ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
|
|
|
- Sudomo Pranoto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 ISSN No Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Pada tahun 2010 ini Ketua Dewan Redaksi diganti menjadi Dr.Ir. Wawan Hermawan, MS. Selain itu, pada lembaga penerbit terdapat pergantian nama, dari Departemen Teknik Pertanian menjadi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya. Pengiriman makalah harus mengikuti panduan penulisan yang tertera pada halaman akhir atau menghubungi redaksi via telpon, faksimili atau . Makalah dapat dikirimkan langsung atau via pos dengan menyertakan hard- dan soft-softcopy, atau . Penulis tidak dikenai biaya penerbitan, akan tetapi untuk memperoleh satu eksemplar dan 10 re-prints dikenai biaya sebesar Rp Harga langganan Rp per volume (2 nomor), harga satuan Rp per nomor. Pemesanan dapat dilakukan melalui , pos atau langsung ke sekretariat. Formulir pemesanan terdapat pada halaman akhir. Penanggungjawab: Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Dewan Redaksi: Ketua Anggota : Wawan Hermawan : Asep Sapei Kudang B. Seminar Daniel Saputra Bambang Purwantana Y. Aris Purwanto Redaksi Pelaksana: Ketua : Rokhani Hasbullah Sekretaris : Satyanto K. Saptomo Bendahara : Emmy Darmawati Anggota : Usman Ahmad I Wayan Astika M. Faiz Syuaib Ahmad Mulyawatullah Penerbit: Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB Bogor Alamat: Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp , Fax , [email protected] atau [email protected]. Website: ipb.ac.id/~jtep. Rekening: BRI, KCP-IPB, No a/n: Jurnal Keteknikan Pertanian Percetakan: PT. Binakerta Adiputra, Jakarta
3 Technical Paper Kinerja Roda Besi Bersirip Gerak Dengan Mekanisme Sirip Berpegas Performance of a movable lug wheel with spring mechanism Wawan Hermawan 1 Abstract Two sets of movable lug wheel with spring mechanism for hand tractors have been designed and tested. The wheels were set on local hand tractors and tested for tilling paddy fields in Cianjur and Subang districts, West Java. A local fixed lug wheel was also tested in each location. The movable lug wheel for Cianjur location was equipped with a pair of coiled type torsion springs on each lug, while the movable lug wheel for Subang location was equipped with a shaft type torsion spring on each lug. Field performances: theoretical and actual field capacities, wheel slip, and wheel shrinkage, were measured during the test. The test result in Cianjur showed that the movable lug wheel had a better traction performance than the fixed lug wheel. The average wheel slip of the movable lug wheel was 11.54%, while the average wheel slip of the fixed lug wheel was 20.89%. Field efficiency of the movable lug wheel was 76.33%, which was bigger than the fixed lug wheel (68.45%). However, the test result using shaft type torsion springs in Subang showed that the spring mechanism did not work well, and the spring mechanism should be modified on its torsion-shaft diameter and welding strength. Keywords: lug wheel, movable lug, field performance, torsion spring, tillage Diterima: 6 November 2009; Disetujui: 29 Maret 2010 Pendahuluan Untuk meningkatkan kemampuan traksi dan mengatasi masalah mobilitas traktor dua roda di lahan sawah diperlukan konsep baru dari roda besi bersirip yang digunakannya. Dari penelitian yang telah dirintis sejak tahun 1996, mekanisme sirip gerak pada roda besi bersirip memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan roda bersirip konvensional dengan sirip kaku, yaitu menghasilkan gaya angkat dan gaya tarik serta efisiensi yang lebih tinggi (Hermawan et al., 1996, 1997, 1998). Roda dengan sirip gerak memiliki plat-plat sirip yang dapat bergerak di mana plat sirip dapat dipertahankan pada sudut kemiringan (dengan garis permukaan tanah) tertentu selama perputarannya. Hermawan et al. (2001) melakukan percobaan menggunakan model roda bersirip gerak berdiameter 47.7 cm dan lebar sirip 15 cm pada bak tanah yang berisi tanah basah. Secara umum, pada tingkat beban mendatar yang sama, roda bersirip kaku tenggelam lebih dalam pada tanah dibandingkan roda bersirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas dan sirip karet. Pada beban horizontal N, di antara ketiga jenis roda yang diuji, roda bersirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas menghasilkan efisiensi traksi yang paling tinggi. Pengujian di sawah Kebun Percobaan Sawah Baru IPB juga menunjukkan keunggulan dari jenis roda besi bersirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas (Wiyono, 2005 dan Listyati, 2005). Temuan baru tersebut telah diaplikasikan dalam perancangan roda besi bersirip gerak dengan sirip berpegas untuk digunakan di persawan sentra produksi padi seperti Kabupaten Cianjur dan Subang (Hermawan, et al., 2006). Proses perancangan roda besi bersirip telah menggunakan kondisi tanah sawah dan konstruksi traktor sebagai faktor penentu hasil desain, dan mengikuti proses perancangan roda besi bersirip (Cebro, et al, 2006). Adapun tujuan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja lapangan prototipe roda besi bersirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas, pada kegiatan pengolahan tanah sawah menggunakan traktor tangan di Cianjur dan Subang. Metodologi Penelitian Pengujian yang dilakukan pada prototipe roda sirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas adalah: 1. Pengujian fungsional 2. Pengujian kinerja lapangan Pengujian fungsional dilakukan dengan cara mengamati fungsi roda sirip sebagai alat traksi dari traktor dua roda. Hal-hal yang diamati antara lain: 1 Dosen pada Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB [email protected] 7
