PEMANFAATAN LIMBAH FURNITURE MENGGUNAKAN METODE CONJOINT ANALYSIS (CA)
|
|
|
- Teguh Sugiarto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMANFAATAN LIMBAH FURNITURE MENGGUNAKAN METODE CONJOINT ANALYSIS (CA) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Oleh: DIGI PRADINATA D PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017
2 i
3 ii
4 iii
5 PEMANFAATAN LIMBAH FURNITURE MENGGUNAKAN METODE CONJOINT ANALYSIS (CA) Abstrak UKM (Usaha Kecil dan Menengah) sangat berperan penting terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya terhadap perkembangan dan kemajuan perekonomian Indonesia. CV. Nuansa Kayu Bekas merupakan salah satu dari sekian banyak UKM yang ada di Indonesia, bergerak di bidang konstruksi furniture. Limbah kayu yang tidak produktif yang dihasilkan biasanya hanya dijadikan bahan bakar untuk pemanasan dan tidak diolah atau digunakan lagi sebagai bahan konstruksi furniture. Oleh karena itu, penulis berinisiatif membuat sebuah produk dengan memanfaatkan limbah furniture. Conjoint Analysis (CA) merupakan metode analisis multivariat, analisis ini digunakan untuk mendapatkan kombinasi atribut-atribut suatu produk barang atau jasa yang paling disukai konsumen. Hasil analisis konjoin dalam penelitian ini yaitu memberikan informasi bahwa produk dengan ukuran kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm), berbahan kayu jati dan memiliki harga RP Rp merupakan produk yang diinginkan atau diharapkan responden. Sedangkan atribut yang di anggap penting dan paling banyak dipertimbangkan oleh responden untuk sebuah produk adalah atribut bahan yaitu sebesar 54,64%, kemudian atribut harga yaitu sebesar 40,84%, Sedangkan atribut dari ukuran kurang di pertimbangkan oleh responden dilihat dari jumlah tingkat kepentingannya yaitu sebesar 4,52%. Kata Kunci: UKM (Usaha Kecil dan Menengah), CV.Nuansa Kayu Bekas, Conjoint Analysis (CA). Abstract SMEs (Small and Medium Enterprises) plays an important role to the lives of Indonesian people, especially on the development and progress of the Indonesian economy. CV. Nuansa kayu bekas is one of the many SMEs in Indonesia, engaged in the construction of furniture. Unproductive wood waste produced is usually only used as fuel for heating and not processed or used again as furniture construction materials. Therefore, the author took the initiative to make a product by utilizing waste furniture. Conjoint Analysis (CA) is a multivariate analysis method, this analysis is used to obtain a combination of attributes of a product or service that most consumers prefer. The result of konjoin analysis in this research is giving information that product with small size ( 35 cm x 16 cm x 12 cm), made with kayu jati And has a price RP Rp Is a product desired or expected respondents. While attributes that are considered important and most widely considered by the respondent for a product is the attribute of the material as big as 54,64%, Then the price attribute is as big as 40,84%, While the attributes of the size is less in consideration by the respondent seen from the amount of importance level that is as big as 4,52%. Keywords: SME (Small and Medium Enterprises), CV.Nuansa Kayu Bekas, Conjoint Analysis (CA). 1
6 1. PENDAHULUAN UKM (Usaha Kecil dan Menengah) merupakan kegiatan ekonomi yang sangat nyata yang ada di Indonesia. UKM sangat berperan penting terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya terhadap perkembangan dan kemajuan perekonomian Indonesia. Selain itu, UKM juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Menurut Keppres RI No. 99 Tahun 1998 UKM (Usaha Kecil dan Menengah) merupakan Kegiatan ekonomi rakyat dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil yang perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat (Irriyanti, 2012). CV.Nuansa Kayu Bekas merupakan salah satu dari sekian banyak UKM yang ada di Indonesia, bergerak di bidang konstruksi furniture. Limbah kayu yang tidak produktif yang dihasilkan biasanya hanya dijadikan bahan bakar untuk pemanasan dan tidak di olah atau digunakan lagi sebagai bahan konstruksi furniture. Oleh karena itu, penulis berinisiatif membuat sebuah produk dengan memanfaatkan limbah furniture. Pembuatan produk dilakukan dengan menerapkan metode Conjoint Analysis (CA). CA merupakan metode analisis multivariate, analisis ini digunakan untuk mendapatkan kombinasi atribut-atribut suatu produk barang atau jasa yang paling disukai konsumen. Merupakan suatu teknik yang secara spesifik digunakan untuk memahami bagaimana keinginan atau preferensi konsumen terhadap suatu produk atau jasa dengan menghitung nilai kegunaan taraf atribut dan menghitung tingkat kepentingan atribut suatu produk. Analisis ini sangat berguna untuk membantu merancang karakteristik, membuat konsep produk, dan membantu menentukan tingkat harga. 2. METODE Pada penelitian ini tahapan yang pertama dilakukan yaitu pengamatan atau observasi secara langsung untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada. Adapun prosedur atau langkah-langkah yang digunakan dapat dilihat sebagai berikut.: a. Pengamatan Awal b. Perumusan Masalah c. Batasan Masalah d. Tujuan Penelitian e. Pengumpulan data 1) Pembuatan dan Pengisian Kuesioner pertama 2
