Learning : TA - Moving Average / MA MA / Moving Average, adalah rata - rat apergerakan. Contoh Ma 50 berarti rata - rata pergerakan harga saham selama 50 hari. MA merupakan Indikator TA yang paling sering abah pakai untuk menentukan TREND, simpel saja sih penggunaannya. Cara penggunaannya adalah dengan melihat Perpotongan Dua buah MA. Contoh MA 50 dan MA 200. Ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan MA 1. Golden Cross Merupakan signal Bullish. Golden Cross terjadi apabila MA yang lebih kecil dari arah BAWAH, memotong MA yang lebih besar : MA Golden Cross UNVR Golden Cross 2. Deadth Cross Merupakan signal Bearish. Golden Cross terjadi apabila MA yang lebih kecil dari arah ATAS, memotong MA yang lebih besar : MA Deadth Cross INCO Deadth Cross
Learning : TA - Moving Average / MA (2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memakai SMA : Moving Average 1. JARAK antara harga dan SMA (jika harga > SMA) Pada dasarnya, SMA (x) merupakan rata - rata harga salama (x) hari. Jadi misal saat ini SMA 50 saham BUMI = 1500, maka rata - rata dalam 50 hari, terjadi transaksi jual beli di harga 50. Maka ketika harga saat ini terlalu jauh dari suatu level MA, maka harga cenderung akan koreksi, karena pelau pasar ingin merealisasikan keuntungan yang didapats elama 50 hari terakhir. Sehingga biasanya, jika harga terlalu jauh (di atas) dari suatu MA, maka harga akan jatuh terlebih dahulu hingga menyentuh Support MA barulah kemudian rebound lagi. 1.2 (jika harga < SMA) Jika harga < SMA atau harga saat ini berada di bawah SMA, berarti harga saat ini berada di bawah rata - rata beli (x) hari. Disini biasanya harga sulit naik, karena banyak investor/trader yang ingin EXIT atau CUT LOSS. 2. Entry / Exit Point pada SMA Moving Average Kita juga dapat menggunakan SMA sebagai entry dan EXIT / CUT LOSS point. Simpel saja. ENTRY ketika harga dari arah bawah suatu MA, menembus ke atas
EXIT (Take Profit), ini sih SUKA -SUKA,hehe.. di sarankan pada saat jaraknya jauh dari SMA Cut LOSS : Ketika harga dari arah atas, jatuh ke bawah MA 50. 3. Tips Memakai MA Dari pengamatan abah selama ini, MA merupakan salah satu indikator teknikal yang PALING POWERFULL. akhir - akhir ini abah sering sekali menggunakan SMA sebagai entry point. Yang perlu diperhatikan dalam memakai MA adalah : Periode MA, jangan terlalu pendek, jangan juga terlalu panjang. Kalau terlalu pendek, biasanya cepat berubah - ubah antara BULL dan BEAR kalau terlalu panjang, telat mulu.. disarankan MA 50 Setiap saham punya MA VALID yang berbeda - beda. contoh saham BUMI abah liat cukup valid dengan MA 50, dan kebanyakan saham juga valid dengan MA 50, namun ada beberapa saham yang malah gagal dengan MA 50. Sehingga pengamatan yang intens dari trader sangat diperlukan dalam hal ini KONSISTEN dengan MA. Dalam artian, hanya membeli ketika harga break ke atas MA dan juga siap sedia CUT LOSS ketika terjadi yang sebaliknya. sebab dari data historikal, abah liat MA termasuk golongan yang SANGAT VALID. bahkan abah berani katakan validitas MA di atas Stokastik, RSI, dll (yah mungkin aja kebetulan abah selalu nemu yang sesuai dengan MA). Dari pengalaman, JANGAN PERNAH, membeli saham ketika harga nya belum break out suatu SMA (kalau anda konsisten dengan SMA).