4 Vol. 24, No. 1, April 2010 Tabel 1. Spesifikasi taktor dan roda bersirip lokal yang digunakan di Cianjur dan Subang 1) pemasangan flens roda terhadap boss pada poros roda traktor, 2) kerja dari mekanisme pegas pada sirip, 3) kerja prototipe roda sirip di lahan sawah. Setelah pengujian fungsional berhasil baik, maka dilanjutkan dengan pengujian kinerja lapangan. Pengujian kinerja lapangan roda besi bersirip dilakukan di daerah persawahan 1) Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur dan 2) Desa Munjul, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. Untuk pengujian kinerja lapangan, prototipe roda dipasangkan pada traktor tangan setempat, dengan kelengkapan bajak singkal untuk mengolah tanah sawah. Pengukuran kinerja lapangan dilakukan pada tiga petak sawah masing-masing berukuran lebar 25 m panjang 40 m di masing-masing lokasi. Pengujian yang sama dilakukan juga menggunakan roda bersirip kaku yang biasa digunakan oleh traktor setempat. Kondisi tanah sawah untuk pengujian adalah kondisi siap diolah dengan sisa jerami dan rerumputan yang telah dibersihkan. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan kinerja lapangan yang berupa: 1) kapasitas lapangan efektif, dan efisiensi lapangan, 2) sinkage roda, dan 3) slip roda pada kegiatan pengolahan tanah (pembajakan dan penggaruan). Kapasitas lapangan efektif (K LE ) dan efisiensi lapangan (E l ) diperoleh dari hasil pengukuran waktu kerja efektif (W k ), kecepatan maju traktor rata-rata (v t ) dan lebar kerja alat pengolahan tanah (L k ) menggunakan rumus: Kecepatan maju diukur dengan mengukur waktu tempuh traktor (t) pada jarak 25 m. Sinkage roda (ketenggelaman roda) saat beroperasi diukur dari selisih diameter roda dengan roda yang nampak (di atas permukaan tanah), melalui pengukuran hasil perekaman fotonya. Adapun, slip roda diukur dengan cara mengukur jarak tempuh roda dalam 5 putaran 8
5 Tabel 2. Spesifikasi roda besi bersirip gerak yang diuji roda pada saat pengolahan tanah (pengujian) dan dibandingkan dengan saat traktor tanpa menarik beban di landasan keras. Selain parameter-paremeter yang telah dijelaskan di muka, kondisi tanah percobaan juga diukur. Parameter konsidi tanah yang akan diukur adalah: (a) tekstur tanah, (b) indeks plastisitas, (c) kadar air, (d) kerapatan isi tanah, dan (e) tahanan penetrasi. Pengamatan kondisi tanah tersebut dilakukan di lima titik pengamatan untuk tiap petak percobaan. Hasil dan Pembahasan Spesifikasi Teknik Traktor dan Roda Uji Hasil pengukuran dan pengamatan terhadap spesifikasi traktor dan roda sirip lokal untuk lokasi Cianjur dan Subang disajikan pada Tabel 1. Di dua lokasi tersebut diguakan jenis traktor yang sama mereknya tetapi tipenya berbeda. Untuk traktor yang di Cianjur menggunakan kopling belok, sedangkan yang di Subang tidak menggunakan kopling belok. Ukuran roda di Cianjur lebih kecil dibandingkan dengan yang di Subang. Hal ini kontradiktif dengan kondisi tanahnya, di mana di Cianjur lapisan lumpurnya cukup dalam dan memerlukan roda dengan diameter yang lebih besar dan ukuran sirip yang lebih lebar. Dari pengamatan saat pengoperasian pun terlihat bahwa traktor (di Cianjur) sulit beroperasi akibat ketenggelaman roda yang cukup tinggi hampir setengah roda. Karakteristik disain prototipe roda besi bersirip gerak untuk lokasi Cianjur adalah: diameter roda 85 cm, jumlah sirip 14, lebar sirip 8 cm, panjang sirip 35 cm, tebal plat sirip 4 mm, sudut sirip 36 O dengan defleksi maksimal sirip 9 O, diameter bahan rim 19 mm, diameter bahan jari-jari 19 mm. Pegas yang digunakan berjenis pegas torsional (puntir), jumlah pegas per sirip 2, diameter kawat pegas 8 mm, diameter lilitan pegas 19 mm, jumlah lilitan pegas 3.1, dan jarak kerja beban terhadap poros pegas 39.6 mm. Prototipe roda menggunakan pegas ulir torsional (puntir) yang dipasang pada sirip secara berpasangan. Prototipe roda mempunyai dua buah rim dengan jarak antarrim 188 mm, delapan buah jari-jari (jari-jari dalam 4, jari-jari luar 4), dan prototipe ini mempunyai flens yang ditambahkan dengan pipa besi pada lubang flensnya. Prototipe roda bersirip gerak dengan mekanisme sirip berpegas disajikan pada Gambar 1. Bila dibandingkan dengan roda lokal ada beberapa ukuran yang diperbaikai seperti diameter roda dan ukuran plat sirip, sedangkan ukuran yang lainnya relatif sama (lihat Tabel 2). Prototipe roda bersirip gerak untuk daerah Subang memiliki desain: diameter roda 85 cm, jumlah sirip 14, lebar sirip 8 cm, panjang sirip 35 cm, tebal plat sirip 4 mm, sudut sirip 37 O dengan 9
6 Vol. 24, No. 1, April 2010 defleksi maksimal sirip 8 0, diameter bahan rim 19 mm, diameter bahan jari-jari 19 mm. Pegas yang digunakan memanfaatkan sifat elastis bahan poros dengan diameter bahan 9.4 mm dan jarak kerja beban terhadap poros pegas 20 cm. Prototipe roda hasil rancangan mempunyai dua buah rim dengan jarak antar rim 320 mm, sepuluh buah jari-jari (5 jari-jari dalam, dan 5 jari-jari luar), dan prototipe ini mempunyai flens yang ditambahkan dengan pipa baja pada lubang flensnya (lihat Gambar 1). Pegas yang digunakan pada mekanisme gerak roda (Gambar 1) adalah pegas torsional (pegas puntir) dengan diameter kawat, d 8 mm, diameter lilitan, D 19 mm, jumlah lilitan, n 3.1, dan jarak kerja beban terhadap poros pegas, r 39.6 mm. Beban, P yang harus ditahan sebesar N dengan nilai modulus elastisitas pegas 110 GPa menghasilkan defleksi 9 0. Setiap sirip membutuhkan dua pegas, sehingga untuk setiap roda membutuhkan 28 pegas atau 56 pegas untuk sepasang roda. Pegas puntir bergerak pada poros yang terpasang kaku pada kedua rim (pelek). Poros tersebut terbuat dari besi behel diameter 16 mm dengan panjang sama dengan panjang sirip yaitu 350 mm. Setiap roda terdapat 14 poros sehingga bahan poros yang dibutuhkan setiap roda adalah 4.9 m atau 9.8 m untuk sepasang roda. Mekanisme sirip berpegas dan poros engsel dapat dilihat pada Gambar 2. Pegas yang digunakan pada mekanisme gerak roda (Gambar 3) adalah pegas poros puntir dengan memanfaatkan elastisitas dari bahan poros. Poros puntir berdiameter (d) 9.4 mm dengan panjang 350 mm, lengan torsi (Lt) 30 mm dan jarak kerja beban terhadap pegas poros puntir (Lp) 200 mm. Beban, P yang harus ditahan sebesar N, dengan nilai modulus elastisitas pegas GPa Gambar 1. Prototipe roda besi bersirip gerak untuk lahan sawah Cianjur 10 Gambar 2. Mekanisme sirip berpegas dan poros engsel
