METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Perolehan Data

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV IDENTIFIKASI MASALAH DAN ANALISA DATA

KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PERAIRAN PERAK SURABAYA. Akhmad Farid Dosen Jurusan Ilmu Kelautan Fak. Pertanian Unijoyo

ANALISA REFRAKSI GELOMBANG PADA PANTAI

III METODOLOGI Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini serta kegunaannya ditabulasikan dalam Tabel 2.

BAB IV IDENTIFIKASI MASALAH DAN ANALISA DATA

Bab 3 PERUMUSAN MODEL KINEMATIK DDMR

HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI Hasil Uji Model Hidraulik UWS di Pelabuhan PT. Pertamina RU VI

II. TINJAUAN PUSTAKA WRPLOT View (Wind Rose Plots for Meteorological Data) WRPLOT View adalah program yang memiliki kemampuan untuk

BAB IV ANALISA DATA. Gambar 4.1. Penampang saluran ganda. n 1 H 2. n 3 H 1,5. H 1 n 2. mh 2 B 1 mh 1

III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 : Definisi visual dari penampang pantai (Sumber : SPM volume 1, 1984) I-1

METODE PENELITIAN. Alat dan Bahan Alat dan Bahan yang digunakan dalam penelitian disajikan pada Tabel 5. Tabel 5 Alat dan bahan yang digunakan

BAB II TEORI DASAR. II.1.2. Mekanisme Proses Terjadinya Sedimentasi

POLA TRANFORMASI GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RCPWave PADA PANTAI BAU-BAU, PROVINSI SULAWESI TENGGARA

BAB II TEORI GELOMBANG DAN ARUS DEKAT PANTAI

E-LEARNING MATEMATIKA

Gambar 4.1 Air Laut Menggenangi Rumah Penduduk

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

ANALISIS TRANSFORMASI DAN SPEKTRUM GELOMBANG DI PERAIRAN BALONGAN, INDRAMAYU, JAWA BARAT

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi Variabilitas Tinggi dan Periode Gelombang Laut Signifikan di Selat Karimata Mulyadi 1), Muh. Ishak Jumarang 1)*, Apriansyah 2)

TINJAUAN PUSTAKA Gelombang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Gambar 15 Mawar angin (a) dan histogram distribusi frekuensi (b) kecepatan angin dari angin bulanan rata-rata tahun

BAB IV ANALISIS. 4.1 Data Teknis Data teknis yang diperlukan berupa data angin, data pasang surut, data gelombang dan data tanah.

REFRAKSI GELOMBANG DI PERAIRAN PANTAI MARUNDA, JAKARTA (Puteri Kesuma Dewi. Agus Anugroho D.S. Warsito Atmodjo)

HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI NIAMPAK UTARA

Bab 3 Sumber Trigonometri Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut Rumus Trigonometri untuk Sudut Ganda Perkalian, Penjumlahan, serta

BAB III LANDASAN TEORI

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-04/MEN/1993 TAHUN 1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA

7.1. Residu dan kutub Pada bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa suatu titik z 0 disebut titik singular dari f (z)

ANALISA STABILITAS LERENG TANAH BERBUTIR HALUS UNTUK KASUS TEGANGAN TOTAL DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXEL ABSTRACT

Feirani Vironita 1 Rispiningtati 2 Suwanto Marsudi 3

TRIGONOMETRI. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Aturan sinus Aturan kosinus Luas segitiga A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

STUDI KARAKTERISTIK GELOMBANG PADA DAERAH PANTAI DESA KALINAUNG KAB. MINAHASA UTARA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. - Sebelah Utara : Berbatasan dengan laut Jawa. - Sebelah Timur : Berbatasan dengan DKI Jakarta. Kabupaten Lebak.

