PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE
|
|
|
- Adi Jayadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 WCO 03 = STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL CRANE PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI
2 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane KATA PENGANTAR Kehadiran dan peranan alat-alat berat dalam Pembangunan Nasional tidak dapat dipungkiri lagi. Dalam penggunaan alat-alat berat berbagai tuntutan besar harus dipenuhi, antara lain produksi, kualitas dan kecepatan. Mengingat tuntutan termaksud, ditambah dengan nilai atau harga alat-alat berat yang demikian besar, maka operator alat-alat berat yang termasuk dalam penanggung jawab tuntutan tersebut, perlu mempunyai kompetensi yang diperlukan sesuai yang digariskan dalam SKKNI. Operator Wheel Crane adalah salah satu dari mereka yang harus dapat memenuhi tuntutan tersebut di atas. Kemampuan operator yang sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan diperoleh dari pengalaman pengoperasian alat yang cukup serta pelatihan-pelatihan yang diperlukan untuk mengisi kekurangan yang ada. Buku atau modul ini merupakan suatu materi yang diperuntukkan bagi para peserta pelatihan dan juga instruktur yang akan menanganinya. Penulis sadar bahwa buku ini masih terdapat kekurangan-kekurangan, apalagi mengingat bahwa perkembangan teknologi dibidang alat-alat berat cukup pesat. Oleh karenanya berbagai masukan termasuk koreksi terhadap buku ini sangat diharapkan demi sempurnanya buku ini. Atas segala sumbang saran dan masukannya penulis menyampaikan banyak terima kasih. Jakarta, Desember 2005 Penyusun i
3 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane LEMBAR TUJUAN JUDUL PELATIHAN : OPERATOR WHEEL CRANE TUJUAN PELATIHAN : A. Tujuan Umum Pelatihan : Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta mampu mengoperasikan wheel crane dengan benar dan aman melaksanakan pemeliharaan harian sesuai dengan petunjuk pemeliharaan dan membuat laporan operasi. B. Tujuan Khusus Pelatihan : Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta mampu : 1. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja selama melakukan pemeliharaan dan pengoperasian wheel crane. 2. Melaksanakan pemeliharaan harian wheel crane sesuai dengan petunjuk pemeliharaan. 3. Melaksanakan pengoperasian wheel crane sesuai dengan aplikasi dan teknik operasi yang benar untuk jenis pekerjaan sesuai dengan kelasnya. 4. Membuat laporan operasi. Seri / Judul Modul WCO 03 : STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL CRANE TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) : Setelah selesai mengikuti modul ini, diharapkan peserta mampu memahami struktur dan fungsi wheel crane sebagai dasar pengetahuan untuk dapat mengoperasikan wheel crane sesuai dengan aplikasi dan teknik operasi yang benar. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) : Setelah modul ini diajarkan, peserta mampu : 1. Menjelaskan spesifikasi wheel crane 2. Menjelaskan komponen utama wheel crane dan fungsinya 3. Menjelaskan alat kendali dan instrumen 4. Menjelaskan power line pada wheel crane 5. Menjelaskan fungsi dan prinsip kerja engine, sistem hidrolik dan kelistrikan ii
4 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...i LEMBAR TUJUAN... ii DAFTAR ISI... iii DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL... v DAFTAR MODUL... v PANDUAN PEMBELAJARAN... vi BAB I PENDAHULUAN Umum Spesifikasi BAB II KOMPONEN UTAMA Umum Nama dan Fungsi komponen Utama BAB III Power Line Umum Skema Power Line BAB IV INSTRUMEN DAN ALAT KENDALI Umum Instrumen dan Alat Kendali untuk Crane Instrumen dan Alat Kendali Crane (Material Handling) Instrumen dan Alat Kendali Crane (Travelling) BAB V FUNGSI DAN PRINSIP KERJA ENGINE Umum Engine System Engine Mechanism System Air Intake dan Exhaust System Fuel System Lubricating System Colling System iii
5 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane BAB VI FUNGSI DAN PRINSIP KERJA SISTEM HIDROLIK Umum Fungsi dan Prinsip Kerja Sistem Hidrolik Fungsi dan Prinsip Kerja Komponen Hidrolik BAB VI FUNGSI DAN PRINSIP KERJA SISTEM LISTRIK Umum Prinsip Kerja Komponen Utama RANGKUMAN DAFTAR PUSTAKA iv
6 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN 1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Operator Wheel Crane dibakukan dalam SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ) yang didalamnya sudah dirumuskan uraian jabatan, unit-unit kompetensi yang harus dikuasai, elemen kompetensi lengkap dengan kriteria unjuk kerja (performance criteria) dan batasan-batasan penilaian serta variabel-variabelnya. 2. Mengacu kepada SKKNI, disusun SLK (Standar Latihan Kerja) dimana uraian jabatan dirumuskan sebagai Tujuan Umum Pelatihan dan unit-unit kompetensi dirumuskan sebagai Tujuan Khusus Pelatihan, kemudian elemen kompetensi yang dilengkapi dengan Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dikaji dan diana lisis kompetensinya yaitu kebutuhan : pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku kerja, selanjutnya dirangkum dan dituangkan dalam suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan. 3. Untuk mendukung tercapainya tujuan pelatihan tersebut, berdasarkan rumusan kurikulum dan silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusunlah seperangkat modul-modul pelatihan seperti tercantum dalam DAFTAR MODUL dibawah ini yang dipergunakan sebagai bahan pembelajaran dalam pelatihan Operator Wheel crane DAFTAR MODUL No. Kode Judul Modul 1. WCO 01 Etos Kerja 2. WCO 02 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 3. WCO 03 Struktur dan fungsi Wheel Crane 4. WCO 04 Pedoman Pemeliharaan (Maintenance) 5. WCO 05 Pengoperasian Wheel crane 6. WCO 06 Laporan operasi v
7 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane PANDUAN PEMBELAJARAN vi
8 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane PANDUAN PEMBELAJARAN A. BATASAN No. Item Batasan Uraian 1. Seri / Judul WCO 03 = Struktur dan Fungsi Wheel Crane Keterangan 2. Deskripsi Struktur dan fungsi wheel crane merupakan langkah awal bagi operator wheel crane untuk dapat mengoperasikan wheel crane dengan benar, baik dan aman. Modul struktur dan fungsi wheel crane membahas komponen utama menyangkut fungsi dan prinsip kerja serta Instrumen dan alat kendali, baik untuk travelling maupun material handling, dengan beberapa penjelasan penting. Disamping itu dibahas pula fungsi dan prinsip kerja engine, sistem hidrolik dan sistem listrik. 3. Tempat kegiatan Di dalam ruang kelas lengkap dengan fasilitasnya 4. Waktu pembelajaran 4 jam pembelajaran atau 180 menit 1 JP : 45 menit vii
9 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane B. PEMBELAJARAN KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG 1. Ceramah : Pembukaan Menjelaskan tujuan instruksional (TIU & TIK) Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif OH 01 Merangsang motivasi peserta dengan pertanyaan atau pengalamannya dalam memakai crane di lapangan Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas. Waktu : 5 menit 2. Ceramah : Bab I Pendahuluan Memberikan ulasan atau penjelasan singkat mengenai peran pentingnya struktur dan fungsi wheel crane Memberikan penjelasan mengenai spesifikasi wheel crane dengan contoh salah satu model atau tipe wheel crane Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH Waktu : 15 menit 3. Ceramah : Bab II, Komponen Utama Menjelaskan nama dan fungsi komponen utama wheel crane Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif OH Memberikan tambahan penjelasan penting pada beberapa komponen utama. Waktu : 45 menit Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu 4. Ceramah : Bab III, Power Line Memberikan penjelasan singkat mengenai power line Menjelaskan skema power line, baik untuk travelling maupun untuk material handling. Waktu : 10 menit Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH OH viii
10 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG 5. Ceramah : Bab IV, Instrumen dan Alat Kendali Memberikan penjelasan singkat mengenai instrumen dan alat kendali peranan, fungsi, cara kerja baik untuk travelling maupun material handling Waktu : 60 menit Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH OH OH Ceramah : Bab V, Fungsi dan prinsip kerja engine Memberikan penjelasan fungsi engine dan komponen penting Memberi penjelasan mengenai prinsip kerja engine Waktu : 20 menit Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH OH OH Ceramah : Bab VI, fungsi dan prinsip kerja sistem hidrolik Memberikan penjelasan mengenai fungsi sistem hidrolik Menjelaskan contoh sistem hidrolik sederhana, cara kerja dan komponen terkait. Waktu : 10 menit Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH OH Ceramah : Bab VII, Fungsi dan Prinsip Kerja Sistem Listrik Memberikan penjelasan fungsi sistem listrik Menjelaskan sistem listrik Menjelaskan prinsip kerja pengisian battery, alternator dan motor starter. Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan halhal yang perlu Mencatat hal-hal yang perlu OH OH Waktu : 10 menit ix
11 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane MATERI SERAHAN x
12 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Umum Pengetahuan mengenai struktur dan fungsi suatu alat bagi seorang operator adalah hal yang sangat mendasar dan sejak awal seorang operator harus sudah memahami struktur dan fungsi dari alat yang akan dioperasikan dalam melaksanakan tugas mengoperasikan alat tersebut. Pemahaman secara benar mengenai struktur dan fungsi Wheel Crane akan menjadi modal utama untuk dapat mengoperasikan Wheel Crane sesuai aplikasi dan teknik operasi yang benar, dan dengan berbekal pengetahuan ini operator akan lebih memperhatikan kondisi Wheel Crane dalam menghadapi berbagai jenis pekerjaan sehingga dapat dicapai efisiensi yang tinggi Spesifikasi Salah satu pengetahuan yang dibutuhkan untuk menunjang pengetahuan pengoperasian Wheel Crane adalah spesifiksi dari alat yang akan dioperasikannya. Sebagai contoh diberikan data spesifikasi salah satu tipe Wheel Crane 1) Capacity kg pada radius 3.0 m 2) Demensi Panjang (mendekati) mm Lebar (mendekati) mm Tinggi (mendekati) mm 3) Berat (termasuk optional equipment) Total (mendekati) kg Depan (mendekati) kg Belakang (mendekati) kg 1-1
13 4) Performance Travelling Speed (maksimum) 50 Km/h 5) Boom m (4 section, box, 5 sheave at boom head) Panjang Boom Retracted (masuk) Panjang Boom Extend (keluar) Extension Speed 8.8 m 28.0 m 19.2 m dalam 70 second 6) Jib 2 stage, panjang jib 7 m dan 12.0 m ( Store along side boom, 5º dan 30º offset) 7) Elevation Speed 1º 80º dalam 49 detik (double acting Hydraulic Cylinder) 8) Hoist Main Winch (2 speed type, automatic fail safe brake, free fall device by foot brake and counter balance valve) Controlled indepedantly of auxilliary winch : Single Line Pull kg Single Line Speed High range 114 m/min (at 4 layer) Normal range 57 m/min (at 4 layer) Wire Rope (Diameter x Length ) 16 mm x 160 m (Spin Resistant type) Hook Block 30 ton capacity (5 Sheave, swivel type hook with safety latch) Hoist Auxilliary Winch (2 speed type, automatic fail safe brake, free fall device by foot brake and counter balance valve) Controlled indepedantly of main winch : Single Line Pull kg 1-2
14 Single Line Speed High range 97 m/min (at 2 layer) Normal range 48.5 m/min (at 2 layer) Wire Rope (Diameter x Length ) 16 mm x 90 m (Spin Resistant type) Hook Block 3 ton capacity (5 Sheave, swivel type hook with safety latch) 9) Swing Speed 3,2 rpm ( Hydraulic axial motor, continous 360º circle swing, dilengkapi hand operate swing brake) 10) Hydraulic system Pumps : Triple gear type for crane Tandem gear pump for steering & accumulator. Control valve : Multi valve actuated by hand lever (tuas kendali) Hydraulic oil tank : 421 liter (approax capacity) 11) Cabin : Single cabin 12) Safey Device : Pendant type over winding cut out device Winch automatic fail-safe brake Hook safety latch Pilot check valve Holding valve Counterbalance valve Hydraulic pressure relief valve Swing brake Swing lock device Boom angle indicator 1-3
15 13) Automatic Moment Limiter : Model AML-US, dilengkapi dengan Digital Liquid Chrystal Display : Moment as presentage (moment sebagai presentase) Boom angle (sudut boom) Boom length (panjang boom) Actual working radius (radius beban) Actusl load lift (baban sebenarnya yang diangkat) Permissible load (beban yang diijinkan diangkat) Potensial hook height (tinggi hook) 14) Out Rigger : Lebar total (extended in X configuration) : mm ( Masing-masing slider beam dan jack dapat dikontrol secara terpisah dari cabin) 15) Engine Model : Nissan PD6 Diesel Engine Type 4 cycle, 6 cylinder in line Direct injection, water cooled diesel engine Daya : Max output (JIS) : 185 PS at rpm Max Torque (JIS) 68 kgm at rpm Starting motor 24 V 4.5 kw - 16) Transmisi : torque converter driving full powershift with driving axle selector. (4 untuk maju dan 1 untuk mundur) 17) Axle : - depan, full floating type, steering dan driving axle dengan planetary reduksi - belakang, full floating type, steering dan driving axle dengan planetary reduksi. Non spi deferensial. 18) Steering : Hydraulic power steering yang dikontrol dari roda steer, ada 3 mode : 2 wheel front 4 wheel coordinated 4 wheel crab 1-4
