MODUL 7 UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS DATA BAB VI

dokumen-dokumen yang mirip
Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu Kuesioner

ANALISIS ANGKET Materi Kuliah TIK oleh Dr. Sumadi,M.Pd.

Misalkan kuesioner adalah sasaran tembak seperti pada gambar berikut ini. Anggap bahwa pusat sasaran tembak itu adalah target dari apa yang kita ukur.

MATERI APLIKASI KOMPUTER LANJUT UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS

Metode Penelitian Kuantitatif

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Pertemuan 6 & 7 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS. Objektif:

BAB IV HASIL PENELITIAN. variabel yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Variabel dalam

Raharjo

Modul ke: Riset Penelitian. Uji Validitas dan Reabilitas. Fakultas Ilmu Komunikasi. Oktaviana Whisnu Wardhani, M.Si. Program Studi Periklanan

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

MATA KULIAH METODE RISET

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini

Tabel 4.1 Demografi responden berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin Jumlah Presentase. Pria (P) 63 63% Wanita (W) 37 37% Total %

UJI PERSYARATAN INSTRUMEN

Analisis Butir/Item Uji Validitas Uji Reliabilitas. tedi last 10/16

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Tabel 4.1 Hasil Kuesioner. Public Relations. membantu anda dalam menentukan jenis cetakan yang akan anda pilih?

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 4.1 Karakteristik Responden Penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Hijabers Community Bandung.

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB IV HASIL PENELITIAN. beberapa guru PAI yang belum tersertifikasi dan guru PAI yang sudah. dan 15 item untuk penilaian kompetensi professional.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

Kuesioner. Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Intergrated Business. Solution (IBS) Pada PT. Citajaya Infinite System

BAB III METODE PENELITIAN. menentukan obyek-obyek penelitian yang akan diteliti dan besarnya

Uji Validitas Instrumen. by Ifada Novikasari

Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Kabupaten Tulang Bawang yang beralamat di Jalan Cemara Kompleks

BAB 4 HASIL PENELITIAN. bab ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas social media twitter

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

kontrol adalah kelompok yang tidak melakukan aktivitas pembelajaran dengan menerapkan metode Simulasi, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan ini, penulis

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran beberapa istilah yang

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA NILAI BTQ DENGAN PRESTASI BELAJAR MAPEL PAI DI SD KANDANG PANJANG 01 PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. 1) Variabel Terikat (Dependent): Konflik Kerja (Y)

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Survey

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan

BAB IV ANALISIS DATA

BAB 3 METODE PENELITIAN. analisisnya pada data data numerikal (angka angka) tentang perilaku. yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Banjaran untuk mengambil sampel yang dimulai dari survey pendahuluan sampai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Validitas & Reliabilitas (Sert)

membeli aksesoris yang sedang menjadi trend dengan kepercayaan diri pada siswi kelas XI jurusan sekretaris SMK Kristen 1 Salatiga.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam penelitian kuantitatif, kevalidan data menjadi sangat penting, karena bila

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini termasuk dalam desain penelitian non eksperimental deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN

. BAB III METODE PENELITIAN. negeri favorit yang berada di kota Samarinda. Semua Guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Samarinda.

1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Al-azhar 3

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada. tanggal 23 Agustus sampai 15 September 2014.

BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Obyek pada penelitian ini adalah profesionalisme auditor internal dan

LAMPIRAN. KUESIONER PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN PT. Mandiri Berlima

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. responden yang terdiri atas lima Kantor Akuntan Publik dan 4 Universitas Negeri dan

