INSPEKTORAT KOTA PARIAMAN

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA KERJA ( RENJA ) Tahun 2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang. telah memberikan kemudahan sehingga dapat disusun Rencana Kerja

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

INSPEKTORAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

DRAFT BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN RENJA INSPEKTORAT KABUPATEN GRESIK 2018

KATA PENGANTAR. Inspektorat Daerah Kabupaten Barru

BAB I PENDAHULUAN. penentu arah dan pedoman kegiatan organisasi. 2 Tahun 2005 tentang Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Kerja

BAB I P E N D A H U L U A N

PENDAHULUAN BAB I 1.1. LATAR BELAKANG

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA SKPD TAHUN LALU

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA BLITAR I N S P E K T O R A T Jl. Merdeka No. 105 Blitar Telp (0342) Pesawat 156 &

Pemerintah Kota Tangerang

KATA PENGANTAR. Jambi, Maret 2015 INSPEKTUR KOTA JAMBI, Drs. H. HAFNI ILYAS. Pembina Utama Muda. NIP

BAB PENDAHULUAN Latar Belakang

RENCANA KERJA INSPEKTORAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 PEMERINTAH KOTA SAMARINDA I N S P E K T O R A T

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP

RENCANA KERJA INSPEKTORAT KABUPATEN BLORA TAHUN 2014

Inspektorat Kabupaten Tanah Bumbu

KATA PENGANTAR INSPEKTUR, Drs. Zat Zat Munazat, M.Si NIP Inspektorat Kabupaten Garut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

WALIKOTA PROBOLINGG0 PROVINSI JAWA TIMUR

KATA PENGANTAR. Muaro Sijunjung, Februari 2014 INSPEKTUR KENFILKA, SH, MH PEMBINA UTAMA MUDA NIP

RENCANA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALANG TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB I P E N D A H U L U A N

I N S P E K T O R A T

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2012

BAB. I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tugas Pokok dan Fungsi

Inspektorat Kabupaten Tanah Bumbu

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN INSPEKTORAT DRAFT

PEMERINTAH KOTA SOLOK INSPEKTORAT Jalan CindurMato No.30 Telp (0755)2A073 Kota Solok. KEPUTUSAN INSPEKTUR KOTA SOLOK Nomor /KPTS/INSP-2014

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

Pada hakekatnya reformasi birokrasi pemerintah merupakan proses

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

RENCANA KERJA 2017 BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA MOJOKERTO

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Laporan Kinerja Inspektorat Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2016

Rencana Kerja Perubahan Tahun 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

LAKIP INSPEKTORAT 2012 BAB I PENDAHULUAN. manajemen, antara lain fungsi-fungsi planning, organizing,

RENCANA KERJA (RENJA)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT KOTA BLITAR TAHUN 2015

BAB I. PENDAHULUAN. Penyusunan rancangan Rencana Kerja SKPD merupakan tahap awal dari proses perencanaan.

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

RENCANA KERJA TAHUN 2015

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Kata Pengantar. Kepanjen, Januari 2015 SEKRETARIS DPRD KABUPATEN MALANG. Drs. IRIANTORO, M. Si Pembina Tk. I NIP

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LKIP ) TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA BLITAR I N S P E K T O R A T Jl. Imam Bonjol No. 09 Telp (0342)

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

INSPEKTORAT KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2013 dan Prakiraan Maju Tahun 2014 Kabupaten Bogor

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG

RENCANA KERJA (RENJA) 2017 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU SEKRETARIAT DPRD

K E C A M A T A N P A N Y I L E U K A N BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD KOTA BONTANG

KATA PENGANTAR. Tebing Tinggi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Empat Lawang,

PERUBAHAN RENCANA KERJA Tahun 2015

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP-SKPD) TAHUN 2015

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pelalawan 2016 BAB. I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA (RENJA) BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA PERUBAHAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA (RENJA) 2016 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU SEKRETARIAT DPRD

KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG KEBIJAKAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KOTA BANJAR TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 INSPEKTORAT KOTA BANDUNG JL. TERA NO. 20 BANDUNG

PEMERINTAH KOTA BLITAR I N S P E K T O R A T Jl. Imam Bonjol No. 9 Blitar Telp (0342)

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG KEBIJAKAN PENGAWASAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

RENJA INSPEKTORAT 2013

Transkripsi:

RENCANA KERJA INSPEKTORAT KOTA PARIAMAN TAHUN 2015 DISUSUN OLEH : INSPEKTORAT KOTA PARIAMAN TAHUN 2014

KATA PENGANTAR Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor.23 Tahun 2012 tentang Perubahan kedua Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, maka Inspektorat Kota Pariaman dituntut untuk menyusun rencana startejik untuk masa 2013-2018. Dimana dalam dokumen tersebut visi dan misi organisasi telah ditetapkan. Sejumlah tujuan stratejik, sasaran stratejik, program dan kegiatan telah dijabarkan dan akan diimplementasikan selama periode 2013-2018 demi pencapaian visi dan misi tersebut. Sebagai penjabaran lebih lanjut dari rencana stratejik 2013-2018, maka disusunlah Rencana Kerja untuk setiap tahunnya. Dimana Rencana Kerja menjabarkan target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan anggaran. Target kinerja mempresentasikan nilai kuantitatif pada setiap indikator kinerja, dan merupakan benchmark bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan. Dengan demikian, Rencana Kinerja tahun 2015 Inspektorat Kota Pariaman merupakan dokumen yang menyajikan target kinerja untuk tahun 2015. Rencana Kerja 2015 ini merupakan sebuah komitmen bagi organisasi untuk mencapai kinerja sebaik-baiknya sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi. Dengan demikian, Rencana Kerja 2015 ini merupakan rujukkan dari seluruh proses perencanaan dan pengendalian aktifitas operasional Inspektorat Kota Pariaman INSPEKTUR KOTA PARIAMAN H.INDRA SAKTI,SH,MM NIP.19660101 198903 1 017 i

