Clara Susilawati, MSi

dokumen-dokumen yang mirip
METODE HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COST METHOD) FULL COSTING - Oleh : Ani Hidayati

BAB VI METODE HARGA POKOK PROSES

METODE HARGA POKOK PESANAN

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU

TEMUTIGA. Dosen anto.kuddy. Phone

SIKLUS KEGIATAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

BAB I HARGA POKOK PRODUKSI

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN

METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING) A K U N T A N S I B I A Y A T I P F T P UB

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

1. Sistem insentif yang berdasarkan satuan hasil adalah: a. Sistem Taylor d. Berdasarkan Jam Kerja b. Sistem Rowan e. b & c benar c.

HARGA POKOK PRODUKSI

Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi

AKUNTANSI MANAJEMEN PREPARED BY YULI KURNIAWATI

Latihan Soal Akuntansi Biaya & Praktek (1)

BAB II LANDASAN TEORI

MODUL I AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU

Pert 12. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

Gaji merupakan pembayaran kepada tenaga kerja/karyawan yg didasarkan pada rentang waktu seperti gaji mingguan, bulanan dan lain sebagainya.

langsung Biaya Tenaga kerja

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI SOAL KASUS METODE HARGA POKOK PESANAN PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA

PENENTUAN ALOKASI BIAYA BERSAMA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA PRODUK PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN DUTA GRAPHIA OLEH Puteri Ekasari

1. Penggolongan menurut fungsi pokok dalam perusahaan. 2. Penggolongan menurut kegiatan departemen dalam perusahaan.

PENGANTAR AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN)

HARGA POKOK PROSES. Kasus:

AKUNTANSI BIAYA KA2083. Modul Praktek. Hanya dipergunakan di lingkungan Fakultas Ilmu Terapan

HARGA POKOK PESANAN. Kasus:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PERUSAHAAN ROTI UD. SHANIA BAKERY

MODUL PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA DAN PRAK

METODE HARGA POKOK PESANAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

SISTEM AKUNTANSI BIAYA. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

Clara Susilawati, MSi Ruang Dosen 3 Lt. 3 Gedung Yustinus. Jurusan Akuntansi Unika Soegijapranata

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN (JOB ORDER COSTING ATAU JOB COSTING)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT. DANAPERSADARAYA MOTOR INDUSTRY

BAB II BAHAN RUJUKAN

Unit yang diproduksi Biaya bahan baku total ( Rp) Per unit ( Rp )

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

MENGELOLA ADMINISTRASI GAJI DAN UPAH

AKUNTANSI BIAYA JOB COSTING ( HARGA POKOK PESANAN )---B.Linggar Yekti Nugraheni JOB COSTING. Job Costing Operation Costing Process Costing

PERTEMUAN KE-12 AKUNTANSI PERUSAHAAN INDUSTRI / PABRIK (1)

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam proses produksi selama satu periode (Soemarso, 1999:295). bahan baku menjadi produk selesai.

ANALISIS BEBAN DIFFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA CV. KERAMIK KENCANA

BAB II BAHAN RUJUKAN

Ada 2 metode yang umum digunakan dalam akumulasi biaya, yaitu : 1. Metode Akumulasi Biaya Pesanan. 2. Metode Akumulasi Biaya Proses.

Nama : WENY ANDRIATI NPM : Kelas : 3 EB 18

KARAKTERISTIK HARGA POKOK PESANAN

Kode Modul : AK-MN Mengelola Kartu Biaya Produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pert 13 BIAYA TENAGA KERJA. Team Teaching Universitas Islam Malang 2016

SOAL PRAKTEK KOMPUTER AKUNTANSI dengan MYOB ACCOUNTING V.18 STUDI KASUS PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Akuntansi Biaya. Cost System and Cost Accumulation. Yulis Diana Alfia, SE., MSA., Ak., CPAI. Modul ke: Fakultas Fakultas Ekonomi dan BIsnis

BAB II BAHAN RUJUKAN Pengertian Akuntansi Biaya. Menurut Mulyadi (2009:7) mendefinisikan akuntansi biaya sebagai. berikut:

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Mulyadi ada empat unsur pokok dalam definisi biaya tersebut yaitu :

AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

Modul ke: Process Costing. Biaya produksi dengan metode process costing. Fakultas FEB. Minanari, SE, M.Si. Program Studi Manajemen

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUK SAMPINGAN PADA PERUSAHAAN TAHU SUMEDANG. Rina Rismawati

Penganggaran Perusahaan

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING

BAB IX METODE HARGA POKOK PESANAN

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN (Studi pada UD. GALIH JATI Semarang)

AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK Anggaran,Aktual Dan Pembebanan

BIAYA OVERHEAD PABRIK

AKUNTANSI BIAYA. Lukita Tri Permata, SE., M.SI, Ak, CA

DAFTAR TABEL Tabel 1-1 Jadwal Pengerjaan... 6 Tabel 2-1 Kode Akun Tabel 2-2 Data Produksi Tabel 2-3 Elemen Biaya Produksi Tabel 2-4

MODUL PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA

PENENTUAN BIAYA PROSES: AKUNTANSI KERUGIAN PRODUKSI

Akuntansi Biaya. Cost Systems and Cost Accumulation. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen.

