BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

dokumen-dokumen yang mirip
STRUKTUR ORGANISASI SEDERHANA DAN DESKRIPSI TUGASNYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam

BAB III OBJEK PENELITIAN. Perusahaan PT Abdy Sentra Kreasi adalah sebuah pabrik pengolahan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan industri di Indonesia sekarang ini semakin pesat. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin hari semakin pesatnya perkembangan industri manufaktur

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. CV Aneka Konveksi merupakan sebuah perusahaan konveksi yang

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Tunas Den s adalah perusahaan perorangan yang didirikan oleh bapak

Lampiran 1 Daftar Wawancara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan adalah suatu lembaga yang diorganisir dan dijalankan untuk

BAB III OBJEK PENELITIAN PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Setelah melakukan penelitian pada Tunas Den s yang berlokasi di jalan

BAB 1 PENDAHULUAN. negara. Dampak negatif dari hal tersebut adalah banyaknya warga negara yang

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Jabatan di. PT. Intan Suar Kartika. 1. Menentukan visi dan misi perusahaan

BAB 1V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Masing-masing perusahaan menampilkan performa dan keunggulan masingmasing.

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

GAMBARAN UMUM PROFIL PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembangnya perdagangan bebas yang masuk, maka setiap

Profil Perusahaan. Sejarah Perusahaan. (project manager), dan staff Administrasi (finance and accounting).

BAB 1 PENDAHULUAN. industri yang cukup ketat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dituntut untuk

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era yang sudah maju pada saat ini manusia sangat memerlukan

Analisis Dukungan Fungsi Produksi dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan. No. Kategori Pertanyaan Y T. tujuan-tujuan jangka pendek?

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. PT.Ricky Putra Globalindo merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang

BAB 4 PROFIL PERUSAHAAN

BAB III OBYEK PENELITIAN. III.1. Sejarah Perkembangan Perusahaan. PT Aneka Medium Garment merupakan perusahaan swasta yang bergerak

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Citra Tunas Baru Gramindo adalah perusahaan yang bergerak di industry

DAFTAR DIAGRAM Diagram Judul Halaman 5.1. Penjadwalan Awal Produk Singlet Penjadwalan Awal Produk Baju Penjadwalan Awal Produk Jaket

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. berkembang dan berjalan hingga saat ini. Pada awal berdirinya, toko Fiondy

BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat suatu tuntutan dalam

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A. 2015/2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan

1. Bergerak di bidang apakah Triple Jeans, Surabaya? Triple Jeans adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garment (jeans)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III ANALISA MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. jadi, yang dimana persediaan ini tentu saja sangatlah perlu untuk selalu. kapasitas produksi yang ditetapkan.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger dari

BAB IV OPERASIONAL AUDIT ATAS FUNGSI PRODUKSI PADA CV ENDANG AJI TRADING

PERENCANAAN & PENGENDALIAN OPERASI

Ratih Wulandari, ST., MT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian di PT. Maju Jaya

BAB V PENUTUP. Kepemilikan Toko Kolbandang berada di bawah 1 orang yaitu pemilik (Bu. Meningkatnya kebutuhan Toko Kolbandang untuk membangun struktur

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB IV. Audit Operasional Atas Fungsi Pengelolaan Persediaan Barang. Jadi Pada PT Aneka Medium Garment. IV.1. Survei Pendahuluan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat PT Kasa Husada Wira Jatim

ABSTRAK. Laporan Tugas Akhir. Universitas Kristen Maranatha

BAB 3 GAMBARAN SISTEM YANG BERJALAN. bermotor. Produk-produk yang dihasilkan dipasarkan

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Skema 1.1. Skema Kerangka Pikir

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis yang ingin memenangkan persaingan dituntut untuk memberikan perhatian

BAB III OBYEK PENELITIAN

PROSES PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG DI PT. MULTI GARMENTAMA

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahan baku merupakan salah satu unsur yang menentukan kelancaran proses

BAB 3 Analisis dan perancangan

Lampiran 1. Hasil Kuesioner

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN 1 PERTANYAAN WAWANCARA. b. Warna sandal apa saja yang diproduksi oleh CV Rejomanunggal?

BAB 3 ANALISA SISTEM DAN PERANCANGAN YANG BERJALAN

LAMPIRAN PENELITIAN. Dengan Judul : ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN ANALYSIS) DALAM MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA PENGRAJIN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. beralamat di Jalan Prepedan Raya No 54, Kalideres, Jakarta Barat.