16 19) Suspensi : Depan : Semi elleptic leaf spring dengan hydraulic lockout device Belakang : Semi elleptic leaf spring dengan hydraulic lockout device 20) Brake Sysem : Service Parking : Dual line air operated internal expanding brake ke 4 roda : Spring operated air release brake acting on front propeller shaft. 21) Safety devices : Axles leaf spring lock device Rear steering lock device Nose drive prevention device 22) Electrical System 24 V DC, 2 Battery at 12 V 120 AH capacity 23) Fuel Tank Capacity : 300 Liter 24) Tire (ban) : Depan : Single x PR (OR) Belakang : Single x PR (OR) 25) Turning Radius : Minimum turning radius (at center of extrem outer tire) 2 wheel steering : 8.9 m 4 wheel steering : 5.3 m 1-5
17 BAB II KOMPONEN UTAMA 2.1 Umum Dalam pengoperasian alat-alat berat pada umumnya termasuk alat angkat khususnya wheel crane, komponen utama mempunyai peranan penting, sehingga oleh karenanya operator yang bersangkutan terlebih dulu harus mengenal dengan baik komponenkomponen utama alat yang akan dioperasikannya. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa pemeliharaan dan pengoperasian alat dapat dilakukan dengan baik sehingga hasilnyapun dapat diharapkan baik pula. Khususnya untuk wheel crane, ada baiknya dikenali terlebih dulu faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan angkat wheel crane tersebut. Ada 3 faktor utama yang mempengaruhi kekuatan angkat Wheel Crane, yaitu : Kekuatan Crane (Crane Strength) Adalah kekuatan komponen-komponen dari wheel crane terhadap beban yang diangkat. Beban yang diangkat akan menimbulkan tegangan-tegangan baik tensile strength atau shear strength pada komponen-komponen wheel crane. Apabila komponen-komponen tersebut tidak kuat, maka akan patah, seperti contoh boom atau jib patah karena mengangkat beban, meskipun wheel crane sendiri tidak terbalik atau winch motornya juga mampu mengangkat beban. Hal ini disebabkan oleh design (perencanaan) atau fatique, yakni kelelahan material yang operasi sudah lama ataupun akibat lokasi. Stabilitas Crane (Crane Stability) Stabilitas Crane (Crane Stability) adalah kemampuan mengatasi momen beban sehingga wheel crane aman, tidak terbalik. Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas wheel crane adalah berat wheel crane, counter weight, jarak out rigger atau tire (ban), panjang boom atau radius beban dsb. Kapasitas Winch atau engine penggerak Meskipun wheel crane di desain dengan sangat kokoh dan berat, namun apabila motor winch yang menggerakkan (mengangkat) hook block hanya berkemampuan kecil, maka kapasitas yang diangkat juga kecil. Hal ini juga sangat erat kaitannya 2-1
18 dengan engine yang di sediakan serta hydraulic pump untuk penggerak motor winch yang dipasang dan kapasitas motor winch. Apabila hydraulic pump yang dipasang kecil, maka tekanan yang dihasilkan untuk menggerakkan motor winch juga kecil dan daya angkatnya kecil. Berdasarkan ketiga faktor tersebut, maka komponen-komponen utama wheel crane dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) kelompok besar sebagai berikut ; (periksa gambar 2.1) : Komponen yang berhubungan langsung dengan pengangkatan : - Boom teleskop (telescopic boom). - Silinder pengangkat boom (Boom Elevating Cylinder) - Jib - Winch Utama (Main Winch) - Winch Pembantu (Auxiliary Winch) - Blok Takel Utama (Main Hook Block), termasuk takel / kait. - Kabel Winch Utama (Main Winch Rope) - Sheave Boom Pembantu (Auxiliary Boom Sheave), disebut juga Single Top. - Kabel Winch Pembantu (Auxiliary Winch Rope) - Blok Takel Pembantu (Auxliary Hook Block), termasuk takel atau kaitnya. Komponen yang berhubungan dengan stabilitas wheel crane : - Out Rigger. - Ban (Tire). Komponen yang berhubungan dengan tenaga penggerak : - Engine. - Pompa Hidrolik. Disamping komponen-komponen tersebut diatas ada komponen atau bagian dari Wheel Crane lain yang cukup penting, seperti kabin atau ruang operator, tempat duduk operator dan lain-lain. 2-2
19 Gambar 2.1. Komponen Utama Wheel Crane 2.2 Fungsi Komponen Utama Berikut ini adalah fungsi serta identifikasi dari beberapa komponen utama : Boom Boom berfungsi sebagai penahan beban yang diangkat. Pada Wheel Crane hidrolis, panjang boom dapat dirubah-ubah dengan system teleskop hidrolis, sementara pada wheel crane non hidrolis, panjang boom relative tetap, kalaupun dapat dirubah harus dengan menyambungkan seksi boom yang dilakukan dengan pengikatan baut-baut. Konstruksi boom berbeda ; pada crane hidrolis digunakan boom teleskopis sedangkan pada crane non hidrolis digunakan boom kerangka. Dewasa ini banyak digunakan wheel crane hidrolis. Boom teleskopis ( telescopic boom) terdiri dari seksi-seksi yang 2-3
20 memungkinkan panjang boom dapat diubah-ubah dengan mudah ketika sedang beroperasi. Gambaran Boom adalah sebagai berikut : (contoh boom dengan 5 seksi atau bagian) Gambar 2.2. Bagian-bagian Boom Silinder Pengangkat Boom (boom elevating cylinder) Silinder pengangkat boom itu adalah silinder hidrolis yang mendapat tenaga dari system hidrolis, berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan boom, atau merubah-ubah elevasi atau sudut boom. Gambar 2.3. Boom Elevating Cylinder 2-4
21 Jib Jib berfungsi sebagai perpanjangan boom untuk dapat menjangkau pekerjaan yang tidak dapat dilakukan hanya dengan boom (tanpa sambungan). Jib dipasang pada ujung atas boom (boom head) dengan suatu mekanisme sehingga bila tidak dipergunakan jib dapat disimpan (stowed) disamping (side folding stowing), dibawah (under side stowing) atau didalam (inside bo om stowing) boom. Side folding stowing Underside stowing Inside boom stowing 2-5
22 Untuk bisa mendapatkan jangkauan yang lebih jauh, sesuai dengan jenis pekerjaannya, jib dapat juga disetel dengan bersudut, dapat 2 tingkat penyeimbangan (offset) atau 3 -tingkat, sehingga diperoleh beberapa posisi jib dengan beberapa sudut : 5 0, 25 0, 30 0, atau Tiap sudut disetel terlebih dulu sebelum pengopersian. Gambar 2.4. Stage Offset Jib Winch Winch merupakan perangkat angkat beban, berfungsi untuk mengangkat atau menurunkan beban. Winch berupa sebuah drum penggulung tali baja (wire rope), gigi reduksi serta motor (hidrolik) sebagai tenaga pengeraknya yang dikendalikan dengan tuas kendali (control lever). Winch biasanya tersusun atas sebuah winch utama (main winch) untuk pengoperasian boom dan winch pembantu (auxiliary winch) untuk pengoperasian jib. Ada yang satu motor hidrolis untuk kedua buah winch tersebut, ada pula yang tiap winch mempunyai motor tersendiri. 2-6
23 Gambar 2.5. Satu motor dua drum Gambar 2.6. Dua motor dua drum (dua unit single winch-satu axis) Winch utama dipergunakan untuk pengangkatan beban berat melalui blok takel utama, sedangkan winch pembantu dipergunakan untuk pengangkatan beban ringan melalui auxiliary boom sheave (single top) dan auxiliary hook block. Penggunaan winch pembantu yang hanya menggunakan tali baja tunggal, adalah untuk tujuan efisiensi (untuk pengangkatan beban ringan). 2-7
24 Gambar 2.7. Single Top Single top ini dipasang pada ujung atas boom (boom head) Out Riggers Out Rigger adalah keempat kaki yang menyangga crane dan diperpanjang keluar chasis untuk peningkatan / penambahan stabilitas crane. Out Rigger mencakup silinder hidrolis yang disebut silinder-silinder luncur (slide cylinder) dan silinder-silinder jack (dongkrak). Bagian kaki-kaki (receptors) yang menapak ditanah disebut out rigger floats, jarak antara pusat floats kanan dan kiri disebut lebar perpanjangan out rigger (out rigger extended width) Ada 3 (tiga) tipe out rigger, tipe X dan tipe H, dan tipe truck loader. 2-8
25 Walaupun keempat out rigger sudah dipanjangkan maksimum, mungkin belum cukuo stabil dibagian depan, berkenaan dengan model wheel crane. Karenanya, untuk memberikan kapasitas angkat yang sama, dipasang jack (dongkrak) ke 5 dibagian depan. Jack ini dipanjangkan sampai ke tanah dengan tenaga hidrolis. 2-9
26 Roda (Wheels) Roda-roda berfungsi sebagai penahan atau penyangga berat crane ketika operasi (untuk yang tanpa out rigger) maupun traveling. Roda terdiri dari ban (tire) dan rim (disk wheel) Engine Engine merupakan penggerak utama wheel crane yang diperlukan untuk pengoperasian crane melalui system hidrolik serta untuk traveling crane melalui power train (kopeling, transmisi, propeller shaft, dan differential gear) serta system kendali. 2-10
27 Gambar 2.8 Engine Pompa Hidrolik Pompa hidrolik berfungsi untuk memindahkan (memompa) minyak hidrolik dari tangki hidrolik kedalam sistem hidrolik dan bersama-sama dengan komponen lain menghasilkan aliran (flow) dan tekanan (pressure) menjadi hidrolik. Aliran dan tekanan minyak hidrolis ini diperlukan sebagai tenaga hidrolik yang diperlukan untuk pengoperasian crane. Sedangkan tenaga pemutar pompa hidrolik adalah tenaga engine yang diambil dari PTO (Power Take Off). Gambar 2.9 Pompa Hidrolik 2-11
28 BAB III POWER LINE 3.1. Umum Power line merupakan urutan atau aliran tenaga, mulai dari sumber tenaga utama (primeover) sampai ke peralatan penggerak yang memerlukan tenaga. Sebagai sumber tenaga adalah Motor Diesel (Diesel Engine). Tenaga utama ini, pada whee l crane, diperlukan untuk traveling dan pengangkatan beban (material handling). Pada beberapa tipe wheel crane, masing-masing keperluan tenaga tersebut di suplai dengan Diesel Engine yang berbeda, sehingga wheel crane mempunyai 2 buah sumber tenaga (Diesel Engine). Untuk memudahkan pemahaman power line diberikan dalam bentuk skema Skema Power Line Berikut ini adalah skema power line untuk travelling dan material handling Skema power line untuk treveling Gambar 3.1. Power Line Trevelling 3-1
29 Komponen terkait : Engine Torque converter Propeller shaft Gigi reduksi (reduction oil), pertama (1 st ) dan kedua (2 nd ) Axle depan, belakang Roda Skema power line untuk material handling Gambar 3.2. Power Line Material Handling 3-2
30 Komponen terkait : Engine Pompa hidrolik Katup kendali (control valve) winch utama Motor (hidrolik) winch utama Katup kendali (control valve) winch pembantu (auxilliary winch) Motor (hidrolik) winch pembantu (auxilliary winch) Katup kendali (control valve) telescoping Silinder teleskop Katup kendali (control valve) elevasi Silinder elevasi (elevation cylinder) Kopling winch Katup kendali swing Motor (hidrolik) swing Kemudi Katup kendali (control valve) out rigger Tangki hidrolik Secara prinsip Power Line untuk material handling dapat digambarkan sebagai berikut : ENGINE HYDRAULIC PUMP CONTROL VALVE ACTUATOR (CYLINDER, MOTOR) Boom Swing Hoist winch Elevating boom Steering Out rigger Gambar 3.3. Skema (block) Power Line Material Handling 3-3
31 BAB IV INSTRUMEN DAN ALAT KENDALI 4.1. Umum Tugas utama seorang operator Wheel Crane adalah mengoperasikan Wheel Crane sesuai dengan aplikasinya dan teknik operasi yang benar, disamping tugas-tugas lainnya yang juga harus dilakukan oleh operator dengan baik, sehingga dapat dicapai produktivitas yang optimal dengan menghilangkan atau setidaknya mengurangi terjadinya kerusakan alat dan kecelakaan kerja. Kegiatan operator untuk mengoperasikan Wheel Crane sepenuhnya dikendalikan dari ruang operator, yang didalamnya telah dilengkapi dengan perangkat kendali (control) dan monitor (instrument panel) yang lengkap sehingga dengan pengetahuan dan ketrampilan yang baik dalam mengatur tuas kendali (control lever) dan selalu memonitor setiap instrumen, operator dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka operator wheel crane harus benar-benar faham dan menguasai instrument dan alat kendali wheel crane yang akan dioperasikannya. Tampilan dan konstruksi alat kendali dan panel instrumen untuk tiap merk dan tipe Wheel Crane tidak selalu sama, tapi pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama, sehingga memberi kemudahan bagi operator untuk dapat mengoperasikan Wheel Crane dari beberapa merk dan tipe. Untuk memberi gambaran yang rinci mengenai instrumen dan alat kendali ini, diambilkan contoh-contoh dari salah satu type hydraulic Wheel Crane, yang dibedakan dalam 2 kelompok sesuai dengan fungsinya, yaitu : Instrument dan alat kendali untuk crane, yaitu untuk pengoperasian (material handling) Instrument dan alat kendali untuk traveling Panel Instrumen (Instrument Panel) untuk Crane Sebagaimana telah diutarakan di bagian depan (umum) bahwa panel instrument berada di ruang operator, sehingga Operator Wheel Crane dapat mengamati atau memonitor semua instrument Wheel Crane yang ada dan diperlukan dalam pengoperasian Wheel Crane. 4-1
32 Termasuk dalam instrument adalah lampu-lampu indikator dan skakelar-skakelar atau switches. Berikut ini adalah detail (rinci) lampu -lampu indikator dan skakelar (switches) yang berada di ruang operator dari salah satu tipe Wheel Crane. Panel lampu indikator (Indicator Lamps Panel) Gambar 4.1. Ruang Operator 4-2
