BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
|
|
|
- Sukarno Tan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Permasalahan Aplikasi ini tergolong sebagai sistem kecerdasan buatan karena akan menggantikan peran seseorang yang mampu mengenali ekspresi wajah. Tiga ekspresi yang akan dikenali oleh sistem senang, terkejut dan wajah datar tanpa ekspresi. Untuk meminimalkan kendala dalam pendeteksi wajah dan pendeteksi fitur wajah, beberapa batasan perlu ditentukan agar program aplikasi dapat menjalankan fungsinya dengan baik, salah satunya adalah posisi kepala masih harus diatur dalam pendeteksian. Walau sudah ada teknik untuk merotasi citra, namun menurut Chibelushi(2003), input hasil rotasi dan manipulasi tersebut tidak cukup baik. Dibutuhkan riset lebih jauh dalam transformation-invariant ekspresion recognition (Chibelushi & Bourel, 2003). Masih menurut Chibelushi (2003), hambatan lainnya ada pada variasi fitur wajah, seperti rambut pada wajah, misalnya jenggot, kumis, make up, gabungan beberapa ekspresi wajah, luka luka pada wajah dan lain-lain. Untuk mengatasinya, maka akan dicari basis data ekspresi wajah yang menampilkan wajah depan dan tidak memasukkan wajah wajah yang terdeformasi karena kecelakaan atau gangguan fisik. Pemilihan sukarelawan untuk melakukan testing pun mengikuti aturan yang sama. Untuk mempermudah pengenalan, variasi dalam beberapa ekspresi pun dibatasi. Misalnya, untuk perancangan aplikasi ini, semua data training untuk ekspresi bahagia diharuskan memperlihatkan senyum dengan mulut terbuka, untuk ekspresi terkejut, diambil data training yang menampilkan mulut yang terbuka. 45
2 46 Ekspresi wajah yang menjadi bahan training dan testing adalah pose yang dibuat dan bukan ekspresi alami karena kesulitan mengambil ekspresi alami. Gambar 3.1 System Process Sistem menjalankan proses pendeteksian dalam blok proses seperti pada Gambar 3.1. Setelah menerima input, sistem kemudian akan melakukan proses facial feature detection. Selanjutnya citra fitur wajah yang terdeteksi akan diekstraksi lalu dikompresi menggunakan metode wavelet transform. Setelah tahap pre-processing tersebut selesai, maka input siap untuk dimasukkan kedalam jaringan syaraf tiruan baik untuk training maupun untuk testing dan menghasilkan output kepada user.
3 47 Pada proses training, user akan juga diminta memberikan nilai target dari tiap citra yang tertangkap. Untuk proses testing, setelah citra di menyelesaikan pre-processing, input tersebut di masukkan ke jaringan syaraf tiruan dan memberikan output yang setelah mengalami post-processing akan menjelaskan ekspresi wajah dari hasil tangkapan kamera. 3.2 Analisis metode yang digunakan Gambar 3.2 Gambaran Umum Proses Pengenalan Ekspresi Deteksi Wajah Deteksi wajah pada aplikasi ini dilakukan dengan metode Viola-Jones. Metode ini diambil karena menggunakan metode komputasi yang memiliki performa yang cukup untuk mendeteksi wajah dalam waktu real time. Metode ini memerlukan data berupa hasil training dari kumpulan citra yang ingin dideteksi. Pada aplikasi ini data training sudah disediakan oleh libary Emgu CV Face Tracking Penelusuran (Tracking) pada wajah yang telah dideteksi sebelumnya bertujuan agar Viola-Jones tidak perlu mendeteksi setiap saat. Setelah tracking dilakukan dalam waktu tertentu, fungsi pendeteksi wajah kembali dipanggil dan setelah wajah
4 48 berhasil dideteksi, penelusuran akan kembali dilakukan dan seterusnya. Metode penelusuran yang digunakan adalah metode Lucas-Kanade. Pemilihan metode ini karena metode ini telah mencapai State of The Art dalam penelusuran wajah yang dicapai dalam penelitian Matthews dan Baker (IJCV, 2004) Pre-processing pada citra Pre-processing dilakukan pada citra agar citra tersebut dapat diterima oleh jaringan syaraf tiruan. Pertama-tama citra yang di dapat mengalami perubahan ukuran (resize) agar nantinya tiap input terdiri dari jumlah piksel yang sama. Selanjutnya citra akan mengalami filter equalize histogram. Filtering ini bermaksud agar kontras citra menjadi lebih baik dan mempermudah ekstraksi fitur wajah Deteksi Fitur Wajah Setelah di dapat citra wajah, citra wajah itu dibagi menjadi dua bagian. 6/10 Bagian atas, digunakan untuk mendeteksi mata kanan dan mata kiri, dan sisa bagian bawah digunakan untuk mendeteksi mulut. Algoritma ini ditempuh untuk mengurangi area pecarian mata dan mulut. Cara ini sudah pernah ditempuh dalam penelitian oleh krolak (2010). Peng-ekstraksian area mulut dan area mata ini didasarkan sifat ketergantungan geometrikal pada wajah manusia. Akhirnya, citra yang telah dimodifikasi tersebut akan di kompresi menggunakan metode Haar wavelet. Setiap citra fitur pada akhirnya diubah menjadi citra berukuran 4 x 4 piksel Pengenalan Ekspresi Wajah Pengenalan ekspresi wajah akan dilakukan dengan membandingkan hasil output dari perhitungan jaringan syaraf tiruan. Input dari jaringan syaraf tiruan ini
5 49 terdiri dari nilai nilai grayscale dari tiap piksel yang diambil dari citra fitur. Citra fitur yang diambil sebagai input terdiri dari 4 x 4 piksel sehingga dibutuhkan 16 input node. Output dari jaringan syaraf ini adalah pengenalan ekspresi wajah. Karena untuk aplikasi ini akan di kenal 3 ekspresi wajah, akan di sediakan 3 output node. Lalu hasil output yang berupa array angka ini akan masuk post-processing lagi agar hasilnya dapat dipahami dan dapat ditampilkan pada aplikasi. 3.3 Perancangan Layar Layar Utama Gambar 3.3 Layar utama Facial Expression Recognizer Ketika aplikasi pertama kali dijalankan, tampilan utama akan ditampilkan. Komponen-komponen dari layar utama adalah sebagai berikut: a. ToolStrip MenuItem File bila menu ini dipilih maka tampilan layar akan menjadi seperti pada Gambar 3.3. b. ToolStrip MenuItem Help. Berfungsi untuk menampilkan menu bantuan bagi user. Memilih menu ini akan membuat tampilan layar seperti pada gambar c. PictureBox berfungsi menampilkan gambar yang ditangkap kamera.