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI.....ii BAB III PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.... 1 1.2 Landasan Hukum.. 2 1.3 Maksud dan Tujuan..... 3 1.4 Sistematika... 4 BAB III EVALUASI PELAKSANAAN RENJA INSPEKTORAT TAHUN 2013 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Inspektorat Tahun 2014 dan Capaian Renstra Inspektorat.. 6 2.2 Analisa Kinerja Inspektorat.... 12 2.3 Isu-isu penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Inspektorat. 16 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Tujuan dan Sasaran Renja Inspektorat.19 3.2 Program dan Kegiatan Tahun 2015.23 BAB IV RENCANA KERJA 2015...27 BAB V PENUTUP.....32 ii

BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. LATAR BELAKANG Perencanaan menduduki peran penting dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi dalam pembangunan suatu wilayah, yang keseluruhannya akan menuju pada satu titik yaitu kesejahteraan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) Pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa Perencanaan Pembangunan Nasional mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi semua bidang kehidupan secara terpadu dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, cakupan perencanaan pembangunan nasional perlu memperhatikan tujuannya yang antara lain menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah. Pasal tersebut menegaskan bahwa perencanaan pembangunan nasional dibangun secara makro oleh pemerintah pusat untuk kemudian menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan dengan skala yang lebih spesifik. Perencanaan yang disusun baik di tingkat pusat maupun daerah memiliki beberapa jenjang, antara lain rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah, dan rencana pembangunan tahunan. Oleh karena itu, demi menjaga keserasian dan tercapainya pemerataan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah, setiap kabupaten/kota di wajibkan melakukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tetap mengacu pada dokumen perencanaan wilayah di atasnya. Dalam pelaksanaan pembangunan, keterlibatan stakeholder di daerah sangat dibutuhkan sebagai bentuk tindak lanjut teknis dari dokumen perencanaan makro di daerah yang berupa RPJP, RPJM dan RKPD. Oleh karena itu, SKPD sebagai stakeholder di daerah perlu menjamin terlaksananya pembangunan sesuai rencana dengan melakukan penyusunan Rencana Strategi 1

(Renstra) lima tahunan SKPD, kemudian di terjemahkan lebih spesifik lagi dalam Rencana Kerja (Renja) tahunan SKPD. Hal ini mengacu pada UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) pasal 7 yang mewajibkan setiap SKPD membuat dan memiliki Rencana Kerja (Renja) SKPD, yang disusun dengan berpedoman kepada Renstra SKPD dan mengacu kepada RKPD. Berdasarkan hal tersebut, maka Inspektorat Rencana Kerja (Renja) tahun 2015. Kota Pariaman melakukan penyusunan Renja Inspektorat mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2013-2018, dimana kedua dokumen tersebut merupakan bentuk pelaksanaan teknis dari visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Pariaman Tahun 2013-2018. Adapun visi INSPEKTORAT Kota Pariaman seperti yang tertuang dalam Renstra adalah MENJADI PENGAWAS YANG PROFESIONAL UNTUK MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK ( GOOD GOVERNANCE ). Sebagai bentuk perwujudan visi, maka disusunlah misi INSPEKTORAT Kota Pariaman tahun 2013-2018 sebagai berikut : 1. Mewujudkan peran dan kualitas pengawasan yang akuntabel dan bebas KKN 2. Meningkatkan profesionalisme aparatur pengawasan Renja INSPEKTORAT dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam menyusun program dan kegiatan INSPEKTORAT Kota Pariaman tahun 2015 dengan mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran pembangunan Kota Pariaman khususnya dan Nasional pada umumnya. 1.2. LANDASAN HUKUM Dasar Hukum penyusunan Renja INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015 adalah : a. Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ; b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 41 Tahun 2007, tentang Organisasi Perangkat Daerah ; 2

c. Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 23 Tahun 2012, tentang Perubahan Kedua Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 04 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah; d. Peraturan Daerah Kota P a r i a m a n Nomor 8 Tahun 2014, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005-2025; Daerah ( RPJPD ) Kota Pariaman e. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kota Pariaman Tahun 2013-2018. f. Peraturan Walikota Pariaman Nomor 13 Tahun 2013 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Walikota Pariaman Nomor 23 Tahun 2009 Tentang Uraian Tugas Lembaga Teknis Daerah; 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN Renja INSPEKTORAT Kota Pariaman maksud sebagai berikut : Tahun 2015 disusun dengan a. Menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015. b. Melakukan sinkronisasi terhadap program-program dalam RKPD dengan mengutamakan pengaruh isu-isu strategis pada tahun 2015. Sedangkan tujuan penyusunan Renja INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015 adalah sebagai berikut : 1. Renja menjadi acuan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015. Dengan tetap memperhatikan RKPD. 2. Renja berisikan program dan kegiatan beserta proyeksi terhadap pagu indikatif dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015 yang mengacu pada Renstra dan RKPD. 3

1.4. SISTEMATIKA BAB I : PENDAHULUAN Pada bagian ini dijelaskan mengenai latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan dalam penyusunan Renja INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015, sehingga substansi pada bab bab berikutnya dapat dipahami dengan baik. BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA INSPEKTORAT TAHUN 2014 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2014 dan Capaian Renstra SKPD, memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja INSPEKTORAT TAHUN 2014 dan perkiraan capaian tahun 2015. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2013-2018 berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja tahun-tahun sebelumnya. 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan INSPEKTORAT, Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan INSPEKTORAT, berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam Permendagri Nomor 54 Tahun 2010. 2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi INSPEKTORAT, berisikan uraian mengenai isu-isu penting dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi yang ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas INSPEKTORAT Kota Pariaman Tahun 2015. BAB III : TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Tujuan dan Sasaran Renja INSPEKTORAT, berisikan perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi INSPEKTORAT Kota Pariaman yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra. 4

