BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Skim Pemecahan Bilangan Pencetus Tindakan dan operasi Hasil yang diharapkan

SKIM PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT OLEH SISWA SD JURNAL. Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai Gelar Sarjana

BAB I BILANGAN. Skema Bilangan. I. Pengertian. Bilangan Kompleks. Bilangan Genap Bilangan Ganjil Bilangan Prima Bilangan Komposit

Pecahan. 6Bab. Tujuan Pembelajaran

Operasi Hitung Bilangan 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Standar Kompetensi 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

MODUL I. Buku Siswa MEMAHAMI BILANGAN PECAHAN DAN JENIS-JENISNYA. Untuk Kelas 1 SMP/MTs. Oleh Marsigit

BAB II KAJIAN PUSTAKA. diperkenalkan lagi hal baru yaitu bilangan yang digunakan untuk menyatakan

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

matematika Wajib Kelas X PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. DEFINISI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

9. BARISAN DAN DERET

30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas IV

2. Pengurangan pada Bilangan Bulat

MODUL VII. Buku Siswa PERKALIAN PECAHAN. Untuk Kelas 1 SMP/MTs. Oleh Marsigit

Materi Olimpiade Tingkat Sekolah Dasar BIDANG ALJABAR

Operasi pada Bilangan Pecahan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Mengenal Bilangan Bulat

Berdasarkan kurikulum yang berlaku MATEMATIKA. Untuk SMP / MTS. Semester gasal. Nama :... Kelas :... Sekolah:...

Persiapan UN SMP Matematika

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

NASKAH SOAL MATEMATIKA HIMSO Tingkat SD/MI 2017

Soal dan Jawaban Tes

GASING GASING (Sragen GAmpang asyik MenyenaNGkan)

134 Ayo Belajar Matematika Kelas IV

BAB VI PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis data mengenai letak dan penyebab kesalahan yang. persamaan linier dua variabel adalah sebagai berikut:

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa

Bahan Ajar untuk Guru Kelas 6 Oleh Sufyani P

BAB III METODE PENELITIAN

CONTOH SOAL CONTOH SOAL CONTOH SOAL TENTUKAN JUMLAH DERET GEOMETRI TAK HINGGA BERIKUT

ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN PENGURANGAN PECAHAN DI SDN 6 BULANGO SELATAN KABUPATEN BONE BOLANGO

Pengembangan Desain Didaktis Materi Pecahan pada Sekolah Menengah Pertama (SMP)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

BARISAN DAN DERET. U t = 2 1 (a + U 2k 1 ), U n = ar n 1 U t = a Un

BAB I PENDAHULUAN. Atas studi pendahuluan yang dilaksanakan bersamaan Program Latihan

21. BARISAN DAN DERET

Aep Saepudin Babudin Dedi Mulyadi Adang. Gemar Belajar. Matematika. untuk Siswa SD/MI Kelas V

APROKSIMASI. Purnami E. Soewardi. Direktorat Pembinaan Tendik Dikdasmen Ditjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan

PENGEMBANGAN KISI-KISI UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2016/2017

SILABUS PEMBELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi

2 PECAHAN. Kata-Kata Kunci: jenis pecahan pengurangan pecahan bentuk pecahan perkalian pecahan penjumlahan pecahan pembagian pecahan

RANCANGAN PELAJARAN TAHUNAN MATEMATIK (TAHUN 5)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Nilai Tempat Bilangan s.d Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai

BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Bab 5 Pecahan. Penghasilan Pak Rusdi selama 1 bulan sebesar Rp ,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya,

- Burhan Mustaqim - Ary Astuty

PEMBELAJARAN BILANGAN PECAHAN

Barisan dan Deret. Matematika dapat dikatakan sebagai bahasa simbol. Hal ini. A. Barisan dan Deret Aritmetika B. Barisan dan Deret Geometri

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

Mengenal Bilangan Bulat

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DINAS PENDIDIKAN SMA KABUPATEN SUKOHARJO Sekretariat : Jl. Jend. Sudirman No.197 Sukoharjo Telp.