7 menghasilkan defleksi 8 0. Setiap sirip membutuhkan satu pegas poros puntir, sehingga untuk setiap roda membutuhkan 14 pegas atau 28 pegas untuk sepasang roda. Mekanisme pegas poros memiliki dua fungsi yaitu sebagai pegas dan poros itu sendiri. Poros ini ditempelkan pada bagian rim dalam dan sisi lainnya ditahan oleh engsel 2. Titik pusat puntiran diletakkan pada jarak 20 cm dari rim dalam. Hal ini dimaksudkan agar defleksi sebesar 8 o dapat dicapai sehingga meghasilkan sudut 45 o saat beban puncak di dalam lumpur. Pegas poros puntir dimatikan pada rim dalam dengan las yang kuat yaitu elektroda stainless. Pada titik pusat puntiran pun dimatikan dengan sambungan yang kuat (lihat Gambar 4). Hasil Pengujian Kinerja Roda Sirip Gerak di Cianjur Kondisi lahan sebelum dilakukan pengujian roda (Gambar 5) adalah: kadar air 37%, bulk density 1.03 g/cm3, tinggi sisa jerami rata-rata 20.5 cm, jarak tanam (jerami) cm dan kedalaman lumpur rata-rata 15 cm. Pengujian fungsional dilakukan dengan cara mengamati fungsi roda sirip sebagai alat traksi dari traktor dua roda. Pada saat pengujian, flens dapat terpasang dengan baik terhadap boss pada poros roda traktor, mekanisme sirip dapat bekerja, dan roda dapat berputar dengan baik sehingga dapat ditetapkan bahwa roda bekerja sebagi alat traksi. Dari hasil pengujian kinerja lapangan diperoleh data bahwa slip rata-rata roda hasil rancangan sebesar % dan slip rata-rata roda bersirip kaku sebesar %. Hal ini menunjukkan bahwa prototipe roda hasil rancangan memiliki gaya angkat dan gaya dorong yang lebih besar dari roda bersirip kaku. Efisiensi lapangan rata-rata prototipe roda hasil rancangan sebesar % yang lebih besar dari efisiensi rata-rata roda bersirip kaku sebesar %. Hal ini menunjukkan bahwa prototipe roda hasil rancangan dapat menyelesaikan kegiatan pembajakan secara relatif lebih singkat per satuan luas lahannya daripada roda bersirip kaku. Tanah yang menempel pada roda bersirip kaku lebih banyak daripada tanah yang menempel pada prototipe roda hasil rancangan. Hal ini terjadi karena Gambar 3. Prototipe roda besi bersirip gerak untuk lahan sawah Subang Gambar 4. Sirip dan sistem engsel roda untuk lahan sawah Subang 11
8 Vol. 24, No. 1, April 2010 pada sirip roda kaku terdapat plat segitiga yang menghubungkan sirip dengan rim sedangkan pada prototipe roda hasil rancangan tanah atau lumpur hanya terkonsentrasi pada pegas dan engsel sirip saja. Kondisi tersebut dapat dilihat pada Gambar 6. Pada dasarnya performansi roda ditentukan berdasarkan besarnya slip, kecepatan pengolahan, dan ketenggelaman roda. Slip yang terjadi pada saat pengolahan tanah akan menentukan besarnya ketenggelaman roda. Ketenggelaman roda akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya slip roda. Hal ini terjadi karena roda cenderung untuk berputar di tempat sehingga roda akan terus menerus menggerus tanah dan akan menyebabkan Gambar 5. Kondisi lahan sawah (Cianjur) sebelum pengujian semakin besarnya tahanan gelinding roda. Slip yang terjadi juga akan mempengaruhi kecepatan pengolahan. Semakin besar persentase slip maka kecepatan pengolahan akan semakin rendah. Rendahnya kecepatan pengolahan akan berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mengolah lahan. Hal ini menunjukkan bahwa luas lahan yang dapat diolah menjadi lebih sempit per satuan waktunya. Permasalahan yang terjadi pada prototipe roda hasil rancangan antara lain : 1) kesulitan mengengkol engine traktor akibat diameter traktor terlalu besar namun hal ini dapat diatasi dengan cara menggeser posisi engine menjauhi roda (ke depan), 2) terjadi pergeseran lilitan ujung pegas pada rim akibat kurang sempurnanya proses pelilitan ujung pegas pada rim sehingga sudut sirip menjadi berkurang dari 54 O menjadi 51 O (Gambar 7), dan 3) bobot prototipe roda berlebihan (50 kg). Hasil Pengujian Kinerja Roda Sirip Gerak di Subang Foto kondisi permukaan lahan sawah sebelum dilakukan pengujian roda disajikan pada Gambar 8. Sebelumnya lahan telah mengalami pengolahan lahan tahap pertama yaitu pengglebekan namun tidak sampai terbentuk lumpur. Kadar air 37%, bulk density 1.03 g/cm 3, dan kedalaman lumpur rata-rata 13 cm. Pengujian kinerja lapangan prototipe roda hasil rancangan dilakukan pada kegiatan pengolahan tanah dengan implemen glebek. Kegiatan ini dipilih sebagai kegiatan yang diukur dengan a b 12 Gambar 6. Perbandingan tanah atau lumpur yang menempel pada roda : (a) prototipe roda hasil rancangan, (b) roda bersirip kaku
9 Tabel 3. Hasil pengukuran kinerja lapangan pertimbangan karena merupakan kegiatan yang membutuhkan gaya tarik traktor yang paling besar dari pada kegiatan lain. Perlu diketahui bahwa kegiatan pengolahan tanah di Subang langsung dilakukan pengglebekan tanpa dibajak terlebih dahulu. Pengujian yang sama dilakukan untuk roda bersirip kaku yang biasa digunakan traktor setempat. Pengujian dilakukan pada dua petak lahan yang berbeda untuk kegiatan pengglebekan tersebut. Pengujian pertama dilakukan pada roda lokal dan dilanjutkan dengan pengujian prototipe roda hasil rancangan. Dari hasil pengujian diperoleh data bahwa slip rata-rata roda bersirip gerak sebesar % dan slip rata-rata roda bersirip kaku sebesar %. Efisiensi lapangan rata-rata prototipe roda bersirip gerak sebesar % yang lebih besar dari efisiensi rata-rata roda bersirip kaku sebesar %. Kecepatan rata-rata pengolahan tanah roda kaku 1.3 m/detik dan roda berpegas 0.79 m/detik. Hasil pengukuran disajikan pada Tabel 3. Dari data di atas dapat diketahui bahwa kinerja dari roda hasil perancangan memiliki kinerja yang kurang baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang akan dibahas pada point selanjutnya. Selain kinerja lapangan untuk melihat keberhasilan dari alat maka dilihat pula ketenggelaman roda dan banyaknya tanah yang melekat pada roda. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa roda hasil perancangan memiliki ketenggelaman yang hampir sama dengan roda lokal. Sedangkan banyak lumpur yang menempel pada roda hasil perancangan terlihat lebih banyak dibanding roda lokal lihat Gambar 9. Gambar 7. Permasalahan yang terjadi pada prototipe roda hasil rancangan: (a) kesulitan mengengkol, (b) perubahan sudut kemiringan sirip 13