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

Bab III PROSES PENGUMPULAN DATA

Daftar Pertanyaan Wawancara

BAB III DATA UMUM TENTANG WIRA KONVEKSI SIDOARJO

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB II. bidang pembuatan pakaian tidur orientasi ekspor, yang didirikan pada tanggal 10

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya. Kegiatan operasional dalam perusahaan leasing ILUFA

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurut Keputusan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. pengadaan barang-barang yang dibutuhkan baik oleh klien maupun oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan sangat cepat di segala bidang. Persaingan yang semakin ketat mengharuskan

JALUR SOP DARI ORDER DITERIMA SAMPAI ORDER JADI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi seperti pada masa sekarang ini, hal ini mengubah pertukaran

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. melakukan kegiatan produksi sesuai dengan pesanan (make to order) dan sebagian kecil

Transkripsi:

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Gambaran Umum Perusahaan Pada gambaran umum perusahaan diberikan informasi-informasi umum mengenai perusahaan yang dijadikan objek penelitian oleh penulis, yakni perusahaan yang bergerak di bidang garment dengan nama perusahaan PT JAYA PANCA TAMA. 2.1.1 Sejarah perusahaan PT JAYA PANCA TAMA didirikan pada tahun 1988 dengan alamat kantor di jalan Taman Sari IV nomor 14 dan alamat pabrik di jalan Taman Sari nomor 16. Perusahaan didirikan oleh Jie Sriyati. Luas tanah seluruhnya adalah seluas 580 m 2,dengan rincian luas kantor 160 m 2 dan luas pabrik 420 m 2. Jumlah karyawan saat itu 68 orang. Perusahaan memproduksi berbagai produk dengan merek sendiri yakni merek TAMA. Berbagai produk tersebut misalnya kemeja lengan pendek, kemeja lengan panjang, kemeja batik, T-shirt, polo shirt, celana panjang dan lain sebagainya. Perusahaan juga menerima pesanan/order dari luar perusahaan dimana kebanyakan adalah pesanan untuk seragam. Pemasaran produk pada tahun pertama terfokus hanya pada toko-toko di Jabotabek serta pulau Jawa.

8 2.1.2 Perkembangan Bisnis Pada tahun 1995 perusahaan mencoba mengembangkan usahanya dengan mengadakan perluasan produk dengan menambah jenis produk yang dihasilkan. Dengan menambah produk seperti jeans, berbagai jenis jaket dan dasi. Pemasaran yang dilakukan juga tidak lagi terbatas hanya pulau Jawa tapi ke daerah lain di luar Jawa yaitu: Bali, Ujung Pandang, Menado, Maluku, Medan, Makassar dan Kalimantan. Sekarang ini perusahaan sudah semakin berkembang dan telah merambah pasaran luar negeri, saat ini baru dua perusahaan luar negeri yaitu dari Australia dan Kanada, mereka memesan seragam untuk pekerja di pertambangan logam dari bahan tahan api. Pesanan yang diterima perusahaan juga semakin beragam seperti blazer, blouse, sepatu, sweater, topi dan jaket. Tetapi untuk jenis barangbarang ini perusahaan tidak membuat sendiri tapi menyerahkan pada perusahaan lain (subcontract). Perusahaan hanya membuat barang-barang seperti kemeja, celana, T-shirt dan lain sebagainya. 2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan Visi PT JAYA PANCA TAMA: menjadi perusahaan tekstil yang kompetitif di Indonesia Misi PT JAYA PANCA TAMA: mencari keuntungan, memberikan kontribusi pada pembangunan dengan meyediakan lapangan kerja dan menghasilkan produk tekstil yang berkualitas.