BAB II. PROTEKSI TRAFO 60 MVA 150/20 kv. DAN PENYULANG 20 kv

7.1. Residu dan kutub Pada bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa suatu titik z 0 disebut titik singular dari f (z)

LINTASAN GELOMBANG LAUT MENUJU PELABUHAN PULAU BAAI BENGKULU. Birhami Akhir 1, Mas Mera 2 ABSTRAK

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

Geografi. Kelas X ATMOSFER II KTSP & K-13. E. Suhu Udara. 1. Kondisi Suhu Udara di Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal Pertanian dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

JOURNAL OF OCEANOGRAPHY. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Online di :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ada dua istilah tentang kepantaian dalam bahasa Indonesia yang sering rancu

Aplikasi Model Shoaling dan Breaking pada Perencanaan Perlindungan Pantai dengan Metoda Headland Control

EVALUASI NILAI TAHANAN PENTANAHAN TOWER SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150kV TRANSMISI MANINJAU SIMPANG EMPAT

BAB II STUDI PUSTAKA

STUDI REFRAKSI DAN DIFRAKSI GELOMBANG PADA RENCANA BANGUNAN PELABUHAN DI TANJUNG BONANG, KABUPATENREMBANG Radhina Amalia, Warsito Atmodjo, Purwanto*)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pemodelan Hidrodinamika Arus dan Pasut Di Muara Gembong

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

(R.2) PERBANDINGAN METODE BOOTSTRAP DAN JACKKNIFE DALAM PENDUGAAN PARAMETER REGRESI DENGAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION

BAB IV PEMODELAN DAN ANALISIS

ANALISIS TRANSPOR SEDIMEN MENYUSUR PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAFIS PADA PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG ADIKARTA

Jurnal Gradien Vol.4 No. 2 Juli 2008 :

b. Titik potong grafik dengan sumbu y, dengan mengambil x = 0

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PROSES PRODUKSI PENGRAJIN KUSEN DAN PINTU BERBASIS MESIN BAND SAW

BAB III DATA DAN ANALISA

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Angin adalah massa udara yang bergerak. Angin dapat bergerak secara horizontal

Pertemuan XI, XII, XIII VI. Konstruksi Rangka Batang

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seluruh perusahaan yang

ANALISIS STATISTIK GELOMBANG YANG DIBANGKITKAN OLEH ANGIN UNTUK PELABUHAN BELAWAN DIO MEGA PUTRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA

Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang di Teluk Sumbreng, Kabupaten Trenggalek

BAB V ANALISIS DATA. Tabel 5.1. Data jumlah kapal dan produksi ikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rancu pemakaiannya, yaitu pesisir (coast) dan pantai (shore). Penjelasan mengenai

UM UNPAD 2007 Matematika Dasar

LONGSHORE CURRENT YANG DITIMBULKAN OLEH TRANSFORMASI GELOMBANG DI ERETAN KULON, INDRAMAYU YENI TRIANA

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kependudukan di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu

ANALISIS REFRAKSI GELOMBANG LAUT BERDASARKAN MODEL CMS- Wave DI PANTAI KELING KABUPATEN JEPARA

Message Authentication Code (MAC) Pembangkit Bilangan Acak Semu

BAB III METODOLOGI. 3.1 Diagram Alir Penyusunan Laporan Tugas Akhir

KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT BERDASARKA N MUSIM ANGIN DI PERAIRAN PULAU BINTAN ABSTRACT

PERANCANGAN BALOK BETON PROFIL RINGAN UNTUK PEMASANGAN LANTAI BANGUNAN BERTINGKAT YANG EFEKTIF

3. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Oktober 2011 meliputi

BAB VII PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN PELINDUNG PANTAI

BAB 2. RANDOMISASI DALAM PENELITIAN

STUDI KEANDALAN (RELIABILITY) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) LABUHAN ANGIN SIBOLGA

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

BAB 5 DESAIN DAN ANALISIS SAMBUNGAN

BAB V ANALISIS PERAMALAN GARIS PANTAI

7. FLUIDA FLUIDA STATIK FENOMENA FLUIDA DINAMIK

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

LONGSHORE CURRENT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN PANTAI SENDANG SIKUCING, KENDAL

Bab III METODOLOGI PENELITIAN. Diagram alur perhitungan struktur dermaga dan fasilitas

