LAMPIRAN A MATRIKS LEMMA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Komparasi Sistem Kontrol Satelit (ADCS) dengan Metode Kontrol PID dan Sliding-PID NUR IMROATUL UST ( )

PRINSIP DAN PERKEMBANGAN SELF TUNING ADAPTIVE CONTROL

Dosen Pembimbing : Hendro Nurhadi, Dipl. Ing. Ph.D. Oleh : Bagus AR

SISTEM KENDALI DASAR RESPON WAKTU DAN RESPON FREKUENSI. Fatchul Arifin.

PERANCANGAN SISTEM KENDALI MODEL FOLLOWING DINAMIKA GERAK LONGITUDINAL PADA IN-FLIGHT SIMULATOR N250-PA1 DENGAN METODE KENDALI OPTIMAL KUADRAT LINIER

PERANCANGAN KONTROL NON-LINIER UNTUK KESTABILAN HOVER PADA UAV TRICOPTER DENGAN SLIDING MODE CONTROL

MODUL PRAKTIKUM DASAR SISTEM KENDALI

DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU

Simulasi Pengontrolan Plant Kolom Distilasi Menggunakan UPC (Unified Predictive Control) ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

DAFTAR ISI. Lembar Persetujun Lembar Pernyataan Orsinilitas Abstrak Abstract Kata Pengantar Daftar Isi

Simulasi Control System Design dengan Scilab dan Scicos

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

Desain Sistem Kendali Rotary Pendulum Dengan Sliding-PID

Lampiran. Defenisi dan persamaan untuk penurunan kestabilan longitudinal. Simbol Defenisi Origin Persamaan Harga Khas C. Variasi dari hambatan (drag)

IDENTIFIKASI MODEL PADA QUADROTOR DENGAN METODE ESTIMASI PARAMETER RELS

Pengaturan Gerakan Hover dan Roll pada Quadcopter dengan Menggunakan Metode PI Ziegler-Nichols dan PID Tyreus-Luyben

Desain dan Implementasi Automatic Flare Maneuver pada Proses Landing Pesawat Terbang Menggunakan Kontroler PID

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Gambaran Umum Pengajaran Mata Kuliah Sistem Pengaturan Dasar

Desain Sistem Kendali Rotary Pendulum dengan Sliding-PID

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. perangkat pendukung yang berupa piranti lunak dan perangkat keras. Adapun

BAB III REKONTRUKSI TERBANG DENGAN PROGRAM X-PLANE

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. MATERI Analisa Kestabilan Sistem Berdasar Plot Tempat Kedudukan Akar

Bab 4 HASIL SIMULASI. 4.1 Pengontrol Suboptimal H

Hamzah Ahlul Fikri Jurusan Tehnik Elektro, FT, Unesa,

IMPLEMENTASI MODEL REFERENCE ADAPTIVE SYSTEMS (MRAS) UNTUK KESTABILAN PADA ROTARY INVERTED PENDULUM

4. BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengujian simulasi open loop juga digunakan untuk mengamati respon motor DC

Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC

Perancangan Sistem Kontrol PID Untuk Pengendali Sumbu Azimuth Turret Pada Turret-gun Kaliber 20mm

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONTROLER PID ADAPTIF PADA PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC

Pemodelan dan Analisa Sistem Eksitasi Generator

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Letak CoM dan poros putar robot pada sumbu kartesian.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONTROLER PID ADAPTIF PADA PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

DESAIN KONTROLER FUZZY UNTUK SISTEM GANTRY CRANE

JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Analisa Kestabilan Sistem dalam Penelitian ini di lakukan dengan dua Metode Yaitu:

TRANSFORMASI LAPLACE

R = matriks pembobot pada fungsi kriteria. dalam perancangan kontrol LQR

Kendali Perancangan Kontroler PID dengan Metode Root Locus Mencari PD Kontroler Mencari PI dan PID kontroler...

ANALISA KESTABILAN PERSAMAAN GERAK ROKET TIGA DIMENSI TIPE RKX- 200 LAPAN DAN SIMULASINYA

METODA TEMPAT KEDUDUKAN AKAR

SIMULASI GERAK LONGITUDINAL LSU-05

Sistem Kontrol Digital Eksperimen 2 : Pemodelan Kereta Api dan Cruise Control

Kontrol PIDLongitudinalDisplacement AutopilotMissiledengan Simulink

Perancangan Modul Pembelajaran Sistem Kontrol dengan Menggunakan Matlab dan Simulink

