ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
|
|
|
- Yenny Sudjarwadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 ISSN No Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Pada tahun 2010 ini Ketua Dewan Redaksi diganti menjadi Dr.Ir. Wawan Hermawan, MS. Selain itu, pada lembaga penerbit terdapat pergantian nama, dari Departemen Teknik Pertanian menjadi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya. Pengiriman makalah harus mengikuti panduan penulisan yang tertera pada halaman akhir atau menghubungi redaksi via telpon, faksimili atau . Makalah dapat dikirimkan langsung atau via pos dengan menyertakan hard- dan soft-softcopy, atau . Penulis tidak dikenai biaya penerbitan, akan tetapi untuk memperoleh satu eksemplar dan 10 re-prints dikenai biaya sebesar Rp Harga langganan Rp per volume (2 nomor), harga satuan Rp per nomor. Pemesanan dapat dilakukan melalui , pos atau langsung ke sekretariat. Formulir pemesanan terdapat pada halaman akhir. Penanggungjawab: Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Dewan Redaksi: Ketua Anggota : Wawan Hermawan : Asep Sapei Kudang B. Seminar Daniel Saputra Bambang Purwantana Y. Aris Purwanto Redaksi Pelaksana: Ketua : Rokhani Hasbullah Sekretaris : Satyanto K. Saptomo Bendahara : Emmy Darmawati Anggota : Usman Ahmad I Wayan Astika M. Faiz Syuaib Ahmad Mulyawatullah Penerbit: Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB Bogor Alamat: Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp , Fax , [email protected] atau [email protected]. Website: ipb.ac.id/~jtep. Rekening: BRI, KCP-IPB, No a/n: Jurnal Keteknikan Pertanian Percetakan: PT. Binakerta Adiputra, Jakarta
3 Technical Paper Perlakuan Uap Panas (Vapor Heat Treatmant) untuk Disinfestasi Lalat Buah dan Mempertahankan Mutu Buah Belimbing (Averrhoa carambola L.) Vapor Heat Treatment (VHT) for Fruit Fly Disinfestation and Maintaining Starfruit Quality (Averrhoa carrambola L) Eti Rohaeti 1, Rizal Syarief 2 dan Rokhani Hasbullah 3 Abstract The objectives of this research were to study mortality of carambola fruit fly (B. carambolae D & H) and to study responses of VHT on quality of carambola (A. carambola L). Fruit fly mortality due to heat has been investigated by immersing fruit fly eggs into hot water at temperatures of 40, 43, 46 dan 49 o C for 30 minutes and then at temperature of 46.5 o C for 0, 5, 10, 15, 20, 25, 30 minutes. Star fruit were treated at temperature of 46.5 o C for 5, 15, 30 minutes and then stored in temperatures of 5, 15 o C and room temperature (28-30 o C). The result show that mortality has been achieved 100% at temperature more than 43.0 o C for 30 minutes and at temperature 46.0 o C for more than 15 minutes. VHT had significant influences to decrease the fruit respiration rates, chilling injury, antraknose, to increase the weight loss, color, and soluble solid content. However, there were no significant change in the hardness, water content, vitamin C and organoleptic test. VHT at temperature 46.5 o C for 20 up to 30 minutes were effective to kill fruit flies inside carambola and VHT combined by storing in temperature of 15 o C were able to maintain carambola quality during storage. Keywords: vapor heat treatment, fruit fly, B. carambolae, carambola, disinfestation Diterima: 1 Februari 2010; Disetujui: 19 April 2010 Pendahuluan Belimbing manis (Averrhoa carambola L) merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang berpotensi besar untuk dikembangkan secara komersial dan berpeluang sebagai salah satu buah andalan ekspor Indonesia. Salah satu kendala ekspor yang dihadapi di antaranya tingginya serangan hama/lalat buah sehingga mengakibatkan banyak buah tidak lolos dalam proses karantina. Beberapa teknologi karantina yang biasa digunakan di antaranya adalah iradiasi, perlakuan dingin (cold treatment), fumigasi dan perlakuan panas. Metode iradiasi hingga saat ini belum dapat diterima konsumen secara luas karena faktor keamanannya masih meragukan, sedangkan keefektifan metode perlakuan dingin dalam mengendalikan hama pascapanen tergantung pada rendahnya suhu yang digunakan dan lamanya waktu aplikasi. Metode ini menjadi kurang efektif karena beberapa buah tidak tahan pada suhu yang terlalu rendah dan dalam waktu yang lama. Sementara metode fumigasi (penggunaan etilen bromida) yang telah diterapkan secara luas di seluruh dunia, diketahui menyisakan residu yang tidak aman bagi kesehatan manusia, selain itu juga merusak lapisan ozon. Oleh karena itu metode perlakuan panas menjadi alternatif untuk proses disinfestasi. Beberapa perlakuan panas yang biasa digunakan antara lain dengan menggunakan air panas (hot water treatment), perlakuan uap panas (Vapor Heat Treatment) dan udara panas (hot air treatment) (Lurie, 1998). Secara umum penelitian ini adalah mempelajari proses disinfestasi lalat buah pada buah belimbing manis dengan menggunakan metode VHT. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengamati daur hidup lalat buah jenis B. carambolae dan menentukan tingkat mortalitas fase telur lalat buah pada beberapa suhu dan lama pemanasan, (2) menentukan suhu dan waktu optimum dalam proses VHT pada buah belimbing manis, dan (3) mengkaji pengaruh penyimpanan terhadap mutu buah belimbing setelah VHT. 1 Dinas Kelautan dan Pertanian Prov. DKI Jakarta 2 Staff pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor 3 Staff pengajar Departemen Teknik Mesin & Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian-Institut Pertanian Bogor. [email protected] 45