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

MODUL 7 UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS DATA BAB VI 1

MODUL 7 UJI VALIDITAS DAN REALIBILITAS DATA A. Kompetensi Dasar Memahami uji instrumen, uji validitas, dan uji reliabilitas data B. Indikator Kognitif 1. Mahasiswa dapat mendeskripsikan uji instrumen data. 2. Mahasiswa dapat menghitung uji validitas data. 3. Mahasiswa dapat menghitung uji reliabilitas data. 4. Mahasiswa dapat menganalisa hasil uji validitas data. 5. Mahasiswa dapat menganalisa hasil uji reliabilitas data. Psikomotor 1. Mahasiswa dapat mendeskripsikan uji instrumen data secara lisan di depan kelas. 2. Mahasiswa dapat menghitung uji validitas data secara tertulis di depan kelas. 3. Mahasiswa dapat menghitung uji reliabilitas data secara tertulis di depan kelas. 4. Mahasiswa dapat menganalisa hasil uji validitas data secara tertulis di depan kelas. 5. Mahasiswa dapat menganalisa hasil uji reliabilitas data secara tertulis di depan kelas. Afektif 1. Mengembangkan perilaku karakter, meliputi jujur, peduli, dan tanggungjawab. 2. Mengembangkan keterampilan sosial, menjadi pendengar yang baik, berpendapat, dan bertanya. 2

C. Pengalaman Belajar 1. Mahasiswa mendengarkan secara aktif materi yang dijelaskan dosen. 2. Mahasiswa dapat mendeskripsikan uji instrumen data. 3. Mahasiswa dapat melakukan uji validitas, uji reliabilitas dan menganalisa hasilnya. D. Materi Pokok 1. Uji instrumen data, 2. Uji validitas, dan 3. Uji reliabilitas data 3

F. Uraian Materi 1. Umum Penelitian bidang sosial dan manajemen pada umumnya variabelvariabel penelitiannya dirumuskan sebagai sebuah variabel laten atau sering juga disebut faktor atau konstruk, yaitu variabel yang tidak diukur secara langsung dan dibentuk melalui dimensi-dimensi yang diamati atau melalui indikator-indikator yang diamati. Biasanya indikator atau dimensi diamati dengan menggunakan kuesioner/angket yang bertujuan untuk mengetahui pendapat responden tentang suatu hal, misal motivasi kerja, kepuasan kerja. Skala yang sering dipakai dalam penyusunan kuesioner adalah skala ordinal atau Skala Likert, yaitu skala yang berisi lima tingkat jawaban yang merupakan skala jenis ordinal dengan nilai sebagai berikut: 1 = Sangat Setuju 2 = Setuju 3 = Ragu-ragu 4 = Tidak Setuju 5 = Sangat Tidak Setuju Skala likert dikatakan ordinal, karena pernyataan Sangat Setuju mempunyai tingkat atau preferensi yang "lebih tinggi" dari Setuju, dan Setuju "lebih tinggi" dari Ragu-ragu. Uji validitas merupakan suatu proses untuk menguji apakah instrumen yang dipergunakan untuk pengumpulan data penelitian, instrumen diuji dengan dua tahap; pertama diuji validitasnya dan kedua diuji reliabilitasnya. Uji viliditas menjadi penting karena akan menghasilkan data, dan data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi variabel sebagai alat untuk pembuktian hipotesis. Benar tidaknya data sangat menentukan 4

bermutu tidaknya suatu hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data, tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Pengujian instrumen biasanya terdiri dari uji validitas dan reliabilitas. Hal-hal yang menyebabkan data yang dikumpulkan tidak valid dan tidak reabel dan bagaimanakah caranya untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel akan dibicarakan dalam bab ini. 2. Validitas dan Reliabilitas a. Definisi Validitas adalah uji untuk mengukur tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Suatu instrumen alat ukur bila dikatakan telah valid, berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu adalah valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur. Misalnya untuk mengukur panjang dengan penggaris atau meteran, untuk mengukur berat badan dengan timbang badan dan sebagainya. Uji Validitas merupakan suatu tingkat di mana suatu alat pengukur mengukur apa yang seharusnya diukur. Data penelitian tidak akan berguna bilamana instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tersebut tidak memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Menurut Soemanto, reliabilitas adalah tingkatan pada mana suatu tes secara konsisten mengukur berapapun hasil pengukuran itu. Dinyatakan dengan angka-angka (biasanya sebagai suatu koefisien), koefisien yang lebih dari 0.90 akan dapat diterima untuk setiap tes. 5

b. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk menguji kuesioner dalam penelitian yaitu untuk menguji apakah pernyataan-pernyataan pada kuesioner sudah sesuai atau tidak. Jika sesuai bisa dipakai jika tidak harus dibuang/diganti karena dianggap tidak relevan. Validitas menunjukkan dimana suatu instumen itu mengukur apa yang ingin diukur. Validitas terdapat beberapa jenis, menurut Djamaluddin Ancok, ada enam jenis validitas yaitu: 1) Validitas konstruk, yaitu kerangka dari suatu konsep. Ada tiga cara yang lazim dipakai dalam dunia penelitian ; a) Mencari definisi-definisi konsep yang dikemukakan para ahli yang ditulis dalam literatur, b) Kalau di dalam literatur tidak dapat diperoleh definisi; konsep yang ingin diukur, peneliti harus mendefinisikan sendiri konsep tersebut. c) Menanyakan definisi konsep yang akan diukur kepada calon responden. 2) Validitas isi, yaitu sejauhmana isi alat pengukur tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai aspek kerangka konsep. 3) Validitas eksternal, validitas untuk melihat sejauhmana faktor eksternal menjadi tolok ukurnya. 4) Validitasprediktif, validitas untuk memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 5) Validitas budaya, validitas ini penting bagi penelitian di negara yang suku bangsanya sangat bervariasi. 6) Validitas rupa, validitas ini hanya menunjukkan bahwa dari segi rupanya suatu alat pengukur tampaknya mengukur apa yang ingin diukur. 6

Menurut Kerlinger (1973) dalam buku M Nasir (1999) validitas ada tiga jenis yaitu : 1) validitas isi, validitas Ini mempersoalkan apakah isi dari suatu instrumen cukup representatif atau tidak. 2) Validitas yang berhubungan dengan /criteria, adalah validitas yang dilihat dengan membandingkan suatu variabel yang dipercaya dapat digunakan untuk mengukur suatu atribut tertentu. 3) Validitas konstrak, validitas konstrak bukan saja mengadakan validasi terhadap alat ukur, tetapi juga mengadakan validitas terhadap teori teori di belakang alat ukur tersebut. Menurut Soemanto, ada empat jenis validitas yaitu: 1) Validitas konsepsi, suatu instrumen menguji suatu konsepsi hipotesis. 2) Validitas bersamaan {concurrent validity), metode ini melibatkan penentuan hubungan antara nilai pada tes itu dengan nilai pada tes yang telah mantap. 3) Validitas Prediktif. Dari beberapa jenis teknik pengumpulan data dan berbagai jenis validitas, pada modul ini pembahasan dibatasi pada uji validitas pada validitas konstrak. Uji Validitas dengan Korelasi Pearson Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan tiga cara. Melakukan melakukan korelasi masing-score butir pertanyaan dengan total score konstruk atau variabel. Dalam hal ini melakukan korelasi masing masing score pertanyaan dengan 7

total score. Uji signifikansi dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai r hitung dengan nilai r tabel yaitu : Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka butir atau pertanyaan tersebut dikatakan valid. Mencari r tabel, dengan menggunakan tabel r pada suatu degree of freedom (df) tertentu, persamaan untuk menentukan df adalah : df = n - k Dimana: n = adalah jumlah sample dan k = adalah jumlah konstruk. Berikut ini prosedur dalam menentukan validitas konstrak: Langkah pertama, mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur (ada tiga cara dalam mencari konstrak). Langkah kedua, melakukan uji coba skala pengukur pada sejumlah responden, minimal 30 orang. Dengan batas minimal 30 orang maka distribusi skor akan lebih mendekati kurve normal. Langkah ketiga, mempersiapkan tabel tabulasi jawaban. Langkah empat, menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total dengan ramus korelasi product moment yang rumusnya sebagai berikut: [ ] [ ] 8