3.2 Program dan Kegiatan, berisikan penjelasan mengenai : faktor- faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan Tahun 2015, rekapitulasi program dan kegiatan serta penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya. BAB IV : Indikator kinerja dan kelompok sasaran yang menggambarkan pencapaian Renstra Inspektorat Kota Pariaman, pagu indikatif, sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan ; ( Tabel Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Inspektorat Tahun 2015 dan Prakiraan Maju tahun 2017 ) Terlampir ; BAB V : PENUTUP 5

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA INSPEKTORAT TAHUN 2014 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA INSPEKTORAT TAHUN 2014 DAN CAPAIAN RENSTRA INSPEKTORAT. Renja Inspektorat Kota Pariaman pada dasarnya menyajikan pengukuran terhadap hasil kinerja kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Inspektorat Kota Pariaman selama tahun 2014 dan perkiraan target tahun 2015. A. Penetapan Indikator Kinerja Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja Kegiatan meliputi indikator masukan (input), keluaran (output), hasil (outcome). Indikator-indikator tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program/kegiatan. B. Capaian dan Evaluasi Program / Kegiatan Tahun 2014 Capaian dan Evaluasi Program / Kegiatan Tahun 2014 Pada Tahun 2014 Inspektorat Kota Pariaman menerima anggaran sebesar Rp.5.947.553.636,- yang dialokasikan untuk pelaksanaan 6 program dan 28 kegiatan. Dari jumlah dana tersebut terealisasi sebesar Rp 4.801.428.360,- dengan capaian kinerja fisik sebesar 93 % dan capaian kinerja keuangan sebesar 80,73 %. Perhatikan tabel berikut : 6

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program ini terdiri atas 10 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp.325.536.000,- Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp 318.342.471,- atau 97,79 %. Pada pelaksanaan program ini, seluruh indikator kinerja keluaran (output) kegiatan dapat mencapai target yang ditetapkan. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini : No. 1 2 Kegiatan Penyediaan jasa surat menyurat Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan Target Realisasi Satuan (Rp) (Rp) (%) 12 12 Bulan 2,000,000 1,999,960 100.00 12 12 Bulan 70,000,000 65,564,381 93.66 3 4 Penyediaan jasa administrasi keuangan Penyediaan jasa kebersihan kantor 12 12 Bulan 75,300,000 74,900,000 99.47 12 12 Bulan 7,500,000 7,493,500 99.91 5 Penyediaan alat tulis kantor 12 12 Bulan 20,000,000 19,999,200 100.00 6 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 12 12 Bulan 15,000,000 15,000,000 100.00 7 8 9 10 Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Penyediaan makanan dan minuman Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Jumlah 12 12 Bulan 10,000,000 9,996,750 99.97 12 12 Bulan 5,000,000 3,500,000 70.00 12 12 Bulan 20,736,000 20,736,000 100.00 12 12 Bulan 100,000,000 99,152,680 99.15 325,536,000 318,342,471 97.79 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini terdiri atas 5 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp 315.508.000,-. Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp.277.771.128,- atau 88,04 %. Pada pelaksanaan program ini, 7

seluruh indikator kinerja keluaran (output) kegiatan dapat mencapai target yang ditetapkan. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini : No. 1 2 3 4 5 Kegiatan Pengadaan perlengkapan gedung kantor Pengadaan peralatan gedung kantor Pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional Pemeliharaan rutin / berkala peralatan gedung kantor Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan Target Realisasi Satuan (Rp) (Rp) (%) 6 6 Unit 29,400,000 21,135,000 71.89 11 11 unit 85,000,000 83,500,000 98.24 1 1 Tahun 47,500,000 47,485,000 99.97 9 9 Unit 132,758,000 104,851,128 78.98 26 26 Unit 20,850,000 20,800,000 99.76 J u m l a h 315,508,000 277,771,128 88.04 3) Program Peningkatan / Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. Program ini hanya terdiri atas 1 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 20.000.000,-. Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp 19.999.200,- atau 100 %. Pada pelaksanaan program ini, indikator kinerja keluaran (output) kegiatan bersangk utan dapat mencapai target yang ditetapkan. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Peningkatan / Pengembangan Sistem Pelaporan Kinerja dan Keuangan dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini : 8

No. 1 Kegiatan Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan Target Realisasi Satuan (Rp) (Rp) (%) 6 6 Dokumen 20,000,000 19,999,200 100.00 J u m l a h 20,000,000 19,999,200 100.00 4) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah Program ini terdiri atas 8 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1.701.111.500,- Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp.1.348.857.128,- atau 79,29 %. Pada pelaksanaan program ini, terdapat 3 indikator kinerja keluaran (output) kegiatan yang tidak mencapai target yang ditetapkan. Realisasi Kegiatan Sosialisasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Tahun 2014 hanya sebesar 32.95 % hal ini disebabkan, karena kegiatan ini direalisasikan pada Anggaran Belanja Perubahan Tahun 2014. Dengan adanya pergantian Pimpinan (Presiden dan Menteri), maka sebagian aturanpun berganti, sehingga menyulitkan untuk berkomunikasi dengan Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia di Jakarta untuk melaksanakan kegiatan ini, akibatnya jadwal yang telah ditetapkan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pada kegiatan Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan kegiatan ini direalisasikan sejumlah 59,95 % yang tidak terealisasi adalah belanja perjalanan dinas luar derah hal ini disebabkan karena rapat-rapat koordinasi keluar daerah untuk kegiatan tindak lanjut 2014 dibatasi hanya beberapa Kabupaten/Kota dan undangan yang disampaikan tersebut terlambat diterima. Disamping itu kegiatan Penyusunan dan Implementasi SPIP realisasi 69,86 %, rendahnya realisasi dana disebabkan karena perjalanan luar daerah dan belanja transportasi dan akomodasi banyak tidak terpakai karena kegiatan 9

