PANEN DAN PASCA PANEN

dokumen-dokumen yang mirip
Penanganan Hasil Pertanian

BAB III SARANA PRASARANA

PENANGANAN PASCA PANEN BAHAN PANGAN MNH_130214

PASCA PANEN DAN STANDAR MUTU TANAMAN SAWI HIJAU

Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian*

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

Teknologi Penanganan Panen Dan Pascapanen Tanaman Jeruk

MATA KULIAH TPPHP UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013 TIM DOSEN PENGAMPU TPPHP

PENANGANAN PASCA PANEN HORTIKULTURA

Sumber Pustaka Hilman. Y. A. Hidayat, dan Suwandi Budidaya Bawang Putih Di Dataran Tinggi. Puslitbang Hortikultura. Jakarta.

PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK (GOOD HANDLING PRACTICES/GHP) RIMPANG

Ir. Khalid. ToT Budidaya Kopi Arabika Gayo Secara Berkelanjutan, Pondok Gajah, 06 s/d 08 Maret Page 1 PENDAHULUAN

PENANGANAN PASCA PANEN MANGGIS. Nafi Ananda Utama. Disampaikan dalam siaran Radio Republik Indonesia 20 Januari 2017

TEKNOLOGI PASCA PANEN MKB 604/3 SKS (2-1)

TINJAUAN MATA KULIAH...

PENANGANAN PASCA PANEN

TEKNOLOGI PASCAPANEN BAWANG MERAH LITBANG PASCAPANEN ACEH Oleh: Nurbaiti

PENYIMPANAN BUAH DAN SAYUR. Cara-cara penyimpanan meliputi : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN SEGAR (BUAH, SAYUR DAN UMBI)

PEMBUATAN SAOS CABE MERAH Nurbaiti A. Pendahuluan Cabe merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi

PASCA PANEN BAWANG MERAH

SOP PENANGANAN PASCAPANEN JAMUR TIRAM

LAPORAN MAKALAH MK. SISTEM INFORMASI BISNIS (AGB 212) Penanganan Pasca Panen Buah Alpukat (Persea americana Mill) Oleh:

TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Kentang Panen

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

Bunga. Sayuran. Cold Storage. Hortikultura

PENANGANAN PASCA PANEN III.1. PENANGANAN PASCA PANEN BUAH

Meningkatkan Nilai Tambah Bawang Merah Oleh: Farid R. Abadi

PENDAHULUAN A. Deskripsi Singkat B. Hasil Belajar 1. Kompetensi Dasar 2. Indikator Keberhasilan

PENYIMPANAN BUAH MANGGA MELALUI PELILINAN Oleh: Masnun, BPP JAmbi BAB. I. PENDAHULUAN

PENANGANAN PASCA PANEN CABAI Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PASCAPANEN MANGGA GEDONG GINCU

TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN R i n i Y u l i a n i n g s i h

PENANGANAN PASCA PANEN

Aris Purwanto Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB

Teknologi Pengolahan Kopi Cara Basah Untuk Meningkatkan Mutu Kopi Ditingkat Petani

Buah-buahan dan Sayur-sayuran

Pendahuluan. Setelah diketahui bahwa buah sudah cukup tua untuk dipanen, panen dapat segera dilakukan dan buah harus

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SOAL PELATIHAN PENANGANAN PASCA PANEN CABE MERAH Oleh : Juwariyah BP3 K Garum. Berilah Tanda Silang (X) Pada Jawaban Yang Saudara Anggap Paling Benar!