BAB V BILANGAN PECAHAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Pemecahan Masalah

PAKET 2 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011 UTAMA SD/MI MATEMATIKA

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DINAS PENDIDIKAN SMA KABUPATEN SUKOHARJO Sekretariat : Jl. Jend. Sudirman No.197 Sukoharjo Telp.

Matematika. Asyiknya Belajar. Untuk SD/MI Kelas II. Di unduh dari : Bukupaket.com. Mas Titing Sumarmi Siti Kamsiyati

SKIM PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR

MAKALAH PENDIDIKAN MATEMATIKA SD 1 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN. Dosen Pengampu : Dra. Siti Kamsiyati, M.Pd.

RANAI PENGUMUMAN PENYEDIAAN PERALATAN DAN PERLENGKAPAN KANTOR

Mata Pelajaran MATEMATIKA Kelas X

PAKET 05 MATEMATIKA NON TEKNIK UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK. Tahun Pelajaran 2014 / 2015

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR DAN TABEL... vii LANDASAN TEORITIS TENTANG PERANAN GURU BK

20. JUMLAH N SUKU PERTAMA DERET ARITMETIKA DINYATAKAN DENGAN 2 4. SUKU KE-9 DARI DERET ARITMETIKA TERSEBUT ADALAH... A. 30 B. 34 C. 38 D.

menyelesaikan permasalahan tersebut? Jika ya, bagaimana commit to user solusi alternatif tersebut?

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

PEMBELAJARAN OPERASI PADA BENTUK ALJABAR MENGGUNAKAN MODEL PERSEGI PANJANG DENGAN PENEMUAN TERBIMBING DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Bab. KPK dan FPB. SUmber buku: bse.kemdikbud.go.id

BAB III METODE PENILITIAN. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti membuat suatu desain

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP... Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/ I. Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (5 JP)

Perpangkatan dan Akar

bab 1 bilangan aku dan keluargaku lingkunganku tema

A. UNSUR - UNSUR ALJABAR

PENYELESAIAN SOAL UASBN MATEMATIKA SD/MI TAHUN PELAJARAN 2009/2010 KODE P2 UTAMA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BILANGAN SAMPAI DENGAN 10

1. Membilang banyaknya benda dari 1 sampai dengan 10

roti 1 roti roti disebut sebagai bilangan pecahan 5 apel pecahan Yuk, kita cari tahu bentuk pecahan biasa atau pecahan campurannya!

BAB I PENDAHULUAN. sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kemampuan berhitung yang

Fatkul Anam Maria Pretty Tj Suryono. Matematika. untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas 4. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional

USMSTAN 2013 TPA 03 - Pola Barisan

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 03/PMK.07/2007 TENTANG

PENGERJAAN HITUNG BILANGAN BULAT

TRANSKIP WAWANCARA 62

RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL (RAT)

ULANGAN UUMU SEMESTER 1 Kelas VII. A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yang paling tepat!

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS IV SEMESTER 1

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Terdapat beberapa hal yang dipersiapkan untuk melaksanakan penelitian. Persiapan tersebut meliputi pemilihan subyek, tempat wawancara, alat perekam hasil wawancara berupa kamera video dan media bantu untuk menyelesaikan soal yang diberikan berupa kartu gambar pecahan. 1. Tempat Wawancara Wawancara dilaksanakan di tempat tinggal subyek. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada subyek agar dalam proses wawancara dapat lebih santai, tidak canggung dan tidak takut. 2. Alat Perekam Proses penelitian membutuhkan suatu alat perekam untuk mendokumentasikan kegiatan wawancara yang berfungsi sebagai salah satu teknik pengumpulan data. Alat tersebut berupa kamera video. Kegiatan merekam video dilakukan ketika wawancara berlangsung. Terdapat 1 orang yang membantu untuk merekam kegiatan wawancara agar mempermudah pengambilan video. 3. Perlengkapan Wawancara Perlengkapan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Kamera video. b. Kartu soal. c. Kartu pecahan dalam bentuk gambar. d. Alat tulis ( bolpoint dan kertas ). 4. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret April 2011. Subyek penelitian terdiri dari 6 siswa SD kelas 4 yaitu : NK, IK, BB, IH, SN, TG Wawancara dilaksanakan 3 4 kali pertemuan. Setiap satu kali pertemuan kegiatan wawancara dilaksanakan selama 20 30 menit. Waktu pelaksanaan wawancara tergantung kesanggupan 19

