contoh soal metodologi keperawatan 13 sms 2
|
|
|
- Hadi Pranata
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 contoh soal metodologi keperawatan 13 sms 2 1. Tujuan dari intervensi masalah kolaborasi diantaranya adalah : 1. Treatment 2. Deteksi dini 3. Preventif 4. Pencegahan dari kondisi lebih parah 2. Ada beberapa kesalahan dalam menentukan diagnosa keperawatan yang disebut sebagai Misunderstood diagnosa keperawatan diantaranya adalah sbb: a. Sebagai formalitas dalam asuhan keperawatan b. Menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan terapi yang diberikan c. Menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan respon klien d. Mengangkat masalah medis menjadi diagnosa keperawatan e. Mengangkat masalah kolaborasi menjadi diagnosa keperawatan mandiri 3. Pernyataan yang benar tentang rencana keperawatan adalah: kecuali... a. Bertujuan untuk mencapai hasil yang diharapkan dengan kerangka waktu yang telah ditentukan b. Merupakan bagian dari intervensi keperawatan c. Memliki komponen yang terdiri dari diagnosa keperawatan, nursing outcome dan nursing income d. Rencana keperawatan mengurangi masalah kesehatan e. Rencana keperawatan meningkatkan perilaku sehat 4. Rencana keperawatan merupakan bagian dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan sbb: Tujuan langsung keperawatan dan koordinasi perawatan pasien 2. Komunikasi anatar perawat 3. Gambaran standar keperawatan yang diberikan pada pasien 4. Pengaturan pembiayan keperawatan 5. Manfaat dari penggunaan rencana keperawatan diantaranya; kecuali... a. Sebagai sumber informasi dalam ronde keperawatan b. Diskusi tim kesehatan c. Menentukan kebutuhan pasien d. Bersifat permanen e. Laporan pergantian jaga perawat 6. Pernyataan yang benar tentang tipe rencana keperawatan adalah sbb; 1.Standarized Care Plan bersifat efisien 2.Standarized Care Plan bersifat depersonalisasi 3.Tradisional Care Plan ditulis berdasarkan texbook dan protap 4.Prosedur tetap (protap) merupakan acuan dalam penulisan dari Standarized Care Plan 7. Diagnosa keperawatan merupakan keputusan klinis tentang individu dan keluarga / komunitas yang berespon terhadap masalah kesehatan, dimana mempunyai manfaat sebagai berikut: a. Memfasilitasi komunikasi antar perawat b. Membantu perawat memfokuskan tindakan keperawatan mandiri c. Memfasilitasi asuhan keperawatan yang komprehensif d. Memudahkan dalam evaluasi klien e. Membantu perawat dalam memfokuskan keperawatan yang dependen
2 8. Dalam proses asuhan keperawatan, masalah klien dibedakan menjadi masalah keperawatan dan masalah kolaborasi. Dimana masalah kolaborasi mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Intervensi kolaborasi lebih dominan b. Perlu adanya intervensi medis c. Tujuan keperawatan tidak dapat tercapai hanya dengan intervensi keperawatan mandiri d. Masalah klien dapat diatasi cukup dengan intervensi keperawatan mandiri e. Masalah klien merupakan potensial komplikasi 9. Beberapa tipe diagnosa keperawatan dalam NANDA , yang meliputi dibawah ini:.. 1. Aktual 2. Syndroma 3. Resiko 4. Wellness 10. Pernyataan di bawah ini merupakan diagnosa keperawatan, diagnosa keperawatan yang mengacu pada kesejahteraan adalah, kecuali. a. Efektif manajemen aturan terapiutik b. Inefektif pola nafas c. Inkontinensia urin d. Menyusui efektif e. Kesiapan dalam peningkatan tidur 11. Terdapat beberapa bentuk penulisan catatan perkembangan yangmana meliputi di bawah ini: a. Standarized Care Plan b. Subjec, Objectif, Analisis, Planing, Implementasi, Evaluasi, Revisi c. Tradisional Care Plan d. Problen, Intervensi, Evaluasi e. SMART 12. Dorothy Jhonson pada tahun 1959 yanng membagi Nursing proces menjadi sbb: 1.Assesment 2.Nursing Reaction 3.Nursing Action 4.Clien t behavioral 13. Proses keperawatan merupakan metode dalam mengidentifikasi masalah dan pemecahan masalah. Pernyataan tersebut merupakan teori tentang proses keperawatan yang dikemukakan oleh... a. Alfaro b. Maslow c. Gordon d. Florence Nightingale e. Lynda jual Carpenito 14. Pola konsep diri dari pengkajian menurut Gordon adalah sebagai berikut: a. Harga diri b. Gambaran diri c. Identitas diri d. Ideal diri
3 e. Aktualisasi diri 15. Yang merupakan karekteristik dari data keperawatan adalah sbb: a. Complete b. Emergency c. Factual d. Akurat e. Up to date 16. Di bawah ini merupakan contoh data dari pengkajian keperawatan. Yang merupakan data subjektif adalah : 1.Pernyataan nyeri 2.klien menyeringai 3.Ketidaknyamanan 4.Skala nyeri 17. Pengkajian pola fungsi menurut Gordon terdapat 11 pola fungsi, diantaranya adalah sbb; 1.Pola kognitif perseptual 2.persepsi terhadap kesehatan dan manajemen kesehatan 3.pola nutrisi dan metabolik 4.Pola pernafasan dan sirkulasi 18. Score tertinggi dari nila GCS (Gasglow Coma Scale) adalah... a. 13 b. 14 c. 15 d. 16 e Apabila klien dapat membuka mata secara spontan, berapakan nilai GCS dari klien tersebut... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e Respon motorik berupa gerak Flexi abnormal dari ekstremitas mempunyai skala GCS sebesar... a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 e Klien yang mempunyai nilai GCS tertinggi mempunyai tingkat kesadaran sbb: a. Sadar penuh b. Somnolen c. Letargi d. Apatis e. Compos mentis 22. Pengkajian pola kognitif perseptual menurut Gordon meliputi di bawah ini :
