Gambar 7.1 Gambar 7.2

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar 1.1 Gambar 1.2. Gambar 1.3

TEOREMA 4.1. RUMUS EULER. Pada graf bidang G = (V, E) dengan n simpul, m sisi, dan f muka berlaku hubungan n m + f = 2.

Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir

Matematika Diskret (Graf II) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Graf. Matematika Diskrit. Materi ke-5

MateMatika Diskrit Aplikasi TI. Sirait, MT 1

Minggu Ke XI Pewarnaan Peta

Course Note Graph Hamilton

TEORI DASAR GRAF 1. Teori Graf

GRAF EULER DAN GRAF HAMILTON

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Sirkuit Hamilton dalam Perencanaan Lintasan Trem di ITB

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Minggu ke II. Dua isomer hidrokarbon dengan rumus molekul C 4 H 10 disajikan pada Gambar 2.1. H H H H C C C C H H H H H H H H. Gambar 2.

Konsep. Graph adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu. Contoh : Struktur organisasi

BAB II LANDASAN TEORI

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)

Kode MK/ Matematika Diskrit

Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik

Sirkuit Euler & Sirkuit Hamilton SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012/2013

Penerapan TSP pada Penentuan Rute Wahana dalam Taman Rekreasi

BAB II LANDASAN TEORI

3. Graph Euler dan Graph Hamilton

Pohon. Modul 4 PENDAHULUAN. alam modul-modul sebelumnya Anda telah mempelajari graph terhubung tanpa sikel, misalnya model graph untuk molekul C 4

HAND OUT MATA KULIAH TEORI GRAF (MT 424) JILID SATU. Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd., M.Si.

LATIHAN ALGORITMA-INTEGER

Gambar 6. Graf lengkap K n

Bab 2 LANDASAN TEORI

Aplikasi Teori Graf Pada Knight s Tour

Aplikasi dan Algoritma Penyelesaian Optimal dari Persoalan Tukang Pos Cina

Pemodelan Sistem Lalu Lintas dengan Graf Ganda Berarah Berbobot

PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING

Aplikasi Graf Dalam Permainan Catur

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM

Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends

PENGAPLIKASIAN GRAF DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity

BAB II LANDASAN TEORI

3. Kuadrat dari hasil penjumlahan angka 5 dan 6, dikurangi hasil perkalian kedua angka tersebut

APLIKASI GRAF DALAM PEMBUATAN JALUR ANGKUTAN KOTA

Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot

Menentukan Arah Pukulan Terbaik dalam Pertandingan Bulutangkis Kategori Tunggal dengan Teori Graf Terbalik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

TEORI DASAR GRAF 1. Teori Graf

Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2

BAB II LANDASAN TEORI

EULERIAN GRAF & HAMILTONIAN GRAF

Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang

Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin

Aplikasi Pewarnaan Graf pada Tempat Penitipan Anak

LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan bilangan. kromatik lokasi sebagai landasan teori pada penelitian ini.

III PEMBAHASAN. 6. Sisi eg dipilih sebagai sisi yang memiliki bobot terkecil (lihat Gambar 18).

Catatan Kuliah (2 sks) MX 324 Pengantar Teori Graf

Penerapan Teori Graf untuk Menyelesaikan Teka-Teki Permainan The Knight's Tour

Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan dijelaskan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi

APLIKASI GRAF DALAM BISNIS TRAVEL BANDUNG-BOGOR

Penentuan Rute Belanja dengan TSP dan Algoritma Greedy

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

LOGIKA DAN ALGORITMA

4. Sebuah toko perlengkapan olahraga menyebarkan brosur sebagai berikut :

BAB 2 LANDASAN TEORI. Definisi Graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V, E), yang dalam hal ini:

Keterhubungan. Modul 3

G r a f. Pendahuluan. Oleh: Panca Mudjirahardjo. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.

Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut

Asah Otak dengan Knight s Tour Menggunakan Graf Hamilton dan Backtracking

LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf

Aplikasi Graf pada Penentuan Jadwal dan Jalur Penerbangan

Paradigma Pemrograman Dinamis dalam Menentukan Rute Distribusi Bahan Bakar Minyak Berdasarkan Kebutuhan Penduduk di Suatu Daerah

MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM

Dasar Teori Graf. Dr. Ahmad Sabri Universitas Gunadarma Kuliah Matrikulasi Magister Teknik Elektro, 11 April 2016

Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object

2. TINJAUAN PUSTAKA. Chartrand dan Zhang (2005) yaitu sebagai berikut: himpunan tak kosong dan berhingga dari objek-objek yang disebut titik

Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong

Algoritma Prim sebagai Maze Generation Algorithm

v 3 e 2 e 4 e 6 e 3 v 4

PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab kajian pustaka berikut ini akan dibahas beberapa materi yang meliputi

ISSN: X 39 SIRKUIT HAMILTON DALAM PERMAINAN CONGKLAK

BAB II LANDASAN TEORI

APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS

Aplikasi Graf dalam Permasalahan Knight s Tour

PENGGUNAAN GRAF SEBAGAI SOLUSI TRANSPORTASI SAAT INI

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY

Graf dan Pengambilan Rencana Hidup

Penerapan Algoritma Runut-Balik dan Graf dalam Pemecahan Knight s Tour

STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kend al. Salatiga.

UJI PRESTASI 1 A. PILIHAN GANDA. Pilihlah jawaban yang tepat!

TERAPAN POHON BINER 1

Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio

Graf untuk soal nomor 7

Algoritma dan Pemrograman Pendekatan Pemrograman Modular

ALGORITMA RUTE FUZZY TERPENDEK UNTUK KONEKSI SALURAN TELEPON

II. KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON. Graf G adalah himpunan terurut ( V(G), E(G)), dengan V(G) menyatakan

GRAF. V3 e5. V = {v 1, v 2, v 3, v 4 } E = {e 1, e 2, e 3, e 4, e 5 } E = {(v 1,v 2 ), (v 1,v 2 ), (v 1,v 3 ), (v 2,v 3 ), (v 3,v 3 )}

Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

Minggu Ke VII 7.1 Graf Hamilton Pada tahun 1859 Sir William Rowan Hamilton (1805-1865) menciptakan permainan dalam bentuk dodekahedron teratur, yaitu suatu polieder dengan dua belas muka dan dua puluh titik-sudut, setiap muka berbentuk segilima teratur dan tiga rusuk bertemu pada satu titik sudut seperti tampak pada Gambar 7.1. Titik-titik sudut ini diberi nama kotakota terkenal seperti London, New York, Delhi, Paris, dan lain-lain. Tujuan permainan ini ialah mencari suatu lintasan sepanjang rusuk dodekahedron ini yang mengunjungi setiap titik hanya satu kali dan kembali ke titik semula. Permainan ini dikenal dengan nama perjalanan keliling dunia. Salah satu lintasannya diperlihatkan pada Gambar 7.2 dalam bentuk sisi-sisi yang dicetak tebal. Gambar 7.1 Gambar 7.2 DFINISI GRF HMILTON. Graf terhubung G disebut graf Hamilton kalau ada sirkuit (path tertutup) yang memuat semua simpul graf G. Dalam hal hanya ada lintasan terbuka yang memuat semua simpul graf G, maka graf G disebut semi Hamilton. Jelas bahwa sirkuit Hamilton pada graf terhubung dengan n simpul mempunyai n sisi, sedangkan lintasan Hamiltonnya mempunyai (n - 1) sisi. Selain itu kita dapat menyimpulkan apakah suatu graf merupakan graf Hamilton atau semi Hamilton dengan hanya memeriksa graf-bagiannya tanpa sisi ganda dan gelang karena sirkuit atau lintasan Hamilton melintasi setiap simpulnya hanya sekali. Dengan menggunakan definisi jenis graf pada Pasal 3, mudah diperiksa bahwa graf teratur berderajat 2 merupakan graf Hamilton yang paling sederhana dengan sirkuitnya adalah semua sisi graf ini. Oleh karena itu, graf ini disebut juga graf sirkuit. Selain itu graf lengkap K n, untuk n 3, juga merupakan graf Hamilton. Sekarang amatilah empat graf pada Gambar 7.3. Dalam paparan sebelumnya telah diperlihatkan bahwa graf pada Gambar (a) adalah graf uler. Selain itu graf ini juga merupakan graf Hamilton. Sirkuit Hamilton digambarkan dengan sisi yang dicetak tebal, yaitu D G F 34