10 Vol. 24, No. 1, April 2010 Sebenarnya yang menempel itu bukan lumpur tetapi jerami yang tersangkut ke sela-sela roda. Pada roda lokal jerami yang menempel lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena rancangannya yang sederhana dan pada ujung-ujungnya tumpul sehingga jerami tidak mudah terbawa. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi dan permasalahan itu berpengaruh pada hasil kinerja lapangan pada point di atas. Beberapa masalah diuraikan sebagai berikut. Untuk pengujian di Subang, kinerja lapangan roda bersirip gerak lebih rendah dari roda bersirip kaku. Kinerja yang rendah ini disebabkan oleh sirip roda yang tidak kuat menahan beban maksimum yaitu saat seluruh beban ditumpu oleh satu sirip. Sehingga poros puntir tidak mampu kembali dan sudut kemiringan sirip tidak dapat kembali lagi. Setelah dianalisis ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan, salah satunya adalah sirip yang tidak ke posisi awal dan sudut yang terlalu datar seperti pada Gambar 10. Pertama, nilai elastisitas bahan poros puntir tidak sesuai dengan yang diperhitungan. Sehingga saat dikenai beban kritis di mana satu sirip menahan seluruh beban poros tersebut tidak kuat menahannya terutama pada saat di tanah yang keras. Nilai elastisitas dari bahan yang diperhitungkan adalah GPa. Pada kenyataannya beban yang ditumpu pegas poros puntir melebihi batas elastisnya sehingga tidak dapat kembali lagi ke keadaan semula. Utuk itu diperlukan bahan yang memiliki nilai elastisitas yang lebih besar dari nilai tersebut. Selain dari itu ketidaksamaan dari nilai elastisitas dari bahan yang diuji dengan yang dipakai. Gambar 8. Kondisi lahan sebelum pengujian 14 Gambar 9. Perbandingan tanah atau lumpur yang menempel pada roda : a) roda hasil rancangan, b) roda lokal
11 Kedua, lasan yang tidak kuat atau terlalu sedikit sehingga mengakibatkan sudut sirip bergeser dan ada yang terlepas. Memang dari awal hal ini tidak begitu diperhitungkan karena diperkirakan bahwa dengan menggunakan las dari bahan yang keras sudah cukup (elektroda stainless). Namun yang terjadi di lapangan hal ini menjadi masalah serius. Selain traktor yang terlalu berat, tertumpunya beban hanya pada satu titik yaitu lasan antara poros puntir dan rim dalam hal ini juga menjadi penyebab. Slip yang terlalu tinggi dan ketenggelaman yang berlebih. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor selain masalah yang telah disebutkan di atas di antaranya sebagai berikut. Pertama roda terlalu berat, di mana dalam perhitungan bahwa berat keseluruhan dengan traktor 450 kg namun perkiraan ternyata meleset traktor lebih berat karena ditambah dengan berat lumpur yang menempel. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius. Walaupun dari segi kekuatan bahannya cukup kuat dengan perhitungan yang dilakukan. Maka untuk mengatasi masalah ini untuk bagian-bagian yang penting (kritis) maka harus memiliki faktor koreksi yang baik, sedangkan untuk bagian-bagian yang dirasa dapat digantikan dengan yang lebih ringan sebaiknya diganti. Kedua banyaknya jerami yang terbawa sehingga lumpur ikut pula terbawa. Hal ini disebabkan oleh ujung-ujung sirip yang masih tajam sehingga akan membawa jerami. Selain itu banyaknya celah hasil potongan-potongan pada sirip juga berpengaruh. Untuk mengatasinya sebaiknya unjung-ujung sirip yang runcing dibuat tumpul dan perencanaan kerja yang baik agar tidak terlalu banyak potongan-potongan pada sirip. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan 1. Hasil pengujian lapangan prototipe roda bersirip gerak di Cianjur menunjukkan bahwa prototipe roda bersirip gerak dengan pegas trosional lebih unggul dibanding roda bersirip kaku (lokal) karena slip rata-rata prototipe roda bersirip gerak sebesar % sedangkan slip ratarata roda bersirip kaku (lokal) sebesar %, efisiensi lapangan rata-rata prototipe roda hasil rancangan sebesar % sedangkan efisiensi lapangan rata-rata roda bersirip kaku sebesar %. 2. Hasil pengujian lapangan roda bersirip gerak dengan pegas poros puntir untuk lokasi Subang menunjukkan bahwa mekanisme pegas tidak bisa bekerja optimal dan diperlukan penyesuaian pada diameter bahan poros dan kekuatan sambungan lasannya. Saran 1. Roda sirip bergerak dengan mekanisme sirip berpegas direkomendasikan untuk digunakan pada lahan sawah dengan lapisan lumpur yang cukup dalam (lebih dari 15 cm). 2. Mekanisme sirip berpegas yang lebih baik digunakan adalah mekanisme pegas puntir tipe ulir. Untuk pegas tipe poros puntir memerlukan kekuatan sambungan las antara poros puntir dengan rim serta perlu memperpanjang jarak antara beban dengan penumpunya. 3. Penambahan pipa penguat plens untuk menahan jari-jari luar roda sirip direkomendasikan untuk lebar sirip di atas 30 cm. Daftar Pustaka Gambar 10. Pemasalahan setelah pengujian (sirip yang terlalu datar) Cebro, I.S., Hermawan, W Sistem desain dengan bantuan komputer untuk roda besi bersirip traktor dua-roda. Jurnal Keteknikan Pertanian. Volume 20, No. 2. Hermawan, W., Oida, A. and Yamazaki, M Measurement of soil reaction forces on a single movable lug. J. Terramechanics 33(2): Hermawan, W., Oida, A. and Yamazaki, M The characteristics of soil reaction forces on a single movable lug. J. Terramechanics 34(1): Hermawan, W., Oida, A. and Yamazaki, M Design and traction performance of the movable lug wheel. J. Terramechanics 35: Hermawan, W., Suastawa, I.N., and Sudianto, D Traction performance of movable lug wheels with spring mechanism and rubber lug. Journal of ISSAAS 7(1): Hermawan, W. Pramuhadi, G Disain dan Kinerja Lapangan Roda Besi Bersirip Gerak dengan Mekanisme Sirip Berpegas (Laporan 15
12 Vol. 24, No. 1, April 2010 Akhir Hibah Penelitian DUE-Like). Departemen Teknik Pertanian, IPB, Bogor. Listyati, T Uji Performansi Roda Besi Bersirif Garak dengan Meknisme Sirip Berpegas pada Pembajakan Sawah Menggunakan Traktor Dua Roda. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor. Wiyono, A Modifikasi Roda Besi Bersirip Gerak dengan Mekanisme Sirip Berpegas. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor. 16
