BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Sonny Darmadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit usaha yang melakukan kegiatan ekonomi dengan tujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan tertentu dan mempunyai catatan administrasi mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab terhadap usaha tersebut (BPS, 2014). Industri manufaktur adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah jadi, mengubah barang yang nilainya rendah menjadi barang bernilai lebih tinggi, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir (BPS, 2014). Industri manufaktur dikelompokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu industri besar yang terdiri dari 100 orang pekerja atau lebih, industri sedang atau menengah yang terdiri dari pekerja, industri kecil yang terdiri dari 5 19 orang pekerja dan industri mikro yang terdiri dari 1-4 orang pekerja (BPS, 2014). Sektor industri yang dikembangkan di Kota Padang pada umumnya adalah industri kecil hasil pertanian dan kehutanan, industri logam dan mesin elektro, industri kimia dan aneka industri. Secara keseluruhan, pada sektor industri kecil terjadi peningkatan jumlah unit usaha, jumlah tenaga kerja serta nilai investasi yang ditanamkan (BPS, 2014). Hal ini berimbas pada peningkatan jumlah produksi yang dihasilkan oleh industri kecil ini, namun nilainya tidak meningkat pesat. Salah satu hasil pertanian potensial di Kota Padang adalah Bengkuang. Berdasarkan data pada Tabel 1.1 diketahui bahwa bengkuang memiliki jumlah produksi paling banyak dibandingkan buah-buahan lainnya di Kota Padang, yaitu 298 ton. Meskipun terdapat daerah lain di Sumatera Barat yang menghasilkan
2 Tabel 1.1 Luas Panen, Produksi Dan Hasil Perhektar Menurut Jenis Buah- Buahan (BPS, 2014) No. bengkuang seperti Lubuk Alung dan Pesisir Selatan, tetapi mayoritas masyarakat dari luar Sumatera Barat mengetahui bahwa bengkuang merupakan oleh-oleh khas dari Kota Padang. Jenis Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) Hasil Perhektar (ton/ Ha) 1 Pepaya 0,13 13,60 104,62 2 Pisang 1,19 95,80 80,50 3 Bengkuang 4,00 298,00 74,50 4 Alpukat 1,62 11,90 7,35 5 Jeruk 0,43 1,80 4,19 6 Rambutan 2,00 4,90 2,45 7 Sawo 5,32 10,20 1,92 Buah-buahan yang termasuk jenis umbi-umbian ini harus dilestarikan, salah satunya dengan cara melakukan inovasi pengolahan bengkuang. Sehingga bengkuang akan menjadi populer dan berdampak terhadap meningkatnya produksi dan mensejahterakan petani bengkuang. Beberapa daerah di Indonesia yang banyak memproduksi bengkuang antara lain Jawa barat, Prembun (Jawa Tengah) dan Sumatera Barat (Damayanti, 2010). Bengkuang merupakan sumber daya alam yang potensial di Kota Padang. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 275/kpts/sr.120/m/7/2005 tentang Pelepasan Bengkuang Kota Padang sebagai Varietas Unggul, bengkuang Kota Padang merupakan varietas unggul yang memiliki beberapa keunggulan, seperti produktivitas tinggi, rasa umbi manis, kulit umbi mudah dilepas dari dagingnya, dan beradaptasi baik didataran rendah. Nilai jual bengkuang terbilang rendah, karena para petani bengkuang di Kota Padang menjual hasil pertaniannya tanpa melakukan pengolahan atau modifikasi produk. Bengkuang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku 2
3 dalam industri komestik, bahan rujak, dan makanan olahan seperti manisan, baik manisan basah ataupun kering (Damayanti, 2010). Pemanfaatan bengkuang di Kota Padang selama ini belum terlalu berkembang. Bengkuang hanya dimanfaatkan sebagai buah segar. Padahal bengkuang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, baik dalam bentuk makanan, minuman, kosmetik maupun souvenir. Oleh karena itu, dibutuhkan industri yang mampu melakukan pengolahan bengkuang menjadi produk yang lebih bervariasi dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi sehingga minat masyarakat terhadap bengkuang meningkat dan dapat memenuhi selera serta minat pasar. Selain itu industri ini juga bertujuan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia menjadi produk baru yang mempunyai nilai tambah yang tinggi. Rumah WH8 yang beralamat di Jalan Raden Saleh, Padang, merupakan salah satu industri kecil di Kota Padang yang menjadikan bengkuang