6 50 d. Button Start, berfungsi untuk menjalankan kamera dan nantinya untuk menangkap citra dan menyimpannya. e. ComboBox Select Camera berfungsi untuk memilih kamera yang digunakan. f. Label Face(s) Detected mengindikasikan jumlah wajah yang terdeteksi oleh aplikasi. g. Label Status berfungsi memberi informasi yang berkaitan dengan hasil pendeteksian pada citra di PictureBox. h. Label Select Camera Berfungsi untuk memebri tahu fungsi dari Combo Box Layar submenu dari File Gambar 3.4 Submenu dari menu File Submenu dari menu file terdiri dari: a. ToolStrip MenuItem Start berfungsi untuk memulai aplikasi. Bila menu ini dipilih, tampilan akan seperti Gambar 3.4. b. ToolStrip MenuItem Training on camera capture. Berfungsi untuk melakukan pelatihan dengan hasil tangkapan web-camera sebagai data input. Memilih menu ini akan membawa tampilan pada gambar 3.7.
7 51 c. ToolStrip MenuItem Training on images. Berfungsi untuk memulai pelatihan dari citra yang ada di komputer lokal. Memilih menu ini akan membuat tampilan seperti Gambar d. ToolStrip MenuItem Exit berfungsi untuk meutup layar dan mengakhiri aplikasi Layar Start Facial Expression Recognizer Kamera akan aktif dan PictureBox akan menampilkan apa yang tertangkap melalui kamera. Selain itu, status message akan berubah berdasarkan hasil pendeteksian aplikasi terhadap hasil tangkapan kamera. Berikut adalah daftar status message dan penjelasan dari status message tersebut. Detection only can be done when only one(1) face detected. Message untuk user ketika sistem menangkap lebih dari 1 wajah di kamera. Face Features not detected. Message ini ditampilkan ketika aplikasi mengenali wajah, tapi gagal mendeteksi fitur wajah. Facial expression is not activated. please train application first Message ini ditampilkan ketika fitur wajah berhasil mendeteksi fitur wajah, namun pengenalan ekspresi wajah belum diaktifkan. Pesan ini tidak akan terlihat ketika training on camera capture dijalankan. Facial expression detected. Pesan ini akan terlihat ketika fitur wajah berhasil di deteksi dan pengenalan ekspresi wajah telah dijalankan. Pesan ini tidak akan terlihat ketika training on camera capture dijalankan. Facial feature Detected. Click capture to get image. Pesan ini hanya keluar ketika training on camera capture dilakukan. Ketika pesan ini ditampilkan, tombol capture akan diaktifkan.
8 52 Selain perubahan pada status message, aplikasi juga mengubah citra yang ditampilkan oleh PictureBox dengan memberi kotak hijau setiap kali persis satu wajah berhasil di deteksi oleh aplikasi. Jika fitur pengenalan ekspresi wajah telah diaktifkan, maka ekspresi tersebut akan dituliskan pada label diatas kotak hijau. Gambar 3.5 Layar setelah kamera diaktifkan dan mengenali ekspresi wajah Gambar 3.6 Aplikasi berhasil mengenali ekspresi wajah Layar Training on camera capture Tampilan ini akan keluar bila anda tidak mengaktifkan kamera sebelum memilih training on camera capture. Jika anda telah mengaktifkan kamera sebelumnya, tampilan akan seperti Gambar 3.7.
9 53 Gambar 3.7 Warning pada Training on camera capture Gambar 3.8 Layar Training on camera capture Teks pada tombol start akan berubah menjadi capture dan fungsinya akan ikut berubah. Ketika fitur ini dijalankan, maka, fitur pendeteksi ekspresi wajah akan di non aktifkan. Lalu dalam picture box akan ada tulisan untuk menjelaskan langkah selanjutnya. Selain itu, File > Training on camera capture berubah fungsi dan teksnya juga diubah menjadi View training input.
