FORMULIR No.Dokumen FM-03-AKD-06 FORMAT SAP

dokumen-dokumen yang mirip
FORMULIR No.Dokumen FM-02-AKD-05 FORMAT SILABUS

PREDIKSI UN 2012 MATEMATIKA SMP

PENELAAHAN SOAL MATEMATIKA PREDIKSI UN 2012

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

SOAL MATEMATIKA SIAP UN 2012

FORMULIR No.Dokumen FM-02-AKD-18 KONTRAK PERKULIAHAN

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

Cerdik Matematika. Bambang Triatma. Matematika. Cerdik Pustaka [Type the phone number] [Type the fax number]

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : D45. NO SOAL PEMBAHASAN 1 Hasil dari adalah... Ingat!

PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

Pembahasan Soal UN Matematika SMP Tahun Ajaran 2010/2011 Paket 12

41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

1. Daerah berbayang-bayang pada gambar di bawah ini menunjukkan...

PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VII SEMESTER I. Mata Pelajaran : Matematika

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional

MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1992

UJIAN NASIONAL SMP/MTs

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : B25 NO SOAL PEMBAHASAN 1

KISI KISI UJIAN SEKOLAH TULIS

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E57 NO SOAL PEMBAHASAN. Ingat! a = a a a A = 643 = 64 = 4 2 = 16. Ingat!

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : B29 NO SOAL PEMBAHASAN 362 = 362 = 36 = 6 3 = 216. Ingat!

09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang B. Tujuan

NO SOAL PEMBAHASAN 1

SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika

DESKRIPSI PEMELAJARAN

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMP Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Matematika Tahun Ajaran 2017/2018

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : D45 NO SOAL PEMBAHASAN. Ingat! a = a a a a a A. 10. Ingat!

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E57. NO SOAL PEMBAHASAN 1 Hasil dari adalah = Ingat!

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012

Hak Cipta 2014 Penerbit Erlangga

TRY OUT 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII ( 1 ) SEMESTER I

PROGRAM TAHUNAN. Sekolah : MTs... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : VII / 1 dan 2 Tahun pelajaran : Target Nilai Portah : 55

PERSIAPAN UN MATEMATIKA SMP 2014

DESKRIPSI PEMELAJARAN - MATEMATIKA

PROGRAM TAHUNAN MATA PELAJARAN : MATEMATIKA

Dari gambar jaring-jaring kubus di atas bujur sangkar nomor 6 sebagai alas, yang menjadi tutup kubus adalah bujur sangkar... A. 1

1 m, maka jumlah anak yatim yang menerima. menerima Bilangan 3 jika dinyatakan dalam bentuk akar menjadi... A. 9 3 C. 5 2 B. 6 3 D.

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E52 NO SOAL PEMBAHASAN 1

PREDIKSI UN MATEMATIKA SMP

4. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan x - 2y = -4 adalah... A.{ (1, 4) }

17

Perhatikan segitiga siku-siku CDE : Lsegitiga CDE = DE. CD. = ½. 2x. 2x = 2x 2 =

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen

SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P I SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR. Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamatan Penugasan

SOAL PREDIKSI UN 2014/2015 MATEMATIKA

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008

MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KABUPATEN PURWOREJO Sekretariat: Jl. Jendral Sudirman 8 Purworejo Telepon/Fax (0275)

Bagian 1 Sistem Bilangan

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : C37 NO SOAL PEMBAHASAN 1

1. BARISAN ARITMATIKA

Latihan Ujian 2012 Matematika

KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E52 NO SOAL PEMBAHASAN 1

NO SOAL PEMBAHASAN 1

KUMPULAN SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA Bagian Pertama

5. Dari barisan aritmetika diketahui suku ke-3 = 14 dan suku ke-7 = 26. Jumlah 18 suku pertama adalah.. A. 531 B. 603 C D. 1.

PAKET I SOAL PENGAYAAN UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P D SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SOAL UJI COBA MATEMATIKA DKI JAKARTA 20 FEBRUARI 2018 D. 97

SILABUS. 8 Silabus Matematika Kelas 5. Standar Kompetensi : 5. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. desimal dan sebaliknya.

INFORMASI PENTING. No 1 Bilangan Bulat. 2 Pecahan Bentuk pecahan campuran p dapat diubah menjadi pecahan biasa Invers perkalian pecahan adalah

Matematika Proyek Perintis I Tahun 1979

UJIAN NASIONAL SMP/MTs. Tahun Pelajaran 2014/2015 Bidang Studi : MATEMATIKA PETUNJUK UMUM

PREDIKSI UN MATEMATIKA SMP

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN PREDIKSI UN MATEMATIKA SMP/MTs TAHUN 2013

6. T H E M E T R I C S Y S T E M

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : A13 NO SOAL PEMBAHASAN 1

A. LATIHAN SOAL UNTUK KELAS 9A

KISI-KISI PENULISAN TRY OUT UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

a. 10 c. 20 b. -10 d Indikator : Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi Bilangan Bulat a c b d.

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

SMPIT AT TAQWA Beraqidah, Berakhlaq, Berprestasi

UJI COBA UJIAN NASIONAL BERDASARKAN KISI-KISI TAHUN PELAJARAN 2011/ : Hasil dari - 4 A. 6 B. 3

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : A13 NO SOAL PEMBAHASAN 1

MATA PELAJARAN : Matematika : SMP / MTs. WAKTU PELAKSANAAN : Rabu, 25 April 2012 :

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Mapel Matematika kls VII s/d IX. 1-2

BIMBINGAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 PENGEMBANGAN SOAL-SOAL TERSTANDAR. Oleh: R. Rosnawati

PEMANTAPAN UJIAN NASIONAL Kerjakan dengan sungguh-sungguh dengan kejujuran hati!

