JIIA, VOLUME 4 No. 1, JANUARI 2016
|
|
|
- Yuliani Susman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN KELOMPOK WANITA TANI MELATI DI DESA TRIBUDISYUKUR KECAMATAN KEBUN TEBU LAMPUNG BARAT (Supply Chain Performance Analysis and Value Added Analysis of Women Farmer Group Products in Tribudisyukur Village Kebun Tebu Subdistrict West Lampung) Sartika Lestari, Zainal Abidin, Suarno Sadar Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35141, Telp , ABSTRACT This study purposed to measure supply chain performance of KWT Melati products and analyze value added of KWT Melati products. This Research was conducted in Tribudisyukur Village at Kebun Tebu Subdistrict, West Lampung. The research data was collected on April 2015 using survey method. Sample size was 25 respondents who were selected using purposive sampling. Analysis Data Method used for supply chain management performance was Supply Chain Operation References (SCOR) 9,0 and for value added analysis was Hayami method. The result of this study showed that (1) Based on the result of this study, there is an ineffectiveness on management cost especially on Total Supply Chain Management Cost (TSMC) metric for all products of KWT Melati, this is caused by the amount of cost spent on producing (2) The most profitable product of KWT Melati is coffee package 25gr with value added ratio 55,68% and gave added value Rp52.400,00 for every kg coffee production. Key words : women farmer group, supply chain performance, value added analysis PENDAHULUAN Agroindustri dapat didefinisikan sebagai suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi barang yang memiliki nilai tambah yang tinggi melalui proses transformasi dengan menggunakan perlakuan fisik dan kimia, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Kegiatan agroindustri membutuhkan manajemen usaha yang moderen, pencapaian skala usaha yang optimal dan efisien karena kegiatan agroindustri tidak tergantung kepada musim (Hasyim dan Zakaria 1995). Rantai pasok adalah proses sebuah produk sampai kepada konsumen setelah melewati beberapa proses dari pencarian bahan baku, proses produksi dan proses distribusi yang melibatkan berbagai pihak (Sheikh 2002), selanjutnya menurut Tunggal (2009) manajemen rantai pasok adalah pengintegrasian antara aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman produk hingga ke pelanggan. Rantai pasok merupakan jaringan yang terdri dari beberapa pelaku usaha dimana didalamnya terdapat aliran produk, informasi dan finansial (Sari 2013). Isu rantai pasok produk hasil pertanian semakin meluas dan merupakan rantai pasok yang sangat mengglobal, maka dari itu dibutuhkan alat untuk membantu dalam melakukan kontrol dan audit dalam manajemen rantai pasokan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen untuk itu dibutuhkan manajemen rantai pasok yang kritis untuk pemerintah, organisasi dan komunitas (Yakovleva 2009). Manajemen rantai pasok terkait dengan pengelolaan aset-aset rantai pasok serta aliran produk, informasi dan aliran uang untuk memaksimumkan keuntungan dari rantai pasok itu sendiri, maka tujuan dari rantai pasok seharusnya adalah memaksimumkan keseluruhan nilai yang diperoleh dari seluruh pihak yang terkait dalam pembuatan produk (Chopra dan Meindle 2007). Manajemen rantai pasok dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan produk yang murah, berkualitas dan cepat. Dalam manajemen rantai pasok juga melibatkan pihak-pihak eksternal seperti pemasok yang terlibat dan dituntut untuk memiliki kinerja yang bagus agar berjalan dengan baik, dengan memilih pemasok yang tepat maka perusahaan akan terhindar dari kekosongan atau kerusakan barang (Indrajit 2002). 24
2 Rantai pasok berperan penting dalam hubungan KWT Melati dan pemasok untuk menciptakan suatu produk yang bernilai dan bermutu untuk bersaing di pasaran. Pemasok dapat meningkatkan atau menurunkan kualitas produk KWT Melati melalui penyediaan bahan mentah. Perlu diperhatikan manajemen suplai dan pembelian, yaitu bagian dari manajemen rantai pasok yang fokus terhadap pengaturan aliran barang dan jasa dari pemasok menuju ke perusahaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahan baku dari para pemasok untuk menciptakan produk berkualitas. Menurut (Frohlich 2001), banyak industri yang tidak memiliki kontrol yang baik terhadap rantai pasokannya, untuk meminimalisir hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan rantai pasok itu sendiri. Pengukuran kinerja rantai pasok akan memberikan peluang besar untuk memperbaiki dan mengembangkan manajemen rantai pasok pada semua industri (Bolstorff 2003). Pengukuran dan evaluasi kinerja manajemen rantai pasok KWT Melati perlu dilakukan agar sistem rantai pasok yang menghubungkan KWT Melati dengan para pemasok lebih optimal dan efektif. Keefektifan manajemen rantai pasok akan membantu KWT Melati dalam pencapaian tujuan industri secara luas yaitu unggul dalam persaingan global dengan produk yang berkualitas. Selain pengukuran kinerja rantai pasok, perlu diperhatikan diversifikasi olahan produk KWT Melati untuk meningkatkan nilai tambah usaha yang diikuti dengan peningkatan pendapatan. Terdapat empat olahan produk utama KWT Melati yaitu: Kopi Bubuk, Gula Aren Kristal, Gula Aren Cetak dan Madu Alam, dengan diversifikasi produk tersebut dibutuhkan analisis nilai tambah untuk perbandingan terhadap keseluruhan produk olahan untuk mengetahui produk yang paling menguntungkan bagi KWT Melati sebagai pemenuhan tujuan industri yaitu memaksimalkan keuntungan. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Melakukan pengukuran kinerja rantai pasok produk olahan KWT Melati dan (2) Menganalisis nilai tambah produk olahan KWT Melati METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Desa Tribudisyukur, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu sentra produksi produk HKm di Provinsi Lampung. KWT Melati memiliki sistem pengolahan hasil produk HKm yang cukup baik terutama untuk produk kopi bubuk. HKm Binawana merupakan mitra KWT Melati sebagai pemasok bahan baku. Jumlah sampel yang dipilih dalam penelitian sebanyak 25 responden yang terdiri dari 1 orang pengurus KWT Melati dan 24 mitra tani yang merupakan anggota dari KWT Melati terdiri dari 10 orang pemasok kopi, 10 orang pemasok aren dan 4 orang pemasok madu alam. Pemilihan mitra tani berdasarkan pada petani yang memiliki keberlanjutan budidaya bahan baku untuk produk olahan KWT Melati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus yaitu pengamatan yang bersifat spesifik dan terbatas pada suatu kasus, tempat dan waktu yang telah ditentukan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara dengan ketua KWT Melati dan mitra tani. Metode analisis data yang digunakan untuk menghitung kinerja rantai pasok adalah Supply Chain Operation References (SCOR) 9.0 version yang merupakan model pengukuran kinerja yang dikeluarkan oleh Supply Chain Council (2009). Supply Chain Council adalah dewan rantai pasok internasional yang terdiri dari peneliti dan perusahaan yang memiliki pengalaman dan minat dalam pengembangan rantai pasok secara global. Terdapat empat level dalam pengukuran kinerja rantai pasok dengan SCOR 9.0 version, untuk skala industry kecil hanya dilakukan pengukuran pada level satu. Guna mengukur kinerja manajemen rantai pasok KWT Melati, terdapat empat atribut dan lima metrik yang telah ditentukan untuk pengukuran kinerja yang terlihat pada Tabel 1. - Order Fulfillment Cycle-Time (OFCT) Aktualsiklus waktu pesanan terkirim.. (1) Total jumlah pesanan dikirim - Total Supply Chain Management Cost (TSCMC) Penjualan - Keuntungan - Biaya pelayanan.. (2) - Cost of Goods Sold (COGS) Biaya Var. Biaya T. Kerja Biaya Tetap.. (3) 25
3 Tabel 1. Parameter atribut dan metrik kinerja rantai pasok Atribut Metrik Kinerja Superior Advantage Parity Reliabilitas POF % % % Responsivitas OFCT Hari Hari Hari Biaya COGS % % % Manajemen TSCMC % % % Aset Manajemen CTCCT Hari Hari Hari (Sumber : Bolstorff 2003). - Cash to Cash Cycle Time (CTCCT). Nilai CTCCT diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil pengurangan rata-rata piutang hari dan ratarata hutang harian dengan persediaan pasokan harian. Setelah dihitung kinerja aktual rantai pasok KWT Melati, selanjutnya dibandingkan dengan benchmark yang telah ditetapkan oleh Supply Chain Council (2008) untuk industri makanan. Berdasarkan benchmark tersebut, menurut Bolstroff (2003) dapat ditentukan target kinerja untuk periode selanjutnya. Dalam melakukan benchmarking, data yang diperoleh adalah data produksi bulan April 2015, untuk menyesuaikan benchmark dilakukan perhitungan untuk periode satu tahun dengan menggunakan asumsi bulan produksi terendah, bulan produksi tertinggi dan bulan prouksi reguler untuk KWT Melati selama periode Mei 2014 April Analisis nilai tambah digunakan untuk mengetahui besarnya nilai tambah dalam pengolahan produk. Dalam melakukan Analisis nilai tambah digunakan data produksi pada bulan April Analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami (Tabel 2). HASIL DAN PEMBAHASAN Kinerja Rantai Pasok Produk Olahan KWT Melati Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kinerja rantai pasok produk olahan KWT Melati terdiri dari kinerja rantai pasok kopi bubuk (kemasan 25gr, 50 gr dan 1kg), kinerja rantai pasok gula aren (gula aren cetak dan gula aren kristal) dan madu. Kinerja Rantai Pasok Kopi Bubuk Kopi Bubuk Cap Semut yang merupakan salah satu produk olahan KWT Melati yang dibagi ke dalam tiga kemasan, yaitu kemasan 25gr, 50gr dan 1kg (kemasan reguler). Pembagian output produksi kopi bubuk ke dalam tiga jenis kemasan tersebut berdasarkan perkiraan dengan porsi kemasan reguler 90 persen, kemasan 50 gr 6 persen dan kemasan 25gr 4 persen. Kinerja rantai pasok kopi bubuk kemasan 25gr tertera pada Tabel 3. Dari Tabel 3 terlihat kinerja kemasan 25gr pada atribut reliabilitas dengan metrik POF berada pada target klasifikasi advantage untuk kinerja selanjutnya. Kinerja untuk atribut biaya manajemen yang terdiri dari metrik COGS dan TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Kinerja responsivitas dan aset manajemen tidak dapat dihitung karena data tidak tersedia di KWT Melati. Tabel 2. Analisis nilai tambah dengan Metode Hayami No Variabel Nilai Output, Input, Harga 1. Output/ total produksi (Kg/periode) A 2. Input bahan baku (Kg/periode) B 3. Input Tenaga kerja (HOK/periode) C 4. Rendemen (1) / (2) D = A/B 5. Koefesien tenaga kerja (3) / (2) E = C/B 6. Harga produk (Rp/ Kg) F 7. Upah rata-rata tenaga kerja per HOK G (Rp/HOK) Pendapatan dan Keuntungan 8. Harga input bahan baku (Rp/ Kg) H 9. Sumbangan input lain (Rp/Kg) I 10. Nilai produk (4) x (6) (Rp/Kg) J = D X F 11. a) Nilai tambah (10) - (8) (9) (Rp/ Kg) K = J-H-I b) Rasio nilai tambah (11a) / (10) (%) L % = (K/J) 12. a) Pendapatan Tenaga kerja ( Rp/ Kg) M = E x G b) Imbalan tenaga kerja (12a)/(11a) N % = (M/K) (%) 13. a) Keuntungan (11a) ( 12a) (Rp/Kg) O = K M b) Tingkat keuntungan (13a) / (10) P % = (O -J) (%) Balas Jasa Untuk Faktor produksi 14. Marjin (10) - (8) ( Rp/ Kg) Q = J H a) Pendapatan tenaga kerja (12a) / R % = (M/Q) (14) (%) b) b. Sumbangan input lain (9) / (14) S % = (I/Q) (%) c) Keuntungan perusahaan (13a) / (14) (%) T % = (O/Q) (Sumber : Hayami dalam Munawar 2010) Keterangan : a = Output/total produksi yang dihasilkan oleh pengolah KWT Melati b = Input/bahan baku yang digunakan untuk produksi c = Tenaga kerja yang digunakan dalam produksi dihitung dalam bentuk HOK (Hari Orang Kerja) dalam satu periode analisis f = Harga produk yang berlaku pada satu periode analisis g = Jumlah upah rata rata yang diterima oleh pekerja dalam setiap satu periode produksi yang dihitung berdasarka per HOK (Hari Orang Kerja) h = Harga input bahan baku utama yaitu ikan per kilogram pada saat periode analisis i = Sumbangan/biaya input lainnya yang terdiri dari biaya bahan penolong, biaya penyusutan biaya sewa dan biaya administrasi. 26