9 2.1.4 Kondisi dan Lingkungan Tempat Kerja Kondisi dan lingkungan tempat kerja sangat penting karena kondisi dan lingkungan tempat kerja sangat mempengaruhi keberadaan pabrik terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan pengaruhnya terhadap lingkungan disekitarnya. Kondisi lingkungan tempat kerja juga mempengaruhi performansi kerja para pekerja. Kondisi kerja yang baik akan membuat pekerja merasa nyaman sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan lebih produktif. PT JAYA PANCA TAMA didirikan di tengah pusat kota yang ramai, di sebuah kawasan perdagangan Taman Sari. Tata letak kantor dan pabrik dirancang sedemikian rupa sehingga kantor dan pabrik berdekatan, agar pihak manajemen mudah melakukan pengawasan kegiatan di dalam pabrik. Mesinmesin yang berada di pabrik adalah mesin-mesin yang seluruhnya menggunakan operator. Tata letak mesin kurang tersusun rapi karena jaraknya terlalu berdekatan. Perurusahaan tidak memiliki tidak mempunyai gudang/tempat khusus untuk penyimpanan bahan baku, bahan baku disimpan pada satu tempat yang tidak terlalu besar di dalam pabrik agar pengambilan bahan baku lebih mudah. 2.2 Sistem Manufaktur Sistem manufaktur merupakan proses perubahan bentuk dari bahan baku dan atau bahan setengah jadi menjadi produk jadi dan terjadi peningkatan nilai guna. Dalam proses perubahan ini membutuhkan keterlibatan faktor material, manusia, mesin dan metode yang digunakan dalam proses manufaktur.

10 2.2.1 Jenis Proses Manufaktur Dalam proses manufaktur terdapat beberapa jenis proses manufaktur, sistem manufaktur dapat terbagi dua yaitu: sistem manufaktur diskrit dan sistem manufaktur kontinu. Sistem manufaktur diskrit berkaitan dengan sistem konkret manufaktur yaitu perubahan setiap proses dapat terlihat dengan jelas, yang meliputi: a. Project Process suatu proses manufaktur, dimana perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk saja dan order hanya diterima dari satu perusahaan saja, dengan ciri khasnya material, peralatan dan manusia hanya bergerak ke arah produk yang dibuat. b. Job Process merupakan proses merupakan proses manufaktur yang mempunyai ciri pengelompokkan mesin berdasarkan jenis mesin yang sama. c. Batch Process merupakan proses manufaktur yang bercirikan mesin diletakkan sesuai dengan urutan proses produksinya, di sini perpindahan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lain secara berkelompok. d. Line Process merupakan proses manufaktur dimana mesin diletakkan sesuai dengan urutan proses produksinya. Sistem manufaktur kontinu: perubahan setiap proses tidak dapat dilihat secara langsung, meliputi: o Continue Process merupakan proses manufaktur dimana proses produksi dilakukan secara terus-menerus, biasanya terjadi pada industri yang menglah bahan cair, serbuk dan bahan kimia lainnya

11 Berdasarkan jenis-jenis sistem manufaktur diatas, maka PT JAYA PANCA TAMA menggunakan jenis sistem manufaktur Batch Process karena mesin-mesin pada lantai produksi berada dalam keadaan diam. Dengan kata lain, setelah mesin kesatu selesai memproduksi dilanjutkan proses pada mesin kedua dan seterusnya. Perpindahan material dari stasiun kerja satu ke stasiun kerja lain dilakukan secara berkelompok. 2.2.2 Strategi Penempatan Produk Strategi penempatan produk ada beberapa macam, yaitu: 1. Make-To-Stock: merupakan strategi yang memfokuskan pengiriman produk dengan kualitas yang baik, harga yang wajar dan barang yang umum, konsumen tidak akan mentolerir untuk menunggu kedatangan produk sehingga pihak manajemen dituntut untuk selalu melakukan persedian produk jadi. 2. Assemble-To-Order: dimana perusahaan merakit produk yang dihasilkan berdasarkan order (pesanan) dari perusahaan lain. 3. Make-To-Order: merupakan strategi yang menyediakan kemampuan teknis untuk memproduksi produk khusus, dimana perusahaan membuat produk tertentu berdasarkan order (pesanan) dari perusahaan lain. Berdasarkan ketiga macam strategi penempatan produk diatas maka strategi penempatan produk yang dimiliki oleh PT JAYA PANCA TAMA adalah Make-To-Stock dan Make-To-Order, dimana produk yang dibuat sebelumnya telah dipesan (order) terlebih dahulu oleh konsumen sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen yang sangat bervariasi

