Metode Taguchi dan Optimasi Multi Respons

dokumen-dokumen yang mirip
OPTIMASI RANCANGAN EKSPERIMEN KOKOH YANG DINAMIS BERDASARKAN FUNGSI KERUGIAN KUALITAS

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI

Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm

BAB III. Metode Penelitian

OPTIMISASI PENEMPATAN TURBIN ANGIN DI AREA LAHAN ANGIN

Peramalan Kebutuhan Beban Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Algoritma Genetika

Lingkup Metode Optimasi

Tugas Mata Kuliah E-Bisnis REVIEW TESIS

BAB III PEMBAHASAN. menggunakan model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD) dan penyelesaian

MULTIRESPON PCR-TOPSIS

PENGEMBANGAN APLIKASI PENJADWALAN KULIAH SEMESTER I MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST.,M.KOM

PENERAPAN ALGORITMA GENETIK UNTUK OPTIMASI TRANSFER DAYA PADA SISTEM SENSOR GAS. Muthmainnah

Genetic Algorithme. Perbedaan GA

BAB 2 DASAR TEORI. 2.1 Teka-Teki Silang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

OPTIMASI PENJADWALAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN ALGORITMA GENETIK

OPTIMASI RANCANGAN EKSPERIMEN KOKOH YANG DINAMIS BERDASARKAN FUNGSI KERUGIAN KUALITAS. Abstrak

Algoritma Evolusi Dasar-Dasar Algoritma Genetika

BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1 di bawah ini mengilustrasikan jalur pada TSP kurva terbuka jika jumlah node ada 10:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

8. Evaluasi Solusi dan Kriteria Berhenti Perumusan Masalah METODE PENELITIAN Studi Pustaka Pembentukan Data

Analisis Pengendalian Persediaan Produk Dengan Metode EOQ Menggunakan Algoritma Genetika untuk Mengefisiensikan Biaya Persediaan

Bab II Konsep Algoritma Genetik

ALGORITMA GENETIKA. Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning

Keywords Algoritma, Genetika, Penjadwalan I. PENDAHULUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Algoritma Genetika

Algoritma Evolusi Real-Coded GA (RCGA)

Pendekatan Algoritma Genetika pada Peminimalan Fungsi Ackley menggunakan Representasi Biner

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari-hari dan juga merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri serta

PEMAMPATAN MATRIKS JARANG DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL

ALGORITMA GENETIKA Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMASI RANCANGAN FILTER BANDPASS AKTIF UNTUK SINYAL LEMAH MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK Studi Kasus: Sinyal EEG

ALGORITMA GENETIKA PADA PEMROGRAMAN LINEAR DAN NONLINEAR

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dilingkungan Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika

BAB II LANDASAN TEORI

Implementasi Algoritma Genetika dalam Pembuatan Jadwal Kuliah

1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ALGORITMA MEMETIKA DALAM MEMPREDIKSI KURS VALUTA ASING. Untuk memberikan penjelasan mengenai prediksi valuta asing

BAB 2 LANDASAN TEORI

ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN AKAR PERSAMAAN SEBUAH FUNGSI

BAB II LANDASAN TEORI

Zbigniew M., Genetic Alg. + Data Structures = Evolution Program, Springler-verlag.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab kajian pustaka berikut ini akan dibahas beberapa materi yang meliputi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Algoritma Genetika

KNAPSACK PROBLEM DENGAN ALGORITMA GENETIKA

BAB II KAJIAN TEORI. genetika, dan algoritma memetika yang akan digunakan sebagai landasan dalam

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENCOCOKAN KATA SECARA ACAK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

OPTIMASI PENDUGAAN PARAMETER DALAM ANALISIS STRESS DAN STRAIN TERHADAP MATERIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

PENJADWALAN MESIN BERTIPE JOB SHOP UNTUK MEMINIMALKAN MAKESPAN DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA (STUDI KASUS PT X)

