INDIKATOR KINERJA UTAMA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "INDIKATOR KINERJA UTAMA"

Transkripsi

1 PENGUKURAN KINERJA

2 MATRIK RENSTRA

3 PENGHARGAAN

4 INDIKATOR KINERJA UTAMA

5 PENGUKURAN KINERJA ESELON 2 TAHUN 2015

6 PENGUKURAN KINERJA ESELON 3 TAHUN 2015

7 PENGUKURAN KINERJA ESELON 4 TAHUN 2015

8 PENGUKURAN KINERJA (IKU) TAHUN 2015

9 PENGUKURAN KINERJA ESELON 2, 3, 4 TAHUN 2015

10 PERJANJIAN KINERJA

11 MATRIX RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN Misi Ke-1 : Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. Tujuan : Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan, dengan indikator : NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KONDISI AWAL TAHUN (2013) TARGET PADA AKHIR RENSTRA (TAHUN 2019) 1. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 Jumlah elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi versi 2012 Jumlah seluruh elemen akreditasi pelayanan yang ada X 100% 75 % 100 % NO SASA KONDISI RENCANA / TARGET PADA TAHUN : RAN DEFINISI OPERASIONAL AWAL URAIAN INDIKATOR (2013) STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM 1. Meningkatny a efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI Jumlah elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi versi 2012 X 100% Jumlah seluruh elemen akreditasi pelayanan yang ada Jumlah elemen standar pelayanan yang memenuhi standar akreditasi versi JCI X 100% Jumlah seluruh elemen akreditasi pelayanan yang ada 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 1. Meningkatkan standar kualitas pelayanan RS sesuai dengan standar akreditasi RS versi % 70 % 80 % 90 % 100 % 100 % 2. Meningkatkan sistem jejaring RS melalui intensifikasi dan ekstensifikasi kerjasama operasional 1. Pemenuhan sumber daya RS sesuai standar akreditasi RS versi Peningkatan kerjasama operasional (KSO) dengan RS sekitar Program Peningkatan Pelayanan BLUD

12 NO SASARAN KONDISI RENCANA / TARGET PADA TAHUN : DEFINISI OPERASIONAL AWAL URAIAN INDIKATOR (2013) STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM Persentase indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Jumlah indikator SPM RS yang mencapai target Jumlah seluruh indikator SPM RS x 100 % 83 % 85 % 87,5 % 90 % 95 % 100 % Bed Occupancy Rate (BOR Jumlah hari perawatan RS dalam waktu tertentu x 100 % Jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam satu satuan waktu 69,26% 70% 72% 75% 78% 80% Average Length of Stay (ALOS) Jumlah lama dirawat RS dalam waktu tertentu Jumlah pasien keluar RS (hidup + mati) 6,39 hari 7 hari 7 hari 7 hari 7 hari Turn Over Internal (TOI) (Jumlah tempat tidur x hari) hari perawatan RS Jumlah pasien keluar RS (hidup + mati) 2,75 hari 3 hari 2 hari 2 hari 2 hari Bed Turn Over (BTO) Jumlah pasien keluar RS (hidup + mati) Jumlah tempat tidur 40,83 kali 41 kali 42 kali 44 kali 45 kali Net Death Rate (NDR) Jumlah pasien keluar mati 48 jam Jumlah pasien keluar RS (hidup + mati) x 100 % 6,16 % < 2.5 % < 2.5 % < 2.5 % < 2.5 % Gross Death Rate (GDR) Jumlah pasien keluar mati Jumlah pasien keluar RS (hidup + mati) x 100 % 9.27% < 4.5 % < 4.5 % < 4.5 % < 4.5 % Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit 80,32 80, ,5 82

13 Misi : Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan yang berkelas dunia. Tujuan : Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia, dengan indikator : NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KONDISI AWAL TAHUN (2013) TARGET PADA AKHIR RENSTRA (TAHUN 2019) 1. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Jumlah elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang memenuhi standar akreditasi versi JCI 2013 Jumlah seluruh elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang ada X 100% 60 % 100 % 2. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 1 buah 34 buah

14 No SASARAN KONDISI RENCANA / TARGET PADA TAHUN : DEFINISI OPERASIONAL AWAL URAIAN INDIKATOR (2013) STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM 1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik yang menyelesaik an periode pendidikan tepat waktu di RS Jumlah elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang memenuhi standar JCI versi 2013 x 100 % Jumlah seluruh elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang ada Jumlah peserta didik kedokteran yang menyelesaikan pendidikan tepat waktu di RS dalam periode tertentu x 100 % Jumlah seluruh peserta dididk kedokteran di RS pada periode yang sama 60 % 70 % 80 % 90 % 100 % 100 % Meningkatkan standar kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian sesuai dengan standar akreditasi RS pendidikan versi JCI ,96 % 100 % 100 % 100% 100 % 100 % Pemenuhan standar akreditasi RS pendidikan versi JCI 2013 Program Peningkatan Pelayanan BLUD Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal/ forum internasional Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 1 buah 3 buah 5 buah 7 buah 9 buah 10 buah

15 Misi : Mewujudkan tatakelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan Tujuan : Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan, dengan indikator : NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL KONDISI AWAL TAHUN (2013) TARGET PADA AKHIR RENSTRA (TAHUN 2019) 1. Persentase Kelengkapan Dokumen SAKIP yang tepat waktu Jumlahdokumen perencanaan dan evaluasi tersedia tepat waktu Jumlah seluruh dokumen perencanaan dan evaluasi X 100 % 100% 100% 2. Cost Recovery Ratio (CRR) Pendapatan operasional RS Belanja operasional RS X 100 % 80 % 82 %

16 NO SASARAN KONDISI RENCANA / TARGET PADA TAHUN : DEF INISI OPERASIONAL AWAL URAIAN INDIKATOR (2013) STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM 1. Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Persentase Kelengkapan Dokumen SAKIP yang tepat waktu Cost Recovery Ratio (CRR) Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Persentase hasil Penilaian Kinerja Pegawai yang baik. Jumlah dokumen perencanaan dan evaluasi 100% 100% 100% 100% 100% 100% Mengembangkan tersedia tepat waktu Sistem Informasi X 100 % Manajemen Jumlah seluruh dokumen perencanaan dan evaluasi Rumah Sakit (SIMRS) termasuk sub sistem informasi Pendapatan operasional RS 80 % 82% 84% 86% 88% 90% pengelolaan X 100 % keuangan secara Belanja operasional RS bertahap dan berkesinambungan Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit 80,32 80, , ,5 Jumlah pegawai dengan nilai baik Jumlah seluruh pegawai X 100 % - 90 % 92,5 % 95 % 97,5 % 100 % Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) termasuk sub sistem informasi pengelolaan keuangan secara bertahap dan berkesinambung an yang dapat menyediakan data dan informasi bagi seluruh tingkat manajemen secara cepat dan tepat dalam rangka meningkatkan kecepatan dan mutu pelayanan. 1. Program Peningkatan Pelayanan BLUD 2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 4. Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah 5. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggar aan Pemerintahan 6. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

17 TOP 35 INOVASI PELAYANAN PUBLIK PERSALINAN LANCAR DAN NYAMAN DENGAN STIPUTS BRA (STIMULUS PUTING SUSU BRA) SURABAYA, 6 MARET 2016 PENGHARGAAN SEBAGAI BADAN PUBLIK DENGAN SISTEM LAYANAN INFORMASI TERBAIK DENGAN KATEGORI B SKPD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016-PPID AWARD GUBERNUR PROV JATIM, SURABAYA, 2016 PENGHARGAAN PLATINUM DI AJANG TEMU KARYA MUTU PRODUKTIVITAS NASIONAL XX OLEH QCC SEHATI,TAHUN 2016

18 PENGHARGAAN PLATINUM DI AJANG TEMU KARYA MUTU PRODUKTIVITAS NASIONAL XX OLEH QCC TARANTULA,TAHUN 2016 PENGHARGAAN SEBAGAI BADAN PUBLIK DENGAN SISTEM LAYANAN INFORMASI TERBAIK DENGAN KATEGORI B SKPD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016-PPID AWARD SURABAYA, 13 DESEMBER 2016 TOP 99 PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2016 PERSALINAN LANCAr & NYAMAN DENGAN STIPUTS BRA (STIMULUS PUTING BRA) PONTIANAK, NOVEMBER 2015

19 PENGHARGAAN SEBAGAI NOMINATOR MEJA LAYANAN INFORMASI TERBAIK BADAN PUBLIK SKPD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016-PPID AWARD SURABAYA, 13 DESEMBER 2016 PENGHARGAAN SEBAGAI NOMINATOR WEBSITE TERINFORMATIF BADAN PUBLIK SKPD PROVINSI JAWA TIMUR TAHUn PPID AWARD SURABAYA, 13 DESEMBER 2016

20 PENGUKURAN KINERJA RSUD Dr. Saiful Anwar Malang No Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja T R C T R C T R C 1 Meningkatkan kualitas Meningkatnya efisiensi, 1 Persentase Elemen Akreditasi % 100% 100% 100 % 100% 100% pelayanan kesehatan mutu Pelayanan yang memenuhi standar dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan. Pelayanan dan kepuasan masyarakat. Akreditasi RS versi Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI % 81.39% % 80% 95% 118.7% 3 Persentase Indikator Standar 85% 82.48% 97% 85% 87.65% 103% 87.5% 86.76% 99.15% Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4 BOR 80% 68.1% 85.12% 70% 66.83% 95.50% 72% 67.51% 93.7% 5 ALOS 6 hari 6.8 hari 113.3% 7 hari 6.26 hari 89.40% 7 hari 6.29 hari 89.8% 6 TOI 2 hari 3 hari 150% 3 hari 2.85 hari 95% 2 hari 2.79 hari 139.5% 7 BTO 40 kali 38.6 kali 96.5% 41 kali kali 103.6% 42 kali kali 101% 8 NDR 6% 7.3% 121.7% < 2,5% 8.67% 0% 5.5% 6.94% 0% 9 GDR 10% 9.7% 97% <4.5 % 8.70% 0% 7.5% 9.25% 0% 10 IKM 85% 81.8% 96.2% % % 103.8% 2 Meningkatkan kualitas Meningkatnya kualitas 1 Persentase Elemen Akreditasi % 68.42% 97.74% 80% 98% 122.5% penyelenggaraan penyelenggaraan Pelayanan pendidikan yang

21 No Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja T R C T R C T R C pendidikan dan pendidikan dan publikasi memenuhi standar Akreditasi RS penelitian kesehatan ilmiah internasional pendidikan versi JCI 2013 berkelas dunia. 2 Persentase peserta didik yang 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 3 Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan 1 buah 2 buah 200% 3 buah 3 buah 100% 5 buah 4 buah 100% pada jurnal / forum internasional 3 Meningkatkan kualitas Meningkatnya kualitas 1 Cost 80% 87.3% % 82% 62.5% 76.22% 84% 75.75% 90.11% manajemen RS yang professional, akuntabel tata kelola rumah sakit dan SDM yang Recovery Ratio (CRR) dan transparan. professional 2 IKM 85% 81.8% 96.2% % %

22 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 2 MALANG Telp. ( 0341 ) , , , , Fax [email protected] Malang, Nomor : 050/ /302/2017 Kepada Sifat : Segera Yth.Bapak Gubernur Jawa Timur Lampiran : 1 (satu) berkas cq. Kepala Biro Organisasi Perihal : Pengiriman Laporan Kinerja Sekretariat Daerah RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016 Provinsi Jawa Timur di S U R A B A Y A Menindaklanjuti surat Bapak No 069.5/006/031.2/2017 tentang Penyampaian Laporan Kinerja Tahun 2016 dan Perjanjian Kinerja Tahun 2017, maka bersama ini kami kirimkan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang tahun Demikian, atas perhatian Bapak disampaikan terima kasih Malang, Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dr. RESTU KURNIA TJAHJANI, M.Kes Pembina Utama Madya NIP Tembusan : Yth. 1. Kepala Badan Pengawas Provinsi Jawa Timur di Surabaya 2. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Surabaya

23 BAB IV PENUTUP A. Tinjauan Umum Keberhasilan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Dr. Saiful Anwar disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban Direktur berkaitan dengan penyelenggaraan kinerja pada tahun Akuntabilitas Kinerja dalam format Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Dr. Saiful Anwar tidak terlepas dari rangkaian mekanisme fungsi perencanaan yang sudah berjalan mulai dari Perencanaan Strategis (Renstra), Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK) sampai dengan perwujudan atau realisasi pelaksanaan pembangunan di lingkungan RSUD Dr. Saiful Anwar hingga kemudian sampailah pada saat pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan yang mengerahkan seluruh sumber daya manajemen pendukungnya. Berdasarkan uraian capaian kinerja sasaran yang merupakan dasar pengukuran Indikator Kinerja Utama tahun , maka hasilnya dapat diuraikan sebagai berikut : TUJUAN 1 : Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan.mendapat predikat nilai Baik. TUJUAN 2 : TUJUAN 3 : Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia. mendapat predikat nilai Sangat Baik. Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan. mendapat predikat nilai Baik. B. Kesimpulan Dalam mendukung pelaksanaan pencapaian target sasaran strategis tersebut, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mendapatkan alokasi program sebesar sebesar Rp 797,228,954,329,32 dan terealisasi sebesar Rp ,32 atau 102%. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, tidak terlepas dari hambatan atau kendala. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2016 adalah sebagai berikut : 1. Ada 2 (dua) program yang penyerapan belum maksimal. Hal ini disebabkan karena adanya pengendalian atau efisiensi belanja yang disebabkan oleh tidak 51