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA

METODE HARGA POKOK PROSES PENGANTAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pert 4. Team Teaching

Akuntansi Biaya PROCESS COSTING. Diah Iskandar SE., M.Si dan Lawe Anasta, SE.,M.S.,Ak. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi

HARGA POKOK TAKSIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I KONSEP DASAR AKUNTANSI BIAYA

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING. AKUNTANSI BIAYA EKA DEWI NURJAYANTI, S.P., M.Si

Biaya Produksi : Semua biaya yang timbul dalam hubungannya dengan kegiatan untuk mengolah barang dan jasa menjadi produk selesai.

PENGENALAN VISUAL BASIC

AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL

BAB 1 PERAMALAN PENJUALAN

MATERI PRAKTIKUM MINGGU KE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam satuan moneter untuk tujuan tertentu yang tidak dapat lagi dihindari, baik

Penganggaran Perusahaan

VII. SIKLUS AKUNTANSI USAHA MANUFAKTUR

CONTOH KASUS ANGGARAN PENJUALAN SAMPAI DENGAN ANGGARAN LABA RUGI

Analisis Estimasi Biaya. Hanna Lestari, M.Eng Teknik Industri-UDINUS-2014

HARGA POKOK STANDAR Karakteristik Harga Pokok Standar : Proses penentuan harga pokok standar

Transkripsi:

Clara Susilawati, MSi

Bahan baku (direct material) adalah bahan yang digunakan untuk membuat produk jadi dan dapat diidentifikasi secara fisik ke produk. Bahan baku merupakan bagian integral dari produk jadi. Bahan pembantu (indirect material) adalah bahan yang diperlukan untuk proses produksi tetapi tidak merupakan bagian integral dari produk jadi dan jumlah biayanya tidak signifikan

Biaya angkut pembelian dapat diperlakukan sebagai biaya overhead atau sebagai penambah harga perolehan bahan. Jika biaya angkut digunakan untuk membeli beberapa jenis bahan baku maka dasar alokasi yang sering digunakan adalah: Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku yang dibeli Perbandingan harga faktur tiap jenis bahan baku yang dibeli

Cara pertama dengan langkah sebagai berikut: Mencatat harga faktur kotor (sebelum dikurangi potongan pembelian) pada saat terjadi pembelian tersebut. Mengakui potongan pembelian sebagai pendapatan (income), pada saat pembayaran dilakukan pada periode potongan. Cara kedua dengan langkah sebagai berikut: Mencatat harga faktur bersih (setelah, dikurangi potongan pembelian) pada saat terjadi pembelian. Mengakui potongan pembelian sebagai kerugian (loss) atau biaya (expense) pada saat pembayaran dilakukan setelah periode potongan.

PT HOLY membeli 2 macam bahan yang terdiri atas 2.000 unit bahan baku "X" dengan harga per unit Rp 1.500 dan 4.000 unit bahan penolong "Y" dengan harga per unit Rp750. Berat per unit X adalah 1 kg dan Y 1,5 kg. Pembayaran 60 hari kemu dian. Ongkos angkut yang dibayar tunai adalah Rp500.000.

Bahan Unit Berat Total berat Alokasi X 2.000 1 kg 2.000 2/8 X 500.000 = 125.000 Y 4.000 1,5 kg 6.000 6/8 x 500.000 = 375.000 8.000 = 500.000 Bahan Harga Faktur Biaya angkut Harga pokok X 3.000.000 125.000 3.125.000 Y 3.000.000 375.000 3.375.000

Bahan Harga Faktur Alokasi biaya angkut X 3.000.000 3/6 x 500.000 = 250.000 Y 3.000.000 3/6 x 500.000 = 250.000 6.000.000 = 500.000 Bahan Harga Faktur Biaya angkut Harga pokok X 3.000.000 250.000 3.250.000 Y 3.000.000 250.000 3.250.000