Respons Sistem dalam Domain Waktu. Dasar Sistem Kontrol, Kuliah 4

ANALISIS KESTABILAN ROUTH HURWITZ DAN ROOT LOCUS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

METODA TANGGAPAN FREKUENSI

SIMULASI GERAK WAHANA PELUNCUR POLYOT

Perancangan Sistem Kontrol PID untuk Pengendali Sumbu Elevasi Gun pada Turretgun Kaliber 20 Milimeter

Muhammad Riza A Pembimbing : Hendra Cordova ST, MT. NIP :

LEMBAR PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN HALAMAN UCAPAN TERIMA KASIH ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

BAB III PERANGKAT LUNAK X PLANE DAN IMPLEMENTASINYA

RANCANG BANGUN SELF TUNING PID KONTROL PH DENGAN METODE PENCARIAN AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK

Controller. Fatchul Arifin

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI HALAMAN PERSEMBAHAN MOTTO ABSTRAK

Endang Mugia GS. Peneliti Bidang Teknologi Avionik, Lapan ABSTRACT

Rancang Bangun Self Tuning PID Kontrol ph Dengan Metode Pencarian Akar Persamaan Karakteristik

Model Matematika dari Sistem Dinamis

DESAIN SISTEM KENDALI GERAK SURGE DAN ROLL PADA SISTEM AUTONOMOUS UNDERWATER VEHICLE DENGAN METODE SLIDING MODE CONTROL (SMC)

RANCANG BANGUN KONTROL PH BERBASIS SELF TUNING PID MELALUI METODE ADAPTIVE CONTROL

Stabilisasi Robot Pendulum Terbalik Beroda Dua Menggunakan Kontrol Fuzzy Hybrid

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

PERANCANGAN SISTEM KENDALI SLIDING-PID UNTUK PENDULUM GANDA PADA KERETA BERGERAK

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 4 NO. 1 SEPTEMBER 2011

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik

Pemodelan Sistem Dinamik. Desmas A Patriawan.

RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALIAN SUDUT PITCH TURBIN ANGIN HORIZONTAL AXIS BERBASIS PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)

1.1. Definisi dan Pengertian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Perancangan dan Analisa Kendali Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah dengan Pidtool Model Paralel

ANALISIS PENGGUNAAN POWER SYSTEM STABILIZER (PSS) DALAM PERBAIKAN STABILITAS TRANSIEN GENERATOR SINKRON

ANALISA DAN SIMULASI MODEL QUATERNION UNTUK KESEIMBANGAN PESAWAT TERBANG

BAB II LANDASAN TEORI

Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC

EKSISTENSI PENGENDALI SUBOPTIMAL. Widowati Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Semarang. Abstrak

UNIVERSITAS DIPONEGORO ANALISA RESPON DINAMIK AKIBAT GUST LOAD PADA MODEL PESAWAT UDARA SEDERHANA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MASSA TERGUMPAL

Perancangan dan Implementasi Kontroler PID Optimal Untuk Tracking Lintasan Gerakan Lateral Pada UAV(Unmanned Aerial Vehicle)

Perancangan Pengendali Proportional-Integral Anti-Windup (Pi-Aw) pada Simulator Mobil Listrik untuk Kendali Kecepatan dan Torsi

Peningkatan Repeatability Sistem Metering dengan Pengendalian Aliran Menggunakan PID

ANALISIS SISTEM KONTROL SUSPENSI BLANKET CYLINDER PADA MESIN CETAK OFFSET

TEKNIK KONTROL SLIDING MODE UNTUK AUTOPILOT ROKET

BAB I PENDAHULUAN. Gambar Glider (salah satu pendekatan cara terbang burung)

Rancang Bangun Sistem Kontrol Level dan Pressure Steam Generator pada Simulator Mixing Process di Workshop Instrumentasi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Model Matematis, Sistem Dinamis dan Sistem Kendali

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Holpp, Larry dan Pande P.S Berpikir Cepat Six Sigma. Yogyakarta: Andi. Marimin Teknik Dan Aplikasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODUL PRAKTIKUM DASAR SISTEM KENDALI

DINAMIKA KAPAL. SEA KEEPING Kemampuan unjuk kerja kapal dalam menghadapi gangguan-gangguan disaat beroperasi di laut

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Transkripsi:

LAMPIRAN A MATRIKS LEMMA

Dengan menganggap menjadi sebuah matriks dengan dimensi, dan adalah vektor dari dimensi, maka didapatkan persamaan: (A.1) Dengan menggunakan persamaan (2.32) dan (2.38), didapatkan persamaan: (A.2) Kemudian dengan mengumpulkan kembali persamaan-persamaan sebelumnya yang berbeda, sebuah bentuk persamaan algoritma adaptasi parameter recursive least squares (RLS) didapatkan sebagai berikut: (A.3) (A.4) (A.5) Bentuk ekivalen dari algoritma diatas bisa didapatkan dengan memasukkan persamaan yang diberikan pada persamaan (A.4) ke dalam persamaan (A.3), dimana: (A.6) A-1

