ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010
|
|
|
- Erlin Sudirman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya. Pengiriman makalah harus mengikuti panduan penulisan yang tertera pada halaman akhir atau menghubungi redaksi via telpon, faksimili atau . Makalah dapat dikirimkan langsung atau via pos dengan menyertakan hard- dan soft-softcopy, atau . Penulis tidak dikenai biaya penerbitan, akan tetapi untuk memperoleh satu eksemplar dan 10 re-prints dikenai biaya sebesar Rp Harga langganan Rp per volume (2 nomor), harga satuan Rp per nomor. Pemesanan dapat dilakukan melalui , pos atau langsung ke sekretariat. Formulir pemesanan terdapat pada halaman akhir. Penanggungjawab: Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Dewan Redaksi: Ketua Anggota : Wawan Hermawan : Asep Sapei Kudang B. Seminar Daniel Saputra Bambang Purwantana Y. Aris Purwanto Redaksi Pelaksana: Ketua : Rokhani Hasbullah Sekretaris : Satyanto K. Saptomo Bendahara : Emmy Darmawati Anggota : Usman Ahmad I Wayan Astika M. Faiz Syuaib Ahmad Mulyawatullah Penerbit: Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB Bogor Alamat: Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp , Fax , [email protected] atau [email protected]. Website: ipb.ac.id/~jtep. Rekening: BRI, KCP-IPB, No a/n: Jurnal Keteknikan Pertanian Percetakan: PT. Binakerta Adiputra, Jakarta
3 Ucapan Terima Kasih Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian mengucapkan terima kasih kepada para Mitra Bestari yang telah menelaah (mereview) naskah pada penerbitan Vol. 24 No. 2 Oktober Ucapan terima kasih disampaikan kepada: Prof. Dr.Ir. Armansyah H Tambunan, M.Sc (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Prof.Dr.Ir. Budi Raharjo, MSAE (Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada), Dr.Ir. Lilik Soetiarso, M.Eng (Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada), Prof.Dr.Ir. Daniel Saputra, MS (Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya), Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Hermantoro, MS (INSTIPER Yogyakarta), Prof.Dr.Ir. Roni Kastaman, MT (Departemen Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran),Dr. Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Leopol O Nelwan, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. I Wayan Astika, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Usman Ahmad, M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Radite Praeko AS, M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Wawan Hermawan, MS (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. I Dewa Made Subrata, M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Satyanto Krido Saptomo, S.TP, M.Si (Departemen Teknik Sipil dan lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB).
4 Technical Paper Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra Untuk Kopi Beras Design of Intelligent Sorting System based on Image Processing for Green Coffee Dedy W. Soedibyo 1, Usman Ahmad 2, Kudang B. Seminar 3, I Dewa Made Subrata 4 Abstract Coffee has good prospects as a motor of development in Indonesian agribusiness and agroindustry, therefore needs to be handled properly and professionally. Grading process in commercial green coffee as grain commodity is still done manually. This process has the disadvantage of low efficiency, objectivity and the level of consistency. Therefore his needed a machine that can work automatically to classify the quality of the green coffee by visual inspection. The objective of this study was to design the green coffee sorting machine controlled by a computer based on image processing program consisted of conveyor belt, the image capture station used two digital cameras, and the parallel simulator divider. The design of sorting machine was used for the development of the green coffee sorting system that will be categorized into four quality classes based on the qualifications according to the standard of SCAA (Specialty Coffee Association of America). Keywords: sorting machine, green coffee, image processing, computer program Diterima: 14 Juli 2010; Disetujui: 11Oktober 2010 Pendahuluan Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor kopi utama ke empat di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Volume ekspor dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan walaupun terjadi fluktuasi akibat tidak stabilnya harga pasar kopi dunia. Dengan harga US$. 2,498/ton untuk kopi arabica, komoditi kopi sangat prospektif sebagai motor pembangunan agribisnis dan agroindustri Indonesia. Pemantauan dan peningkatan mutu kopi yang diperdagangkan, terutama untuk pasar ekspor ke luar negeri merupakan suatu syarat penting dalam penanganan produk kopi. Pemutuan kopi sebagai komoditas bijian secara mekanik di Indonesia saat ini masih terbatas pada pemutuan berdasarkan ukuran (Widyotomo, 2005) dan densitas. Sortasi secara visual untuk kopi beras masih dilakukan dengan metode manual. Proses ini memiliki kekurangan pada rendahnya efisiensi, rendahnya obyektifitas, dan rendahnya tingkat konsistensi. Beberapa alat sortasi secara visual menggunakan pengolahan citra telah dikembangkan di Indonesia seperti untuk jeruk, manggis, dan mangga (Susanto, 2000) telah dapat menyeleksi berdasarkan ukuran dan warna dengan optimal. Kendati demikian alat sortasi secara visual untuk bijian terutama untuk kopi beras masih belum dikembangkan di Indonesia. Untuk menunjang pemantauan dan peningkatan mutu kopi yang diperdagangkan, terutama untuk pasar ekspor ke luar negeri, diperlukan metode sortasi yang lebih baik. Selain itu untuk mengantisipasi tantangan dimasa mendatang pada saat tenaga kerja manusia sudah langka proses sortasi visual manual dengan tenaga manusia akan menjadi operasi yang mahal. Pengolahan citra menggunakan sistem visual berdasarkan sensor elektro-optika mempunyai kemampuan yang lebih peka, tepat, dan obyektif daripada kemampuan visual manusia. Dimasa mendatang investasi pada mesin sortasi kopi beras ini lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Pengelompokan mutu dalam banyak kelas masih digunakan oleh metode SCAA (Specialty Coffee Association of America), Brasil / New York (Cofferesearch, 2008), dan bahkan SNI (SNI, 2008). Metode ini memberikan banyak tingkatan 1 Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan I Jember, [email protected]. 2 Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin & Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. [email protected] 3 Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin & Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. [email protected] 4 Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin & Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. [email protected] 67