4 Vol. 24, No. 1, April 2010 Tabel 1 Hasil pengujian mortalitas telur pada beberapa suhu selama 30 menit Tabel 2 Hasil pengujian mortalitas telur pada air bersuhu ºC dengan beberapa lama perendaman 46 Bahan dan Metode Bahan dan Alat Bahan utama belimbing manis (Averrhoa carambola L) dan telur lalat buah (Bactrocera carambolae). Belimbing diperoleh dari petani di daerah Depok Jawa Barat dan telur lalat buah diperoleh dengan melakukan pembiakan (rearing) di laboratorium dan pupa dari Laboratorium Entomologi Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. Peralatan yang digunakan adalah VHT chamber, hybrid recorder, color reader, rheometer model CR-300, gas analyzer Shimadzu, refraktometer, kurungan kayu dan lain-lain. Metode Penelitian Penelitian tahap pertama adalah mengetahui tingkat mortalitas telur lalat buah dengan merendam telur lalat buah pada air panas bersuhu 40, 43, 46 dan 49ºC selama 30 menit dan pada suhu 46ºC selama 0, 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Penelitian tahap kedua adalah mempelajari pengaruh lama VHT dan suhu penyimpanan terhadap mutu belimbing manis. Tahap ini meliputi penentuan waktu kondisioning, yakni waktu yang dibutuhkan hingga pusat buah belimbing mencapai 46ºC. VHT diaplikasikan selama 0, 10, 20, dan 30 menit kemudian buah didinginkan dan disimpan pada suhu yang berbeda yaitu suhu 5 o C, 15 o C dan suhu ruang (28-30ºC). Pengamatan perubahan mutu dilakukan setelah VHT, setiap 3 hari sekali selama 30 hari masa simpan. Hasil dan Pembahasan Mortalitas Lalat Buah Dari hasil pengamatan selama pembiakan diketahui bahwa lalat buah B. carambolae mengalami siklus metamorfosis sempurna dengan melalui empat fase yaitu telur (1-2 hari), larva (6-9 hari), pupa (4-10 hari) dan imago (± 25 hari). Dari hasil pengujian diketahui bahwa mortalitas telur tercapai 80% pada perendaman dengan suhu 40 ºC selama 30 menit. Mortalitas 100% tercapai pada perendaman dengan air bersuhu 43ºC selama 30 menit. Suhu di atas 43ºC dipastikan sudah mencapai tingkat kematian 100% pada telur lalat buah B. carambolae (Tabel 1). Sharp and Halman (1992) melaporkan pengujian lalat buah jenis Anastrepha suspensa L, yang menyerang belimbing varietas Arkin pada suhu 43ºC mencapai tingkat mortalitas 98.5%. Selanjutnya dipilih suhu 46ºC untuk melakukan uji mortalitas telur lalat buah terhadap panas dengan memvariasikan lama perendamannya. Suhu 46ºC selain sudah dapat mengakibatkan mortalitas 100%, juga suhu yang direkomendasikan untuk perlakuan belimbing dengan metode VHT, karena perlakuan karantina pada belimbing menggunakan metode VHT dan HWT adalah pada kisaran suhu ºC tergantung pada ukuran dan varietas buah. Hasil pengujian mortalitas telur lalat buah B. carambolae pada suhu 46ºC pada berbagai lama (menit) pemanasan yang telah dirata-ratakan ditampilkan pada Tabel 2. Perendaman selama 5 menit pada air bersuhu 46ºC mengakibatkan tingkat mortalitas 77% dan
5 perendaman selama 10 menit mengakibatkan mortalitas 97%, sedangkan perendaman 15 menit sudah mengakibatkan tingkat mortalitas 100%. Pengaruh Perlakuan Panas dan Penyimpanan Suhu Dingin a. Waktu Kondisioning Waktu kondisioning adalah waktu yang dibutuhkan hingga suhu pusat buah belimbing mencapai suhu yang diinginkan. Belimbing yang diuji dipasangi termokopel yang terhubung dengan hybrid recorder untuk memantau penetrasi suhu proses VHT. Suhu pusat yang ingin dicapai adalah 46ºC dengan menggunakan VHT chamber bersuhu 46.5ºC dan RH>90%. Dari hasil pengukuran diketahui, bahwa suhu pusat buah dari ketiga sampel buah dari tempat pengukuran yang berbeda, dapat mencapai suhu mendekati suhu medium (46ºC) dengan waktu menit, sehingga waktu kondisioning yang dibutuhkan buah belimbing hingga suhu pusatnya mencapai 46ºC adalah selama menit (Gambar 1). b. Respirasi Laju respirasi merupakan petunjuk umur simpan buah sesudah panen karena berhubungan dengan laju penurunan mutu. Semakin rendah laju respirasi umur simpan buah semakin lama atau sebagai ciri cepat lambatnya perubahan komposisi kimiawi dalam produk, hal tersebut berhubungan dengan daya simpan produk hortikultura setelah panen. Dari hasil sidik ragam dapat disimpulkan bahwa perlakuan VHT cenderung menurunkan laju respirasi buah belimbing. c. Perubahan Sifat Fisikokimia Buah Belimbing 1. Total Padatan Terlarut (TPT) Pada Gambar 2 ditampilkan nilai TPT buah belimbing selama penyimpanan pada suhu 5ºC, 15ºC dan suhu ruang (28-30ºC). Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan VHT selama 20 menit memberikan nilai TPT yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya, sedangkan buah belimbing yang disimpan pada suhu ruang (28-30ºC) memberikan nilai TPT yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan yang rendah akan menghambat proses pematangan. 2. Kekerasan Suhu penyimpanan yang berbeda dapat menghasilkan pengaruh yang berbeda terhadap kekerasan (firmness) produk buah yang disimpan. Buah belimbing yang disimpan pada suhu dingin memberikan nilai kekerasan yang lebih baik dibanding buah yang disimpan pada suhu ruang. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa buah belimbing mempunyai nilai kekerasan tertinggi pada penyimpanan suhu 5ºC. Hal ini dapat disebabkan karena penyimpanan dingin dapat menghambat proses metabolisme, pemasakan, pelunakan dan penuaan, sedangkan buah belimbing yang disimpan pada suhu ruang teksturnya cepat menjadi lebih lunak. Hal ini disebabkan karena pada suhu ruang proses penguapan lebih tinggi sehingga mempercepat turunnnya nilai kekerasan dan terjadi perubahan dinding sel yang disebabkan oleh degradasi senyawasenyawa penyusun dinding sel. Interaksi antara lama VHT dan suhu penyimpanan tidak memberikan pengaruh terhadap nilai kekerasan buah belimbing. Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena perlakuan VHT atau perlakuan panas dapat menghambat hidrolisis pektin sehingga dapat memperlambat/mempercepat aktifitas enzim dalam mendegradasi dinding sel. Gambar 1. Perkembangan suhu buah belimbing selama proses VHT 47