13 PEDOMAN PENULISAN Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan media publikasi untuk tulisan asli yang belum pernah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dan berkaitan dengan teknik pertanian(agricultural engineering) secara luas. 1. Pedoman Umum Naskah termasuk Abstract diketik menggunakan program Microsoft Word huruf Times New Roman 12 point (font 12), ukuran kertas A4 (21x29.5cm). Pias 3 cm, spasi 1.5, maksimum 15 halaman termasuk tabel dan gambar s erta diberi nomor halaman pada sudut bawah sebelah kanan. Tabel dan gambar diletakkan pada akhir naskah atau pada lembar dan file terpisah. Pengiriman naskah bisa melalui pos berupa CD berisi file softcopy ataupun melalui . Bila dikirim melalui pos, ditujukan ke alamat: Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Kampus IPB Dramaga, Bogor [email protected] atau [email protected] 2. Susunan Naskah Naskah disusun dalam urutan Judul, Penulis dan alamat instansinya, Abstract, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka, Tabel dan Gambar. Naskah undangan tidak harus mempunyai susunan seperti tersebut di atas. 3. Judul Judul memberikan subyek penelitian dengan ringkas dan dicetak tebal (bold) dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali untuk kata depan dan kata sambung. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia harus disertai judul dalam Bahasa Inggris yang dicetak miring (italic). Judul dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 14 kata dan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata. Nama lengkap, nama lembaga afiliasi serta alamat para penulis, ditulis secara berurutan di bawah Judul. Tambahkan alamat pada nama penulis untuk korespondensi. Contoh Penulisan Judul: Pemodelan Sistem Filtrasi Terkendali pada Sistem Resirkulasi Pembenihan Ikan Modeling Controlled Filtration System in Fish Hatchery Recirculation System Alfin Najwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor, [email protected] Ikhlasul Amal, Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. 4. Abstract dan Kata Kunci Abstract menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dan di dalamnya tidak terdapat kutipan pustaka. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam satu paragraf tidak lebih dari 200 kata. Kata kunci ditulis setelah Abstarct maksimum 5 kata, masing-masing dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kata kunci yang ditulis pertama merupakan kata kunci yang terpenting. 5. Naskah Utama Penulisan sub judul utama (Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di tengah. Pendahuluan menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, perumusan dan pemecahan masalah, status ilmiah (state of the art) penelitianpenelitian terdahulu serta tujuan dan hasil penelitian yang diharapkan. Bahan dan Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan atau cara-cara untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan mencantumkan data yang diperoleh, analisis data, temuan-temuan yang spesifik serta perbandingannya dengan penelitianpenelitian terdahulu secara berurutan sesuai dengan urutan dalam tujuan. Hindari penyajian tabel dan gambar dari data yang sama. Sub-sub judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di sebelah kiri. Kata/kalimat dalam bahasa asing ditulis miring. Nama organisma harus diikuti dengan nama ilmiahnya secara lengkap pada pengungkapan
14 pertama. Singkatan pertama kali ditulis di dalam kurung setelah kata-kata yang disingkatnya. Penulisan angka mengggunakan US System seperti: 1,000,000 menyatakan satu juta dan 2.5 menyatakan dua lima per sepuluh. Sistem satuan yang digunakan adalah SI Unit: cgs (centimeter, gram, second/detik). Simbol/notasi ditulis menggunakan huruf miring dan disertai keterangannya pada pengungkapan pertama. Persamaan diberi nomor urut yang dituliskan di belakang persamaan dan di dalam tanda kurung. 6. Tabel dan Gambar Tabel ditulis dalam halaman terpisah setelah halaman terakhir dari naskah. Di dalam naskah cantumkan nomor dan judul tabel pada paragraf dimana tabel tersebut akan ditempatkan. Contoh pada naskah:...sifat fisik bahan pada masing-masing kadar air ditunjukkan pada Tabel 1. [Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air] Contoh pada halaman tabel: Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka mencantumkan pustaka-pustaka bermutu (primer, mutakhir dan relevan) yang dirujuk saja. Pustaka diketik berdasarkan urutan alfabet dari nama akhir (nama keluarga) penulis pertama dan tahun. Apabila terdapat beberapa pustaka yang ditulis yang sama, tambahkan huruf a, b dan seterusnya di belakang tahun. Pustaka dari internet hanya boleh dilakukan bila berasal dari lembaga yang resmi. Berikut beberapa contoh penulisan pustaka : Jurnal : Suhardiyanto, H., M.M. Fuad dan Y. Widiningrum Analisis pindah panas pada pendinginan dalam tanah untuk sistem hidroponik. Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.21 (4): Prosiding : Fukuda, T.,Y. Nakano, Kuroda, S. Takeuchi, B.I.Setiawan, A. Sapei and F. Nurrochmad Water manajemen and water quality of paddyarea in Cidanau watershed at West Java. Proceedings of the 1 st Seminar: Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production, Tokyo, February 21-23, p Buku : Morga, R.P.C Soil Erosion and Conservation. 2 nd Ed. Longman. Harlow Gambar dibuat hitam putih (B/W) atau greyscale dalam lembaran terpisah pada halaman terakhir setelah halaman tabel. Apabila ukurannya besar, gambar dapat disimpan dalam file terpisah yang lain( *.jpg, *.gif, *.wmf atau *.emf). Di dalam naskah cantumkan nomor dan nama gambar pada paragraf dimana gambar tersebut akan diletakkan. Contoh pada naskah:..(paragraf sebelumnya) [Gambar 1. Perubahan suhu dengan waktu proses pengendalian]..(paragraf sesudahnya) Bab dalam buku : Howell, T.A., F.K. Alijiburi, H.M. Gitlin, I. Pai Wu, A.W.Warrick dan P.A.C. Raats Design and operation of trickle (drip) irrigation, in Jensen, M.E.(Ed.). Design and Operation of Farm Irrigation System. ASAE. Michigan. p Skripsi/Tesisi/Disertasi : Arifanto, T Teknik perbaikan filter fisik dan filter kimia pada sistem resirkulasi pembenihan ikan patin. (Skripsi). Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.
