ALKIL HALIDA. Oleh : Dr. Yahdiana Harahap, MS

dokumen-dokumen yang mirip
ALKIL HALIDA HALO-ALKANA

Senyawa Halogen Organik (organohalogen) Tim Dosen Kimia FTP - UB

ETER dan EPOKSIDA. Oleh : Dr. Yahdiana Harahap, MS

(2) kekuatan ikatan yang dibentuk untuk karbon;

μ =1,18 D 1,8D 1,78D 1,64D BAB IV ALKIL HALIDA Reaksi Substitusi dan Eliminasi Ikatannya:

Secara umum terdapat 4 tipe reaksi kimia organik: 1. Reaksi substitusi (Penggantian)

Substitusi Nukleofilik dan Eliminasi. Based on McMurry s Organic Chemistry, 7 th edition

BAB I PENDAHULUAN. Dari uraian latar belakang diatas dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

BAB V ALKOHOL, ETER DAN SENYAWA YANG BERHUBUNGAN

REAKSI SUBSTITUSI ALFA KARBONIL

Kelompok G : Nicolas oerip ( ) Filia irawati ( ) Ayndri Nico P ( )

HIDROKARBON. Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.

Materi Penunjang Media Pembelajaran Kimia Organik SMA ALKENA

PENGGOLONGAN SENYAWA ORGANIK DAN DASAR-DASAR REAKSI ORGANIK

1. Pendahuluan 2. Intermediate reaktif 3. Nukleofil and elektrofil 4. Tipe reaksi 5. Ions versus radicals

Gugus Fungsi Senyawa Karbon

Sifat fisika: mirip dengan alkana dengan jumlah atom C sama

2. Substitusi dengan kelompok halogen OH. Halogen gugus-oh diganti dengan menggunakan pereaksi atau PCl5 PCL3:

KIMIA. Sesi HIDROKARBON (BAGIAN II) A. ALKANON (KETON) a. Tata Nama Alkanon

Halogenalkana. Pertemuan 2

Senyawa Halogen Organik; Reaksi Substitusi dan Eliminasi

ENOLAT DAN KARBANION (REAKSI-REAKSI SUBSTITUSI ALFA)

1.Pengertian alkohol 2.Klasifikasi alkohol 3.Sifat-sifat fisika dan kimia alkohol 4.Sintesis alkohol 5.Reaksi-reaksi alkohol 6.

ALKIL HALIDA. 4. Kegiatan Belajar ALKIL HALIDA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051)

Keunikan atom C?? Atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuartener

Materi Penunjang Media Pembelajaran Kimia Organik SMA ALKANA

Bab 8 Eter dan Epoksida. Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc.

Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan Alkuna, mahasiswa memahami dan menjelaskan struktur, sifat fisis, kegunaan, dan reaksi-reaksi yang dapat

Pengantar KO2 (Kimia Organik Gugus Fungsi)

berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga. o Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang panjang).

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc.

BENZEN DAN AROMATISITAS. Oleh : Dr. Yahdiana Harahap, MS

MODUL SENYAWA KARBON ( Alkohol dan Eter )

BAB IX AROMATISITAS, BENZENA, DAN BENZENA TERSUBSTITUSI

Alkena. KO 1 pertemuan III. Indah Solihah

Senyawa Alkohol dan Senyawa Eter. Sulistyani, M.Si

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akan berlangsung selama sintesis, serta alat-alat yang diperlukan untuk sintesis.

Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan Alkana, mahasiswa memahami dan menjelaskan struktur, sifat fisis, kegunaan, dan reaksi-reaksi yang dapat

Addres: Fb: Khayasar ALKANA. Rumus umum alkana: C n H 2n + 2. R (alkil) = C n H 2n + 1

ALKANA 04/03/2013. Sifat-sifat fisik alkana. Alkana : 1. Oksidasi dan pembakaran

Eter dan Epoksida. Bagian Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA IPB

SENYAWA KARBON. Indriana Lestari

MAKALAH KIMIA ORGANIK ALKIL HALIDA

ALKOHOL DAN ETER. Tim Dosen Kimia Dasar II/ Kimia Organik

Senyawa Hidrokarbon. Linda Windia Sundarti

MAKALAH PRAKTIKUM KIMIA DASAR REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