Graf pada Gambar (b) adalah suatu graf uler, dan salah satu jalurnya ialah G F G. Selain itu graf ini juga semi Hamilton dengan lintasannya ialah G F ; tetapi graf ini bukan graf Hamilton. Mudah diperiksa bahwa graf pada Gambar (c) bukan graf uler, tetapi graf Hamilton dengan sirkuitnya ialah G F. Selanjutnya graf pada Gambar (d) bukan graf uler dan bukan pula graf Hamilton. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada ciri-ciri yang menunjukkan adanya hubungan antara graf Hamilton dan graf uler. D F G F G F G F G D Gambar 7.3 Dari beberapa gambaran graf Hamilton ternyata derajat simpul bukan merupakan ciri adanya graf Hamilton. Sampai sekarang belum berhasil diperoleh syarat perlu dan cukup agar suatu graf merupakan graf Hamilton, seperti ciri graf uler pada Teorema. Pada umumnya teorema-teorema yang ada adalah cerminan dari gagasan bahwa semakin banyak sisi suatu graf, maka semakin besar peluangnya mempunyai sirkuit Hamilton. Salah satu sifat yang menguraikan syarat cukup bagi adanya sirkuit Hamilton dikemukakan oleh G.. Dirac pada tahun 1952, dalam bentuk seperti berikut. Teorema 7.1. Kalau G merupakan graf sederhana dengan n simpul dan d(v) n/2, untuk setiap simpul v, maka G merupakan Graf Hamilton. u y x w Gambar 7.4 v z ontoh 7.1. Dengan Teorema 13 ternyata graf pada Gambar 5.1 merupakan graf Hamilton karena banyaknya simpul n = 6, dan d(v) = 3 untuk setiap V. Salah satu sirkuit Hamilton bagi graf ini ialah u v z w x y u. Sirkuit Hamilton selalu memuat tepat dua sisi yang bertemu pada setiap simpul. Oleh karena itu tidak adanya sirkuit Hamilton dapat diperlihatkan dengan kegagalan kita sewaktu membangunnya terhadap graf yang sisi gandanya dan gelangnya telah dihapus, dengan berpedoman pada tiga hal berikut. 35

PNDUN 1 Jika suatu simpul dua, maka kedua sisi yang bertemu pada simpul tersebut harus merupakan bagian dari sirkuit Hamilton. PNDUN 2 Tidak ada sirkuit-bagian sejati, yaitu sirkuit yang tidak melalui semua simpul graf, boleh dibentuk ketika membangun sirkuit Hamilton. PNDUN 3 pabila sirkuit Hamilton yang sedang disusun ternyata melalui simpul v, maka semua sisi yang lainnya dengan simpul ujung v dapat disisihkan dari graf ontoh 7.2. Jelaskan mengapa graf pada gambar 7.5 tidak mempunyai sirkuit Hamilton. Kita dapat menerapkan Panduan 1 pada simpul-simpul a, b, d dan e. Sebagai tanda bahwa kedua sisi pada masing-masing simpul tersebut terpakai, kita gambarkan sepotong ruas-garis di samping masing-masing sisi itu seperti tampak pada Gambar 7.3. da dua kontradiksi yang muncul. Pertama, menggunakan a b Panduan 1 bagi simpul a dan d mengharuskan sirkuit Hamilton melalui sisi {a, c}, {a, d}, dan { d, c} yang membentuk segitiga. Kenyataan ini melanggar Panduan 2. Kedua, menggunakan Panduan 1 bagi ke empat simpul berderajat dua mengharuskan sirkuit Hamilton memuat lebih dari d c dua sisi yang bertemu pada simpul c. Jadi dapat Gambar 7.5 disimpulkan bahwa graf tersebut tidak mempunyai sirkuit Hamilton. Dalam kenyataannya seorang usahawan yang ingin memasarkan hasil produksinya ke beberapa daerah pemasaran tentunya berharap semua daerah pemasaran dikunjungi dan kembali ke daerahnya dengan biaya atau jarak tempuh minimum. Masalah ini dikenal sebagai masalah pedagang keliling dan dapat dimodelkan dengan graf lengkap berbobot, yang bobot setiap sisinya menyatakan jarak tempuh atau biaya perjalanan antar-daerah yang diwakili oleh simpul-simpul graf. Dalam hal ini kita berusaha untuk mencari sirkuit Hamilton yang jumlah bobotnya terkecil. Pada prinsipnya kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan mencacah semua sirkuit Hamilton dan memilih satu di antaranya dengan jumlah bobotnya terkecil. Sayangnya cara seperti ini tidak laik untuk graf yang simpulnya cukup banyak, misalnya jika ada daerah pemasaran (barangkali daerah sebanyak ini cukup beralasan untuk kebanyakan usahawan); maka akan melibatkan!/2 penjumlahan bobot atau kira-kira sama dengan 1.2 x 18. Seandainya suatu komputer mampu melakukan semilyar kali penjumlahan dalam satu detik, maka tugas ini baru selesai dalam waktu sekitar 38 tahun. Sampai sekarang belum ada algoritma yang efisien untuk menghasilkan jawaban optimum. lgoritma yang secara parsial menghasilkan jawab optimum, belum tentu hasil keseluruhannya optimum seperti diteladankan pada Gambar 7.6(a); dalam hal ini R 36