33 Panel skakelar (Switch Panel) Perhatikan gambar Lampu-lampu indikator keadaan boom dengan penyetelan skakelar pemilihan boom (boom select switch setting) Perhatikan gambar berikut ini : 4-3
34 BOOM SELECT switch position Boom state indicator lamps ON Applicable operation MAIN BOOM (a) Boom operation SINGLE TOP (b) Single top operation JIB (c) 1 st jib stage, 5 0 offset operation JIB (d) 1 st jib stage, 30 0 offset operation JIB (e) 2 nd jib stage, 5 0 offset operation JIB (f) 2 nd jib stage, 30 0 offset operation 2. Lampu-lampu indikator kondisi pengeset-an (set-up) 3. Lampu-lampu ini menyala berkenaan dengan penyetelan (setting) dari skakelar pemilih (select switch) Out rigger keluar penuh atau setengah saja serta skakelar pemilih (select switch) dongkrak depan (front jack). 4-4
35 Bila skakelar out rigger diposisikan keatas, posisi out rigger keluar penuh (Extend Fully), maka lampu indikator yang bersangkutan (FULL) menyala. Bila skakelar out rigger diposisikan ke bawah, posisi out rigger keluar setengah (Extend Mid), maka lampu indikator yang bersangkutan (MID) menyala. Bila skakelar jack diposisikan keatas (F/Jack Used), dongkrak atau jack depan digunakan, maka lampu indikator yang bersangkutan (F/Jack) menyala. 4. Lampu indikator daerah kerja (working area indicator lamp) Lampu ini secara otomatis menunjukkan daerah kerja crane yang sebenarnya, apakah daerah depan atau daerah samping (kiri-kanan) dan belakang Perhatikan gambar diatas : Apabila daerah kerja (working area) berada didepan (Over Front) atau pengangkatan beban berada dibagian depan (garis tanpa block hitam) maka : - Bila jack depan tidak pasang maka lampu akan berkedip - Bila jack depan dipasang maka lampu akan menyala Apabila daerah kerja (working area) berada disamping dan belakang (overside and rear) atau pengangkatan beban di daerah samping dan belakang (garis block hitam), maka : Lampu akan mati (tidak menyala) 4-5
36 5. Lampu indikator pembatas gulungan (Overwind Cutout Off Indicator Lamp) Lampu indikator (yang bergambar tangan) ini akan menyala bila skakelar (switch) Overwind Cutout diposisikan pada OFF. 6. Lampu indikator Jib Set (Jib Set Indicator Lamp) Lampu ini menyala apabila skakelar Jib Set dihidupkan untuk menghilangkan keadaan auto stop. Bila lampu ini hidup, jangan mengangkat beban sementara fungsi auto stop sedang di kesampingkan. 7. Lampu indikator jack depan overload (Front Jack Indicator Lamp) Bila jack depan dibebani melebihi batas yang ditentukan, lampu termaksud menyala dan klakson crane berbunyi. 8. Lampu indikator tekanan akumulator (Accumulator Pressure Indicator Lamp) Bila tekanan akumulator kopeling winch turun sampai dibawah 90 kg/cm 2 lampu termaksud menyala, tekanan harus dinaikkan. 4-6
37 9. Skakelar pemilih boom (Boom Select Switch) Posisikan skakelar ini sesuai dengan kebutuhan. Dengan skakelar ini, data kapasitas crane yang disimpan di pembatas moment ( Moment Limiter) secara selektif menyala. 10. Skakelar pemilih out rigger Full/Mid dan skakelar pemilih Jack depan Pemilihan skakelar-skakelar ini berkenaan dengan kondisi sebenarnya/senyatanya dari out rigger-out rigger dan jack depan (sesuai kebutuhan). Dengan skakelar ini, data kapasitas crane yang disimpan di pembatas moment (moment limiter) secara selektif menyala. 11. Skakelar untuk memanjangkan-memendekan boom ke 2 (2 nd Boom Telescoping Switch) Gunakan skakelar ini bila boom ke 2 terpaksa tidak dapat dihindari untuk dipanjangkan/dipendekkan (telescoped) dengan boom ke 3 dan boom ujung atas (top boom) dalam posisi keluar atau memanjang (Extended). Tetaplah skakelar ditekan selama memanjangkan atau memendekkan boom (telescoping). 4-7
38 12. Skakelar tele untuk memanjangkan-memendekkan boom ke 3 dan boom atas (3 rd & Top telescoping switch) Gunakan skakelar ini bila boom ke 3 dan boom ujung atas terpaksa tidak dapat dihindari untuk dipanjangkan-dipendekkan (be telescoped) dengan boom masuk penuh, atau dengan boom ke 2 keluar setengah. Tetaplah skakelar ditekan selama telescoping. 13. Skakelar Jib Set Bila output-output AML (Automatic Moment Limter) otomatis menghentikan signal, maka hoist naik, gerakan-gerakan boom memanjang dan boom menurun secara otomatis pula akan berhenti. Keadaaan ini operative akan hilang bila skakelar Jib Set dihidupkan (turned on) dan lampu indikator Jib Set menyala. ( skakelar bisa dilepas setelah lampu berkedip) Untuk mendapatkan kembali fungsi auto stop setelah pemasangan (erecting) jib, naikkan boom sampai lampu indikator Jib Set padam, posisikan skakelar boom select ke main boom. Skakelar Jib Set digunakan hanya apabila sedang melakukan pemasangan (erecting) dan penyimpanan (stowing) Jib. 14. Tampilam AML (AML display) AML atau Automatic Moment Limiter adalah alat pengaman (safety device) yang di desain untuk mencegah kerusakan crane atau terbalik karena overload. Rincian selanjutnya diberikan dalam nomor tersendiri. 4-8
39 15. Skakelar pembatas gulungan kabel (Overwind Cutout Switch) Dengan posisi skakelar ini pada posisi ON, bila hook block sampai over hoisted maka gerakan-gerakan hoist keatas, boom keluar atau memanjang (extending) dan boom turun (lowering) akan berhenti. Dengan posisi skakelar pada OFF, gerakan-gerakan tersebut tetap berjalan. Normalnya, biarkan posisi skakelar tersebut pada posisi ON. Posisi OFF hanya bila sedang mengeluarkan dan menyimpan (menaruh pada tempatnya) hook block dan bila memasang dan menyimpan jib. 16. Skakelar Starter Crane Skakelar ini digunakan untuk menghidupkan dan mematikan engine dan untuk memberikan tenaga sirkuit terkait OFF : De energize ON : Energize START : Start engine STOP : Stop engine Bila sedang mengoperasikan crane, posisikan skakelar tersebut pada ON, dan bila tidak beroperasi posisikan pada OFF. Bila engine dingin, jangan menghidupkan engine dengan skakelar ini. 17. Skakelar Wiper Wiper depan hidup Wiper jendela atap siap hidup Wiper depan hidup Skakelar wiper jendela atap Putar skakelar ini ON dengan skakelar dinaikkan keatas (pada Front & Root Wiper) 4-9
40 18. AML/Skakelar Lampu Kerja (Work Lamp Switch) Pengaturan posisi skakelar (switching) untuk lampu-lampu indikator adalah sebagai berikut : 19. Skakelar pemilih bebas swing/terkunci (Swing Free/Lock Select Switch) Bila skakelar ini diposisikan pada FREE sementara tuas kendali swing berada pada posisi NETRAL, maka landasan putar swing (swing table) bebas berputar (swing). Perhatian : Melakukan pemindahan posisi skakelar hanya apabila swing table dalam keadaan diam atau tidak bergerak (motion less) Bila melakukan swing boom sementara skakelar berada posisi FREE, perlu perhatian bahwa boom akan mengayun (swing) dengan enersi begitu tuas kendali swing dikembalikan ke NETRAL Posisikan skakelar secara articulate dan positif. 20. Skakelar Klakson (Horn) Skakelar ini dipasang pada pegangan (grip) tuas kendali swing. Untuk membunyikannya tekan skakelar klakson. 4-10
41 Bunyikan klakson sebelum melakukan swing, dan bila ada dalam suatu keadaan darurat. 21. Skakelar Swing Bebas (Free Swing Switch) Bila skakelar ini ditekan maka mekanisme swing bebas untuk swing Perhatian : Tekan skakelar ini sementara kabel winch sedang menggulung, tetapi lepaskan setelah beban lepas dari tanah/terangkat. 22. Skakelar Kipas angin (Fan Switch) Untuk menghidupkan kipas angin listrik ini posisikan skakelar pada ON 4-11
42 23. Skakelar Indikator berputarnya drum winch (Winch Drum Turn Indicator Lamp) Bila skakelar ini diposisikan pada ON, arah putar drum terlihat. 24. Skakelar Pemanas (Heater Switch) Untuk mengoperasikan pemanas ini, agar ikuti Heater Manual 25. Skakelar penarikan Boom ke 2 (2nd Boom Retraction Switch) Tekan skakelar ini untuk menarik/memasukkan (retract boom ke 2) Setelah boom ke 2 masuk sekitar 30cm, skakelar boleh dilepas. Perhatian : Tarik/masukkan boom ke 2 setelah boom ke 3 dan boom puncak/atas sepenuhnya masuk (fully retracted) 4-12
43 4.3. Tuas Kendali dan Pedal (Control Lever & Pedal) untuk crane (material handling) 1. Tuas kendali swing (swing control lever) Gambar 4.2. Tuas dan Pedal Tuas ini digunakan untuk melakukan gerakan ayunan (swing) boom (swing table). 4-13
44 2. Tuas kendali elevasi boom (boom elevating control lever) Tuas ini digunakan untuk melakukan gerakan turun naik boom, atau perubahan sudut elevasi boom. 3. Tuas kedali telescoping boom (boom telescoping control lever) Tuas ini dipergunakan untuk memanjangkan/mengeluarkan dan memendekkan (telescoping) boom. Pada ujung tuas ini ada skakelar yang khusus digunakan untuk memasukkan (retraction) boom ke 2 3a.. 4. Tuas kendali winch pembantu (Auxiliary winch control lever) Tuas ini digunakan untuk mengendalikan gerakan (menggerakkan dan menghentikan) winch pembantu (auxiliary winch). Pada pengoperasian crane winch pembantu ini digunakan untuk menangani (memindahkan) beban yang relative ringan melalui kait atau hook block pembantu. Pada ujung tuas ini ada skakelar bebas swing (free swing switch), dimana apabila skakelar ini ditekan, maka mekanisme swing menjadi bebas di swing 4a.. 5. Tuas kendali winch utama (main winch control lever) Tuas ini digunakan untuk mengendalikan gerakan-gerakan (menggerakkan dan menghentikan) winch utama Pada pengoperasian crane winch utama ini digunakan untuk menangani (memindahkan) beban berat, melalui kait atau hook utama. 6. Pedal percepatan (Accelerator pedal) Pedal ini dipergunakan atau berfungsi sebagai pengatur putaran atau tenaga engine. Pedal ini dikenal juga sebagai pedal gas. 7. Pedal rem winch utama (main winch brake pedal) Pedal ini dipergunakan untuk melakukan pengereman winch utama. 8. Pedal rem winch pembantu (Auxiliary winch brake pedal) Pedal ini dipergunakan untuk melakukan pengereman winch pembantu. 9. Tuas pengunci drum winch utama (main winch drum lock lever) Tuas ini digunakan untuk mengunci drum winch utama. 4-14
45 10. Tuas pengunci drum winch pembantu (Auxiliary winch drum look lever) Tuas ini dipergunakan untuk mengunci drum winch pembantu. 11. Tuas peluncur tempat duduk operator (Seat sliding lever) Tuas ini berfungsi sebagai peluncur tempat duduk operator, untuk menyetel (majumundur) tempat duduk operator. 12. Tuas reclining seat (Reclining seat lever) Tuas ini digunakan untuk menyetel sandaran tempat duduk operator. 13. Tuas kopeling winch pembantu (Auxiliary winch clutch lever) Tuas ini berfungsi sebagai penyambung (menyambung dan memutuskan) winch pembantu dengan tenaga penggeraknya. 14. Tuas winch kopeling utama (main winch clutch lever) Tuas ini berfungsi sebagai penyambung winch utama dengan tenaga penggeraknya. 15. Tuas rem swing (swing brake lever) Tuas ini berfungsi sebagai pengerem swing. 16. Handel pengunci gas (Accelerator lock handle) Handel ini berfungsi sebagai pengunci gas. 17. Meter-meter tekanan Meter-meter ini berfungsi sebagai penunjuk tekanan-tekanan dari sistem (tekanan minyak). 18. Tanki minyak rem (brake fluid reservoir) Tanki ini adalah tempat minyak rem yang dipergunakan dalam sistem rem. 19. Meter tekanan akumulator (accumulator pressure gauge) Meter ini menunjukkan keadaan tekanan. 4-15
46 4.4. Instrumen dan Kendali (instrumen and controls) Untuk traveling 1. Meter tekanan angine (Air pressure gauge) Meter ini menunjukkan keadaan tekanan angin/udara didalam tangki angin/udara. Tekanan angin untuk rem angin bila dibawah tekanan kerjanya adalah berbahaya. 2. Lampu indikator tanda belok (Turn signal indicator lamp). Lampu ini menunjukkan arah belok, kekiri atau kekanan. 3. Meter kecepatan (Speedometer) Meter ini menunjukkan kecepatan bergerak unit crane ketika berjalan (traveling) 4. Lampu indikator lampu besar (Hig h beam indicator lamp) lampu ini menyala bila lampu besar dihidupkan 5. Tachometer Instrumen ini menunjukkan besar-kecilnya putaran engine (rpm). Didalamnya ada hour meter yang menunjukkan 1 jam tiap jam dengan putaran engine 1600rpm. Dipergunakan sebagai dasar pemeliharaan. 6. Lampu indikator tanda belok (turn signal indicator lamp) Lampu ini menunjukkan arah belok 7. Meter temperatur air (water temerature gauge) Meter ini menunjukkan temperatur air pendingin engine. Bila travelling, jarum hendaknya menunjuk pada daerah warna putih. 8. Meter bahan bakar (fuel gauge) Meter ini menunjukkan jumlah bahan bakar yang masih ada di tangki bahan bakar. F menunjukkan bahan bakar penuh E bahan bakar perlu segera ditambah 4-16
47 9. Meter tekanan minyak torque converter (torque converter oil pressure gauge) Meter ini menunjukkan tekanan minyak torque converter ke tiap kopeling dari transmisi dan kopeling PTO dari torque converter. Tekanan yang normal adalah : Putaran engine 700 rpm : 17,5 kgt/cm 2 atau kbih Putaran engine maksimum : kgt/m Meter temperatur minyak torque converter (torque converter oil temperature gauge) Meter ini menunjukkan temperatur minyak torque converter. Bila travelling, jarum seharusnya menunjuk pada daerah warna putih. 11. Lampu peringatan rem (brake warning lamp) Lampu peringatan rem ini akan menyala bila level minyak rem di reservoir turun (sampai dibawah minim), juga akan menyala bila rem parkir dipasang. 12. Lampu indikator kunci suspensi (suspension lock indicator lamp) Lampu indikator ini menunjukkan keadaan suspensi sebagai berikut : Tidak menyala (not lit) : Suspensi bebas Nyala-mati (flashing) : Suspensi sedang dikunci Nyala (lit) : Suspensi telah terkunci. 13. Lampu indikator Four-wheel drive (Four-wheel drive indicator lamp) Lampu ini menyala bila menggunakan four-wheel drive (dengan menggunakan mode skakelar pemilih pada H/4D atau L/4D) 14. Lampu indikator exhaust brake (exhaust brake indicator lamp) Lampu ini akan menyala bila exhaust brake (rem gas buang) diaktifkan. 4-17