10 54 Gambar 3.9 Layar View training input Layar view training input terdiri dari; a. ListBox Detected Face berfungsi menampilkan list foto yang diambil oleh user b. ListBox Training input berfungsi menampilkan daftar gambar yang dijadikan user sebagai input data training. c. PictureBox picture berfungsi menampilkan gambar berdasarkan list yang dipilih oleh user baik citra yang berasal dari listbox detected face atau dari listbox training input. d. ComboBox Expression berfungsi untuk membantu user mengisi ekspresi wajah citra input. Bila ada citra dari listbox training input dipilih, combobox akan menampilkan ekspresi yang bersangkutan dengan citra dan user tidak dapat mengganti value dari combobox. e. Button Copy berfungsi untk meng-copy citra yang dipilih dari listbox detected face dan menyimpan ekspresi wajah yang telah di-set oleh user untuk gambar bersangkutan.
11 55 f. Button Delete berfungsi untuk menghapus citra yang dipilih dari listbox. Fungsi ini juga menghapus ekspresi yang bersangkutan dengan citra yang menjadi bakal input data training. g. Button Start Training berfungsi memulai pelatihan terhadap jaringan syaraf tiruan dan juga menghapus semua gambar dari listbox detected face dan listbox Training input. Tombol ini juga mengaktifkan kotak pesan seperti pada gambar 3.10 setelah user men-click pesan itu, jendela akan tertutup dan tampilan menjadi seperti pada gambar 3.5. h. Label yang tidak merespon click dan bertujuan untuk memberi info saja. Beberapa label dapat merubah tampilan berdasarkan jumlah item dalam ListBox Gambar 3.10 View training input selesai
12 Layar Training on images Gambar 3.11 Layar Training on images Layar view training input terdiri dari; a. ListBox Detected Face berfungsi menampilkan list foto yang diambil oleh pengguna dari komputer lokal. b. Browse Button berfungsi menjalankan openfiledialog yang mencari gambar yang akan menjadi input training. c. Pre-processing button. Berfungsi untuk mengolah citra yang dipilih dari memory komputer lokal agar citra tersebut nantinya dapat diolah oleh jaringan syaraf tiruan. d. ListBox Training input berfungsi menampilkan daftar gambar yang dijadikan user sebagai input data training. e. PictureBox picture berfungsi menampilkan gambar berdasarkan list yang dipilih oleh user baik citra yang berasal dari listbox detected face atau dari listbox training input.
13 57 f. ComboBox Expression berfungsi untuk membantu user mengisi ekspresi wajah citra input. Bila ada citra dari listbox training input dipilih, combobox akan menampilkan ekspresi yang bersangkutan dengan citra dan user tidak dapat mengganti value dari combobox. g. Button Copy berfungsi untk meng-copy citra yang dipilih dari listbox detected face dan menyimpan ekspresi wajah yang telah di-set oleh user untuk gambar bersangkutan. h. Button Delete berfungsi untuk menghapus citra yang dipilih dari listbox. Fungsi ini juga menghapus ekspresi yang bersangkutan dengan citra yang menjadi bakal input data training. i. Button Start Training berfungsi memulai training terhadap jaringan syaraf tiruan dan juga menghapus semua gambar dari listbox detected face dan listbox Training input. Tombol ini juga mengaktifkan kotak pesan seperti pada gambar 3.10 setelah user men-click pesan itu, jendela akan tertutup dan tampilan menjadi seperti pada gambar 3.5. j. Label yang tidak merespon click dan bertujuan untuk memberi info saja. Beberapa label dapat merubah tampilan berdasarkan jumlah item dalam ListBox. k. Label yang tidak merespon click dan bertujuan untuk memberi info saja. Beberapa label dapat merubah tampilan berdasarkan jumlah item dalam ListBox.
14 Layar Help Gambar 3.12 Layar Training on images selesai Gambar 3.13 Layar Help Layar Help terdiri dari a. Label yang di-set agar dapat memberi respon ketika di klik untuk memilih bantuan yang ingin dipilih.
15 59 b. TextBox, yang berfungsi menampilkan penjelasan yang dipilih oleh user. Bila user menutup tampilan Help, maka tampilan akan kembali ke tampilan awal Layar Warning Gambar 3.14 Layar Warning Layar ini akan ditampilkan bila user tidak memilih camera sebelum men-click tombol start atau MenuItem Start. Perancangan layar layar yang disajikan ini dapat saja dalam pelaksanaannya tidak dipakai atau mengalami perubahan. Hal ini wajar terjadi dalam perancangan program aplikasi dimana ada kemungkinan perancangan belum memenuhi semua kebutuhan sistem. Perancangan layar ini telah dilakukan dengan mengacu kepada delapan aturan emas. Namun dalam peancangan ini tidak banyak menyediakan shortcut bagi pengguna karena proses program yang pendek.
