PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ROBOT HUMANOID SOCCER DENGAN PEMROGRAMAN MOTION. Abstrak

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN ALGORITMA DAN SISTEM GERAKAN PADA ROBOSOCCER R2C R9 (ROBOTIS GP)

BAB II DASAR TEORI 2.1. Kajian Pustaka a. Implementasi Dynamic Walking pada Humanoid Robot Soccer

GERAKAN BERJALAN OMNIDIRECTIONAL UNTUK ROBOT HUMANOID PEMAIN BOLA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Pengembangan Algoritma untuk Penyempurnaan Gerakan dan Kestabilan Robot Humanoid berbasis Kondo KHR 3HV

Implementasi OpenCV pada Robot Humanoid Pemain Bola Berbasis Single Board Computer

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Smartphone Android Sony Xperia Mini st15i

Keseimbangan Robot Humanoid Menggunakan Sensor Gyro GS-12 dan Accelerometer DE-ACCM3D

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PENGENDALIAN SUDUT PADA PERGERAKAN TELESKOP REFRAKTOR MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

KENDALI KESEIMBANGAN ROBOT HUMANOID SOCCER MENGGUNAKAN SENSOR GYRO

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGESAHAN... i. PERNYATAAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR...iv. DAFTAR ISI...vi. DAFTAR TABEL...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN HUMANOID ROBOTIC HAND BERBASIS ARDUINO

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II KAJIAN LITERATUR...

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua

PERANCANGAN ROBOT TANGAN SEDERHANA

Optimalisasi dan Perancangan Algoritma Pergerakan dan Komunikasi pada Robot Penyerang Humanoid Soccer

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

PEMOGRAMAN ROBOT PENARI LEGONG KERATON BALI PADA KRSI (KONTES ROBOT SENI INDONESIA) 2014

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain:

VISUALISASI DAN PENGENDALIAN GERAK ROBOT LENGAN 4 DOF MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

BAB I PENDAHULUAN. aspek kehidupan manusia. Hal ini dapat dilihat dari pembuatan robot-robot cerdas dan otomatis

Perancangan dan Implementasi Embedded Fuzzy Logic Controller Untuk Pengaturan Kestabilan Gerak Robot Segway Mini. Helmi Wiratran

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak Negara maju berlombalomba

SISTEM PENGENDALI ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN. 3.1 Perancangan mekanik

Rancang Bangun Alat Pengocok Bahan Kimia Otomatis (Automatic Chemical Shaker) Berbasis Mikrokontroler ATMega16

BAB II DASAR TEORI 2.1. Metode Trial and Error

BAB I PENDAHULUAN. Anggota gerak pada manusia terdiri dari anggota gerak atas dan anggota gerak bawah,

Perancangan dan Implementasi Sistem Pola Berjalan Pada Robot Humanoid Menggunakan Metode Inverse Kinematic

RANCANG BANGUN KENDALI PADA ROBOT PEMANJAT DINDING DESIGN CONTROL OF WALL CLIMBING ROBOT.

PERANCANGAN PAPAN PERGANTIAN PEMAIN PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE SCANNING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

Remote Control Robot Kaki Enam (Hexapod) Berbasis Android dengan Menggunakan Metode Inverse Kinematics

BAB I PENDAHULUAN. untuk menangani berbagai tugas. Baik tugas yang tidak bisa ditangani manusia

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan

PERANCANGAN KAKI ROBOT HUMANOID UNTUK PENARI GAMBYONG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan.

PERANCANGAN MODEL INTERAKSI MANUSIA DAN ROBOT DALAM BENTUK TAMPILAN VISUAL PADA KOMPUTER

ROBOT PENJEJAK RUANGAN DENGAN SENSOR ULTRASONIK DAN KENDALI GANDA MELALUI BLUETOOTH

Model Kendali Multi Kontroler untuk Robot Humanoid dengan 19 Derajat Kebebasan

SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler Tipe Atmega 644p

Grafik hubungan antara Jarak (cm) terhadap Data pengukuran (cm) y = 0.950x Data pengukuran (cm) Gambar 9 Grafik fungsi persamaan gradien

Perancangan Sistem Kendali Pergerakan Robot Beroda dengan Media Gelombang Radio

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SISTEM KESETIMBANGAN ROBOT BERODA DUA

BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

RANCANG BANGUN ROBOT PENYEIMBANG BERBASIS ANDROID

SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN BIAYA PARKIR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION)

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Telkom 1 2

BAB IV ANALISA IMPLEMENTASI DAN EKSPERIMEN SISTEM PENGENDALI ROBOT CRANE

BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1. Sistem instruksi dan kontrol robot.

