BAB I SEGMENTASI PASAR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I SEGMENTASI PASAR"

Transkripsi

1 BAB I SEGMENTASI PASAR Dalam perancangan produk, segmentasi pasar digunakan untuk melakukan pengkategorian pelanggan ke dalam segmentasi yang berbeda-beda dengan tujuan untuk membagi pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut. Pembagian suatu pasar menjadi segmen-segmen ini dilakukan perusahaan untuk mempertimbangkan kebijakan yang harus diambil terhadap pesaing dan untuk menentukan kekuatan produk perusahaan sekarang berdasarkan kelompok pelanggan yang jelas. Dengan memetakan produk-produk pesaing dan produk milik perusahaan sendiri dalam segmen-segmen, perusahaan dapat memperkirakan peluang produk yang mana yang menyebabkan kelemahan lini produksi dan produk mana yang mampu memanfaatkan kelemahan tersebut. 1.1 Jenis-Jenis Segmentasi Pasar Berikut ini merupakan jenis-jenis dari segmentasi pasar menurut Philip Kohler. 1. Segmentasi Pasar berdasarkan Geografi Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah, kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi target operasi perusahaan. 2. Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan. 3. Segmentasi Pasar berdasarkan Sociocultural Segmentasi sosiokultural yang memiliki variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) dibagi dalam segmen yang sesuai tahap pada: daur hidup keluarga, kelas sosial, budaya dan sub budaya, lintas budaya atau segmentasi pemasaran global. 4. Segmentasi Pasar berdasarkan Tingkah Laku Segmentasi ini dikelompokkan berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau reaksi pembeli terhadap suatu produk. 1

2 1.2 Manfaat Segmentasi Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991). Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain: 1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungankecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah. 2. Dapat mendesain produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar. 3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif. 4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periodeperiode dimana reaksi pasar cukup besar. 1.3 Langkah Pengerjaan Segmentasi Pasar Untuk melakukan segmentasi pasar, yang dilakukan adalah: 1. Menentukan produk 2. Menetapkan segmentasinya 3. Melakukan benchmark 4. Menaruh di peta segmentasi Dalam buku Ulrich diberikan contoh bahwa untuk bentuk segmentasi dari beberapa produk Xerox, di mana segmentasinya berdasarkan jumlah pengguna yang berbagi peralatan kantor. Pada guide book perancangan produk ini, produk yang digunakan adalah meja setrika. Segmentasi pasar yang kami gunakan dalam pengembangan produk meja setrika ini dilihat berdasarkan demografi dan tingkah laku. Segmentasi pasar berdasarkan demografi, dari segi usia meja setrika ditujukan bagi remaja hingga dewasa dan dari segi jenis pekerjaan ditujukan bagi ibu rumah tangga dan pekerja laundry serta dari segi tingkat ekonomi ditujukan bagi semua kalangan yang terbagi atas tingkat ekonomi bawah, menengah dan ekonomi atas. Dan untuk segmentasi pasar berdasarkan tingkah laku yaitu produk meja setrika ini ditujukan untuk seseorang yang melakukan kegiatan setrika. 2

3 Pada tahun 2012 muncul kompetitor pertama yaitu Affga dan pada tahun 2015 muncul kembali kompetitor kedua yang memiliki desain meja setrika yang lebih inovatif yaitu Modera Clio. Meskipun begitu, produk meja setrika Affga tetap memiliki harga yang lebih murah dari pada meja setrika Modera Clio. Selain memiliki harga yang lebih murah, meja setrika juga memiliki kelebihan pada fungsi kepraktisannya karena dapat dilipat, namun sayangnya memiliki tempat penyimpanan baju yang telah disetrika berukuran kecil. Sedangkan meja setrika Modera Clio memiliki kelebihan tempat penyimpanan baju yang berukuran cukup besar. Namun desain yang lebih inovatif dan menarik tersebut tidak dilengkapi dengan adanya lipatan sehingga meja setrika dapat lebih fleksibel karena dapat dilipat dan harga yang relatif mahal. Dan berikut merupakan contoh segmentasi untuk produk meja setrika. > Kayu Partikel Board + Kain Aterja Produk Baru < Kayu + Kain Gambar 1.1 Peta Segmentasi Pasar Keterangan: : Kompetitor Affga : Kompetitor Modera Clio : Produk meja setrika yang kita keluarkan 3

4 POIN PENTING - Segmentasi bertujuan membagi pasar yang berbeda-beda ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut. - Pada saat melakukan segmentasi pasar, hal yang perlu dilakukan adalah menentukan produk, melakukan benchmark, menetapkan segmentasinya, dan menerapkan pada kurva segmentasi. - Pada kurva segmentasi pasar, kita terapkan hasil segmentasi pasar yang telah dilakukan sebelumnya dengan membandingkan satu atau lebih kompetitor sehingga bisa diketahui produk baru yang akan dibuat berada di posisi mana. 4

5 BAB II IDENTIFIKASI PELUANG Ide-ide untuk produk baru atau detail produk berasal dari beberapa sumber, di antaranya : 1. Personal pemasaran dan penjualan 2. Penelitian dan organisasi pengembangan teknologi 3. Tim pengembangan produk saat ini 4. Manufaktur dan operasional organisasi 5. Pelanggan sekarang atau potensial 6. Serta pihak ketiga seperti pemasok, pencipta, dan partner-partner bisnis. Proses identifikasi peluang pengembangan produk berhubungan dengan kegiatan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan yaitu: 1. Mencatat kegagalan dan keluhan yang dialami pelanggan dengan produk yang ada. 2. Mewawancarai pengguna utama, dengan memfokuskan pada proses inovasi oleh pengguna dan modifikasi-modifikasi yang dilakukan oleh para pengguna terhadap produk yang ada. 3. Mempertimbangkan implikasi terdahap adanya kecenderungan-kecenderungan dalam gaya hidup, demografis, dan teknologi untuk kategori produk yang ada dan peluangpeluang kategori produk baru. 4. Beberapa usulan pelanggan sekarang dikumpulkan secara sistematis melalui tenaga penjualan dan sistem pelayanan pelanggan. 5. Studi para pesaing produk dilakukan secara hati-hati dengan berdasarkan pada basis sekarang (keunggulan-keunggulan pesaing). 6. Status teknologi yang muncul dilihat kembali untuk memfasilitasi perpindahan teknologi yang tepat dari penelitian kearah pengembangan produk. 2.1 Tahap-Tahap Identifikasi Peluang Berikut merupakan tahap-tahap dalam mengidentifikasi peluang: Mengumpulkan Data Mentah Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan data-data yang nantinya dapat diolah sebagai kebutuhan pelanggan untuk menetapkan produk baru. Berikut merupakan metode yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi peluang. 5

