STRATEGI KEBIJAKSANAAN PERAWATAN #2

dokumen-dokumen yang mirip
Rantai Markov Diskrit (Discrete Markov Chain)

PROSES MARKOV KONTINYU (CONTINOUS MARKOV PROCESSES)

#8 Model Keandalan Dinamis

#12 SIMULASI MONTE CARLO

DISTRIBUSI PROBABILITAS DAN TERMINOLOGI KEANDALAN

#3 PEMODELAN JARINGAN DAN SISTEM

TIN315 - Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan Materi #1 Genap 2015/2016. TIN315 - Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan

RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DALAM PERAWATAN F.O. SERVICE PUMP SISTEM BAHAN BAKAR KAPAL IKAN

PENETAPAN JADWAL PERAWATAN MESIN SPEED MASTER CD DI PT. DHARMA ANUGERAH INDAH (DAI)

Materi #2 TIN315 Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan Genap 2015/2016

3 BAB III LANDASAN TEORI

PERTEMUAN #1 PENGANTAR DAN PENGENALAN PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT316 PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN

Evaluasi Deviasi dari Aproksimasi Frekuensi Kejadian Perawatan Korektif dan Preventif

BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

OPTIMASI PERSEDIAAN SUKU CADANG UNTUK PROGRAM PEMELIHARAAN PREVENTIP BERDASARKAN ANALISIS RELIABILITAS

Seminar TUGAS AKHIR. Fariz Mus abil Hakim LOGO.

Sumbu X (horizontal) memiliki range (rentang) dari minus takhingga. ( ) hingga positif takhingga (+ ). Kurva normal memiliki puncak pada X

4.1.7 Data Biaya Data Harga Jual Produk Pengolahan Data Penentuan Komponen Kritis Penjadualan Perawatan

Studi Perbaikan Keandalan Jaringan Distribusi Primer Dengan Pemasangan Gardu Induk Sisipan Di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN

BAB II LANDASAN TEORI

ada, apakah bisa dikatakan nilai yang didapat sudah baik atau tidak, serta mengetahui indeks keandalan ditinjau dari sisi pelanggan.

BAB II LANDASAN TEORI

IDENTIFIKASI RISIKO PADA BOILER COAL FIRING SYSTEM FASILITAS PEMBANGKIT PT PJB UNIT PEMBANGKITAN PAITON

PENENTUAN JADWAL PERAWATAN MESIN POMPA MELALUI ANALISIS KEANDALAN PADA PDAM GUNUNG LIPAN, SAMARINDA SEBERANG, KALIMANTAN TIMUR

LOSS OF LOAD PROBABILITY (LOLP) INDEX UNTUK MENGANALISIS KEANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK (Studi Kasus PT Indonesia Power UBP Suralaya)

INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN SUKU CADANG BAGIAN DIESEL PADA LOKOMOTIF KERETA API PARAHYANGAN * (STUDI KASUS DI PT. KERETA API INDONESIA)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) F-312

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN BERDASARKAN ALOKASI DAN OPTIMASI KEHANDALAN PADA CONTINUES SOAP MAKING

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III ISSN: X Yogyakarta, 3 November 2012

KAJIAN DATA KETAHANAN HIDUP TERSENSOR TIPE I BERDISTRIBUSI EKSPONENSIAL DAN SIX SIGMA. Victoria Dwi Murti 1, Sudarno 2, Suparti 3

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( X Print) B 1

PERBAIKAN KEANDALAN SISTEM MELALUI PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION

ANALISIS RELIABILITAS PADA MESIN MEISA KHUSUSNYA KOMPONEN PISAU PAPER BAG UNTUK MEMPEROLEH JADUAL PERAWATAN PREVENTIF

Studi Analisis Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Surabaya Menggunakan Metode Latin Hypercube Sampling

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

USULAN INTERVAL PERAWATAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN PENCETAK BOTOL (MOULD GEAR) BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWNTIME

IMPLEMENTASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI DEPARTEMEN NON JAHIT PT. KERTA RAJASA RAYA

TUGAS AKHIR SKRIPSI. Kukuh Prabowo

LOSS OF LOAD PROBABILITY (LOLP) INDEX UNTUK MENGANALISIS KEANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK (Studi Kasus PT Indonesia Power UBP Suralaya)