macamnya, tetapi jika tidak ada pesanan perusahaan tetap melakukan produksi produknya sendiri 12 2.3 Hasil Produk dan Pemasaran Untuk konsumen di wilayah Jabotabek, Cibubur, Cisarua, Cipanas, Cianjur, Serang (Banten), Bandung dan Sumedang banyak memesan hasil produk berupa kemeja: seperti kemeja tangan panjang, kemeja tangan pendek, dan kemeja batik, sedangkan konsumen untuk seluruh wilayah di Indonesia dan luar negeri banyak memesan produk-produk seperti kemeja batik, celana panjang, T-shirt, polo shirt dan seragam 2.4 Proses Produksi Proses produksi adalah suatu cara/metode maupun teknik bagaimana menciptakan faedah atau menambah faedah baik barang maupun jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi atau sumber-sumber yang ada. Adapun pada bagian ini akan dibahas mengenai urutan proses produksi, peta proses operasi. 2.4.1 Urutan Proses Produksi Dari Awal Sampai Jadi Proses produksi yang dibahas adalah proses produksi pembuatan kemeja tangan pendek: a. Pertama-tama kain digelar di atas meja sambil diperiksa apakah material ada yang cacat b. Pasang pola/marker

13 c. Kemudian digambar lalu kain dipotong sesuai pola yang sudah digambar d. Kemudian kain yang sudah dipotong dijahit e. Pertama-tama menjahit bagian pundak f. Menjahit bagian tangan g. Menjahit kantong h. Menjahit bagian bawah tangan dengan label i. Bagian kerah, pertama-tama setelah kain dipotong kain keras dan kain dilem, kemudian kain dipress menggunakan mesin press setelah dipress,jahit bagian dalam kerah kemudian kerah digunting dan dipress kembali, selanjutnya dilakukan stik kerah, kemudian menjahit kaki kerah baru dijahit menjadi satu dengan baju tadi, bersama dengan merek. j. Membuat list k. Kemudian buat lubang kancing, pasang kancing l. Klim bawah m. Melakukan trimming (buang benang) n. Setelah selesai kemeja lengan pendek itu digosok o. Terakhir dimasukkan kemeja lengan pendek tersebut dipacking.

14 2.4.1 Peta Proses Operasi Gambar 2.1 Peta Proses Operasi Kemeja Lengan Pendek

15 2.5 Bahan Baku yang Digunakan Beberapa jenis bahan baku yang digunakan untuk membuat produk: 1.Kain: a. Tetoron b. Teiyin tetoron c. Kain 100% cotton d. Lacos e. Wool f. Parasut g. Spandex 2.Kain keras 3.Benang 4.Kancing 5.Tulang kerah 6.Label a. main label b. care label c. size label 7. Dan lain-lain Untuk packing bahan yang digunakan adalah: 1.Polybag 2.Jarum pentul 3.Kartun Badan 4.Kartun leher

16 5.Kartun label harga 6.Name tag 7.Plastik kupu-kupu 8.Plastik leher 9.Jepitan plastik 10. Dan lain-lain 2.6 Jenis Mesin yang Digunakan Mesin adalah suatu alat yang sangata membantu pekerja dalam melakukan pekerjaanya di pabrik. Jika terjadi kerusakan pada mesin akan mengakibatkan keterlambatan produksi. Mesin-mesin yang dipakai di pabrik: Tabel 2.1 Jenis dan Jumlah Mesin Jenis Mesin Jumlah Mesin jahit 80 Mesin lubang kancing 4 Mesin pasang kancing 4 Mesin potong 5 Mesin press kerah 3 Mesin obras 8 Mesin list kansai 3 Sumber: PT JAYA PANCA TAMA

17 2.7 Sistem Perawatan Mesin Sistem perawatan mesin yang dilakukan adalah dengan cara pemeriksaan mesin secara berkala oleh teknisi setiap sebulan sekali. Adapun jumlah tenaga kerja teknisi yang digunakan perusahaan berjumlah dua orang. 2.8 Sistem Manajemen Sistem manajemen menggambarkan bagaimana struktur organisasi yang ada dimana perusahaan dan juga job description setiap karyawan sesuai jabatannya. Selain itu juga dijelaskan mengenai sistem perekrutan dan pemberhentian karyawan, pengaturan jam kerja serta sistem penggajian dan upah

18 2.8.1 Struktur Organisasi Perusahaan Komisaris Utama Komisaris Direktur Kabag Keuangan Kabag Purchasing Kabag Marketing Kabag Produksi Kabag Logistik Administrasi Staff Staff Staff Staff Desainer Staff Kolektor Bgn Bgn transportasi Teknisi Bgn transportasi Bgn transportasi transportasi Gambar 2.2 Struktur Organisasi Perusahaan 2.8.2 Job Description Job description komisaris utama: o Mengepalai segala kegiatan perusahaan. o Mengambil segala keputusan demi kelangsungan perusahaan. o Menandatangani segala kontrak perjanjian kerjasama maupun kontrak kontrak penting lainnya. Job description komisaris: o Membantu komisaris utama dalam menjalankan tugasnya.