BAB III METODOLOGI. Tabel 3.1 Data dan Sumber No Data Sumber Keterangan. (Lingkungan Dilakukan digitasi sehingga 1 Batimetri

BAB V ANALISIS PERAMALAN GARIS PANTAI

Perencanaan hidraulik bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji

JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1 9 Online di :

BAB III METODOLOGI 3.1 Diagram Alir Penyusunan Laporan Tugas Akhir

PERENCANAAN SEAWALL ( TEMBOK LAUT ) DAN BREAK WATER ( PEMECAH GELOMBANG ) UNTUK PENGAMAN PANTAI TUBAN. Suyatno

6. 2 Menerapkan konsep fungsi linier Menggambarkan fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat

ANALISIS KAPASITAS TRAFIK REVERSE LINK MENGGUNAKAN KONTROL DAYA PADA SISTEM CDMA

MODUL FISIKA BUMI METODE GAYA BERAT

Transkripsi:

METODE PENELITIAN Waktu dan Lkasi Penelitian Kegiatan penelitian dilakukan dengan menganalisis data hasil sunding ADCP (Acustic Dppler Current Prfiler), Current Meter, knversi angin dan Tide and Wave Gauge. Kegiatan penelitan ini merupakan salah satu prgram penelitian dari Pusat Penelitian Oseangrafi (P O) LIPI untuk mengatasi dampak arasi yang sedemikian esar di daerah Eretan Kuln, Indramayu. Pengamilan data lapangan dilakukan pada 3 peride yaitu pada Bulan Feruari 006, Mei 006, dan Agustus 006, peride ini diharapkan dapat menjadi gamaran untuk setiap peruahan musim. Peruahan yang diseakan pergantian musim diharapkan dapat menjelaskan mengenai transfrmasi gelmang dan pla arus menyusur pantai selama satu tahun. Penelitian dilakukan di pesisir Eretan yang secara gegrafis erada pada psisi 6 18 40-6 0 00 lintang selatan dan 108 04 00-108 05 45 ujur timur, erada di Kaupaten Indramayu yang merupakan salah satu kaupaten di daerah pantai utara Jawa Barat, Gamar 13. Perlehan Data Data yang diperleh melalui penelitian yang dilakukan ersama-sama dengan Kelmpk Peneliti Fisika - Pusat Penelitian Oseangrafi (P O) LIPI, Jakarta. Alat pengukur arus dan gelmang ditempatkan pada dua uah mring / tripd (Gamar 14), yang ditenggelamkan selama satu minggu dalam setiap peride pengamilan data (Gamar 15), alat digantungkan pada kaki-kaki mring. Mring I di tempatkan pada jarak 500 m dari pantai, sedangkan mring II ditempatkan pada jarak 1000 m dari pantai. Kedua mring mementuk garis tegak lurus terhadap pantai. Alat-alat ini (Lampiran 1) merekam data selama satu minggu dengan interval 10 menit, sehingga akan mendapatkan data secara peridik selama satu minggu.

Gamar 13. Peta Lkasi Penelitian

5 3 m Current Meter Tide and Wave Gauge 3,5 m 8 m Gamar 14. Skema Bentuk Mring Peralatan yang di pergunakan dalam penelitian secara detail ditaulasikan pada Tael : Tael. Alat-alat yang Digunakan dalam Penelitian Alat dan Bahan Tipe Perlehan Data Alat : Acustic Dppler Current Prfiler (ADCP) Current Meter RCM 108 GPS ADCP Furun Mdel Cl-35h Garmin SRV II Garmin Map 76 c Tide and Wave Gauge Mdel 0-03 Bahan : Peta Rupa Bumi Indnesia (RBI) Hardware dan Sftware Kmputer (MS. Excel, Surfer, RCPWave, WRPLOT view, Map Inf dan Arc View ) Bathimetri Arus Kecepatan Arah Arus Psisi Arus Pasang Surut Gelmang Peta dasar Analisis Data