SISTEM OTOMATISASI PENGENDALI LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN SISTEM

USER MANUAL PINTU GESER OTOMATIS MATA DIKLAT:SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

PERANCANGAN LENGAN ROBOT PENGAMBIL DAN PENYUSUN KOTAK OTOMATIS BERDASARKAN WARNA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA 32

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN JAM CATUR BERBASIS MIKROKONTROLLER (Studi Kasus Ekstrakurikuler Catur pada MI Nurul Muta allimin 2)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kurun waktu singkat perkembangan teknologi melaju dengan sangat pesat.

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pembuatan Alat Pemberi Pakan Ikan Dan Pengontrol PH Otomatis

CLOSED LOOP CONTROL MENGGUNAKAN ALGORITMA PID PADA LENGAN ROBOT DUA DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16

RANGKAIAN OTOMATISASI RUANGAN BERBASISKAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535

MODEL SISTEM OTOMATISASI SORTASI BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DAN TCS3200 BERBASIS ARDUINO UNO

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK LENGAN ROBOT PENGIKUT GERAK LENGAN MANUSIA BERBASIS MIKROKONTROLLER SKRIPSI. Oleh :

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi instrumentasi elektronika sekarang mengalami

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dijelaskan perancangan perangkat keras serta perangkat lunak algoritma pergerakan dan komunikasi robot.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Transkripsi:

1 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ROBOT HUMANOID SOCCER DENGAN PEMROGRAMAN MOTION Roni Setiawan (08518241014) Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Humanoid Soccer Robot adalah salah satu bentuk implementasi teknologi dalam bidang robotika yang memiliki kemampuan menirukan salah satu atau beberapa kegiatan manusia untuk bermain sepak bola. Pemrograman motion pada robot humanoid ini bertujuan untuk mendapatkan gerakan robot yang kompleks dari gerakan robot yang lebih pendek dan sederhana. Robot ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari konstruksi badan robot, servo AX-12+, sensor gyro dan kontroler CM-510. Perangkat lunak terdiri dari program robot dengan menggunakan software Roboplus. Robot ini bekerja secara manual dengan menggunakan tombol U, D, L, R, S pada CM-510 sebagai inputanya. Pengujian sistem pada robot, dihasilkan gerakan robot sebagai pemain bola. Robot dapat bergerak dengan seimbang dengan memanfaatkan sensor gyro yang ada. Gerakan robot yang dimaksud adalah : (1) robot berjalan maju dengan kecepatan rata-rata 8,35 cm/detik, (2) robot berlari dengan kecepatan rata-rata 25,51 cm/detik, (3) robot berbelok 90 o dengan waktu rata-rata 4,75 detik, (4) robot menendang bola dengan jauh tendangan rata-rata 329,58 cm (5) robot mampu mengetahui bahwa dia sedang jatuh dan mampu bangun dari jatuh dengan lama waktu rata-rata 3,52 detik, (6) robot mampu menghambat arah datangnya bola dengan cara menjatuhkan diri dengan waktu rata-rata 7,91 detik. Kata kunci : robot, humanoid, humanoid soccer

2 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan teknologi dalam bidang robotika telah memasuki berbagai segi kehidupan manusia mulai dari bidang otomatisasi industri, militer, hiburan maupun dalam bidang medis. Humanoid soccer robot adalah salah satu bentuk implementasi teknologi dalam bidang robotika yang memiliki kemampuan menirukan beberapa kegiatan manusia untuk bermain sepak bola. Robot humanoid soccer memiliki persendian selayaknya sendi manusia yang berfungsi untuk membantu kemudahan dalam bergerak. Sendi pada robot ini dirancang dengan besar derajat kebebasan tertentu sesuai dengan fungsinya. Robot humanoid ini memiliki sensor keseimbangan yang dapat digunakan sebagai alat keseimbangan robot. Sensor keseimbangan ini berfungsi untuk memantau keseimbangan sumbu vertikal/horisontal pada robot ketika robot berjalan/ bergerak. Gerakan pada robot humanoid dapat dihasilkan dengan cara mengatur putaran motor servo yang berfungsi sebagai sendi robot. Serangkaian motor servo yang digunakan pada robot humanoid dapat dikontrol dengan menggunakan piranti programable controller. Gerakan robot yang kompleks dan panjang dapat diperoleh dengan cara membuat gerakan-gerakan robot yang lebih pendek dan sederhana yang dihubungkan secara runtut dengan waktu yang tepat. 1.2. Batasan Masalah Batasan masalah yang akan dibahas adalah perancangan gerak pada robot humanoid soccer untuk menghasilkan gerakan seperti pemain bola, dengan cara pengendalian motor servo dan sensor keseimbangan yang digunakan. Gerakan yang dimaksud meliputi robot berjalan, berlari, menendang bola, robot belok, robot bangun dari jatuh, dan robot sebagai penjaga gawang. 1.3. Rumusan Masalah Rumusan masalah diantaranya: a. Bagaimana rancangan dan perakitan robot humanoid soccer? b. Bagaimana unjuk kerja robot humanoid soccer? 1.4. Tujuan Proyek Akhir Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengetahui unjuk kerja robot humanoid soccer yang meliputi gerakan seperti pemain bola dan keseimbangan ketika melakukan gerakan.