Panduan suatu Item Instrumen dianggap Valid jika r lebih besar dari 0,3 atau bisa juga dengan membandingkannya dengan r tabel. Jika r hitung > r tabel maka valid. Contoh: Dilakukan penelitian tentang pengaruh Peranan Hubungan Antar Pribadi, Peranan Pengendalian Informasi terhadap Peranan Pengambilan Keputusan. Untuk teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pada contoh ini diambil satu variabel peranan hubungan antar pribadi untuk diuji Validitas dan Reliabilitasnya. Data hasil pengambilan sampel adalah sebagai pada lampiran Data Uji Validitas dan Reliabilitas. Selanjutnya dilakukan uji validitas untuk butir ke-1, terhadap total nilai Variabel. Data Uji validitas butir adalah sebagai berikut: No Resp X Y No Resp X Y 1 4.00 4.33 21 4.00 4.22 2 3.00 3.78 22 4.00 4.00 3 4.00 3.56 23 4.00 4.00 4 3.00 3.11 24 4.00 4.00 5 5.00 4.89 25 4.00 3.78 6 4.00 3.89 26 4.00 3.89 7 4.00 4.33 27 4.00 4.11 8 4.00 4.00 28 4.00 3.56 9 4.00 4.00 29 4.00 3.67 10 4.00 4.11 30 5.00 5.00 11 4.00 3.44 31 5.00 4.89 12 5.00 4.44 32 5.00 4.67 13 4.00 4.44 33 5.00 4.78 14 3.00 4.00 34 4.00 3.67 15 4.00 3.56 35 5.00 4.44 16 3.00 4.22 36 4.00 4.00 17 4.00 3.33 37 4.00 4.00 18 4.00 3.78 38 4.00 3.67 19 4.00 4.00 39 3.00 3.89 20 4.00 3.89 40 4.00 4.00 9

Langkah Penyelesaian: 1. Persamaan Korelasi Pearson: [ ] [ ] 2. Tabel pembantu untuk menyelesaikan persamaan diatas No X Y XY X^2 Y^2 1 4.00 4.33 17.33 16.00 18.78 2 3.00 3.78 11.33 9.00 14.27 3 4.00 3.56 14.22 16.00 12.64 4 3.00 3.11 9.33 9.00 9.68 5 5.00 4.89 24.44 25.00 23.90 6 4.00 3.89 15.56 16.00 15.12 7 4.00 4.33 17.33 16.00 18.78 8 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 9 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 10 4.00 4.11 16.44 16.00 16.90 11 4.00 3.44 13.78 16.00 11.86 12 5.00 4.44 22.22 25.00 19.75 13 4.00 4.44 17.78 16.00 19.75 14 3.00 4.00 12.00 9.00 16.00 15 4.00 3.56 14.22 16.00 12.64 16 3.00 4.22 12.67 9.00 17.83 17 4.00 3.33 13.33 16.00 11.11 18 4.00 3.78 15.11 16.00 14.27 19 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 20 4.00 3.89 15.56 16.00 15.12 21 4.00 4.22 16.89 16.00 17.83 22 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 23 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 24 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 25 4.00 3.78 15.11 16.00 14.27 26 4.00 3.89 15.56 16.00 15.12 27 4.00 4.11 16.44 16.00 16.90 28 4.00 3.56 14.22 16.00 12.64 29 4.00 3.67 14.67 16.00 13.44 30 5.00 5.00 25.00 25.00 25.00 31 5.00 4.89 24.44 25.00 23.90 32 5.00 4.67 23.33 25.00 21.78 33 5.00 4.78 23.89 25.00 22.83 34 4.00 3.67 14.67 16.00 13.44 35 5.00 4.44 22.22 25.00 19.75 36 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 37 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 38 4.00 3.67 14.67 16.00 13.44 39 3.00 3.89 11.67 9.00 15.12 40 4.00 4.00 16.00 16.00 16.00 JML 162.00 161.33 659.44 668.00 657.90 10

[ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] = Jadi: korelasi pearson adalah 0,65345 3. Pengambilan Keputusan Panduan Suatu Item Instrumen dianggap Valid - Jika r lebih besar dari 0,3 maka valid atau - Jika r hitung > r tabel maka valid. Cara ke 1: Berdasarkan perhitungan maka didapatkan r hitung sebesar 0,65345 > 0,3, maka valid. Cara ke 2: Dengan mencari r tabel, dengan melihat tabel r pada α 5%,dan df = n-k = 40-2 = 38 maka didapatkan sebagai berikut r tabel =0,264, maka r hitung 0,65345 > r tabel 0,264 maka valid. Evaluasi Hasil Perhitungan vs SPSS: 11