20 dari subyek wawancara. Kegiatan wawancara diakhiri sesuai dengan respon subyek apabila sudah mulai jenuh dan mulai tidak berkonsentrasi menjawab pertanyaan. B. Hasil Penelitian (data Display) 1. Bentuk a + b = Bentuk soal a + b = diberikan dalam 3 soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Bentuk a + b = terdiri dari tiga tipe soal berdasarkan pada jenis sukunya. Tipe pertama adalah penambahan bilangan bulat dengan bilangan pecahan, tipe kedua adalah penambahan bilangan pecahan dengan penyebut yang sama, dan ketiga adalah penambahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. a. Penambahan bentuk a + b = dimana a bilangan bulat dan b bilangan pecahan 6 subyek yang telah diwawancara dan diamati perilakunya selama menyelesaikan tugas tersebut terdapat 4 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. Dikonteks ini tidak setiap subyek menggunakan keempat-empatnya, tetapi ada model yang dominan digunakan oleh subyek tersebut meskipun yang lain digunakan juga. Keempat model tersebut adalah memecah setiap bilangan dengan kata lain mengubah setiap bilangan dalam operasi ke bentuk pecahan, menambahkan secara langsung, menambahkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menggabungkan setiap unsur-unsur bilangan. Model-model diatas dapat di temukan skim yang dimiliki oleh subyek diantaranya yaitu skim pemecahan bilangan, skim penambahan pembilang dan penyebut, skim penambahan langsung, dan skim penggabungan unsur bilangan. b. Penambahan bentuk a + b = dimana a bilangan pecahan dan b bilangan pecahan dengan penyebut yang sama 6 subyek yang telah diwawancarai dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut terdapat 1 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. 1 model tersebut

21 menjadi model yang dominan bagi ke 6 subyek. Model tersebut adalah menambahkan pembilang dengan pembilang. Model yang sudah ada tersebut dapat ditemukan suatu skim yang dimiliki oleh subyek yaitu skim penambahan pembilang. c. Penambahan bentuk a + b = dimana a bilangan pecahan dan b bilangan pecahan dengan penyebut yang berbeda 6 subyek yang telah diwawancarai dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut terdapat 1 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. Satu model tersebut terdapat tiga cara penyamaan penyebut yaitu dengan cara coba-coba, perkalian penyebut, kelipatan penyebut. Dikonteks ini tidak setiap subyek menggunakan ketiga-tiganya, tetapi ada 1 cara yang dominan digunakan oleh subyek tersebut meskipun cara yang lain digunakan juga. Ketiga cara menyamakan tersebut terselesaikan dengan 1 model penyelesaian. Model tersebut adalah menambahkan pembilang dengan pembilang untuk menghasilkan pembilang dan penyebutnya tetap. Model yang sudah ada tersebut dapat ditemukan suatu skim yang dimiliki subyek yaitu skim penambahan pembilang. 2. Bentuk a + = c Bentuk soal a + = c diberikan dalam 3 soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Bentuk a + = c terdiri dari tiga tipe soal berdasarkan pada jenis sukunya. Tipe pertama adalah penambahan bilangan bulat dengan bilangan pecahan, tipe kedua adalah penambahan bilangan pecahan dengan penyebut yang sama, dan ketiga adalah penambahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. a. Penambahan bentuk a + = c dimana a bilangan bulat dan c bilangan pecahan campuran 6 subyek yang telah diwawancara dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas menggunakan 2 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. Dikonteks ini tidak setiap subyek

