BAB 8 ANALISIS DATA. A. Statistik Deskriftif dan Inferensial

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS DATA KUANTITATIF

ANALISIS DATA KUANTITATIF. Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen Pengampu: Dr. Heri Retnawati, M.

ANALISIS DATA KUANTITATIF Disusun oleh: Ressy Rustanuarsi ( ) Bertu Rianto Takaendengan ( ) Mega Puspita Sari ( )

JUDUL PENELITIAN DAN STATISTIK YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS

METODE PENELITIAN Pertemuan ke-4 PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

HIPOTESIS ASOSIATIF KORELASI PRODUCT MOMENT -YQ-

PENGUJIAN HIPOTESIS Imam Gunawan

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR

PENGUJIAN HIPOTESIS. 2,5% (Ho ditolak) 2,5% ( Ho ditolak )

PENGERTIAN STATISTIKA, JENIS JENIS STATISTIKA, MACAM MACAM DATA STATISTIKA, DAN PERANAN STATISTIKA

Penggolongan Uji Hipotesis

Hanif Fakhrurroja, MT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

STATISTIKA INFERENSIAL RASIONAL

LANGKAH-LANGKAH PENGOLAHAN DATA PENELITIAN. Oleh: Bambang Avip Priatna Martadiputra

STATISTIK untuk PENELITIAN

PENGUJIAN HIPOTESIS DESKRIPTIF (Satu sampel) Wahyu Hidayat, M.Pd

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

KULIAH 2 : UJI NON PARAMETRIK 1 SAMPEL. Tim Pengajar STATSOS Lanjutan

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini secara teknis mengalami kesulitan untuk melakukan sensus

Ishafit

Teknik Analisis Data dengan Statistik Parametrik

METODOLOGI O OG PENELITIAN KUANTITATIF. Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

ANALISIS DATA PENELITIAN KEBIJAKAN

METODOLOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN PUSTAKA. 1.1 Latar Belakang

A. Pengertian Hipotesis Setelah menemukan fenomena penelitian kemudian menyusun desain penelitian dan rerangka konseptual penelitian, langkah

III. METODE PELAKSANAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode

Statistik Parametrik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN Pengertian dan Kegunaan Statistika

Pertemuan 13 &14. Hipotesis

PERANCANGAN PERCOBAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB VI PENGUJIAN HIPOTESIS ASOSIATIF

BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang

Hipotesis adalah suatu pernyataan tentang parameter suatu populasi.

BAB III METODE PENELITIAN

SESI 13 STATISTIK BISNIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Skala pengukuran dan Ukuran Pemusatan. Ukuran Pemusatan

UJI STATISTIK NON PARAMETRIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Peran Statistik dalam Penelitian

STATISTIKA UJI NON-PARAMETRIK

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan metode penelitian Quasi Experiment jenis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Statistik Non Parameter

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel

Pengertian statistik Ruang lingkup statistik Pengertian & jenis data Variabel & skala pengukuran. Konsep Dasar Statistik - 2

Oleh: Ali Muhson. Tujuan Analisis Data

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek Penelitian merupakan sesuatu target atau sasaran untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu metode penelitian memiliki rancangan penelitian (research design)

STATISTIKA. Statistika pengkuantifikasian (pengkuantitatifan) hasil-hasil pengamatan terhadap kejadian, keberadaan, sifat/karakterisitik, tempat, dll.

I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN PUSTAKA

Statistik & Hipotesis

Statistik Non Parametrik

Oleh: Endang Mulyatiningsih

Unsur-unsur Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nonparametrik, pengujian hipotesis, One-Way Layout, dan pengujian untuk lebih dari

STATISTIK DESKRIPTIF DAN STATISTIK INFERENSIAL

BAB II METODE PENELITIAN. Berdasarkan tingkat eksplanasi (level of explanation), penelitian ini

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester ganjil

FUNGSI STATISTIKA. Oleh Jarnawi Afgani Dahlan

Resume Regresi Linear dan Korelasi

Unit 5. Analisis Komparatif Dengan Uji Perbedaan Dua Mean. Yacinta Asih Nugraheni, S. Pd. Pendahuluan