4 1. Status mental 2. Kemapuan berbicara 3. Kemampuan interaksi 4. sistem dukungan 23. Pengkajian keperawatan berupa data objektif dan subjektif, sehingga perawat memerlukan sumber data, sumber data tersebut adalah sbb: 1.Klien 2.Konsultasi 3.Hasil pemeriksaan fisik 4.Kepustakaan 24. Pengumpulan data pada tahap pengkajian memerlukan beberapa metode, diantaranya; a. Komunikasi yang efektif b. Observasi c. Pemeriksaan fisik d. Kepustakaan e. Pemeriksaan diagnostik 25. dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi urutan sbb; a. Pengkajian diagnosa keperawatan perencanaan implementasi evaluasi b. Pengkajian diagnosa keperawatan pelaksanaan intervensi evaluasi c. Pengkajian intervensi keperawatan pelaksanaan evaluasi d. Diagnosa keperawatan intervensi keperawatan implementasi evaluasi e. Pengkajian diagnosa keperawatan intervensi keperawatan implementasi evaluasi 26. masalah keperawatan merupakan pokok yang menjadikan pernyataan diagnosa keperawatan, yang meliputi beberapa sifat, diantaranya : a. masalah aktual b. masalah kronis c. masalah resiko d. masalah potensial e. wellness 27. penulisan diagnosa keperawatan yang benar adalah sebagai berikut : a. problem b.d etiologi d.d symtom b. Ds Do b.d problem d.d etiologi c. Problem b.d etiologi d.d DsDo d. Problem b.d DsDo d.d symtom e. Problem b.d symtom d.d DsDo 28. bapak B usia 56 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri dengan skala 5 dan gatal disemua bagian tubuhnya, seluruh tubuh bapak B tampak menghitam seperti memar. Tekanan darah 160/90 mmhg, RR 30 x/menit, S 37,1 C. Klien tampak lemah, bapak B merasa cemas dengan kondisi dengan kesehatannya. Masalah keperawatan yang muncul paa kasus diatas adalah a. nyeri b.ansietas c. hipertermi d.bersihan jalan nafas tidak efektif
5 e. proses menua 29. dari kasus soal 28 yang merupakan data obyektif adalah sebagai berikut 1. bapak B usia 56 tahun 2. TD 130/90 mmhg 3. skala nyei 5 4. seluruh tubuh tampak merah dan memar 30. bapak B merasa cemas dengan keadaannya, merupakan data yang berupa a. data obyektif b. data rekam medis c. data subyektif d. data sekunder e. semua salah 31. Pengkajian fisik yang dilakukan terhadap klien untuk memperoleh data dilakukan dengan menggunakan pendekatan... a. Nursing process b. Body system approach c. Observation d. Head to toe e. Therapiutic comunication 32. Diantara hal yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan Auhan keperawatan yang sesuai dengan kode etik keperawatan antara lain sbb; a. Justice b. Communication c. Benefience d. Activity e. Fidelity 33. Berikut ini yang terdapat dalam format pengkajian menurut pola fungsi menurut Gordon adalah... a. Pemeriksaan fisik b. Data umum c. Rencana pulang d. Persiapan e. Wawancara dan komunikasi 34. Pada pemeriksaan fisik terhadap pasien penderita TBC ditemukan suara paru seperti desiran aliran air, suara tersebut disebut sebagai : a. Whezzing b. Ronchi basah c. Cracles d. Vesikuler e. Stridor 35. Dalam Hierarki Maslow manusia mempunyai kebutan yang terbagi dala lima tahap, yang disusun dari kebutuhan dasar ke kebutuhan lanjut. Susunan tersebut adalah... a. Kebutuhan fisiologi dan biologi rasa aman dan keselamatan harga diri mencintai dan dicintai actualisasi diri
6 b. Kebutuhan fisiologi dan biologi rasa aman dan keselamatan actualisasi diri mencintai dan dicintai harga diri c. Kebutuhan fisiologi dan biologi rasa aman dan keselamatan mencintai dan dicintai actualisasi harga diri d. Kebutuhan fisiologi dan biologi rasa aman dan keselamatan mencintai dan dicintai harga diri actualisasi diri e. Rasa aman dan keselamatan kebutuhan fisiologi dan biologi mencintai dan dicintai harga diri actualisasi diri 36. Pada teori persepsi, perubahan yang terjadi dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat dipengaruhi oleh persepsi individu, hal ini berhubungan dengan... a. Sistem nerologis b. Sistem ketegangan internal c. Persepsi tidak selalu tergantung pada pengalaman d. Persepsi tercapainya kepuasan pada diri sendiri e. Terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. 37. Perawat mengunakan metode ilmiah dalam menyusun rencana tindakan keperawatan yang meliputi ; 1.Mendefinisikan masalah 2.Mengidentifikasi kemungkinan alternatif 3.Melakukan seleksi terhadap alternatif yang memungkinkan 4.Mengelola perubahan status kesehatan terhadap intervensi keperawatan dan intervensi medis 38. diagnosa keperawatan berfokus pada respon klien terhadap tindakan keperawatan dan tindakan medis atau yang lainanya SEBAB perawat dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan masalah keperawatan 39. Pengkajian keperawatan terdiri dari data objektif dan data subjektif. Data subjektif diperoleh dari riwayat kesehatan klien yang meliputi ; 1. Persepsi klien 2. Perasaan klien 3. Ide tentang status kesehatan klien 4. Pernyataan keluarga 40. Sifat data objektif dari pengkajian keperawatan yaitu : 1. Dapat diobservasi 2. Dapat dirasakan klien 3. Dapat diukur 4. Dapat dimengerti klien 41. diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik yang ditandai dengan pasien menyatakan nyeri apabila di urai adalah sebagai berikut a. P : nyeri akut b. E : pasien menyatakan nyeri c. S : pasien menyatakan nyeri d. E : agen cedera fisik e. P : agen cedera fisik