sebagai bahan baku utama. Kota Padang memiliki beberapa industri yang menghasilkan produk olahan bengkuang, tetapi Rumah WH8 merupakan satu-satunya industri yang mampu mempertahankan bisnisnya sampai saat ini. Pada awal berdirinya Rumah WH8 tahun 2010, Rumah WH8 hanya memproduksi makanan dengan bahan baku kentang. Pada tahun 2013 Rumah WH8 mulai menjadikan bengkuang sebagai bahan baku utama. Ide awal pemilik Rumah WH8 menjadikan bengkuang sebagai bahan baku utama adalah ingin mengembangkan potensi bengkuang yang tidak hanya sekedar dimakan dalam bentuk buah segar, oleh karena itu pemilik Rumah WH8 mengolah bengkuang menjadi berbagai macam produk. WH8 merupakan singkatan dari nama pemilik usaha dan saudara-saudara pemilik yang berjumlah 8 orang. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan pemilik Rumah WH8, Ibuk Wilsa Hermianti, tujuan jangka panjang yang ingin diwujudkan oleh pemilik Rumah WH8 adalah menjadikan produk olahan bengkuang makanan yang dikenal oleh masyarakat sebagai produk oleh-oleh dari 3
4 Kota Padang yang dicari baik oleh masyarakat Kota Padang sendiri, maupun oleh pendatang atau pelancong. Rumah WH8 awalnya hanya memproduksi cake bengkuang. Berdasarkan tanggapan positif yang didapatkan dari pelanggan, Rumah WH8 terus mengembangkan produk dengan bahan dasar bengkuang. Hingga saat ini Rumah WH8 telah memiliki 45 jenis produk olahan bengkuang. Omset yang didapatkan oleh Rumah WH8 setiap minggunya adalah Rp sampai Rp Rumah WH8 menyediakan beberapa produk yang telah siap untuk dijual kepada pelanggan setiap harinya, produk tersebut adalah produk yang tahan lama dan produk yang banyak diminati pelanggan. Beberapa produk olahan bengkuang yang tersedia setiap hari adalah cake bengkuang, pie bengkuang, waffle bengkuang, dodol bengkuang, dan masker bengkuang. Rumah WH8 memproduksi produk lainnya berdasarkan permintaan dari pelanggan. Untuk mempermudah proses produksi, Rumah WH8 memiliki beberapa peralatan seperti mixer, blender, oven, kompor gas, juicer, alat pengaduk dodol, showcase, dan loyang. Berdasarkan potensi pertanian bengkuang yang dimiliki Kota Padang, Rumah WH8 memiliki peluang yang cukup besar dalam mewujudkan tujuan jangka panjang perusahaan. Oleh sebab itu Rumah WH8 perlu mengidentifikasi peluang-peluang yang ada dan menyusun strategi sebagai salah satu cara untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnis Rumah WH8. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan suatu bisnis adalah faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki perusahaan. Hal tersebut perlu diperhatikan agar suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis SWOT menganalisis faktor yang menjadi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threat) yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut 4
5 diperoleh dengan menganalisis aspek yang berkaitan dengan kondisi bisnis suatu perusahaan. Analisis SWOT digunakan sebagai alat analisis yang paling luas dan bertahan lama dalam ruang lingkup manajemen strategi. Analisis SWOT sangat membantu terutama dalam mengidentifikasi kondisi suatu bisnis untuk dikembangkan (Rong et al., 2013). Analisis SWOT menentukan kombinasi strategi dalam memaksimalkan kekuatan dan kesempatan yang berasal dari internal perusahaan, dan meminimasi pengaruh kelemahan dan ancaman yang berasal dari eksternal perusahaan (Shahabi et al., 2014). Penelitian terdahulu telah menggunakan analisis SWOT sebagai alat untuk menentukan strategi. Rong et al. (2013) menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam perkembangan industri jagung di Provinsi Heilongjiang, China. Faktor tersebut digunakan untuk memformulasikan strategi dalam perkembangan industri jagung di Provinsi Heilongjiang. Hasilnya didapatkan beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mengembangkan industri jagung di Provinsi Heilongjiang. Shahabi et al. (2014) menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri daur ulang scrap baja di Iran, kemudian menyusun strategi dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. Hasilnya analisis SWOT dapat digunakan untuk menyusun strategi. Shang dan Pheng (2014) menggunakan analisis SWOT untuk menentukan faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat mempengaruhi implementasi dari Last Planner System (LPS) pada proyek konstruksi di China. Hasil yang didapatkan analisis SWOT dapat menentukan faktor yang berpotensi mempengaruhi implementasi LPS di China. Analisis SWOT merupakan salah satu analisis yang mudah dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Selain dari kemudahan dalam mengaplikasikan analisis SWOT tersebut, metode ini memiliki batasan yaitu tidak memiliki tahapan dalam menentukan rangking dari faktor dan strategi (Shahabi et al., 2014). Dengan demikian, hal ini menjadi salah satu tantangan dalam melakukan analisis SWOT. 5
