ISSN No Vol.25, No.1, April 2011
|
|
|
- Ida Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 ISSN No Vol.25, No.1, April 2011 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya. Pengiriman makalah harus mengikuti panduan penulisan yang tertera pada halaman akhir atau menghubungi redaksi via telpon, faksimili atau . Makalah dapat dikirimkan langsung atau via pos dengan menyertakan hard- dan soft-softcopy, atau . Penulis tidak dikenai biaya penerbitan, akan tetapi untuk memperoleh satu eksemplar dan 10 reprints dikenai biaya sebesar Rp Harga langganan Rp per volume (2 nomor), harga satuan Rp per nomor. Pemesanan dapat dilakukan melalui , pos atau langsung ke sekretariat. Formulir pemesanan terdapat pada halaman akhir. Penanggungjawab: Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia Ketua Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Dewan Redaksi: Ketua Anggota : Wawan Hermawan : Asep Sapei Kudang B. Seminar Daniel Saputra Bambang Purwantana Y. Aris Purwanto Redaksi Pelaksana: Ketua : Rokhani Hasbullah Sekretaris : Satyanto K. Saptomo Bendahara : Emmy Darmawati Anggota : Usman Ahmad I Wayan Astika M. Faiz Syuaib Ahmad Mulyawatullah Diana Nursolehat Penerbit: Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB Bogor Alamat: Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp , Fax , [email protected] atau [email protected]. Website: ipb.ac.id/~jtep. Rekening: BRI, KCP-IPB, No a/n: Jurnal Keteknikan Pertanian Percetakan: PT. Binakerta Adiputra, Jakarta
3 Ucapan Terima Kasih Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian mengucapkan terima kasih kepada para Mitra Bestari yang telah menelaah (mereview) naskah pada penerbitan Vol. 25 No. 1 April Ucapan terima kasih disampaikan kepada: Prof. Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Tamrin, M.Si (Fakultas Pertanian, Universitas Lampung), Dr.Ir. Dedy Tooy,PhD (Universitas Sam Ratulangi), Dr.Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc (Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM), Dr. Kamadibrata, (Institut Teknologi Bandung), Dr. Hermantoro, MS (INSTIPER Yogyakarta), Dr.Ir. I Dewa Made Subrata, M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Dr.Ir. Sutrisno,M.Agr (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB), Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB), Dr.Ir. Nora H. Pandjaitan, DEA (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Dr. Satyanto K. Saptomo, STP (Departemen Teknik sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB).
4 Technical Paper Analisis Iklim Mikro Kandang Domba Garut Sistem Tertutup Milik Fakultas Peternakan IPB Indoor Climate Analysis In IPB s Garut Sheep Cage Meiske Widyarti 1 dan Yoffa Oktavia 2 Abstract Microclimate condition of cage affecting the growth of livestocks. Livestocks will be able to develop and grow optimally in a good cage condition. Cages indoor or microclimate should be comfort and fit for livestock growth and functioned as a protector from environment influences. A good microclimate condition is influenced by air temperature, moisture content, velocity of air flow, and intensity of light. This study aims to analyze the distribution of temperature, humidity, wind speed and patterns inside the Garut sheep s cage. Datas are collected on Faculty of Animal Husbandry IPB s Garut sheep fattening cages. Datas including temperature, relative humidity, wind speed, and solar radiation were taken three days from 07:00 pm until 15:00 pm and analyzed using microsof exel program. The study results showed that the highest indoor cage temperature is O C at pm., with relative humidity 73,33% and wind speed 0,38 m/sec. This condition is not optimal enough for Garut sheeps s growth. Keywords: animal cage, Garut sheep, micro climate. Abstrak Kondisi kandang mempengaruhi pertumbuhan ternak. Ternak akan mampu berkembang dan tumbuh secara optimal dalam kondisi kandang yang baik. Kandang yang baik harus sesuai bagi pertumbuhan ternak antara lain kenyamanan, naungan serta perlindungan dari pengaruh lingkungan. Kondisi kandang yang baik sangat dipengaruhi oleh suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran suhu, kelembaban, kecepatan angin dan pola aliran udara di dalam kandang. Pengambilan data dilakukan di kandang penggemukan domba Fakultas Peternakan IPB. Data yang diambil meliputi suhu, RH, kecepatan angin, dan radiasi matahari. Pengukuran dilakukan mulai pukul WIB sampai pukul WIB. Setelah itu, data hasil pengukuran dianalisis dan dibandingkan dengan standard. Hasil penelitian menunjukkan suhu tertinggi di dalam kandang adalah 33,33 0 C pada pukul WIB. Dengan kelembaban relatif 73,33 % dan kecepatan angin 0,38 m/detik. Kondisi ini belum optimal bagi pertumbuhan domba Garut. Kata kunci : Domba Garut, iklim mikro, kandang penggemukan. Diterima: 14 September 2010; Disetujui: 15 Pebruari 2011 Pendahuluan Latar Belakang Kebutuhan daging domba di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2007 sekitar 56,900 ton, dan hanya 2.75% terpenuhi dari produksi daging nasional (Ditjen Peternakan, 2008). Pertumbuhan populasi domba di Indonesia relatif kecil sedangkan permintaan terus meningkat seiring kenaikan jumlah penduduk dan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan daging domba tiap tahun meningkat pada saat ibadah kurban dimana dibutuhkan sekitar 5.6 juta ekor tiap tahunnya. Setiap restoran dan kaki lima membutuhkan 2-3 ekor tiap harinya, sedangkan pertumbuhan populasi domba belum sebanding dengan permintaan yang terus meningkat ( UGM, 2008). Pada tahun 2008 sekitar 579 ton daging domba muda diimpor dari Australia untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia (Meat&livestock Australia, 2009). Domba Garut atau domba Priangan merupakan domba lokal Indonesia yang banyak diternakkan di Jawa Barat. Populasi domba Garut tahun 2009 di Indonesia mencapai sekitar 4.8 juta ekor yang 1 Dosen pada Departmen Teknik Sipil dan Lingkungan, [email protected] 2 Mahasisiwa pada Departmen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 37
