BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Budi Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Uji validitas dan reliabilitas pada skala VALS dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS untuk Windows terhadap empat segmen gaya hidup dengan koefisien validitas 0,30 dan kemudian diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3 Item Gugur dan Item Valid Skala Segmentasi Gaya Hidup VALS (Value and Life Style) Segmentasi Gaya Hidup Nomor Item Jumlah Thinkers Archievers Experiencers Survivor 1,2*,3,4,5,6*,7,8*,9*, 10,11,12, 13*,14,15 1,2,3*,4*,5*,6,7,8*,9, 10*,11,12, 13,14,15 1,2,3*,4,5*,6*,7*,8,9, 10,11,12,13, 14,15* 1,2,3,4,5*,6,7,8,9,10*, 11,12*,13,14*,15* `Keterangan : nomor dengan tanda (*) = Item yang tidak valid
2 35 Tabel 4 Daftar Item Valid Segmentasi Gaya Hidup Thinkers Archievers Experiencers Survivor Nomor Item Valid 1,3,4,5,7, 10,11,12,14,15 1,2,6,7,9,11,12,13,14,15 1,2,4, 8,9,10,11,12,13, 14 1,2,3,4, 6,7,8,9, 11, 13 B. Hasil Analisis Deskriptif 1. Analisis Deskriptif secara Umum Bagan 1 Hasil Analisis Gaya Hidup Secara Umum 2,78; 21,42% 3,66; 28,13% 3,46; 26,65% 3,09; 23,80% Thinkers Achievers Experiencers Survivor Angka Tebal = Hasil Nilai Rerata Angka Miring = Hasil Nilai Presentase
3 36 Gaya hidup secara umum dapat terlihat pada diagram diatas. Berdasarkan jumlah responden sebanyak 100 orang diperoleh hasil bahwa sebesar 28.1 % cenderung memiliki segmen gaya hidup experiencers dengan rerata Kemudian % cenderung berada pada segmen gaya hidup thinkers dengan nilai rerata Sementara yang berada pada segmen achievers sebesar % rerata 3.09 dan pada segmen survivor sebesar % dengan rerata Berikut ini berdasarkan 4 segmen gaya hidup VALS pada remaja di Kota Semarang dapat dilihat pada tabel dan bagan berikut : Tabel 5 Hasil Nilai Rerata 4 Semen Gaya Hidup Vals (Value and Life Style) Segmen Gaya Hidup Nilai Rerata Thinkers 3.46 Achievers 3.09 Experiencers 3.66 Survivor 2.78
4 37 Bagan 2 Presentase Gaya Hidup Remaja dalam 4 Segmentasi Gaya Hidup Vals (Value and Life Style) 28% 21% 27% 24% Thinkers Achievers Experiencers Survivor 2. Analisis Deskriptif berdasarkan Data Demografi Setelah dilakukan analisis data didapat gaya hidup remaja berdasarkan segmen gaya hidup VALS dan secara demografi sebagai berikut : a. Segmen Gaya Hidup berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 6 Hasil Rerata Gaya Hidup berdasarkan Jenis Kelamin Gaya Hidup Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Thinkers 3,47 3,46 Achievers 3,07 3,10 Experiencers 3,53 3,69 Survivor 2,78 2,78 Keterangan : Angka yang dicetak tebal merupakan hasil nilai rerata
5 38 Diagram 1 Hasil Rerata Gaya Hidup berdasarkan Jenis Kelamin Nilai Rerata Thinkers Achievers Experiencers Survivor Segmen Gaya Hidup Laki-laki Perempuan Dapat dilihat dari tabel dan bagan diatas, pada remaja berjenis kelamin laki-laki segmen gaya hidup thinkers memiliki rerata 3.47 sedangkan pada remaja perempuan memiliki rerata Artinya segmen thinkers lebih dominan dimiliki oleh remaja dengan jenis kelamin laki-laki. Segmen gaya hidup achievers memiliki rerata 3.07 pada remaja berjenis kelamin laki-laki. Sementara pada remaja perempuan memiliki rerata Gaya hidup achievers lebih banyak dimiliki oleh remaja perempuan. Kemudian segmen gaya hidup experiencers pada remaja lakilaki memiliki rerata 3.53 dan pada remaja perempuan memiliki rerata Remaja perempuan paling banyak memiliki gaya hidup experiencers Segmen gaya hidup survivor memilik rerata 2.78 pada remaja laki- laki dan perempuan. Pada perempuan dan laki laki
6 39 didominasi segmen gaya hidup experiencers karena memiliki nilai rerata tertinggi. b. Segmen Gaya Hidup berdasarkan Jenis Pendidikan Tabel 7 Hasil Rerata Gaya Hidup Berdasarkan Jenis Pendidikan Pendidikan Gaya Hidup SMA SMK Thinkers 3,48 3,40 Achievers 3,08 3,13 Experiencers 3,69 3,52 Survivor 2,78 2,79 Keterangan : Angka yang dicetak tebal merupakan hasil nilai rerata Diagram 2 Hasil Rerata Gaya Hidup Berdasarkan Jenis Pendidikan 5 Nilai Rerata SMA SMK 0 Thinkers Achievers Experiencers Survivor Segmen Gaya Hidup
7 40 Segmen gaya hidup thinkers pada remaja yang berpendidikan SMA memiliki rerata 3.51 dan pada remaja yang berpendidikan SMK memiliki rerata Artinya gaya hidup thinkers paling banyak dimiliki oleh remaja dengan pendidikan SMA. Kemudian segmen gaya hidup achievers pada remaja berpendidikan SMA memiliki rerata 3.08 sedangkan pada remaja berpendidikan SMK memiliki rerata Artinya gaya hidup achievers lebih banyak dimiliki oleh remaja dnegan pendidikan SMK Selanjutnya, segmen gaya hidup experiencers pada remaja bertingkat pendidikan SMA memiliki rerata 3.72 dan pada remaja bertingkat pendidikan SMK memiliki rerata Gaya hidup experiencers lebih didominasi siswa dengan pendidikan SMA. Sementara segmen gaya hidup survivor pada remaja berpendidikan SMA memiliki nilai rerata 2.78 dan remaja berpendidikan SMK nilai reratanya 2.79 berbeda sedikit. Sehingga dominasi gaya hidup survivor pada remaja pendidikan SMA dan SMK sama. Keseluruhan nilai rerata yang didapat gaya hidup yang paling dominan yaitu segmen gaya hidup experiencers pada remaja dengan pendidikan SMA dan SMK.