3 II. PERANCANGAN SISTIM Robot humanoid soccer ini dibangun dari blok masukan, blok pengolah data dan blok keluaran. Agar mendapatkan hasil pembuatan yang diinginkan dibagi menjadi dua macam perancangan, yaitu perancangan dari segi perangkat keras dan perancangan dari segi perangkat lunak. disambung sedemikian rupa, sehingga didapatkan konstruksi bentuk robot yang proporsional, seperti bentuk tubuh manusia, gambar desain badan robot humanoid soccer dapat dilihat pada gambar 1: 2.1. Perancangan Perangkat Keras Secara garis besar perancangan perangkat keras adalah perancangan/ perakitan badan robot yang terdiri dari motor servo AX-12+ yang disambung dengan sedemikian rupa menggunakan rangka robot, sehingga akan membentuk badan robot. Konstruksi robot sangat berpengaruh pada keseimbangan geraknya, terutama pada titik keseimbangan berat badan robot ketika bergerak. Konstruksi robot terdiri dari sambungan antar rangka robot dan menggunakan motor servo AX-12+. Pada proyek akhir ini robot humanoid terdiri dari 17 motor servo yang berfungsi sebagai sendi. 17 motor servo/sendi tersebut diantaranya 1 buah sendi pada kepala, 3 buah sendi pada tangan kanan, 3 buah sendi pada tangan kiri, 5 buah sendi pada kaki kiri dan 5 buah sendi pada kaki kanan. Susunan motor servo dan rangka robot Gambar 1 : Desain Badan Robot Humanoid Soccer Berikut adalah perincian fungsi dari masing-masing motor servo: a. Motor Servo 1, memberikan gerakan putar secara vertikal pada lengan kanan robot. b. Motor servo 2, memberikan gerakan putar secara vertikal pada lengan kiri robot. c. Motor servo 3, memberikan gerakan 2 arah pada lengan kanan robot di bagian atas. Jika dikombinasikan dengan gerakan motor servo 1, akan menghasilkan gerakan lengan kanan robot kesegala arah. d. Motor servo 4, memberikan gerakan 2 arah pada lengan kiri

4 robot di bagian atas. Jika dikombinasikan dengan gerakan motor servo 2, akan menghasilkan gerakan lengan kiri robot ke segala arah. e. Motor servo 5, memberikan gerakan 2 arah pada lengan robot kanan bagian bawah. Motor ini berfungsi sebagai sendi siku lengan kanan robot. f. Motor servo 6, memberikan gerakan 2 arah pada lengan robot kiri bagian bawah. Motor ini berfungsi sebagai sendi siku lengan kiri robot. g. Motor servo 7, memberikan gerakan putar secara horisontal pada kaki kanan robot. h. Motor servo 8, memberikan gerakan putar secara horisontal pada kaki kiri robot. i. Motor servo 11, memberikan gerakan 2 arah secara vertikal pada kaki kanan robot bagian atas. Jika dikombinasikan dengan gerakan motor servo 7, akan menghasilkan gerakan kaki kanan robot ke segala arah. j. Motor servo 12, memberikan gerakan 2 arah secara vertikal pada kaki kiri robot bagian atas. Jika dikombinasikan dengan gerakan motor servo 8, akan menghasilkan gerakan kaki kiri robot ke segala arah. k. Motor servo 13, memberikan gerakan 2 arah pada kaki kanan robot bagian bawah. Motor ini berfungsi sebagai sendi lutut kaki kanan robot l. Motor servo 14, memberikan gerakan 2 arah pada kaki kiri robot bagian bawah. Motor ini berfungsi sebagai sendi lutut kaki kiri robot. m. Motor servo 15, memberikan gerakan 2 arah secara vertikal pada telapak kaki kanan robot. n. Motor servo 16, memberikan gerakan 2 arah secara vertikal pada telapak kaki kiri robot. o. Motor servo 17, memberikan gerakan 2 arah secara horisontal pada telapak kaki kanan robot. p. Motor servo 18, memberikan gerakan 2 arah secara horisontal pada telapak kaki kiri robot. q. Motor servo 20, memberikan gerakan vertikal pada kepala robot. 2.2. Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak dalam robot humanoid soccer merupakan program yang dimasukan ke dalam kontroler CM-510. Perancangan perangkat lunak menggunakan bantuan software Roboplus. Perancangan perangkat lunak dibuat berdasarkan analisis prinsip gerakan robot humanoid

