BAB 3 METODE PENELITIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan sebuah rancangan bagaimana suatu penelitian akan dilakukan. Rancangan tersebut digunakan untuk mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan penelitian yang di rumuskan. Jenis penelitian tentang kualitas layanan pendidikan ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian yang melibatkan peneliti dalam lingkungan yang akan diteliti dan penelitian ini biasanya ditujukan untuk memecahkan masalah secara sistematis berdasarkan data-data faktual yang diperoleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Service Quality. Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner berupa pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden untuk diisi dengan keadaan sebenarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini dipilih karena penelitian tentang kualitas layanan pendidikan memerlukan skala pengukuran terhadap indikator layanan yang ditanyakan kepada responden. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di FMIPA USU. Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah Mahasiswa Prodi D-III TI FMIPA USU mulai dari angkatan 2014 sampai angkatan 2016 yang masih aktif kuliah. Penelitian studi lapangan dilaksanakan selama dua minggu, dimulai pada tanggal 24 November 8 Desember Identifikasi Masalah Pada tahap ini yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah yang dihadapi dengan menganalisis pelayanan yang diberikan oleh prodi, apakah sudah memenuhi keinginan mahasiswa tersebut. Dengan demikian akan diketahui atribut-atribut pelayanan pada bagian mana saja yang perlu diperbaiki, guna

2 meningkatkan kualitas pelayanan pada prodi. Metode yang digunakan adalah Servqual. 3.4 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Menurut Sugiyono (2006), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu. Populasi dalam penelitian ini Mahasiswa D-III TI FMIPA USU yang masih aktif kuliah mulai dari angkatan 2014 sampai angkatan Sampel Menurut Sugiyono (2010), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik populasi yang dimiliki oleh populasi. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi, dalam penelitian ini penulis mengambil sampel dengan menggunakan Teknik Slovin dengan tingkat taraf kesalahan 10%. Rumus slovin adalah sebagai berikut: keterangan: nn = NN 1 + NNNN 2 nn NN ee : ukuran sampel : jumlah populasi : toleransi eror Data populasi responden yang dijadikan sumber data penelitian adalah sebagai berikut :

3 Tabel 3.1. Data Populasi No. Tahun Angkatan Jumlah (mahasiswa) Total Populasi 424 Jadi perhitungannya adalah: nn = nn = nn = nn = (10%) (0,1) (0,01) ,24 nn = 424 5,24 nn = 80,91 nn 81 Jumlah sampel dengan menggunakan Teknik Slovin dibulatkan menjadi 81 responden untuk memenuhi jumlah sampel dengan menggunakan Stratified Random Sampling, Selanjutnya pengambilan sampel diambil menurut tahun angkatannya. Mahasiswa D-III TI yang masih aktif yaitu tahun angkatan 2014, 2015, dan Pengambilan sampel berdasarkan tahun angkatan dengan menggunakan Stratified Random Sampling sebagai berikut: a. Tahun 2014 : = 44, Tahun Angkatan 2014 terdapat 44 orang responden yang terdiri dari 29 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. b. Tahun 2015 : = 27, Tahun Angkatan 2015 terdapat 28 orang responden yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. c. Tahun 2016 : = 9, Tahun Angkatan 2016 terdapat 9 orang responden yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

4 Sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 81 responden. 3.5 Variabel dan Indikator Penelitian Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007). Variabel penelitian dari penelitian yang akan di teliti adalah kepuasan mahasiswa sebagai variabel dependen (Y) dan kualitas pelayanan berupa tangible (X1), reliability (X2), assurance (X3), responsiveness (X4), emphaty (X5), sebagai variabel independen (X). 1. Kualitas Pelayanan Berupa Tangibles Merupakan bukti langsung yang terdiri dari fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, serta sarana komunikasi. Indikator yang bisa dilihat: Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa. Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah. Dosen berpenampilan rapi dan sopan. 2. Kualitas Pelayanan Berupa Reliability Merupakan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang dijanjikan secara akurat dan memuaskan. Indikator yang bisa dilihat: Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. Pelayanan Karyawan/staf cepat dan tepat. Petugas Sekretariat Prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. 3. Kualitas Pelayanan Berupa Assurance Jaminan ini mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki oleh para karyawan/staf. Indikator yang bisa dilihat adalah: Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. Pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. Dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 4. Kualitas Pelayanan Berupa Responsiveness

5 Merupakan keinginan para karyawan/staf untuk membantu para mahasiswa dan memberikan pelayanan dengan tanggap. Indikator yang bisa dilihat adalah: Kesediaan dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. Kesediaan Karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. 5. Kualitas Pelayanan Berupa Emphaty Merupakan perhatian yang tulus yang diberikan kepada mahasiswa. Mencakup semua kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para mahasiswa. Indikator yang bisa dilihat adalah: Dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. Dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. Karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa. 3.6 Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data dalam penelitian ini sebagai berikut: Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek penelitian dengan melakukan observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner oleh responden, yaitu Mahasiswa Prodi D-III TI Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan di usahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. Data sekunder diperoleh dari berbagai bahan pustaka, baik berupa buku, jurnal-jurnal dan dokumen lainnya yang ada hubungannya dengan materi kajian. 3.7 Teknik Pengumpulan Data Studi Lapangan Studi lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber informasi. Tujuannya untuk

6 mengetahui kondisi sistem layanan dan situasi yang ada pada prodi D-III TI yang diperoleh dengan cara pengamatan langsung untuk mendukung data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian Skala Likert Adapun skala pengukuran yang digunakan pada jawaban kuesioner adalah skala likert. Alasan menggunakan skala likert yaitu: karena memudahkan responden untuk menjawab kuesioner apakah setuju atau tidak setuju, mudah digunakan dan mudah dipahami oleh responden, secara visual menggunakan skala likert lebih menarik dan mudah diisi oleh responden. Kelemahan skala likert: 1. Karena ukuran yang digunakan adalah ukuran ordinal, skala likert hanya dapat mengurutkan individu dalam skala, tetapi tidak dapat membandingkan berapa kali satu individu lebih baik dari individu yang lain. 2. Kadangkala total skor dari individu tidak memberikan arti yang jelas, karena banyak pola responsi terhadap beberapa item akan memberikan skor yang sama. Kelebihan skala likert: 1. Dalam menyusun skala, item-item yang tidak jelas korelasinya masih dapat dimasukkan dalam skala. 2. Lebih mudah membuatnya dari pada skala thurstone. 3. Mempunyai reliabilitas yang relatif tinggi dibanding skala thurstone untuk jumlah item yang sama. Juga dapat memperlihatkan item yang dinyatakan dalam beberapa responsi alternatif. 4. Dapat memberikan keterangan yang lebih nyata tentang pendapatan atau sikap responden. Untuk mengukur tingkat persepsi terhadap layanan yang diberikan, digunakan skala likert yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut: a. Sangat Tidak dengan angka 1. b. Kurang dengan angka 2. c. Cukup dengan angka 3.

7 d. dengan angka 4. e. Sangat dengan angka 5. Sedangkan untuk mengukur tingkat harapan layanan yang diberikan, digunakan skala likert yang diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut: a. Sangat Tidak dengan angka 1. b. Kurang dengan angka 2. c. Cukup dengan angka 3. d. dengan angka 4. e. Sangat dengan angka Kuesioner Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan tertulis kepada responden yaitu mahasiswa dan semua orang yang memiliki urusan di prodi untuk dijawab sesuai dengan penilaian mereka terhadap atribut-atribut dalam kuesioner. Alasan menggunakan teknik ini supaya responden tidak perlu memberikan penjelasan secara panjang lebar dan juga sangat praktis, tegas, hemat dan efisien dalam mengungkapkan inti persoalan. Cara ini digunakan untuk memperoleh data primer yang diperlukan oleh peneliti. Daftar pertanyaan berisi hal-hal yang ingin diketahui, berkaitan dengan kinerja atau kenyataan serta harapan mahasiswa terhadap layanan yang diberikan, sesuai dengan kondisi dan keadaan di prodi. Atribut-atribut dalam kuesioner tersebut dikelompokkan kedalam lima dimensi Service Quality. Kelima dimensi tersebut digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan sebagai berikut: 1. Tangible 2. Reliability 3. Responsiveness 4. Assurance 5. Empathy. 3.8 Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

8 berikut: 1. Uji Validitas Data Penelitian yang memiliki sebuah instrumen bisa dikatakan valid adalah apabila peneltian tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan. Pada penelitian ini tingkat signifikansi 5%. Teknik yang dipakai untuk menguji validitas kuesioner ini digunakan rumus pearson product moment sebagai berikut : rr xxxx = keterangan: rr xxxx XX YY nn nn XXYY XX. YY {nn XX 2 ( XX) 2 }{nn YY 2 ( YY) 2 } : koefisien korelasi : skor variabel (jawaban responden) : skor total dari variabel untuk responden ke-n : jumlah sampel Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai rr hiiiiiiiiii rr tttttttttt, maka pernyataan dinyatakan valid. Apabila rr hiiiiiiiiii < rr tttttttttt maka pernyataan dinyatakan tidak valid. Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.00, akan diperoleh rr hiitttttttt. 2. Uji Reliabilitas Data Uji Reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai Cronbach s Alpha 0,6 maka atribut dikatakan reliabel. Dan apabila nilai Cronbach s Alpha < 0,6 maka atribut dikatakan tidak reliabel. Rumus statistik yang digunakan untuk pengujian reliabilitas : rr = kk kk 1 1 σσ bb keterangan: rr : nilai (koefisien) Alpha Cronbach σσ tt 2 2

9 kk σσ bb 2 σσ tt 2 : banyaknya variabel penelitian : jumlah varians variabel peenelitian : varians total 3. Perhitungan Nilai Gap Service Quality Nilai gap service quality per atribut merupakan selisih dari persepsi dan harapan mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pihak prodi telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan mahasiswa. 4. Diagram Kartesius Hasil pengukuran unsur-unsur jasa ini berdasarkan tingkat persepsi yang memungkinkan pihak prodi untuk dapat menitikberatkan usaha-usaha perbaikan untuk hal-hal atau atribut yang benar-benar dianggap penting saja oleh mahasiswa, agar dapat memuaskan.