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI SURAT KETERANGAN PERUSAHAAN LEMBAR PENGAKUAN PERSEMBAHAN

Nelson Manurung 1* 1 Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan *

ANALISIS INTERVAL PERAWATAN KOMPONEN KRITIS MESIN TRIMMING UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PERAWATAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISA PERAWATAN BERBASIS RESIKO PADA SISTEM PELUMAS KM. LAMBELU

SISTEM MANAJEMEN PERAWATAN UNIT MMU PUMP DAN OIL SHIPPING PUMP

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

KAJIAN AVAILABILITAS PADA SISTEM PARALEL

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN BERDASARKAN ALOKASI DAN OPTIMASI KEHANDALAN PADA PERALATAN SEKSI PENGGILINGAN E

ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS LIFT NPX UNTUK MENENTUKAN JADWAL PERAWATAN PENCEGAHAN YANG OPTIMUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. besar terhadap produktivitas pada bidang manufaktur maupun jasa. Dalam

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Studi Keandalan Sistem Distribusi 20kV di Bengkulu dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

Distribusi Peluang Kontinyu STATISTIK INDUSTRI 1. Distribusi Peluang Kontinyu. Distribusi Diskrit Uniform. Distribusi Diskrit Uniform 17/12/2014

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI LOG-LOGISTIK PADA DATA SURVIVAL TERSENSOR TIPE II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diharapkan, membutuhkan informasi serta pemilihan metode yang tepat. Oleh

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Fida Faishal*, Budhi Handoko, Yeny Krista Franty. Departemen Statistika, FMIPA Universitas Padjdjaran *

Perancangan Sistem Pemeliharaan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) Pada Pulverizer (Studi Kasus: PLTU Paiton Unit 3)

BAB I PENDAHULUAN. Kapal sebagai sebuah wahana teknis terdiri dari beberapa sistem permesinan yang

Pembimbing : Bpk. Ir Arie Indartono MT Bpk. Projek Priyongo SL ST MT

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN SUB-SUB SISTEM MESIN HEIDELBERG CD 102 DI PT. X

PENERAPAN METODE RELIABILITYENGINEERING DALAM PERENCANAAN PERAWATAN MESIN DI PERUSAHAAN PRODUKSI AIR MINUM

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

OPTIMASI PERAWATAN STONE CRUSHER MENGGUNAKAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM)

JURNAL GAUSSIAN, Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013, Halaman Online di:

BAB I PENDAHULUAN. antara perusahaan manufaktur menjadi semakin ketat. Setiap perusahaan berusaha

OPTIMASI JADWAL PERAWATAN PENCEGAHAN PADA MESIN TENUN UNIT SATU DI PT KSM, YOGYAKARTA

Identifikasi Bahaya dan Penentuan Kegiatan Perawatan Pada Tower Crane 50T Menggunakan Metode RCM II (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur Kapal)

PREVENTIVE MAINTENANCE

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University 1

BAB III SURVIVAL ANALYSIS UNTUK MENGUJI RELIABILITAS PRODUK DAN PENENTUAN GARANSI PRODUK 3.1 Garansi

OPTIMALISASI INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN MESIN PACKER TEPUNG TERIGU KEMASAN 25 KG DI PT X

DAFTAR ISTILAH. : Probabilitas suatu sistem beroperasi sesuai fungsinya dalam suatu waktu tertentu dalam kondisi operasi yang telah ditetapkan

BAB III KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK

Optimasi Preventive Maintenance pada Mesin Tuber. JurusanStatistika ITS

c. Bab II berisikan landasan teori yang digunakan oleh penulis dalam pemecahan permasalahan yang diteliti.

ANALISA KEANDALAN PADA PERALATAN UNIT PENGGILINGAN AKHIR SEMEN UNTUK MENENTUKAN JADWAL PERAWATAN MESIN (STUDI KASUS PT. SEMEN INDONESIA PERSERO TBK.