7 Kuesioner pertama digunakan untuk menentukan atribut-atribut yang dianggap penting dan dipertimbangkan oleh kosumen. 2) Uji validitas dan Reliabilitas Uji Validitas dilakukan untuk mengukur tingkat kevalidan dari instrumen kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Sedangkan Reliabilitas adalah keandalan atau konsistensi alat ukur, sehingga reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. 3) Merancang Kombinasi Atribut (Stimuli) Memasangkan atau mengkombinasikan suatu atibut dan taraf atribut dari suatu produk f. Pengolahan Data 1) Pembuatan dan Pengisian Kuesioner kedua Pada kuesioner kedua, berisi atribut yang telah di kombinasikan dan digunakan untuk menentukan produk yang diminati atau yang diinginkan oleh kosumen. 2) Conjoint Analysis (CA) Conjoint Analysis (CA) akan memberikan ukuran kuantitatif terhadap tingkat kegunaan (utility) dan kepentingan relatif (relatif importance) suatu atribut. Lebih lanjut, nilai-nilai ini dapat digunakan untuk membantu menyeleksi atributatribut suatu produk yang akan ditawarkan, pada analisis CA dilakukan juga perhitungan untuk menilai kegunaan taraf atribut dan menghitung tingkat kepentingan atribut. 3) Desain Produk Desain produk dilakukan untuk memperoleh bentuk secara visual dan rancangan dari sebuah produk yang akan dibuat. 4) Analisis dan Kesimpulan Merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk membuktikan hipotesis atau menjawab tujuan dari penelitian. 3
8 START Pengamatan Awal Perumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Pembuatan dan Pengisian Kuesioner pertama Pengumpulan Data TIDAK Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas YA Merancang Kombinasi Atribut (Stimuli) Pembuatan dan Pengisian Kuesioner kedua Analisis conjoin (Conjoint Analysis) Desain Produk Analisis dan Kesimpulan Pengolahan Data FINISH Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Penetapan Atribut dan Taraf atribut Dari hasil interpretasi kebutuhan kosumen diperoleh beberapa atribut dan taraf atribut yang dirasa penting untuk pengembangan produk batik kayu. Adapun atribut dan taraf atribut dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Atribut dan Taraf Atribut No Atribut Taraf Atribut Kayu Jati 1 Bahan 2 Ukuran Kayu Akasia Kayu Mahoni Kayu Kamper Kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm) Besar ( 60 cm x 16 cm x 12 cm ) 4
9 3 Warna 4 Harga 5 Fitur Natural Berwarna Rp Rp RP Rp Rp Rp Rp Rp Bercahaya lampu warna-warni Tidak warna-warni Atribut dan taraf atribut ini kemudian di sebarkan ke kosumen dalam bentuk kuesioner. Kuesioner ditujukan ke 60 responden dengan pertimbangan jumlah ini dianggap sudah memenuhi syarat, yaitu minimal 30 responden. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian, menurut (Gay dan Diehl, 1992). Pemilihan responden mengunakan teknik purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sempel dimana peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil tidak secara acak. 3.2 Uji Kecukupan Data Uji kecukupan data ini dilakukan untuk mengetahui apakah jumlah sampel yang telah ditentukan sebelumnya yakni 60 responden sudah mencukupi atau tidak untuk penelitian ini, hasil perhitungan uji kecukupan data dapat dilihat sebagai berikut: Keterangan: N = Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan k = Tingkat kepercayaan dalam pengamatan ( k=2, 1-a = 95%) s = Derajat ketelitian dalam pengamata (5%) N = Jumlah pengamatan yang telah dilakukan Xi = Data pengamatan 5
10 Data dikatakan cukup jika N N N = N = N = N = N = N = 9,770 Dari hasil perhitungan uji kecukupan data yang dilakukan di atas, diperoleh hasil N sebesar 9,770. Maka data yang digunkana dapat dikatakan sudah mencukupi untuk digunakan sebagai sempel karna nilai tersebut menunjukan bahwa nilai N N. 3.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji Validitas dilakukan untuk menilai apakah atribut pada kuesioner pertama dari hasil interpretasi kebutuhan kosumen yang digunakan sudah valid atau tidak, untuk pengembangan produk batik kayu. Dalam melakukan uji validitas ini peneliti menggunakan sofware SPSS 16, dengan a = 0.05 ; df = n - 2 = 60-2 = 58, sehingga didapatkan nilai r tabel sebesar 0,259. Maka data dikatakan valid jika nilai r kalkulasi r tabel, hasil dari output SPSS pengolahan data uji validitas dapat dilihat pada gambar 2. 6