5 soccer, yaitu robot sebagai pemain bola. Roboplus Manager digunakan untuk mengatur semua piranti yang tersambung pada CM-510. Adapun piranti-piranti yang ada pada robot humanoid soccer adalah : 17 servo AX-12+ dengan ID yang berbeda, yaitu ID 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20. 1 buah sensor gyro dua axis yaitu PORT3 untuk axis X dan PORT4 untuk axis Y. Roboplus Motion digunakan untuk membuat suatu gerakan pada robot. Variabel-variabel pada motor servo harus dikontrol diantaranya adalah besar sudut putar motor, kecepatan putar motor, besar torsi putar motor dan tingkat kehalusan putaran motor. Pemrogram alur kerja gerakan robot dapat menggunakan software Roboplus Task. Software ini juga dapat berfungsi untuk memprogram input/ output maupun timer pada CM-510. Berikut adalah desain program pada Roboplus Task untuk robot humanoid: Jika tombol U ditekan panggil subroutine maju Jika tombol D ditekan panggil subroutine lari Jika tombol R ditekan panggil subroutine belok_kanan Jika tombol L ditekan panggil subroutine belok_kiri Jika tombol S ditekan, maka AUX LED akan menyala dan ada beberapa kemungkinan program, yaitu: o Jika tombol U ditekan panggil subroutine kiper_kanan o Jika tombol D ditekan panggil subroutine kiper_kiri o Jika tombol R ditekan panggil subroutine tendang_kanan o Jika tombol L ditekan panggil subroutine tendang_kiri Robot akan bekerja jika robot pada mode play, yaitu dengan ditunjukan display led bagian play menyala. Pada kondisi robot play ini semua tombol akan aktif dan akan memanggil program jika tombol ditekan. Berikut adalah diagram alir kerja robot secara umum: Gambar 2 : Diagram Alir Sistim Kerja Robot Humanoid

6 Dari diagram alir diatas, dapat diuraikan secara singkat prinsip kerja dari robot humanoid soccer. Robot akan bekerja hanya pada mode play. Dalam mode ini sensor gyro dan semua tombol inputan pada CM-510 akan aktif. Sensor gyro akan memonitoring keseimbangan robot. Jika robot dalam posisi tidak seimbang/robot terjatuh, maka CM-510 akan memanggil program bangun dari jatuh, sehingga robot dapat berdiri kembali. Pada proses ini, robot memanfaatkan perubahan nilai pada sensor gyro. Nilai pada sensor gyro di set sebagai batas keseimbangan robot. Berikut adalah pengaturan nilai pada sensor gyro: Jika nilai X < bbx (batas bawah x) robot dianggap jatuh ke depan Jika nilai X > bax (batas atas x) robot dianggap jatuh ke belakang Jika bbx < X < bax dan bby < Y < bay robot dianggap pada posisi seimbang robot dianggap pada posisi seimbang Jika nilai Y < bby (batas bawah y) robot dianggap jatuh ke kiri Jika nilai Y > bay (batas atas y) robot dianggap jatuh ke kanan Diagram alir kerja dari sensor gyro sebagai sensor keseimbangan robot dapat dilihat pada gambar 3. CM-510 memiliki 5 buah tombol yaitu tombol U, D, L, R, S yang akan aktif pada mode play. Tombol ini berfungsi sebagai tombol inputan pada robot. Diagram alir kerja dari tombol sebagai inputan robot dapat dilihat pada gambar 4. III. PENGUJIAN SISTIM 3.1. Pengujian Sensor Gyro Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui kinerja sensor gyro dan untuk mendapatkan nilai batas gyro sebagai nilai batas keseimbangan robot ketika bergerak. Tabel 1 : Hasil Pengujian Sensor Gyro

7 Gambar 3 : Diagram Alir Kerja Sensor Gyro Pada Robot Humanoid Gambar 4a : Diagram Alir Kerja Tombol Sebagai Inputan Pada Robot Humanoid Gambar 4b : Lanjutan Diagram Alir Kerja Tombol Sebagai Inputan Pada Robot Humanoid

