INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)"

Transkripsi

1 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2016 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) , FAX. (0321) KODE POS 61453

2 KATA PENGANTAR Segala puji syukur ke hadirat Ilahi Robbi, karena atas rahmat dan ridho Nya RSUD Ploso Kabupaten Jombang dapat menyelesaikan pertanggungjawaban yang tersusun dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP) Tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. LKJiP merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran, sehingga pada akhirnya LKJiP diharapkan dapat memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya di capai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi RSUD Ploso Kabupaten Jombang untuk meningkatkan kinerjanya. Namun demikian, kami menyadari dengan segala keterbatasan yang ada sehingga dalam penyusunan LKJiP ini masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki untuk menuju kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya saran kritik dan petunjuk dalam penyusunan LKJiP yang akan datang. Akhir kata, semoga LKJiP ini dapat diterima dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan penataan serta peningkatan kinerja RSUD Ploso Kabupaten Jombang dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jombang, Februari 2017 DIREKTUR RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG Dr. WIDI CIPTO BASUKI, MKP NIP i

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI.... ii DAFTA TABEL DAN GAMBAR... iv DAFTAR LAMPIRAN... v IKHTISAR EKSEKUTIF... vi BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG... 1 B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI... 3 C. MANDAT DAN PERAN STRATEGIS... 7 D. DASAR HUKUM... 8 E. SISTEMATIKA PENULISAN... 9 BAB II. PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS B. RENCANA KERJA C. PENETAPAN/ PERJANJIAN KINERJA D. PENGUKURAN KINERJA BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA MEMBANDINGKAN ANTARA TARGET DAN REALISASI KINERJA TAHUN INI MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA TAHUN INI DENGAN TAHUN LALU DAN BEBERAPA TAHUN TERAKHIR MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA SAMPAI DENGAN TAHUN INI DENGAN TARGET JANGKA MENENGAH YANG TERDAPAT DALAM DOKUMEN PERENCANAAN STRATEGIS ORGANISASI MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA TAHUN INI DENGAN STANDAR NASIONAL (JIKA ADA) ii

4 5. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN ATAU PENINGKATAN/ PENURUNAN KINERJA SERTA ALTERNATIVE SOLUSI YANG TELAH DILAKUKAN ANALISIS ATAS EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA ANALISIS PROGRAM/KEGIATAN YANG MENUNJANG KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN PENCAPAIAN PERNYATAAN KINERJA). 80 B. REALISASI ANGGARAN REALISASI DPA RSUD PLOSO TA REALISASI BELANJA PROGRAM DAN KEGIATAN IV. PENUTUP iii

5 DAFTAR TABEL DAN GAMBAR Halaman Tabel 1. Rencana Kinerja Tahunan RSUD Ploso Kabupaten Jombang Tahun Tabel 2. Perjanjian Kinerja RSUD Ploso Kabupaten Jombang Tahun Anggaran Tabel 3 Perjanjian Kinerja Perubahan RSUD Ploso Kabupaten Jombang Tahun Anggaran Tabel 4. Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja RSUD Ploso Tahun Anggaran Tabel 5. Perbandingan Target dengan Realisasi Pembangunan Gedung yang Dibiayai oleh DAK dan DBHCHT TA Tabel 6. Perbandingan Target Dengan Realisasi Pengadaan Alkes yang dibiayai dari DAK dan DBHCHT TA Tabel 7. Perbandingan Capaian Kinerja Indikator Sasaran Tahun 2015 dan Tahun 2016 RSUD Ploso Kabupaten Jombang.. 57 Tabel 8. Perbandingan Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2015 dan Tabel 9. Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran Tabel 10 Perbandingan BOR, BTO, TOI, ALOS, NDR & GDR Tahun Tabel 11 Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tahun Anggaran Tabel 12 Pengelompokan Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran Tabel 13 Perbandingan Realisasi Belanja Tahun 2015 dan Tahun Tabel 14 Realisasi Belanja Menurut Program dan Kegiatan TA Gambar 1 Bagan struktur organisasi RSUD Ploso Kabupaten Jombang.. 4 iv

6 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Matrik Rencana Strategis RSUD Ploso Tahun Lampiran 2 Matrik Laporan Pengawasan Anggaran Definitif Per Kegiatan RSUD Ploso Tahun 2016 Lampiran 3 Formulir penetapan kinerja RSUD Ploso Tahun 2015 Lampiran 4 Formulir pengukuran kinerja RSUD Ploso Tahun 2015 Lampiran 5 Formulir Penetapan Kinerja RSUD Ploso Tahun 2016 Lampiran 6 Formulir Pengukuran Kinerja RSUD Ploso Tahun 2016 v

7 IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP) Rumah Sakit Umum Daerah Ploso Kabupaten Jombang Tahun 2016, merupakan perwujudan akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi yang mendukung terwujudnya good governance berdasarkan peratuuran perundang-undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu LKJiP merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi yang dijabarkan dalam tujuan dan sasaran strategis. RSUD Ploso memiliki visi menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut maka RSUD Ploso menetapkan 3 misi yaitu: 1. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar serta pelayanan administrasi dan managemen; 2. Mengembangkan pelayanan kesehatan sebagai pusat rujukan dengan sarana dan prasarana yang memadai; 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta kesejahteraan pegawai. Untuk dapat mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan maka RSUD Ploso menetapkan tujuan sebagai berikut: 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas serta terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 2. Mewujudkan sistem pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai; 3. Mewujudkan sumber daya manusia yang sesuai standar baik kualitas dan kuantitas serta kesejahteraan bagi pegawai. Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut maka RSUD Ploso menetapkan tiga sasaran yaitu: 1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan; Indikator sasarannya adalah penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. 2. Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai; Indikator sasarannya adalah terlaksananya system rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. vi

8 3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Indikator sasarannya adalah persentase peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Penilaian keberhasilan atau kegagalan terhadap pencapaian sasaran strategis diukur dengan pencapaian terhadap target-target dalam Indikator Kinerja. Secara umum atau rata-rata tingkat capaian kinerja dari indikator sasaran adalah dalam kategori tinggi yaitu sebesar 102,12%. Untuk kedepannya RSUD akan terus melakukan perbaikan dalam segala hal dan bekerja lebih keras lagi agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jombang, Februari 2016 DIREKTUR RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG Dr. WIDI CIPTO BASUKI, MKP NIP vii

9 viii

10 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap instansi untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan serta cita - cita berbangsa dan bernegara. Good governance adalah strategi untuk menciptakan institusi masyarakat yang kuat dan juga untuk membuat pemerintah/publik sektor semakin terbuka, responsif, akuntable dan demokratis. Oleh karena itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, sehingga penyelenggaraan pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Good governance tidak hanya terkait dengan efisiensi, tapi juga berkaitan dengan akuntabilitas berbagai penyelenggaraan kepentingan publik. Good Governance yang dimaksud adalah merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public good and service. Disebut governance (pemerintahan dan kepemerintahan), sedangkan praktek terbaik disebut"good governance" (kepemerintahan yang baik). Agar pelaksanaan "good governance "dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak yaitu RSUD Ploso dan pasien serta stake holder. Good Governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik dan integritas, profesional serta etos kerja dan moral yang tinggi. Dengan demikian penerimaan konsep good governance penyelenggaraan kekuasaaan pemerintah negara merupakan tantangan tersendiri. Konsep dasar akuntabilitas adalah kemampuan seseorang atau organisasi atau penerima amanat untuk memberikan jawaban kepada pihak yang memberikan amanat atau mandat tersebut. Unit organisasi dikatakan akuntabel apabila mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan semua tindakan/kegiatan yang mereka lakukan, dan menerima sanksi untuk tindakan yang tidak layak (tidak dapat dipertanggungjawabkan). Dengan demikian masing-masing individu pada setiap jajaran aparatur bertanggung jawab atas kegiatan yang dilaksanakan. Konsep inilah yang membedakan adanya kegiatan terkendali (controllble activties) dan kegiatan yang tak terkendali (uncontrollable activities). Kegiatan yang terkendali merupakan kegiatan yang secara nyata dapat dikendalikan oleh seseorang atau suatu pihak. yang berarti bahwa kegiatan tersebut benar-benar direncanakan, dilaksanakan dan dinilai hasilnya oleh pihak berwenang dan tidak sebaliknya. 1

11 Pada dasarnya sistem akuntabilitas harus dapat menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang sebenarnya, secara jelas (berdasar data yang tepat dan akurat) dan transparan kepada publik (pemberi amanah) dan pihak pihak yang berkepentingan/ stakeholders, mengenai kemampuan (keberhasilan atau kegagalan) setiap pimpinan instansi pemerintah/ unit kerja dalam melaksanakan misi, tugas pokok, fungsi, serta kewenangannya. Akuntabilitas didefinisikan sebagai suatu perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media birokrasi. Akuntabilitas instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi instansi yang bersangkutan. Sejalan dengan hal tersebut, telah ditetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) serta Peraturan Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan maka setiap Entitas Akuntabilitas Kinerja SKPD menyelenggarakan SAKIP yang meliputi rencana strategis, perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja dan reviu dan evaluasi kinerja. Namun dalam hal ini yang akan di bahas lebih mendalam adalah mengenai pelaporan kinerja. Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Dengan tujuan untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) dalam hal ini RSUD Ploso memberikan keterangan pertanggungjawaban akhir tahun yang menjadi laporan penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada RSUD Ploso yang disusun dan dikembangkan sesuai peraturan yang berlaku. Realisasi yang dilaporkan dalam LAKIP ini merupakan hasil kegiatan tahun

12 B. TUGAS POKOK DAN FUNGSI. RSUD Ploso Kabupaten Jombang dimulai dari sebuah Puskesmas Perawatan/ Puskesmas Rawat Inap dengan 47 (empat puluh tujuh) tempat tidur. Sejalan dengan perkembangan keadaan dan semakin beragamnya jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan sesuai dengan disiplin ilmu tenaga medis yang dimiliki, maka pada tahun 2013 Puskesmas Ploso berubah statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso milik Pemerintah Kabupaten Jombang berdasarkan izin pendirian dari Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Propinsi Jawa Timur Nomor : P2T/1/03.44/XII/2011 tanggal 22 Desember 2011 dan memperoleh izin operasional dari Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Propinsi Jawa Timur dengan Nomor : P2T/03.25/01/XII/2012 tanggal 18 Desember 2012, sehingga terhitung mulai tanggal 02 Januari 2013 secara operasional Puskesmas Ploso sudah beralih menjadi Rumah Sakit Umum Daerah. Sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Bupati Jombang nomor 14 Tahun 2012 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso, disebutkan bahwa tugas pokok RSUD Ploso adalah melaksanakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan menggunakan upaya pengobatan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu untuk peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan Fungsi RSUD Ploso yang tertuang dalam pasal 5 Peraturan Bupati Jombang nomor 14 tahun 2012 adalah : 1. Pelayanan medis; 2. Pelayanan penunjang medis dan nonmedis; 3. Pelayanan dan asuhan keperawatan; 4. Pelayanan rujukan; 5. Pendidikan dan pelatihan; 6. Penelitian dan pengembangan; 7. Administrasi dan ketatausahaan; 8. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Struktur Organisasi RSUD Ploso telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Ploso. Selanjutnya mengenai Bagan Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso terdapat pada Lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun 2011, Tanggal 22 Desember

13 Gambar 1 BAGAN SUSUNAN ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO DIREKTUR KOMITE MEDIS INSTALASI SUB BAGIAN TATA USAHA STAF MEDIK FUNGSIONAL & STAF FUNGSIONAL LAINNYA SEKSI PELAYANAN MEDIS DAN KEPERAWATAN SEKSI PERENCANAAN & REKAM MEDIS Sumber: Lampiran PERDA Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun Selanjutnya mengenai tugas pokok dan fungsi dari masing-masing bagian struktur organisasi diatur dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 14 Tahun 2012, dengan rincian sebagai berikut: 1. Direktur. a. Tugas pokok: Memimpin, menyusun kebijakan, membina, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan program dan kegiatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ploso sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. Fungsi: Penyusunan rencana strategis Rumah Sakit Umum Daerah Ploso; Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ploso; dan Koordinasi antar instansi terkait agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso berjalan dengan baik. 4

14 2. Sub Bagian Tata Usaha a. Tugas pokok: Mengelola urusan rumah tangga dan ketatausahaan yang meliputi persuratan, tata kearsipan, perjalanan dinas dan keprotokolan, perpustakaan serta perlengkapan kantor; Menyusun rencana kebutuhan, pengelolaan, pengadaan dan pemeliharaan peralatan kantor, kendaraan operasional, ambulan dan barang inventaris lainnya; Menyelenggarakan urusan kebersihan kantor, keamanan dan ketertiban; Menyusun dan memelihara data perencanaan serta pengembangan pegawai; Menyiapkan bahan dan memproses administrasi pengangkatan, kenaikan pangkat, penempatan dalam jabatan, hukuman jabatan, pemberhentian, pemindahan, cuti, pensiun, kenaikan gaji berkala, pemberian tanda jasa serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hak, kewajiban dan kesejahteraan pegawai; Melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja serta disiplin pegawai; Menyediakan fasilitas penyelenggaraan peningkatan sumber daya manusia dan pemantauan kegiatan profesi, penataran, bimbingan teknis, pelatihan, penelitian dan pengembangan; Melaksanakan pembukuan dan pencatatan keuangan; Mengelola gaji pegawai, dana operasional dan perbendaharaan. Mengelola dan menggerakkan dana yang diperoleh dari pelayanan fungsional; Menyiapkan bahan koordinasi atau kerjasama dengan instansi/ lembaga lain; Mengembangkan promosi, membangun image pelayanan kesehatan serta melaksanakan sosialisasi program pelayanan; Mengembangkan fungsi dan penampilan/ performa petugas layanan informasi (front desk); Melaksanakan tugas kehumasan dan penanganan permasalahan sengketa hukum; Menerima dan memproses keluhan, komplain dan penyelesaian pengaduan masyarakat/ pasien; dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh direktur. 3. Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan a. Tugas pokok: Mengkoordinasikan kebutuhan tenaga, prasarana dan sarana pelayanan medis pada instalasi rawat darurat, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, 5