TEKNIK ANALISIS KORELASI. Pertemuan 9. Teknik Analisis Korelasi_M. Jainuri, M.Pd 1

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN. Objek penelitian Hubungan penggunaan mesin kantor dengan efektivitas

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian (inquiry),

METODOLOGI PENELITIAN. Toto Fathoni

Penggunaan Statistika dalam Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu metode penelitian memiliki rancangan penelitian (research design)

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah asosiatif. Pendekatan kuantitatif menurut Sugiyono (2010:8)

Materi KBK sem 7 Prinsip data Prinsip statistik dalam penelitian Statistik deskriptif Statistik inferensial

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian agar dapat terselesaikan secara terarah sesuai dengan permasalahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Statistik Dasar. 1. Pendahuluan Persamaan Statistika Dalam Penelitian. 2. Penyusunan Data Dan Penyajian Data

`tz áàxü `tçt}xåxç hç äa `â{tååtw çt{ lézçt~tüàt

BAB 4 HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Terdistribusi Kualitas Sistem Informasi Business

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada

STATISTIK PARAMETRIK & NON PARAMETRIK

Pokok Bahasan Tujuan. Materi Pokok :

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, maka penelitian ini

UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 8 ANALISIS DATA Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data ialah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan penghitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan. Teknik analisa data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. A. Statistik Deskriftif dan Inferensial Statistik deskritif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian yang dilakukan pada populasi (tanpa diambil sampelnya) jelas akan menggunakan statistik deskriftif dalam analisisnya. Tetapi bila penelitian dilakukan pada sampel, maka analisisnya dapat menggunakan statistik deskriptif maupun inferensial. Statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanyan ingin mendeskriptifkan data sampel, dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi di mana sampel diambil. Tetapi bila peneliti ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi, maka teknis analisis yang digunakan adalah statistik inferensial. Macam-macam statistik untuk analisis data Statistik Deskriptif Statistik Inferensial Statistik Parametris Statistik Non Parametris Gambar 8.1 Macam-macam statistik untuk analisis data M. R. D. Page 1

Termasuk dalam statistik deskriptif antara lai adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median mean (pengukuran tedensi sentral), perhitunga desil, persentil, perhitungan pennyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitunga prosentase. Dala satistik deskriptif jauga dapat dilakuakn mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui analisis korelasi, melakukan analisis dengan regresi, dan membuat perbandingan dengan membuat perbandinga rata-rata atau lebih tidak perlu di uji signifikansinya. Jadi secara teknis dapat diketahui bahwa, dalam stsistik deskriptif tidak ada uji signifikansiya, tidak ada taraf kesalahan, karena peneliti tidak bermaksud membuat generalisasi, sehingga tidak ada kesalahan generalisasi. Satistik inferensial, (sering juga disebut statistik induktif atau satistik probabilitas), adalah teknik statistik yag digunakan unutuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi, statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Statistik ini disebut stastistik probalitas, karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasiberdasarkan data sampel itu kebenarannya bersifat peluang (probability). Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan yang akan diberlakukan untuk populasi itu mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yag dinyatakan dalam bentuk prosentase. Bila peluang kesalaha 5% maka taraf kepercayaan 95%, bila peluang kesalahan 1%, maka taraf kepercayaan 99%. Peluang kesalahan dan kepercayaan ini disebut dengan taraf signifikansi. Pengujian taraf signifikansi dari hasil suatu analisis akan lebih praktis bila didasarka pada tabel sesuai teknik analisis yang digunakan. Pada setiap tabel sudah disediakan untuk taraf signifikansi berapa % suatu hasil analisis dapatdigeneralisasikan. Signifikansi adalah kemampuan untuk generalisasikan denga kesalahan tertentu. Ada hubungan signifikan berarti hubugan itu dapat digeneralisasikan. ada perbedaa signifikan berarti perbedaan itu dapa digeneralisasikan. B. Statistik Parametris dan Nonparametris Staistik parametris digunakan untuk menguji paraneter populsi melalui statistik,atau menguji ukura populasi melalui data sampel. (pengertian statistik disini adalah data yang diperoleh dari sampel). Parameterr populasi itu meliputi : rata-rata dengan notasi µ (mu), simpangan baku σ (sigma), dan varians σ 2. Sedangkan statistik adalah meliputi rata-rata X (X bar), simpangan baku sn dan varians s 2. jadi parameter yang berupa µ d uji melalui X garis, M. R. D. Page 2