berdasarkan SE Menpan RB Nomor 11 Tahun 2014 tanggal 17 November 2014 tentang Pembatasan Kegiatan Pertemuan/ Rapat diluar kantor. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini : No. 1 2 3 4 Kegiatan Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala Penanganan kasus / khusus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah Tindak lanjut hasil temuan pengawasan Review Laporan keuangan pemrintah daerah Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan Target Realisasi Satuan (Rp) (Rp) (%) 75 67 LHP 750,322,500 642,349,000 85,61 23 16 Kasus 203,764,000 193,334,400 94.88 2 2 Jenis 155,780,000 93,384,980 59.95 1 1 Dokumen 74,275,000 74,025,000 99.66 5 Monitoring dan evaluasi pengawasan (koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif) 2 2 Laporan 125,114,000 94,097,708 75.21 6 7 8 Penyusunan dan implementasi SPIP Monitoring dan evaluasi Kepatuhan pelaksanaan LP2P Sosialisasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi J u m l a h 7 7 SKPD 233,334,000 163,000,000 69.86 1 1 Dokumen 87,977,000 65,419,840 74.36 1 0 Dokumen 70,545,000 23,246,200 32.95 1,701,111,500 1,348,857,128 79.29 5) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa / Aparatur Pengawasan Program ini terdiri atas 3 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 659.429.000,-. Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp. 489.172.658,- atau 74,18 %. Pada pelaksanaan program ini, terdapat 1 10

No. 1 2 indikator kinerja keluaran (output) kegiatan yang tidak mencapai target yang ditetapkan. Realisasi Kegiatan Pelatihan Teknis Pengawasan dan Penilaian Akuntabilitas Kinerja 68,35 % hal ini disebabkan dengan adanya perubahan harga satuan biaya perjalanan dinas luar daerah berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 6 Tahun 2014 tentang Standar Biaya Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pariaman Tahun 2014 dan adanya Auditor tidak dapat ikut Diklat. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan pada tabel dibawah ini : Kegiatan Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan Pelatihan teknis pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja Aparatur Pengawasan dapat diuraikan lebih lanjut Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan (Rp) Target Realisasi Satuan (Rp) (%) 33 32 Orang 96,484,000 95,789,200 99.28 32 31 Orang 529,195,000 361,683,458 68.35 3 Penilaian angka kredit 17 17 Orang 33,750,000 31,700,000 93.93 J u m l a h 659,429,000 489,172,658 74.18 6) Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Program ini hanya terdiri atas 1 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp. 65.004.000,-. Dari jumlah anggaran tersebut direalisasikan sebesar Rp. 28.497.000,- atau 43,84 %. Pada pelaksanaan program ini dapat kami jelaskan bahwa pada kegiatan ini yang tidak terpakai yakni belanja perjalanan dinas luar untuk teknisi, belanja jasa konsultan jaringan dan belanja hardware sisfohasrik sebagai untuk berjaga-jaga guna pemeliharaan alat system 11

informasi yang ada pada Inspektorat Kota Pariaman, indikator kinerja keluaran (output) kegiatan bersangkutan adalah untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam menunjang pelaksanaan kegiatan di Inspektorat dapat mencapai target yang ditetapkan. Pencapaian kinerja keuangan atas Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini : No. Kegiatan 1 Penyusunan sistem infor-masi hasil pemeriksaan Pencapaian Kinerja Anggaran Realisasi Keuangan Target Realisasi Satuan (Rp) (Rp) (%) 2 2 laporan 65,004,000 28,497,800 43.84 J u m l a h 65,004,000 28,497,800 43.84 2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN INSPEKTORAT Inspektorat Kota Pariaman merupakan Perangkat Daerah yang mempunyai tugas membantu Walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pengawasan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota Pariaman. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua dari Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Pariaman, susunan organisasi Inspektorat Kota Pariaman terdiri atas Inspektur, Sekretaris, Inspektur Pembantu, dan Kelompok Jabatan Fungsional. Di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Inspektorat Kota Pariaman melakukan koordinasi dengan perangkat daerah Kota Pariaman ( Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas/Badan /Kantor, Lembaga Teknis Daerah), juga dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah maupun Eksternal Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. 12

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012, secara konkrit Inspektorat Kota Pariaman mempunyai tugas: Melaksanakan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Daerah Kota, Pelaksanaan Pembinaan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Pelaksanaan Urusan Pemerintahan Desa. Untuk menjalankan tugas pokok tersebut, Inspektorat Kota Pariaman mempunyai fungsi : a. Perencanaan Program Pengawasan; b. Perumusan kebijakan dan fasilitas pengawasan; c. Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Sesuai dengan fungsi dimaksud Inspektorat Kota Pariaman mempunyai kegiatan dan kewenangan dalam hal ; Pemeriksaan dibidang aparatur, perlengkapan dan administrasi keuangan pada Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Struktur Organisasi : Gambar 1 Bagan Struktur Organisasi Inspektorat Kota Pariaman Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012 13

Berdasarkan Perda No. 23 Tahun 2012 tentang perubahan kedua Perda Kota Pariaman Nomor 04 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Walikota Pariaman No. 13 Tahun 2013 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Walikota Pariaman Nomor 23 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Lembaga Teknis Daerah, struktur Organisasi inspektorat adalah sebagai berikut : (1) Susunan Organisasi : a. Inspektur. b. Sekretaris, membawahi : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan; 3. Sub Bagian Administrasi dan Umum; c. Inspektur Pembantu terdiri dari : 1. Inspektur Pembatu Wilayah I; 14

2. Inspektur Pembatu Wilayah II; 3. Inspektur Pembatu Wilayah III; 4. Inspektur Pembatu Wilayah IV; d. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari : 1. Jabatan Fungsional Auditor; 2. Jabatan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah di Daerah (P2UPD); (2) Sekretariat dan Inspektur Pembantu Wilayah I, II, III dan IV sebagaimana dimaksud pada ayat (1) masing -masing dipimpin oleh Sekretaris dan Inspektur Pembantu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Inspektur. (3) Masing-masing Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. (4) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Inspektur. Sesuai dengan Tugas pokok Inspektorat Kota Pariaman yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di Daerah, maka untuk mengetahui Kinerja Inspektorat Kota Pariaman dapat diukur dengan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan. Dalam Lampiran IV RPJMD Kota Pariaman Tahun 2009-2013 bahwa Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kota Pariaman untuk optimalisasi fungsi konstruktif pengawasan adalah : 1. Prosentase Jumlah Kasus Yang Tertangani 2. Prosentase Pengembalian Kerugian Negara/Daerah ke Kas Negara/ Daerah 15