Memastikan bahwa perhitungan sudah benar, maka hasil diatas dibandingkan dengan hasil perhitungan dari SPSS. setelah data butir ke-1 tersebut dianalisa maka didapatkan sebagai berikut: Correlations x11 x12 x13 x14 x15 x16 x17 x18 x19 X1 Pearson Correlation 1.489 ** 0.277 0.105.426 **.416 **.405 **.435 **.329 *.654 ** x11 Sig. (2-tailed) 0.001 0.084 0.518 0.006 0.008 0.01 0.005 0.038 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.489 ** 1 0.249.408 **.508 **.550 ** 0.273.485 **.318 *.731 ** x12 Sig. (2-tailed) 0.001 0.121 0.009 0.001 0 0.088 0.001 0.046 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation 0.277 0.249 1 0.078-0.031.515 ** 0.261 0.055 0.103.437 ** x13 Sig. (2-tailed) 0.084 0.121 0.631 0.85 0.001 0.104 0.737 0.527 0.005 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation 0.105.408 ** 0.078 1.536 **.357 * 0.161.563 **.451 **.630 ** x14 Sig. (2-tailed) 0.518 0.009 0.631 0 0.024 0.32 0 0.003 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.426 **.508 ** -0.031.536 ** 1 0.282.344 *.626 **.397 *.711 ** x15 Sig. (2-tailed) 0.006 0.001 0.85 0 0.078 0.03 0 0.011 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.416 **.550 **.515 **.357 * 0.282 1 0.192.388 *.364 *.690 ** x16 Sig. (2-tailed) 0.008 0 0.001 0.024 0.078 0.236 0.013 0.021 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.405 ** 0.273 0.261 0.161.344 * 0.192 1.427 ** 0.142.567 ** x17 Sig. (2-tailed) 0.01 0.088 0.104 0.32 0.03 0.236 0.006 0.381 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.435 **.485 ** 0.055.563 **.626 **.388 *.427 ** 1.556 **.778 ** x18 Sig. (2-tailed) 0.005 0.001 0.737 0 0 0.013 0.006 0 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.329 *.318 * 0.103.451 **.397 *.364 * 0.142.556 ** 1.620 ** x19 Sig. (2-tailed) 0.038 0.046 0.527 0.003 0.011 0.021 0.381 0 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 Pearson Correlation.654 **.731 **.437 **.630 **.711 **.690 **.567 **.778 **.620 ** 1 X1 Sig. (2-tailed) 0 0 0.005 0 0 0 0 0 0 N 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 12

Uji Reliabilitas Suatu instrumen dikatakan reliable (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan butir Alpha item setiap butir variabel dengan Alpha. Jika Alpha item lebih kecil dari Alpha maka butir variabel telah reliabel. Tapi jika Alpha item lebih besar dari Alpha maka butir tersebut tidak reliabel Dari hasil pengujian didapat hasil sebagaimana dalam tabel 5.3. Tabel 7.7 Uji Reliabilitas Variabel X1 Item Alpha Item Alpha Alpha Item : Alpha Hasil X 16 0,7363 0.7888 < (lebih kecil) reliabel X 18 0,7773 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 110 0.7582 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 116 0.7552 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 118 0.7737 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 119 0.7736 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 122 0.7773 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 124 0.7671 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 129 0.7844 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel X 130 0.7974 0.7888 < (lebih kecil) Reliabel Sumber : Data diolah Kolom item menunjukkan butir-butir variabel X 1 yang diuji (ikut dalam pengujian), kolom Alpha item adalah Alpha untuk masing-masing item pertanyaan 13

