6 EVALUASI SKILL MODEL

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan publikasi prakiraan musim hujan ini.

EVALUASI KEHANDALAN SIMULASI INFORMASI PRAKIRAAN IKLIM MUSIMAN MENGGUNAKAN METODE ROC (Kasus ZOM 126 Denpasar)

Departemen Geofisika dan Metereologi FMIPA Institut Teknologi Bandung

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL BINTANG

BAB IV PENGOLAHAN DATA

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2011 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PROVINSI DKI JAKARTA

KATA PENGANTAR PANGKALPINANG, APRIL 2016 KEPALA STASIUN METEOROLOGI KLAS I PANGKALPINANG MOHAMMAD NURHUDA, S.T. NIP

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sungai Banjaran merupakan anak sungai Logawa yang mengalir dari arah

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL BINTANG

BAB II LANDASAN TEORITIS

PRESENSI DOSEN DIPEKERJAKAN KOPERTIS WILAYAH V

KATA PENGANTAR. merupakan hasil pemutakhiran rata-rata sebelumnya (periode ).

Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan INDONESIA. Volume 7, Agustus 2017

dari tahun pada stasiun pengamat yang berada di daerah Darmaga, Bogor.

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2014

5 MODEL ADITIF VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI 2013

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JUNI 2012

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR AGUSTUS 2012

PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI NOVEMBER 2011

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

KAT (mm) KL (mm) ETA (mm) Jan APWL. Jan Jan

ANALISA KETERSEDIAAN AIR

EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA

Bulan Basah (BB) : Bulan dengan curah hujan lebih dari 100 mm (jumlah curah hujan bulanan melebihi angka evaporasi).

LITBANG KEMENTAN Jakarta, 8 Maret 2011

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. PDAM kota Subang terletak di jalan Dharmodiharjo No. 2. Kecamatan

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN PARIWISATA JAWA TIMUR JULI 2012

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Update BoM/POAMA NCEP/NOAA. Jamstec J ul (Prediksi BMKG (Indonesia. La Nina. moderate.

BMKG PRESS RELEASE BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PREDIKSI CUACA EKSTRIM DENGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB

Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah

HASIL DAN PEMBAHASAN

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Daerah Irigasi Banjaran merupakan Daerah Irigasi terluas ketiga di

DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG ANALISIS MUSIM KEMARAU 2013 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2013/2014

PERTUMBUHAN SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS

Update BoM/POAMA NCEP/NOAA. Jamstec J ul (Prediksi BMKG (Indonesia. La Nina. La Nina.

ANGKA RAMALAN 2 TAHUN 2015 PADI DAN PALAWIJA SULAWESI UTARA

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2014

BAB IV PEMBAHASAN. Saldo Ratarata. Distribusi Bagi Hasil. Januari 1 Bulan 136,901,068,605 1,659,600, % 1,078,740, %

Prakiraan Musim Kemarau 2018 Zona Musim di NTT KATA PENGANTAR

PENDUGAAN DATA TIDAK LENGKAP CURAH HUJAN DI KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN KRIGING & RATA-RATA BERGERAK (MOVING AVERAGE)

PERAMALAN CURAH HUJAN KOTA PONTIANAK DENGAN DEKOMPOSISI SENSUS II

PARIWISATA DKI JAKARTA

CH BULANAN. Gambar 3. Curah hujan bulanan selama percobaan lapang

Perhitungan debit andalan sungai dengan kurva durasi debit

PERAMALAN PENJUALAN GAS LPG PADA TOKO UPAYA TETAP BERKARYA

Lampiran 1.1 Data Curah Hujan 10 Tahun Terakhir Stasiun Patumbak

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI (ARAM II 2015)

PRAKTIKUM VIII PERENCANAAN IRIGASI

PRESS RELEASE PERKEMBANGAN MUSIM KEMARAU 2011

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Jl. Madukoro Blok.AA-BB Telp. (024) , , , S E M A R A N

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2015

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI 2015

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

TAHUN TOTAL RATAAN

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG

BAB VI. POLA KECENDERUNGAN DAN WATAK DEBIT SUNGAI

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2015 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2015/2016