5 Vol. 24, No. 2, Oktober 2010 harga yang sangat sensitif terhadap mutu daripada hanya sekedar accept dan reject. Oleh karena itu semakin banyak kelas mutu yang dapat dipisahkan oleh suatu sistem sortasi maka akan semakin menguntungkan dari sisi ekonomi. Biji kopi Robusta dan Arabika dapat dibedakan dengan nyata secara makroskopis. Biji kopi Arabika lebih besar dari biji kopi robusta. Panjang biji kopi arabika sekitar 8-12 mm dan lebar 6-8 mm, rasio panjang dan lebar 6-7 mm dengan rasio Buah kopi mempunyai kisaran berat antara 100 mg sampai 200 mg dan densitas antara (Asiedue, 1989). Berdasarkan penanganan bijian ada dua tipe mesin sortasi, yaitu tipe konveyor sabuk dan tipe meluncur (chute). Tipe sabuk memiliki keterbatasan pada sisi pemeriksaan yang hanya diperiksa pada satu sisi saja, keunggulannya adalah memungkinkan pemisahan mutu lebih dari dua kategori. Sedangkan tipe luncur hanya dapat memisahkan mutu dalam dua katagori saja (accept dan reject). Keunggulannya adalah pemeriksaan dilakukan pada dua sisi permukaan bijian, karena kontruksinya memungkinkan untuk penempatan kamera yang berseberangan. Tipe luncur kapasitas prosesnya dapat lebih dari 1500 biji per menit Pearson (2006), sedangkan pada tipe sabuk dilaporkan tertinggi hanya 1896 biji per menit (Wan et al., 2002). Dari segi kompleksitas, tipe luncur membutuhkan kamera dengan kecepatan tinggi yang mahal harganya dan menuntut penggunaan mikrokontroler berkecepatan tinggi tanpa sistem operasi (PC) untuk mengimbangi kecepatan proses. Sedangkan pada tipe sabuk penggunaan PC untuk mengolah sistem pemeriksaan masih dapat dilakukan. Penelitian ini berusaha untuk menggabungkan keunggulan dan mengurangi kekurangan yang dimiliki oleh dua metode tersebut (belt dan chute), dan dilakukan secara real time, serta dengan objek majemuk. Penanganan kopi beras dilakukan dengan menggunakan konveyor tipe belt, dan dilakukan pengambilan citra menggunakan dua kamera yang diletakkan secara berseberangan. Metode ini dilakukan dengan cara memanipulasi penahan konveyor belt sehingga pengambilan citra dengan dua kamera mungkin untuk dilakukan. Penggunaan belt konveyor serta penyusunan kopi beras dalam matriks ditujukan untuk pemeriksaan mutu kopi beras secara majemuk. Kendati demikian proses pengukuran mutu dilakukan secara individual. Metode ini juga memungkinkan untuk memisahkan kopi beras dalam empat kelas mutu. Berbeda dengan metode curah seperti yang dilaporkan oleh Pearson (2006), meskipun memiliki kecepatan tinggi, namun hanya bisa memisahkan obyek bijian dalam dua kelas mutu saja (accept dan reject). Harapan dari penelitian ini adalah seluruh permukaan kopi beras dapat ditangkap oleh kamera, sehingga menjamin pemutuan yang lebih akurat. 68 Lingkup penelitian ini adalah pengembangan sistem sortasi biji kopi beras yang akan mengkategorikan kelas mutu kopi beras menjadi empat kelas mutu berdasarkan kualifikasi menurut SCAA, menggunakan pengolahan citra dan JST. Sebagai sensor akan digunakan dua kamera warna digital, sedangkan sistem sortasi yang terdiri dari stasiun pengambilan citra, belt dan motor penggeraknya akan dikonstruksi berdasarkan rancangan yang akan diuraikan dalam metodologi. Identifikasi mutu kopi beras menggunakan simulator pemisah paralel sebagai pengganti sistem pemisah yang sesungguhnya juga akan dijelaskan pada bagian metodologi. Metodologi Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel kopi beras dengan jenis Coffea arabika pada berbagai kelas mutu yang diperoleh dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat sistem pengolah citra yang telah terintegrasi dengan IC PPI 8255 dan terdiri dari: 1 Perangkat komputer dengan port paralel dan USB 2 Dua buah kamera CMOS digital DFK 21BUC03 dari The ImagingSource menggunakan standar perantara USB sebagai komponen utama stasiun pengambilan citra/ 3 Lampu fluorescent yang terintegrasi dengan stasiun pengambilan citra dan dapat diatur sudut penyinaran serta ketinggiannya 4 Perangkat sensor infra merah berupa LED infra merah (IR) dan penerima IR (receiver) 5 Motor stepper dari Sanyo Denki type 103H B1 yang dilengkapi dengan DC type Power Supply Driver PMM-BD Perangkat perluasan input/output digunakan peripheral interface card yang menggunakan IC 8255 yang memiliki 24 port I/O yang dihubungkan pada port paralel PC dengan konektor DB 25 pin male 7 Prototype mesin sortasi berupa konveyor dengan penggerak berupa motor stepper 8 Simulator pemisah paralel dirancang menggunakan 16 buah LED yang terhubung dengan port keluaran dari PPI Sistem Mesin Sortasi Penelitian pemutuan kopi beras terdiri atas bagian fungsional sebagai berikut ini. 1 Kamera digital - dalam terminologi sistem kontrol kamera digital ini berfungsi sebagai sensor, dan mengirimkan sinyal citra ke komputer. Kamera digital mengambil data citra pada periode waktu
6 tertentu (time based) yaitu pada saat bijian yang disusun (konfigurasi matrik 4 x 4) pada konveyor berada pada bidang pengambilan citra. Penambahan LED dan penerima IR sebagai perangkat pengindera posisi memberikan konsekuensi pengambilan citra dilakukan berdasarkan posisi belt (position based) 2 Motor stepper merupakan komponen penggerak belt. Gerakan step berdasarkan waktu (time based) dan posisi belt (position based) yang dikontrol oleh komputer 3 Konveyor belt sebagai alat pembawa biji kopi beras yang disusun dalam matriks bijian sekaligus sebagai background pengolahan citra 4 Komputer merupakan otak dari kegiatan pengontrolan berfungsi mengatur gerakan motor stepper, menerima sinyal penerima IR (receiver IR), mengaktifkan 2 kamera, mengolah sinyal citra dari 2 kamera, menentukan kelas mutu kopi beras, dan memberi perintah aktif kepada simulator. Seluruh kegiatan dilakukan dalam urutan tertentu (sequence) dan berdasarkan waktu (time based) 5 Simulator pemisah bijian memiliki konfigurasi yang sama dengan