BAB II LANDASAN TEORI. berawal dari suatu ide untuk menyimpan segitiga Sierpinski menggunakan

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK TRAVELING SALESMAN PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ORDER CROSSOVER DAN INSERTION MUTATION

DETEKSI MAHASISWA BERPRESTASI DAN BERMASALAH DENGAN METODE K- MEANS KLASTERING YANG DIOPTIMASI DENGAN ALGORITMA GENETIKA

APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING SEMINAR HASIL PENELITIAN DAN DOSEN PENGUJI SKRIPSI

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERENCANAAN LINTASAN KENDARAAN Achmad Hidayatno Darjat Hendry H L T

PENYELESAIAN KNAPSACK PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Tujuan Penelitian

Penyelesaian Puzzle Sudoku menggunakan Algoritma Genetik

Optimasi Penjadwalan Ujian Menggunakan Algoritma Genetika

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN. Berikut akan diberikan pembahasan mengenai penyelesaikan CVRP dengan

PENENTUAN KOMBINASI OPTIMUM JUMLAH, BERAT, DAN WAKTU TAMBAT KAPAL DI PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA III GRESIK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Peringkasan Teks

OPTIMALISASI PARAMETER TEKNIK PENGELASAN FLUX CORED ARC WELDING (FCAW) MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI MULTIRESPON PCR-TOPSIS

Jl. Ahmad Yani, Pontianak Telp./Fax.: (0561)

T I N J A U A N P U S T A K A Algoritma Genetika [5]

RANCANG BANGUN SISTEM PENENTUAN KOMPOSISI BAHAN PANGAN HARIAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

Pencarian Rute Terpendek untuk Pengoptimalan Ditribusi Sales Rokok Gudang Garam di kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Menggunakan Algoritma Genetika

Penerapan Algoritma Genetika dalam Job Shop Scheduling Problem

Generator Jadwal Perkuliahan Menggunakan Algoritma Genetika

BAB II LANDASAN TEORI. digunakan sebagai pedoman perawatan adalah sebuah panduan sebagaimana

BAB II KAJIAN TEORI. memindahkan barang dari pihak supplier kepada pihak pelanggan dalam suatu supply

BAB I PENDAHULUAN. sejumlah aktivitas kuliah dan batasan mata kuliah ke dalam slot ruang dan waktu

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Aplikasi Algoritma Genetika Untuk Menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ENKRIPSI-DEKRIPSI DENGAN ALGORITMA GENETIKA

Aplikasi Algoritma Genetika SANJOYO

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERSOALAN PEDAGANG KELILING (TSP)

BAB I PENDAHULUAN. telah diadopsi untuk mengurangi getaran pada gedung-gedung tinggi dan struktur

IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA DENGAN TOURNAMENT SELECTION SEBAGAI SOLUSI ECONOMIC DISPATCH

OPTIMASI QUERY DATABASE MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK

BAB I PENDAHULUAN. wisata budaya, wisata belanja, hingga wisata Alam. Untuk menarik minat

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 7 Diagram alur proses mutasi.

BAB III PEMBAHASAN. diperoleh menggunakan algoritma genetika dengan variasi seleksi. A. Model Matematika CVRPTW pada Pendistribusian Raskin di Kota

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III. Solusi Optimal Permasalahan Penjadwalan Perkuliahan Menggunakan Algoritma Fuzzy Evolusi

PENENTUAN JARAK TERPENDEK PADA JALUR DISTRIBUSI BARANG DI PULAU JAWA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA. Abstraksi

APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM MENENTUKAN SPESIFIKASI PC BERDASARKAN KEMAMPUAN FINANSIAL KONSUMEN

Transkripsi:

Metode Taguchi dan Optimasi Multi Respons Dr. Ir. Eko Pujiyanto, S.Si.,M.T.