11 Tabel 2 Tabel Keterangan Uji Validitas No Atribut Gambar 2 Gambar Uji Validitas Sig. ( 2 - tailed ) Correlation Keterangan 1 Ukuran 0,825 Valid 2 Bahan 0,928 Valid 3 Fitur 0,067 Tidak Valid 4 Harga 0,994 Valid 5 Warna 0,131 Tidak Valid Hasil dari uji validitas menunjukan bahwa terdapat 2 variabel yang Tidak Valid, hal ini disebabkan karena nilai r kalkulasi 0,259. Sehingga 2 variabel ini akan dihilangkan dari daftar variabel yang digunakan. Sedangkan pada 3 variabel yang dinyatakan valid akan dilanjutkan untuk dilakukan uji reliabilitas Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah data tersebut konsisten atau tidak. Dalam melakukan uji reliabilitas ini peneliti menggunakan sofware SPSS 16, dengan a = 0.05 ; df = n - 2 = 60-2 = 58, sehingga didapatkan nilai r tabel sebesar 0,259. Maka apabila data menunjukan niai r alpha dari nilai r tabel 7
12 maka data dinyatakan reliabel, hasil dari output SPSS pengolahan data uji reliabilitas dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3 Gambar Uji Reliabilitas Dari hasil pengolahan data mengunakan sofware SPSS diatas didapatkan nilai r alpha sebesar 0,610. Sehingga data dapat dikatakan reliabel karena nilai r alpha > r tabel. 3.4 Merancang Kombinasi Atribut (Stimuli) Pada tahap ini peneliti melakukan atau merancang stimuli. Perancangan ini merupakan kombinasi antar atribut atau faktor pada produk dengan taraf atribut. Atribut dan taraf atribut yang digunakan yaitu atribut atau variabel yang telah di uji validitas yang dinyatakan valid dan dapat dilihat seperti pada tabel 3. Tabel 3 Tabel Atribut dan Taraf Atribut Yang Dinyatakan Valid No Atribut Taraf Atribut 1 Ukuran 2 Bahan 3 Harga Kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm) Besar ( 60 cm x 16 cm x 12 cm ) Kayu Jati Kayu Akasia Kayu Mahoni Kayu Kamper Rp Rp RP Rp Rp Rp Rp Rp
13 Dari 3 atribut dan 10 taraf atribut tersebut dilakukan perancangan kombinasi (stimuli), dan didapat kombinasi yang mungkin untuk disusun adalah sebagai berikut dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 Tabel Rancangan Kombinasi (Stimuli) NO Ukuran Bahan Harga 1 Kayu Jati RP RP BESAR Kayu Akasia RP RP (60 cm x 16 cm x 12 cm) Kayu Mahoni RP RP Kayu Kamper RP RP Kayu Jati RP RP KECIL Kayu Akasia RP RP (35 cm x 16 cm x 12 cm) Kayu Mahoni RP RP Kayu Kamper RP RP Kombinasi ini kemudian disebarkan ke responde dalam bentuk kuesioner, kuesioner ditujukan ke 60 responden. Kemudian peneliti mengunakan nilai ranking terbalik, maksudnya adalah untuk stimuli yang paling disukai oleh responden diberi nilai tertinggi setara dengan jumlah stimulinya yaitu (8), sedangkan stimuli yang paling tidak disukai diberi nilai terendah yaitu (1). Dari penyebaran kuesioner kedua yang telah dilakukan maka didapat hasil sebagai berikut dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5 Tabel Pengolahan data kuesioner kedua BESAR KECIL No Jati Akasia Mahoni Kamper Jati Akasia Mahoni Kamper
14 Jumlah Ranking Tabel 6 Tabel Ranking Menurut Responden NO Ukuran Bahan Harga (Jumlah) 1 BESAR Kayu Jati RP RP (60 cm x 16 cm x 12 cm) Kayu Akasia Kayu Mahoni Kayu Kamper Rank RP RP RP RP RP RP KECIL Kayu Jati RP RP (35 cm x 16 cm x 12 cm) Kayu Akasia Kayu Mahoni Kayu Kamper RP RP RP RP RP RP Conjoint Analysis (CA) Perhitungan Nilai Kegunaan Taraf Nilai rata-rata ranking keseluruhan (K) Nilai ini diperoleh dengan mengunakan rumus berikut, sehingga didapat hasil sebagai berikut. K = K = = 4, Nilai rata-rata ranking setiap taraf atribut Nilai ini diperoleh dari penjumlahan semua ranking taraf atribut yang kemudian dibagi dengan banyaknya taraf atribut itu sendiri, sehingga didapat hasil sebagai berikut. 10
15 a. Ukuran Besar = = 4,75 Kecil = = 4,25 b. Bahan Kayu jati = = 1,5 Kayu akasia = = 5,5 Kayu mahoni = = 3,5 Kayu kamper = = 7,5 c. Harga Rp Rp = = 3,5 RP Rp = = 2,5 RP RP = = 7 RP RP = = Nilai deviasi Nilai ini diperoleh dari perhitungan selisih antara nilai rata-rata ranking tiap taraf atribut dikurang ( ) dengan nilai rata-rata taraf atribut keseluruhan (K), hasil dapat dilihat sebagai berikut. a. Ukuran Besar = 4,75 4,5 = 0,25 Kecil = -0,25 b. Bahan Kayu jati = -3 Kayu akasia = 1 Kayu mahoni = -1 Kayu kamper = 3 c. Harga Rp Rp = -1 RP Rp = -2 RP RP = 2,5 11