10 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Responden Pada penelitian ini terdapat 81 responden yang digunakan sebagai sampel untuk Menganalisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Program Studi D-III TI FMIPA USU Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Dengan menggunakan program SPSS 20.00, sehingga diperoleh hasil karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut: Statistics Jenis Kelamin Valid 81 N Missing 0 Mean 1,40 Median 1,00 Mode 1 Minimum 1 Maximum 2 NN atau jumlah data yang valid adalah 81 buah, sedangkan data yang hilang (missing) adalah nol. Artinya semua data diproses. Tabel 4.1. Jenis Kelamin Responden Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Pria 49 60,5 60,5 60,5 Valid Wanita 32 39,5 39,5 100,0 Total ,0 100,0 Dari Tabel 4.1 Nilai dari frequency yang pertama diperoleh angka 49 yang artinya ada 49 pria dari 81 responden yang ada, sedangkan frequency yang kedua terdapat angka 32 artinya ada 32 wanita dari 81 responden yang ada. Jika nilai 49 pria dari 81 responden dibuat dalam bentuk persen, maka nilainya adalah 60,5%

11 adalah pria. Sedangkan nilai 32 wanita dari 81 responden dibuat dalam bentuk persen, maka nilainya adalah 39,5% adalah wanita. Gambar 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Maka responden yang berjenis kelamin Pria, merupakan responden terbanyak pada penelitian ini yang berjumlah 49 orang. Deskripsi dari masingmasing butir pertanyaan persepsi responden berdasarkan jenis kelaminnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.2. Hasil Jawaban Responden Wanita Berdasarkan Tingkat Kepuasan Persepsi Jumlah Persentase Sangat Tidak 98 11,9% Kurang ,4% Cukup ,1% 96 11,7% Sangat 16 1,9% Jumlah ,0% Berdasarkan hasil dari Tabel 4.2, responden wanita yang berjumlah 32 orang memilih sangat tidak puas sebanyak 11,9%, kurang puas sebanyak 23,4%, cukup puas sebanyak 51,1%, puas sebanyak 11,7%, dan sangat puas sebanyak 1,9%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi cukup puas yang lebih banyak dipilih oleh responden wanita terhadap 26 pertanyaan yang ada pada kuesioner. Dan dapat disimpulkan bahwa responden wanita merasa cukup puas terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Prodi D-III TI FMIPA USU.

12 Tabel 4.3. Hasil Jawaban Responden Pria Berdasarkan Tingkat Kepuasan Persepsi Jumlah Persentase Sangat Tidak ,2% Kurang ,4% Cukup ,5% ,0% Sangat 50 3,9% Jumlah ,0% Berdasarkan hasil dari Tabel 4.3, responden Pria yang berjumlah 49 orang memilih sangat tidak puas sebanyak 16,2%, kurang puas sebanyak 22,4%, cukup puas sebanyak 44,5%, puas sebanyak 13,0%, dan sangat puas sebanyak 3,9%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi cukup puas yang lebih banyak dipilih oleh responden Pria terhadap 26 pertanyaan yang ada pada kuesioner. Dan dapat disimpulkan bahwa responden Pria merasa cukup puas terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Prodi D-III TI FMIPA USU Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan Tabel 4.4. Tahun Angkatan Responden Persepsi Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent ,3 54,3 54,3 Valid ,6 34,6 88, ,1 11,1 100,0 Total ,0 100,0 Dari Tabel 4.4 berdasarkan tahun angkatannya dari 81 orang responden terdapat 44 orang responden tahun angkatan 2014 dengan persentase 54,3%, 28 orang responden tahun angkatan 2015 dengan persentase 34,6%, 9 orang responden tahun angkatan 2016 dengan persentase 11,1%.

13 Gambar 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Tahun Angkatan Deskripsi dari masing-masing butir pertanyaan persepsi responden berdasarkan tahun angkatannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.5. Tahun Angkatan 2014 Valid Persepsi Frequency Percent Valid Percent Total ,0 100,0 Cumulative Percent Sangat Tidak ,5 15,5 15,5 Kurang ,0 25,0 40,5 Cukup ,5 43,5 84, ,2 12,2 96,2 Sangat 44 3,8 3,8 100,0 Pada tabel 4.5 dapat dilihat bahwa deskripsi masing-masing butir pertanyaan persepsi responden berdasarkan tahun angkatan 2014, sangat tidak puas 15,5%, kurang puas 25,0%, cukup puas 43,5%, puas 12,2% dan sangat puas 3,8%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi cukup puas yang lebih banyak dipilih oleh responden tahun angkatan 2014 terhadap 26 pertanyaan yang ada pada kuesioner. Dan dapat disimpulkan bahwa responden tahun angkatan 2014 merasa cukup puas terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Prodi D-III TI FMIPA USU.

14 Tabel 4.6. Tahun Angkatan 2015 Valid Persepsi Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sangat Tidak 82 11,3 11,3 11,3 Kurang ,7 21,7 33,0 Cukup ,6 56,6 89,6 66 9,1 9,1 98,6 Sangat 10 1,4 1,4 100,0 Total ,0 100,0 Pada tabel 4.6 dapat dilihat bahwa deskripsi masing-masing butir pertanyaan persepsi responden berdasarkan tahun angkatan 2015, sangat tidak puas 11,3%, kurang puas 21,7%, cukup puas 56,6%, puas 9,1% dan sangat puas 1,4%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi cukup puas yang lebih banyak dipilih oleh responden tahun angkatan 2015 terhadap 26 pertanyaan yang ada pada kuesioner. Dan dapat disimpulkan bahwa responden tahun angkatan 2015 merasa cukup puas terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Prodi D-III TI FMIPA USU. Tabel 4.7. Tahun Angkatan 2016 Persepsi Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sangat Tidak 46 19,7 19,7 19,7 Kurang 35 15,0 15,0 34,6 Valid Cukup 83 35,5 35,5 70, ,8 24,8 94,9 Sangat 12 5,1 5,1 100,0 Total ,0 100,0 Pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa deskripsi masing-masing butir pertanyaan persepsi responden berdasarkan tahun angkatan 2016, sangat tidak puas 19,7%, kurang puas 15,0%, cukup puas 35,5%, puas 24,8% dan sangat puas 5,1%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi cukup puas yang lebih banyak dipilih oleh responden tahun angkatan 2016 terhadap 26 pertanyaan yang ada pada kuesioner. Dan dapat disimpulkan bahwa responden tahun angkatan 2016

15 dengan merasa cukup puas terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di Prodi D-III TI FMIPA USU. 4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas Data Uji Validitas Data Uji validitas dilakukan pada setiap atribut kuesioner dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika rr hiiiiiiiiii rr tttttttttt maka butir pertanyaan valid. 2. Jika rr hiiiiiiiiii < rr tttttttttt maka butir pertanyaan tidak valid. 3. rr hiiiiiiiiii dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation 4. rr tttttttttt R ketentuan dddd = (nn 2) dan tingkat signifikansi 5% yaitu dddd = (81 2) = 79, dengan menggunakan microsoft excel diperoleh nilai tt tttttttttt = 1,994 sehingga diperoleh nilai rr tttttttttt = 0,2185 0,219 Tabel 4.8. Uji Validitas Data Persepsi Responden NO Pearson Correlation (rr hhhhhhhhhhhh ) rr tttttttttt 1 0,395 0,219 Valid 2 0,465 0,219 Valid 3 0,491 0,219 Valid 4 0,229 0,219 Valid 5 0,445 0,219 Valid 6 0,396 0,219 Valid 7 0,367 0,219 Valid 8 0,372 0,219 Valid 9 0,423 0,219 Valid 10 0,515 0,219 Valid 11 0,640 0,219 Valid 12 0,578 0,219 Valid 13 0,492 0,219 Valid Kesimpulan