selanjutnya σ di uji melalui s, dan σ 2 di uji melaui s 2. Dalam statistik pengujian parameter melalui statistik (data sampel) tersebut dinamakan uji hipotesis statistik. Oleh karena itu penelitian yang berhipotesis statistik adalah penelitian yang menggunakan sampel. Dalam statistik hipotesis yang di uji adalah hipotesis nol, karana tidak dikehendaki adaba perbedaan antara parameter populasi dan statstik (data yang dipeoleh dari sampel). Hanya dalam kenyataan nilai parameter jarang diketahui. Statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang dianalisis. Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dala penggunaan salah satu test mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang di uji harus homogen, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linieritas. Statistik nonparametris tidak menuntut terpenuhi bayak asumsi, misalnya data yang akan dianalisis tidak harus berdistribusu normal. Oleh karena itu statistik nonparametris sering disebut distribution free (bebas distribusi). Statistik parametris mempunyai kekuatan yang lebih daripada statistik nonparametris, bila asumsi yanng melandasi dapat terpenuhi. Seperti dinyatakn oleh Emory (1985) the pamametrie test are more powerful are generally the test of choice if theiruse assumptions are reasonnably met. Selanjutnya Phophan (1973) menyatakan parametric procedures are often markedly more powerfull than nonparametric counterpharts. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal, ordinal. 1. Macam data Data nominal, ordinal, interval atau rasio 2. Bentuk hipotesis Bentuk hipotesi ada tiga yaitu : hipotesis deskriptif, komparatif, dan assosiatif. Dalam hipotesis kompratif, dibedakn menjadi dua, yaitu komparatif untuk dua sampel dan lebih dari dua sampel. Hipotesis komparatif merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan signifikan nilai-nilai dua kelompok atau lebih. Hipotesi assositif adalah dugaan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan antara dua variabel atau lebih. M. R. D. Page 3

TABEL 8.1 PENGGUNAAN STATISTIK PARAMETRIS DAN NONPARAMETRIS UNTUK MENGUJI HIPOTESIS Berdasarkan tabel 8.1 tersebut diatas dapat dikemukakan disini bahwa : 1. Untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel (uni sampel) bila datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik statistik ; a. Binominal b. Chi kuadrat satu sampel 2. Untuk menguji hipotesis dskriftip satu sampel bila datanya berbentu ordianl, maka digunakan teknik statistik : Run Test 3. Untuk menguji hipotesis deskriptif satu variabel (univariabel) bila datana berbentu inteval atau rasio, maka digunakan t-test satu sampel. 4. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berpasangan bila datanya berbentuk nominal digunakan nilai statistik: Mc.Nemar 5. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel berpasangan bila datanya berbentuk ordinal digunakan nilai statistik a. Sign Test b. Wilcoxon matched paint 6. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel berpasangan bila datanya berbentuk interval atau ratio digunakan nilai t-test dua sampel. 7. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk nominal digunakan nilai statistik: a. Fisher exact probability b. Chi kuadrat dua sampel 8. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal digunakan nilai statistik : a. Median Test b. Mann-Whitney U Test c. Kolgomorov Sminov d. Wald-Wolfowitz M. R. D. Page 4

9. Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel berpasangan bila datanya berbentuk interval atau ratio digunakan t-test sampel berpasangan (related). 10. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik: Chocran Q 11. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik: Friedman Two-way Anova 12. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya berbentuk interval atau ratio digunakan analisis varian satu jalan maupun dua jalan. (One way dan Two way Anova). 13. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel independen bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik: Chi kuadrat k sampel 14. Untuk menguji hipotesis komparatif k sampel independen bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik: a. Median extension b. Kruskal-Wallis One Way Anova 15. Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan korelasi bila datanya berbentuk nominal digunakan teknik statistik: Koefisien kontingensi 16. Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan korelasi bila datanya berbentuk ordinal digunakan teknik statistik: a. Korelasi Spearman Rank b. Korelasi Kendali Tau 17. Untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan korelasi bila datanya berbentuk interval atau ratio digunakan teknik statistik: a. Korelasi Produk Moment, untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu dependen). b. Korelasi ganda bila untuk menguji hipotesis hubungan antara dua variabel independen atau lebih secara bersama-sama dengan satu variabel independen. c. Korelasi Parsial digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara dua variabel atau lebih, bila terdapat variabel yang dikendalikan. d. Analisis regresi digunakan untuk melakukan prediksi, bagaimana perubahan nilai variabel independen dinaikkan atau diturunkan nilainya (dimanipulasi). M. R. D. Page 5