Tangga l Pembelian Pemakaian 1/1 10.000 unit @ Rp 2.100 = Rp 21.000.000 8/1 1.000 unit @ Rp 2.210 = Rp 2.210.000 9/1 2.000 unit 28/1 1.000 unit @ Rp 2.310 = Rp 2.310.000 1/2 4.000 unit 10/2 2.000 unit @ Rp 2.410 = Rp 2.410.000 1/3 2.000 unit @ Rp 2.400 = Rp2.400.000 17/3 4.000 unit 21/3 4.000 unit @ Rp 2.290 = Rp9.160.000 2/9 2.000 unit @ Rp 2.140 = Rp 4.280.000 18/9 4.000 unit 20/10 2.000 unit @ Rp 2.040 = Rp 4.080.000 2/11 1.000 unit 22/11 3.000 unit @ Rp 2.000 = Rp 6.000.000 1/12 1.000 unit 31/12 2.000 unit @ Rp 2.020 = Rp 4.040.000 Jumlah 29.000 unit = Rp 62.700.000 16.000 unit

Persediaan akhir = (29.000-16.000) unit = 13.000 unit. Misalkan atas hasil identifikasi, persediaan akhir bahan baku yang berjumlah 13.000 unit tersebut terdiri atas: 3.000unit Dari persediaanawal Rp 6.300.000 4.000unit Dari pembelian tanggal21/3 9.160.000 2.000unit Dari pembelian tanggal20/10 4.080.000 2.000unit Dari pembelian tanggal22/11 4.000.000 2.000unit Dari pembelian tanggal31/12 4.040.000 Jumlah 13.000 unit sebesar Rp 27.580.000

Harga pokok bahan baku yang digunakan adalah:. Bahan baku yang siap digunakan Rp 62.700.000 Persediaan akhir Rp(27.580.000) Harga pokok bahan yang digunakan Rp 35.120.000

Rata-rata sederhana (2100+2210+2310+2410+2400+2290+2140+2040+2000+2020) / 10 = 2192 Jadi Persediaan akhir = 13.000 unit @Rp2192=Rp28.496.000 Harga pokok bahan baku yang digunakan adalah: Bahan baku yang siap digunakan Rp 62.700.000 Persediaan akhir Rp(28.496.000) Harga pokok bahan yang digunakan Rp34.204.000

Rata-Rata Tertimbang Total harga pembelian / total unit pembelian Rp 62.700.000/ 29.000 = Rp 2162,1 Persediaan akhir = 13.000 unit @ Rp2162,1 = Rp28.107.300 Harga pokok bahan baku yang digunakan adalah: Bahan baku yang siap digunakan adalah: Bahan baku yang siap digunakan Rp 62.700.000 Persediaan akhir Rp(28.107.300) Harga pokok bahan yang digunakan Rp34.592.700

2.000unit Dari pembeliantanggal31/12 Rp 4.040.000 3.000unit Dari pembelian tanggal22/11 6.000.000 2.000unit Dari pembelian tanggal20/10 4.080.000 2.000unit Dari pembelian tanggal2/9 4.280.000 4.000unit Dari pembelian tanggal21/3 9.160.000 Jumlah 13.000 unit sebesar Rp 27.560.000 Harga pokok bahan baku yang digunakan adalah : Bahan baku yang siap digunakan Rp 62.700.000 Persediaan akhir Rp (27.560.000) Harga pokok bahan yang digunakan Rp 35.140.000

10.000unit Dari persediaanawal Rp 21.000.000 1.000unit Dari pembelian tanggal8/1 2.210.000 1.000unit Dari pembelian tanggal28/1 2.310.000 1.000unit Dari pembelian tanggal10/2 2.410.000 Jumlah 13.000 unit sebesar Rp 27.930.000 Harga pokok bahan baku yang digunakan adalah : Bahan baku yang siap digunakan Rp 62.700.000 Persediaan akhir Rp (27.930.000) Harga pokok bahan yang digunakan Rp 34.770.000

Pada saat pembelian bahan baku Persediaan bahan baku/pembelian XXX Utang dagang/kas XXX Pada saat pemakaian bahan baku & bahan penolong Produk dalam proses-biaya bahan baku Biaya overhead Pabrik Persediaan bahan baku & bhn penolong

PENGERTIAN BIAYA TENAGA KERJA Gaji merupakan kompensasi reguler dan jumlahnya relatif tetap. Gaji dibebankan melalui rekening biaya tenaga kerja tidak langsung / BOP. Upah adalah kompensasi berdasar jam kerja, hari kerja / unit produk / jasa tertentu. Upah dibebankan melalui rekening biaya tenaga kerja langsung.

TKL Gaji bag. pabrik TKTL Kartu hadir Daftar G&U Gaji bag. Adm&umum Gaji bag. pemasaran

BDP- BTKL BOP sesungguhnya Biaya pemasaran Biaya administrasi Gaji & Upah

Gaji & Upah Utang gaji & upah Utang PPh karyawan Utang gaji & upah Utang PPh karyawan Kas