6 Banyak penelitian terdahulu mengadopsi dan mengintegrasikan metode lain kedalam analisis SWOT untuk mengatasi kelemahan tersebut. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode matematis yang paling sering digunakan dalam menentukan rangking. Metode matematis ini berbasis pada matriks perbandingan. Salah satu kekurangan yang terpenting dari AHP adalah AHP tidak mempertimbangkan ketergantungan antara aspek dengan faktor, dan faktor dengan strategi, namun hanya menentukan bobot dari aspek secara berpasangan, faktor secara berpasangan dan strategi secara berpasangan (Shahabi et al., 2014). Shahabi et al. (2014) menggunakan metode AHP dan ANP untuk menentukan rangking strategi. Strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri daur ulang scrap baja di Iran. Berdasarkan hasil yang didapatkan AHP dan ANP bisa digunakan untuk menentukan prioritas strategi dengan mempertimbangkan keterkaitan antara masing-masing faktor. Ayala dan Juizo (2011) menggunakan SWOT untuk mengidentifikasi faktor dasar yang mempengaruhi hasil dari perbaikan Integrated Water Resource Management (IWRM) di Mozambique dan AHP untuk menetapkan rangking dari faktor-faktor dan strategi yang telah diidentifikasi. Seker dan Ozgurler (2012) menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis situasi konsumen perusahaan elektronik di Turkey dan mengurutkan strategi berdasarkan faktor-faktor tersebut dengan menggunakan metode AHP. Beberapa penelitian mengusulkan metode lain dalam menentukan rangking strategi. Mehrmanesh et al. (2012) membandingkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (fuzzy TOPSIS) dalam menentukan rangking strategi. Hasil yang didapatkan fuzzy TOPSIS lebih baik dibandingkan dengan QSPM, karena fuzzy TOPSIS mempertimbangkan ketergantungan antara faktor dan strategi. Berdasarkan perbandingan antara faktor dan strategi tersebut akan ditentukan jarak solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, sedangkan strategi akan dirangking dengan menggunakan prinsip dasar bahwa strategi yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif 6
7 adalah strategi yang terbaik. Ardestani et al. (2013) menggunakan metode fuzzy TOPSIS dan QSPM untuk menentukan prioritas strategi pada perusahaan Noavaran Abri yang bergerak di bidang otomotif, kemudian menggunakan metode AHP untuk memilih metode terbaik. Hasil yang didapatkan metode fuzzy TOPSIS memiliki nilai yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan fuzzy TOPSIS lebih baik digunakan dibandingkan dengan QSPM. Chen et al. (2013) mengembangkan fuzzy logic, AHP dan Quality Function Deployment (QFD) untuk mengevaluasi tingkat kepentingan dari faktor teknis dalam keselamatan penerbangan. Hasil yang diperoleh adalah metode fuzzy AHP dan QFD menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode AHP secara konvensional. Zare et al. (2014) menggunakan fuzzy QFD untuk menentukan rangking dari pengambilan strategi pada Iran Mobile Cellular Telecomunications (MCI). Penelitian ini menilai hubungan keterkaitan antara customer attribut (CA) dan strategic actions (SAs) menggunakan fuzzy logic. Customer attribut (CA) dan strategic actions (SAs) merupakan bagian dari House of Quality (HOQ). HOQ digunakan untuk mengidentifikasi permintaan konsumen, kemudian menentukan strategi untuk memenuhi permintaan konsumen tersebut. Berdasarkan hasil yang didapatkan fuzzy logic sangat konsisten dan teliti dalam menilai keterkaitan antara CA dan SAs (Zare et al., 2014). Metode QFD tidak hanya membandingkan antara aspek dan faktor tetapi juga menilai tingkat kepentingan dari masing-masing aspek. Hasil akhir dari QFD adalah nilai bobot dari masing-masing faktor. Aspek dan faktor yang ditentukan merupakan data kualitatif yang tidak memiliki data yang akurat, sehingga untuk menilai aspek dan faktor tersebut digunakan fuzzy number. Kegunaan dari fuzzy number menjadi sangat penting pada masalah pengambilan keputusan. Kontribusi utama dari teori fuzzy adalah kemampuan menampilkan data yang tidak jelas (vague). Penelitian ini membahas tentang prioritas strategi dalam pengembangan bisnis Rumah WH8. Permasalahan dalam penelitian diselesaikan dengan 7