7 42. dikatakan diagnosa masalah akut apabila a. > 6 bulan b. > 5 bulan c. > 4 bulan d. < 6 bulan e. < 5 bulan 43. nurul datang ke RS untuk memeriksakan adiknya yang berumur 3 tahun. Nurul memberi tahu perawat bahwa adiknya BAB cair 8 x sehari sudah 3 hari, dan tidak mau minum dan lemas. Dari pemeriksaan fisik S 38,5 C, HR 110x/ menit. Masalah keperawatan yang muncul pada nurul adalah a. pola nafas tidak efekif b. cemas c. diare d. kekurangan voleme cairan e. hipertermi 44. dari kasus di atas, yang merupakan pengkajian pola eliminasi adalah 1. S 38,5 C 2. sering BAB cair 3. nurul menyatakan adiknya lemas 4. BAB 8x cair 45. yang merupakan data subyektif dari kasus tersebut adalah 1. sering BAB cair 2. sejak 3 hari lalu 3. tidak mau minum 4. turgor kulit menurun 46. data HR 110x/ menit dapat diperoleh dengan cara a. palpasi b. inspeksi c. perkusi d. auskultasi e. auskutasi dan palpasi 47. ella adalah seorang perawat di bangsal anak. Di ruangan ada seorang pasien umur 10 tahun dengan sakit DHF yang di kirim dari UGD. Hal yang pertama klai yang seharusnya dilakukan perawat ella adalah a. menentukan masalah klien b. menganalisisdata c. mengevaluasi klien d. mendiagnosa klien e. melakukan pengkajian keperawatan 48. dari kasus di atas, data fokus yang perlu digali oleh perawat ella 1. pola eliminasi 2. pola aktivitas istirahat 3. pola nutrisi 4. pola kognitif konseptual
8 49. definisi proses keperawatan secara umum dapat dibedakan menjadi 3 yaitu a. tujuan b. teoritis c. organisasi d. properti e. interaktif 50. diagnosa keperawatan aktual, intervensi ditujukan untuk a. mengurangi atau membatasi faktor penyebab dan masalah b. mengurangi atau membatasi faktor resiko c. mencegah masalah yang akan timbul d. memonitor waktu timbulnya e. memonitor status kesehatan 51. diagnosa keperawatan kolaboratif, intervensi ditujukan untuk a. mengurangi atau membatasi faktor resiko b. memonitor waktu terjadinya c. memonitor status kesehatan d. memonitor perubahan status kesehatan e. mengevaluasi respon 52. pola konsep diri dalam pola fungsi kesehatan menurut gordon terdiri a. harga diri b. identitas diri c. kualitas diri d. gambaran diri e. percaya diri 53. nyeri termasuk data obyektif sebab data obyektif merupakan data yang dapat diobservasi dan di ukur 54. diagnosa keperawatan bukan diagnosa medis sebab diagnosa keperawatan cenderung tetap, mulai sakit sampai sembuh 55. Yang merupakan ciri-ciri suara yang perlu dikaji dengan auskultasi adalah ; a. Onset b. Pitch c. Kualitas d. Lama e. frekuensi 56. Bunyi yang dihasilkan oleh eksudat lengket saat saluran-saluran pernafasan mengembang pada inspirasi yangmana dapat ditemukan pda penderita TBC disebut sebagai : a. Ronchi b. Pleura friction rub c. Wheezing d. Dipsnea e. Rales
9 57. Palpasi merupakan pemeriksaan fisik engan indera peraba yangmana digunakan untuk mengumpulkan data tentang : 1. Turgor 2. vibrasi 3. Temperatur 4. Kelembaban 58. Suara-suara yang dijumpai pada saat perkusi dimana ditimbulkan oleh jaringan yang lebih padat atau konsolidasi dari paru-paru seperti pada Pneumonia disebut sebagai : a. Pekak b. Sonor c. Hipersonor d. Redup e. Vesikuler 59. Yang perlu dikaji pada pemeriksaan fisik status pencernaan adalah sbb: 1. kondisi bibir 2. Adanya hemoroid 3. Suara peristaltik usus 4. Refleks gag 60. untuk mengidentifikasi kebutuhan dan maslah klien perlu adanya suatu sebab akibat yang dapat digambarkan sebagai pohon masalah, urutan langkah-langkah dalam membuat pohon masalah adalah sbb: a. core problem akar masalah etiologi penyebab dari penyebab masalah b. core problem etiologi akar masalah penyebab dari penyebab masalah c. core problem akar masalah penyebab dari penyebab masalah etiologi d. etiologi core problem akar masalah penyebab dari penyebab masalah e. akar masalah etiologi core problem penyebab dari penyebab masalah 61. diagnosa yang menjelaskan masalah kesehatan yang nyata akan terjadi jika tidak dilakukan intervensi, merupakan kategori diagnosa... a. aktual b. resiko c. kemungkinan d. kesejahteraan e. syndroma 62. Penulisan etiologi dari diagnosa keperawatan meliputi unsur-unsur di bawah ini : 1. Pathofisiologi 2. Situsasional 3. Medication 4. Respon klien Kasus soal untuk nomor Ny. B 45 Tahun dirawat di ruang penyakit dalam. Dari hasil pengkajian didapatkan data; klien sesak napas, TD = 140/80 mmhg, Nadi = 90x/mnt, RR = 34x/mnt cepat dan dangkal, suara nafas wheezing dan menggunakan otot bantu pernafasan. Pasien terlihat gelisah dan ketakutan. Ny. B mendapat terapi oksigen 2 liter/mnt.