4 Kinerja untuk kemasan 50 gr pada atribut reliabilitas dengan metrik POF telah mencapai target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan tetap berada pada klasifikasi superior. Kinerja atribut biaya manajemen dengan metrik COGS telah mencapai target kinerja pada klasifikasi advantage sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi superior. Sedangkan metrik TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Kinerja untuk kemasan 1 kg (kemasan reguler) pada atribut reliabilitas dengan metrik POF telah mencapai target kinerja, sehingga untuk kinerja klasifikasi superior. Kinerja atribut biaya manajemen dengan metrik COGS telah mencapai target kinerja pada klasifikasi advantage sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi superior. Sedangkan, metrik TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Secara keseluruhan dari ketiga kemasan kopi, kinerja yang perlu diperhatikan adalah kinerja atribut aset manajemen yaitu pada metrik TSMC. Dari ketiga kemasan kopi, metrik TSMC memiliki gap (kesenjangan) yang tinggi antara kinerja aktual dengan kinerja klasifikasi minimal (parity). Hal ini berarti bahwa biaya manajemen yang dikeluarkan oleh KWT Melati dari pengadaan bahan baku sampai ke penjualan termasuk tidak efektif, karena sebagian besar biaya penerimaan digunakan untuk biaya manajemen rantai pasok daripada untuk keuntungan industri. Penelitian ini sejalan dengan Rofik (2010) bahwa untuk pengukuran kinerja rantai pasok industri skala UKM (Usaha Kecil Menengah) tidak perlu dilakukan breakdown pada SCOR 9.0 dari level 1 sampai level 4, cukup dengan pengukuran kinerja rantai pasok pada level 1. Kinerja Rantai Pasok Gula Aren Kinerja Rantai Pasok gula aren KWT Melati dibagi menajdi gula aren cetak dan gula aren kristal. Hal ini dikarenakan untuk setiap produk gula aren memiliki harga produk, output kemasan dan bahan penolong yang berbeda sehingga analisis kinerja rantai pasok untuk gula aren dibedakan. Kinerja rantai pasok gula aren cetak terlihat pada Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4 kinerja gula aren cetak pada atribut reliabilitas dengan metrik POF telah mencapai target kinerja, sehingga untuk kinerja klasifikasi superior. Kinerja atribut biaya manajemen dengan metrik COGS dan TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Kinerja gula aren kristal pada atribut reliabilitas dengan metrik POF telah mencapai target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan tetap berada pada klasifikasi superior. Kinerja atribut biaya manajemen dengan metrik COGS telah mencapai target, seharusnya kinerja klasifikasi superior. Hal ini sejalan dengan penelitian Mutakin (2010) dimana tidak boleh ada dua kinerja superior untuk satu produk yang diukur kinerjanya, sehingga untuk target COGS gula aren kristal selanjutnya ditetapkan pada klasifikasi advantage. Tabel 3. Hasil analisis kinerja rantai pasok kopi KWT Melati No Atribut Kinerja Metrik Kinerja Aktual 25gr 50gr Reguler Parity Advantage Superior 1. Reliabilitas POF 79,17% 92,19% 94,19% 74,0% 81,0% 88,0% 2. Responsivitas OFCT Biaya Manajemen COGS 76,43% 54,49% 60,52% 69,0% 61,0% 53,0% TSMC 76,14% 54,34% 60,49% 9,50,% 6,7% 3,9% 4. Aset Manajemen CCCT Tabel 4. Hasil analisis kinerja rantai pasok gula aren KWT Melati No Atribut Kinerja Metrik Kinerja Aktual Aren Cetak Aren Kristal Parity Advantage Superior 1. Reliabilitas POF 97,33% 98,3% 74,0% 81,0% 88,0% 2. Responsivitas OFCT Biaya Manajemen COGS 98,56% 57,23% 69,0% 61,0% 53,0% TSMC 98,49% 53,46% 9,50,% 6,7% 3,9% 4. Aset Manajemen CCCT
5 Kinerja metrik TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Kinerja untuk metrik TSMC gula aren kristal dan gula aren cetak serupa dengan kopi, yaitu kinerja berada jauh dibawah target kinerja, sehingga untuk selanjutnya ditetapkan kinerja pada klasifikasi parity, hal ini berarti bahwa untuk kinerja gula aren terdapat ketidakefektifan dalam biaya manajemen yang dikeluarkan oleh KWT Melati. Kinerja Rantai Pasok Madu Kinerja rantai pasok madu KWT tertera pada Tabel 5. Berdasarkan Tabel 5, kinerja madu pada atribut reliabilitas dengan metrik POF telah mencapai target kinerja, sehingga untuk kinerja klasifikasi superior. Kinerja atribut biaya manajemen dengan metrik COGS dan TSMC berada dibawah target kinerja, sehingga untuk kinerja selanjutnya ditargetkan pada klasifikasi parity. Berdasarkan hasil penelitian untuk produk KWT Melati, kinerja yang kurang efektif adalah pada atribut biaya manajemen khususnya metrik TSMC di mana kinerja aktual berbanding jauh dengan target kinerja minimal (parity), hal ini sejalan dengan penelitian Gunasekaran (2004) bahwa efektifitas dan efisiensi manajemen rantai pasok dapat dilihat dari manajemen biaya yang dilakukan oleh industri, karena biaya terkait hampir pada semua bagian manajemen rantai pasok dimana biaya menempati rating ke dua dalam strategi pengembangan metrik kinerja rantai pasok setelah nilai produk yaitu sebesar 14,23 persen. Selanjutnya, penelitian Ahmad (2013) mengemukakan untuk meningkatkan kinerja biaya dapat dilakukan dengan penekanan biaya material atau meningkatkan efektifitas penggunaan mesin dan tenaga kerja.. Tabel 5. Hasil analisis kinerja rantai pasok madu No Atribut Kinerja Metrik Kinerja Madu Parity Advangtage Superior 1. Reliabilitas POF 96,5% 74,0% 81,0% 88,0% 2. Responsivitas OFCT Biaya Manajemen COGS 77,8% 69,0% 61,0% 53,0% TSCMC 77,1% 9,50% 6,7% 3,9% 4. Aset Manajemen CCCT Tabel 6. Analisis nilai tambah produk olahan KWT Melati dengan Metode Hayami Variabel Kopi 25gr Kopi 50gr Kopi 1kg Aren Kristal Aren Cetak Output, Input, Harga Output/ total produksi (Kg/bulan) 216,00 288, ,00 40,00 40,00 200,00 Input bahan baku (Kg/bulan) 76,50 410, ,10 40,00 40,00 200,00 Input TK (HOK/bulan) 11,03 11,03 11,03 4,00 1,60 0,40 Rendemen 2,82 0,70 0,70 1,00 1,00 1,00 Koefesien TK 0,14 0,03 0,005 0,10 0,04 0,002 Harga produk (Rp/Kg) , , , , , ,00 Upah rata-rata TK per HOK (Rp/HOK) , , , , , ,00 Pendapatan dan Keuntungan Harga input bahan baku (Rp/Kg) , , , , , ,00 Sumbangan input lain (Rp/Kg) , , , , ,00 79,00 Nilai produk (Rp/Kg) , , , , , ,00 a. Nilai tambah (Rp/Kg) , , , ,00-125, ,00 b. Rasio nilai tambah (%) 55,68 14,17 39,07 53,48-0,83 24,63 a. Pendapatan TK (Rp/Kg) 4.563,77 850,70 157, ,00 800,00 40,00 b. Imbalan tenaga kerja (%) 8,71 17,11 1,15 17,72-640,32 0,15 a. Keuntungan (Rp/Kg) , , , ,00-925, ,00 b. Tingkat keuntungan (%) 50,83 11,74 38,61 44,00-6,17 24,59 Balas Jasa Faktor produksi Marjin (Rp/Kg) , , , , , ,00 a. Pendapatan TK (%) 6,16 5,64 1,05 13,85 26,67 0,15 b. Sumbangan input lain (%) 29,30 67,05 8,76 21,84 104,17 0,30 c. Keuntungan perusahaan (%) 64,54 27,31 90,19 64,31-30,83 99,55 Madu 28