48 15. Lampu indikator kecepatan travel rendah (low travel speed indicator lamp) Lampu ini akan menyala bila mode low-speed for-wheel drive dipasang. 16. Lampu indikator mengunci (lock up indicator lamp) Lampu ini akan menyala bila kecepatan kendaraan (crane) tetap diatas suatu nilai tertentu sehubungan dengan gigi/gearshift dan kunci torque converter terpasang. Dalam menuruni slope, efek pengereman engine meningkat bila berjalan (traveling) dengan lampu indicator lock-up hidup dengan membuat perubahan gigi yang tepat sehubungan dengan sudut penurunan jalan. Lampu ini juga akan menyala bila rem gas buang bekerja. 17. Lampu indikator pemanas (slow indicator lamp) Lampu ini akan menyala sementara pemanas udara sedang bekerja. 18. Lampu indikator posisi tengah kemudi belakang (rear steering c enter indicator lamp) Lampu ini menunjukkan keadaan roda-roda belakang : Tidak menyala : Pada posisi berjalan lurus Menyala : Tidak berada pada posisi berjalan lurus Hal tersebut diatas untuk mode kemudi 4 roda (four-wheel steering) 19. Lampu peringatan pemisah air (water separator warning lamp) Lampu ini menyala bila air di filter bahan bakar telah terkumpul melebihi level tertentu. 20. Lampu peringatan kecepatan berjalan/pto (PTO/Travel speed warning lamp) Lampu ini menyala (terang) untuk mengingatkan operator bahwa kecepatan jalan (travelling speed) telah melebihi 4 km/jam dengan PTO hidup (switch ON) Penting : Bila berjalan di jalan umum, matikan PTO, bila berjalan dengan beban hidupkan PTO. 21. Indikator gigi/persenelling (gear shift indicator) Huruf pada indikator ini sesuai dengan gigi atau persenellingnya, kelihatan disinari (terlihat terang) 4-18
49 Contohnya : Bila gearshift diposisi pada gigi 3, maka angka 3 akan terlihat terang (tersinari lampu) Bila posisi gigi (gearshift) ada R (reverse), maka huruf R akan terang (tersinari lampu). 22. Tampilan alarm pusat (central alarm display) Terjadi tampilan tanda peringatan, bila terjadi hal tidak normal pada salah satu komponen. Bila ada dua atau lebih tanda peringatan terjadi pada output, maka tanda peringatan yang berbeda akan muncul selama 3 detik. Peringatan : Menjalankan (travelling) atau mengoperasikan crane sementara tanda peringatan terlihat pada control alarm display dapat menimbulkan kecelakaan serius dan kerusakan crane. Bila suatu tanda peringatan muncul, ambil tindakan keamanan segera. Berikut ini beberapa tampilan tanda bahaya pusat (control alarm display) Tanda ini muncul dan buzzer berbunyi bila tekanan angin (air pressure) rendah tidak normal. Tanda peringatan tekanan minyak pelumas engine. Tanda ini muncul bila tekanan minyak pelumas engine rendah tidak normal. Tanda ini muncul bila kunci kontak diposisikan pada ON dan menghilang bila engine start (hidup) Tanda peringatan tekanan minyak torque converter Tanda ini muncul dan buzzer berbunyi bila tekanan minyak torque converter rendah tidak normal. Alarm buzzer akan berhenti berbunyi bila skakelar rem parkir distel pada PARK. Tanda akan berbunyi bila kunci kontak diposisikan pada ON dan menghilang bila engine start (hidup). 4-19
50 Tanda peringatan temperatur minyak hidrolik 85 0 C. Tanda akan muncul bila temperatur minyak hidrolik mencapai 85 0 C atau lebih. Tanda peringatan sistem pengisian batere tidak normal. Tanda ini akan muncul bila sistem pengisian batere tidak normal. Tanda ini akan muncul bila kunci kontak pada posisi ON dan akan menghilang bila engine start (hidup). Tanda peringatan kecepatan kendaraan. Tanda ini akan muncul dan buzzer berbunyi bila kecepatan kendaraan melebihi yang ditentukan (specified range). Tanda peringatan engine over run. Tanda muncul dan buzzer berbunyi bila putaran engine mencapai daerah berbahaya. Tanda peringatan level bahan bakar rendah. Tanda ini muncul bila level bahan bakar di tangki bahan bakar tinggal 50 ltr atau kurang. 4-20
51 Tanda peringatan MDT tidak normal. Tanda ini muncul bila pada sistem MDT (multiplex data transmitter) ada yang tidak normal. Tanda peringatan pergerakan (posisi) skakelar out rigger. Tanda ini muncul apabila skakelar pemilih silinder/jack atau skakelar pemilih exted/retract keluar dari posisi netral. Bila tidak ada langkah yang dilakukan pada keadaan tersebut untuk kirakira 10 detik, buzzer akan berbunyi. Tanda peringatan pembatalan AML (AML cancellation warning) Tanda ini muncul untuk menunjukkan pemberhentian otomatis (aut omatic stop feature) dari sistem AML dibatalkan bila skakelar kunci overide disetel ke ON dan skakelar PTO disetel ke (posisi overide) Tanda peringatan tidak normal dari penerima data serial. Tanda ini muncul bila pada sistem penerima data panel instrumen ada yang tidak normal (kerusakan pada instrumen). Pemunculan tanda ini untuk beberapa detik setelah start engine bukanya hal yang tidak normal. 4-21
52 23. Skakelar lampu bahaya (Hazard lamp switch) Tekan skakelar, maka lampu-lampu tanda belok akan menyala, juga lampu indikatornya. Tekan lagi skakelar, maka semua lampu tanda belok akan mati. 24. Skakelar pemilih mode kemudi (steering mode select switch) Crane ini mempunyai 3 macam mode kemudi (steering mode) Kemudi dengan 2 roda (depan) Kemudi dengan 4 roda (depan dan belakang secara bersilang) Crab (4 roda, depan dan belakang secara sejajar) Pilih salah satu sesuai dengan kebutuhan Travelling di jalan umum dengan menggunakan salah satu mode spesial adalah berbahaya. Pergunakan mode biasa (kemudi 2 roda) 4-22
53 25. Skakelar rem gas buang/wiper (wiper/exhaust brake switch) Ada 3 macam rem pada crane ini Rem service (dioperasikan dengan pedal) Rem parkir (dioperasikan dengan skakelar) Rem gas buang (dioperasikan dengan skakelar) Rem gas buang digunakan untuk membantu mengereman terutama ketika traveling pada jalan menurun yang panjang. Bila menuruni jalan yang panjang (long grade), pindahkan gigi ke gigi lebih kecil yang sesuai dengan kecepatan turunnya untuk mengaktifkan pengereman engine dan gunakan rem gas buang sebagai pembantu. Injak dan pompa perlahan pedal rem service untuk memperlambat dengan efektif. 26. Roda kemudi (steering wheel) Pada kemudi dapat disetel tinggi dan sudutnya Penyetelan : Putar tuas pengunci ke release Setel tinggi dan sudut kemudi Putar tuas pengunci ke posisi LOCK 27. Skakelar tanda berputar/lampu penerangan (lighting/turn signal switch) Skakelar ini digunakan untuk tanda belok (diposisikan keatas : belok kiri dan ke bawah : belok kanan) serta untuk menyalakan lampu besar (diputar kekanan, dorong ke depan : lampu jauh, tarik ke belakang : lampu dekat). 4-23
54 28. Tuas pemindah gigi (gearshift lever) Tuas ini digunakan untuk memindah gigi sesuai dengan kecepatan transmisi yang dipilih : R : Mundur N : Netral (dipakai ketika start engine, berhenti dan parkir, serta selama crane operasi). D : Drive - Dengan menekan/injak pedal gas maka otomatis gigi transmisi akan pindah dari gigi 1 ke gigi 4 (bila disetel pada mode kecepatan tinggi) atau dari gigi 1 ke gigi 3 (bila disetel pada mode kecepatan rendah). 3 : Digunakan bila travelling menurun dengan rem engine. 2 : Digunakan bila travelling naik tanjakan panjang atau jalan turun dengan rem engine. 1 : Digunakan bila naik tanjakan tajam atau daya pengereman engine yang kuat (menurun). 29. Idle volume Idle volume ini digunakan untuk menaikkan dan menurunkan putaran engine (menambah dan mengurangi gas/bahan bakar) ketika sedang melakukan pemanasan engine. Low idle : putar kearah slow High idle : putar kearah high 4-24
55 30. Skakelar starter (starter switch) Skakelar ini digunakan untuk menstart/menghidupkan dan mematikan engine. 31. Pedal percepatan (accelerator pedal) Pedal percepatan atau dikenal juga dengan pedal gas, digunakan untuk mengatur besar kecilnya putaran engine atau tenaga engine. 32. Pedal rem service (service brake pedal) Pedal ini digunakan untuk mengerem atau menghentikan kendaraan 33. Skakelar pemilih mode drive (drive mode select switch) Crane ini mempunyai 3 mode drive (drive mode) High speed 2 - wheel High speed 4 - wheel Low speed 2 wheel Pilih salah satu sesuai dengan kebutuhan. 34. Skakelar rem parkir (parking brake switch) Skakelar ini digunakan untuk memasang dan melepas rem parkir. 35. Tampilan angka salah (error number display) Tampilan angka ini menunjukkan fungsi dari sistem MDT (Multiplex Data Transmitter), yang terkait pemindahan gigi (gearshift). Bila angka salah (error number) muncul, menunjukkan sistem MDT tidak normal dan pemindahan gigi (gearshifting) menjadi tidak mungkin. Bila angka salah (error number ) menghilang, maka sistem MDT normal kembali. 36. Skakelar stop engine darurat (Emergency engine switch) Skakelar ini digunakan untuk mematikan engine secara darurat, apabila engine tidak dapat dimatikan dengan cara biasa. Tarik skakelar ini untuk mematikan engine, bila sudah mati tekan skakelar untuk mengembalikannya ke posisi semula. 4-25
56 37. Skakelar percepatan darurat (Emergency accelerator switch) Skakelar ini digunakan untuk menaikkan putaran engine secara darurat. Bila putaran engine tidak dapat naik ke putaran tertentu (specified val ve) walaupun pedal accelerator (pedal gas) sudah ditekan/diinjak, maka hidupkan skakelar tersebut, bila perlu. Sementara skakelar percepatan darurat dihidupkan, putaran engine akan naik sampai maksimum, walaupun pedal gas hanya ditekan sedikit saja. Berilah peringatan yang cukup bila menggunakan skakelar tersebut. Biasanya, matikan skakelar percepatan tersebut. 38. Skakelar transmisi darurat (emergency transmission switch) Skakelar transmisi darurat ini digunakan bila pemindahan gigi (shifting gear) secara biasa tidak dapat dilakukan (misalnya ada kerusakan pada sistem MDT). Dalam hal tersebut diatas, maka dilakukan prosedur pemindahan gigi (gear shifting) darurat. 39. Skakelar pengecekan sistem MDT (MDT system check switch) Skakelar ini dipergunakan untuk pengecekan fungsi sistem MDT (ketika ada tampilan error number, atau kerusakan pada MDT). 4-26
57 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane BAB V FUNGSI DAN PRINSIP KERJA ENGINE 5.1. Umum Wheel Crane, dan juga alat-alat berat pada umumnya, memerlukan tenaga bagi semua peralatan geraknya kait untuk pengoperasian (material handling) seperti misalnya untuk pengangkatan baik (beban), untuk menggerakka n boom baik swing maupun naik/turun (elevasi) dan lain sebagainya, maupun untuk mobilisasi (traveling seperti diantaranya bergerak maju/mundur, membelok ke kiri/kanan dan sebagainya. Semua keperluan tenaga tersebut disediakan oleh engine yang umumnya adalah Diesel Engine. Tenaga ini dipindahkan ke semua peralatan gerak termaksud melalui sistem pemindah tenaga, bisa dengan system mekanis, system hidrolis ataupun system elektris. Umumnya merupakan campuran dari ketiganya, terkecuali hydraulic wheel crane, pemindahan tenaganya melalui hydraulic system. Dengan hal tersebut diatas, Operator Wheel Crane ada baiknya juga memiliki pengetahuan dasar engine, paling tidak prinsip kerja engine dan beberapa system pada engine Engine System Fungsi Engine Hampir pada semua jenis alat-alat berat, engine merupakan salah satu komponen utamanya, merupakan penggerak utama (prime mover), berfungsi sebagai penyedia tenaga bagi semua peralatan geraknya. Demikian pula halnya pada wheel crane, engine, sebagai main power atau prime mover, berfungsi sebagai penyedia tenaga yang diperlukan oleh semua peralatan gerak wheel crane, baik untuk operasi (material handling) maupun untuk mobilisasi (traveling). Gangguan pada engine berarti gangguan pada crane Prinsip Kerja Engine Berdasarkan pada siklus kerjanya, Diesel Engine dapat dibedakan dalam 2 macam : Diesel Engine 2 (dua) langkah (2 stroke diesel engine) Diesel Engine 4 (empat) langkah (4 stroke diesel engine) 5-1
58 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane 1. Diesel Engine 2 langkah adalah diesel engine yang setiap siklus kerjanya memerlukan 2 langkah piston atau satu putaran poros engkol. 2. Diesel Engine 4 langkah adalah diesel engine yang setiap siklus kerjanya memerlukan 4 langkah piston atau dua putara poros engkol. Berikut ini diberikan prinsip kerja diesel engine 4 langkah : (perhatikan gambar dibawah) : Gambar 5.1 Siklus motor diesel 4 tak a) Langkah Isap (Scavening) : Pada saat piston bergerak dari posisi top dead point kearah bawah, suction valve terbuka dan exhaust valve tertutup. Langkah ini menarik udara sehingga dapat masuk kedalam cylinder melalui intake valve yang terbuka. b) Langkah Compessi : Pada saat akhir dari suction stroke, maka intake valve menutup dan piston mulai bergerak kearah gerakan compresi menuju kearah top dead point. Akibat tekanan udara yang ditekan menjadi panas. c) Langkah Pembakaran (Combustion Stroke) : Setelah piston sampai dekat pada top dead point, bahan bakar diinjeksikan dengan nozzle kedalam pre combustion chamber yang telah berisi udara panas yang bertekanan tinggi. Segera setelah bahan bakar diinjeksikan kedalam pre combustion chamber, bahan bakar bersama udara panas yang bertekanan tinggi tersebut terbakar. Akibat pembakaran 5-2