6 Vol. 24, No. 1, April Susut Bobot Susut bobot selama penyimpanan merupakan salah satu parameter mutu yang mencerminkan tingkat kesegaran buah, semakin tinggi susut bobot, maka buah tersebut semakin berkurang tingkat kesegarannya. Selama penyimpanan terjadi peningkatan susut bobot pada buah belimbing yang mengindikasikan terjadinya kehilangan air selama penyimpanan. Pada Gambar 3 diperlihatkan diagram susut bobot belimbing setelah perlakuan VHT 10, 20, 30 menit dan kontrol yang kemudian disimpan pada suhu 5ºC, 15ºC dan suhu ruang (28-30ºC). 4. Kadar Air Buah belimbing mengandung kadar air cukup tinggi yaitu sekitar 92-94%. Hilangnya kandungan air yang tinggi mengakibatkan penampakan buah tidak menarik karena permukaan buah kelihatan layu dan keriput. Menurut Tranggono dan Sutardi (1990), kelayuan yang terjadi pada buah diakibatkan laju kecepatan respirasi meningkat, suhu udara yang tinggi atau kelembaban di bawah 85-95%. Pantastico (1986) menyatakan bahwa setelah pemetikan buah masih mempunyai kadar air yang tinggi kemudian akan terus menurun sampai proses pemasakan. Dari analisa sidik ragam, diketahui bahwa buah belimbing mempunyai nilai kadar air tertinggi pada perlakuan penyimpanan suhu 5ºC, hal ini disebabkan pada penyimpanan suhu 5ºC aktivitas transpirasi, respirasi dan penguapan H2O berjalan lebih lambat dibanding pada suhu 15ºC dan suhu ruang (28-30ºC), sehingga kehilangan air relatif kecil dan komoditas yang disimpan tetap dalam keadaan segar. 5. Chiling Injury Penyimpanan dingin adalah proses pengawetan bahan dengan cara pendinginan pada suhu diatas suhu pembekuannya. Bahan yang didinginkan pada suhu lebih rendah dari suhu optimum tertentu akan mengalami kerusakan yang dikenal dengan chiling injury. Gambar 2. Nilai Total Padatan Terlarut (TPT) pada perlakuan VHTsuhu 5º C, 15ºC dan suhu ruang (28-30 ºC ) selama penyimpanan Gambar 3. Nilai susut bobot (%) pada perlakuan VHT suhu 5ºC, 15ºC dan suhu ruang (28-30 ºC) selama penyimpanan 48
7 Menurut Kader (2000), buah belimbing yang mengalami kerusakan chiling injury, ditandai dengan adanya gejala sebagai berikut : bintik-bintik coklat, cekungan dipermukaan kulit buah, sirip menjadi coklat sehingga menimbulkan kegagalan dalam proses pematangan. Selain itu chiling injury selama penyimpanan dapat menyebabkan terjadinya surface pitting, diskoloriasi, gagal matang, internal breakdown dan turunnya daya tahan terhadap penyakit (Winarno, 2002). Pengamatan kerusakan chiling injury selama penyimpanan buah belimbing dilakukan secara visual. Kerusakan CI hanya terjadi pada penyimpanan suhu 5ºC, kerusakan terjadi pada buah yang diberi VHT 10 menit dan perlakuan tanpa VHT. Gejala kerusakan mulai muncul pada pengamatan hari ke-15 dan semakin lama semakin banyak timbul bintik-bintik hitam/coklat pada permukaan kulit buah. Pada penyimpanan suhu 15ºC dan suhu ruang (28-30ºC) tidak terlihat ada gejala kerusakan yang diakibatkan oleh suhu dingin. Perlakuan VHT 20 dan 30 menit pada penyimpanan suhu 5ºC mampu mengurangi kerusakan chiling injury. Hasil penelitian Larasati (2003) menunjukkan bahwa perlakuan panas dengan Hot WaterTreatment (HWT) dapat mengurangi chiling injury pada buah tomat yang disimpan pada suhu 5ºC. Perlakuan VHT yang terbaik dapat mengurangi chiling injury dan tidak menurunkan kualitas buah adalah perlakuan VHT selama 20 menit. 6. Serangan Cendawan Pengamatan serangan penyakit secara visual dilakukan dengan mengamati timbulnya bercak-bercak kecil berwarna coklat kehitaman pada buah belimbing yang diduga merupakan serangan penyakit antraknosa. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gloeosporioides (penz) Sacc. Gejala serangan penyakit ini tampak pada buah yang menjelang masak, berupa bulatan-bulatan kecil berwarna gelap. Bila buah bertambah masak, bulatan-bulatan semakin besar dan membusuk membentuk cekungan kearah dalam buah. Di pusat bercak terbentuk jaringan cendawan kecil berwarna hitam, bercak-bercak itu bersatu sehingga membentuk bercak besar sehingga seluruh bagian buah lunak dan membusuk. Kader (2000) melaporkan salah satu penyakit pascapanen yang biasa menyerang buah belimbing adalah antraknose yang disebabkan cendawan Colletotrichum gloeosporioides (penz) Sacc. Pada penyimpanan suhu ruang (28-30ºC) serangan penyakit mulai terlihat pada hari ke-10, yaitu pada buah yang tidak diberi perlakuan VHT. Pada belimbing yang diberi perlakuan VHT juga terjadi serangan penyakit selama penyimpanan tetapi penyebarannya tidak secepat buah belimbing yang tidak diberi perlakuan VHT. Pada penyimpanan suhu 15 ºC serangan terjadi pada hari ke 18 pada buah yang tidak diberi perlakuan VHT, sedangkan penyimpanan pada suhu 5 ºC sampai akhir penyimpanan tidak terserang cendawan, sedangkan buah yang diberi perlakuan VHT memperlihatkan kondisi yang lebih baik. Dari hasil tersebut terlihat bahwa pemberian panas mampu mengendalikan perkembangan cendawan selama penyimpanan. Seperti yang dilaporkan oleh Rokhani (2002) bahwa perlakuan panas metode VHT dan HWT dapat memperlambat perkembangan penyakit antraknose (cendawan Colletotrichum gloeosporioides ) dan stem end rot pada mangga irwin. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan 1. Lalat buah B. carambolae mengalami metamorfosis sempurna melalui fase telur (1-2 hari), larva (6-9 hari), pupa (4-10 hari) dan imago (± 25 hari). 2. Pada pemanasan 30 menit, mortalitas lalat buah B. carambolae mencapai 100% pada suhu di atas 43ºC, sedangkan pada suhu 46ºC tercapai pemanasan minimal 15 menit. 3. Belimbing manis dengan ukuran ± 300 gr, panjang ± 11cm dan diameter ± 6.5 cm membutuhkan waktu kondisioning menit hingga suhu pusat buah mencapai 46ºC. 4. Proses VHT berpengaruh terhadap penurunan laju respirasi, menekan perkembangan cendawan Colletotrichum gloeosporioides, mampu mengurangi kerusakan akibat chiling injury, mampu mempertahankan nilai TPT, tidak mempengaruhi kadar air buah, susut bobot, kekerasan buah belimbing dari awal sampai akhir penyimpanan. 5. Suhu penyimpanan menghambat laju respirasi buah belimbing, mempertahankan kekerasan buah, mempertahankan nilai TPT, mempertahankan nilai kekerasan dan memperlambat atau mempercepat susut bobot buah dan mempertahankan kandungan air dalam buah 6. Perlakuan VHT menit dapat menekan kerusakan chiling injury pada penyimpanan 5ºC dan menekan serangan penyakit antraknosa serta dapat mendisinfestasikan lalat buah dan tidak menyebabkan penurunan mutu buah belimbing selama penyimpanan 49
8 Vol. 24, No. 1, April 2010 Saran Setelah perlakuan VHT hendaknya buah segera didinginkan dengan menggunakan air yang bersuhu rendah ( air + es atau air yang didinginkan) sehingga perlu dilakukan kajian precooling yang dimodifikasi dengan pengemasan atmosfer termodifikasi (MAP),mengingat kulit buah belimbing sangat rentan terhadap gesekan, sehingga akan mempererpanjang masa simpan dan tahankan mutu buah belimbing lebih baik. Daftar Pustaka Jacobi, KK., J. Giles, E. Macrae and T. Wegrzyn, Conditioning Kensington mango with hot air alleviates hot water disinfestation injuries. HortScience 30, Klein, J.D., Lurie, S Prestorage heat treatment as a means of improving poststorage quality of apples. J. Am. Soc. Hort. Sc. 115: Kader, A.A Starfruit (Carambola) Recommendations for Maintaining Postharvest Quality. University of California. Amerika Serikat. Produce/ProduceFact/Frui/starfruit.html update July, 5, 2000 Lurie, S Postharvest heat treatments. J. Postharvest Biology and Technology 14: Larasati, D Kajian Penerapan Metode Hot Water Treatment Terhadap Mutu Buah Tomat (Lycopersicum esculantum M) Selama Penyimpanan Dingin. Tesis. Sekolah Pascasarjana IPB Bogor Marlisa, E Kajian Disinfestasi Lalat Buah dengan Perlakuan Uap Panas (Vapor heat treatment) pada Mangga Gedong Gincu. Tesis Program Studi Teknologi Pascapanen Sekolah Pascasarjana IPB Bogor Rokhani, H. Kawasaki, S. Kojima, T. And Akinaga, T Effect of heat treatment on respiration and quality of irwin mango. J. Society of Agricultural Structure, Vol.9. No. 2 Rokhani, H Studies on the posharvest treatment for export preparation of tropical fruits: mango Disertation. The United Graduate School of Agricultural Sciences. Kagoshima University Japan Syarif dan Halid Teknologi Penyimpanan Pangan. Penerbit ARCAN Jakarta Sharp, J.L. and Hallman G.J Hot air treatment for carambola infested with Carribean Fruit Fly (Diptera:Tephritidae), J. Con. Entomol. Tranggono dan Sutardi, Biokimia dan Teknologi Pasca Panen. UGM. Yogjakarta Winarno, F.G. dan Aman, S Fisiologi Lepas Panen. IPB. PT. Sastra Hudaya. Jakarta. Winarno, F.G Fisiologi Lepas Panen Produk Hortikultura. M. Brio Press. Bogor 50
9 PEDOMAN PENULISAN Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan media publikasi untuk tulisan asli yang belum pernah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dan berkaitan dengan teknik pertanian(agricultural engineering) secara luas. 1. Pedoman Umum Naskah termasuk Abstract diketik menggunakan program Microsoft Word huruf Times New Roman 12 point (font 12), ukuran kertas A4 (21x29.5cm). Pias 3 cm, spasi 1.5, maksimum 15 halaman termasuk tabel dan gambar s erta diberi nomor halaman pada sudut bawah sebelah kanan. Tabel dan gambar diletakkan pada akhir naskah atau pada lembar dan file terpisah. Pengiriman naskah bisa melalui pos berupa CD berisi file softcopy ataupun melalui . Bila dikirim melalui pos, ditujukan ke alamat: Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Kampus IPB Dramaga, Bogor [email protected] atau [email protected] 2. Susunan Naskah Naskah disusun dalam urutan Judul, Penulis dan alamat instansinya, Abstract, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka, Tabel dan Gambar. Naskah undangan tidak harus mempunyai susunan seperti tersebut di atas. 3. Judul Judul memberikan subyek penelitian dengan ringkas dan dicetak tebal (bold) dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali untuk kata depan dan kata sambung. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia harus disertai judul dalam Bahasa Inggris yang dicetak miring (italic). Judul dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 14 kata dan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata. Nama lengkap, nama lembaga afiliasi serta alamat para penulis, ditulis secara berurutan di bawah Judul. Tambahkan alamat pada nama penulis untuk korespondensi. Contoh Penulisan Judul: Pemodelan Sistem Filtrasi Terkendali pada Sistem Resirkulasi Pembenihan Ikan Modeling Controlled Filtration System in Fish Hatchery Recirculation System Alfin Najwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor, [email protected] Ikhlasul Amal, Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. 4. Abstract dan Kata Kunci Abstract menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dan di dalamnya tidak terdapat kutipan pustaka. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam satu paragraf tidak lebih dari 200 kata. Kata kunci ditulis setelah Abstarct maksimum 5 kata, masing-masing dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kata kunci yang ditulis pertama merupakan kata kunci yang terpenting. 5. Naskah Utama Penulisan sub judul utama (Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di tengah. Pendahuluan menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, perumusan dan pemecahan masalah, status ilmiah (state of the art) penelitianpenelitian terdahulu serta tujuan dan hasil penelitian yang diharapkan. Bahan dan Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan atau cara-cara untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan mencantumkan data yang diperoleh, analisis data, temuan-temuan yang spesifik serta perbandingannya dengan penelitianpenelitian terdahulu secara berurutan sesuai dengan urutan dalam tujuan. Hindari penyajian tabel dan gambar dari data yang sama. Sub-sub judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di sebelah kiri. Kata/kalimat dalam bahasa asing ditulis miring. Nama organisma harus diikuti dengan nama ilmiahnya secara lengkap pada pengungkapan
10 pertama. Singkatan pertama kali ditulis di dalam kurung setelah kata-kata yang disingkatnya. Penulisan angka mengggunakan US System seperti: 1,000,000 menyatakan satu juta dan 2.5 menyatakan dua lima per sepuluh. Sistem satuan yang digunakan adalah SI Unit: cgs (centimeter, gram, second/detik). Simbol/notasi ditulis menggunakan huruf miring dan disertai keterangannya pada pengungkapan pertama. Persamaan diberi nomor urut yang dituliskan di belakang persamaan dan di dalam tanda kurung. 6. Tabel dan Gambar Tabel ditulis dalam halaman terpisah setelah halaman terakhir dari naskah. Di dalam naskah cantumkan nomor dan judul tabel pada paragraf dimana tabel tersebut akan ditempatkan. Contoh pada naskah:...sifat fisik bahan pada masing-masing kadar air ditunjukkan pada Tabel 1. [Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air] Contoh pada halaman tabel: Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka mencantumkan pustaka-pustaka bermutu (primer, mutakhir dan relevan) yang dirujuk saja. Pustaka diketik berdasarkan urutan alfabet dari nama akhir (nama keluarga) penulis pertama dan tahun. Apabila terdapat beberapa pustaka yang ditulis yang sama, tambahkan huruf a, b dan seterusnya di belakang tahun. Pustaka dari internet hanya boleh dilakukan bila berasal dari lembaga yang resmi. Berikut beberapa contoh penulisan pustaka : Jurnal : Suhardiyanto, H., M.M. Fuad dan Y. Widiningrum Analisis pindah panas pada pendinginan dalam tanah untuk sistem hidroponik. Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.21 (4): Prosiding : Fukuda, T.,Y. Nakano, Kuroda, S. Takeuchi, B.I.Setiawan, A. Sapei and F. Nurrochmad Water manajemen and water quality of paddyarea in Cidanau watershed at West Java. Proceedings of the 1 st Seminar: Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production, Tokyo, February 21-23, p Buku : Morga, R.P.C Soil Erosion and Conservation. 2 nd Ed. Longman. Harlow Gambar dibuat hitam putih (B/W) atau greyscale dalam lembaran terpisah pada halaman terakhir setelah halaman tabel. Apabila ukurannya besar, gambar dapat disimpan dalam file terpisah yang lain( *.jpg, *.gif, *.wmf atau *.emf). Di dalam naskah cantumkan nomor dan nama gambar pada paragraf dimana gambar tersebut akan diletakkan. Contoh pada naskah:..(paragraf sebelumnya) [Gambar 1. Perubahan suhu dengan waktu proses pengendalian]..(paragraf sesudahnya) Bab dalam buku : Howell, T.A., F.K. Alijiburi, H.M. Gitlin, I. Pai Wu, A.W.Warrick dan P.A.C. Raats Design and operation of trickle (drip) irrigation, in Jensen, M.E.(Ed.). Design and Operation of Farm Irrigation System. ASAE. Michigan. p Skripsi/Tesisi/Disertasi : Arifanto, T Teknik perbaikan filter fisik dan filter kimia pada sistem resirkulasi pembenihan ikan patin. (Skripsi). Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.
11 FORMULIR PEMESANAN JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN 1 Kepada Yth. Sekertariat Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Bogor Tel: ; Fax: [email protected] & [email protected]; Website: Bersama ini, saya Nama Alamat Telp. HP 1. Memesan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- per eksemplar, belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Vol/No/Tahun Jumlah 2. Memesan re-prints Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Per set (10 eksemplar) Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Judul Penulis Vol/No/Tahun Jumlah 3. Berlangganan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Mulai Tahun Sampai Tahun Jumlah Pembayaran kami lakukan melalui wesel pos ke alamat redaksi/transfer, ke Rekening No , BRI KPC IPB, a/n Jurnal Keteknikan Pertanian 2. Bersama ini disampaikan bukti pembayarannya 3. Pemesan, [ ] 1 Formulir pemesanan ini dapat di-download di 2 Coret yang salah satu 3 Pengiriman hanya dilakukan setelah Seketariat menerima bukti pembayaran
Perlakuan Uap Panas (Vapor Heat Treatmant) untuk Disinfestasi Lalat Buah dan Mempertahankan Mutu Buah Belimbing (Averrhoa carambola L.
Technical Paper Perlakuan Uap Panas (Vapor Heat Treatmant) untuk Disinfestasi Lalat Buah dan Mempertahankan Mutu Buah Belimbing (Averrhoa carambola L.) Vapor Heat Treatment (VHT) for Fruit Fly Disinfestation
PENGARUH PERLAKUAN PANAS METODE VAPOR HEAT TREATMENT TERHADAP MUTU PEPAYA (Carica papaya L.)