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : C32 NO SOAL PEMBAHASAN. Ingat!

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II A KOTA SURABAYA

UJIAN NASIONAL SMP/MTs

15. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SMP/MTs

UJI COBA 1 UJIAN NASIONAL SMP KABUPATEN NGANJUK NASKAH SOAL

Matematika SMA/MA IPA. No. Peserta : Bentuk sederhana dari 1 A. 36 B. 6 C. 1 D Bentuk sederhana dari (2 2 6)( )

Soal-soal UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : D49 NO SOAL PEMBAHASAN 1

UJI COBA 1 UJIAN NASIONAL SMP KABUPATEN NGANJUK

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN

NO SOAL PEMBAHASAN 1

Transkripsi:

Halaman 1 dari 19 PERTEMUAN KE- 1 Kemampuan menyusun deskripsi verbal keanggotaan himpunan dan menyatakan keanggotaan himpunan secara simbolik untuk memecahkan permasalahan dalam dunia pekerjaan, seperti: sistem pengelompokan dan penggajian karyawan; sistem perekrutan karyawan berbasis karakteristik psikologis, penentuan diagnosis penyakit berbasis kesamaan gejala, dsb. 1. Mahasiswa mampu menyusun deskripsi verbal tentang keanggotaan himpunan. 2. Mahasiswa mampu menyatakan keanggotaan himpunan secara simbolik. Mahasiswa mampu mengimplementasikan teori himpunan untuk memecahkan permasalahan seharihari yang berkaitan dengan keanggotaan himpunan, pendefinisian anggota himpunan, secara verbal maupun simbolik. Pengetian himpunan, keanggotaan himpunan, pendefinisian anggota himpunan secara verbal dan simbolik. Kegiatan Awal teori himpunan : Menceritakan tentang sumbangan Georg F.L. Cantor (1845-1918) terhadap Kegiatan Inti : Menjelaskan pengertian himpunan, keanggotaan dalam himpunan, mendefinisikan anggota himpunan secara verbal dan simbolik, himpunan kosong, kesamaan dua himpunan. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menentukan perpotongan himpunan, gabungan dua himpunan, transpos himpunan, mengubah definisi verbal ke simbolik, membuat diagram Venn, Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.1-18. PENILAIAN Mahasiswa diminta: 1.Memilih pernyataan yang tepat tentang keanggotaan himpunan.2. Menulis simbol himpunan, anggota dan bukan anggota himpunan, 3.Menentukan anggota himpunan berdasarkan deskripsi verbal keanggotaan dalam himpunan.

Halaman 2 dari 19 PERTEMUAN KE- 2 Kemampuan menentukan himpunan bagian, himpunan bagian sejati, membuktikan bahwa bilangan pangkat nol sama dengan satu berbasis segitiga Pascal, menentukan perpotongan himpunan, komplemen himpunan, menggambar diagram Venn, menggabungkan himpunan. Mahasiswa mampu menggambar diagram Venn untuk menyatakan operasi himpunan. Mahasiswa mampu memanfaatkan diagram Venn untuk menganalisis masalah dalam dunia pekerjaan, misalnya kecocokan gejala-gejala dalam dunia kedokteran, kaitannya dengan ketepatan diagnosa, kecocokan karakteristik psikologis antar kelompok gender. Himpunan bagian, himpunan bagian sejati, segitiga Pascal, perpotongan himpunan, komplemen himpunan, diagram Venn. Kegiatan Awal : Menceritakan mengenai sifat-sifat apa yang disukai pria terhadap wanita dan sebaliknya kemudian menentukan frekuensi dan menjabarkannya ke dalam bentuk diagram Venn. Menceritakan sumbangan John Venn (1834-1923) terhadap teori himpunan. Kegiatan Inti : Menjelaskan pengertian himpunan bagian, himpunan bagian sejati, himpunan universal, latihan menentukan himpunan bagian, membuktikan himpunan kosong lewat segitiga Pascal, menentukan perpotongan himpunan, menggabungkan dua himpunan, menentukan perbedaan dua himpunan. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menentukan perpotongan himpunan, gabungan dua himpunan, transpos himpunan, mengubah definisi verbal ke simbolik, membuat diagram Venn. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.19-39 PENILAIAN 1.Mahasiswa diminta menggambar diagram Venn berdasarkan pernyataan keanggotaan himpunan, 2. Mahasiswa diminta mengerjakan soal: Ada 200 mahasiswa, 70 belajar bahasa Perancis, 40 belajar bahasa Jerman, 75 belajar bahasa Spanyol, 10 belajar dua bahasa sekaligus: Perancis dan Jerman, 30 belajar Perancis dan Spanyol, 15 belajar Jerman dan Spanyol, 70 tidak belajar bahasa. Berapa mahasiswa yang belajar dua bahasa? Berapa yang belajar bahasa Spanyol saja? Berapa yang belajar Spanyol tapi tidak belajar Perancis?