8 41 c. Segmen gaya hidup berdasarkan Pekerjaan Orang Tua Tabel 8 Hasil Rerata Segmen Gaya Hidup Berdasarkan Jenis Pekerjaan Orang Tua Pekerjaan Gaya Hidup Negeri Swasta Wirausaha Thinkers 3,53 3,44 3,45 Achievers 3,24 3,12 2,93 Experiencers 3,79 3,66 3,54 Survivor 2,75 2,85 2,70 Keterangan : Angka yang dicetak tebal merupakan hasil nilai rerata Diagram 3 Hasil Rerata Segmen Gaya Hidup Berdasarkan Jenis Pekerjaan Orang Tua 5 Nilai Rerata Negeri Swasta Wirausaha 0 Thinkers Achievers Experiencers Survivor Segmen Gaya Hidup Tabel dan bagan di atas menunjukkan segmen gaya hidup thinkers pada remaja yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai
9 42 negeri memiliki rerata 3.53, yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai swasta memiliki rerata 3.44 dan yang orang tuanya berwirausaha memiliki rerata Dominasi gaya hidup thinkers ada pada remaja yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri. Kemudian segmen gaya hidup achievers pada remaja yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri memiliki rerata 3.24, sementara yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai swasta memiliki rerata 3.12 dan yang memiliki usaha sendiri memiliki rerata Artinya segmen gaya hidup achievers paling banyak dimiliki oleh remaja yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri. Segmen gaya hidup experiencers pada remaja yang status orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri memiliki rerata 3.8, sedangkan yang pekerjaannya sebagai pegawai swasta memiliki rerata 3.66 dan yang orang tuanya berwirausaha sendiri memiliki rerata Artinya segmen gaya hidup experiencers lebih banyak dimiliki oleh remaja yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai negeri. Segmen gaya hidup survivor pada ramaja yang orang tuanya memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri memiliki rerata 2.75, yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai swasta memiliki rerata 2.85 dan yang orang tuanya memiliki usaha sendiri memilik rerata 2.7. Gaya hidup survivor lebih banyak dimiliki oleh remaja yang orang tuanya bekerja sebagai karyawan swasta. Remaja dalam rentang usia remaja akhir memang masih bergantung kepada orang tuanya. Sebagian besar, mereka masih membutuhkan bantuan orang tua dalam biaya pendidikan serta kehidupan sehari-hari. Gaya hidup experiencers tetap
10 43 mendominasi, nilai rerata tertinggi pada remaja dengan orang tua yang bekerja sebagai pegawai negeri.kondisi ekonomi pegawai negeri memang tergolong lebih baik daripada mereka yang memiliki perkerjaan sebagai pegawai swasta atau wirausaha. Maka dari itu kebutuhan dan keinginan remaja yang mempunyai orang tua pegawai negeri lebih terjamin sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan tren masa kini dan berada pada segmen gaya hidup experiencers. d. Segmen Gaya Hidup berdasarkan Kelas Smartphone Tabel 9 Hasil Rerata Segmen Gaya Hidup Berdasarkan Kelas Smartphone R Gaya e Hidup r a t a Smartphone Standard Menengah Atas (harga 1 juta) (1 juta 2,5 juta) ( 2,5 juta ) Thinkers 3,42 3,50 3,50 Achievers 2,31 3,14 3,22 Experiencers 3,07 3,73 3,77 Survivor 2,41 2,75 2,97 Keterangan : Angka yang dicetak tebal merupakan hasil nilai rerata
11 44 Diagram 4 Hasil Rerata Segmen Gaya Hidup Berdasarkan Kelas Smartphone Nilai Rerata Thinkers Achievers Experiencers Survivor Segmen Gaya Hidup Standard Menengah Atas Segmen gaya hidup thinkers pada remaja yang menggunakan smartphone golongan standar mempunyai nilai rerata 3.42, yang menggunakan smartphone golongan menengah mmpunyai rerata 3.5 dan remaja dengan smartphone golongan atas dengan harga yang mahal memiliki nilai rerata 3.5. Artinya gaya hidup thinkers lebih banyak dimiliki oleh remaja yang memiliki smartphone dalam golongan menengah dan atas Selanjutnya segmen gaya hidup achievers pada remaja pengguna smartphone dengan golongan standar memiliki nilai rerata 2.31, pengguna smartphone menengah nilai reratanya 3.14 dan pada pengguna smartphone golongan atas memiliki nilai rerata Gaya hidup achievers didominasi oleh remaja yang mempunyai smartphone golongan atas Segmen gaya hidup yang ketiga yaitu experiencers, pada segmen ini remaja yang memiliki smartphone golongan standar memiliki rerata 3.07, pada remaja yang memiliki smartphone
12 45 golongan menengah nilai reratanya 3.73 dan remaja yang mempunyai smartphone mahal nilai reratanya Artinya gaya hidup experiencers didominasi oleh remaja yang menggunakan smartphone dalam golongan atas. Sementara yang terakhir segmen gaya hidup survivor pada remaja yang menggunakan smartphone golongan standar mempunyai nilai rerata 2.41, remaja yang menggunakan smartphone menengah mempunyai nilai rerata 2.75 dan yang menggunakan smartphone golongan atas memiliki rerata Gaya hidup yang paling dominan yaitu gaya hidup experiencers karena mempunyai nilai rerata paling tinggi. e. Segmen Gaya Hidup berdasarkan Usia Tabel 10 Hasil Rerata Segmen Gaya Hidup berdasarkan Usia Usia Gaya Hidup 17 tahun 18 tahun 19 tahun 20 tahun Thinkers 3,14 3,56 3,76 3,40 Achievers 2,60 3,16 3,48 3,06 Experiencers 3,17 3,83 3,78 3,63 Survivor 2,39 2,98 2,82 2,74 Keterangan : Angka yang dicetak tebal merupakan hasil nilai rerata