22 menggunakan kedua-duanya, tetapi ada model yang dominan digunakan oleh subyek tersebut meskipun model yang lain digunakan juga. Kedua model tersebut adalah mengurangkan secara langsung dan memecahkan setiap unsur bilangan. Modelmodel tersebut dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek yaitu model skim invers penambahan langsung dan model skim invers pemecahan bilangan. b. Penambahan bentuk a + = c dimana a bilangan pecahan dan c bilangan pecahan dengan penyebut yang sama 6 subyek yang telah diwawancarai dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas menggunakan 1 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. 1 model tersebut menjadi model yang dominan bagi ke 6 subyek. Model tersebut adalah menambahkan pembilang dengan pembilang. Model tersebut diatas dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek yaitu skim invers penambahan pembilang. c. Penambahan bentuk a + = c dimana a bilangan pecahan dan c bilangan pecahan pecahan dengan penyebut yang berbeda 6 subyek yang telah diwawancara dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut menggunakan 2 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. Dikonteks ini tidak setiap subyek menggunakan kedua-duanya, tetapi ada model yang dominan digunakan oleh subyek tersebut meskipun model yang lain digunakan juga. Kedua model tersebut adalah mengurangkan pembilag dengan pembilang dan mengurangkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Model-model tersebut diatas dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek yaitu skim invers penambahan bilangan dan skim invers penambahan pembilang dan penyebut. 3. Bentuk + b = c Bentuk soal + b = c diberikan dalam 3 soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Bentuk a + = c terdiri dari tiga tipe soal berdasarkan pada jenis sukunya. Tipe pertama adalah

23 penambahan bilangan bulat dengan bilangan pecahan, tipe kedua adalah penambahan bilangan pecahan dengan penyebut yang sama, dan ketiga adalah penambahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. a. Penambahan bentuk + b = c dimana b bilangan pecahan dan c bilangan pecahan campuran 6 Subyek yang telah diwawancara dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut menggunakan 1 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. 1 model tersebut menjadi model yang dominan bagi ke 6 subyek. Model tersebut adalah mengurangkan secara langsung bilangan pecahan campuran dengan bilangan pecahan. Model yang dimiliki oleh subyek tersebut diatas dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek yaitu skim invers penambahan langsung. b. Penambahan bentuk + b = c dimana b bilangan pecahan dan c bilangan pecahan dengan penyebut yang sama. 6 subyek yang telah diwawancarai dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut menggunakan 1 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. 1 model tersebut menjadi model yang dominan bagi ke 6 subyek. Model tersebut adalah mengurangkan pembilang dengan pembilang. Dari model tersebut dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek yaitu skim invers penambahan pembilang. c. Penambahan bentuk + b = c dimana b bilangan pecahan dan c bilangan pecahan dengan penyebut yang berbeda. 6 subyek yang telah diwawancara dan diamati perilaku selama menyelesaikan tugas tersebut terdapat 2 model yang secara kontinu digunakan oleh subyek. Dikonteks ini tidak setiap subyek menggunakan kedua-duanya, tetapi ada model yang dominan digunakan oleh subyek tersebut meskipun model yang lain digunakan juga. Kedua model tersebut adalah mengurangkan pembilang dengan pembilang dan mengurangkan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. Model-model tersebut diatas dapat ditemukan skim yang dimiliki oleh subyek