Gamar 15. Diagram Alur Pengukuran Parameter Oseangrafi di Eretan Kuln, Indramayu

7 Pengukuran Kedalaman Perairan dan Batimetri Kedalaman perairan dan atimetri didapat dengan menggunakan ADCP (Acustic Dppler Current Prppeler) yang menyapu lkasi penelitian. Daerah terseut dipltkan dalam peta digital guna mendapatkan gamaran kedalaman laut. Penyapuan dilakukan sepanjang garis pantai eretan kuln (sekitar km) dan ke arah laut lepas sekitar 1,5 km dari pantai. Data Arah dan Kecepatan Angin Data arah dan kecepatan angin diperleh dari Stasiun Meterlgi Jatiwangi (SM Jatiwangi). Data angin diperlukan untuk memprediksi gelmang laut dalam erdasarkan data angin maksimum ulanan selama 10 tahun. Data terseut cukup representatif untuk memprediksi gelmang dan pengaruhnya terhadap pemangkitan arus dan transpr sedimen menyusur pantai Pengukuran Gelmang Pengukuran gelmang dengan menggunakan instrumen Tide and Wave yang dipasang pada Mring selama 7 hari. Hasil pengukuran dikreksi dengan menggunakan gelmang hasil dari penurunan angin. Pengukuran Arus Kecepatan arus dengan menggunakan instrumen Current Meter yang dipasang pada Mring selama 7 hari. Hasil pengukuran dikreksi dengan menggunakan nilai kecepatan arus hasil dari perhitungan Gelmang. Analisis data Analisis data dilakukan mencakup transfrmasi gelmang di perairan dangkal, dan distriusi tegak lurus pantai untuk arus menyusur pantai (lngshre current).

8 Kedalaman Kedalaman yang diperleh di lapangan dipltkan ke dalam peta digital erdasarkan psisi GPS untuk memuat peta kntur kedalaman. Kedalaman yang dipltkan terleih dahulu dikreksi terhadap MSL (mean sea level) seagai titik referensi dengan menggunakan persamaan erikut: Δd = d t ( h t MSL) (1) dimana: Δd = Kedalaman suatu titik pada dasar perairan; MSL = Permukaaan air laut rata-rata; d t = Kedalaman suatu titik pada dasar laut pada pukul t; h t = Ketinggian permukaan air pasut pada pukul t. Peta kedalaman yang diperleh, dianalisis untuk mengetahui kemiringan pantai pada tiap prfil yang ditentukan dan memandingkannya dengan peta kntur kedalaman dari Dishidrs (1991). Data kemiringan pantai dari Dishidrs digunakan seagai data awal untuk menganalisis perilaku gelmang dan pengaruhnya terhadap pemangkitan arus menyusur pantai. Parameter Gelmang Peramalan Gelmang Seelum perhitungan prediksi (peramalan) gelmang, terleih dahulu dilakukan analisis perhitungan panjang fetch efektif (F eff ) dan data angin yang diperleh dari SM Jatiwangi, Indramayu Perhitungan panjang fetch efektif menggunakan Peta RBI dan Peta Alur Pelayaran dengan persamaan: Xi csα F eff = () csα dimana: Xi = Panjang fetch yang diukur dari titik servasi gelmang sampai memtng garis pantai. α = Deviasi pada kedua sisi (kanan dan kiri) arah angin dengan menggunakan pertamahan 5 sampai sudut 45. Metde ini didasarkan pada asumsi seagai erikut : a. Angin erhemus melalui permukaan air melalui lintasan yang erupa garis lurus.