5 Vol. 25, No. 1, April 2011 Gambar 1. Kandang penggemukan domba Garut Gambar 2. Ketinggian titik pengukuran suhu, kelembaban dan kecepatan angin tersebar di berbagai daerah. Pada umumnya teknologi dan pemeliharaan ternak masih sederhana atau masih bersifat tradisional. Apabila dibandingkan dengan kondisi peternakan luar negeri yang sudah sangat maju, maka teknik beternak di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dalam beternak domba, masalah perkandangan menjadi salah satu faktor penting untuk diperhatikan, selain bibit. Ternak akan mampu berkembang dan tumbuh secara normal dalam kondisi lingkungan yang baik. Kualitas kandang sangat ditentukan oleh iklim lingkungan mikro seperti suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, dan intensitas cahaya. Iklim lingkungan mikro sangat mempengaruhi pertumbuhan domba misalnya temperatur lingkungan yang tinggi dapat mengurangi nafsu makan domba sehingga mempengaruhi berat badan domba. Untuk mendapatkan kualitas kandang yang baik diperlukan analisis terhadap lingkungan mikro agar sesuai dengan kebutuhan domba Garut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: menganalisis kondisi kesesuaian suhu, kelembaban dan aliran udara dalam kandang domba Garut sistem tertutup bagi pertumbuhan domba. Bahan dan Metode Waktu dan Tempat Penelitian Pengambilan data dilaksanakan selama 6 hari terhitung mulai dari tanggal 6 April 2010 sampai dengan 11 April Tempat pelaksanaan penelitian adalah di kandang penggemukan domba Garut Fakultas Peternakan IPB dan Laboratorium Lingkungan dan Bangunan IPB. Gambar 3. Denah titik pengukuran suhu dan kelembaban udara di dalam kandang Bahan dan Alat Pengambilan data kondisi lingkungan menggunakan alat antara lain; wheather station, anemometer, termometer, anemometer, bola gabus, psychometric chart, luxmeter dan kandang domba ( Gambar 1). Metode Penelitian Gambar 4. Denah titik pengukuran kecepatan angin di dalam kandang 38 Inventarisasi Data Pengambilan data dilakukan di kandang penggemukan domba Garut milik Fakultas Peternakan IPB. Pengukuran dilakukan selama minimum 3 kali dengan kondisi hari seragam yang diukur tiap satu jam sekali dari jam WIB. Data yang diambil antara lain : Kelembaban dan suhu lingkungan dan suhu kandang domba dengan menggunakan weather station, psychometric chart, termometer bola basah dan bola kering (Gambar 2). Untuk suhu di dalam bangunan diambil pada beberapa titik pengukuran dalam kandang (Gambar 3).
6 Kecepatan angin di lingkungan dan di dalam kandang diukur tiap satu jam sekali dengan menggunakan bandul, wheather station dan anemometer. Pengukuran kecepatan angin di dalam kandang diambil sebanyak 4 titik pengukuran yaitu di dekat bukaan dan di tengah kandang (Gambar 4). Selanjutnya dilakukan pengolahan data yang telah diperoleh dari tahap sebelumnya. Analisis dan dibuat dengan program komputer Microsoft excel untuk mengetahui perbandingan suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, dan intensitas cahaya di dalam dan diluar kandang serta dibandingkan dengan kondisi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan domba. Hasil dan Pembahasan Tata Letak Kandang Penggemukan Domba Garut Kandang penggemukan domba ini terletak di laboratorium lapang milik Fakultas Peternakan IPB dengan topografi yang tidak rata. Kandang dibangun menyesuaikan bentuk lahan dan lingkungan setempat. Di sekeliling kandang juga terdapat bangunan lain dan vegetasi tumbuhan yang subur. Jarak antara kandang penggemukan dengan bangunan di sebelahnya sekitar 6 meter, sedangkan dengan bangunan di depannya 7.5 meter. Kisaran jarak antara bangunan ini cukup dekat sehingga dapat mempengaruhi iklim mikro di sekitar kandang. Pagi hari menjelang siang cahaya matahari kurang maksimal masuk ke kandang karena terhalangi oleh bangunan di depan dan di sampingnya. Tetapi menjelang sore hari cahaya matahari lebih maksimal karena sebelah kiri kandang tidak ada bangunan lain. Tipe Kandang Penggemukan Domba Garut Tipe kandang penggemukan domba yang ada di Fakultas Peternakan IPB berbentuk panggung sistem tertutup dengan model atap modified standard peak. Kandang penggemukan ini mempunyai panjang 15 meter, lebar 8.7 meter, dan tinggi sekitar 6 meter. Kandang dibangun dengan ketinggian 1.5 m di atas tanah, dengan begitu kotoran ternak akan jatuh ke bawah kandang. Kandang dengan sistem tertutup ini diharapkan dapat memaksimalkan penggemukan domba di dalamnya dan melindungi domba dari lingkungan yang ekstrim. Tipe kandang yang dipergunakan berdasarkan susunan domba adalah head to tail. Head to tail yaitu susunan domba terhadap domba lainnya searah sehingga kepala bertemu ekor (Gambar 5). Penerapan tipe kandang seperti ini tergantung dari desain tata letak dalam kandang yang diinginkan oleh pihak pengelola peternakan. Di dalam kandang terdapat 45 sekat dengan 45 ekor ternak. Konstruksi Kandang Penggemukan Domba Garut Gambar 7. Atap kandang penggemukan domba Gambar 5. Denah kandang penggemukan domba Gambar 6. Tampak dinding kandang Gambar 8 Tempat makan dan minum domba 39