Learning : TA - Moving Average / MA (3) Trend Menggunakan MA MA Juga bisa digunakan untuk melihat trend apa yang sedang berlangsung dan juga MA dapat digunakan sebagai support resisten SIDEWAY : MA - Sideway MA pada saham - saham sideway arahnya cenderung mendatar. Selama masih mendatar, PERCUMA, kalau anda beli pada saat break MA, sebab harga akan berputar - putar saja. Yah namanya juga SIDEWAY, tentu saja berputar - putar. Lebih lanjut tentang Sideway : http://dolgado. com/2009/ 03/17/learning- ta-konsep- trend-3sideway/ UPTREND/DOWNTREND : SUPPORT/RESISTEN :
MA Support / Resisten Bisa dilihat pada chart di atas, MA (digunakan MA 50 pada BEI) juga bisa digunakan sebagai support resisten. dan dalam 4 tahun terakhir, terlihat cukup konsisten dan cukup VALID. JIka kita lihat chart BEI di atas, maka dari tahun 2005-2008 awal, BEI cenderung berada di atas MA 50 (kalaupun jatuh, tidak terlalu lama untuk balik) sehingga MA 50 merupakan SUPPORT. Namun pada tahun 2008 hingga awal 2009. BEI cenderung berada di bawah MA 50 sehingga MA 50 merupakan Resisten. Barulah setelah BEI menrumbus ke atas MA 50, maka BEI menguat dengan leluasa.
Learning : TA - Moving Average / MA (4) Ada yang bertanya, KENAPA ketika MA 50 di atas MA 200, maka harga cenderung naik, dan sebaliknya, ketika MA 50 di bawah MA 200 harga cenderung Turun. Sebelumnya, agar lebih jelas, baca kembali : http://dolgado. com/2009/ 04/07/learning- ta-moving- average-ma/ Seperti yang sudah dipelajari sebelumnya, MA 50 merupakan rata - rata harga beli dalam 50 hari terakhir, dan MA200 merupakan rata - rata harga beli selama 200 hari terakhir. Hal ini berarti, ketika MA 50 berada di atas MA 200, maka rata - rata harga beli 50 hari terakhir lebih besar daripada rata - rat aharga beli selama 200 hari terakhir. Karena MA 50 dan MA 200 merupakan indikator untuk long term, maka berpotensi besar, MA 50 dan 200 ini menggambarkan psikologis INVESTOR dan bukan trader. Karena trader cenderung bermain dalam jangka pendek. Dan bedanya antara investor dan trader adalah, Investor ketika harga sahamnya naik, cenderung HOLD dan bahkan menambah posisi. Sedangkan trader, cenderung take profit. Oleh sebab itu, kalau gunakan MA short term, maka signal antara BULL dan BEAR cepat sekali berubah. Karena dikendalikan oleh trader. Sedangkan MA 50 dan 200, dikendalikan oleh investor. Nah, ketika MA 50 berada di atas MA 200, maka psikologis pasar yang tergabar adalah, pasar makin optimis, karena harga rata - rata 50 hari lebih tinggi dari yang 200 hari. sehingga investor cenderung menambah posisi. Berbeda jika MA 50 berada di bawah MA 200, yang berarti harga rata - rata 50 hari lebih rendah daripada 200 hari. Kalau sudah terjadi demikian, maka INVESTOR pun dibuat kalang kabut. Sebab tujuan awal investasi adalah investasi untuk jangka panjang. Sedangkan rata - rata harga saat ini LEBIH RENDAH daripada harga beli 200 hari (harga beli investor). Sehingga investor cenderung CUT LOSS sahamnya dan menunggu harga yan lebih rendah lagi untuk by back. Sehingga investor pun mengambil sikap CUT LOSS. Karena banyak yang INGIN CUT LOSS inilah, makanya jika MA 50 berada di bawah MA 200, maka harga sulit untuk naik, karena tekanan untuk CUT LOSS sangat tinggi.