PENGARUH PERLAKUAN PANAS METODE VAPOR HEAT TREATMENT TERHADAP MUTU PEPAYA (Carica papaya L.) Oleh : Ali Parjito F14103039 2007 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
KAJIAN PERUBAHAN MUTU BUAH MANGGA GEDONG GINCU SELAMA PENYIMPANAN DAN PEMATANGAN BUATAN OLEH : NUR RATIH PARAMITHA F
KAJIAN PERUBAHAN MUTU BUAH MANGGA GEDONG GINCU SELAMA PENYIMPANAN DAN PEMATANGAN BUATAN OLEH : NUR RATIH PARAMITHA F145981 29 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN
ISSN No Vol.25, No.1, April 2011
ISSN No. 0216-3365 Vol.25, No.1, April 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
TEKNOLOGI KARANTINA DALAM PENANGANAN PASCAPANEN
Kontrak Perkulihanan Mata Kuliah TEKNOLOGI KARANTINA DALAM PENANGANAN PASCAPANEN TEP 667 2(2-0) DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM INSTITUT PERTANIAN BOGOR Silabus Kuliah Mata Kuliah : Teknologi Karantina
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Perubahan Ion Leakage Ion merupakan muatan larutan baik berupa atom maupun molekul dan dengan reaksi transfer elektron sesuai dengan bilangan oksidasinya menghasilkan ion.
RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI UNIT VHT (VAPOR HEAT TREATMENT) UNTUK PENANGANAN PASCAPANEN PEPAYA
RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI UNIT VHT (VAPOR HEAT TREATMENT) UNTUK PENANGANAN PASCAPANEN PEPAYA Oleh : ARIS SETYAWAN F14104108 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 RANCANGBANGUN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. SUSUT BOBOT Susut bobot merupakan salah satu faktor yang mengindikasikan mutu tomat. Perubahan terjadi bersamaan dengan lamanya waktu simpan dimana semakin lama tomat disimpan
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perubahan Konsentrasi O dan CO dalam Kemasan mempunyai densitas antara.915 hingga.939 g/cm 3 dan sebesar,9 g/cm 3, dimana densitas berpengaruh terhadap laju pertukaran udara
PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN (BIJI PLASTIK) TERHADAP UMUR SIMPAN WORTEL SEGAR (Daucus carrota L.)
Jurnal Teknik Pertanian LampungVol.3, No. 2: 111-118 PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN (BIJI PLASTIK) TERHADAP UMUR SIMPAN WORTEL SEGAR (Daucus carrota L.) [THE EFFECT OF STORAGE MEDIA (PLASTIC SEED) TO KEEP
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 9. Pola penyusunan acak
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengaruh Penyusunan Buah Dalam Kemasan Terhadap Perubahan Suhu Penelitian ini menggunakan dua pola penyusunan buah tomat, yaitu pola susunan acak dan pola susunan teratur. Pola
Kajian Ventilasi Dan Perubahan Suhu Dalam Kemasan Karton Dengan Komoditas Tomat
Kajian Ventilasi Dan Perubahan Suhu Dalam Kemasan Karton Dengan Komoditas Tomat Emmy Darmawati 1), Gita Adhya Wibawa Sakti 1) 1) Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB
KAJIAN PENGARUH IRADIASI DOSIS 0.75 kgy TERHADAP KERUSAKAN DINGIN (CHILLING INJURY) PADA BUAH MANGGA GEDONG SELAMA PENYIMPANAN
Jurnal Teknik Pertanian LampungVol. 3, No.2: 195-204 KAJIAN PENGARUH IRADIASI DOSIS 0.75 kgy TERHADAP KERUSAKAN DINGIN (CHILLING INJURY) PADA BUAH MANGGA GEDONG SELAMA PENYIMPANAN STUDY EFFECT OF IRRADIATION
PUBLICATION. Penerbit/Jurnal
PUBLICATION Tahu Judul n 1997 Rokhani, Atjeng M. Syarief, Gardjito, Rizal Syarief. 1997. Aplikasi kromatografi gas untuk mempelajari karakteristik respirasi komoditas hortikultura pada kondisi atmosfir
P-ISSN E-ISSN Vol. 4, No. 2, Oktober 2016
P-ISSN 2407-0475 E-ISSN 2338-8439 Vol. 4, No. 2, Oktober 2016 Jurnal Keteknikan Pertanian (JTEP) merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA). JTEP terakreditasi berdasarkan
ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.2, Oktober 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Spektra Buah Belimbing
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pola Spektra Buah Belimbing Buah belimbing yang dikenai radiasi NIR dengan panjang gelombang 1000-2500 nm menghasilkan spektra pantulan (reflektan). Secara umum, spektra pantulan
TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman dan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
TINJAUAN PUSTAKA Tanaman dan Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Manggis (Garcinia mangostana L.) termasuk buah eksotik yang digemari oleh konsumen baik di dalam maupun luar negeri, karena rasanya yang
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. dan mempertahankan kesegaran buah. Pada suhu dingin aktivitas metabolisme
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Suhu Suhu merupakan faktor yang sangat penting untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kesegaran buah. Pada suhu dingin aktivitas metabolisme menjadi lambat sehingga
I PENDAHULUAN. Mangga merupakan buah tropis yang populer di berbagai belahan dunia,
I PENDAHULUAN Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Identifikasi Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian,
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Susut Bobot Susut bobot merupakan salah satu faktor yang mengindikasikan penurunan mutu buah. Muchtadi (1992) mengemukakan bahwa kehilangan bobot pada buah-buahan yang disimpan
KAJIAN DISINFESTASI LALAT BUAH DENGAN PERLAKUAN UAP PANAS (VAPOR HEAT TREATMENT) PADA MANGGA GEDONG GINCU OLEH ELPODESY MARLISA F
KAJIAN DISINFESTASI LALAT BUAH DENGAN PERLAKUAN UAP PANAS (VAPOR HEAT TREATMENT) PADA MANGGA GEDONG GINCU OLEH ELPODESY MARLISA F051050041 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PASCAPANEN SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT
I. PENDAHULUAN. Produksi buah pisang di Lampung setiap tahunnya semakin meningkat. Lampung
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Produksi buah pisang di Lampung setiap tahunnya semakin meningkat. Lampung mampu memproduksi pisang sebanyak 319.081 ton pada tahun 2003 dan meningkat hingga
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), April 2013 ISSN
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), April 13 ISSN 0853 4217 Vol. 18 (1): 28 Pencegahan Kerusakan Fisiologis Belimbing (Avverhoa carambola) dalam Rantai Pasok dengan Optimisasi Model Kombinasi Perlakuan
PERUBAHAN KUALITAS BUAH MANGGIS (Garcinia mangosiana L.) SETELAH PROSES TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN DINGIN
PERUBAHAN KUALITAS BUAH MANGGIS (Garcinia mangosiana L.) SETELAH PROSES TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN DINGIN (Changes in the quality of mangosteen fruits (Garcinia mangosiana L.) after transportation and
BAB I PENDAHULUAN. Tomat termasuk tanaman sayuran buah, yang berasal dari benua Amerika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tomat termasuk tanaman sayuran buah, yang berasal dari benua Amerika dan kini telah menyebar di kawasan benua Asia termasuk di Indonesia. Tomat biasa ditanam di dataran