L A M P I R A N D A T A H A S I L A N A L I S I S

KATA PENGANTAR. Semarang, 22 maret 2018 KEPALA STASIUN. Ir. TUBAN WIYOSO, MSi NIP STASIUN KLIMATOLOGI SEMARANG


DATA DISTRIBUSI SIMPANAN PADA BPR DAN BPRS

Aplikasi Model Regresi Dalam Pengalihragaman Hujan Limpasan Terkait Dengan Pembangkitan Data Debit (Studi Kasus: DAS Tukad Jogading)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL DI JAWA BARAT

Buletin Analisis Hujan dan Indeks Kekeringan Bulan Juli 2012 dan Prakiraan Hujan Bulan September, Oktober dan November 2012 KATA PENGANTAR

PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI APRIL 2012

IV. PEMBAHASAN. 4.1 Neraca Air Lahan

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI (Angka Ramalan II Tahun 2013)

PERTUMBUHAN SIMPANAN *) BANK UMUM POSISI FEBRUARI 2012

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan Jasa Akomodasi Provinsi Kalimantan Tengah

PERKEMBANGAN TPK HOTEL BINTANG SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2016

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI PROVINSI RIAU

Persamaan Regresi Prediksi Curah Hujan Bulanan Menggunakan Data Suhu dan Kelembapan Udara di Ternate

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Tabel 4.31 Kebutuhan Air Tanaman Padi

2. Awal Musim kemarau Bilamana jumlah curah hujan selama satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter serta diikuti oleh dasarian berikutnya.

REGRESI KUADRAT TERKECIL PARSIAL UNTUK STATISTICAL DOWNSCALING

Gbr1. Lokasi kejadian Banjir dan sebaran Pos Hujan di Kabupaten Sidrap

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI PROVINSI RIAU

PERKEMBANGAN JASA TRANSPORTASI

ANALISA KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO HULU DENGAN MENGGUNAKAN DEBIT HASIL PERHITUNGAN METODE NRECA

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI PROVINSI RIAU

BAB I PENDAHULUAN. dapat dianggap sebagai perusahaan yang berkembang maju. Suatu perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga mampu

KATA PENGANTAR TANGERANG SELATAN, MARET 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG. Ir. BUDI ROESPANDI NIP

III. MATEMATIKA DAN STATISTIKA APLIKASI (S.1) EFEK PERUBAHAN POLA CUACA PADA DEBIT AIR MASUK DI WADUK SAGULING

PREDIKSI LA NINA OLEH 3 INSTITUSI INTERNASIONAL DAN BMKG (UPDATE 03 JANUARI 2011)

SURVEY PENJUALAN ECERAN

Tingkat Kenyamanan Iklim Daerah Tujuan Wisata Di Pulau Jawa Bagian Tengah Dengan Menggunakan Tourism Climate Index

Transkripsi:

6 EVALUASI SKILL MODEL Pendahuluan Evaluasi model selain dilakukan dengan mengetahui nilai korelasi dan nilai RMSEP juga dilakukan dengan Relative Operating Characteristics (ROC). ROC merupakan metode yang sangat fleksibel untuk menilai tingkat skill sistem prediksi baik yang bersifat dikotomi (deterministik), kategorik, kontinu, atau peluang (Graham & Mason 1999). ROC menggambarkan berapa besar peluang suatu prediksi itu tidak benar. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang direkomendasikan oleh World Metereological Organization (WMO) (Boer 2006b). Skor ROC banyak dibahas oleh ilmuwan pada berbagai bidang khususnya untuk peluang prediksi. Proses verifikasi prediksi merupakan proses yang terus berkembang dan memerlukan metode serta teknik yang terus diperdalam (Casati B et al. 2008) dengan memperhatikan hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi kualitas prediksi. Pada bab ini dilakukan evaluasi skill model VARX dan aditif VARX untuk mengetahui skill dan keandalan prediksinya. Metode Data yang dipergunakan merupakan data curah hujan tahun 1980-2006. Langkah awal menentukan kategori curah hujan : atas normal, normal dan bawah normal. Atas normal (A), jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115%, normal (N), jika nilai perbandingan terhadap rataratanya antara 85% 115%, dan Bawah Normal (BN), jika nilai perbandingan terhadap rata-ratanya kurang dari 85% (BMKG 2003). Simulasi prediksi peluang terjadinya hujan musim hujan dilakukan dengan menggunakan sebaran normal dengan simulasi peluang Monte Carlo (menggunakan add ons excel Crystal Ball (trial)). Penyusunan tabel kontingensi antara hasil informasi prakiraan iklim musiman (simulasi) dan hasil observasi lapang (observasi) dilakukan dengan istilah-istilah (Wilk et al. 1995) : hit (h)