mewakili rumah dan simpul lainnya mewakili kota yang akan dikunjungi, sedangkan bobot sisi mencerminkan jarak antar-kota. R 60 15 25 R (a) (b) (c) Gambar 7.6 Dalam setiap langkah maluri kita cenderung memilih kota yang jaraknya terdekat dari kota yang terakhir dikunjungi. Prinsip ini dikenal sebagai algoritma serakah. Dengan algoritma serakah diperoleh trayek berbentuk R R yang jarak totalnya ialah 1 seperti tampak pada Gambar (b) dengan garis-garis yang dicetak tebal. kan tetapi dari gambar mudah diperiksa (karena banyaknya simpul hanya empat) bahwa jarak terpendek ialah 75 dengan trayek R R seperti tampak pada Gambar (c). Soal-soal Latihan 1) arilah jalur uler atau jalur terbuka uler, jika ada, pada keempat graf tersebut. (a) (b) 60 15 25 R 25 (c) (d) 2) pakah dimungkinkan ada susunan kartu domino seperti persoalan pada Teladan 3 dalam hal (a) Hanya ada kartu, yaitu {1, 2}, {1, 3}, {1, 4}, {1, 5}, {2, 3}, {2, 4}, {2, 5}, {3, 4}, {3, 5}, {4, 5} (b) Tujuh kartu dengan pasangan angka yang sama disisihkan dari tumpukan kartu 37

(c) Semua kartu yang mengandung angka lebih dari 4 disisihkan dari tumpukan kartu. 3) ndaikan denah suatu bangunan yang terdiri atas 5 suangan dan 18 pintu diberikan seperti pada Gambar berikut. Dapatkah seorang anak melintasi setiap pintu hanya satu kali saja dan kembali ke ruangan semula ketika ia berangkat? R 1 R 2 R 3 R 4 R 5 4) Graf pada gambar berikut merupakan suatu model jalan yang dapat dilewati pengunjung suatu pameran lukisan dalam sebuah gedung. Pintu masuk dan keluar gedung itu adalah pada lokasi M. Dapatkah nda menyusun petunjuk dalam bentuk tanda-tanda panah sehingga pengunjung yang mengikuti petunjuk itu diharapkan tidak melihat lukisan yang sama lebih dari satu kali. M 5) Tugas pengantar surat pos ialah menyebar surat-surat ke alamat tujuan di seluruh pelosok kota dengan berawal dan berakhir dari kantor pos induknya. Nalurinya cenderung tidak ingin melintasi kembali jalan yang pernah dilaluinya hanya sekedar untuk mencapai tempat lain dari tujuan yang belum selesai. Dapatkah nda menyusun trayek perjalanan yang diharapkan pak pos yang berlokasi di P apabila model grafnya seperti berikut. 6) Perhatikan denah enam belas jembatan berikut ini j 4 j 1 j 2 j 3 j 12 j 11 j 13 j 14 j 5 j 6 j 7 j 8 j 9 j j 16 j 15 sungai 38