15 instalasi perawatan intensif, instalasi bedah sentral, instalasi farmasi, laboratorium dan radiologi; Melaksanakan pengendalian dan pengawasan serta evaluasi terhadap penggunaan dan kelayakan pakai fasilitas pelayanan medis di intalasi rawat darurat, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, instalasi perawatan intensif, instalasi bedah sentral, instalasi farmasi, laboratorium dan radiologi; Melaksanakan koordinasi dengan komite medis dalam hal pembinaan dan bimbingan etika dan mutu tenaga medis; Melaksanakan penilaian terhadap sumber daya di instalasi rawat darurat, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, instalasi perawatan intensif dan instalasi bedah sentral; Mengkoordinasikan kebutuhan tenaga, prasarana dan sarana pelayanan keperawatan pada instalasi rawat darurat, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, instalasi perawatan intensif dan instalasi bedah sentral; Melaksanakan pengendalian dan pengawasan serta evaluasi terhadap asuhan keperawatan dan kebidanan; Melaksanakan koordinasi dengan komite keperawatan dalam hal pembinaan dan bimbingan etika dan mutu keperawatan; dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur. 4. Seksi Perencanaan dan Rekam Medis a. Tugas pokok: Menyusun perencanaan program kerja dan kegiatan; Menyiapkan data dan mengolah bahan untuk rencana penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja; Melaksanakan perhitungan anggaran dan menyajikan laporan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen; Melaksanakan verifikasi pertanggungjawaban keuangan; Menghimpun, memelihara dan memsistematisikan catatan medis; Menyajikan informasi rekam medis sebagai bahan laporan kinerja; Menghimpun dan mengelola data pelayanan sebagai evaluasi hasil seluruh kegiatan; dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur. 5. Instalasi Instalasi dipimpin oleh Kepala Instalasi; Kepala Instalasi diangkat dan diberhentikan oleh Direktur. 6

16 Kepala Instalasi diangkat sebagai jabatan fungsional yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Ploso. Tugas pokok instalasi adalah membantu Direktur dalam penyelenggaraan pelayanan fungsional sesuai dengan fungsinya. 6. Komite medis Komite Medis berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Komite medis dipimpin oleh seorang ketua, yang dipilih oleh anggotanya dan ditetapkan dengan keputusan Direktur. Anggota Komite Medis terdiri dari para ketua staf medis fungsional. Tugas pokok Komite Medis adalah membantu Direktur dalam menyusun dan memantau pelaksanaan standar pelayanan medis, melaksanakan pembinaan etika profesi, mengatur kewenangan profesi staf medis fungsional dan mengembangkan program pelayanan medis. 7. Staf medis fungsional dan staf fungsional lainnya Staf medis fungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis dalam jabatan fungsional dan bertanggung jawab kepada Ketua Komite Medis. Staf medis fungsional mempunyai tugas melaksanakan diagnosis, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan kesehatan, pendidikan dan latihan serta penelitian dan pengembangan. Kelompok staf medis fungsional dipimpin oleh seorang Ketua yang dipilih oleh anggota kelompoknya dan ditetapkan dengan keputusan direktur. Staf medis fungsional dan staf fungsional lainnya merupakan Pegawai Negeri Sipil yang diberi hak dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang sesuai keahliannya dalam rangka menunjang tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso. C. MANDAT DAN PERAN STRATEGIS. Sesuai dengan Peraturan Bupati Jombang Nomor 14 tahun 2012 Tentang tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso Kabupaten Jombang, tugas pokok RSUD Ploso adalah melaksanakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan menggunakan upaya pengobatan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu untuk peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 7

17 Sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jombang yang menjalankan pelayanan dalam bidang kesehatan bagi masyarakat, RSUD Ploso mempunyai Target Kinerja Pelayanan dan Keuangan yang optimis dapat dicapai dengan upaya pelayanan kesehatan rujukan yang dilakukan di RSUD Ploso optimalisasi kekuatan yang dimiliki, menangkap peluang semaksimal mungkin, mengurangi kelemahan yang ada agar dapat mengantisipasi tantangan yang ada dengan melakukan Strategi : 1. Peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan melalui standarisasi dan akreditasi. 2. Melaksanakan efektifitas dan efisiensi pengelolaan administrasi umum dan perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Melaksanakan efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Pengembangan sistem rujukan serta membangun jejaring dengan mitra kerja serta pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. 5. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang sesuai standar melalui kerjasama dengan mitra kerja serta mempersiapkan kearah BLUD. D. DASAR HUKUM. Dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ploso Tahun 2016, Yang dijadikan sebagai dasar hukum adalah sebagai berikut: Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008; Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah; 8

18 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Jombang tahun Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Ploso (Lembaran Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2008 Nomor 5D); Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan pada RSUD Ploso; Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2014, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jombang ; Peraturan Bupati Jombang Nomor 14 Tahun 2012 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Ploso. E. SISTEMATIKA PENULISAN. Berikut ini akan diuraiakan lebih lanjut mengenai sistematika penulisan dalam laporan kinerja instansi pemerintahan (LAKIP) RSUD Ploso Tahun KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAN GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN IKHTISAR EKSEKUTIF BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. TUGAS DAN FUNGSI C. MANDAT DAN PERAN STRATEGIS D. DASAR HUKUM E. SISTEMATIKA PENULISAN BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS B. RENCANA KERJA C. PENETAPAN/ PERJANJIAN KINERJA D. PENGUKURAN KINERJA 9

19 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA 1. MEMBANDINGKAN ANTARA TARGET DAN REALISASI KINERJA TAHUN INI 2. MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA TAHUN INI DENGAN TAHUN LALU DAN BEBERAPA TAHUN TERAKHIR 3. MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA SAMPAI DENGAN TAHUN INI DENGAN TARGET JANGKA MENENGAH YANG TERDAPAT DALAM DOKUMEN PERENCANAAN STRATEGIS ORGANISASI 4. MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA TAHUN INI DENGAN STANDAR NASIONAL (JIKA ADA) 5. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN ATAU PENINGKATAN/ PENURUNAN KINERJA SERTA ALTERNATIVE SOLUSI YANG TELAH DILAKUKAN 6. ANALISIS ATAS EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA 7. ANALISIS PROGRAM/KEGIATAN YANG MENUNJANG KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN PENCAPAIAN PERNYATAAN KINERJA B. REALISASI ANGGARAN 1. REALISASI DPA RSUD PLOSO TA REALISASI BELANJA PROGRAM DAN KEGIATAN BAB IV PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN 10

20 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS. Sebagai salah satu dari jajaran SKPD, maka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso diwajibkan untuk menyusun Renstra dalam menjabarkan strategi yang mengacu pada RPJM dan RPJP Daerah sebagai bagian integral dari RPJM dan RPJP Nasional. Strategi yang disusun dimaksudkan untuk dapat memberikan pelayanan yang berkualitas terkait dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat karena kesehatan merupakan layanan dasar dan menjadi kebutuhan yang sangat penting sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal. Oleh karena itu RSUD Ploso perlu menyusun Perencanaan Strategis yang merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam menjawab tuntutan masyarakat selama kurun waktu 5 ( lima ) tahun ke depan dengan memperhitungkan kemungkinan potensi, peluang dan kendala yang akan timbul. Dalam Renstra RSUD Ploso Tahun telah memuat rumusan Visi, Misi, Tujuan, Kebijakan, Program yang merujuk pada visi, misi RPJMD Kabupaten Jombang tahun Dalam upaya mendukung Visi Kabupaten Jombang maka RSUD Poso telah menetakan visinya sebagai berikut : Menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Dalam upaya mewujudkan visi tersebut maka telah dirumuskan misi RSUD Ploso yaitu: 1. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar serta pelayanan administrasi dan managemen; 2. Mengembangkan pelayanan kesehatan sebagai pusat rujukan dengan sarana dan prasarana yang memadai; 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta kesejahteraan pegawai. 11

21 Sebagai implementasi atau penjabaran dari misi tersebut, ditetapkan tujuan yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu yang menggambarkan arah strategis organisasi, perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai dengan tugas dan fungsi, serta meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun tujuan yang telah ditetapkan oleh RSUD Ploso adalah: 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas serta terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat; 2. Mewujudkan sistem pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai; 3. Mewujudkan sumber daya manusia yang sesuai standar baik kualitas dan kuantitas serta kesejahteraan bagi pegawai. Untuk menjabarkan tujuan agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, maka RSUD Ploso menyusun sasaran strategis untuk tahun sebagai berikut: SASARAN I 1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan; Indikator sasarannya: a. Penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan, pada tahun 2016 indikator ini menetapkan target 100%. Sub indikator sasarannya: 1) Jumlah pasien yang dilayani, targetnya orang. 2) Bed Occupancy Rate (BOR), targetnya 60-85%. 3) Average Length of Stay (ALOS), targetnya 6-9 hari. 4) Turn Over Internal (TOI), targetnya 1-3 hari. 5) Bed Turn Over (BTO), targetnya kali. 6) Gross Death Rate (GDR), targetnya < 45. 7) Net Death Rate (NDR), targetnya <

22 Strateginya: peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan melalui standarisasi dan akreditasi. Arah kebijakannya adalah dengan menerapkan: 1) Program pelayanan kesehatan RSUD Ploso Kabupaten Jombang, kegiatannya: a) Pembangunan rumah sakit. b) Pengadaan alat-alat kesehatan RSUD Ploso. c) Pengadaan obat-obatan rumah sakit. d) Pengadaan mebeleur rumah sakit. e) Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit. f) Pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit. g) Pengadaan percetakan administrasi dan surat menyurat rumah sakit. h) Kemitraan pengobatan jaminan pemeliharaan kesehatan. i) Rehabilitasi ringan rumah sakit. j) Rehabilitasi sedang/ berat rumah sakit. k) Pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit. 2) Program pelayanan administrasi perkantoran, kegiatannya: a) Pelayanan jasa administrasi teknis perkantoran. b) Penyediaan pelayanan administrasi perkantoran. 3) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, kegiatannya: a) Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor. b) Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat gedung kantor/ bangunann pendukungnya. c) Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat sarana dan prasarana gedung kantor. d) Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat kendaraan dinas/ kendaraan operasional. 4) Program peningkatan disiplin aparatur. a) Pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainnya. 13

23 5) Program perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD, kegiatannya: a) Penyusunan rencana kerja SKPD. b) Penyusunan laporan capaian kinerja SKPD. c) Penyusunan laporan keuangan SKPD. SASARAN II 2. Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai; Indikator sasarannya: a. Terlaksananya sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar, pada tahun 2016 indikator ini menetapkan target 100%. Sub indikator sasarannya: 1) Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso, targetnya adalah orang. 2) Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso, targetnya adalah 100%. 3) Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit, targetnya 100%. Strateginya: Pengembangan system rujukan serta membangun jejaring dengan mitra kerja serta pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Arah kebijakannya adalah dengan menerapkan: 1) Program pembinaan lingkungan sosial pada RSUD Ploso. a) Penyediaan/ pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan di RSUD Ploso bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya. 2) Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso, kegiatannya: a) Pengadaan alat-alat kesehatan RSUD Ploso. b) Pembangunan rumah sakit. 14

24 SASARAN III 3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Indikator sasarannya: a. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. b. Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia. Strateginya: Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang sesuai standar melalui kerjasama dengan mitra kerja serta mempersiapkan ke arah BLUD. Arah kebijakannya adalah dengan menerapkan: 1) Program pendukung pelayanan kesehatan RSUD Ploso Kabupaten Jombang, kegiatannya: a) Pemasangan jaringan sistem informasi rumah sakit. b) Persiapan badan layanan umum daerah (BLUD). c) Akreditasi rumah sakit. d) Pengembangan media promosi dan informasi. e) Fasilitasi jasa pelayanan. f) Peningkatan kualitas dokter dan paramedis. g) Peningkatan kualitas tenaga non medis. h) Penyediaan jasa kemitraan rumah sakit. i) Pemeliharaan rutin/ berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit. j) Pemeliharaan rutin/ berkala alat-alat kesehatan rumah sakit. k) Pemeliharaan rutin/ berkala ambulance/ mobil jenazah. l) Pemeliharaan rutin/ berkala sarana dan prasarana rumah sakit. 15

25 B. RENCANA KERJA. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) adalah merupakan rencana yang menguraikan target indikator setiap sasaran baik itu tentang rumus atau formulanya dari setiap indikator tersebut dan target dari setiap indikator sasaran tersebut. Indikator kinerja sasaran adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan, oleh karena itu penetapan target indikator kinerja harus didasarkan pada spesifikasi dari sasaran. Maksud dari penyusunan Rencana Kinerja Tahunan adalah: 1. Sebagai acuan bagi RSUD Ploso dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan kewenangannya. 2. Sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan RSUD Ploso yang memuat arah kebijakan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan di rumah sakit yang merupakan urusan wajib pemerintah daerah. 3. Memberikan informasi kepada masyarakat sebagai pengguna jasa rumah sakit. Berikut ini akan ditampilkan tabel Rencana Kinerja Tahunan (RKT) RSUD Ploso pada tahun

26 17

27 Tabel 1. RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2016 VISI : Misi 1 : Tujuan : NO 1 Menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar serta pelayanan administrasi dan manajemen Mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas serta terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat SASARAN URAIAN INDIKATOR RUMUS/ FORMULA Meningkatnya kualitas a. Penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan TARGET 2015 TARGET 2016 KET 100% 100% Sub indikator sasaran - Jumlah pasien yang dilayani Indikator ini menunjukkan jumlah pasien yang dilayani RSUD Ploso selama satu tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan orang orang - Bed Occupancy Rate (BOR) BOR adalah angka yang menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit = Jumlah hari perawatan x 100% Jumlah TT x Jumlah hari 60-85% 60-85% - Bed Turn Over (BTO) BTO adalah angka yang menunjukkan frekwensi pemakaian tempat tidur kali kali = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Jumlah TT 18

28 NO SASARAN URAIAN INDIKATOR RUMUS/ FORMULA - Turn Over internal (TOI) TOI adalah rata-rata hari tempat tidur kosong = (Jumlah TT x hari) - hari perawatan rumah sakit Jumlah pasien keluar (hidup + mati) TARGET 2015 TARGET 2016 KET 1-3 hari 1-3 hari - Average Length Of Stay (ALOS) ALOS adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di rumah sakit 6-9 hari 6-9 hari = Jumlah hari perawatan pasien rumah sakit keluar Jumlah pasien keluar (hidup + mati) - Net Death Rate (NDR) NDR adalah angka kematian penderita setelah dirawat > 48 jam untuk tiap-tiap penderita keluar = Jumlah pasien mati > 48 jam dirawat x penderita Jumlah pasien keluar (hidup + mati) < 25 < 25 - Gross Death Rate (GDR) GDR adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap penderita keluar < 45 < 45 = Jumlah pasien mati seluruhnya x penderita Jumlah pasien keluar (hidup + mati) 19