19 o Menggantikan fungsi komisaris utama apabila komisaris utama berhalangan atau diberi wewenang khusus oleh komisaris utama. o Mewakili komisaris utama dalam menandatangani kontrak (apabila sudah diberi wewenang khusus oleh komisaris utama). Job description direktur: Membantu komisaris dan komisaris utama dalam menjalankan tugasnya. Menggantikan fungsi komisaris dan komisaris utama apabila komisaris atau komisaris utama berhalangan, setelah diberi wewenang khusus oleh komisaris dan komisaris utama. Memonitor kinerja semua kepala bagian. Job description kepala bagian keuangan: o Mengendalikan keuangan perusahaan dengan dimonitor direktur o Membuat laporan penerimaan dan pengeluaran o Melaporkan hasil laporan yang sudah diperiksa kepada direktur berupa jurnal dan neraca laporan keuangan. Job description kepala bagian purchasing: o Mengendalikan semua proses pembelian perusahaan o Mengurus pembelian bahan baku. o Mengurus pembelian inventaris kantor. o Mengurus pembelian bahan penunjang proses produksi. o Membuat laporan transaksi pembelian. Job description kepala bagian marketing: o Mengendalikan semua proses marketing/promosi perusahaan o Memeriksa laporan penjualan.

20 o Merencanakan pemasaran produk. o Melaporkan hasil penjualan yang sudah diperiksa kepada direktur Job description kepala bagian produksi: o Mengendalikan semua proses produksi perusahaan. o Mengontrol jalannya proses produksi. o Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi. o Bertanggung jawab atas hasil produksi. Job description kepala bagian logistik: o Mengendalikan semua proses logistik perusahaan. o Menghitung jumlah kebutuhan bahan baku o Mengontrol keluar masuknya barang o Mengatur penempatan barang o Bertanggung jawab bila terjadi kehilangan atau kerusakan barang. Job description administrasi: o Mencatat segala transaksi pengeluaran yang dilakukan perusahaan. o Mencatat segala transaksi penerimaan yang dilakukan perusahaan. o Mencatat kegiatan operasional perusahaan. o Membuat laporan kegiatan masing-masing bagian Job description staff keuangan: o Melaksanakan tugas yang diberikan kepala bagian keuangan. Job description kolektor: o Melakukan penagihan pada konsumen yang memiliki masalah dalam pembayaran

21 Job description staff purchasing: o Melaksanakan tugas yang diberikan kepala bagian purchasing. Job description staff marketing: o Melaksanakan tugas yang diberikan kepala bagian marketing. Job description staff produksi: o Melaksanakan tugas yang diberikan kepala bagian produksi. o Melakukan proses produksi menjahit o Melakukan proses produksi cutting o Melakukan proses produksi gosok o Melakukan proses produksi finishing o Melakukan proses produksi packing o Melakukan proses produksi quality control Job description designer: o Merancang model pakaian yang hendak dipasarkan, sesuai dengan keinginan konsumen. o Memilih jenis kain, kancing yang dibutuhkan dalam pembuatan model pakaian tersebut. Job description teknisi: o Melakukan perbaikan bila ada kerusakan pada mesin o Melakukan pemeriksaan berkala pada mesin-mesin Job description staff logistik: o Melakukan tugas yang diberikan kepala bagian logistik Job description bagian transportasi (yang mencakup supir dan kenek): o Melaksanakan tugas transportasi dalam perusahaan (supir)