7 Vol. 25, No. 1, April 2011 Kandang harus kuat agar dan menggunakan bahan yang tahan kotoran hewan. Bagian-bagian yang harus diperhatikan pada konstruksi kandang diantaranya : 1. Pondasi; berfungsi sebagai penyangga beban bangunan diatasnya. Pondasi kandang penggemukan dibuat lebih tinggi daripada tanah dengan tujuan agar tiang pondasi tidak mudah rusak. 2. Dinding kandang; dinding kandang dibuat terbuka sebagian agar terdapat aliran udara pada siang hari dan terlindung pada malam hari. Bagian dinding yang tertutup terbuat dari bata. Bagian dinding yang terbuka merupakan ventilasi alamiah yang ditutupi dengan screen agar kotoran dan pengaruh angin kencang dapat dihindari. Ventilasi kandang penggemukan domba terdapat pada atap dan dinding. Ventilasi dinding berukuran (1x1.5) m sebanyak 12 sekat bagian sisi kiri dan 12 sekat sisi kanan (Gambar 6). 3. Lantai; lantai dibuat bercelah dan terbuat dari papan yang bercelah 1-2 cm, dengan tebal kira-kira 1.5 cm. Lantai dengan celah dapat menjaga kebersihan kandang karena kotoran ternak langsung terbuang ke kolong atau tempat penampungan kotoran ternak. 4. Atap; atap yang digunakan pada kandang penggemukan domba ini menggunakan asbes. Bahan atap juga mempengaruhi suhu udara di dalam kandang. Atap berbentuk modified standard peak dengan bukaan yang cukup besar. Model modified standard peak diharapkan dapat memaksimalkan pertukaran udara di dalam kandang. Bukaan pada atap dapat menjadi inlet dan outlet tergantung arah angin (Gambar 7). 5. Fasilitas makan dan minum; tempat makan ternak merupakan salah satu komponen penting dalam kandang yang harus disediakan. Tempat makan ternak harus disesuaikan dengan ukuran dan sifat ternak. Tempat makan ternak dan minum digabung dalam satu tempat. Tempat pakan dan tempat minum dibuat dari kayu berbentuk trapesium yang dengan ukuran 70 cm x 50 cm dan berada 30 cm dari lantai. Di dalam kotak trapesium ini disekat menjadi dua bagian, satu bagian untuk makanan dan sebelahnya untuk wadah minuman (Gambar 8). Teknik Penggemukan Domba Garut Domba bakalan yang digemukkan adalah domba lokal jantan yang sudah berumur diatas 4 bulan. Sistim pemeliharaan domba tidak digembalakan, setiap hari domba berada di dalam kandang dan tidak digembalakan di padang rumput. Pemberian pakan dan minum dilakukan di dalam kandang tiga kali dalam sehari. Pakan yang diberikan ditimbang sesuai kebutuhan optimal domba dan ditambah konsentrat. Dalam menjaga kesehatan domba dan kandang, pekerja kandang membersihkan secara rutin agar kotoran tidak menumpuk sehingga kesehatan domba lebih terjaga. Selain itu kondisi tubuh domba diperiksa secara rutin. Kondisi Iklim Mikro di Kandang Penggemukan Domba Garut Gambar 9. Grafik perbedaan suhu di dalam dan di luar kandang 40 Gambar 10. Irradiasi matahari di lingkungan kandang penggemukan Suhu udara Pada setiap titik pengukuran di dalam kandang tidak terdapat perbedaan suhu yang nyata. Bagian depan, belakang, samping kiri dan kanan kandang mempunyai suhu hampir seragam walaupun pada sisi kanan dalam bangunan dipasang 3 kipas angin. Kipas angin terletak sejajar dengan titik 1,2, dan 3 dan di pasang di dinding dalam keadaan selalu menyala Suhu di titik 1, 2 dan 5 lebih tinggi dari titik yang lain (Gambar 9). Titik ini berada dekat dengan hewan sehingga panas hewan mempengaruhi suhu walaupun titik ini berada ± 30 cm dari kipas angin. Mulai pukul WIB suhu bola kering meningkat mencapai ±36 O C dan pukul sampai suhu bola kering menurun yaitu ± 29 O C. Fluktuasi suhu bola kering ini dipengaruhi oleh irradiasi matahari sehingga konstribusi kalor berbeda-beda setiap jamnya (Gambar 10). Suhu bola kering berbanding lurus terhadap pergerakan matahari. Jika dibandingkan dengan suhu yang sesuai bagi domba Garut 24 O C-28 O C (Rahayu, 2010), maka kisaran suhu di lokasi penelitian masih tinggi yaitu tertinggi 36 O C. Suhu yang tinggi dapat
8 diturunkan sekitar 3-5 O C dengan sistem ventilasi yang baik. Semakin besar luas bukaan ventilasi maka akan semakin besar laju ventilasi dan dapat menurunkan suhu di dalam suatu bangunan. Syarat awal ventilasi alamiah dapat dibangun yaitu tersedianya udara luar yang sehat dengan suhu maksimal 28 O C dan tidak ada halangan dari bangunan-bangunan sekitar (Prasasto, 2008). Di lokasi penelitian suhu lingkungan awal sudah tinggi sehingga memerlukan pertimbangan lebih cermat dalam perancangan bangunan kandang walaupun seperti telah diketahui bahwa domba akan dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kelembaban Relatif Kelembaban relatif merupakan rasio antara jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah uap maksimum yang dikandung pada suhu udara dan tekanan tertentu. Kelembaban di dapat dari psychrometic chart dengan menggunakan data suhu bola basah dan bola kering. Kelembaban di setiap titik pengukuran tidak jauh berbeda dengan selisih perbedaan yang kecil. Kelembaban lingkungan luar kandang dari pagi sampai sore berkisar antara 75%-87.67%, sedangkan bagian dalam berkisar antara 71%-89%. Kelembaban yang dibutuhkan oleh domba untuk tumbuh adalah 60%- 80% (Sodiq, 2008), berarti kelembaban di dalam kandang sudah mendekati standard kelembaban bagi domba.(gambar 11). Jika dilihat dari grafik, nilai kelembaban terkecil pada saat tengah hari adalah pada titik 4 sebesar 71 %. Kecepatan Angin Pertukaran udara di dalam kandang penggemukan terjadi secara alami dan semibuatan Pertukaran udara secara semi buatan di dalam kandang penggemukan domba Garut terjadi melalui kipas angin. Kipas angin terdapat di bagian sisi sebelah kanan kandang. Pertukaran udara di dalam kandang juga terjadi secara alami karena efek angin. Angin bergerak dari selatan menuju utara pada pagi hari sampai menjelang siang, maka sisi selatan berfungsi sebagai inlet ventilator. Kecepatan angin di luar kandang penggemukan berkisar m/s. Menurut Papadakis (1996) untuk kecepatan angin kurang dari 1.8 m/s, efek angin meskipun kecil tidak dapat diabaikan. Kandang penggemukan domba ini mempunyai bukaan di bagian dinding dan atap sehingga efek angin akan lebih lancar. Pada saat angin bertiup bukaan pada kandang penggemukan yang berhadapan dengan angin berperan sebagai inlet dan bukaan ventilasi dinding yang tidak berhadapan dengan angin dan atap menjadi outlet. Keadaan angin di dalam kandang pada umumnya tergantung dari luas bukaan dinding. Ventilasi alamiah pada kandang penggemukan domba terdapat pada bukaan atap dan dinding dengan ukuran ventilasi dinding (1.5 x 1) m sebanyak 12 buah sisi samping kiri dan 12 buah sisi samping kanan. Terdapat juga ventilasi tambahan di dinding berbentuk kotak-kotak kecil yang disusun sebanyak 5 kotak ke bawah. Ukuran kotak ini sekitar (10 x 10) cm, dan terdapat 9 baris sepanjang sisi dinding kiri maupun