Apabila persamaan (2.7) dan (2.8) diperhitungkan juga, maka akan membentuk persamaan berikut: (A.7) Dimana persamaan (A.7) menunjukkan hubungan antara prediksi kesalahan aposteriori dan prediksi kesalahan apriori. Dengan menggunakan hubungan ini dalam persamaan (A.6), sebuah bentuk ekivalen dari algoritma adaptasi parameter recursive least squares didapatkan sebagai berikut: (A.8) (A.9) (A.10) (A.11) A-2

LAMPIRAN B VARIABEL MODEL PESAWAT TERBANG

Angle of attack Pitch rate Pitch angle = Elevator deflection angle Density of the surrounding air Platform area of the wing Average chord length Mass of the aircraft Equilibrium flight speed Coefficient of thrust Coefficient of drag Coefficient of lift Coefficient of weight Coefficient of pitch moment = Flight path angle Constant sigma Normalized moment of inertia = Constant nu Gaya eksternal pada arah sumbu dan Momen putar B-1

Momen pitching Momen yawing Komponen kecepatan linier pesawat pada arah sumbu dan, Komponen kecepatan angular pada arah sumbu dan, Produk inersia dan = Faktor hubungan sistem fisik pesawat dengan kepadatan udara = Faktor hubungan kecepatan pesawat dengan luas rata-rata chord = Faktor hubungan daya angkat pesawat dengan angle attack B-2

LAMPIRAN C MODEL SIMULINK

Gambar C.1: Diagram Skematik Self Tuning Adaptive Control System dalam Percobaan I. Gambar C.2: Diagram Skematik Sistem Kontrol Tetap dalam Percobaan I. Gambar C.3: Diagram Skematik Switch dalam Percobaan I. C-1

Gambar C.4: Diagram Skematik Plants dalam Percobaan I. Gambar C.5: Diagram Skematik Multi Model Adaptive Control System dalam Percobaan II. C-2

Gambar C.6: Diagram Skematik Self Tuning Adaptive Control System dalam Percobaan II. Gambar C.7: Diagram Skematik Switch dalam Percobaan II. Gambar C.8: Diagram Skematik Controller dalam Percobaan II. C-3

Gambar C.9: Diagram Skematik Plants dalam Percobaan II. Gambar C.10: Diagram Skematik Model Plants dalam Percobaan II. C-4

Gambar C.11: Diagram Skematik Supervisor dalam Percobaan II. C-5

LAMPIRAN D DISAIN PENGONTROL

Phase (deg) Magnitude (db) Berikut ini langkah-langkah dalam mendesain sebuah pengontrol adaptif untuk plant pesawat terbang dalam kondisi operasi A. Pengontrol akan didisain untuk memenuhi spesifikasi sebagai berikut: Overshoot kurang dari 25% Rise time kurang dari 1 detik Settling time kurang dari 5 detik Stedy-state error kurang dari 2% 1. Tentukan model matematika plant pesawat dalam kondisi operasi A. 2. Analisa diagram bode dari transfer function model matematika pesawat. 40 Bode Diagram Gm = Inf db (at Inf rad/sec), Pm = 46.9 deg (at 1.27 rad/sec) 20 0-20 -40-60 -80 0-45 -90-135 -180 10-2 10-1 10 0 10 1 10 2 Frequency (rad/sec) Gambar D.1: Diagram Bode Sistem Lup Terbuka Model Pesawat Terbang. Berdasarkan diagram Bode sistem lup terbuka, didapatkan bahwa model pesawat terbang memiliki phase margin pada 46.9 derajat dan gain margin tak berhingga. D-1

Imaginary Axis 3. Analisa root locus dari transfer function model matematika pesawat. 2.5 Root Locus 2 1.5 1 0.5 0 0.75 1-0.5-1 -1.5 0.75 1-2 -2.5-1 -0.9-0.8-0.7-0.6-0.5-0.4-0.3-0.2-0.1 0 Real Axis Gambar D.2: Root-Locus Sistem Lup Tertutup Model Pesawat Terbang. Plant pesawat terbang memiliki 1 buah zeros di -0.1541 dan 3 buah poles di 0, -0.3695 + 0.8857i, dan -0.3695-0.8857i. Berdasarkan spesifikasi yang diinginkan, akar-akar polinomial dari plant pesawat terbang ini belum memenuhi spesifikasi keluaran yang diinginkan.berdasarkan plot root locus tersebut, maka dapat ditentukan lokasi-lokasi poles yang bisa diberikan dan memenuhi spesifikasi yang diinginkan. 4. Tentukan nilai-nilai dari frekuensi alami dan rasio redaman ξ, sehingga respon keluaran dapat memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Penentuan spesifikasi tersebut dapat menggunakan persamaan-persamaan berikut ini: (D.1) D-2