Hipotesis penelitian yang akan diuji berkaitan erat dengan rumusan masalah yang diajukan. Setiap penelitian tidak selalu harus berhipotesis, namun harus merumuskan masalahnya. Penelitian yang harus berhipotesis adalah penelitian yang menggunakan metode eksperimen. C. Judul peneltiian dan Statistik yang digunakan untuk Analisis Contoh 1 a. Judul penelitian PENGARUH KECERDASAN EMOTIONAL TERHADAP PRESTASI PEGAWAI DI PEMERINTAH PROPINSI MADUKARA b. Bentuk paradigmanya adalah sbb : X = Kecerdasan Emosional X Y Y = Prestasi kerja pegawai Berdasarkan paradigma tersebut terlihat bahwa, untuk judul penelitian yang terdiri atas satu variabel independen dan satu dependen, terdapat dua rumusan masalah deskriftif, satu masalah assosiatif. Dengan demikian terdapat dua hipotesis deskriptif dan satu hipotesis assosiatif. (Bila sulit tidak perlu merumuskan hipotesis deskriftif, tetapi rumusan masalahnya saja yang harus dijawab dengan perhitungan statistik). Dua hipotesis deskriptif diuji dengan statustik yang sama. Untuk mencari pengaruh varians variabel digunakan teknik statistik dengan menghitung besarnya koefieien determinasi. Koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefsien korelasi yang telah ditemukan, dan selanjutnya dikalikan dengan 100%. Koefisen determinasi dinyatakan dalam persen. Jadi untuk contoh 1 diatas, besarnya pengaruh kecerdsan emosional terhadap prestasi pegawai pertama-tama dihitung koefisie korelasinya korelasinya. Misalnya ditemukan korelasi yang positif dan signifikan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi kerja pegawai sebesar 0,70; hal itu berarti koefisien determinasinya = 0,70 2 = 0,49. jadi dapat disimpulkan bahwa varians yang terjadi pada kecerdasan emosional terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai 49% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel kecerdasan emosional pegawai. Atau dapat dikatakan bahwa pengaruh kecerdasan emosional terhadap tinggi rendahnya prestasi kerja pegawai sama M. R. D. Page 6

dengan 49%, sedangkan sisanya 51% ditentukan oleh faktor diluar variabel kecerdasan emosional, misalnya iq, kedisplinan dan lain-lain. Korelasi positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pegawai sebesar 0,49 artinya makin tinggi kecerdasan emosional seseorang, maka akan semakin tinggi prestasi kerja pegawai. Kesimpulan ini dapat berlaku untuk populasi dimana sampel tersebut diambil. c. Rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik untuk analisis data Pada tabel 8.2 berikut diberikan contoh rumusan masalah penelitian, rumusan hipotesis dan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis, berdasarkan judul penelitian pada contoh 1 diatas, yaitu Pengaruh Kecerdasan Emotional Terhadap Prestasi Pegawai Di Pemerintah Propinsi Madukara. TABEL 8.2 CONTOH JUDUL PENELITIAN, RUMUSAN MASALAH, HIPOTESIS, TEKNIK Berapakah rata-rata kecerdasan emosional pegawai di propinsi Madukara? ANALISIS DATA YANG DIGUNAKAN (SATU VARIABEL INDEPENDEN) Rumusan masalah Hipotesis Statistik untuk uji hipotesis Kecerdasan emosionlnal (EQ) pegawai di pemerintah propinsi Madukara paling tinggi 150 Berapakah rata-rata prestasi kerja pegawai? Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional pegawai dengan prestasi kerja? Prestasi kerja pegawai pemerintah propinsi Madukara paling tinggi 140 atau 70% dari kriteria yang diharapkan. (kriteria prestasi kerja pegawai paling tinggi misalnya 200) Terdapat hubungan yang positif atau signifikansi antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja pegawai Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dapat dilihat pada tabel 8.1 Data yang terkumpul adalah ratio. Bentuk hipotesisnya adalah deskriftif maka teknik uji no.1 & 2 adalah sama yaitu t-test (untuk satu sampel) t = test satu sampel Data kedua variabel adalah data ratio, oleh karena itu teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah : Korelasi Product Moment. M. R. D. Page 7