kuesioner yang didapat dari tabel. Uji reliabilitas pada Alpha if item deleted. Alpha adalah nilai Alpha komulatif dari seluruh item variabel, didapat dari hasil uji reliabilitas pada nilai Alpha, untuk X 1 Alpha sebesar 0,7888. Tabel 7.7 memberikan gambaran dari uji reliabilitas. Untuk item pertanyaan X 16 Alpha item ( 0,7363) < Alpha ( 0,7888) yang berarti reliabel, demikian seterusnya. Dari pengujian reliabilitas didapat ada 10 item pertanyaan yang valid dan reliabel dari 31 item pertanyaan yaitu X 16, X 18, X 110, X 116, X 118, X 119, X 122, X 124, X 129, X 130. Sedang item pertanyaan yang lain karena dari hasil pengujian tidak valid dan reliabel, maka telah dibuang. Sehingga dari variabel X 1 adalah motif berprestasi item yang akan dianalisis adalah item yang telah valid dan reliabel di atas. Uji reliabilitas untuk variabel X 2 (mental pembina wira usaha) didapatkan hasil hasil sebagai berikut : Tabel 7.8 Uji reliabilitas variabel X 2 Item Alpha item : Alpha item Alpha Alpha Keterangan X 22 0.7190 0.7451 lebih kecil Reliabel X 23 0.7399 0.7451 lebih kecil Reliabel X 10 0.7339 0.7451 lebih kecil Reliabel X 213 0.7428 0.7451 lebih kecil Reliabel X 214 0.7282 0.7451 lebih kecil Reliabel X 215 0.7412 0.7451 lebih kecil Reliabel X 222 0.7253 0.7451 lebih kecil Reliabel X 223 0.7189 0.7451 lebih kecil Reliabel X 224 0.7409 0.7451 lebih kecil Reliabel 14

X 228 0.7359 0.7451 lebih kecil Reliabel X 229 0.7324 0.7451 lebih kecil Reliabel X 230 0.7286 0.7451 lebih kecil Reliabel X 238 0.7335 0.7451 lebih kecil Reliabel X 239 0.7138 0.7451 lebih kecil Reliabel X 240 0.7401 0.7451 lebih kecil Reliabel Sumber : Data diolah Dalam Tabel 7.8 uji reliabilitas variabel X 2 kolom item adalah butir-butir pertanyaan variabel X 2 yang diuji. Kolom Alpha item adalah nilai Alpha dari setiap masing-masing item pertanyaan yang didapat dengan melihat tabel hasil reliabilitas pada kolom Alpha if item deleted. Kolom Alpha adalah nilai Alpha secara komulatif seluruh item pertanyaan yang ikut dalam pengujian besarnya 0,7451. Pada baris pertama butir X 22 Alpha item (0,7451) < Alpha (0,7951) maka reliabel. Apabila setiap Alpha item lebih kecil dari Alpha maka setiap item telah reliabel. Pada tabel 5.4 terdapat 15 item pertanyaan, berarti bahwa 15 butir dari X 2 dinyatakan valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk dianalisa lebih lanjut sedangkan sisa item X 2 karena tidak reliabel maka tidak diikutkan dalam pengujian selanjutnya. Berikutnya untuk analisis lebih lanjut maka butir-butir yang valid dan reliabel dari masing-masing variabel dijumlahkan dan diambil rata-ratanya dan rata-rata dari masing-masing variabel tersebut dipakai untuk analisis lebih lanjut. 15

Referensi 1. ^ a b Apa Keandalan. Diakses 7 Mei 2010. 2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p (Inggris) Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 188-198. 3. ^ a b Memahami Reliabilitas dan Validitas dalam Penelitian Kualitatif. Diakses 27 Mei 2010. 4. ^ Jenis Reliabilitas. Diakses 27 Mei 2010. 5. ^ Stabilitas Keandalan. Diakses 27 Mei 2010. 6. ^ Kesetaraan Keandalan. Diakses 27 Mei 2010. 16