16 14 0,477 0,219 Valid 15 0,638 0,219 Valid 16 0,746 0,219 Valid 17 0,630 0,219 Valid 18 0,694 0,219 Valid 19 0,398 0,219 Valid 20 0,683 0,219 Valid 21 0,424 0,219 Valid 22 0,434 0,219 Valid 23 0,477 0,219 Valid 24 0,525 0,219 Valid 25 0,526 0,219 Valid 26 0,703 0,219 Valid Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa 26 butir pertanyaan pada persepsi adalah valid. Hal ini dapat dilihat dari nilai rr hiiiiiiiiii rr tttttttttt. Tabel 4.9. Uji Validitas Data Harapan Responden NO Pearson Correlation (rr hhhhhhhhhhhh ) rr tttttttttt 1 0,647 0,219 Valid 2 0,498 0,219 Valid 3 0,704 0,219 Valid 4 0,620 0,219 Valid 5 0,586 0,219 Valid 6 0,580 0,219 Valid 7 0,492 0,219 Valid 8 0,587 0,219 Valid 9 0,478 0,219 Valid Kesimpulan

17 10 0,691 0,219 Valid 11 0,521 0,219 Valid 12 0,660 0,219 Valid 13 0,606 0,219 Valid 14 0,550 0,219 Valid 15 0,569 0,219 Valid 16 0,663 0,219 Valid 17 0,621 0,219 Valid 18 0,699 0,219 Valid 19 0,614 0,219 Valid 20 0,783 0,219 Valid 21 0,728 0,219 Valid 22 0,418 0,219 Valid 23 0,697 0,219 Valid 24 0,565 0,219 Valid 25 0,371 0,219 Valid 26 0,419 0,219 Valid Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa 26 butir pertanyaan pada persepsi adalah valid. Hal ini dapat dilihat dari nilai rr hiiiiiiiiii rr tttttttttt Uji Reliabilitas Data Uji Reliabilitas dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika nilai Cronbach s Alpha 0,6 maka data pada penelitian ini dikatakan reliabel. 2. Jika nilai Cronbach s Alpha < 0.6 maka data pada penelitian ini dikatakan tidak reliabel.

18 Tabel Uji Reliabilitas Data Persepsi Responden Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items, Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai dari Cronbach s Alpha 0,879> 0,6 sehingga data persepsi responden reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian ini. Tabel Uji Reliabilitas Data Harapan Responden Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items, Dari tabel 4.25 dapat dilihat bahwa nilai dari Cronbach s Alpha 0,922 > 0,6 sehingga data harapan responden reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian ini. 4.3 Hasil Analisis Data Analisis Deskripsi Variabel Analisis deskripsi variabel dilakukan untuk mengetahui pendapat yang diberikan oleh setiap responden pada masing-masing indikator, maka dilakukan analisa deskripsi frekuensi terhadap hasil tanggapan responden pada masing-masing pertanyaan, yaitu sebagai berikut: A. Deskripsi Tangible Dalam mendeskripsikan dimensi tangible maka dapat dilihat pada hasil tanggapan responden terhadap masing-masing pertanyaan yang digunakan untuk mengukur kepuasan mahasiswa sebagai pengguna fasilitas yang berhubungan dengan bukti secara fisik yaitu sebagai berikut: 1. Tanggapan responden mengenai kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas akan dijelaskan dalam tabel berikut ini:

19 Tabel Kebersihan Serta Kenyamanan Ruangan Kelas Sangat Tidak 19 23,5% Sangat Tidak 0 0% Kurang 28 34,6% Kurang 1 1,2% Cukup 31 38,3% Cukup 4 4,9% 2 2,5% 19 23,5% Sangat 1 1,2% Sangat 57 70,4% Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 38,3% responden yang menyatakan cukup puas terhadap kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 70,4% responden yang menyatakan bahwa kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas sangat penting. 2. Tanggapan responden mengenai kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Kursi Kuliah Nyaman Digunakan untuk Perkuliahan Sangat Tidak 16 19,8% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 35 43,2% Kurang 0 0% Cukup 28 34,6% Cukup 4 4,9% 1 1,2% 20 24,7% Sangat 1 1,2% Sangat 56 69,1% Berdasarkan tabel 4.13 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 43,2% responden yang menyatakan kurang puas terhadap pelayanan kursi kuliah disiapkan dalam keadaan nyaman digunakan untuk perkuliahan. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 69,1% responden yang menyatakan

20 bahwa kursi kuliah disiapkan dalam keadaan nyaman digunakan untuk perkuliahan sangat penting. 3. Tanggapan responden mengenai jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Jumlah Kursi Sesuai dengan Kapasitas Mahasiswa Sangat Tidak 10 12,3% Sangat Tidak 0 0% Kurang 22 27,2% Kurang 0 0% Cukup 38 46,9% Cukup 9 11,1% 10 12,3% 22 27,2% Sangat 1 1,2% Sangat 50 61,7% Berdasarkan tabel 4.14 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 46,9% responden yang menyatakan kurang puas terhadap jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 61,7% responden yang menyatakan bahwa jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa sangat penting. 4. Tanggapan responden mengenai kebersihan dan ketersediaan air di toilet akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Kebersihan dan Ketersediaan Air di Toilet Sangat Tidak 31 38,3% Sangat Tidak 2 2,5% Kurang 21 25,9% Kurang 0 0% Cukup 25 30,9% Cukup 5 6,2% 3 3,7% 16 19,8% Sangat 1 1,2% Sangat 58 71,6%

21 Berdasarkan tabel 4.15 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 38,3% responden yang menyatakan sangat tidak puas terhadap pelayanan kebersihan dan ketersediaan air di toilet. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 71,6% responden yang menyatakan bahwa kebersihan dan ketersediaan air ditoilet sangat penting. 5. Tanggapan responden mengenai peralatan komputer di Laboratorium komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Peralatan Komputer di Laboratorium Komputer Memadai dan dapat Berfungsi dengan Baik Sangat Tidak 14 17,3% Sangat Tidak 2 2,5% Kurang 18 22,2% Kurang 3 3,7% Cukup 37 45,7% Cukup 12 14,8% 10 12,3% 64 79,0% Sangat 2 2,5% Sangat 81 2,5% Jumlah ,0% Jumlah 2 100,0% Berdasarkan tabel 4.16 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 45,7% responden yang menyatakan cukup puas terhadap pelayanan tersedianya peralatan komputer di laboratorium komputer memadai dan berfungsi dengan baik. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 79% responden yang menyatakan bahwa tersedianya peralatan komputer di laboratorium komputer memadai dan berfungsi dengan baik penting. 6. Tanggapan responden mengenai kenyamanan fasilitas AC/kipas angin di ruang kuliah akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Kenyamanan Fasilitas AC/Kipas Angin di Ruang Kuliah Sangat Tidak 38 46,9% Sangat Tidak 0 0% Kurang 25 30,9% Kurang 1 1,2% Cukup 17 21,0% Cukup 4 4,9%

22 1 1,2% 12 14,8% Sangat 0 0% Sangat 64 79,0% Berdasarkan tabel 4.17 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 46,9% responden yang menyatakan sangat tidak puas terhadap pelayanan tersedianya fasilitas AC/kipas angin di ruang kuliah. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 79% responden yang menyatakan bahwa tersedianya fasilitas AC/kipas angin di ruang kuliah sangat penting. 7. Tanggapan responden mengenai media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Media Pembelajaran (LCD) di Ruang Kuliah Tidak Berfungsi dengan Baik Sangat Tidak 35 43,2% Sangat Tidak 2 2,5% Kurang 22 27,2% Kurang 0 0% Cukup 22 27,2% Cukup 0 0% 1 1,2% 9 11,1% Sangat 1 1,2% Sangat 70 86,4% Berdasarkan tabel 4.18 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 43,2% responden yang menyatakan sangat tidak puas terhadap pelayanan media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 86,4% responden yang menyatakan bahwa media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah sangat penting. 8. Tanggapan responden mengenai dosen berpenampilan rapi dan sopan akan dijelaskan dalam tabel berikut ini:

23 Tabel Dosen Berpenampilan Rapi dan Sopan Sangat Tidak 5 6,2% Sangat Tidak 0 0% Kurang 5 6,2% Kurang 1 1,2% Cukup 34 42,0% Cukup 7 8,6% 25 30,9% 30 37,0% Sangat 12 14,8% Sangat 43 53,1% Berdasarkan tabel 4.19 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 42% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen berpenampilan rapi dan sopan. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 53,1% responden yang menyatakan bahwa dosen berpenampilan rapi dan sopan sangat penting. 9. Tanggapan responden mengenai karyawan menggunakan tanda pengenal akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Karyawan Menggunakan Tanda Pengenal Sangat Tidak 10 12,3% Sangat Tidak 6 7,4% Kurang 17 21,0% Kurang 2 2,5% Cukup 43 53,1% Cukup 8 9,9% 11 13,6% 23 28,4% Sangat 0 0% Sangat 42 51,9% Berdasarkan tabel 4.20 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 53,1% responden yang menyatakan cukup puas terhadap karyawan menggunakan tanda pengenal. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 51,9% responden yang menyatakan bahwa karyawan menggunakan tanda pengenal sangat penting.