susunan biji, akan menerima sinyal perintah dari komputer untuk menyalakan LED untuk mengidentifikasi kelas mutu kopi beras secara individual. Proses kerja simulator ini berdasarkan posisi (position based) dan berdasarkan event base (event yang dimaksudkan adalah kelas mutu biji kopi secara individual yang telah ditentukan oleh komputer terhadap posisi biji pada matriks bijian). Kelas mutu biji kopi pada posisi matriks bijian tertentu akan menentukan apakah simulator akan menyala atau padam pada saat matriks bijian berada dibawah simulator. Berdasarkan penjelasan diatas maka sistem kontrol untuk pemutuan biji kopi beras bekerja berdasarkan strategi kontrol open loop dan kontrol proses diskret. Kontruksi sistem mesin sortasi terdiri atas berikut ini. dan ditampilkan oleh monitor komputer sama atau mendekati aslinya, sedikit timbul bayangan, dan tidak ada cahaya berlebih yang mempengaruhi warna obyek. Proses ini juga untuk mengetahui background yang paling baik untuk digunakan dalam pengambilan citra. Pengambilan citra dilakukan pada saat obyek dalam keadaan diam, dan dilakukan pada kedua sisi (permukaan atas dan bawah) secara bergantian untuk menjamin diperoleh keseluruhan informasi citra bijian. Sinyal dari penerima IR berfungsi memberi isyarat agar belt diam melalui salah satu port PPI 8255, sehingga memungkinkan perekaman citra dalam keadaan diam. Diagram stasiun pengambilan citra digambarkan sebagai berikut ini. Motor Penggerak dan Sistem Konveyor Konveyor belt sebagai alat pembawa sekaligus background akan dirancang berdasarkan metode pengambilan citra secara jamak. Mesin sortasi membutuhkan susunan bahan yang teratur, sehingga susunan kopi beras diatur dalam bentuk matriks 4 x 4. Sebagai sumber penggerak konveyor adalah motor stepper yang dirancang dengan kecepatan yang sesuai dengan kebutuhan waktu pengambilan citra oleh kamera digital dan memenuhi kebutuhan waktu proses pengolahan citra. Pengontrolan motor stepper dilakukan oleh komputer melalui perantara port PPI Proses penentuan mutu biji kopi beras dilakukan perkolom. Untuk itu diperlukan gerakan berupa step dengan jeda waktu tertentu. Jeda waktu inilah yang akan digunakan untuk melakukan pengambilan citra, melakukan pengolahan citra, melakukan analisa JST (propagasi maju untuk prediksi) untuk menentukan kelas mutu individual dari biji kopi beras, dan menentukan operasi simulator. 1. Stasiun pengambilan citra 2. Motor penggerak dan sistem konveyor 3. Simulator pemisah paralel 4. Sistem kontrol dan aliran data. Pengembangan Sistem Stasiun Pengambilan Citra Stasiun pengambilan citra terdiri atas bagian utama berupa dua kamera digital. Prosedur image acquisition akan dilakukan untuk mendapatkan hasil citra kopi yang terbaik. Proses ini didahului dengan penentuan jarak kamera dan penentuan proses penyinaran hingga didapatkan penyinaran yang seragam dan optimal. Metode penentuan image aquisition adalah trial and error. Apabila proses ini berhasil maka citra yang ditangkap kamera digital Gambar 1. Diagram stasiun pengambilan citra Gambar 2. Diagram motor stepper dan belt 69
7 Vol. 24, No. 2, Oktober 2010 Pengembangan Simulator Pemisah Paralel Simulator pemisah paralel terdiri atas rangkaian LED pada PCB yang berjumlah 16 LED dan bersesuaian letaknya dengan matriks lubang pada konveyor. Masing-masing LED memiliki identitas tersendiri yang meliputi seluruh kelas mutu kopi. Aksi LED akan di kendalikan oleh program komputer melalui interface dengan IC 8255 melalui port paralel komputer. Sinyal dari penerima IR berfungsi memberi isyarat posisi simulator pemisah paralel sudah bersesuaian dengan matriks bijian. Sehingga pada saat tersebut proses identifikasi bisa dimulai. Interface penerima IR melalui salah satu port PPI Diagram simulator pemisah paralel digambarkan sebagai berikut ini. Perancangan Sistem Kontrol dan Aliran Data Aksi pengontrolan yang dilakukan oleh mesin adalah gerakan belt konveyor, pembacaan pengindera posisi, pengambilan citra oleh kamera, penentuan tingkat mutu berdasarkan lokasi biji kopi, dan aksi simulator pemisah paralel pada lokasi yang bersesuaian dengan kelas mutu biji kopi. Kegiatan diatas merupakan suatu kegiatan yang sekuensial sehingga harus dilakukan secara berurutan dan saling bergantung antara satu dengan yang lainnya. Keseluruhan pengaturan diatur dengan program komputer yang terintegrasi dengan PPI 8255 melalui port paralel komputer. Belt memiliki lubang pengindera posisi pada pangkal bawah tiap matriks bijian. Pada mesin sortasi dipasang LED infra merah sebagai sumber gelombang infra merah (IR) dan penerimanya (receiver) yang diletakkan berseberangan, dengan LED IR berada dibawah belt, sedang penerima IR di atas belt dengan jarak kurang dari 10 cm. Penginderaan posisi pada prosedur pengambilan citra dilakukan dengan cara memanfaatkan lubang pengindera posisi. Jika lubang pengindera posisi segaris dengan LED IR dan penerima IR, maka gelombang IR akan ditangkap penerima IR dan memberikan sinyal ON. Sinyal ini diteruskan melalui paralel port PC dan diterima oleh program kontrol, kemudian rogram kontrol akan memberikan sinyal agar pada motor stepper agar belt berhenti. Stasiun pengambilan citra ini dibangun dengan pondasi yang kokoh agar getaran yang akibatkan gerakan mesin tidak mempengaruhi hasil pengambilan citra. Waktu pengambilan citra secara bergantian untuk kedua kamera dialokasikan selama 0.5 detik. Kaca transparan diletakkan dibagian bawah belt agar kamera bawah dapat mengambil citra permukaan bawah kopi beras. Plat pelindung berfungsi untuk menghalangi pengaruh cahaya luar. Hasil dan Pembahasan Pengembangan Sistem Stasiun Pengambilan Citra Hasil image acquisition dengan resolusi citra 640 x 480 menunjukkan bahwa jarak optimal kamera dengan obyek adalah adalah 207 milimeter dan jarak pencahayaan 300 milimeter. Citra yang ditangkap kamera digital dan ditampilkan oleh monitor komputer sama atau mendekati aslinya, sedikit timbul bayangan, dan tidak ada cahaya berlebih yang mempengaruhi warna obyek Citra yang dihasilkan setiap frame berisi 16 kopi beras yang disusun dalam bentuk matriks 4 x 4. Sebagai background adalah belt berlubang yang berwarna putih. Lubang tersebut berfungsi sebagai tempat dudukan biji. 70 Gambar 3. Diagram simulator pemisah paralel Gambar 4. Stasiun pengambilan citra.