6 1. Interview 2. Focus Group 3. Survei tertulis (Kuesioner) 4. Observasi produk saat ini Dalam melakukan metode-metode tersebut, salah satu contohnya dapat menggunakan kuesioner sebagai alat bantu. Kuesioner adalah daftar pertanyaan untuk mendapatkan keterangan dari sampel atau sumber yang beranekaragam (agar sampel dapat mewakili populasi). Ada 2 jenis kuisioner, yaitu: a. Kuisioner terbuka Kuesioner ini memberikan kesempatan penuh memberi jawaban menurut apa yang dirasa perlu oleh responden. Peneliti hanya memberikan sejumlah pertanyaan berkenaan dengan masalah penelitian dan meminta responden menguraikan pendapat atau pendiriannya dengan panjang lebar bila diinginkan. b. Kuisioner tertutup Kuesioner tertutup terdiri atas pertanyaan atau pernyataan dengan sejumlah jawaban tertentu sebagai pilihan. Responden mengecek jawaban yang paling sesuai dengan pendiriannya Responden adalah orang yang memberi informasi melalui kuesioner. Sebaiknya responden adalah pengguna utama atau stakeholder yang berhubungan dengan produk tersebut Metode Sampling Dalam pembahasan metode sampling ini akan dibahas tentang definisi populasi dan sampel, metode sampling serta teknik penentuan jumlah sampel. 1. Populasi dan Sampel Populasi adalah seluruh kumpulan objek-objek atau orang-orang yang akan dipelajari atau diteliti. Karakteristik populasi dinamakan parameter. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang dianggap mewakili populasi. Karakteristik sampel dinamakan statistik. 2. Metode Sampling Metode sampling adalah cara pengumpulan data yang hanya mengambil sebagian elemen populasi atau karakteristik yang ada dalam populasi. Berbeda dengan sensus, sensus merupakan cara pengumpulan data yang mengambil setiap elemen populasi atau karakteristik yang ada dalam populasi. Alasan dipilihnya sampling yaitu objek penelitian yang homogen, objek penelitian yang mudah rusak, penghematan biaya dan waktu, 6

7 masalah ketelitian, ukuran populasi, dan faktor ekonomis. Berikut merupakan jenis-jenis metode sampling: a. Sampling Random 1) Sampling Random Sederhana Sampling random sederhana dilakukan apabila elemen populasi (dianggap) homogen dan tidak diketahui elemen-elemen populasi yang terbagi ke dalam golongan- golongan serta ukuran populasi yang relatif kecil. Berikut langkahlangkah melakukan sampling random sederhana. a) Susun kerangka sampling b) Tetapkan jumlah sampel c) Tentukan jumlah sampel d) Tentukan alat pengambilan sampel e) Pilih sampel sampai dengan jumlah sampel terpenuhi Sampling random sederhana ini dipilih ketika tiap sampel yang berukuran sama memiliki probabilitas sama untuk terpilih dari populasi. Terdapat dua metode pengacakan sampel yaitu metode undian dan tabel random. 2) Sampling Random Berlapis Sampling random berlapis adalah bentuk sampling random yang populasi atau elemen populasinya dibagi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata. Sampling random berlapis ini dilakukan bila: a) Elemen populasi heterogen. b) Ada kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasn populasi ke dalam stratum-stratum. c) Ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang akan digunakan untuk stratifikasi. d) Dapat diketahui dengan tepat jumlah satuan-satuan individu dari setiap statum dalam populasi. 3) Sampling Random Sistematis Sampling sistematis adalah bentuk sampling random yang mengambil elemenelemen yang akan diselidiki berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang telah disusun secara teratur. Sampling sistematis ini dilakukan apabila identifikasi atau nama dari elemen-elemen dalam populasi itu terdapat dalam suatu daftar dan populasi memiliki pola beraturan. Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan sampling sistematis: 7

8 a) Jumlah elemen populasi dibagi dengan jumlah elemen sampel, sehingga didapatkan subpopulasi-subpopulasi yang memiliki jumlah elemen sama (memilihi interval sama). b) Dari subpopulasi pertama dipilih sebuah anggota dari sampel yang dikehendaki, biasanya menggunakan tabel bilangan random. c) Anggota dari subsampel pertama yang terpilih, digunakan sebagai titik acuan untuk memilih sampel berikutnya, pada setiap jarak/interval tertentu. 4) Sampling Random Kelompok Sampling random kelompok adalah bentuk sampling random yang populasinya dibagi menjadi beberapa kelompok (cluster) dengan menggunakan aturan-aturan tertentu, seperti batas alam dan wilayah administrasi pemerintah. Berikut langkahlangkah untuk melakukan sampling kelompok. a) Membagi populasi ke dalam beberapa kelompok. b) Memilih satu atau sejumlah kelompok dari kelompok-kelompok tersebut secara random. c) Menentukan sampel dari satu atau sejumlah kelompok yang terpilih secara random. b. Sampling Non Random 1) Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu hingga jumlah (kuota) yang diinginkan. Anggota populasi manapun yang akan diambil, tidak menjadi masalah, yang penting mempunyai ciri-ciri tertentu dan sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan. Hal yang terlebih dahulu dilakukan pada sampling kuota ini adalah menetapkan berapa jumlah kuota sebagai jumlah sampelnya. 2) Convenience Sampling Merupakan teknik dalam memilih sampel, peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tersebut berada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling - tidak disengaja - atau juga captive sample (man-onthe-street). Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajakan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis 8