16 Perancangan Piranti Lunak Berbasis UML Use Case Diagram Gambar 3.15 Use Case Diagram Setelah aplikasi dijalankan, user dapat menggunakan fitur fitur seperti yang dijelaskan pada use-case diagram. Ketika user mengaktifkan kamera, maka fitur facial features detection akan berjalan dengan sendirinya. Dan jika neural network sudah menjalani proses pelatihan, maka fitur pendeteksi ekspresi wajah juga akan berjalan secara otomatis ketika kamera diaktifkan. Selain itu, user juga dapat menggunakan fitur lain seperti training on image data set, dan training on camera capture. Berikut disajikan use-case narrative yang akan menjelaskan use-case diagram lebih jauh:
17 61 Tabel 3.1 Use-Case Narrative Read Application s Help Use Case Actor Description Read Application s Help User Use-case ini mendeskripsikan proses menampilkan panduan aplikasi kepada User. Pre Condition Flow of Events User menjalankan aplikasi. User milih menu help untuk melihat panduan bagaimana cara menggunakan aplikasi dan fitur-fitur yang disediakan. Post Condition User telah lihat panduan dan mengerti cara menggunakan aplikasi beserta fiturnya. Tabel 3.2 Use Case Narrative Facial Feature Detection Use Case Actor Description Pre Condition Flow of Events Facial Feature Detection User Use-case ini mendeskripsikan proses pelatihan aplikasi User menjalankan aplikasi, kamera telah dihubungkan. User mengaktifkan kamera yang telah dihubungkan dengan komputer lokal. Kamera akan menampilkan hasil tangkapan kamera di layar aplikasi. Post Condition Setiap kali komputer berhasil menangkap hanya 1 wajah, maka akan terlihat status yang menyatakan bahwa wajah dan fitur wajah telah terdeteksi. Label status akan berubah secara real time untuk menginformasikan user.
18 62 Tabel 3.3 Use Case Narrative Training on camera capture Use Case Actor Description Pre Condition Flow of Events Training on camera capture User Use-case ini mendeskripsikan proses pelatihan aplikasi. User menjalankan fitur Facial Feature Detection. Setelah memastikan kamera berjalan dengan baik, User akan meng-click button train on camera capture. Setelah itu ketika kondisi pendeteksi ekspresi wajah terpenuhi, status bar akan memberi tahu user, dan user dapat menyimpan frame tersebut dengan meng-click save. Setelah user merasa mengambil cukup input, user dapat menuju menu view training input set dan akan ada tampilan layar yang menyajikan semua gambar yang telah diambil. User dapat memilih gambar mana saja yang ingin dimasukkan dalam training dan juga user di haruskan memasukkan nilai output yang diharapkan dari tiap gambar yang telah dipilih sebelumnya dengan memilih satu ekspresi dari combo box yang tersedia. Setelah itu, user dapat memulai training terhadap neural network dengan meng-click tombol Start Training. Post Condition User akan mendapat pop-up yang menyatakan bahwa training telah selesai. Jika tidak pernah dilakukan training sama sekali baik melalui citra atau kamera, maka untuk pertama kalinya fitur recognize expression akan berjalan.
19 63 Tabel 3.4 Use Case Narrative Recognize Expression Use Case Actor Description Pre Condition Recognize Expression User Use case ini mendeskripsikan pengenalan ekspresi. User menjalankan fitur Facial Feature Detection, user pernah melakukan pelatihan terhadap neural network. Flow of Events User mengaktifkan kamera yang telah dihubungkan dengan komputer lokal. Kamera akan menampilkan hasil tangkapan kamera di layar aplikasi. Post Condition Aplikasi akan menampilkan di layar kondisi emosional seseorang berdasarkan hasil tangkapan kamera yang mendeteksi ekspresi wajah. Tabel.3.5 Use Case Narrative Training on image data set Use Case Actor Description Pre Condition Flow of Events Training on image data set User Use case ini mendeskripsikan proses pelatihan aplikasi. User menjalankan aplikasi. User mengambil gambar wajah dari komputer lokal dengan meng-click button browse. Lalu user memasukkan nilai output yang diharapkan untuk tiap gambar yang telah dipilih dengan memilih dari combobox yang tersedia. user memulai training terhadap neural network dengan meng-click tombol Start Training. Post Condition User mendapat pop-up yang menyatakan training telah selesai. Jika tidak pernah dilakukan training maka untuk
20 64 pertama kalinya fitur recognize expression akan berjalan Activity Diagram Activity Diagram berikut akan menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan user dan sistem pada proses pelatihan berdasarkan gambar dari komputer lokal. User diberi kebebasan untuk memilih sebanyak mungkin citra untuk menjadi data pelatihan. Perlu diberitahukan, semakin banyak citra wajah yang dilatih, semakin lama proses pelatihan dan semakin akurat sistem pengenalan nantinya.
21 65 Diagram berikut menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan user dan sistem pada proses pendeteksi fitur wajah dan proses pengenalan ekspresi wajah. Ini dikarenakan recognize expression adalah extends dari fitur facial feature detection. Di sini setelah memilih web-camera, user diberi kebebasan untuk mengaktifkan webcamera melalui menu atau melalui tombol start di tampilan layar utama.
22 66 Activity diagram berikut akan menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan user dan sistem pada proses pelatihan berdasarkan gambar dari kamera.setelah user mengaktifkan web-camera dan mengaktifkan fitur, sistem akan secara berulang menangkap citra hingga dihentikan oleh user. Setelah user memilih data pelatihan dan nilai target, barulah pelatihan jaringan syaraf tiruan dijalankan.