10 63. Dari kasus di atas masalah yang muncul adalah : a. Pola nafas tak efektif b. Ansietas c. PK hipoksia d. Bersihan jalam nafas tidak efektif e. Intoleransi aktivitas 64. Intervensi kolaborasi keperawatan pada kasus di atas adalah sbb: 1. Pemberian Oksigen 2 liter/mnt 2. Menempatkan klien dengan posisi semi fowler 3. Pemberian bronkodilator / obat ekspektoran 4. Memonitor pola pernafasan pasien 65. Data dari kasus di atas yang merupakan data objektif adalah...kecuali; a. Suara nafas wheezing b. Klien sesak nafas c. Frekuensi pernafasan 34x/mnt d. Klien gelisah dan ketakutan e. Tekanan darah 140/80 mmhg 66. Pola fungsi kesehatan menurut Gordon yang harus dikaji pada Ny.B : a. Pola nutrisi metabolik b. Pola istirahat tidur c. Pola eliminasi d. Pola kognitif e. Pola persepsi 67. Dari Pemeriksaan fisik terhadap Ny.B yaitu terdapat suara nafas Wheezing. Suara nafas tersebut dapat ditimbulkan oleh gangguan pada sistem pernafasan diantaranya adalah : a. Bronkospasme b. Banyaknya lendir pada bronkus c. Cairan di dalam paru d. Penyempitan bronkus/jalan nafas e. Lidah yang jatuh ke belakang pada saat tidur 68. Ditemukan nilai abnormal frekuensi pernafasan pada kasus di atas = 34x/mnt. Berapakah nilai normal dari frekuensi pernafasan? a. > 32x/mnt b. < 16x/mnt c x/mnt d. > 24 x/mnt e x/mnt 69. perbedaan diagnosa keperawatan Intoleransi aktivitas dengan kerusakan Mobilitas fisik adalah sbb; a. kerusakan mobilitas fisik apabila klien tidak dapat berpindah b. intoleransi aktivitas ditandai dengan adanya perubahan vital sign c. intoleransi aktivitas didapati pada orang yang mengalami pemasangan Traksi pada tulang d. kerusakan mobilitas fisik ditandai dengan adanya perubahan EKG e. kerusakan mobilitas fisik ditandai dengan kelelahan
11 70. beberapa masalah yang mungkin terjadi selma pengumpulan data diantaranya adalah ; 1. Ketidakmampuan perawat mengorganisisr data 2. Data yang dikumpulkan hilang 3. Kegagalan dalam mengambil data dasar terbaru 4. Adanya interpretasi data dalam mnegobservasi perilaku klien 71. Rencana tindakan keperawatan merupakan rencana yang disusun perawat untuk kepentingan tindakan keperawatan Sebab Tindakan keperawatan mandiri salah satunya yaitu memberikan obat antinyeri pada klien sesuai dengan jadwal minum obat Cocokkanlah Symptom di bawah ini dengan i Diagnosa keperawatan pada nomor a. Dipsnea / sesak nafas b. TD = 90/70 mmhg c. Anoreksia d. Frekuensi pernafasan 30x/mnt e. Pemeriksaan EKG abnormal 72. Intoleransi aktivitas ditandai dengan Pola nafas tidak efektif ditandai dengan Cemas (Ansietas) ditandai dengan Pernyataan yang menjelaskan suatu tindakan yang dapat diukur berdasarkan kemampuan dan kewenangan perawat merupakan istilah dari... a. Diagnosa keperawatan b. Masalah kolaborasi c. Tujuan keperawatan d. Kriteria hasil e. Pengkajian 76. pedoman penulisan kriteria hasil rencana keperawatan meliputi di bawah ini Kecuali... a. spesifik b. measurable c. afektif d. reaction e. time 77. Dalam rencana keperawatan, penulisan kriteria hasil mencakup semua respon klien yang meliputi: 1. Kognitif 2. Psikomotor 3. Afektif 4. Functioleisa 78. Untuk menghindari kerancuan dalam rencana tindakan, perawat perlu menerapkan komponen berikut : 1. Waktu 2. Penggunaan kata kerja 3. Fokus pada pernyataan 4. Tanda tangan 79. manakah pernyataan yang benar tentang karakteristik rencana tindakan keperawatan:
12 1. Konsisten dengan rencana tindakan 2. Rasional 3. Berdasarkan situasi individu 4. berdasarkan respon perawat
Metodologi Asuhan Keperawatan
Metodologi Asuhan Keperawatan A. Pendahuluan Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan
Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari Jln. Bhayangkara No. 01 Manokwari Papua Barat
Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari Jln. Bhayangkara No. 01 Manokwari Papua Barat Pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari
5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan
5. Pengkajian a. Riwayat Kesehatan Adanya riwayat infeksi saluran pernapasan sebelumnya : batuk, pilek, demam. Anoreksia, sukar menelan, mual dan muntah. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan imunitas
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA A. PENGKAJIAN 1. IDENTITAS No. Rekam Medis : 55-13-XX Diagnosa Medis : Congestive Heart Failure
Diam dan sentuhan kalau diperlukan d. Terminasi.