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS)
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS) Ketentuan Umum 1. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 9-11 SEPTEMBER 2014
HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN LAJU RESPIRASI DENGAN PERLAKUAN PERSENTASE GLUKOMANAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN LAJU RESPIRASI DENGAN PERLAKUAN PERSENTASE GLUKOMANAN Proses respirasi sangat mempengaruhi penyimpanan dari buah melon yang terolah minimal, beberapa senyawa penting
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu buah yang memiliki produktivitas tinggi di Indonesia adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu buah yang memiliki produktivitas tinggi di Indonesia adalah buah pisang. Tahun 2014, buah pisang menjadi buah dengan produksi terbesar dari nilai produksi
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016 Tema INOVASI PEMUDA DALAM PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA AGRIDAYA Pertanian dalam arti luas mencakup Pertanian,
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan
PENGKAJIAN MUTU FISIKOKIMIA BUAH SAWO SUKATALI ST1 (MANILCARA ZAPOTE L.) SELAMA PENYIMPANAN. Kampus IPB Darmaga Bogor 16680,
PENGKAJIAN MUTU FISIKOKIMIA BUAH SAWO SUKATALI ST1 (MANILCARA ZAPOTE L.) SELAMA PENYIMPANAN Sutrisno 1, Ismi M. Edris 2, Sugiyono 3 1) Staf Pengajar Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
BAB I PENDAHULUAN. Terong atau yang dikenal dengan nama latin Solanum melongena L.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terong atau yang dikenal dengan nama latin Solanum melongena L. adalah jenis tanaman yang hidup baik pada daerah tropis dan wilayah iklim sedang. Di daerah tropis terong
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP), Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Klorofil Daun Susut Bobot Laju Respirasi (O2 dan CO2)
DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN KARYA SKRIPSI... ii ABSTRACT... iii ABSTRAK... iv RINGKASAN... v HALAMAN PERSETUJUAN... vi TIM PENGUJI... vii RIWAYAT HIDUP... viii KATA PENGANTAR...
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Hasil sidik ragam pada lampiran 3a, bahwa pemberian KMnO 4 berpengaruh terhadap
IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pengaruh Konsentrasi KMnO 4 Terhadap Susut Berat Hasil sidik ragam pada lampiran 3a, bahwa pemberian KMnO 4 berpengaruh terhadap susut berat cabai merah berbeda nyata
PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN LOMBA KARYA ILMIAH POPULER. CREBs 2007
PERSYARATAN DAN PETUNJUK PENULISAN LOMBA KARYA ILMIAH POPULER CREBs 2007 A. Persyaratan Administratif 1. Tema tulisan seperti tertera di atas dengan sub tema: Peran biokimia dalam mengatasi permasalahan
Oleh : MELY YUSRA F FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
PENGARUH PERLAKUAN UAP PANAS (VAPOR HEAT TREATMENT) DAN PELILINAN TERHADAP LAJU lu3spirasi DAN PRODUKSI ETILEN PADA BUAH ALPUKAT (Persea americana, Mill) Oleh : MELY YUSRA F14104022 2008 FAKULTAS TEKNOLOGI
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengemasan Buah Nanas Pada penelitian ini dilakukan simulasi transportasi yang setara dengan jarak tempuh dari pengumpul besar ke pasar. Sebelum dilakukan simulasi transportasi,
Kajian Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Terhadap Mortalitas Lalat Buah dan Mutu Buah Mangga Gedong (Mangifera indica L) Selama Penyimpanan
Technical Paper Kajian Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Terhadap Mortalitas Lalat Buah dan Mutu Buah Mangga Gedong (Mangifera indica L) Selama Penyimpanan Study on the Effect of Gamma Rays Irradiation on
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. WARNA KULIT BUAH Selama penyimpanan buah pisang cavendish mengalami perubahan warna kulit. Pada awal pengamatan, buah berwarna hijau kekuningan dominan hijau, kemudian berubah
Sifat Fisiologis Pasca Panen PENYIMPANAN. a. Respirasi. a. Respirasi 12/17/2012
PENYIMPANAN Teknik Penanganan Pasca Panen Sifat Fisiologis Pasca Panen a. Respirasi b. Produksi Ethilen c. Transpirasi 17/12/2012 Fisiologi Pasca Panen 2011 1 d. Sensitivitas 17/12/2012 Fisiologi Pasca
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN TRUNOJOYO AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY EVENT 2017 1. Judul Paper : 2. Asal Institusi : 3. Identitas Ketua Tim Nama : Jenis Kelamin : Nomor Induk Siswa : Jurusan : Tempat/Tanggal lahir
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) TINGKAT MAHASISWA NASIONAL SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI)
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) TINGKAT MAHASISWA NASIONAL SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI) HIMPUNAN MAHASISWA AGRONOMI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2015 PANDUAN LOMBA A. Nama
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
METODOLOGI PENELITIAN
17 METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP) Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fateta-IPB.
TEKNOLOGI PENANGANAN PASCAPANEN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN
TEKNOLOGI PENANGANAN PASCAPANEN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN Oleh : Usman Ahmad Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013 Hak Cipta 2013 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau
III. BAHAN DAN METODE
21 III. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Vapor Heat Treatment Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Karawang, Jawa Barat. Waktu
Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017
Lampiran surat Nomor : /IT3.11/LT/2017 Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017 1. Peneliti diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Seminar Hasil PPM IPB Tahun 2017, termasuk pada
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) Tema INTEGRASI SEKTOR PERTANIAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2015 Tema INTEGRASI SEKTOR PERTANIAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Pertanian dalam arti luas mencakup Pertanian, Peternakan, Perikanan Kelautan,
Ratna Prodi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh
Jurnal EduBio Tropika, Volume, Nomor, April 04, hlm. -86 Ratna Ichwana Mulyanti Korespondensi: [email protected] APLIKASI PRE-COOLING PADA PENYIMPANAN BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) MENGGUNAKAN
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI)
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) I. UMUM 1. Jurnal Bisnis Administrasi (Jurnal BIS-A) adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Juni dan Desember.