23 67 Diagram berikut akan menjelaskan langkah langkah untuk mengakses Help submenu. Help Submenu bertujuan untuk memperkenalkan fitur pada user Class Diagram Gambar.3.16 Class Diagram
24 68 Berdasarkan class diagram kita bisa melihat bahwa untuk men-training neural network, hanya bisa dilakukan melalui form TrainingForm dan juga melalui form trainingonimageform. Hubungan agregasi antara form Utama dan form lainnya bersifat satu satu. Hubungan antara Capture dan CameraCapture bersifat komposisi. Hal ini tentu menyebabkan bahwa setiap kali objek dari class CameraCapture di-desctruct, secara otomatis class Capture juga akan ter-destruct Sequence Diagram Gambar 3.17 Read Application's Help Sequence Diagram Dalam sequence diagram diperlihatkan bahwa form utama tidak tertutup ketika form help dibuka. Ini bertujuan agar user tetap dapat melihat help sambil menjalankan aplikasi. Dalam rancangan layar kita bisa melihat bahwa tampilan help
25 69 terpisah dari layar utama. Maka sistem akan membuat modul untuk mengatur layar utama terpisah dengan modul untuk mengatur tampilan layar help. Gambar 3.18 Feature Detection Sequence Diagram
26 70 Dalam menjalankan fungsinya, Camera Capture mengambil citra dari kelas Capture dan mengolahnya. Citra wajah yang berhasil ditangkap disimpan dengan nama res. Setelah data berhasil diolah dan di simpan dalam variabel array double input. Input akan di gunakan oleh kelas Network untuk menghasilkan output yang mengklasifikasikan ekspresi wajah. Setelah output diolah, maka hasilnya bisa ditampilkan pada layar utama. Gambar 3.19 Training on images Sequence diagram Dari sequence diagram Gambar 3.19, dapat kita lihat bahwa fitur training ini merupakan fitur interaktif dimana user dapat bebas memasukkan gambar untuk di training. Apabila user melewatkan bagian browse image, training tidak dapat dilakukan.
27 Gambar 3.20 Sequence diagram training on camera capture 71
28 72 Ketika trainingform melakukan fungsi inisialisasi, fungsi ini meng-copy semua citra yang disimpan oleh Camera capture dan menyajikannya dalam listbox. Kemudian dari sini user bisa memilih gambar mana saja yang ingin dimasukkan ke dalam data training. Seperti yang dijelaskan pada use-case diagram, training on camera capture berintegrasi dengan fitur face detection. Karena itu pada sequence diagram ini, ada sebagian dari sequence diagram dari face detection yang diikut sertakan.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Adapun spesifikasi komputer yang digunakan pada aplikasi penelitian pengenalan ekspresi wajah ini seperti pada tabel Tabel 4.1 Spesifikasi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER Dalam analisis dan perancangan sistem program aplikasi ini, disajikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang digunakan, diagram
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Kerangka Pikir Pengenalan wajah merupakan suatu teknologi dalam dunia kecerdasan buatan agar komputer dapat meniru kemampuan otak manusia dalam mendeteksi dan mengenali
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Permasalahan Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum masuk ke tahapan perancangan. Tujuan dilakukannya analisis terhadap suatu sistem
BAB 1 PENDAHULUAN. Manusia memiliki insting untuk berinteraksi satu sama lain demi mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia memiliki insting untuk berinteraksi satu sama lain demi mencapai suatu tujuan, dan dalam interaksi itu, mengintepretasi kondisi emosional menjadi penting dalam
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
68 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Algoritma Pengujian dilakukan untuk mendapatkan algoritma yang paling optimal dari segi kecepatan dan tingkat akurasi yang dapat berjalan secara real time pada smartphone
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tahapan analisa merupakan tahapan awal dalam perekayasaan perangkat lunak. Pada tahapan ini menjelaskan apa yang dilakukan sistem, siapa yang menggunakannya
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1 Rancangan Aplikasi Program aplikasi motion detection yang akan dirancang memiliki struktur hirarki di mana terdapat 3 sub menu dari menu utamanya yaitu sub menu file,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada BAB ini, penulis ingin membahas mengenai perencanaan dan implementasi dari Aplikasi tersebut, antara lain Flowchart dari sistem tersebut dan struktur data yang terdapat
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Adapun spesifikasi komputer yang digunakan penulis dalam melakukan simulasi pada aplikasi penelitian pengenalan citra wajah dengan variasi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Program aplikasi ini dirancang dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual C# 2008 Express Edition. Proses perancangan menggunakan pendekatan Object Oriented
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM. implementasi dari program aplikasi yang dibuat. Penulis akan menguraikan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI PROGRAM Dari hasil perancangan yang dilakukan oleh penulis, pada bab ini disajikan implementasi dari program aplikasi yang dibuat. Penulis akan menguraikan spesifikasi sistem
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Bab ini berisi analisis pengembangan program aplikasi pengenalan karakter mandarin, meliputi analisis kebutuhan sistem, gambaran umum program aplikasi yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Identifikasi Masalah Identifikasi permasalahan ini bahwasanya diambil dari sudut pandang masyarakat tentang objek (batik) yang dikenal dari segi pola dan gambar
Prosedur merupakan suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan
Prosedur merupakan suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan urutan waktu dan memiliki pola kerja yang tetap yang telah ditentukan. Tujuan dari prosedur ini adalah sebagai
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Program Aplikasi Dalam proses identifikasi karakter pada plat nomor dan tipe kendaraan banyak menemui kendala. Masalah-masalah yang ditemui adalah proses
BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan Sistem
BAB 4 PERANCANGAN 4.1 Perancangan Sistem Pada perancangan sistem ini terdapat beberapa rancangan flowchart, perancangan UML yang terdiri dari use case diagram, dan diagram activity yang akan menggambarkan
Gambar 4.40 Layar Pelanggan
162 penghapusan dapat ditekan tombol tidak, maka akan kembali ke layar pegawai. 1. Layar Pelanggan Kemudian jika user meng-klik menu pelanggan maka akan ditampilkan layar pelanggan dan muncul submenu input
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Spesifikasi yang digunakan dalam menjalankan sistem kontrol akses berbasis real time face recognition dan gender information ditunjukkan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. Tahap & Hasil Langkah Penelitian Literatur & Referensi. Memahami konsep deteksi wajah
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini berisi tentang analisis dan perancangan terhadap permasalahan yang sedang diteliti seperti analisis kebutuhan data dan informasi serta teknik dan peralatan yang
BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN. membaca partitur musik ini adalah sebagai berikut : hanya terdiri dari 1 tangga nada. dengan nada yang diinginkan.
BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN 3.1. Algoritma Program Untuk mengimplementasikan ke dalam program aplikasi dibutuhkan algoritma, yaitu langkah-langkah instruksi sehingga dicapai hasil yang diinginkan.
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN
44 BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Analisa yang dilakukan terdiri dari : a. Analisa terhadap permasalahan yang ada. b. Analisa pemecahan masalah. 3.1.1 Analisa Permasalahan Pengenalan uang kertas
ANALISA PERANCANGAN SISTEM
Gambar 2.16. Black Bo Pengujian black bo adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya untuk mengidentifikasikan masalah
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Diagram Blok Sistem Rancangan perangkat keras dari aplikasi pengenalan wajah ini dapat dilihat pada diagram blok Gambar 3.1 sebagai berikut
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan tujuan mengidentifikasikan dan mengevaluasi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi 4.1.1 Spesifikasi Sistem Spesifikasi komputer yang digunakan dalam melakukan simulasi pada aplikasi perancangan pencarian daftar hitam dengan deteksi wajah berdasarkan
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada bab ini dibahas mengenai implementasi serta evaluasi terhadap metode transformasi wavelet dalam sistem pengenalan sidik jari yang dirancang. Untuk mempermudah evaluasi,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Definisi Masalah Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Computer Vision terutama dalam bidang pengenalan wajah berkembang pesat, hal ini tidak terlepas dari pesatnya
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Dalam suatu pembangunan aplikasi, analisis perlu dilakukan sebelum tahap perancangan dilakukan. Perancang aplikasi harus menganalisis kebutuhan apa yang
PROGRAM APLIKASI PENGENALAN EKSPRESI WAJAH SECARA REAL TIME DENGAN METODE BACK PROPAGATION DAN WAVELET HAAR
PROGRAM APLIKASI PENGENALAN EKSPRESI WAJAH SECARA REAL TIME DENGAN METODE BACK PROPAGATION DAN WAVELET HAAR Comment [S1]: Gak pake kata perancangan karena nyontek randy Setiawan Alexander Mathematics and
Mengenal Form Base. Pada Bab ini anda akan mempelajari cara :
BAB Mengenal Form Base 16 Pada Bab ini anda akan mempelajari cara : Mengenal Lingkungan Form Base Membuat Form Base Menggunakan Designer Membuat Form Base Menggunakan Wizzard Menyimpan Form Base Form Base
PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ALAT PELINDUNG DIRI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IMAGE PROCESSING
PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ALAT PELINDUNG DIRI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IMAGE PROCESSING 1 Rucitra Danny Anindita dan Arief Rahman Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. Nama program yang hendak dikembangkan adalah Viola Jones Simulator. Tujuan dari
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM 3.1 Perancangan Program Aplikasi 3.1.1 Gambaran Umum Program Aplikasi Nama program yang hendak dikembangkan adalah Viola Jones Simulator. Tujuan dari perancangan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS
29 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS Dengan menggunakan Visual Basic 6.0 aplikasi perangkat ajar pengelolaan dan perhitungan ekspresi matematika yang akan dibangun dalam penelitian
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. oleh sistem untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Berikut ini adalah gambaran umum
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem ini yaitu mengenai tahapan proses yang dibutuhkan oleh sistem untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Berikut
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. digunakan, kemudian dilanjutkan dengan rancangan sistem aplikasi berupa cetak biru
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Pada Bab 3 ini akan dijelaskan mengenai proses perancangan program aplikasi Fractal Batik, diantaranya adalah analisis mengenai kebutuhan sistem yang akan digunakan,
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Dalam mengimplementasikan program sistem ANPR ini terdapat 2 (dua) buah komponen yang sangat berperan penting, yaitu perangkat keras atau hardware
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan sistem aplikasi yang digunakan sebagai user interface untuk menangkap citra ikan, mengolahnya dan menampilkan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
36 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisa Perancangan aplikasi E-Learning ini membahas seputar materi Microsoft Word 2003. Setiap penjelasan disertai dengan arahan berupa suara untuk melanjutkan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk
Setting local IP address dan subnet mask dari VoIP Gateway tersebut. Berikut adalah cara mengkonfigurasi modem ADSL:
113 Masukkan username dan password Gambar 4.45 Konfigurasi VoIP Gateway 3 Setting service DHCP untuk membagikan IP ke komputer yang terkoneksi ke port LAN VoIP Gateway Setting local IP address dan subnet
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. sequential (waterfall). Metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu, analisis, perancangan,
28 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Perancangan program aplikasi dalam skripsi ini menggunakan aturan linear sequential (waterfall). Metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu, analisis, perancangan,