24 B. Deskripsi Reliability Dalam mendeskripsikan dimensi reliability, pertanyaannya berhubungan dengan kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan janji serta akurat dan memuaskan. Pertanyaan yang termasuk dalam dimensi reliability adalah sebagai berikut : 1. Tanggapan responden mengenai dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Dosen Memberikan Perkuliahan dengan Tepat Waktu sesuai Jadwal Sangat Tidak 11 13,6% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 19 23,5% Kurang 1 1,2% Cukup 41 50,6% Cukup 7 8,6% 8 9,9% 22 27,2% Sangat 2 2,5% Sangat 50 61,7% Berdasarkan tabel 4.21 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 50,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 61,7% responden yang menyatakan bahwa dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal sangat penting. 2. Tanggapan responden mengenai dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Penilaian Dosen Secara Objektif Sangat Tidak 6 7,4% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 15 18,5% Kurang 0 0% Cukup 44 54,3% Cukup 6 7,4% 15 18,5% 21 25,9% Sangat 1 1,2% Sangat 53 65,4%

25 Berdasarkan tabel 4.22 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 54,3% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 65,4% responden yang menyatakan bahwa dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif sangat penting. 3. Tanggapan responden mengenai dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Dosen Memaparkan Materi Kuliah dengan Jelas dan Tepat Sangat Tidak 3 3,7% Sangat Tidak 0 0% Kurang 15 18,5% Kurang 0 0% Cukup 46 56,8% Cukup 6 7,4% 15 18,5% 13 16,0% Sangat 2 2,5% Sangat 62 76,5% Berdasarkan tabel 4.23 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 56,8% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 76,5% responden yang menyatakan dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat sangat penting. 4. Tanggapan responden mengenai pelayanan karyawan/staf cepat dan tepat akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Pelayanan Karyawan/Staf Cepat dan Tepat Sangat Tidak 7 8,6% Sangat Tidak 0 0% Kurang 27 33,3% Kurang 2 2,5% Cukup 41 50,6% Cukup 6 7,4% 6 7,4% 36 44,4% Sangat 0 0% Sangat 37 45,7%

26 Berdasarkan tabel 4.24 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 50,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap pelayanan karyawan/staf cepat dan tepat. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 45,7% pelayanan karyawan/staf cepat dan tepat sangat penting. 5. Tanggapan responden mengenai petugas sekretariat prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Petugas Sekretariat Prodi Bersikap Ramah terhadap Mahasiswa Sangat Tidak 8 9,9% Sangat Tidak 0 0% Kurang 18 22,2% Kurang 2 2,5% Cukup 43 53,1% Cukup 4 4,9% 9 11,1% 36 44,4% Sangat 3 3,7% Sangat 39 48,1% Sumber: Olah Data denga SPSS Berdasarkan tabel 4.25 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 53,1% responden yang menyatakan cukup puas terhadap petugas sekretariat prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 48,1% responden yang menyatakan petugas sekretariat prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa sangat penting. C. Deskripsi Responsiveness Dalam mendeskripsikan dimensi ressponsiveness maka dapat dilihat pada hasil tanggapan responden terhadap masing-masing pertanyaan yang digunakan untuk mengukur ketersediaan para dosen/karyawan untuk membantu para mahasiswa dan memberikan pelayanan dengan tanggap. Pertanyaan yang tergolong dalam dimensi Responsiveness adalah sebagai berikut:

27 1. Tanggapan responden mengenai kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik akan dijelaskan dalam tabel berikut ini : Tabel Kesediaan Dosen PA dalam Membantu Mahasiswa Sangat Tidak 5 6,2% Sangat Tidak 0 0% Kurang 12 14,8% Kurang 0 0% Cukup 46 56,8% Cukup 5 6,2% 14 17,3% 37 45,7% Sangat 4 4,9% Sangat 39 48,1% Berdasarkan tabel 4.26 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 56,8% responden yang menyatakan cukup puas terhadap kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 48,1% responden yang menyatakan kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik sangat penting. 2. Tanggapan responden mengenai kesediaan karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Kesediaan Karyawan/Staf dalam Menanggapi Keluhan Mahasiswa Sangat Tidak 14 17,3% Sangat Tidak 0 0% Kurang 18 22,2% Kurang 0 0% Cukup 44 54,3% Cukup 6 7,4% 5 6,2% 31 38,3% Sangat 81 17,3% Sangat 44 54,3% Jumlah ,0% Jumlah ,0%

28 Berdasarkan tabel 4.27 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 54,3% responden yang menyatakan cukup puas terhadap kesediaan karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 54,3% responden yang menyatakan kesediaan karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa sangat penting. 3. Tanggapan responden mengenai karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa akan dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel Karyawan/Staf Siap dan Tanggap dalam Menangani Permintaan Mahasiswa Sangat Tidak 10 12,3% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 27 33,3% Kurang 2 2,5% Cukup 41 50,6% Cukup 3 3,7% 3 3,7% 37 45,7% Sangat 0 0% Sangat 38 46,9% Berdasarkan tabel 4.28 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 50,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap pelayanan karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 46,9% karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa sangat penting. D. Deskripsi Assurance Dalam mendeskripsikan dimensi ini assurance, pertanyaannya berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan serta sopan santun karyawan/staf dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa, aman dari bahaya, resiko, keraguan, serta memiliki sifat dapat dipercaya. Pertanyaan yang tergolong dalam dimensi Assurance adalah sebagai berikut: 1. Tanggapan responden mengenai teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional akan dijelaskan dalam tabel berikut ini :

29 Tabel Teknik Mengajar Dosen Masih Menggunakan Metode Konvensional Sangat Tidak 5 6,2% Sangat Tidak 0 0% Kurang 14 17,3% Kurang 2 2,5% Cukup 54 66,7% Cukup 7 8,6% 8 9,9% 18 22,2% Sangat 0 0% Sangat 54 66,7% Berdasarkan tabel 4.29 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 66,7% responden yang menyatakan cukup puas terhadap teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 66,7% teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional sangat penting. 2. Tanggapan responden mengenai dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Dosen Menguasai Materi Perkuliahan yang Diajarkan Sangat Tidak 3 3,7% Sangat Tidak 0 0% Kurang 7 8,6% Kurang 0 0% Cukup 40 49,4% Cukup 6 7,4% 24 29,6% 13 16,0% Sangat 7 8,6% Sangat 62 76,5% Berdasarkan tabel 4.30 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 49,4% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 76,5% dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan sangat penting.

30 3. Tanggapan responden mengenai pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Pelayanan dari Karyawan/Staf yang Ramah dan Sopan Sangat Tidak 8 9,9% Sangat Tidak 0 0% Kurang 16 19,8% Kurang 1 1,2% Cukup 49 60,5% Cukup 6 7,4% 8 9,9% 22 27,2% Sangat 0 0% Sangat 52 64,2% Berdasarkan tabel 4.31 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 60,5% responden yang menyatakan cukup puas terhadap pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 64,2% pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan sangat penting. 4. Tanggapan responden mengenai dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Dosen Tidak Mengingkari Apabila Membuat Janji dengan Mahasiswa Sangat Tidak 5 6,2% Sangat Tidak 2 2,5% Kurang 14 17,3% Kurang 1 1,2% Cukup 45 55,6% Cukup 2 2,5% 13 16,0% 41 50,6% Sangat 4 4,9% Sangat 35 43,2% Berdasarkan tabel 4.32 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 55,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. Sedangkan pada harapan

31 layanan, sebanyak 50,6% dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa penting. 5. Tanggapan responden mengenai karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Karyawan/Staf Mengingkari Apabila Membuat Janji dengan Mahasiswa Sangat Tidak 11 13,6% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 20 24,7% Kurang 0 0% Cukup 41 50,6% Cukup 9 11,1% 8 9,9% 36 44,4% Sangat 1 1,2% Sangat 35 43,2% Berdasarkan tabel 4.33 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 50,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 44,4% karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa penting. E. Deskripsi Empathy Dalam mendeskripsikan dimensi empathy maka dapat dilihat pada hasil tanggapan responden terhadap masing-masing pertanyaan yang digunakan untuk mengukur kepuasan yang berhubungan dengan kemudahan dalam berinteraksi, komunikasi yang baik, memberikan perhatian secara pribadi serta memahami kebutuhan dan keinginan mahasiswa. Pertanyaan yang tergolong dalam dimensi Empathy adalah sebagai berikut : 1. Tanggapan responden mengenai dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan akan dijelaskan dalam pada berikut ini:

32 Tabel Dosen Selalu Hadir dalam Pelaksanaan Perkuliahan Sangat Tidak 2 2,5% Sangat Tidak 0 0% Kurang 28 34,6% Kurang 1 1,2% Cukup 41 50,6% Cukup 4 4,9% 9 11,1% 13 16,0% Sangat 1 1,2% Sangat 63 77,8% Berdasarkan tabel 4.34 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 50,6% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 77,8% dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan sangat penting. 2. Tanggapan responden mengenai ketua prodi D-III TI mudah untuk ditemui akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Ketua Prodi D-III TI Mudah untuk Ditemui Sangat Tidak 9 11,1% Sangat Tidak 0 0% Kurang 12 14,8% Kurang 0 0% Cukup 39 48,1% Cukup 6 7,4% 16 19,8% 19 23,5% Sangat 5 6,2% Sangat 56 69,1% Berdasarkan tabel 4.35 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 48,1% responden yang menyatakan cukup puas terhadap pelayanan ketua prodi D-III TI mudah untuk ditemui. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 69,1% ketua prodi D-III TI mudah untuk ditemui sangat penting. 3. Tanggapan responden mengenai dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong akan dijelaskan pada tabel berikut ini:

33 Tabel Dosen Memberitahu Mahasiswa Ketika Kuliah Kosong Sangat Tidak 6 7,4% Sangat Tidak 1 1,2% Kurang 10 12,3% Kurang 0 0% Cukup 42 51,9% Cukup 3 3,7% 11 13,6% 27 33,3% Sangat 12 14,8% Sangat 50 61,7% Berdasarkan tabel 4.36 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 51,9% responden yang menyatakan cukup puas terhadap dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 61,7% terjalinnya dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong sangat penting. 4. Tanggapan responden mengenai karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa akan dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel Karyawan/Staf Bersedia Menanggapi Keluhan Mahasiswa Sangat Tidak 15 18,5% Sangat Tidak 2 2,5% Kurang 14 17,3% Kurang 0 0% Cukup 40 49,4% Cukup 3 3,7% 10 12,3% 36 44,4% Sangat 2 2,5% Sangat 40 49,4% Berdasarkan tabel 4.37 dapat dilihat bahwa pada persepsi layanan, sebanyak 49,4% responden yang menyatakan cukup puas terhadap karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa. Sedangkan pada harapan layanan, sebanyak 49,4% karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa sangat penting.

34 4.4 Service Quality Berikut ini merupakan nilai rata-rata persepsi responden pada tiap-tiap atribut. Tabel Nilai Rata-rata Persepsi Responden Nilai Rata-rata Persepsi Responden NO Atribut Rata-rata 1 Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. 2,25 2 Kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan. 2,22 3 Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa. 2,62 4 Kebersihan dan ketersediaan air di toilet. 2,05 5 Peralatan komputer di Laboratorium Komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik. 2,58 6 Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah. 1,77 7 Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik. 1,91 8 Dosen berpenampilan rapi dan sopan. 3,41 9 Karyawan menggunakan tanda pengenal. 2,67 10 Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. 2,64 11 Dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif. 2,86 12 Dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat. 2,96 13 Pelayanan Karyawan/staf cepat dan tepat. 2,56 14 Petugas Sekretariat Prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. 2,80 15 Kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. 3,00 16 Kesediaan Karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. 2,49 17 Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. 2,45 18 Teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional. 2,80 19 Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. 3,35 20 Pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. 2,70 21 Dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 2,96 22 Karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 2,59 23 Dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. 2,74 24 Ketua Prodi D-III TI mudah untuk ditemui. 2,94 25 Dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. 3,14 26 Karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa. 2,60 Nilai Rata-rata 2,66

35 Berdasarkan tabel 4.38 dapat dibuat suatu urutan nilai rata-rata persepsi tiap kriteria mulai dari yang paling kecil yaitu memiliki Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah yang bernilai 1,77 sampai dengan nilai yang terbesar yaitu Dosen berpenampilan rapi dan sopan yang bernilai rata-rata 3,41. Namun nilai persepsi responden yang paling besar terhadap suatu kriteria belum tentu menjamin kepuasan responden pada kriteria tersebut karena kepuasan responden tidak hanya dilihat dari nilai persepsinya saja namun juga dengan memperhatikan nilai harapan responden terhadap kriteria tersebut. Berikut ini merupakan nilai rata-rata persepsi responden pada tiap-tiap atribut. Tabel Nilai Rata-rata Harapan Responden Nilai Rata-rata Harapan Responden NO Atribut Rata-rata 1 Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. 4,63 2 Kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan. 4,60 3 Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa. 4,50 4 Kebersihan dan ketersediaan air di toilet. 4,58 5 Peralatan komputer di Laboratorium Komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik. 4,70 6 Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah. 4,71 7 Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik. 4,78 8 Dosen berpenampilan rapi dan sopan. 4,41 9 Karyawan menggunakan tanda pengenal. 4,23 10 Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. 4,46 11 Dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif. 4,55 12 Dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat. 4,69 13 Pelayanan Karyawan/staf cepat dan tepat. 4,33 14 Petugas Sekretariat Prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. 4,38 15 Kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. 4,41 16 Kesediaan Karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. 4,46 17 Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. 4,34 18 Teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional. 4,50 19 Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. 4,69 20 Pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. 4,54

36 21 Dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 4,28 22 Karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 4,28 23 Dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. 4,70 24 Ketua Prodi D-III TI mudah untuk ditemui. 4,61 25 Dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. 4,53 26 Karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa. 4,38 Rata-rata 4,51 Berdasarkan tabel 4.39 diatas dapat dibuat suatu urutan nilai rata-rata harapan tiap kriteria mulai dari yang paling kecil yaitu karyawan menggunakan tanda pengenal yang bernilai 4,23 sampai dengan nilai yang terbesar yaitu Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik yang bernilai rata-rata 4,78. Hal ini terlihat bahwa semakin besar nilai rata-rata harapannya berarti semakin besar pula harapan untuk diperbaiki kualitas layanannya. 4.5 Gap Service Quality Perhitungan Nilai Gap Service Quality per Atribut Nilai gap service quality per atribut merupakan selisih dari persepsi dan harapan mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pihak Prodi telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan mahasiswa. Gap per atribut berperan memberikan evaluasi, terhadap seberapa jauh atribut tersebut memberikan kepuasan dalam menyajikan pelayanan. GGGGGG = PPPPPPPPPPPPPPPP HHHHHHHHHHHHHH Tabel Perhitungan Nilai Gap Service Quality per Atribut NO Artibut Pertanyaan Persepsi Harapan Gap 1. Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. 2,25 4,63-2,38 2. Kursi kuliah nyaman digunakan untuk 2,22 4,60-2,38 perkuliahan. 3. Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas 2,62 4,50-1,88 mahasiswa. 4. Kebersihan dan ketersediaan air di toilet. 2,05 4,58-2,53

37 Peralatan komputer di Laboratorium Komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik. Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah. Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik. 2,58 4,70-2,12 1,77 4,71-2,94 1,91 4,78-2,87 8. Dosen berpenampilan rapi dan sopan. 3,41 4,41-1,00 9. Karyawan menggunakan tanda pengenal. 2,67 4,23-1, Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. Dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif. Dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat. 2,64 4,46-1,82 2,86 4,55-1,69 2,96 4,69-1, Pelayanan Karyawan/staf cepat dan tepat. 2,56 4,33-1, Petugas Sekretariat Prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. Kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. Kesediaan Karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. Teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional. Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. Pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. Dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. Karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. Dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. 2,80 4,38-1,58 3,00 4,41-1,41 2,49 4,46-1,97 2,45 4,34-1,89 2,80 4,50-1,70 3,35 4,69-1,34 2,70 4,54-1,84 2,96 4,28-1,32 2,59 4,28-1,69 2,74 4,70-1, Ketua Prodi D-III TI mudah untuk ditemui. 2,94 4,61-1, Dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. 3,14 4,53-1,39

38 Karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan 26. mahasiswa. Sumber: Olah Data dengan Microsoft Excel 2,60 4,38-1, Perhitungan Nilai Gap Service Quality per Dimensi Nilai gap service quality per dimensi adalah selisih persepsi dan harapan mahasiswa yang menunjukkan sejauh mana Prodi telah memberikan kepuasan pelayanan sesuai dengan keinginan mahasiswa berdasarkan kelima dimensi kualitas layanan. Tabel Perhitungan Gap Service Quality per Dimensi NO Artibut Pertanyaan Persepsi Harapan Gap Tangible 1. Kebersihan serta kenyamanan ruangan 2,25 4,63-2,38 kelas. 2. Kursi kuliah nyaman digunakan untuk 2,22 4,60-2,38 perkuliahan. 3. Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas 2,62 4,50-1,88 mahasiswa. 4. Kebersihan dan ketersediaan air di toilet. 2,05 4,58-2,53 Peralatan komputer di Laboratorium 5. Komputer memadai dan dapat berfungsi 2,58 4,70-2,12 dengan baik. 6. Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di 1,77 4,71-2,94 ruang kuliah. 7. Media pembelajaran (LCD) di ruang 1,91 4,78-2,87 kuliah tidak berfungsi dengan baik. 8. Dosen berpenampilan rapi dan sopan. 3,41 4,41-1,00 9. Karyawan menggunakan tanda pengenal. 2,67 4,23-1,56 Rata-rata 2,38 4,57-2,19 Reliability Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal. Dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secara objektif. Dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat. 2,64 4,46-1,82 2,86 4,55-1,69 2,96 4,69-1,73