Teknik statistik yang digunakan untuk melakukan prediksi pengaruh lama penayangan iklan terhadap nilai penjualan adalah dengan teknik regresi tunggal (satu variabel independen). Untuk judul diatas misalnya, bila rumusan masalahnya adalah kalau lama penayangan iklan ditingkatkan berapakah nilai penjualan barangnya? Contoh 2 a. Judul penelitian PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI PT.MITRA RAJA b. Bentuk paradigmanya adalah sbb : X 1 rx 1 x 2 ryx 1 R yx 1x2 Y X 2 ryx 2 X 1 = kemampuan karyawan X 2 = motivasi kerja Y = Produktivitas kerja c. Diasumsikan penelitian menggunakan sampel yang diambil seara stratified random sampling Semua instrumen penelitian menggunakan skala interval, sehingga data yang didapat adalah data interval. Oleh karena itu statistik yang digunakan adalah parametris, setelah asumsi yang mendasari dapat dibuktikan d. Rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik untuk analisis data X1 = kemampuan kerja karyawan; X2 = motivasi kerja karyawan; Y = produktifitas kerja karyawan M. R. D. Page 8

TABEL 8.3 CONTOH JUDUL PENELITIAN, RUMUSAN MASALAH, HIPOTESIS, TEKNIK ANALISIS DATA YANG DIGUNAKAN (DUA VARIABEL INDEPENDEN) Rumusan masalah Hipotesis Statistik untuk Menguji Hipotesis Masalah deskriptif 1. Seberapa tinggi kemampuan kerja karyawan PT.Mitra Raja? 2. Seberapa tinggi motivasi kerja karyawan PT.Mitra Raja? 3. Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan PT.Mitra Raja? Masalah Assosiatif 4. Adakah hubungan antara X 1 dengan Y? Hipotesis Deskriftif 1. Kemampuan kerja karyawan PT.Mitra Raja masih rendah, paling tinggi baru mencapai 60% dari kriteria yang diharapkan 2. Motivasi kerja karyawan PT.Mitra Raja masih rendah, paling tinggi baru mencapai 65% dari kriteria yang diharapkan. 3. Produktivitas kerja karyawan PT.Mitra Raja paling tinggi baru mencapai 70% dari kriteria yang diharapkan 4. Terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara X 1 dan Y 1 s/d 3 sama yaitu : t-test satu sampel Korelasi produk moment bisa dilanjutkan dengan regresi tunggal s.d.a 5. Adakah hubungan antara X 2 dengan Y? 5. Terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara X 2 dan Y 6. Adakah hubungan antara 6. Terdapat hubungan yang positif dan s.d.a X 1 dengan X 2? signifikansi antara X 1 dan X 2 7. Secara bersama-sama 7. Terdapat hubungan yang positif dan Korelasi ganda adakah hubungan antara signifikansi antara X 1 dan X 2 dengan parsial, dilanjutkan X 1 dan X 2 dengan Y? Y dengan regresi ganda Masalah kompartif 1. Adakah perbedaan 8. Tidak terdapat perbedaan t-test untuk dua kemampuan kerja antara kemampuan kerja antara pegawai sampel independen pegawai pria dan wanita pria dan wanita pada PT.Mitra pada PT.Mitra Raja? Raja? 2. Adakah perbedaan 9. Tidak terdapat perbedaan motivasi motivasi kerja antara kerja antara pegawai pria dan s.d.a pegawai pria dan wanita wanita pada PT.Mitra Raja? pada PT.Mitra Raja? 3. Adakah perbedaan 10. Tidak terdapat perbedaan produktivitas kerja antara produktivitas kerja antara pegawai s.d.a pegawai pria dan wanita pria dan wanita pada PT.Mitra pada PT.Mitra Raja? Raja? 11. Adakah perbedaan 11. Terdapat perbedaan kemampuan Analisis varian satu M. R. D. Page 9