6 Analisis Nilai Tambah Produk Olahan KWT Analisis nilai tambah produk KWT Melati terlihat pada Tabel 6. Berdasarkan Tabel 6, produk yang memberikan nilai tambah terbesar adalah kopi bubuk kemasan 25gr. Kopi bubuk kemasan 25 gr dapat memberi nilai tambah sebesar Rp52.400,00 untuk setiap kg pengolahan biji kopi menjadi kopi bubukpada pengolahan produk KWT Melati terdapat satu produk yang tidak memberikan nilai tambah, yaitu gula aren cetak. Hal ini dikarenakan KWT Melati tidak memperhitungkan biaya penyusutan dalam pembuatan produk. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengukuran kinerja produk KWT Melati dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidakefektifan pada atribut biaya manajemen khususnya metrik TSMC pada semua produk olahan. Selain itu, disimpulkan pula bahwa produk olahan produk yang memberikan nilai tambah terbesar adalah kopi bubuk kemasan 25gr dengan rasio nilai tambah sebesar 55,68% dan memberikan nilai tambah sebesar Rp52.400,00 untuk setiap kg pengolahan kopi bubuk. DAFTAR PUSTAKA Ahmad N Analisa pengukuran dan perbaikan kinerja supply chain di PT XYZ. Jurnal Teknik Industri: 6 (2), Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhitama. Surabaya. Bolstorff P and Rosenbaum R Supply Chain Excellence: a Handbook for Dramatic Improvement Using the SCOR Model. AMACOM. United State of America. Chopra S, Meindl P Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation. Pearson Prentice Hall. United State of America. Frohlich MT and Westbrook R Arc of integration: an international study of supply chain strategies. Journal of Operations Management: 19 (2), Elseiver Science. United Kingdom. Gunasekaran A, Patel C, and Mc Gaughey RE A framework for supply chain performance measurement. International Journal of Production Economics, 87: Hasyim H dan Zakaria WA Pengembangan agribisnis di Provinsi Lampung dalam era pasca GATT. Jurnal Sosial Ekonomika: 1 (1). Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indrajit R dan Djokopranoto R Konsep Manajemen Supply Chain: Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Grassindo. Jakarta. Munawar A Analisis Nilai Tambah Dan Pemasaran Kayu Sengon Gergajian (Studi Kasus di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mutakin A Pengukuran Kinerja Manajemen Rantai Pasokan dengan Pendekatan Score Model 9.0 (Studi Kasus di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor. Rofik A Kinerja Rantai Pasok Pada Industri Seafood (Studi Kasus PT. Kelola Mina Laut, Gresik). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sari P Manajemen rantai pasok pada rantai pasok berjaring beras organik. Jurnal Agribisnis: 3 (2). Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sheikh K Manufacturing Resource Planning (MRPII ), with Introduction to ERP, SCM, and CRM. McGraw-Hill. New York. Supply Chain Council Supply Chain Operations Reference Model SCOR version 9.0 Metric, Washington DC. com/doc/ /supply-chain-op eration- SCOR-9#scribd. [3 Desember 2014] Supply Chain Operations Reference Model SCOR version 9.0 overview. Washington DC. /hd4d5ju. [3 Desember 2014]. Tunggal A Dasar-Dasar Operation and Supply Chain Management. Havarindo. Jakarta. Yakovleva N Sustainable benchmarking of food supply chains. Working Paper. Clark University. Universitas State of America. 29
III. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Penelitian dan Pengumpulan Data. tempat dan waktu btertentu. Metode pengumpulan dengan melakukan
41 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metodologi Penelitian dan Pengumpulan Data Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yaitu pengamatan yang bersifat spesifik dan
I. PENDAHULUAN. Hutan kemasyarakatan (HKm) sebagai sistem pengelolaan hutan yang
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hutan kemasyarakatan (HKm) sebagai sistem pengelolaan hutan yang dilakukan oleh individu, komunitas atau negara yang diusahakan secara komersial untuk memenuhi kebutuhan
III. METODOLOGI PENELITIAN
21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Tingginya persaingan bisnis di berbagai bidang industri, telah meningkatkan daya saing perusahaan menjadi penting dalam hal efektifitas dan
III. METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan data melakukan analisa-analisa sehubungan dengan tujuan
36 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan batasan operasional mencakup pengertian yang digunakan untuk mendapatkan data melakukan analisa-analisa sehubungan dengan
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Konsep dasar merupakan pengertian yang digunakan untuk memperoleh
22 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Konsep Dasar Konsep dasar merupakan pengertian yang digunakan untuk memperoleh dan menganalisis data sehubungan dengan tujuan penelitian. Agroindustri gula aren dan
III. METODE PENELITIAN. mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis data
29 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Definisi dan Batasan Operasional Untuk memperjelas dan menghindari kesalahpamaham mengenai pengertian tentang istlah-istilah dalam penelitian ini maka dibuat definisi dan batasan
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional meliputi pengertian yang digunakan
38 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional meliputi pengertian yang digunakan untuk memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan
JIIA, VOLUME 3 No. 1, JANUARI 2015 ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI PROVINSI LAMPUNG
ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI LUWAK DI PROVINSI LAMPUNG (The Analysis of Supply Chain and Added Value of Luwak Coffee Agroindustry In Lampung Province) Khairunnisa Noviantari,