59 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane menyebabkan gas yang terjadi berkekuatan tinggi dan menekan piston kebawah dan memutar crankshaft. d) Langkah Exhaust Pada saat piston bergerak kebawah kearah bottom dead point, exhaust valve terbuka dan suction valve masih tertutup. Kemudian exhaust gas ditekan keluar saat piston bergerak keatas kearah top dead point. Disamping prinsip kerja tersebut diatas, ada beberapa sistem pada diesel engine yang ada baiknya diketahui pula : Engine mechanism system. Intake and exhaust system. Fuel system. Lubrication system. Cooling system Engine Mechanism System Fungsi Engine Mechanism System. Engine selain terdiri dari block motor, kepala silinder juga dilengkapi dengan engine mechanism system. Fungsi engine mechanism sytem ialah untuk mengatur terjadinya proses perubahan energi panas yang diperoleh dari percampuran bahan bakar dengan udara yang dikompresi menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros engkol ( crank shaft ). Engine mechanism system terdiri dari : 1) Sistem Katup ( Valve System ). 2) Sistem Piston. ( Piston System ). 3) Sistem Roda Gigi Pengatur ( Timing Gear System ). Engine mechanism system dapat dilihat seperti gambar dibawah 5-3
60 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Gambar 5.2 Konstruksi engine 4 silinder Prinsip Kerja engine mechanism system a. Ketika switch starter di putar ke posisi start maka motor starter akan memutar flywheel (start pertama, menghidupkan engine). b. Ketika flywheel berputar, crank shaft pun ikut berputar dan menggerakan connecting rod dan piston bergerak naik-turun ( translasi ). c. Ketika piston bergerak dari titik mati ( TMA ) atas menuju ketitik mati bawah (TMB ), intake valve dalam posisi terbuka dan exhaust valve tertutup maka terjadilah langkah hisap ( Intake stroke ). d. Ketika piston bergerak dari titik mati bawah ( TMB ) menuju ke titik mati atas ( TMA ) posisi intake valve dan exhaust valve tertutup maka terjadilah langkah kompresi ( compression stroke ). e. Ketika piston bergerak dari titik mati atas ( TMA ) menuj u ke titik mati bawah (TMB ) posisi intake valve tertutup dan exhaust valve mulai terbuka beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati bawah ( TMB ) maka terjadilah langkah usaha ( Power stroke ). f. Ketika piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas posisi intake valve tertutup dan exhaust valve terbuka maka terjadilah langkah bilas ( exhaust stroke ). Proses ini berlangsung terus menerus selama engine beroperasi. 5-4
61 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane 5.4. Air Intake Dan Exhaust System Fungsi Air Intake dan Exhaust System. Air Intake dan Exhaust system pada engine berfungsi sebagai saluran masuk udara dan saluran buang bagi gas sisa pembakaran. Metoda pengaliran udara masuk dan buang pada engine terdiri dari : a. Naturally Aspirated. Pada Naturally Aspirated pemasukan udara berdasarkan perbedaan antara tekanan didalam ruang silinder dan tekanan udara atmosfir. b. Supercharged. Pada sistem Supercharged pemasukan udara kedalam ruang silinder dibantu oleh Supercharged atau Turbocharged dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah berat udara per satuan volume sehingga terjadi peningkatan tenaga output engine. Dimana Supercharged digerakan oleh belt atau roda gigi yang dihubungkan ke crank shaft sedangkan Turbocharged digerakan oleh gas buang sisa pembakaran. Gambar 5.3 Konstruksi engine 4 silinder 5-5
62 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Prinsip kerja Intake dan Exhaust system. a. Udara mengalir masuk ke pre-cleaner kemudian terus menuju ke air cleaner, mengalir masuknya udara ke intake manifold pada metoda Naturally Aspirated adalah akibat perbedaan tekanan antara tekanan atmosfir dan ruang silinder yang disebabkan oleh langkah hisap ( intake stroke ) yang dilakukan oleh piston sedangkan pada metoda Supercharger Aspirated mengalir masuknya udara adalah selain akibat langkah hisap juga disebabkan oleh hisapan dan tekanan blower pada turbocharger atau supercharger. b. Dari intake manifold udara mengalir ke dalam silinder. c. Didalam silinder terjadilah proses kompresi,pembakaran dan pembilasan. d. Ketika pembilasan piston bergerak dari titik mati bawah menuju ketitik mati atas kemudian gas bekas akan tertekan keluar melalui exhaust manifold. e. Dari exhaust manifold gas bekas dialirkan ke mufler dan dilepas ke atmosfir pada metoda Naturally aspirated sedangkan pada metoda Supercharged Aspirated gas bekas digunakan untuk menggerakan impeller pada turbocharger. Demikianlah proses ini berlajut terus menerus selama engine bekerja Fuel System Fungsi Fuel System Sistem bahan bakar pada engine berfungsi sebagai pengatur suplai bahan bakar pada saat engine bekerja. Komponen utama sistem bahan bakar adalah terdiri dari 1. Tangki bahan bakar ( fuel tank ). 2. Saringan kasar ( Strainer ). 3. Pompa pengalir ( feed pump ). 4. Saringan bahan bakar ( fuel filter ). 5. Pompa injeksi ( fuel injection pump ) dan, 6. Penyemprot bahan bakar (nozzle). 5-6
63 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Gambar 5.4 Bagan alir fuel system Prinsip Kerja Fuel System. a) Bahan bakar ditampung di fuel tank. b) Dari fuel tank bahan bakar melalui strainer dihisap oleh feed pump dan kemudian dipompa ke fuel injection pump. c) Dari fuel injection pump bahan bakar disuplai ke penyemprot ( nozzle ). d) Dari Nozzle bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Dan siklus ini berlanjut terus menerus selama engine bekerja Lubrication System Fungsi Lubrication system. Fungsi system pelumasan pada diesel engine adalah untuk mengatur mensuplai minyak pelumas (Oil) ke bagian -bagian dari engine yang bergesekan. Sebagai mana diketahui tujuan pelumasan selain untuk memperlambat proses terjadinya keausan juga untuk mendinginkan bagian-bagian yang bergesekan serta untuk membersihkan kotoran-kotoran yang terdapat pada bagian yang dilaluinya. 5-7
64 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Gambar 5.5 Bagan alir lubrication system Prinsip Kerja Sistem Pelumasan. a) Oil pump yang diputar oleh system timing gear, kemudian akan menghisap oil dari oil pan yang sebelumnya disaring terlebih dahulu oleh strainer. b) Kemudian mengalirkannya ke oil cooler dan disini didinginkan. c) Dari oil cooler oil mengalir ke oil fillter. d) Dari oil fillter oil dialirkan ke main gallery yang terdapat pada blok silinder kemudian dialirkan ke bagian-bagian yang perlu diberi pelumasan. e) Dari bagian-bagian yang memerlukan pelumasan oil akan kembali ke oil pan. Dan siklus ini berlanjut terus selama engine bekerja Cooling System Fungsi Cooling system. Sistem Pendingin ada engine adalah berfungsi selain untuk mendinginkan engine juga untuk mempertahankan temperatur kerja engine pada suhu tertentu sehingga diperoleh tenaga engine yang optimal. 5-8
65 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Gambar 5.6 Komponen utama system pendingin pada engine Prinsip kerja cooling system. a. Putaran crank shaft ditransfer ke water pump melalui V - belt. b. Water pump mendistribusikan air pendingin ke oil cooler untuk mendinginkan minyak pelumas dan oil system lainnya. c. Dari oil cooler air mengalir menuju ke water jacket di blok silinder dan air mengalir ke sekitar blok silinder untuk mendinginkan liner silinder dan ruang bakar. d. Dari blok silinder air mengalir ke water jacket di kepala silinder untuk mendinginkan injektor, intake dan exhaust valve dan permukaan kepala silinder. e. Dari kepala silinder air mengalir menuju ke termostat. f. Dari termostat sebagian air akan mengalir menuju ke Water pump melalui pipa bypass dan sebagian lagi akan mengalir menuju ke radiator untuk didinginkan oleh kipas. Demikianlah proses ini berlangsung terus selama engine bekerja. 5-9
66 BAB VI FUNGSI DAN PRINSIP KERJA SISTEM HIDROLIK 6.1. Umum Sebagaimana telah diutarakan di bab depan, bahwa kebutuhan tenaga bagi seluruh peralatan gerak wheel crane, baik untuk operasi (material handling) maupun untuk pemindahan atau mobilisasi (traveling), disediakan oleh diesel engine, sebagai sumber tenaga (prime m over), melalui sistem pemindah tenaga, salah satunya adalah sistem hidrolik, yang digunakan pada hydraulic wheel crane. Pada sistem hidrolik ini terdapat berbagai macam komponen hidrolik yang tiap komponen mempunyai paranan dan tugasnya masing-masing, bekerja sama dalam sirkuit. Sirkuit, menjadikan wheel crane dapat dioperasikan dengan baik dan aman. Pada dasarnya, komponen utama sistem hidrolik wheel crane adalah : Tangki minyak hidrolik (hydraulic tank) Pompa hidrolik (hydraulic pump) Katup pengatur arah (directional atau control valve) Actuator (hydraulic motor, hydraulic cylinder) Disamping itu juga berbagai komponen lain yang cukup penting peranannya seperti, pipa-pipa, relief valve, filter, dan sebagainya Fungsi dan prinsip kerja system hidrolik pada umumnya Fungsi Dari ulasan tersebut diatas (umum) maka dapat dinyatakan bahwa fungsi sistem hidrolik (pada alat -alat berat dengan pemindah daya sistem hidrolik) adalah sebagai pemindah daya dan pengendali gerakan kerja sistem pada alatalat berat termaksud Prinsip Kerja Prinsip kerja sistem hidrolik pada dasarnya dapat dijelaskan dengan gambar sirkuit hidrolik sederhana sebagai berikut. Dengan pompa hidrolik (1) yang diputar oleh diesel engine m elalui PTO, minyak hidrolik didalam tangki hidrolik (2) dihisap dan dipompakan masuk ke katup pengatur arah (directional valve) (3). 6-1
67 Gambar 6.1. Dengan katup pengatur arah tersebut, minyak hidrolik diarahkan masuk ke actuator - Silinder hidrolik (4), atau - Motor hidrolik (tidak digambarkan) Katup pengatur arah dapat mengarahkan minyak hidrolik masuk ke sisi pemasukan aktuator (salah satu, secara bergantian) sesuai dengan kebutuhan, sehingga aktuator (silinder atau motor hidrolik) dapat bergerak pada 2 arah yang berlawanan, secara bergantian. Ketika minyak hidrolik masuk kedalam aktuator melalui sisi pemasukannya (suction port) mka minyak hidrolik yang berada di aktuator keluar melalui sisi pengeluarannya (discharge port) dan kembali ke dalam tangki hidrolik. Untuk pengamanan sistem dari kerusakan akibat tekanan minyak hidrolik yang berlebih (terlalu tinggi) maka dipasangkan pada sistem katup pengaman (relieve valve). (5). Apabila karena suatu hal (misalnya over loaded atau terjadi hambatan hidrolik didalam aliran minyak hidrolik) tekanan minyak hidrolik didalam sistem menjadi naik melebihi tekanan kerjanya, maka katup pengaman (relieve valve) atau bekerja, menghilangkan tekanan berlebih dengan mengalirkan minyak hidrolik kembali ke tangki hidrolik (titik masuk ke dalam sistem). 6-2
68 Dengan demikian maka sistem hidrolik terselamatkan dari kerusakan akibat tekanan minyak hidrolik yang berlebih. Relieve ini dapat distel untuk mengatur/menyesuaikan tekanan kerja minyak hidrolik sesuai dengan ketentuan (oleh mekanik yang bertugas) Fungsi dan prinsip kerja beberapa komponen hidrolik Berikut ini diberikan fungsi dan/atau prinsip kerja beberapa komponen hidrolik : Tangki Hidrolik (hydraulic tank) a. Fungsi Dalam sistem hidrolik, tangki hidrolik mempunyai beberapa fungsi : menampung persediaan minyak hidrolik bagi seluruh sistem menampung cadangan minyak untuk pengganti minyak yang keluar dari sistem akibat kebocoran menyediakan ruang untuk ekspansi/konstraksi minyak akibat pengaruh temperatur membantu berlangsungnya pendinginan minyak secara alami membantu berlangsungnya seperasi udara dan kontaminasi yang terkandung dalam minyak. b. Tipe dan ukuran tangki hidrolik Dikenal ada dua tipe tangki hidrolik yaitu: Tangki terbuka dengan air breather Pada tangki tipe ini, udara dalam tangki mempunyai hubungan dengan udara luar melaui air breather, dengan demikian tekanan udara diatas minyak hidrolik dalam tangki sama dengan tekanan udara luar. Ukuran tangki tipe terbuka ini biasanya diambil 1 3 kali debet pompa yang terpasang. Misalnya untuk sistem hidrolik dengan kapasitas pompa 40 liter per menit, maka ukuran tangkinya adalah 40 sampai 120 liter. Tangki bertekanan dan kedap udara. Tekanan udara diatas minyak hidrolik dalam tangki dipertahankan lebih besar dari pada tekanan udara luar. Tutup tangki dibuat kedap udara dengan seal dan tahan terhadap tekanan lebih. 6-3