22 o Membantu supir dalam melaksanakan tugasnya (kenek) 2.8.3 Perekrutan Karyawan Sumber daya manusia yang ada di perusahaan terbagi menjadi dua yakni karyawan untuk kantor dan pabrik. Perekrutan dilakukan untuk karyawan pabrik. Sedang untuk karyawan yang ada di kantor, perusahaan ini tidak melakukan perekrutan dari pihak luar. Untuk di kantor perusahaan ini memakai tenaga kerja dari pihak keluarga. Penerimaan karyawaan dilakukan bila perusahaan sedang melakukan perluasan pabrik atau bila ada karyawan yang mengundurkan diri. Apabila karyawan mengundurkan diri, perusahaan akan menerima karyawan yang mempunyai kemampuan setaraf setidaknya hampir sama dengan kemampuan karyawan yang keluar. Perusahaan selama ini selalu menerima karyawan berdasarkan lowongan dari mulut ke mulut, tidak pernah khusus membuka lowongan untuk merekrut karyawan baru. Para calon karyawan itu akan diwawancara oleh J.Mimie (kabag.keuangan) yang akan menentukan apakah calon karyawan itu diterima atau tidak. Karyawan yang paling banyak diperlukan perusahaan adalah untuk posisi penjahit. Untuk posisi penjahit perusahaan biasanya menerima orang dengan pendidikan minimal sekolah menengah pertama/smp. Sedang untuk posisi cutting, buang benang, tukang gosok, packing perusahaan dapat menerima orang dengan pendidikan minimal sekolah dasar/sd. Namun kenyataannya yang ada di perusahaan untuk posisi cutting, buang benang,

23 tukang gosok, packing para pekerja memiliki pendidikan sekolah menengah pertama/smp. Untuk posisi lain seperti bagian transportasi (supir dan kenek) perusahaan tidak melihat dari pendidikan orang tersebut tapi dari pengalaman yang dimiliknya. Sedang untuk teknisi, perusahaan mengharuskan orang tersebut lulusan dari sekolah teknik mesin/stm ataupun sederajat untuk menjamin kualitas mesin mesin karena mesin sangat penting untuk kelangsungan perusahaan. Karyawan yang baru diterima akan ditraining selama 2 minggu dan akan dinilai kinerjanya selama 2 bulan. Jika tidak ada perkembangan maka karyawan tersebut akan ditraining lagi kemudian dilihat lagi kinerjanya selama 1 bulan. 2.8.4 Pemberhentian Karyawan Pemberhentian karyawan sangat jarang dilakukan oleh perusahaan ini. Selama ini pemberhentian karyawan yang terjadi biasanya karena pengunduran diri sendiri karena berbagai alasan, biasanya karena menikah. Tapi ada juga pemberhentian karyawan yang telah dilakukan perusahaan. Perusahaan akan memberhentikan karyawan apabila karyawan tersebut melakukan kesalahan besar dan setelah diberi peringatan tapi tetap saja melakukan kesalahan kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Bila perusahaan yang melakukan pemberhentian karyawan maka perusahaan akan memberikan pesangon. Tetapi jika karyawan itu sendiri yang

24 melakukan pengunduran diri maka perusahaan tidak memberikan apa apa, hanya gaji selama karyawan tersebut telah bekerja saja. 2.8.5 Pengaturan Jam Kerja Jam kerja karyawan yang diberlakukan di perusahaan : o Hari Senin sampai Jumat : Pk 08.00-Pk17.00 Istirahat : Pk12.00- Pk13.00 o Hari Sabtu : Pk 08.00-Pk 12.00 2.8.6 Sistem Penggajian dan Upah Untuk karyawan yang bekerja di kantor, mereka menerima sistem penggajian tetap. Apakah mereka masuk/tidak, kinerjanya baik/buruk mereka tetap menerima sejumlah gaji yang telah disepakati pada saat mereka diterima untuk bekerja di perusahaan. Gaji yang mereka terima akan meningkat menurut kebijaksanaan perusahaan. Dan karyawan yang bekerja di kantor akan menerima gaji secara bulanan, yakni setiap akhir bulan. Untuk karyawan yang bekerja di pabrik seperti penjahit, cutting, buang benang, tukang gosok, packing perusahaan memberlakukan sistem upah perhari Mereka akan dibayar berdasarkan jumlah yang sudah mereka kerjakan. Dan upah mereka dibayarkan tiap 2 minggu, yakni setiap hari Sabtu. Jumlah yang diterima oleh tiap karyawan baik karyawan kantor maupun pabrik tidak dapat disebutkan jumlah nominalnya karena perusahaan menolak untuk memberikan data ini.