Analisis Kerja Inspektorat tahun 2014 sebagaimana tebel berikut ini : Tabel 1 : Analisa Kinerja Inspektorat Berdasarkan Indikator Kinerja Tahun 2014 NO Urusan Sasaran Indikator Target Renstra SKPD Target tahun 2014 Realisasi Capaian Realisasi Tahun 2014 Proyeksi Tahun 2015 Proyeksi Proyeksi Tahun 2015 Catat an Anali sis 1 Otonomi Daerah, Pemerintaha n Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian Optimali sasi fungsi konstruk tif pengaw a-san Prosentase jumlah pemeriksaan yang tertangani Prosentase pengembali an Kerugian Daerah ke Kas Daerah Pengawasan Internal (75 Obrik untuk 51 kali penugasan ) 2. Pemeriksa an kusus /Khusus 67 Objek Pemeriksaan untuk 44 kali penugasan 16 Pemeriksaan Kasus/Khu sus 75 Objek Pemeriksaan 80 Objek Pemeriksaan 65 % 80,22 % 65 % 70 % 2.3 ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI INSPEKTORAT : Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Inspektorat Kota Pariaman : a. Kondisi Internal. Inspektorat adalah Perangkat Daerah yang mempunyai tugas membantu Walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pengawasan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Sedangkan Kedudukan, tugas, fungsi dan susunan organisasi Inspektorat Kota berdasarkan Permendagri Nomor 64 tahun 2007, berkedudukan dibawah 16

dan bertanggungjawab kepada Bupati/Walikota dan secara teknis adiministratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota. Di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya melakukan koordinasi dengan Perangkat Daerah Kota Pariaman (Sek retariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas/Badan/Kantor, Lembaga Teknis Daerah) juga dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah maupun eksternal Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas, BPKP adalah pembina Jabatan Fungsional Auditor dan Menteri Dalam Negeri sebagai pembina Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD), oleh karena itu kedua lembaga tersebut selalu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas terhadap pejabat fungsional tersebut. Pada dasarnya lembaga pengawasan yang lebih tinggi, hanya memiliki kompetensi di bidang pengawasan represif dan fungsional atas kebijaksanaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pariaman, kecuali BPK sebagai lembaga pengawasan eksternal memiliki kewenangan atas semua hal yang menyangkut keuangan negara. Kondisi Internal dapat dilihat sebagai berikut : Kekuatan ( Strenght) : 1. Eksistensi dan legalitas lembaga pengawasan didukung Undang- Undang 2. Kriteria / Peraturan sebagai dasar pengawasan lengkap 3. Adanya dukungan pimpinan 4. Adanya motivasi aparat/pegawai dalam melaksanakan tugas pokok 5. Lingkungan kerja yang kondusif 6. Mekanisme kerja jelas Kelemahan ( Weakness ) : 1. Sarana dan prasarana kurang memadai 2. Terbatasnya personil Auditor / Pemeriksa dibandingkan dengan luasnya beban kerja pengawasan 17

3. Terbatasnya dana operasional 4. Kurangnya kompetensi aparat pengawas 5. Proses penyelesaian Laporan Hasil Pemeriksaan masih lambat. b. Kondisi Ekternal : Kondisi eksternal dapat diketahui sebagai berikut : Peluang (Opportunity): 1. Adanya Otonomi Daerah 2. Adanya Program diklat fungsional dan diklat teknis 3. Adanya tindak lanjut dari objek pemeriksaan 4. Adanya kerjasama dan sikap transparan dari objek pemeriksaan 5. Adanya dukungan dari organisasi lembaga kemasyarakatan Ancaman / Tantangan ( Threat ) : 1. Tuntutan Good Governance 2. Adanya ego sektoral instansi 3. Peran serta masyarakat masih rendah 4. Objek pemeriksaan yang tidak kooperatif memberikan data kepada aparat pemeriksa 5. Laporan Hasil Pemeriksaan belum ditindaklanjuti secara cepat,tepat dan tuntas. 18

B A B III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Seperti telah diketahui bahwa Pemerintah Pusat sekarang ini sedang menggalakkan penegakan hukum terhadap praktik-praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Prinsip-prinsip tata kelola pemerintah yang baik yang mendorong partisipasi masyarakat, taat hukum, tertib administrasi, transparan, responsive terhadap aspirasi masyarakat, penetapan kebijakan publik berdasarkan konsensus dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait, kesetaraan, efektif dan efisiensi, akuntabel, dan bebas KKN adalah hal-hal yang menjadi target Pemerintah untuk dicapai. Sejalan dengan hal tersebut dan sesuai dengan tugas Inspektorat yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di Daerah maka Inspektorat mempunyai kewajiban untuk : 1. Meningkatkan kualitas manajemen dan akuntabilitas organisasi melalui sistem koordinasi yang terintegrasi dan peningkatan Sumber Daya Aparatur, Sarana dan Prasarana. 2. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal semua kebijakan dan regulasi daerah. 3. Meningkatkan kualitas pengawasan agar lebih terstruktur, dengan azas demokrasi, transparan, dan akuntabel. 4. Meningkatkan pelaksanaan sistem pengendalian intern secara berkelanjutan. 5. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hasil pengawasan yang memang harus disebarluaskan kepada masyarakat. 3.1 TUJUAN DAN SASARAN RENJA INSPEKTORAT Tujuan Stratejik merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sampai 5 (lima) tahun pada tahun 2013-2018. Dengan 19