Materi Taguchi Multi Response Metode PCR-TOPSIS Metode Algoritma-Genetika

Taguchi Multi Respon Dalam dunia nyata produk memiliki lebih dari satu (multi) karakteristik kualitas (multi respon). Karakteristik kualitas tersebut harus dioptimasi secara simultan. Metode Taguchi tidak tepat untuk mengoptimalkan masalah multi respon karena teknik optimasi yang digunakan hanya untuk satu respon.

Taguchi Multi Respon Jika digunakan untuk masalah multi respon, metode Taguchi hanya dapat digunakan untuk setiap respon dan tidak bisa secara simultan. Diperlukan teknik optimasi multi respon, setelah data diperoleh dengan metode Taguchi.

Taguchi Multi Respon Karakteristik kualitas produk kertas Ketebalan Daya tembus Kekasaran

Taguchi Multi Respon Karakteristik kualitas proses dan produk Wire- Electrical Discharge Machine Waktu Pengerjaan - Tebal Lapisan Recast Lebar Pemotongan - Kekasaran Permukaan

Taguchi Multi Respon BÖHLER plastic mould steels are noted for their excellent : Thermal conductivity Corrosion resistance High wear resistance Dimensional stability Hardness Toughness Compressive strength.

Taguchi Multi Respon Karakteristik kualitas Battery Disposable 123a Lithium Higher Power Density Less Weight More Voltage Better Voltage Maintenance Longer Shelf-Life Wide Temperature Tolerance

Beberapa Metode 1. Data Envelopment Analysis 2. Metode PCR-Topsis 3. Hybrid Principal Component Analysis 4. Algoritma Genetika 5. Cat Swarm Optimization 6. Particle swarm optimization

Metode PCR-Topsis PCR ( Process capability ratio ) atau Rasio Kemampuan proses merupakan kemampuan sebuah proses untuk memenuhi spesifikasi desain yang ditetapkan oleh permintaan konsumen, walaupun sebuah proses terkendali secara statistik. Bagi sebuah proses untuk dapat dikatakan mampu, nilainya harus berada diantara spesifikasi atas dan bawah. Hal ini berarti kemampuan proses berada dalam ±3 standar deviasi dari rata-rata proses.

Metode PCR-Topsis PCR > 1 maka proses yang dilakukan baik (Capable) PCR < 1 maka proses yang dilakukan tidak baik (Not Capable) PCR = 1 maka proses sesuai dengan spesifikasi konsumen

Metode PCR-Topsis Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution ( Topsis ) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria. TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terpanjang (terjauh) dari solusi ideal negatif.

Metode PCR-Topsis Solusi ideal positif didefinisikan sebagai jumlah dari seluruh nilai terbaik yang dapat dicapai untuk setiap atribut, sedangkan solusi ideal negatif terdiri dari seluruh nilai terburuk yang dicapai untuk setiap atribut. TOPSIS mempertimbangkan keduanya, jarak terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif dengan mengambil kedekatan relatif terhadap solusi ideal positif. Berdasarkan perbandingan terhadap jarak relatifnya, susunan prioritas alternatif bisa dicapai.

Metode PCR-Topsis Studi kasus : Respons ( karakteristik kualitas )

Metode PCR-Topsis Studi kasus : Faktor Dan Level

Metode PCR-Topsis Studi kasus : Faktor Dan Level

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 1. Menghitung Signal To Noise (SNR) 2. Menghitung PCR-SNR untuk setiap percobaan. 3. Menghitung TOPSIS dari hasil PCR-SNR. 4. Menentukan persentase kontribusi dari faktor-faktor yang signifikan dalam multirespon. 5. Penentuan kondisi optimal dan nilai prediksi

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 1. Menghitung Signal To Noise (SNR)

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 2. Menghitung PCR-SNR untuk setiap percobaan.

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 3. Menghitung TOPSIS dari hasil PCR-SNR.

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 3. Menghitung TOPSIS dari hasil PCR-SNR. Hasil nilai PCR-TOPSIS inilah yang akan dianalisis sebagai variabel respon baru yang mewakili tiga respon dari Thickness, Opacity dan Roughness

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 4. Menentukan persentase kontribusi Anova PCR-TOPSIS

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 4. Menentukan persentase kontribusi

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 5. Menentukan kondisi optimal dan nilai prediksi

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 5. Menentukan kondisi optimal dan nilai prediksi Kondisi optimal A1 B1 C2 D1 E2.