kanan. Kecepatan angin di dalam kandang terbesar terjadi antara jam jam dengan nilai antara m/dt. Kecepatan angin terendah terjadi pada jam dan dan setelah jam sebesar m/dt. Kecuali pada titik 1 dan 2 yang aliran anginnya selalu besar. Hal ini disebabkan oleh kipas angin yang menyala. di dalam kandang penggemukan domba Garut terjadi melalui kipas angin (Gambar 12). Kipas angin terdapat di bagian sisi sebelah kanan kandang, sehingga menyebabkan bagian sisi kandang sebelah kanan mempunyai kecepatan angin yang lebih besar dari sisi sebelah kiri yaitu selisih mencapai 0.2 m/detik pada sore hari. Kesimpulan 1. Berdasarkan hasil pengukuran suhu udara di dalam kandang pukul 08.00, 12.00, dan adalah O C, O C, O C dengan suhu lingkungan 27 O C, O C, O C. 2. Rata-rata kelembaban relatif di dalam kandang pukul 08.00, 12.00, dan adalah 84.83%, 74%, dan 83.61% adalah 85.15%, 70.26%, dan 80.04% Gambar 11 Grafik perbedaan kelembaban udara pada kandang domba Gambar 12 Grafik perbedaan kecepatan angin di dalam dan luar kandang 41
9 Vol. 25, No. 1, April Kecepatan angin di dalam kandang terbesar terjadi antara jam jam dengan nilai antara m/dt. Kecepatan angin terendah terjadi pada jam dan dan setelah jam sebesar m/dt. 4. Kisaran RH ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan standard RH bagi domba Garut yaitu 60%-80%. Kisaran suhu dalam kandang maksimum 36 O C masih terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan suhu yang sesuai bagi domba Garut 24 O C -28 O C. Pergerakan angin maksimum di dalam kandang 0,4 m/detik dan lebih cepat dan merata apabila kipas angin menyala nilai ini sudah memadai. Daftar Pustaka Alpen Pengaruh Suhu Tinggi pada Domba. Pemanasan Global alpensteel.com [3 Mei 2010] Anonim Penggemukan Domba. saulandsinaga.com [29 Januari 2010] Cahyono Beternak Domba dan Kambing. Yogyakarta: Kanisius. Eka Analisa Kandang Domba Garut di Ternak Sehat Pasir Buncir. [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Gilang G.N. et all Analyze of Microclimate Changes in Garut Sheep Barn with Passive Control Method ( Case study in UPTD-BPPTD Margawati, Region of Garut). Jurnal Teknotan Vol1: [1 Februari 2010] Gunawan, Noor R.R Pendugaan Nilai Heritabilitas Bobot Lahir dan Bobot Sapih Domba Garut Tipe Laga. Dept Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB. 29 (1): 7-8. Heriyadi Domba dan Kambing di Indonesia, Potensi, Masalah, dan Solusi. Majalah Trobos : 101 [Februari 2008 tahun VIII]. Lennart P, James H. W Farm Structures in Tropical Climate. FAO: Rome. Nurwiyanti Tingkah Laku Makan pada Domba Garut yang Mendapat Penambahan Ampas Tahu Dengan Aras yang Berbeda. [Thesis]. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Parakkasi, A Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. UI press, Jakarta. Purbowati, Ending Usaha Penggemukan Domba. Bogor: Penebar Swadaya. Satwiko Fisika Bangunan. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta. Sodiq, Akhmad Sukses Menggemukkan Domba. Jakarta: Agromedia Pustaka. Sumantri, C. et all Performances and Phylogenic Relationships Among Local Sheep in Indonesia by Morphological Analysis. JITV Vol 12(1):
10 PEDOMAN PENULISAN Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan media publikasi untuk tulisan asli yang belum pernah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dan berkaitan dengan teknik pertanian(agricultural engineering) secara luas. 1. Pedoman Umum Naskah termasuk Abstract diketik menggunakan program Microsoft Word huruf Times New Roman 12 point (font 12), ukuran kertas A4 (21x29.5cm). Pias 3 cm, spasi 1.5, maksimum 15 halaman termasuk tabel dan gambar s erta diberi nomor halaman pada sudut bawah sebelah kanan. Tabel dan gambar diletakkan pada akhir naskah atau pada lembar dan file terpisah. Pengiriman naskah bisa melalui pos berupa CD berisi file softcopy ataupun melalui . Bila dikirim melalui pos, ditujukan ke alamat: Redaksi Jurnal Keteknikan Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Kampus IPB Dramaga, Bogor [email protected] atau [email protected] 2. Susunan Naskah Naskah disusun dalam urutan Judul, Penulis dan alamat instansinya, Abstract, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka, Tabel dan Gambar. Naskah undangan tidak harus mempunyai susunan seperti tersebut di atas. 3. Judul Judul memberikan subyek penelitian dengan ringkas dan dicetak tebal (bold) dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali untuk kata depan dan kata sambung. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia harus disertai judul dalam Bahasa Inggris yang dicetak miring (italic). Judul dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 14 kata dan dalam Bahasa Inggris tidak lebih dari 10 kata. Nama lengkap, nama lembaga afiliasi serta alamat para penulis, ditulis secara berurutan di bawah Judul. Tambahkan alamat pada nama penulis untuk korespondensi. Contoh Penulisan Judul: Pemodelan Sistem Filtrasi Terkendali pada Sistem Resirkulasi Pembenihan Ikan Modeling Controlled Filtration System in Fish Hatchery Recirculation System Alfin Najwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor, [email protected] Ikhlasul Amal, Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. 4. Abstract dan Kata Kunci Abstract menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dan di dalamnya tidak terdapat kutipan pustaka. Abstract ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam satu paragraf tidak lebih dari 200 kata. Kata kunci ditulis setelah Abstarct maksimum 5 kata, masing-masing dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kata kunci yang ditulis pertama merupakan kata kunci yang terpenting. 5. Naskah Utama Penulisan sub judul utama (Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di tengah. Pendahuluan menjelaskan alasan mengapa penelitian dilakukan, perumusan dan pemecahan masalah, status ilmiah (state of the art) penelitianpenelitian terdahulu serta tujuan dan hasil penelitian yang diharapkan. Bahan dan Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan atau cara-cara untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan mencantumkan data yang diperoleh, analisis data, temuan-temuan yang spesifik serta perbandingannya dengan penelitianpenelitian terdahulu secara berurutan sesuai dengan urutan dalam tujuan. Hindari penyajian tabel dan gambar dari data yang sama. Sub-sub judul ditulis dengan huruf kapital pada setiap awal kata, tanpa nomor, dicetak tebal dan posisi di sebelah kiri. Kata/kalimat dalam bahasa asing ditulis miring. Nama organisma harus diikuti dengan nama ilmiahnya secara lengkap pada pengungkapan