9 sampel ini, hasilnya ternyata kurang obyektif. 3) Snowball Sampling Merupakan teknik sampling yang banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel. Satuan sampling dipilih atau ditentukan berdasarkan informasi dari responden sebelumnya. 4) Judgment Sampling Merupakan teknik sampling yang satuan sampling-nya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel. Sesuai dengan namanya, sampel diambil dengan maksud dan tujuan yang diinginkan peneliti atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki atau mengetahui informasi yang diperlukan bagi penelitian yang dia buat. Pengambilan sampel ini dapat dibagi dua yaitu judgment sampling dan quota sampling. 3. Teknik Penentuan Jumlah Sampel a. Pendapat Slovin Asumsinya bahwa populasi berdistribusi normal. Dengan rumus: n = N 1+Ne Dimana: 2 untuk populasi kecil (< ) n N E = ukuran sampel = ukuran populasi = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel 9

10 b. Pendapat Gay Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan pada desain penelitian yang digunakan, yaitu sebagai berikut: 1) Metode deskriptif : 10% populasi, untuk populasi relatif kecil minimal 20 % populasi. 2) Metode deskriptif korelasional, minimal 30 subjek. 3) Metode eksperimental, minimal 15 subjek per kelompok Rancangan Kuesioner Terbuka Kuesioner disebarkan dengan menggunakan metode sampling random kelompok sesuai dengan kelompok yang menunjang segmentasi yang disasar. Jumlah kuesioner yang disebarkan minimal 30 kuesioner yaitu berdasarkan pendapat Gay metode deskriptif korelatif. Kuesioner bermaksud untuk mengetahui 6 hal mengenai kebutuhan dan keinginan pelanggan yaitu, alasan menggunakan produk, pengalaman selama menggunakan produk, yang disukai dan tidak disukai dari produk yang sekarang, pertimbangan dalam memilih produk, serta perbaikan atau inovasi baru terhadap produk yang sekarang. Berikut merupakan contoh kuesioner terbuka yang digunakan 10

11 Nama Pekerjaan Usia : : KUESIONER TERBUKA : Meja setrika merupakan alat bantu yang digunakan untuk kita dalam melakukan kegiatan menyetrika pakaian agar lebih mudah dan praktis. Kuesioner ini dibuat untuk mengetahui inovasi apa yang dibutuhkan dari meja setrika. Berikut gambar macam-macam meja setrika. Apakah Anda sering menggunakan meja setrika? Jawab: Apakah dengan produk yang sekarang ada, Anda pernah mengalami kecelakaan atau cidera saat menggunakannya? Jelaskan jika pernah? Jawab: Apa yang Anda sukai pada saat menggunakan meja setrika? Jawab: Apa yang tidak Anda sukai pada saat menggunakan meja setrika? Jawab: Inovasi apa yang Anda inginkan pada saat menggunakan terhadap meja setrika? Jawab: Gambar 2.1 Kuesioner Terbuka Hasil interaksi dengan responden harus didokumentasikan sebagai bukti bahwa pengambilan data telah dilakukan. Metode untuk dokumentasi di antaranya adalah: a. Rekaman Video b. Rekaman suara c. Catatan d. Foto Uji Kecukupan Data Uji kecukupan data diperlukan untuk memastikan bahwa yang telah dikumpulkan dan disajikan dalam laporan penimbangan tersebut adalah cukup secara obyektif. Berikut macammacam metode uji kecukupan data. 11

12 1. Uji Kecukupan Data dengan Data Pengamatan Dalam hal ini uji kecukupan data menggunakan data hasil pengamatan bukan jumlah kuesioner. data hasil pengamatan itu contohnya tinggi pertumbuhan anak, lebar kepala anak, waktu pengamatan dan yang lainnya yang bersifat eksperimen. Untuk uji kecukupan data ini menggunakan rumus berikut: 2 k N s = [ N X i 2 ( X i ) 2 ] X i Dimana: N = Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan k = Tingkat kepercayaan dalam pengamatan Jika tingkat keyakinan 99%,maka k=2,58 3 Jika tingkat keyakinan 95%,maka k=1,96 2 Jika tingkat keyakinan 68%,maka k 1 s = Derajat ketelitian dalam pengamatan. Jika tingkat keyakinan 99% maka s=1% Jika tingkat keyakinan 95% maka s=5%, dst. N X i = Jumlah Pengamatan yang sudah dilakukan = Data Pengamatan (1-1) 2. Uji Kecukupan Data dengan Jumlah Data Cacat yakni: Untuk uji kecukupan data dengan memakai jumlah data cacat memiliki rumus tersendiri N = Z2 pq e2 (1-2) Dimana: N Z p q e = Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan. = Z (tabel normal) yang berhubungan dengan tingkat ketelitian = Persentase kuesioner layak dengan p = (total kuesioner yang disebar - total kuesioner cacat)/total kuesioner yang disebar = Persentase kuesioner cacat dengan q = 1- p = Persentase kelonggaran ketelitian 12