8 menggunakan SWOT dan fuzzy QFD. Analisis SWOT digunakan untuk menentukan aspek-aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam formulasi strategi bisnis. Fuzzy QFD digunakan dalam menentukan hubungan keterkaitan antara aspek dan faktor. Aspek-aspek tersebut diterjemahkan ke dalam beberapa faktor yang berpengaruh dalam pengembangan perusahaan. Rangking strategi ditentukan dengan menilai keterkaitan antara strategi dan faktor. Penentuan rangking strategi untuk menentukan prioritas strategi dilakukan dengan mengaplikasikan Method Of Total Preference. Sejauh ini belum ada penelitian yang menggunakan method of total preference dalam penentuan rangking strategi. Dalam menentukan rangking strategi, method of total preference tidak hanya menilai keterkaitan antara faktor dan strategi, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kepentingan dari masing-masing faktor. Berdasarkan rangking tersebut diketahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis Rumah WH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana menentukan prioritas strategi untuk pengembangan bisnis Rumah WH8 dengan mengintegrasikan analisis SWOT, fuzzy QFD, dan method of total preference. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah : 1. Menentukan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan bisnis Rumah WH8 2. Menentukan alternatif strategi untuk pengembangan bisnis berdasarkan kondisi bisnis Rumah WH8 pada saat ini 8
9 3. Menentukan prioritas strategi bisnis yang harus dilakukan Rumah WH8 sebagai industri yang mengolah bengkuang 1.4 Batasan Masalah Batasan masalah yang ditetapkan pada penelitian ini adalah penelitian ini tidak membahas aspek keuangan. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori terdiri dari teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengenai manajemen strategi, perencanaan strategi, tingkatan strategi, strategi pengembangan perusahaan, fuzzy logic, Quality Function Deployment (QFD), analisis SWOT, dan tahapan perencanaan strategi. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian terdiri dari studi pendahuluan, rumusan masalah, metodologi penyelesaian masalah, kebutuhan data penelitian, metode pengumpulan data, penutup, dan flowchart metodologi penelitian. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Pengumpulan data terdiri data yang dibutuhkan dalam penelitian. Data yang telah dikumpulkan tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan prioritas strategi. 9
10 BAB V BAB VI ANALISIS Analisis merupakan pembahasan dari hasil pengolahan data, yang terdiri dari analisis tingkat kepentingan dan skor terbobot faktor eksternal dan faktor internal, analisis perumusan strategi, dan analisis prioritas strategi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan berisikan gambaran umum hasil dan saran berisikan masukan untuk penelitian selanjutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik. 10
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam melakukan suatu penelitian, metodologi penelitian merupakan suatu proses berpikir yang sistematis atau tahap-tahap penelitian yang diawali dengan mengidentifikasi masalah,
ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP
ANALISIS DATA Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan konsumen dan pakar serta tinjauan langsung ke lapangan, dianalisa menggunakan metode yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan kepentingannya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan ekploitasi sumberdaya mineral atau bahan galian seperti pasir merupakan salah satu pendukung sektor pembangunan baik secara fisik, ekonomi maupun sosial.