29 VISI : Misi2 Tujuan Menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Mengembangkan pelayanan kesehatan sebagai pusat rujukan dengan sarana dan prasarana yang memadai Mewujudkan sistem pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai NO SASARAN URAIAN INDIKATOR RUMUS/ FORMULA TARGET 2015 TARGET 2016 KET 1 Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai a. Terlaksananya sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar - Sub indikator sasaran Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso Indikator ini menunjukkan jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso selama satu tahun orang orang - Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso Indikator ini menunjukkan target persentase terlaksananya pembangunan gedung baru rumah sakit yang bersumber dari dana DAK 100% 100% - Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit = Realisasi pembangunan x 100% Target pembangunan Indikator ini menunjukkan target persentase terlaksananya pengadaan Alat-alat kesehatan baru yang bersumber dari dana DAK 100% 100% = Realisasi pembelian alkes Target pembelian alkes x100% 20

30 VISI : Misi 3 : Tujuan : Menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta kesejahteraan pegawai Mewujudkan sumber daya manusia sesuai standar baik kualitas dan kuantitas serta kesejahteraan pegawai NO SASARAN URAIAN INDIKATOR RUMUS/ FORMULA TARGET 2015 TARGET 2016 KET 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia a. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia Indikator ini menunjukkan target persentase pegawai (medis dan non medis) yang akan diikutkan diklat, selama satu tahun 100% 100% = Realisasi jumlah pegawai yang mengikuti diklat Target jumlah pegawai yang akan mengikuti diklat x 100% b. Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia Indikator ini menunjukkan target persentase pemenuhan kebutuhan pegawai (medis dan non medis) di RSUD Ploso selama satu tahun 100% 100% = Realisasi pemenuhan kebutuhan pegawai x 100% Proyeksi kebutuhan pegawai 21

31 22

32 Berdasarkan dari tabel diatas dapat diketahui bahwa RSUD Ploso memiliki Visi yaitu Menjadi rumah sakit profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat dari visi tersebut terdapat tiga misi dan atas dasar tiga misi tersebut rencana kinerja tahunan RSUD ploso disusun. berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai rencana kinerja tahunan RSUD Ploso tahun Misi 1 Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai standar serta pelayanan administrasi dan manajemen. Tujuan Mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas serta terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sasaran Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan. Indikator sasaran a. Penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2015 dan 2016 indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 100%. Sub indikator sasaran: Jumlah pasien yang dilayani. Adalah sub indikator yang menunjukkan jumlah pasien yang dilayani RSUD Ploso selama satu tahun. Merupakan hasil penjumlahan dari pasien rawat inap dan pasien rawat jalan yang dilayani RSUD Ploso selama satu tahun. Jmlh pasien yang dilayani= Jumlah pasien rawat inap + rawat jalan Pada tahun 2015 sub indikator ini menetapkan target sebanyak orang dan pada tahun 2016 menetapkan target sebanyak orang. 23

33 Bed Occupancy Rate (BOR). Sub indikator ini menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Bed Occupancy Rate (BOR) = Jumlah hari perawatan x 100 % Jumlah TT x Jumlah Hari Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar 60-85%. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60 85% (Depkes RI). Bed Turn Over (BTO). Sub indikator ini menunjukkan frekwensi pemakaian tempat tidur. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Bed Turn Over (BTO) = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Jumlah TT Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar kali. Idealnya satu tempat tidur rata-rata dipakai kali (Depkes RI). Turn Over Internal (TOI). Sub indikator ini menunjukkan rata-rata hari tempat tidur kosong. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Turn Over Internal (TOI) = (Jumlah TT x hari) hari perawatan rumah sakit Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar 1-3 hari. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari (Depkes RI). 24

34 Average Length of Stay (ALOS). Sub indikator ini menunjukkan rata-rata lama perawatan seorang pasien di rumah sakit. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Average Length of Stay(ALOS)= Jumlah hari perawatan pasien rumah sakit keluar Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar 6-9 hari. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari (Depkes RI). Net Death Rate (NDR). Sub indikator ini menunjukkan angka kematian penderita setelah dirawat > 48 jam untuk tiap-tiap penderita keluar. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Net Death Rate (NDR) = Jumlah pasien mati > 48 jam dirawat Jumlah pasien keluar (hidup + mati) x penderita Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini sama-sama menetapkan target sebesar < 25. Gross Death Rate (GDR). Sub indikator ini menunjukkan angka kematian umum untuk tiap-tiap penderita keluar. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Gross Death Rate (GDR)= Jumlah pasien mati seluruhnya Jumlah pasien keluar (hidup + mati) x penderita Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar <

35 2. Misi 2. Mengembangkan pelayanan kesehatan sebagai pusat rujukan dengan sarana dan prasarana yang memadai. Tujuan. Mewujudkan sistem pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sasaran. Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai. Indikator sasaran. Terlaksananya sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. Sub indikator sasaran. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Sub indikator ini menunjukkan jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso selama satu tahun. Pada tahun 2015 sub indikator sasaran ini memiliki target sebanyak orang dan pada tahun 2016 memiliki target sebesar orang. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso. Sub indikator ini menunjukkan target persentase terlaksananya pembangunan gedung baru rumah sakit yang bersumber dari dana DAK. Pada tahun 2015 sub indikator ini menetapkan target sebesar 100% dan pada tahun 2016 indikator ini menetapkan target sebesar 100%. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Persentase terpenuhinya prasarana RSUD Ploso = Realisasi pembangunan x 100% Target pembangunan Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit. Sub indikator ini menunjukkan target persentase terlaksananya pengadaan alat-alat kesehatan baru yang bersumber dari dana DAK. Pada tahun 2015 sub indikator ini menetapkan target sebesar 100%. Juga pada tahun

36 sub indikator ini menetapkan target sebesar 100%. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Persentase terpenuhinya kebutuhan alkes RSUD Ploso = Realisasi pembelian alkes x 100% Target pembelian alkes 3. Misi 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu dan teknologi serta kesejahteraan pegawai. Tujuan. Mewujudkan sumber daya manusia sesuai standar baik kualitas dan kuantitas serta kesejahteraan bagi pegawai. Sasaran. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Indikator sasaran. a. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indikator ini menunjukkan target persentase pegawai (medis dan non medis) yang akan diikutkan diklat. Pada tahun 2015 dan 2016 indikator ini menetapkan target sebesar 100%. Indikator sasaran ini dapat dihitung dengan cara: Persentase peningkatan kualitas SDM = Realisasi pegawai yang mengikuti diklat x 100% Target jumlah pegawai yang akan mengikuti diklat b. Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia. Indikator ini menunjukkan target persentase pemenuhan kebutuhan pegawai (medis dan non medis) di RSUD Ploso selama satu tahun. Pada tahun 2015 dan 2016 inidikator ini menetapkan target sebesar 100%. Indikator sasaran ini dapat dihitung dengan cara: Persentase peningkatan kuantitas SDM = Realisasi pemenuhan kebutuhan pegawai x 100% Proyeksi kebutuhan pegawai 27

37 C. PENETAPAN/ PERJANJIAN KINERJA. Didalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah. Disebutkan bahwa DPA digunakan sebagai dasar penyusunan Perjanjian Kinerja. Perjanjian kinerja disusun dengan mencantumkan indikator kinerja dan target kinerja. Indikator kinerja harus bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, berjangka waktu tertentu serta dapat dipantau dan dikumpulkan. Untuk setiap SKPD menyusun lembar/ dokumen perjanjian kinerja dengan menggunakan indikator kinerja program dan/ atau indikator kinerja kegiatan dan/ atau indikator kinerja utama SKPD. Berikut ini akan disajikan tabel penetapan kinerja RSUD Ploso Tahun

38 Tabel 2. Perjanjian Kinerja RSUD Ploso Kab. Jombang Tahun Anggaran 2016 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program Anggaran (Rp.) Ket (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Meningkatnya - Penanganan/ cakupan pelayanan 100% kualitas pelayanan kesehatan kesehatan Sub indikator - Jumlah pasien yang dilayani orang - Pelayanan kesehatan RSUD Ploso APBD - Bed Occupancy Rate (BOR) % - Pelayanan administrasi perkantoran APBD - Bed Turn Over (BTO) kali - Peningkatan disiplin aparatur APBD - Turn Over Interval (TOI) 1-3 hari - Peningkatan sarana prasarana APBD aparatur - Average Length of Stay 6-9 hari - Perencanaan strategis dan APBD (ALOS) pelaporan capaian kinerja serta - Net Death Rate (NDR) < 25 Keuangan SKPD 2. Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai 3. Meningkatnya Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia - Gross Death Rate (GDR) < 45 - Terlaksananya sistem rujukan dan 100 % terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar Sub indikator - Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso - Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso - Terpenuhinya kebutuhan alatalat kesehatan rumah sakit - Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia - Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia orang - Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso 100% 100% 100% - Pendukung pelayanan kesehatan RSUD Ploso 100% Sumber: Formulir perjanjian kinerja RSUD Ploso Kabupaten Jombang tahun DAK APBD 29

39 Tabel diatas adalah merupakan perjanjian kinerja RSUD Ploso yang ditetapkan pada awal tahun 2016 berdasarkan DPA RSUD Ploso, tetapi pada tribulan III tahun 2016 RSUD Ploso melakukan evaluasi terhadap DPA yang sebagian kegiatannya sudah dilaksanakan. Dari evaluasi tersebut ditemukan ada beberapa rincian kegiatan yang anggarannya kurang sehingga membutuhkan tambahan dana dan ada beberapa rincian kegiatan yang kelebihan anggaran sehingga memerlukan pengurangan. Disamping itu juga ada beberapa rincian kegiatan baru yang dimunculkan. Atas dasar itulah RSUD Ploso mengajukan DPA-Perubahan, karena DPA mengalami perubahan maka idealnya perjanjian kinerja juga harus disesuaikan dengan DPA perubahan tersebut. Berikut ini akan disajikan tabel perubahan perjanjian kinerja RSUD Ploso. 30

40 Tabel 3. Perjanjian Kinerja Perubahan RSUD Ploso Kab. Jombang Tahun Anggaran 2016 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program Anggaran (Rp.) Ket (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Meningkatnya - Penanganan/ cakupan pelayanan 100% kualitas pelayanan kesehatan kesehatan Sub indicator - Jumlah pasien yang dilayani orang - Pelayanan kesehatan RSUD Ploso APBD - Bed Occupancy Rate (BOR) % - Pelayanan administrasi perkantoran APBD - Bed Turn Over (BTO) kali - Peningkatan disiplin aparatur APBD - Turn Over Interval (TOI) 1-3 hari - Peningkatan sarana prasarana APBD aparatur - Average Length of Stay 6-9 hari - Perencanaan strategis dan APBD (ALOS) pelaporan capaian kinerja serta - Net Death Rate (NDR) < 25 Keuangan SKPD 2. Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai - Gross Death Rate (GDR) < 45 - Terlaksananya sistem rujukan dan 100 % terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar Sub indicator - Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso orang - Pembinaan lingkungan sosial pada RSUD Ploso - Terpenuhinya prasarana 100% - Pengadaan, peningkatan sarana dan RSUD Ploso prasarana RSUD Ploso - Terpenuhinya kebutuhan alatalat 100% kesehatan rumah sakit 3. Meningkatnya - Persentase peningkatan kualitas 100% - Pendukung pelayanan kesehatan Kualitas dan sumber daya manusia RSUD Ploso kuantitas sumber - Persentase pemenuhan kuantitas 100% daya manusia sumber daya manusia Sumber: Formulir perubahan perjanjian kinerja RSUD Ploso Kabupaten Jombang tahun DBHCHT DAK APBD 31

41 D. PENGUKURAN KINERJA Indikator Kinerja sasaran adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan merupakan ikhtisar hasil berbagai program dan kegiatan sebagai penjabaran tugas dan fungsi organisasi. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang cara pengukuran dari masing-masing indikator sasaran yang ada di tabel penetapan kinerja tahun SASARAN I 1. Indikator sasaran : penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan Sub indikator sasaran: a) Jumlah pasien yang dilayani. Adalah sub indikator yang menunjukkan jumlah pasien yang dilayani RSUD Ploso selama satu tahun. Merupakan hasil penjumlahan dari pasien rawat inap dan pasien rawat jalan. b) Bed Occupancy Rate (BOR). Indikator ini menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Bed Occupancy Rate (BOR) = Jumlah hari perawatan x 100 % Jumlah TT x Jumlah Hari c) Bed Turn Over (BTO). Indikator ini menunjukkan frekwensi pemakaian tempat tidur. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Bed Turn Over(BTO) = Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Jumlah TT d) Turn Over Internal (TOI). Indikator ini menunjukkan rata-rata hari tempat tidur kosong. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: 32

42 Turn Over Internal (TOI)= (Jumlah TT x hari) hari perawatan rumah sakit Jumlah pasien keluar (hidup + mati) e) Average Length of Stay (ALOS). Indikator ini menunjukkan rata-rata lama perawatan seorang pasien di rumah sakit. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Average Length of Stay(ALOS)= Jumlah hari perawatan pasien rumah sakit keluar Jumlah pasien keluar (hidup + mati) f) Net Death Rate (NDR). Indikator ini menunjukkan angka kematian penderita setelah dirawat > 48 jam untuk tiap-tiap penderita keluar. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Net Death Rate (NDR) = Jumlah pasien mati > 48 jam dirawat x penderita Jumlah pasien keluar (hidup + mati) g) Gross Death Rate (GDR). Indikator ini menunjukkan angka kematian umum untuk tiap-tiap penderita keluar. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Gross Death Rate (GDR) = Jumlah pasien mati seluruhnya x penderita Jumlah pasien keluar (hidup + mati) Sasaran I adalah meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan, memiliki indikator program dan kegiatan sebagai berikut: 1. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso. Indikator ini dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: Rata-rata capaian SPM = Jumlah capaian SPM pelayanan RS Jumlah pelayanan RS 33

43 Setelah didapatkan rata-rata capaian SPM maka langkah selanjutya adalah membandingkan rata-rata capaian SPM atau realisasi capaian SPM dengan target capaian SPM yang sudah ditetapkan dalam indikator program. Capaian SPM = Rata-rata capaian SPM pelayanan RS x 100% Target capaian SPM pada indikator program Indikator program ini memiliki indikator kegiatan sebagai berikut: a. Terbangunnya bangunan rumah sakit b. Tersedia dan terpenuhinya alat-alat kesehatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. c. Tersedia dan terpenuhinya obat-obatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. d. Tersedia dan terpenuhinya mebeleur rumah sakit. e. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan peralatan rumah tangga rumah sakit. f. Tersedia dan terpenuhinya seluruh kebutuhan logistic aparatur dan pasien rumah sakit. g. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan percetakan dan kegiatan surat menyurat rumah sakit. h. Terdapatnya mitra atau kerjasama dalam penyediaan pelayanan kesehatan dengan pihak-pihak luar rumah sakit. i. Terlaksananya rehabilitasi ringan rumah sakit. j. Terlaksananya rehabilitasi sedang/ berat rumah sakit. k. Terlaksananya pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit. 2. Persentase administrasi pasien terlayani. Persentase ini menunjukkan kemampuan RSUD Ploso dalam memberikan pelayanan administrasi kepada pasien. Indikator ini dapat dihitung dengan cara: Persentase administrasi pasien terlayani = Σ pasien yg mendapatkan pelayanan administrasi x 100% Σ pasien 34