BAB I PENDAHULUAN. Tomat termasuk tanaman sayuran buah, yang berasal dari benua Amerika

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PASCA PANEN (PNA3523) ACARA IV PENANGANAN KUALITAS PRODUK PASCA PANEN

OLEH HARI SUBAGYO BP3K DOKO PROSES PENGOLAHAN BIJI KOPI

Kegiatan Pembelajaran 13. Penanganan Pasca Panen Tanaman Sayuran.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PASCAPANEN BUNCIS

PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

INSTRUKSI KERJA PENANGANAN PASCAPANEN SALAK

PENGOLAHAN BUAH LADA

TEKNOLOGI PEMBUATAN PUREE MANGGA Oleh: Masnun, BPP Jambi BAB. I. PENDAHULUAN

TEKNOLOGI PASCA PANEN

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. sebagai bahan baku atau bahan tambahan untuk membuat berbagai jenis makanan.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

INSTRUKSI KERJA PENANGANAN PASCAPANEN MANGGA GEDONG GINCU

BAB II TINJUAN PUSTAKA

PENGARUH WAKTU PENGGORENGAN VAKUM TERHADAP KANDUNGAN KADAR AIR DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK UBI CILEMBU

I. PENDAHULUAN. Buah jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu produk hortikultura

SOP PENANGANAN PASCAPANEN MENTIMUN

BEDAH SNI PRODUK UNGGULAN DAERAH

Gambar. Diagram tahapan pengolahan kakao

PENANGANAN PASCAPANEN

III. PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN OBAT SECARA UMUM

Beberapa ciri yang membedakan antara bahan baku agroindustri dengan bahan baku industri lain antara lain : bahan baku agroindustri bersifat musiman,

TEKNOLOGI DAN SARANA PASCA PANEN MANGGIS

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PASCAPANEN BUNCIS

PASCA PANEN CABE MERAH Oleh : Isnawan BP3K Nglegok. 1.. Pengangkutan

PENGATURAN PENYIMPANAN KOMODITI PERTANIAN PASCA PANEN

PASCA PANEN BUNGA POTONG (KRISAN)

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

TEKNIK PASCAPANEN UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MEMPERTAHANKAN MUTU KEDELAI DITINGKAT PETANI. Oleh : Ir. Nur Asni, MS

II. TINJAUAN PUSTAKA. ukurannya membesar, buah diberi perlakuan pra-pendinginan pada ruangan

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup murah. Selain itu, jambu biji juga memiliki khasiat untuk

SNI 3165:2009. Standar Nasional Indonesia. Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Panitia Teknis Perumusan SNI Pertanian.

TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Umum Komoditas Bawang Merah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Buah jambu biji merupakan buah klimakterik yang berkulit tipis. Jambu biji

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Dairi merupakan salah satu daerah

PENDAHULUAN PENGOLAHAN METE 1

GUBERNUR SULAWESI TENGAH

PANEN DAN PENGELOLAAN PASCAPANEN PADI

BAB I PENDAHULUAN. perekonomiannya didukung oleh pertanian. Salah satu produk pertanian Indonesia

PERBENIHAN BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

PERUBAHAN KUALITAS BUAH MANGGIS (Garcinia mangosiana L.) SETELAH PROSES TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN DINGIN

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

I. PENDAHULUAN. Jagung manis atau dikenal juga dengan sebutan sweet corn merupakan

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

TUGAS AKHIR KULIAH LINGKUNGAN BISNIS BISNIS TANAMAN ORGANIK. Disusun oleh : Petrus Wisnu Kurniawan NIM : S1TI2C

TINJAUAN PUSTAKA Morfologi Stroberi

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 48/ Permentan/OT.140/10/2009

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PASCA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian pertanian menurut A.T. Mosher (1965) adalah suatu proses

BAB I PENDAHULUAN. ditingkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspornya adalah produk hortikultura.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PETUNJUK LAPANGAN 3. PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTANIAN. Penanganan. Pasca Panen.

BAB IX ANALISIS PEMASARAN PEPAYA SPO DAN PEPAYA NON SPO. memindahkan suatu produk dari titik produsen ke titik konsumen.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 48/Permentan/OT.140/2009 TANGGAL : 19 Oktober 2009

Transkripsi:

PANEN DAN PASCA PANEN MAKALAH Ditulis untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Matakuliah Dasar Budidaya Tanaman Kelompok 7 : 1. Ina Yunita 105040201111158 2. Sonia Tambunan 105040201111171 3. Dony Eko Prasetyawan 105040201111172 4. Rizki Eka Fitriani F. 105040201111173 5. Anggi Widowati 105040207111005 6. Firdausi Indah Lestari 105040213111057 7. Mauidzotussyarifah 105040213111059 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur alhamdullilah, dengan segenap kerendahan hati dan ketulusan jiwa, kami panjatkan kepada kehadirat Allah yang senantiasa melimpahkan rahmat karunia dan hidayahnya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan judul MAKALAH DASAR BUDIDAYA TANAMAN PANEN DAN PASCA PANEN Shalawat serta salam kami tunjukan kapada Rasul kita Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan pencerahan kepada kita dengan agama rahmatan lil alamin agama islam. Dengan selesainya penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan serta dukungan dari semua pihak baik moril ataupun materil sehingga makalah ini dapat terselesai dengan baik. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua terlebih lebih bagi kelompok kami yang mengerjakan makalah ini. Karena keterbatasankami, makalah ini masih jauh dari sempurna, maka saran dan kritik sangat dibutuhkan demi penyempurnaanya. Akhirnya, cukup itu dari kami kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Wassalamualaikum Wr. Wb. Malang, Mei 2011 Penyusun

DAFTAR ISI COVER... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 3 2.1 Pengertian Panen... 3 2.2 Pengertian Pasca Panen... 3 BAB III PEMBAHASAN... 4 3.1 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan pada Pemanenan... 4 3.2 Penanganan Panen yang Baik... 4 3.3 Penanganan Segera Setelah Panen... 5 3.4 Penanganan Pasca Panen... 6 BAB IV PENUTUP... 7 4.1 Kesimpulan... 7 DAFTAR PUSTAKA... 8

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pertanian, panen adalah kegiatan mengumpulkan hasil usaha tani dari lahan budidaya. Istilah ini paling umum dipakai dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di lahan. Namun demikian, istilah ini memiliki arti yang lebih luas, karena dapat dipakai pula dalam budidaya ikan atau berbagai jenis objek usaha tani lainnya, seperti jamur, udang, atau alga/gulma laut.secara kultural, panen dalam masyarakat agraris sering menjadi alasan untuk mengadakan festival dan perayaan lain. Panen pada masa kini dapat dilakukan dengan mesin pemanen seperti combine harvester, tetapi dalam budidaya yang masih tradisional atau setengah trandisional orang masih menggunakan sabit atau bahkan ani-ani. Alat pemanen lain yang tidak dikenal di Indonesia adalah scythe dan reaper. Panen tanpa mesin merupakan salah satu pekerjaan dalam budidaya yang paling memakan banyak tenaga kerja. Kegiatan ini dapat langsung diikuti dengan proses pascapanen atau pengeringan terlebih dahulu. Kegiatan pascapanen bertujuan untuk mempertahankan mutu produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan losses atau kehilangan karena penyusutan da kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian. Diperkirakan, kehilangan hasil buah/sayuran masih relatif tinggi melebihi 20%. Kegiatan penanganan pascapanen umumnya masih belum cukup baik dilakukan oleh petani, packing house (rumah kemasan),aupum pedagang. Saat ini kegiatan pascapanen ditingkat petani umumnya dilakukan secara tradisional, dengan alat yang sederhana. Oleh karena itu, pengelolaan tanaman secara terpadu disertai perkembangan teknologi, pemanenan dan penanganan pascapanen merupakan salah satu unsur yang diperlukan untuk mencapai mutu produk yang baik.

1.2 Tujuan Untuk mengetahui dan memahami definisi Panen Untuk mengetahui dan memahami hal utama dalam pemanenan Untuk mengetahui dan memahami penanganan Panen yang baik Untuk mengetahui dan memahami penanganan segera setelah Panen Untuk mengetahui dan memahami definisi Pascapanen Untuk mengetahui dan memahami penanganan Pascapanen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Panen Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam), tapi merupakan awal dari pekerjaan pascapanen, yaitu melakukaan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Komoditas yang di panen tersebut selanjutnya akan melalui jalur-jalur tataniaga, sampai berada di tangan konsumen. Panjang pendeknya jalur tataniaga tersebut menentukan tindakan panen dan pascapanen yang bagaimana yang sebaliknya dilakukan. Pada dasarnya yang dituju pada perlakuan panen adalah mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman, pada taraf kematangan yang tepat, dengan kerusakan yang minimal, dilakukan secepat mungkin dan dengan biaya yang rendah. 2.2 Pengertian Pasca Panen Definisi pascapanen menurut pasal 31 UU No.12/1992, adalah suatu kegiatan yang meliputi pembersihan, pengupasan, sortasi, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, standarisasi mutu, dan transportasi hasil budidaya pertanian.