8 Motor Penggerak dan Sistem Konveyor Belt didesain dengan lubang-lubang dengan permukaan bulat dengan diameter 9 mm. Lubanglubang tersebut membentuk matrik 4 x 4 dengan ukuran yang disesuaikan dengan biji kopi. Berikut ini adalah gambaran potongan belt konveyor dari desain diatas. Jarak horizontal antara pusat lubang dirancang dengan ukuran 33.3 mm, sedangkan jarak vertikal antara pusat lubang adalah 25 mm. Hal ini didasarkan atas ukuran maksimal biji yang belum kupas kulit adalah 15 mm. Dengan ukuran diatas diharapkan posisi biji tidak akan saling tumpang tindih. Ukuran lebar belt yang digunakan adalah 150 mm dengan ketebalan 5 milimeter. Pada setiap pangkal bawah matriks bijian terdapat lubang untuk penginderaan posisi. Sedangkan dimensi dari rancangan belt adalah sebagai berikut ini. Proses penentuan mutu biji kopi beras dilakukan perkolom. Untuk itu diperlukan gerakan berupa step dengan jeda waktu tertentu. Antara kolom bijian terdapat jarak 33.3 milimeter dengan waktu tempuh yang direncanakan adalah 0.5 detik. Sedangkan Gambar 5. Rancangan belt koveyor mesin sortasi biji kopi Gambar 6. Dimensi rancangan belt koveyor mesin sortasi biji kopi Gambar 7. Konfigurasi dan diagram simulator pemisah paralel antara matriks bijian 1 dan matriks bijian 2 terdapat jarak sebesar milimeter. Jika gerakan tiap 33.3 milimeter merupakan 1 step (selanjutnya disebut sebagai step konveyor) dan kolom 1 baris 1 matriks bijian 1 berada di titik A adalah start, maka kolom 1 baris 1 (1 1) matriks bijian 2 akan berada pada titik A setelah 7 step konveyor atau dalam waktu 3.5 detik (jarak mm). Jika ditambahkan dengan waktu pengambilan citra selama 0.5 detik, maka jeda waktu yang dibutuhkan tiap matriks menempati posisi yang sama adalah 4 detik. Jeda waktu inilah yang akan digunakan untuk melakukan pengambilan citra, melakukan pengolahan citra, melakukan analisa JST (propagasi maju untuk prediksi) untuk menentukan kelas mutu individual dari biji kopi beras. Langkah kedua adalah menentukan ukuran (diameter) dari puli konveyor. Pemilihan disain puli yang cocok berdasarkan aspek fungsional dan ekonomis adalah desain diameter puli milimeter atau 4.97 inchi yaitu dengan 42 step motor tiap step konveyor. Dari sisi diameter ukurannya tidak terlalu besar dan proporsional dengan panjang konveyor (ditunjukkan pada gambar). Jika dilihat dari RPM yang dibutuhkan juga tidak terlalu tinggi, yaitu sebesar rpm, sehingga cukup aman dari pengaruh slip. Berdasarkan uraian diatas maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 step konveyor adalah 0.5 detik. Langkah berikutnya adalah menentukan panjang sabuk konveyor. Pada permukaan belt terdiri atas 14 matriks bijian dan 14 jarak antar matriks dengan ukuran total milimeter, berdasarkan uraian ini maka panjang sabuk adalah 14 * = 3266 milimeter. Pengembangan Simulator Pemisah Paralel Proses pengendalian simulator disesuaikan dengan posisi dan kelas mutu dari kopi beras yang telah diperiksa oleh program komputer. Penempatan simulator sejajar dengan belt, sehingga pada saat identifikasi posisi kopi beras berada di bawah simulator. Waktu memulai identifikasi ditentukan oleh sinyal yang diterima penerima IR, hal ini dimungkinkan karena sinyal LED IR diteruskan oleh lubang yang berada di belt. Proses penempatan serta penggunaan LED IR, penerima IR, dan lubang belt sama dengan sub sistem stasiun pengambilan citra. Berdasarkan rancangan belt diatas, maka simulator akan mulai mengidentifikasi satu set matriks bijian setiap 4 detik. LED yang menyala menunjukkan kelas mutu dari kopi beras. Gambar dibawah ini menunjukkan step awal (0) dan step akhir (7) proses identifikasi kelas mutu kopi beras menggunakan simulator pemisah paralel. Dengan demikian keseluruhan kopi beras pada matriks bijian dapat diidentifikasi. 71
9 Vol. 24, No. 2, Oktober 2010 Perancangan Sistem Kontrol dan Aliran Data Proses pertama yang terjadi adalah penyalaan motor stepper, belt yang telah terisi oleh kopi bergerak satu langkah tiap 0.5 detik. Pada saat matriks bijian pertama berada pada posisi pengambilan citra, kamera mulai mengambil citra secara bergantian. Pengambilan citra ini dipicu oleh pengindera posisi (sensor IR). Aliran data yang terjadi pada mesin adalah informasi sinyal citra digital dari kamera melalui koneksi USB. Sinyal tersebut merupakan sinyal yang berisi frame citra dari 16 biji kopi (dari matrik 4 x 4). Sinyal tersebut akan diekstraksi kemudian ditentukan parameter mutu masingmasing kopi beras pada tiap-tiap lokasi lubang oleh program pengolahan citra. Parameter mutu yang diperoleh akan dianalisis oleh JST kemudian kelas mutu pada masing-masing 16 kopi beras tersebut ditentukan melalui propagasi maju. Kelas mutu dan lokasi merupakan variabel yang dipetakan satu-satu sehingga setiap biji memiliki property kelas mutu dan lokasi yang spesifik. Informasi kelas mutu dan lokasi ini akan disimpan oleh program untuk digunakan sebagai penentuan aksi simulator pemisah paralel, sehingga jika terjadi korelasi kelas mutu dan lokasi biji kopi maka LED akan hidup. Setelah dibangun sistem pemeriksaan mutu menggunakan teknik pengolahan citra yang dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan, serta program kontrol untuk menggerakkan motor stepper, maka perangkat lunak perlu diintegrasikan ke dalam rancangan alat secara keseluruhan, agar terbentuk prototipe mesin sortasi dan pemutuan kopi yang dapat bekerja secara otomatis. Faktorfaktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan modifikasi sebelum melakukan integrasi adalah faktor kecepatan proses pemeriksaan mutu oleh sistem evaluasi, jarak tempuh obyek, kecepatan 72