16 RP RP = 0, Nilai kegunaan (Utilitas) Nilai ini diperoleh dengan cara mengalikan nilai deviasi dengan (-1) untuk menunjukan bahwa Nilai kegunaan (Utilitas) yang didapat, tertinggi atau terbesar merupakan taraf atribut yang disukai dari masing-masing atribut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7 Tabel Nilai Kegunaan (Utilitas) Tiap Taraf Atribut No Atribut Taraf Atribut 1 Ukuran 2 Bahan 3 Harga Rata - Rata ranking Deviasi kegunaan (Utilitas) Kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm) 4,25-0,25 0,25 Besar ( 60 cm x 16 cm x 12 cm ) 4,75 0,25-0,25 Kayu Jati 1,5-3 3 Kayu Akarsia 5,5 1-1 Kayu Mahoni 3,5-1 1 Kayu Kamper 7,5 3-3 Rp Rp ,5-1 1 RP Rp ,5-2 2 Rp Rp ,5-2,5 Rp Rp ,5-0, Perhitungan Tingkat Kepentingan Atribut Jumlah deviasi kuadrat Nilai ini diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai kuadrat dari nilai deviasi setiap atribut pada tabel 7, dan didapat hasil sebagai berikut. = = 31, Nilai baku Nilai ini diperoleh dengan cara membagiankan jumlahan taraf atribut dengan nilai jumlah deviasi kuadrat ( ). Jumlah taraf atribut adalah 10, maka nilai bakunya adalah sebagai berikut. = 0,316 12
17 Koefisien taraf atribut Nilai ini diperoleh dengan mengakar kuadratkan nilai deviasi yang telah dikalikan dengan nilai baku. Tanda koefisiennya merupakan kebalikan dari tanda deviasi yang menunjukkan semakin rendah maka semakin tinggi preferensi konsumennya, hasil dapat dilihat seperti berikut. a. Ukuran Kecil = = 0,140 Besar = -0,140 b. Bahan Kayu jati = 1,698 Kayu akasia = -0,562 Kayu mahoni = 0,562 Kayu kamper = -1,686 c. Harga Rp Rp = 0,562 RP Rp = 1,124 RP RP = -1,405 RP RP = -0, Range atribut Nilai range setiap atribut diperoleh cara mengurangkan nilai koefisien taraf atribut terbesar dengan nilai koefisien taraf atribut terkecil, sehingga didapat hasil sebagai berikut. a. Ukuran = 0,140 (-0,140) = 0,28 b. Bahan = 1,698 (-1,686) = 3,384 c. Harga = 1,124 (-1,405) = 2, Total Range atribut Nilai ini diperoleh dengan cara menjumlahkan range semua atribut yang ada, maka didapat hasil sebagai berikut. 13
18 Total range = ukuran + bahan + harga = 0,28 + 3,384 +2,529 = 6, Tingkat kepentingan atribut Tingkat kepentingan atribut merupakan gambaran suatu atribut yang mempengaruhi konsumen dalam memilih atau menentukan suatu produk. Nilai ini diperoleh dengan cara membagikan range atribut dengan total range atribut. Hasil dapat dilihat sebagai berikut. a. Ukuran = x 100% = 4,52% b. Bahan = x 100% = 54,64% c. Harga = x 100% = 40,84% 14
19 Tabel 8 Tabel Peritungan Tingkat Kepentingan Atribut No Atribut Taraf Atribut 1 Ukuran Rata - Rata ranking Deviasi Deviasi kuadrat Kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm) 4,75-0,25 0,0625 0,140 Besar ( 60 cm x 16 cm x 12 cm ) 4,25 0,25 0,0625-0,140 Kayu Jati 1, ,698 Koefisien Range Tingkat kepentingan (%) 0,28 4,52% 2 Bahan 3 Harga Kayu Akarsia 5, ,562 Kayu Mahoni 3, ,562 Kayu Kamper 7, ,686 Rp Rp , ,562 RP Rp , ,124 Rp Rp ,5 6,25-1,405 Rp Rp ,5 0,25-0,281 3,384 54,64% 2,529 40,84% Total 31,625 6, % 15
20 3.6 Acuan Produk dan Spesifikasi Berdasarkan perhitungan dan pendekatan sebelum merancang sebuah produk, dimana atribut dan taraf atribut yang terpilih merupakan acuan dalam pembuatan produk dan memiliki nilai kegunaan (Utilitas) yang tertinggi. Nilai kegunaan (Utilitas) yang tertinggi merupakan taraf atribut yang disukai dari masing-masing atribut dan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan keinginan dan harapan kosumen. Adapun nilai kegunaan (Utilitas) yang tertinggi dapat dilihat pada tabel 7. Berikut spesifikasi atau preferensi yang dinilai kosumen (responden) sebagai kombinasi terbaik dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9 Tabel Kombinasi atau Spesifikasi Terbaik No Atribut Taraf Atribut 1 Ukuran Kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm) 2 Bahan Kayu Jati 3 Harga RP Rp Desai Produk Desain produk ini digunakan untuk memperoleh bentuk secara visual sebuah produk, desain produk dilakukan sebelum pembuatan dilantai produksi atau di UKM furniture. Pada penelitian ini peneliti mencoba melakukan benchmarking pada produk yang telah ada dipasaran agar mendapatkan ide atau inspirasi untuk pembuatan desain pemanfaatan limbah furniture Benchmarking Hiasan Dinding Peneliti melakukan benchmarking terhadap hiasan dinding yang sudah ada dipasaran seperti hiasan dinding berikut ini. 16
21 Gambar 4 Gambar hiasan dinding yang sudah ada dipasaran Hiasan dinding ini menjadi salah satu ide sekaligus inspirasi dari pembuatan produk pemanfaatan limbah furniture Motif Batik Indonesia (nusantara) Gambar 5 Gambar Motif Batik Nusantara Motif batik Indonesia sudah sangat terkenal bahkan hingga kemancanegara. Oleh karna itu peneliti mencoba memadukan hiasan dinding dari pemanfaatan limbah furniture dengan motif batik Indonesia. Berikut merupakan bentuk-bentuk motif batik yang akan digunakan pada pembuatan produk pemanfaatan limbah furniture dapat dilihat sebagai berikut. Gambar 6 Gambar Motif Batik yang Akan Digunakan Pada Produk Pemanfaatan Limbah Furniture 17