13 3. Slovin's Formula Digunakan untuk menghitung ukuran sampel dengan jumlah populasi (N) dan error (e). Ini adalah teknik random sampling untuk mengetahui ukuran sampel. Banyak digunakan jika pertanyaan yang diajukan bersifat kategorikal. n = N 1+Ne 2 Dimana: (1-3) N e n = jumlah populasi; = error yang diharapkan = jumlah sampel Setelah didapatkan hasil dari kuisioner terbuka, dilakukan uji kecukupan data terlebih dahulu. Uji kecukupan data untuk kuesioner terbuka adalah Uji Slovin. Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan persentase ditentukam toleransi kesalahan 10 % dan proporsi pengguna meja setrika 30 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin: n = N 1 + Ne 2 = 30 = 23, (30)(0,1) 2 Dengan demikian, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah Menginterpretasikan Data Mentah Menjadi Kebutuhan Pelanggan Selanjutnya hasil kuesioner yang didapat direkap per sub bahasan. Hasil direkap dengan menggunakan tabel agar lebih informatif. Berikut contoh tabel rekap kuesioner mengenai pertimbangan dalam membeli meja setrika. 13

14 Pertanyaan Tabel 2.1 Rekap Hasil Kuesioner Terbuka Jawaban Jumlah Responden Apakah anda sering menggunakan meja setrika? Sering 22 Lumayan sering 8 Tidak pernah 19 Apakah dengan produk yang sekarang ada, anda pernah mengalami kecelakaan/cidera saat menggunakannya? Jelaskan jika pernah Cidera punggung 3 Setrika jatuh 3 Tangan terkena setrika 3 Lengan sakit 1 Meja Terjungkal 1 Nyaman 8 Apa yang anda sukai pada saat menggunakan meja setrika? Menyetrika jadi lebih mudah 9 Bentuknya yang datar/besar 7 Praktis 3 Biasa aja 3 Kurang panjang/luas 8 Alas meja menggunakan bahan yang tidak tahan panas 2 Apa yang tidak anda sukai pada saat menggunakan meja setrika? Capek 3 Tidak adjustable 2 Meja kurang kuat 3 Mahal 2 Tidak ada tempat untuk meletakkan setrika 3 Tidak praktis 7 Alas dipertebal agar tidak membutuhkan kain tambahan 1 Inovasi apa yang anda inginkan pada saat menggunakan meja setrika? Permukaan meja di perluas 8 Diberi tempat untuk meletakkan baju yang sudah dan sebelum disetrika 3 Tinggi meja dibuat adjustable 6 14

15 Pertanyaan Jawaban Jumlah Responden Meja bisa dilipat 3 Meja di beri bantalan empuk dan tahan panas 1 Meja diberi gantungan pakaian 1 Diberi tempat duduk yang empuk 1 Colokan listrik ada pada meja setrika 1 Permukaan meja dibuat lebih panjang 1 Permukaan meja dibuat licin 1 Meja diberikan penyangga untuk kaki 2 Warna yang menarik Memfilter Kebutuhan Pelanggan Kemudian dilakukan penyaringan (filter) kebutuhan pelanggan terhadap produk yang akan diproduksi. Berikut ini merupakan tabel filter kebutuhannya. Membuat mudah lelah Mudah capek Tabel 2.2 Filter Kebutuhan Pelanggan Raw Oppurtunities Filter I (Exceptional Oppurtunities) Dapat menyebabkan cidera punggung Tangan terkena setrika Desain meja ergonomis Lengan sakit Tinggi meja tidak adjustable Permukaan meja kurang luas Permukaan meja kurang panjang Permukaan meja setrika luas Alas meja diperlebar 15

16 Raw Oppurtunities Filter I (Exceptional Oppurtunities) Meja tidak praktis Meja bisa dilipat Meja setrikatidak praktis Meja praktis Tidak ada tempat untuk meletakkan setrika Memiliki tempat untuk meletakkan pakaian Meja diberi tempat untuk menggantung pakaian Memiliki tempat penyimpanan Meja memiliki rak untuk pakaian Bantalan meja empuk Alas meja terbuat dari bahan tidak tahan panas Alas meja dipertebal Material alas permukaan meja tebal Memerlukan kain tambahan pada setiap permukaan meja Nyaman Memiliki penyangga kaki Meja setrika nyaman digunakan Memiliki tempat duduk Meja kurang kuat Material kerangka meja kuat POIN PENTING - Tahap-tahap identifikasi peluang yaitu mulai dari mengumpulkan data mentah, menginterpretasikan data mentah menjadi kebutuhan pelanggan, dan memfilter kebutuhan pelanggan. - Pada tahap mengumpulkan data mentah terdapat 4 metode yang digunakan untuk identifikasi peluang yaitu interview, focus group, survei tertulis (kuesioner), dan observasi produk saat ini yang ditujuka sesuai dengan segmentasinya - Tahap terakhir adalah memfilter kebutuhan pelanggan yang sejenis menjadi lebih global. 16

17 BAB III IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN 3.1 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan Proses identifikasi kebutuhan pelanggan merupakan bagian yang integral dari proses pengembangan produk, dan merupakan tahap yang mempunyai hubungan paling erat dengan proses diferensiasi konsep, seleksi konsep, benchmark dengan pesaing, dan menetapkan spesifikasi produk. 3.2 Daftar Pernyataan dan Kebutuhan Pelanggan Berikut ini merupakan syarat-syarat penyusunan kuesioner tertutup yang benar: 1. Sesuaikan jumlah pertanyaan atau pernyataan (jangan terlalu banyak/sedikit) 2. Semakin banyak responden akan mempermudah dalam melakukan uji validitas dan reliabilitas 3. Setiap pertanyaan atau pernyataan tidak boleh ambigu 4. Gunakan kalimat positif Dibawah ini adalah contoh transformasi pernyataan pelanggan menjadi pernyataan kebutuhan. Tabel 3.1 Daftar Pernyataan dan Kebutuhan Pelanggan No Pernyataan Pelanggan Pernyataan Kebutuhan 1 Penggunaan meja setrika cepat membuat lelah Penggunaan meja setrika tidak cepat membuat lelah 2 Permukaan meja setrika yang sempit Permukaan meja setrika luas 3 Meja setrika tidak praktis Meja setrika praktis Meja setrika memiliki tempat penyimpanan yang terbatas Material alas permukaan meja setrika tipis Material kerangka meja kurang kuat / ringkih Meja setrika kurang nyaman digunakan Meja setrika memiliki tempat penyimpanan yang cukup Material alas permukaan meja setrika tebal Material kerangka meja kuat Meja setrika nyaman digunakan 3.3 Rancangan Kuisioner Tertutup Setelah didapatkan daftar kebutuhan pelanggan, maka dilakukan kuisioner tertutup guna mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan pelanggan, nilai kepentingan dari masing- masing 17