24 yaitu skim invers penambahan pembilang dan skim invers penambahan pembilang dan penyebut. Berdasarkan model-model yang diberikan oleh subyek dalam menyelesaikan operasi hitung penambahan bilangan pecahan tersebut diatas ditemukan adanya 9 skim yaitu skim pemecahan bilangan, skim penambahan langsung, skim penambahan pembilang dan penyebut, skim penggabungan unsur bilangan, skim penambahan pembilang, skim invers penambahan pembilang, skim invers penambahan pembilang dan penyebut, skim invers penambahan langsung, dan skim invers pemecahan bilangan. C. PEMBAHASAN (conclution) 1. Jenis-Jenis Skim Terdapat 9 skim penambahan bilangan pecahan. Skim mempunyai 3 urutan peristiwa dasar yaitu pencetus, tindakan dan operasi, dan hasil yang diharapkan. 9 skim tersebut yaitu: a. Skim Pemecahan Bilangan Skim pemecahan bilangan ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim pemecahan bilangan ini yaitu adanya keyakinan bahwa setiap bilangan harus berupa bilangan pecahan. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas mengubah bentuk bilangan yang bukan pecahan kedalam bentuk pecahan yang selanjutnya ditambahkan antara bilangan pecahan dengan bilangan pecahan. Hasil untuk skim adalah hasil penambahan bilangan bulat yang sudah dijadikan pecahan dengan bilangan pecahan. Skim pemecahan bilangan ini digunakan oleh 3 subyek. satu subyek yang menggunakan cara memecah bilangan. P : (meletakkan soal penambahan tipe a + b = ) ini dibaca? S : dua ditambah setengah. P : berapa hasilnya? S : satu.

25 P : dapat hasil satu darimana? S : setengah ditambah setengah. (2 diubah ke dalam bentuk pecahan, kemudian dijumlahkan disederhanakan menjadi 1). b. Skim Penambahan Pembilang dan Penyebut Skim penambahan pembilang dan penyebut ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim penambahan pembilang dan penyebut ini yaitu adanya keyakinan bahwa penambahan pembilang akan menghasilkan pembilang dan penambahan penyebut akan menghasilkan penyebut. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas mendapatkan pembilang dengan menambahkan pembilang dengan pembilang dan mendapatkan penyebut dengan menambahkan penyebut dengan penyebut. Hasil untuk skim adalah hasil penambahan pembilang sebagai pembilang dan hasil penambahan penyebut sebagai penyebut. Skim penambahan pembilang dan penyebut ini digunakan oleh 1 subyek. satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang dan penyebut. P : (meletakkan soal tipe a + b = ) ini dibaca? S : satu per dua ditambah tiga per lima. S : empat per tujuh. (mengerjakan secara tertulis dengan operasi hitung pecahan). P : mendapatkan hasil empat per tujuh dari mana? S : empat per tujuh (menambahkan pembilang dengan pembilang yaitu satu dengan tiga untuk pembilang dan menambahkan penyebut dengan penyebut yaitu dua dengan lima untuk penyebut).

26 c. Skim Penambahan Langsung. Skim penambahan langsung ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim penambahan langsung ini yaitu jenis bilangan yang berbeda dapat dioperasikan secara langsung tanpa disamakan terlebih dahulu. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas menambahkan secara langsung antara bilangan bulat dengan bilangan pecahan. Hasil untuk skim adalah hasil penambahan langsung antara bilangan bulat dan bilangan pecahan yang berupa bilangan pecahan campuran. Skim penambahan langsung ini digunakan oleh 3 subyek. satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang dan penyebut. P : (meletakkan soal penambahan tipe a + b = ) ini dibaca? S : dua ditambah satu per dua. P : berapa hasilnya? S : dua satu per dua. P : dapat hasil dua satu per dua darimana? coba jelaskan! S : dua satu per dua (menambahkan secara langsung bilangan bulat yaitu dua dengan bilangan pecahan yaitu satu per dua). P : adakah cara lain? d. Skim Penggabungan Unsur Bilangan. Skim penggabungan unsur bilangan ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim penggabungan unsur bilangan ini yaitu adanya unsur-unsur bilangan yang perlu digabungkan. Tindakan operasi untuk skim

