www.pjbi.or.id MENGHENTIKAN GAYA HIDUP AUTOPILOT
MENGHENTIKAN GAYA HIDUP AUTO PILOT Dikendalikan oleh masa-lalu membuat kita seperti robot atau pesawat terbang dengan mode auto pilot. Kita adalah kecenderungan-laten. Para bhikkhu, seseorang disebut sesuai dengan apapun kecenderungan-laten yang ada di dirinya. Dia tidak disebut sesuai dengan kecenderunganlaten yang tidak ada di dirinya (S 3:36)
KECENDERUNGAN-LATEN A N U S A YĀ 1. Nafsu-inderawi (kāmarāga) 2. Kebencian (paṭigha) 3. Pandangan-salah (diṭṭhi) 4. Keraguan [spiritual] (vicikicchā) 4. Kesombongan (māna) 5. Nafsu untuk hidup (bhavarāga) 6. Ketidak-tahuan (avijjā) (M 1:109f)
PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Ajjhattikañceva, āvuso, cakkhuṃ aparibhinnaṃ hoti, bāhirā ca rūpā na āpāthaṃ āgacchanti, no ca tajjo samannāhāro hoti, neva tāva tajassa viññāṇabhāgassa pātubhāvo hoti (M 1:191) Āvuso, apabila mata-internal tidak rusak, objek-mata2 dari luar tidak datang dalam jangkauan, dan tidak ada perhatian yg berkaitan, maka tidak ada kemunculan kesadaran dari jenis itu Gb. Ilustrasi: Citta (Kesadaran)
PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Tergantung kepada mata dan obyeknya, kesadaran-mata muncul. Pertemuan antara ketiganya disebut kontak. Dengan kontak sebagai kondisi, perasaan muncul. Apa yang dirasakan, itulah yang dipahami. Apa yang dipahami, itulah yang dipikirkan. Apa yang berkembang biak di batin adalah sumber dimana gagasan-dan-persepsi lahir dari perkembang-biakan batin (papañcasaññāsaṅkhā) mempengaruhi kebiasaan dia dalam bereaksi terhadap obyekmata masa lalu, masa-depan dan masa-kini yang dikenali oleh kesadaran-mata. Apa yang dipikirkan, itulah yang membuat batinnya berkembangbiak. Proses di indera yang lain harus dipahami dengan cara yang sama. (M 1:109f)
PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Oby. mata Persepsi ttg Oby. mata Pikiran ttg Oby. mata Menginginkan Oby. mata Nafsu (demam) terhadap O. mata Mencari Oby. mata Oby. batin: Pasāda, sukhuma rūpa, citta, cetasika, nibbāna, paññatti Persepsi ttg Oby. batin Pikiran ttg Oby. batin Menginginkan Oby. batin Nafsu (demam) terhadap O. mata Mencari Oby. batin Ref: S 2:144
Ref: D 2:55 PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Vedanā keinginan Mencari Mendapatkan Membuat keputusan kehendak &nafsu Kemelekat -an Memiliki Kekikiran Menjagakeamanan Berbagai kejahatan: mengambil tongkat, pedang, pertikaian, percekcokan, perselisihan, kata2 kasar, kebohongan.
PENGINDERAAN MURNI Mālukyaputta Sutta (S 4:72f): Berkaitan dengan objek-mata yang belum pernah dilihat, akankah ada keinginan (chanda) atau nafsu (rāga) atau cinta (pema) disana? Tidak, Bhante! Pemahaman yang sama untuk indera yang lain. Disini, Mālukya, berkaitan dengan sesuatu yang dilihat, didengar, dirasa (lit. muta=penginderaan melalui hidung, lidah dan peraba) dan diketahui olehmu: Di dalam apa yang terlihat, hanya akan ada yg terlihat. Di dalam apa yang didengar, hanya akan ada yang didengar dst
PENGINDERAAN MURNI Darinya, Mālukya, kamu tidak (menjadi) karena itu (na tena) Dikarenakan kamu bukan itu maka kamu tidak akan menjadi yang-disana (na tattha) Catatan: bukan karena itu = kita tidak tergoda oleh nafsu, tidak terganggu oleh kebencian dan tidak terkelabui oleh delusi. Tidak terjebak pada ini milikku, ini Aku dan ini Diriku (papañca). Dikarenakan kamu tidak akan menjadi yang-disana maka kamu tidak akan disini maupun melampaui ataupun diantara keduanya. (nevidha na huraṃ na ubhayamantarena) Tidak akan menjadi yangdisana = tdk menjadi yg dilihat, didengar dst. Tidak terjebak papañca.
www.pjbi.or.id SELESAI