69 Keuntungan tangki tipe ini dibandingkan dengan tangki tipe terbuka: 1) Kebersihan minyak hidrolik akan lebih terjamin 2) Kemungkinan terjadinya kavitasi pompa dapat diperkecil 3) Usia guna minyak hidrolik dapat lebih lama. Namun diperlukan pemeliharaan yang lebih teliti dan tekun. Ukuran tangki tipe ini, misalnya untuk wheel crane Tadano TR 300 E capasitas tangki hydrolic adalah = 421 liter Pompa hidrolik a. Fungsi Pompa hidrolik berfungsi untuk memindahkan minyak hidrolik dari tangki hidrolik ke dalam sistem dan bersama-sama komponen lain menimbulkan tekanan yang diperlukan dalam sistem. Pompa hidrolik merupakan jantung dari sistem hidrolik, dimana dari pompa ini akan ditimbulkan aliran yang bertekanan yang dibutuhkan oleh aktuator agar dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. b. Jenis pompa hidrolik Dalam sistem hidrostatik, pompa yang digunakan adalah jenis pompa pindah posistif (positive displacement pump), yaitu : Pompa roda gigi (gear pump) Pompa sayap (vane pump) Pompa piston. Gambar 6.1. Karakteristik dari jenis pompa ini adalah: Internal leakage kecil Perubahan tekanan berpengaruh kecil terhadap debit/kapasitasnya. 6-4
70 Katup pengatur arah (directional control valve) Katup pengatur arah ( Directional Control Valve) mempunyai fungsi untuk mengatur arah sekaligus mengatur jumlah aliran minyak hidrolik yang harus masuk ke aktuator, sehingga arah dan kecepatan gerakkan aktuator dapat dikendalikan, atau memutuskan aliran minyak sehingga tidak ada gerakkan dari aktuator. Setiap aktuator dalam sistem hidrolik dilengkapi dengan satu control valve untuk mengendalikan gerakkannya Motor hidrolik (hydraulic motor) a. Fungsi Motor hidrolik berfungsi untuk merubah tenaga hidrolis menjadi tenaga mekanis. Tenga mekanis ini dipergunakan untuk menggerakkan peralatan wheel crane, seperti drum penggulung tali baja (wire rope) pada winch, dan sebagainya. TENAGA HIDROLIS ALIRAN MINYAK MOTOR HIDROLIK TENAGA MEKANIS PUTARAN POROS Gambar 6.3. Hydraulic Motor b. Prinsip Kerja Prinsip kerja motor hidrolis adalah kebalikan dari prinsip kerja pompa hidrolik, dimana pada motor hidrolik aliran minyak hidrolik dimasukkan ke dalam motor hidrolik dan menghasilkan putaran poros motor hidrolik. Kondisi tersebut kebalikan dari prinsip kerja pompa hidrolik, yaitu apabila poros pompa diputar akan menghasilkan debet/aliran minyak hidrolik. c. Motor hidrolik dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: Motor hidrolik roda gigi Motor hidrolik kipas Motor hidrolik piston 6-5
71 Silinder hidrolik (cylinder hydraulic) a. Fungsi Silinder hidrolik merupakan aktuator, sama halnya dengan motor hidrolik, berfungsi sebagai perubah tenaga hidrolik menjadi tenaga mekanis yang diperlukan untuk menggerakkan peralatan gerak wheel crane, seperti mengeluarkan/memasukkan boom (seksi -seksi), out rigger, menaikkanmenurunkan boom (memperbesar -memperkecil sudut elevasi) dan sebagainya. b. Tipe dan prinsip kerja Silinder hidrolik dapat dibedakan dalam 2 macam tipe yaitu : Silinder hidrolis kerja tunggal (single acting) Silinder hidrolis kerja ganda (double acting) Prinsip kerjanya dapat dilihat dengan gambar-gambar dan penjelasan berikut : 1) Single acting. Gambar 6.4. Hydraulic Cylinder (single acting) Pada hydraulic cylinder tipe single acting masuk dan keluarnya oil flow kedalam silinder melalui satu saluran ( port ). Dimana ketika oil flow masuk keruang disisi bawah piston maka piston bergerak naik dan semakin banyak oil flow yang masuk makin tinggi piston naik dan akhirnya mencapai maksimum dan bila oil flow disisi bawah piston mengalir keluar melalui saluran ( port ) pada sisi yang sama maka piston akan bergerak turun. Hydraulic cylinder tipe single acting banyak digunakan pada forklift. 6-6
72 2) Double acting. Gambar 5.17 Hydraulic Cylinder (Double acting) Pada hydraulic cylinder tipe double acting keluar dan masuknya oil flow melalui dua sisi, yaitu sisi bawah dan atas piston. Pada tipe double acting naik atau turun piston adalah akibat tekanan oil yang masuk melalui kedua port tersebut. 6-7
73 BAB VII FUNGSI DAN PRINSIP KERJA SISTEM LISTRIK 7.1. Umum Tenaga listrik pada alat-alat berat umumnya dan Wheel Crane khususnya diperlukan untuk motor starter, yang dipergunakan untuk start engine, lampu-lampu, yang dipergunakan sebagai penerangan diwaktu malam dan sistem monitor yaitu : meter, gauge, lampu peringatan termasuk buzer, dan lain sebagainya. Penggunaan tenaga/arus listrik terbesar adalah untuk motor starter, walaupun hanya sebentar saja, kemudian sistem penerangan, dan selanjutnya sistem monitor. Kebutuhan tenaga/arus listrik tersebut disediakan oleh batere atau accu dengan kapasitas sesuai dengan besarnya daya engine. Dengan demikian maka sistem listrik berfungsi sebagai pemberi daya untuk motor starter, lampu-lampu penerangan dan sistem monitor pada panel. Dalam sistem listrik tersebut batere mempunyai peranan yang cukup penting, bahkan batere merupakan jantungnya sistem listrik alat-alat berat, tanpa batere, engine tidak dapat di start hidup. Karena pemakaiannya, maka isi batere makin lama makin berkurang, dan kemudian habis, dan tidak dapat dipergunakan untuk start engine lagi. Apalagi bila bekerja malam, dimana pemakaian listrik untuk lampu-lampu penerangan juga cukup besar, sehingga isi batere lebih cepat habis. Hal ini tidak boleh terjadi. Untuk menjaga agar isi batere tetap mencukupi maka batere harus selalu diisi kembali. Pengisian batere ini dilakukan selama pengoperasian atau selama engine hidup, yang dilakukan dengan generator atau alternator. Dalam hal ini generator ataupun alternator berfungsi sebagai penyedia jasa atau arus (current) listrik untuk pengisian batere dan keperluan lain seperti lampu dan sistem monitor Prinsip Kerja Pada sistem listrik alat-alat berat, dapat dibedakan tiga unsur pokok, yaitu : Penyedia/penyimpan arus : batere Pemberi/pensuplai arus : generator/alternator Pemakaian arus (beban) : motor starter, lampu-lampu, sistem monitor. Prinsip kerja sistem listrik dapat dilihat pada sirkuit pengisian (charging circuit), yang terbagi dalam 3 (tiga) kondisi : 7-1
74 Semua beban atau keperluan daya listrik (current) diberikan hanya oleh batere saja (sendirian). Kondisi ini terjadi ketika start, menghidupkan engine, dimana generator/alternator belum dapat menghasilkan arus. Motor starter memerlukan daya listrik (current) yang sangat besar, menimbulkan beban (load) yang sangat besar pula. Oleh karena itu ketika dilakukan start engine hindari beban-beban lain yang belum perlu. Dalam hal ini matikan semua lampu penerangan (walaupun sedang bekerja pada malam hari). Ketika start engine Gambar 7.1.a. Kebutuhan daya listrik (current) untuk semua beban (loads) disuplai baik oleh batere maupun generator/alternator. Pada kondisi ini tidak terjadi pengisian batere. Alternator mensuplai daya (current) untuk semua beban dibantu batere. Ketika Wheel crane sedang beroperasi dan beban listrik (current) tinggi atau (misalnya pemakaian lampu penerangan cukup banyak), maka kebutuhan daya listrik (current) disuplai bersama oleh generator/alternator dan batere. Ketika operasi penuh Gambar 7.1.b. 7-2
75 Generator/alternator memberikan/mensuplai seluruh kebutuhan daya listrik (current), yaitu untuk beban dan pengisian batere. Pada proses starting, begitu engine hidup maka beban besar hilang (motor starter tidak diberi arus), beban hanya untuk sistem monitor (termasuk sistem lampu peringatan) yang tidak memerlukan daya listrik (current) besar. Sementara itu generator/alternator sudah menghasilkan daya (current), sudah berputar bersama dengan engine. (Pada sistem pengisian ini, dipasang regulator untuk menjaga pengisian lebih/over charge, ketika putaran engine naik tinggi). Ketika operasi normal Gambar 7.1.c Komponen Utama Untuk dapat berfungsi sebagai mana mestinya electrical system terdiri dari beberapa komponen utama seperti : Battery. Starting motor. Altenator. Fuse Battery 1). Fungsi Battery Fungsi battery pada electrical system ialah sebagai penyimpan energi listrik, penyuplai arus untuk starting engine, penyuplai arus ketika permintaan melebihi output charging system, penyetabil tegangan pada system selama Wheel crane beroperasi. 7-3
76 Konstruksi battery dapat digambarkan sebagai berikut Gambar 7.2 Konstruksi Battery 2). Prinsip kerja battery Ketika engine distart battery menyuplai arus ke motor starter guna memutar flywheel, setelah engine beroperasi maka sebuah altenator yang dihubungkan ke pully crank shaft dengan belt akan menghasilkan arus dan disimpan/mengisi ( recharges) battery, kemudian battery selain menyimpan arus juga akan menyuplai arus untuk keperluan penerangan (lighting) Starting Motor 1). Fungsi Starting Motor. Starting motor pada electrical system berfungsi sebagai alat untuk membantu start engine ketika akan menghidupkan engine. Starting motor terdiri dari beberapa komponen utama sebagai mana terlihat pada gambar dibawah ini : 7-4
77 Gambar 7.3 Konstruksi Motor Start 2). Prinsip Kerja Starting Motor Ketika starter switch diputar ke posisi start maka arus listrik mengalir ke selenoid dan mengakibatkan medan magnit yang mengakibatkan selenoid shift lever bergerak mendorong pinion, sehingga terjadi kontak antara pinion dan ring gear pada flywheel. Akibat dari kontak tersebut flywheel turut berputar dan mengakibatkan piston mekanisme ikut berputar pula dan terjadilah proses pembakaran pada engine yang selanjutnya engine akan hidup. Setelah engine hidup strarter switch kembali ke posisi ON dan kontak antara pinion dan flywheel terputus. Gambar 7.4 Prinsip Kerja Starting Motor 7-5
78 Altenator 1). Fungsi Altenator. Pada prinsipnya fungsi altenator adalah sama dengan generator yaitu merubah energi mekanik menjadi energi listrik yang diperlukan untuk mengisi arus listrik pada battery yang berkurang saat start atau mensuplay komponen lain. 2). Prinsip kerja altenator Ketika engine hidup maka altenator yang dihubungkan ke pully engine dengan belt akan ikut berputar pula, akibat berputarnya altenator tersebut altenator akan menghasilkan arus listrik. Altenator dilengkapi dengan diode sehingga secara electronik dapat merubah arus bolak balik (Alternating Current) menjadi arus searah (Direct Current) sesuai dengan kebutuhan system. Gambar 7.5 Alternator Gambar 7.6 Prinsip Kerja Alternator 7-6
79 Fuse (Sekering) Fungsi Fuse Fuse atau yang sering disebut sekering pada electrical system berfungsi sebagai pengaman apabila terjadi hubungan singkat atau terjadi pemakaian yang melebihi daya tahan ( resistence ) system Sistem Pengaman dan Indikator Semua system pengaman dan indicator (terutama engine) menggunakan system listrik yang dapat di control atau diamati pada monitor panel diruang operator. 7-7
80 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane Rangkuman 1. Pemahaman struktur dan fungsi wheel crane merupakan modal utama bagi operator wheel crane untuk dapat mengoperasikannya sesuai dengan aplikasi dan teknik operasi yang benar. Salah satu pengetahuan yang dibutuhkan untuk menunjang pengoperasian wheel crane adalah spesifikasi yang akan dioperasikannya. 2. Sebelum melakukan pengoperasian dan pemeliharaan (harian) maka terlebih dahulu operator harus mengenal dengan baik semua komponen utama wheel crane yang akan dioperasikannya. Komponen utama termaksud diantaranya adalah boom, jib, winch, takel blok, out rigger, dan lain sebagainya. 3. Power line merupakan urutan atau aliran tenaga dari sumber tenaga utama sampai semua peralatan gerak wheel crane. Dibedakan dalam 2 (dua) kelompok yaitu power line untuk travelling dan untuk material handling. 4. Operator wheel crane harus paham dan dapat menguasai dengan baik instrument dan alat kendali wheel crane yang dioperasikannya agar dapat mengoperasikan alat termaksud dengan aman, efektiv dan efisien. Instrument dan alat kendali dibedakan dalam 2 (dua) kelompok, yaitu untuk material handling seperti diantaranya lampu indicator keadaan boom, lampu indicator daerah kerja, skakelar starter, tuas kendali swing dan sebagainya, serta untuk traveling seperti misalnya lampu peringatan rem, tanda peringatan tekanan minyak pelumas engine, skakelar rem gas buang, roda kemudi, pedal gas, pedal rem dan lain sebagainya. 5. Sebagai sumber tenaga utama wheel crane adalah diesel engine, yang umumnya 4 langkah dengan beberapa bahan bakar dan system pelumasan. Prinsip kerja diesel engiene 4 langkah adalah pemasukan, langkah kompresi, langkah tenaga dan langkah pembuangan. 6. Sistem hidrolik berfungsi sebagai pemindah daya dan pengendali gerakan kerja sistem wheel crane. Pada system hidrolik terdapat sirkuit-sirkuit hidrolik, dan memerlukan komponenkomponen agar semua sirkuit dalam sistem dapat berjalan dengan baik. Beberapa komponen utama diantaranya adalah tangki hidrolik, pompa hidrolik, katup penyatur arah, dan aktuator (motor, silinder)
81 Pelatihan Operator Wheel crane Struktur dan Fungsi Wheel crane 7. Sistem listrik pada wheel crane dan alat-alat berat pada umumnya, adalah sebagai penyedia tenaga listrik yang diperlukan untuk start (menghidupkan) engine, penerangan (lampu -lampu kerja) dan instrument. Komponen system listrik diantaranya batere, altenator atau generator dan motor listrik.