22 Adapun bentuk motif yang terpilih dan digunakan pada pembuatan produk pemanfaatan limbah furniture dapat dilihat sebagai beriku Lampu dinding Gambar 7 Gambar Motif yang Terpilih dan Digunakan Gambar 8 Gambar Lampu Dinding yang Ada Dipasaran Lampu dinding yang ada di pasaran sangat bayak macam dan jenisnya dan biasanya sangan mahal. Untuk itu peneliti mencoba memadukan hiasan dinding dari pemanfaatan limbah furniture yang dimotif batik dengan menambah fitur lampu, sehingga tidak hanya menjadi hiasan dinding tetapi juga bisa menjadi penerang ruangan (lampu dinding). Selain bentuknya yang unik harganya pun cukup terjangkau. Adapun desain produk pemanfaatan limbah furniture dapat dilihat sebagai berikut. 18
23 Gambar 9 Desain Produk Pemanfaatan Limbah Furniture Keterangan 1. Bagan Utama 6. Dudukan Lampu 2. Bagian Kanan 7. Lampu 3. Bagian Kiri 8. Kabel dan Colokan Lampu 4. Bagian Depan 9. Stop Kontak 5. Alas (Bagian Bawah) 10. Akrelik 4. PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil peritungan yang telah dilakukan dengan menerapkan Conjoint Analysis (CA), maka dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Hasil dari perhitungan nilai kegunaan taraf, nilai kegunaan atau utilitas tiap atribut memberikan informasi bahwa produk dengan ukuran kecil ( 35 cm x 16 cm x 12 cm), berbahan kayu jati dan memiliki harga RP Rp merupakan produk yang diinginkan atau diharapkan responden. Taraf atribut yang dipilih memiliki nilai utilitas sebesar 0,25 untuk ukuran kecil, 3 untuk bahan kayu jati dan 2 untuk harga RP Rp
24 2) Atribut yang di anggap penting dan paling banyak dipertimbangkan oleh responden untuk sebuah produk adalah atribut bahan yaitu sebesar 54,64%, kemudian atribut harga yaitu sebesar 40,84%, Sedangkan atribut dari ukuran tidak terlalu dianggap penting dan kurang di pertimbangkan oleh responden dilihat dari jumlah tingkat kepentingannya yaitu sebesar 4,52%. 4.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan mengenai penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Informasi yang terdapat dalam penelitian ini dapat dijadikan saran, acuan serta masukan dalam memanfaatkan limbah dari limbah kayu yang lebih memperhatikan nilai jual sebuah produk dan menciptakan sebuah peluang untuk memberikan suatu pilihan produk yang bermanfaat, ergonomis, dan ramah lingkungan sesuai keinginan kosumen. 2) Disarankan mengunakan aplikasi atau sofware SPSS untuk membantu dalam melakukan Conjoint Analysis (CA). DAFTAR PUSTAKA Cynthia Ardyanti Noegroho, Penerapan analisis konjoin dalam menentukan persepsi mahasiswa matematika terhadap dosen. Universitas Pakuan, Bogor. Hair, JF, Anderson RE, Tatham RL & Black WC, Analysis Multivariate marketing. Fourth Edition. New Jersey: Prentice-Hall International-Englewood Cliffs. Saifuddin Azwar, Reliabilitas dan Validitas, Edisi 4, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ulrich, Karl T. & Steven D. Eppinger, (2001). Perancangan & Pengembangan Produk. Salemba Teknika, Jakarta. Wiwit, Penerapan Analisis Konjoin Pada Preferensi Mahasiswa Terhadap Pekerjaan. Universitas Sumatera Utara. Medan. 20
PENERAPAN ANALISIS KONJOIN PADA PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP PEKERJAAN
Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 2, No. 2 (2014), pp. 189 200. PENERAPAN ANALISIS KONJOIN PADA PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP PEKERJAAN Wiwit Widyawati Rachmad Sitepu, Normalina Napitupulu Abstrak.
KRITERIA SISTEM PEMBELAJARAN MENURUT MAHASISWA AKADEMI STATISTIKA (AIS) MUHAMMADIYAH SEMARANG
Statistika, Vol. 2, No. 2, November 214 KRITERIA SISTEM PEMBELAJARAN MENURUT MAHASISWA AKADEMI STATISTIKA (AIS) MUHAMMADIYAH SEMARANG 1 Safa at Yulianto, 2 Atik Khoiriyah 1,2 Akademi Statistika Muhammadiyah
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi dan Konsep Bimbingan Belajar Masalah belajar merupakan inti dari masalah pendidikan, karena belajar merupakan kegiatan utama dalam pendidikan dan pengajaran. Perkembangan
ANALISA FAKTOR- FAKTOR KETERTARIKAN KONSUMEN TERHADAP SEPEDA MOTOR HONDA DI KOTA MEDAN DENGAN ANALISIS KONJOIN SKRIPSI DOLMAR TOBING
ANALISA FAKTOR- FAKTOR KETERTARIKAN KONSUMEN TERHADAP SEPEDA MOTOR HONDA DI KOTA MEDAN DENGAN ANALISIS KONJOIN SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains DOLMAR
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Konjoin 2.1.1 Pengertian Analisis Konjoin Kata conjoint menurut para praktisi riset diambil dari kata CONsidered JOINTly. Dalam kenyataannya kata sifat conjoint diturunkan
HASIL DAN PEMBAHASAN. Analisis data menggunakan software SPSS 11.5 for windows, Microsoft Excel, dan SAS 9.1. Profil Responden
disusun ke dalam bentuk kartu stimuli, diantara tiap kartu berisi kombinasi dari taraftaraf atribut yang berbeda dengan kartu-kartu lainnya (Lampiran 4). 3. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner.
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Persaingan yang semakin ketat, membuat setiap perusahaan harus memiliki suatu keunggulan bersaing agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan.