dirumuskannya tujuan stratejik ini maka Inspektorat Kota Pariaman dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi visi dan misi untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Lebih dari itu, perumusan tujuan stratejik ini juga akan memungkinkan Inspektorat Kota Pariaman untuk mengukur sejauh mana visi dan misi organisasi telah dicapai, mengingat tujuan stratejik diformulasikan berdasarkan pada visi dan misi organisasi. Untuk itu, agar keberhasilan organisasi didalam mencapai tujuan stratejik yang ditetapkan, akan memiliki indikator kinerja (Performance Indicator) yang terukur. Adapun tujuan stratejik dari Inspektorat Kota Pariaman 2013-2018 yang berdasarkan pada visi dan misi dan faktor-faktor kunci keberhasilan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan pembinaan dan tindakan pencegahan penyimpangan anggaran dan operasi pada SKPD. 2. Meningkatkan sumberdaya pengawasan yang bersih dan professional. Sasaran stratejik Inspektorat Kota Pariaman merupakan penjabaran dari misi dan tujuan yang telah ditetapkan, yang menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam 1 (satu) periode dan pengalokasikan dana dalam 5 (lima) tahun, melalui serangkaian kegiatan yang akan dijabarkan lebih lanjut dalam suatu Rencana Kinerja (Performance Plan). Penetapan sasaran stratejik ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional Organisasi tiap-tiap tahun untuk kurun waktu 5 (lima) tahun. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan stratejik yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai diharapkan bahwa tujuan stratejik terkait juga telah dapat dicapai. Kemudian pada masing-masing sasaran ditetapkan program yang akan dijalankan untuk mencapai sasaran terkait. Sama seperti sasaran terhadap tujuan, program-program yang ditetapkan untuk mendukung pencapaian 20

sasaran yang ditetapkan. Secara keseluruhan sasaran dan program Inspektorat Kota Pariaman dapat dijabarkan sebagai berikut: Tujuan 1 : Meningkatkan pembinaan dan tindakan pencegahan penyimpangan anggaran dan operasi pada SKPD. Sasaran 1. Terlaksananya pembinaan terhadap unit kerja dan pemerintahan desa, serta penanganan kasus/khusus pengaduan dari instansi dan masyarakat Program 1. Peningkatan system pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 2. Ditindaklanjutinya penyimpangan atas kegiatan yang tidak mencapai sasaran Tujuan 2 : Meningkatkan sumberdaya pengawasan yang bersih dan professional Sasaran Program 1. Meningkatkan kualitas sumber daya aparat pengawasan 2. Ketersediaan data yang akurat 1. Peningkatan profesioalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 2. Optimalisasi pemanfaatan teknologi imformasi 21

Untuk mencapai sasaran stratejik maka disusunlah kegiatan untuk masing-masing program dengan kegiatan-kegiatan, dimana program dan rincian kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut : Tujuan Stratejik 1 1.Meningkatkan pembinaan dan tindakan pencegahan penyimpangan anggaran dan operasi pada SKPD. SASARAN STRATEJIK PROGRAM KEGIATAN 1. Terlaksananya pembinaan terhadap unit kerja dan pemerintahan desa, serta penanganan/penyelesa ian kasus/khusus pengaduan dari instansi dan masyarakat 1. Peningkatan system pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH. 1. Pelaksanaan Pengawasan Internal secara berkala. 2. Penanganan kasus pengaduan dilingkungan pemerintah daerah. 3. Penyusunan dan implementasi SPIP. 4. Monitoring dan evaluasi pengawasan (koordinasi pengawasan yang lebih konprehensif). 5. Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. 6. Evaluasi LAKIP. 7. Monitoring dan Evaluasi kepatuhan pelaksanaan LP2P. 8. Sosialisasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB). 22

2. Ditindaklanjutinya penyimpangan atas kegiatan yang tidak mencapai sasaran. 1. Tindaklanjut hasil temuan pengawasan. Tujuan Stratejik 2 Meningkatkan sumberdaya pengawasan yang bersih dan profesional SASARAN PROGRAM KEGIATAN STRATEJIK 1. Meningkatkan kualitas sumber daya aparat 1. Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa 1. Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan pengawasan dan aparatur pengawasan 2. Pelatihan teknis pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja 3. Penilaian angka kredit 2. Ketersediaan data yang akurat 2. Optimalisasi pemamfaatan teknologi imformasi 1. Penyusunan sistem imformasi hasil pemeriksaan 3.2 PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015 Untuk tahun 2015, yang mana tahun kedua dari rencana jangka menengah daerah dan Inspektorat Kota Pariaman, implementasi dari rencana stratejik 2013 2018 mencakup pelaksanaan kegiatan sebanyak 6 program untuk mendukung 2 (dua) sasaran stratejik, untuk melaksanakan aktivitas secara 23

keseluruhan pada Rencana Kerja SKPD tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp. 3.721.766.000,- sedangkan untuk kegiatan guna pelaksanaan Indikator Kerja Utama terdiri dari 2 Sasaran Stratejik dan 3 program dengan jumlah anggaran Rp. 2.863.016.000,- yang berasal dari Ikhtisar kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun 2015. Adapun untuk tahun 2015 indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD sebagai berikut : 1. Terlaksananya pembinaan terhadap unit kerja dan pemerintahan desa, serta penanganan / penyelesaian kasus/khusus pengaduan dari instansi dan masyarakat. 2. Ditindaklanjutinya penyimpangan atas kegiatan yang tidak mencapai sasaran. 3. Meningkatkan kualitas sumber daya aparat pengawasan. 4. Ketersediaan data yang akurat. Pada dasarnya rencana kinerja ( performance plan) 2015 menguraikan target kinerja yang hendak dicapai oleh Inspektorat Kota Pariaman Selama tahun 2015, target kinerja mempresentasikan nilai kuantitatif baik pada tingkat kegiatan maupun tingkat sasaran. Target kinerja pada tingkat sasaran stratejik akan dijadikan benchmark / Standar dalam mengukur keberhasilan organisasi di dalam upaya pencapaian visi dan misinya. Target kinerja 2015 untuk tujuan pengukuran efisiensi dan efektifitas kegiatan sebagaimana tergambar pada tabel berikut ini : 24