11 pertama. Singkatan pertama kali ditulis di dalam kurung setelah kata-kata yang disingkatnya. Penulisan angka mengggunakan US System seperti: 1,000,000 menyatakan satu juta dan 2.5 menyatakan dua lima per sepuluh. Sistem satuan yang digunakan adalah SI Unit: cgs (centimeter, gram, second/detik). Simbol/notasi ditulis menggunakan huruf miring dan disertai keterangannya pada pengungkapan pertama. Persamaan diberi nomor urut yang dituliskan di belakang persamaan dan di dalam tanda kurung. 6. Tabel dan Gambar Tabel ditulis dalam halaman terpisah setelah halaman terakhir dari naskah. Di dalam naskah cantumkan nomor dan judul tabel pada paragraf dimana tabel tersebut akan ditempatkan. Contoh pada naskah:...sifat fisik bahan pada masing-masing kadar air ditunjukkan pada Tabel 1. [Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air] Contoh pada halaman tabel: Tabel 1. Berat jenis lada berdasarkan kadar air 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka mencantumkan pustaka-pustaka bermutu (primer, mutakhir dan relevan) yang dirujuk saja. Pustaka diketik berdasarkan urutan alfabet dari nama akhir (nama keluarga) penulis pertama dan tahun. Apabila terdapat beberapa pustaka yang ditulis yang sama, tambahkan huruf a, b dan seterusnya di belakang tahun. Pustaka dari internet hanya boleh dilakukan bila berasal dari lembaga yang resmi. Berikut beberapa contoh penulisan pustaka : Jurnal : Suhardiyanto, H., M.M. Fuad dan Y. Widiningrum Analisis pindah panas pada pendinginan dalam tanah untuk sistem hidroponik. Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.21 (4): Prosiding : Fukuda, T.,Y. Nakano, Kuroda, S. Takeuchi, B.I.Setiawan, A. Sapei and F. Nurrochmad Water manajemen and water quality of paddyarea in Cidanau watershed at West Java. Proceedings of the 1 st Seminar: Toward Harmonization between Development and Environmental Conservation in Biological Production, Tokyo, February 21-23, p Buku : Morga, R.P.C Soil Erosion and Conservation. 2 nd Ed. Longman. Harlow Gambar dibuat hitam putih (B/W) atau greyscale dalam lembaran terpisah pada halaman terakhir setelah halaman tabel. Apabila ukurannya besar, gambar dapat disimpan dalam file terpisah yang lain( *.jpg, *.gif, *.wmf atau *.emf). Di dalam naskah cantumkan nomor dan nama gambar pada paragraf dimana gambar tersebut akan diletakkan. Contoh pada naskah:..(paragraf sebelumnya) [Gambar 1. Perubahan suhu dengan waktu proses pengendalian]..(paragraf sesudahnya) Bab dalam buku : Howell, T.A., F.K. Alijiburi, H.M. Gitlin, I. Pai Wu, A.W.Warrick dan P.A.C. Raats Design and operation of trickle (drip) irrigation, in Jensen, M.E.(Ed.). Design and Operation of Farm Irrigation System. ASAE. Michigan. p Skripsi/Tesisi/Disertasi : Arifanto, T Teknik perbaikan filter fisik dan filter kimia pada sistem resirkulasi pembenihan ikan patin. (Skripsi). Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.
12 FORMULIR PEMESANAN JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN 1 Kepada Yth. Sekertariat Jurnal Keteknikan Pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Darmaga, Bogor Tel: ; Fax: [email protected] & [email protected]; Website: Bersama ini, saya Nama Alamat Telp. HP 1. Memesan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- per eksemplar, belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Vol/No/Tahun Jumlah 2. Memesan re-prints Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Per set (10 eksemplar) Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Judul Penulis Vol/No/Tahun Jumlah 3. Berlangganan Jurnal Keteknikan Pertanian: (Harga Rp ,- belum termasuk ongkos kemas dan kirim) Mulai Tahun Sampai Tahun Jumlah Pembayaran kami lakukan melalui wesel pos ke alamat redaksi/transfer, ke Rekening No , BRI KPC IPB, a/n Jurnal Keteknikan Pertanian 2. Bersama ini disampaikan bukti pembayarannya 3. Pemesan, [ ] 1 Formulir pemesanan ini dapat di-download di 2 Coret yang salah satu 3 Pengiriman hanya dilakukan setelah Seketariat menerima bukti pembayaran
Analisis Iklim Mikro Kandang Domba Garut Sistem Tertutup Milik Fakultas Peternakan IPB
Technical Paper Analisis Iklim Mikro Kandang Domba Garut Sistem Tertutup Milik Fakultas Peternakan IPB Indoor Climate Analysis In IPB s Garut Sheep Cage Meiske Widyarti 1 dan Yoffa Oktavia 2 Abstract Microclimate
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.23, No.1, April 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.1, April 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
ISSN No Vol.24, No.2, Oktober 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.2, Oktober 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Suhu Udara Hasil pengukuran suhu udara di dalam rumah tanaman pada beberapa titik dapat dilihat pada Gambar 6. Grafik suhu udara di dalam rumah tanaman menyerupai bentuk parabola
ISSN No Vol.24, No.1, April 2010
ISSN No. 0216-3365 Vol.24, No.1, April 2010 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada musim kemarau yaitu bulan Mei sampai Juli 2007 berlokasi di Laboratorium Lapangan Bagian Ternak Perah, Departemen Ilmu
HASIL DAN PEMBAHASAN
25 HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Iklim Mikro Rumah Tanaman Tipe Standard Peak Selama 24 jam Struktur rumah tanaman berinteraksi dengan parameter lingkungan di sekitarnya menghasilkan iklim mikro yang khas.
Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017
Lampiran surat Nomor : /IT3.11/LT/2017 Informasi Pelaksanaan Seminar Hasil-Hasil PPM IPB 2017 1. Peneliti diharuskan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Seminar Hasil PPM IPB Tahun 2017, termasuk pada
ISSN : PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
ISSN : 2087-9679 PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi
HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Suhu dan Kelembaban Udara pada Kandang Sapi Perah
HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Suhu dan Kelembaban Udara pada Kandang Sapi Perah Analisis distribusi suhu dan kelembaban udara dilakukan pada saat kandang tidak diisi sapi (kandang kosong). Karakteristik
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA
PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL BAGI PENULIS JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN (ITP) UNIVERSITAS YUDHARTA Lingkup Jurnal Jurnal Teknologi Pangan merupakan media informasi dan komunikasi ilmiah Teknologi Pangan
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI I. UMUM 1. Jurnal Teknovasi adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit setiap 2 (dua) kali setahun yaitu April dan Oktober. 2. Naskah ilmiah yang diterbitkan
MATERI DAN METODE. Materi Penelitian
17 MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada 11 Maret hingga 5 Juni 011. Waktu penelitan dibagi menjadi enam periode, setiap periode perlakuan dilaksanakan selama 14 hari. Penelitian
Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional
Jurnal Itenas Rekayasa LPPM Itenas No.1 Vol. XVI ISSN: 1410-3125 Januari 2012 Petunjuk Penulisan Makalah Jurnal Itenas Rekayasa Institut Teknologi Nasional Nama Penulis 1, Nama Penulis 2, dst 1 Jurusan
ISSN No Vol.23, No.2, OKtober 2009
ISSN No. 0216-3365 Vol.23, No.2, OKtober 2009 Jurnal Keteknikan Pertanian merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) yang didirikan 10 Agustus 1968 di Bogor, berkiprah dalam
PANITIA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION PERHIMPUNAN MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA - MALANG
Pendahuluan PANITIA PANDUAN LOMBA LKTI DAN NATIONAL EDUCATION 2015 Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kekayaan. Sumberdaya yang melimpah menjadikan bangsa Indonesia sebagai tempat pembangunan
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS)
KETENTUAN PENULISAN JURNAL EKONOMI PERTANIAN, SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN JAREE (JOURNAL OF AGRICULTURE, RESOURCE AND ENVIRONMENTAL ECONOMICS) Ketentuan Umum 1. Naskah yang dikirim belum pernah dipublikasikan
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: dan e-issn: X
LINGUA, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411 dan e-issn: 2442-238X PUSAT KAJIAN BAHASA DAN BUDAYA Akta Notaris Drs. Irwan Siregar, SH, M.Kn tanggal 21 Januari 2015 SK MENKUMHAM RI
ANALISIS TEMPERATUR DAN ALIRAN UDARA PADA SISTEM TATA UDARA DI GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKONOMI DENGAN VARIASI BUKAAN JENDELA
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 ANALISIS TEMPERATUR DAN ALIRAN UDARA PADA SISTEM TATA UDARA DI GERBONG KERETA API PENUMPANG KELAS EKONOMI DENGAN VARIASI BUKAAN JENDELA Lustyyah Ulfa, Ridho
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI)
ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL BIS A (BISNIS ADMINISTRASI) I. UMUM 1. Jurnal Bisnis Administrasi (Jurnal BIS-A) adalah publikasi ilmiah berkala yang terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Juni dan Desember.
BAB I PENDAHULUAN. 4cm. 5 spasi (single)
BAB I PENDAHULUAN Bold dan Kapital Times new roman Menjorok 1 cm 1.1. Latar Belakang Dalam teknologi penambangan bawah tanah ada dua masalah pokok yang menjadi kendala pada saat pelaksanaan, yaitu : Segi
BAB IV ANALISA STUDI KASUS
BAB IV ANALISA STUDI KASUS IV.1 GOR Bulungan IV.1.1 Analisa Aliran Udara GOR Bulungan terletak pada daerah perkotaan sehingga memiliki variasi dalam batas-batas lingkungannya. Angin yang menerpa GOR Bulungan
RINGKASAN. Pembimbing Utama : Dr. Bagus P. Purwanto, M.Agr. Pembimbing Anggota : L-. Aiidi Murfi, MSi.
RINGKASAN Edi Suwito. 2000. Hubungan antara Lingkungan Mikro dengan Lama Bernaung dalam Kandang pada Sapi Dara Peranakan Fries Holland. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Temak. Jurusan Ilmu Produksi
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH
FORMULIR PENDAFTARAN PEMAKALAH No Penerimaan Abstrak : Judul : Nama Lengkap (dengan gelar) : Institusi : Telp/Fax / HP : Email : Dengan ini saya menyatakan: 1. Kesediaan hadir saat pemaparan makalah*)
HARI TATA RUANG 2016 KOTA MALANG
1 PEDOMAN PENYUSUNAN PAPER HARI TATA RUANG TAHUN 2016 1. Ketentuan Umum Paper merupakan hasil dari penelitian, komparasi teori, dan case study dengan tema Kota Inklusif dan Lestari dengan sub tema Smart
METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat
III. MEODE PENELIIAN A. Waktu dan empat Penelitian dilakukan di Laboratorium Energi Surya Leuwikopo, serta Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian, Departemen eknik Pertanian, Fakultas eknologi
PETUNJUK PENULISAN MANUSKRIP
1 PETUNJUK PENULISAN MANUSKRIP Lingua, Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya p-issn: 1979-9411; e-issn: 2442-238X Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Http://lingua.pusatbahasa.or.id Email: [email protected]
A. Pendahuluan B. Tujuan C. Kriteria, Persyaratan Penulis dan Tata Cara Pengiriman Naskah
A. Pendahuluan Sejalan dengan Surat Edaran Ditjen Dikti Nomor 15/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 perihal publikasi karya ilmiah yang menyebutkan bahwa untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN TRUNOJOYO AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY EVENT 2017 1. Judul Paper : 2. Asal Institusi : 3. Identitas Ketua Tim Nama : Jenis Kelamin : Nomor Induk Siswa : Jurusan : Tempat/Tanggal lahir
III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama
38 III. METODELOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama adalah pembuatan alat yang dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Ketimpangan Produksi Angkutan Barang dan Penumpang Tiap Moda Transportasi Jalur Utama Pantura Jawa Danang Parikesit Daya Saing Angkutan Barang Intermoda dalam Perspektif
Respon Seleksi Domba Garut... Erwin Jatnika Priyadi RESPON SELEKSI BOBOT LAHIR DOMBA GARUT PADA INTENSITAS OPTIMUM DI UPTD BPPTD MARGAWATI GARUT
RESPON SELEKSI BOBOT LAHIR DOMBA GARUT PADA INTENSITAS OPTIMUM DI UPTD BPPTD MARGAWATI GARUT Erwin Jatnika Priyadi*, Sri Bandiati Komar Prajoga, dan Deni Andrian Universitas Padjadjaran *Alumni Fakultas
JURNAL HPJI HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA
HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA Hediyanto W. Husaini dan Triono Junoasmono Peran Infrastruktur Jalan Pantura Jawa dalam Rangka Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional Anastasia Caroline Sutandi Pengembangan
DATA METEOROLOGI. 1. Umum 2. Temperatur 3. Kelembaban 4. Angin 5. Tekanan Udara 6. Penyinaran matahari 7. Radiasi Matahari
DATA METEOROLOGI 1. Umum 2. Temperatur 3. Kelembaban 4. Angin 5. Tekanan Udara 6. Penyinaran matahari 7. Radiasi Matahari Umum Data meteorology sangat penting didalam analisa hidrologi pada suatu daerah
SOLUSI VENTILASI VERTIKAL DALAM MENDUKUNG KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DI PERKOTAAN
SOLUSI VENTILASI VERTIKAL DALAM MENDUKUNG KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DI PERKOTAAN Ronim Azizah, Qomarun Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol
TATA TULIS JURNAL. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS JURNAL Fakultas Teknik Elektro 1 Struktur Jurnal Judul Jurnal Nama penulis Abstrak (bahasa Indonesia) Abstract (bahasa Inggris) Pendahuluan Pembahasan penelitian Kesimpulan dan saran. Daftar
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MEMANASKAN AIR MENGGUNAKAN KOLEKTOR PARABOLA MEMAKAI CERMIN SEBAGAI REFLEKTOR
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MEMANASKAN AIR MENGGUNAKAN KOLEKTOR PARABOLA MEMAKAI CERMIN SEBAGAI REFLEKTOR Nafisha Amelya Razak 1, Maksi Ginting 2, Riad Syech 2 1 Mahasiswa Program S1 Fisika 2 Dosen
Asep Sapei 1 dan Irma Kusmawati 2
PERUBAHAN POLA PENYEBARAN KADAR AIR MEDIA TANAM ARANG SEKAM DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) PADA PEMBERIAN AIR SECARA TERUS MENERUS DENGAN IRIGASI TETES Asep Sapei 1 dan
Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan
EDARAN KE DUA Seminar Nasional Buah Tropika Nusantara II Tema: Dukungan Teknologi dan Hasil Penelitian dalam Membangun Pertanian Bio-industri Buah Tropika Berkelanjutan BUKITTINGGI, 9-11 SEPTEMBER 2014
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR. Fakultas Teknik Elektro 1
TATA TULIS BUKU TUGAS AKHIR Fakultas Teknik Elektro 1 Kertas Jenis kertas : HVS A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM), khusus untuk gambar yang tdk memungkinkan dicetak di kertas A4 dapat
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN
ILMU KETEKNIKAN PERTANIAN Ketua Program Studi/Koordinator Mayor: Staf Pengajar: Prof.Dr.Ir. Armansyah Halomoan Tambunan, M.Agr Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc Prof.Dr.Ir.