13 46 Diagram 5 Hasil Rerata Gaya Hidup Berdasarkan Usia Hasil Nilai Rearata Thinkers Achievers Experiencers Survivor Segmen Gaya Hidup 17 tahun 18 tahun 19 tahun 20 tahun Pada tabel dan bagan di atas segmen gaya hidup thinkers pada remaja berusia 17 tahun memiliki nilai rerata 3.14, pada remaja berusia 18 tahun memiliki rerata 3.56, remaja berusia 19 tahun memiliki rerata 3.76 dan pada remaja berusia 20 tahun memiliki rerata Artinya gaya hidup thinker paling banyak dimiliki oleh remaja dengan usia 19 tahun. Selanjutnya pada gaya hidup achievers pada remaja berusia 17 tahun memiliki nilai rerata 2.6, usia 18 tahun mempunyai rerata 3.16, remaja usia 19 tahun memiliki nilai rerata 3.48 dan pada remaja berusia 20 tahun nilai reratanya Gaya hidup achievers paling banyak dimilik oleh remaja dengan usia rata-rata 19 tahun. Segmen gaya hidup experiencers pada remaja yang berusia 17 tahun memiliki nilai rerata 3.17, pada usia 18 tahun memiliki rerata 3.83, sedangkan pada remaja berusia 19 tahun nilai rerata mencapai 3.78 dan pada remaja 20 tahun nilai rerata mencapai 3.63
14 47 saja. Artinya gaya hidup experiencers paling banyak dimiliki oleh remaja yang mempunyai usia 18 tahun. Berikutnya segmen yang terakhir yaitu survivor pada remaja usia 17 tahun memiliki nilai rerata hanya 2.39, remaja berusia 18 tahun memiliki nilai rerata sekitar 2.98, sedangkan remaja berusia 19 tahun memiliki nilai rerata 2.82 dan usia 20 tahun memiliki nilai rerata Segmen survivor terlihat nilai reratanya paling rendah diantara segmen yang lain. C. Pembahasan 1. Pembahasan Secara Umum Pada penelitian ini, peneliti mengambil subyek remaja akhir yang berusia tahun. Gaya hidup yang menjadi fokus utama peneliti. Selayaknya remaja di usia remaja akhir memang sedang dalam proses mencari jati diri. Kebanyakan mereka mempunyai gaya hidup yang bermacam macam. Tugas utama seorang remaja yang utama belajar untuk merangkai cita-cita mereka. Setiap remaja mempunyai cita-citanya sendiri. Peneliti mencoba mendiskripsikan gaya hidup remaja di Kota Semarang. Mengacu pada teori gaya hidup VALS 2 yang kemudian di sesuaikan dengan gaya hidup remaja Indonesia dan hasilnya diambil 4 segmen dari 8 segmen teori gaya hidup VALS 2. Setelah dilakukan studi deskriptif dengan adanya pelaksanaan penelitian dan olah data, diperoleh hasil penggambaran segmen gaya hidup experiencers memiliki nilai rerata yang paling tinggi diantara 3 segmen lainnya. Terutama pada remaja perempuan nilai reratanya sangat tinggi, menunjukkan bahwa remaja perempuan lebih tertarik pada perubahan tren dan sangat mudah dalam membelanjakan uangnya. Keseluruhannya segmen experiencers mendominasi karena di era sekarang ini remaja tertarik dengan
15 48 perubahan hal baru. Terutama mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi yang cukup untuk dapat memenuhi gaya hidup mereka. Remaja yang dapat digolongkan memiliki gaya hidup experiencers yaitu mereka yang usianya muda dalam segmen kelompok gaya hidup, mempunyai banyak energi yang dituangkan dalam kegiatan fisik dan aktifitas sosial, menghabiskan banyak uang karena selalu berkeinginan untuk membeli barang baru dan kesenangan mereka (Kotler, 1997, h.152). Seseorang yang mempunyai gaya hidup experiencers merupakan seseorang yang suka megikuti iklan sehingga menyebabkan mereka lebih sering menghambur-hamburkan uangnya untuk mengikuti tren saat ini serta mereka mempunyai sikap impulsif dalam memberi produk dan cenderung mudah bosan (Mowen & Minor, 2002, hal 219). Melihat teori di atas serta penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, remaja yang memiliki usia 18 tahun merupakan golongan umur paling muda dalam kelompok usia remaja akhir serta memiliki rerata tertinggi pada segmen gaya hidup experiencers.jadi menurut hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, remaja yang tergolong mempunyai gaya hidup experiencers yaitu mereka yang berusia remaja akhir yang baru lulus sekolah menengah, mempunyai orang tua dengan latar belakang ekonomi yang berkecukupan. Hal ini dapat dikaitkan bahwa seseorang yang memiliki gaya hidup experiencers adalah seseorang yang memiliki sumber daya melimpah (Mowen dan Minor, 2002, hal 290). Hasil penelitian juga lebih dominan pada remaja perempuan serta pada remaja yang menempuh pendidikan di SMA. Remaja di
16 49 Kota Semarang menurut hasil penelitian, mempunyai gaya hidup yang dominan pada gaya hidup experiencers. 2. Pembahasan secara Demografi a. Gaya hidup berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, gaya hidup experiencers lebih mendominasi terlihat dari hasil nilai rerata. Tren masa kini dan selalu mengikuti perubahan mode sangat melekat pada remaja di Kota Semarang, terutama pada remaja perempuan. Remaja perempuan lebih tinggi nilai reratanya pada segmen gaya hidup experiencers. Pada laki-laki juga gaya hidup experiencers paling tinggi, tetapi jika dibandingkan dengan perempuan, rerata experiencers paling tinggi pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan perempuan memang lebih banyak misalnya kebutuhan untuk perawatan diri, kecantikan, mode fashion yang sedang tren dan keinginan untuk terlihat eksis di kalangan lingkungannya. Semua hal itu mempengaruhi perilaku perempuan dalam mengelola uangnya dan secara tidak sengaja membentuk pola gaya hidup mereka. b. Gaya Hidup berdasarkan Jenis Pendidikan Remaja dengan lulusan pendidikan tingkat SMA cenderung mempunyai orientasi untuk meneruskan ke jenjang perkuliahan sedangkan remaja dengan pendidikan SMK mereka lebih cenderung siap untuk bersaing di dunia kerja dan lebih mandiri. Terlihat nilai rerata lebih di dominasi remaja dengan tingkat pendidikan SMA terutama dalam segmen gaya hidup experiencers. Remaja berpendidikan SMA lebih antusias dalam mengikuti arus perkembangan tren masa kini. Sebaliknya, remaja dengan pendidikan SMK memang gaya hidup