18 kebutuhan, serta sebagai perbandingan dengan competitor. Rancangan kuisioner tertutup untuk produk meja setrika adalah sebagai berikut: 18

19 3.4 Pengujian Data Setelah kuisioner disebarkan, kuisioner perlu dilakukan pengujian data guna data pada instrument bisa digunakan untuk menilai dan mengukur isi dari kuisioner yang disebarkan. Sebelum digunakan untuk keperluan pengembangan produk, hasil kusioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu. 1. Validitas Validitas berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur tertentu dalam melakukan fungsi ukurannya. Uji validitas yang digunakan adalah validitas internal berupa validitas konstruk karena kuisioner digunakan untuk mengukur gejala sesuai dengan yang didefinisikan. Adapun pengujian yang dilakukan adalah menggunakan korelasi. Langkah pengujian validitas menggunakan software SPSS ialah sebagai berikut: a. Buka Variabe View pada SPSS, definisikan semua variable yang akan digunakan. b. Buka Data View, masukkan data yang akan diuji. c. Klik Analyze Correlate Bivariate d. Masukkan seluruh variable beserta jumlah total variable kedalam kotak variable, pilih pearson pada correlation coefficients, Klik OK Berikut merupakan hasil pengujian validitas kuisioner tertutup untuk produk meja setrika. 19

20 Tabel 3.2 Uji Validitas Kuisioner Correlations P1 P2 P3 P4 P5 P6 Pearson Correlation **.737 **.505 **.450 **.819 ** P1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.677 ** **.554 **.515 **.654 ** P2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.737 **.663 ** **.560 **.714 ** P3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.505 **.554 **.639 ** **.606 ** P4 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.450 **.515 **.560 **.620 ** ** P5 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.819 **.654 **.714 **.606 **.602 ** 1 P6 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.764 **.627 **.718 **.506 **.574 **.862 ** P7 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation.843 **.805 **.863 **.768 **.762 **.900 ** TP Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 20

21 Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa setiap data memiliki nilai lebih dari 0.3 dan memiliki nilai korelasi yang signifikan baik antara level 0.01 dan 0.05 sesuai dengan tanda yang ditunjukkan pada tabel. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pertanyaan valid untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. 2. Reliabilitas Reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan. Keandalan disini bisa berarti beberapa kali pun variable-variabel pada kuisioner tersebut ditanyakan kepada responden maka hasilnya tidak menyimpang terlalu jauh dari rata-rata jawaban responden. Pengujian reliabilitas dilakukan secara internal dengan menganalisis konsistensi butir- butir yang ada pada kuisioner dengan menggunakan teknik Cronbach-Alfa. Langkah pengujian validitas menggunakan software SPSS ialah sebagai berikut: a. Buka Variabe View pada SPSS, definisikan semua variable yang akan digunakan. b. Buka Data View, masukkan data yang akan diuji. c. Klik Analyze Scale- Reability Analysis d. Masukkan seluruh variable kedalam kolom item, lalu Klik Statistics, centang scale if item deleted, Klik OK Berikut merupakan hasil pengujian reliabilitas kuisioner tertutup untuk produk meja setrika. Tabel 3.3 Tabel uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

22 Berdasarkan tabel diatas, nilai dari Chronbach Alpha bernilai lebih adri 0.6, maka dapat dikatakan bahwa item pertanyaan dalam kuision reliable untuk digunakan. 3.4 Rekap Hasil Kuisioner Tertutup (Nilai Kepentingan) Berikut merupakan rekap hasil kuisioner tertutup untuk produk otoped yang akan dikembangkan No Pernyataan Kebutuhan Tabel 3.4 Hasil Rekap Kuisioner Tertutup Rata-rata nilai ekspektasi produk Rata-rata nilai ekspektasi produk Affga Rata-rata nilai ekspektasi produk Modera Clio 1 Desain meja sesuai postur tubuh (ketinggian dapat diatur) Permukaan meja setrika luas Meja setrika praktis Memiliki tempat penyimpanan Material alas permukaan meja tebal Material kerangka meja kuat Meja setrika nyaman digunakan Poin Penting: Pada proses identifikasi kebutuhan pelanggan, input yang digunakan merupakan pernyataan pelanggan hasil dari kuesioner terbuka, kemudian dirubah menjadi kebutuhan pelanggan. Setelah membuat daftar kebutuhan pelanggan, maka dibuat rancangan kuesioner tertertutup, yang kemudian disebarkan kepada pelanggan. Melakukan uji validitas dan uji reabilitas terhadap hasil kesioner yang telah disebarkan. Pernyataan kebutuhan pelanggan digunakan sebagai input pada rancangan spesifikasi 22

PERTEMUAN 1 (IDENTIFIKASI PELUANG & SEGMENTASI PASAR) SENIN, 3 OKTOBER 2016

PERTEMUAN 1 (IDENTIFIKASI PELUANG & SEGMENTASI PASAR) SENIN, 3 OKTOBER 2016 PERTEMUAN 1 (IDENTIFIKASI PELUANG & SEGMENTASI PASAR) SENIN, 3 OKTOBER 2016 PEMBAGIAN PRODUK PER KELOMPOK PEMBAGIAN PRODUK TEMA PRODUK: OFFICE EQUIPMENT PRODUK OFFICE FURNITURE WRITING UTENSILS SMALL MACHINE