39 13. Pelayanan Karyawan/staf cepat dan tepat. 2,56 4,33-1, Petugas Sekretariat Prodi bersikap ramah terhadap mahasiswa. 2,80 4,38-1,58 Rata-rata 2,76 4,48-1,72 Responsiveness Kesediaan dosen PA dalam membantu mahasiswa yang mengalami masalah akademik. Kesediaan Karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa. Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa. 3,00 4,41-1,41 2,49 4,46-1,97 2,45 4,34-1,89 Rata-rata 2,64 4,40-1,76 Assurance Teknik mengajar dosen masih menggunakan metode konvensional. Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan. Pelayanan dari karyawan/staf yang ramah dan sopan. Dosen tidak mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. Karyawan/staf mengingkari apabila membuat janji dengan mahasiswa. 2,80 4,50-1,7 3,35 4,69-1,34 2,70 4,54-1,84 2,96 4,28-1,32 2,59 4,28-1,69 Rata-rata 2,88 4,45-1,57 Empathy Dosen selalu hadir dalam pelaksanaan perkuliahan. Ketua Prodi D-III TI mudah untuk ditemui. Dosen memberitahu mahasiswa ketika kuliah kosong. Karyawan/staf bersedia menanggapi keluhan mahasiswa. 2,74 4,70-1,96 2,94 4,61-1,67 3,14 4,53-1,39 2,60 4,38-1,78 Rata-rata 2,85 4,55-1,70 Sumber: Olah Data dengan Microsoft Excel

40 Berdasarkan tabel 4.41 diatas dapat dilihat bahwa dimensi tangible memiliki gap yang paling besar, selanjutnya responsiveness, reliability, empathy, dan assurance. 4.6 Diagram Kartesius Hasil pengukuran unsur-unsur jasa ini berdasarkan tingkat persepsi yang memungkinkan pihak Prodi D-III TI untuk dapat menitikberatkan usaha-usaha perbaikan untuk hal-hal atau atribut yang benar-benar dianggap penting saja oleh mahasiswa, agar dapat memuaskan. Titik-titik pada diagram kartesius, dihasilkan berdasarkan perhitungan rata-rata antara persepsi dan harapan. Hasil hitungan berdasarkan perhitungan Gap Service Quality per atribut yang dapat dilihat pada Tabel Berikut gambar diagram karteius persepsi dan harapan mahasiswa terhadap pelayanan: Gambar 4.3. Diagram Kartesius Persepsi dan Harapan Mahasiswa Terhadap Pelayanan. Dalam Gambar 4.3 terlihat bahwa letak dari unsur-unsur yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa terbagi menjadi empat bagian. Adapun interpretasi dari diagram kartesius tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kuadran I (Persepsi Rendah, Harapan Tinggi) Menujukkan atribut-atribut pertanyaan yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa berada dalam kuadran I dan penanganannya perlu diprioritaskan oleh Program Studi, karena keberadaan atribut-atribut inilah yang dinilai sangat

41 penting oleh mahasiswa, sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan. Atribut-atribut pertanyaan yang termasuk dalam kuadran I yaitu: a. Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas (1). b. Kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan (2). c. Kebersihan dan ketersediaan air di toilet (4). d. Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah (6). 2. Kuadran II (Persepsi Tinggi, Harapan Tinggi) Menunjukkan atribut-atribut pertanyaan yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa berada pada kuadran II perlu dipertahankan, karena pada umumnya tingkat pelaksanaanya sesuai dengan kepentingan dan harapan mahasiswa, sehingga dapat memuaskan mahasiswa. Atribut-atribut pertanyaan yang termasuk dalam kuadran II yaitu: a. Peralatan komputer di Laboratorium komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik (5). b. Dosen memberikan penilaian hasil perkuliahan secra objektif (11). c. Dosen memaparkan materi kuliah dengan jelas dan tepat (12). d. Dosen menguasai materi perkuliahan yang diajarkan (19). 3. Kuadran III (Persepsi Rendah, Harapan Rendah) Menunjukkan bahwa atribut-atribut pertanyaan yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa berada dalam kuadran III dinilai masih dianggap kurang penting bagi mahasiswa, sedangkan kualitas pelaksanaannya biasa atau cukup saja. Atribut-atribut pertanyaan yang termasuk dalam kuadran III yaitu: a. Kesediaan karyawan/staf dalam menanggapi keluhan mahasiswa (16). b. Karyawan/staf siap dan tanggap dalam menangani permintaan mahasiswa (17). 4. Kuadran IV (Persepsi Tinggi, Harapan Rendah) Menunjukkan bahwa atribut-atribut pertanyaan yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa berada dalam kuadran IV dinilai berlebihan dalam pelaksanaanya, hal ini disebabkan karena mahasiswa menganggap tidak terlalu penting terhadap adanya atribut tersebut, akan tetapi pelaksanaannya dilakukan dengan baik sekali oleh Program Studi, sehingga sangat memuaskan. Atribut-atribut pertanyaan yang termasuk dalam kuadran IV yaitu:

42 a. Jumlah kursi sesuai dengan kapasitas mahasiswa (3). b. Dosen berpenampilan rapi dan sopan (8). c. Karyawan menggunakan tanda pengenal (9). d. Dosen memberikan perkuliahan dengan tepat waktu sesuai jadwal (10). 4.7 Analisis Hasil Pengolahan Data Analisis terhadap Karakteristik Responden Pada hasil penelitian ini, responden berdasarkan jenis kelamin (wanita dan pria), dan responden berdasarkan tahun angkatan (2014, 2015, 2016) merasa cukup puas terhadap pelayanan program studi Analisis terhadap Nilai Rata-Rata Persepsi Responden Berdasarkan hasil dari pengolahan data pada Tabel 4.37 diperoleh bahwa nilai persepsi tertinggi terhadap kualitas pelayanan prodi, terdapat pada atribut dosen berpenampilan rapi dan sopan dengan nilai 3,41. Sedangkan nilai persepsi terendah terdapat pada atribut kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah dengan nilai 1,77. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, mahasiswa merasa upaya pihak prodi dalam menjaga penampilan dosen rapi dan sopan sudah sesuai dengan keinginan dan dapat memuaskan mahasiswa. Dan mahasiswa merasa upaya pihak prodi dalam menjaga kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah belum sesuai dengan keinginan dan belum memuaskan mmahasiswa Analisis terhadap Nilai Rata-Rata Harapan Responden Berdasarkan hasil dari pengolahan data pada Tabel 4.38 diperoleh bahwa nilai harapan tertinggi terhadap kualitas pelayanan prodi, terdapat pada atribut media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik dengan nilai 4,78. Sedangkan nilai harapan terendah terdapat pada atribut karyawan menggunakan tanda pengenal dengan nilai 4,23. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, mahasiswa ingin pihak prodi memprioritaskan kepuasan mahasiswa terhadap media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah. Karena upaya pihak prodi untuk mengutamakan kepuasan mahasiswa dinilai sangat penting.

43 Dan mahasiswa menilai karyawan menggunakan tanda pengenal tidak perlu untuk diprioritaskan oleh pihak prodi. Karena upaya pihak prodi terhadap karyawan menggunakan tanda penegenal dinilai tidak terlalu penting Analisis terhadap Perhitungan Nilai Gap Service Quality per Atribut antara Persepsi dan Harapan. Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 4.39, nilai gap service quality per atribut yaitu selisih persepsi dan harapan menunjukkan sejauh mana pihak prodi telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan mahasiswa. Semakin besar nilai gap,,maka mahasiswa merasa semakin tidak puas terhadap pelayanan prodi. Dari hasil perhitungan gap service quality, terdapat 5 atribut dengan nilai gap terbesar yang menjadi perhatian bagi pihak prodi, yaitu: Tabel Nilai Gap Service Quality per Atribut Pertanyaan Atribut Pertanyaan Gap Servqual 6 Kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah. -2,94 7 Media pembelajaran (LCD) di ruang kuliah tidak berfungsi dengan baik. -2,87 4 Kebersihan dan ketersediaan air di toilet. -2,53 1 Kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas. -2,38 5 Peralatan komputer di Laboratorium Komputer memadai dan dapat berfungsi dengan baik. -2, Analisis terhadap Perhitungan Nilai Gap Service Quality per Dimensi antara Persepsi dan Harapan Dari hasil perhitungan pada Tabel 4.40, diperoleh bahwa nilai gap terbesar sampai gap terkecil berturut-turut adalah dimensi Tangible, Responsiveness, Reliability, Empathy, dan Assurance. Berdasarkan hasil yang diperoleh mahasiswa merasa pihak prodi perlu memprioritaskan atribut-atribut pada dimensi Tangible berdasarkan nilai gap terbesar yaitu -2,94.

44 4.7.6 Analisis terhadap Diagram Kartesius Persepsi dan Harapan Berdasarkan Gambar 4.3, diperoleh bahwa atribut-atribut pertanyaan yang termasuk pada kuadran I, di mana penanganannya perlu diprioritaskan oleh pihak prodi karena keberadaaan atribut-atribut pertanyaan ini dinilai sangat penting bagi mahasiswa tetapi pelaksanaannya belum memuaskan. Atribut-atribut pertanyaan tersebut yaitu kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas, kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan, kebersihan dan ketersediaan air di toilet, kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah.