17 50 experiencers terlihat paling tinggi tetapi pada peringkat kedua segmen gaya hidup achievers memiliki rerata yang tinggi. Hal itu dapat disebabkan karena remaja dengan pendidikan SMK mempunyai motivasi untuk berkarir dan siap untuk bekerja. Mereka cenderung fokus pada pekerjaan bahkan ada yang mengkesampingkan pendidikan yang lebih lanjut. Orang yang berada pada segmen gaya hidup achiever akan selalu mempunyai motivasi yang tinggi dalam berkarir dan keinginannya tidak mudah berubah-ubah. Berbeda dengan remaja lulusan SMA, mereka mempunyai keinginan untuk meneruskan ke jenjang perkuliahan sehingga mereka belum menyiapkan diri untuk bekerja. c. Gaya Hidup berdasarkan Jenis Pekerjaan Orang Tua Rentang usia remaja akhir memang masih bergantung kepada orang tuanya. Sebagian besar, mereka masih membutuhkan bantuan orang tua dalam biaya pendidikan serta kehidupan sehari-hari. Gaya hidup experiencers tetap mendominasi, nilai rerata tertinggi pada remaja dengan orang tua yang bekerja sebagai pegawai negeri. Kondisi ekonomi pegawai negeri memang tergolong lebih baik daripada mereka yang memiliki perkerjaan sebagai pegawai swasta atau wirausaha. Penghasilan pegawai negeri sering mengalami kenaikan serta tunjangan tunjangan yang diterima cukup banyak sehingga penghasilan pegawai negeri di Indonesia bisa dikatakan lebih dari cukup. Besaran tambahan penghasilan pegawai negeri di Kota Semarang tercantum dalam keputusan Walikota Semarang No. 840/807/2014. Maka dari itu kebutuhan dan keinginan remaja yang mempunyai orang tua pegawai negeri lebih terjamin sehingga mereka dapat mengikuti
18 51 perkembangan tren masa kini. Nilai rerata tinggi pada segmen gaya hidup experiencers. Penghasilan pegawai negeri di Indonesia sekarang ini memang lebih dari cukup,tetapi mereka dituntut untuk bekerja lebih efektif lagi sehingga waktu untuk berkumpul dengan keluarga menjadi lebih sedikit. Mereka tidak bisa selalu mengawasi kegiatan anak-anaknya. Akibatnya remaja yang mempunyai orang tua pegawai negeri akan sering di tinggal orang tuanya, tetapi kondisi ekonominya lebih dari cukup. Lemahnya pengawasan orang tua akan berdampak pada gaya hidup yang dimiliki remaja.. Mereka mempunyai hasil nilai rerata yang cenderung tinggi di segmen experiencers. d. Gaya Hidup berdasarkan Jenis Smartphone Remaja yang mempunyai smartphone dalam golongan atas dengan harga yang mahal memiliki nilai rerata paling tinggi pada segmen gaya hidup experiencers. Dari hal itu dapat diambil kesimpulan bahwa remaja yang tergolong mempunyai smartphone mahal, gaya hidupnya akan selalu mengikuti tren perkembangan teknologi dan mode masa kini. Di semua media sekarang ini, beragam produk smartphone berlomba untuk memikat hati konsumen agar tertarik untuk membeli produk mereka. Remaja merupakan tipe kosumen yang mudah untuk dipengaruhi. Banyak remaja sekarang ini yang selalu berganti smartphone karena mereka merasa tidak puas dan selalu muncul produk smartphone baru yang lebih canggih. Meskipun harganya mahal, remaja sekarang ini rela menggunakan uangnya hanya untuk mengikuti tren teknologi yang terbaru. Mereka bahkan cenderung mengkesampingkan kebutuhan mereka yang sebenarnya lebih penting. Remaja yang
19 52 mempunyai smartphone dengan harga yang mahal akan lebih mengerti tentang perkembangan teknologi terkini. e. Gaya Hidup berdasarkan Usia Usia 18 tahun merupakan usia dimana remaja baru lulus dari pendidikan sekolah menengah dan harus beradaptasi pada jenjang masa perkuliahan atau mempersiapkan diri dalam dunia kerja, di saat itu mereka mulai membentuk gaya hidup mereka sehingga selalu mengikuti perubahan yang ada. Hasil rerata yang dominan di semua golongan usia yaitu experiencers. Remaja merupakan generasi yang penting dalam membangun karakteristik bangsa. Di dalam usia remaja, seseorang mengalami proses untuk mencari jati diri mereka. Di jaman sekarang ini, kehidupan remaja melekat dengan seputar dunia digital. Para remaja sangat terikat dengan digital sebagai sarana sumber informasi. Pada jaman sekarang ini remaja dikatakan sebagai era digital native. Soulier (dalam Mardiana) mengatakan bahwa karakteristik digital native merupakan seseorang yang menikmati sesuatu dalam lingkungan yang serba online, mereka ingin mendapatkan informasi secara cepat, menyukai informasi yang berupa gambar daripada sebuah teks, serta puas dengan sesuatu yang serba instan. Digital native merupakan karakter dari remaja di era sekarang ini. Mereka menginkan informasi dengan cara praktis dan sering kali menjadikan digital sebagai sarana untuk memenuhi gaya hidup mereka. Karakteristik digital native dapat membentuk gaya hidup experiencers.