66 merupakan prakiraan mengatakan kejadian akan terjadi, dan ternyata benar terjadi; miss (m) merupakan prakiraan mengatakan kejadian tidak akan terjadi, dan ternyata terjadi; false alarm (f) merupakan prakiraan mengatakan kejadian akan terjadi, dan ternyata tidak terjadi ; correct negative (c) merupakan prakiraan mengatakan kejadian tidak akan terjadi, dan ternyata benar tidak terjadi. Susunan tabel kontingensi dinyatakan pada tabel berikut. Tabel 21 Tabel Kontingensi Simulasi Observasi Y TY Y h m TY f c Nilai-nilai pada tabel kontingensi tersebut yang dijadikan dasar untuk membuat tabel s (FAR) dan Hits Rates (HR). Perhitungan nilai FAR didasarkan pada persamaan (6) Nilai HR dimaksudkan untuk menunjukkan berapa bagian dari kejadian Y yang diramalkan dapat benar terjadi dengan tepat Y. Perhitungan nilai FAR didasarkan pada persamaan (7) (6) (7) Nilai FAR dimaksudkan untuk menunjukkan berapa bagian yang diprakirakan Y tetapi dalam kenyataannya terjadi TY. Selanjutnya, menentukan banyaknya kejadian HR dan FAR untuk setiap kelompok nilai peluang dari 100%, 90%,, 0% berdasarkan persamaan (6) dan (7). Kurva ROC disusun dengan cara melakukan plotting antara False Alarm Rates (FAR) sebagai absis dan ordinat dengan Hits Rates (HR). Luasan di bawah kurva ROC merupakan nilai keandalan prakiraan simulasi terjadinya hujan normal. Jika luasan kurva ROC bernilai lebih kecil atau sama dengan 50% artinya prakiraan iklim musiman yang disajikan atau dievaluasi tidak memiliki keandalan yang memadai. Kondisi prakiraan iklim musiman tersebut disebut sebagai no-skill. Semakin luas luasan di bawah kurva ROC, semakin

67 tinggi tingkat keandalan informasi prakiraan iklim musiman yang dievaluasi. Semua langkah dalam metode ini, diuraikan secara terperinci oleh Mason & Graham (1999). Dan program ROC (worksheet) yang digunakan pada penelitian ini merupakan program yang dibuat oleh Rizaldi Boer (Laboratorium Klimatologi GEOMET-FMIPA IPB) pada tahun 2006. Hasil dan Pembahasan ROC disusun dengan melakukan simulasi berdasarkan kejadian atas normal dan bawah normal. Analisis skill prediksi ditinjau pada kemampuan model prediksi ketika curah hujan maju dari normal dan mundur dari normal. Simulasi dilakukan terhadap model VARX dan model aditif-varx pada dua stasiun curah hujan di wilayah 2 yakni stasiun Salam Darma dan Gantar. Kurva ROC pada bulan Januari atas normal dan bawah normal untuk stasiun Salam Darma dengan model aditif-varx ditunjukkan pada Gambar 27. ABOVE NORMAL BELOW NORMAL Gambar 27 Kurva ROC atas normal dan bawah normal bulan Januari untuk stasiun Salam Darma Nilai skill yang luasannya tampak pada Gambar 27 menunjukkan nilai skill sekitar 2 (atas normal) dan sekitar 6 (bawah normal). Nilai-nilai skill untuk bulan lainnya dapat dilihat pada Lampiran 8. Kurva ROC pada bulan Januari atas normal dan bawah normal untuk stasiun Gantar dengan model aditif-varx ditunjukkan pada Gambar 28.