10 ban berjalan, dan sistem pencahayaan pada sistem pengolahan citra. Diagram waktu dari operasi mesin sortasi biji kopi disajikan pada gambar berikut ini. Kesimpulan 1. Aplikasi dua kamera pada mesin sortasi kopi beras tipe konveyor belt memungkinkan untuk dibangun dengan menggunakan kaca transparan sebagai pengganti penahan belt. 2. Pemeriksaan mutu kopi beras secara majemuk dapat menggunakan konveyor belt yang memiliki lubang-lubang dudukan biji berbentuk matriks. Daftar Pustaka Asidue J Processing tropical crops. The macmillan press Ltd. Coffeeresearch com Pearson TC Low-cost bi-chromatic image sorting device for grains. ASABE Annual International Meeting SNI (SNI). Standar Nasional Indonesia Biji Kopi (SNI ). Badan Standar Nasional. Susanto, Suroso, Purwadaria HK, dan Budiastra IW Classification of mango by neural network based on near infrared diffuse reflectance. Gambar 8. Diagram waktu dari operasi mesin sortasi biji kopi Gambar 9 Dimensi rancangan mesin sortasi 73
11 Vol. 24, No. 2, Oktober 2010 Proceedings of Biorobotic II, November 2000, Sakai, Osaka, Japan. Wan YN. et al Rice quality classification using an automatic grain quality inspection system. Food & Process Engineering Institute of ASAE. ASAE Annual Meeting as Paper No Wan YN Kernel handling performance of an automatic grain quality inspection system. Food & Process Engineering Institute of ASAE. ASAE Annual Meeting Paper No
12 PEDOMAN PENULISAN Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan media publikasi untuk tulisan asli yang belum pernah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dan berkaitan dengan teknik pertanian(agricultural engineering) secara luas. 1. Pedoman Umum Naskah termasuk Abstract diketik menggunakan program Microsoft Word huruf Times New Roman 12 point (font 12), ukuran kertas A4 (21x29.5cm). Pias 3 cm, spasi 1.5, maksimum 15 halaman termasuk tabel dan gambar s erta diberi nomor halaman pada sudut bawah sebelah kanan. Tabel dan gambar diletakkan pada akhir naskah atau pada lembar dan file terpisah. Pengiriman naskah bisa melalui pos berupa CD berisi file softcopy ataupun melalui . Bila dikirim melalui pos, ditujukan ke alamat: Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Kampus IPB Dramaga, Bogor [email protected] atau [email protected] 2. Susunan Naskah Naskah disusun dalam urutan Judul, Penulis dan alamat instansinya, Abstract, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka, Tabel dan Gambar. Naskah undangan tidak harus mempunyai susunan seperti tersebut di atas. 3. Judul Judul memberikan subyek penelitian dengan ringkas dan dicetak tebal (bold) dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali untuk kata depan dan kata sambung. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia harus disertai judul dalam Bahasa Inggris yang dicetak miring (italic). Judul dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 14 kata dan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata. Nama lengkap, nama lembaga afiliasi serta alamat para penulis, ditulis secara berurutan di bawah Judul. Tambahkan alamat pada nama penulis untuk korespondensi. Contoh Penulisan Judul: Pemodelan Sistem Filtrasi Terkendali pada Sistem Resirkulasi Pembenihan Ikan Modeling Controlled Filtration System in Fish Hatchery Recirculation System Alfin Najwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor, [email protected] Ikhlasul Amal, Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. 4. Abstract dan Kata Kunci Abstract menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dan di dalamnya tidak terdapat kutipan pustaka. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam satu paragraf tidak lebih dari 200 kata. Kata kunci ditulis setelah Abstarct maksimum 5 kata, masing-masing dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kata kunci yang ditulis pertama merupakan kata kunci yang terpenting. 5. Naskah Utama Penulisan sub judul utama (Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di tengah. Pendahuluan menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, perumusan dan pemecahan masalah, status ilmiah (state of the art) penelitianpenelitian terdahulu serta tujuan dan hasil penelitian yang diharapkan. Bahan dan Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan atau cara-cara untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan mencantumkan data yang diperoleh, analisis data, temuan-temuan yang spesifik serta perbandingannya dengan penelitianpenelitian terdahulu secara berurutan sesuai dengan urutan dalam tujuan. Hindari penyajian tabel dan gambar dari data yang sama. Sub-sub judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di sebelah kiri. Kata/kalimat dalam bahasa asing ditulis miring. Nama organisma harus diikuti dengan nama ilmiahnya secara lengkap pada pengungkapan