27 ini melibatkan aktifitas menambahkan semua unsur suku bilangan yang ada untuk dijadikan sebagai pembilang dan penyebutnya tetap. Hasil untuk skim adalah pembilang yang dihasilkan dari penambahan seluruh unsur-unsur bilangan. Skim penggabungan unsur bilangan ini digunakan oleh 1 subyek. satu subyek yang menggunakan cara penggabungan unsure bilangan. P : ( meletakkan soal penambahan tipe a + b = ) ini dibaca? S : dua ditambah setengah P : berapa hasilnya? S : lima per dua. P : dapat hasil lima per dua darimana? coba jelaskan! S : lima per dua ( untuk mendapatkan hasilnya yaitu pertama untuk mencari pembilangnya dengan menjumlahkan 2 + 2 + 1= 5, un tuk penyebutnya tetap yaitu 2, jadi hasil ) P : adakah cara lain? e. Skim Penambahan Pembilang Skim penambahan pembilang ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim penambahan pembilang ini yaitu adanya penyebut yang sama dan pembilang yang perlu ditambahkan. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas menambahkan pembilang dengan pembilang untuk mendapatkan pembilangnya. Di dalam tindakan operasi ini terdapat beragam cara untuk menyamakan penyebut diantaranya yaitu dengan cara cobacoba, mencari KPK, mencari kelipatan yang sama, perkalian penyebut. Hasil untuk skim adalah pembilang yang sudah ditambahkan dengan penyebut tetap. Skim penambahan pembilang ini digunakan oleh 6 subyek yang terdiri dari 1

28 subyek menyamakan penyebut dengan cara coba-coba, 1 subyek menyamakan penyebut dengan cara mencari KPK, 1 subyek menyamakan penyebut dengan cara mencari kelipatan yang sama, dan 3 subyek menyamakan penyebut dengan cara perkalian penyebut. satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara coba-coba. P : ( meletakkan soal tipe a + b = ) Ini dibaca? S : lima per enam ditambah dua per tiga. S : empat puluh lima per tiga puluh. P : mendapat hasil pempat puluh lima per tiga puluh dari mana? S : empat puluh lima per tiga puluh ( mengerjakan dengan mnyamakan penyebut dengan coba coba memasukkan angka yang dapat dibagi 6 dan 3, diperoleh 30 kemudian untuk mencari pembilang dengan cara ( 30 : 6) x 5=25, ( 30 : 3) x 2 = 20 diperoleh bentuk ). P : apakah ada cara lain? satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara mencari KPK. P : selanjutnya ( meletakkan soal cerita tipe a + b = ). Ini dibaca? S : ibu memanen jagung di kebun sebanyak kg, kemudian memanen ketela sebanyak kg. berapakah hasil seluruh panen ibu?

29 S : sebelas per delapan. ( mengerjakan secara aljabar opeasi hitung bilangan pecahan ). P : mendapatkan hasil sebelas per delapan dari mana? S : sebelas per delapan ( menyamakan penyebut dengan mencari KPK dari 8 dan 4 yaitu 8, lalu ( 8 : 8 ) x 5 = 5, ( 8 : 4 ) x 3 = 6, bentuknya menjadi ) satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara mencari kelipatan yang sama. P : selanjutnya ( meletakkan soal cerita tipe a + b = ). Ini dibaca? S : ibu memanen jagung di kebun sebanyak memanen ketela sebanyak kg, kemudian kg. berapakah hasil seluruh panen ibu? S : satu tiga per delapan (mengerjakan secara aljabar opeasi hitung bilangan pecahan). P : mendapatkan hasil satu tiga per delapan dari mana? S : satu tiga per delapan (menyamakan penyebut dengan mencari kelipatan yang sama dari 8 dan 4 yaitu 8, lalu ( 8 : 8 ) x 5 = 5, ( 8 : 4 ) x 3 = 12, bentuknya menjadi ). S : ada. P : coba jelaskan! S : menggunakan bentuk (menerjemahkan soal ke dalam bentuk gambar lalu menyajikan hasil penambahan yaitu satu tiga per delapan menggunakan gambar). P : adakah cara lain lagi?