24 tercapainya target pendapatan RS. Keterlambatan klaim BPJS menjadi faktor penyebab utama tidak tercapainya target pendapatan RS. 2. GDR dan NDR atau indikator angka kematian masih tinggi. Hal ini disebabkan karena RSUD Dr. Saiful Anwar merupakan rumah sakit rujukan tertinggi, yang berarti pasien yang datang atau dirujuk ke RSSA mayoritas sudah dalam kondisi kritis. 3. Ada indikasi masih terdapat ketidakpuasan pasien yang tampak pada masih tingginya angka kejadian pulang atas permintaan sendiri (APS). Beberapa faktor penyebabnya adalah masalah biaya perawatan, pasien merasa sudah sembuh, pasien lebih memilih pengobatan yang dekat dengan rumah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa penyebabnya adalah sikap petugas yang kurang ramah dan kurang informatif dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun keluarga pasien. 4. Masih tingginya antrian operasi elektif. Hal ini disebabkan karena permasalahan yang cukup kompleks antara beberapa satuan kerja terkait. Sistem layanan operasi masih dinilai kurang optimal, terutama mengenai pengaturan shift pelayanan dan kurangnya upaya pemanfaatan kamar operasi sehingga tingkat utilisasi kamar operasi tidak maksimal. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung dinilai juga yang kurang memenuhi persyaratan standar kamar operasi. 5. Masih tingginya antrian (stagnasi) pasien yang akan rawat inap. Hal ini disebabkan karena sejak pemberlakuan BPJS banyak pasien yang pindah kelas dari kelas III ke kelas II atau kelas I. Sedangkan jumlah tempat tidur kelas I dan II terbatas. C. Rekomendasi Berdasarkan hasil evaluasi kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar, untuk meningkatkan kinerja pada tahun yang akan datang perlu dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Memaksimalkan target pendapatan RS, salah satunya dengan cara mengupayakan klaim BPJS tepat waktu. 2. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tindakan pelayanan, kejelasan mengenai biaya perawatan dan informasi-informasi lain yang dibutuhkan. Selain itu bidang Pengembangan Profesi mengadakan in house training mengenai karakter building dengan sasaran seluruh pegawai rumah sakit yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara 52

25 optimal, termasuk didalamnya pelatihan mengenai sikap, perilaku petugas dalam melayani pasien dan keluarga. 3. Mengadakan pelatihan teknis medis dan keperawatan baik internal maupun eksternal dengan sasaran tenaga medis maupun paramedis guna meningkatkan upaya pelayanan terhadap pasien dengan kondisi kritis. 4. Memperbaiki sistem pelayanan operasi yang bertujuan yang meningkatkan utilisasi kamar operasi sehingga antrian menjadi berkurang. 5. Mengalihkan fungsi beberapa ruangan atau kamar yang utilisasinya rendah untuk dijadikan kamar rawat inap kelas I dan Kelas II, sehingga stagnasi pasien rawat inap teratasi. Malang, Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dr. RESTU KURNIA TJAHJANI, M.Kes Pembina Utama Madya NIP

26 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perbaikan governance dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Sistem manajemen pemerintahan yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil (outcome) yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah maka RSUD dr. Saiful Anwar sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah di Provinsi Jawa Timur berkewajiban membuat Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban mengenai capaian kinerja dan akuntabilitas. B. DASAR HUKUM Pada tahun 1979 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ditetapkan sebagai Rumah Sakit tipe B dengan wilayah rujukan Jawa Timur bagian selatan. Pada tahun 1981 berdasarkan Surat Keputusan Bersama MENKES, MENDIKBUD dan MENDAGRI ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan. RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sebagai unit swadana diatur dalam Perda Nomor 13 tahun 1995 tentang persiapan RSUD Dr. Saiful Anwar menjadi unit swadana oleh Mendagri melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor tahun 1996, namun baru efektif berfungsi sebagai rumah sakit swadana sejak April Kemudian pada tahun 2002 status kelembagaan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ditetapkan sebagai lembaga teknis daerah setingkat Badan. Dengan diberlakukannya SK Mendagri No. 29 tahun 2002 tentang Pedoman pengurusan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah serta tatacara penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah, mulai diberlakukan pada tahun 2004 dan berakibat RSUD Dr. Saiful Anwar Malang tidak lagi berstatus Swadana. Selanjutnya pengelolaan anggaran berbasis kinerja untuk rumah sakit diatur dalam SK Gubernur Jawa Timur Nomor 36 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit Propinsi Jawa Timur. Pada tahun 2007 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas A berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 673/Menkes/SK/VI/2007 dan selanjutnya 1

27 sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur No.188/439/KPTS/013/2008 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah tanggal 30 Desember 2008 sampai saat ini. C. TUJUAN Pembuatan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bertujuan antara lain sebagai berikut: a. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai, b. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. D. GAMBARAN UMUM DAERAH 1. WILAYAH RUJUKAN RSUD Dr. saiful Anwar Malang adalah Rumah Sakit milik Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan merupakan Rumah Sakit Rujukan bagi Rumah Sakit lain dibawahnya dengan wilayah cakupan meliputi 10 kota / kabupaten di wilayah Jawa Timur antara lain : Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Jumlah penduduk yang menjadi cakupan pelayanan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang meliputi lebih dari 8 juta jiwa. 2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI a. TUGAS POKOK. RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan, pencegahan, dan penyelenggaraan upaya rujukan serta penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian bagi calon dokter umum, dokter spesialis, tenaga paramedis dan tenaga kesehatan lainnya serta pengembangan di bidang kesehatan. b. FUNGSI. Untuk melaksanakan tugas tersebut, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mempunyai fungsi : 1. Penyelenggaraan pelayanan medis. 2

28 2. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis dan non medis. 3. Penyelenggaraan pelayanan dan asuhan keperawatan. 4. Penyelenggaraan pelayanan rujukan. 5. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan medis. 6. Penyelenggaraan fasilitas pendidikan bagi calon dokter dan dokter spesialis. 7. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan. 8. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan. 3. STRUKTUR ORGANISASI Struktur Organisasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang berdasarkan Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 11 tahun 2008 tanggal 20 Agustus 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Daerah Provinsi Jawa Timur dapat dilihat pada lampiran I. 4. JENIS PELAYANAN a. PELAYANAN MEDIS (1) Pelayanan Rawat Jalan (2) Pelayanan Rawat Inap (3) Pelayanan Rawat Inap Utama/Paviliun (4) Pelayanan Rawat Darurat (5) Pelayanan Intensif ( ICU, ICCU, PICU, NICU ) (6) Pelayanan Operasi ( Operasi Akut, Operasi Elektif ) (7) Pelayanan Gigi dan Mulut (8) Pelayanan Khusus atau One Day Care b. PELAYANAN KEPERAWATAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN c. PELAYANAN PENUNJANG MEDIK (1) Pelayanan Rehabilitasi Medik. (2) Pelayanan Laboratorium Klnik (3) Pelayanan Laboratorium Patologi Anatomi (4) Pelayanan Radiologi (5) Pelayanan Kedokteran Forensik (6) Pelayanan Farmasi (7) Pelayanan Gizi d. PELAYANAN PENUNJANG UMUM (1) Pelayanan Laundry dan Strerilisasi (2) Pelayanan Pemeliharaan Sarana Umum (3) Pelayanan Penyehatan Lingkungan 3

29 (4) Pelayanan Komputasi (5) Pelayanan Pemeliharaan Sarana Medik (6) Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan 5. SARANA DAN PRASARANA a. TEMPAT TIDUR. Tempat tidur yang tersedia sejumlah 902 tempat tidur ( TT ) yang tersebar di beberapa ruang kelas perawatan. Tabel Proporsi Jumlah Tempat Tidur : No Kelas Perawatan Rawat Inap Jumlah TT Prosen 1 Kelas Utama Kelas I Kelas II Kelas III Total b. PERALATAN KEDOKTERAN. Peralatan kedokteran canggih yang dimiliki RSUD Dr. Saiful Anwar a.l : 1.Ultrasonografi 7.Ultrasonic Nebulizer Ultrasonic Nebulizer Auto Analizer 3.Auto Analizer 9.Automatic Blood Counter 4.Automatic Blood Counter 10.MRI 5.Ultrasonic Nebulizer Endourologi 6.Telegama Therapy Cobalt Hemodialisa 13.Colour Doppler USG 4 Dimensi 24.EEG 14.C.T. Scan Whole Body 25.EMG 15.ESWL 26.Treadmill 16.Arthroscopy 27.Laser Urologi 17.Laparoscopy 28.Bone Densitometer 18.Endoscopy 29.Laser Terapi 19.Bronchoscopy 30.Liposuction 20.Spine Endoscopy 31.FFA 21.Neuroendoscopy 32.Perimetri 22.Radiotherapi 33.Phacoemulsifikasi 23.Ultrasound Therapy 34.Spirometri 4

30 c. GEDUNG DAN BANGUNAN. Luas gedung dan bangunan yang ada di RSUD Dr. Saiful Anwar ,84 m 2 dengan luas lahan ,60 m 2. Sebagian besar gedung dan bangunan dan tata ruangnya telah direnovasi secara bertahap guna memenuhi tuntutan perkembangan pelayanan yaitu pelayanan secara holistik dan terintegrasi. 5

31 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis atau yang disebut dengan RENSTRA merupakan suatu proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu berisi visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi yang dilaksanakan melalui kebijakan dan program Kepala Daerah. Rencana Strategis RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun merupakan dokumen perencanaan lima tahun ke depan yang telah dibahas dengan seluruh unit kerja di lingkungan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan sesuai dengan visi, misi dan arah kebijakan pembangunan kesehatan. Rencana Strategis RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun mensinergikan perencanaan pembangunan kesehatan nasional, provinsi dan daerah melalui program-program kesehatan dan merupakan satu kesatuan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun Rencana strategis RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ini berfungsi untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi dan misi Gubernur Jawa Timur serta berbagai kebijakan pembangunan dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur khususnya dalam bidang kesehatan. Rencana strategis ini juga sekaligus menerjemahkan secara strategis, sistematis, dan terpadu ke dalam visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas RSUD Dr. Saiful Anwar Malang serta tolok ukur pencapaiannya. Renstra RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun dan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dengan mengikuti kaidah-kaidah penyusunan Renstra seperti yang tertuang dalam Permendagri Nomor 54 tahun Perwujudan pelaksanaan Renstra akan dilakukan melalui Rencana Kerja (Renja) tahunan tanpa mengenyampingkan perubahan situasi dan kondisi kebutuhan dalam upaya optimalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Renstra ini juga memberikan penekanan pada upaya pencapaian sasaran strategis dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun yaitu meningkatnya 6

32 pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan. Sejalan dengan sasaran strategis dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur tersebut dan Renstra Kementerian Kesehatan maka RSUD Dr. Saiful Anwar Malang akan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan standar pelayanan yang semakin baik. Hal ini juga sesuai dengan jati diri RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang merupakan institusi penyedia pelayanan di bidang kesehatan dengan fokus pada upaya kuratif dan rehabilitatif yang mengutamakan keselamatan pasien dengan tetap melaksanakan fungsi promotif dan preventif serta fungsi sebagai tempat pendidikan dan penelitian. Penyusunan Renstra RSUD Dr. Saiful Anwar Malang juga memberikan penekanan pada pencapaian sasaran Prioritas Nasional Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Millennium Development Goals (MDGs) utamanya pada tujuan nomor 4, 5 dan 6 yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu serta memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya. Sebagai dasar upaya pencapaian SPM adalah Keputusan Menteri Kesehatan nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Nomor 445 / 0892 / 302/ 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal. Dengan demikian penyusunan Renstra RSUD Dr. Saiful Anwar Malang memprioritaskan pada pengembangan pelayanan kepada pasien secara terpadu, peningkatan kesehatan lingkungan dan peningkatan mutu serta pelayanan pendidikan dan penelitian, serta peningkatan kompetensi petugas untuk menuju Rumah Sakit Kelas Dunia. Penyusunan Renstra Tahun di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dilakukan melalui rapat kerja yang hasilnya tertuang sebagai berikut : A.1 VISI Visi merupakan suatu komitmen untuk mencapai keadaan ideal dimasa depan dalam suatu organisasi. Perumusan visi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang tahun dilakukan melalui telaah hasil analisa pada bab sebelumnya khususnya terkait permasalahan pelayanan SKPD dan isu strategis yang relevan. Selain itu, rumusan visi RSSA juga mempertimbangkan hasil telaahan terhadap visi Gubernur Jawa Timur dalam RPJMD tahun dan Visi Menteri Kesehatan yang tertuang dalam Renstra Kementerian Kesehatan. Rumusan visi RSSA tahun adalah sebagai berikut: MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 7

33 A.2 MISI Untuk mencapai Rumah Sakit Kelas Dunia Pilihan Masyarakat ditempuh melalui sebuah misi, yaitu 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan; 2. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia; 3. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan. A.3 Tujuan a. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan b. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia c. Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan MISI TUJUAN INDIKATOR Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang primadengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan Tabel 2.1 Matrik Hubungan Misi dan Tujuan Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 1. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan Pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS Pendidikan versi JCI Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal/forum internasional. 1. Persentase Kelengkapan Dokumen SAKIP yang tepat waktu 2. Cost Recovery Ratio (CRR) 8

34 A.4 Sasaran Strategis 1. Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat dengan indikator: a. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi b. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI. c. Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target. d. Bed Occupancy Rate (BOR). e. Average Length Of Stay (ALOS)Turn Over Interval (TOI). f. Bed Turn Over (BTO). g. Net Death Rate (NDR). h. Gross Death Rate (GDR). i. Indek Kepuasan Masyarakat (IKM). 2. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional dengan indikator: a. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI b. Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS. c. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal/forum internasional. 3. Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional dengan indikator: a. Persentase Kelengkapan Dokumen SAKIP yang tepat waktu. b. Cost Recovery Ratio (CRR). c. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). d. Persentase hasil Penilaian Kinerja Pegawai yang baik. A.5 Strategi 1. Meningkatkan standar kualitas pelayanan RS sesuai dengan standar akreditasi RS versi Meningkatkan sistem jejaring RS melalui intensifikasi dan ekstensifikasi kerjasama operasional 9