45 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis, atribut yang perlu diprioritaskan oleh pihak prodi untuk dilakukan perbaikan adalah kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah yang memperoleh gap (kesenjangan) tertinggi yaitu -2,94. Sedangkan gap terendah adalah dosen berpenampilan rapi dan sopan dengan nilai gap - 1,00. Menunjukkan bahwa penampilan dosen merupakan atribut yang dinilai mahasiswa lebih baik dari atribut-atribut yang lainnya. 2. Berdasarkan hasil analisis, dimensi yang perlu diprioritaskan oleh pihak prodi untuk dilakukan perbaikan adalah dimensi tangible (bukti fisik) yang memperoleh gap tertinggi yaitu -2,19. Sedangkan gap terendah adalah assurance (jaminan), dengan nilai gap -1, Berdasarkan hasil analisis dalam diagram kartesius yang dinilai sangat penting, atribut-atribut yang berada pada kuadran I (persepsi rendah, harapan tinggi) merupakan atribut yang penanganannya perlu diprioritaskan oleh pihak prodi. Karena keberadaan atribut-atribut inilah yang dinilai sangat penting oleh mahasiswa, sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan. 5.2 Saran Adapun saran yang diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. Atribut yang menjadi perhatian utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya oleh pihak prodi yaitu kebersihan serta kenyamanan ruangan kelas, kursi kuliah nyaman digunakan untuk perkuliahan, kebersihan dan ketersediaan air di toilet, kenyamanan fasilitas AC/Kipas angin di ruang kuliah. 2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam memperbaiki kualitas pelayanan program studi, agar kualitas pelayanan program studi lebih baik.

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin meningkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi, menjadikan perguruan tinggi sebagai sektor strategis yang diharapkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kepuasan Pelanggan Perasaan puas pelanggan timbul ketika konsumen membandingkan persepsi mereka mengenai kinerja produk atau jasa dengan harapan mereka. Sementara itu kepuasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa berkualitas yang mampu

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa berkualitas yang mampu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini, persaingan bisnis menjadi sangat tajam. Hanya perusahaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa berkualitas yang mampu menghadapi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau

BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau BAB IV ANALISA DATA IV.1. Uji Validitas Validitas dan reliabilitas merupakan poin penting dalam sebuah analisa data. Hal itu dilakukan untuk menguji apakah suatu alat ukur atau instrumen penelitian (dalam

Lebih terperinci

LAMPIRAN INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN INSTRUMEN PENELITIAN LAMPIRAN 173 LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN 174 175 KISI-KISI UJI COBA INSTRUMEN ANGKET PENELITIAN No Aspek Penelitian Indikator Item Jumlah 1. Reliabilitas (Reliability) 2. Daya tanggap (Responsiveness)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Utara No. 9A, Tol Tomang, Kebon Jeruk, Jakarta 11510

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Utara No. 9A, Tol Tomang, Kebon Jeruk, Jakarta 11510 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang dituju untuk melakukan penelitian dalam mengumpulkan data adalah Bank Bukopin cabang Esa Unggul yang bertempat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer. Jenis data ini didapat langsung dari sumber utamanya. Dalam penelitian ini, penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dekade terakhir, kualitas jasa semakin mendapatkan banyak perhatian bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : SYAIFUDIN NOOR D

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : SYAIFUDIN NOOR D NASKAH PUBLIKASI ANALISAA KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENGETAHUI PERSEPSI DAN HARAPAN PELANGGAN DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) (Studi kasus: Ahass 2597 Priyangan Motor ) Diajukan Guna Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1 Kuesioner tahap I (Uji Coba) Kuesioner tahap I ini dibagikan kepada 30 responden. Hasil kuesioner yang didapat terhadap penilaian terhadap

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 30 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 40 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.1.1 Penelitian Kepustakaan 1. Study literatur atau studi kepustakaan, yaitu dengan mendapatkan berbagai literatur dan referensi tentang manajemen

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data, langkah selanjutnya adalah menganalisa hasil yang diperoleh yang berupa nilai kepuasan mahasiswa. Pada Tugas Akhir

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Data diperoleh dengan menyebarkan secara acak kuesioner kepada pengguna jasa transpotasi udara Garuda Indonesia sebagai responden. Cara pengambilan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode deskriptif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. lokasi penelitian, jenis penelitian, definisi konseptual, definisi operasional,

BAB III METODE PENELITIAN. lokasi penelitian, jenis penelitian, definisi konseptual, definisi operasional, BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah sebuah proses yang terdiri dari rangkaian tata cara pengumpulan data, tahap ini diteruskan dengan merekam data di lapangan (Bungin, 2005). Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Penyusunan dan Penyebaran Kuesioner Data dalam penelitian ini diperoleh dari nasabah Bank. Pengumpulan data dilakukan dengan cara, yaitu:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini metode deskriptif yang digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah studi yang meneliti tentang pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan di restoran Tairyo Indonesia yang terletak di

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. intrumentasi, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. intrumentasi, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian berhubungan dengan cara-cara yang digunakan dalam melaksanakan penelitian. Bab ini menyajikan tentang metode penelitian, jenis data, populasi dan sampel,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bagian ini akan dijelaskan langkah-langkah yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah agar penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Langkah-langkah dalam

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Profil Perusahaan Bakso Solo adalah salah satu UKM penyedia jasa rumah makan yang terletak di Jl. Lintas Timur Pasar Bakauheni Kec. Bakauheni

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di LBPP LIA Bandar Lampung yang bealamat di Jl.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di LBPP LIA Bandar Lampung yang bealamat di Jl. 28 III. METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di LBPP LIA Bandar Lampung yang bealamat di Jl. Kartini No. 40 Bandar Lampung. 1.2 Jenis Data Suatu penelitian perlu didukung adanya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir Kepuasan pengguna yang menjadi tujuan dari perusahaan dituangkan dalam strategi dan rencana kerja yang diimplementasikan dalam kegiatan pemasaran dan pelayanan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode

III. METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Mohammad Nazir (1998: 63), metode deskriptif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ini dilakukan di wifi corner area PT. Telkom Kotabaru milik PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel Yogyakarta, dengan objek yang diteliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Unit Analisis Time Horizon T-1 Deskriptif - Kualitatif Individu Pelanggan Bengkel T-2 Deskriptif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan subyek penelitian Penyusunan Instrumen Penelitian (kuesioner)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan deskripsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional non eksperimental. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kausalitas, yang mana digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kausalitas, yang mana digunakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kausalitas, yang mana digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel X (Tangible, Reliability, Responsiveness,

Lebih terperinci

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab 3 Metodologi Penelitian Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Kerangka Pemecahan Masalah Metodologi penelitian merupakan rangkaian proses yang terkait secara sistematik Setiap tahap merupakan bagian yang menentukan tahapan berikutnya

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan untuk penyusunan penelitian ini, maka penulis memilih wilayah Parung Serab Ciledug Tangerang sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian. Sesuai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Hotel Sewu Mas yang berlokasi di Jl. Ring Road Utara No. 198 Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (Sugiyono, 2002: 11). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. (Sugiyono, 2002: 11). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 00:

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi : Merupakan data yang langsung didapatkan melalui penyebaran kuisioner

METODE PENELITIAN. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi : Merupakan data yang langsung didapatkan melalui penyebaran kuisioner 24 III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Dan Sumber Data Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi : 3.1.1 Data Primer Merupakan data yang langsung didapatkan melalui penyebaran kuisioner

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan sistematis, maka perlu di buat alur penelitian adapun alur penelitian dapat dilihat dari flow chart berikut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey 38 BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini, peneliti menguraikan ulasan mengenai jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, definisi operasional dan pengukuran variabel penelitian,

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian menurut metode, penulis menggunakan penelitian survey. Menurut Siregar (2013 : 10), Penelitian survey adalah penelitian yang tidak melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Alur Penelitian Mulai Studi Pustaka Idenifikasi Masalah Pengumpulan Data Data Primer (Data Kuesioner) Data Responden Persepsi Pelanggan Harapan Pelanggan Data Skunder:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam penelitian ini objek pengamatan dan penelitian adalah menganalisa tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan jasa yang diberikan di

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan menggunakan minimal dua variabel yang dihubungkan. Metode asosiatif merupakan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan variabel (Y) Kepuasan Pelanggan Pada Bengkel Honda di PT Istana Kebon

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan variabel (Y) Kepuasan Pelanggan Pada Bengkel Honda di PT Istana Kebon BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel (X) Kualitas Pelayanan dan variabel (Y) Kepuasan Pelanggan Pada Bengkel Honda di PT Istana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

BAB III METODE PENELITIAN. yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS. Pelanggan PO Maju Lancar. Jumlah kuisioner yang disebarkan dihitung dengan Z E

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS. Pelanggan PO Maju Lancar. Jumlah kuisioner yang disebarkan dihitung dengan Z E 33 BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS 4.1. Pengumpulan Data Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada responden penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian, Subjek Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung, yang beralamat di Jalan Pasirkaliki No.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan, Jalan Hariang Banga Nomor 2 Tamansari Bandung. 2. Populasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya terletak di desa Karya Wangi RT 02/02 Kampung Nyampai