NO Tabel : Ikhtisar kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun 2015 SASARAN STRATEJIK KEGIATAN INDIKATOR KERJA TARGET 2014 TARGET ANGGARAN (Rp.) 1 2 3 4 5 6 1. Terlaksananya pembinaan terhadap unit kerja dan pemerintahan desa serta penanganan/ penyelesaian kasus/khusus pengaduan dari instansi dan masyarakat 1. Pelaksanaan Pengawasan Internal secara berkala 2. Penanganan kasus pengaduan dilingkungan pemerintah daerah 1. Jumlah obrik yang dilakukan pembinaan 2. Jumlah kasus /khusus pengaduan dari instansi dan masyarakat yang dapat diselesaikan 60 SPT 30 LHP 7 SKPD 900.000.000,- 200.516.000,- 200.000.000,- 3. Penyusunan dan implementasi SPIP 3. Pengimplementasi an Unsur-unsur SPIP pada SKPD yang sesuai dengan PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP 4. Monitoring dan evaluasi pengawasan ( koordinasi pengawasan yang lebih konprehensif) 4. Tidak terjadinya tupang tindih pemeriksaan antara Inspektorat Kota, Propinsi, BPKP dan Itjen. 6 laporan 190.000.000,- 5. Review Laporan keuangan pemerintah daerah 5. Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai SAP 1 Dok 92.000.000,- 6. Evaluasi LAKIP 6. Jumlah Laporan Hasil Evaluasi 27 Laporan 75.000.000,- 7. Monitoring dan Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan LP2P Monitorialuasi 7. Tersedianya laporan pajakpajak pribadi PNS Kota Pariaman 1 Dok 75.500.000,- 25

8. Penilai an Mandiri Pelaksaan Reformasi Birokrasi 8. Jumlah peserta Sosialisasi penilaianmandiri pelaksanaan reformasi birokrasi 100 orang 125.000.000,- 2. Ditindaklanjuti nya penyimpangan atas kegiatan yang tidak mencapai sasaran 1. Tindaklanjut hasil temuan pengawasan 1. Persentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindak lanjut 65 % 180.000.000,- 3. Meningkatkan kualitas sumber daya aparat pengawasan 1. Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 1. Pelatihan Kantor Sendiri yang diikuti oleh seluruh PNS 33 Org 110.000.000,- 2. Pelatihan teknis pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja 2. Jumlah aparatur pengawas yang mempunyai serifikasi 35 org 600.000.000,- 3. Penilaian angka kridit 3. Tersusunnya PAK Pejabat Fungsional 17 org 45.000.000,- 4. Ketersediaan data yang akurat 1. Penyusunan Sistem Informasi hasil Pemeriksaan 1. Database hasil pemeriksaan 4 laporan 70.000.000,- JUMLAH 2.863.016.000,- 26

B A B IV RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2017 PROVINSI : SUMATERA BARAT KOTA : PARIAMAN SKPD : INSPEKTORAT KOTA PARIAMAN Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program / Kegiatan Lokasi Rencana Tahun 2015 ( Tahun Rencana ) Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif Sumber Dana Catatan Penting Prakiraan Maju Rencana Tahun 2017 Target Capaian Kinerja 1 2 3 4 5 6 7 9 10 1 20 1.20.06 INSPEKTORAT Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif 1 20 1.20.06 1 20 1.20.06 BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA LANGSUNG 1 20 1.20.06 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran KEGIATAN : 1 20 1.20.06 01 01 Penyedian jasa surat menyurat 1 20 1.20.06 01 02 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik 1 20 1.20.06 01 07 Penyediaan jasa administrasi keuangan Penyediaan jasa 1 20 1.20.06 01 08 kebersihan kantor Terlaksananya pelayanan administrasi dengan baik dan tepat waktu Tersedianya meterai,perangko dan benda pos lainnya Tersedianya dana untuk pembayaran tagihan telepon, air,dan listrik Terlaksananya pe - ngelolaan keuangan dengan baik Terjaminnya kebersihan kantor 347.750.000 360.000.000,- Inspektorat 1 tahun 2,750,000 APBD 1 Tahun 3.000.000,- Inspektorat 1 tahun 70,000,000 APBD 1 Tahun 80.000.000,- Inspektorat 1 tahun 85,000,000 APBD 1 tahun 85.000.000,- 8,000,000 Inspektorat 1 tahun APBD 1 tahun 8.000.000,- 27

1 20 1.20.06 01 10 Penyediaan Alat Tulis Kantor Tersedianya Alat Tulis Kantor. Inspektorat 1 tahun 25,000,000 APBD 1 tahun 25.000.000,- 1 20 1.20.06 01 11 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Termanfaatkannya barang cetakan dan penggandaan Inspektorat 1 tahun 19,000,000 APBD 1 tahun 20.000.000,- 1 20 1.20.06 01 12 1 20 1.20.06 01 15 1 20 1.20.06 01 17 Penyediaan komponen instalasi listrik /penerangan bangunan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Penyediaan makanan dan minuman rapat 1 20 1.20.06 01 18 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah 1 20 1.20.06 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 20 1.2.06 02 05 KEGIATAN : Pengadaan Kend.dinas/operasion al Tersedianya penerangan kantor Tersedianya bahan bacaan dan buku peraturan perun - dang-undangan Tersedianya makanan dan minuman rapat Terselengggaranya koordinasi dan kon - sultasi antar instansi Ketepatan waktu penyelesaian dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan Tersedianya kendaraan dinas/opeeasonal Inspektorat 1 tahun 7,000,000 APBD 1 tahun 8.000.000,- Inspektorat 1 tahun 6,000,000 APBD 1 tahun 6.000.000,- Inspektorat 1 tahun 15,000,000 APBD 1 tahun 15.000.000,- Inspektorat 1 tahun 110,000,000 APBD 1 tahun 110.000.000,- Ispektorat 1 unit Kend Roda 4 dan 4 unit kend roda 2 300.000.000 APBD Guna Kelancara n Pemeriks aan reguler/ka sus/ khusus 5 unit kend roda 2 455.000.000 240.000.000,- 90.000.000,- 1 20 1.20.06 02 10 Pengadaan Mobiler Tersedianya mobiler Inspektorat 10 unit 20.000.000 APBD 4 unit 10.000.000,- 28