III. METODE PENELITIAN. langsung terhadap gejala dalam suatu masyarakat baik populasi besar atau kecil.
35 III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Metode survei merupakan metode yang digunakan dalam penelitian dengan cara pengamatan langsung terhadap gejala
PEMBUKTIAN PENERAPAN SCOR MODEL VERSI 10.0 PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR (PT SURYA PERDANA LESTARI) DENGAN PERUSAHAAN PRODUKSI
PEMBUKTIAN PENERAPAN SCOR MODEL VERSI 10.0 PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR (PT SURYA PERDANA LESTARI) DENGAN PERUSAHAAN PRODUKSI Ian Darma Saputra, Haryadi Sarjono Department of Management, School of Business
Pengukuran Kinerja Manajemen Rantai Pasokan dengan SCOR Model 9.0 (Studi Kasus di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk)
Mutakin, Hubeis Pengukuran Kinerja Manajemen Rantai Pasokan 89 Pengukuran Kinerja Manajemen Rantai Pasokan dengan SCOR Model 9.0 (Studi Kasus di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk) Anas Mutakin Alumni
Seminar Nasional IENACO ISSN: ANALISIS PERFORMANSI RANTAI PASOK DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE DI PD.
ANALISIS PERFORMANSI RANTAI PASOK DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE DI PD. RIKI FAMILY I.Made Aryantha Anthara Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas
5 KINERJA, SUMBER RISIKO, DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK BUAH MANGGIS DI KABUPATEN BOGOR
5 KINERJA, SUMBER RISIKO, DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK BUAH MANGGIS DI KABUPATEN BOGOR 5.1 Kinerja Rantai Pasok Kinerja rantai pasok merupakan ukuran kinerja secara keseluruhan rantai pasok tersebut (Chopra
KINERJA USAHA AGROINDUSTRI KELANTING DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN
KINERJA USAHA AGROINDUSTRI KELANTING DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN (Business Performance of Kelanting Agroindustry in Karang Anyar Village, Gedongtataan District, Pesawaran
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk
56 III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis
IV. METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng,
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan Leuwiliang dan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan
Analisis Performansi Supply Chain Management Menggunakan Model Supply Chain Operation Reference (SCOR)
Petunjuk Sitasi: Henny, & Kharisma, A. L. (2017). Analisis Performansi Management Menggunakan Model Operation Reference (SCOR). Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. H131-136). Malang: Jurusan Teknik Industri
DIVERSIFIKASI NILAI TAMBAH DAN DISTRIBUSI KEREPIK UBI KAYU DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
1 DIVERSIFIKASI NILAI TAMBAH DAN DISTRIBUSI KEREPIK UBI KAYU DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP Ribut Santosa (1) ; Awiyanto (2) ; Amir Hamzah (3) Alamat Penulis :(1,2,3) Program Studi Agribisnis
PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH USAHA KOPI BUBUK ROBUSTA DI KABUPATEN LEBONG (STUDI KASUS PADA USAHA KOPI BUBUK CAP PADI)
PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH USAHA KOPI BUBUK ROBUSTA DI KABUPATEN LEBONG (STUDI KASUS PADA USAHA KOPI BUBUK CAP PADI) Income and Value Added of Robusta Ground Coffee in North Lebong Subdistrict Lebong
METODE PENELITIAN. Klaster adalah konsentrasi spasial dari industri industri yang sama atau
32 II. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis
BAB V HASIL DAN ANALISIS
BAB V HASIL DAN ANALISIS 5.1 Gambaran Rantai Pasok di PT. Indoturbine PT. Indoturbine yang bergerak dibidang distributor solar turbine parts seperti yang dijelaskan pada bab II, sebagai gambaran rantai
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
LAPORAN E-BISNIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT disusun oleh : PHAZA HENDRA KUMARA (08.11.2243) S1 TI 6F JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis, Sumber, dan Metode Pengumpulan Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi yang menjadi tempat studi kasus penelitian ini yaitu Tani Sejahtera Farm serta anggota rantai pasoknya di Kabupeten Bogor. Pemilihan lokasi
JIIA, VOLUME 1 No. 3, JULI 2013
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA KLASTER INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN TERI KERING DI PULAU PASARAN KOTA BANDAR LAMPUNG (Added Value Analysis of Dried Anchovy Industry Cluster in Pasaran Island of Bandar Lampung
Lampiran 1. Sebaran Bulanan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Tahun 2011 (ARAM II) Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2011
LAMPIRAN Lampiran 1. Sebaran Bulanan Kebutuhan dan Ketersediaan Beras Tahun 2011 (ARAM II) Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2011 Lampiran 2. Rincian Luas Lahan dan Komponen Nilai Input Petani
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Selama beberapa tahun belakangan ini, keunggulan optimasi dan integrasi supply chain menjadi fokus dari beberapa organisasi perusahaan besar di dunia, Persaingan
ANALISIS NILAI TAMBAH BAWANG MERAH LOKAL PALU MENJADI BAWANG GORENG DI KOTA PALU
e-j. Agrotekbis 1 (4) : 353-360, Oktober 2013 ISSN : 2338-3011 ANALISIS NILAI TAMBAH BAWANG MERAH LOKAL PALU MENJADI BAWANG GORENG DI KOTA PALU Analysis Added Value Of Local Palu Onions To Become Fried
PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN DI PT. XYZ TUGAS SARJANA DEA DARA DAFIKA SIAGIAN NIM.
PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE) DAN LEAN SIX SIGMA DI PT. XYZ TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat
VII NILAI TAMBAH RANTAI PASOK BERAS ORGANIK
VII NILAI TAMBAH RANTAI PASOK BERAS ORGANIK Terdapat dua konsep nilai tambah yang digunakan dalam menganalisis beberapa kasus, yaitu nilai tambah produk akibat pengolahan dan nilai tambah perolehan pelaku
ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI KERIPIK TEMPE SKALA RUMAH TANGGA (Studi Kasus Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang)
ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI KERIPIK TEMPE SKALA RUMAH TANGGA (Studi Kasus Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang) Ulil Mar atissholikhah* Darsono** Eka Dewi Nurjayanti*** *Program Studi
ABSTRAK. PENDAHULUAN Latar Belakang. GaneÇ Swara Vol. 10 No.1 Maret 2016 IDA BGS. EKA ARTIKA, 2) IDA AYU KETUT MARINI
ANALISIS NILAI TAMBAH (VALUE ADDED) BUAH PISANG MENJADI KRIPIK PISANG DI KELURAHAN BABAKAN KOTA MATARAM (Studi Kasus Pada Industri Rumah Tangga Kripik Pisang Cakra ) 1) IDA BGS. EKA ARTIKA, 2) IDA AYU
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom. Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Keunggulan Kompetitif
Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Edi Sugiarto, M.Kom - Supply Chain Management dan Supply Chain Management pada hakekatnya adalah jaringan organisasi yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke
Deskripsi Mata Kuliah
Materi #1 EMA402 Manajemen Rantai Pasokan Deskripsi Mata Kuliah 2 Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management/SCM) merupakan mata kuliah yang akan membahas pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka
SCM dalam E-Business. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang SCM pada e-business
1. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang SCM pada e-business Supply Chain Management Pengertian supply adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar
BAB V ANALISIS Analisis SCOR (Supply Chain Operation Reference)
BAB V ANALISIS Bab ini berisi tentang analisis yang dilakukan pada pengolahan data yang telah diolah. Pada bab ini berisi mengenai analisis SCOR (Supply Chain Operation Reference) dan analisis desain traceability.
ANALISIS NILAI TAMBAH PELAKU RANTAI PASOK GAMBIR DENGAN METODE HAYAMI TERMODIFIKASI ABSTRAK
ANALISIS NILAI TAMBAH PELAKU RANTAI PASOK GAMBIR DENGAN METODE HAYAMI TERMODIFIKASI Hendra Saputra 1, Novizar Nazir 2, dan Rina Yenrina 2 1 Institut Teknologi Sumatera, Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui,
EVALUASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL VERSI 8.0 (Studi Kasus di PT. XYZ)
EVALUASI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL VERSI 8.0 (Studi Kasus di PT. XYZ) TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Manajemen JULIANA ROULI 0606147541
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Jenis / Desain Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang objektif, valid, dan reliabel dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan
III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang dipergunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI KOPI ATENG YANG MENJUAL DALAM BENTUK GELONDONG MERAH (Cherry red) DENGAN KOPI BIJI
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI KOPI ATENG YANG MENJUAL DALAM BENTUK GELONDONG MERAH (Cherry red) DENGAN KOPI BIJI ABSTRAK Dewi Irwana Sari*), Iskandarini**), Thomson Sebayang**) *) Alumni Program
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan menjelaskan pendahuluan dari penelitian yang diuraikan menjadi enam sub bab yaitu latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT ABSTRAK
1 ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA AGROINDUSTRI DAN PEMASARAN PRODUK GULA AREN DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Value Added Analysis of Palm Sugar Agro-industry and It s Marketing In Gunungsari
ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI KERUPUK SINGKONG (Studi Kasus di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Wisata Batu)
Habitat Volume XXIV, No. 3, Bulan Desember 2013 ISSN: 0853-5167 ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI KERUPUK SINGKONG (Studi Kasus di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Wisata Batu) BUSINESS ANALYSIS OF CASSAVA
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH PRODUK KERUPUK BERBAHAN BAKU IKAN DAN UDANG (Studi Kasus Di Perusahaan Sri Tanjung Kabupaten Indramayu)
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. VIII No. 2 /Desember 2017 (118-125) ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH PRODUK KERUPUK BERBAHAN BAKU IKAN DAN UDANG (Studi Kasus Di Perusahaan Sri Tanjung Kabupaten Indramayu)
III. METODE PENELITIAN
19 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran CV ATLAS adalah salah satu IKM yang memiliki tujuan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi serta mendapatkan laba atau keuntungan yang
PENGUKURAN KINERJA SCOR PADA PERENCANAAN BAHAN BAKU DI IKM TPT ABC DAN XYZ DENGAN PENDEKATAN OBJECTIVE MATRIX
PENGUKURAN KINERJA SCOR PADA PERENCANAAN BAHAN BAKU DI IKM TPT ABC DAN XYZ DENGAN PENDEKATAN OBJECTIVE MATRIX Meliantika 1), Widya Nurcahaya Tanjung 2), Nunung Nurhasanah 3) 1)2)3) Teknik Industri, Fakultas
PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH
PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Manajemen penting adanya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dalam sub bab ini akan dibahas mengenai pengertian manajemen dan fungsi dari manajemen. 2.1.1 Pengertian
ANALISIS EFISIENSI DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAHU DI KOTA PEKANBARU
ANALISIS EFISIENSI DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAHU DI KOTA PEKANBARU Arif Budiman, Jum atri Yusri, Ermi Tety Agriculture faculty of Universitas Riau [email protected] (085278306914) ABSTRACT
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. output. Manajemen operasi dapat di terapkan pada perusahan manufaktur maupun jasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tiga tahapan utama dalam manajemen operasi adalah pengaturan input, proses dan output. Manajemen operasi dapat di terapkan pada perusahan manufaktur maupun jasa.