15 FORMULIR PEMESANAN JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN 1 Kepada Yth. Sekertariat Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Bogor Tel: ; Fax: [email protected] & [email protected]; Website: Bersama ini, saya Nama Alamat Telp. HP 1. Memesan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- per eksemplar, belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Vol/No/Tahun Jumlah 2. Memesan re-prints Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Per set (10 eksemplar) Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Judul Penulis Vol/No/Tahun Jumlah 3. Berlangganan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Mulai Tahun Sampai Tahun Jumlah Pembayaran kami lakukan melalui wesel pos ke alamat redaksi/transfer, ke Rekening No , BRI KPC IPB, a/n Jurnal Keteknikan Pertanian 2. Bersama ini disampaikan bukti pembayarannya 3. Pemesan, [ ] 1 Formulir pemesanan ini dapat di-download di 2 Coret yang salah satu 3 Pengiriman hanya dilakukan setelah Seketariat menerima bukti pembayaran
Kinerja Roda Besi Bersirip Gerak Dengan Mekanisme Sirip Berpegas
Technical Paper Kinerja Roda Besi Bersirip Gerak Dengan Mekanisme Sirip Berpegas Performance of a movable lug wheel with spring mechanism Wawan Hermawan 1 Abstract Two sets of movable lug wheel with spring
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
SKRIPSI DESAIN RODA BESI BERSIRIP GERAK DENGAN MEKANISME SIRIP BERPEGAS UNTUK LAHAN SAWAH DI CIANJUR. Oleh: GINA AGUSTINA F
SKRIPSI DESAIN RODA BESI BERSIRIP GERAK DENGAN MEKANISME SIRIP BERPEGAS UNTUK LAHAN SAWAH DI CIANJUR Oleh: GINA AGUSTINA F14102037 2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR DESAIN RODA
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENGUJIAN PENDAHULUAN Pengujian ini bertujuan untuk merancang tingkat slip yang terjadi pada traktor tangan dengan cara pembebanan engine brake traktor roda empat. Pengujian
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
SKRIPSI DESAIN RODA BESI BERSIRIP GERAK DENGAN MEKANISME SIRIP BERPEGAS UNTUK LAHAN SAWAH DI CIANJUR. Oleh: GINA AGUSTINA F
SKRIPSI DESAIN RODA BESI BERSIRIP GERAK DENGAN MEKANISME SIRIP BERPEGAS UNTUK LAHAN SAWAH DI CIANJUR Oleh: GINA AGUSTINA F14102037 2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR DESAIN RODA
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 hingga bulan November 2011. Desain, pembuatan model dan prototipe rangka unit penebar pupuk dilaksanakan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pengukuran Titik Berat Unit Transplanter Pengukuran dilakukan di bengkel departemen Teknik Pertanian IPB. Implemen asli dari transplanter dilepas, kemudian diukur bobotnya.
ISSN No Vol.25, No.1, April 2011
ISSN No. 0216-3365 Vol.25, No.1, April 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
KEKUATAN SIRIP BERPEGAS DENGAN MEKANISME POROS PUNTIR OLEH PEMBEBANAN STATIS. Oleh : SLAMET EKA DANNY PRIYADI F
KEKUATAN SIRIP BERPEGAS DENGAN MEKANISME POROS PUNTIR OLEH PEMBEBANAN STATIS Oleh : SLAMET EKA DANNY PRIYADI F14103101 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. DESAIN PENGGETAR MOLE PLOW Prototip mole plow mempunyai empat bagian utama, yaitu rangka three hitch point, beam, blade, dan mole. Rangka three hitch point merupakan struktur
III. METODE PENELITIAN
III METODE PENELITIAN A Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2010 Pembuatan prototipe hasil modifikasi dilaksanakan di Bengkel Departemen Teknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TRAKTOR TANGAN Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Traktor tangan ini digerakkan oleh motor penggerak dengan daya yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2009 bertempat di Bengkel Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Leuwikopo, Departemen
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.2, Oktober 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL
IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN Perancangan atau desain mesin pencacah serasah tebu ini dimaksudkan untuk mencacah serasah yang ada di lahan tebu yang dapat ditarik oleh traktor dengan daya 110-200
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENGUJIAN MODEL METERING DEVICE PUPUK
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENGUJIAN MODEL METERING DEVICE PUPUK Pengujian penjatah pupuk berjalan dengan baik, tetapi untuk campuran pupuk Urea dengan KCl kurang lancar karena pupuk lengket pada
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai salah satu negara yang berbasis pertanian umumnya memiliki usaha tani keluarga skala kecil dengan petakan lahan yang sempit. Usaha pertanian ini terutama
IV. ANALISA PERANCANGAN
IV. ANALISA PERANCANGAN Mesin penanam dan pemupuk jagung menggunakan traktor tangan sebagai sumber tenaga tarik dan diintegrasikan bersama dengan alat pembuat guludan dan alat pengolah tanah (rotary tiller).
P-ISSN E-ISSN Vol. 5, No. 1, April 2017
P-ISSN 2407-0475 E-ISSN 2338-8439 Vol. 5, No. 1, April 2017 Jurnal Keteknikan Pertanian (JTEP) terakreditasi berdasarkan SK Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristek Dikti Nomor I/E/KPT/2015
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Kegiatan penelitian yang meliputi perancangan, pembuatan prototipe mesin penanam dan pemupuk jagung dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Budidaya
PENGUJIAN TAHANAN TARIK (DRAFT) BAJAK SUBSOIL GETAR TIPE LENGKUNG PARABOLIK SKRIPSI
PENGUJIAN TAHANAN TARIK (DRAFT) BAJAK SUBSOIL GETAR TIPE LENGKUNG PARABOLIK SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi
PERFORMANSI TRAKTOR TANGAN RODA DUA MODIFIKASI MENJADI RODA EMPAT MULTIFUNGSI (PENGOLAHAN DAN PENYIANGAN) UNTUK KACANG TANAH DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.5, No. 1, Maret 217 PERFORMANSI TRAKTOR TANGAN RODA DUA MODIFIKASI MENJADI RODA EMPAT MULTIFUNGSI (PENGOLAHAN DAN PENYIANGAN) UNTUK KACANG TANAH DI KABUPATEN
Kriteria Roda Besi Standar Roda Besi Modifikasi Roda Besi Lengkung. Bahan Pembuat Rim Besi Behel Ø 16 mm Besi Behel Ø 16 mm Besi Behel Ø 16 mm
LAMPIRAN 48 Lampiran 1. Spesifikasi roda besi yang diuji Kriteria Roda Besi Standar Roda Besi Modifikasi Roda Besi Lengkung Diameter Rim 900 mm 452 mm 700 mm Jumlah Rim 2 buah 2 buah 2 buah Lebar Rim 220
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan
DESAIN DAN UJI PERFORMANSI RODA SIRIP LENGKUNG TRAKTOR TANGAN UNTUK PENGOLAHAN TANAH DI LAHAN KERING
DESAIN DAN UJI PERFORMANSI RODA SIRIP LENGKUNG TRAKTOR TANGAN UNTUK PENGOLAHAN TANAH DI LAHAN KERING Design and Performance Test of the Curve Wheel Lug of Hand Tractor to Soil Processing at Dry Area Agricultural
HARI TATA RUANG 2016 KOTA MALANG
1 PEDOMAN PENYUSUNAN PAPER HARI TATA RUANG TAHUN 2016 1. Ketentuan Umum Paper merupakan hasil dari penelitian, komparasi teori, dan case study dengan tema Kota Inklusif dan Lestari dengan sub tema Smart
PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan
PENDEKATAN DESAIN Kriteria Desain dan Gambaran Umum Proses Pencacahan Mengingat lahan tebu yang cukup luas kegiatan pencacahan serasah tebu hanya bisa dilakukan dengan sistem mekanisasi. Mesin pencacah
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
DESAIN DAN PENGUJIAN RODA BESI LAHAN KERING UNTUK TRAKTOR 2- RODA 1 (Design and Testing of Upland Iron Wheel for Hand Tractor)
DESAIN DAN PENGUJIAN RODA BESI LAHAN KERING UNTUK TRAKTOR 2- RODA 1 (Design and Testing of Upland Iron Wheel for Hand Tractor) Radite P.A.S 2, Wawan Hermawan, Adhi Soembagijo 3 ABSTRAK Traktor tangan atau
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI)
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) I. UMUM 1. Jurnal Bisnis Administrasi (Jurnal BIS-A) adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Juni dan Desember.