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Penelitian Kondisi Lingkungan Kelinci dipelihara dalam kandang individu ini ditempatkan dalam kandang besar dengan model atap kandang monitor yang atapnya terbuat dari
PENERUSAN PANAS PADA DINDING GLAS BLOK LOKAL
PENERUSAN PANAS PADA DINDING GLAS BLOK LOKAL Frans Soehartono 1, Anik Juniwati 2, Agus Dwi Hariyanto 3 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Identifikasi Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal (Studi kasus bangunan dengan material bambu dan bata merah di Mojokerto)
Identifikasi Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal (Studi kasus bangunan dengan material bambu dan bata merah di Mojokerto) Damalia Enesty Purnama 1, Agung Murti Nugroho 2, Ir. Bambang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organisasi Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama dalam suatu pembagian kerja untuk mencapai tujuan bersama (Moekijat, 1990). Fungsi struktur
ASPEK KENYAMANAN TERMAL PADA PENGKONDISIAN RUANG DALAM
ASPEK KENYAMANAN TERMAL PADA PENGKONDISIAN RUANG DALAM James Rilatupa 1 ABSTRACT This paper discusses the thermal comfort for room as a part of comfort principles in architecture design. This research
Cut Nuraini/Institut Teknologi Medan/
Cut Nuraini/Institut Teknologi Medan/16-09-2014 APA ITU ARSITEKTUR TROPIS? TROPIS tropikos artinya : Garis Balik Garis lintang utara 23 0 27 adalah garis balik cancer dan matahari pada tanggal 27 Juni
PETUNJUK UNTUK PRESENTASI ORAL
1 IMPORTANT DATE : Pengumpulan naskah : 16 Juni 2016 Penerimaan naskah : 17 Juni 2016 Pengembalian naskah hasil reviewer : 24 Juni 2016 Penerimaan Revisi hasil reviewer tanggal : 2 Juli 2016 PETUNJUK UNTUK
Veterinary Scientific Competition 2016
I. MEKANISME PENDAFTARAN 1. Pendaftaran abstrak diadakan 2 Gelombang, yaitu : Gelombang I pada tanggal 1 Agustus 12 Agustus 2016 dan Gelombang II pada tanggal 15 Agustus 29 Agustus 2016 yang bersifat free
HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Lingkungan Mikro Lokasi Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Lingkungan Mikro Lokasi Penelitian Berdasarkan pengambilan data selama penelitian yang berlangsung mulai pukul 06.00 sampai pukul 16.00 WIB, data yang diperoleh menunjukkan
SIMPULAN UMUM 7.1. OPTIMISASI BIAYA KONSTRUKSI PENGERING ERK
VII. SIMPULAN UMUM Berdasarkan serangkaian penelitian yang telah dilakukan dan hasil-hasil yang telah dicapai, telah diperoleh disain pengering ERK dengan biaya konstruksi yang optimal dan dapat memberikan
PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017
PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN TUGAS AKHIR 2017 PROGRAM STUDI D3 OTOMASI SISTEM INSTRUMENTASI DEPARTEMEN TEKNIK FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus B Jalan Srikana 65 Surabaya 60286 Telp:
PEDOMAN PENULISAN. 5. Penulis yang naskahnya dimuat akan mendapatkan 1 eksemplar jurnal dan 5 eksemplar re-print.