82 DAFTAR PUSTAKA Tadano, Operation and Maintenance Manual, Hydraulic Crane, Model TL 300 E. Tadano, Operation and Maintenance Manual, Rough Terrain Crane, Model GR-300 EX-1. Outline of Hydraulic Cranes. John Deere, Fundamentals of Service, Hydraulics, John Deere Service Training Dept. F, Illinois, U.S.A, Edward F. Obert, Professor of Mechanical Engineering, The Univercity of Wiscousin, Interval Coumbustion Engines and Air Pollution, Intext Educational Publisher, New York, U.S.A, 1973.
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL NO. KODE JUDUL 1. WLO 01 ETIKA PROFESI DAN ETOS KERJA 2. WLO 02 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) 3. WLO 03 STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL LOADER 4. WLO 04 PEMELIHARAAN
PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE
WCO 05 = PENGOPERASIAN WHEEL CRANE PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI KATA PENGANTAR
AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI
KISI KISI LOMBA KETERAMPILAN SISWA AUTOMOBILE TECHNOLOGY TINGKAT PROVINSI TAHUN 2012 TUGAS A : TUNE UP MOTOR BENSIN WAKTU : 1. Persiapan ( 5 Menit) Tune Up Motor bensin pada kendaran Kijang 7K tahun 2007
MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK
BAB III MEMBUAT STANDAR OPERA SIONA L PR OSEDUR PADA UNIT WA TER TRUC K MEMBUAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA UNIT WATER TRUCK 1.1 Bagian-Bagian Utama water truck. Pada bagian ini dijelaskan nama-nama
TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION
TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION Tes Jalan Berfungsi untuk memeriksa tingkat kecepatan yang digunakan pada posisi L, 2 atau D saat sistem pengontrolan perpindahkan gigi tidak berfungsi. Lakukan tes
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER TEKNIK PENGOPERASIAN BACKHOE PADA UNIT BACKHOE LOADER KODE UNIT KOMPETENSI:
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER TEKNIK PENGOPERASIAN LOADER PADA UNIT BACKHOE LOADER KODE UNIT KOMPETENSI: F45.500.2.2.19.II.02.002.01
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL
STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL NO. KODE JUDUL 1. WLO 01 ETOS KERJA 2. WLO 02 KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) 3. WLO 03 STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL LOADER 4. WLO 04 PEMELIHARAAN (MAINTENANCE) 5.
PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR
TUGAS : ENGINE TUNE UP NO ASPEK PENILAIAN YES NO ACTUAL COMMENT 1 PERSIAPAN 1.1 Periksa semua perlengkapan yang ada 10 0 1.2 Periksa semua instruksi 10 0 1.3 Pilih peralatan pengetesan yang benar 20 0
1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )
1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) Memuat berlebihan tidak hanya memperpendek usia kendaraan anda, tetapi juga berbahaya, oleh sebab itu hindarkanlah. Berat muatan harus dibatasi oleh GVM ( berat kotor
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, pembongkaran
SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT
SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT SISTEM KEMUDI I. URAIAN Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Bila steering wheel diputar, steering column akan meneruskan
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PENGOPERASIAN NAIK / TURUN BACKHOE LOADER KE / DARI ATAS TRAILER KODE UNIT KOMPETENSI.01
AUTOMATIC TRANSMISSION (A/T)
AUTOMATIC TRANSMISSION (A/T) TRANSMISI OTOMATIS KENDARAAN TIPE FR BAGIAN UTAMA A/T 1. Torque Converter ( bagian depan) 2. Planetary Gear Unit (bagian tengah) 3. Hydraulic Control Unit (bagian bawah) Torque
1. EMISI GAS BUANG EURO2
1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output
BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS
BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS 4.1. Tujuan Perawatan Perawatan dan perbaikan merupakan suatu hal yang sangat penting agar suatu alat atau mesin dapat bekerja dengan baik. Karena dengan sistem perawatan
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Pengambilan sampel pelumas yang sudah terpakai secara periodik akan menghasilkan laporan tentang pola kecepatan keausan dan pola kecepatan terjadinya kontaminasi. Jadi sangat
PEMERINTAH KOTA DENPASAR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PANITIA PELAKSANA LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKRETARIAT : SMK NEGERI 1 DENPASAR
TUGAS : ENGINE TUNE UP NO ASPEK PENILAIAN YES NO ACTUAL COMMENT 1 PERSIAPAN 1.1 Periksa semua perlengkapan yang ada 10 0 1.2 Periksa semua instruksi 10 0 1.3 Pilih peralatan pengetesan yang benar 20 0
MODUL PRAKTEK SISTEM KELISTRIKAN BODI
2010 MODUL PRAKTEK SISTEM KELISTRIKAN BODI 1 P a g e Budi Waluyo, ST MESIN OTOMOTIF FT UM MAGELANG 1/1/2010 BAB I PENDAHULUAN Modul praktek ini merupakan salah satu materi pengajaran praktek kelistrikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DIAGRAM ALUR PENELITIAN Gambar 3.1 Skema Alur Penelitian 20 Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian perbandingan antara menggunakan alat Semi-automatic
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
12 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 LOKOMOTIF Lokomotif adalah bagian dari rangkaian kereta api di mana terdapat mesin untuk menggerakkan kereta api. Biasanya lokomotif terletak paling depan dari rangkaian
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN
3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Start Studi pustaka Pembuatan mesin uji Persiapan Pengujian 1. Persiapan dan pengesetan mesin 2. Pemasangan alat ukur 3. Pemasangan sensor
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengereman Modifikasi pengereman dan kemudi ini berlandaskan pada tinjauan pustaka yang mendukung terhadap cara kerja dari sistem pengereman dan kemudi. Rem adalah salah satu
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENDAHULUAN Heavy Dump Truck (HD) merupakan produk Komatsu yang mempunyai ukuran yang berbeda-beda dan salah satunya adalah Heavy Dump Truck Komatsu 465-7R, yang mempunyai arti:
BAB III METODE PENGUJIAN
BAB III METODE PENGUJIAN Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan pengaruh dari penggunaan Piston standard dan Piston Cavity pada mesin mobil mazda biante. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian analisa power loss pada engine bus Hino R260 yang diakibatkan kesalahan pemindahan gigi
BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL
BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL 3.1 DESKRIPSI PERALATAN PENGUJIAN. Peralatan pengujian yang dipergunakan dalam menguji torsi dan daya roda sepeda motor Honda Karisma secara garis besar dapat digambarkan
PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE
WCO 04 = PEDOMAN PEMELIHARAAN PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI KATA PENGANTAR
PELATIHAN OPERATOR WHEEL LOADER
WLO 03 / STRUKTUR DAN FUNGSI WHEEL LOADER PELATIHAN OPERATOR WHEEL LOADER DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian analisa Ketepatan Tekanan Tutup Radiator pada Bus Hino R260. Diagram alur penelitian ini
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA MEKANIK HIDROLIK ALAT BERAT
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA MEKANIK HIDROLIK ALAT BERAT IDENTIFIKASI KOMPONEN SISTEM HIDROLIK ALAT BERAT KODE UNIT KOMPETENSI:.01
BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL
BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL 3.1 Deskripsi Peralatan Pengujian Peralatan pengujian yang dipergunakan dalam menguji torsi dan daya roda sepeda motor Yamaha Crypton secara garis besar dapat digambarkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Didalam melakukan pengujian diperlukan beberapa tahapan agar dapat berjalan lancar, sistematis dan sesuai dengan prosedur dan literatur
LAMPIRAN PRINSIP KERJA MESIN DIESEL. Sumber. kerja motor diesel.com
LAMPIRAN PRINSIP KERJA MESIN DIESEL Sumber. www.prinsip kerja motor diesel.com TABEL. DAYA MESIN BERKURANG PENYEBAB KERUSAKAN 1. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SETELAH OPERASI KODE UNIT KOMPETENSI.01 BUKU
MAKALAH PENERAPAN OPEN LOOP DAN CLOSE LOOP SYSTEM OLEH: JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
MAKALAH PENERAPAN OPEN LOOP DAN CLOSE LOOP SYSTEM OLEH: JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Penerapan Close loop system A. Close loop System (sistem loop tertutup) Sistem loop
Struktur dari Center Brake
BAB I PENDAHULUAN Brake system dan ABS dipasang gunanya adalah untuk mencegah terjadinya cedera akibat kecelakaan karena kendaraan tidak bisa dihentikan pada saat melaju. Saat kendaraan bergerak, meskipun
29 2. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk uji coba vapoor lock seperti, alat pengukur tekanan atau pressure gauge, dongkrak dan peralatan pendu
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian efek vapoor lock yang terjadi dalam sistem pengereman tipe hidrolik pneumatik pada bus besar
Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian
BAB III METODOLOGI PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian MULAI STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI PEMERIKSAAN DAN PENGESETAN MESIN KONDISI MESIN VALIDASI ALAT UKUR PERSIAPAN PENGUJIAN PEMASANGAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
T u g a s A k h i r BAB III METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Diagram Alir Penelitian Mulai Observasi Study pustaka Pemilihan bahan dan alat Prosedur pambongkaran alat 1.Pengenalan Excavator Halla HE 280. 2.Pengenalan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada perancangan modifikasi sistem kontrol panel mesin boiler ini, selain menggunakan metodologi studi pustaka dan eksperimen, metodologi penelitian yang dominan digunakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Penelitian Dalam bab ini menguraikan tentang alur jalannya penelitian analisa lokal overheating pada mesin bus 6 silinder. Diagram alur penelitian ini diperlukan untuk
BAB V ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH 5.1. Perhitungan Dengan Menggunakan Scoring REBA Berdasarkan data REBA hasil pengumpulan data, kemudian di olah dengan menggunakan scoring yang di tuangkan pada gambar
SUSUNAN KOMPONEN SISTEM REM
Brake System (REM) SUSUNAN KOMPONEN SISTEM REM SISTEM REM ( BRAKE SYSTEM) Fungsi Utama: 1. Mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan 2. Memungkinkan parkir pada tempat yang menurun 3. Sebagai alat
CARA PERAWATAN FORKLIFT BATTERY
CARA PERAWATAN FORKLIFT BATTERY HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN antara lain sebagai berikut : PERAWATAN HARIAN A. SEBELUM PENGOPERASIAN 1. Periksa Level oli hydrolic. 2. Periksa kebocoran. 3. Periksa kekencangan
Rem parkir (parking brake) untuk memarkir kendaraan. Rem tambahan (auxiliary brake) untuk membantu rem kaki dan digunakan pada kendaraan besar.