25 2.9 Layout Penyusunan tata letak peralatan/fasilitas pabrik, sumber daya manusia yang teratur dan efisien merupakan penerapan layout yang baik. Layout yang baik juga dapat membantu kelancaran proses produksi, sehingga suasana kerja di dalam pabrik terasa efektif. Terdapat beberapa macam jenis layout antara lain: a. Proses layout adalah layout yang mempunyai penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis mempunyai fungsi yang sama dan diletakkan pada bagian yang sama. b. Produk layout sering juga disebut line layout adalah layout dengan penyusunan tata letak dimana alat disusun berdasarkan urutan proses produksinya, biasanya digunakan apabila proses produksinya sudah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar perusahaan. c. Fixed Position layout adalah semua komponen komponen untuk proses produksi diletakkan di dekat tempat proses produksi dilaksanakan. Layout ini dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang proses produksinya selalu berpindah-pindah, seperti misalnya perusahaan bangunan (dam, jembatan, jalan perumahan dan sebagainya) dimana peralatan dan semua bahan akan diletakkan di tempat yang dekat dengan tempat proses produksinya, setelah proses produksi tersebut selesai, maka peralatanperalatan akan dipindahkan di tempat proses produksi berikutnya.

Gambar 2.3 Layout pabrik lantai 1 26

Gambar 2.4 Layout pabrik lantai 2 27

28 Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa layout yang digunakan perusahaan adalah proses layout. 2.10 Cara Pemesanan Bahan Baku Perusahaan sudah memiliki beberapa supplier langganan, perusahaan melakukan transaksi pemesanan pada supplier langganan melalui telepon. Untuk supplier baru yang belum pernah bekerjasama dengan perusahaan sebelumnya, bagian purchasing akan meminta supplier tersebut untuk mengirimkan contoh barang dan harga penawarannya. Dari supplier-supplier yang ada, baik yang lama dan yang baru perusahaan akan memilih supplier dengan kualitas barang terbaik dan harga yang murah Setelah supplier dipilih dilakukan transaksi pemesanan, biasanya dilakukan down payment/dp hingga 30% sampai barang dikirim ke perusahaan baru akan dilakukan pembayaran penuh namun ada juga yang dibayar sekaligus saat barang tiba di perusahaan, tergantung kesepakatan dengan supplier. Bahan baku dipesan sesuai dengan pesanan produksi yang akan dilakukan perusahaan. Pada umumnya jumlah pemesanan bahan baku tersebut dilebihkan sebanyak 5% dari total, untuk mengantisipasi kegagalan pada saat proses produksi. 2.11 Sistem Pengendalian Bahan Baku Pengendalian bahan baku perusahaan dilakukan oleh bagian logistik. Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa perusahaan melakukan dua macam

29 produksi yakni produksi sesuai pesanan konsumen, dalam hal ini umumnya pesanan seragam dan juga produksi untuk merek sendiri, yakni merek TAMA. Produksi yang sesuai dengan pesanan konsumen merupakan jenis pesanan langsung/fresh order sehingga kapasitas produksi perusahaan tiap bulannya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Bila pesanan langsung/fresh order dari konsumen sedang banyak maka perusahaan akan mengurangi kapasitas produksi produk-produknya yang bermerek TAMA, tidak dihentikan sama sekali hanya kapasitasnya dikurangi. Dan sebaliknya bila perusahaan sedang tidak menerima pesanan dari konsumen maka perusahaan akan menaikkan kapasitas produksi produk-produknya yang bermerek TAMA Yang bertugas menerima pesanan langsung/fresh order adalah bagian marketing. Setelah mengetahui jumlah pesanan konsumen dari bagian marketing maka bagian produksi akan mengatur pembagian kapasitas produksi dalam rencana produksi. Setelah rencana produksi selesai dilakukan bagian produksi akan memberikan rencana produksi itu pada bagian logistik untuk meminta bahan baku yang diperlukan Dari rencana produksi yang ada, bagian logistik akan melakukan perhitungan berapa banyak bahan baku yang diperlukan bila bahan baku yang ada di gudang kurang maka bagian logistik akan meminta bagian purcahasing untuk memesan bahan baku tersebut kembali. Bagian logistik melakukan perhitungan perhitungan bahan baku yang diperlukan hanya menggunakan intuisi dan berdasarkan pengalaman saja. Dari hasil wawancara yang dilakukan diketahui bahwa perusahaan sering mengalami kekurangan bahan baku sehingga menghambat kelancaran

30 proses produksi dan juga perusahaan sering mengalami kelebihan bahan baku yang dalam hal ini tentu saja menambah biaya tambahan bagi perusahaan. Biaya tambahan yang dimaksud seperti biaya simpan, biaya pemesanan kembali dan beberapa biaya-biaya lainnya.