1 PENGERTIAN Pengkajian adalah bagian dari setiap aktifitas yang dilakukan oleh perawat dengan dan untuk pasien. ( Arkinson & Murray, 1990) Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan yang merupakan
BAB III RESUME KEPERAWATAN
BAB III RESUME KEPERAWATAN A. PENGKAJIAN 1. Identitas pasien Pengkajian dilakukan pada hari/ tanggal Selasa, 23 Juli 2012 pukul: 10.00 WIB dan Tempat : Ruang Inayah RS PKU Muhamadiyah Gombong. Pengkaji
BAB III PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan membahas tentang permasalahan yang
27 BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan membahas tentang permasalahan yang ditemukan pada pasien An.T adapun permasalahan tersebut sebagai berikut: A. Diagnosa 1 Bersihan jalan nafas tidak efektif
BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pengkajian dilakukan pada hari masa tanggal jam WIB di ruang Barokah 3C PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG
BAB III RESUME KEPERAWATAN A. PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan pada hari masa tanggal 17-07-2012 jam 10.00 WIB di ruang Barokah 3C PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG 1. Identitas Pasien Nama Nn. S, umur 25 tahun,
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BAGIAN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI
Data Diri DokterMuda NamaPasien Alamsyah JenisKelamin Laki-laki 59 tahun No. CM 1-07-96-69 Soal 1 ReferensiLiteratur Pasien datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kanan. Nyeri dada dirasakan sekitar
BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan
BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan pemberian latihan ROM aktif pada pasien stroke non hemoragik untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. M berusia
BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam 14.30 1. Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama : An. R : 10 th : Perempuan : Jl. Menoreh I Sampangan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance base dan
BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan Bab ini membahas tentang gambaran pengelolaan terapi batuk efektif bersihan jalan nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA Pengkajian dilakukan pada hari selasa tanggal 10 Juni 2014 pukul 14.00 WIB.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 pukul WIB Ny Y datang ke
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL I. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR Pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 pukul 22.07 WIB Ny Y datang ke RSUD Sukoharjo dengan membawa
A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:
A. lisa Data B. Analisa Data berikut: Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai No. Data Fokus Problem Etiologi DS: a. badan terasa panas b. mengeluh pusing c. demam selama
ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA USILA DENGAN GANGGUAN SISTEM CARDIOVASKULER (ANGINA PECTORIS) ANGINA PECTORIS I. PENGERTIAN Angina pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL A. Pengertian Terapi murottal adalah rekaman suara Al-Qur an yang dilagukan oleh seorang qori (pembaca Al-Qur an), lantunan Al-Qur an secara fisik mengandung
DAFTAR TABEL JUDUL. Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan usia. Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan jenis kelamin
DAFTAR TABEL NO JUDUL HAL 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 3.11 3.12 3.13 3.14 3.15 3.16 Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan usia Distribusi frekuensi klien DM berdasarkan jenis kelamin Distribusi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan pada sistem pernafasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Infeksi pada saluran pernafasan jauh lebih sering terjadi dibandingkan dengan infeksi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP Pengumpulan dan penyajian data penulis lakukan pada tanggal 28 Maret 2016 pukul 15.00 WIB,
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS Ny. Sunia 45 tahun masuk Rs.A dengan keluhan banyak kencing malam hari (nokturia), banyak minum 4-5 liter/hari. Keluarga mengatakan keluhan ini terjadi
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS
Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. A Jenis Kelamin : Laki - laki Umur : 50 tahun Status Perkawinan : Menikah Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan
BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. BAB ini penulis akan membahas tentang penerapan posisi semi fowler untuk
BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan BAB ini penulis akan membahas tentang penerapan posisi semi fowler untuk mengurangi sesak nafas pada pasien asma di ruang IGD Rumah Sakit Roemani Semarang tanggal
BAB III TINJAUAN KASUS
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian pada Ny. S dilakukan pada tanggal 11 Mei 2007 sedangkan pasien masuk RSU Dr. Kariadi tanggal 8 Mei 2007 1. Biodata Biodata pasien Ny. S, 25 tahun, jenis
BAB III TINJAUAN KASUS. Pada dasarnya penulis akan membicarakan tentang pelaksanaan asuhan
BAB III TINJAUAN KASUS Pada dasarnya penulis akan membicarakan tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Tn. R dengan tuberculosis paru di ruang Kenanga rumah sakit Dr. Soewondo Kendal yang dilaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal. Hemoroid sangat umum terjadi. Pada usia lima puluhan, lima puluh persen individu mengalami berbagai tipe
CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi. 2. Mengkaji tandatanda
Lampiran 1 CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi Dx I Selasa, 03 08.00 1. Mengkaji identitas pasien, keluhan utama, riwayat kesehatan
Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN
Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. D Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 83 tahun Agama : Islam Pendidikan : SD Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Jl.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CA SERVIKS DI RUANG MAWAR RS. Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO N A M A : RIA ROHMA WATI N I M :
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CA SERVIKS DI RUANG MAWAR RS. Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO N A M A : RIA ROHMA WATI N I M : 112310101015 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER PERSETUJUAN
KARYA TULIS ILMIAH. Oleh : NOLDI DANIAL NDUN NPM :
STUDI KASUS PADA Tn. A 72 TAHUN YANG MENGALAMI MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUANG SEDAP MALAM RSUD GAMBIRAN KOTA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Bayi (AKB). Angka kematian bayi di Indonesia saat ini masih tergolong tinggi.
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN. DENGAN PRE OP APENDIKTOMI PADA Tn. E DI RUANGAN ST. MARIA KAMAR 52-2 RUMAH SAKIT ST.