BAB VIII. PENGUKUFUN KINERJA FUNTAI PASOK SAYURAN LETTUCE HEAD DENGAN PENDEKATAN DEA
BAB VIII. PENGUKUFUN KINERJA FUNTAI PASOK SAYURAN LETTUCE HEAD DENGAN PENDEKATAN DEA 8.1. Metrik pengukuran kinerja rantai pasok Lettuce head Pengukuran manajemen rantai pasokan digunakan untuk menentukan
RANTAI NILAI BERAS IR64 DI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP
AGRITECH : Vol. XIX No. 2 Desember 2017 : 121-129 ISSN : 1411-1063 RANTAI NILAI BERAS IR64 DI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Mahfud Hidayat, Pujiharto, Sulistyani Budiningsih Program Studi Agribisnis
Gambar 4.1 Tipper Vessel
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Obyek penelitian dalam tulisan ini adalah produk-produk PT. XYZ yang termasuk dalam tipe vessel (bak untuk truk) hasil dari pabriknya yang berlokasi di Cakung, Jakarta
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KECAP (Studi Kasus pada Pengusaha Kecap Cap Jago di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KECAP (Studi Kasus pada Pengusaha Kecap Cap Jago di Desa Cibenda Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) Oleh: 1 Nurul Fitry, 2 Dedi Herdiansah, 3 Tito Hardiyanto 1 Mahasiswa
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE SCOR
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE SCOR Dimas Satria Rinaldy, Patdono Suwignjo Manajemen Industri, Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
BAB I PENDAHULUAN. majunya gizi pangan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya sayuran sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sayuran dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan semakin majunya gizi pangan, masyarakat semakin sadar akan pentingnya sayuran sebagai asupan gizi. Oleh karena
KINERJA PROSES INTI RANTAI PASOK AGROINDUSTRI DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) PENDAHULUAN
P R O S I D I N G 319 KINERJA PROSES INTI RANTAI PASOK AGROINDUSTRI DENGAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) Abdul Wahib Muhaimin, Djoko Koestiono, Destyana Ellingga Pratiwi, Silvana
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN NANAS MENJADI KERIPIK DAN SIRUP (Kasus: Desa Sipultak, Kec. Pagaran, Kab. Tapanuli Utara)
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN NANAS MENJADI KERIPIK DAN SIRUP (Kasus: Desa Sipultak, Kec. Pagaran, Kab. Tapanuli Utara) Haifa Victoria Silitonga *), Salmiah **), Sri Fajar Ayu **) *) Alumni Program
ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU
ANALISIS NILAI TAMBAH, KEUNTUNGAN, DAN TITIK IMPAS PENGOLAHAN HASIL RENGGINANG UBI KAYU (RENGGINING) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Andi Ishak, Umi Pudji Astuti dan Bunaiyah Honorita Balai Pengkajian
II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Definisi Supply Chain dan Supply Chain Management
II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Definisi Supply Chain dan Supply Chain Management Menurut Punjawan (2005) definisi dari supply chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan
BAB I PENDAHULUAN. Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu sistem yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis pada suatu produk mulai dari hulu hingga ke hilir dengan tujuan menyampaikan
PENDAHULUAN. Nurmedika 1, Marhawati M 2, Max Nur Alam 2 ABSTRACT
e-j. Agrotekbis 1 (3) : 267-273, Agustus 2013 ISSN : 2338-3011 ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH KERIPIK NANGKA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TIARA DI KOTA PALU Analysis of Income and Added Value of Jackfruit
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN MELALUI PENDEKATAN SCOR MODEL DI PT. LASER JAYA SAKTI,Tbk GEMPOL, PASURUAN SKRIPSI
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN MELALUI PENDEKATAN SCOR MODEL DI PT. LASER JAYA SAKTI,Tbk GEMPOL, PASURUAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar
ANALISIS AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPE BU SITI DI DESA BULUH RAMPAI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU
ANALISIS AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPE BU SITI DI DESA BULUH RAMPAI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU ANALYSIS OF AGROINDUSTRY CRISPY CHIPS TEMPE BU SITI IN BULUH RAMPAI VILLAGE SEBERIDA DISTRICT
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Di dalam dunia logistik, pendistribusian barang sudah menjadi bagian penting dan sangat diperhatikan. Distribusi merupakan langkah untuk memindahkan dan memasarkan
I. PENDAHULUAN. Menurut Saragih (2001), pengembangan sektor agribisnis pada. masa yang akan datang menghadapi sejumlah tantangan besar yang
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Menurut Saragih (2001), pengembangan sektor agribisnis pada masa yang akan datang menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan pembangunan ekonomi domestik
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang
1 Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Persaingan perusahaan-perusahaan sangat ketat dalam era globalisasi ini yang menghendaki perdagangan bebas. Persaingan yang sengit dalam pasar global sekarang ini,
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Rantai Pasokan dan Manajemen Rantai Pasokan
4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Rantai Pasokan dan Manajemen Rantai Pasokan Menurut Nahmias (2005), sebuah rantai pasokan adalah seluruh jaringan terkait pada aktivitas dari sebuah firma yang mengaitkan
ANALISIS NILAI TAMBAH BUAH PISANG MENJADI KERIPIK PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SOFIE DI KOTA PALU
e-j. Agrotekbis 2 (5) : 510-516, Oktober 2014 ISSN : 2338-3011 ANALISIS NILAI TAMBAH BUAH PISANG MENJADI KERIPIK PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SOFIE DI KOTA PALU Added Value Analysis of Banana Fruit
ANALISIS EKONOMI PAKAN TERNAK TERFERMENTASI BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG
Volume 01, No 02- Maret 2017 ANALISIS EKONOMI PAKAN TERNAK TERFERMENTASI BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI PISANG DI KABUPATEN LUMAJANG ECONOMICS ANALYSIS OF FERMENTED FEED BASED ON BANANA AGROINDUSTRY WASTE
Pengukuran Kinerja SCM
Pengukuran Kinerja SCM Pertemuan 13-14 Dalam SCM, manajemen kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan merupakan salah satu aspek fundamental. Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem pengukuran yang mampu
Pengukuran Performansi Perusahaan dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR)
Pengukuran Performansi Perusahaan dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Darojat 1), Elly Wuryaningtyas Yunitasari 2) 1,2) Program Studi Teknik Industri, Universitas Sarjanawiyata
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KOTA PEKANBARU
1 ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KOTA PEKANBARU ANALYSIS OF INCOME AND VALUE ADDED OF CASSAVA TAPAI AGROINDUSTRY IN PEKANBARU CITY Ari Nurhayati Praptiwi 1, Ermi Tety