kemampuan kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? 12. Adakah perbedaan Motivasi kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? 13. Adakah perbedaan Produktivitas kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? 12. Terdapat perbedaan Motivasi kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? 13. Terdapat perbedaan Produktivitas kerja antara karyawan gol I, II dan III pada PT.Mitra Raja? jalan. Bila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan t- test untuk dua sampel s.d.a s.d.a Dengan dua variabel rumusan masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian bertambah banyak, juga analisis datanya. Contoh 3 (Penelitian eksperimen) a. Judul penelitian : Pengaruh Penerapan Gugus Kendali Mutu Terpadu terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di Industri Konstruksi b. Dalam hal ini digunakan true eksperimental design. Dalam model ini terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana pengambilannya dilakukan secara random. Paradigma seperti : R O 1 X O 2 R O 3 O 4 R = kelompok eksperimen dan kontrol diambil secara random O 1 & O 3 = kedua kelompok tersebut diobservasi dengan pretest untuk mengetahui kemampuan kerja awalnya. Yang diharapkan kemampuan kerja awalnya sama. O 2 = produktivitas karyawan yang telah dikenai kendali mutu O 4.= produktivitas karyawan yang tidak dikenai kendali mutu X = treatment. Kelompok atas sebagai kelompok eksperimen diberi treatment, yaitu dalam kerjanya digunakan Gugus Kendali Mutu Terpadu. Sedangkan kelompok bawah tidak diberi treatment/sebagai kelompok kontrol. Untuk contoh no. 3 diatas terdapat dua kali analisis. Analisis pertama adalah menguji perbedaan kemampuan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (O 1 :O 3 ). Pengujiannya menggunakan t-test. Hasil yang diharapkan tidak terdapat perbedaan yang M. R. D. Page 10

signifikansi anrara kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yaitu antara O 1 & O 2. Analisis yang kedua adalah untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hipotesis yang diajukan adalah : Penerapan Gugus Kendali Mutu Terpadu akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik t-test untuk dua sampel related. Yang diuji adalah perbedaan antara O 2 dengan O 4. kalau terdapat perbedaan O 2 lebih besar dari O 1. maka Gugus Kendali Mutu berpengaruh positif, dan bila O 2 lebih kecil dari pada O 4 maka berpengaruh negatif. D. Konsep Dasar Pengujian Hipotesis Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, kebenaran dari hipotesis itu harus dibuktikan melalui data yang terkumpul. Pengertian hipotesis adalah untuk hipotesis penelitian. Sedangkan secara statistik hipotesis diartikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi (parameter) yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian (statistik). Jadi maksudnya adalah taksiran keadaan populasi melalui data sampel. Oleh karena itu dalam statistik yang diuji adalah hipotesis nol. Jadi hipotesis nol adalah pernyataan tidak adanya perbedaan antara paameter dengan statistik (data sampel), lawan dari hipotesis nol adalah hipotesis alternatif, yang menyatakan ada perbedaan antara parameter dan statistik. Hipotesis nol diberi notasi Ho, dan hipotesis alternatif diberi notasi Ha. 1. Taraf Kesalahan Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel, terdapat dua cara menaksir, yang pertama yaitu a point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai dari rata-rata dua sampel. Sedangkan yang kedua interval estimate (taksiran interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval rata-dara dua sampel. Saya berhipotesis (menaksir) bahwa daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari. Hipotesis ini disebut point estimate karena daya tahan kerja orang Indonesia ditaksir melalui satu nilai yaitu 10 jam/hari. Bila hipotesisnya berbunyi daya tahan kerja orang Indonesia antara 8 M. R. D. Page 11