13 pertama. Singkatan pertama kali ditulis di dalam kurung setelah kata-kata yang disingkatnya. Penulisan angka mengggunakan US System seperti: 1,000,000 menyatakan satu juta dan 2.5 menyatakan dua lima per sepuluh. Sistem satuan yang digunakan adalah SI Unit: cgs (centimeter, gram, second/detik). Simbol/notasi ditulis menggunakan huruf miring dan disertai keterangannya pada pengungkapan pertama. Persamaan diberi nomor urut yang dituliskan di belakang persamaan dan di dalam tanda kurung. 6. Tabel dan Gambar Tabel ditulis dalam halaman terpisah setelah halaman terakhir dari naskah. Di dalam naskah cantumkan nomor dan judul tabel pada paragraf dimana tabel tersebut akan ditempatkan. Contoh pada naskah:...sifat fisik bahan pada masing-masing kadar air ditunjukkan pada Tabel 1. [Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air] Contoh pada halaman tabel: Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka mencantumkan pustaka-pustaka bermutu (primer, mutakhir dan relevan) yang dirujuk saja. Pustaka diketik berdasarkan urutan alfabet dari nama akhir (nama keluarga) penulis pertama dan tahun. Apabila terdapat beberapa pustaka yang ditulis yang sama, tambahkan huruf a, b dan seterusnya di belakang tahun. Pustaka dari internet hanya boleh dilakukan bila berasal dari lembaga yang resmi. Berikut beberapa contoh penulisan pustaka : Jurnal : Suhardiyanto, H., M.M. Fuad dan Y. Widiningrum Analisis pindah panas pada pendinginan dalam tanah untuk sistem hidroponik. Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.21 (4): Prosiding : Fukuda, T.,Y. Nakano, Kuroda, S. Takeuchi, B.I.Setiawan, A. Sapei and F. Nurrochmad Water manajemen and water quality of paddyarea in Cidanau watershed at West Java. Proceedings of the 1 st Seminar: Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production, Tokyo, February 21-23, p Buku : Morga, R.P.C Soil Erosion and Conservation. 2 nd Ed. Longman. Harlow Gambar dibuat hitam putih (B/W) atau greyscale dalam lembaran terpisah pada halaman terakhir setelah halaman tabel. Apabila ukurannya besar, gambar dapat disimpan dalam file terpisah yang lain( *.jpg, *.gif, *.wmf atau *.emf). Di dalam naskah cantumkan nomor dan nama gambar pada paragraf dimana gambar tersebut akan diletakkan. Contoh pada naskah:..(paragraf sebelumnya) [Gambar 1. Perubahan suhu dengan waktu proses pengendalian]..(paragraf sesudahnya) Bab dalam buku : Howell, T.A., F.K. Alijiburi, H.M. Gitlin, I. Pai Wu, A.W.Warrick dan P.A.C. Raats Design and operation of trickle (drip) irrigation, in Jensen, M.E.(Ed.). Design and Operation of Farm Irrigation System. ASAE. Michigan. p Skripsi/Tesisi/Disertasi : Arifanto, T Teknik perbaikan filter fisik dan filter kimia pada sistem resirkulasi pembenihan ikan patin. (Skripsi). Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.
14 FORMULIR PEMESANAN JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN 1 Kepada Yth. Sekertariat Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Bogor Tel: ; Fax: [email protected] & [email protected]; Website: Bersama ini, saya Nama Alamat Telp. HP 1. Memesan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- per eksemplar, belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Vol/No/Tahun Jumlah 2. Memesan re-prints Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Per set (10 eksemplar) Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Judul Penulis Vol/No/Tahun Jumlah 3. Berlangganan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Mulai Tahun Sampai Tahun Jumlah Pembayaran kami lakukan melalui wesel pos ke alamat redaksi/transfer, ke Rekening No , BRI KPC IPB, a/n Jurnal Keteknikan Pertanian 2. Bersama ini disampaikan bukti pembayarannya 3. Pemesan, [ ] 1 Formulir pemesanan ini dapat di-download di 2 Coret yang salah satu 3 Pengiriman hanya dilakukan setelah Seketariat menerima bukti pembayaran
RANCANG BANGUN SISTEM SORTASI CERDAS BERBASIS PENGOLAHAN CITRA UNTUK KOPI BERAS
RANCANG BANGUN SISTEM SORTASI CERDAS BERBASIS PENGOLAHAN CITRA UNTUK KOPI BERAS Dedy W. Soedibyo, Usman Ahmad, Kudang B. Seminar, dan I Dewa Made Subrata Abstrak Komoditas kopi memiliki prospek yang baik
Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra Untuk Kopi Beras
Technical Paper Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra Untuk Kopi Beras Design of Intelligent Sorting System based on Image Processing for Green Coffee Dedy W. Soedibyo 1, Usman
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.25, No.1, April 2011
ISSN No. 0216-3365 Vol.25, No.1, April 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc Prof.Dr.Ir.
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA
SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA Syahrul 1, Andi Kurniawan 2 1,2 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.116,
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Dalam bab ini membahas pengujian dan analisa alat yang telah dirancang dan dibuat. Pengujian alat dimulai dari masing-masing komponen alat sampai dengan pengujian keseluruhan
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan
Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017
Lampiran surat Nomor : /IT3.11/LT/2017 Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017 1. Peneliti diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Seminar Hasil PPM IPB Tahun 2017, termasuk pada
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS)
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS) Ketentuan Umum 1. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan
Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller
Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller Thiang, Handy Wicaksono, David Gunawan Sugiarto Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor : Dr.Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah
ISSN : PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
ISSN : 2087-9679 PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi
PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017
PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017 PROGRAM STUDI D3 OTOMASI SISTEM INSTRUMENTASI DEPARTEMEN TEKNIK FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus B Jalan Srikana 65 Surabaya 60286 Telp:
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI)
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) I. UMUM 1. Jurnal Bisnis Administrasi (Jurnal BIS-A) adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Juni dan Desember.
