2.4 Data Produsen Sejarah Charis

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA. 1. Data elektronik (internet atau online) 2. Data non elektronik (buku, media cetak)

I. PENDAHULUAN. Produk pangan berkembang pesat dengan munculnya kreasi-kreasi baru.

TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGEMASAN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

Mengenal Jenis-Jenis Gula

f. Life-cycle : menikah (primer) &single (sekunder). g. Kewarganegaraan :Indonesia (primer) & pendatang (sekunder). 3. Psikografis a. Kelas sosial: me

BAB 2 DATA DAN ANALISA

2) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa

BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan :

MODUL 3 PENGOLAHAN IKAN TERI ASIN

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2. DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II DATA DAN ANALISA. diambil dari berbagai sumber, diantaranya : 1. Wawancara dengan pemilik Kopi cap Pohon dan karyawan.

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan sebagai usaha tanaman industri. Rimpangnya memiliki banyak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. malam). Contohnya kue kaktus.jadi, makanan ringan adalah aneka makanan atau

Pengolahan hasil pertanian dalam pelatihan ini dimaksudkan untuk mengubah bentuk bahan baku menjadi bahan

TEKNOLOGI PEMBUATAN KRISTAL JAHE Oleh: Masnun (BPP Jambi) BAB I PENDAHULUAN

BAB III IDENTIFIKASI DATA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Kemasan

PELUANG BISNIS MAKANAN TENTANG KRIPIK TEMPE

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

BAB I PENDAHULUAN. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk alami

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmiati Tsaniah, 2016

4.2. Strategi Kreatif Keywords 1. Fresh Cimory merupakan produk yang memiliki kualitas dengan kesegaran alami. Produk Cimory merupakan produk y

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

CARA PEMBUATAN ROTI MANIS

Kemudian dilakukan pembulatan untuk memudahkan dalam pengambilan sampel sehingga menjadi 300 responden.

I. PENDAHULUAN. pangan bagi masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil olahan dari sektor

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 RUMUSAN MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. ikan laut yang dicampur dengan bahan-bahan, seperti cabe kering yang dihaluskan

BAB I PENDAHULUAN. banyaknya aktivitas yang harus dilakukan, sementara waktu yang ada sangat terbatas. Gaya

Metode penelitian Rancangan penelitian (reseach Design) Rancangan Percobaan

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Perhitungan 1.1. Uji Beda Berdasarkan Jenis kelamin Pemahaman. Persepsi. Perilaku. Produk teh lain.

Bisnis Untung Besar Membuat Sirup Di Musim Lebaran

TUGAS BUSINESS PLAN KEWIRAUSAHAAN RAINBOW SIOMAY TUGAS PRIBADI. MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN Kls.12 SEMESTER GENAP 2015/2016

INDUSTRI KERIPIK SINGKONG

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

BAB 5 HAS IL D AN PEMBAHAS AN DES AIN

TUGAS KULIAH LINGKUNGAN BISNIS

Untung Besar Modal Kecil. dari Bisnis. Jajanan Tradisional

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

LINGKUNGAN BISNIS OLEH KHAS MAGELANG

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Berdirinya Usaha Bersama Jagung Goreng Gurih di Kelurahan

Hidup sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Nenek moyang kita. Bugar Berkat Secangkir Herbal. 1 Obat Tradisional

KONSEP BAB Landasan Teori Logo. Logo adalah suatu simbol atau desain yang mewakili atau

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jus Buah 2.2. Pineapple Soft Candy

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Teh merupakan salah satu dari jenis produk minuman yang dikenal dan

T E M P E 1. PENDAHULUAN

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

Minuman tradisional yang menyehatkan

BAB 2 DATA DAN ANALISA

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

IV. ANALISIS KARYA. di kota Surakarta. Penulis tertarik memvisualisasikan tradisi upacara minum teh

MANISAN KERING JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanaman herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi.