sampai dengan 12 jam/hari, maka hal itu disebut interval estimate. Nilai intervalnya adalah 8 12 jam. Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal 9point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia 10 jam/hari akan mempunyai kesalahan yang lebih besar bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai 12 jam. Makin besar interbal taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya. Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia 6 sampai 14 jam/hari akan mempunyai kesalahan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai taksiran antara 8 sampai 12 jam. Untuk selanjutnya kesalahan taksiran ini dinyatakan dalam peluang yang berbentuk prosentase. Menaksir daya tahan kerja orang Indonesia dengan interval antara 6 sampai dengan 14 jam/hari akan mempunyai prosentase kesalahan yang lebih kecil bila digunakan interval taksiran 8 sampai dengan 12 jam/hari. Biasanya dalam penelitian kesalahan taksiran ditetapkan dulu, yang digunakan adalah 5% dan 1%. Daerah taksirannya dapat digambarkan sbb: Gambar 8.2 Daerah taksiran dan besarnya kesalahan Dari gambar 8.2 diatas dapat diberi penjelasan sebagai berikut : a. Daya tahan kerja orang Indonesia ditaksir 10 jam/hari. Hipotesis inibersifat point estimate, tidak mempunyai daerah taksiran, kemungkinan kesalahannya tinggi misalnya 100%. b. Daya tahan kerja orang Indonesia 8 s/d 12 jam/hari, terdapat daerah taksiran. c. Daya tahan kerja orang Indonesia antara 6 s/d 14 jam/hari. Daerah taksiran lebih besar dari no.2, sehingga kemungkinan kesalahan juga lebih kecil daripada no.2. d. Jadi makin kecil kesalahan yang ditetapkan, maka interval estimate-nya semakin lebar, sehingga tingkat ketelitian taksiran semakin rendah, 2. Dua kesalahan dalam menguji hipotesis Dalam melakukan parameter populasi berdasarkan data sampel, kemungkinan akan terdapat dua kesalahan yaitu : M. R. D. Page 12

a. Kesalahan tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar. (seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan α (baca alpha). b. Kesalahan tipe II adalah suatu kesalahan bila menerima hipotesis nol yang salah. (seharusnya ditolak). Tingkat kesalahan dinyatakan dengan β (baca beta). Berdasarkan hal tersebut maka hubungan antara keputusan menolak atau menerima hipotesis dapat ditabelkan sbb: TABEL 8.4 HUBUNGAN ANTARA KEPUTUSAN MENOLAK ATAU MENERIMA HIPOTESIS Keputusan Keadaan sebenarnya Hipotesis benar Hipotesis salah Terima hipotesis Tidak membuat kesalahan Kesalahan Tipe II (β) Menolak hipotesis Kesalahan Tipe I (α) Tidak membuat kesalahan Dari tabel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Keputusan menerima hipotesis nol yang benar, berarti tidak membuat kesalahan b. Keputusan menerima hipotesis nol yang salah, berarti terjadi kesalahan Tipe II (β) c. Keputusan menolak hipotesis nol yang benar, berarti terjadi kesalahan Tipe I (α) d. Keputusan menolak hipotesis nol yang benar, berarti tidak membuat kesalahan Bila nilai statistik (data sampel) yang diperoleh dari hasil pengumpulan data sama dengan nilai parameter populasi atau masih berada pada nilai interval parameter populasi, maka hipotesis yang dirumuskan 100% diterima. Jadi tidak terdapat kesalahan. Tetapi bila nilai statistik diluar nilai parameter populasi akan terdapat kesalahan, kesalahan ini semakin besar bila nilai statistik jauh dari nilai parameter populasi. Tingkat kesalahan ini dinamakan tingkat signifikansi. Dalam prakteknya tingkat signifikansi telah ditetapkan seelum hipotesis diuji. Biasanya tingkat signifikansi (tingkat kesalahan) yang diambil adalah 1% dan 5%. Suatu hipotesis terbukti mempunyai kesalahan 1% berarti bila penelitian dilakukan pada 100 sampel yang diambil dari populasi yang sama, maka akan terdapat satu kesimpulan yang salah yag diberlakukan untuk populasi. (data dari satu sampel tersebut tidak dapat diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil). M. R. D. Page 13