REAKTIVITAS SENYAWA AROMATIK. DR. Bambang Cahyono

kimia K-13 HIDROKARBON II K e l a s A. Alkena Tujuan Pembelajaran

LAPORAN PRAKTIKUM SINTESIS KIMIA ORGANIK

ALKHOHOL-ETER. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

BAB 7 HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI

BANK SOAL KIMIA ORGANIK I UJIAN MID SEMESTER GANJIL 2002/2003

KIMIAWI SENYAWA KARBONIL

REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN FENOL

TURUNAN ASAM KARBOKSILAT DAN REAKSI SUBSTITUSI ASIL NUKLEOFILIK

BAB 17 ALKOHOL DAN FENOL

AMINA. Klasifikasi 19/04/2013

BAB VIII ALKENA DAN ALKUNA

Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon.

bemffums.blogspot.com

GUGUS FUNGSI

Struktur Aldehid. Tatanama Aldehida. a. IUPAC Nama aldehida dinerikan dengan mengganti akhiran a pada nama alkana dengan al.

SENYAWA ORGANIK HIDROKARBON DENGAN KARBON ELEKTROFILIK

Senyawa yang hanya tersusun oleh karbon dan hidrogen Banyak terdapat di alam (Contoh : gas alam, minyak bumi) Dibagi menjadi 3 yaitu : 1.

Eter dan Epoksida. Budi Arifin. Bagian Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA IPB. Tata Nama (dan Penggolongan) R OR'

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2.

GUGUS AMINA, AMIDA DAN SULFONAT

Serangan elektrofil pada posisi orto

LAPORAN PRAKTIKUM SINTESIS SENYAWA ORGANIK : Reaksi Pembuatan Alkena dengan Dehidrasi Alkohol

Pokok Bahasan. Teori tentang asam, basa dan garam Kesetimbangan asam-basa Skala ph Sörensen (Sörensen ph scale) Konstanta keasaman

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB VII KIMIA ORGANIK

Setelah mengikuti kuliah pokok bahasan Alkena, mahasiswa memahami dan menjelaskan struktur, sifat fisis, kegunaan, dan reaksi-reaksi yang dapat

Alkena dan Alkuna. Pertemuan 4

Tim Dosen Kimia FTP - UB

LKS HIDROKARBON. Nama : Kelas/No.Abs :

TUGAS KELOMPOK BAB TERAKHIR KIMIA MENGENAI ALKANA. kelompok II x5

1. Werthein E, A Laboratory Guide for Organic Chemistry, University of Arkansas, 3 rd edition, London 1953, page 51 52

Kimia Dasar II / Kimia Organik. Shinta Rosalia D. (SRD) Angga Dheta S. (ADS) Sudarma Dita W. (SDW) Nur Lailatul R. (NLR) Feronika Heppy S (FHS)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK PERCOBAAN II SIFAT-SIFAT KELARUTAN SENYAWA OGANIK

Chapter 20 ASAM KARBOKSILAT

BAB 9 HIDROKARBON. Gambar 9.1 Asam askorbat Sumber: Kimia Dasar Konsep-konsep Inti

PEMBUATAN TERS-BUTILKLORIDA Reaksi Substitusi Nukleofil Alifatik

1. Salah satu faktor yang menyebabkan senyawa karbon banyak jumlahnya adalah...

GUGUS FUNGSI, TATA NAMA, SIFAT, DAN SINTESIS SEDERHANA SENYAWA HIDROKARBON

Pengenalan Kimia Organik

SIFAT KIMIA DAN FISIK SENYAWA HIDROKARBON

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK (KI2051)

SAP DAN SILABI KIMIA ORGANIK PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS PASUNDAN

Bab 10 & 11 Alkil Halida: Substitusi Nukleofilik & Eliminasi

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK. Disusun Oleh :

Air adalah wahana kehidupan

YAYASAN BINA SEJAHTERA SMK BINA SEJAHTERA 2 BOGOR Jl. Ledeng Sindangsari No. 05 Bogor Jl. Radar baru no. 08 Bogor ULANGAN SEMESTER GANJIL

Chapter 7 Larutan tirtawi (aqueous solution)