SISTEM REM URAIAN Rem berfungsi untuk : Mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan. Memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK
BAB III PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI VISKOSITAS, TBN DAN KANDUNGAN LOGAM PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN MESIN SERVICE MESIN UJI KONDISI MESIN DALAM
OVH SUSPENSION I.STRUCTURE & FUNCTION. 1.Rear suspension cylinder
OVH SUSPENSION I.STRUCTURE & FUNCTION 1.Rear suspension cylinder Hydro-pneumatic cylinder yang dipasang tegak pada bagian belakang unit, dimana bagian bawah cylinder dipasang dengan pin dan spherical bearing
1 BAB II LANDASAN TEORI
1 BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Transmisi Fungsi transmisi adalah untuk meneruskan putaran dari mesin ke arah putaran roda penggerak, dan untuk mengatur kecepatan putaran dan momen yang dihasilkan sesuai
TRAKTOR RODA-4. Klasifikasi. trakor roda-4. Konstruksi. Penggunaan traktor di pertanian
TRAKTOR RODA-4 Klasifikasi traktor roda-4 Konstruksi trakor roda-4 Penggunaan traktor di pertanian Klasifikasi Berdasarkan Daya Penggerak (FWP = fly wheel power) 1. Traktor kecil (
BAB III METODOLOGI PENGUJIAN
BAB III METODOLOGI PENGUJIAN Percobaan yang dilakukan adalah percobaan dengan kondisi bukan gas penuh dan pengeraman dilakukan bertahap sehingga menyebabkan putaran mesin menjadi berkurang, sehingga nilai
STEERING. Komponen Sistem Kemudi/ Steering
STEERING Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda-roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering
BAB II TEORI DASAR. unloading. Berdasarkan sistem penggeraknya, excavator dibedakan menjadi. efisien dalam operasionalnya.
BAB II TEORI DASAR 2.1 Hydraulic Excavator Secara Umum. 2.1.1 Definisi Hydraulic Excavator. Excavator adalah alat berat yang digunakan untuk operasi loading dan unloading. Berdasarkan sistem penggeraknya,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : SISTEM PEMINDAH TENAGA SKS : 2 teori, 1 praktik Kode Mata Kuliah : OTO 321 Smt : Genap/ Gasal *) Waktu Pertemuan : 2 x 50 Pertemuan ke : 1 I. Kompetensi Dasar : Mengingat,
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SETELAH OPERASI KODE UNIT KOMPETENSI F45.500.2.2.19.II.02.005.01
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah masing-masing. 1) Kabin operator Truck Crane
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bagian-bagian Utama Pada Truck Crane a) Kabin Operator Seperti yang telah kita ketahui pada crane jenis ini memiliki dua buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah
TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA
TURBOCHARGER URAIAN Dalam merancang suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besarnya tenaga dengan ukuran berat mesin, salah satu caranya adalah melengkapi mesin dengan turbocharger yang memungkinkan
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Start Alat berat masuk ke Workshop Pengecekan sistem hidrolik secara keseluruhan komponen Maintenance Service kerusakan Ganti oli Ganti filter oli Ganti hose hidrolik
PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE
WCO 06 = LAPORAN OPERASI WHEEL CRANE PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI KATA
Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan
Elektro Hidrolik Aplikasi sitem hidraulik sangat luas diberbagai bidang indutri saat ini. Kemampuannya untuk menghasilkan gaya yang besar, keakuratan dalam pengontrolan dan kemudahan dalam pengoperasian
BAB III ANALISIS KASUS
A. Analisis BAB III ANALISIS KASUS Penulis mengumpulkan data-data teknis pada mobil Daihatsu Gran Max Pick Up 3SZ-VE dalam menganalisis sistem suspensi belakang untuk kerja pegas daun (leaf spring), dimana
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
BAB XI DIRECT MONOEVRING SYSTEM
BAB XI DIRECT MONOEVRING SYSTEM 1. Pendahuluan Pada motor motor diesel 2 takt dengan slow speed engine, maka sistemolah gerak baling baling menggunakan sistem olah gerak langsung (direct monoevring system)
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. JST/OTO/OTO410/14 Revisi : 02 Tgl : 6 Februari 2014 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol
Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil
Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil Disusun oleh: 1. Deltama asparingga. N (09) Kelas : XII-TKR1 UPT.SMK NEGERI 1 KALIANGET Jl. By pass kertasada kalianget sumenep 69471 Telp. (1328) 667429 Email : [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Penelitian Untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai maka dalam penelitian ini akan digunakan metode penelitian eksperimental yaitu metode yang dapat dipakai untuk menguji
BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK
BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK 24.1 Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING) Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor
BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder
TUGAS AKHIR ANALISA GAYA PADA TELESCOPIC BOOM TRUCK CRANE XCMG QY50K
TUGAS AKHIR ANALISA GAYA PADA TELESCOPIC BOOM TRUCK CRANE XCMG QY50K Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. JST/OTO/OTO410/13 Revisi: 03 Tgl: 22 Agustus 2016 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi: Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol udara
MELAKUKAN PERBAIKAN RINGAN PADA RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKAN OTO.KR
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR OTOMOTIF SUB SEKTOR KENDARAAN RINGAN MELAKUKAN PERBAIKAN RINGAN PADA RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKAN BUKU KERJA DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT
MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011
1 MODUL SISTEM KEMUDI DPKJ OLEH : KHUSNIADI PROGRAM STUDI TEKNIK KENDARAAN RINGAN JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI 2011 2 SISTEM KEMUDI Kompetensi : Menjelaskan pengertian prinsip
Tire Pressure Monitoring System INDOTPMS
Tire Pressure Monitoring System INDOTPMS Universal Type For 4 Tires Vehicle With Internal Sensors Posisi Sensor Factory Default Sensor no. 5 (optional) We guard your safety all the way... Daftar Isi :
KERINGANAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN, PERALATAN DAN KAROSERI KENDARAAN BERMOTOR KHUSUS
KERINGANAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN, PERALATAN DAN KAROSERI KENDARAAN BERMOTOR KHUSUS (Keputusan Menteri Keuangan RI No. 100/KMK.05/2000 tanggal 31 Maret 2000) MENTERI
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 TEORI DASAR GENSET Genset adalah singkatan dari Generating Set. Secara garis besar Genset adalah sebuah alat /mesin yang di rangkai /di design /digabungkan menjadi satu kesatuan.yaitu
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER PEMELIHARAAN HARIAN BACKHOE LOADER SEBELUM OPERASI KODE UNIT KOMPETENSI:.01
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Dump Truck 2.1.1 Pengertian Dump Truck BAB II LANDASAN TEORI Dump truck merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkut atau memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (> 500m).
Suzuki menghadirkan kendaraan semi bonnet ini menjadi beberapa varian sesuai dengan fungsi dan kebutuhan, antara lain; APV (tipe GA & GE).
APV GA / GE APV, kendaraan berjenis MPV (Multi Purpose Vehicle), merupakan proyek mother plan dari principal Suzuki Motor Corporation, Jepang, dimana produksinya hanya dilakukan di Indonesia. Suzuki menghadirkan
FUNGSI TRANSMISSI 1. MEMILIH PERBANDINGAN KECEPA KECEP T A AN
TRANSMISSION FUNGSI TRANSMISSI 1. MEMILIH PERBANDINGAN KECEPATAN untuk dan yang SESUAI DENGAN BERBAGAI MACAM KECEPATAN GERAK/ TRAVEL MESIN. 2. MEMILIH ARAH GERAK MESIN untuk MAJU ATAU MUNDUR. 3. MENENTUKAN
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR
BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR 3.1 Mesin Perakit Radiator Mesin perakit radiator adalah mesin yang di gunakan untuk merakit radiator, yang terdiri dari tube, fin, end plate, dan side plate.
KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : MEKANIK KAPAL KERUK (DREDGER MECHANIC)
KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI) Judul Pelatihan Kerja : MEKANIK KAPAL KERUK (DREDGER MECHANIC) Klasifikasi : Pelaksanaan Sub Bidang Pekerjaan Sumber Daya Air Kualifikasi : Sertifikat II
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Crane adalah salah satu alat berat ( heavy equipment ) yang digunakan sebagai alat pengangkat / pemindah bahan dalam proyek konstruksi. Crane bekerja dengan
Hitachi Hoists.
Hitachi Hoists http://www.hitachi-ies.co.jp/english/products/hst/ Hitachi Hoist Dari 0,5 hingga 30 ton, Hoist Hitachi V-Series Dapat Menangani Segala Bentuk Beban. Pada tahun 127, Hitachi mengembangkan
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES PRODUKSI Dalam perkitan hydraulic power unit ada beberapa proses dari mulai sampai selesai, dan berikut adalah alur dari proses produksi Gambar 4.1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tio Agustian, 2014 Analisis front wheel alignment (fwa) pada kendaraan Daihatsu Gran Max Pick Up
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan Industri mobil di Indonesia ini sangatlah maju, dalam penggunaannya mobil digunakan sebagai sarana yang dapat membantu kebanyakan orang untuk memindahkan
TRAKTOR QUICK G600 single speed 3 KATA PENGANTAR
TRAKTOR QUICK G600 single speed 3 KATA PENGANTAR Pengolahan lahan merupakan salah satu proses yang sangat berpengaruh dalam menentukan produksi hasil pertanian. Maka perlu diupayakan penyempurnaan pengolahan
Material : Stainless Steel AISI 304; Besi karbon yang dicat (penutup depan & belakang)
CAP COMBI 1400 CL (4,400 L Tangki Lumpur + 2,450 L Air, total 6,850 L) Peralatan kombinasi yang diperuntukkan untuk menyedot & membersihkan saluran dan cairan apapun (tidak termasuk limbah berbahaya),
Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien
BERKENDARA YANG BAIK Sustainability Engineering Design Biogas Power Compressed Renewable Methane Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien 1. Pengecekan Bagian Luar Mobil Sebelum menggunakan mobil
Diagnosis Technicain - Automatic Transaxle. to Transaxle. Transaxle input shaft. Torque converter. Pump impeller. Transaxle input shaft.
Garis Besar Converter Stator One-way clutch Torque converter Stator shaft Oil pump to input shaft Umum Konverter tenaga putaran (torque converter) menghantarkan dan menggandakan tenaga putaran dari mesin
Spesifikasi Oli dan Cairan Pendingin Untuk Kendaraan RIV
N o Spesifikasi Oli dan Cairan Pendingin Untuk Kendaraan RIV Tipe Lubricant Temperatur Kerja dan Spesifikasi Lubricant Di atas 0 C 0 C sampai - 8 C -8 C sampai 0 C Grease, Automotive, dan artilery NLGI
BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
22 BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 ALUR PROSES DAN PELAKSANAAN Mulai Studi Pustaka Tinjauan Lapangan Pengumpulan Data dan Bimbingan Penjelasan tentang pengoperasi an system Kesimpulan dan Saran Gambar
BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN
35 BAB III ANALISIS SISTEM SUSPENSI DEPAN 3.1. Daftar Spesifikasi Kendaraan 1) Spesifikasi Kendaraan Toyota Kijang Innova 2.0 V M/T Tahun 2004 Tabel 3.1. Spesifikasi Kendaraan Toyota Kijang Innova 2.0
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER TEKNIK PENGOPERASIAN LOADER PADA UNIT BACKHOE LOADER KODE UNIT KOMPETENSI: F45.500.2.2.19.II.02.002.01
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN
BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN 12.1. Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel
PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3
PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3 PERAWATAN FORKLIFT Oleh FD20ST-3 Ady Prasetya (210345025) Hasan Basri (210345035) Muhamad Maulana (210345039) Apa itu forklift??? Forklift adalah sebuah alat bantu berupa kendaraan
menentukan atau melaksanakan sesuatu.
6. Pedoman adalah kumpulan ketentuan dasar yg memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan berdasarkan kumpulan hal (pokok) yg menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dsb.) untuk menentukan atau melaksanakan
BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL
82 BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL Analisa rangkaian kontrol pada rangkaian yang penulis buat adalah gabungan antara rangkaian kontrol dari smart relay dan rangkaian kontrol konvensional yang terdapat
Tipe Constant Mesh Dengan Tipe Constant Mesh memungkinkan ukuran konstruksi Transmisi menjadi lebih kecil, sehingga kebanyakan sepeda motor
Tipe Constant Mesh Dengan Tipe Constant Mesh memungkinkan ukuran konstruksi Transmisi menjadi lebih kecil, sehingga kebanyakan sepeda motor menggunakan transmisi tipe constant mesh. Karakteristik Tipe
III. METODOLOGI PENELITIAN. Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin bensin 4-langkah, alat ukur yang digunakan, bahan utama dan bahan tambahan..
New Mitsubishi Colt Diesel FE 71 L Ekstra Panjang, Ekstra Untung - Sahabat Bisnis Sejati Terbaru untuk Indonesia!
New Mitsubishi Colt Diesel FE 71 L Ekstra Panjang, Ekstra Untung - Sahabat Bisnis Sejati Terbaru untuk Indonesia! PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Authorized Distributor kendaraan Mitsubishi