BAB 2. DATA dan ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. sebanyak 22%, industri horeka (hotel, restoran dan katering) 27%, dan UKM

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk

BAB V HASIL DAN PEMBAHANSAN DESAIN

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

DIVERSIFIKASI PRODUK AREN UNTUK PANGAN DAN PROSPEK PASAR

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

Bab 5 Aspek Teknis. Bagaimana bentuk tempe yang anda suka? Apa warna tempe yang anda suka? Jenis bahan tempe apa yang anda sukai?

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH

BAB III INDUSTRI KERUPUK RAMBAK DWIJOYO DESA PENANGGULAN KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL

3. METODOLOGI PENELITIAN

Bisnis Susu Kedelai Tugas Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 5 PEMBAHASAN DESAIN

Bab 2. Data dan Analisa. Data dan informasi yang digunakan untuk analisa dan konsep proyek ini didapat dari

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG LOKASI PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, dapat

BAB I PENDAHULUAN. sebagai obat. Sekarang ini banyak sekali berbagai jenis obat yang dikemas

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGAWASAN TAKARAN SAJI PANGAN OLAHAN

NOMOR : PL /019.2/521112/2011 TANGGAL : 27 Januari 2011

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dawet Kampung Kali Semarang, diperoleh gambaran umum responden yang

Kepada Yth. Saudara / Saudari Responden Di tempat. Dengan hormat,

BAB I PENDAHULUAN. familiar, selain familiar dodol juga terasa enak dan banyak macamnya. Di

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2)

4.2. Strategi Kreatif 1) Positioning : Makanan ringan/ camilan asli daerah sukabumi yang mempunyai ciri khas rasa autentik dan higienis, mengandung un

Transkripsi:

5 Agak berbeda dengan sekoteng yang sudah dianggap asli Jawa Tengah yang memakai jahe sebagai penghangat, sikoteng (shi guo t'eng) bisa diminum hangat atau dingin pakai es, dan tidak beraroma jahe. Di Singapura, namanya adalah cheng-teng yang merupakan makanan pencuci mulut yang dapat disajikan dingin atau hangat. Sekoteng Singapura ini juga disebut cheng teng di Kepulauan Riau. Di Medan, shiguotang memakai semangka, pepaya muda, jagung, buah atap, cincau hitam, agar-agar, selasih, jali-jali dan irisan jeruk kietna. Cheng teng (es koteng) di Tanjung Pinang isinya biasa berupa jali-jali, kolang kaling, biji delima yang terbuat dari tepung dan diberi warna merah, jagung, jamur putih dan keladi. 2.4 Data Produsen 2.3.1 Sejarah Charis Awal mulanya, perusahaan Oscarindo Utama dirintis pada tahun 1949 di Yogyakarta, Jawa Tengah. Usaha tersebut dimulai oleh sang kakek yang kemudian diteruskan secara turun temurun. Visi Oscarindo Utama yaitu untuk berusaha menjadi sebuah nama di seluruh dunia yang memproduksi produk makanan dan minuman instan yang paling segar dan bernutrisi dengan harga yang bersaing. Selain membidik pasaran lokal, Oscarindo Utama juga sudah mengeskpor produk-produknya ke Belanda, Malaysia dan Kanada. Selain memproduksi sekoteng, Oscarindo Utama juga memproduksi beberapa produk lain, antara lain kecap istimewa Achli Masak, TBH Sirup, dan Jamu tradisional instant ASIA. Sebelum Charis, Oscarindo Utama mempunyai produk sekoteng yang bernama Super Sekoteng. Seiring dengan perkembangan jaman, kemasan Super Sekoteng yang menggunakan warna emas dirasakan terlalu kaku sehingga dikeluarkan produk Charis dengan penggunaan warna merah pada kemasannya. Sampai sekarang produk Super Sekoteng juga masih tetap berjalan dengan maksud untuk melakukan penetrasi pasar yang berbeda dengan Charis. Sekoteng Charis lebih difokuskan untuk pasaran lokal Indonesia. Nama Charis sendiri diambil dari kata charisma (karisma), dengan harapan Sekoteng Charis yang sederhana dalam penyajiannya memiliki kenikmatan yang penuh karisma dalam makna dan rasa. Setiap kemasan Sekoteng Charis dilengkapi dengan dry jelly yang terbuat dari kacang hijau. Charis juga merupakan minuman alami tanpa bahan pengawet, pemanis buatan dan pengental. Sekoteng Charis ingin menempatkan sekoteng sejajar dengan kopi dan teh (coffee / tea break) karena sekoteng juga merupakan minuman yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Charis tidak menyebut sekoteng sebagai jamu. Hal itu dihindari karena persepsi masyarakat yang cenderung menganggap jamu sebagai obat sementara Charis ingin agar produknya dapat berdiri sejajar dengan minuman lain seperti teh dan kopi. Dalam wawancara dikemukakan bahwa Beliau berharap agar Sekoteng Charis dapat menjadi sebuah ikon oleh-oleh asal Yogyakarta dan ingin supaya Charis dikenal oleh pasar nasional.