30 satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara perkalian penyebut. P : (meletakkan soal tipe a + b = ) ini dibaca? S : lima per enam ditambah dua per tiga. S : dua puluh tujuh per delapan belas. P : mendapatkan hasil dua puluh tujuh per delapan belas dari mana? S : dua puluh tujuh per delapan belas (dengan menyamakan penyebut terlebihn dahulu, dengan mengkalikan penyebut dengan penyebut 6 x 3 = 18, untuk menghitung pembilangnya dengan ( 18 : 6 ) x 5 = 15, ( 18 : 3 ) x 2 = 12, didapatkan ). f. Skim Invers Penambahan Langsung Pada dasarnya skim ini merupakan invers dari skim penambahan langsung. Skim invers penambahan langsung ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim invers penambahan langsung ini yaitu operasi penambahan diinverskan menjadi pengurangan dan jenis bilangan yang berbeda dapat dioperasikan secara langsung tanpa disamakan terlebih dahulu. Tindakan dan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas mengurangkan secara langsung bilangan pecahan dengan bilangan bulat atau sebaliknya mengurangkan bilangan bulat dengan bilangan pecahan. Hasil untuk skim adalah bilangan yang sudah dikurangkan secara langsung. Skim invers penambahan langsung ini digunakan oleh 5 subyek.

31 satu subyek yang menggunakan cara invers penambahan langsung. P : (meletakkan soal penambahan tipe a + = c ) ini dibaca? S : satu ditambah titik titik sama dengan satu satu per sembilan. S : satu per sembilan. ( mengerjakan terlebih dahulu secara aljabar operasi hitung bilangan pecahan ). P : mendapat hasil satu per sembilan dari mana? S : satu per sembilan (mengubah bentuk penambahan menjadi bentuk pengurangan, kemudian mengurangkan secara langsung). g. Skim invers Penambahan pembilang dan Penyebut Pada dasarnya skim ini merupakan invers dari skim penambahan pembilang dan penyebut. Skim invers penambahan pembilang dan penyebut ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim invers penambahan pembilang dan penyebut yaitu operasi penambahan yang diinverskan serta pembilang akan menghasilkan pembilang dan penyebut akan menghasilkan penyebut. Tindakan dan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas mengurangkan pembilang dengan pembilang untuk pembilangnya dan mengurangkan penyebut dengan penyebut untuk penyebutnya. Hasil untuk skim adalah pembilang yang dihasilkan dari pengurangan pembilang dan penyebut yang dihasilkan dari pengurangan penyebut. Skim invers penambahan pembilang dan penyebut ini digunakan oleh 1 subyek.

32 satu subyek yang menggunakan cara invers penambahan langsung. P : selanjutnya (meletakkan soal penambahan tipe a + = c ) ini dibaca? S : titik titik ditambah satu per enam sama dengan sepuluh per dua belas. P : berapakah hasilnya? S : sembilan per enam (mengerjakan terlebih dahulu secara aljabar operasi hitung bilangan pecahan). P : mendapatkan hasil sembilan per enam dari mana? S : sembilan per enam (mengubah bentuk penambahan menjadi bentuk pengurangan kemudian mengurangi pembilang dengan pembilang yaitu 10 1 = 9 untuk pembilangnya lalu mengurangi penyebut dengan penyebut yaitu 12 6 = 6 untuk penyebutnya). P : adakah cara lain? h. Skim Invers Penambahan Pembilang Pada dasarnya skim ini merupakan invers dari skim penambahan pembilang. Skim invers penambahan pembilang ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim invers penambahan pembilang ini yaitu operasi penambahan diinverskan menjadi pengurangan serta adanya penyebut yang sudah sama dan pembilang yang perlu ditambahkan. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas mengurangkan pembilang dengan pembilang untuk mendapatkan pembilangnya dan penyebutnya tetap. Didalam tindakan operasi ini terdapat beragam cara menyamakan penyebut diantaranya yaitu dengan perkalian penyebut dan mencari kelipatan yang sama. Hasil untuk skim adalah pembilang dihasilkan dari pengurangan pembilang dan penyebut tetap. Skim invers penambahan pembilang ini