35 3. Meningkatkan standar kualitas penyelenggara pendidikan dan penelitian sesuai dengan standar akreditasi RS pendidikan versi JCI Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara bertahap dan berkesinambungan A.6 Indikator Kinerja Utama Sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/9/M.PAN/5/2007 tentang pedoman umum penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka RSUD Dr Saiful Anwar Malang menetapkan Indikator Kinerja Utama yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun adalah sebagai berikut: 10

36 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) 1 Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 Elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi RS versi 2012 merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 (mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 80 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat nasional. Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor Elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi RS versi JCI merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Join Commite Intertational (JCI). Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI (mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 80 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat internasional Persentase indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor 11

37 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) Standar pelayanan minimal rumah sakit merupakan indikator pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh rumah sakit. Target pencapaiannya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya rumah sakit yang tersedia dan harus dicapai secara bertahap sehingga pada periode tertentu harus tercapai sesuai target yang ditetapkan oleh menteri Kesehatan RI. Indikator ini menggambarkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan Bed Occupancy Rate ( BOR ) BOR merupakan suatu persentase pemakaian tempat tidur pada suatu waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai ideal parameter ini adalah 60% - 85%. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan Average Length of Stay (ALOS) ALOS merupakan rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran tentang mutu pelayanan. Secara umum ALOS yang ideal antara 6 hari 9 hari. 12

38 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan Turn Over Internal (TOI) TOI merupakan rata-rata hari tempat tidur yang tidak ditempati dari saat terisi sampai saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1 hari 3 hari. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan Bed Turn Over (BTO) BTO merupakan frekwensi pemakaian tempat tidur berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur rata-rata dipakai selama 1 tahun sebanyak 40 kali 50 kali. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan Net Death Rate (NDR) NDR adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. NDR yang dapat ditolerir adalah kurang dari 25 orang yang mati per 1000 pasien yang keluar RS. 13

39 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) Gros Death Rate (GDR) Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawatan GDR adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 orang yang mati per 1000 penderita keluar RS. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit Laporan Tribulanan Bagian Umum IKM merupakan nilai rata-rata hasil penilaian pelanggan RS terhadap pelayanan yang diterimanya baik kualitas pelayanan dan performance petugas dari berbagai jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit. Indikator ini menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit yang diterimanya. Semakin tinggi nilai IKM menggambarkan semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit. 2 Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian 14

40 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) Elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang memenuhi standar akreditasi RS versi JCI merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan pendidikan di rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Join Commite Intertational (JCI). Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI ( mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 76 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan pendidik di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat internasional. Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian Peserta didik yang menyelesaikan penidikan tepat waktu merupakan peserta didik kedokteran baik dokter muda maupun PPDS yang melaksanakan pendidikan praktik kedokteran di RSSA dan mampu menyelesaikan pendidikannya ( lulus ) pada periode waktu yang telah ditentukan oleh RSSA. Indikator ini menggambarkan kualitas pengelolaan pelayanan pendidikan di rumah sakit. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian Karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional adalah karya ilmiah dari karyawan atau peserta didik rumah sakit yang berhasil diterbitkan / diseminarkan di jurnal / forum internasional pada periode waktu tertentu. Indikator ini menggambarkan kualitas pelayanan pendidikan di rumah sakit. 15

41 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA PENANG GUNG JAWAB (1) (2) (3) (4) (5) 3 Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Cost Recovery Ratio (CRR) CRR merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Semakin tinggi nilai CRR semakin mandiri rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasional. Laporan Tahunan Bagian Keuangan dan Akuntansi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit Laporan Tribulanan Bagian Umum IKM merupakan nilai rata-rata hasil penilaian pelanggan RS terhadap pelayanan yang diterimanya baik kualitas pelayanan dan performance petugas dari berbagai jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit. Indikator ini menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit yang diterimanya. Semakin tinggi nilai IKM menggambarkan semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit. 16

42 B. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) berisikan perencanaan yang global dengan penjabaran hanya sampai kepada program hingga perlu dioperasionalisasikan dengan perencanaan yang lebih mikro sampai penjabaran terakhir pada kegiatan-kegiatan namun masih dalam satu rangkuman dari seluruh perencanaan pembangunan baik untuk Kementrian / Lembaga di Pusat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Daerah, perencanaan yang lebih mikro tadi disebut dengan Rencana Kerja Perangkat (RKP) di Pusat dan RKPD di Daerah. Sehingga pada akhirnya RKP yang diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dirancang untuk Pemerintah Pusat, dan RKPD yang diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dirancang untuk Pemerintah Daerah, di Jawa Timur telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun

43 Penyusunan RKT berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN & RB) Nomor : 29 Tahun 2010 Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah berikut : Adapun Rencana Kinerja Tahun 2016 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang adalah sebagai NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya efisiensi, - Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan 100% mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan 80% yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI - Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 87.5% - Bed Occupancy Rate (BOR) 72% - Average Length of Stay (ALOS) 7 hari - Bed Turn Over (BTO) 42 kali - Turn Over Internal (TOI) 2 hari - Net Death Rate (NDR) 5.5% - Gross Death Rate (GDR) 7.5% - Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) 81 2 Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional - Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS - Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum Internasional 80% 100% 3 buah 3 Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional - Persentase Kelengkapan Dokumen SAKIP 100% yang tepat waktu - Cost Recovery Ratio (CRR) 84% - Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) 81 - Persentase hasil Penilaian Kinerja Pegawai yang baik 92.5% 19

44 Jumlah anggaran Program : Peningkatan Pelayanan BLUD Rp ,32 Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp ,00 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp ,00 Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Rp ,00 Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Rp ,00 Penyelenggaraan Pemerintahan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Rp ,00 Umum Daerah (BLUD) Total Rp 797,228,954,329,32 Jumlah realisasi anggaran tahun 2016 Rp ,32 Anggaran untuk masing-masing program pada tahun 2016 setelah perubahan APBD sebesar Rp ,32 dan terealisasi sebesar Rp ,32 ada pun rincian untuk masing-masing program dan kegiatan antara lain: 1. Program peningkatan pelayanan BLUD dengan anggaran 603,778,032, realisasi sebesar Rp 624,078,850, atau % terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu: Peningkatan Pelayanan RS/RS Khusus/BP-4 dengan target sebesar Rp 603,778,032, terealisasi sebesar Rp 624,078,850, atau %. 2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Anggaran dengan anggaran Rp 1,185,000,000,00 realisasi sebesar Rp 1,146,360, atau 96.74% terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu: Pelaksanaan Administrasi Perkantoran dengan target sebesar Rp 1,185,000,000,00 terealisasi sebesar Rp 1,146,360,000,00 atau 96.74%. 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan anggaran Rp 5,766,102,000,00 realisasi sebesar Rp 5,661,976,842,00 atau 98.19% terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu: Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana Dan Prasarana dengan target sebesar Rp 5,766,102,000,00 terealisasi sebesar Rp 5,661,976,842,00 atau 98.19%. 4. Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah dengan anggaran Rp 150,000,000,00 realisasi sebesar Rp 146,888,532,00 atau 97.93% Daerah terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu: Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah dengan target sebesar Rp 150,000,000,00 terealisasi sebesar Rp 146,888,532,00 atau 97.93%. 20

45 5. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan dengan anggaran Rp 899,820,000,00 realisasi sebesar Rp 764,307,510,00 atau 84.34% terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu: - Penyusunan Dokumen Perencanaan dengan target sebesar Rp 800,400,000 terealisasi sebesar Rp 706,487, atau %. - Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran dengan target sebesar Rp 74,420,000 sebesar Rp 57,820,000 atau % - Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp 0 atau 0%. 6. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan anggaran Rp 185,450,000,000,00 realisasi sebesar Rp 180,427,636,652,00 atau 97.29% terdiri dari 5 (lima) kegiatan yaitu: - Peningkatan Pelayanan Kesehatan (DAK) dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 96.75%. - Pembangunan Sarana dan Prasarana RS /RSK/Balai/ Akper/ Labkesmas (pajak rokok) dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 90.99%. - Pengadaan Alat Kesehatan /Lab RS/RSK/Balai/Akper/ Labkesmas dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 97.86%. - Kegiatan Peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok (DBHCHT) dengan target sebesar Rp 72,565,000,000,00 terealisasi sebesar Rp 5,996,590, atau 8.26%. Pada tribulan IV tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 28/PMK.07/2016 Pasal 11 (1) b terjadi perubahan nomenklatur, yaitu dari peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok (DBHCHT) menjadi penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi & penyakit lainnya, alokasi anggarannya dialihkan pada kegiatan tersebut akan tetapi tidak terjadi perubahan indikator kinerja. Pada kegiatan penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi & penyakit lainnya dengan target sebesar Rp 68,865,000,000 terealisasi sebesar Rp 67,236,735, atau 97.64%. 21

46 C. PERJANJIAN KINERJA NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat - Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 100% 80% - Persentase Indikator Standar 87.5% Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target - Bed Occupancy Rate (BOR) 72% - Average Length of Stay 7 hari (ALOS) - Turn Over Internal (TOI) 2 hari - Bed Turn Over (BTO) 42 kali - Net Death Rate (NDR) 5.5 % - Gross Death Rate (GDR) 7.5 % - Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 81 2 Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional - Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS - Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional. 80% 100% 5 buah 3 Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional - Cost Recovery Ratio (CRR) 84% - Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 81 Program Anggaran Keterangan 1. Program Pelayanan Administrasi Rp 1,185,000, APBD Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Rp 5,766,102, APBD Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah Rp 150,000, APBD 22

47 4. Program Penyusunan, Pengendalian dan Rp 899,820, APBD Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan 5. Program Peningkatan Sarana dan Rp 185,450,000, APBD Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 6. Program Peningkatan Pelayanan Badan Rp 603,778,032, APBD (Fungsional) Layanan Umum Daerah (BLUD) JUMLAH Rp 797,228,954,

48 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja dalam format Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar tidak terlepas dari rangkaian mekanisme fungsi perencanaan yang sudah berjalan mulai dari Perencanaan Strategis (Renstra), Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK) sampai dengan perwujudan atau realisasi pelaksanaan pembangunan di lingkungan RSUD Dr. Saiful Anwar hingga kemudian sampailah pada saat pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan yang mengerahkan seluruh sumber daya manajemen pendukungnya. A. Pengukuran Capaian Kinerja Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing - masing indikator sasaran. Setelah dilakukan penghitungan akan diketahui selisih atau celah kinerja (peformance gap). Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja di masa yang akan datang (performance improvement). Tingkat capaian kinerja masing - masing indikator disajikan pada tabel pengukuran kinerja sasaran strategis tahun Dalam memberikan penilaian tingkat capaian kinerja setiap sasaran, menggunakan skala pengukuran 4 (empat) kategori sebagai berikut : TABEL : 3.1. Skala Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja Tahun 2016 Terdapat dua jenis skala penilaian pengukuran : 1. Bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres positif, maka skala yang digunakan sebagai berikut : Skor Rentang Capaian Kategori Capaian 4 Lebih dari 100 % Sangat baik 3 75 % sampai 100 % Baik 2 55 % sampai 75 % Cukup 1 Kurang dari 55 % Kurang 2. Sebaliknya bilamana Indikator Sasaran mempunyai makna progres negatif, maka skala yang digunakan sebagai berikut : Skor Rentang Capaian Kategori Capaian 1 Lebih dari 100 % Kurang 2 75 % sampai 100 % Cukup 3 55 % sampai 75 % Baik 4 Kurang dari 55 % Sangat Baik 24

49 Pengukuran kinerja ini digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program atau kegiatan pada tahun 2016, sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi RSUD Dr. Saiful Anwar. Adapun Tabel Pengukuran Kinerja disajikan sebagai berikut: Tabel Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja Tahun 2016 No Tujuan 1 Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan. Sasaran Indikator Kinerja Strategis T R C T R C T R C Meningkatnya 1 Persentase Elemen % 100% 100% 100 % 100% 100% efisiensi, Akreditasi Pelayanan mutu yang memenuhi standar Pelayanan dan Akreditasi RS versi kepuasan 2012 masyarakat. 2 Persentase Elemen % 81.39% % 80% 95% 118.7% Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 3 Persentase Indikator 85% 82.48% 97% 85% 87.65% 103% 87.5% 86.76% 99.15% Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4 BOR 80% 68.1% 85.12% 70% 66.83% 95.50% 72% 67.51% 93.7% 5 ALOS 6 hari 6.8 hari 113.3% 7 hari 6.26 hari 89.40% 7 hari 6.29 hari 89.8% 6 TOI 2 hari 3 hari 150% 3 hari 2.85 hari 95% 2 hari 2.79 hari 139.5% 7 BTO 40 kali 38.6 kali 96.5% 41 kali kali 103.6% 42 kali kali 101% 8 NDR 6% 7.3% 121.7% < 2,5% 8.67% 0% 5.5% 6.94% 0% 9 GDR 10% 9.7% 97% <4.5 % 8.70% 0% 7.5% 9.25% 0% 10 IKM 85% 81.8% 96.2% % % 103.8% 24

50 No Tujuan 2 Meningkatkan kualitas penyelenggaraa n pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia. 3 Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan. Sasaran Strategis Meningkatnya kualitas penyelenggara an pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang professional Indikator Kinerja T R C T R C T R C 1 Persentase Elemen % 68.42% 97.74% 80% 98% 122.5% Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 3 Jumlah karya ilmiah 1 buah 2 buah 200% 3 buah 3 buah 100% 5 buah 4 buah 100% yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 1 Cost 80% 87.3% % 82% 62.5% 76.22% 84% 75.75% 90.11% Recovery Ratio (CRR) 2 IKM 85% 81.8% 96.2% % % 25

51 B. Evaluasi Kinerja & Analisis Capaian Kinerja Evaluasi kinerja dilakukan terhadap pencapaian setiap indikator kinerja kegiatan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal-hal yang mendukung keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan suatu program atau kegiatan dengan membandingkan prosentase capaian Indikator Kinerja Utama pada tahun 2016 dengan target, tetapi belum membandingkan dengan tahun sebelumnya karena tahun ini merupakan tahun awal untuk pelaksanaan indikator utama. Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program atau kegiatan di masa yang akan datang. Adapun hasil evaluasi dijelaskan sebagai berikut : Tujuan 1 kinerja dari RSUD Dr. Saiful Anwar pada tahun 2016 dapat Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan Keberhasilan sasaran strategis ini diukur melalui 10 (sepuluh) indikator kinerja yaitu: Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012, Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI, Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target, BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR, GDR, IKM di mana dalam upaya pencapaiannya didukung oleh 1 (satu) program yaitu Program peningkatan pelayanan BLUD. Indikator kinerja, target dan realisasinya disajikan sebagai berikut : Tabel 3.3 Pencapaian Kinerja Sasaran strategis Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat No Indikator Kinerja Target 2016 Realisasi 2016 % Capaian 1. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan 100 % 100% 100% yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan 80% 95% 118.7% yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 3. Persentase Indikator Standar Pelayanan 87.5% 86.76% 99.15% Minimal (SPM) yang mencapai target 4. BOR (Bed Occupancy Rate) 72% 67.51% 93.7% 5. ALOS (Average Length of Stay) 7 hari 6.29 hari 89.8% 6. TOI (Turn Over Interval) 2 hari 2.79 hari 139.5% 7. BTO (Bed Turn Over) 42 kali kali 101% 24

52 Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target 2016 Realisasi 2016 % Capaian 8. NDR (Net Date Rate) 5.5% 6.94% 0% 9. GDR (Gross Date Rate) 7.5% 9.25% 0% 10. IKM % 103.8% 25

53 Tabel 3.4 Realisasi Kinerja Sasaran strategis Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan No Indikator Kinerja Target Realisasi Th 2014 (n-1) Th 2015 (n) Th 2016 (n+1) 1. Persentase Elemen 100 % - 100% 100% Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase Elemen 80% % 95% Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 3. Persentase Indikator 87.5% 82.48% 87.68% 86.76% Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4. BOR (Bed Occupancy 72% 68.1% 66.83% 67.51% Rate) 5. ALOS (Average Length 7 hari 6.8 hari 6.26 hari 6.29 hari of Stay) 6. TOI (Turn Over Interval) 2 hari 3 hari 2.85 hari 2.79 hari 7. BTO (Bed Turn Over) 42 kali 38.6 kali kali kali 8. NDR (Net Date Rate) 5.5% 7.3% 8.67% 6.94% 9. GDR (Gross Date Rate) 7.5% 9.7% 8.70% 9.25% 10. IKM % % 24

54 Tabel 3.5 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d Akhir Periode RPJMD Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD (Th 2019) Realisasi Th 2016 Tingkat Kemajuan Meningkatnya 1. Persentase Elemen 100% 100% 100% efisiensi, mutu Akreditasi Pelayanan yang pelayanan dan memenuhi standar kepuasan Akreditasi RS versi Persentase Elemen 100% 95% 95% Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 3. Persentase Indikator Standar 100% 86.76% 86.76% Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4. BOR (Bed Occupancy Rate) 69.26% 67.51% 97.47% 5. ALOS (Average Length of 7 hari 6.29 hari 89.8% Stay) 6. TOI (Turn Over Interval) 3 hari 2.79 hari 93% 7. BTO (Bed Turn Over) 50 kali kali 84.9% 8. NDR (Net Date Rate) <2.5% 6.94% 0% 9. GDR (Gross Date Rate) <4.5% 9.25% 0% 10. IKM % 101.9% Tabel 3.6 Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Realisasi Nasional Sasaran strategis Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan No Indikator Kinerja Realisasi Th 2016 Realisasi Nasional (+/-) 1. BOR (Bed Occupancy Rate) 67.51% 65-85% Memenuhi standar 2. ALOS (Average Length of Stay) 6.29 hari 7-9 hari Memenuhi standar 3. TOI (Turn Over Interval) 2.79 hari 1-3 hari Memenuhi standar 4. BTO (Bed Turn Over) kali kali Memenuhi standar 5. NDR (Net Date Rate) 6.94% <2.5% Tdk memenuhi standar 6. GDR (Gross Date Rate) 9.25% <4.5% Tdk memenuhi standar 24

55 Tabel 3.7 Perbandingan Realisasi Kinerja RS dengan RS Di dalam dan di luar Provinsi Jatim No Indikator Kinerja RSUD Dr. Saiful RSUD Dr. Soetomo RS Sanglah Bali Anwar Malang Surabaya 1. BOR (Bed Occupancy Rate) 67.51% 80.31% 85.05% 2. ALOS (Average Length of 6.29 hari 7.64 hari 6 hari Stay) 3. TOI (Turn Over Interval) 2.79 hari 2.08 hari 0.91 hari 4. BTO (Bed Turn Over) kali kali - 5. NDR (Net Date Rate) 6.94% 2.42% 4% 6. GDR (Gross Date Rate) 9.25% 8.73% 7% Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 dengan target sebesar 100%, terealisasi sebesar 100% sehingga capaiannya 100%. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan telah mendapatkan sertifikat lulus paripurna pada tanggal 28 Maret Adapun upaya yang telah dilakukan untuk mendapatkan pengakuan akreditasi paripurna antara lain: 1. Mengadakan kick off untuk membangun komitmen bagi seluruh pokja dan jajaran manajemen 2. Mengadakan pelatihan-pelatihan tentang peningkatan mutu dan keselamatan pasien 3. Mengadakan bimbingan akreditasi yang langsung dipimpin oleh KARS 4. Mengadakan self assesment oleh surveyor internal 5. Mengadakan mock survey untuk melihat kesiapan rumah sakit dalam menghadapi akreditasi Sedangkan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan sertifikasi ini antara lain sbb: 1. Pembentukan tim khusus yang berfungsi sbg evaluator dan motivator terhadap implementasi seluruh elemen akreditasi 2. Membuat analisa capaian standar (self assessment) secara berkala dan RTL Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indikator Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 dalam kategori Baik. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI dengan target sebesar 80%, terealisasi sebesar 95% sehingga prosentase pencapaiannya sebesar 118.7%. Pencapaian yang meningkat secara signfikan tersebut disebabkan karena seluruh elemen akreditasi RSUD Dr. Saiful Anwar telah tercapai dengan nilai masing-masing BAB diatas 90%. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI dalam kategori Baik. Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target telah terealisasi sebesar 86.76% dari target sebesar 87.5%, sehingga prosentase capaian sebesar 99.15%. RSUD Dr. Saiful Anwar merupakan salah satu rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara bertahap diharapkan dapat mengembangkan pelayanan kesehatan yang 25

56 komprehensif dan holistik seiring dengan perkembangan jenis penyakit, kemajuan ilmu serta peningkatan pendapatan dan pendidikan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit harus meningkatkan jumlah, jenis dan mutu layanan. Selain itu sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Standar pelayanan tersebut telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 129/Menkes/SK/II/2008 dan pelaksanaan SPM di RSUD Dr. Saiful Anwar telah dimulai sejak tahun Untuk memberikan pemahaman kepada satuan kerja di RSSA maka dilakukan serangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi SPM, sosialisasi cara penghitungan SPM sampai dengan menganalisa indikator yang tidak tercapai, selain itu dilakukan roadshow ke masing-masing satuan kerja untuk mengajarkan cara menghitung untuk indikator satuan kerja tersebut. Dari kegiatan-kegiatan tersebut sehingga petugas memahami cara menghitung dan mengolah data SPM, sehingga data yang dihasilkan akurat. Oleh karena itu indikator-indikator SPM RSSA tercapai melebihi target. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indikator Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target dalam kategori Baik. BOR (Bed Occupancy Rate) yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indikator ini menggambarkan tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit 30 A 29 V 28 E 27 R 26 A 25 G 24 E L 21 E 20 N 19 G 18 T 17 H O 14 F S 11 T 10 A 9 Y 8 7 A 6 L 5 O 4 S 3 2 D A E R A H E F I S I E N BOR 90 % RSSA BOR 75 % BOR 60 % BOR 50 % BOR 40 % BOR 20 % 30 A 29 V 28 E 27 R 26 A 25 G 24 E L 21 E 20 N 19 G 18 T 17 H O 14 F S 11 T 10 A 9 Y 8 7 A 6 L 5 O 4 S 3 2 D A E R A H E F I S I E N BOR 90 % RSSA BOR 75 % BOR 60 % BOR 50 % BOR 40 % BOR 20 % 1 BTO 60 BTO 50 BTO 40 BTO 30 BTO 20 1 BTO 60 BTO 50 BTO 40 BTO 30 BTO TURN OVER INTERVAL (Dalam Satuan Hari) TURN OVER INTERVAL (Dalam Satuan Hari) No. KET LD D HP BOR BTO ALOS TOI TT No. KET LD D HP BOR BTO ALOS TOI TT RSSA 237,052 34, , RSSA ,83 42,49 6,26 2, Tahun 2014 Tahun 2015 BOR 90 % BOR 75 % 30 A 29 V 28 E 27 R 26 A 25 G 24 E L 21 E 20 N 19 G 18 T 17 H D A E R A H E F I S I E N BOR 60 % BOR 50 % O 14 F S 11 T 10 A 9 Y 8 7 RSSA BOR 40 % Tahun 2016 A 6 L 5 BOR 20 % O 4 S BTO 60 BTO 50 BTO 40 BTO 30 BTO TURN OVER INTERVAL (Dalam Satuan Hari) No. KET LD D HP BOR BTO ALOS TOI TT RSSA ,83 42,49 6,26 2, Grafik 3.1 Barber Johnson Tingkat Efisiensi Rumah Sakit Tahun

57 Realisasi BOR Target Grafik 3.2 Realisasi BOR tahun Standar Kemenkes RI BOR: 60%-85% Tahun 2016 realisasi BOR RSUD Dr. Saiful Anwar sebesar 67.51% dari target sebesar 72%, sehingga prosentase pencapaiannya sebesar 93.7%. Hasil capaian ini bukan berarti indikasi buruk dan masuk dalam kategori ideal karena nilai parameter BOR dari Kemenkes RI adalah 60-85%. Berdasarkan grafik 3.2 diketahui bahwa terjadi penurunan angka BOR dari tahun 2012 sampai dengan Pencapaian BOR yang menurun ini disebabkan karena adanya renovasi gedung rawat inap dan juga karena pemberlakuan regulasi baru terkait sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun secara umum pencapaian BOR di RSUD Dr. Saiful Anwar pada tahun tergolong ideal menurut standar Kemenkes. Upaya-upaya yang dilakukan rumah sakit dalam rangka meningkatkan BOR antara lain meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh lini, mengembangkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta sarana prasarana rumah sakit. Upaya lain adalah dengan cara melakukan inovasi-inovasi dan mengembangkan produk unggulan melalui pelatihan-pelatihan baik internal maupun eksternal, studi banding, optimalisasi Gugus Kendali Mutu atau Quality Control Circle (QCC) dan sebagainya. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator BOR (Bed Occupancy Rate) dalam kategori Baik. ALOS (Average Length of Stay) yaitu rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efiensi juga dapat memberikan gambaran mutu layanan. 27

58 Realisasi ALOS Target Grafik 3.3 Realisasi ALOS tahun Standar Kemenkes RI ALOS: 6-9 Hari Berdasarkan grafik 3.3 realisasi ALOS tahun diketahui bahwa ALOS sejak tahun 2012 sampai dengan 2016 belum sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu 7 hari, tetapi jika dibandingkan dengan standar ideal menurut Kemenkes RI rata-rata hasil capaian masuk dalam kategori ideal yaitu 6-9 hari. Upaya-upaya yang dilakukan rumah sakit dalam rangka mempertahankan ALOS dalam range ideal antara lain meningkatkan kualitas pelayanan diseluruh lini, mengembangkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta sarana prasarana rumah sakit. Upaya lain adalah dengan cara melakukan inovasi-inovasi dan mengembangkan produk unggulan melalui pelatihan-pelatihan baik internal maupun eksternal, studi banding, optimalisasi Gugus Kendali Mutu atau Quality Control Circle (QCC) dan sebagainya. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator ALOS (Average Length of Stay) dalam kategori Baik. TOI (Turn Over Interval) yaitu rata-rata hari tempat tidur di tempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Target yang ditetapkan oleh RSUD Dr Saiful Anwar adalah 2 hari, sedangkan standar ideal dari Kemenkes RI adalah 1-3 hari. Realisasi TOI Realisasi TOI Target Grafik 3.4 Realisasi TOI tahun Standar Kemenkes RI TOI: 1-3 hari 28

59 Dari grafik diatas tampak bahwa hasil realisasi tahun 2012 hingga 2016 belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, tetapi masuk dalam kategori ideal menurut standar Kemenkes RI adalah 1-3 hari. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator TOI (Turn Over Interval) dalam kategori Baik. BTO (Bed Turn Over) yaitu rata-rata penggunaan tempat tidur ditempati dibandingkan dengan jumlah tempat tidur yang tersedia Realisasi BTO Realisasi BTO Target Grafik 3.5 Realisasi BTO tahun Standar Kemenkes RI BTO: kali Target yang ditetapkan RSUD Dr. Saiful Anwar adalah sebesar 42 kali per tahun, sedangkan standar ideal dari Kemenkes RI adalah kali per tahun. Tahun 2012 hingga 2016 rata-rata realisasi BTO meskipun belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan tetapi masuk dalam kategori ideal menurut standar Kemenkes RI. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator BTO (Bed Turn Over) dalam kategori Baik. NDR (Net Death Rate) yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap penderita keluar. Realisasi NDR Realisasi NDR Target Grafik 3.6 Realisasi NDR tahun Standar Kemenkes RI NDR : < 2,5 % 29

60 NDR tahun 2016 terealisasi sebesar 6.94% dan target yang ditetap RSUD Dr. Saiful Anwar sebesar 5.5%, sedangkan standar menurut Kemenkes RI untuk NDR 2.5%. Penyebab nilai NDR di RSUD Dr. Saiful Anwar tinggi karena kebanyakan pasien yang dirujuk telah mengalami komplikasi sebelumnya sehingga penanganannya harus secara komprehensif, selain itu keterlambatan rumah sakit sekunder dalam merujuk pasien, sehingga banyak pasien yang mengalami DOA (death on arrival). Upaya-upaya yang dilakukan rumah sakit dalam rangka menurunkan NDR antara lain meningkatkan kualitas pelayanan diseluruh lini, mengembangkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta sarana prasarana rumah sakit. Upaya lain adalah dengan cara melakukan inovasi-inovasi dan mengembangkan produk unggulan melalui pelatihan-pelatihan baik internal maupun eksternal, studi banding, optimalisasi Gugus Kendali Mutu atau Quality Control Circle (QCC) dan sebagainya. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator NDR (Net Death Rate) dalam kategori Kurang. GDR (Gross Death Rate) yaitu angka kematian umum untuk tiap-tiap penderita keluar. Indikator ini dapat memberi gambaran mutu pelayanan Rumah Sakit Realisasi GDR Realisasi GDR Grafik 3.7 Realisasi GDR tahun Standar Kemenkes GDR : < 4,5 % GDR tahun 2015 terealisasi sebesar 9.25% dengan target yang ditetapkan RSUD Dr. Saiful Anwar sebesar 7.5%. Sedangkan target Kemenkes RI untuk GDR 4.5%. Tingginya angka GDR disebabkan karena RSUD Dr. Saiful Anwar merupakan rumah sakit rujukan dari PPK I dan PPK II, yang mana kondisi pasien yang dirujuk sudah tidak tertangani oleh PPK sebelumnya, sehingga angka kematian yang terjadi di RSUD Dr. Saiful Anwar tinggi. Akan tetapi serangkaian upaya terus dilakukan untuk menurun GDR agar dapat memenuhi target Kemenkes RI, antara lain dengan meningkatkan kualitas pelayanan diseluruh lini, mengembangkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta sarana prasarana rumah sakit. Upaya lain adalah dengan cara melakukan inovasi-inovasi dan mengembangkan produk unggulan melalui pelatihan-pelatihan baik internal maupun eksternal, studi banding, optimalisasi 30

61 Gugus Kendali Mutu atau Quality Control Circle (QCC) dan sebagainya. Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator GDR (Gross Death Rate) dalam kategori Kurang. Pencapaian sasaran dalam meningkatnya perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan, merupakan tantangan Rumah Sakit untuk selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Namun demikian data-data menunjukkan bahwa pada tahun secara umum pengelolaan Rumah Sakit masih terindikasi efisien. Hal ini terlihat bahwa capaian kinerja dari indikator-indikator yang digunakan tersebut masih tergolong capaiannya dalam kategori ideal. Faktor penyebabnya meningkat maupun menurunnya capaian dari target yang telah ditetapkan karena di RSUD Dr. Saiful Anwar berlaku sistem rujukan berjenjang yang menyebabkan birokrasi semakin panjang, adanya proses renovasi bangunan yang dapat mempengaruhi kenyamanan baik bagi pasien maupun petugas, selain itu diperketatnya persyaratan administrasi Jamkesmas/Jamkesda, serta adanya pelayanan pasien Askes di rumah sakit-rumah sakit swasta sehingga memberikan peluang alternatif pilihan pelayanan kesehatan di rumah sakit lain. RSUD Dr Saiful Anwar juga membandingkan hasil realisasi indikator efisiensi rumah sakit yang terdiri dari BOR, ALOS, TOI, BTO, GDR, NDR dengan rumah sakit setipe baik di dalam Provinsi Jawa Timur yaitu RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan di luar Provinsi Jawa Timur yaitu RSUP Sanglah Denpasar Bali. Dari tabel 3.7 tampak bahwa pencapaian target tingkat efisien RS masih dibawah pencapaian RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RSUP Sanglah Denpasar Bali. Hal ini merupakan tantangan besar bagi RSUD Dr. Saiful Anwar untuk meningkatkan capaian. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan cara: 1. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas melalui pendidikan dan pelatihan baik petugas medis maupun paramedis. 2. Meningkatkan kuantitas tenaga, khususnya tenaga keperawatan untuk memenuhi standar kebutuhan tenaga Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit Kelas A Pendidikan. 3. Melakukan pengembangan fasilitas gedung untuk mengantisipasi perkembangan jumlah pasien (rawat jalan, rawat inap, maupun rawat darurat) 4. Melengkapi alat-alat kedokteran yang canggih yang dapat menjadi pelayanan unggulan bagi rumah sakit. 5. Aktif memasarkan rumah sakit baik dari segi pelayanan, peralatan canggih yang dimiliki, maupun kegiatan-kegiatan pelatihan, sosial yang dilaksanakan melalui media internet (website) dan media elektronik yang disiarkan di internal rumah sakit. 31

62 IKM adalah nilai atau indeks untuk menilai kepuasan masyarakat (pasien) yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang dilakukan melalui survey dengan menggunakan kuisioner. 90 REALISASI IKM Realisasi IKM Grafik 3.8 Realisasi IKM tahun Tahun 2016 nilai capaian IKM sebesar 103.8% dengan target sebesar 81. Secara umum Indeks Kepuasan Masyarakat yang sudah dicapai tahun 2012 sampai dengan 2016 berada pada rentang nilai 62,51 81,25 dimana pada rentang tersebut merupakan rentang nilai IKM dalam kategori Baik (sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No: Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Dengan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Pencapaian indikator IKM sebesar 103.8% menunjukkan bahwa indikator tersebut dalam kategori Sangat Baik. Pada tanggal 12 April 2010 telah dilakukan penandatanganan Citizen s Charter merupakan piagam kontrak pelayanan antara RSU Dr. Saiful Anwar Malang dengan unsur masyarakat pengguna layanan. Didalam piagam kontrak pelayanan tersebut disepakati kontrak pelayanan di Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Darurat antara Direktur RSU Dr. Saiful Anwar Malang dengan unsur masyarakat pengguna layanan sebagai wakil masyarakat. Unsur pengguna masyarakat diwakili oleh: LSM Inspire, PT Askes (Persero) Cabang Malang, PT Jamsostek (Persero) Cabang Malang, P.G Kebon Agung, dan Harian Radar Malang. Didalam dokumen kontrak layanan tersebut memberikan keterangan tentang : 1. Komitmen RS pada layanan kesehatan yang bermutu 2. Pedoman dan Standar Pelayanan RS 3. Apa yang pengguna layanan harapkan dari RS 4. Kewajiban dan tanggungjawab RS dari pengguna layanan 5. Tata cara mengajukan saran, kritik atau pengaduan Hambatan yang dijumpai dalam proses pengumpulan data survei kepuasan konsumen anatara lain, status sosial ekonomi pasien yang sangat heterogen yang meliputi tingkat 32

63 pendidikan, status sosial bisa berpengaruh terhadap kualitas isian dari survei kepuasan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit Solusi atau langkah yang diambil dalam menyikapi permasalahan tersebut, antara lain: 1. Membuka loket pengaduan atau complain center. Dimana pasien bisa secara langsung mengemukakan ketidakpuasannya, keluhan, kritik atau saran terhadap pelayanan rumah sakit. 2. Secara tidak langsung kritik, keluhan, saran dapat disalurkan melalui : a Telepon ( ext 1100) b Sms no c Surat ke Rumah Sakit d Kotak pengaduan e Media cetak atau surat pembaca f Media elektronik Berdasarkan hasil capaian indikator pada tujuan 1 (satu) diketahui nilai rerata indikator sebesar 93.79% hal tersebut menunjukkan bahwa pada tujuan tersebut termasuk dalam kategori Baik. Tujuan 2 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia. Keberhasilan sasaran strategis ini diukur melalui 3 (tiga) indikator kinerja yaitu: Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI, Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS, Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional di mana dalam upaya pencapaiannya didukung oleh 1 (satu) program yaitu Program peningkatan pelayanan BLUD. Indikator kinerja, target dan realisasinya disajikan sebagai berikut : Tabel 3.7 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional No Indikator Kinerja Target 2016 Realisasi 2016 % Capaian 1. Persentase Elemen 80% 98% 122.5% Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik 100% 100% 100% yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 33

64 3. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 5 buah 4 buah 80% Tabel 3.8 Realisasi Kinerja Sasaran strategis Meningkatnya kualitas penyelenggaran pendidikan dan publikasi ilmiah internasional No Indikator Kinerja Target Realisasi Th 2014 (n-1) Th 2015 (n) Th 2016 (n+1) 1. Persentase Elemen 80% % 98% Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik 100% 100% 100% 100% yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 3. Jumlah karya ilmiah yang 5 buah 2 buah 3 buah 4 buah diterbitkan pada jurnal / forum internasional Tabel 3.9 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d Akhir Periode RPJMD Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD (Th 2019) Realisasi Tingkat Kemajuan Meningkatnya kualitas penyelenggaran pendidikan dan publikasi ilmiah 1. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI % 98% 98% internasional 2. Persentase peserta didik 100% 100% 100% yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 3. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 34 buah 4 buah 11.8% 34

65 Tabel 3.10 Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Realisasi Nasional Sasaran No Indikator Kinerja Realisasi Th Realisasi (+/-) strategis 2015 Nasional Meningkatnya 1. Persentase Elemen - kualitas penyelenggaran pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik yang menyelesaikan 100% periode pendidikan tepat waktu di RS 3. Jumlah karya ilmiah yang 3 buah diterbitkan pada jurnal / forum internasional Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI 2013 sebesar 80% terealisasi sebesar 98% sehingga prosen pencapaiannya sebesar 122.5%. Terealisasi secara signifikan Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI 2013 karena RSUD Dr. Saiful Anwar telah mengikuti akreditasi RS pendidikan elemen-elemen dari standar KARS versi 2012 telah dikonversikan ke standar JCI Berdasarkan hasil capaian tersebut menunjukkan bahwa indicator Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI 2013 dalam kategori Baik. Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS dengan target sebesar 100% terealisasi sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikannya selama di RSUD Dr Saiful Anwar dengan tepat waktu misalnya mahasiswa S1 kedokteran, dan PPDS. Pencapaian indikator ini dalam kategori Baik. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional dengan target sebesar 5 buah terealisasi sebesar 4 buah, sehingga persentase pencapaiannya sebesar 80%. Hasil karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal maupun forum internasional digunakan RSSA dalam mengukur kemampuan di antara rumah sakit di Internasional. Belum tercapainya sesuai target karena ada salah satu event internasional yang tidak diikuti oleh RSSA akan tetapi RSSA tetap meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti ajang nasional yang setara dengan ajang internasional, yaitu Temu Karya Mutu Produktivitas Nasional (TKMPN). Produk hasil penelitian ini dipresentasikan pada Konvensi Mutu Internasional atau International Quality Control 35

66 Convention (IQC) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia (PMMI). Selama hampir 15 tahun QCC RSSA telah berhasil mendapatkan prestasi dan penghargaan, baik di tingkat regional Jawa Timur, tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menjadi unggulan bagi RSSA dibandingkan rumah sakit lain yang setipe dengan RSSA. Pencapaian indikator ini dalam kategori Baik Berdasarkan hasil capaian indikator pada tujuan 2 (dua) diketahui nilai rerata indikator sebesar 100.8% hal tersebut menunjukkan bahwa pada tujuan tersebut termasuk dalam kategori Sangat Baik. Tujuan 3 Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan. Keberhasilan sasaran strategis ini diukur melalui 2 (dua) indikator kinerja yaitu: Cost Recovery Ratio (CRR), Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) di mana dalam upaya pencapaiannya didukung oleh 6 (enam) program yaitu Program peningkatan pelayanan BLUD, Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah, Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Indikator kinerja, target dan realisasinya disajikan sebagai berikut : Tabel 3.11Pencapaian Kinerja Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target 2016 Realisasi 2016 % Capaian Meningkatnya 1. Cost Recovery Ratio 84% 75.75% 90.11% kualitas tata kelola (CRR) rumah sakit dan 2. IKM % SDM yang professional Tabel 3.12 Realisasi Kinerja Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target Realisasi Th 2014 (n-1) Th 2015 (n) Th 2016 (n+1) Meningkatnya 1. Cost Recovery Ratio 82% 87.3% 92.51% 75.75% kualitas tata (CRR) kelola rumah 2. IKM sakit dan SDM yang professional 36

67 Tabel 3.13 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d Akhir Periode RPJMD Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD (Th 2019) Realisasi Tingkat Kemajuan Meningkatnya 1. Cost Recovery Ratio 90% 75.75% 84.16% kualitas tata (CRR) kelola rumah 2. IKM % sakit dan SDM yang professional Tabel 3.14 Perbandingan Realisasi Kinerja dengan Realisasi Nasional Sasaran No Indikator Kinerja Realisasi Th Realisasi (+/-) strategis 2015 Nasional Meningkatnya 1. Cost Recovery Ratio 92.51% kualitas tata (CRR) kelola rumah 2. IKM 84.5 sakit dan SDM yang professional Cost Recovery Ratio CRR adalah nilai dalam persen yang menunjukkan seberapa besar kemampuan Rumah Sakit menutup biayanya (Cost) dibandingkan dengan penerimaan dari retribusi pasien (Revenue) Capaian CRR Target Grafik 3.9 Capaian CRR tahun Berdasarkan grafik diatas diketahui capaian CRR RSUD dr. Saiful Anwar mengalami penurunan secara fluktuatif yaitu pada tahun 2016 menurun sebesar 9.82% 37

68 Menurunnya nilai CRR menunjukkan akan kemampuan RSUD Dr. Saiful Anwar dalam membiayai biaya operasional, penurunan CRR disebabkan karena belanja lebih tinggi, meskipun pendapatan telah melebihi target. Meskipun terjadi penurunan CRR akan tetapi rumah sakit masih mampu untuk menutup biaya operasional sendiri atau dengan kata lain pengelolaan keuangan RSUD Dr. Saiful Anwar dalam kategori sudah baik. Berdasarkan penilaian capaian indikator CRR sebesar 90,11% untuk RSUD Dr. Saiful Anwar tergolong dalam kategori Baik. Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan realisasi CRR dari target yang telah ditetapkan dengan cara, antara lain: peningkatan pendapatan melalui percepatan klaim ke pihak penjamin, penambahan produk pelayanan yang baru, adanya standarisasi pemakaian bahan/alat oleh bagian pelayanan dan penunjang, terciptanya efisiensi disemua lini kegiatan melalui pengendalian biaya oleh Tim Pengendali Biaya. Tahun 2015 nilai capaian IKM sebesar 103.8% dengan target sebesar 81. Secara umum Indeks Kepuasan Masyarakat yang sudah dicapai tahun 2012 sampai dengan 2016 berada pada rentang nilai 62,51 81,25 dimana pada rentang tersebut merupakan rentang nilai IKM dalam kategori Baik (sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No: Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Dengan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Pencapaian indikator IKM sebesar 103.8% menunjukkan bahwa indikator tersebut dalam kategori Sangat Baik. Berdasarkan hasil capaian indikator pada tujuan 2 (dua) diketahui nilai rerata indikator sebesar 96.9% hal tersebut menunjukkan bahwa pada tujuan tersebut termasuk dalam kategori Baik. C. Akuntabilitas Keuangan Akuntabilitas keuangan merupakan pencapaian kinerja keuangan dari masing-masing indikator keuangan yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan (Rencana Kinerja Tahunan) tahun Pengukuran pencapaian kinerja keuangan berdasarkan persentase rata-rata realisasi anggaran pada masing-masing program dan kegiatan. 1. Realisasi Penyerapan Anggaran Belanja Tahun 2016 Tabel 3.15 Realisasi Penyerapan Anggaran Nama Program /Kegiatan Alokasi (Rp.) Realisasi (Rp.) Persentase (%) Peningkatan Pelayanan BLUD , ,69 103,36 38

69 Pelayanan Administrasi Perkantoran ,00 96,74 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur , Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ,00 97, ,00 84, ,00 97,29 Jumlah Rp 797,228,954, Rp ,32 Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa pada tahun 2016 terdapat 6 (enam) program antara lain: Peningkatan Pelayanan BLUD, Pelayanan Administrasi Perkantoran, Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Adapun anggaran program tersebut sebesar Rp 797,228,954,329,32 dan terealisasi sebesar Rp ,32 atau 102%. a. Analisis Pelaporan Akuntabilitas Keuangan Per Sasasan (Outcome) Tabel 3.15 Alokasi Per Sasaran No Sasaran No Indikator Kinerja Anggaran Realisasi % Capaian 1 Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat 1. Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Rp ,32, Rp ,69 103,36% 2. BOR (Bed Occupancy Rate) 3. IKM 2 Meningkatnya kualitas penyelenggara an pendidikan 1. Persentase Penyelesaian pendidikan di RS Rp ,32, Rp ,69 103,36% dan publikasi 39

70 No Sasaran No Indikator ilmiah internasional 3 Meningkatnya kualitas kelola tata rumah sakit dan SDM yang professional Kinerja Anggaran Realisasi % Capaian 1. IKM Rp ,32, Rp ,69 103,36% 2. Indeks kepuasan masyarakat aparatur terhadap pelayanan adm perkantoran dan kenyamanan kantor 3 Persentase sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi 4 Persentase kelembagaan yang layak fungsi 5 Persentase dokumen penyelenggaraan pemerintahan 6 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana termasuk alat kedokteran RS Rp Rp ,00 96,74% Rp Rp , % Rp Rp ,00 97,93% Rp Rp ,00 84,94% Rp Rp ,00 97,29% No Sasaran/ Program 1 Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat Tabel 3.17 Pencapaian Kinerja dan Anggaran No Indikator Kinerja Anggaran Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian 1 Persentase 100 % 100% 100% Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase 80% 95% 118.7% Elemen Akreditasi Pelayanan 40

71 No Sasaran/ Program 1 Program Peningkatan Pelayanan BLUD No Indikator Kinerja Anggaran yang memenuhi standar Akreditasi RS JCI versi 3 Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4 BOR (Bed Occupancy Rate) 5 ALOS (Average Length of Stay) 6 TOI (Turn Over Interval) 7 BTO (Bed Turn Over) 8 NDR (Net Date Rate) Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian 87.5% 86.76% 99.15% 72% 67.51% 93.7% 7 hari 6.29 hari 89.8% 2 hari 2.79 hari 139.5% 42 kali kali 101% 5.5% 6.94% 0% 9 GDR 7.5% 9.25% 0% (Gross Date Rate) 10 IKM % 103.8% 1. Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 2. BOR (Bed Occupancy 87.5% 86.76% 99.15% Rp 72% 67.51% 93.7% ,32, Rp ,69 103,36% 41

72 No Sasaran/ Program 2 Meningkatnya kualitas penyelenggara an pendidikan dan publikasi ilmiah internasional 1 Program Peningkatan Pelayanan BLUD No Indikator Kinerja Anggaran Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian Rate) 3. IKM % 103.8% 1. Persentase 80% 98% 122.5% Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase 100% 100% 100% peserta didik yang menyelesai kan periode pendidikan tepat waktu di RS 3. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal 5 buah 4 buah 80% / forum internasion al 1. Persentase 100% 100% 100% Rp Rp 103,36% Penyelesaia n ,32, 0.455,69 pendidikan di RS 3 Meningkatnya 1. Cost 82% 92.51% % 42

73 No Sasaran/ Program kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang professional Program Peningkatan Pelayanan BLUD Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggar aan Pemerintahan No Indikator Kinerja Anggaran Recovery Ratio (CRR) Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian 2. IKM % 1. IKM % Rp 2. Indeks kepuasan masyarakat aparatur terhadap pelayanan adm perkantoran dan kenyamana n kantor 3 Persentase sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi 4 Persentase kelembagaa n yang layak fungsi 5 Persentase dokumen penyelengg araan pemerintah an 100% 100% 100% Rp ,32, % 100% 100% Rp % 100% 100% Rp % 100% 100% Rp Rp ,69 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 103,36% 96,74% 98.19% 97,93% 84,94% 43

74 No Sasaran/ Program No Indikator Kinerja Anggaran Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan 6 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana termasuk alat kedokteran RS 70% 100% 142.8% Rp Rp ,00 97,29% Layanan Umum Daerah (BLUD) Tabel 3.17 Efisiensi Penggunaan Anggaran No Sasaran No Indikator Sasaran % Capaian Kinerja % Penyerapan Anggaran 1 Meningkatnya efisiensi, 1 Persentase Elemen 100% 103,36% mutu pelayanan dan Akreditasi Pelayanan kepuasan masyarakat yang memenuhi standar Akreditasi RS versi Persentase Elemen 118.7% Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI 3 Persentase Indikator 99.15% Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target 4 BOR (Bed Occupancy 93.7% Rate) 5 ALOS (Average Length 89.8% of Stay) 6 TOI (Turn Over 139.5% Interval) 7 BTO (Bed Turn Over) 101% 8 NDR (Net Date Rate) 0% 9 GDR (Gross Date Rate) 0% Tingkat efisiensi 44

75 2 Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional 3 Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang professional 10 IKM 103.8% 1. Persentase Elemen 122.5% 103,36% Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Persentase peserta didik 100% yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS 3. Jumlah karya ilmiah 80% yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional 1. Cost Recovery Ratio % 103,36% (CRR) 2. IKM 105% 96,74% 98.19% 97,93% 84,94% 97,29% b. Analisis Pelaporan Akuntabilitas Keuangan Per Program Untuk mencapai sasaran tersebut diatas dilakukan melalui program-program sebagai berikut: 1. Program Peningkatan Pelayanan BLUD Program Peningkatan Pelayanan BLUD mendukung sasaran ke 1 dan 2, yaitu sasaran 1: Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat dan Sasaran 2: Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Publikasi ilmiah Internasional Tabel 3.7 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Peningkatan Pelayanan BLUD Nama Program /Kegiatan Program Peningkatan Pelayanan BLUD Dana Kegiatan (Rp.) Realisasi Dana Kegiatan (Rp.) Persentase (%) Rp ,32 Rp ,69 103,36% a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran 45

76 Pagu anggaran program ini sebesar Rp ,32 dan terealisasi sebesar Rp ,69 atau 103,36%. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran didukung oleh terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu: Peningkatan Pelayanan RS/RS Khusus/BP-4 dengan target sebesar Rp ,32 terealisasi sebesar Rp ,69 atau 103,36%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 81 terealisasi sebesar atau 103.8%. 2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Pelayanan Administrasi Perkantoran mendukung sasaran 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Tabel 3.8 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Nama Program /Kegiatan Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dana Kegiatan (Rp.) Realisasi Dana Kegiatan (Rp.) Persentase (%) Rp ,00 Rp ,00 96,74% a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan anggaran Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 atau 96,74%. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran didukung oleh 1 (satu) kegiatan yaitu: Pelaksanaan Administrasi Perkantoran dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 96,74%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja persentase tenaga yang puas terhadap pelayanan perkantoran sebesar 100% dan terealisasi sebesar 100% atau 100%, dan target kinerja persentase pegawai yang mendapatkan pelayanan administrasi perkantoran sebesar 100% dan terealisasi sebesar 100% atau 100%. 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur mendukung sasaran ke 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Tabel 3.9 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 46

77 Nama Program /Kegiatan Dana Kegiatan (Rp.) Realisasi Dana Kegiatan (Rp.) Persentase (%) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp ,00 Rp , % a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran Pagu anggaran program ini sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 atau 98.19%. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur didukung oleh 1 (satu) kegiatan, yaitu 1 (satu) kegiatan yaitu: Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana Dan Prasarana dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 98.19%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja Persentase pemenuhan peralatan dan kelengkapan sarana dan prasarana SKPD sebesar 100% dan terealisasi sebesar 100% atau 100%. 4. Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah mendukung sasaran ke 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Tabel 3.10 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Nama Program /Kegiatan Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah Dana Kegiatan (Rp.) Realisasi Dana Kegiatan (Rp.) Persentase (%) Rp ,00 Rp ,00 97,93% a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran Pagu anggaran program ini sebesar anggaran Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 atau 97,93%. Program Peningkatan Kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah yang didukung oleh 1 (satu) kegiatan yaitu: Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah Koordinasi dan Konsultasi Kelembagaan Pemerintah Daerah dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 97,93%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja persentase kesesuaian kelembagaan pemerintah daerah dengan aturan yang berlaku sebesar 100% terealisasi sebesar 100% atau 100%, serta jumlah koordinasi dan konsultasi dengan target 348 kali terealisasi 348 kali atau 100%. 47

78 5. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan mendukung sasaran ke 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Tabel 3.11 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan Nama Program /Kegiatan Dana Kegiatan (Rp.) Realisasi Dana Kegiatan (Rp.) Persentase (%) Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan Rp ,00 Rp ,00 84,94% a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran Pagu anggaran program ini sebesar Rp ,00 realisasi sebesar Rp ,00 atau 84,94%. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan didukung oleh 3 (tiga) kegiatan yaitu: - Penyusunan Dokumen Perencanaan dengan target sebesar Rp 800,400,000 terealisasi sebesar Rp 706,487, atau %. - Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran dengan target sebesar Rp 74,420,000 sebesar Rp 57,820,000 atau % - Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp 0 atau 0%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja Jumlah dokumen perencanaan SKPD yang tersusun tepat waktu sebesar 1 (satu) dokumen terealisasi 1 (satu) dokumen atau 100%. Dengan target kinerja Jumlah dokumen pelaporan yang tersusun tepat waktu sebesar 1 (satu) dokumen terealisasi sebesar 1 (satu) dokumen atau 100%, Jumlah dokumen evaluasi (Hasil Evaluasi pelaksanaan program/kegiatan ) yang tersusun dengan target sebesar 4 (empat) dokumen terealisasi sebesar 1 (satu) dokumen atau 25%, Jumlah dokumen pelaporan keuangan dan Anggaran dengan target sebesar 1 (satu) dokumen terealisasi sebesar 1 (satu) dokumen atau 100%. 48

79 Dengan target kinerja jumlah update database SKPD sebesar 1 (satu) paket dan terealisasi 1 (satu) paket atau 100%, dan jumlah SOP PDE yang tersusun dengan target sebesar 1 (satu) dokumen terealisasi sebesar 1 (satu) dokumen atau 100%. 6. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mendukung sasaran mendukung sasaran ke 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional. Tabel 3.12 Realisasi Penyerapan Anggaran Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Nama Program /Kegiatan Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Realisasi Dana Persentase Dana Kegiatan (Rp.) Kegiatan (Rp.) (%) Rp ,00 Rp ,00 97,29% a) Pagu Anggaran dan Realisasi Anggaran Pagu anggaran program ini sebesar Rp Rp ,00 realisasi sebesar Rp Rp ,00 atau 97,29%. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) didukung oleh terdiri dari 5 (lima) kegiatan yaitu: - Peningkatan Pelayanan Kesehatan (DAK) dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 96.75%. - Pembangunan Sarana dan Prasarana RS /RSK/Balai/ Akper/ Labkesmas (pajak rokok) dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 90.99%. - Pengadaan Alat Kesehatan /Lab RS/RSK/Balai/Akper/ Labkesmas dengan target sebesar Rp ,00 terealisasi sebesar Rp ,00 atau 97.86%. - Kegiatan Peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok (DBHCHT) dengan target sebesar Rp 72,565,000,000,00 terealisasi sebesar Rp 5,996,590, atau 8.26%. Pada tribulan IV tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 28/PMK.07/2016 Pasal 11 (1) b terjadi perubahan nomenklatur, yaitu dari peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok (DBHCHT) menjadi penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi & penyakit lainnya, alokasi anggarannya dialihkan pada kegiatan tersebut akan tetapi tidak terjadi perubahan indikator kinerja. Pada kegiatan penyediaan/pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat 49

80 yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi & penyakit lainnya dengan target sebesar Rp 68,865,000,000 terealisasi sebesar Rp 67,236,735, atau 97.64%. b) Hasil Pelaksanaan Pembangunan (Capaian Program) Dengan target kinerja Jumlah pengadaan TT Kelas III sebesar 182 set terealisasi sebesar 182 set atau 100%, Jumlah pengadaan alat kesehatan dengan target 2 jenis dan realisasi sebesar 2 jenis atau 100%, Jumlah pengadaan alat kesehatan penunjang dengan target 2 jenis dan realisasi 2 jenia atau 100%. Dengan target kinerja Jumlah pengadaan TT Kelas III sebesar 8 (delapan) set terealisasi sebesar 8 (delapan) set atau 100%, Jumlah pengadaan alat kesehatan dengan target dan realisasi sebesar 0, Jumlah pengadaan alat kesehatan penunjang dengan target 82 jenis dan realisasi sebesar 82 jenis atau 100%. Dengan target kinerja jumlah gedung yang dibangun target 2 unit dan realisasi 2 unit atau 100%. 50

81 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii EXECUTIVE SUMMARY iv BAB I PENDAHULUAN 1 A. LATAR BELAKANG 1 B. DASAR HUKUM 1 C. TUJUAN... 2 D. GAMBARAN UMUM DAERAH 2 1. WILAYAH RUJUKAN 2 2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI 2 a. TUGAS POKOK 2 b. FUNGSI 2 3. STRUKTUR ORGANISASI 3 4. JENIS PELAYANAN 3 a. PELAYANAN MEDIS 3 b. PELAYANAN 3 KEPERAWATAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN c. PELAYANAN PENUNJANG MEDIK d. PELAYANAN PENUNJANG UMUM 5. SARANA DAN PRASARANA a. TEMPAT TIDUR 4 b. PERALATAN KEDOKTERAN c. GEDUNG DAN BANGUNAN 4 5 ii

82 BAB II PERENCANAAN KINERJA 6 A. RENCANA STRATEGIS 6 1. Visi 7 2. Misi 8 3. Tujuan 8 4. Sasaran Strategis 9 5. Strategi 9 6. Indikator Kinerja Utama 10 B. RENCANA KINERJA TAHUNAN 17 C. PERJANJIAN KINERJA 22 BAB III Akuntabilitas Kinerja 24 A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA B. EVALUASI & ANALISIS CAPAIAN KINERJA C. AKUNTABILITAS KEUANGAN BAB IV Penutup 51 iii

83 EXECUTIVE SUMMARY RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sebagai salah satu SKPD di Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif, pencegahan dan pelayanan rujukan kesehatan serta penyelenggaraan pendidikan, pelatihan tenaga kesehatan, penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan. Pelaksanaan pembangunan harus dapat diukur hasil capaiannnya, oleh karenanya di tetapkan 4 (empat) sasaran strategis dengan 13 indikator, sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU). Penetapan IKU dengan pendekatan Balance Score Card yang mencakup 4 (empat) perspektif, yaitu Perspektif Keuangan (Financial) dan Perspektif Proses Bisnis (Internal Bussiness Process), Perspektif Pelanggan dan Persektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Adapun hasil capaian untuk tiap-tiap sasaran strategis adalah sebagai berikut: Sasaran 1 : Meningkatnya efisiensi, mutu Pelayanan dan kepuasan masyarakat. Dengan menggunakan indikator Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012, Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI, Persentase Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target, BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR, GDR, IKM diperoleh capaian sebesar 93.79%. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran tersebut telah bisa dicapai oleh Rumah Sakit dengan baik meskipun harus ada upaya lebih untuk meningkatkan pencapaian tersebut. Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Dengan menggunakan indikator Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI 2013, Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS, Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional yang secara rata-rata pencapaiannya sebesar 100.8% dari target. Berdasarkan capaian dari 3 (tiga) indikator tersebut telah tercapai sesuai target yang diharapkan. Sasaran 3: Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang professional Dengan menggunakan indikator Cost Recovery Ratio (CRR), Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) yang secara rata-rata pencapaiannya sebesar 96.9%. Berdasarkan capaian dari 2 (dua) indikator tersebut telah tercapai sesuai target yang diharapkan meskipun harus ada upaya lebih untuk meningkatkan pencapaian tersebut. iv

84 INDIKATOR KINERJA UTAMA INSTANSI VISI MISI : RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG : MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT : 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan 2. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia 3. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel dan transparan TUJUAN : 1. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan 2. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan penelitian kesehatan berkelas dunia 3. Meningkatkan kualitas manajemen RS yang professional, akuntabel dan transparan TUGAS FUNGSI : Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif, pencegahan, pelatihan tenaga kesehatan, penelitian dan pengembangan dibidang kesehatan. : 1. Penyelenggaraan Pelayanan Medik 2. Penyelenggaraan Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik 3. Penyelenggaraan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan 4. Penyelenggaraan Pelayanan Rujukan

85 5. Penyelenggaraan pelayanan Pendidikan dan Pelatihan 6. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan bagi calon dokter, dokter spesialis, sub spesialis dan tenaga kesehatan lainnya 7. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan 8. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan 9. Pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh Gubernur. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB 1 Meningkatnya efisiensi, mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat. Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 Elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi RS versi 2012 merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi 2012 (mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 80 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat nasional. Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor

86 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan yang memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor Elemen akreditasi pelayanan yang memenuhi standar akreditasi RS versi JCI merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Join Commite Intertational (JCI). Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI (mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 80 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat internasional Persentase indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencapai target Standar pelayanan minimal rumah sakit merupakan indikator pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh rumah sakit. Target pencapaiannya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya rumah sakit yang tersedia dan harus dicapai secara bertahap sehingga pada periode tertentu harus tercapai sesuai target yang ditetapkan oleh menteri Kesehatan RI. Indikator ini menggambarkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas. Laporan Tahunan Bidang Rekam Medik dan Evapor

87 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB Bed Occupancy Rate ( BOR ) Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an BOR merupakan suatu persentase pemakaian tempat tidur pada suatu waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai ideal parameter ini adalah 60% - 85%. Average Length of Stay (ALOS) ALOS merupakan rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran tentang mutu pelayanan. Secara umum ALOS yang ideal antara 6 hari 9 hari. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an

88 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) Turn Over Internal (TOI) TOI merupakan rata-rata hari tempat tidur yang tidak ditempati dari saat terisi sampai saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1 hari 3 hari. Laporan Tribulanan PENANG GUNG JAWAB Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an Bed Turn Over (BTO) BTO merupakan frekwensi pemakaian tempat tidur berapa kali dalam satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi dari pemakaian tempat tidur. Idealnya tempat tidur rata-rata dipakai selama 1 tahun sebanyak 40 kali 50 kali. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an

89 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB Net Death Rate (NDR) NDR adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. NDR yang dapat ditolerir adalah kurang dari 25 orang yang mati per 1000 pasien yang keluar RS. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an Gros Death Rate (GDR) GDR adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 orang yang mati per 1000 penderita keluar RS. Laporan Tribulanan Bidang Pelayanan Medik dan Bidang Keperawat an

90 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit Laporan Tribulanan Bagian Umum IKM merupakan nilai rata-rata hasil penilaian pelanggan RS terhadap pelayanan yang diterimanya baik kualitas pelayanan dan performance petugas dari berbagai jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit. Indikator ini menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit yang diterimanya. Semakin tinggi nilai IKM menggambarkan semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit. 2 Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan dan publikasi ilmiah internasional Persentase Elemen Akreditasi Pelayanan pendidikan yang memenuhi standar Akreditasi RS pendidikan versi JCI Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian Elemen akreditasi pelayanan pendidikan yang memenuhi standar akreditasi RS versi JCI merupakan elemen penilaian terhadap pelayanan pendidikan di rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar akreditasi RS versi Join Commite Intertational (JCI). Dikatakan memenuhi standar Akreditasi RS versi JCI ( mencapai 100 % ) apabila persentase elemen yang memenuhi syarat minimal sebesar 76 % dari seluruh elemen yang ada. Indikator ini menggambarkan tingkat kualitas pelayanan pendidik di rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan RS tingkat internasional.

91 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB Persentase peserta didik yang menyelesaikan periode pendidikan tepat waktu di RS Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian Peserta didik yang menyelesaikan penidikan tepat waktu merupakan peserta didik kedokteran baik dokter muda maupun PPDS yang melaksanakan pendidikan praktik kedokteran di RSSA dan mampu menyelesaikan pendidikannya ( lulus ) pada periode waktu yang telah ditentukan oleh RSSA. Indikator ini menggambarkan kualitas pengelolaan pelayanan pendidikan di rumah sakit. Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional Jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional Laporan Tahunan Bidang Pendidikan dan Penelitian Karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal / forum internasional adalah karya ilmiah dari karyawan atau peserta didik rumah sakit yang berhasil diterbitkan / diseminarkan di jurnal / forum internasional pada periode waktu tertentu. Indikator ini menggambarkan kualitas pelayanan pendidikan di rumah sakit.

92 KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN / FORMULASI PERHITUNGAN SUMBER DATA (1) (2) (3) (4) (5) PENANG GUNG JAWAB 3 Meningkatnya kualitas tata kelola rumah sakit dan SDM yang profesional Cost Recovery Ratio (CRR) Laporan Tahunan Bagian Keuangan dan Akuntansi CRR merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Semakin tinggi nilai CRR semakin mandiri rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan operasional. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai rata-rata IKM Rumah Sakit Laporan Tribulanan Bagian Umum IKM merupakan nilai rata-rata hasil penilaian pelanggan RS terhadap pelayanan yang diterimanya baik kualitas pelayanan dan performance petugas dari berbagai jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit. Indikator ini menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit yang diterimanya. Semakin tinggi nilai IKM menggambarkan semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan rumah sakit.

93 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan telah selesainya penyusunan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun Maksud penyusunan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016 ini adalah sebagai pertanggungjawaban Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mengenai kinerjanya dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan Rumah Sakit kepada Gubernur Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penyusunan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2014 ini mengacu pada PERMENPAN No 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Kami menyadari bahwa penyusunan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016 ini masih belum sempurna, sehingga kritik, saran dan masukan sangat kami harapkan demi penyempurnaan Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016 ini untuk masa mendatang. Akhirnya, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian Laporan Kinerja RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2016 ini. Malang, Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dr. RESTU KURNIA TJAHJANI, M.Kes Pembina Utama Madya NIP i

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG DASAR HUKUM LAKIP RSUD Dr. SAIFUL ANWAR TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG DASAR HUKUM LAKIP RSUD Dr. SAIFUL ANWAR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perbaikan governance dan sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Sistem manajemen pemerintahan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH JL.SUMBERGLAGAH PACET, MOJOKERTO Telp. (0321) 690441 Kode Pos. 61374 Fax

Lebih terperinci

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. 2.

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA INSTANSI VISI MISI : RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG : MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT : 1. Mewujudk kualitas pelay paripurna yg prima deng mengutamak keselamat pasien d berfokus

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA Instansi Visi Misi Tujuan Tugas Fungsi : RS Jiwa Menur : RS Jiwa kelas A pendidikan dengan pelayanan prima : 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik yang prima paripurna serta pelayanan

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA INSTANSI : RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR TUJUAN TUGAS FUNGSI : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat : Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pelayanan Kesehatan Paripurna.