TATA TULIS JURNAL. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS JURNAL Fakultas Teknik Elektro 1 Struktur Jurnal Judul Jurnal Nama penulis Abstrak (bahasa Indonesia) Abstract (bahasa Inggris) Pendahuluan Pembahasan penelitian Kesimpulan dan saran. Daftar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sudah menjadi trend saat ini bahwa pengendali suatu alat sudah banyak yang diaplikasikan secara otomatis, hal ini merupakan salah satu penerapan dari perkembangan teknologi dalam
BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT
37 BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Tujuan Pengukuran dan Pengujian Pengukuran dan pengujian alat bertujuan agar dapat diketahui sifat dan karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi serta cara kerja
PANITIA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION PERHIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA - MALANG
Pendahuluan PANITIA PANDUAN LOMBA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION 2015 Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan. Sumberdaya yang melimpah menjadikan bangsa Indonesia sebagai tempat pembangunan
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi Pangan
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN
TEKNIK MESIN PERTANIAN DAN PANGAN Koordinator Mayor : Dr.Ir. Yohanes Aris Purwanto, M.Sc Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng Prof.Dr.Ir. Herry
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER
BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER 2.1 Gambaran Umum Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan pada Bab I, tujuan skripsi ini adalah merancang suatu penentu axis Z Zero Setter menggunakan
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
3. METODE. Metode Penelitian. Waktu dan Lokasi Penelitian
3. METODE Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan sistem. Pendekatan sistem merupakan suatu metodologi pemecahan masalah yang diawali dengan identifikasi serangkaian
Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional
Jurnal Itenas Rekayasa LPPM Itenas No.1 Vol. XVI ISSN: 1410-3125 Januari 2012 Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional Nama Penulis 1, Nama Penulis 2, dst 1 Jurusan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Kegiatan penelitian yang meliputi perancangan, pembuatan prototipe mesin penanam dan pemupuk jagung dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Budidaya
Asep Sapei 1 dan Irma Kusmawati 2
PERUBAHAN POLA PENYEBARAN KADAR AIR MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) PADA PEMBERIAN AIR SECARA TERUS MENERUS DENGAN IRIGASI TETES Asep Sapei 1 dan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi sistem yang telah dibuat dalam skripsi ini yaitu perancangan sebuah mesin yang menyerupai bor duduk pada umumnya. Di
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 9-11 SEPTEMBER 2014
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR Fakultas Teknik Elektro 1 Kertas Jenis kertas : HVS A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM), khusus untuk gambar yang tdk memungkinkan dicetak di kertas A4 dapat
PENGEMBANGAN ALGORITMA PEMUTUAN EDAMAME MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DEDY WIRAWAN SOEDIBYO
PENGEMBANGAN ALGORITMA PEMUTUAN EDAMAME MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DEDY WIRAWAN SOEDIBYO SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006 PERNYATAAN MENGENAI TESIS
HARI TATA RUANG 2016 KOTA MALANG
1 PEDOMAN PENYUSUNAN PAPER HARI TATA RUANG TAHUN 2016 1. Ketentuan Umum Paper merupakan hasil dari penelitian, komparasi teori, dan case study dengan tema Kota Inklusif dan Lestari dengan sub tema Smart
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
JURNAL PENELITIAN TRANSPORTASI MULTIMODA
INDEKS PENULIS L Listantari dan Marlia Herwening Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Antarmoda di Stasiun Bogor Vol. 13, No. 02, Hal. 53-64 K Karmini dan Siti Fatimah Kriteria Pelayanan Sistem Tiket
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR
KONTROL ROBOT MOBIL PENJEJAK GARIS BERWARNA DENGAN MEMANFAATKAN KAMERA SEBAGAI SENSOR Thiang, Felix Pasila, Agus Widian Electrical Engineering Department, Petra Christian University 121-131 Siwalankerto,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN TRUNOJOYO AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY EVENT 2017 1. Judul Paper : 2. Asal Institusi : 3. Identitas Ketua Tim Nama : Jenis Kelamin : Nomor Induk Siswa : Jurusan : Tempat/Tanggal lahir
PEMBUATAN PROTOTIPE MESIN PELUBANG PCB BERBASIS KOMPUTER
PEMBUATAN PROTOTIPE MESIN PELUBANG PCB BERBASIS KOMPUTER Sofyan Lukmanfiandy Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Janabadra Jl. TR. Mataram No. 55 57 Yogyakarta 55231 Telp./Fax
Mesin Bor Otomatis dengan Menggunakan Kamera untuk Mendeteksi Koordinat Bor
JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 4, No. 2, Oktober 2002: 88 93 Mesin Bor Otomatis dengan Menggunakan Kamera untuk Mendeteksi Koordinat Bor Thiang Dosen Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Elektro Universitas
REMOTE CONTROL INFRARED DENGAN KODE KEAMANAN YANG BEROTASI. Disusun Oleh : Nama : Yoshua Wibawa Chahyadi Nrp : ABSTRAK
REMOTE CONTROL INFRARED DENGAN KODE KEAMANAN YANG BEROTASI Disusun Oleh : Nama : Yoshua Wibawa Chahyadi Nrp : 0222051 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung,
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan sistem kontrol, baik secara hardware yang akan digunakan untuk mendukung keseluruhan sistem yang akan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. TEMPAT DAN WAKTU Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP), Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
PENGENDALIAN MANIPULATOR ROBOT PEMANEN BUAH DALAM GREENHOUSE MENGGUNAKAN LABVIEW Setya Permana Sutisna 1, I Dewa Made Subrata 2
PENGENDALIAN MANIPULATOR ROBOT PEMANEN BUAH DALAM GREENHOUSE MENGGUNAKAN LABVIEW Setya Permana Sutisna 1, I Dewa Made Subrata 2 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khaldun Bogor
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA D3 FARMASI SE-INDONESIA PHARMODIA 2017 JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA D3 FARMASI SE-INDONESIA PHARMODIA 2017 JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES BANDUNG I. Deskripsi Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa D3 Farmasi Se-Indonesia merupakan
BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan
BAB III PEMBUATAN ALAT 3.. Pembuatan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya
Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Indar Sugiarto, Dharmawan Anugrah, Hany Ferdinando Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Email: [email protected],
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini menguraikan perancangan mekanik, perangkat elektronik dan perangkat lunak untuk membangun Pematrian komponen SMD dengan menggunakan conveyor untuk indutri kecil dengan
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Pengujian sistem elektronik terdiri dari dua bagian yaitu: - Pengujian tegangan catu daya - Pengujian kartu AVR USB8535
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengujian Alat Adapun urutan pengujian alat meliputi : - Pengujian sistem elektronik - Pengujian program dan mekanik 4.1.1 Pengujian Sistem Elektronik Pengujian sistem
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan dalam perancangan
SISTEM PENGHITUNGAN JUMLAH PENGUNJUNG DAN SCORE BASKET BALL PADA TIME ZONE MENGGUNAKAN INFRARED, SEVEN SEGMEN DAN PORT PARALEL
SISTEM PENGHITUNGAN JUMLAH PENGUNJUNG DAN SCORE BASKET BALL PADA TIME ZONE MENGGUNAKAN INFRARED, SEVEN SEGMEN DAN PORT PARALEL Nurwati Teknik Komputer, Amik Royal Kisaran Jl. Imam Bonjol No.179 Kisaran,
Seminar Nasional Sains 2008 Seminar Nasional Sains 2008 Peran sains dalam kebangkitan pertanian
[17 s.d 18 Oktober 2008] Seminar Nasional Sains 2008 Seminar Nasional Sains 2008 Peran sains dalam kebangkitan pertanian PENDAHULUAN Sektor pertanian selain merupakan tumpuan perekonomian bangsa Indonesia,
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Hediyanto W. Husaini dan Triono Junoasmono Peran Infrastruktur Jalan Pantura Jawa dalam Rangka Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional Anastasia Caroline Sutandi Pengembangan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat peraga Oscillating Water Column. 3.1. Gambaran Alat Alat yang
PEDOMAN PENULISAN. 5. Penulis yang naskahnya dimuat akan mendapatkan 1 eksemplar jurnal dan 5 eksemplar re-print.