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan pada Pemanenan Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, 2 hal utama yang perlu diperhatikan pada pemanenan, yaitu : a. Menentukan waktu panen yang tepat, yaitu menentukan kematangan yang tepat dan saat panen yang sesuai, dapat dilakuakan berbagai cara, yaitu : Cara visual/penampakan : misal dengan melihat warna kulit, bentuk buah, ukuran, perubahan bagian tanaman seprti daun mengering dll. Cara Fisik : misal dengan perabaan, buah lunak, umbi keras, buah mudah dipetik, dll. Cara Komputasi : misal menghitung umur tanaman sejak tanam atau umur buah dari mulai bunga mekar. Cara Kimia : misal melakukan pengukuran/analisi kandungan zat atau senyawa yang ada dalam komoditas, seperti : kadar gula, kadar tepung, kadar asam, aroma, dll. b. Melakukan penanganan panen yang baik, yaitu menekan kerusakan yang dapat terjadi. Dalam suatu usaha pertanian (bisnis) cara-cara panen yang dipilih perlu diperhitungkan, disesuaikan dengan kecepatan atau waktu yang diperlukan (sesingkat mungkin) dan dengan biaya yang rendah. 3.2 Penanganan Panen yang Baik Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penanganan panen : 1. Lakukan persiapan panen dengaan baik. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan, tempat penampungan hasil dan wadan-wadan panen, serta pemanen yang terampil dan tidak ceroboh. 2. Pada pemanenan, hindari kerusakan mekanis dengan melakukan panen secara hati-hati. Panen sebaiknya dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat bantu yang sesuai. Misal tomat dan cabai dipetik dengan tangan, baawang merah dicabut dan pada kentang tanah disekitaar tanaman dibongkar dengan menggunakan cangkul dan umbi dikeluarkan dari dalam tanah. Hindari kerusakan atau luka pada umbi saat pembongkaran tanah. 3. Memperhatikan bagian tanaman yang dipanen

Misal tomat dipanen tanpa tangkai untuk menghindari luka yang dapaat terjadi karena tangkai buah yang mengering menusuk buah yang ada di atasnya. Cabai dipetik dengan tangkainya, bawang merah dicabut dengan menyertakan daunya yang mengering, kentang dipanen umbinya, dilepaskan dari tangkai yang masih menempel, jagung sayur dipanen berikut kelobotnya. 4. Gunakan tempat atau wadah panen yang sesuai dan bersih, tidak meletakkan hasil panen diatas tanah atau dilantai dan usahankan tidak menumpuk hasil panen tidak terlalu tinggi. 5. Hindari tindakan kasar pada pewadahan dan usahakan tidak terlalu banyak melakukan pemindahan wadah. 6. Sedapat mungkin pada waktu panen pisahkan buah atau umbi yang baik dari buah atau umbi yang luka, memar, atau yang kena penyakit atau hama, agar kerusakan tersebut tidak menulari buah atau umbi yang sehat. 3.3 Penanganan Segera Setelah Panen Pada penanganan hasil tanaman, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan segera setelah panen, tindakan tersebut bila tidak dilakukan segera, akan menurunkan kualitas dan mempercepat kerusakan sehingga komoditas tidak tahan lama disimpan. Perlakuan tersebut antara lain: 1. Pengeringan (drying) bertujuan mengurangi kadar air dari komoditas. Pada biji bijian. Pengeringan dilakukan sampai kadar air tertentu agar dapat disimpan lama. Pada bawang merah pengeringan hanya dilakukan sampai kulit mengering. 2. Pendinginan pendahuluan (precooling) untuk buah-buahan dan sayuran buah. Buah setelah dipanen segera disimpan di tempat yang dingin/sejuk, tidak terkena sinar matahari, agar panas yang terbawa dari kebun dapat segera didinginkan dan mengurangi penguapan, sehingga kesegaran buah dapat bertahan lebih lama. Bila fasilitas tersedia, precooling ini sebaiknya dilakukan pada temperatur renda (sekitar 10 C) dalam waktu 1 2 jam. 3. Pemulihan (curing) untuk ubi, umbi dan rhizom. Pada bawang merah, jahe dan kentang dilakukan pemulihan dengan cara dijemur selama 1 2 jam sampai tanah yang menempel pada umbi kering dan mudah dilepaskan/ umbi dibersihkan, telah itu juga segera disimpan di tempat yang dingin / sejuk dan kering. Untuk kentang segera disimpan di tempat gelap (tidak ada penyinaran)! Curing juga berperan menutup luka yang terjadi pada saat panen.