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan III. METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan cross-sectional. Adapun teknik pengumpulan data. dengan menggunakan kuesioner, dimana peneliti menanyakan

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan cross-sectional. Adapun teknik pengumpulan data. dengan menggunakan kuesioner, dimana peneliti menanyakan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Populasi 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudhi No.229 Bandung. 2. Populasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodologi ialah suatu pengkajian dalam mempelajari

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini, akan dibahas mengenai metodelogi penelitian yang meliputi Variabel Penelitian & Definisi Operasional, Subyek Penelitian & Tehnik Sampling, Desain Penelitian, Alat

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan semua pengertian yang digunakan untuk mendapatkan data yang akan dianalisis sesuai dengan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan 26 III. METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Sumber Data 3.1.1 Penelitian kepustakaan Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, dan sumber berupa tulisan yang berhubungan dengan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di yang beralamatkan di Jl. Penghulu KH. Hasan Mustapa No. 23 kota Bandung Provinsi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Langkah langkah (flow chart) pemecahan masalah. Mulai. Observasi Pendahuluan. Penetapan Tujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Langkah langkah (flow chart) pemecahan masalah. Mulai. Observasi Pendahuluan. Penetapan Tujuan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Langkah langkah (flow chart) pemecahan masalah Mulai Observasi Pendahuluan Studi Pustaka Identifikasi Masalah Penetapan Tujuan Identifikasi atribut penelitian Pembuatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dalam jenis penelitian lapangan (field research). Agar penelitian ini lebih

BAB III METODE PENELITIAN. dalam jenis penelitian lapangan (field research). Agar penelitian ini lebih 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jika dilihat dari lokasi yang akan diteliti, penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research). Agar penelitian ini lebih terarah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian adalah : Beberapa tahap akan saya gunakan untuk melakukan di dalam penelitian ini Tahap pertama : Penentuan data yang akan dipakai adalah data primer,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Djum di Wijilan Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepuasan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Djum di Wijilan Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepuasan BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis Data Penelitian dilakukan terhadap kualitas pelayanan pada Warung Makan Gudeg Yu Djum di Wijilan Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepuasan

Lebih terperinci

Soeharto (1989: 150) mengemukakan untuk pengambilan sampel yang tingkat homogenitasnya tinggi untuk populasi dibawah 100 dapat dipergunakan sebagai sa

Soeharto (1989: 150) mengemukakan untuk pengambilan sampel yang tingkat homogenitasnya tinggi untuk populasi dibawah 100 dapat dipergunakan sebagai sa BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey. Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Butik Orange Butik Orange merupakan salah satu butik yang terkemuka di Indonesia, khususnya Jakarta. Butik Orange hanya menawarkan produk pakaian wanita. Saat

Lebih terperinci

BAB III METODE ANALISIS

BAB III METODE ANALISIS 42 BAB III METODE ANALISIS 3.1. Kerangka pikir Dalam persaingan yang semakin tajam diantara bengkel otomotif saat ini, maka kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama dimana tingkat kepentingan dan harapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini objek penelitiannya di Badan Penanaman Modal dan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini objek penelitiannya di Badan Penanaman Modal dan 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini objek penelitiannya di Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) yang bertempat di Jl. Way Pengubuan No.3 Pahoman, Bandar Lampung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan

Lebih terperinci

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENGURUSAN PASPOR PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I POLONIA DI KOTA MEDAN

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENGURUSAN PASPOR PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I POLONIA DI KOTA MEDAN Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENGURUSAN PASPOR PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I POLONIA DI KOTA MEDAN I. KATA PENGANTAR Dengan hormat, Sehubungan dengan penyelesain tugas akhir

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi mengenai sensitivitas moral, pertimbangan moral, dan

Lebih terperinci

yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu

yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu Bab 1. Pendahuluan Tingginya tingkat persaingan telah membawa pengaruh yang signifikan dalam dunia usaha. Persaingan tidak hanya mengandalkan segi kualitas tetapi juga mengutamakan segi pelayanan. Parasuraman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:7), metode penelitian kuantitatif diartikan

Lebih terperinci

Kuesioner. Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Intergrated Business. Solution (IBS) Pada PT. Citajaya Infinite System

Kuesioner. Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Intergrated Business. Solution (IBS) Pada PT. Citajaya Infinite System L1 Kuesioner Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Intergrated Business Solution (IBS) Pada PT. Citajaya Infinite System Sehubungan dengan pelaksanaan tugas skripsi yang bertopik penelitian sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Dan Definisi Operasional 1. Variabel Menurut Sugiyono (2011), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

Lebih terperinci

ASSESMENT TINGKAT KEPUASAN DOSEN DENGAN METODE SERVQUEL PADA UNIVERSITAS XYZ

ASSESMENT TINGKAT KEPUASAN DOSEN DENGAN METODE SERVQUEL PADA UNIVERSITAS XYZ ASSESMENT TINGKAT KEPUASAN DOSEN DENGAN METODE SERVQUEL PADA UNIVERSITAS XYZ Hana Catur Wahyuni, Wiwik Sumarmi Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo [email protected]

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, 15 responden untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, 15 responden untuk BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Uji Validitas dan Realibilitas Pada penelitian kali ini dilakukan uji validasi dengan dilanjutkan uji realibilitas pada instrumen penelitian. Instrumen penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan hubungan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan hubungan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Desain riset yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kausal (sebab akibat) dan menggunakan wawancara langsung dengan alat bantu kuesioner kepada responden

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah peserta BPJS Kesehatan Dikantor Cabang Gedong Kuning. akan diteliti adalah peserta BPJS Kesehatan.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah peserta BPJS Kesehatan Dikantor Cabang Gedong Kuning. akan diteliti adalah peserta BPJS Kesehatan. 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Objek penelitian ini adalah BPJS Kesehatan. Subjek penelitian ini adalah peserta BPJS Kesehatan Dikantor Cabang Gedong Kuning Yogyakarta. B. Jenis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (explanatory),

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (explanatory), 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (explanatory), dengan verifikatif, yang mana tujuan dari penelitian deskriptif adalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian disusun untuk menggambarkan konsep analisis kepuasan pelanggan melalui penilaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dulu konsep sebagai variablevariabel yang

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan asosiatif. Menurut (Sugiyono2007, p11), penelitian deskriptif

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Objektif Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan diluar kemauan mereka sendiri. Manusia dianggap

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian 30 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode Deskriptif Verifikatif Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLODI PENELITIAN. mendalam pertanyaan terfokus pada apa sebenarnya, objek penelitian ini? Irawan

BAB III METODOLODI PENELITIAN. mendalam pertanyaan terfokus pada apa sebenarnya, objek penelitian ini? Irawan BAB III METODOLODI PENELITIAN III.1 Jenis Metode Penelitian Jenis metode penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis dependensi untuk mendapatkan gambaran keterkaitan antara kinerja kerja dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada

BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada 84 BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan Logistik Pada Kantor Pos Besar Bandung 40000 Dalam penelitian ini penulis menyebarkan 80 lembar kuisioner

Lebih terperinci

Lampiran 1. LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (Informed Consent)

Lampiran 1. LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (Informed Consent) LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (Informed Consent) Lampiran 1 Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien dalam mutu pelayanan keperawatan di Ruang Rawat Jalan RS Adenin Adenan Medan. Peneliti: Azura Ikhlashiah 111121080

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Kualitas Pelayanan Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data-data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data deskriptif yang menggambarkan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Persaingan yang semakin ketat, membuat setiap perusahaan harus memiliki suatu keunggulan bersaing agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di. dibanding dengan desa lain di Kecamatan Sewon.

BAB III METODE PENELITIAN. Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di. dibanding dengan desa lain di Kecamatan Sewon. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Lokasi tempat penelitian yang dipilih peneliti adalah Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Bantul dengan pertimbangan bahwa di

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian menurut tingkat eksplanasinya ada tiga yaitu penelitian deskriptif, komparatif, dan juga asosiatif. Pada penelitian ini yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. subjek dalam penelitian ini adalah pelanggan/konsumenyang mengetahui dan

BAB III METODE PENELITIAN. subjek dalam penelitian ini adalah pelanggan/konsumenyang mengetahui dan BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini yaitu Alfamart di Yogyakarta, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah pelanggan/konsumenyang mengetahui dan pernah membeli

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KONSEP DAN DEFINISI JASA Keanekaragaman makna dalam hal pemakaian istilah service dijumpai dalam literatur manajemen. Namun demikian, secara garis besar konsep service mengacu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi tersebut mencakup konteks riset, data dan sumber data, lokasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi tersebut mencakup konteks riset, data dan sumber data, lokasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN Lingkup Penelitian Pada bab ini akan dibahas metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Metodologi tersebut mencakup konteks riset, data dan sumber data, lokasi penelitian,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan mengenai presentasi dan analisis data yang terdiri dari gambaran umum penelitian, deskripsi hasil penelitian, dan hasil uji

Lebih terperinci