17

Lampiran Data Uji Validitas dan Reliabilitas NO X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 X1.9 X1 1 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4.33 2 3 4 3 5 5 4 2 4 4 3.78 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3.56 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3.11 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4.89 6 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3.89 7 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4.33 8 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 9 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 10 4 5 5 4 4 5 3 4 3 4.11 11 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3.44 12 5 4 5 4 5 5 5 4 3 4.44 13 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4.44 14 3 4 5 5 4 4 4 4 3 4 15 4 4 5 3 2 5 3 3 3 3.56 16 3 4 5 5 3 5 4 4 5 4.22 17 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3.33 18 4 3 4 5 4 4 2 4 4 3.78 19 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 20 4 4 5 4 4 4 4 3 3 3.89 21 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4.22 22 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 24 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 25 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3.78 26 4 4 5 4 3 5 3 3 4 3.89 27 4 4 5 4 3 5 4 4 4 4.11 28 4 3 5 4 3 4 3 3 3 3.56 29 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3.67 30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 18

Lampiran Data Uji Validitas dan Reliabilitas lanjutan NO X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 X1.9 X1 31 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4.89 32 5 5 4 5 5 5 3 5 5 4.67 33 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4.78 34 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3.67 35 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4.44 36 4 4 3 5 4 4 5 4 3 4 37 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 38 4 4 5 4 3 4 3 3 3 3.67 39 3 4 4 5 4 5 3 4 3 3.89 40 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4.05 4.03 4.33 4.28 3.98 4.23 3.73 4 3.7 4.03 Cronbach's alpha (Cronbach, 1951) is a measure of reliability. More specifically, alpha is a lower bound for the true reliability of the survey. Mathematically, reliability is defined as the proportion of the variability in the responses to the survey that is the result of differences in the respondents. That is, answers to a reliable survey will differ because respondents have different opinions, not because the survey is confusing or has multiple interpretations. The computation of Cronbach's alpha is based on the number of items on the survey (k) and the ratio of the average inter-item covariance to the average item variance. 19

Under the assumption that the item variances are all equal, this ratio simplifies to the average inter-item correlation, and the result is known as the Standardized item alpha (or Spearman-Brown stepped-up reliability coefficient). 20

21

Djamaluddin Ancok, menyebutkan reliabilitas adalah instrumen yang dipakai untuk menunjukkan apakah hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten. Dengan kata lain, reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Banyak rumus yang dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas diantaranya adalah rumus Spearman Brown: Ket : r11 adalah nilai reliabilitas rb adalah nilai koefisien korelasi Nilai koefisien reliabilitas yang baik adalah diatas 0,7 (cukup baik), di atas 0,8 (baik). Pengukuran validitas dan reliabilitas mutlak dilakukan, karena jika instrumen yang digunakan sudah tidak valid dan reliable maka dipastikan hasil penelitiannya pun tidak akan valid dan reliable. Sugiyono (2007: 137) menjelaskan perbedaan antara penelitian yang valid dan reliable dengan instrument yang valid dan reliable sebagai berikut : Penelitian yang valid artinya bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Artinya, jika objek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid. Sedangkan penelitian yang reliable bila 22

terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Kalau dalam objek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna merah. dirangkum dari : Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Bandung, Alfabeta. Uji validitas adalah uji tentang kemampuan suatu questionare sehingga benar-benar dapat mengukur apa yang ingin diukur. Dalam kasus di atas yang ingin dikur adalah kepuasan Upah. Apakah questionare valid atau sah untuk mengukur kepuasan upah? Cara meguji validitas item-item pertanyaan ini adalah dengan membuat korelasi skore pada item itu (yang diuji) dengan skore total. Misalnya kepuasan Upah diungkap dengan 20 pertanyaan. Apakah jawaban pertanyaan no 3 konsisten dengan total skore yang dipilih oleh seluruh responden? Jika r (korelasi), dengan (df = n-k, dimana: n = besar sampel, k = konstruk = variabel) maka item tersebut valid. Besarnya r tiap butir pertanyaan dapat dilihat dari SPSS pada kolom Corrected Items Total Correlation. (Lihat modul 16 penggunaan SPSS untuk uji validitas dan reiliabelitas). Kriteria uji validitas secara singkat (rule of tumb) adalah 0,3. Jika korelasi sudah lebih besar dari 0,3 pertanyaan yang dibuat dikategorikan shahih / valid. 23