Learning : TA - Moving Average / MA (5) MA pada Pasar Bearish MA BEARISH Sebenarnya ALANGKAH BAIKNYA, jika anda tidak masuk ke pasar pada saat bear, jadi untuk uraian di bawah ini SANGAT TIDAK DISARANKAN ya..tapi buat yang mau uji nyali, silahkan aja.. Disclaimer ON.. Asiknya pasar bear adalah, jika terjadi BEAR RALLY, maka harga bisa rebound gila - gilaan. namun juga kalau anda tidak ketat CUT LOSS, maka anda akan terekca cakaran maut si beruang kutub. Kurang lebih sama seperti yang sudah dijelaskan pada : http://dolgado. com/2009/ 05/29/learning- ta-moving- average-ma- 2/ Bahwa ketika harga berada jauh di atas suatu MA, maka harga cenderung koreksi hingga MA, barulah ketika mencapai MA, harga rebound lagi. Hal yang sebaliknya juga berlaku pada kondisi BEARISH, yaitu ketika harga berada jauh di bawah suatu MA, maka, harga cenderung rebound hingga mencapai resisten MA, baru kemudian jatuh lagi HINGGA suatu saat harga berhasil menjebol MA. Hal ini disebabkan karena ketika harga berada jauh dibawah MA, maka psikologis pasar yang terbentuk. 1. PADA AWALNYA, AVERAGE DOWN dari investor kecelakaan yang tidak ketat cut loss. Sehingga dari average down ini, membuat harga rebound dengan KILAT. Biasanya karena modal cash masih cukup banyak
2. Pada pasar bear, harga - harga saham menjadi sangat murah (SECARA FUNDAMENTAL). Bahkan saham sebagus ADMF dan juga BUMI pun, pada tahun 2008, sempat dihargai hanya dengan PER sekitar 1. sehingga para INVESTOR BENERAN yang liat saham semurah ini, langsung saja menyambar saham - saham murah dengan cepat. Sehingga lagi - lagi harga rebound. 3. Psikologis pasar lagi. Trader - trader yang sebelumnya terbiasa membeli saham di harga atas, tiba - tiba kaget dan melihat harga KOK SUDAH LEBIH MURAH, oleh sebab itu langsung saja menyambar saham - saham yang terlihat murah. Hanya saja kondisi seperti ini cukup TIDAK PASTI, sebab kita tidak akan pernah bisa tau TEPATNYA kapan bisa rebound. Kita hanya bisa mengira - ngira, pada saat hargajauh di bawah MA. Makanya metode ini sama sekali tidak abah anjurkan. Dianjurkan hanya membeli pada saat break out MA, dan juga ingat cut loss ketika terjadi FALSE atau harga setelah tembus, balik lagi ke bawah MA.
Learning : TA - Moving Average / MA (6) (Terakhir dari MA) Sesuai definisi awal, MA (x) merupakan harga rata - rata beli selama (x) hari belakangan. Yang artinya. Ketika suatu MA(x) naik, maka harga rata - rata beli pun naik. Berarti baik trader maupun investor yang beli, mengalami kenaikan COST beli (harga beli). yang berarti cost awal makin tinggi, sehingga untuk take profit pun susah. MA - AVERAGE COST Silahkan lihat chart BEI di atas. Ketika MA cenderung naik, berarti harga rata - rata beli investor/trader semakin tinggi. Karena aveerage cost yang makin tinggi, maka LEVEL TAKE PROFIT pun akan makin tinggi. Misalnya saja, saat ini anda punya saham yang dibeli AVERAGE di harga 1000, maka anda mungkin berpikir level TP adalah 1500, Namun ketika average cost anda di 1300, anda tentu akan menaikan target Jual anda. Average cost yang makin tinggi menyebabkan target profit pun makin tinggi. Hal ini juga yang menyebabkan ketika MA cenderung naik, maka harga sahampun memiliki kecenderungan naik. Hal yang sebaliknya pun berlaku, ketika MA cenderung turun, maka average COST makin turun, sehingga target take profit makin turun. Hal inilah yang juga menybabkan rally pada bear market (harga fluktuatif dan sesikit2 take profit)
Segala tulisan yang ada di web/blog/situs/dokumen ini (dolgado.com) tidak dimaksud sebagai suatu anjuran atau saran membeli atau menjual suatu instrumen investasi. Investor maupun trader harus menyadari resiko tindakannya. Segala keputusan dalam membeli atau menjual suatu instrumen investasi memiliki resiko yang harus dipahami sebelum pengambilan keputusan. Penulis atau pemilik web/blog/situs /dokumen ini (dolgado.com) tidak bertanggung jawab terhadap kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkan oleh investor/trader yang timbul dari tindakan membeli atau menjual instrumen investasi. Rencanakan investasi/trading anda sejak dini, degan baik, dengan kesadaran penuh dan Tanggung Jawab pribadi. Keputusan anda adalah tanggung jawab anda sendiri. Semua isi dari web ini, baik berupa tulisan, data, suara, kata - kata, text, kalimat, grafik, chart, percakapan, bukan merupakan suatu ajakan membeli atau menjual suatu instrunen investasi. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.