Analisis Keandalan Pembangkit Dengan Metoda Waktu dan Frekuensi di PT Djarum Kudus Krapyak C. Disusun Oleh : Nama : Yudha Haris NIM : L2F

Penjadwalan Predictive Maintenance dan Biaya Perawatan Mesin Pellet di PT Charoen Pokphand Indonesia - Sepanjang

Distribusi Peluang Kontinyu STATISTIK INDUSTRI 1. Distribusi Peluang Kontinyu. Distribusi Diskrit Uniform. Distribusi Diskrit Uniform 13/11/2013

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan data stagnasi mesin yang dicatat oleh perusahaan. Penelitian

Analisis Keandalan Mechanical Press Shearing Machine di Perusahaan Manufaktur Industri Otomotif

Studi Dampak Pemeliharaan Sistem Pembangkit Terhadap Keandalan Sistem Tenaga Listrik di PT. Petrokimia Gresik

ANALISIS KEANDALAN PRODUK DENGAN POLA PENGGUNAAN INTERMITTENT

Gambar 3.1 Diagram Alir Sistematika Pemecahan Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisa Keandalan Jaringan Distribusi Wilayah Surabaya Menggunakan Metode Monte Carlo Agung Arief Prabowo

PENGEMBANGAN KNOWLEDGE SHARING PADA PENINGKATAN KETERHANDALAN. dan 3) Guru Besar T. Mesin UB Malang 4) Dosen T. Industri UB Malang

BAB II TEORI DASAR 2.1 Keandalan dan Gangguan Sistem Tenaga Listrik

Seminar Nasional IENACO ISSN: USULAN PENENTUAN KEBUTUHAN SPARE PARTS MESIN COMPRESSOR BERDASARKAN RELIABILITY PT.

OPTIMISASI WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN PADA LOKOMOTIF DE CC 201 SERI 99 MENGGUNAKAN METODA AGE REPLACEMENT DI PT. KERETA API INDONESIA *

PENENTUAN WAKTU PERAWATAN UNTUK PENCEGAHANPADA KOMPONEN KRITIS CYCLONE FEED PUMP BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWN TIME

Dynamic Economic Dispatch Menggunakan Pendekatan Penelusuran Ke Depan

Pembangunan Perangkat Lunak Peramalan Penjualan Dan Perencanaan Pemesanan Untuk Membantu Manajemen Persediaan Pada Perusahaan Dagang

Kata Kunci Life Cycle Cost (LCC), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses

Transkripsi:

#14 STRATEGI KEBIJAKSANAAN PERAWATAN #2 14.1. Pemodelan Perawatan Terjadwal Ideal (Ideal Schedule Maintenance) Misalkan sebuah komponen yang tidak mampu rawat tetapi komponen tersebut menjalani perawatan preventive/terjadwal. Perwatan seperti ini dikatakan ideal jika perawatan ini membutuhkan waktu yang singkat (interval waktu perawatan diamsusikan mendekati/sama dengan nol) untuk menyelesaikannya dan jika komponen tersebut dikembalikan ke kondisi seperti baru lagi setelah perawatan usai. Meskipun komponen tidak mampu rawat dan dibuang pada saat mengalami kegagalan, alasan untuk perawatan terjadwal agar tetap untuk memperpanjang usia komponen dan menunda kegagalannya. Jika komponen memiliki laju kegagalan konstan maka waktu kegagalan komponen (time to failure) memiliki distribusi eksponensial. Dengan kata lain probabilitas kegagalan selama pertambahan waktu Δt berikutnya agar tetap tidak berubah selama usia komponen, hal ini menunjukan bahwa komponen ini tetap sebagus kondisi barunya tanpa tanpa memandang berapa lama komponen tersebut telah dioperasikan. Pada kasusu seperti ini perawatan preventive menjadi tidak relevan. Jika komponen memiliki laju kegagalan yang menurun, yang berarti laju kegaglannya semakin membaik seiring bertambahnya waktu, perawatan yang bertujuan untuk menggembalikan komponen ke kondisi seperti baru adalah tidak menguntungkan dan tidak disarankan. Perawatan terjadwal akan berharga hanya jika komponen memiliki laju kegagaln yang semakin meningkat. Sebagian besar didiskusikan pada seksi ini mengamsusikan bahwa komponen memiliki laju kegagalan yang meningkat dan perawatan dilakukan hanya pada komponen-komponen yang bekerja. Jika: = Failure density function = Interval waktu yang tetap diantara 2 perawatan = = Fungsi keandalan komponen maka density function ditulis sebagai: untuk komponen setelah mengalami perawatan dapat (14.1) Dengan: K = 0 hanya dipakai untuk interval waktu t=0 dan t=tm K = 1 hanya dipakai untuk interval waktu t=tm dan t=2tm dan seterusnya. Hal. 1 / 12