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 5. Menentukan kondisi optimal dan nilai prediksi

Metode PCR-Topsis Tahapan Penyelesaian : 5. Menentukan kondisi optimal dan nilai prediksi ( Dibandingkan dengan metode sebelumnya ) Metode PCR-TOPSIS lebih baik dari Fuzzy Logic

Algoritma Genetika Algoritma genetika adalah suatu algoritma pencarian yang meniru mekanisme dari genetika alam dimana diperkenalkan pertama kali oleh John Holand awal tahun 1975. Algoritma ini dimulai dengan kumpulan solusi yang disebut dengan populasi. Solusi-solusi dari sebuah populasi diambil dan digunakan untuk membentuk populasi yang baru. Hal ini dimotivasi dengan harapan bahwa populasi yang baru dibentuk tersebut akan lebih baik daripada yang lama.

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 1. Skema pengkodean Real number encoding yaitu nilai gen berada dalam interval [0,R] dimana R adalah bilangan real positif. Discrete decimal encoding yaitu setiap gen bisa bernilai salah satu bilangan bulat dalam interval [0,9], Binary encoding yakni setiap gen hanya bisa bernilai 0 atau 1

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 2. Nilai fitness Fungsi obyektif yang digunakan untuk menentukan solusi dari permasalahan dalam Algoritma Genetika. Fungsi fitness merupakan dasar untuk proses seleksi. Setiap kromosom dievaluasi berdasarkan fungsi. Pada evolusi alam, individu yang bernilai fitness tinggi yang akan bertahan hidup sedangkan yang bernilai fitness rendah akan mati.

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 3. Seleksi orang tua Seleksi roulette wheel : menyeleksi populasi baru dengan distribusi probabilitas yang berdasarkan nilai fitness (F) Seleksi peringkat : Setiap kromosom dalam populasi diatur dengan cara menentukan peringkat berdasarkan nilai fitnessnya. Seleksi kondisi tetap : Sebagian besar kromosom dapat bertahan hidup hingga generasi berikutnya.

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 4. Pindah silang (crossover) Sebuah kromosom yang mengarah pada solusi yang bagus bisa diperoleh dari proses memindah-silangkan dua buah kromosom. Algoritmanya adalah : Memilih posisi gen secara acak dari orangtua pertama. Isi di sebelah kanan posisi gen pada orangtua pertama ditukar dengan orangtua kedua untuk menghasilkan offspring (anak).

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 5. Mutasi Untuk semua gen yang ada, jika bilangan random yang dibangkitkan kurang dari probabilitas mutasi yang ditentukan maka diubah gen tersebut menjadi nilai kebalikannya. Misalkan dalam binary encoding 0 diubah menjadi 1 dan 1 diubah 0.

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 6. Elitisme Prosedur elitisme dilakukan karena adanya seleksi yang dilakukan secara random. Hal ini menyebabkan tidak ada jaminan bahwa suatu individu bernilai fitness tertinggi akan selalu dipilih. Kalaupun individu tersebut terpilih, mungkin saja individu tersebut akan rusak (nilai fitness-nya akan menurun karena proses pindah silang). Supaya tidak hilang selama evolusi maka perlu dibuat satu atau beberapa kopinya.

Algoritma Genetika Langkah-langkah Algoritma Genetika 7. Penggantian populasi Semua individu (misal N individu dalam satu populasi) dari suatu generasi digantikan sekaligus oleh N individu baru hasil pindah silang dan mutasi.