4. Pengikatan (bunching) dilakukan pada sayuran daun, umbi akar (wortel) dan pada buah yang bertangkai seperti rambutan, lengkeng dll. Pengikatan dilakukan untuk memudahkan penanganan dan mengurangi kerusakan. 5. Pencucian (washing) dilakukan pada sayuran daun yang tumbuh dekat tanah untuk membersihkan kotoran yang menempel dan memberi kesegaran. Selain itu dengan pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida dan hama penyakit yang terbawa. Pencucian disarankan menggunakan air yang bersih, penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan. Kentang dan ubi jalar tidak disarankan untuk dicuci. Pada mentimun pencucian berakibat buah tidak tahan simpan, karena lapisan lilin pada permukaan buah ikut tercuci. Pada pisang pencucian dapat menunda kematangan. 6. Pembersihan ( cleaning, trimming) yaitu membersihkan dari kotoran atau bend asing lain, mengambil bagian-bagian yang tidak dikehendaki seperti daun, tangkai atau akar yang tidak dikehendaki. 7. Sortasi yaitu pemisahan komoditas yang layak pasar (marketable) dengan yang tidak layak pasar, terutama yang cacat dan terkena hama atau penyakit agar tidak menular pada yang sehat. 3.4 Penanganan Pasca Panen 1. Grading dan standarisasi Grading adalah pemilahan berdasarkan kelas kualitas. Biasanya dibagi dalam kelas 1, kelas 2, kelas 3 dan seterusnya, atau kelas A, kelas B, kelas C dan seterusnya. Pada beberapa komoditas ada kelas super-nya. Tujuan dari tindakan grading ini adalah untuk memberikan nilai lebih ( harga yang lebih tinggi) untuk kualitas yang lebih baik. Standard yang digunakan untuk pemilahan (kriteria ) dari masing-masing kualitas tergantung dari permintaan pasar. Standarisasi merupakan ketentuan mengenai kualitas atau kondisi komoditas berikut kemasannya yang dibuat untuk kelancaran tataniaga/pemasaran. Standarisasi pada dasarnya dibuat atas persetujuan antara konsumen dan produsen, dapat mencakup kelompok tertentu atau wilayah / negara / daerah pemasaran tertentu. 2. Pengepakan/pengemasan/pembungkusan Keuntungan dari pengemasan yang baik