Lebih terperinci

MATERI APLIKASI KOMPUTER LANJUT UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS

MATERI APLIKASI KOMPUTER LANJUT UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS MATERI APLIKASI KOMPUTER LANJUT UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS Jika kita akan melakukan penelitian yang menggunakan kuisioner, setelah kuisioner diisi oleh responden dan sudah tabulasi data, maka langkah

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Oleh: Aftoni Sutanto UJI VALIDITAS Berikut langkah-langkah uji validitas. Dengan menggunakan contoh data sebagai berikut: 1. Uji Validitas

Lebih terperinci

PERTEMUAN 2 (IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN) SENIN-SELASA, OKTOBER 2016

PERTEMUAN 2 (IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN) SENIN-SELASA, OKTOBER 2016 PERTEMUAN 2 (IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN) SENIN-SELASA, 10-11 OKTOBER 2016 TAHAP PERANCANGAN PRODUK TAHAP IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN Mengumpulk an Data Mentah dari Pelanggan Menginterpre tasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif, karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2008:13). 3.2 Populasi dan Sampel

Lebih terperinci

Metode Sampling 6.1. Debrina Puspita Andriani /

Metode Sampling 6.1. Debrina Puspita Andriani    / Metode Sampling 6.1 Debrina Puspita Andriani E-mail : [email protected] / [email protected] 2 Outline Populasi dan Sampel Metode Sampling Teknik Penentuan Jumlah Sampel Populasi dan Sampel 3 Populasi

Lebih terperinci

Uji Validitas Instrumen. by Ifada Novikasari

Uji Validitas Instrumen. by Ifada Novikasari Uji Validitas Instrumen by Ifada Novikasari Institut Agama Islam Negeri Purwokerto 2016 Uji Validitas Instrumen a. Validitas Isi/Konten Validitas isi yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah validitas

Lebih terperinci

ANALISIS ANGKET Materi Kuliah TIK oleh Dr. Sumadi,M.Pd.

ANALISIS ANGKET Materi Kuliah TIK oleh Dr. Sumadi,M.Pd. ANALISIS ANGKET Materi Kuliah TIK oleh Dr. Sumadi,M.Pd. A. UJI VALIDITAS Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrument dalam pengukuran. Dalam pengujian instrument pengumpulan data, validitas

Lebih terperinci

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan dan menganalisis data dari hasil penelitian yang dilakukan tentang Efektivitas Kegiatan Sarasehan di Radio Sky 90,50 FM Bandung terhadap

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. kuesioner uji coba kepada member kaskus yang menggunakan forum jual-beli kaskus

BAB 4 HASIL PENELITIAN. kuesioner uji coba kepada member kaskus yang menggunakan forum jual-beli kaskus BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Responden Kuesioner Sebagai langkah awal akan dilakukan penyebaran kuesioner dengan metode nonprobability sampling yaitu penyebaran dimana setiap unsur populasi tidak memiliki

Lebih terperinci

Metoda Penelitian TEKNIK SAMPLING

Metoda Penelitian TEKNIK SAMPLING Metoda Penelitian TEKNIK SAMPLING Jika Cukup Sesendok Tak Perlu Semangkok Dasar pemikiran Data yang dipergunakan dalam suatu penelitian belum tentu merupakan keseluruhan dari suatu populasi karena beberapa

Lebih terperinci

Misalkan kuesioner adalah sasaran tembak seperti pada gambar berikut ini. Anggap bahwa pusat sasaran tembak itu adalah target dari apa yang kita ukur.

Misalkan kuesioner adalah sasaran tembak seperti pada gambar berikut ini. Anggap bahwa pusat sasaran tembak itu adalah target dari apa yang kita ukur. Misalkan kuesioner adalah sasaran tembak seperti pada gambar berikut ini. Anggap bahwa pusat sasaran tembak itu adalah target dari apa yang kita ukur. Jawaban tiap responden yang ditanya menggunakan kuesioner

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisa Kebutuhan Konsumen Desain Sepatu Casual Pria Lama

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisa Kebutuhan Konsumen Desain Sepatu Casual Pria Lama 80 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisa Kebutuhan Konsumen Sepatu memiliki tujuan tersendiri bagi para pemakainya, berbagai jenis dan model sepatu yang berbeda-beda sudah banyak dibuat dan dikembangkan. Tujuan

Lebih terperinci

UJI PERSYARATAN INSTRUMEN

UJI PERSYARATAN INSTRUMEN PERTEMUAN KE-5 UJI PERSYARATAN INSTRUMEN Materi : 1. Uji Validitas Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, yaitu dari data responden

Lebih terperinci

Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu Kuesioner

Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu Kuesioner PERTEMUAN 4 Uji Validitas dan Reliabilitas Suatu Kuesioner Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar (konstruk) pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel.

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS METODOLOGI PENELITIAN BISNIS 1 POPULASI DAN TEKNIK PENARIKAN SAMPEL POPULASI: Objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karekteristik tertentu yang dipelajari oleh peneliti, dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, dan variabel penelitian. Hal lain

III. METODOLOGI PENELITIAN. populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, dan variabel penelitian. Hal lain III. METODOLOGI PENELITIAN Bagian ketiga ini akan membahas beberapa hal mengenai pendekatan penelitian, populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, dan variabel penelitian. Hal lain yang perlu juga dibahas

Lebih terperinci

RISET AKUNTANSI. Materi RISET AKUNTANSI

RISET AKUNTANSI. Materi RISET AKUNTANSI RISET AKUNTANSI Materi RISET AKUNTANSI Dr. Kartika Sari U niversitas G unadarma Materi 5-1 Satuan Acara Perkuliahan 1. Riset Ilmiah 2. Metode dan Desain Riset 3. Topologi Data 4. Teknik Sampling 5. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi (koefisien hubungan). Penelitian korelasional adalah penelitian yang dimaksudkan