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS)
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS) Ketentuan Umum 1. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENGUKURAN VISKOSITAS Viskositas merupakan nilai kekentalan suatu fluida. Fluida yang kental menandakan nilai viskositas yang tinggi. Nilai viskositas ini berbanding terbalik
Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017
Lampiran surat Nomor : /IT3.11/LT/2017 Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017 1. Peneliti diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Seminar Hasil PPM IPB Tahun 2017, termasuk pada
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN TRUNOJOYO AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY EVENT 2017 1. Judul Paper : 2. Asal Institusi : 3. Identitas Ketua Tim Nama : Jenis Kelamin : Nomor Induk Siswa : Jurusan : Tempat/Tanggal lahir
UJI PERFORMANSI DAN KENYAMANAN MODIFIKASI ALAT PENGEBOR TANAH MEKANIS UNTUK MEMBUAT LUBANG TANAM ARIEF SALEH
UJI PERFORMANSI DAN KENYAMANAN MODIFIKASI ALAT PENGEBOR TANAH MEKANIS UNTUK MEMBUAT LUBANG TANAM Oleh : ARIEF SALEH F14102120 2007 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Arief Saleh. F14102120.
TATA TULIS JURNAL. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS JURNAL Fakultas Teknik Elektro 1 Struktur Jurnal Judul Jurnal Nama penulis Abstrak (bahasa Indonesia) Abstract (bahasa Inggris) Pendahuluan Pembahasan penelitian Kesimpulan dan saran. Daftar
PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017
PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017 PROGRAM STUDI D3 OTOMASI SISTEM INSTRUMENTASI DEPARTEMEN TEKNIK FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus B Jalan Srikana 65 Surabaya 60286 Telp:
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016 Tema INOVASI PEMUDA DALAM PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA AGRIDAYA Pertanian dalam arti luas mencakup Pertanian,
3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat
III. METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga bulan September 2011 bertempat di Bengkel Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Leuwikopo dan lahan percobaan Departemen Teknik
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga bulan September 2012 di Laboratorium Lapang Siswadhi Soepardjo, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas
PEDOMAN PENULISAN. 5. Penulis yang naskahnya dimuat akan mendapatkan 1 eksemplar jurnal dan 5 eksemplar re-print.
PEDOMAN PENULISAN Jurnal Lanskap Indonesia (JLI) diedit oleh dewan editor dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (FAPERTA IPB) bekerja sama dengan Ikatan Arisitek
KINERJA DITCHER DENGAN PENGERUK TANAH HASIL MODIFIKASI UNTUK BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING OLEH: THALHA FARIZI F
KINERJA DITCHER DENGAN PENGERUK TANAH HASIL MODIFIKASI UNTUK BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING OLEH: THALHA FARIZI F14103133 2008 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
V.HASIL DAN PEMBAHASAN
V.HASIL DAN PEMBAHASAN A.KONDISI SERASAH TEBU DI LAHAN Sampel lahan pada perkebunan tebu PT Rajawali II Unit PG Subang yang digunakan dalam pengukuran profil guludan disajikan dalam Gambar 38. Profil guludan
ISSN : PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
ISSN : 2087-9679 PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Konstruksi Mesin Secara keseluruhan mesin kepras tebu tipe rotari terdiri dari beberapa bagian utama yaitu bagian rangka utama, bagian coulter, unit pisau dan transmisi daya (Gambar
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pembuatan Alat 3.1.1 Waktu dan Tempat Pembuatan alat dilaksanakan dari bulan Maret 2009 Mei 2009, bertempat di bengkel Laboratorium Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Leuwikopo,
PANITIA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION PERHIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA - MALANG
Pendahuluan PANITIA PANDUAN LOMBA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION 2015 Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan. Sumberdaya yang melimpah menjadikan bangsa Indonesia sebagai tempat pembangunan
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi Pangan
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) Tema INTEGRASI SEKTOR PERTANIAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2015 Tema INTEGRASI SEKTOR PERTANIAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Pertanian dalam arti luas mencakup Pertanian, Peternakan, Perikanan Kelautan,
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR Fakultas Teknik Elektro 1 Kertas Jenis kertas : HVS A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM), khusus untuk gambar yang tdk memungkinkan dicetak di kertas A4 dapat
K R E A N O J u r n a l M a t e m a t i k a K r e a t i f- I n o v a t i f
K R E A N O J u r n a l M a t e m a t i k a K r e a t i f- I n o v a t i f http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreano ATURAN PENULISAN NASKAH A. ATURAN UMUM Pada aturan umum, disampaikan hal-hal terkait
KEKUATAN SIRIP BERPEGAS DENGAN MEKANISME POROS PUNTIR OLEH PEMBEBANAN STATIS. Oleh : SLAMET EKA DANNY PRIYADI F
KEKUATAN SIRIP BERPEGAS DENGAN MEKANISME POROS PUNTIR OLEH PEMBEBANAN STATIS Oleh : SLAMET EKA DANNY PRIYADI F14103101 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Asep Sapei 1 dan Irma Kusmawati 2
PERUBAHAN POLA PENYEBARAN KADAR AIR MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) PADA PEMBERIAN AIR SECARA TERUS MENERUS DENGAN IRIGASI TETES Asep Sapei 1 dan
ELEMEN MESIN II ELEMEN MESIN II
ELEMEN MESIN II PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2014 169 BAGIAN VII PEGAS (Spring) Pegas adalah suatu benda elastis, yang jika diberi beban maka akan