8 3.2. Pengujian Robot Berjalan Maju Tabel 2 : Hasil Pengujian Keseimbangan Robot Berjalan Maju Tabel 5 : Hasil Pengujian Keseimbangan Robot Berlari Tabel 3 : Hasil Pengujian Kecepatan Robot Berjalan Maju 3.4. Pengujian Robot Belok Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja robot belok. Tabel 6 : Hasil Pengujian Robot Belok Kanan 3.3. Pengujian Robot Berlari Tabel 4 : Hasil Pengujian Kecepatan Robot Berlari Tabel 7 : Hasil Pengujian Robot Belok Kiri

9 3.5. Pengujian Robot Menendang Bola Tabel 8 : Hasil Pengujian Robot Kaki Kiri Menendang Bola Tabel 12 : Hasil Pengujian Robot Bangun Dari Jatuh Ke Samping Kanan Tabel 9 : Hasil Pengujian Robot Kaki Kanan Menendang Bola Tabel 13 : Hasil Pengujian Robot Bangun Dari Jatuh Ke Samping Kiri 3.6. Pengujian Robot Bangun Dari Jatuh Tabel 10 : Hasil Pengujian Robot Bangun Dari Jatuh Depan 3.7. Pengujian Robot Sebagai Penjaga Gawang Tabel 14 : Hasil Pengujian Robot Penjaga Gawang Jatuh Kanan Tabel 11 : Hasil Pengujian Robot Bangun Dari Jatuh Belakang Tabel 14 : Hasil Pengujian Robot Penjaga Gawang Jatuh Kiri

10 IV. KESIMPULAN Robot humanoid soccer ini dibuat untuk bekerja secara manual, yaitu inputan berasal dari tombol U, D, R, L, S pada CM-510. Robot ini diprogram sebagai pemain bola, dengan memiliki kemampuan : a. Robot memiliki keseimbangan diri dengan menggunakan sensor gyro. Batas nilai sensor gyro sebagai sensor keseimbangan pada robot ini adalah sebagai berikut: Jika nilai PORT3 < 190, maka robot jatuh ke depan. Jika nilai PORT3 > 290, maka robot jatuh ke belakang. Jika nilai PORT4 < 200, maka robot jatuh ke samping kiri. Jika nilai PORT4 > 300, maka robot jatuh ke samping kanan. Jika nilai 190 < PORT3 < 290 dan 200 < PORT4 < 300, maka robot dalam kondisi stabil. b. Robot mampu berjalan dengan dua kaki secara seimbang dengan kecepatan rata-rata 8,35 cm/detik. c. Robot mampu berlari menggunakan dua kaki secara seimbang dengan kecepatan rata-rata 25,51 cm/detik. d. Robot mampu berbelok ke samping kanan/kiri sebesar 90 o menggunakan dua kaki secara seimbang dengan waktu rata-rata 4,75 detik. e. Robot mampu menendang bola tenis menggunakan kakinya (kaki kanan/ kiri) secara seimbang dengan jauh tendangan bola rata-rata 329,58 cm. f. Robot mampu bangun dari jatuh dengan kecepatan rata-rata adalah 3,52 detik. g. Robot mampu menghambat arah datangnya bola dan robot berdiri kembali dengan baik dan seimbang dengan waktu rata-rata 7,91 detik. DAFTAR PUSTAKA Andik Asmara. 2011. Laporan Proyek Akhir Lengan Robot Pemindah Barang Berbasis Mikrokontroler Atmega16 Sebagai Media Belajar-Mengajar Di SMK. Yogyakarta : FT UNY. Groover, M.P, Roger,MW., dan Odrey,NG. (1986). Industrial Robotics Technology, Programming, and Applications: McGraw- Hill, Inc Singapore Insan maulana. 2010. robot humanoid dan kecerdasan buatan (http://iwanja. wordpress.com/2010/12/06/robot-humanoid) (dikses pada 17 agustus 2011) Widodo B. & Paulus Andi Nalwan. 2009. Membuat Sendiri Robot Humanoid. Jakarta : Elex Media Komputindo. Wiryanto Dewobroto. 2005. Aplikasi Rekayasa Konstruksi Visual Basic 6.0. Jakarta : Elex Media Komputindo. -----------. ROBOTIS e-manual v1.05.00. RoboPlus v1.0.21.0 ----------- 2006. User Manual Dynamixel Ax12. Roboplus http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/downloads/fil es/19475/tayang+5+-+asinkron-dan- Sinkron.pdf (diakses pada 1 juli 2011)