PEDOMAN PENULISAN Jurnal Lanskap Indonesia (JLI) diedit oleh dewan editor dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (FAPERTA IPB) bekerja sama dengan Ikatan Arisitek
PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) 2017
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) 2017 PROGRAM STUDI D3 OTOMASI SISTEM INSTRUMENTASI DEPARTEMEN TEKNIK FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus B Jalan Srikana 65 Surabaya 60286 Telp:
MATERI DAN METODE. Materi
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Lokasi Pembuatan biskuit limbah tanaman jagung dan rumput lapang dilakukan di Laboratorium Industri Pakan, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan,
Perbedaan GH di daerah Tropis dan Sub Tropis. Keunggulan Tanaman dalam GH
BANGUNAN PERTANIAN SYARAT MUTU RUMAH TANAMAN GREENHOUSE BY : TIM PENGAMPU MK.MEKANISASI PERTANIAN DEPARTMENT OF AGRICULTURAL ENGINEERING FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY BRAWIJAYA UNIVERSITY SNI 7604-2010
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HASIL PENELITIAN DAN LOMBA PROPOSAL PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA 2015
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HASIL PENELITIAN DAN LOMBA PROPOSAL PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA 2015 Waktu pelaksanaan 1. Lomba karya tulis ilmiah hasil penelitian dan lomba proposal
SISTEM PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PALUNGAN. Fatmawati, Maksi Ginting, Walfred Tambunan
SISTEM PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PALUNGAN Fatmawati, Maksi Ginting, Walfred Tambunan Mahasiswa Program S1 Fisika Bidang Fisika Energi Jurusan Fisika Fakultas
ANALISIS DAN SIMULASI DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA KANDANG SAPI PERAH MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) AHMAD YANI
ANALISIS DAN SIMULASI DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA KANDANG SAPI PERAH MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) AHMAD YANI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007 PERNYATAAN MENGENAI
PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) HIMPUNAN KEPROFESIAN GAMMA SIGMA BETA (GSB) DEPARTEMEN STATISTIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007
I. Penjelasan Umum PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) HIMPUNAN KEPROFESIAN GAMMA SIGMA BETA (GSB) DEPARTEMEN STATISTIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007 Secara umum pengertian statistika
BANGUNAN PERTANIAN SYARAT MUTU RUMAH TANAMAN GREENHOUSE
BANGUNAN PERTANIAN SYARAT MUTU RUMAH TANAMAN GREENHOUSE BY : TIM PENGAMPU MK.MEKANISASI PERTANIAN DEPARTMENT OF AGRICULTURAL ENGINEERING FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY BRAWIJAYA UNIVERSITY SNI 7604-2010
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2015 di
1 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2015 di Greenhouse dan Ruang Laboratorium Rekayasa Sumber Daya Air dan Lahan
Analisis Sistem Irigasi Para pada Budidaya Tanaman Selada (Lactuca sativa var. crispa L.) Analysis of Para Irrigation Systemon Selada Cultivation
Analisis Sistem Irigasi Para pada Budidaya Selada (Lactuca sativa var. crispa L.) Analysis of Para Irrigation Systemon Selada Cultivation (Lactuca sativa var. crispa L.) Edi Susanto, Taufik Rizaldi, M.
IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penggemukan domba dilakukan guna memenuhi. konsumsi, aqiqah, dan qurban. Perusahaan terletak di Kampung Dawuan Oncom,
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Keadaan Umum Perusahaan PT. Agro Jaya Mulya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penggemukan domba. Penggemukan domba dilakukan guna memenuhi permintaan pasar daging
Peraturan. Civil Creative Competition. Miniatur Hunian Kontemporer Berbasis Green Building
Peraturan Civil Creative Competition Miniatur Hunian Kontemporer Berbasis Green Building Latar Belakang Gaya desain kontemporer pada suatu bangunan merupakan gaya desain yang mempunyai kesan ruang terbuka
Gambar 3. Peta Satelit dan Denah Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea (http://maps.google.com, 5 Agustus 2011)
HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Geografis Wilayah Kabupaten Bogor merupakan wilayah dari Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Propinsi Banten dan bagian dari wilayah Jabotabek. Secara geografis,
PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS)
PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) HIMPUNAN KEPROFESIAN GAMMA SIGMA BETA (GSB) DEPARTEMEN STATISTIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 I. Penjelasan Umum Lomba Jajak Pendapat Statistika 2009
MATERI DAN METODE. a b c Gambar 2. Jenis Lantai Kandang Kelinci a) Alas Kandang Bambu; b) Alas Kandang Sekam; c) Alas Kandang Kawat
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Ilmu Produksi Ternak Ruminansia Kecil Blok B Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pelaksanaan penelitian dimulai
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016
PANDUAN ABSTRAK PEKAN INOVASI MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (PIMPI) 2016 Tema INOVASI PEMUDA DALAM PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA AGRIDAYA Pertanian dalam arti luas mencakup Pertanian,
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP RESPONS TERMOREGULASI DAN PRODUKTIVITAS KAMBING PERANAKAN ETTAWA
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP RESPONS TERMOREGULASI DAN PRODUKTIVITAS KAMBING PERANAKAN ETTAWA Arif Qisthon dan Sri Suharyati Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri
BAB VII KANDANG DAN PERKANDANGAN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS TERNAK RIMUNANSIA BAB VII KANDANG DAN PERKANDANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA
JURNAL. Perbenihan Tanaman Hutan ISSN Vol. 1 No. 1, Agustus Tahun 2013
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol.1 No.1, Agustus 2013 JURNAL ISSN 2354-8568 Perbenihan Tanaman Hutan Vol. 1 No. 1, Agustus Tahun 2013 Kementerian Kehutanan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan
MATERI DAN METODE. Materi
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Ilmu Produksi Ternak Ruminansia Kecil Blok B Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Pembuatan pellet dilakukan di
UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR
Jurnal Teknik Mesin S-1, Vol. 3, No. 3, Tahun 2015 UJI PRESTASI PENDINGINAN EVAPORASI KONTAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT EVAPORATIVE COOLING) DENGAN VARIASI TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR *Cahyo Hardanto
BAB III PERENCANAAN, PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN, DAN PEMILIHAN UNIT AC
BAB III PERENCANAAN, PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN, DAN PEMILIHAN UNIT AC Dalam perancangan pemasangan AC pada Ruang Dosen dan Teknisi, data-data yang dibutuhkan diambil dari berbagai buku acuan. Data-data
JURNAL PENELITIAN TRANSPORTASI MULTIMODA
INDEKS PENULIS L Listantari dan Marlia Herwening Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Antarmoda di Stasiun Bogor Vol. 13, No. 02, Hal. 53-64 K Karmini dan Siti Fatimah Kriteria Pelayanan Sistem Tiket
Seminar Nasional Sains 2008 Seminar Nasional Sains 2008 Peran sains dalam kebangkitan pertanian
[17 s.d 18 Oktober 2008] Seminar Nasional Sains 2008 Seminar Nasional Sains 2008 Peran sains dalam kebangkitan pertanian PENDAHULUAN Sektor pertanian selain merupakan tumpuan perekonomian bangsa Indonesia,
Manajemen Penerbitan Microbiology Indonesia 1 LEMBAGA PENERBIT ORGANISASI. 1 LEMBAGA PENERBIT (lanjutan) 1. LEMBAGA PENERBIT (lanjutan)
Manajemen Penerbitan Microbiology Indonesia Agustin Wydia Gunawan [email protected] Lokakarya II Pengelolaan Penerbitan Berkala Ilmiah Bogor, 11 Oktober 2011 Ketua Editor 1998-2006 Managing Editor
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL Pada bab ini diuraikan mengenai analisis dan interpretasi hasil perhitungan dan pengolahan data yang telah dilakukan pada bab IV. Analisis dan interpretasi hasil akan
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA D3 FARMASI SE-INDONESIA PHARMODIA 2017 JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA D3 FARMASI SE-INDONESIA PHARMODIA 2017 JURUSAN FARMASI POLTEKKES KEMENKES BANDUNG I. Deskripsi Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa D3 Farmasi Se-Indonesia merupakan