Halaman 3 dari 19 PERTEMUAN KE- 3 Kemampuan penguasaan seluk-beluk teori logika (menyimpulkan nilai kebenaran dari dua pernyataan sebab akibat secara silogisme) untuk memecahkan masalah pengambilan kesimpulan dan disain sistem pengambilan keputusan berbasis logika. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu membuat tabel kebenaran berdasarkan koneksi DAN, ATAU, BUKAN, JIKA MAKA, JIKA DAN HANYA JIKA, EKUIVALEN / TAUTOLOGI DAN KONTRADIKSI. Mahasiswa mampu membuat kesimpulan logika berdasarkan tabel kebenaran pernyataan silogisme. Pengertian silogisme, definisi pernyataan, koneksi DAN, ATAU, BUKAN, JIKA MAKA, JIKA DAN HANYA JIKA, menentukan EKUIVALEN / TAUTOLOGI DAN KONTRADIKSI. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan George Boole (1815-1864) terhadap ilmu logika matematika, pengertian logic dan logos. Kegiatan Inti : Menjelaskan definisi pernyataan, mengubah pernyataan silogisme ke dalam simbol matematika, prinsip nilai-nilai kebenaran akibat koneksi DAN, ATAU, BUKAN, JIKA MAKA, JIKA DAN HANYA JIKA, EKUIVALEN / TAUTOLOGI DAN KONTRADIKSI, membuat tabel kebenaran masingmasing, serta menyimpulkan. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa membuat tabel kebenaran terhadap tiga pernyataan p, q, r yang dikoneksi dengan koneksi, DAN, ATAU, BUKAN, JIKA MAKA, JIKA DAN HANYA JIKA, serta menentukan EKUIVALEN / TAUTOLOGI DAN KONTRADIKSI. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.40-94. PENILAIAN 1.Mahasiswa diminta membuktikan apakah serangkaian koneksi pernyataan ekuivalen / tautologi terhadap serangkaian pernyataan lain. Misal: Buktikan bahwa (p^q) dan p v q adalah tautologi. Buktikan bahwa ~(p q) ~p ~q Periksalah apakah kedua pernyataan ini tautologi: (p q) r ; ~p ~q r

Halaman 4 dari 19 PERTEMUAN KE- 4 Penguasaan sistem bilangan berbagai basis sebagai dasar untuk memahami sistem penentuan kapasitas memori di era digital dalam rangka apresiasi terhadap teknologi informasi. 1. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa dapat mengkonversi satuan memori Megabyte, Gigabyte, dan Terabyte ke dalam byte. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan perbedaan prefix: Mega, Giga, dan Tera pada bilangan berbasis dua dan bilangan berbasis sepuluh. 1. Mahasiswa memahami prinsip bilangan berbagai basis 2. Mahasiswa memahami perbedaan prefix: Mega, Giga, dan Tera antara bilangan berbasis dua dan basis sepuluh. 3. Mahasiswa memahami satuan kapasitas memori pada komputer, kaitannya dengan sistem bilangan berbasis dua (biner) dan delapan (oktal). Prinsip dan operasi bilangan berbasis dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh. 2. Konversi bilangan dari basis dua ke basis tiga, begitu seterusnya berbagai basis sampai basis sepuluh. 3. Perbedaan Prefix: Mega, Giga dan Tera pada basis dua dan pada basis sepuluh. Kegiatan Awal : Menceritakan asal mula bilangan sejak jaman Hindu, Arab, sampai Latin. Kegiatan Inti : Menjelaskan prinsip bilangan berbasis dua (biner), basis tiga, empat, sampai sepuluh, lengkap dengan operasi penjumlahan dan pengurangan. Mengkonversi bilangan dari basis dua ke basis tiga dan sebaliknya, begitu serupa sampai basis sepuluh. Menjelaskan prefix Mega, Giga, dan Tera byte bagi kapasitas memori komputer, kaitannya dengan bilangan berbasis dua. Menjelaskan perbedaannya dengan pengertian Mega, Giga, dan Tera pada bilangan berbasis sepuluh. Kegiatan Akhir dua sampai sepuluh, Alat : Melatih mahasiswa melakukan operasi penghitungan dengan berbagai basis: : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.95-125. PENILAIAN 1.Mahasiswa diminta mengkonversi bilangan berbasis dua ke basis tiga, dan seterusnya sampai basis sepuluh. 2. Mahasiswa diminta mengkonversi dari Megabyte ke byte; Gigabyte ke byte, Terabyte ke byte.

Halaman 5 dari 19 PERTEMUAN KE- 5 Penguasaan jenis-jenis bilangan dan prinsip operasi bilangan: asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mampu menuliskan simbol himpunan bilangan asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Mahasiswa mampu menuliskan dengan benar secara simbolik himpunan bilangan-bilangan asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Himpunan bilangan asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan Leopold Kronecker (1823-1891) terhadap perkembangan ilmu matematika. Kegiatan Inti : Menjelaskan definisi bilangan asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menemukan bilangan asli (natural), bilangan utuh (whole), bilangan bulat (integers), bilangan rasional, bilangan riil, dan bilangan kompleks. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.126-187. PENILAIAN 1. Periksalah apakah bilangan ini termasuk bilangan: Utuh, Bulat, Rasional, atau Kompleks: a. 0.123123123..., b. 0.112123123412345... 2. Nyatakan bilangan kompleks 36 ke bentuk a + bi dimana a dan b bilangan riil, sedang i = 1.