PREFERENSI MAHASISWA IPB TERHADAP MATA KULIAH METODE STATISTIKA MENGGUNAKAN ANALISIS KONJOIN
PREFERENSI MAHASISWA IPB TERHADAP MATA KULIAH METODE STATISTIKA MENGGUNAKAN ANALISIS KONJOIN (Studi Kasus: Mahasiswa IPB Program Strata Satu yang Mengambil Mata Kuliah Metode Statistika 2009/2010) EKA
Tahapan yang umumnya dilakukan dalam merancang dan melaksanakan analisis konjoin secara umum adalah sebagai berikut :
ANALISIS KONJOIN Analisis konjoin adalah suatu teknik analisis yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan relatif berdasarkan persepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Preferensi Konsumen Menurut Kotler dan Armstrong (2006), preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada. Preferensi konsumen berhubungan
BAB III METODE PENELITIAN. suatu permasalahan (Azwar,2012:1). Desain penelitian dapat diartikan suatu
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan ilmiah dalam memecahkan suatu permasalahan (Azwar,2012:1). Desain penelitian dapat diartikan suatu rancangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bagian ini akan dijelaskan langkah-langkah yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah agar penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Langkah-langkah dalam
APLIKASI ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENENTUKAN FUNGSI PENGELOMPOKAN PADA PROGRAM PEMBAGIAN KARTU KELUARGA SEJAHTERA (KKS)
APLIKASI ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENENTUKAN FUNGSI PENGELOMPOKAN PADA PROGRAM PEMBAGIAN KARTU KELUARGA SEJAHTERA (KKS) (Studi Kasus pada Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang) Didin Astriani
PERANCANGAN TAS PUNGGUNG LAPTOP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA HOME INDUSTRI LANGON KOTA TEGAL
PERANCANGAN TAS PUNGGUNG LAPTOP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA HOME INDUSTRI LANGON KOTA TEGAL Saufik Luthfianto, Siswiyanti Teknik Industri Universitas Pancasakti Tegal Email : [email protected]
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didik kelas VII di SMP Negeri 2 Pariaman, maka dalam penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan signifikan keharmonisan keluarga Islami dengan penyesuaian diri pada peserta didik
PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP KUNJUNGAN WISATA PULAU SAMOSIR DENGAN ANALISIS KONJOIN. Sari C Kembaren Pengarapen Bangun, Rachmad Sitepu
Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 02, No. 03 (2014), pp. 267 275. PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP KUNJUNGAN WISATA PULAU SAMOSIR DENGAN ANALISIS KONJOIN Sari C Kembaren Pengarapen Bangun, Rachmad Sitepu
BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau
BAB IV ANALISA DATA IV.1. Uji Validitas Validitas dan reliabilitas merupakan poin penting dalam sebuah analisa data. Hal itu dilakukan untuk menguji apakah suatu alat ukur atau instrumen penelitian (dalam
BAB III METODE PENELITIAN
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam hal ini penelitian dipilih tentang implementasi SAP dalam menghasilkan laporan keuangan. Objek penelitian ini adalah PT Tri Swardana Utama
PENDEKATAN METODE KONJOIN UNTUK MENENTUKAN PREFERENSI ATRIBUT TELEPON SELULER PINTAR PADA MAHASISWA FMIPA IPB ANGKATAN
Xplore, 2013, Vol. 2(1):e9(1-9) c 2013 Departemen Statistika FMIPA IPB PENDEKATAN METODE KONJOIN UNTUK MENENTUKAN PREFERENSI ATRIBUT TELEPON SELULER PINTAR PADA MAHASISWA FMIPA IPB ANGKATAN 2009-2011 Muhammad
BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL DAIHATSU AYLA DI DAERAH SEBERANG ULU KOTA PALEMBANG
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL DAIHATSU AYLA DI DAERAH SEBERANG ULU KOTA PALEMBANG Sonata Agung Bramasta. Dibimbing oleh Emi Suwarni dan M. Amirudin Syarif.
BAB III STUDI KASUS. Penelitian ini difokuskan pada layanan SPEEDY dan subjek penelitian
BAB III STUDI KASUS 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini difokuskan pada layanan SPEEDY dan subjek penelitian adalah kepada para pelanggan layanan SPEEDY di Kota Bandung. Penelitian ini terdiri dari dua
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK RUTE SEMARANG-JAKARTA DENGAN
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK RUTE SEMARANG-JAKARTA DENGAN METODE CHOICE-BASED CONJOINT (FULL PROFILE) (Studi Kasus di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini, maka permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dibuat ke dalam pendekatan penelitian korelasional, melalui pendekatan yang dilakukan dalam penelitian
Bab 3 METODE PENELITIAN
Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Metodologi Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dengan metode kuantitatif ini diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku
PREFERENSI SISWA DALAM TINGKAT KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN METODE ANALISIS KONJOIN FULL PROFILE (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 14 MEDAN) SKRIPSI
PREFERENSI SISWA DALAM TINGKAT KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN METODE ANALISIS KONJOIN FULL PROFILE (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 14 MEDAN) SKRIPSI DWI PRASETYO 120823003 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuasi Eksperimen atau eksperimen semu. Pada penelititian kuasi eksperimen (eksperimen semu) menggunakkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang memerlukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Peranan pekerjaan sangatlah besar dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama kebutuhan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian Deskripsi responden disini akan menganalisa identitas para konsumen yang menjadi sampel dalam penelitian mengenai
ANALISIS PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP KARTU PRABAYAR GSM DENGAN METODE KONJOIN FULL-PROFILE SKRIPSI PUTRI SIMANJUNTAK
ANALISIS PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP KARTU PRABAYAR GSM DENGAN METODE KONJOIN FULL-PROFILE (Studi Kasus: Mahasiswa FMIPA USU) SKRIPSI PUTRI SIMANJUNTAK 130823006 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Penentuan Kansei Word. Langkah awal penentuan kansei word yaitu dengan memberikan beberapa gambar produk dopplet bookcase kepada penguji atau responden yang akan
Preferensi Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah Statistika Matematika Menggunakan Analisis Konjoin
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami) Vol.1, No.1, Juli 2017, Hal. 414-418 p-issn: 2580-4596; e-issn: 2580-460X Halaman 414 Preferensi Mahasiswa Terhadap Mata Kuliah
BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : Penelitian survey yaitu suatu
SEPA : Vol. 9 No. 2 Februari 2013 : ISSN :
SEPA : Vol. 9 No. 2 Februari 2013 : 273-282 ISSN : 1829-9946 ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN LEDRE (STUDI KASUS DI TOKO MORO SENENG DESA PADANGAN DAN TOKO DADI TRESNO KOTA BOJONEGORO) AHMAD