SENYAWA TURUNAN ALKANA `

BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

BAB III SISTEMATIKA MATERI HIDROKARBON PADA BAHAN AJAR TEXTBOOKS FOR HIGH SCHOOL STUDENTS STUDYING THE SCIENCES CHEMISTRY

IDENTIFIKASI SENYAWA HIROKARBON DAN SENYAWA ORGANIK JENUH DAN TIDAK JENUH

BAB I IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI ALKOHOL

Transkripsi:

ALKIL HALIDA Oleh : Dr. Yahdiana Harahap, MS

ALKIL HALIDA R-X = Organohalogen Klasifikasi: - Alkil halida primer (10C) RCH2X - mempunyai satu gugus alkil terikat pada C ujung Alkil halida sekunder (20C) R2CHX - mempunyai dua gugus alkil terikat pada C ujung Alkil halida tersier (30C) R3CX mempunyai tiga gugus alkil terikat pada C ujung

Tatanama Trivial : untuk halida sederhana Disebutkan nama R dulu, diikuti halidanya CH3-CH2-Br Etil bromida IUPAC : Awalan halo-, induknya adalah alkana CH3-CH2-Br Bromoetana

Naming Alkyl Halides Rule 1. Find the longest carbon chain and name it as the parent. If a double or triple bond is present, the chain must contain it Rule 2. Number the carbon atoms of the parent chain, beginning at the end nearer the first substituent, regardless of whether it is alkyl or halo. Assign each substituent a number according to its position on the chain. For example :

(a) If more than one of the same kind of halogen is present, number each and use one of the prefixes di-, tri-, tetra-, and so on. For example :

(b) If different halogens are present, number all and list them in alpha-betical order when writing the name. For example :

Rule 3. If the parent chain can be properly numbered from either end by rule 2, begin at the end nearer the substituent (either alkyl or halo) that has alpha-betical precedence. For example :

Con d In addition to their systematic names, many simple alkyl halides are also named by identifying first the alkyl group and then the halogen. For example, CH3I can be called methyl iodide. Such names are well entrenched in the chemical literature and in daily usage, but they won t be used in this book

Sifat Fisik T.d.nya lebih tinggi daripada alkana dengan jumlah C sama Karena BMnya lebih tinggi T.d.nya semakin tinggi dengan bertambah besarnya berat atom halogen F : t.d.nya paling rendah I : t.d.nya paling tinggi T.d.nya bertambah dengan bertambahnya atom C

Con d Tidak larut dalam air karena tidak mampu melakukan ikatan hidrogen dengan air. Senyawa ini larut dalam senyawa organik dengan polaritas rendah seperti benzen, eter, CHCl3 Rapatan (densitas) alkil halida cair lebih tinggi daripada senyawa organik lain seperti air Contoh : CHCl3 lebih berat dari air tenggelam ke dasar wadah

Pembuatan : 1. Dari alkohol Reaksi berlangsung : - melewatkan gas halida kering ke alkohol - memanaskan alkohol dengan asam pekat - NaBr & H2SO4 dengan adanya alkohol - HCl (paling tdk reaktif) membutuhkan ZnCl2 utk dpt bereaksi dgn alkohol 1º or 2º, sdg utk 3º ckp mengocoknya dgn HCl (p) pd t kamar

Halogenasi Alkana

Con d

Alkil halida elektrofil Bereaksi dengan suatu nukleofil/basa - substitusi gugus x oleh nukleofil (Nu) - eliminasi HX alkena

Con d

Reaksi substitusi dan eliminasi Substitusi satu atom, ion atau gugus disubstitusikan untuk menggantikan atom, ion atau gugus lain

RF RCl RBr RI Naiknya reaktifitas Nukleofil : spesi apa saja yang tertarik ke suatu pusat positif -basa Lewis -kebanyakan anion Tetapi beberapa molekul polar yang netral yang memiliki pasangan elektron menyendiri

Pada suasana yang sesuai, semua basa nukleofil Semua nukleofil dapat bertindak sebagai basa Kebasaan : ukuran kemampuan pereaksi untuk menerima sebuah proton dalam suatu reaksi asam-basa (affinitas basa terhadap proton)

Nukleofilisitas : ukuran kemampuan suatu pereaksi untuk menyebabkan terjadinya reaksi substitusi (affinitas basa Lewis terhadap atom C pada reaksi SN2)