KAJIAN PENYIMPANAN DINGIN BUAH MANGGIS SEGAR (Garcinia Mangostana L.) DENGAN PERLAKUAN KONDISI PROSES PENYIMPANAN 1
KAJIAN PENYIMPANAN DINGIN BUAH MANGGIS SEGAR (Garcinia Mangostana L.) DENGAN PERLAKUAN KONDISI PROSES PENYIMPANAN 1 Sutrisno 2, Ida Mahmudah 3, Sugiyono 4 ABSTRAK Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI) TINGKAT MAHASISWA NASIONAL
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI) TINGKAT MAHASISWA NASIONAL HIMPUNAN MAHASISWA AGRONOMI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2015 PANDUAN LOMBA A. Nama
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 16-18 SEPTEMBER 2014
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Umur Simpan Penggunaan pembungkus bahan oksidator etilen dapat memperpanjang umur simpan buah pisang dibandingkan kontrol (Lampiran 1). Terdapat perbedaan pengaruh antara P2-P7 dalam
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH No Penerimaan Abstrak : Judul : Nama Lengkap (dengan gelar) : Institusi : Telp/Fax / HP : Email : Dengan ini saya menyatakan: 1. Kesediaan hadir saat pemaparan makalah*)
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK SIFAT FISIK BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) VARIETAS SABURAI. Dwi Dian Novita 1) dan Asropi 2)
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK SIFAT FISIK BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) VARIETAS SABURAI Dwi Dian Novita 1) dan Asropi 2) 1) Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Laju Respirasi Respirasi merupakan proses metabolisme oksidatif yang mengakibatkan perubahan-perubahan fisikokimia pada buah yang telah dipanen.
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Hediyanto W. Husaini dan Triono Junoasmono Peran Infrastruktur Jalan Pantura Jawa dalam Rangka Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional Anastasia Caroline Sutandi Pengembangan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kadar Air Kulit Manggis Kadar air merupakan salah satu parameter penting yang menentukan mutu dari suatu produk hortikultura. Buah manggis merupakan salah satu buah yang mempunyai
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Karakteristik awal cabai merah (Capsicum annuum L.) diketahui dengan melakukan analisis proksimat, yaitu kadar air, kadar vitamin
PETUNJUK UNTUK PRESENTASI ORAL
1 IMPORTANT DATE : Pengumpulan naskah : 16 Juni 2016 Penerimaan naskah : 17 Juni 2016 Pengembalian naskah hasil reviewer : 24 Juni 2016 Penerimaan Revisi hasil reviewer tanggal : 2 Juli 2016 PETUNJUK UNTUK
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Panen dan Pascapanen Pisang Cavendish' Pisang Cavendish yang dipanen oleh P.T Nusantara Tropical Farm (NTF)
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Panen dan Pascapanen Pisang Cavendish' Pisang Cavendish yang dipanen oleh P.T Nusantara Tropical Farm (NTF) memiliki ciri diameter sekitar 3,1 cm. Panen pisang Cavendish dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. Lalat buah merupakan hama penting yang menyerang buah-buahan. Lalat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lalat buah merupakan hama penting yang menyerang buah-buahan. Lalat buah yang termasuk dalam Familia Tephritidae telah banyak diketahui sebagai organisme pengganggu
PANITIA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION PERHIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA - MALANG
Pendahuluan PANITIA PANDUAN LOMBA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION 2015 Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan. Sumberdaya yang melimpah menjadikan bangsa Indonesia sebagai tempat pembangunan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 8 Kardus tipe RSC yang digunakan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengemasan Pisang Ambon Kuning Pada simulasi transportasi pisang ambon, kemasan yang digunakan adalah kardus/karton dengan tipe Regular Slotted Container (RSC) double flute
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Ketimpangan Produksi Angkutan Barang dan Penumpang Tiap Moda Transportasi Jalur Utama Pantura Jawa Danang Parikesit Daya Saing Angkutan Barang Intermoda dalam Perspektif
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN Perubahan mutu yang diamati selama penyimpanan buah manggis meliputi penampakan sepal, susut bobot, tekstur atau kekerasan dan warna. 1. Penampakan Sepal Visual Sepal atau biasa
HARI TATA RUANG 2016 KOTA MALANG
1 PEDOMAN PENYUSUNAN PAPER HARI TATA RUANG TAHUN 2016 1. Ketentuan Umum Paper merupakan hasil dari penelitian, komparasi teori, dan case study dengan tema Kota Inklusif dan Lestari dengan sub tema Smart
Nurita Agustia 1, Raida Agustina 1, Ratna 1 Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
Volume 1, Nomor 1, November 2016 Pengaruh Kemasan Plastik Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Effect of plastic packaging and storage temperature on the shelf
I. PENDAHULUAN. Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu buah nonklimaterik
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu buah nonklimaterik berkulit tipis, memiliki rasa yang manis dan menyegarkan, juga memiliki kadar
ISSN : PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
ISSN : 2087-9679 PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi
POLA RESPIRASI BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) YANG DI-COATING DENGAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera barbadensis Miller) SELAMA PENYIMPANAN SKRIPSI
POLA RESPIRASI BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) YANG DI-COATING DENGAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera barbadensis Miller) SELAMA PENYIMPANAN SKRIPSI OLEH: FELANY SUTANTO NRP 6103013025 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: dan e-issn: X
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411 dan e-issn: 2442-238X PUSAT KAJIAN BAHASA DAN BUDAYA Akta Notaris Drs. Irwan Siregar, SH, M.Kn tanggal 21 Januari 2015 SK MENKUMHAM RI
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN PENDAHULUAN Dari penelitian pendahuluan diperoleh bahwa konsentrasi kitosan yang terbaik untuk mempertahankan mutu buah markisa adalah 1.5%. Pada pengamatan