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Karakteristik Responden Penulis telah menyebarluaskan kuesioner guna mendapatkan data mengenai karakteristik responden dalam penelitian ini. Berikut adalah hasil
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI jurusan IPS
BAB III METODE PENELITIAN. Juni 2013 sampai dengan bulan Agustus Berdasarkan jenis masalah yang
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dimulai dari bulan Juni 2013 sampai dengan bulan Agustus 2013. Berdasarkan jenis masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kepuasan pemakai jasa Warnet. Untuk itu dalam penelitian ini akan
BAB 3 METODE PENELITIAN. analisis data kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kolerasional. dengan pendekatan korelasional adalah
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi Terdapat banyak macam metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif
1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN
1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian dilakukan sesuai dengan flowchart dibawah ini : Dalam setiap penelitian selalu menggunakan metode penelitian. Penggunaan metode ini bertujuan untuk memperoleh
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada rumah makan Siomay Mola-Mola yang berlokasi di Jl. Summagung 3 No.7 Kelapa Gading Jakarta Utara. Siomay Mola- Mola didirikan oleh saudara Kelvin Ang Putra pada bulan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek dan Subjek Penelitian 1. Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2015) objek penelitian merupakan suatu atribut atau penilaian orang, subjek atau kegiatan yang mempunyai variasi
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KONSEP DAN DEFINISI JASA Keanekaragaman makna dalam hal pemakaian istilah service dijumpai dalam literatur manajemen. Namun demikian, secara garis besar konsep service mengacu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
8 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan asosiatif. Menurut Modul Metode Penelitian Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara, metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. Desain Penelitian Menurut Husein Umar (2008 : 4), Desain penelitian merupakan suatu cetak biru (blue print) dalam hal bagaimana data dikumpulkan, diukur, dan dianalisis.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual English First Bogor adalah lembaga kursus bahasa Inggris yang menggunakan tenaga pengajar penutur asli bahasa Inggris, memiliki jadwal kursus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan pertanyaan yang diajukan peneliti di bab sebelumnya maka penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan secara matang dalam rangka untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu menemukan, mengembangkan atau mengkaji
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi mengenai sensitivitas moral, pertimbangan moral, dan
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dari penelitian ini adalah pengguna sepatu Converse, dan lokasi dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. 3.2 Populasi dan Sampel
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI PERUMAHAN NASIONAL TAMAN PUTRI DELI NAMORAMBE MEDAN DENGAN METODE KONJOIN FULL-PROFILE SKRIPSI
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI PERUMAHAN NASIONAL TAMAN PUTRI DELI NAMORAMBE MEDAN DENGAN METODE KONJOIN FULL-PROFILE SKRIPSI CHAPRYN PUTRI SARAGI 130823008 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
ANALISIS KETERTARIKAN MAHASISWA TERHADAP ORGANISASI KEMAHASISWAAN DENGAN METODE KONJOIN FULL- PROFILE (STUDI KASUS MAHASISWA FMIPA USU)
ANALISIS KETERTARIKAN MAHASISWA TERHADAP ORGANISASI KEMAHASISWAAN DENGAN METODE KONJOIN FULL- PROFILE (STUDI KASUS MAHASISWA FMIPA USU) BERTAWANI SILITONGA 120823025 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA
BAB III METODE PENELITIAN. objektif, valid, dan reliabel tentang suatu hal (variabel tertentu). Subjek adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Objek penelitian menurut Sugiyono (2012) adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif,
BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Analisa dan Pembahasan Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua karyawan staff PT Bakrie Metal Industries yang berada di Unit Bekasi yang berjumlah
BAB III. Metode Penelitian
BAB III Metode Penelitian A. Objek / Subjek Peneletian Objek dalam penelitian ini adalah situs Traveloka, subjek adalah satu anggota dari sampel, sebagaimana elemen adalah satu anggota dari populasi (Sekaran,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi menurut Suharsimi (2010) adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam menjawab pertanyaan penelitian pertama ini difokuskan pada bagaimana kualitas pelayanan dilihat dari persepsi manajemen. Metode penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap yang biasanya berupa orang, obyek, transaksi atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara memecahkan persoalan dalam penelitian. ilmiah tidaknya suatu penelitian sangat tergantung pada metodologi yang digunakan. 1 Kesalahan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Kebutuhan Penelitian preferensi konsumen terhadap produk pra bayar CDMA didapatkan dengan menyebarkan kuisioner pada mahasiswa Universitas Bina Nusantara jurusan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Dan Definisi Operasional 1. Variabel Menurut Sugiyono (2011), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
METODE PENELITIAN. Konsumen, khususnya konsumen yang membeli dan menggunakan handphone
METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup & Objek Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah bidang Manajemen Pemasaran dan Perilaku Konsumen, khususnya konsumen yang membeli dan menggunakan handphone merek
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Flow Chart Metodologi Penelitian Penelitian merupakan kegiatan sistematis dengan serangkaian proses yang dilakukan secara terstruktur. Setiap tahapan proses tersebut akan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan metode
Disusun oleh: VENNY PRADANA B
ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Pembeli Produk Minuman Fremilk Thai Tea di Surakarta) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program
Analisis Konsumsi dan Perilaku Konsumen dalam Penggunaan Energi BBM untuk Kendaraan Bermotor di Surakarta
Performa (010) Vol. 9, No.: 47-5 Analisis Konsumsi dan Perilaku Konsumen dalam Penggunaan Energi BBM untuk Kendaraan Bermotor di Surakarta Roni Zakaria, Fakhrina Fahma dan Sukma Hendra Jurusan Teknik Industri,
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Dalam penelitian ini desain yang dipergunakan adalah riset deskriptif sesuai dengan tujuan penelitian untuk menguraikan sifat-sifat dari suatu keadaan.