Susunlah model graf untuk menjelaskan dapat atau tidaknya seseorang melintasi jembatan hanya satu kali dan kembali ke tempat semula ia berangkat. 7) arilah empat sirkuit yang sisi-sisinya saling lepas dari graf pada gambar berikut : 8) Tentukan m dan n agar graf K m, n dan K n merupakan graf uler.! 9) Periksalah apakah graf-graf pada gambar berikut ini merupakan graf Hamilton atau semi Hamilton atau bukan keduanya? a) b) c) d) ) erikan contoh graf dengan jalur uler identik dengan sirkuit Hamilton.! 11) Periksalah apakah graf-graf pada gambar berikut merupakan graf uler atau graf Hamilton, atau keduanya. erikan pula jalur uler dan sirkuit Hamilton jika dimungkinkan. 6 a) 1 3 5 b) 5 2 4 6 4 3 1 2 c) 5 d) 1 1 4 6 5 2 3 2 4 3 39

12) Hubungan keakraban di antara tujuh siswa disajikan pada tabel berikut : Nama Siswa D F G - a ta ta a ta ta - a a ta ta a - ta a a a D - a a ta - a a F - ta a berarti akrab dan ta berarti tidak akrab Guru matematika memberikan tugas rumah kepada ketujuh siswa ini. Tugas itu disampaikan kepada dengan pesan agar disebarkan secara estafet kepada siswa lainnya melalui jalur hubungan keakraban ini untuk kemudian tugas itu dikembalikan lagi melalui pula. Dapatkah tugas ini disebarkan dengan cara seperti itu?. 13) ndaikan sebuah mesin dalam suatu industri obat dapat membuat delapan jenis obat per hari. Lama produksi setiap jenisnya ialah satu jam per hari. Mesin ini harus disesuaikan dahulu agar menghasilkan obat yang bentuknya berbeda dengan yang baru saja diproduksi. Demikian pula pada setiap akhir jam kerja mesin itu harus dikembalikan ke keadaan awal agar siklus produksi besoknya sama dengan haris sebelumnya. Lamanya waktu untuk menyesuaikan mesin itu bergantung pada jenis produksi sebelum dan sesudah penyesuaian itu dikerjakan; data untuk keperluan itu disajikan pada tabel di bawah ini (dalam satuan menit). Jenis produksi D F G H _ 5 2 6 6 5 2 5 _ 3 4 5 6 1 6 _ 1 6 5 5 6 D _ 2 4 5 5 _ 3 6 2 F _ 3 6 G _ 1 Karena lamanya penyesuaian itu tidak selalu sama, maka akan ada perbedaan waktu sebagai akibat berbedanya urutan proses jenis produksi itu. pabila setiap hari dimulai dengan memproduksi jenis, dapatkah nda menata urutan proses produksi ini agar tidak ada penyesuaian yang menyita waktu lebih dari 3 menit. Jika ternyata 40

hal ini tidak mungkin, adakah penyelesaiannya kalau setiap penyesuaian tidak menyita waktu lebih dari 4 menit?. 14) Tentukanlah sirkuit Hamilton dengan bobot minimum pada graf berikut. pakah hasilnya identik dengan algoritma serakah?. 22 D 5 18 15 15) erikan contoh bahwa konvers teorema 13 tidak benar. 16) Jelaskan bahwa pada sebagian papan catur berukuran 4 x 4 petak ada empat sirkuit berbeda dengan panjang 4 yang dapat mewakili langkah kuda. Semua simpul sirkuit pertama dinomori dengan angka 1, dan dengan cara serupa semua simpul setiap sirkuit lainnya dinomori dengan angka 2, 3, dan 4. Selanjutnya dengan cara yang sama pula, buatlah sirkuit-sirkuit serupa pada tiga bagian papan catur berukuran 4 x 4 petak. Kemudian bentuk kembali papan catur berukuran 8 x 8 dengan menggunakan keempat bagian papan catur tadi. Dengan menelusuri nomor-nomor simpul tadi, dapatlah nda menemukan perjalanan kuda sedemikian sehingga setiap petak disinggahi satu kali dan kembali ke petak semula. 50 40 30 70 40 30 D 41