68 ABOVE NORMAL Gambar 28 Kurva ROC atas normal dan bawah normal bulan Januari untuk stasiun Gantar BELOW NORMAL Nilai skill yang luasannya tampak pada Gambar 28 menunjukkan nilai skill sekitar 9 (atas normal) dan sekitar 0.56 (bawah normal). Nilai-nilai skill untuk bulan lainnya dapat dilihat pada Lampiran 8. Hasil simulasi kejadian atas normal untuk seluruh bulan (Januari- Desember) ditunjukkan pada Tabel 22. Berdasarkan tabel tersebut, model VARX pada stasiun Salam Darma yang memiliki nilai skill > 0.5 terjadi pada bulan April dan Agustus. Sedangkan model aditif VARX yang memiliki nilai skill >0.5 terjadi pada bulan Januari, Agustus, November dan Desember. Pada bulan selainnya, model tidak memiliki skill. VARX pada stasiun Gantar yang memiliki nilai skill > 0.5 terjadi pada bulan Januari, Maret, April, Juli, Agustus dan September. Sedangkan, model aditif VARX yang memiliki nilai skill >0.5 terjadi pada bulan Pebruari, Maret, Juli, Agustus, dan Oktober. Pada bulan selainnya, model tidak memiliki skill. Tabel 22 Peramalan skill model VARX dan curah hujan (atas normal) Bulan Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Salam Darma 8 0.74 0.58 0 7 0 0 0 7 4 0.51 VARX 2 0.34 4 0.58 0 0 0 0.17 0 0.79 0.5 0.5 Gantar 0.55 6 0.7 3 0.51 0 4 5 0.78 0 0 0 VARX 9 0.3 0.7 0 0.5 0.5 5 0 0.72 0 0.51

69 Hasil simulasi kejadian bawah normal ditunjukkan pada Tabel 23. Berdasarkan tabel tersebut, model VARX pada stasiun Salam Darma yang memiliki nilai skill>0.5 terjadi pada bulan Maret, November, dan Desember. Sedangkan, model aditif VARX yang memiliki nilai skill>0.5 terjadi hanya pada bulan Pebruari, Maret, Juli, September, Oktober, November dan Desember. Pada bulan selainnya, model tidak memiliki skill. VARX pada stasiun Gantar yang memiliki nilai skill>0.5 terjadi hanya pada bulan Maret dan November. Sedangkan, model aditif VARX yang memiliki nilai skill>0.5 terjadi pada bulan Maret, April, dan Juni-Oktober. Pada bulan selainnya, model tidak memiliki skill. Tabel 23 Peramalan skill model VARX dan Aditif VARX curah hujan (bawah normal) Bulan Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Salam Darma 0.5 0.72 0.5 0 0 0 0 0 0 4 0.58 VARX 6 0.56 3 4 0 0 4 0 0.74 4 4 8 VAR Gantar 0.52 8 0.76 0.5 0.5 0.56 0.5 0.5 0.5 0.56 0.72 0.52 0.56 0.36 3 0.5 0.58 4 0.79 6 0 0 Selanjutnya, agar diperoleh model yang optimal, diperlukan perbaikkan model setiap kali terdapat data baru. Pada Gambar 29 ditunjukkan perbandingan data observasi curah hujan dan pendugaannya untuk stasiun Gantar pada 6 bulan ke depan dengan perbaikkan model setiap bulannya. Hasil pendugaan 1 bulan ke depan menunjukkan bias yang kecil.

70 Curah Hujan (mm) 300 250 200 150 100 50 0 1 2 3 4 5 6 Bulan Observasi Dugaan Gambar 29 Perbandingan data observasi dan pendugaan curah hujan di Stasiun Gantar Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki nilai skill hanya pada bulan-bulan tertentu. Kedua model, model VARX maupun model aditif- VARX pada stasiun Salam Darma dan Gantar memiliki nilai skill pada bulan Januari-April, November, Desember untuk atas normal. Hal ini berarti, model handal untuk musim hujan atas normal.