ANALISIS CONJOINT PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOMBINASI FITUR PRODUK MOTOR BEKAS BERDASARKAN SEGMEN GENDER DI JAMBI
ANALISIS CONJOINT PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOMBINASI FITUR PRODUK MOTOR BEKAS BERDASARKAN SEGMEN GENDER DI JAMBI Apriyanti HIT Corporation, Gandaria Tower 7 th floor, Unit IJ Jln. K.H. M. Syafi I Hadzami
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ditujukan untuk meneliti objek-objek yang terlibat dalam
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ditujukan untuk meneliti objek-objek yang terlibat dalam penelitian, adapun pengertian objek penelitian menurut Sugiyono (2006:13)
BAB 3 METODE PERANCANGAN SISTEM
20 BAB 3 METODE PERANCANGAN SISTEM Studi pendahuluan Studi kepustakaan Pengumpulan data: * kuesioner *wawancara *observasi lapangan Data cukup, data reliabel, data valid? Ya tidak Identifikasi kebutuhan
PERBANDINGAN HASIL STIMULI RESPON NON METRIK DAN METRIK PADA METODE KONJOIN ERHADAP PREFERENSI KUALITAS DOSEN
E-ISSN 2527-9378 Jurnal Statistika Industri dan Komputasi Volume 2, No. 2, Juli 2017, pp. 136-144 PERBANDINGAN HASIL STIMULI RESPON NON METRIK DAN METRIK PADA METODE KONJOIN ERHADAP PREFERENSI KUALITAS
BAB 3 METODE PENELITIAN
35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian menurut metode, penulis menggunakan penelitian survey. Menurut Siregar (2013 : 10), Penelitian survey adalah penelitian yang tidak melakukan
1. BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Agar penelitian ini lebih terarah serta sesuai dengan tujuan yang diinginkan, penulis menggunakan metode kuantitatif untuk mengolah data yang diperoleh
Conjoint Analysis to Determine The Preferences in Choosing Handphone for Students at Faculty of Mathematic and Natural Science Tadulako University
Analisis Konjoin Untuk Menentukan Preferensi Mahasiswa Matematika Fmipa Conjoint Analysis to Determine The Preferences in Choosing Handphone for Students at Faculty of Mathematic and Natural Science Tadulako
ANALISIS KONJOIN FULL-PROFILE UNTUK MENGETAHUI FEATURE TELEPON SELULAR YANG IDEAL DIPASARKAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG
ANALISIS KONJOIN FULL-PROFILE UNTUK MENGETAHUI FEATURE TELEPON SELULAR YANG IDEAL DIPASARKAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Ayu Anastasia Adhi 1, Diah Safitri 2 1) Alumni Program Studi Statistika, Jurusan
BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada
84 BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada Kantor Pos Besar Bandung 40000 Dalam penelitian ini penulis menyebarkan 80 lembar kuisioner
BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.
BAB V ANALISA Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj. Ellya, penulis mengajukan seperangkat kuesioner kepada responden yang berjumlah 100 orang, kuesioner ini terdiri dari
BAB 3 METODE PENELITIAN. yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis. Berikut. Jenis dan Metode. pelanggan.
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Data diperoleh dengan menyebarkan secara acak kuesioner kepada pengguna jasa transpotasi udara Garuda Indonesia sebagai responden. Cara pengambilan
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di rumah makan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah. Responden yang menjadi objek penelitian
ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN. (Studi Pada: Bengkel Mandiri Tekhnik Klaten)
ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN (Studi Pada: Bengkel Mandiri Tekhnik Klaten) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
ABSTRAK Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong perusahaanperusahaan yang bergerak dibidang jasa untuk semakin giat dalam memberikan pelayanan terbaiknya, sehingga persaingan antara satu
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Analisis konjoin merupakan salah satu teknik analisis multivariat yang digunakan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap suatu produk baik berupa barang atau
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGI KONSUMEN PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN POND S
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGI KONSUMEN PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN POND S Oleh Titik Dwi Prastiti Berliana Universitas Muhammadiyah Purworejo [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji:
lingkup perkantoran pemerintah Kota Depok. Adapun kegiatan tersebut dilakukan 1 hari dalam seminggu yaitu pada hari Selasa. Seluruh pegawai negeri sip
PERANCANGAN PROSES PRODUKSI BUBUR KENTANG SIAP SAJI DENGAN MEMPERHATIKAN KEINGINAN KONSUMEN Grace Elizabeth Grace Elizabeth ([email protected]) Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan kerjasama, maka dari itu manusia berserikat membentuk suatu tatanan masyarakat berkuasa yang biasa dikenal dengan pemerintahan.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dimana suatu penelitian yang
27 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dimana suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel gaya kepemimpinan partisipatif dan Work