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisa Sistem Event kebudayaan merupakan acara yang diselenggarakan dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah. Pelaksanaan event kebudayaan di Jawa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D Penelitian ini mengembangkan model sistem pengenalan wajah dua dimensi pada citra wajah yang telah disiapkan dalam
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengolahan citra digital merupakan salah satu subjek dari teknologi informasi yang sangat menarik dan menantang saat ini. Proses pengolahan citra digital bertujuan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Spesifikasi minimum dari perangkat keras yang diperlukan agar dapat. Graphic Card dengan memory minimum 64 mb
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Driver 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Spesifikasi minimum dari perangkat keras yang diperlukan agar dapat menjalankan driver ini adalah: Prosesor Pentium
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Untuk memulai membangun suatu program aplikasi berupa aplikasi mengenai kamus digital istilah bidang IT, penulis terlebih dahulu merencanakan alur kerja berdasarkan
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM III.1 Analisis Permasalahan Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Adapun tujuan yang dilakukannmya analisis
ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI. mahasiswa Binus University secara umum. Dan mampu membantu
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1. Analisa Sistem 3.1.1. Sejarah Umum Perusahaan Binus Learning Community adalah komunitas belajar binus yang berada dibawah sub unit mentoring Student
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Analisa merupakan tahapan paling awal dalam proses pembuatan sebuah aplikasi. Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa perangkat lunak dan perancangan atau desain perangkat lunak.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa perangkat lunak dan perancangan atau desain perangkat lunak. 3.1 ANALISA SISTEM Analisa aplikasi ini meliputi 3 (tiga)
Autoplay Media Studio
2013 Autoplay Media Studio Donny kurniawan X-TKJ1 10/29/2013 A. Tujuan - Mengetahui fungsi dan tujuan software Autoplay Media Studio. - Dapat mengoperasikan Autoplay Media Studio. - Dapat membuat sebuah
BAB III METODE PENELITIAN. melacak badan manusia. Dimana hasil dari deteksi atau melacak manusia itu akan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi untuk mengatur kontras pada gambar secara otomatis. Dan dapat meningkatkan kualitas citra
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
32 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan dibahas tentang analisis sistem melalui pendekatan secara terstruktur dan perancangan yang akan dibangun dengan tujuan menghasilkan model atau representasi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pembahasan pada bab ini meliputi analisis aplikasi yang didalamnya membahas tujuan dari pembuatan aplikasi. 3.1.1 Tujuan Aplikasi yang penulis rancang dan
Gambar 3.1. Diagram alir apikasi image to text
ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Dalam tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan terhadap data-data yang merepresentasikan masalah, sehingga dapat diketahui spesifikasi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab analisa dan perancangan ini akan mengulas tentang tahap yang digunakan dalam penelitian pembuatan aplikasi implementasi kompresi gambar menggunakan metode
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah salah satu tahap perancangan sebuah sistem yang bertujuan agar sistem yang dirancang menjadi tepat guna dan ketahanan sistem tersebut
APLIKASI PENCITRAAN KARAKTER HANZI MANDARIN MELALUI KAMERA SMARTPHONE BERBASIS ANDROID
APLIKASI PENCITRAAN KARAKTER HANZI MANDARIN MELALUI KAMERA SMARTPHONE BERBASIS ANDROID Gideon Hutomo Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Poedi Udi Maurif Binus University, Jakarta, DKI Jakarta,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Manusia mempunyai kemampuan untuk belajar sejak dia dilahirkan, baik diajarkan maupun belajar sendiri, hal ini dikarenakan manusia mempunyai jaringan saraf.
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. sequential (waterfall). Metode ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: analisis,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Perancangan program aplikasi dalam skripsi ini menggunakan aturan linear sequential (waterfall). Metode ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: analisis, perancangan,
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 ANALISA SISTEM Analisa merupakan tahapan paling awal dalam proses pembuatan sebuah aplikasi. Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan
PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN
PENERAPAN GRABBERPADA OPTICAL FLOWUNTUK MENGGERAKKAN CURSORMOUSEMENGGUNAKAN BOLPOIN PENERAPAN GRABBER PADA OPTICAL FLOW UNTUK MENGGERAKKAN CURSOR MOUSE MENGGUNAKAN BOLPOIN Anton Setiawan Honggowibowo,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat aplikasi desktop berbasis komputer menggunakan bahasa pemrograman VB.NET yang diberi nama Aplikasi virtual
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i SURAT PERNYATAAN... ii ABSTRACT... iii ABSTRAKSI... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR SIMBOL... xiii DAFTAR LAMPIRAN...
