MENGHENTIKAN GAYA HIDUP AUTOPILOT

dokumen-dokumen yang mirip
KAMMA 1 Bukan kata lain dari fatalisme atau takdir. Pariyatti Sāsana hp ; pin!

62 Pandangan Salah (6)

Pentahbisan Yasa dan Buddha Memulai Misinya. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

Mengapa berdana? Pariyatti Sāsana hp ; pin. Friday, April 12, 13

Abhidhammatthasaṅgaha

Empat Kebenaran Mulia. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin 7E9064DE

Kamma (6) IV. Berdasarkan Tempat Kematangan Kamma Lingkup Inderawi

Ikhtisar Perasaan (Vedanāsaṅgaha) Dhammavihārī Buddhist Studies

62 PANDANGAN SALAH (3) Dhammavihārī Buddhist Studies

Abhidhammatthasaṅgaha

Dāna. Pariyatti Sāsana hp ; pin. Sebuah Perhiasan dan Pendukung untuk Batin. Sunday, October 6, 13

Dāna-4. Berdana Kepada Bhikkhu Leher Kuning? Pariyatti Sāsana hp ; pin. Friday, April 12, 13

Bodhipakkhiyā Dhammā (2)

SĪLA-2. Pariyatti Sāsana hp ; pin!

ABHIDHAMMATTHASAṄGAHA AKUSALACITTĀNI

Akusalacetasika. Dhammavihārī Buddhist Studies

Dhammavihārī Buddhist Studies LIMA RINTANGAN BATIN PAÑCA NĪVARAṆA

Sutta Mahavacchagotta (The Greater Discourse to Vacchagotta)

Sampayoganaya Metode Asosiasi. Dhammavihārī Buddhist Studies

Dhammacakka Pavattana Sutta!

o Di dalam tradisi Theravāda, pāramī bukanlah untuk Buddha saja, tetapi sebagai prak/k yang juga harus dipenuhi oleh Paccekabuddha dan sāvakā.

Dhamma Inside. Kematian Yang Indah. Orang-orang. Akhir dari Keragu-raguan. Vol September 2015

Saṅgahanaya (2) Metode Sintesis. Dhammavihārī Buddhist Studies

TANYA JAWAB DI GROUP ABHIDHAMMA

Sutta Maha Kammavibhanga: Penjelasan Mendetail Tentang Kamma (Maha Kammavibhanga Sutta: The Great Exposition of Kamma) Majjhima Nikaya 136

Ikhtisar Objek (3) (Ālambaṇasaṅgaha) Dhammavihārī Buddhist Studies

Sampul & Tata Letak: Jimmy Halim, Leonard Halim Tim Dana: Laura Perdana. Diterbitkan Oleh:

Ikhtisar Pintu (Dvārasaṅgaha) Dhammavihārī Buddhist Studies

ABHIDHAMMATTHASAṄGAHA

62 PANDANGAN HIDUP YANG KELIRU Sumber: Sutta Pitaka, Digha Nikaya 1: Brahmajala Sutta

Pengelolaan Mental agar Siap Menghadapi Masalah Kehidupan

Kāmāvacarasobhana Cittaṃ (1)

Kasih dan Terima Kasih Kasih dan Terima Kasih

TABEL 1.1. RINGKASAN 89 dan 121 CITTA

Brahmavihāra (1) Pendahuluan. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

PERTAPA GOTAMA MEMILIH JALAN TENGAH & ARIYASĀVAKA TANPA JHĀNA. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin!

Buddha Abhidhamma. Ultimate Science. Kata Pengantar.

Abhidhammatthasaṅgaha

Abhidhammatthasaṅgaha. Dhammavihārī Buddhist Studies

Dāna. Sebuah Perhiasan dan Pendukung untuk Batin 2. Pariyatti Sāsana hp ; pin. Sunday, October 13, 13

The Purpose of Practice. The Purpose of Practice. Sayalay Susīlā s Dhamma talk

4. Sebutkan apa yang termasuk dalam catuparamatthadhammā! Yang termasuk catuparamatthadhammā adalah : Citta, Cetasika, Rūpa dan Nibbāna.