Halaman 6 dari 19 PERTEMUAN KE- 6 Penguasaan matematika yang berkaitan dengan sistem keuangan riil / perbankan / perdagangan, seperti masalah bunga pinjaman, bunga tabungan, dll., seperti: teknik pembulatan, penghitungan bunga flat dan bunga berbunga, penghitungan jasa finansial dengan aturan 78. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu melakukan penghitungan dengan benar bunga deposito sistem sederhana (simple) dan sistem bunga berbunga (compound), serta menghitung akumulasi jasa finansial kredit konsumen. Mahasiswa memahami prinsip penghitungan jasa finansial sederhana dan kompleks serta aturan 78 yang berlaku pada kredit konsumen. 1. Teknik pembulatan bilangan desimal, 2. Bunga sederhana, I = P x r x t, dimana I = Interest (realisasi bunga total), P = Principal (Modal Pokok yang disimpan di Bank), r = rate (bunga %/ tahun), t = time (banyak tahun cicilan). 3. Bunga berbunga (compound interest): n P 1 r dimana A n = Akumulasi modal di tahun ken, P = modal pokok yang disimpan di Bank, r = rate (bunga %/tahun). 4. Jasa finansial: aturan 78, cicilan ke-n. A n n( n 1) S 2, dimana S = proporsi akumulasi jasa finansial sampai Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan sejarah sistem pertukaran uang dari jaman ke jaman. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan teknik pembulatan (round secara matematik dan komputer, perintah ROUND), 2. Menjelaskan prinsip penghitungan bunga sederhana (flat), bunga berbunga (compound), 3. Menjelaskan prinsip penghitungan jasa finansial dengan aturan 78. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa membulatkan angka, menghitung bunga flat, bunga compound, dan jasa finansial aturan 78. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.188-230. PENILAIAN 1. Modal pokok Rp.4.000.000,-, disimpan di Bank dengan bunga 12%/tahun, hitung bunga yang diperoleh setelah 6 bulan jika sistem bunga flat (sederhana). 2. Modal yang ditanam di Bank Rp.100.000.000,-, bunga bank 12%/tahun, hitung akumulasi modal setelah 8 tahun.

Halaman 7 dari 19 PERTEMUAN KE- 7 Penguasaan sistem satuan ukuran internasional, kaitannya dengan sistem perdagangan global, seperti: satuan massa, berat, volume, panjang, waktu, dan ukuran rumah tangga yang berlaku di wilayah regional tertentu di dunia dan konversinya terhadap ukuran internasional. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengkonversi berbagai satuan regional di suatu negara terhadap satuan internasional mengenai massa, berat, volume, panjang, waktu, dan ukuran rumah tangga tertentu. Mahasiswa memahami pentingnya sistem ukuran internasional terhadap sistem perdagangan global. Mahasiswa mampu mengkonversi secara benar satuan ukuran massa, berat, volume, panjang, waktu, dan ukuran rumah tangga yang berlaku lokal di negara tertentu terhadap ukuran internasional. 1. Sistem ukuran internasional yang berlaku untuk massa, berat, panjang, volume, suhu, waktu. 2. Sistem ukuran yang berlaku di suatu negara dan konversinya terhadap ukuran internasional. Kegiatan Awal : Menceritakan sistem ukuran internasional yang berlaku sejak jaman Babylonia sampai sekarang. Pentingnya sistem ukuran internasional seperti dideklarasikan tahun 1821 oleh John Quincy Adams. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan unit standard untuk satuan meter, liter, gram, second. Penggunaan kata awalan untuk menyatakan singkatan bilangan: kilo, hecto, deka, standard unit satu, deci, centi, milli. 2. Menjelaskan satuan lain: 1 liter 0.2642172 gal, 1 qt 0.946 liter, 1 km 0.621 mile, 1 in = 2.54 cm, 1 yd = 0.914 m, 1 lb = 0.454 kg, 1 cm 0.394 in, 1 m 1.09 yd, 1 kg 2.2 lb, 1 liter 1.06 qt, 1 oz = 28 g, 1 mile = 1.6 km, 1 teaspoon 60 drops 5 gram, 1 tablespoon 3 teaspoon 15 gram, 1 cup 16 tablespoon 240 gram, 1 bushel 4 peck 8 gallon, 1 peck 2 gallon 8 quart, 1 quart 2 pint 4 cup. 3. Menjelaskan skala suhu Celcius, Fahrenheit, Kelvin. 4. Teknik membulatkan bilangan dengan significant digit. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal latihan. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.231-256. PENILAIAN 1. Suatu segitiga sisi-sisinya 2.0, 3.5, dan 4.0 in. Berapakah keliling segitiga itu dalam cm? 2. Suatu botol berisi 750 ml air. Berapa volumenya jika dinyatakan dengan liter? Berapa volumenya jika dinyatakan dengan quarts?

Halaman 8 dari 19 PERTEMUAN KE- 8 Penguasaan prinsip-prinsip aljabar (persamaan dan pertidaksamaan) untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dari data statistika riil dari berbagai lapangan pekerjaan, untuk memprediksi kejadian berbasis data riil. Misalnya mengidentifikasi seseorang berdasarkan data panjang tulang, memprediksi umur seseorang berdasarkan data denyut jantung, dsb. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengoperasikan dengan benar simbol-simbol =,,,,,,, untuk menyelesaikan permasalahan aljabar dan menentukan akar-akar dari persamaan aljabar dengan atau tanpa rumus abc. 1. Mahasiswa mampu mengoperasikan dengan benar simbol-simbol =,,,,,,, untuk menyelesaikan permasalahan aljabar. 2. Mahasiswa mampu menentukan akar-akar dari persamaan aljabar dengan atau tanpa rumus abc. 1. Pertidaksamaan, 2. Persamaan, 3. Mencari akar persamaan. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan Karl Friedrich Gauss (1777-1855) terhadap perkembangan ilmu matematika, khususnya aljabar. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan pertidaksamaan dan persamaan, simbol =,,,,,,, (harga mutlak. 2. Menjelaskan asal mula faktor persamaan: x px q x px x pq = x 2 px qx pq 2 = x p qx pq 2 ax bx c 0 maka faktor-faktornya sbb: Kegiatan Akhir 3. Menjelaskan rumus abc: Jika persamaan sbb: b x : Melatih mahasiswa menjawab soal. b 2 4ac 2a Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.256.-295 PENILAIAN 1. Gunakan rumus abc untuk mencari nilai-nilai x dari persamaan: 2x 2 3x 5 0 2. Carilah faktor-faktor dari persamaan tanpa menggunakan rumus 2 abc: x 7x 10 0

Halaman 9 dari 19 PERTEMUAN KE- 9 Penguasaan prinsip-prinsip aljabar: persamaan dan pertidaksamaan linier untuk merumuskan permasalahan memecahkan dalam ekonomi perusahaan untuk tujuan meraih keuntungan maksimal dari sumberdaya terbatas. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menterjemahkan dengan benar persamaan dan pertidaksamaan linier ke dalam bentuk gambar dan sebaliknya, merumuskan permasalahan riil ekonomi perusahaan ke dalam persamaan dan pertidaksamaan matematik dengan tujuan meraih keuntungan maksimal dari sumberdaya terbatas. 1. Mahasiswa mampu menterjemahkan persamaan linier ke dalam bentuk gambar dan sebaliknya. 2. Mahasiswa mampu menterjemahkan pertidaksamaan linier ke dalam bentuk gambar dan sebaliknya. 3. Mahasiswa mampu merumuskan permasalahan riil ekonomi perusahaan ke dalam persamaan dan pertidaksamaan matematik dengan tujuan meraih keuntungan maksimal dari sumberdaya terbatas. 1. Persamaan linier, 2. Pertidaksamaan linier, 3. Linier programming. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan Rene Descartes (1596-1650) terhadap perkembangan ilmu matematika, khususnya aljabar. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan prinsip menggambar persamaan linier: menentukan slope (kemiringan garis) dan titik potong pada sumbu x dan sumbu y. 2.Menjelaskan pertidaksamaan linier. 3.Menjelaskan linear programming berbasis persamaan dan pertidaksamaan aljabar. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.295-348 PENILAIAN Pak Tani memelihara ayam dan bebek, tapi kemampuannya terbatas maksimal 30 ekor (total ayam + bebek). Meskipun demikian, dia ingin meraih untung sebesar-besarnya. Biaya beternak ayam = Rp.20.000,- per ekor, sedangkan bebek Rp.30.000,- per ekor. Modal yang dimiliki hanya Rp.800.000,--. Jika keuntungan beternak ayam = Rp.25.000,- per ekor, sedang keuntungan bebek Rp. 35.000,-- ekor, hitunglah keuntungan maksimal yang bisa diperoleh.

Halaman 10 dari 19 PERTEMUAN KE- 10 Penguasaan prinsip penentuan hubungan antar ukuran panjang sisi, sudut, luas, dan volume berbagai bentuk geometrik: dua dan tiga dimensi, untuk memprediksi kebutuhan bahan dalam suatu disain bentuk ruang dan untuk memprediksi kapasitas muat suatu bentuk, kaitannya dengan prinsip efisiensi manfaat/modal. 1. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menentukan dengan benar hubungan antar sisi, sudut, keliling, dan luas bentuk geometrik dua dimensi. 2. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menentukan dengan benar hubungan antar alas, diameter, dan volume bentuk geometrik tiga dimensi. 1. Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antar sisi, sudut, keliling, dan luas bentuk geometrik dua dimensi. 2.Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antar alas, diameter, dan volume bentuk geometrik tiga dimensi. 1. Bentuk dasar geometrik dua dimensi: segi tiga, segi empat, bujur sangkar, belah ketupat, trapesium, lingkaran. 2. Bentuk geometrik tiga dimensi: balok, kubus, limas, kerucut, tabung, bola. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan Pythagoras (569-501 Sebelum Masehi) terhadap perkembangan ilmu matematika, khususnya geometri. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan bentuk-bentuk dasar geometrik: segitiga, bujursangkar, persegi empat, trapesium, belah ketupat, lingkaran, sudut geometrik, hubungan antara panjang sisi-sisi, dan luas suatu bidang. 2. Menjelaskan bentuk-bentuk tiga dimensi: kubus, balok, kerucut, tabung, lingkaran dan pengukuran volumenya. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Sumber : Britton, J.R. & I. Bello. Topics in Contemporary Mathematics. 3 rd. Ed. Harper & Row Publ., New York.p.348-407. PENILAIAN 1. Suatu trapesium alas bawahnya 20 cm, alas atasnya 15 cm. Jika tingginya 10 cm, berapa luas trapesium? 2. Suatu lingkaran berdiameter 20 cm, berapakah luas lingkaran itu? 3. Suatu segitiga siku-siku sisi terpanjangnya 10 cm, sedang sisi yang lebih pendek 4 cm. Berapa panjang sisi yang lain? 4. Sebuah pesawat bergerak ke arah timur dengan kecepatan 500 km per jam. Sementara itu angin bergerak ke utara dengan kecepatan 50 km per jam. Berapa derajat sudut arah pesawat terhadap garis ke timur? 5. Hitunglah volume tabung yang diameternya 100 cm, tingginya 50 cm. 6. Hitunglah volume kerucut yang diameter alasnya 20 cm, tingginya 10 cm. 7. Hitung volume bola yang diameternya 40 cm.

Halaman 11 dari 19 PERTEMUAN KE- 11 Penguasaan ilmu kalkulus:differensial dan integral (turunan dan induk fungsi) untuk menentukan luas di bawah kurva dan penyisipan fungsi jari-jari ke dalam fungsi luas lingkaran untuk memprediksi volume tabung berbentuk variabel dengan jari-jari bervariasi di tiap titik yang lebih komplek dari bentuk konvensional. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu membuat turunan fungsi, integral fungsi, dan menerapkan prinsip penurunan fungsi untuk memprediksi volume tabung yang diameternya bervariasi di tiap titik. Mahasiswa mampu membuat turunan fungsi matematik untuk menentukan luas bidang di bawah kurva pada range sumbu x tertentu terhadap sumbu y. 2. Mahasiswa mampu membuat integral fungsi matematik untuk menentukan volume suatu tabung yang diameternya mengikuti aturan suatu fungsi tertentu dari sumbu x ke sumbu y, dengan range nilai x tertentu. 3. Mahasiswa mampu menerapkan rumus fungsi jari-jari lingkaran ke dalam fungsi luas lingkaran, kemudian menghitung luas bawah kurvanya sebagai penjelmaan volume tabung yang diameternya bervariasi di tiap titik. 1. Prinsip turunan fungsi: suatu fungsi 2. Prinsip integral fungsi: suatu fungsi a. n ( n 1) 1 ( n1) 1 f ( x) x sehingga menjadi 3. Menerapkan rumus f. f n ( x) ax akan memiliki turunan f f '( x) a. n. x n1 n1 f '( x) a. n. x akan memiliki integral a. n n n ( x) x atau f ( x) n ax n ( x) a x tertentu sebagai variasi jari-jari lingkaran dari x = 0 sampai x tertentu, kemudian menyisipkannya ke dalam rumus luas lingkaran f ( x) f ( x). x 2, menjadi n 2.( a. x ) kemudian menghitung luas di bawah kurva tersebut sebagai penjelmaan dari volume tabung dari x = 0 sampai x tertentu. Kegiatan Awal : Menjelaskan prinsip penurunan dan pengintegralan fungsi. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan penghitungan luas di bawah kurva suatu fungsi, 2. Mengaplikasikan f(x) sebagai fungsi jari-jari kemudian menyisipkannya ke dalam fungsi luas lingkaran sehingga terbentuk fungsi baru, 3. Menghitung luas di bawah kurva fungsi baru tersebut sebagai penjelmaan dari volume tabung yang panjangnya dari X = 0 sampai X tertentu. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Sumber : Negoro, S.T. & B. Harahap. Ensiklopedia Matematika. 499-506. PENILAIAN 1. Hitung volume tabung (X=0 sampai X=10) jika fungsi jari-jari = f(x)=2x.

Halaman 12 dari 19 PERTEMUAN KE- 12 Penguasaan operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, kaitannya dengan permasalahan distribusi tugas dan profesi dalam dunia kerja, misalnya jenis tugas, profesionalitas dan besaran upah. Setelah perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat melakukan dengan benar operasi matrik: pertambahan/pengurangan, perkalian matrik, matrik identitas, penyelesaian persamaan linier dalam bentuk matrik. Mahasiswa dapat menyelesaikan dengan benar permasalahan operasi matrik. 1. Pertambahan matrik, 2. Perkalian Matrik, 3. Matrik Identitas, 4. Menyelesaikan tiga persamaan linier ke dalam bentuk matrik. Kegiatan Awal : Menceritakan sumbangan Arthur Cayley (1821-1895) terhadap ilmu matematika, khususnya matrik. Kegiatan Inti : 1. Mencontohkan permasalahkan pekerjaan yang dapat dinyatakan ke dalam bentuk matrik, misalnya jenis mata kuliah dan siapa dosen pengampu, 2. Terminologi dan operasi sederhana matrik: pertambahan, perkalian, matrik identitas. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. 1 I 0 0 Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Sumber : Britton, J.R. & I. Bello. Topics in Contemporary Mathematics. 3 rd. Ed. Harper & Row Publ., New York.p.408-457. PENILAIAN 1 x 1. Jika matrik A dan 0 y 1 2 2. Jika A, tentukan -2A. 3 0 0 1 0 0 0 1 1 3 B, dan A = B, tentukan nilai-nilai x dan y. 0 1 1 x 2 6 3. Jika A, dan B 0 y, sedangkan 2A = B, tentukan nilai x dan y. 0 10

Halaman 13 dari 19 2 1 1 5 4. Jika A, dan B 3 4, tentukan A + B dan 2A + 2B. 4 2 5 3 2 5. Jika A 2 4, dan B, tentukan AB 7 10 1

Halaman 14 dari 19 PERTEMUAN KE- 13 Penguasaan kemampuan menghitung frekuensi kejadian yang dimunculkan dengan lebih dari satu cara, secara acak maupun secara urut, sebagai dasar menguasai teori peluang. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menerapkan prinsip penghitungan frekuensi kejadian yang mungkin yang dimunculkan oleh lebih dari satu cara, secara acak maupun secara urut. Mahasiswa mampu menghitung banyaknya kejadian yang dimunculkan dengan lebih dari satu cara secara cara acak maupun urut. Prinsip penghitungan frekuensi kejadian yang dimunculkan dengan lebih dari satu cara secara acak. Prinsip penghitungan frekuensi kejadian yang dimunculkan dengan lebih dari satu cara secara urut (permutasi). Kegiatan Awal matematika. Kegiatan Inti : : Menjelaskan sumbangan Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) terhadap ilmu 1. Menjelaskan prinsip penghitungan frekuensi kejadian / pilihan: jika kejadian dimunculkan dengan m cara, kemudian dimunculkan lagi dengan n cara, maka total banyaknya cara yang mungkin adalah m x n cara, dst., 2. Himpunan {a, b, c} dapat ditulis dengan urutan abc, acb, bac, bca, cab, cba. Banyaknya kemungkinan susunan dimana urutan dipandang penting disebut permutasi. Permutasi dari 3 anggota = 3! = 3 x 2 x 1 = 6. n! = n x (n-1) x (n-2) x... x 3 x 2 x 1. 3. P(7, 3) = 7 x 6 x 5. P(7, 5) = 7 x 6 x 5 x 4 x 3. Banyaknya permutasi dari n dari ambilan sebanyak r adalah = n! P( n, r) ( n r)! Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.485-513. PENILAIAN 1. Seseorang akan membeli mobil. Pilihan bentuk mobil ada dua: truk dan sedan. Warna mobil ada tida pilihan: merah, putih, hitam. Buatlah diagram pohon untuk pilihan-pilihan tersebut. Berapa total banyaknya pilihan? 2. Lima kotak akan diisi dengan angka dari 0 sampai 9, hitung banyaknya kombinasi angka yang terbentuk dari lima kotak tersebut. 3. Hitunglah permutasi berikut: 6!/3!. 4. Hitunglah P(7,3). 5. Jika S = {a, b, c, d} hitunglah banyaknya kombinasi dua dua anggota S, hitung banyaknya permutasi dua dua anggota S. 6. Suatu himpunan memiliki empat anggota. Hitung banyaknya himpunan bagian yang anggotanya Cuma dua.

Halaman 15 dari 19 PERTEMUAN KE- 14 Penguasaan teori peluang untuk menciptakan sebaran peluang binomial sebagai dasar untuk memahami sebaran peluang normal yang mendasari ilmu statistika Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menerapkan teori peluang untuk menciptakan sebaran peluang binomial. Mahasiswa mampu memahami prinsip pembentukan sebaran peluang binomial berbasis proporsi dasar tertentu. Prinsip penghitungan peluang berbasis teori himpunan bagian. Prinsip penghitungan peluang binomial berbasis proporsi tertentu, misal pria:wanita=1:1. Kegiatan Awal : Menjelaskan sumbangan Blaise Pascal (1623-1662) terhadap ilmu matematika, khususnya teori peluang. Kegiatan Inti : 1. Menjelaskan teori peluang, Jika P(E) = Peluang munculnya kejadian tertentu, sedang n(e) = Frekuensi yang muncul dari kejadian tertentu, dan n(u) = Frekuensi total kejadian yang mungkin muncul, maka n( E) P( E). 2. Menjelaskan bahwa P(E) + PE ) = 1, 3. Menghitung peluang n( U) harapan hidup: Jika n(70) adalah banyaknya orang yang masih hidup pada usia 70 tahun, sedangkan n(20) adalah banyaknya orang usia 20 tahun yang masih hidup, maka peluang hidup sampai umur 70 bagi orang yang sekarang berusia 20 adalah = n(70) n(20). 4. Jika n = banyak sampel yang diambil secara acak, sedang x = banyaknya sampel dengan ciri tertentu yang nyata-nyata muncul, sedangkan p 0 = peluang dasar jumlah x diantara populasi, maka peluang menemukan x sebanyak nol, ketika dilakukan pengambilan acak sebanyak n = 5 adalah 1 n! x ( nx) P( x 0, n 5, p0 ). p0.(1 p0 ) = 2 x!( n x)! 5! 1 0 1 (50).( ).(1 0!(5 0)! 2 ) 2 =

Halaman 16 dari 19 1. 32 Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.514-562. PENILAIAN 1. Sekeping koin terdiri atas dua gambar: angka dan burung di masing-masing sisinya. Jika koin dilempar satu kali, berapa peluang mendapati gambar burung? Berapa pula peluangnya jika dilempar dua kali? Berapa juga jika dilempar tiga kali? 2. Sebuah dadu dilempar satu kali. Berapa peluang muncul angka lebih besar dari 4? Berapa pula peluang muncul angka lebih besar dari 4 jika dadu dilempar dua kali? 3. Banyaknya penduduk usia 70 sekarang adalah 38,600 orang, sedangkan banyaknya penduduk berusia 20 sekarang adalah 92,600 orang. Hitunglah peluang hidup sampai usia 70 bagi orang yang saat ini berusia 20. 4. Di sebuah pabrik ada karyawan pria 500 orang dan karyawan wanita 500 orang. Jika kita ambil secara acak lima orang karyawan, hitunglah peluang menemukan bahwa dari lima ambilan tersebut, semuanya adalah pria.

Halaman 17 dari 19 PERTEMUAN KE- 15 Penguasaan kemampuan menghitung rata-rata, modus, dan median, serta prinsip penghitungan standar deviasi, untuk mengidentifikasi karakteristik sebaran data statistika. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa terampil menghitung rata-rata, modus, dan median, serta prinsip penghitungan standar deviasi. Mahasiswa terampil menghitung rata-rata, modus, dan median, serta prinsip penghitungan standar deviasi. Penghitungan distribusi frekuensi, pembuatan histogram dan poligon, rata-rata, modus, median, dan standar deviasi. Prinsip penghitungan standar deviasi sebaran peluang binomial. Kegiatan Awal : Menceritakan lahirnya ilmu statistika tahun 1662 di London, Inggris, berkat John Graunt yang menerbitkan buku Natural and Political Observations upon the Bills f Mortality. Kegiatan Inti : Menyajikan data upah karyawan, membuat distribusi frekuensi, histogram, dan poligon, Menjelaskan tentang rata-rata, modus, dan median, serta prinsip penghitungan standar deviasi. Menjelaskan sebaran peluang binomial, rata-rata dan standar deviasinya: Jika p = peluang munculnya gambar burung dari lemparan koin uang, maka = ½. Jika n = banyaknya lemparan koin, misal 100 kali, maka rata-rata frekuensi kemunculan gambar burung = n.p = ½.(100) = 50. Sedangkan standar deviasinya = s np( 1 p) Kegiatan Akhir 1 1 atau = 100..(1 ) = 50 = 7.1 2 2 : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.563-609. PENILAIAN 1. Upah harian dari 30 karyawan dalam ribu rupiah adalah sbb: 4.00, 3.90, 4.00, 4.10, 3.90, 3.90, 3.80, 3.90, 4.00, 3.80, 4.00, 4.10, 3.70, 3.90, 3.80, 4.10, 4.00, 4.00 4.10, 4.20, 3.80, 4.20, 4.10, 3.70, 3.80, 4.20, 2.80, 2.80, 3.90, 3.90. Buatlah distribusi frekuensi untuk upah harian tersebut. Upah berapa yang paling sering muncul? Berapa karyawan yang mendapat upah kurang dari Rp.4.000,-? Buatlah histogram dan poligonnya. Carilah rata-rata, modus dan median serta standar deviasi dari data upah tersebut. 2. Koin mata uang bergambar burung dan angka, dilempar 100 kali. Berapa harapan rata-rata dan standar deviasi munculnya gambar burung?

Halaman 18 dari 19 PERTEMUAN KE- 16 Penguasaan identifikasi karakteristik kurva peluang normal, dengan ciri: nilai rata-rata terletak tepat di tengah kurva, bentuk dan luas bawah kurva yang sama antara kiri dan kanan, luas bawah kurva yang mengecil ketika skor menjauhi nilai rata-rata. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar hubungan antara nilai rata-rata, standar deviasi, angka kelipatan terhadap standar deviasi, dan kaitannya dengan proporsi luas bawah kurva sebagai pencerminan banyaknya populasi yang berada dalam kisaran skor di bawah rata-rata dan di atas rata-rata tertentu. 1. Mahasiswa memahami benar prinsip sebaran peluang normal. 2. Mahasiswa memahami Hubungan antara rataan, standar deviasi dan nilai Z. 3. Mahasiswa memahami dasar penentuan jumlah sampel dalam penelitian berbasis teori Chebyshev. 1. Kurva normal, 2. Hubungan antara rataan, standar deviasi dan nilai Z, 3. Teori Chebyshev untuk jumlah efektif pengambilan sampel. Kegiatan Awal mahasiswa. Kegiatan Inti : : Menciptakan data dari pengukuran langsung terhadap tinggi badan dari 1. Membuat distribusi frekuensi dari data yang terbentuk tadi, lalu membuat persentase menurut kisaran mahasiswa terpendek, sedang, sampai tertinggi, kemudian membuat histogram dan poligon. 2. Membandingkan poligon tersebut dengan poligon sebaran normal yang telah dibakukan, yang simetris antara kiri dan kanan. 3. Menjelaskan hubungan antara rata-rata, standar deviasi, dan peluang bawah kurva. skor X z dimana X adalah nilai rata-rata, sedangkan s = standar deviasi. s 4. Menjelaskan bahwa nilai Z adalah mewakili standar deviasi yang telah dibakukan. 5. Menjelaskan rumus Chebyshev: Jika kisaran skor berada antara X 3s proporsi peluang bawah kurva sebaran dalam kisaran itu adalah = dan X 3s, maka 1 1 1 atau = 1 = 2 3 27 26 atau = 0.96 atau 96% dari seluruh anggota populasi. Selanjutnya rumus dibakukan menjadi 27

Halaman 19 dari 19 1 ( 1 ) 2 h X hs dan X hs yang menyatakan besarnya proporsi populasi yang berada pada kisaran antara, dimana h>1. Maka jika misal rata-rata tinggi badan X = 150 cm, sedangkan standar deviasi tinggi badan, s = 5 cm, maka banyaknya mahasiswa yang tingginya antara 150-3(5) cm dan 150+3(5) cm adalah 96% dari populasi. Misal satu kelas ada 40 mahasiswa, maka yang 38 mahasiswa pasti memiliki tinggi badan antara 135 cm sampai 165 cm. 6. Menunjukkan distribusi peluang normal dengan Microsoft Excell. Kegiatan Akhir : Melatih mahasiswa menjawab soal. Alat : Komputer: Program Microsoft Powerpoint 2003 dan Microsoft-Excell-2003, LCD. Publ., New York.p.563-609. PENILAIAN 1. Suatu populasi terdiri dari 50 orang, tinggi badan mereka rata-rata 160 cm dengan standar deviasi 3 cm. Dengan asumsi bahwa datanya menyebar normal, prediksilah berapa orang yang tingginya akan berada pada kisaran 154 sampai 166 cm. 2. Menggunakan program Microsoft Excell, tentukan rata-rata, standar deviasi, dan proporsi peluang normal dari data tinggi badan mahasiswa.