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN DENGAN PRE OP APENDIKTOMI PADA Tn. E DI RUANGAN ST. MARIA KAMAR 52-2 RUMAH SAKIT ST. ELISABETH MEDAN Oleh : Eric Crismasson Togatorop 012015008 D III Keperawatan
PENGKAJIAN PNC. kelami
PENGKAJIAN PNC Tgl. Pengkajian : 15-02-2016 Puskesmas : Puskesmas Pattingalloang DATA UMUM Inisial klien : Ny. S (36 Tahun) Nama Suami : Tn. A (35 Tahun) Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh Harian Pendidikan
Proses Keperawatan pada Bayi dan Anak. mira asmirajanti
Proses Keperawatan pada Bayi dan Anak mira asmirajanti introduction Perawat merawat manusia sebagai mahluk yang unik dan utuh, menerapkan pendekatan komprehensif dan merencanakan perawatan bersifat individual
BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 20 Juni 2011 di Ruang Lukman Rumah Sakit Roemani Semarang. Jam 08.00 WIB 1. Biodata a. Identitas pasien Nama : An. S Umur : 9
KELOMPOK III. Siti Rafidah K Sri Rezkiana andi L Nadia Intan tiara D Arsini Widya Setianingsih
PERTUSIS KELOMPOK III Amalia Putri Azizah Ayu Nila Sari Asri Nurul Falah Euis Oktaviani P Fitrah Rahmah Mariyatul Qibtiyah Rizqa A. M Selly M.P Susan Eka Putri Siti Rafidah K Sri Rezkiana andi L Nadia
BAB IV PEMBAHASAN. memberikan asuhan keperawatan terhadap Ny. A post operasi sectio caesarea
38 BAB IV PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kasus asuhan keperawatan yang di lakukan pada Ny. A post operasi sectio caesarea dengan indikasi fetal distres di bangsal Annisa RS PKU Muhammadyah Surakarta, maka
LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA
LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA A. KONSEP MEDIK 1. Pengertian Anemia adalah keadaan rendahnya jumlah sel darah merah dan kadar darah Hemoglobin (Hb) atau hematokrit di bawah normal. (Brunner & Suddarth, 2000:
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan atau Penyajian Data Dasar Secara Lengkap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN 1. Pengumpulan atau Penyajian Data Dasar Secara Lengkap Pengumpulan dan penyajian data penulis lakukan pada tanggal 22 Maret 2016 pukul 06.45
BAB III TINJAUAN KASUS
BAB III TINJAUAN KASUS Pada bab ini penulis akan melaporkan asuhan keperawatan pada klien Ny. S. dengan mioma uteri di ruang B-3 Gynekologi RSP Kariadi Semarang. Adapun data yang di peroleh dari wawancara,
BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien
BAB III TINJAUAN KASUS Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien post Sectio Caesaria dengan indikasi Preeklamsia di Ruang Baitu Nisa RS Sultan Agung pada tanggal
BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam pleura berupa transudat atau eksudat yang diakibatkan terjadinya ketidakseimbangan
LAMPIRAN 1 CATATAN PERKEMBANGAN HARI 1. No. Dx. Hari/Tanggal. Tindakan Keperawatan. Rabu/ 1. Tindakan mandiri 4 Juni 2014
LAMPIRAN 1 CATATAN PERKEMBANGAN HARI 1 Hari/Tanggal No. Dx Pukul Tindakan Keperawatan Rabu/ 1 4 Juni 2014 18.45 WIB 1. Mengauskultasi suara nafas, serta adanya suara tambahan 18.50 WIB 18.55 WIB 19.00
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN Di Ruang Dahlia 2 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN Di Ruang Dahlia 2 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tugas Mandiri Stase Praktek Keperawatan Dasar Disusun
D. Patofisiologi Ketika kita hirup masuk dan keluar, udara masuk ke dalam hidung dan mulut, melalui kotak suara (laring) ke dalam tenggorokan
BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Malacia napas kongenital adalah salah satu dari beberapa penyebab obstruksi saluran udara ireversibel pada anak-anak, tetapi kejadian pada populasi umum tidak diketahui. Malacia
BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian keperawatan dilakukan pada tanggal 30 Maret 2011 dengan hasil. Jenis kelamin : Perempuan
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian keperawatan dilakukan pada tanggal 30 Maret 2011 dengan hasil sebagai berikut : 1. Identitas klien Nama : Ny. S Umur : 49 Tahun Jenis kelamin : Perempuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keperawatan memandang manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi biopsiko-sosio-spiritual-kultural.
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Keperawatan memandang manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi biopsiko-sosio-spiritual-kultural. Ini menjadi prinsip keperawatan bahwa asuhan keperawatan yang
BAB I PENDAHULUAN. persallinan, bayi baru lahir, dan masa nifas.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Varney (2006) dijelaskan bahwa Asuhan Kebidanan Komprehensif merupakan suatu tindakan pemeriksaan pada pasien yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan
BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan (data kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasikan ) dan pernyataan
34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain/Rancangan Desain penelitian adalah logika yang berkaitan antara data yang harus dikumpulkan (data kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasikan ) dan pernyataan awal
BAB III TINJAUAN KASUS
BAB III TINJAUAN KASUS Tanggal pengkajian, 11 Maret 2010, jam 16.00. A. Biodata Pada saat dilakukan pengkajian pada Ny. R dari tanggal 11 Maret 2010 di ruang Fatimah, didapatkan data yaitu : umur 21 tahun,
BAB III TINJAUAN KASUS. Tanggal dilakukan pengkajian 14 Juni 2005 pada jam WIB.
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Tanggal dilakukan pengkajian 14 Juni 2005 pada jam 10.30 WIB. 1. Biodata a. Identitas Pasien Nama Klien Ny. S, umur 35 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Kalisegoro
2. Pengkajian Kesehatan. a. Aktivitas. Kelemahan. Kelelahan. Malaise. b. Sirkulasi. Bradikardi (hiperbilirubin berat)
. KOMPLIKASI Ensefalopai hepaic terjadi pada kegagalan hai berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut ensefalopai hepaik. Kerusakan jaringan paremkin hai
III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.