20 53 D. Hasil Hasil Tambahan Di dalam hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa hasil tambahan. Hasil tambahan tersebut dilihat dari nilai rerata yang didapat setiap segmen gaya hidup baik secara keseluruhan maupun berdasarkan berdasarkan data demografi. Secara umum, segmen gaya hidup experiencers mendapatkan nilai rerata yang paling tinggi. Gaya hidup experiencers memang terlihat nilai reratanya paling tinggi, tetapi perbandingan dengan ketiga segmen gaya hidup tidak begitu berbeda jauh nilai reratanya. Hasil dari nilai rerata gaya hidup thinkers hanya berbeda sedikit dari nilai rerata gaya hidup experiencers, segmen achievers juga tidak begitu berbeda jauh nilai reratanya dengan segmen gaya hidup experiencers. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa remaja di Kota Semarang tidak semuanya memiliki gaya hidup experiencers. Secara umum gaya hidup remaja di Kota Semarang juga terlihat tinggi nilai reratanya pada segmen gaya hidup thinkers yang menempati posisi kedua. Dapat diartikan bahwa banyak juga remaja di Kota Semarang yang sudah tahu arti dari sebuah tanggung jawab serta keinginan untuk berprestasi. Segmen gaya hidup yang nilai reratanya jauh dibawah gaya hidup experiencers yaitu gaya hidup survivor. Selisiha nilai rerata keduanya bisa dibilang jauh dan gaya hidup survivor berada pada posisi paling rendah. Segmen gaya hidup survivor ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang memiliki kehidupan sedanya dan tidak begitu peduli pada perkembangan teknologi. Diperoleh hasil paling rendah pada segmen gaya hidup survivor pada penelitian ini, menunjukkan remaja di Kota Semarang keseluruhan peduli terhadap perkembangan teknologi.
21 54 Pada hasil berdasarkan data demografi, peneliti juga menemukan beberapa hasil tambahan. Seperti berikut ini : a. Berdasarkan Jenis Kelamin Pada hasil rata-rata berdasarkan Jenis kelamin, peneliti menemukan satu hasil yang menarik yaitu nilai rerata dari segmen gaya hidup survivor pada laki laki dan perempuan mempunyai nilai yang sama. Ini menunjukkan bahwa hanya sedikit remaja di era sekarang ini yang hidup dengan sangat sederhana. b. Berdasarkan Jenis Smartphone Peneliti menemukan sesuatu yang menarik pada hasil rata-rata berdasarkan jenis smartphone yang dimiliki remaja. Hal tersebut yaitu nilai rerata achiever pada remaja yang memiliki smartphone dalam golongan standart mendapat hasil paling rendah. Sedangkan nilai rerata segmen survivor berada pada urutan ketiga. E. Kelemahan Penelitian Penelitian ini mengambil subyek hanya 100 remaja di Kota Semarang. Sementara remaja yang tinggal di Kota Semarang sangat banyak. Jika penelitian ini menggunakan subyek yang lebih banyak lagi, hasil yang didapat kemungkinan akan berbeda.
BAB I PENDAHULUAN. berkeluarga maupun belum berkeluarga sering mengunjungi pusat perbelanjaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia yang memiliki berjuta ragam penduduk yang berasal dari berbagai suku, ras, budaya, agama, dan pekerjaan yang berbeda beda diantara satu dengan yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN. penelitian Gartner (2009), pasar komputer di seluruh dunia mengalami. produk komputer dewasa ini ialah komputer tablet.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembelian merupakan perilaku konsumen yang diaplikasikan dalam berbagai hal, termasuk pada bidang teknologi. Salah satu produk teknologi yang banyak dibeli konsumen
BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkannya. Bentuk konsumsi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan jaman saat ini tumbuh begitu pesatnya, sehingga dalam memenuhi kebutuhannya, konsumen seringkali didorong oleh motif tertentu untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan kepribadian seseorang maka remaja mempunyai arti yang khusus. Secara psikologis masa remaja adalah usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah
BAB I PENDAHULUAN. secara organisasi, individu dan juga sosial. Perkembangan Teknologi Informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi informasi dan sistem informasi yang berkembang sangat pesat, semakin canggih dan dapat diandalkan untuk mendukung berbagai aktivitas, baik secara
2016 HUBUNGAN SEGMEN VALS (VALUE AND LIFESTYLE) DENGAN IMPULSE BUYING PADA KONSUMEN FACTORY OUTLET DI KOTA BANDUNG
BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam bab ini akan dibahas mengenai hal-hal yang terkait dengan dasar penelitian seperti latar belakang penelitian,
BAB IV HASIL PENELITIAN. remaja ini terbagi di SMKN 1, SMKN 2, SMKN 5, SMA Mataram, SMA
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Orientasi dan Kancah Penelitian Penelitian ini dilakukan pada remaja berusia 17-21 tahun. Para remaja ini terbagi di SMKN 1, SMKN 2, SMKN 5, SMA Mataram, SMA Ksatrian dan di
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Perekonomian di Indonesia pada saat ini masih berjalan dengan berbagai ketidakpastian dan persaingan yang ketat. Hal ini menyebabkan perusahaan memikirkan berbagai langkah dan strategi yang tepat
BAB I PENDAHULUAN. A. Permasalahan. dilakukan oleh masyarakat. Belanja yang awalnya merupakan real need atau
1 BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan 1. Latar Belakang Masalah Aktivitas berbelanja merupakan suatu aktivitas yang awam atau umum dilakukan oleh masyarakat. Belanja yang awalnya merupakan real need atau
5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data pada penelitian tentang Faktor-
5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data pada penelitian tentang Faktor- Faktor Strategi Bauran Pemasaran Jasa yang Memengaruhi Mahasiswa Memilih Program
DAFTAR ISI. Halaman : DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN Halaman :...viii...x...xi I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang...1 2. Rumusan Masalah...6 3. Ruang lingkup...7 4. Tujuan dan Manfaat Penelitian...7 II.