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam yang tersebar luas di wilayahnya. Negara Indonesia terkenal dengan sebutan negara agraris dan sebagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini banyak produk minuman kaleng yang beredar di pasaran, oleh karena itu konsumen dapat dengan leluasa memilih produk yang disukainya. Selain dari cita rasa minuman
BAB I PENDAHULUAN. Dengan kemajuan teknologi sangat modern sekarang ini yang semakin
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dengan kemajuan teknologi sangat modern sekarang ini yang semakin pesat dan terutama dalam bidang IT. Sebuah SmartPhone sudah tidak lagi sebagai barang mewah seperti
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis SWOT untuk menentukan Strategi Pengembangan Industri. Biofarmaka Daerah Istimewa Yogyakarta
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis SWOT untuk menentukan Strategi Pengembangan Industri Biofarmaka Daerah Istimewa Yogyakarta Strategi pengembangan pada Industri Biofarmaka D.I.Yogyakarta
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK CV. X adalah perusahaan konveksi dan sablon yang berada di Jl. Baturahayu, terusan Buah Batu, Bandung. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2008 hingga sekarang. Dari tahun 2011 s/d 2014 perusahaan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Octa Putra jaya merupakan perusahaan yang bergerak di dalam industri pakaian jadi. Pada saat ini perusahaan telah memiliki merek pakaian wanita yaitu Corniche. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta nilai kualitas jasa sangat ditentukan oleh tingkat kepentingan maupun kepuasan pelanggan sebagai pemakainya. Pelayanan yang
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini setiap perusahaan yang bergerak dibidang minuman dihadapkan pada tingkat persaingan yang semakin ketat dengan perubahan-perubahan yang
ANALISIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENGETAHUI KEINGINAN DAN HARAPAN KONSUMEN
ANALISIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENGETAHUI KEINGINAN DAN HARAPAN KONSUMEN KONSUMEN CPO A. Customer Needs and Benefits (Harapan Pelanggan) Survei pendahuluan dilakukan dengan wawancara
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu
VI. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PDAM KABUPATEN SUKABUMI. Dari hasil penelitian pada PDAM Kabupaten Sukabumi yang didukung
VI. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PDAM KABUPATEN SUKABUMI Dari hasil penelitian pada PDAM Kabupaten Sukabumi yang didukung oleh wawancara terhadap para responden dan informasi-informasi yang diperoleh dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dunia bisnis dan industri saat sekarang ini semakin ketat dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat serta sangat cerdas dalam memilih produk
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Industri kayu lapis menghasilkan limbah berupa limbah cair, padat, gas, dan B3, jika limbah tersebut dibuang secara terus-menerus akan terjadi akumulasi limbah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman maka tingkat pendidikan pada masyarakat mengalami peningkatan. Oleh karena itu masyarakat memandang bahwa pendidikan pada tingkat
BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan. Pertumbuhan industri pangan di Indonesia mengalami
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pangan merupakan salah satu sektor yang menjanjikan untuk dikembangkan. Pertumbuhan industri pangan di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun
PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN PT X MENGGUNAKAN MATRIKS EVALUASI FAKTOR
PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN PT X MENGGUNAKAN MATRIKS EVALUASI FAKTOR Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Abstrak: Perubahan lingkungan industri dan peningkatan persaingan
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara A. Kerangka Analisis Strategis Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis adalah memahami
PEMILIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DI UKM MIKRO TEKNIK
PEMILIHAN STRATEGI PENINGKATAN PENJUALAN DI UKM MIKRO TEKNIK TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Industri KEVIN KUSNADI 15 16 08624 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
Keyword : krecek, marketing strategic, swot analysis
STRATEGI PEMASARAN KRECEK KULIT KERBAU DI UD.SUMBER BAROKAH KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI MARKETING KRECEK STRATEGY IN UD.SUMBER BAROKAH DISTRICT BANYUDONO REGENCY OF BOYOLALI M.Th.Handayani 1)*,Egydia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bagian pendahuluan berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. Penjelasan rinci dari masing-masing subbab dijelaskan
BAB I PENDAHULUAN. terbaik. Produk dengan kualitas yang baik memerlukan bahan baku dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tuntutan pelanggan akan produk yang berkualitas tinggi menyebabkan perusahaan selalu berusaha untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang terbaik. Produk dengan
BAB I PENDAHULUAN. warga berhak mendapatkan perlindungan kesehatan. (Depkes, 2008).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Jaminan kesehatan masyarakat (JAMKESMAS) ini adalah program jaminan kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat kurang mampu agar kebutuhan kesehatan masayarakat
PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGINTEGRASIKAN CLUSTER ANALYSIS, ANP DAN TOPSIS SERTA ALOKASI ORDER DENGAN BEBERAPA FUNGSI TUJUAN