44 Indikator program ini memiliki indikator kegiatan sebagai berikut: a. Terlaksananya pelayanan jasa administrasi teknis perkantoran. b. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran. 3. Persentase perlengkapan dan kualitas sarana dan prasarana aparatur. Persentase ini menunjukkan ketersediaan dan kualitas dari sarana dan prasarana yang dimiliki RSUD Ploso. Indikator program ini memiliki indikator kegiatan sebagai berikut: a. Tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor rumah sakit. b. Terawatnya kantor/ bangunan pendukung rumah sakit. c. Terawatnya sarana dan prasarana gedung kantor. d. Terawatnya kendaraan dinas/ operasional rumah sakit. 4. Persentase pemenuhan kebutuhan aparatur. Persentase ini menunjukkan pemenuhan kebutuhan pegawai dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai RSUD Ploso. Indikator program ini memiliki indikator kegiatan yaitu tersedia dan terpenuhinya pakaian dinas dan pakaian khusus bagi para aparatur rumah sakit. 5. Cakupan capaian kinerja dan keuangan rumah sakit. Indikator ini menunjukkan kemampuan RSUD Ploso dalam membuat perencanaan untuk waktu satu tahun dan kemampuan RSUD Ploso dalam melaporkan tentang apa yang sudah dikerjakan dalam bentuk laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan dan laporan keuangan. Indikator program ini memiliki indikator kegiatan sebagai berikut: a. Tersusunnya rencana kerja rumh sakit. b. Tersusunnya laporan capaian kinerja rumah sakit. c. Tersusunnya laporan keuangan rumah sakit. 35

45 SASARAN II 1. Indikator sasaran: terlaksananya system rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. Adalah indikator sasaran yang dapat dihitung dengan cara mencari persentase rata-rata capaian kinerja dari tiga sub indikator sasaran, yaitu: a) Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Indikator ini menunjukkan jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso selama satu tahun. b) Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Persentase terpenuhinya prasarana RSUD Ploso = Realisasi pembangunan x 100% Target pembangunan c) Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit. Sub indikator ini dapat dihitung dengan cara: Persentase terpenuhinya kebutuhan alkes RSUD Ploso = Realisasi pembelian alkes x 100% Target pembelian alkes Sasaran ke II adalah berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai, memiliki indikator program dan kegiatan sebagai berikut: 1. Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Adalah indikator yang dihitung dengan cara membandingkan antara realisasi pembangunan (perencanaan, kontruksi, pengawasan), realisasi pembelian alkes dengan target pembangunan (perencanaan, kontruksi, pengawasan), target pembelian alkes yang dibiayai DBHCHT. Indikator program ini memiliki indikator kegiatan pembangunan dan pengadaan alat kedokteran sesuai standar. 36

46 2. Persentase capaian standar minimal sarana prasarana penunjang layanan rujukan di RSUD Ploso. Memiliki indikator kegiatan: a) Tersedia dan terpenuhinya alat-alat kesehatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. b) Terbangunnya bangunan rumah sakit. SASARAN III 1. Indikator sasaran: Persentase peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Adalah indikator sasaran yang dapat dihitung dengan cara mencari persentase rata-rata capaian kinerja dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan kuantitas sumber daya manusia. Sasaran ke III adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, memiliki indikator program dan kegiatan sebagai berikut: 1. Persentase capaian jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Ploso. Persentase ini merupakan perbandingan target jumlah pasien rawat jalan dengan realisasi jumlah pasien rawat jalan dikali 100%. Begitu juga perbandingan target jumlah pasien rawat inap dengan realisasi jumlah pasien rawat inap dikali 100%. Indikator program ini memiliki indikator kegiatan sebagai berikut: a. Tersedianya jaringan system informasi rumah sakit. b. Terlaksananya proses persiapan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). c. Terlaksananya akreditasi pelayanan rumah sakit. d. Terdapatnya media promosi dan informasi tambahan mengenai rumah sakit. e. Terlaksananya jasa pelayanan kesehatan rumah sakit. f. Meningkatnya kualitas dokter dan paramedis di rumah sakit. g. Meningkatnya kualitas tenaga non medis di rumah sakit. h. Tersedianya jasa mitra atau kerjasama dengan rumah sakit lain. i. Terawatnya instalasi pengolahan limbah rumah sakit. 37

47 j. Terawatnya alat-alat kesehatan rumah sakit. k. Terawatnya ambulance atau mobil jenazah di rumah sakit. l. Terawatnya sarana dan prasarana rumah sakit. 38

48 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA. Berikut ini akan dilakukan analisis tentang capaian dari setiap indikator sasaran sebagai berikut: 1. MEMBANDINGKAN ANTARA TARGET DAN REALISASI KINERJA TAHUN INI. Tabel 4. Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja RSUD Ploso Kab. Jombang Tahun Anggaran 2016 No Sasaran Indikator Sasaran Target kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja (%) Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran I 100% % Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan 1 Penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan Sub Indikator Sasaran 100% % A Jumlah pasien yang dilayani orang orang B Bed Occupancy Rate (BOR) 60-85% 50.21% C Bed Turn Over (BTO) kali 69.81kali D Turn Over Internal (TOI) 1-3 hari 2.61 hari E Average Length of Stay (ALOS) 6-9 hari 2.58 hari F Net Death Rate (NDR) < G Gross Death Rate (GDR) < Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran II ,15 2 Berkembangnya sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai 1 Terlaksananya sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar Sub Indikator Sasaran ,15 94,15 a Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso orang orang b Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso 100% 86,67% 86,67% c Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit 100% 98% 98% 39

49 No Sasaran Indikator Sasaran Target kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja (%) Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran III Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 1 Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia Persentase pemenuhan sumber daya manusia 100% PERSENTASE CAPAIAN SASARAN Sumber: Formulir Pengukuran kinerja RSUD Ploso Tahun

50 Berdasarkan dari tabel diatas maka dapat diketahui persentase capaian dari masing-masing indikator sasaran, diantaranya: SASARAN I Indikator sasaran: penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. Indikator sasaran ini menetapkan taget sebesar 100%, realisasinya sebesar %, sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi indikator ini sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Capaian kinerja ini merupakan capaian kinerja rata-rata dari sub indikator sasaran, diantaranya: 1. Jumlah pasien yang dilayani. Sub indikator sasaran ini menetapkan target sebanyak orang, realisasinya sebanyak orang, capaian kinerjanya sebesar 76.59%. Capaian kinerja ini menujukkan kalau realisasi jumlah pasien yang dilayani belum bisa mencapai angka yang sudah ditetapkan dalam target. 2. Bed Occupancy Rate (BOR). Sub Indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 60-85%, realisasinya sebesar 50.21% sehingga capaian kinerjanya sebesar 83.68%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi indikator BOR masih belum bisa mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. 3. Bed Turn Over (BTO). Sub Indikator sasaran ini menetapkan target sebesar kali, realisasinya kali sehingga capaian kinerjanya sebesar 71.62%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi BTO belum berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. 4. Turn Over Internal (TOI). Sub Indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 1-3 hari, realisasinya sebesar 2.61 hari sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi TOI sudah berhasil mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. 41

51 5. Average Lengt of Stay (ALOS). Sub Indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 6-9 hari, realisasinya sebesar 2,58 hari sehingga capaian kinerjanya sebesar 43.00%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi ALOS belum berhasil mencapai target yang sudah ditentukan. 6. Net Death Rate (NDR). Sub indikator sasaran ini menetapkan target sebesar < 25, realisasinya 8.75 sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerjanya ini menunjukkan kalau realisasi NDR sudah berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. 7. Gross Death Rate (GDR). Sub Indikator sasaran ini menetapkan target sebesar < 45, realisasinya sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi GDR sudah berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. Capaian indikator program dan kegiatan yang ada pada sasaran I RSUD Ploso adalah sebagai berikut: 1. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso. Indikator program ini menetapkan target sebesar 90 %, realisasinya sebesar 68.01% sehingga capaian kinerjanya sebesar 75.57%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi capaian SPM layanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso belum bisa memenuhi target yang sudah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Terbangunnya bangunan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, atau 1 paket Review perencanaan kontruksi pembangunan gedung rawat inap, selasar penghubung, tangga dan telah terealisasi sebesar 100%, atau 1 paket Review perencanaan kontruksi pembangunan gedung rawat inap, selasar penghubung, tangga sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian 42

52 kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah bisa mencapai target yang sudah ditentukan. b. Tersedia dan terpenuhinya alat-alat kesehatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, atau 28 jenis alkes dan telah terealisasi sebesar 64.29%, atau 18 jenis alkes sehingga capaian kinerjanya sebesar 64.29%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. c. Tersedia dan terpenuhinya obat-obatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 95% dan telah terealisasi sebanyak 86.2% realisasi ini merupakan gabungan dari pengadaan reagen, obat, BHP dan film rontgen, sehingga capaian kinerjanya sebesar 90.74%. tetapi bila dirinci lagi maka ketersediaan obat di RSUD Ploso hanya sebesar 21,5% Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. d. Tersedia dan terpenuhinya mebeleur rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, atau 6 buah meja kerja dan 6 buah kursi kerja dan telah terealisasi sebesar 100%, atau 6 buah meja kerja dan 6 buah kursi kerja sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. e. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan peralatan rumah tangga rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 85%, artinya RS minimal harus bisa memenuhi kebutuhan dintaranya peralatan kebersihan dan bahan pembersih, kebutuhan operasional RSUD, peralatan dan perlengkapan RS, alat pendingin dan alat rumah tangga lainnya sebesar 85%. Pada akhir tahun 2016 RS telah berhasil menyediakan kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 43

53 f. Tersedia dan terpenuhinya seluruh kebutuhan logistik aparatur dan pasien rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 90%, artinya RS minimal harus bisa mencukupi kebutuhan BBM untuk mobil operasional, pengisian tabung gas untuk keperluan masak dan belanja makanan minuman pasien sebesar 90%. Pada akhir tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. g. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan percetakan dan kegiatan surat menyurat rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus bisa menyediakan formulir-formulir yang dibutuhkan pasien selama satu tahun. Pada akhir tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebanyak 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. h. Terdapatnya mitra atau kerjasama dalam penyediaan pelayanan kesehatan dengan pihak-pihak luar rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 70%, artinya pada tahun 2016 minimal RS harus bisa membayar atau menyediakan dana untuk jasa pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin selama 8 bulan. Dan pada tahun 2016 RS telah berhasil menyediakan dana terebut selama 9 bulan sehingga realisasinya 75% dan capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. i. Terlaksananya rehabilitasi ringan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, artinya RS harus bisa menyediakan bahan baku bangunan dan upah Tenaga kerja untuk rehabilitasi ringan RS. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian 44

54 kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. j. Terlaksananya rehabilitasi sedang/ berat rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 70%, artinya RS minimal harus bisa menyediakan bahan baku dan upah tenaga kerja untuk rehabilitasi sedang/ berat RS sebesar 70%. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. k. Terlaksananya pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, artinya RS harus bisa menyediakan upah tenaga kerja dan dapat melakukan pemeliharaan gedung serta fasilitas penunjang. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 2. Persentase administrasi pasien terlayani. Indikator kinerja program ini menetapkan target sebesar 100% dan telah terealisasi sebesar 100% sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Terlaksananya pelayanan jasa administrasi teknis perkantoran. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, artinya RS harus bisa memberikan upah/ honor kepada semua tenaga kontrak yang ada di RSUD Ploso, pada tahun 2016 jumlah tenaga kontrak yang ada di RSUD Ploso adalah 108 orang dan semua tenaga kontrak tersebut telah menerima honor/ upah sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 45

55 b. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100%, artinya RS harus bisa memenuhi kebutuhan diantaranya adalah honor panitia pelaksana kegiatan, honor tim pengadaan barang jasa, honor tim pemeriksa barang jasa, uang lembur PNS, uang lembur Non PNS, ATK, alat listrik dan elektronik, materai, BBM untuk mobil dinas, gas oksigen, belanja telepon, belanja air, belanja listrik, makan minum tamu, perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 3. Persentase perlengkapan dan kualitas sarana dan prasarana. Indikator kinerja program ini menetapkan target sebesar 100% dan telah terealisasi sebesar 100% sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus dapat memenuhi kebutuhan diantaranya adalah pengadaan alat penyimpanan perlengkapan kantor, pengadaan personal computer, pengadaan peralatan mini computer, pengadaan personal computer, pengadaan kursi kerja pejabat, pengadaan alat komunikasi telephone dan pengadaan alat bantu keamanan. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. b. Terawatnya kantor/ bangunan pendukung rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus dapat memenuhi kebutuhan diantaranya adalah upah tenaga kerja dan 46

56 bahan baku bangunan untuk pemeliharaan gedung dan fasilitas penunjang. Pada tahun 2016 RS telah bisa memenuhi kebutuhan tersebut dan telah terealisasi sebesar 100% sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. c. Terawatnya sarana dan prasarana gedung kantor. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus dapat memenuhi kebutuhan diantaranya adalah belanja jasa service dan penggantian suku cadang untuk laptop, computer, printer dan AC. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. d. Terawatnya kendaraan dinas/ operasional rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 2 unit kendaraan dinas dan telah terealisasi sebanyak 2 unit kendaraan dinas sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 4. Persentase pemenuhan kebutuhan aparatur. Indikator kinerja program ini menetapkan target sebanyak 100% dan telah terealisasi sebanyak 100% sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedia dan terpenuhinya pakaian dinas dan pakaian khusus bagi para aparatur rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100% atau 1 stel pakaian olah raga untuk 164 pegawai yang ada di RSUD, dan telah terealisasi sebanyak 100% atau 1 stel pakaian olah raga untuk 164 pegawai yang ada di RSUD Ploso sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. 47

57 Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 5. Cakupan capaian kinerja dan keuangan rumah sakit. Indikator kinerja program ini menetapkan target sebesar 100% dan telah terealisasi sebesar 100% sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersusunnya rencana kerja rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 1 dokumen rencana kerja dan telah terealisasi sebesar 100% atau 1 dokumen rencana kerja sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. b. Tersusunnya laporan capaian kinerja rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 1 dokumen laporan capaian kinerja dan telah terealisasi sebesar 100% atau 1 dokumen laporan capaian kinerja sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. c. Tersusunnya laporan keuangan rumah sakit Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 1 dokumen laporan keuangan dan telah terealisasi sebesar 100% atau 1 dokumen laporan keuangan sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 48