Gambar 14.1 menunjukan tipikal fungsi. Skala waktu dibagi kedalam segmen durasi waktu TM yang sama. Fungsi pada masing-masing segmen skalanya diturunkan dari fungsi pada segmen sebelumnya dengan faktor skala R(TM). Faktor skala juga sama dengan pecahan dari komponen yang memasuki sebuah segmen yang akan survive pada segmen berikutnya. Pengamatan lebih detail pada gambar 13.2 menunjukan bahwa density function dari komponen yang menjalani perawatan preventive menunjukan kecenderungan eksponensial. Gambar 13.2. Density Function Dengan Perawatan Terjadwal Ideal Dampak terpenting dari perawatan preventive secara periodik adalah density fuction dari bentuk aslinya. Perubahan ini merupakan salah satu dari berbagai justifikasi mengapa distribusi eksponensial digunakan untuk memodelkan umur hidup komponen Contoh 14.1 Asumsikan sebuah komponen yang umur hidupnya secara uniform didefinisikan oleh f(t)=0,25 0 < t 4 tahun komponen ini menjalani perawatan secara teratur (asumsikan sebagai perawatan ideal) sekali setahun. Tentukan modifikasi density function jika perawatan dilaksanakan. Solusi Cumulative distribution function Fungsi keandalan Hal. 2 / 12

Laju kegagalan MTTF komponen tanpa perawatan Jika perawatan terjadwal TM, adalah 1 th, maka Dengan menggunakan persamaan 13.1 Rata-rata laju kegagalan ( ) Perawatan periodik telah menggantikan density function f(t) dengan density function yang memiliki tendensi eksponensial. Berdasarkan aproksimasi eksponensial, MTTF dari komponen adalah: Sedangkan nilai eksak dari MTTF dengan memasukan faktor perawatan adalah 14.2. Perbaikan Ideal Perbaikan ideal (ideal repair) memiliki 2 kondisi yang harus dipenuhi: 1. Durasi perbaikan setelah masing-masing kegagalan adalah sangat pendek dibandingkan dengan waktu diantara dua kegagalan sehingga dapat diasumsikan sama dengan nol. 2. Setelah diperbaiki, komponen dikembalikan pada kondisi seperti baru. Contoh yang bagus dari perbaikan ideal adalah penggantian komponen yang gagal dengan proses penggantiannya memerlukan waktu yang sangat singkat. Ada perbedaan fundamental antara perbaikan ideal dan perawatan terjadwal. Perawatan terjadwal ideal dilakukan pada interval waktu yang sudah ditentukan dimana komponen masih dalam kondisi tidak rusak (bekerja) sedangkan perbaikan ideal selalu dilakukan setelah terjadi kegagalan, dan waktu kegagalannya tidak ditentukan (random). Hal. 3 / 12

Mengamsusikan umur hidup komponen T merupakan variabel random yang kontinu dengan density function, - (14.2) jelas terlihat bahwa density function f1(t) untuk random variabel yang mewakili kegagalan pertama adalah ft(t). Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apakah bentuk density function f1(t) untuk random variabel kontinyu untuk kegagalan kedua? Asumsikan bahwa kegagalan pertama terjadi disekitar waktu τ. Maka probabilitas untuk kegagalan kedua dalam interval waktu (t,t+δt), t>τ, untuk τ tertentu adalah:, -, - (14.3) karena durasi dari umur hidup (lifetime) kedua adalah t τ. Dengan mempertimbangkan semua nilai-nilai yang mungkin dari τ yang kurang t, kita akan memperoleh: (14.4) Argumen yang sama mengarahkan kita ke density function untuk variabel random kontinyu yang menunjukkan kegagalan ke-k, yaitu: (14.5) pada saat mempertimbangkan semua kegagalan-kegagalan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya, probabilitas dari sembarang kegagalan yang terjadi pada interval (t, t+δt) merupakan penjumlahan probabilitas dari kegagalan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya yang terjadi pada interval waktu yang telah dipertimbangkan. Jika L(t) menyatakan density function dari sembarang kegagalan yang terjadi pada perbaikan ideal, maka: L(t)Δt = probabilitas beberapa kegagalan yang terjadi pada interval (t, t+δt), - (14.6) Atau (14.7) 14.2.1. Kasus Kusus Waktu Antar Kegagalan Yang Terdistribusi Secara Eksponensial Jika waktu antar kegagalan terdistribusi secara eksponensial, maka fk(t) menjadi distribusi khusus Erlangian, yang merupakan distribusi Gamma dengan nilai β yang bulat. Penurunan distribusi itu adalah sebagai berikut: Hal. 4 / 12

(14.8) ( ) (14.9) (14.10) Pattern dari persamaan-persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk umum, yaitu: (14.11) Fungsi densitas probabilitas L(t) bagi sembarang kegagalan yang terjadi pada perbaikan ideal untuk kasus ini dapat ditulis sebagai: (14.12) Contoh 14.2 Kembali pada contoh 14.1, jika perbaikan ideal pada komponen masing-masing dilakukan pada masing-masing kegagalan, tentukan fungsi densitas kegagalan komopnen tersebut. Solusi Fungsi densitas untuk masing-masing kegagalan adalah Bentuk umum dari fk(t) dapat disimpulkan dari pattern persamaan-persamaan di atas yaitu: Oleh karena itu * +. /. / Hal. 5 / 12

14.3. Perbaikan Ideal dan Perawatan Preventif Dari berbagai uraian sebelumnya terlihat bahwa, bagi sebuah komponen yang memiliki fungsi laju kegagalan yang semakin meningkat, perawatan preventif secara periodik akan meningkatkan MTTF dan sebagai hasilnya fungsi densitas kegagalan (failure density function) dari komponen tersebut akan memilimi kecenderungan eksponensial. Jika kemungkinan perawatan ideal dimasukkan dalam analisa, maka hasil yang diperoleh adalah berkurangnya frekuensi perawatan. Dengan mengasumsikan perawatan ideal pada interval periodik TM, frekuensi perbaikan fr akan sama dengan rata-rata densitas kegagalan pada durasi waktu TM, yaitu (14.13) Dimana L(t) diberikan oleh persamaan (14.7). Jika frekuensi perawatan bertambah panjang maka TM dan fr akan berkurang. Dengan kata lain, MTTF efektif yang merupakan kebalikan dari fr akan bertambah. Contoh 14.3 Jika komponen pada contoh 14.1 dan 14.2 menjalani perawatan preventif tiap interval waktu TM dan juga dikenakan perbaikan ideal, tentukan frekuensi perbaikan dai komponen tersebut. Solusi Frekuensi perawatan [ ] Jika TM = 1 tahun, maka: 14.4. Ekonomi Dari Reparasi Dan Perawatan Kita lihat pada pembahasan terdahulu, bahwa perawatan preventif secara periodik akan menambah MTTF dari komponen yang memiliki fungsi laju kegagalan yang semakin meningkat. Perawatan preventif juga mengurangi frekuensi reparasi bagi komponen yang mampu-rawat (repairable). Penambahan frekuensi perawatan (sebagai dampaknya, akan mengurangi waktu antara dua perawatan) lebih lanjut akan mengurangi frekuensi reparasi. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah, berapa waktu optimum diantara dua perawatan? Jawabannya tergantung pada biaya relatif dari reparasi dan pemeliharaan. Umpamakan CR = Nilai reparasi CM = Nilai satu perawatan. Hal. 6 / 12

Jika CR dan CM nilainya kira-kira hampir sama, maka pelaksanaan perawatan akan menjadi tidak ekonomis. Untungnya, dalam banyak hal CM << CR, dan pelaksanaan perawatan dapat ditentukan bagi komponen dengan fungsi laju kegagalan yang semakin meningkat. Harga total perunit waktu untu perbaikan dan perawatan adalah: Dimana: fr dan = frekuensi reparasi fm = frekuensi perawatan = (14.14) Untuk mendapatkan harga yang optimum dari TM, definisikan sebagai fungsi dari TM dan dapatkan harga TM yang meminimumkan Ko. Jadi (14.15) Dengan menggunakan persamaan (14.13), maka persamaan (14.15) akan berubah menjadi: [ ] (14.16) atau [ ] (14.17) Dengan mendiferensialkan persamaan (14.17) terhadap TM, maka: dimana (14.18) (14.19) Dengan menyamakan sama dengan nol dan mensubsitusikan Ko dari persamaan (14.15)., kita akan peroleh persamaan yang perlu untuk dimecahkan dari untuk mendapatkan harga optimum TM, yaitu (14.20) Hal. 7 / 12

Gambar 14.2 menunjukan variasi dari Ko dengan TM. Gambar 14.2. Variasi Dari Ko Dengan TM Contoh 14.4 Perhatikan kembali contoh 14.1 sampai 14.3. Andaikan. Tentukan interval waktu perawatan yang optimum. Solusi Dengan menggunakan persamaan (14.16) dan (14.19) untuk 0<TM 4, maka akan kita peroleh:, - dengan menyelesaikan persamaan ini, interval waktu optimum akan diperoleh interval waktu optimum untuk berbagai kondisi yang sudah ditetapkan yaitu selama 1,869 tahun. Jadi bila perawatan dilakukan pada interval waktu 1,869 tahun akan meminimalkan biaya perawatan total dan prebaikan. Secara praktis, angka ini akan dibulatkan menjadi dua tahun. 14.5. Analisa Ketersediaan Produktivitas dari sebuah plant diukur oleh kombinasi bebagai indeks yang dipengaruhi oleh besarnya, frekuensi dan durasi dari waktu out of service, maupun biayanya. Analisa rekayasa ketersediaan (availability engineering analysis) adalah sebuah metodologi yang dapat membantu para insiyur dalam memperbaiki produktivitas dari sebuah plant. Jenis analisa ini selalu memasukan perbandingan harga ketersediaan dan harga keuntungan penjualan. Penyelesaian untuk optimasi produktivitas plant direkomendasikan berdasarkan pada hasil analisis ketersediaan MTTR dari komponen adalah ukuran kemampu-rawatan dari sebuah komponen, dan MTTF adalah ukuran dari keandalan komponen. Sering kita menghadapi masalah perbandingan antara keandalan dan kemampurawatanan untuk meminimalkan biaya secara keseluruhan. Analisa ketersediaan menawarkan sebuah metodologi untuk meminimkan harga ini, sebagai tambahan dari pemenuhan seluruh spesifikasi yang telah ditetapkan. Misalkan sebuah komponen yang mampu-rawat dengan laju kegagalan dan laju perbaikan masing-masing λ dan μ. Dari pembahasan sebelumnya kita mempunyai Hal. 8 / 12

(14.21) (14.22) dan (14.23) Dengan mengekspresikan MTTR sebagai fungsi dari MTTF dan A, kita akan mempunyai (14.24) Untuk masing-masing harga dari A, plot dari MTTR lawan MTTF akan berupa garis lurus dengan kemiringan ( ), seperti yang diilustrasikan dalam gambar 14.3. Berikut ini faktor-faktor tipikal yang akan ditentukan: 1. Level minimum ketersediaan yang diperlukan 2. MTTF minimum yang diperlukan 3. MTTR maksimum yang diijinkan Gambar 14.3. Variasi Dari MTTR Dengan MTTF Untuk Harga A Yang Tetap Daerah arsiran yang ditunjukan pada gambar 12.4 adalah wilayah dimana seluruh spesifikasi akan dipenuhi. Desainer bebas untuk memilih titik-titik desain yang ada pada daerah ini yang akan menghasilkan terendah. Gambar 14.4. Wilayah Perbandingan (Trade-Off) Ekonomi Untuk Analisa Ketersediaan Hal. 9 / 12

Contoh 14.5 Akan didesain sebuah sistem pompa. Tujuan dari desain sistem ini adalah untuk meminimumkan PWRR (Present-worth Revenue Requirements) total. Tiga alternatif disediakan, detailnya sebagai berikut: Jumlah Pompa Kapasitas Dalam Persen Harga Pemasangan Total Biaya Rata-rata Reparasi Per Reparasi 1 100% 1 $500.000 $1.000 2 50% 2 $650.000 $900 3 50% 3 $900.000 $800 Masing-masing pompa, dengan mengabaikan kapasitas, mempunyai laju kegagalan 0,25 per tahun dan waktu reparasi rata-rata 24 jam. Akan ada penalti sebesar $15.000 perjam (pada kapasitas penuh) jika pompa tidak dapat beroperasi. Lifetime dari plant diperkirakan 35 tahun. Interest rate pada saat meminjam adalah 10%, dan ada pembayaran tahunan tambahan sebesar 15% untuk pengembalian modal yang telah dipinjam, biaya operasi dan perawatan. Tentukan PWRR bagi masing-masing skenario desain sistem. Solusi Untuk masing-masing pompa dan Oleh karena itu A = 0,9993155 dan U = 0,0006845 Dengan mencicil pembayaran n tahun, EPWF (Effective Present-Worth Factor) untuk tarif r per unit adalah: Untuk r = 0,1 dan n = 35, maka: Hal. 10 / 12

Alternatif 1 Jumlah jam yang tidak berfungsi per tahun adalah Jika pompa tidak beroperasi/berfungsi maka sistem 100% tidak berfungsi maka kapasitas plant juga akan berkurang 100%. Biaya tahunan yang harus dikeluarkan tiap tahunnya akibat plant tidak berfungsi adalah Oleh karena itu [ ],*+ - Alternatif 2 Dengan dua pompa yang identik, ada tiga kemungkinan yang dipertimbangkan: i. Kedua pompa bekerja. Maka tidak ada pengurangan dalam kapasitas dan tidak ada penalti. ii. Satu pompa up dan satu down. Maka pengurangan 50% dalam menghasilkan kapasitas dan probability dari bagian ini adalah iii. Kedua pompa down. Maka ada pengurangan 100% dalam kapasitas, dan probabilitas pada bagian ini adalah Biaya tahunan yang harus dikeluarkan tiap tahunnya akibat plant tidak berfungsi adalah [ ], -,*+ - Alternatif 3 Dengan tiga pompa yang identik, ada empat kemungkinan yang dipertimbangkan: i. Ketiga pompa bekerja seluruhnya. Maka tidak ada pengurangan kapasitas Hal. 11 / 12

ii. Hanya dua pompa bekerja. Maka, tetap tidak pengurangan kapasitas iii. Hanya satu pompa yang bekerja. Maka ada pengurangan 50% kapasitas, dan probabilitas untuk keadaan ini adalah iv. Seluruh pompa down. Maka ada pengurangan 100% kapasitas dan probabilitas pada keadaan ini adalah Biaya tahunan yang harus dikeluarkan tiap tahunnya akibat plant tidak berfungsi adalah * +,*+ - Berbagai biaya dan rasio worth-to-cost ditabelkan pada tabel berikut ini. Design Total PWRR ($) Annual Fixed Cost ($) Annual Other Cost ($) Increase In Annual Fixed Cost ($) Improvement In Worth Of Availability ($) Worthto-Cost Ratio 1 1.593.672 75.000 90.250 (base case) 2 2.812.040 97.500 90.393 22.500-143 -0,006 3 1.308.617 135.000 692 60.000 89.558 1,492 Jelas terlihat bahwa alternatif 3 mempunyai total PWRR paling rendah dan rasio worthto-cost paling baik. 14.6. Referensi dan Bibliografi Priyanta. Dwi, [2000], Keandalan dan Perawatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopemeber, Surabaya Billinton, R. and Ronald N. Allan, [1992], Reliability Evaluation of Engineering Systems: Concepts and Techniques, 2nd edition, Plenum Press, New York and London Henley, E.J. and Hiromitsu Kumamoto, [1992], Probabilistic Risk Assessment: reliability Engineering, Design, and Analysis, IEEE Press, New York Hoyland, Arnljot and Marvin Rausand, [1994], System Reliability Theory Models And Statistical Methods, John Willey & Sons, Inc. Ramakumar. R, [1993], Engineering Reliability: Fundamentals and Applications, Prentice Hall. Inc, Englewood Cliffs, New Jersey 07632 Hal. 12 / 12