Asuhan Keperawatan kasus I. PENGKAJIAN Nama/Inisial : Tn. S Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 28 tahun Status perkawinan : Belum menikah Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan : - Alamat :Jl. Dusun I
BUKU PANDUAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN ANAK II
BUKU PANDUAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN ANAK II Jastro Situmorang, S.Kep, Ns Elfrida Nainggolan, SKM AKADEMI KEPERAWATAN HKBP BALIGE JL. Gereja No. 17 Toba Samosir Sumatera Utara Akademi Keperawatan HKBP
BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. H DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG LUKMAN RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH SEMARANG
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN An. H DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG LUKMAN RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH SEMARANG A. PENGKAJIAN Tanggal 20 juni 2011, jam 10. 00 WIB 1. a) Biodata pasien Nama Usia Jenis kelamin
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN
Lampiran 1 A. Asuhan Keperawatan Kasus Pengkajian dalam laporan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan format yang telah ditentukan seperti berikut ini. FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI A. PENGERTIAN Chikungunya berasal dari bahasa Shawill artinya berubah bentuk atau bungkuk, postur penderita memang kebanyakan membungkuk
ASUHAN KEPERAWATAN. Latar belakang pendidikan. : Perumahan Pantai Perak gang 3 no 21 Semarang. Tanggal masuk RS : 6 September 2013 Diagnosa medis
ASUHAN KEPERAWATAN Kasus : Nn.A (20 th) datang ke RS dengan keluhan demam tinggi selama 4 hari. Klien mengatakan nyeri kepala, mual, muntah, dan terdapat bintik merah di lengan kanan atas. A. Pengkajian
BAB I PENDAHULUAN. meluas ke rongga mulut. Penyakit-penyakit didalam rongga mulut telah menjadi perhatian
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Masalah kesehatan gigi dewasa ini tidak hanya membahas gigi geligi saja, tetapi telah meluas ke rongga mulut. Penyakit-penyakit didalam rongga mulut telah menjadi
BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 April Tanggal lahir : 21 Agustus : 8 bulan 7 hari
BAB III TINJAUAN KASUS Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 April 2010 A. PENGKAJIAN 1. Identitas Pasien a. Biodata Pasien Nama : An. A Tanggal lahir : 21 Agustus 2009 Umur Jenis kelamin Suku Bangsa Agama
BAB III TIJAUAN KASUS. Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan
BAB III TIJAUAN KASUS Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada An. A dengan Gastroenteritis dehidrasi sedang di ruang luqman Rumah Sakit Roemani
BAB I PENDAHULUAN. bio-psiko-sosio-spritual-kutural. Asuhan keperawatan yang diberikan harus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keperawatan memandang manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi bio-psiko-sosio-spritual-kutural. Asuhan keperawatan yang diberikan harus memperhatikan keseluruhan
BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan sectio
BAB V PENUTUP. Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post
BAB V PENUTUP Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post ovarektomi dextra atas indikasi kista ovarium yang merupakan hasil pengamatan langsung pada klien yang dirawat di ruang Bougenvile
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Letak Geografis
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Letak Geografis Gambar 4.1.1 Peta letak demografi RS Paru dr Ario Wirawan Salatiga Kondisi geografis daerah Ngawen Salatiga
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. MS DENGAN SYOK SEPTIK DI IGD RSUD WANGAYA TANGGAL 8 DESEMBER 2015
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. MS DENGAN SYOK SEPTIK DI IGD RSUD WANGAYA TANGGAL 8 DESEMBER 2015 Identitas Pasien Nama : Tn.MS Umur : 80 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Tidak bekerja Agama : Hindu
BAB III ANALISA KASUS
BAB III ANALISA KASUS 3.1 Pengkajian Umum No. Rekam Medis : 10659991 Ruang/Kamar : Flamboyan 3 Tanggal Pengkajian : 20 Mei 2011 Diagnosa Medis : Febris Typhoid a. Identitas Pasien Nama : Nn. Sarifah Jenis
Pathway. Paksaan : Jatuh, benda tumpul, kompresi, dll. Benda tajam : Pisau, peluru, ledakan, dll
Pathway Paksaan : Jatuh, benda tumpul, kompresi, dll Benda tajam : Pisau, peluru, ledakan, dll Gaya predisposisi trauma > elastisitas & viskositas tubuh Ketahanan jaringan tidak mampu mengkompensasi Kurang
C. Penyimpangan Tidur Kaji penyimpangan tidur seperti insomnia, somnambulisme, enuresis, narkolepsi, night terrors, mendengkur, dll
Asuhan Keperawatan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Dan Tidur 1.2.1 Pengkajian Aspek yang perlu dikaji pada klien untuk mengidentifikasi mengenai gangguan kebutuhan istirahat dan tidur meliputi pengkaiian
BAB II RESUME KEPERAWATAN WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat:
11 BAB II RESUME KEPERAWATAN A. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada hari Senin tanggal 22 Januari 20007 jam 07.30 WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat: 1. Biodata. a. Identitas
Tindakan keperawatan (Implementasi)
LAMPIRAN CATATAN PERKEMBANGAN No. Dx Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Hari/ Pukul tanggal 1 Senin / 02-06- 14.45 15.00 15.25 15.55 16.00 17.00 Tindakan keperawatan (Implementasi) Mengkaji kemampuan
BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. keperawatan kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea di RSUD
BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan Dalam pembahasan ini penulis akan membahas tentang kasus yang diambil dengan judul Penerapan teknik relaksasi genggam jari pada asuhan keperawatan kecemasan
BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA OLEH : MEYRIA SINTANI NIM : 2012.C.04a.0314 YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA SEKOLAH TINGGI ILMU
BAB III RESUME KASUS
BAB III RESUME KASUS A. Pengkajian 1. Data identitas Asuhan keperawatan keluarga dilakukan pada tanggal 25 januari 2009 sampai dengan06 febuari 2009 pada keluarga Tn. M yang tinggal di kelurahan Tlogosari
SURAT PERNYATAAN JANGAN DILAKUKAN RESUSITASI ( DO NOT RESUCITATE )
Jl.K.H. ZainalMustofa No. 310 Tasikmalaya Telp. ( 0265 ) 322333, Fax. ( 0265 ) 326767, E-Mail : [email protected] www.rstmc.co.id SURAT PERNYATAAN JANGAN DILAKUKAN RESUSITASI ( DO NOT RESUCITATE
BAB V PEMBAHASAN. mengggunakan teknik hypnoterapi dan musik relaksasi pada Tn. N berumur 45tahun dan
BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Bab ini akan membahas mengenai permasalahan tentang penanganan nyeri pascabedah ortopedi dan membandingkan dengan teori yang sudah ada dengan kenyataan yang dihadapi pada
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN Pada bab ini penulis melakukan pengkajian pada tanggal 3 Juni 2009 jam 09.00 WIB dan memperoleh data-data dari catatan keperawatan dan catatan medis, serta wawancara dengan keluarga
LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTEK KOMPREHENSIF I DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)
LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTEK KOMPREHENSIF I DENGAN DIAGNOSA MEDIS PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) A. Definisi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik dengan karakteristik
CATATAN PERKEMBANGAN. vital. posisi semi fowler. tenang.