KINERJA DITCHER DENGAN PENGERUK TANAH UNTUK BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING. Oleh : ARI SEMBODO F
KINERJA DITCHER DENGAN PENGERUK TANAH UNTUK BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING Oleh : ARI SEMBODO F14101098 2006 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR KINERJA DITCHER DENGAN PENGERUK TANAH
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam melimpah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sejauh ini pendayagunaan sumber daya alam tersebut
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Hediyanto W. Husaini dan Triono Junoasmono Peran Infrastruktur Jalan Pantura Jawa dalam Rangka Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional Anastasia Caroline Sutandi Pengembangan
PEDOMAN PENULISAN DAN FORMAT NASKAH JURNAL INFOTEL
PEDOMAN PENULISAN DAN FORMAT NASKAH JURNAL INFOTEL I. Naskah Naskah dapat berupa penelitian, ulasan artikel, atau gagasan ilmiah asli yang belum dan tidak akan dipublikasikan dalam media cetak lain. Naskah
DISAIN PENGERUK TANAH PADA DITCHER UNTUK SALURAN DRAINASE PADA BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING. Oleh: ALAM MUHARAM F
DISAIN PENGERUK TANAH PADA DITCHER UNTUK SALURAN DRAINASE PADA BUDIDAYA TEBU LAHAN KERING Oleh: ALAM MUHARAM F14102005 2006 DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH No Penerimaan Abstrak : Judul : Nama Lengkap (dengan gelar) : Institusi : Telp/Fax / HP : Email : Dengan ini saya menyatakan: 1. Kesediaan hadir saat pemaparan makalah*)
PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012
PANDUAN PENULISAN MANUSKRIP FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2012 TIM PENGEMBANG UNNES LAW JOURNAL 1 A. ALUR PEMBUATAN MANUSKRIP 2 B. RINCIAN PROSEDUR 1. Mahasiswa a. Mengajukan topik skripsi/tesis
Pengolahan lada putih secara tradisional yang biasa
Buletin 70 Teknik Pertanian Vol. 15, No. 2, 2010: 70-74 R. Bambang Djajasukmana: Teknik pembuatan alat pengupas kulit lada tipe piringan TEKNIK PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KULIT LADA TIPE PIRINGAN R. Bambang
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A.WAKTU DAN TEMPAT Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai dengan Juni 2010. Desain pembuatan prototipe, uji fungsional dan uji kinerja dilaksanakan di Bengkel
Prosedur Penerbitan Penerbit MULAWARMAN UNIVERSITY PRESS
Prosedur Penerbitan Penerbit MULAWARMAN UNIVERSITY PRESS All Rights Reserved. Copyright 2017 by Mulawarman University Press Daftar Isi PENERBIT MULAWARMAN UNIVERSITY PRESS SEKILAS PENERBIT... ii VISI DAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 14. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar mesin sortasi buah manggis hasil rancangan dapat dilihat dalam Bak penampung mutu super Bak penampung mutu 1 Unit pengolahan citra Mangkuk dan sistem transportasi
PETUNJUK TEKNIS IKAHIMKI CARNIVAL 2013 LOMBA KARYA DAUR ULANG (LKDU) SMA/SEDERAJAT TINGKAT NASIONAL
PETUNJUK TEKNIS IKAHIMKI CARNIVAL 2013 LOMBA KARYA DAUR ULANG (LKDU) SMA/SEDERAJAT TINGKAT NASIONAL KETENTUAN UMUM Karya daur ulang ini merupakan hasil karya orisinil dan belum pernah dipublikasikan. Karya
Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional
Jurnal Itenas Rekayasa LPPM Itenas No.1 Vol. XVI ISSN: 1410-3125 Januari 2012 Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional Nama Penulis 1, Nama Penulis 2, dst 1 Jurusan
Veterinary Scientific Competition 2016
I. MEKANISME PENDAFTARAN 1. Pendaftaran abstrak diadakan 2 Gelombang, yaitu : Gelombang I pada tanggal 1 Agustus 12 Agustus 2016 dan Gelombang II pada tanggal 15 Agustus 29 Agustus 2016 yang bersifat free
PETUNJUK UNTUK PRESENTASI ORAL
1 IMPORTANT DATE : Pengumpulan naskah : 16 Juni 2016 Penerimaan naskah : 17 Juni 2016 Pengembalian naskah hasil reviewer : 24 Juni 2016 Penerimaan Revisi hasil reviewer tanggal : 2 Juli 2016 PETUNJUK UNTUK
PERANCANGAN SISTEM KEMUDI GOKAR LISTRIK
PERANCANGAN SISTEM KEMUDI GOKAR LISTRIK Judhistira Freily Mamahit 1), Stenly Tangkuman 2), Michael Rembet 3) Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi ABSTRAK Sistem kemudi berfungsi untuk membelokan
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
MODUL 12 WESEL 1. PENGANTAR
MODUL 12 WESEL 1. PENGANTAR Telah disebutkan bahwa pada jalan rel perpindahan jalur dilakukan melalui peralatan khusus yang dikenal sebagai wesel. Apabila dua jalan rel yang terletak pada satu bidang saling
ISSN No Vol.25, No.2, Oktober 2011
ISSN No. 0216-3365 Vol.25, No.2, Oktober 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
BUKU PANDUAN TAHAP : PENGUMPULAN ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL Research of Applied Chemistry Competition (REACTION)
BUKU PANDUAN TAHAP : PENGUMPULAN ABSTRAK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL Research of Applied Chemistry Competition (REACTION) A. Latar Belakang Saat ini negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, sedang
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Ketimpangan Produksi Angkutan Barang dan Penumpang Tiap Moda Transportasi Jalur Utama Pantura Jawa Danang Parikesit Daya Saing Angkutan Barang Intermoda dalam Perspektif
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: dan e-issn: X
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411 dan e-issn: 2442-238X PUSAT KAJIAN BAHASA DAN BUDAYA Akta Notaris Drs. Irwan Siregar, SH, M.Kn tanggal 21 Januari 2015 SK MENKUMHAM RI
KATA PENGANTAR. Surabaya, Juli 2017
KATA PENGANTAR Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan kegiatan yang diadakan untuk menguji kemampuan merancang dan membangun kendaraan yang aman, irit dan ramah lingkungan. KMHE ini merupakan kegiatan