6 2.3.2 Cara Pembuatan Proses produksi terbagi menjadi 2, yaitu: 1. Proses produksi gula jahe Proses dilakukan dengan mengambil sari jahe dari jahe asli dengan menggunakan mesin press jahe. Berikutnya siapkan gula, rempahrempah dan air sari jahe dan dimasak sehingga terjadi penggumpalan dan terbentuk kristal-kristal yang disebut gula jahe. 2. Proses produksi jelly "tepung kacang hijau" Proses pertama dilakukan dengan melakukan pemanasan tepung kacang hijau dengan air dan gula pasir. Kemudian semuanya direbus hingga membentuk sebuah adonan berbentuk "jenang" / "jelly". Selanjutnya dilakukan proses pemotongan dan pengeringan dengan oven pengering, walaupun sebagian dijemur di bawah sinar matahari. 2.3.3 Karakteristik Produk Sekoteng Charis hadir dalam beberapa jenis, yaitu Sekoteng Jahe, Sekoteng Cocopandan dan Sekoteng Spesial. Dalam pembagian kemasannya, Charis terbagi menjadi 5 dan 10 pak dalam 1 kemasan dengan berat setiap pak sebesar 44 gram. Setiap sachet dilengkapi dengan bungkus kecil yang berisi dry jelly. Gambar 1. Kemasan Sekoteng Jahe isi 10

7 Gambar 2. Kemasan Sekoteng Cocopandan dan Jahe isi 5 Semua kemasan Sekoteng Charis terbuat dari plastik bening dengan gambar dan informasi berwarna merah. Walaupun ada juga yang dikemas dalam dus, isinya tetap dikemas dengan menggunakan plastik transparan dan diberi jendela pada dus sehingga produk terlihat. Gambar 3. Kemasan Sekoteng Jahe dus isi 10 dan 5

8 Gambar 4. Kemasan Sekoteng Special Jahe Setelah 5 atau 10 sachet telah dimasukan ke dalam kemasan plastik yang lebih besar, kemudian bagian atasnya diikat dengan menggunakan pita berwarna emas. Logo Sekoteng Charis ialah kata Charis dengan huruf script dan buah sebagai titik pada huruf i. Tipografi pada kemasan menggunakan huruf sans-serif yang mudah untuk dibaca sementara layout berkesan kurang teratur karena tidak ada sistem yang jelas. Warna yang digunakan untuk logo ialah merah dan ungu. Gambar 5. Logo Charis Warna merah dan pita pada kemasan melambangkan warna kegembiraan, kehangatan dan kesuksesan (unsur tradisi Cina). Buah pada logo yang menyerupai buah ceri ialah metafor dari Sekoteng Charis, yaitu minuman dengan rasanya manis jahe (daun jahe pada buah) dan berisi jeli (digambarkan sebagai buahnya) yang berwarna-warni. Data Kemasan Nama Produk Jenis Produk Alamat Produk Nomor Telepon Kota/kabupaten : Sekoteng Charis : Minuman : Ledok Gondomanan 2 : 0274-375977 : Prawirodirjan, Yogyakarta 55121

9 Nomor Daftar Legal Jenis Pembungkus : P-IRT No. 209347102604 : Plastik Komposisi Ekstrak jahe, gula tebu, rempah-rempah tradisional, hunkwe. 2.4 Data Kompetitor Sekoteng Cap Anggur Gambar 6. Kemasan Sekoteng Cap Anggur Data Kemasan: Nama produk Alamat Jenis produk Harga Jenis pembungkus Visual Komposisi : Sekoteng Cap Anggur Super : Jl. Trimargo Wetan 5 RT 07/04, Yogyakarta : Minuman : Rp 40.500,00 : Plastik : Kemasan plastik transparan dengan cetakan di bagian bawahnya berupa kotak berwarna putih dan hitam dengan nama merek serta sebuah gelas. : Gula, jahe, jeli kering.

10 Sekoteng Hanjuang Gambar 7. Kemasan Sekoteng Hanjuang Data Kemasan Nama produk Alamat Jenis produk Harga Jenis pembungkus Visual Komposisi : Sekoteng Hanjuang : Jl. Gegerkalong Girang 79, Bandung : Minuman : * Rp 7.500,00 (Kantong kertas isi 5 sachet) * Rp 60.000,00 (Satu pak isi 40 sachet tersusun dalam 8 kemasan kantong kertas @ 5 sachet) * Rp 7.000,00 (Kantong plastik isi 5 sachet) * Rp 56.000,00 (Satu pak isi 40 sachet tersusun dalam 8 kemasan @ 5 sachet) : Kertas. : Kemasan terbuat dari kertas berwarna kuning dan biru muda yang dibentuk seperti kapal dengan salah satu ujung yang melancip. : Gula palem, gula putih, krim, jahe eskode, kelapa, kismis, jeruk dan rempah-rempah. Minuman tradisional Hanjuang merupakan minuman tradisional khas Priangan (Bandung). Selain mengandung beragam khasiat dari segi kemasan pun produk Hanjuang menjadi daya tarik tersendiri sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh dari kota Bandung. Semua minuman yang diproduksi terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa pengawet dengan racikan komposisi yang diolah secara teliti. Produk Hanjuang juga mempunyai bervariasi kemasan, mulai dari kemasan kantong plastik, kertas, renceng sampai paket.

11 Jahe Wangi INTRA Gambar 8. Kemasan Jahe Wangi Intra Data Kemasan Nama produk Alamat Harga Jenis produk Jenis pembungkus Visual Komposisi : Jahe Wangi : Surakarta, Indonesia : Rp 24.500,00 : Minuman : Kardus. : Kemasan terbuat Kardus dengan motif batik memenuhi kemasan. Pada bagian depan dan samping terdapat kotak berwarna putih dengan tulisan Jahe Wangi serta informasi produk. : Gula pasir murni, sari jahe segar, garam. Jahe wangi INTRA adalah minuman tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan alami pilihan dan diproses secara higienis. Dengan aroma yang khas serta khasiat jahe yang memberi rasa hangat dan segar, Jahe wangi INTRA dapat membantu menjaga stamina tubuh, cocok untuk tua dan muda. 2.5 Target Audience Dari segi demografis target audience daripada Sekoteng Charis ialah pria dan wanita yang berumur 35-60 tahun dengan golongan ekonomi kelas menengah ke atas. Secara geografis, target berasal dari seluruh Indonesia yang berdomisili di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Madura dan Bali. Target sekunder ialah penduduk lokal Yogyakarta. Dari segi psikologis, target merupakan orang-orang yang suka mengkonsumsi minuman tradisional seperti wedang jahe, bandrek, dll dan suka melakukan aktivitas di tempat dingin, sebut saja kemping dan naik gunung. 2.5 Kuesioner Penulis mempersempit target audience menjadi wanita dan pria berumur 40-50 tahun dengan status ekonomi menengah keatas (A-B). Penelitian telah dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 75 orang.

12 1. Apakah pekerjaan Anda? a. Ibu rumah tangga b. Karyawan Lainnya c. Wiraswasta. d. Lainnya (sebutkan) 1 Wiraswasta 16 Karyawan 31 Ibu Rumah Tangga 27 0 5 10 15 20 25 30 35 Tabel 2. Tabel pekerjaan. Dari 75 orang responden, 31 orang adalah karyawan (41.3%), 27 orang adalah ibu rumah tangga (36%), 16 orang ialah wiraswasta (21%) dan 1 orang dengan profesi lain (1%). 2. Berapakah penghasilan Anda perbulannya? a. < Rp 2.000.000,00 b. Rp 2.000.000 Rp 3.500.000,00 c. Rp 3.500.000 Rp 5.000.000,00 d. Rp 5.000.000 Rp 7.500.000,00 e. > Rp 7.500.000,00 f. Ikut penghasilan suami Penghasilan 9.30% 13.30% < Rp 2.000.000,00 12% 22.70% Rp 2.000.000 Rp 3.500.000,00 Rp 3.500.000 Rp 5.000.000,00 12% Rp 5.000.000 Rp 7.500.000,00 > Rp 7.500.000,00 30.70% Ikut penghasilan suami Tabel 3. Penghasilan per bulan.

13 Sebanyak 23 orang responden berpenghasilan antara Rp 5.000.000 Rp 7.00.000,00 (30,7%), 17 responden berpenghasilan sebesar lebih besar daripada Rp 7.500.000,00 (22,7%), 13 orang responden berpenghasilan kurang dari Rp 2.000.000,00 (13,3%), masing-masing sebanyak 9 responden berpenghasilan Rp 2.000.000 Rp 3.500.00,00 dan Rp 3.500.000 Rp 5.000.000,- (12%) dan 7 responden mengikuti penghasilan suami. 3. Apakah Anda suka dengan kebudayaan Indonesia (misalnya makanan dan minuman tradisional, jajanan pasar, tempat bersejarah, batik, dll)? a. Ya. b. Tidak 3% 0% Pilihan Ya Tidak 97% Tabel 4. Minat terhadap kebudayaan Indonesia Sebanyak 73 responden menyukai kebudayaan Indonesia (97%), sedangkan 2 orang responden tidak menyukai kebudayaan Indonesia (3%) Kesimpulan: Masyarakat Indonesia walaupun dalam kesehariannya sudah banyak dipengaruhi pengaruh barat, misalnya saja fast food, namun mereka tetap masih menyukai dan peduli terhadap kebudayaannya. 4. Apakah Anda suka minum sekoteng? a. Ya. b. Tidak.

14 0% 23% Pilihan Ya Tidak 77% Tabel 5. Penggemar sekoteng Sebanyak 58 orang responden menyukai sekoteng (77%), sedangkan 17 orang lainnya menjawab tidak menyukai sekoteng (23%). Kesimpulan: Sekoteng masih digemari walaupun banyak minuman lain yang lebih modern. 5. Apakah Anda lebih menyukai minum sekoteng biasa atau sekoteng instan? 9% 0% 12% Pilihan Biasa 52% 27% Instan Sama saja Tidak minum Tabel 6. Pilihan antara sekoteng instant dan alami Sebanyak 39 orang (52%) menjawab menyukai sekoteng biasa karena lebih menyehatkan dan tidak menggunakan bahan pengawet. 20 responden (27%) menjawab lebih menyukai sekoteng instant karena lebih praktis, 9 responden menjawab bahwa keduanya sama saja (12%) dan 7 orang responden tidak minum sekoteng (9%). Kesimpulan: Orang-orang lebih memilih sekoteng biasa (alami). Hal ini dapat menjadi penghambat dalam penjualan sekoteng instant. 6. Dimana Anda biasanya membeli sekoteng instant? a. Supermarket (Hero, Giant, Carrefour, dll).