58 SASARAN II Indikator sasaran: terlaksananya sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar Indikator sasaran ini menetapkan taget sebesar 100%, realisasinya sebesar 94.15%, sehingga capaian kinerjanya sebesar 94.15%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi indikator ini belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Capaian kinerja ini merupakan capaian kinerja rata-rata dari sub indikator sasaran, diantaranya: 1. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Sub indikator sasaran ini menetapkan target sebanyak orang, realisasinya sebanyak orang, capaian kinerjanya sebesar 97.78%. Capaian kinerja ini menujukkan kalau realisasi jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso belum bisa mencapai angka yang sudah ditetapkan dalam target. 2. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso. Sub indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 100% atau 15 paket pekerjaan, tetapi hanya terealisasi sebesar 86.67% atau 13 paket pekerjaan saja sehingga capaian kinerjanya sebesar 86.67%. Capaian kinerja ini menujukkan kalau realisasi belum bisa mencapai angka yang sudah ditetapkan dalam target. Berikut ini akan di tampilkan tabel perbandingan antara target pembangunan gedung dengan realisasi pembangunan gedung yang dibiayai melalui DAK dan DBHCHT. TABEL 5 PERBANDINGAN TARGET DENGAN REALISASI PEMBANGUNAN GEDUNG YANG DIBIAYAI OLEH DAK DAN DBHCHT TA No. KETERANGAN TARGET REALISASI A. Dibiayai DAK 1. Kontruksi pembangunan IPAL 1 paket 1 paket 2. Pengawasan teknis pembangunan IPAL 1 paket 1 paket 3. Perencanaan kontruksi ruang operasi dan 1 paket 1 paket BDRS 4. Kontruksi bangunan gedung radiologi 1 paket - 49

59 No. KETERANGAN TARGET REALISASI 5. Perencanaan teknis bangunan gedung 1 paket 1 paket radiologi 6. Pengawasan teknis bangunan gedung radiologi 1 paket - 7. Perencanaan teknis gedung CSSD 1 paket 1 paket 8. Perencanaan teknis gedung laborat dan rehab 1 paket 1 paket medic 9. Perencanaan teknis gedung obgyn (rawat inap) 1 paket 1 paket 10. Perencanaan teknis gedung laundry 1 paket 1 paket 11. Perencanaan teknis gedung instalasi gizi 1 paket 1 paket 12. Perencaan teknis gedung farmasi 1 paket 1 paket 13. Pengadaan dan pemasangan mesin IPAL 1 paket 1 paket B. Dibiayai DBHCHT 1. Kontruksi bangunan ICU 1 paket 1 paket 2. Pengawasan teknis 1 paket 1 paket JUMLAH 15 paket 13 paket 3. Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit. Sub indikator sasaran ini menetapkan target sebesar 100% atau 61 alat kesehatan sedangkan realisasinya hanya sebesar 98% atau 60 alat kesehatan sehingga capaian kinerjanya hanya sebesar 98%. berikut ini akan di tampilkan tabel perbandingan antara target pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit dengan realisasi pembelian alat-alat kesehatan rumah sakit yang dibiayai dari DAK dan DBHCHT. 50

60 TABEL 6 PERBANDINGAN TARGET DENGAN REALISASI PENGADAAN ALKES YANG DIBIAYAI DARI DAK DAN DBHCHT TA No. KETERANGAN TARGET REALISASI DIBIAYAI DAK 1. Alat kedokteran bedah a. Diruang operasi - Pasien monitor 1 Unit 1 unit - Lampu operasi 1 Unit 1 unit - Bed operasi 1 Unit 1 unit - Mesin anastesi 1 Unit 1 unit - Mesin suction 1 Unit 1 Unit - ESU 1 Unit 1 unit - Defibrilator 1 Unit 1 unit - Ultraviolet room 1 Unit 1 unit - Troli instrument 10 Unit 10 unit - Mesin anastesi 1 Unit 1 unit - Lampu operasi 1 Unit 1 unit b. Diruang pulih sadar - Pasien monitor 2 Unit 2 Unit - Bed pasien 2 Unit 2 Unit - Almari pasien 2 Unit 2 unit - Troli emergency 2 Unit 2 unit - Ambubag set 3 Unit 3 unit - Lampu tindakan 2 Unit 2 unit - Mayo table 3 Unit 3 unit c. Alat-alat operasi - Sectio caesaria set 2 Set 2 Set - Laparatomy set 2 Set 2 Set 2. Alat kedokteran radiologi - Pesawat sinar X stationer 1 Unit 1 unit DIBIAYAI DBHCHT 3. Alat kedokteran bagian penyakit dalam - Monitor pasien 2 Unit 2 unit - Bed ICU elektrik 2 Unit 2 unit - Matras 5 Unit 5 Unit - Spirometer 1 Unit 1 unit - Nebulizer 2 Unit 2 unit - Aksesoris spirometer 1 Paket 0 paket 51

61 - X-ray film viewer 6 Unit 6 unit - Defibrilator 1 Unit 1 unit JUMLAH 61 Unit 60 unit Capaian indikator program dan kegiatan yang ada pada sasaran II RSUD Ploso adalah sebagai berikut: 1. Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Indikator program ini menetapkan target sebesar 100% dan terealisasi sebesar 99% sehingga tingkat capaiannya sebesar 99%, Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Pembangunan gedung dan pengadaan alat kedokteran sesuai standar. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 2 paket pekerjaan terkait pembangunan gedung dan 20 unit alkes, realisasinya sebesar 2 paket pekerjaan terkait pembangunan gedung dan 19 unit alkes sehingga capaian kinerjanya adalah sebesar 99%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum dapat mencapai target. 2. Presentase capaian standar minimal sarana prasarana penunjang layanan rujukan di RSUD Ploso. Indikator program ini menetapkan target sebesar 100% dan telah terealisasi sebesar 92.31% Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedia dan terpenuhinya alat-alat kesehatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 41 unit alat kesehatan, realisasinya adalah 41 unit alat kesehatan sehingga capaian kinerjanya adalah 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah dapat mencapai target. b. Terbangunnya bangunan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau 13 paket pekerjaan terkait pembangunan gedung, realisasinya adalah 11 paket pekerjaan sehingga capaian kinerjanya adalah sebesar 84,62%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum bida mencapai target. 52

62 SASARAN III Indikator sasaran: 1. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indikator sasaran ini menetapkan taget sebesar 100%, realisasinya sebesar %, sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja ini diperoleh dari rincian perhitungan sebagai berikut: Peningkatan kualitas sumber daya manusia = Realisasi pegawai yang mengikuti diklat x 100% Target jumlah pegawai yang akan diikutkan diklat 95 orang x 100% = 70 orang = % Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi indikator ini sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 2. Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia. Indikator sasaran ini menetapkan taget sebesar 100%, realisasinya sebesar 87.10%, sehingga capaian kinerjanya sebesar 87.10%. Capaian kinerja ini diperoleh dari rincian perhitungan sebagai berikut: Peningkatan kualitas sumber daya manusia = Realisasi pemenuhan kebutuhan pegawai x 100% Proyeksi kebutuhan pegawai 108 orang x 100% = 124 orang = % Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi indikator ini belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Capaian indikator program dan kegiatan yang ada pada sasaran ke III RSUD Ploso adalah sebagai berikut: 1. Persentase capaian jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Ploso. Indikator kinerja program ini menetapkan target kunjungan rawat jalan sebanyak orang, realisasinya orang sehingga capaian kinerjanya sebesar 87.21%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi jumlah 53

63 kunjungan pasien rawat jalan belum bisa memenuhi target yang telah ditetapkan. Indikator ini menetapkan target kunjungan rawat inap sebanyak orang, realisasinya orang sehingga capaian kinerjanya sebesar 53.99%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi jumlah kunjungan pasien rawat inap belum bisa memenuhi target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedianya jaringan system informasi rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100% atau 10 titik yang akan terpasang SIMRS, realisasinya SIMRS berhasil dipasang pada 10 titk. Sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. b. Terlaksananya proses persiapan rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum Daerah. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau RSUD Ploso bisa mempersiapkan diri menjadi BLUD dengan cara melakukan tiga kali bimtek dan satu kali sosialisasi. namun realisasi kinerja pada kegiatan ini adalah 0% sehingga capaian kinerjanya adalah 0%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan. c. Terlaksananya akreditasi pelayanan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebesar 100% atau RSUD Ploso bisa lulus akreditasi namun realisasi kinerja pada kegiatan ini adalah 0% sehingga capaian kinerjanya adalah 0%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan. d. Terdapatnya media promosi dan tambahan mengenai rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus bisa memenuhi kebutuhan berupa spanduk/ umbul-umbul, iklan, cetak brosur, cetak kalender, pengadaan papan nama dan kotak saran. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya 54

64 sebesar 100% dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. e. Terlaksananya jasa pelayanan kesehatan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100% atau RS diharapkan dapat memberikan jasa pelayanannya kepada pegawainya selama 12 bulan namun hanya terealisasi sebanyak 9 bulan sehingga capaian kinerjanya sebesar 75%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. f. Meningkatnya kualitas dokter dan para medis di rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100% atau 37 orang dan telah terealisasi sebanyak 60 orang sehingga capaian kinerjanya sebesar 162%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. g. Meningkatnya kualitas tenaga non medis di rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 33 orang dan telah terealisasi sebanyak 35 orang sehingga capaian kinerjanya sebesar 106%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. h. Tersedianya jasa mitra atau kerjasama dengan rumah sakit lain. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100% atau RS diharapkan dapat membayar iuran ke PERSI selama 12 bulan dan terealisasi sebanyak 12 bulan sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. i. Terawatnya instalasi pengolahan limbah rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS diharapkan dapat memenuhi kebutuhan berupa belanja jasa uji laboratorium, perbaikan jaringan air bersih, pemusnahan limbah B3, service blower dan pompa IPAL serta penggantian suku cadangnya. Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga realisasinya adalah 100% 55

65 dan capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. j. Terawatnya alat-alat kesehatan rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS harus dapat memenuhi kebutuhan terkait perpanjangan ijin radiologi, uji laboratorium, kalibrasi alat kedokteran dan penggantian suku cadang alat kesehatan. Namun hanya terealisasi sebesar 75% sehingga capaian kinerjanya sebesar 75%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. k. Terawatnya ambulance atau mobil jenazah untuk rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 5 unit ambulance dan telah terealisasi sebanyak 5 unit ambulance sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. l. Terawatnya sarana dan prasarana rumah sakit. Indikator kinerja kegiatan ini menetapkan target sebanyak 100%, artinya RS diharapkan dapat memenuhi kebutuhan untuk service dan penggantian suku cadang sarana prasarana (computer, laptop, printer, AC, kipas angin, Televisi, Vacum cleaner, mesin pemotong rumput, mesin cuci, blender, troly, mebeleur dan genset). Pada tahun 2016 RS telah berhasil memenuhi kebutuhan tersebut sehingga capaian kinerjanya sebesar 100%. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. 56

66 N o 2. MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA TAHUN INI DENGAN TAHUN LALU DAN BEBERAPA TAHUN TERAKHIR. Tabel 7. Perbandingan Capaian Kinerja Indikator sasaran Tahun 2014, 2015 dan 2016 RSUD Ploso Kab. Jombang Tahun Anggaran 2016 Sasaran Indikator Sasaran Target kinerja Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Realisasi kinerja Capaian kinerja % Target kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja (%) Target kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja (%) Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran I Meningkatnya 1 Penanganan/ 100% % % kualitas pelayanan kesehatan cakupan pelayanan kesehatan Sub Indikator Sasaran a Jumlah pasien yang dilayani orang orang orang orang orang orang b. Bed Occupancy Rate (BOR) 60-85% 49.74% % 56.98% % 50.21% c Average Length of 6-9 hari 2.32 hari hari 2.56 hari hari 2.58 hari Stay (ALOS) d. Turn Over Internal (TOI) 1-3 hari 2.41 hari hari 1.97 hari hari 2.61 hari 100 e. Bed Turn Over (BTO) kali kali Kali kali kali kali f. Gross Death Rate (GDR) < < < g. Net Death Rate (NDR) < < < Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran II Berkembangnya Terlaksananya 95% % 66.91% % 94.15% sistem pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai 1 sistem rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar Sub Indikator Sasaran a. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso 982 orang 982 orang orang orang orang orang b. c. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit 0% 0% 0 100% 4% 4% 100% 86.67% 86.67% 0% 0% 0 100% 66% 66% 100% 98% 98% Persentase rata-rata capaian kinerja sasaran III Meningkatnya Persentase 100% % % % % kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 1 peningkatan kualitas sumber daya manusia 2 Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia Sumber: Pengukuran kinerja RSUD Ploso Tahun 2014,2015 dan % % 96.30% % 87.10%

67 Dari tabel diatas dapat dilihat perbandingan antara capaian kinerja indikator sasaran Tahun 2014, 2015 dan Berikut ini akan dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai hasil perbandingan tersebut. SASARAN I Indikator sasaran: penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. 1. Jumlah pasien yang dilayani. Pada tahun 2016 indikator ini memiliki target sebesar orang target ini sesuai dengan target yang ada di RPJMD, realisasinya orang, sehingga capaian kinerjanya sebesar 76.59%. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya sebesar 84.92% dan 2014 yang capaian kinerjanya sebesar 81.05%. 2. Bed Occupancy Rate (BOR). Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar 60-85%, realisasi pada tahun 2016 sebesar 50.21% sehingga capaian kinerjanya sebesar 83.68%. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan penurunan dari pada tahun 2015 yang capaian kinerjanya sebesar 94.97%, Namun tahun 2016 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang capaian kinerjanya hanya sebesar 82,90%. 3. Average Lenght of stay (ALOS). Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar 6-9 hari, realisasi pada tahun 2016 sebesar 2.58 hari sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan peningkatan dari pada tahun 2015 yang capaian kinerjanya hanya 42.67% dan tahun 2014 yang capaian kinerjanya hanya sebesar 38.67%. 4. Turn Over Internal (TOI). Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar 1-3 hari, realisasi pada tahun 2016 sebesar 2.61 hari sehingga capaian kinerjanya sebesar 100 %. Capaian kinerja pada tahun 2016 ini sama dengan capaian kinerja tahun 2015 dan 2014 yaitu 100%, hal ini disebabkan karena realisasi tahun 2014, 2015 dan 2016 masih dalam rentang kendali target. 58