9. Angin erhemus dengan mentransfer energinya dalam arah gerakan angin menyear dalam radius 45 pada sisi kanan dan kiri dari arah anginnya. c. Angin mentransfer satu unit energi pada air dalam arah dan pergerakan angin dan ditamah satu satuan energi yang ditentukan leh harga ksinus sudut antara jari-jari terhadap arah angin. d. Gelmang diasrpsi secara sempurna di pantai. Berdasarkan data angin maksimum yang diperleh dari SM Jatiwangi yang diukur di darat, maka perlu dikreksi menjadi data angin di laut untuk dapat digunakan dalam peramalan gelmang. Urutan analisis kreksi data kecepatan angin erdasarkan petunjuk dari CHL (00) seagaimana disajikan pada Gamar 16-19. Dalam memudahkan pemacaan data arah dan kecepatan angin, maka divisualisasikan dalam entuk tael dan diagram mawar angin (wind rse) setiap ulan selama peride peramalan dengan menggunakan sftware WRPLOT view versi 5.3.0. Gamar 16. Diagram alir kreksi kecepatan angin (siml lihat dalam teks). Keterangan: U L = kecepatan angin di darat; U W = kecepatan angin di laut; R T = kndisi atmsfer; U A = faktr tegangan angin

30 Gamar 17. Rasi Kreksi Angin pada Ketinggian 10 m. Gamar 18. Rasi durasi kecepatan angin (U t ) pada kecepatan 1 jam (U 3600 ). Gamar 19. Perandingan/rasi (R L ) kecepatan angin di atas laut (U W ) dengan angin di darat (U L ) (CHL, 00). Keterangan : Pemakaian R L, nrmalnya jika jarak alat pencatat angin 16 km dari laut

31 Peramalan gelmang dimaksudkan untuk mengalihragamkan (transfrmasi) data angin menjadi data gelmang. Di dalam perencanaan angunan pantai diperlukan data gelmang yang mencakup seluruh musim, terutama pada musim dimana gelmang-gelmang esar terjadi. Salah satu metde peramalan gelmang adalah metde yang dikenalkan leh Sverdrup dan Munk (1947) dan dilanjutkan leh Bretschneider (1958), metde terseut di kenal dengan metde SMB (Sverdrup Munk Bretschneider) (CERC 1984), yang diangun erdasarkan pertumuhan energi gelmang. Kecepatan angin yang digunakan adalah kecepatan angin maksimum yang dapat memangkitkan gelmang, yakni kecepatan 10 knt dari arah utara, arat laut, arat, timur dan timur laut, sedangkan arah lain tidak dihitung karena erasal dari darat. Parameter gelmang perairan dalam dari metde SMB adalah: Tinggi gelmang signifikan: 3 0,5U A Hs = 1, 6x10 F* (1) g U A dan H s = 0.43 ; untuk F * > x 10 4 (fully develped waves) () g Peride puncak signifikan gelmang: 1/3 U A Ts = 0, 857 F (3) g U dan T 8.13 A s = ; untuk F * > x 10 4 m (fully develped waves) (4) g Durasi pertumuhan gelmang: / 3 U A t = 68,8 F (5) g 4 U A dan t = 7,15x10 ; untuk F * > x 10 4 m (fully develped waves) (6) g g Feff Dalam hal ini, F = U = fetch tak erdimensi; U A = faktr tegangan angin; A t = durasi pertumuhan gelmang (detik); F eff = panjang fetch efektif (m); g = percepatan gravitasi (m/det ). Analisis parameter gelmang diselesaikan dengan menggunakan teri gelmang amplitud kecil (small- amplitude wave thery). Berdasarkan teri ini,