15 b. Minimarket. c. Pasar. d. Tukang sekoteng keliling. 8 Pasar dan tukang sekoteng 1 1 Supermarket dan tukang sekoteng keliling 2 2 Tukang sekoteng keliling 20 6 Minimarket 4 30 Tempat membeli 0 5 10 15 20 25 30 35 Tabel 7. Tempat membeli sekoteng Sebanyak 30 orang responden membeli sekoteng instant di supermarket (40%), 20 orang responden membeli di tukang sekoteng keliling (26,7%), 6 orang responden membeli di pasar (8%), 4 orang responden membeli di minimarket (5,3%), 2 orang responden membeli di supermarket dan minimarket (2,67%), 2 orang responden membeli di pasar dan tukang sekoteng keliling (2,67%), 2 orang responden lainnya membeli supermarket dan tukang sekoteng keliling (2,67%), dan 8 orang responden tidak menjawab (10,7%). Kesimpulan: Sebagian besar responden membeli sekoteng instant di supermarket, oleh karena itu media pemasaran Sekoteng Charis yang dijual di supermarket sudah tepat. 7. Di antara pilihan-pilihan berikut, manakah yang paling Anda nikmati? a. Teh d. Minuman tradisional (sekoteng, bajigur, dll) b. Kopi e. Lainnya (sebutkan) c. Jamu 1 Minuman 15 Teh 2 36 Kopi Jamu Minuman tradisional 21 Lainnya Tabel 8. Minuman yang paling dinikmati

16 Sebanyak 36 orang responden paling menikmati teh (48%), 21 orang responden menikmati kopi (28%), 15 orang responden menikmati minuman tradisional (20%), 2 orang menikmati jamu (2,67%) dan 1 orang menikmati minuman lain (1,33%). Kesimpulan: Teh dan kopi merupakan minuman yang paling digemari, oleh sebab itu akan sedikit susah untuk Sekoteng Charis dapat mensejajarkan dirinya dengan teh dan kopi. 8. Merek sekoteng instan apa yang Anda ketahui? (Silahkan jawab lebih dari 1). Lainnya Jahe Wangi Intra Sekoteng Charis Sekoteng Cap Anggur Sekoteng Hanjuang Merek 0 5 10 15 20 25 30 Tabel 9. Merek sekoteng instant yang diketahui Sebanyak 26 orang responden menjawab mengetahui Jahe Wangi Intra, 22 orang responden mengetahui Sekoteng Hanjuang, 18 orang mengetahui Sekoteng Charis, 13 orang responden mengetahui Sekoteng Cap Anggur dan 20 orang responden menjawab lainnya karena mereka tidak tahu merek sekoteng. Kesimpulan: Sekoteng Charis sudah dikenal oleh masyarakat meskipun belum begitu meluas. Diharapkan dengan kemasan yang baru, Sekoteng Charis dapat lebih terangkat namanya. 9. Apakah kemasan berpengaruh pada keputusan Anda dalam membeli produk makanan atau minuman? a. Ya b. Tidak.

17 11% 0% Keputusan Ya Tidak 89% Tabel 10. Pengaruh kemasan pada pembelian Sebanyak 67 orang responden menjawab bahwa kemasan mempengaruhi pertimbangan mereka dalam membeli produk makanan dan minuman (89%) dan 8 orang lainnya menjawab kemasan tidak berpengaruh (11%). Kesimpulan: Kemasan memang merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pertimbangan orang-orang ketika membeli produk makanan dan minuman. 12. Ketika sedang berbelanja, hal apakah yang pertama kali menarik perhatian Anda? a. Bentuk dan warna kemasan c. Harga b. Merek d. Lainnya:. Lainnya Harga Merek Bentuk dan warna kemasan Pilihan 0 5 10 15 20 25 30 35 Tabel 11. Faktor-faktor pertimbangan dalam berbelanja Sebanyak 30 orang responden menjawab warna dan bentuk kemasan merupakan hal pertama yang menarik perhatian mereka ketika sedang berbelanja (40%), 26 orang responden menjawab merek (34,7%), 16 orang menjawab harga (21,3%) dan 3 orang lainnya menjawab lainnya (4%). Kesimpulan: Karena warna dan bentuk kemasan merupakan hal pertama yang menarik perhatian konsumen, maka warna dan bentuk kemasan