68 5. Bed Turn Over (BTO). Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar kali, realisasi pada tahun 2016 sebesar kali sehingga capaian kinerjanya sebesar 71.62%. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan Kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya hanya sebesar 62.76% dan capaian kinerja tahun 2014 yang hanya sebesar 65.57%. 6. Gross Death Rate (GDR). Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar < 45, realisasi pada tahun 2016 sebesar sehingga capaian kinerjanya sebesar Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya hanya % dan capaian kinerja tahun 2014 yang hanya sebesar %. 7. Net Death Rate (NDR). Pada tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target < 25, realisasi pada tahun 2016 sebesar 8.75 sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian kinerja pada tahun 2016 ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya hanya sebesar %, namun capaian kinerja tahun 2016 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2014 yang sebesar %. SASARAN II Indikator sasaran: terlaksananya system rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. 1. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Pada tahun 2016 sub indikator sasaran ini memiliki target orang dan realisasinya sebesar orang sehingga capaian kinerjanya sebesar 97.78%. Capaian kinerja ini menunjukkan adanya penurunan karena pada tahun 2015 capaian kinerjanya sebesar % dan capaian kinerja tahun 2014 yang sebesar 100%. Namun jika dilihat dari jumlah pasien yang dirujuk maka dari tahun ke tahun jumlahnya mengalami kenaikan. 59

69 2. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso. Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator ini menetapkan target sebesar 100%. Realisasi pada tahun 2016 sebesar 86.67% sehingga capaian pada tahun 2016 adalah 86.67%. Capaian kinerja ini menunjukkan adanya kenaikan yang sangat drastis karena pada tahun 2015 capaian kinerjanya hanya sebesar 4%. Namun pada tahun 2014 tidak menetapkan target karena RSUD Ploso tidak menerima dana dari DBHCHT dan DAK. 3. Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit. Pada tahun 2015 dan 2016 sub indikator sasaran ini memiliki target 100%, realisasi pada tahun 2016 sebesar 98% sehingga capaian pada tahun 2016 adalah 98%. Capaian kinerja ini menunjukkan kenaikan karena pada tahun 2015 capaian kinerjanya hanya sebesar 66%. Namun pada tahun 2014 tidak menetapkan target karena RSUD Ploso tidak menerima dana dari DBHCHT dan DAK. SASARAN III Indikator sasaran: meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. 1. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar 100%, realisasi pada tahun 2016 sebesar % sehingga capaian kinerjanya sebesar %. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya hanya % dan tahun 2014 yang capaian kinerjanya hanya 64.38%. 2. Persentase pemenuhan sumber daya manusia. Pada Tahun 2014, 2015 dan 2016 indikator ini memiliki target sebesar 100%, realisasi pada tahun 2016 sebesar 87.10% sehingga capaian kinerjanya sebesar 87.10%. Capaian pada tahun 2016 ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang capaian kinerjanya sebesar 96.30%. namun capaian kinerja tahun 2016 ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang capaian kinerjanya hanya sebesar 65.64%. 60

70 3. MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA SAMPAI DENGAN TAHUN INI DENGAN DOKUMEN TARGET JANGKA MENENGAH YANG TERDAPAT DALAM DOKUMEN PERENCANAAN STRATEGIS. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan yang diperoleh dari: Rata-rata capaian SPM = Jumlah capaian SPM pelayanan RS Jumlah pelayanan RS Rata-rata capaian SPM = 1, x Rata-rata capaian SPM = 68.02% Setelah didapatkan rata-rata capaian SPM maka langkah selanjutya adalah membandingkan rata-rata capaian SPM atau realisasi capaian SPM dengan target capaian SPM yang sudah ditetapkan dalam indikator program. Capaian SPM = Capaian SPM = Rata-rata capaian SPM pelayanan RS x 100% Target capaian SPM pada indikator program x 100% 90 Capaian SPM = % Berdasarkan dari perhitungan diatas maka indikator kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso pada tahun 2016 memiliki target sebesar 90% dan realisasi sebesar 68.02% sehingga capaian kinerjanya sebesar 75.57%. Capaian kinerja ini termasuk dalam kategori sedang. 61

71 No. Indikator Sasaran 1. Kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso Tabel 8. Perbandingan Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2015 dan 2016 Th Target Th rata-rata realisasi Kinerja Th Th Capaian Kinerja Th Th % 90% 66.69% 68.01% 83.36% 75.57% Realisasi kinerja kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso pada tahun 2015 adalah sebesar 66.69% dan pada tahun 2016 adalah sebesar 68.01% hal ini menunjukkan adanya kenaikan realisasi sebesar 1.93% pada tahun Capaian kinerja kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso pada tahun 2015 sebesar 83.36% dan pada tahun 2016 sebesar 75.57% hal ini menunjukkan adanya penurunan capaian kinerja sebesar 7.79%. Realisasi kinerja kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso pada tahun 2016 hanya sebesar 68.02% atau belum bisa maksimal, hal ini terjadi karena minimnya anggaran belanja yang diterima oleh RSUD Ploso sehingga sarana dan prasarana yang ada di RSUD Ploso juga masih terbatas jumah dan jenisnya, contohnya pembangunan gedung rawat inap yang seharusnya dilakukan pada tahun 2015 belum dapat terealisasi sehingga pelayanan pada pasien rawat inap belum bisa maksimal dan RSUD Ploso juga belum memilki dokter spesialis patologi klinik sebagai pelaksana ekspertisi sehingga tidak semua kegiatan bisa dilakukan. Kendala inilah yang menyebabkan tingkat capaian SPM pada pemberian pelayanan masih belum bisa maksimal atau masih rendah. Untuk mengatasi kendala tersebut maka di tahun 2017 ini RSUD Ploso mengupayakan untuk terus menerus meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi. 62

72 Bila dibandingkan dengan tahun 2015 maka realisasi kinerja pada tahun 2016 mengalami peningkatan, hal ini terjadi karena RSUD Ploso terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi serta berusaha untuk terus menerus meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi. Tabel 9. Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2016 No. Program Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.) % 1. Pelayanan administrasi perkantoran ,99 91,48 2. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur ,45 3. Peningkatan disiplin aparatur Perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD ,59 5. Pelayanan kesehatan RSUD Ploso ,84 89,78 6. Pendukung pelayanan kesehatan RSUD Ploso 7. Pembinaan lingkungan sosial pada RSUD Ploso (DBHCHT) 8. Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso , , ,55 Jumlah ,83 87,59 Sumber: Laporan Pengawasan Anggaran Definitif Perkegiatan Tahun 2016 Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa pada tahun 2016 RSUD Ploso memiliki anggaran belanja sebesar Rp dan terealisasi sebesar Rp ,83 atau terealisasi sebesar 87,59%. Bila realisasi anggaran tersebut dibandingkan dengan realisasi capaian kinerja indikator sasaran pada tahun 2016 yang sebesar 102,12% maka akan diperoleh tingkat efisiensi penggunaan sumber daya sebesar 14,53%. 63

73 Semua program kegiatan yang ada di DPA RSUD Ploso pada tahun 2016 memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso. Yang terdiri dari: a. Program pelayanan administrasi perkantoran. b. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur. c. Program peningkatan disiplin aparatur. d. Program perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD. e. Program pelayanan kesehatan RSUD Ploso. f. Program pendukung pelayanan kesehatan RSUD Ploso. g. Program pembinaan lingkungan sosial bidang kesehatan. h. Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso. 4. MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA TAHUN INI DENGAN STANDAR NASIONAL (JIKA ADA). Dalam melaksanakan kinerjanya RSUD Ploso memiliki dua standar nasional yang harus diikuti, diantaranya: a. Berdasarkan buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan, dan Penyajian Data Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI Pusat Data Kesehatan Jakarta Tahun 2005 pada Bab III tentang Pengolahan data di rumah sakit antara lain: 1) Bed Occupancy Rate (BOR) yaitu tentang persentase pemakaian tempat tidur dalam satu satuan waktu tertentu dengan standar %; 2) Average Length Of Stay (ALOS) yaitu tentang rata - rata lama rawat seorang pasien dengan standar 6-9 hari; 3) Bed Turn Over (BTO) yaitu tentang frekwensi pemakaian tempat tidur pada satu periode dengan standar kali; 4) Turn Over Interval (TOI) yaitu tentang rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dengan standar 1-3 hari; 5) Gross Death Rate (GDR) yaitu tentang Angka Kematian Umum untuk setiap 1000 penderita keluar dengan standar 45 per mil. 64

74 6) Net Rate (NDR) yaitu tentang Angka Kematian Neto/angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar dengan standar 25 per mil. Berikut ini akan ditampilkan perbandingan antara BOR, BTO, TOI, ALOS, NDR dan GDR standar nasional dengan realisasi yang ada di RSUD Ploso. Tabel 10 Perbandingan BOR, BTO, TOI, ALOS, NDR & GDR Tahun 2016 Keterangan Target kinerja (Standar nasional) Realisasi Kinerja (RSUD Ploso) Capaian Kinerja (%) A Bed Occupancy Rate (BOR) 60-85% 50.21% B Bed Turn Over (BTO) kali 69.81kali C Turn Over Internal (TOI) 1-3 hari 2.61 hari 100 D Average Length of Stay (ALOS) 6-9 hari 2.58 hari E Net Death Rate (NDR) < F Gross Death Rate (GDR) < Berdasarkan dari tabel diatas maka dapat lihat bahwa realisasi BOR, BTO dan ALOS belum bisa sesuai standar sedangkan realisasi TOI, NDR dan GDR sudah terealisasi sesuai dengan standar. b. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No:129/Menkes/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Berikut ini akan ditampilkan perbandingan antara standar nasional SPM rumah sakit dengan realisasi SPM yang ada di RSUD Ploso. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan yang diperoleh dari: Rata-rata capaian SPM = Jumlah capaian SPM pelayanan RS Jumlah pelayanan RS 65

75 Rata-rata capaian SPM = 1, x Rata-rata capaian SPM = 68.02% Setelah didapatkan rata-rata capaian SPM maka langkah selanjutya adalah membandingkan rata-rata capaian SPM atau realisasi capaian SPM dengan target capaian SPM yang sudah ditetapkan dalam indikator program. Capaian SPM = Capaian SPM = Rata-rata capaian SPM pelayanan RS x 100% Target capaian SPM pada indikator program x 100% 90 Capaian SPM = % Berdasarkan dari perhitungan diatas maka indikator kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso pada tahun 2016 memiliki target sebesar 90% dan realisasi sebesar 68.02% sehingga capaian kinerjanya sebesar 75.57%. Capaian kinerja ini termasuk dalam kategori sedang. 5. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/ KEGAGALAN ATAU PENINGKATAN/ PENURUNAN KINERJA SERTA ALTERNATIVE SOLUSI YANG TELAH DILAKUKAN. Berikut ini akan diuraikan tentang penyebab keberhasilan/ kegagalan atau peningkatan/ penurunan dari masing-masing indikator sasaran, indikator kinerja program dan kinerja kegiatan serta alternative solusi yang telah dilakukan: 66

76 SASARAN I Indikator sasaran: penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan telah bisa mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. Hal ini disebabkan karena pencapaian dari sub indikator sasaran ini rata-rata capaian kinerjanya adalah sebesar %. Berikut ini akan diuraikan lebih lanjut dari masing-masing sub indikator sasarannya. 1. Jumlah pasien yang dilayani. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasinya belum bisa mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target, hal ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah faskes tingkat 1 maupun rumah sakit di wilayah sekitar Ploso, masih terbatasnya sarana prasarana dan tenaga SDM yang dimiliki RSUD Ploso. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara terus berusaha untuk meningkatkan sarana prasarana yang ada di RSUD Ploso serta meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada di RSUD Ploso. 2. Bed Occupancy Rate (BOR). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi indikator BOR masih belum bisa mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target, hal ini terjadi karena ada beberapa tempat tidur perinatologi yang kosong pada tahun 2016 sehingga mengakibatkan tingkat capaian BOR rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka seharusnya RSUD Ploso dapat memanfaatkan semua tempat tidur yang ada dan selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada semua pasien khususnya kepada pasien rawat inap. 3. Average Lengt of Stay (ALOS). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi ALOS belum berhasil mencapai target yang sudah ditentukan. Target ALOS yang ideal adalah 6-9 hari namun realisasi ALOS RSUD Ploso hanya sebesar 2.58 hari. Realisasi yang tidak dalam rentang kendali target ini menunjukkan kalau penanganan pasien di RSUD Ploso sudah baik sehingga 67

77 pasien bisa cepat disembuhkan, karena ALOS ini menunjukkan rata-rata lama waktu pasien di rawat di rumah sakit. 4. Turn Over Internal (TOI). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi TOI sudah dapat mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. Hal ini menujukkan kalau Jumlah pasien rawat inap di RSUD Ploso pada tahun 2016 mengalami peningkatan sehingga hanya memerlukan waktu 2,61 hari saja tempat tidur di rawat inap sudah terisi pasien baru. 5. Bed Turn Over (BTO). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi BTO belum berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. hal ini disebabkan karena jumlah tempat tidur yang ada tidak sebanding dengan jumlah pasien yang dirawat inap. Solusi yang harus dilakukan adalah RSUD Ploso harus dapat segera membangun tambahan gedung rawat inap. 6. Gross Death Rate (GDR). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi GDR sudah berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau angka kematian umum untuk tiap-tiap penderita keluar masih rendah. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien sehingga mampu menekan angka kematian. 7. Net Death Rate (NDR). Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi NDR sudah berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau angka kematian penderita setelah dirawat > 48 jam untuk tiap-tiap penderita keluar masih rendah. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien sehingga mampu menekan angka kematian. 68

78 Capaian indikator program dan kegiatan yang ada pada sasaran I RSUD Ploso adalah sebagai berikut: 1. Persentase capaian SPM layanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkkan kalau realisasi capaian SPM layanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso belum bisa memenuhi target yang sudah ditetapkan. hal ini terjadi karena kurangnya sarana dan prasarana yang ada di RSUD Ploso, contohnya pembangunan gedungrawat inap yang seharusnya dilakukan pada tahun 2015 belum dapat terealisasi sehingga pelayanan pada pasien rawat inap belum bisa maksimal, selain itu ada beberapa unit pelayanan yang belum melakukan survei kepuasan pasien, padahal hal ini merupakan salah satu indikator dalam penilaian SPM. Kendala inilah yang menyebabkan tingkat capaian SPM pada pemberian pelayanan masih belum bisa maksimal atau masih rendah. Untuk mengatasi kendala tersebut maka di tahun 2016 ini RSUD Ploso mengupayakan untuk terus menerus meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Terbangunnya bangunan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah bisa mencapai target yang sudah ditentukan. Yaitu realisasinya berupa dokumen review perencanaan kontruksi pembangunan gedung rawat inap, selasar penghubung dan tangga. b. Tersedia dan terpenuhinya alat-alat kesehatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa alat kesehatan yang harus dilakukan dengan cara lelang tidak bisa dilakukan karena pada tahun 2016 RSUD Ploso masih meminjam pejabat pengadaan dari instansi lain selain itu kegiatan pengadaan alat-alat kesehatan ada yang dilakukan setelah PAK akibatnya waktunya tidak cukup bila pengadaan tersebut dilakukan melalui e-catalog. Solusi untuk 69