Algoritma Genetika Pseducode Algoritma Genetika

Algoritma Genetika Studi Kasus : Proses desain economizer ( Sistem Dinamis ) Dua respon : 1. Perpindahan panas (y 1 ) larger the better 2. Biaya operasional (y 2 ) smaller the better Tiga faktor dengan 3 level : 1. Diameter luar tubing (x 1 ) 2. Transfersal spacing (x 2 ) 3. Kerapatan fin (x 3 )

Algoritma Genetika Studi Kasus : Satu faktor signal yaitu sisa gas hasil pembakaran oleh burner yang mempunyai sebelas level dimana nilainya berkisar antara 50% sampai dengan 100%. Satu faktor noise yaitu bahan bakar yang memiliki dua level, bahan bakar dari gas (flue gas) dan bahan bakar dari oil (flue oil).

Algoritma Genetika Studi Kasus : Hasil Eksperimen

Algoritma Genetika Studi Kasus : Model untuk semua faktor terhadap variabel respon perpindahan panas dengan menggunakan metode Least Trimmed Square diperoleh hubungan regresi polinomial

Algoritma Genetika Studi Kasus : Model untuk semua faktor terhadap variabel respon biaya operasi dengan menggunakan metode Least Trimmed Square diperoleh hubungan regresi polinomial

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap pertama Pilih real number encoding yaitu pengkodean dimana nilai gen berada pada interval [0,R] dengan R adalah bilangan real positif. Tujuan dari pengkodean kromosom untuk mengkodekan kromosom yang berisi gen bilangan real menjadi individu x yang bernilai real dalam interval yang diinginkan yaitu dalam batas bawah r b dan batas atas r a.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap kedua Inisialisasi populasi yang dibentuk secara acak dengan 10-bit kromosom yang didapatkan dari variabel bebas serta kombinasinya yaitu Pada tahapan ini dibangkitkan sejumlah ukuran populasi kromosom dan jumlah gen dalam kromosom.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap kedua Ukuran populasi yang diambil adalah 200 dengan jumlah gen diperoleh dari perkalian jumlah faktor yang ingin dicari kondisi optimumnya sebanyak 3 yaitu dengan banyaknya bit yaitu 10 menghasilkan 30 gen dalam kromosom.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap ketiga Fungsi fitness dari optimasi menggunakan Algoritma Genetika berdasarkan model y 1 dan y 2 Lakukan setting batas atas r a yang merupakan nilai level bawah dari dan setting batas bawah r b dari

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Mengevaluasi fitness dengan menghitung fitness f (x) dari setiap kromosom x dengan menciptakan populasi baru yang berasal dari populasi awal.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Proses yang terjadi adalah mutasi dan pindah silang (crossover). Jumlah kromosom yang mengalami proses crossover pada satu generasi ditentukan secara random berdasarkan tingkat probabilitas crossover tertentu.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Pada kasus ini ditentukan probabilitas crossover 0.8 dan probabilitas mutasi sebesar 0.03. Proses tersebut berulang-ulang sampai dengan 1500 generasi untuk mendapatkan level -level yang optimum.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Titik optimum yang didapatkan dari optimasi untuk respon efektifitas perpindahan panas sebesar -24.80 dan respon biaya operasi sebesar -22.28. Kedua respon yang dihasilkan sudah optimum karena sudah ditransformasi dalam bentuk signal to noise ratio.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Titik optimum yang didapatkan dari optimasi untuk respon efektifitas perpindahan panas sebesar -24.80 dan respon biaya operasi sebesar -22.28. Kedua respon yang dihasilkan sudah optimum karena sudah ditransformasi dalam bentuk signal to noise ratio.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Nilai optimum untuk variabel faktor diperoleh level-level optimum sebagai berikut, nilai diameter luar tubing = 1.5 inch, nilai transfersal spacing = 3,5 inch, nilai kerapatan fin = 3.4 fin/inch.

Algoritma Genetika Langkah penyelesaian: Tahap keempat Hasil efektifitas perpindahan panas yang diperoleh sebesar 5.7% cukup kecil. Sedangkan biaya operasi setelah ditransformasi didapatkan 13.001 $/jam.

Referensi utama