33 digunakan oleh 6 subyek yang terdiri dari 1 subyek menyamakan penyebut dengan mencari kelipatan yang sama dan 5 subyek menyamakan penyebut dengan menggunakan perkalian penyebut. satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara perkalian penyebut. P : ( meletakkan soal tipe a + = c ) ini dibaca? S : satu per tiga ditambah titik titik sama dengan lima per enam. S : satu per dua (berfikir sejenak sembari mengerjakan secara aljabar operasi hitung pecahan). P : mendapat hasil satu per dua dari mana? S : satu per dua ( mengubah bentuk penambahan kedalam bentuk pengurangan lalu disamakan penyebutnya dengan cara mengkalikan penyebut dengan penyebut yaitu 6 x 3 = 18, untuk mendapatkan pembilangnya dengan cara ( 18 : 6 ) x 5 = 15, ( 18 : 3 ) x 1 = 6 bentuknya menjadi ). satu subyek yang menggunakan cara penambahan pembilang yang penyamaan penyebutnya menggunakan cara mencari kelipatan yang sama. P : selanjutnya ( meletakkan soal cerita tipe a + = c ) ini dibaca? S : Dina membeli jeruk, kemudian juga membeli apel sebanyak satu per dua kilogram. Jumlah berat jeruk dan apel yaitu

34 tiga per empat kilogram. Berapakah berat jeruk yang di beli oleh Dina? S : satu per empat (mengerjakan terlebih dulu secara aljabar operasi hitung bilangan pecahan). P : mendapatkan hasil satu per empat dari mana? S : satu per empat (menuliskan soal cerita kedalam bentuk penambahan bilangan pecahan menjadi kemudian menyamakan penyebutnya dengan cara mencari kelipatan yang sama dari 4 dan 2 yaitu 4, lalu ( 4 : 4 ) x 3 = 3, ( 4 : 2) x 1 = 2, setelah mendapatkan bentuk pembilang dikurangi pembilang 3 2 = 2, penyebutnya sama). i. Skim Invers Pemecahan Bilangan Pada dasarnya skim ini merupakan invers dari skim pemecah bilangan. Skim invers pemecahan bilangan ini digunakan oleh subyek dalam menyelesaikan soal yang diberikan secara simbolik, figuratif, dan soal cerita. Pencentus untuk skim pemecahan bilangan ini yaitu adanya keyakinan bahwa setiap bilangan harus berupa bilangan pecahan. Tindakan operasi untuk skim ini melibatkan aktifitas menyusun bentuk penambahan menjadi bentuk pengurangan dan mengubah bentuk bilangan yang bukan pecahan kedalam bentuk pecahan yang selanjutnya dikurangkan antara bilangan pecahan dengan bilangan pecahan. Hasil untuk skim adalah hasil pengurangan bilangan bulat yang sudah dijadikan pecahan dengan bilangan pecahan. Skim invers pemecahan bilangan ini digunakan oleh 1 subyek. satu subyek yang menggunakan cara invers memecah bilangan. P : (meletakkan soal penambahan tipe a + = c ) ini dibaca?

35 S : satu ditambah titik titik sama dengan satu satu per sembilan. S : satu per sembilan. (mengerjakan terlebih dahulu secara aljabar operasi hitung bilangan pecahan). P : mendapat hasil satu per sembilan dari mana? S : satu per sembilan (menuliskan bentuk soal menjadi kemudian 1 ditulis kedalam bentuk pecahan dengan cara di tambahkan penyebut per 1, menjadi lalu disamakan penyebutnya dengan cara mencari KPK dari 9 dan 1 yaitu 9, diubah menjadi bentuk pecahan biasa. Disamakan penyebutnya ( 9 : 9 ) x 10 = 10, ( 9 : 1 ) x 1 = 9 bentuknya menjadi ).