BAB I PENDAHULUAN. penting dalam memprediksikan perilaku pembelian konsumen terhadap suatu
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena pilihan, kesukaan dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal dari
Tabel 9. Jumlah dan Presentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (orang) Presentase (%) Perempuan Laki-Laki
BAB V KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KEPEDULIAN RESPONDEN, DAN EKUITAS MEREK 5.1 Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat pengetahuan,
mempengaruhi pembelian impulsif berupa faktor kognitif? 3. Bagaimana faktor celebrity endorser yang terdiri dari kredibilitas, daya tarik,
Pengaruh Celebrity Endorser pada Faktor Afeksi, Faktor Kognitif, Tingkat Pendapatan, Tendensi Belanja, dan Nilai Produk dalam Pembelian Impulsif Nicholas/ Shellyana Junaedi Latar Belakang Masalah Perusahaan
BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan. Yogyakarta angkatan 2015 yang berjenis kelamin laki-laki dan
34 BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan 1. Orientasi Kancah Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa hubungan antara konformitas pada produk dan perilaku konsumtif
PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG
Elsa Puji Juwita, Peran Media Sosial terhadap Gaya Hidup Siswa PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG Elsa Puji Juwita 1, Dasim Budimansyah 2, Siti Nurbayani 3 1 SMA PGRI Bandung
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang pesat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang pesat memberikan berbagai pengaruh bagi para penggunanya. Dalam perkembangannya, teknologi memberikan
BAB I PENDAHULUAN. Modernisasi merupakan pola kehidupan masyarakat yang mulai berkembang sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Modernisasi merupakan pola kehidupan masyarakat yang mulai berkembang sejak dari tahun ketahun. Modernisasi di gunakan untuk tahapan perkembangan sosial yang di dasarkan
BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah istri (wanita) pada pasangan suami istri yang terikat dalam perkawinan. Istri
BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini perkembangan bisnis pakaian fashion telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini perkembangan bisnis pakaian fashion telah mengalami peningkatan yang pesat yang terjadi di berbagai Negara, dengan adanya perkembangan
III KERANGKA PEMIKIRAN
III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Penelitian ini dilakukan untuk melihat perilaku konsumen yang melakukan aktivitas pembelian di DKI Jakarta khususnya. Aktivitas pembelian yang dilakukan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Dalam bab IV disajikan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian. Data yang terkumpul merupakan data primer, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ini sangat mudah sekali mencari barang-barang yang diinginkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu memiliki berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi baik itu kebutuhan pokok atau primer maupun kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring dengan berkembangnya era globalisasi saat ini, negara-negara di dunia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya era globalisasi saat ini, negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Globalisasi tersebut membuat berbagai perubahan-perubahan yang
BAB I PENDAHULUAN. maka dari itu manusia satu sama lain saling membutuhkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diberi intelektual tinggi dibandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya. Manusia pun adalah makhluk sosial karena tidak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ini. Globalisasi adalah ketergantungan dan keterkaitan antar manusia dan antar bangsa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi merupakan era yang tengah berkembang dengan pesat pada zaman ini. Globalisasi adalah ketergantungan dan keterkaitan antar manusia dan antar bangsa
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah 1397 orang yang terdiri dari petugas Aviation Security (Avsec), petugas
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Hasil Penelitian Jumlah karyawan operasional Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta adalah 1397 orang yang terdiri dari petugas Aviation Security (Avsec), petugas pemadam
BAB IV LAPORAN PENELITIAN. tempat penelitian di SMK PL Tarcisius I Semarang, dikarenakan SMK
BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti mengambil subyek penelitian dengan karakteristik populasi yaitu remaja putri yang berusia 16-18 tahun dan masih duduk
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai perilaku kewirausahaan pengusaha industri mochi di Kota Sukabumi dapat dibuat kesimpulan yakni sebagai berikut
BAB I PENDAHULUAN. konvensional ke media digital online. Teknologi memiliki internet sebagai media
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Arus globalisasi membawa perkembangan yang sangat pesat di bidang iptek, dimana berdampak terjadinya peralihan komunikasi informasi dari media cetak konvensional ke
Abstrak. iii Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk meneliti bagaimana hubungan strategi manajemen kelas, dimana terdapat tiga bentuk strategi manajemen kelas, yaitu Authoritative, Authoritarian, dan Permissive. Peneliti
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY 4.1.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Dinas Pendidikan,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan hasil dan pembahasan penelitian tentang Hubungan peran orang tua terhadap perilaku menggosok gigi pada anak prasekolah di RA Sudirman
JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM, Vol. 11 No. 2
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN/WALI MURID (STUDI KASUS DI SLTPN 03 KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG) Wirawan Aryanto Balol 4 Abstrak: Di era otonomi pendidikan ini menjadikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. itu telah disebarkan kuesioner kepada 50 orang responden. Oleh karena itu
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bauran promosi di perusahaan snack Ribut di Purwokerto, minat beli konsumen snack Ribut, dan pengaruh pelaksanaan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai segmentasi positioning dan prefrensi terhadap konsumen motor matic Fuel Injection