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. kanker payudara apakah tergolong normal atau abnormal (benign atau malignant)
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem Sistem aplikasi yang kami kembangkan adalah sistem pengklasifikasian jenis kanker payudara apakah tergolong normal atau abnormal (benign atau malignant)
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI. misalnya EyeSpyFx. Aplikasi ini memiliki fitur untuk melakukan pemantauan keamanan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Sudah banyak aplikasi webcam monitoring yang telah beredar dipasaran saat ini, misalnya EyeSpyFx. Aplikasi ini memiliki
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Sistem Absensi Berbasis Webcam
BAB PEMBAHASAN.1 Sistem Absensi Berbasis Webcam Sistem absensi berbasis webcam adalah sistem yang melakukan absensi karyawan berdasarkan input citra hasil capture webcam. Sistem akan melakukan posting
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berdasarkan hasil analisa dan perancangan sistem yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dilanjutkan ke tingkat implementasi, implementasi menggunakan
Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe
Epi Info Instalasi File Installer Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe File installer versi terbaru dapat diperoleh melalui situs
RANCANGAN AWAL SISTEM PRESENSI KARYAWAN STMIK BANJARBARU DENGAN PENDEKATAN EIGENFACE ALGORITHM
RANCANGAN AWAL SISTEM PRESENSI KARYAWAN STMIK BANJARBARU DENGAN PENDEKATAN EIGENFACE ALGORITHM RULIAH Jurusan Sistem Informasi STMIK Banjarbaru Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 33.3 Loktabat Banjarbaru [email protected]
BAB 3 RANCANGAN PROGRAM APLIKASI
36 BAB 3 RANCANGAN PROGRAM APLIKASI 3.1 Struktur Menu Pertama-tama, pada program ini, terdapat 2 buah tombol utama, yaitu tombol Kuantitatif, dan tombol Kualitatif. Berikut, digambarkan struktur masingmasing
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA. Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA Sistem Identifikasi Teroris Dengan Pelacakan Dan Pengenalan Wajah Oleh : Endah Sudarmilah, S.T, M.Eng Umi Fadlillah, S.T Dibiayai oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisa dan Deskripsi Sistem 4.1.1. Gambaran Proses Berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh direksi nomor 22/DIRG/DPPKG/2008 tentang pedoman penagihan
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Jones, kami membuat sebuah aplikasi sederhana, dengan spesifikasi perangkat lunak
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Aplikasi Pengujian Untuk menguji kecepatan dan keakuratan metode pendeteksian wajah Viola Jones, kami membuat sebuah aplikasi sederhana, dengan spesifikasi perangkat
BAB 3 ANALISIS SISTEM / PROGRAM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM / PROGRAM YANG BERJALAN 3.1 Blok Diagram mulai Gitar mikrofon program monitor selesai Gambar 3.1 Blok Diagram Saat program dijalankan, program membutuhkan masukan berupa suara gitar,
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI PUBLIKASI DIGITAL 3.1 Analisa Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah Pada penulisan tugas akhir ini akan di analisa mengenai masalah dalam penggabungan video
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem File manager atau file browser adalah sebuah perangkat lunak yang menyediakan antarmuka untuk bekerja dengan sistem berkas. Perangkat lunak ini sangat
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk memahami informasi-informasi
IDENTIFIKASI RAMBU-RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
IDENTIFIKASI RAMBU-RAMBU LALU LINTAS MENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION RULIAH Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Banjarbaru Jl. A. Yani Km. 33,3 Loktabat
PERANCANGAN dan REALISASI FACETRACKER WEBCAM MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE BERBASIS RASPBERRY PI 2
PERANCANGAN dan REALISASI FACETRACKER WEBCAM MENGGUNAKAN METODE HAAR-LIKE FEATURE BERBASIS RASPBERRY PI 2 Disusun oleh : Steven Christian Santosa (1222038) Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN
BAB 3 ALGORITMA DAN PERANCANGAN 3.1 Algoritma Program Dibutuhkan algoritma untuk diimplementasikan ke dalam program aplikasi ini, yaitu langkah langkah instruksi sehingga dicapai hasil yang diinginkan.
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM 3.1 Struktur Menu Program aplikasi kriptografi yang dirancang memiliki struktur hirarki di mana terdapat 3 sub menu dari menu utamanya. Bentuk struktur menu program aplikasi kriptografi
1. Masukkan file ETOURGUIDE.APK ke dalam memory card. 4. Pada saat muncul konfirmasi, pilih Install. 5. Tunggu hingga proses instalasi selesai
Petunjuk Instalasi Pemasangan aplikasi E-Tour Guide pada smartphone berbasis Android dapat dilakukan dengan cara: 1. Masukkan file ETOURGUIDE.APK ke dalam memory card. 2. Buka file manager 3. Klik ETOURGUIDE.APK
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Sistem Hasil penentuan jarak terdekat akan menjadi sebuah pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan jalur yang akan ditempuh. Perangkat
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.. Analisa Masalah Salah satu fungsi dari sistem jaringan komputer yang banyak digunakan adalah penerapan file transfer, dimana dengan penerapan file transfer ini setiap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan pada semester
BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan tugas akhir ini akan membangun suatu model sistem yang melakukan proses data mulai dari pengolahan citra otak hingga menghasilkan output analisa
PERANCANGAN APLIKASI DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA-JONES
PERANCANGAN APLIKASI DETEKSI WAJAH MENGGUNAKAN ALGORITMA VIOLA-JONES TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI Perancangan program aplikasi ini menjelaskan definisi perancangan software yang di ambil dari berbagai sumber, permasalahan yang dihadapi sebelum program aplikasi ini
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metodologi
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metodologi Dalam pembuatan aplikasi digunakan metode waterfall model. Seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, waterfall model adalah pendekatanpendekatan sistematis yang