Lebih terperinci

Bab 3 METODE PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Metodologi Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dengan metode kuantitatif ini diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Menurut Arikunto, (2003) Penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan 26 III. METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Sumber Data 3.1.1 Penelitian kepustakaan Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan sumber berupa tulisan yang berhubungan dengan penelitian

Lebih terperinci

Teknik Sampling. Materi ke 4 Statistika I. Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008

Teknik Sampling. Materi ke 4 Statistika I. Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008 Teknik Sampling Materi ke 4 Statistika I Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008 Alasan menggunakan sampel : (a) (b) (c) (d) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh

Lebih terperinci

Bab V Evaluasi V.1 Skenario Evaluasi

Bab V Evaluasi V.1 Skenario Evaluasi 61 Bab V Evaluasi Pada bagian ini akan dipaparkan mengenai langkah-langkah evaluasi kerangka kerja yang dilakukan dalam penelitian ini. Evaluasi kerangka kerja bertujuan mendapatkan informasi yang luas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai lingkup metodologi yang akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai lingkup metodologi yang akan BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai lingkup metodologi yang akan digunakan dalam penelitian ini, yang meliputi desain, lokasi dan waktu penelitian, populasi, sampel, dan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Riset kuantitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pelaksanaan penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab dengan

BAB III METODE PENELITIAN. pelaksanaan penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab dengan 28 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. mendapatkan bukti sebab akibat antara variabel-variabel penelitian yang terdiri atas

III. METODE PENELITIAN. mendapatkan bukti sebab akibat antara variabel-variabel penelitian yang terdiri atas III. METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini mengunakan rancangan penelitian kausal karena bertujuan untuk mendapatkan bukti sebab akibat antara variabel-variabel penelitian yang terdiri

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Metode penelitian kuantitatif adalah sebuah metodologi yang menggunakan cara pengukuran berdasarkan variabel yang ada. Metode ini adalah metode ilmu

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Penyusunan dan Penyebaran Kuesioner Data dalam penelitian ini diperoleh dari nasabah Bank. Pengumpulan data dilakukan dengan cara, yaitu:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu penelitian yang lebih kepada keakuratan deskripsi setiap variabel dalan keakuratan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan desain penelitian, lokasi, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan prosedur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,

BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random, BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Responden Penelitian Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini seluruhnya berjumlah 100 orang.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2016, hlm. 14) menjelaskan tentang metode penelitian kuantitatif sebagai berikut: Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Model Pengembangan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Model Pengembangan 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Penelitian yang dilaksanakan termasuk ke dalam jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D). Model pengembangan yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Populasi merupakan bagian terpenting dari sebuah penelitian. Arikunto (2010, hlm. 173) berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang mencari ada tidaknya hubungan dua variabel penelitian. Pendekatan yang digunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penjelasan dari setiap variabel yang diperoleh dari penelitian dalam data akan dijelas secara rinci pada tiap-tiap variabel. Hasil penelitian

Lebih terperinci

Nilai Brand Equity Sour Sally

Nilai Brand Equity Sour Sally BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Brand Equity Brand Brand Perceived Brand Awareness Loyalty Quality Association Penyebaran Kuesioner Nilai Brand Equity Sour Sally 46 47 3.2 Metode Pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:7), metode penelitian kuantitatif diartikan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Data Responden Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang desebarkan kepada pengguna website Kreavi.com melalui email admin. Dari kuesioner diperoleh data

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian penjelasan (explanatory research) yakni kausalitas menjelaskan suatu

Lebih terperinci

ALUR KERJA DENGAN SAMPLE SAMPEL POPULASI TEMUAN

ALUR KERJA DENGAN SAMPLE SAMPEL POPULASI TEMUAN POPULASI DAN SAMPEL PENGERTIAN Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini mencakup lingkup wilayah penelitian dan jenis

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini mencakup lingkup wilayah penelitian dan jenis BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini mencakup lingkup wilayah penelitian dan jenis penelitian. Lingkup wilayah penelitian adalah semua pihak yang dapat dijadikan objek

Lebih terperinci

BAB 3 PERUMUSAN OBYEK PENELITIAN. PT. Uvindo Prima Cemerlang merupakan perusahaan jasa UV Varnish yang

BAB 3 PERUMUSAN OBYEK PENELITIAN. PT. Uvindo Prima Cemerlang merupakan perusahaan jasa UV Varnish yang 15 BAB 3 PERUMUSAN OBYEK PENELITIAN 3.1 Sejarah PT. Uvindo Prima Cemerlang PT. Uvindo Prima Cemerlang merupakan perusahaan jasa UV Varnish yang berdiri pada tahun 2002. Pada awalnya PT. Uvindo Prima Cemerlang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. salah satunya menggambarkan karakteristik responden yaitu : Jenis kelamin, usia,

BAB IV HASIL PENELITIAN. salah satunya menggambarkan karakteristik responden yaitu : Jenis kelamin, usia, BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Analisis Karakteristik Responden Peneliti memperoleh data primer dengan menyebarkan kuisioner yang dimana salah satunya menggambarkan karakteristik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Survey

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Survey BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Survey Survey kepuasan dosen dan tenaga kependidikan di Unswagati rutin dilakukan pada setiap tahun, hal ini sesuai dengan prosedur mutu yang telah ditetapkan yaitu

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian 33 METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survey yang bersifat explanatory research yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi dengan menjelaskan hubungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Indrawan dan Yaniawati (2016, hlm. 51) mengatakan Penelitian dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di rumah makan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah. Responden yang menjadi objek penelitian

Lebih terperinci

SEGMENTASI PASAR. Hasil dan Pembahasan 1. Buatlah peta segmentasi pasar dari meja yang kalian gunakan sesuai dengan langkah-langkah...