18 yang dibuat haruslah menarik perhatian dan dapat lebih stand-out dibandingkan produk sejenis lainnya. 13. Dari beberapa bahasan visual dibawah ini, pilihan mana yang menurut Anda menarik dan sesuai untuk minuman tradisional? a. Permainan tipografi b. Permainan ilustrasi semi realis c. Permainan ilustrasi yang dinamis.

19 d. Permainan pattern 0% 29% 30% Pilihan Tipografi Ilustrasi semi realis Ilustrasi dinamis Pattern 20% 21% Tabel 12. Visual yang cocok untuk minuman tradisional. Sebanyak 22 orang responden memilih permainan tipografi sebagai visual yang cocok untuk kemasan minuman tradisional (30%), 22 orang responden memilih permainan pattern (29%), 16 orang responden memilih permainan ilustrasi semi realis (21%) dan 15 orang responden memilih permainan ilustrasi dinamis (20%). Alasan-alasan mengapa responden menyukai sekoteng, yaitu: - Menghangatkan tubuh. - Mengingatkan responden akan masa-masa yang sudah lewat (nostalgia), misalnya ketika sedang pacaran, ketika kemping dengan teman-teman kuliah, saat masa kecil dan juga ketika responden masih tinggal di Jawa Tengah. - Rasanya enak, manis dan ada isinya. - Menyehatkan, untuk melancarkan peredaran darah dan baik diminum ketika sedang masuk angin. - Sesuai untuk cemilan di malam hari.

20 Pendapat responden mengenai kemasan minuman tradisional yang mereka anggap menarik, yaitu: - Kemasan dengan desain tradisional namun berkesan modern. - Penggunaan bahan kertas dan plastik. - Terlihat elegan, mahal, tidak kampungan dan dapat tampak seperti kemasan produk luar negri yang berkualitas. - Desain klasik dengan tidak menggunakan visual yang berlebihan. - Penggunaan warna-warna yang tidak mencolok atau norak. - Bersih, praktis, simpel dan tidak mudah rusak. - Menampilkan visual bahan-bahan yang digunakan, disertai dengan komposisi, cara membuat, khasiat, tanggal kadaluarsa dan nomor Dep. Kes. - Ada jendela pada kemasan sehingga produk dapat terlihat (tidak semuanya tertutup). 2.6 Analisa SWOT Strength: - Mutu dan kualitas yang terjamin - Sudah berpengalaman sejak tahun 1949 - Tidak menggunakan bahan pengawet dan dibuat dari bahan-bahan alami. Weakness: - Sistem distribusi Sekoteng Charis yang luas mengurangi ciri khas oleh-oleh Yogyakarta karena Charis bisa didapat di tempat di luar Yogyakarta. - Harganya mahal. - Desain kemasan yang kalah dibandingkan produk sejenis yang lebih berwarna dan bermain menimbulkan pemikiran bahwa Sekoteng Charis mempunyai kualitas yang kurang. - Tidak ada hierarki dan sistem yang jelas pada kemasan sehingga terkesan campur aduk dan tidak teratur. - Masih melekatnya pemikiran masyarakat bahwa sekoteng bukanlah minuman yang sejajar dengan teh dan kopi. Opportunity: - Kesukaan sebagian segmen masyarakat akan minuman tradisional. - Kerinduan masyarakat Indonesia akan kebudayaan dan masa lalunya (nostalgia) - Permintaan di kota-kota besar seperti Jakarta meningkat. Threat: - Banyak muncul sekoteng instan lainnya di pasaran. - Kehadiran minuman-minuman lain dengan tampilan yang lebih modern dan lebih digandrungi dibandingkan minuman tradisional. - Persepsi masyarakat bahwa sekoteng merupakan jamu atau obat tradisional.