Imag Axis 5. Berdasarkan persamaan D.1, maka dapat ditentukan bahwa frekuensi alami harus lebih besar dari 0.9 dan rasio redaman harus lebih besar dari 0.52. Kemudian, tentukan lokasi dari poles dan zeros yang ditambahkan berdasarkan kriteria frekuensi alami dan rasio redaman diatas. Sebagai contoh poles dan yang ditambahkan ialah sebagai berikut: 15 Root Locus 10 5 0-5 -10-15 -1.4-1.2-1 -0.8-0.6-0.4-0.2 0 0.2 Real Axis Gambar D.3: Root-Locus Sistem Lup Tertutup Model Pesawat Terbang Diinginkan. Poles= -1.31834827525241+i*3.14128779289536; -1.31834827525241-i*3.14128779289536; -0.0688585123901306. Zeros= -1.0098610024659; -0.285037180041375+i*0.859570748741224; -0.285037180041375-i*0.859570748741224. D-3

6. Berdasarkan lokasi poles dan zeros yang ditambahkan pada plant, maka didapatkan model plant yang diinginkan sebagai berikut: Dengan lokasi poles dan zeros sebagai berikut: Poles= -1.31834827525241+i*3.14128779289536; -1.31834827525241-i*3.14128779289536; -0.0688585123901306. Zeros= -1.0098610024659; -0.285037180041375+i*0.859570748741224; -0.285037180041375-i*0.859570748741224. 7. Karena dalam simulasi model plants pesawat yang digunakan dalam domain waktu diskrit maka langkah selanjutnya ialah diskritisasi model plants. Proses diskritisasi dilakukan dengan pemilihan waktu cuplik dan metode yang sesuai dengan kebutuhan dalam simulasi. dan D-4

8. Tentukan pengontrol RST berdasarkan control law berikut ini Regulasi (Penghitungan R dan S) Dengan Maka = merupakan poles lup tertutup yang diinginkan: Sistem didisain dengan tidak ada zeros yang dihilangkan, maka faktorisasi pada langkah 8 dapat disederhanakan. Kondisi kausalitas bisa didapatkan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut: Sehingga didapatkan persamaan Diophantine menjadi: D-5

Dijabarkan menjadi: + = ( Melalui persamaan yang didapat dari,, dan dapat dibentuk persamaan linier sebagai berikut: Cari dan : D-6

Kemudian setelah didapatkan nilai-nilai, dan maka dapat dicari nilai-nilai dari dan Maka didapatkan polinomial R dan S sebagai berikut: dan Kemudian cari polinomial T untuk tracking Dengan dan Sehingga didapatkan polinomial T sebagai berikut: D-7

Berikut ini fungsi transfer disain pengontrol dalam Percobaan I: Sistem Kontrol Tidak Adaptif Kondisi Operasi Massa Pesawat Fungsi Transfer Pengontrol Tidak Adaptif A 100% Tabel D.1: Fungsi Transfer Pengontrol Tidak Adaptif dalam Percobaan I Sistem Kontrol Adaptif o Pengontrol Adaptif Kondisi Operasi Massa Pesawat Fungsi Transfer Pengontrol Adaptif A 100% F 95% H 80% I 75% J 50% Tabel D.2: Fungsi Transfer Pengontrol Adaptif dalam Percobaan I D-8

Berikut ini fungsi transfer disain pengontrol dalam Percobaan II: Sistem Kontrol Tidak Adaptif o Pengontrol Tidak Adaptif Kondisi Operasi Massa Pesawat Fungsi Transfer Pengontrol Tidak Adaptif A 100% I 80% Tabel D.3: Fungsi Transfer Pengontrol Tidak Adaptif dalam Percobaan I o Pengontrol Adaptif Kondisi Operasi Massa Pesawat Fungsi Transfer Pengontrol Adaptif A 100% B 99% C 98% H 80% H 75% I 50% L 12.5% Tabel D.4: Fungsi Transfer Pengontrol Tidak Adaptif dalam Percobaan I. D-9