SEGMENTASI PASAR. Hasil dan Pembahasan 1. Buatlah peta segmentasi pasar dari meja yang kalian gunakan sesuai dengan langkah-langkah... SEGMENTASI PASAR Tujuan Praktikum Berikut adalah tujuan dari praktikum segmentasi pasar. 1. Untuk dapat menentukan segmen pasar sebagai pertimbangan merancang dan mengembangkan produk. 2. Untuk dapat menentukan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Sugiyono (2002, p11) jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif yang memiliki hubungan kausal, mendefinisikan penelitian asosiatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun alokasi waktu pengumpulan data penelitian ini telah

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun alokasi waktu pengumpulan data penelitian ini telah BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Adapun alokasi waktu pengumpulan data penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan (terhitung sejak tanggal 9 April

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

Lebih terperinci

RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN UJI VALIDITAS dan RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN P ada penelitian ilmu-ilmu sosial, termasuk didalamnya adalah Penelitian Kesehatan, cukup banyak menggunakan cara pengambilan/pengumpulan data dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 3) metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ini dilakukan di wifi corner area PT. Telkom Kotabaru milik PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel Yogyakarta, dengan objek yang diteliti

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Untuk mengetahui keinginan konsumen akan minuman kesehatan, kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang terletak di Jalan Pasir Kaliki Nomor 51. Pemilihan lokasi tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data deskriptif yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Alokasi waktu penelitian tentang persepsi mahasiswa IAIN Palangka

BAB III METODE PENELITIAN. Alokasi waktu penelitian tentang persepsi mahasiswa IAIN Palangka BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Alokasi waktu penelitian tentang persepsi mahasiswa IAIN Palangka Raya terhadap peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Tengah (KPID

Lebih terperinci

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENGUJIAN VALIDITAS MENGGUNAKAN EXCEL Berikut ini adalah contoh pengujian validitas konstruk, yang digunakan untuk menilai apakah data hasil angket/kuisioner

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian lapangan (Field Research) keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian lapangan (Field Research) keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kuantitatif, yakni suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan 27 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan rancangan penelitian yang dianggap relevan dengan permasalahan yang diteliti, untuk menjelaskan hubungan antara minat mahasiswa dalam membaca buku

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Peneliti menempuh beberapa tahap penelitian dalam pengumpulan data.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Peneliti menempuh beberapa tahap penelitian dalam pengumpulan data. BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data Peneliti menempuh beberapa tahap penelitian dalam pengumpulan data. Tahapan tersebut sebagai berikut : 4.1.1 Tahap Awal Penelitian

Lebih terperinci

MATA KULIAH METODE RISET

MATA KULIAH METODE RISET MATA KULIAH METODE RISET [KODE/SKS : IT-021235/2 SKS] UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS KUESIONER Uji Reliabilitas Suatu questionare disebut reliabel/handal jika jawabanjawaban seseorang konsisten atau stabil

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Tempat Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara kepercayaan diri dan kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan. BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut sugiyono (2008:8) metode kuantitatif diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Teknik Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Metode pada dasarnya merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu hasil menurut. Arikunto (2006, hlm. 160)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menekankan analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Seperti yang telah dikemukakan di Bab 1, salah satu yang melatar belakangi pembuatan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah harga (price) memiliki

Lebih terperinci

HANDOUT METODE PENELITIAN KUANTITATIF ANALISIS DATA MENGGUNAKAN SPSS

HANDOUT METODE PENELITIAN KUANTITATIF ANALISIS DATA MENGGUNAKAN SPSS HANDOUT METODE PENELITIAN KUANTITATIF ANALISIS DATA MENGGUNAKAN SPSS UJI RELIABILITAS DAN SELEKSI ITEM a. Pindahkan hasil data item dari tabulasi di Excel ke data view SPSS b. Di bagian variable view rubah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research), karena penelitian ini digunakan untuk memecahkan masalah yang

Lebih terperinci

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.1 Analisa Deskriptif Untuk memperoleh data dari responden digunakan lembar kuesioner yang harus diisi oleh para responden tersebut. Untuk selengkapnya kuesioner yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Peneliti memilih SD Negeri

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yaitu kuesioner untuk mengukur data variabel x (kegiatan

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KREATIVITAS DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA INDUSTRI KREATIF DI KOTA MEDAN. : Laki-Laki Perempuan

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KREATIVITAS DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA INDUSTRI KREATIF DI KOTA MEDAN. : Laki-Laki Perempuan Lampiran KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KREATIVITAS DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA INDUSTRI KREATIF DI KOTA MEDAN IDENTITAS RESPONDEN NAMA : JENIS KELAMIN : Laki-Laki Perempuan USIA : Tahun PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif, yaitu pendekatan yang bersifat ilmiah yang dilakukan pada pengambilan keputusan (Kuncoro, 2007). Penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto,

BAB 3 METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto, BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian. Pada penelitian dalam proyek akhir ini, digunakan metode deskriptif dan asosiatif. Menurut Kusmayadi dan Endar Sugiarto dalam buku Prof. J. Supranto, M.A.,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah field research dimana studi lapangan digunakan sebagai bahan laporan (Azwar,1998: 21). Hal ini dilakukan karena

Lebih terperinci

Tabel 4.1 Demografi responden berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin Jumlah Presentase. Pria (P) 63 63% Wanita (W) 37 37% Total %

Tabel 4.1 Demografi responden berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin Jumlah Presentase. Pria (P) 63 63% Wanita (W) 37 37% Total % BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Profil Responden Karakteristik demografi responden pada penelitian ini dibedakan menurut jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. a. Berdasarkan jenis kelamin

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Untuk mengumpulkan data yang dijadikan bahan dalam penyusunan Tugas Akhir yang berjudul Analisis Penilaian Citra Perusahaan Oleh Konsumen Pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 13 Bandarlampung, mulai 22 Oktober

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 13 Bandarlampung, mulai 22 Oktober III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan tempat Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 13 Bandarlampung, mulai 22 Oktober sampai dengan 19 November 2011. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah

Lebih terperinci