BAB I PENDAHULUAN. masa remaja pun kehidupan untuk berkumpul bersama teman-teman tidak lepas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak dilahirkan, individu sudah memiliki naluri bawaan untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Gejala yang wajar apabila individu selalu mencari kawan baik
BAB I PENDAHULUAN. melakukan komunikasi sudah dapat dianggap menjadi kebutuhan utama. Hal ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia dalam melakukan komunikasi sudah dapat dianggap menjadi kebutuhan utama. Hal ini dikarenakan dengan adanya alat
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang tertarik untuk memiliki sebuah alat yang mampu memenuhi kebutuhannya dalam membantu terjalinnya
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan cara pandang dan persepsi konsumen Indonesia tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan cara pandang dan persepsi konsumen Indonesia tentang mode dan cara berpakaian mendukung perkembangan pasar produk fashion menjadi cukup pesat. Adanya kebutuhan
Bab 1 Pendahuluan 1 7 BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dalam bidang fashion yang meningkat saat ini, mendorong masyarakat Indonesia untuk mengikuti mode yang semakin pesat. Tuntutan masyarakat yang
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DIBUTIK VIOALE
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DIBUTIK VIOALE Disusun oleh: Nama : Yurika Oktavira NPM : 18210794 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Tuti Eka Asmarani LATAR BELAKANG Peradaban
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Kegiatan pemasaran tidak bisa terlepas dari aktifitas bisnis yang bertujuan pada pencapaian profit. Fokus utama kegiatan pemasaran adalah mengidentifikasikan peluang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdapat di Kabupaten Gorontalo, tepatnya jalan Raya Limboto No 10,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sekolah Menegah Atas Negeri 1 Telaga merupakan salah satu sekolah yang terdapat di Kabupaten Gorontalo, tepatnya jalan Raya Limboto
BAB I PENDAHULUAN. Pada era modern saatini, khususnya di bidang fashion yaitu istilah gaya atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era modern saatini, khususnya di bidang fashion yaitu istilah gaya atau mode. Banyak merek tas luar negeri yang masuk di Indonesia termasuk yang dikenal
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Yogyakarta. Hipotesis yang akan diuji dalam uji validitas ini adalah:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Kuesioner ini diuji coba terhadap 30 mahasiswa program studi non kesehatan jenjang Strata 1 (S1) angkatan 2015 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
BAB V ANALISA. terbanyak dalam segmen ini adalah sebagai wiraswasta dengan pendapatan
BAB V ANALISA 5.1 Analisis Segmentasi Segmentasi berdasarkan variabel demografi dengan analisis klaster pada bab sebelumnya terbentuk 3 klaster, berdasarkan variabel gaya hidup juga terbentuk 3 klaster,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Selaras dengan tuntutan dunia, hal-hal baru pun bermunculan dengan siap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini tidak terlepas dari modernisasi yang memposisikan pencitraannya sebagai suatu bentuk globalisasi yang terus bergulir. Selaras
BAB I PENDAHULUAN. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan, perubahan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemikiran Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan, perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan kekayaan alam yang berlimpah. Dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa dan ragam kekayaan
BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. A. Orientasi Kancah Penelitian PT. Djarum Kudus berpusat di Jalan A.Yani No.28 Kudus.
BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian PT. Djarum Kudus berpusat di Jalan A.Yani No.28 Kudus. Pertama kalinya kretek Djarum didirikan pada tanggal 21 April 1951 oleh
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan zaman di era globalisasi dan Industrialisasi dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia telah banyak menimbulkan permasalahan, salah
SEGMENTASI PASAR PEMBELI TAHU SUMEDANG (Studi Kasus pada Perusahaan Tahu Bungkeng Kabupaten Sumedang) Oleh NING SRIMENGANTI Universitas Winaya Mukti
SEGMENTASI PASAR PEMBELI TAHU SUMEDANG (Studi Kasus pada Perusahaan Tahu Bungkeng Kabupaten Sumedang) Oleh NING SRIMENGANTI Universitas Winaya Mukti Abstrak Kabupaten Sumedang dikenal sebagai daerah penghasil
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dengan persoalan akses informasi dan dunia internet. Online shopping merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penggunaan internet semakin popular dikacamata para generasi muda tak terkecuali mahasiswi. Mahasiswi adalah bagian masyarakat yang sangat dekat dengan persoalan akses
LAMPIRAN 1 Alat ukur Locus of Control. Saya sangat percaya bahwa :
LAMPIRAN 1 Alat ukur Locus of Control Saya sangat percaya bahwa : 1. a. Anak-anak akan terlibat dalam kesukaran bila orang tua mereka terlalu banyak memberi hukuman. b. Banyaknya kesukaran yang dihadapi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Uraian berikut berisi hasil dari pengujian (try-out) dari kuesioner dalam penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Hasil Pengujian Kuesioner Penelitian Uraian berikut berisi hasil dari pengujian (try-out) dari kuesioner dalam penelitian ini. Pengujian ini meliputi analisis
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perilaku konsumen merupakan sebuah fenomena yang unik untuk dipelajari dan diamati. Perilaku Konsumen disini lebih mengacu pada proses yang dilalui oleh seseorang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai analisis karakteristik profil pemirsa JTV melalui segmentasi, preferensi dan penentuan posisi
BAB I PENDAHULUAN. maupun elektronik, maka telah menciptakan suatu gaya hidup bagi masyarakat. Menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah realita kehidupan pada era globalisasi seperti sekarang ini masih terbilang cukup unik. Karena dengan menawarkan begitu banyak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Limboto Barat Desa Daenaa selama ± 1 minggu. Sampel dihitung dengan menggunakan tabel penentuan besarnya
DAFTAR ISI. ABSTRAK... iii. ABSTRACT...iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...vii. DAFTAR TABEL...xii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...