a. Melindungi komoditas dari kerusakan : Melindungi dari kerusakan mekanis (gesekan, tekanan, getaran Melindungi dari pengaruh lingkungan : temperatur, kelembaban, angin Melindungi dari kotoran / pencemaran : sanitasi Melindungi dari kehilangan (pencurian) : memudahkan pengontrolan b. Memudahkan penanganan : Penggunaan berbagai fasilitas pengemasan memudahkan penanganan Memberikan kesinambungan dalam penanganan Mengacu pada standarisasi wadah / kontainer c. Meningkatkan pelayanan dalam pemasaran : Praktis untuk konsumen (pengemasan dalam skala kecil) Lebih menarik Dapat untuk menyampaikan informasi produk yang dikemas Penggunaan label dapat menerangkan cara penggunaan dan cara melindungi produk yang dikemas d. Mengurangi / menekan biaya transportasi / biaya tataniaga Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengemasan: a. Pengemasan harus dilakukan dengan hati-hati terutama mencegah terluka, terjatuh atau kerusakan lain. b. Hanya komoditas yang baik yang dikemas (melalui sortasi) c. Tempat pengemasan harus bersih dan hindari kontaminasi d. Container atau wadah dan bahan pengemas lain, juga pengisi atau pelindung harus bersih atau untuk yang tidak didaur pakai seperti kardus, plastic transparan dan lain-lain, harus yang baru. e. Pengemasan pada beberapa komoditas dilakukan setelah precooling. Pengemasan sebaiknya dilakukan pada tiap grad kualitas secara terpisah. f. Bahan pengemas harus kuat, sesuai dengan sifat dan kondisi produk yang dikemas dan lama penyimpanan/pengangkutan. 3. Penyimpanan (Storage operation) Tujuan / guna penyimpanan yaitu untuk memperpanjang kegunaan (dalam beberapa kasus, meningkatkan kualitas), menampung produk yang melimpah,

menyediakan komoditas tertentu sepanjang tahun, membantu dalam pengaturan pemasaran, meningkatkan keuntungan finansial bagi produsen, mempertahankan kualiatas dari komoditas yang disimpan. Lama penyimpanan (ketahanan simpan) dapat diperpanjang dengan cara sebagai berikut : 1. Mengontrol penyakit yang timbul setelah panen 2. Mengatur kondisi atmosfer (C.A. storage) 3. Perlakuan kimia (chemical treatment) 4. Perlakuan penyinaran (irradiation) 5. Penyimpanan dingin (refrigeration) 3. Pengangkutan Pengangkutan umumnya diartikan sebagai penyimpanan berjalan. Semua kondisi penyimpanan pada komoditas yang diangkut harus diterapkan. Faktor pengangkutan yang perlu diperhatikan adalah: - Fasilitas angkutannya - Jarak yang ditempuh atau lama perjalanan - Kondisi jalan dan kondisi lingkungan selama pengangkutan - Perlakuan bongkar-muat yang diterapkan

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam), tapi merupakan awal dari pekerjaan pascapanen, yaitu melakukaan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Definisi pascapanen menurut pasal 31 UU No.12/1992, adalah suatu kegiatan yang meliputi pembersihan, pengupasan, sortasi, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, standarisasi mutu, dan transportasi hasil budidaya pertanian. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, 2 hal utama yang perlu diperhatikan pada pemanenan, yaitu : Menentukan waktu panen yang tepat dan melakukan penanganan panen yang baik. Pada penanganan hasil tanaman, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan segera setelah panen, tindakan tersebut bila tidak dilakukan segera, akan menurunkan kualitas dan mempercepat kerusakan sehingga komoditas tidak tahan lama disimpan. Perlakuan tersebut yaitu Pengeringan (drying), Pendinginan pendahuluan (precooling), Pemulihan (curing), Pengikatan (bunching), Pencucian (washing). Proses penanganan pasca panen antara lain : Grading dan standarisasi, Pengepakan/pengemasan/pembungkusan, Penyimpanan (Storage operation) dan Pengangkutan

DAFTAR PUSTAKA Anonymous a, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/panen. Diakses 1 Mei 2011 Anonymous b, 2011. http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/11/penanganan_pasca_panen_hasil_pertanian.pdf. Diakses 1 Mei 2011 Vademekum Hortikultura,1997, Direktorat Hortikultura, Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kajian Pengelolaan Pasca Panen Hasil Pertanian, 2001, Ditjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dan PT. Danaspoe & CO. Standar Mutu dan Produk Hortikultura dan Buah-buahan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), 2003, Dit. Pengolahan Dan Pemasaran Hortikultura. Ditjen Bina PPH Pertanian.