contoh : Jika hipotesis Anda mata bengkak adalah salah satu manifestasi peradangan mata maka: Sasaran belajar Anda bisa : 1. Belajar anatomi mata 2. Belajar visus 3. Belajar kemungkinan penyebab mata bengkak: radang? Stress? Kurang tidur? Trauma pada mata? Tumor mata? dll Nyatakan learning goals Anda dalam format belajar. Sampaikan nanti pada saat diskusi kelompok. Bersama-sama teman kelompok Anda sintesiskan Learning Goals Anda semua menjadi Learning Goals kelompok Anda (DISKUSI II). 6. Langkah 6 : INQUIRY STRATEGY Jika tahap 1-5 sudah Anda lalui dan mendiskusikannya dalam kelompok artinya kelompok Anda telah mempunyai Learning Goals kelompok. Berdasarkan Learning Goals kelompok itu sebenarnya barulah dimulai tahap belajar mandiri sesungguhnya. Sejak saat ini Anda berusaha belajar mencari informasi untuk menjawab Learning Goals kelompok. Inti tujuan tahap ini adalah membelajarkan Anda tentang : information processing (mencari, mengolah, menyimpulkan informasi) baik melalui text books, internet, wawancara dengan pakar, wawancara dengan fasilitator, diskusi antar teman. Pada tahap inquiry ini Anda baru menetapkan rencana belajar Anda dan melakukannya sekaligus. Contoh : untuk mengetahui penyebab bengkaknya mata, Anda merencanakan melakukan anamnesis (history taking) pada pasien yang matanya bengkak itu. Proses pada tahap ini sebaiknya tetap Anda lakukan dalam kelompok. Belajar bersama-sama akan lebih baik daripada sendirian, bukan? 7. Langkah 7 : SHARING THE RESULTS (DISKUSI KELOMPOK SESI II) Tahap ini merupakan tahap Anda menuliskan dan mensintesis temuan inquiry Anda serta merancang pemecahan masalah secara teoritis. Dan jika masalah ini merupakan kasus pasien Anda, buatlah rencana strategi tindak lanjut Anda. Jangan ragu menuliskannya dalam format belajar Anda, toh Anda akan mendiskusikannya kembali dalam diskusi kelompok. II. BELAJAR DALAM KELOMPOK 1. Salah satu karakteristik utama PBL adalah Belajar dalam kelompok. Tanpa belajar kelompok namanya bukan belajar PBL. 2. Setiap tahap (1-6) dilakukan dalam belajar kelompok. Hanya dengan itu Anda bias melatih diri untuk memperoleh Learning skills : berpikir proaktif, berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengasah kepemimpinan, belajar beretika, belajar menganalisis dan mensintesis pendapat satu dengan lain diantara Anda.

3. Masalahnya adalah, sebelum Anda memasuki diskusi Anda harus menyiapkan diri lebih dahulu dengan menyiapkan pendapat dan hasil belajar Anda supaya Anda akan proaktif dalam diskusi. Anda tak ingin menjadi gunung es yang membisu toh? 4. Diskusi kelompok tidak harus pada tanggal yang dijadwalkan oleh dosen/bag akademik saja. Anda dapat lakukan kapan saja, dimana saja, pada tahap manapun juga. Semakin intensif diskusi Anda, makin besar peluang memperoleh Learning Skills sebagai modal Cara belajar aktif dan mandiri. 5. Pada diskusi kelompok terjadwal Anda akan didampingi fasilitator. Namun jika Anda membutuhkan setiap saat hubungi fasilitator Anda siapapun juga. III. JADWAL KEGIATAN 1. Lihat jadwal pada lembar lain. 2. Setiap kelompok akan mendiskusikan hasil belajar setiap tahap masing-masing anggota. Tiap anggota harus mendapatkan kesempatan yang sama utnuk mengutarakan pendapat karena setiap anggota sudah menuliskan pendapat dan temuannya terlebih dahulu dalam format belajarnya. 3. Tiap diskusi kelompok terjadwal membahasa tahap demi tahap proses belajar sampai pada tahap yang akan dicapaikelompok masing-masing. Misalnya, pada diskusi I kelompok A dapat menyelesaikan sampai tahap 3, kelompok B tidak harus sampai tahap 3, bias lebih, bias kurang, dan seterusnya. Makin aktif Anda sebelum diskusi terjadwal tentu makin cepat Anda menyelesaikan tahap-tahap belajar Anda. 4. Tentukan ketua dan sekretaris kelompok bergantian setiap kali diskusi kelompok terjadwal. IV. KONSULTASI DENGAN FASILITATOR 1. Nama tutor Anda masing-masing dapat dilihat pada daftar nama tutor. 2. Jika Anda membutuhkan hal-hal lain untuk memperlancar dan memberikan keleluasan Anda belajar dalam rangka uji coba ini, Anda dapat menghubungi.. 3. Anda dapat menghubungi fasilitator kapan saja Anda inginkan. V. EVALUASI 1. Akan dilakukan 3 macam evaluasi : a. Evaluasi formatif dengan menyampaikan kuesioner untuk Anda, isi pendapat Anda mengenai model PBL. b. Evaluasi formatif dengan menyampaikan kuesioner untuk Anda, isi tentang pendapatanda mengenai efektifitas fasilitasi para fasilitator. c. Evaluasi sumatif berupa ujian untuk memperoleh hasil belajar Anda melalui PBL ini. 2. Tempat dan waktu evaluasi akan ditentukan kemudian. VI. LAIN-LAIN Jika ada hal-hal yang Anda kurang jelas atau membutuhkan bantuan dalam PBL Anda dapat menghubungi fasilitator Anda atau langsung pada jurusan.

Nama fasilitator/tutor (facilitator/tutor name) : Topik (Topic) : Kelas (class) : Isilah borang evaluasi ini dengan sejujur-jujurnya. (fill this evaluation sheet honestly) Keternangan (note): Skala penilaian (evaluation scale) 1 2 3 4 Sangat tidak setuju sangat setuju (absolutely disagree) (absolutely agree) Pengisian bersifat rahasia. Lembar ini tidak perlu diberi nama dan tidak mempengaruhi nilai anda. Setelah diisi, serahkan lembar ini kepada penanggung jawab PBL (dikumpulkkan per kelompok). No Evaluating aspects 1 2 3 4 1. Tutor hadir tepat waktu 2. Tutor mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti diskusi 3. Tutor dapat memotivasi keingintahuan dan penalaran kritis dengan memberikan pertanayaan yang relevan. 4. Tutor dapat memotivasi mahasiswa untuk mengutarakan pendapat tanpa rasa takut. 5. Tutor mampu mengaktifkan proses diskusi (interaksi antar mahasiswa) 6. Tutor menghargai pendapat mahasiswa 7. Tutor dapat memberikan umpan balik saat diperlukan 8. Tutor memberikan perhatian penuh selama diskusi berjalan 9. Tutor memfasilitasi semua anggota kelompok untuk berperan aktif dalam diskusi 10. Tutor memotivasi tanggung jawab kepemimpinan mahasiswa Berikan saran Anda untuk peningkatan kualitas tutor (bila lembar tidak mencukupi tuliskan pada lembar dibaliknya).