SUBSTITUSI SN2 (Substitusi Nukleofilik Bimolekuler) reaksi berlangsung dalam 1 tahap yang melibatkan alkil halida & Na

Dengan bertambahnya gugus alkil yang terikat pada C ujung keadaan transisi makin berjejal dengan atom Jejalan ruang dalam struktur disebut rintangan sterik energi sistem tinggi laju reaksi menurun pembentukan ikatan sulit

SN1 (Substitusi Nukleofilik Unimolekuler) Hanya 1 molekul yang terlibat pada tahap dimana kinetiknya diukur laju reaksi = k x [RX] Tahap 1 : Pematahan alkil halida ion halida & karbokation (C bermuatan )

Tahap 2 : Penggabungan karbokation dengan nukleofil alkohol berproton

Tahap 3 : Lepasnya H+

Karbokation yang terbentuk lebih stabil SN1 lebih cepat Karbokation 30>20>10 reaksi

Eliminasi Suatu alkil halida diolah dengan basa kuat terjadi reaksi eliminasi Sebuah molekul kehilangan atom-atom atau ion-ion dari strukturnya Dihasilkan alkena Unsur H & X keluar dehidrohalogenasi Biasanya dihasilkan campuran alkena

Alexander Zaitsev (1875) Basa akan menginduksi reaksi eliminasi dengan menghasilkan produk alkena dengan atom C yang lebih tersubstitusi (lebih stabil) Contoh :

Reaksi E2 : terjadi apabila alkil halida direaksikan dengan basa kuat OH atau RO- (ion alkoksida) terjadi pada 1 tahap

Biasanya reaksi E1 dan SN1 bersaing biasanya terdapat sebagai campuran dalam reaksi

Reaksi bersaingan : Metil halida & alkil halida 10 cenderung substitusi Alkil halida 30 eliminasi Alkil halida 20 diantaranya

Bagaimana memprediksi reaksi apa yang akan terjadi? substitusi atau eliminasi? biomolekular atau unimolekuler? Tidak ada jawaban yang pasti (rigid) Tetapi sangat mungkin untuk mengenali beberapa trend dan membuat generalisasi

Con d Jenis Halida SN1 SN2 E1 E2 RCH2X (10) Tidak terjadi reaksi Sangat mungkin Tidak terjadi terjadinya reaksi reaksi Terjadi apabila digunakan basa kuat R2CHX (20) Dapat terjadi dengan alilik &benzilik halida Dapat terjadi dengan Dapat terjadi adanya kompetisi dengan alilik dengan reaksi E2 dan benzilik halida Sangat mungkin terjadi dengan basa kuat R3CX (30) Lebih disukai dalam pelarut hidroksilik Tidak terjadi Terjadi apabila digunakan basa Terjadi kompetisi dengan SN1

Alkil Halida 10 : SN2 terjadi apabila digunakan nukleofil yang baik, seperti RS-, I-, CN-, NH3 atau Br-E2 terjadi apabila digunakan basa kuat, secara sterik banyak rintangannya (hindered) seperti t-butoksida

Alkil halida 2º ; SN2& E2 terjadi kompetisi campuran Kalau digunakan nukleofil basa lemah dalam pelarut polar aprotik, SN2 dominan Basa kuat seperti CH3CH2O-, OH- atau NH2- E2 dominan SN1 & E1 dapat terjadi terutama untuk alilik dan benzilik if Nu nya basa lemah dengan pelarut protik seperti etanol dan asam asetat

Alkil halida 30 : - E2 if basa yang digunakan OH- atau RO- Kondisi reaksi netral (mis : dipanaskan dengan etanol murni) campuran E1 dan SN1

Summary RCH2X (10) SN2 R2CHX (20) SN2 dengan Nu non basa R3CX (30) E2 dengan basa kuat E2 (Hampir semua) (SN1 & E1 dalam pelarut non basa) 1. Substitusi Nukleofilik

2. Eliminasi

Pada SN2 : gugus pergi lepas begitu nukleofil menyerang SN1 : gugus pergi lepas lebih dahulu, baru kemudian Nu menyerang

Organometalic Coupling Reactions Pereaksi Gilman : Organometallic reaksi dengan alkil halida 1 gugus alkil dari pereaksi Gilman menggantikan halida dari alkil halida produk hidrokarbon