BRAHMAVIHĀRA (2) KEDIAMAN LUHUR

Sampayoganaya Metode Asosiasi (2) Dhammavihārī Buddhist Studies

Lima Daya Pengendali. Pañcindriya. Dhammavihārī Buddhist Studies

SUTTA SATIPATTHANA [JALAN LANGSUNG]

Abhidhammatthasaṅgaha. Dhammavihārī Buddhist Studies

62 PANDANGAN SALAH (1)

KABAR GEMBIRA BERHADAPAN DENGAN HEDONISME PERTEMUAN IV

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

Agama dan Tujuan Hidup Umat Buddha Pengertian Agama

Abhidhammatthasaṅgaha. Dhammavihārī Buddhist Studies

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

I. Apa yang tepat sesuai dengan Kitab James?

Sutta Nipata menyebut keempat faktor sebagai berikut: Lebih lanjut, murid para

Seri Iman Kristen (10/10)

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD T. P. 2016/2017

Abhidhammatthasaṅgaha

Mengapa bhikkhu harus dipotong rambutnya? Mengapa bhikkhu itu tidak boleh beristeri? Mengapa anak perempuan tidak boleh dekat bhikkhu?

BAB IX. Hubungan Antara Proses Penginderaan dan Persepsi

Penolakan Keduniawian Bodhisatta. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin!

Bodhipakkhiyā dhammā. Dhamma-dhamma yang kondusif untuk pencerahan. Dhammavihārī Buddhist Studies

Sutta Kalama: Kepada Para Kalama (Kalama Sutta: To the Kalamas)

Sobhanacetasika (3) Dhammavihārī Buddhist Studies

Proses Kognitif Pintu Batin (Manodvāravīthi)

MEDITASI VIPASSANĀ & EMPAT KESUNYATAAN MULIA

Meditasi Sarana untuk Mencapai Kesuksesan

Sutta Magandiya: Kepada Magandiya (Magandiya Sutta: To Magandiya) [Majjhima Nikaya 75]

KOMUNITAS. B. Nyanabhadra Sesi ke-8 11 Mei 2016

Dasar-Dasar Abhidhamma. Bhikkhu Sikkhānanda

Permintaan Untuk Membabarkan Dhamma. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

BAB I PENDAHULUAN. yang memeluk suatu ajaran atau agama tersebut. Manusia terikat dengan

HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Menaati peraturan yang sudah ada. Maksudnya

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES

Bab I: Pengetahuan-buku. Bagian i hingga v Gagasan-gagasan dan maknanya. Topik I. PENGETAHUAN Catatan Pendahuluan

PANDANGAN BENAR : Upa. Jayagandho Willy Yandi Wijaya Proof Reader : Upa. Sasanasanto Seng Hansun

Soal-soal Cetasika (2) Dhammavihārī Buddhist Studies

Sobhanacetasika. Dhammavihārī Buddhist Studies

MEDITASI KESADARAN ASHIN TEJANIYA TUNTUNAN UNTUK BERLATIH PUSAT MEDITASI SHWE OO MIN DHAMMA SUKHA TAWYA MARET 2010

BAB IV. PENUTUP. Universitas Indonesia. Estetika sebagai..., Wahyu Akomadin, FIB UI,

Sabbadānam Dhammadānam Jināti Diantara semua pemberian, pemberian Dhamma adalah yang tertinggi

Brahmavihāra (3) Bagaimana Melatihnya. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin 7E9064DE

(Untuk Dilihat) Di Sini dan Saat Ini: Sepuluh Ceramah Dhamma. Kita Semua dilanda Kelahiran, Pelapukan, dan Kematian

(Untuk Dilihat) Di Sini dan Saat Ini: Sepuluh Ceramah Dhamma. Kita Semua dilanda Kelahiran, Pelapukan, dan Kematian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP SEHAT SAKIT. Dwi Fitriyanti

Mari berbuat karma baik dengan mendanai cetak ulang buku ini sebagai derma Dharma kepada sesama dan pelimpahan jasa kepada leluhur, agar ajaran

Surat 3 Yohanes (Bagian 123) Friday, August 11, 2017

1.Definisi Hukum. 2.Pembagian/jenis-jenis Hukum

Mudah. Buku siswa. dengan Buah Roh. Mudah

Surat Pertama Dari Rasul Yohannes. Educational Courses P.O. Box 0623 Cagayan de Oro 9000 Mindanao, Philippines

KETIKA YESUS DICOBAI

MENGENAL TIPE KONSUMEN

DALAM AGAMA BUDDHA AGAMA DIKENAL DENGAN:

KETIKA YESUS DICOBAI

MENGGAPAI PUNCAK KEKUDUSAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

Transkripsi:

www.pjbi.or.id MENGHENTIKAN GAYA HIDUP AUTOPILOT

MENGHENTIKAN GAYA HIDUP AUTO PILOT Dikendalikan oleh masa-lalu membuat kita seperti robot atau pesawat terbang dengan mode auto pilot. Kita adalah kecenderungan-laten. Para bhikkhu, seseorang disebut sesuai dengan apapun kecenderungan-laten yang ada di dirinya. Dia tidak disebut sesuai dengan kecenderunganlaten yang tidak ada di dirinya (S 3:36)

KECENDERUNGAN-LATEN A N U S A YĀ 1. Nafsu-inderawi (kāmarāga) 2. Kebencian (paṭigha) 3. Pandangan-salah (diṭṭhi) 4. Keraguan [spiritual] (vicikicchā) 4. Kesombongan (māna) 5. Nafsu untuk hidup (bhavarāga) 6. Ketidak-tahuan (avijjā) (M 1:109f)

PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Ajjhattikañceva, āvuso, cakkhuṃ aparibhinnaṃ hoti, bāhirā ca rūpā na āpāthaṃ āgacchanti, no ca tajjo samannāhāro hoti, neva tāva tajassa viññāṇabhāgassa pātubhāvo hoti (M 1:191) Āvuso, apabila mata-internal tidak rusak, objek-mata2 dari luar tidak datang dalam jangkauan, dan tidak ada perhatian yg berkaitan, maka tidak ada kemunculan kesadaran dari jenis itu Gb. Ilustrasi: Citta (Kesadaran)

PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Tergantung kepada mata dan obyeknya, kesadaran-mata muncul. Pertemuan antara ketiganya disebut kontak. Dengan kontak sebagai kondisi, perasaan muncul. Apa yang dirasakan, itulah yang dipahami. Apa yang dipahami, itulah yang dipikirkan. Apa yang berkembang biak di batin adalah sumber dimana gagasan-dan-persepsi lahir dari perkembang-biakan batin (papañcasaññāsaṅkhā) mempengaruhi kebiasaan dia dalam bereaksi terhadap obyekmata masa lalu, masa-depan dan masa-kini yang dikenali oleh kesadaran-mata. Apa yang dipikirkan, itulah yang membuat batinnya berkembangbiak. Proses di indera yang lain harus dipahami dengan cara yang sama. (M 1:109f)

PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Oby. mata Persepsi ttg Oby. mata Pikiran ttg Oby. mata Menginginkan Oby. mata Nafsu (demam) terhadap O. mata Mencari Oby. mata Oby. batin: Pasāda, sukhuma rūpa, citta, cetasika, nibbāna, paññatti Persepsi ttg Oby. batin Pikiran ttg Oby. batin Menginginkan Oby. batin Nafsu (demam) terhadap O. mata Mencari Oby. batin Ref: S 2:144

Ref: D 2:55 PROSES PSIKOLOGIS DI ENAM INDERA Vedanā keinginan Mencari Mendapatkan Membuat keputusan kehendak &nafsu Kemelekat -an Memiliki Kekikiran Menjagakeamanan Berbagai kejahatan: mengambil tongkat, pedang, pertikaian, percekcokan, perselisihan, kata2 kasar, kebohongan.

PENGINDERAAN MURNI Mālukyaputta Sutta (S 4:72f): Berkaitan dengan objek-mata yang belum pernah dilihat, akankah ada keinginan (chanda) atau nafsu (rāga) atau cinta (pema) disana? Tidak, Bhante! Pemahaman yang sama untuk indera yang lain. Disini, Mālukya, berkaitan dengan sesuatu yang dilihat, didengar, dirasa (lit. muta=penginderaan melalui hidung, lidah dan peraba) dan diketahui olehmu: Di dalam apa yang terlihat, hanya akan ada yg terlihat. Di dalam apa yang didengar, hanya akan ada yang didengar dst

PENGINDERAAN MURNI Darinya, Mālukya, kamu tidak (menjadi) karena itu (na tena) Dikarenakan kamu bukan itu maka kamu tidak akan menjadi yang-disana (na tattha) Catatan: bukan karena itu = kita tidak tergoda oleh nafsu, tidak terganggu oleh kebencian dan tidak terkelabui oleh delusi. Tidak terjebak pada ini milikku, ini Aku dan ini Diriku (papañca). Dikarenakan kamu tidak akan menjadi yang-disana maka kamu tidak akan disini maupun melampaui ataupun diantara keduanya. (nevidha na huraṃ na ubhayamantarena) Tidak akan menjadi yangdisana = tdk menjadi yg dilihat, didengar dst. Tidak terjebak papañca.

www.pjbi.or.id SELESAI