kantor 1 20 1.20.06 02 24 Pemeliharaan rutin /berkalakendaraan dinas /operasional Terpeliharanya kendaraan dinas roda 4 dan roda 2 Inspektorat 1 tahun 115,000,000 APBD 1 tahun 120.000.000,- 1 20 1.20.06 02 28 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Terpeliharanya mesin tik, komputer,lap top dan infokus Inspektorat 25 unit 20,000,000 APBD 25 unit 20.000.000,- 1 20 1.20.06 03 1 20 1.20.06 03 02 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Pakaian dinas beserta kelengka pannya Meningkatnya Disiplin Aparatur Tersedianya pakaian dinas harian ( PDH) Tersedianya pakaian dinas lapangan 36.000.000 - Inspektorat 36 stel 18.000.000 APBD - - 1 20 1.20.06 03 03 Pakaian kerja Inspektorat 36 stel 18.000.000 APBD - - lapangan 20 1.20.06 03 02 1 20 1.20.06 06 Program : Peningkatan /pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 1 20 1.20.06 06 01 KEGIATAN : Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD Tersedianya biaya untuk lembur Tersedianya biaya lembur untuk pembuatan laporan keuangan,lakip,rk A,DPA dan RENJA Inspektorat 20.000.000 22.000.000,- 5 Dokumen 20,000,000 APBD 5 Dokumen 22.000.000,- 1 20 1.20.06 20 PROGRAM : Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan Berkurangnya temuan pemeriksaan BPK RI berindikasikan kerugian 2.038.016.000 2.069.000.000,- 29

kebijakan KDH keuangan negara/daerah 1 20 1.20.06 20 01 1 20 1.20.06 20 02 KEGIATAN : Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala Penanganan Kasus Pengaduan di lingkungan Pemerintah Daerah Jumlah laporan hasil pemeriksaan reguler berdasarkan PKPT Jumlah laporan hasil pemeriksaan kasus/khusus Inspektorat 51 LHP 900,000,000 APBD LHP 912.000.000,- Inspektorat 24 kasus 200,516,000 APBD 30 LHP 201.000.000,- 1 20 1.20.06 20 06 Tindak lanjut hasil temuan pengawasan Persentase temuan yang ditindaklanjuti Inspektorat 2 kali 180,000,000 APBD 2 kali 180.000.000,- 1 20 1.20.06 20 09 Penyusunan dan Implementasi SPIP Implementasi SPIP bagi SKPD Inspektorat 60 orang 200,000,000 APBD 60 orang 204.000.000,- 1 20 1.20.06 20 10 Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Jumlah obrik yang dievaluasi dan dimonitoring Inspektorat 6 laporan 190,000,000 APBD 6 Laporan 192.000.000,- 1 20 1.20.06 20 11 Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Jumlah laporan keuangan SKPD yang direview Inspektorat 1 dokumen 92,000,000 APBD 1 dokumen 95.000.000,- 1 20 1.20.06 20 12 Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) 1 20 1.20.06 20 13 Monitoring dan Evaluasi kepatuhan pelaksanaan LP2P Jumlah Laporan hasil evaluasi Tersedianya laporan pajak - pajak pribadi PNS Kota Pariaman Inspektorat 27 Laporan 75,000,000 APBD 27 Laporan 77.000.000,- Inspektorat 1 dokumen 75.500,000 APBD 1 dokumen 78.000.000,- 1 20 1.20.06 20 14 Penilaian Mandiri Pelaksanaan Jumlah peserta workshop evaluasi Inspektorat 100 orang 125,000,000 APBD 100 0rang 130.000.000,- 30

Reformasi Birokrasi penilaianmandiri pelaksanaan reformasi birokrasi 1 20 1.20.06 21 PROGRAM : Peningkatan Profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan KEGIATAN : 1 20 1.20.06 21 01 Pelatihan pengembang -an tenaga pemeriksa dan aparatur pengawa -san 1 20 1.20.06 21 02 Pelatihan Teknis Pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja Kualitas rekomen - dasi yang dihasilkan dan ketepatan pe - nyelesaian laporan hasil pemeriksaan Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa kantor sendiri Terciptanya aparat pengawasan yang profesional 755.000.000 775.000.000,- Inspektorat 35 orang 110,000,000 APBD 36 Orang 115.000.000,- Inspektorat 35 orang 600.000,000 APBD 35 orang 615.000.000,- 1 20 1.20.06 21 03 Penilaian Angka Kredit Tersusunnya PAK Pejabat Fungsional Inspektorat 19 Orang 45,000,000 APBD 20 Orang 45.000.000,-. 1 20 1.20.06 23 PROGRAM: Program Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi 70.000.000 70.000.000 1 20 1.20.06 23 02 KEGIATAN : Penyusunan Sistem Informasi Hasil Database hasil Pemeriksaan pemeriksaan Inspektorat 2 laporan 70,000,000 APBD 2 Laporan 70.000.000 Jumlah. 3.721.766.000,- 3.536.000.000,- 31

B A B V P E N U T U P Rencana Kerja Inspektorat Kota Pariaman tahun 2015 disusun sebagai upaya untuk melaksanakan Visi dan Misi Inspektorat Kota Pariaman menuju Menjadi Pengawas Yang Profesional Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance ). Visi dan Misi Inspektorat Kota Pariaman tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan semua pihak. Dukungan berupa kerja sama yang baik sangat kami harapkan, sehingga terwujudnya Pemerintah Kota Pariaman yang bersih dan berwibawa akan lebih cepat tercapai. Pariaman, Maret 2015 INSPEKTUR KOTA PARIAMAN INDRA SAKTI, SH Pembina Utama Muda NIP. 19660101 198903 1 017 32