EVALUASI MANAJEMEN RANTAI PASOK DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DI PT. INDOTURBINE TESIS ERI MARLAPA
EVALUASI MANAJEMEN RANTAI PASOK DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DI PT. INDOTURBINE TESIS ERI MARLAPA 55113120335 PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MERCU BUANA
Oleh : Iif Latifah 1, Yus Rusman 2, Tito Hardiyanto 3. Fakultas Pertanian Universitas Galuh 2. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN RENTABILITAS AGROINDUSTRI TAHU BULAT (Studi Kasus Pada Perusahaan Tahu Bulat Asian di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Oleh : Iif Latifah 1, Yus Rusman 2, Tito
V. PENGUKURAN KINERJA PELAKU RANTAI PASOK KOPI ORGANIK DENGAN PENDEKATAN DEA
57 V. PENGUKURAN KINERJA PELAKU RANTAI PASOK KOPI ORGANIK DENGAN PENDEKATAN DEA 5.1. Parameter Pengukuran Kinerja Pelaku Rantai Pasok Pengukuran kinerja dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN. Suhada, ST, MBA
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN Suhada, ST, MBA MATERI Supply Chain Supply Chain Management ERP MODULES (POSISI SCM, CRM) ERP Modules (Posisi SCM, CRM) SUPPLY CHAIN Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan
1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra
1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru dalam dunia bisnis global, persaingan di dunia industri semakin meningkat. Pelanggan mulai bisa membedakan
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN
i DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i iii iii iv 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 4 Tujuan Penelitian 4 Manfaat Penelitian 5 Ruang Lingkup Penelitian 5 2 TINJAUAN
PENGUKURAN KINERJA AKTIFITAS SUPPLY CHAIN PADA INDUSTRI MINUMAN JUS DENGAN SCOR (STUDY KASUS PT. API)
PENGUKURAN KINERJA AKTIFITAS SUPPLY CHAIN PADA INDUSTRI MINUMAN JUS DENGAN SCOR (STUDY KASUS PT. API) Puji Rahayu 1), Lien Herliani Kusumah 2) 1),2) Program Studi Magister Teknik Industri, Universitas
PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL 9.0 (STUDI KASUS DI PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk) Oleh
PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL 9.0 (STUDI KASUS DI PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk) Oleh ANAS MUTAKIN H24060161 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk mengatasi krisis ekonomi, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia telah membuat Ketetapan MPR Nomor
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk mengatasi krisis ekonomi, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia telah membuat Ketetapan MPR Nomor XVI Tahun 1998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka
Pembahasan Materi #1
1 EMA402 Manajemen Rantai Pasokan Pembahasan 2 Istilah Definisi SCM Ruang Lingkup SCM Model Umum SCM Dasar Pemikiran SCM Tingkat Kepentingan SCM Teknik Penerapan SCM Efektifitas SCM Keuntungan SCM 6623
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan fungsi dan peran supply chain management (SCM) pada. sebuah perusahaan agar menjadi lebih efisien dan produktif?
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ide penelitian ini berawal dari pertanyaan Bagaimana cara meningkatkan fungsi dan peran supply chain management (SCM) pada sebuah perusahaan agar menjadi lebih efisien
PERFORMANCE MEASUREMENT (Pengukuran Kinerja) Supply Chain Management. Ir. Dicky Gumilang, MSc. Universitas Esa Unggul July 2017
PERFORMANCE MEASUREMENT (Pengukuran Kinerja) Supply Chain Management Ir. Dicky Gumilang, MSc. Universitas Esa Unggul July 2017 Objektif Pembelajaran (Learning Objectives) Mahasiswa bisa: Menjelaskan mengapa
Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ.
Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ http://adamjulian.web.unej.ac.id/ A. Supply Chain Proses distribusi produk Tujuan untuk menciptakan produk yang tepat harga, tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat
4. METODOLOGIPENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian. Jenis dan Sumber Data. Metode Penentuan Responden
27 4. METODOLOGIPENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa barat karena merupakan salah satu sentra produksi jagung di Indonesia (BPS, 2013). Pengumpulan data dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, tepatnya di
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Wajak dan Desa Blayu. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari
ANALISIS NILAI TAMBAH PISANG NANGKA (Musa paradisiaca,l) (Studi Kasus di Perusahaan Kripik Pisang Krekes di Loji, Wilayah Bogor)
Jurnal AgribiSains ISSN 2550-1151 Volume 3 Nomor 2, Desember 2017 17 ANALISIS NILAI TAMBAH PISANG NANGKA (Musa paradisiaca,l) (Studi Kasus di Perusahaan Kripik Pisang Krekes di Loji, Wilayah Bogor) Eka
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH DARI USAHA PENGOLAHAN MARNING DAN EMPING JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH DARI USAHA PENGOLAHAN MARNING DAN EMPING JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN Shofia Nur Awami*, Masyhuri**, Lestari Rahayu Waluyati** * Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Namun potensi tersebut. dengan pasokan produk kelautan dan perikanan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan, dimana memiliki sumber daya perikanan yang besar, baik ditinjau dari kuantitas maupun diversitas. Sektor kelautan dan perikanan
ANALISA INVENTORY TURNOVER PADA PRODUK EKSPOR PADA PT. SCHERING PLOUGH INDONESIA
ANALISA INVENTORY TURNOVER PADA PRODUK EKSPOR PADA PT. SCHERING PLOUGH INDONESIA Prawasmita Sedyandini dan Moses L. Singgih Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
BAB I PENDAHULUAN. terus menciptakan berbagai inovasi-inovasi baru untuk tetap dapat unggul dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dunia bisnis sekarang ini terus bersaing untuk menciptakan berbagai kebutuhan pelanggan (customer) yang semakin tinggi, dan semakin cerdas dalam memilih kebutuhannya.
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur. Lokasi penelitian
36 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur. Lokasi penelitian dipilih secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa daerah
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN MARGIN PEMASARAN PISANG MENJADI OLAHAN PISANG ANALYSIS OF ADDED VALUE AND MARKETING MARGIN OF PROCESSED BANANA PRODUCTS
Jurnal Pertanian ISSN 2087 4936 Volume 6 Nomor 1, April 2015 1 ANALISIS NILAI TAMBAH DAN MARGIN PEMASARAN PISANG MENJADI OLAHAN PISANG ANALYSIS OF ADDED VALUE AND MARKETING MARGIN OF PROCESSED BANANA PRODUCTS
Steffi S. C. Saragih, Salmiah, Diana Chalil Program StudiAgribisnisFakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) (Studi Kasus : Desa Baja Ronggi Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai) Steffi