DAFTAR ISI ABSTRAK... iii ABSTRACT...iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI...vii DAFTAR TABEL...xii DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Penelitian... 1 1.2
BAB 5 ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
44 BAB 5 ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Pada bagian ini peneliti memaparkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian diperoleh dari pengolahan data secara statistik dengan menggunakan
BAB IV PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN. Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam
BAB IV PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA HASIL PENELITIAN 4.1. Paparan Data Hasil Penelitian 4.1.1 Uji Validitas Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya.
Penelusuran Masalah Analisa Objek desain
BAB 1V KONSEP BAB IV KONSEP DESAIN DESAIN Penelusuran Masalah Analisa Objek desain Komik Majapahit berhenti cetak pada akhir tahun 1990 Berbanding lurus dengan invasi manga ke Indonesia Komik Indonesia
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Subyek Gambaran umum subyek penelitian ini diperoleh dari data yang diberikan dan diisi oleh subyek yaitu usia, jenis kelamin, lama menjadi gamer, pekerjaan, dan
STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK BAVERAGE S STARBUCKS KUNINGAN CITY JAKARTA
Ahmad Rafi Falakhi/30212464/3DD01 Pembimbing : Dr. Bagus Nurcahyo, SE, MM. Manajemen Pemasaran/ D3 Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma 2015 STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK BAVERAGE S STARBUCKS
BAB V DESKRIPSI DATA KARAKTERISTIK PENDENGAR, PENGGUNAAN MEDIA RADIO, DAN KESENJANGAN KEPUASAN (GRATIFICATION DISCREPANCY)
BAB V DESKRIPSI DATA KARAKTERISTIK PENDENGAR, PENGGUNAAN MEDIA RADIO, DAN KESENJANGAN KEPUASAN (GRATIFICATION DISCREPANCY) 5.1 Karakteristik Karakteristik pendengar merupakan salah satu faktor yang diduga
III. METODOLOGI PENELITIAN. Keadaan Internal Kebun Raya Bogor
29 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Keadaan Internal Kebun Raya Bogor A. Geografi B. Demografi C. Perilaku D. Psikografi Analisis Deskriptif Analisis Cluster berdasarkan AIO Segmentasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Menurut Sugiyono (011: 8) metode penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data
HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakteristik Konsumen
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Konsumen Karakteristik konsumen RM Wong Solo yang diamati dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penerimaan per bulan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harsono Suwardi (Prisgunanto, 2014) menyatakan bahwa dasar dari pemasaran adalah komunikasi. Pemasaran bisa menjadi begitu kuat jika dipadukan dengan komunikasi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada datadata numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika. Penelitian ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. barang dan jasa yang diproduksi dapat sampai ditangan konsumen. Dalam
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan agar barang dan jasa yang diproduksi dapat sampai ditangan konsumen. Dalam keadaan seperti
BAB I PENDAHULUAN. didalamnya terdiri dari berbagai macam individu yang berasal dari berbagai status yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peranan utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan dan pelaku
BAB IV LAPORAN PENELITIAN
BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Penelitian kuantitatif tentang Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Minat Berwiraswasta pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata
PENGARUH PENILAIAN PRESTASI KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP PROMOSI JABATAN PADA PT. DENSO INDONESIA
PENGARUH PENILAIAN PRESTASI KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP PROMOSI JABATAN PADA PT. DENSO INDONESIA Nama : Desy Purnamasari NPM : 1121210 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Irfan Ardiansyah, SE.,
BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN PENELITIAN. Tabel 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian. Identitas Subjek Frekuensi Presentase.
42 BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Pada sub-bab ini dibahas mengenai gambaran subjek penelitian meliputi jumlah dan presentase berdasarkan jenis kelamin, usia,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Produk Sayur Organik Untuk mensuplai kebutuhan sayur, pihak Super Indo menjalin kerjasama dengan petani setempat. Sebut saja Kelompok Tani Tranggulasi Magelang,
III. METODE PENELITIAN. sesuai dengan tujuan penelitian. Konsep dasar dan batasan operasional dalam
33 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional mencakup semua pengertian dan pengukuran yang dipergunakan untuk mendapatkan data yang akan dianalisis
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek dan Subyek Penelitian 1. Gambaran Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah smartphone Samsung. Samsung merupakan salah satu produk smartphone
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi mengenai sensitivitas moral, pertimbangan moral, dan
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PADA GURU DAN KARYAWAN SMK PANCASILA 1 KUTOARJO
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PADA GURU DAN KARYAWAN SMK PANCASILA 1 KUTOARJO Titik Buroidah Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo buroidahtitik.gmail.com ABSTRAK Penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Infomedia Solusi Humanika (INSANI) yang beralamatkan di Jl RS Fatmawati No 75 Jakarta Selatan didirikan di Jakarta pada 24 Oktober 2012 berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Globalisasi saat ini telah merambah cepat ke seluruh pelosok dunia, tak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi saat ini telah merambah cepat ke seluruh pelosok dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia yang merupakan negara berkembang. Perkembangan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia fashion menjadi hal yang penting di berbagai kalangan baik kalangan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern ini, fashion menjadi gaya hidup (life style) yang sangat di minati. Perkembangan dunia fashion menjadi hal yang penting di berbagai kalangan baik kalangan
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Royal Pizza merupakan salah satu usaha makanan cepat saji yang ikut meramaikan pasar kuliner di Pekanbaru. Usaha ini baru berdiri pada