Sidang Tesis PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN MENGINTEGRASIKAN CLUSTER ANALYSIS, ANP DAN TOPSIS SERTA ALOKASI ORDER DENGAN BEBERAPA FUNGSI TUJUAN Disusun oleh : Ivan Angga Shodiqi NRP : 2509 203 011 Dibimbing
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Mulia Lestari adalah salah satu perusahaan tekstil terkemuka yang beralamatkan di Jl. Cibaligo no. 70 Cimindi-Cimahi. Produk yang dihasilkan adalah kain rajut, yang sebagian besar adalah berbentuk
METODE KAJIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran
III. METODE KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Potensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat yang sangat besar ternyata belum memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul Sebuah perusahaan tidak terlepas dari berbagai macam perubahan yang bersumber dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Perubahan yang
METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data
IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di dua lokasi, yakni Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, khususnya di Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Agroforestry yang membawahi
III. METODE PENELITIAN
41 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu metode penelitian dengan membahas suatu permasalahan dengan
ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah 3
ABSTRAK Perkembangan hotel dewasa ini dapat kita rasakan semakin bertambah pesat, hal ini dikarenakan adanya perubahan pola dalam kehidupan masyarakat dan adanya peningkatan dalam bidang kepariwisataan.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia jasa kelistrikan terbesar di Indonesia. Proses dalam meningkatkan usahanya, PT PLN (Persero) tidak dapat melepaskan perhatiannya
BAB VII FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA. 7.1 Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Produk Sayuran Organik
96 BAB VII FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA 7.1 Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Produk Sayuran Organik Analisis lingkungan membantu perusahaan dalam menentukan langkah strategi yang tepat dalam
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Transformasi sektor pertanian ke sektor industri bagi negara berkembang seperti Indonesia tidaklah dapat dihindarkan, karena Indonesia beranjak dari negara agraris menuju
III. METODE KAJIAN A. Lokasi dan Waktu B. Metode Kerja 1. Pengumpulan data
15 III. METODE KAJIAN A. Lokasi dan Waktu Pengambilan data dilakukan di PT. Mitra Bangun Cemerlang yang terletak di JL. Raya Kukun Cadas km 1,7 Kampung Pangondokan, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar
METODA PENELITIAN. Kerangka Pemikiran Konseptual Penelitian. Mulai
45 METODA PENELITIAN Kerangka Pemikiran Konseptual Penelitian Semakin ketatnya persaingan produk agroindustri pangan merupakan tantangan bagi industri dalam memenuhi harapan konsumen, oleh karena itu setiap
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan bisnis di Indonesia semakin lama semakin lama semakin kompleks, dan berkembang. Keadaan ini menimbulkan persaingan yang ketat antar perusahaan yang mengharuskan
III. METODE PENELITIAN
29 A. Metode Dasar Penelitian III. METODE PENELITIAN Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Ciri-ciri metode deskriptif analitis adalah memusatkan pada pemecahan
BAB I PENDAHULUAN. dan perusahaan harus cepat tanggap terhadap perubahan pasar. Perusahaan harus
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun membuat perusahaan harus terus berinovasi terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan keinginan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan. Konsumen tidak lagi hanya menginginkan produk yang berkualitas, tetapi juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Di era globalisasi saat ini, persaingan antar perusahaan semakin ketat. Konsumen tidak lagi hanya menginginkan produk yang berkualitas, tetapi juga menuntut
PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KRIPIK SINGKONG PRESTO DI CASSAVA GEDONGAN, KELURAHAN LEDOK, SALATIGA
PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KRIPIK SINGKONG PRESTO DI CASSAVA GEDONGAN, KELURAHAN LEDOK, SALATIGA Irma Wardani,Mohamad Hanif Khoirudin Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi UNIBA
IV METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja berdasarkan pertimbangan
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Buah Carica 2.2. One Village One Product (OVOP)
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Buah Carica Buah carica atau pepaya gunung merupakan rumpun buah pepaya yang hanya tumbuh di dataran tinggi. Di dunia, buah carica hanya tumbuh di tiga negara yaitu Amerika Latin,
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MINUMAN INSTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Linn.Var.rubrum) CV.HANABIO - BOGOR. Disusun Oleh :
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MINUMAN INSTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Linn.Var.rubrum) CV.HANABIO - BOGOR Disusun Oleh : SYAIFUL HABIB A 14105713 PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara umum. Sedangkan untuk kajian detil dilakukan di kecamatan-kecamatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini terus meningkat. Hal ini mengakibatkan pengusaha-pengusaha harus bisa mengembangkan pola pikir yang kritis dalam menentukan
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini Pemerintah sedang marak menggalakkan pembangunan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini Pemerintah sedang marak menggalakkan pembangunan dan modernisasi dalam segala aspek kehidupan. Perkembangan modernisasi dapat dilihat dari tersedianya