79 mengatasi masalah tersebut adalah RSUD Ploso harus segera mencari pejabat pengadaan yang bisa stanbay di RSUD Ploso dan melakukan kegiatan pengadaan di awal tahun. c. Tersedia dan terpenuhinya obat-obatan rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, karena RSUD Ploso pada tahun 2016 menerima anggaran belanja yang sangat minim sehingga anggaran untuk belanja pengadaan obat juga terbatas akibatnya tidak semua kebutuhan obat pasien bisa disediakan oleh RSUD Ploso. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah RSUD Ploso meminta dukungan kepada anggota DPRD Kab. Jombang dan Pemkab Jombang agar RSUD Ploso tidak diberi kebijakan rasionalisasi anggaran. d. Tersedia dan terpenuhinya mebeleur rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Tetapi masih ada hutang yang harus dibayar oleh RSUD Ploso. e. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan peralatan rumah tangga rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan kebutuhan. f. Tersedia dan terpenuhinya seluruh kebutuhan logistic aparatur dan pasien rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Sehingga terpenuhinya semua kebutuhan pasien. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan jumlah pasien yang ada. 70

80 g. Tersedia dan terpenuhinya kebutuhan percetakan dan kegiatan surat menyurat rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan kebutuhan. h. Terdapatnya mitra atau kerjasama dalam penyediaan pelayanan kesehatan dengan pihak-pihak luar rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, tetapi masih ada hutang dengan pihak diluar rumah sakit yang masih harus diselesaikan. Terlaksananya rehabilitasi ringan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan kebutuhan. i. Terlaksananya rehabilitasi sedang/ berat rumah sakit Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan kebutuhan. j. Terlaksananya pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan menyerap anggaran sesuai dengan kebutuhan. 2. Persentase administrasi pasien terlayani. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena para pegawai 71

81 RSUD Ploso telah mampu memberikan pelayanan administrasi kepada semua pasien yang ada. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Terlaksananya pelayanan jasa administrasi teknis perkantoran. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan administrasi perkantoran dengan baik juga sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan. b. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu memberikan jasa kepada tenaga pendukung pelayanan administrasi sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan. 3. Persentase perlengkapan dan kualitas sarana dan prasarana. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso mampu melakukan pengadaan dan menjaga kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki.indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso mampu menyediakan sarana dan prasarana gedung kantor dengan baik. b. Terawatnya kantor/ bangunan pendukung rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk melakukan perawatan kantor/ bangunan pendukung rumah sakit. 72

82 c. Terawatnya sarana dan prasarana gedung kantor. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk melakukan perawatan sarana dan prasarana gedung kantor. d. Terawatnya kendaraan dinas/ operasional rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk melakukan perawatan kendaraan dinas/ operasional rumah sakit. 4. Persentase pemenuhan kebutuhan aparatur. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk memenuhi kebutuhan aparatur dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedia dan terpenuhinya pakaian dinas dan pakaian khusus bagi para aparatur rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk memenuhi kebutuhan aparatur contohnya adalah baju seragam. 5. Cakupan capaian kinerja dan keuangan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk membuat perencanaan dalam jangka waktu 1 tahun serta telah mampu melaporkan tentang apa yang sudah dikerjakan dalam bentuk laporan kinerja instansi pemerintah dan laporan keuangan. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: 73

83 a. Tersusunnya rencana kerja rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu menyusun rencana kerja untuk jangka waktu satu tahun. b. Tersusunnya laporan capaian kinerja rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu menyusun laporan capaian kinerja rumah sakit atau biasa disebut LAKIP. c. Tersusunnya laporan keuangan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu menyusun laporan keuangan rumah sakit. SASARAN II Indikator sasaran: terlaksananya system rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan belum dapat mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. Hal ini disebabkan karena pencapaian dari sub indikator sasaran ini rata-rata capaian kinerjanya adalah sebesar 94.15%. Berikut ini akan diuraikan lebih lanjut dari masing-masing sub indikator sasarannya. 1. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai angka yang telah ditetapkan dalam target. Hal ini disebabkan karena RSUD Ploso saat ini belum memiliki sarana prasarana yang cukup baik (belum memiliki gedung rawat inap). 2. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai angka yang telah ditetapkan dalam 74

84 target. Hal ini disebabkan karena RSUD Ploso pada tahun 2016 belum dapat melaksanakan pembangunan yang bersumber dari dana DAK secara keseluruhan (gedung radiologi telah gagal lelang). 3. Terpenuhinya kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai angka yang telah ditetapkan dalam target. Hal ini disebabkan karena adanya 1 alat kesehatan yang belum bisa terbeli sehingga penyerapan tidak bisa 100%. SASARAN III Pada tahun 2016 capaian kinerja dari indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sudah berhasil mencapai angka yang sudah ditentukan dalam target. Hal ini disebabkan karena pencapaian dari indikator sasaran ini rata-rata capaian kinerjanya adalah sebesar 111,40%. Berikut ini akan diuraikan lebih lanjut dari masing-masing indikator sasarannya 1. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. Capaian kinerja pada indikator ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai lebih dari target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso banyak mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan pelatihan yang berhubungan dengan tupoksi karyawan itu sendiri dan pelatihan yang berhubungan dengan akreditasi dan BLUD, hal ini dilakukan dalam rangka persiapan RSUD Ploso menuju akreditasi dan BLUD rumah sakit. 2. Persentase pemenuhan sumber daya manusia. Pada tahun 2016 capaian kinerja dari sub indikator sasaran ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai angka yang telah ditetapkan dalam target. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2016 RSUD Ploso menetapkan target kebutuhan tenaga kontrak sebanyak 124 orang dan baru terealisasi sebesar 108 orang atau masih kurang 16 orang. Capaian indikator program dan kegiatan yang ada pada sasaran ke III 75

85 RSUD Ploso adalah sebagai berikut: 1. Persentase jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Ploso. Pada tahun 2016 jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap belum bisa mencapai target yang telah di tetapkan. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah faskes tingkat 1 maupun rumah sakit di wilayah sekitar Ploso dan masih terbatasnya sarana prasarana yang dimiliki RSUD Ploso. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara terus berusaha untuk meningkatkan sarana prasarana yang ada di RSUD Ploso. Indikator kinerja program ini memiliki indikator kinerja kegiatan dengan capaian kinerja sebagai berikut: a. Tersedianya jaringan system informasi rumah sakit. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso sudah berhasil menemukan pihak ketiga untuk melaksanakan kegiatan ini, sehingga pada tahun 2016 telah terpasang SIM RS di 10 titik. b. Terlaksananya proses persiapan RS menjadi BLUD. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso kesulitan dalam menemukan pihak ketiga yang akan membimbing RSUD Ploso dalam menyiapkan dokumen kelengkapan BLUD. c. Terlaksananya akreditasi RS. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso masih belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, sehingga kemungkinan untuk bisa lulus akreditasi juga semakin kecil. Solusinya adalah mulai tahun 2017 nanti RSUD Ploso harus bisa melengkapi kekurangan sarana dan prasarananya. d. Terdapatnya media promosi dan tambahan mengenai rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, tetapi dalam penyerapan 76

86 anggaran belum dapat terserap secara maksimal hal ini terjadi karena ada beberapa media promosi yang seharusnya dapat dipasang di gedung baru masih belum bisa terpasang karena pada tahun 2016 RSUD Ploso gagal dalam pembangunan gedung baru. e. Terlaksananya jasa pelayanan kesehatan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso pada tahun 2016 tidak memiliki anggaran belanja yang banyak sehingga hanya mampu memberikan jasa pelayanan kepada pegawainya selama 9 bulan, kekurangan dari pembayaran jasa pelayanan ini terpaksa akan dibayarkan pada tahun depan. Solusi yang harus dilakukan adalah RSUD Ploso harus meminta dukungan kepada DPRD dan Pemkab. Jombang agar RSUD Ploso tidak dikenai kebijakan rasionalisasi atau pengurangan anggaran lagi. f. Meningkatnya kualitas dokter dan para medis di rumah sakit. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso banyak mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan persiapan akreditasi rumah sakit. g. Meningkatnya kualitas tenaga non medis di rumah sakit. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso banyak mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan persiapan akreditasi rumah sakit. h. Tersedianya jasa mitra atau kerjasama dengan rumah sakit lain. Capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi sudah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah membayarkan iuran keanggotaannya kepada PERSI. 77

87 i. Terawatnya instalasi pengolahan limbah rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pegawai RSUD Ploso sudah bekerja dengan baik sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan. j. Terawatnya alat-alat kesehatan rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi belum berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD ploso belum dapat melakukan kalibrasi alat-alat kesehatan, karena pihak BPFK masih sibuk sehingga RSUD Ploso harus mengantri dan dijadwalkan baru bisa dikalibrasi alatnya pada tahun k. Terawatnya ambulance atau mobil jenazah untuk rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Namun dalam penyerapan anggaran belum bisa dilakukan secara maksimal hal ini terjadi karena perawatan hanya dilakukan pada 3 ambulan yang lama dan 2 ambulan yang baru masih belum memerlukan perawatan. l. Terawatnya sarana dan prasarana rumah sakit. Pada tahun 2016 capaian kinerja ini menunjukkan kalau realisasi telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena RSUD Ploso telah mampu untuk melakukan perawatan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit. 78

88 6. ANALISIS ATAS EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA; Tabel 11 Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tahun 2016 NO SASARAN INDIKATOR SASARAN % CAPAIAN KINERJA % PENYERAPAN ANGGARAN TINGKAT EFISIENSI 1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan Penanganan/ cakupan pelayanan kesehatan. Sub indikator Jumlah pasien yang dilayani. Bed occupancy rate (BOR). Bed turn over (BTO). Turn over internal (TOI). Average length of stay. Net death rate (NDR). Gross death rate (GDR) Berkembangnya system pelayanan kesehatan rujukan dan sarana prasarana yang memadai Terlaksananya system rujukan dan terpenuhinya sarana prasarana sesuai standar. Jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ploso. Terpenuhinya prasarana RSUD Ploso. Terpenuhinya kebutuhan alatalat kesehatan rumah sakit Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. - - Persentase peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Persentase peningkatan kualitas sumber daya manusia. Persentase pemenuhan kuantitas sumber daya manusia RATA-RATA Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa rata-rata capaian kinerja RSUD Ploso pada tahun 2016 adalah sebesar 102,12% sedangkan rata-rata penyerapan anggarannya adalah 87.59% sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber dayanya adalah sebesar 14.53%. 79

89 7. ANALISIS PROGRAM/KEGIATAN YANG MENUNJANG KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN PENCAPAIAN PERNYATAAN KINERJA). Semua program kegiatan yang ada di DPA RSUD Ploso pada tahun 2016 memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Ploso. Yang terdiri dari: a. Program pelayanan administrasi perkantoran. b. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur. c. Program peningkatan disiplin aparatur. d. Program perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD. e. Program pelayanan kesehatan RSUD Ploso. f. Program pendukung pelayanan kesehatan RSUD Ploso. g. Program pembinaan lingkungan sosial bidang kesehatan. h. Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso. B. REALISASI ANGGARAN 1. REALISASI DPA RSUD PLOSO TAHUN ANGGARAN Sampai dengan akhir tahun 2016, jumlah pagu anggaran belanja langsung pada Rumah Sakit Umum Daerah Ploso adalah Rp dan telah terealisasi sebesar Rp ,83. atau terealisasi sebesar 87,59%. Berikut ini akan di sajikan tabel yang berisi tentang rincian belanja langsung yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Ploso. Tabel 12 Pengelompokan Anggaran Belanja dan Realisasi Belanja Di RSUD Ploso Tahun Anggaran 2016 NO BELANJA ANGGARAN REALISASI (Rp.) (Rp.) % 1. Belanja Langsung , a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang Jasa , c. Belanja Modal Sumber : Laporan Realisasi APBD RSUD PlosoTahun

90 Berdasarkan dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa komposisi realisasi belanja langsung di RSUD Ploso yang paling tinggi adalah realisasi belanja modal sebesar % dari jumlah realisasi yang ada, kemudian disusul realisasi belanja pegawai sebesar 25.01% dari jumlah realisasi yang ada dan yang paling rendah adalah realisasi belanja barang dan jasa sebesar 24,14%, hal ini terjadi karena pada tahun 2016 RSUD Ploso lebih mengutamakan untuk belanja modal dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana RSUD Ploso Untuk mengetahui apakah ada kenaikan atau penurunan penyerapan anggaran bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka berikut ini akan ditampilkan perbandingan antara anggaran belanja langsung dan realisasi belanja langsung pada tahun 2015 dan NO. BELANJA Tabel 13. Perbandingan Realisasi Belanja Tahun 2015 dan 2016 ANGGARAN (Rp.) TAHUN 2015 TAHUN 2016 REALISASI ANGGARAN % (Rp.) (Rp.) REALISASI (Rp.) 1. Belanja Langsung , a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang Jasa , c. Belanja Modal Sumber : Laporan Realisasi APBD RSUD PlosoTahun 2015 dan Berdasarkan dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa telah terjadi penurunan anggaran sebesar Rp % jika dibandingkan dengan tahun 2015, namun telah terjadi kenaikan realisasi anggaran belanja langsung yaitu sebesar Rp ,83. Penurunan anggaran belanja langsung ini disebabkan karena pada tahun 2016 RSUD Ploso menerima kebijakan rasionalisasi atau pengurangan anggaran dari Pemkab Jombang. Namun jika dibandingkan pertahun antara realisasi belanja langsung maka pada tahun 2016 terjadi perubahan komposisi realisasi/ penyerapan anggaran, yaitu pada tahun 2016 yang menduduki peringkat pertama penyerapan adalah belanja modal, kedua adalah belanja pegawai dan ketiga adalah belanja barang dan jasa. hal ini sangatlah berbeda jika dibandingkan 81