PEDOMAN PENULISAN Jurnal Lanskap Indonesia (JLI) diedit oleh dewan editor dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (FAPERTA IPB) bekerja sama dengan Ikatan Arisitek
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: dan e-issn: X
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411 dan e-issn: 2442-238X PUSAT KAJIAN BAHASA DAN BUDAYA Akta Notaris Drs. Irwan Siregar, SH, M.Kn tanggal 21 Januari 2015 SK MENKUMHAM RI
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Coba Alat Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat yang telah dibuat. Dimulai dengan pengujian setiap bagian-bagian dari hardware dan software yang
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Gambaran sistem dapat dilihat pada blok diagram sistem di bawah ini : Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Berdasarkan blok
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam melimpah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sejauh ini pendayagunaan sumber daya alam tersebut
JURNAL PENELITIAN TRANSPORTASI MULTIMODA
INDEKS PENULIS E Elviana R. Simbolon Kajian Indikasi Penentuan Lokasi Terminal Barang di Banyuwangi Vol. 13, No. 04, Hal. 159-168 R Rosita Sinaga dan Maria Magdalena Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Perancangan Simulasi pengendali pintu gerbang Melalui media Bluetooth pada Ponsel bertujuan untuk membuat sebuah prototype yang membuka, menutup
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DIREKTORAT SISTEM PERBENDAHARAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DIREKTORAT SISTEM PERBENDAHARAAN Gedung Prijadi Praptosuhardjo III Jalan Budi Utomo No. 6, Jakarta, 10710 Telepon : 021-3449230
KETENTUAN NASKAH ARTIKEL JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
KETENTUAN NASKAH ARTIKEL JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Penulis Pertama 1, Penulis Kedua 2 1 Institusi penulis pertama (contoh: Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY); 2 Institusi penulis kedua
BAB III PERANCANGAN ALAT. menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat diperlikan adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535
Ali Firdaus, Rancang Bangun Rautan Pensil Pintar 31 RANCANG BANGUN RAUTAN PENSIL PINTAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Ali Firdaus *1, Rahmatika Inayah *2 1 Jurusan Teknik Komputer Politeknik; Negeri
PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012
PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012 TIM PENGEMBANG UNNES LAW JOURNAL 1 A. ALUR PEMBUATAN MANUSKRIP 2 B. RINCIAN PROSEDUR 1. Mahasiswa a. Mengajukan topik skripsi/tesis
COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA
Seminar Nasional Teknologi Terapan SNTT 2013 (26/10/2013) COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA Isnan Nur Rifai *1 Budi Sumanto *2 Program Diploma Elektronika & Instrumentasi Sekolah
Laporan Akhir Praktikum Mempelajari Karakterisitk Visual Citra Tomat Menggunakan Image Processing. Avicienna Ulhaq Muqodas F
Laporan Akhir Praktikum Mempelajari Karakterisitk Visual Citra Tomat Menggunakan Image Processing Avicienna Ulhaq Muqodas F14110108 DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cara mengatur suhu dan kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Proses pengendalian mobile robot dan pengenalan image dilakukan oleh microcontroller keluarga AVR, yakni ATMEGA
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Ketimpangan Produksi Angkutan Barang dan Penumpang Tiap Moda Transportasi Jalur Utama Pantura Jawa Danang Parikesit Daya Saing Angkutan Barang Intermoda dalam Perspektif
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Secara Umum Perancangan sistem yang dilakukan dengan membuat diagram blok yang menjelaskan alur dari sistem yang dibuat pada perancangan dan pembuatan
Informasi untuk Penulis
Informasi untuk Penulis Jurnal Techné diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Kajian ilmu yang tercakup meliputi bidangbidang elektroteknik baik yang menyangkut perangkat keras maupun perangkat lunak.
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 16-18 SEPTEMBER 2014
PEDOMAN PENYUSUNAN SKRIPSI. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra
PEDOMAN PENYUSUNAN SKRIPSI Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra Surabaya 2013 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Penulisan Skripsi ini disusun untuk memberikan
Aplikasi Kamera Web Untuk Mengukur Luas Permukaan Sebuah Obyek 3D
Aplikasi Kamera Web Untuk Mengukur Luas Permukaan Sebuah Obyek 3D Alexander Christian / 0322183 Jl. Ciumbuleuit 46-48 Bandung 40141 Telp 081933371468 Email: [email protected] Jurusan Teknik Elektro,
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam. Kampus ITS, Surabaya
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam Choirul Umul Islami 1, Mike Yuliana 2, Akuwan Shaleh 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
TEKNOLOGI PASCAPANEN
Meraih masa depan berkualitas bersama Sekolah Pascasarjana IPB TEKNOLOGI PASCAPANEN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor : Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan Prof.Dr.Ir. Dedi Muchtadi