3 untuk penyederhanaan rumus-rumus gelmang maka dilakukan klasifikasi gelmang erdasarkan kedalaman, seagaimana dalam Tael 3 (CHL, 00) Tael 3. Persamaan Parameter Gelmang Amplitud Kecil (CHL, 00) Kedalaman Relatif Kecepatan gelmang Perairan Perairan Transisi Perairan Dalam Dangkal 1 d 1 d 1 d 1 L < < < < 5 0 L L L L gt πd L gt C = = gd C = = tanh C = C = = T T π L T π Panjang gelmang L = T gd = CT L = gt πd tanh π L gt L = L = π = C T Kecepatan grup C g = C = gd C g 1 4πd L = nc = 1 + sinh4 π ( d L) C 1 gt C g = C = 4π Energi gelmang Dimana : d = Kedalaman Perairan L = Panjang Gelmang (m) T = Peride Gelmang (detik) C = Kecepatan Gelmang (m/detik) g = Gravitasi (m/detik ) E = gh L 8 Analisis Parameter Gelmang Pecah Perhitungan parameter gelmang pecah perlu diketahui keadaan kemiringan pantai pada segmen yang ditinjau sehingga indeks gelmang (γ ) pecah yang akan digunakan dalam perhitungan dapat ditentukan. Arah gelmang datang tidak selalu tegak lurus dengan garis pantai, sehingga perlu memperhitungkan pengaruh transfrmasi gelmang utama yakni pengaruh refraksi dan shaling (peruahan kedalaman). Penentuan esar sudut datang gelmang di perairan dalam disesuaikan dengan sudut datang angin. Analisis transfrmasi gelmang, dapat dilakukan dengan menentukan gelmang dalam ekivalen ( H ) dengan menggunakan persamaan (CHL, 00): H = H ' K s K r ' dimana K s dan K r adalah kefisien shaling dan refraksi yang dihitung dengan persamaan: C g K s = () C g (1)

33 csθ K r = (3) csθ Indeks gelmang pecah dihitung dengan persamaan (Weggel 197 dalam CHL, 00): H γ = a (4) gt dimana a dan merupakan fungsi kemiringan pantai tan β dan dierikan leh persamaan: 19 tan β a = 43,75(1 e ) (5) 19 tan β a = 43,75(1 e ) (6) Kmar dan Gaughan (1973) dalam CHL (00) memperleh huungan semi empiris indeks gelmang pecah (Ω ) untuk teri gelmang linear dengan persamaan: ' H Ω = 0.56 L 1/5 Sehingga parameter gelmang pecahnya dapat dihitung: Gelmang pecah: H = / H Ω Kedalaman gelmang pada saat pecah: d H = (9) γ Lear daerah hempasan gelmang pecah: H X = (10) γ tan β Kecepatan grup gelmang pecah: C = C = gd (11) g Tipe gelmang pecah: 0.5 H ξ = tan β (1) L (7) (8)

34 dimana ξ = surf similarity; tan β = kemiringan pantai; H dan L = tinggi dan panjang gelmang di perairan dalam. Selanjutnya tipe pecah dapat diduga erdasarkan surf similarity dengan kriteria seagai erikut: Surging/Cllapsing ξ > 3,3 Plunging 0.5 < ξ < 3,3 Spilling ξ < 0,5 Suskri () menunjukkan sudut dan kecepatan gelmang seelum pecah. Perhitungan sudut datang gelmang pecah diperleh dari hasil analisis dengan menggunakan prgram RCPWave yang diinterpertasikan melalui hasil peta transfrmasi gelmang pada setiap arah dan prfil pantai yang ditinjau. Analisis Transfrmasi Gelmang Menggunakan Mdel RCPWave Selain hasil analisis dengan menggunakan persamaan empiris di atas, penelitian ini juga menggunakan mdel RCPWave seagai slusi numerik dalam penyelesaian prses transfrmasi gelmang yakni untuk prses refraksi dan difraksi (Bruce et al. 1986). Mdel ini erisi suatu algritma yang dapat memperkirakan kndisi gelmang dalam surf zne, sehingga mdel gelmang pecah dapat diuat pada dua dimensi hrizntal. Berdasarkan entuk pantai Eretan Kuln yakni pantai yang menghadap arah utara, sehingga input data kedalaman pada prgram disesuaikan dengan hal terseut. Arah gelmang dari utara, arat laut dan timur laut dalam prgram esar sudutnya masing-masing 0, 45 dan -45. Prgram ini dengan input data gelmang maksimum, rata-rata dan minimum, sedangkan untuk yang hanya satu karakteristik gelmang digunakan yang memiliki peride diatas 3 detik, dikarenakan pada prgram ini hanya dapat mensimulasikan peride minimal 3 detik. Jumlah grid yang digunakan seanyak [50,50], karena semakin anyak grid yang diuat maka akan semakin esar tingkat ketelitiannya. Output dari mdel ini terdiri dari dua agian (Lampiran ), agian pertama yaitu FNPRNT yang erupa data hasil gelmang secara keseluruhan, terdiri dari data kedalaman, sudut gelmang, tinggi gelmang, ilangan gelmang, dan indeks pecah