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 VISI : Menjadi Rumah Sakit yang Bermutu Internasional dalam Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian MISI : Menyelenggarakan

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintah yang efektif, transparan dan akuntable serta berorientasi pada hasil, kami yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA Instansi Visi Misi Tujuan Tugas Fungsi : RS Jiwa Menur : RS Jiwa kelas A pendidikan dengan pelayanan prima : 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subspesialistik yang prima dan paripurna serta pelayanan

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SIDOARJO TUGAS POKOK : Melaksanakan upaya kesehatan yang berdayaguna dengan menggunakan upaya penyembuhan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 DAFTAR ISI Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang... 1 B. Maksud

Lebih terperinci

RSUD dr. SOEDONO MADIUN

RSUD dr. SOEDONO MADIUN RSUD dr. SOEDONO MADIUN DAFTAR ISI Daftar Isi... i Daftar Tabel... ii Daftar Grafik.. iii Daftar Lampiran.... iv BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang... 1 B. Landasan Hukum.... 1 C. Tujuan 2 D. Gambaran

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj)

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan

RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 VISI : Misi 1 : Menjadi rumah profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai

Lebih terperinci

RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN

RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN LAKIP RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-nya, sehingga penyusunan dokumen laporan akuntabilitas kinerja pemerintah Rumah

Lebih terperinci

INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2016 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321) 885311 KODE POS

Lebih terperinci

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LAPORAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2016 Disusun : TAHUN 2016 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI. ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR BAGAN v IKHTISAR EKSEKUTIF vi BAB

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Kabupaten Buleleng disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah secara periodik dalam mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun

BAB I PENDAHULUAN. LAKIP RSUD dr. Soedono Madiun tahun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan semua lapisan masyarakat yang berada di wilayah Selatan dan Barat Provinsi Jawa Timur utamanya Bakorwil I Madiun dan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. HARYOTO Jl. Basuki Rahmat No. 5 Telp (0334) 881666 FAX (0334) 887383 LUMAJANG 67311 TAHUN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta,

I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta, I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan di Indonesia adalah upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan berkualitas ini harus dapat dilaksanakan di

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321)

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 I. Pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat RSUD Patut Patuh Patju kabupaten Lombok Barat merupakan

Lebih terperinci

Rencana Kerja Tahun 2015 (Revisi) 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja Tahun 2015 (Revisi) 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya Peningkatan Pelayanan di RS Jiwa Menur yang cepat, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 LAMPIRAN LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 RSUD Lawang mempunyai 2 sasaran srategis, yaitu : 1. Meningkatnya sumber daya manusia, sarana, prasarana, peralatan, dan kebijakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) perencanaan pembangunan tahunan daerah dilaksanakan melalui Musyawarah

Lebih terperinci

Rencana Kerja Tahun 2014 (Revisi) 1

Rencana Kerja Tahun 2014 (Revisi) 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya Peningkatan Pelayanan di RS Jiwa Menur yang cepat, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Lebih terperinci

BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat yang efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi rumah sakit dan pasien

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan karunia Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari Direktur RSUD Lawang. Drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG NIP

KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari Direktur RSUD Lawang. Drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG NIP KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj) ini dapat terselesaikan. Laporan Kinerja ini merupakan rangkuman dari kegiatan - kegiatan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mengacu pada Undang Undang Nomor 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional pasal 2 ayat (2), diamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun rencana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Lawang dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan Rumah Sakit Rujukan Tingkat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar belakang Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Daerah) yaitu Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Mojokerto, Januari 2017 Direktur RSUD Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto

KATA PENGANTAR. Mojokerto, Januari 2017 Direktur RSUD Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto KATA PENGANTAR Dengan senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, marilah kita bersama-sama tetap melaksanakan amanah dalam bidang tugas kita masing-masing bagi kepentingan Negara, Nusa dan Bangsa yang kita

Lebih terperinci

Tahun-1 (2015) Tahun-2 (2016) Tahun-3 (2017) Tahun-4 (2018) Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

Tahun-1 (2015) Tahun-2 (2016) Tahun-3 (2017) Tahun-4 (2018) Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Tabel 5.1 Rencana,,, Kelompok, Pen Indikator Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur Tujuan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) 1. Meningkatkan 1. Meningkatkan

Lebih terperinci

DRAFT RENJA SKPD RSUD BLAMBANGAN KAB. BANYUWANGI TAHUN ANGGARAN Rancangan Renja RSUD Blambangan TA. 2017

DRAFT RENJA SKPD RSUD BLAMBANGAN KAB. BANYUWANGI TAHUN ANGGARAN Rancangan Renja RSUD Blambangan TA. 2017 DRAFT RENJA SKPD TAHUN ANGGARAN 2017 RSUD BLAMBANGAN KAB. BANYUWANGI i DAFTAR ISI SK TIM PENYUSUN PROGRAM DAN RENJA TA. 2017 HALAMAN JUDUL..i DAFTAR ISI.ii BAB 1 : PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG...

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi yang dibebankan kepada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undangundang Nomor 25

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo berpedoman pada dokumen perencanaan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka merupakan bagian pertanggung jawaban Rumah Sakit sebagai SKPD dalam menyampaikan laporan hasil program

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Secara umum telah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana pembangunan di Kabupaten Lamongan dan secara proporsional telah berjalan dengan baik, hal

Lebih terperinci

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI MISI TUJUAN SASARAN Meningkatan Pengembangan Pelayanan Medis Spesialis Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit Memenuhi Kebutuhan Sarana

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS

BAB II RENCANA STRATEGIS BAB II RENCANA STRATEGIS 2.1. INDIKATOR KINERJA UTAMA Dalam lampiran Keputusan Bupati Siak Nomor 378/HK/KPTS/2016 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Rumah Sakit Umum Daerah Siak disebutkan bahwa

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA Nama SKPD : Tugas Pokok : Fungsi : a. b. c. d. e. f. g. INDIKATOR KINERJA UTAMA UD PARIAMAN UD Pariaman mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. Tahun Pemerintah berkewajiban mengupayakan tersedianya pelayanan

BAB 1 : PENDAHULUAN. Tahun Pemerintah berkewajiban mengupayakan tersedianya pelayanan BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. dr. H A R S O N O Pembina Utama Madya NIP

KATA PENGANTAR. dr. H A R S O N O Pembina Utama Madya NIP KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas ijin dan karunia-nya Laporan Kinerja RSUD Dr. Soetomo Tahun 2015 dapat diselesaikan. Laporan ini merupakan media pertanggungjawaban

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tingginya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, maka tuntutan

BAB 1 PENDAHULUAN. tingginya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, maka tuntutan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemangku kepentingan pemberi pelayanan kesehatan. Semakin tingginya tingkat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan

BAB 1 PENDAHULUAN. investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan sebagai salah satu pembangunan nasional merupakan investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pembangunan kesehatan diselenggarakan

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh Subhanahu Wa Ta ala, karena

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang

BAB 1 PENDAHULUAN. institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut UU No. 44 Tahun 2009 dinyatakan bahwa rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT A. SEJARAH DAN KEDUDUKAN RUMAH SAKIT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengat Kabupaten Indragiri Hulu pada awalnya berlokasi di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. PERENCANAAN STRATEGIS SKPD VISI DAN MISI 1. Pernyataan Visi Visi RSUD

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA RS JIWA SAMBANG LIHUM 2015

LAPORAN KINERJA RS JIWA SAMBANG LIHUM 2015 2015 LAPORAN KINERJA RS JIWA SAMBANG LIHUM 2015 RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan yang dapat digunakan untuk praktik kedokteran

Lebih terperinci

Penilaian pelayanan di RSUD AM Parikesit menggunakan indikator pelayanan kesehatan, adapun data indikator pelayanan dari tahun yaitu :

Penilaian pelayanan di RSUD AM Parikesit menggunakan indikator pelayanan kesehatan, adapun data indikator pelayanan dari tahun yaitu : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya Pembangunan Nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015

KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 RSUD KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 DAFTAR ISI Halaman Penetapan Kinerja... Kata Pengantar.... Daftar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN. Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini terdapat perubahan dalam paradigma pelayanan jasa yang diberikan oleh suatu rumah sakit dari pandangan masyarakat dan pengelola rumah sakit. Perubahan cara

Lebih terperinci

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan.

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan. Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan. Dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes Sekretaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan kementerian kesehatan republik indonesia

Lebih terperinci

RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6

RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6 RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO JL. DARMO SUGONDO NO.83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321) 885311 KODE POS 61453 RUMAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) perencanaan pembangunan tahunan daerah dilaksanakan melalui Musyawarah

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

S A L I N A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

S A L I N A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO, 06 JANUARI 2015 BERITA DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR 11 S A L I N A N PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 11 TAHUN 2015 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN

Lebih terperinci

RSUD KOTA BANDUNG DAFTAR ISI. Kata Pengantar... Daftar Isi...

RSUD KOTA BANDUNG DAFTAR ISI. Kata Pengantar... Daftar Isi... RSUD KOTA BANDUNG DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar... Daftar Isi... i ii BAB I Pendahuluan... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung... 2 1.3 Struktur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit dari cost center menjadi profit oriented membutuhkan suatu peraturan

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit dari cost center menjadi profit oriented membutuhkan suatu peraturan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu lembaga pelayanan publik pada sektor kesehatan, rumah sakit dituntut harus selalu meningkatkan kinerjanya. Beralihnya orientasi rumah sakit dari

Lebih terperinci

NOTULEN. Peserta rapat : Tim Akuntabilitas Kinerja: - Kepala Bagian - Kepala Bidang - Kasubag - Kasi KEGIATAN RAPAT

NOTULEN. Peserta rapat : Tim Akuntabilitas Kinerja: - Kepala Bagian - Kepala Bidang - Kasubag - Kasi KEGIATAN RAPAT NOTULEN RAPAT : Evaluasi Kinerja RSUD Kanjuruhan Kepanjen Triwulan IV 2015 dan Evaluasi 5 (lima) Tahunan (2011 2015) Hari/Tanggal : Rabu / 6 Januari 2016 Waktu Panggilan : 08.00 Wib Waktu Rapat : 08.30

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting guna menunjang aktifitas sehari-hari. Demi terpenuhinya. kesehatan. Undang Undang Nomor 44 tahun 2009 mendefinisikan

BAB I PENDAHULUAN. penting guna menunjang aktifitas sehari-hari. Demi terpenuhinya. kesehatan. Undang Undang Nomor 44 tahun 2009 mendefinisikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting guna menunjang aktifitas sehari-hari. Demi terpenuhinya kebutuhan pokok berupa kesehatan, seorang

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota BAB II PROFIL PERUSAHAAN A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi mulai dibangun oleh anggota Dewan Perwakilan

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN. 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a. BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan a. Visi Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting

BAB I PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan reformasi administrasi publik makin nyata di berbagai negara termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting Government yang didasarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka sampai saat ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka sampai saat ini memiliki fasilitas pelayanan kesehatan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum Dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini didasarkan pada dasar hukum yang telah ditetapkan sebagai berikut 1. Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998

Lebih terperinci

NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI. a. Penyelenggaraan pelayanan medis

NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI. a. Penyelenggaraan pelayanan medis NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BA'A Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah Berkualitas Bertumpu Pada Semangat Melayani Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Secara Optimal 1. Mewujudkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan. dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan. dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun 2015 yang penyusunannya masih berpedoman pada

Lebih terperinci

IKHTISAR EKSEKUTIF. Page iv. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2016

IKHTISAR EKSEKUTIF. Page iv. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2016 IKHTISAR EKSEKUTIF merupakan RS Kelas B, satu-satunya Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Lamongan yang mempunyai kapasitas 282 tempat tidur perawatan. Sebagai Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk Badan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP tersebut BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG S etiap instansi Pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau Laporan Kinerja pada akhir periode anggaran.

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan dengan fungsi yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan dengan fungsi yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan dengan fungsi yang kompleks dengan padat karya dan padat modal. Untuk melaksanakan fungsi yang demikian kompleks,

Lebih terperinci

RSUD KOTA BANDUNG RENJA 2014 BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen

RSUD KOTA BANDUNG RENJA 2014 BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun 2014 yang penyusunannya berdasarkan pada program

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 RSUD KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi.... Kata Pengantar.... i ii BAB I Pendahuluan...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ancaman yang akan datang. Rumah Sakit yang memiliki perencanaan strategis akan

BAB I PENDAHULUAN. ancaman yang akan datang. Rumah Sakit yang memiliki perencanaan strategis akan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses manajemen, perencanaan sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Perencanaan tersebut sebagai acuan organisasi untuk mencapai

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 RSUD KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 DAFTAR ISI Halaman Penetapan Kinerja...... Kata Pengantar...... Daftar Isi...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tahun 2009). Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kesehatan,

BAB I PENDAHULUAN. tahun 2009). Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kesehatan, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kompleks, padat pakar, dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena

BAB I PENDAHULUAN. kompleks, padat pakar, dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar, dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan rumah sakit menyangkut berbagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola

BAB I PENDAHULUAN. agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komite medik adalah perangkat RS untuk menerapkan tata kelola klinis agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola klinis) merupakan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru Secara singkat perkembangan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2010

Lebih terperinci

LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMBANTU (PPID PEMBANTU) RSUD UNGARAN TAHUN 2017

LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMBANTU (PPID PEMBANTU) RSUD UNGARAN TAHUN 2017 LAPORAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMBANTU (PPID PEMBANTU) RSUD UNGARAN TAHUN 2017 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Jl. Diponegoro No. 125,

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2017

RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2017 RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2017 RSUD DR. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR batulicin KATA PENGANTAR P uji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2016

RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2016 RENCANA KERJA (RENJA) RSUD dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2016 RSUD DR. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR batulicin KATA PENGANTAR P uji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas rahmat

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. of Hospital Care yang dikutip Azwar (1996) mengemukakan beberapa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. of Hospital Care yang dikutip Azwar (1996) mengemukakan beberapa BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah Sakit 1. Pengertian Rumah Sakit Menurut American Hospital Association, Wolper dan Pena, Association of Hospital Care yang dikutip Azwar (1996) mengemukakan beberapa pengertian

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. derajat kesehatan dilakukan dengan berbagai upaya salah satunya dengan

PENDAHULUAN. derajat kesehatan dilakukan dengan berbagai upaya salah satunya dengan PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kehidupan manusia yang semakin modern dalam berbagai aspek kehidupan termasuk aspek kesehatan lambat laun seiring dengan perkembangan zaman menuntut masyarakat juga untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mencari dan menerima pelayanan kedokteran dan tempat pendidikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mencari dan menerima pelayanan kedokteran dan tempat pendidikan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah Sakit 1. Pengertian Rumah Sakit Menurut Wolfer dan Pena, rumah sakit merupakan tempat orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran dan tempat pendidikan klinik

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA ) RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM TAHUN 2016

RENCANA KERJA (RENJA ) RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM TAHUN 2016 RENCANA KERJA (RENJA ) RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Jl. Gubernur Syarkawi Km 3,9 Kec. Gambut Kab. Banjar, Kalimantan Selatan

Lebih terperinci