Dalam pengujian hipotsis kebanyakan digunakan kesalahan tipe I yaitu berapa persen kesalahan untuk menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (yang seharusnya diterima). 3. Macam Pengujian Hipotesis Terdapat tiga macam bentuk pengujian hipotesis, yaitu ; 1).. Uji Dua Pihak (Two tail test) Uji dua pihak digunakan bila hipotesis nol (Ho) berbunyi sama dengan dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi tidak sama dengan (Ho = ; Ha ) Contoh hipotesis deskriptif satu variabel : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk X = 400 jam Ho : µ = 400 jam Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk X 400 Ha : µ = 400 jam Ho : µ 1 = 400 jam Ha : µ 2 = 400 jam Contoh hipotesis komparatif (dua sampel) : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk A = merk B Ho : µ 1 = µ 2 (tidak beda) Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk A = merk B Ha : µ 1 = µ 2 (berbeda) Contoh hipotesis assosiatif : Hipotesis nol : Tidak terdapat hubungan antara X dan Y Hipotesis alternatif : Terdapat hubungan antara X dan Y Ho : ρ = o (berarti tidak ada hubungan) Ha : ρ o (berarti ada hubungan) Uji dua pihak dapat digambarkan seperti gambar 8.3 berikut. Gambar 8.3 Uji Dua Pihak M. R. D. Page 14

2). Uji Pihak Kiri Uji pihak kiri digunakan apabila : hipotesis nol (Ho) berbunyi: lebih besar atau sama dengan ( ) dan hipotesis alternatifnya berbunyi lebih kecil (<), kata lebih kecil atau sama dengan sinonim kata paling sedikit atau paling kecil. Contoh hipotesis deskriptif satu variabel : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk A paling rendah/sedikit 400 jam atau lebih besar dan sama dengan Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk A lebih kecil 400 jam Hipotesis alternatif: Ho : µ 1 400 jam Ha : µ 2 < 400 jam Contoh hipotesis komparatif (dua sampel) : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk A paling sedikit sama dengan lampu merk B Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk A lebih kecil dari merk B Ho : µ 1 µ 2 µ 1 : lampu merk A dan Ha : µ 2 < µ 2 µ 2 : lampu merk B Contoh hipotesis assosiatif : Hipotesis nol : Hubungan antara X dan Y paling sedikit (kecil) 0,65 Hipotesis alternatif : Hubungan antara X dan Y lebih kecil dari 0,65 Ho : ρ 0,65 Ha : ρ < 0,65 Uji dua pihak dapat digambarkan seperti gambar 8.4 berikut. Gambar 8.4 Uji Dua Pihak 3). Uji Pihak Kanan M. R. D. Page 15

Uji pihak kanan digunakan apabila : hipotesis nol (Ho) berbunyi: lebih kecil atau sama dengan ( ) dan hipotesis alternatifnya berbunyi lebih besar (>), kata lebih besar atau sama dengan sinonim kata paling sedikit atau paling besar. Contoh hipotesis deskriptif satu variabel : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk A paling lama 400 jam Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk A lebih kecil 400 jam Hipotesis alternatif: Ho : µ 1 400 jam Ha : µ 2 < 400 jam Contoh hipotesis komparatif (dua sampel) : Hipotesis nol : Daya tahan lampu merk A paling sedikit sama dengan lampu merk B Hipotesis alternatif : Daya tahan lampu merk A lebih besar dari 400 jam Ho : µ 1 µ 2 µ 1 : lampu merk A dan Ha : µ 2 > µ 2 µ 2 : lampu merk B Contoh hipotesis assosiatif : Hipotesis nol : Hubungan antara X dan Y paling besar 0,65 Hipotesis alternatif : Hubungan antara X dan Y lebih besar dari 0,65 Ho : ρ 0,65 Ha : ρ > 0,65 Uji dua pihak dapat digambarkan seperti gambar 8.5 berikut. Gambar 8.5 Uji Dua Pihak Dari gambar 8.3, 8.4, 8.5 tersebut terlihat bahwa dalam uji dua pihak taraf kesalahan α dibagi menjadi dua yaitu yang diletakkan di pihak kiri dan kanan. Harganya setengah (1/2 α) sedangkan pada uji satu pihak (kanan maupun kiri) harga terletak pada satu pihak saja, yaitu terletak di pihak kanan saja atau kiri saja, taraf kesalahannya adalah α. M. R. D. Page 16