35 gelmang pada setiap grid, dan agian kedua adalah savespec yang erupa data muka gelmang dalam satu aris tertentu. Aplikasi prgram ini dengan memasukkan mdel input data erupa tinggi, peride, dan arah gelmang laut dalam (H, T, dan θ ). Mdel input juga memasukkan spesifikasi kntur kedalaman dasar pada grid (matriks). Variael sudut gelmang lkal, sudut gelmang air dalam dan sudut kntur kedalaman dalam mdel ini didefinisikan pada Gamar 0. Gamar 0. Definisi Sudut Dalam Mdel. Keterangan : θ = Sudut gelmang laut dalam; θ = sudut gelmang lkal; θ c = sudut kntur daerah ff-shre; d i = kntur kedalaman ke-i, i = 1,,3,... dst Hasil tinggi gelmang pecah (H ) yang diperleh setiap grid dari mdel akan dilihat dan ditest erdasarkan hasil perhitungan kedalaman gelmang pecah (d ) dari persamaan empirik Weggel (1976) dalam Bruce et al. (1986) dengan syarat d d, yakni: H d = a 1+ gt dimana a dan dihitung erdasarkan persamaan (5) dan (6). (13)

36 Hasil analisis dari RCPWave ini akan divisualisasikan melalui prgram Surver dan ArcView untuk memudahkan dalam analisis deskriptif. Lngshre Current Kecepatan arus menyusur pantai atau Lngshre Current (v) akiat pengaruh gelmang pecah dihitung dengan 3 persamaan empirik erikut, yakni: 1. Lngshre current iasanya terjadi didaerah mid-surf dan ila erdasarkan Lnguet-Higgins (1970), maka didapat perandingan antara lngshre current dan lear surf-zne yang sangat kasar. Dengan menggaungkan data lapangan di Califrnia leh Putnam, Munk dan Traylr (1949); Saville (1950); dan Brener dan Kamphuis (1963) serta memperhitungkan teri gelmang linear (Kmar, 1979) maka didapat : v = 1,17 gh sinα csα (Kmar dan Inman 1970 dalam Kmar 1998). Dilatar elakangi prediksi dari Lnguet-Higgins (1970) yang diadaptasi dari Bruun (1963) dan Galvin (1963) dengan menggunakan dua set data dari data lapangan di Califrnia leh Putnam, Munk dan Traylr (1949) dan data laratrium leh Galvin dan Eaglesn (1965) maka didapat mdifikasi persamaan empirik v = 0,7 gh tan β sin θ (CERC 1984). 3. Berdasarkan pementukkan lngshre current yang diangkitkan leh gelmang (Lnguet-Higgins (1970)) ditamah dengan asumsi ahwa athimetri dan tinggi gelmang hmgen, memperhitungkan adanya gelmang linear, sudut gelmang pecah yang kecil, kemiringan pantai yang tidak sama, tidak adanya lateral mixing, dan gelmang pecah erada di surfzne. Faktr-faktr diatas menghasilkan persamaan empirik aru yaitu : 5π tan β v = γ gd sinα csα (CHL, 00) 16 C f tan β* = kemiringan pantai untuk wave setup tan β = 3γ 1 + 8

37 C f adalah kefisien gesekan dasar = 1, 74 + Lg 10 H 0,001 dimana: H = tinggi gelmang pecah; d = kedalaman gelmang pada saat pecah α = sudut gelmang pada saat pecah; tan β = m = kemiringan pantai; γ = indeks gelmang pecah; g = percepatan gravitasi (m/det ).