91 dengan komposisi penyerapan anggaran pada tahun 2015 yaitu yang menduduki peringkat penyerapan pertama adalah belanja modal, kedua adalah belanja barang jasa dan yang ketiga adalah belanja pegawai. Walaupun mengalami perbedaan komposisi dalam penyerapan namun tujuan akhirnya adalah samasama dalam rangka upaya peningkatan sarana prasarana di RSUD Ploso. 2. REALISASI BELANJA PROGRAM DAN KEGIATAN. Capaian realisasi belanja menurut program dan kegiatan pada tahun 2016 akan di tampilkan dalam tabel berikut ini: Tabel 14 Realisasi Belanja Menurut Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2016 NO PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) 1. Program pelayanan administrasi perkantoran a. Penyediaan jasa administrasi teknis perkantoran b. Penyediaan pelayanan administrasi perkantoran 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur a. Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor b. Pemeliharaan rutin/ berkala/ sedang/ berat gedung kantor/ bangunan pendukungnya % ,99 91, , ,99 92, , , ,74 c. Pemeliharaan rutin/berkala/ sedang/berat sarana dan prasarana gedung kantor d. Pemeliharaa rutin/ berkala/ sedang/ berat kendaraan dinas/ kendaraan operasional 3. Program peningkatan disiplin aparatur a. Pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainn , , ,38 82

92 NO PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) 4. Program perencanaan ,59 strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD a. Penyusunan rencana kerja SKPD b. Penyusunan laporan capaian kinerja SKPD ,98 c. Penyusunan laporan ,20 keuangan SKPD 5. Program pelayanan , kesehatan RSUD Ploso a. Pembangunan rumah sakit ,90 b. Pengadaan alat-alat ,48 kesehatan rumah sakit c. Pengadaan obat-obatan ,84 82,02 rumah sakit d. Pengadaan mebeleur rumah sakit ,17 e. Pengadaan perlengkapan ,46 rumah tangga rumah sakit f. Pengadaan bahan-bahan ,30 logistik rumah sakit g. Pengadaan percetakan ,04 administrasi dan suratmenyurat rumah sakit h. Kemitraan pengobatan ,85 jaminan pemeliharaan kesehatan i. Rehabilitasi ringan rumah ,79 sakit j. Rehabilitasi sedang/ berat ,48 rumah sakit k. Pemeliharaan rutin/ berkala rumah sakit ,08 6. Program pendukung ,70 pelayanan kesehatan RSUD Ploso a. Pemasangan jaringan sistem informasi rumah sakit ,67 b. Persiapan badan layanan ,21 umum c. Akreditasi rumah sakit ,94 d. Pengembangan media ,23 promosi dan informasi e. Fasilitasi jasa pelayanan % f. Peningkatan kualitas dokter dan paramedis ,74 83

93 NO PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) g. Peningkatan kualitas tenaga nonmedis h. Penyediaan jasa kemitraan rumah sakit i. Pemeliharaan rutin/ berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit j. Pemeliharaan rutin/ berkala alat-alat kesehatan rumah sakit k. Pemeliharaan rutin/ berkala ambulance/ mobil jenazah l. Pemeliharaan rutin/ berkala sarana prasarana rumah sakit 7. Program pembinaan lingkungan sosial pada RSUD Ploso a. Penyediaan/ pemeliharaan sarana pelayanan kesehatan di RSUD Ploso bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat dampak konsumsi rokok dan penyakit lainnya % , , , , , , , ,57 8. Program pengadaan, ,55 peningkatan sarana dan prasarana RSUD Ploso a. Pengadaan alat-alat ,61 kesehatan RSUD Ploso b. Pembangunan rumah sakit ,56 JUMLAH ,83 87,59 Sumber : Laporan Pengawasan Anggaran Definitif Per Kegiatan RSUD Ploso Tahun Dari table diatas dapat diketahui bahwa tingkat penyerapan anggaran di RSUD Ploso tahun 2016 adalah sebesar 87,59%. Kendala yang dihadapi oleh RSUD Ploso terkait anggaran belanja adalah pada tahun 2016 RSUD Ploso menerima anggaran belanja dengan jumlah yang minim, hal ini terjadi karena pada tahun 84

94 2016 RSUD Ploso terkena kebijakan rasionalisasi atau pengurangan anggaran. Padahal RSUD Ploso pada saat ini masih membutuhkan anggaran dengan jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana di RSUD Ploso. Harapan dari RSUD Ploso kedepannya adalah agar Pemkab. Jombang bisa mengalokasikan anggaran belanja yang lebih besar lagi untuk RSUD Ploso dan tidak memberikan kebijakan rasionalisasi atau pengurangan anggaran pada RSUD Ploso. 85

95 BAB IV PENUTUP Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa secara umum RSUD Ploso telah memperlihatkan capaian kinerja yang sangat berhasil atas Indikator Kinerja Sasaran, Indikator Kinerja Program dan Indikator Kinerja Kegiatan yang telah ditetapkan pada perjanjian kinerja tahun Hal ini sekaligus menunjukkan adanya komitmen untuk mewujudkan Visi RSUD Ploso. Seluruh capaian kinerja tersebut, telah memberi pelajaran yang sangat berharga untuk meningkatkan kinerja dimasa-masa mendatang. Oleh sebab itu, sesuai dengan hasil analisa atas capaian kinerja tahun 2016, kami merumuskan beberapa langkah penting sebagai strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan bahan pertimbangan dimasa mendatang, yaitu sebagai berikut: 1. Lebih meningkatkan disiplin anggaran yang mencakup pada ketaatan terhadap ketentuan/peraturan perundang-undangan yang berlaku serta ketepatan waktu pelaksanaan. 2. Tetap konsisten untuk melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja yang berada dalam lingkungan RSUD Ploso, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam merumuskan kebijakan dan pelaksanaan pelayanan di RSUD. 3. Mekanisme untuk pengadaan barang/jasa dilakukan berdasarkan prinsip efesiensi, efektif, transparan, bersaing, adil / tidak diskriminatif, akuntable dan praktek bisnis yang sehat serta fleksibilitas bila terdapat alasan efektivitas atau efesiensi. Harapan RSUD Ploso agar LKJiP tahun 2016 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas kepada para stakeholders khususnya dan sebagai sumber informasi penting dalam mengambil keputusan guna peningkatan kinerja Kabupaten Jombang pada umumnya. Jombang, Februari 2017 DIREKTUR RSUD PLOSO Dr. WIDI CIPTO BASUKI, MKP. NIP

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG JL. DARMO SUGONDO NO. 83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321)

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan

RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 VISI : Misi 1 : Menjadi rumah profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 DAFTAR ISI Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang... 1 B. Maksud

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA (LKj) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj)

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH JL.SUMBERGLAGAH PACET, MOJOKERTO Telp. (0321) 690441 Kode Pos. 61374 Fax

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BARRU TAHUN 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6

RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6 RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 6 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO JL. DARMO SUGONDO NO.83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321) 885311 KODE POS 61453 RUMAH

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PADA

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA INSTANSI : RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR TUJUAN TUGAS FUNGSI : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat : Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pelayanan Kesehatan Paripurna.

Lebih terperinci

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LAPORAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2016 Disusun : TAHUN 2016 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI. ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR BAGAN v IKHTISAR EKSEKUTIF vi BAB

Lebih terperinci

RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN

RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN LAKIP RSUD DATU SANGGUL RANTAU KABUPATEN TAPIN KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-nya, sehingga penyusunan dokumen laporan akuntabilitas kinerja pemerintah Rumah

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 48 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DORIS SYLVANUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI MISI TUJUAN SASARAN Meningkatan Pengembangan Pelayanan Medis Spesialis Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit Memenuhi Kebutuhan Sarana

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas Kinerja RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi yang dibebankan kepada

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 PENETAPAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintah yang efektif, transparan dan akuntable serta berorientasi pada hasil, kami yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Lawang dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan Rumah Sakit Rujukan Tingkat

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 114 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA PROVINSI JAWA

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. SOEKANDAR KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari Direktur RSUD Lawang. Drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG NIP

KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari Direktur RSUD Lawang. Drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG NIP KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridhonya. Laporan Kinerja (LKj) ini dapat terselesaikan. Laporan Kinerja ini merupakan rangkuman dari kegiatan - kegiatan yang

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU INDIKATOR INDIVIDU LAMPIRAN SK DIREKTUR RSUD LAWANG NOMOR : 188.4/ /KEP/35.07.216/2016 TANGGAL : Januari 2016 1. JABATAN : KEPALA BAGIAN ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN a. melaksanakan pengelolaan kegiatan

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS, Menimbang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 115 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT UMUM Dr. SOEDONO MADIUN PROVINSI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 A TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 I. Pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat RSUD Patut Patuh Patju kabupaten Lombok Barat merupakan

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS

BAB II RENCANA STRATEGIS BAB II RENCANA STRATEGIS 2.1. INDIKATOR KINERJA UTAMA Dalam lampiran Keputusan Bupati Siak Nomor 378/HK/KPTS/2016 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Rumah Sakit Umum Daerah Siak disebutkan bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI GROBOGAN PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 LAMPIRAN LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 RSUD Lawang mempunyai 2 sasaran srategis, yaitu : 1. Meningkatnya sumber daya manusia, sarana, prasarana, peralatan, dan kebijakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG

-1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG -1- BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RSUD DI KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

Lebih terperinci

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 B A B I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya tata Instansi Pemerintah yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance dan Clean Governance) merupakan syarat bagi setiap pemerintahan dalam

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RSUD Dr. HARYOTO KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2016 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. HARYOTO Jl. Basuki Rahmat No. 5 Telp (0334) 881666 FAX (0334) 887383 LUMAJANG 67311 TAHUN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI. PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI. PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOEROTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI, Menimbang

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG TAHUN 2016 TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh Subhanahu Wa Ta ala, karena

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. RASIDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, Menimbang

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 RSUD KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 DAFTAR ISI Halaman Penetapan Kinerja...... Kata Pengantar...... Daftar Isi...

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015

KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 KABUPATEN BADUNG PERJANJIAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 RSUD KABUPATEN BADUNG MANGUSADA TAHUN 2015 DAFTAR ISI Halaman Penetapan Kinerja... Kata Pengantar.... Daftar

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 113 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 113 TAHUN 2008 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 113 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DIREKTUR, WAKIL DIREKTUR, BIDANG, BAGIAN, SEKSI DAN SUB BAGIAN Dl RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. ANDI ABDURRAHMAN NOOR KABUPATEN TANAH BUMBU DENGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO

WALIKOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. MOHAMAD SALEH KOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan karunia Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 56 TAHUN 2008

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 56 TAHUN 2008 BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 56 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4. LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 21 TAHUN : 1999 SERI : D.4. PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR : 6 TAHUN 1996 T E N T A N G ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 41 TAHUN 2008 T E N T A N G

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 41 TAHUN 2008 T E N T A N G BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 41 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI

Lebih terperinci

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI

MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. 2.

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, RSUD dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo berpedoman pada dokumen perencanaan yang

Lebih terperinci

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 39 TAHUN 2017

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 39 TAHUN 2017 BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 39 TAHUN 2017 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PAKUHAJI

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELAS B DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

Lebih terperinci

BUPATI PAKPAK BHARAT PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARAT NOMOR 25 TAHUN 2017

BUPATI PAKPAK BHARAT PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARAT NOMOR 25 TAHUN 2017 1 BUPATI PAKPAK BHARAT PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARAT NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KESEHATAN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta,

I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta, I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan di Indonesia adalah upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan berkualitas ini harus dapat dilaksanakan di

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLITAR 1 B A B I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terselenggaranya tata Instansi Pemerintah yang baik, bersih dan berwibawa (Good Governance dan Clean Governance) merupakan syarat bagi setiap pemerintahan dalam

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 54 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN RUMAH

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 RSUD KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar....... Daftar Isi....... i ii BAB

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) perencanaan pembangunan tahunan daerah dilaksanakan melalui Musyawarah

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015 WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 72 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN, KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT PELAKSANA TEKNIS RUMAH SAKIT PRATAMA

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL - 1 - BUPATI MANDAILING NATAL [[ PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015

KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 KABUPATEN BADUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 RSUD KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi.... Kata Pengantar.... i ii BAB I Pendahuluan...

Lebih terperinci

NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI. a. Penyelenggaraan pelayanan medis

NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI. a. Penyelenggaraan pelayanan medis NAMA SKPD VISI MISI TUGAS POKOK FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BA'A Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah Berkualitas Bertumpu Pada Semangat Melayani Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Secara Optimal 1. Mewujudkan

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 103 TAHUN 2013 103 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2014 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2015 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 86 TAHUN 2001 SERI D.83 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 86 TAHUN 2001 SERI D.83 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 86 TAHUN 2001 SERI D.83 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

Lebih terperinci

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI KATA PENGANTAR Puji syukur kami sampaikan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Penanaman Modal

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2015 T E N T A N G TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB III PROFIL PERUSAHAAN BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1. Tinjauan Umum Perusahaan A. SEJARAH Rumah Sakit Daerah Soreang adalah salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang berada di wilayah Kabupaten Bandung yang berdiri pada tahun 1996

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG TAHUN 2014

KOTA BANDUNG TAHUN 2014 DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2014 JALAN SUKABUMI NO 17 BANDUNG Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang :

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 67 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF.

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dapat diselesaikan untuk memenuhi ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO Menimbang : Mengingat : 1.

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH 1 SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka merupakan bagian pertanggung jawaban Rumah Sakit sebagai SKPD dalam menyampaikan laporan hasil program

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SIDOARJO TUGAS POKOK : Melaksanakan upaya kesehatan yang berdayaguna dengan menggunakan upaya penyembuhan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 54 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA RUMAH SAKIT UMUM dr. SLAMET KABUPATEN

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT

GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT GAMBARAN UMUM RSUD INDRASARI RENGAT A. SEJARAH DAN KEDUDUKAN RUMAH SAKIT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengat Kabupaten Indragiri Hulu pada awalnya berlokasi di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUDUS 2013 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2016 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2017 D A F T A R I S I KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii I. PENDAHULUAN 1.1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar belakang Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Daerah) yaitu Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG GUBERNUR KEPULAUAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2002 NOMOR 31 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BESUKI TIPE D KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum RSUD Pasaman Barat merupakan Rumah sakit Kelas C yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 pada tanggal 1 April 2005 dalam bentuk Lembaga Teknis Daerah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang

BAB 1 PENDAHULUAN. institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut UU No. 44 Tahun 2009 dinyatakan bahwa rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh

Lebih terperinci

BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat yang efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi rumah sakit dan pasien

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI KARTANEGARA,

Lebih terperinci

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KEBUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG 1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2012 NOMOR 7 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG TAHUN 2016 DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2016 Jalan Sukabumi No. 17 Bandung Telp. (022) 7207113 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan Kehadapan Tuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ancaman yang akan datang. Rumah Sakit yang memiliki perencanaan strategis akan

BAB I PENDAHULUAN. ancaman yang akan datang. Rumah Sakit yang memiliki perencanaan strategis akan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses manajemen, perencanaan sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Perencanaan tersebut sebagai acuan organisasi untuk mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

BAB I PENDAHULUAN. a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. BAB I PENDAHULUAN 1. PENJELASAN UMUM ORGANISASI a. Kondisi umum Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Siak dibentuk berdasarkan

Lebih terperinci