II. TINJAUAN PUSTAKA. menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan bahan pengembang lainnya
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Roti Roti adalah produk makanan yang terbentuk dari fermentasi terigu dengan menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan bahan pengembang lainnya yang kemudian dipanggang
BAB III METODE FUZZY ANP DAN TOPSIS
BAB III METODE FUZZY ANP DAN TOPSIS 3.1 Penggunaan Konsep Fuzzy Apabila skala penilaian menggunakan variabel linguistik maka harus dilakukan proses pengubahan variabel linguistik ke dalam bilangan fuzzy.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Bab 1 berisikan pendahuluan yang menjelaskan latar belakang diangkatnya penelitian ini, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah serta sistematika dalam penulisan laporan
industri berbahan dasar olahan limbah yang dikenal khalayak umum. Perlu adanya tangan dan ide kreatif seseorang agar limbah yang tidak ternilai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagai daerah yang memiliki tanah yang subur, Kabupaten Boyolali hendaknya bisa menjadi daerah yang berkembang dengan meningkatkan taraf hidup penduduknya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan karena suatu perusahaan sebelumnya pasti membutuhkan suatu sistem proses produksi yang perencanaan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Tahap-tahap penelitian yang dilakukan penulis dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir ini adalah pengumpulan data awal, identifikasi masalah, studi pustaka, proses inovasi
Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata
CHAPTER-09 Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata SWOT Filosofi SWOT Analisis SWOT atau Tows adalah alat analisis yang umumnya digunakan untuk merumuskan strategi atas identifikasi berbagai
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D (2009, p2) yang dibuat
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Alur /Kerangka Desain Penelitian Dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D (2009, p2) yang dibuat oleh Sugiyono, dikutip bahwa: Metodologi penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan dunia usaha berkembang dengan pesat, hal ini dapat kita
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini persaingan dunia usaha berkembang dengan pesat, hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya bermunculan usaha-usaha sejenis yang pada dasarnya mereka mendirikan
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penggunaan diagram alir pada metodologi penelitian bertujuan untuk
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Penggunaan diagram alir pada metodologi penelitian bertujuan untuk menggambarkan urutan kerja serta tahapan dalam melakukan penelitian dari awal
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadapi era pasar bebas, setiap perusahaan harus siap untuk bersaing secara global. Persaingan merupakan sebuah tantangan bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas
Lingkungan umum Lingkungan operasional (Struktur Industri) Tahapan dalam Penyusunan Strategi
ABSTRAK Mobile Information Technology (MIT) adalah perusahaan yang bergerak di bidang retail penjualan notebook, berlokasi di Bandung Electronic Centre lantai 1 G3. MIT didirikan pada tahun 2007. MIT penjualan
III. METODE KAJIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Kajian
III. METODE KAJIAN 3.. Kerangka Pemikiran Kajian Sinergi yang saling menguntungkan antara petani dan perusahaan (PT ATB) dalam pengusahaan perkebunan merupakan faktor penting dalam usaha pengembangan perkebunan
BAB I PENDAHULUAN. yang penuh persaingan,. Inovasi yang dilakukan harus disesuaikan dengan. agar merancang produk dengan fungsi yang maksimal.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan cepatnya perubahan yang terjadi di dunia usaha. Perusahaan dituntut untuk terus melakukan inovasi terhadap produk yang
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN.. 1
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN Halaman.. i..vi.. viii.. ix I. PENDAHULUAN.. 1 1.1. Latar Belakang.. 1 1.2. Identifikasi Masalah..5 1.3. Rumusan Masalah.. 6 1.4. Tujuan
BAB 1 PENDAHULUAN. menanggulangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat 13,33% dan sekitar 63,37% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian (Badan
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan
22 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Strategi Penelitian ini menggunakan perencanaan strategi sebagai kerangka teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KECIL- MENENGAH PRODUK IKAN TERI NASI
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KECIL- MENENGAH PRODUK IKAN TERI NASI Rachmad Hidayat Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura Kampus Unijoyo Jl. Raya Telang, PO BOX 2 Kamal Email: [email protected]
DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB 1 PENDAHULUAN
ABSTRAK Dengan semakin majunya pertumbuhan perekonomian Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut diakibatkan oleh perkembangan sektor industri yang semakin pesat, baik industri migas maupun
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai sumber protein nabati, kedelai berperan penting dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai sumber protein nabati, kedelai berperan penting dalam meningkatkan gizi masyarakat. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri pangan.
cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus
24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Kajian Kajian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, dengan batasan waktu data dari tahun 2000 sampai dengan 2009. Pertimbangan pemilihan lokasi kajian antar
BAB I PENDAHULUAN. semakin ketat. Konsumen tidak hanya menginginkan produk yang berkualitas,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Konsumen tidak hanya menginginkan produk yang berkualitas, melainkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tanaman Salak Tanaman salak memiliki nama ilmiah Salacca edulis reinw. Salak merupakan tanaman
4. Kriteria IDE PRODUK :
1. Tugas Besar Perpro dikerjakan secara berkelompok (4-5 orang) sesuai daftar. 2. Tugas Besar dilaksanakan selama 2 bulan sesuai dengan Jadwal Pelaksanaan. 3. Ide produk di-submit ke : http://tinyurl.com/q4699a4
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah
Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan produk dewasa ini mencerminkan bahwa kepuasan konsumen terhadap suatu produk atau jasa merupakan salah satu faktor yang sangat penting pada suatu
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri makanan dan minuman (food and beverage) merupakan salah satu industri yang berkembang di Negara Indonesia, khususnya pada Provinsi Jawa Barat. Industri ini
TUGAS AKHIR. Disusun Oleh: : Tri Hastomo Nim : D
TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMOTONG KRUPUK RAMBAK DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) ( Studi Kasus : Sentra Industri Krupuk Rambak, Desa Doplang, Teras, Boyolali ) Diajukan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Keputusan Teori keputusan adalah teori mengenai cara manusia memilih pilihan diantara pilihan-pilihan yang tersedia secara acak guna mencapai tujuan yang hendak diraih (Hansson,
PENGANTAR MANAJEMEN INDUSTRI oleh Amin Syukron Hak Cipta 2014 pada penulis
PENGANTAR MANAJEMEN INDUSTRI oleh Amin Syukron Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283 Telp: 0274-889398; Fax: 0274-889057; E-mail: [email protected] Hak Cipta dilindungi
METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian B. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Penentuan Lokasi Penelitian 2. Metode Pengambilan Sampel
39 I. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu metode penelitian dengan membahas suatu permasalahan dengan cara
Sejarah Quality Function Deployment
Rahmi Yuniarti Sejarah Quality Function Deployment Diperkenalkan Yoji Akao, profesor Manajement Engineering dari Tamagawa University Dikembangkan 1972 oleh Mitsubishi 1978 diadopsi oleh Toyota WHAT IS
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain bersaing dalam dunia pasar yang semakin memunculkan teknologi informasi yang canggih, perusahaan juga
BAB V ANALISA HASIL 5.1 ANALISA HASIL PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN FUZZY PERBANDINGAN BERPASANGAN
155 156 BAB V ANALISA HASIL 5.1 ANALISA HASIL PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN FUZZY PERBANDINGAN BERPASANGAN Metode yang digunakan dalam memilih supplier terbaik adalah Fuzzy AHP. Dalam metode ini diperoleh
PERUMUSAN STRATEGI KORPORAT PERUSAHAAN CHEMICAL
PERUMUSAN STRATEGI KORPORAT PERUSAHAAN CHEMICAL Mochammad Taufiqurrochman 1) dan Buana Ma ruf 2) Manajemen Industri Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Penelitian. menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian.
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Penelitian Konsep dasar dan batasan operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Lokasi penelitian dilaksanakan pada perusahaan CV Septia Anugerah Jakarta, yang beralamat di Jalan Fatmawati No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan. CV Septia Anugerah
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Manajemen Manajemen merupakan proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien
METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang
35 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang dipergunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan
III. METODOLOGI KAJIAN
III. METODOLOGI KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kemiskinan merupakan penyakit ekonomi pada suatu daerah yang harus di tanggulangi. Kemiskinan akan menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat dalam mengelola
BAB I PENDAHULUAN. Penerapan model..., Deni Juharsyah, FT UI, 2009.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Pada era persaingan global seperti saat ini, setiap perusahaan dituntut untuk dapat memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) agar dapat bertahan
III METODE PENELITIAN. Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada,
35 III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pemilihan daerah penelitian dilakukan
ANALISIS DIVERSIFIKASI PRODUK MINUMAN PADA CV FAUZI KABUPATEN BEKASI PROPINSI JAWA BARAT
ANALISIS DIVERSIFIKASI PRODUK MINUMAN PADA CV FAUZI KABUPATEN BEKASI PROPINSI JAWA BARAT ( Menggunakan Metode Quality Function Deployment ) Oleh: WENI SRIWAHYUNI A14103606 PROGRAM STUDI EKSTENSI MANAJEMEN