LAMPIRAN 1 CATATAN PERKEMBANGAN No. Dx Hari/ Tanggal 1. Rabu, 01 Juni Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP) 08.00 1. Mengkaji skala nyeri : 4 S : Pasien mengatakan
A. Pengertian Defisit Perawatan Diri B. Klasifikasi Defisit Perawatan Diri C. Etiologi Defisit Perawatan Diri
A. Pengertian Defisit Perawatan Diri Kurang perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Maslim, 2001). Kurang perawatan diri adalah
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN JIWA. PADA Sdr.W DENGAN HARGA DIRI RENDAH. DI RUANG X ( KRESNO ) RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG. 1. Inisial : Sdr.
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Sdr.W DENGAN HARGA DIRI RENDAH DI RUANG X ( KRESNO ) RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG A. Identitas Pasien 1. Inisial : Sdr. W 2. Umur : 26 tahun 3. No.CM : 064601
BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan
BAB III TINJAUAN KASUS Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien post partum spontan di Ruang Baitu Nisa RS Sultan Agung Semarang pada tanggal 14 sampai dengan
BAB I PENDAHULUAN. xiv
xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tindakan operasi atau pembedahan walaupun minor/mayor merupakan pengalaman yang sulit dan bisa menimbulkan kecemasan bagi hampir semua pasien dan keluarganya. Kecemasan
BAB I PENDAHULUAN. Bidan merupakan profesi yang menjalin kemitraan dengan. perempuan dan membantu menyelesaikan permasalahan yang terkait
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Bidan merupakan profesi yang menjalin kemitraan dengan perempuan dan membantu menyelesaikan permasalahan yang terkait kesehatan reproduksi perempuan. Pelayanan kebidanan
I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. A Jenis Kelamin : Laki - laki Umur : 50 tahun Status Perkawinan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Halusinasi adalah gangguan terganggunya persepsi sensori seseorang,dimana tidak terdapat stimulus. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Pasien merasa
Data Administrasi diisi oleh Nama: NPM/NIP:
1 Berkas Pasien Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : No Berkas : No Rekam Medis : Pasien Ke : dalam keluarga Data Administrasi tanggal diisi oleh Nama: NPM/NIP: Nama Umur / tgl. Lahir Alamat Jenis kelamin
DOKUMENTASI KEPERAWATAN Oleh Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan
DOKUMENTASI KEPERAWATAN Oleh Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan PENDAHULUAN Dokumentasi keperawatan merupakan unsur penting dalam sistem pelayanan kesehatan, karena adanya dokumentasi yang baik, informasi
BAB I KONSEP DASAR. dalam kavum Pleura (Arif Mansjoer, 1999 : 484). Efusi Pleura adalah
BAB I KONSEP DASAR A. Pengertian Efusi Pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan di rongga pleura selain cairan dapat juga terjadi penumpukan pus atau darah (Soeparman, 1996 : 789).
STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA TN. M DENGAN BRONKITIS KRONIS DI RUANG BOUGENVIL RS PANTI WALUYO SURAKARTA
STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA TN. M DENGAN BRONKITIS KRONIS DI RUANG BOUGENVIL RS PANTI WALUYO SURAKARTA DISUSUN OLEH : ROSNITA YULIANA MANURUNG NIM. P.09044 PROGRAM
Ditetapkan Tanggal Terbit
ASSESMEN ULANG PASIEN TERMINAL STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur O1 dari 04 Ditetapkan Tanggal Terbit dr. Radhi Bakarman, Sp.B, FICS Direktur medis Asesmen ulang pasien
BAB I PENDAHULUAN. lahir. Hal ini merupakan suatu pergeseran paradigma dari sikap menunggu
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dasar asuhan persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir, serta upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan pasca
BAB V PENUTUP. khususnya pada keluhan utama yaitu Ny. S G III P II A 0 hamil 40 minggu. mmhg, Nadi: 88 x/menit, Suhu: 36,5 0 c, RR: 26 x/menit, hasil
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengkajian dapat dilaksanakan dengan mengumpulkan semua data melalui wawancara dan observasi parsipatif. Data subyektif khususnya pada keluhan utama yaitu Ny. S G III P II
CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi Keperawatan. Mengevaluasi tingkat mobilitas klien Mendorong partisipasi
CATATAN PERKEMBANGAN No. Hari/tanggal Dx /pukul 1 Rabu 19 juni 2013 14.45 WIB 15.00 WIB 15.05 WIB 15.25 WIB Implementasi Keperawatan Mengevaluasi tingkat mobilitas klien Mendorong partisipasi pada aktivitas
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. S DENGAN GANGGUAN MENARIK DIRI DI RUANG ABIMANYU RSJD SURAKARTA
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. S DENGAN GANGGUAN MENARIK DIRI DI RUANG ABIMANYU RSJD SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai salah satu syarat Mendapatkkan gelar ahli madya keperawatan Disusun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah penyimpangan progresif, fungsi ginjal yang tidak dapat pulih dimana kemampuan tubuh untuk mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN. jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan
