Model Trinomial Dalam Teori Penentuan Harga Opsi Tipe Eropa

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Model Trinomial Dalam Teori Penentuan Harga Opsi Tipe Eropa"

Transkripsi

1 Model Trinomial Dalam Teori Penentuan Harga Opsi Tipe Eropa Abdurakhman, Subanar, Suryo Guritno Universitas Gadjah Mada December 7, 004 Abstract In this paper we study the Trinomial model for European option pricing theory using lse-hedge strategies in particular for call options as a kind of derivative securities. We use pseudoinverse matrix to find pseudo arbitrage probability and option price. Key words : Trinomial, pseudo arbitrage probability, least square errors. Latar Belakang Model binomial dalam teori penentuan harga opsi mempunyai beberapa kelemahan antara lain dipandang terlalu ekstrim karena hanya memandang dua kejadian perubahan harga saham saja, yaitu harga saham naik dengan peluang q atau harga saham turun dengan peluang q. Sementara itu terdapat banyak kemungkinan perubahan harga saham, seperti model trinomial yang melibatkan tiga kemungkinan atau bahkan model multinomial yang melibatkan n kemungkinan harga saham, sehingga lebih fleksibel dalam menjembatani dengan kenyataan di lapangan. Mengingat solusi untuk model trinomial tidak tunggal maka pemodelan harga opsi model trinomial masih sangat terbuka. Dalam paper ini akan dibahas pemodelan trinomial harga opsi pada pasar diskrit yang dibangun oleh dua asset rekening bank (B) yang tidak beresiko dan saham (S) yang sangat beresiko yang sering disebut dengan pasar (B, S). Penelitian pada model binomial dalam pasar (B, S) menunjukkan dapat diperoleh strategi (β, γ) yang merupakan strategi hedging, dan secara sempurna dapat digunakan untuk menurunkan rumus harga opsi yang rasional. Yang dimaksud dengan sempurna di sini adalah dengan strategi (β, γ) di atas bebas resiko, sedangkan yang dimaksud dengan harga opsi yang rasional adalah dipenuhinya prinsip kesamaan keuntungan antara pembeli opsi dan penjual opsi yang menginvestasikan hasil penjualan opsinya dalam pasar (B, S). Pada model trinomial masalahnya menjadi lebih komplek karena persamaan linear yang diperoleh overdetermined, yaitu jumlah persamaan hedging yang ada lebih banyak dari parameter strategi yang dicari. Model penentuan harga opsi tipe Eropa distribusi binomial telah banyak dibahas oleh pakar ilmu keuangan antara lain Cox,Ross, Rubenstein (979) [], Boyle [3], Shiryaev 994 [4] melalui pendekatan martingale. Penggunaan matrik dalam matematika membawa perubahan kemudahan yang sangat signifikan. Disamping lebih efisien dalam notasi dengan adanya matrik perhitungan jadi lebih mudah dan cepat. Selain Inverse suatu matrik bujur sangkar A n n, dikenal juga pseudoinverse atau invers semu suatu matrik persegi

2 panjang A m n. Untuk suatu matrik A m n diperoleh matrik pseudoinverse yang dinotasikan dengan lambang A + dan harus memenuhi empat sifat berikut a. AA + A = A b. A + AA + = A + c. (AA + ) = AA + d. (A + A) = A + A Pseudoinverse suatu matrik A dapat dicari dengan memanfaatkan teorema aljabar di bawah ini : [ ] B 0 Teorema Misalkan dipunyai matrik A m n dan memenuhi PAQ =, B 0 0 adalah matrik berukuran [ r r yang ] non singgular maka pseudo invers matrik A m n adalah A + B U n m = Q P, dengan V W U = B P P +, V = Q+ Q B W = Q + Q B P P [ ] P P m m = Q P n n = [ ] Q Q ( ) ( ) P + = P P P Q + = Q Q Q P dan Q adalah matrik hasil operasi elementer baris dan kolom matrik A m n, sedangkan r adalah rank matrik A m n. Opsi Logika dalam opsi adalah jika pada waktu T harga saham atau barang di pasar lebih besar dari pada harga kontrak dalam opsi (S T > K) maka pemegang opsi otomatis akan menjalankan opsinya dan memperoleh keuntungan sebesar (S T K). Jika yang terjadi sebaliknya yaitu harga saham lebih kecil maka pemegang opsi tidak akan menjalankan opsinya dan tidak memperoleh untung. Dapat disimpulkan bahwa didalam teori penentuan harga opsi terdapat fungsi keuntungan f T = max {0, S T K}. Sementara itu bagi penjual opsi yang memperoleh hasil penjualan opsi sebesar C bisa mengalokasikan hasil penjualan opsinya dalam pasar diskrit (B, S) pada rekening bank dan saham dengan strategi (β, γ). Sudah menjadi suatu prinsip apabila dalam penentuan harga opsi diusahakan keuntungan pemegang opsi dan penjual opsi sama. Pada model diskrit trinomial dibentuk suatu model pasar diskrit (B, S) yang beroperasi pada waktu diskrit t = 0,,...T. Model ini sering disebut dengan model multiperiode. Rekening bank dan saham untuk model diskrit diusulkan mengikuti hubungan matematis seperti di bawah ini : B t = ( + r)b t, () S t = ( + ρ t )S t, () r adalah suku bunga dan ρ t adalah koefisien perubahan naik turun harga saham, ρ t = a, a, a 3 dengan hubungan a > a > a 3 dan ρ t didefinisikan pada ruang terukur

3 (Ω, I) dengan Ω adalah ruang realisasi (ρ ), yaitu Ω = {a, a, a 3 } T dan I adalah sigma aljabar dan dipenuhi P(ρ t = a i ) = p i, p + p + p 3 =. Misalkan dipunyai β 0 Obligasi(rekening Bank), dan dipunyai γ 0 saham pada waktu t = 0, Sehingga diperoleh X 0 = (β 0 B 0 +γ 0 S 0 ) dan π 0 = (β 0, γ 0 ) adalah strategi pada waktu t = 0. Diperbolehkan dalam interval (0, ) investor mengubah strateginya menjadi π = (β, γ ) sebelum harga saham yang baru diumumkan. Diperoleh X 0 = (β B 0 + γ S 0 ). Pada waktu t = modal menjadi X = (β B + γ S ). Dari gambaran di atas jelas dari pasar (B, S) dimungkinkan orang dengan modal awal X 0 akan memperoleh modalnya menjadi X pada waktu dengan strategi tertentu. Prinsip di atas dapat diterapkan oleh penjual opsi dengan mengalokasikan uang hasil penjualan opsinya pada pasar (B, S), dengan strategi (β, γ ). Pada model trinomial prinsip kesamaan keuntungan tidak dapat dipenuhi, sehingga dipandang perlu untuk menggunakan prinsip lse hedging, yaitu prinsip meminimalkan selisih fungsi keuntungan opsi dengan membentuk model linear X + ǫ = f. Bagaimana agar harga opsi yang disepakati adalah harga yang adil bagi kedua belah pihak? Bagaimana kriteria harga yang fair? Yang dimaksud dengan harga yang fair di sini adalah suatu harga yang menganut prinsip lse hedging, dimana apabila penjual opsi memutar uang hasil bersih penjualannya untuk usaha yang sama maka pada waktu T fungsi keuntunganya mempunyai kesalahan yang minimal dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh pembeli saham. Apabila penjual tidak mau memutarkan uangnya juga tidak apa-apa. Jadi kedua belah pihak diberi kesempatan (peluang) yang sama untuk mendapatkan keuntungan yang sama pula. Kriteria di atas diadopsi dalam definisi berikut : Definisi Dipunyai suatu strategi π dan modal awal x > 0, π dikatakan sebagai suatu (x, f ) least square errors hedging untuk x > 0 jika untuk sembarang ω ǫ Ω berlaku : X π 0 (ω) = x dan X π (ω) + ǫ = f Dalam model binomial Pelim (99), Shiryaev (994),Tham (000), memperoleh rumus harga opsi singleperiode sebagai harga ekspektasi fungsi keuntungan opsi yaitu C = ( + r) (C (p ) + C (p )) dimana C = max {0, S naik K} dan C = max {0, S turun K} masing-masing adalah fungsi keuntungan opsi ketika harga saham naik dan harga saham turun. Pada model trinomial dipunyai dugaan yaitu opsi merupakan harga ekspektasi fungsi keuntungan opsi juga yaitu : 3 C = ( + r) C i p i Akan diteliti secara analitis apakah dugaan di atas masih berlaku atau tidak. HASIL DAN PEMBAHASAN i= 3

4 Inti dari model trinomial adalah adanya pergerakan naik-turunnya harga saham (S). Diasumsikan harga saham mengikuti proses trinomial multiplikatif selama periode waktu diskrit. Nilai return saham tersebut menjalani harga dengan tiga kemungkinan yaitu ( + a i ),i =,, 3 dengan peluang masing-masing q i, dimana q i =. Jadi jika harga saham sekarang S, maka harga saham satu periode ke depan adalah ( + a i )S. Kejadian ini dapat digambarkan sebagai berikut : S 0 ( + a )S 0, prob q ( + a )S 0, prob q ( + a 3 )S 0, prob q 3 Pada model ini diasumsikan bahwa suku bunga bebas resiko r 0 relatif konstan, seorang investor boleh meminjam dan menginvestasikan uang sebanyak yang dikehendaki. Diasumsikan juga tidak ada pajak atas pembelian, biaya transaksi, dan tidak ada pembatasan permintaan saham dan rekening bank. Opsi Satu Periode Pertama-tama dibahas bagaimana menentukan harga opsi model trinomial suatu saham pada situasi yang cukup sederhana yaitu model waktu ekspirasi satu periode. Model satu periode cukup mewakili dalam aplikasi karena sangat fleksibel. Satu periode bisa mengambil waktu satuan hari, minggu, bulan, semester atau tahun, bahkan lebih lama lagi. Selanjutnya dimisalkan C adalah nilai opsi saat ini, C adalah nilai opsi pada akhir periode jika harga saham naik menjadi (a + )S 0, begitu juga dengan C, C 3 adalah nilai opsi pada akhir periode jika harga saham menjadi (a + )S 0 dan (a 3 + )S 0. Kemudian diperoleh rumus untuk C i = max {0, (a i + )S 0 K}, i =,, 3. Notasi C i sering juga dinamakan dengan fungsi keuntungan opsi. Dalam bentuk diagram dapat diperlihatkan seperti di bawah ini, C C = max {0, (a + )S 0 K}, prob q C = max {0, (a + )S 0 K}, prob q C 3 = max {0, (a 3 + )S 0 K}, prob q 3 Dalam dunia investasi sudah umum mengalokasikan modal dengan membentuk portofolio. Portofolio yang dipakai disini adalah susunan banyaknya saham (γ)dan banyaknya rekening bank (β). Portofolio (γ, β) pada model trinomial ini dimaksudkan untuk meminimalkan resiko kerugian. Penjual opsi yang menerima uang hasil penjualannya menginvestasikannya dalam portofolio dengan strategi (γ, β) sehingga pada waktu ekspirasi memperoleh X = γ (a i + )S 0 + rβ. Pemegang opsi pada waktu ekspirasi akan memperoleh fungsi keuntungan f = (S K) +. Dengan mengambil nilai rekening bank (B) = diperoleh nilai portofolio awal γs 0 + β. Pada akhir periode nilai portofolio mempunyai tiga kemungkinan perubahan γs 0 + β γ (a + )S 0 + (r + )β, prob q γ (a + )S 0 + (r + )β, prob q γ (a 3 + )S 0 + (r + )β, prob q 3 4

5 Dengan asumsi bahwa nilai perubahan saham akan bersesuaian dengan nilai keuntungan opsi yang terletak dalam satu hubungan linear, portofolio (γ, β) dipilih dengan menyamakan nilai portofolio pada akhir periode dengan nilai opsi akhir periode untuk masing-masing keadaan. Kondisi ini memenuhi harapan bahwa keuntungan penjual opsi yang menginvestasikan uang penjualan opsinya dengan portofolio (γ, β) di atas akan minimal terhadap keuntungan opsi. Selanjutnya diperoleh sistem persamaan linear : S 0( + a ) + r S 0 ( + a ) + r S 0 ( + a 3 ) + r [ γ β ] = C C C 3 Persamaan di atas overdetermined, yaitu suatu sistem persamaan dengan jumlah persamaan yang lebih banyak daripada jumlah variabel yang dicari. Untuk mendapatkan strategi (γ, β) yang tunggal dipergunakan pseudoinverse matrik. Untuk lebih mudahnya dinotasikan kembali nilai return saham sebagai berikut : a = b, a = c, a 3 = a. Selanjutnya diperoleh [ γ β ] [ = 0 S0(+c) +r +r ] [ 0 0 ( )c a+b (c ca+a ab+b bc)s 0 (a b)( b+c) c ca+a ab+b bc ] S 0(b c) S 0(b c) = c a b c a b b c C = k C = l C 3 = m kc + ka kb lc + la + lb + mc ma + mb ( (c ca + a ab + b bc)s 0 kc kbc + kc kb + ka + ka kab lbc lca lc + la + lb + lb + la ( + r) (c ca + a ab + b bc) + mc ma + mb + mc mca mab + mb ) ( + r) (c ca + a ab + b bc) Jelas sekali strategi (γ, β) yang diperoleh melalui pseudoinverse di atas tidak dapat memenuhi hedging karena diambil dari persamaan yang overdetermined. Secara ekonomi hal ini dapat diartikan bahwa strategi (γ, β) tidak bebas resiko seperti pada model binomial dan membawa konsekuensi keuntungan penjual opsi yang menginvestasikan uang penjualan opsinya dengan portofolio di atas tidak akan selalu sama dengan keuntungan opsi. Walaupun begitu menurut sifat pseudoinverse matriks strategi (γ, β) mempunyai sifat jumlah kuadrat kesalahan fungsi keuntungan yang minimal dibandingkan dengan strategi lain. Jadi dalam model linear portofolio saham dan rekening bank strategi ini memberikan kesalahan yang minimal dan bisa dikatakan sebagai strategi yang terbaik. Setelah menemukan 5

6 strategi (γ, β) dapat ditentukan harga opsi sebagai berikut : C = [ S 0 ] [ γ β ] = kab lar kar+kbr+lcr lca lbc+kc +ka +la +lb kbc kcr lbr (+r)(c ca+a ab+b bc) + mcr+mar mab mca+mc +mb mbr (+r)(c ca+a ab+b bc) ( = ( + r) rb ra rc ab bc+a +c c ca+a ab+b bc C + rc ra rb+b +a bc ac c ca+a ab+b bc C + ) ra rb rc+c +b ac ab c ca+a ab+b bc C 3 Nilai harga opsi di atas berlaku untuk harga C S K, dan jika tidak maka diambil C = S K. Harga opsi model trinomial di atas dapat disederhanakan dengan mengambil E(ρ r) = 0, yaitu asumsi bahwa ekspektasi koefisien naik turunnya harga saham relatif sama dengan bunga bebas resiko. Asumsi ini cukup masuk akal karena pada dasarnya keduanya berasal dari satu istilah return. Seterusnya diperoleh sistem persamaan linear a p + a p + a 3 p 3 = r (3) p + p + p 3 = Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk matrik [ a a a 3 ] p p p 3 = [ r ] A 3 p 3 = r p 3 = A + 3 r Vektor pseudoprobabilitas untuk model trinomial dicari dengan memanfaatkan teorema (). Untuk lebih mudahnya dinotasikan kembali nilai return sebagai berikut : a = b, a = c, a 3 = a. 6

7 Dengan menggunakan teorema () diperoleh : Q 3 3 = [ ] B V = P = c b c b 0 b c c a (b c) b a b c (b c)( c+a) c ac+a +b ab bc c +ac b +ab c ac+a +b ab bc [ b 0 b ] sehingga diperoleh pseudoinverse matrik A : b + a + c c ac + a + b ab bc A + 3 = b c + a c ac + a + b ab bc c + a b c ac + a + b ab bc ab bc + a + c c ac + a + b ab bc b bc ac + a c ac + a + b ab bc c + ac b + ab c ac + a + b ab bc selanjutnya diperoleh vektor probabilitas sebagai berikut : p = rb ra rc ab bc + a + c c ac + a + b ab bc p = p = rb + rc ra + b bc ac + a c ac + a + b ab bc p 3 = ra rc rb + c + b ac ab c ac + a + b ab bc (4) Dikatakan sebagai probabilitas semu karena p i dalam persamaan (4) di atas bukanlah probabilitas nyata perubahan harga saham akan tetapi merupakan probabilitas yang diperoleh dari hubungan E(ρ r) = 0. Nilai probabilitas ini selalu lebih besar dari nol dan lebih kecil dari satu, sehingga p i mempunyai sifat-sifat probabilitas sehingga sering disebut dengan probabilitas semu. Selanjutnya memanfaatkan vektor probabilitas pada persamaan di atas harga opsi dapat ditulis dalam bentuk yang cukup sederhana 3 C = ( + r) p i C i i= = ( + r) E (C T= ) Setelah melihat rumus harga opsi model trinomial di atas dan model binomial yang sudah cukup terkenal maka dapat disimpulkan di sini secara umum bahwa harga opsi untuk model satu periode merupakan harga harapan nilai keuntungan opsi untuk semua keadaan yang mungkin yang terdiscount oleh kenaikan tingkat suku bunga ( + r). 7

8 Jika dilihat rumus harga opsi di atas diperoleh suatu catatan yaitu bahwa peluang q i, i =,, 3 tidak muncul dalam rumus. Ini berarti probabilitas dunia nyata naik turunnya harga saham tidak mempunyai peran yang berarti dalam penentuan harga opsi. Jadi walaupun para investor mempunyai perbedaan berapa besar peluang naik turunnya harga saham, mereka masih dapat menerima pada hubungan rumus C yang dibangun oleh unsur-unsur S, a i, dan r. Rumus harga opsi di atas berlaku dalam kondisi E (ρ r) = 0, tidak untuk kondisi yang lain. Hubungan a i dan r dapat diturunkan dari asumsi E (ρ r) = 0. Dari persamaan (3) di atas diperoleh hubungan antara p dan p p = r a a a + a a 3 a a p 0 = r a + (a a 3 ) p a a a a < 0 r a + (a a 3 )p 0 0 < p a r < a a 3 Selanjutnya diperoleh hubungan antara p 3 dan p sebagai berikut : Dari hubungan di atas diperoleh p 3 = r a a a + (a a 3 )p a a 0 = r a + (a a 3 ) p a a a a > 0 r a + (a a 3 )p 0 p a r a a 3 0 a 3 < 0 r a < a Hasil perhitungan matematis di atas dapat dituangkan dalam sebuah teorema tentang harga opsi model trinomial satu periode sebagai berikut : Teorema 3 Harga opsi tipe Eropa model trinomial satu periode dengan fungsi keuntungan C i = max{0, S 0 ( + a i ) K} adalah sebagai berikut : C = ( + r) ((C p ) + (C p ) + (C 3 p 3 )) = ( + r) E (C ) dengan p adalah probabilitas semu pada persamaan (4). Opsi n Periode Setelah berhasil merumuskan harga opsi untuk waktu ekspirasi satu periode dan menuangkannya dalam sebuah teorema, selanjutnya akan diteliti model harga opsi untuk periode yang lebih umum yaitu n periode. Untuk melihat model ini 8

9 dimulai dengan model trinomial dua periode, diperoleh diagram pergerakan harga saham seperti di bawah ini : S ( + a ) S, ( + a )S ( + a )( + a )S ( + a )( + a 3 )S ( + a )( + a )S ( + a )S ( + a ) S, ( + a )( + a 3 )S ( + a )( + a 3 )S ( + a 3 )S ( + a )( + a 3 )S ( + a 3 ) S, dengan cara yang sama akan diperoleh diagram untuk nilai opsi sebagai berikut di bawah ini : C C = max{0, ( + a ) S K} C C = max{0, ( + a )( + a )S K} C 3 = max{0, ( + a )( + a 3 )S K} C = max{0, ( + a )( + a )S K} C C = max{0, ( + a ) S K} C 3 = max{0, ( + a )( + a 3 )S K} C 3 = max{0, ( + a 3 )( + a )S K} C 3 C 3 = max{0, ( + a 3 )( + a )S K} C 33 = max{0, ( + a 3 ) S K} Notasi C menyatakan nilai opsi dalam dua periode jika harga saham bergerak naik ( + a ) pada setiap periodenya, notasi C ij analog nilai opsi setelah dua periode untuk setiap kemungkinan harga saham. Selanjutnya dengan memandang peluang p i selalu tetap maka diperoleh hubungan antara C i dan C ij sebagai berikut : C = ( + r) (C (p ) + C (p ) + C 3 (p 3 )) C = ( + r) (C (p ) + C (p ) + C 3 (p 3 )) C 3 = ( + r) (C 3 (p ) + C 3 (p ) + C 33 (p 3 )) Karena nilai β dan γ mempunyai bentuk fungsional yang sama di setiap perioda, harga opsi sekarang C untuk model dua periode dapat direpresentasikan dalam 9

10 rumus 3 C = ( + r) p i C i = i=0 j=0 i= = ( + r) { p C + p p C + p C + p p 3 C 3 + p 3 C } 33 + p p 3 C 3 { } 0, ( + a ) i ( + a ) j ( + a 3 ) i j S K! i!j!( i j)! pi pj p i j 3 max ( + r) berlaku untuk i + j Lebih lanjut rumus di atas dapat digeneralisasi untuk n periode dan diperoleh rumus harga opsi model trinomial sebagai berikut : C = n n i=0 j=0 { } n! i!j!(n i j)! pi p j pn i j 3 max 0, ( + a ) i ( + a ) j ( + a 3 ) n i j S K ( + r) n berlaku untuk i + j n Hasil generalisasi di atas untuk model n periode dapat dituangkan dalam sebuah teorema tentang harga opsi sebagai berikut : Teorema 4 Harga opsi tipe Eropa model trinomial n periode dengan suku bunga r 0 relatif konstan adalah sebagai berikut : C = n n i=0 j=0 { } n! i!j!(n i j)! pi pj pn i j 3 max 0, ( + a ) i ( + a ) j ( + a 3 ) n i j S K berlaku untuk i + j n ( + r) n dengan p adalah probabilitas semu pada persamaan (4). Sampai di sini cukup jelas bahwa penurunan rumus yang dibuat pada model satu periode berhasil digeneralisasi untuk sebarang n periode. Secara khusus dapat dilihat bahwa harga opsi merupakan bentuk ekspektasi dari fungsi keuntungan opsi itu sendiri terdiskount oleh suku bunga dalam ruang probabilitas semu. Berikut ini diberikan satu contoh untuk memperjelas teori-teori dan hasil-hasil yang diperoleh pada model opsi trinomial di atas. Contoh 5 Diberikan contoh aplikasi rumus teori penentuan harga opsi model trinomial pada pasar (B, S) untuk mata uang dollar. Anggap S n, n = 0, adalah harga 0

11 $ yang diukur dalam rupiah. Misalkan S 0 = $ = 8000 rp. Perubahan nilai dolar dalam kurs rupiah diasumsikan mengikuti distribusi binomial Jika kurs dollar naik maka diprediksikan harga S = 8800 atau nilai a = 0 dan jika kurs dollar turun maka diprediksikan harga S = 700 atau nilai a 3 = 0, dan a = 0. Disepakati harga kontrak K = 8000 rp. Diambil B 0 = rp dan r = 0. Jadi pada contoh ini diambil pengaruh dari rekening bank nol atau dinonaktifkan. Selanjutnya diperoleh vektor probabilitas p = [/3, /3, /3]. Harga opsi dapat ditentukan : C = ( ) 3 + ( ) = rupiah Selanjutnya dengan menggunakan strategi lse-hedge dapat diperoleh strategi γ = 0.5 dan β = yang dapat diartikan bahwa dengan menjual opsi seharga 800/3 rp dan meminjam sebesar penjual opsi dapat memiliki 0.5 saham. Selanjutnya diperoleh kemungkinan berikut : a Pada saat harga saham turun. Penjual opsi memiliki setengah saham seharga 3600 dan ia mempunyai hutang sebesar sehingga ia masih mempunyai minus sebesar sedangkan pembeli opsi mendapatkan nol. b Pada saat harga saham tetap. Penjual opsi memiliki setengah saham seharga 4000 dan ia mempunyai hutang sebesar sehingga ia masih untung sedangkan pembeli opsi mendapatkan nol. c Pada saat harga saham naik. Penjual opsi memiliki setengah saham seharga 4400 dan ia mempunyai hutang sebesar sehingga ia masih untung sedangkan pembeli opsi mendapatkan keuntungan 800. Dapat dilihat dari ketiga kemungkinan yang terjadi hedging tidak mampu dipenuhi. Sebagai perbandingan dengan menggunakan model binomial tanpa mengikutkan kemungkinan harga saham tetap diperoleh risk neutral probability p = [/, /] dan akhirnya dapat ditentukan harga opsi C = ( ) + 0 = 400 rupiah Selanjutnya dengan menggunakan strategi hedge bebas resiko dari model binomial dapat diperoleh strategi γ = 0.5 dan β = yang dapat diartikan bahwa dengan menjual opsi seharga 400 rp dan meminjam sebesar 3600 penjual opsi dapat memiliki 0.5 saham. Pada uraian di atas diperoleh bahwa strategi (γ, β) akan bersifat least square error, yaitu mempunyai jumlah kuadrat yang minimal. Pada contoh di atas dapat dibuktikan bahwa strategi γ = 0.5 dan β = memberikan hasil jumlah kuadrat error yang minimal dibandingkan dengan strategi-strategi lainnya. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

12 γ β X naik f naik X tetap f tetap X turun f turun Mse Dapat diperlihatkan juga bahwa harga opsi C = memberikan jumlah kuadrat error yang minimal dibandingkan dengan harga yang lain pada strategi di atas. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini : C M se C M se C M se Ilustrasi di atas membuktikan bahwa strategi (γ, β) merupakan strategi yang layak diterapkan dalam investasi model diskrit karena memberikan jumlah kuadrat error yang minimal dan harga C adalah harga opsi yang dipandang fair bagi kedua belah pihak karena jumlah kuadrat error yang minimal. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan di bab sebelumnya mengenai penentuan harga opsi model trinomial pada pasar diskrit dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :. Rumus harga opsi untuk model trinomial merupakan suatu pengembangan dari rumus harga opsi model binomial yang lebih sederhana. Rumus harga opsi model trinomial merupakan harga harapan fungsi keuntungan opsi

13 3. Pada harga opsi model trinomial diperoleh probabilitas bebas resiko yang tidak tunggal, dan diantara probabilitas bebas resiko yang tidak tunggal tersebut dapat diperoleh probabilitas semu bebas resiko yang meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan. DAFTAR PUSTAKA. J.C.Cox, R.A.Ross, M.Rubeinstein, Option Pricing : A Simplified Approach, Journal Financial Economic, 976,7, pp J.M.Harrison, D.M. Kreps, Martingale and Arbitrage in Securities Markets, Journal Economic Theory,979, pp P.P. Boyle, Options and The Management of Financial Risk, Society of - Actuaries, Shiryaev.A.N, Toward the theory of options of both European and American Types, Theory of Probability and Its Application, 994,39, pp.-3 3

PENENTUAN HARGA OPSI CALL TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE TRINOMIAL

PENENTUAN HARGA OPSI CALL TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE TRINOMIAL Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. Hal. 3 39 ISSN : 2303 290 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENENTUAN HARGA OPSI CALL TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE TRINOMIAL MIKA ALVIONITA S, RIRI LESTARI Program Studi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Opsi merupakan suatu kontrak/perjanjian antara writer dan holder yang

BAB I PENDAHULUAN. Opsi merupakan suatu kontrak/perjanjian antara writer dan holder yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Opsi merupakan suatu kontrak/perjanjian antara writer dan holder yang memberikan hak, bukan kewajiban, kepada holder untuk membeli atau menjual suatu aset

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA OPSI CALL WINDOW RESET MENGGUNAKAN METODE BINOMIAL TREE DAN TRINOMIAL TREE

PENENTUAN HARGA OPSI CALL WINDOW RESET MENGGUNAKAN METODE BINOMIAL TREE DAN TRINOMIAL TREE PENENTUAN HARGA OPSI CALL WINDOW RESET MENGGUNAKAN METODE BINOMIAL TREE DAN TRINOMIAL TREE R. MELIYANI 1, E. H. NUGRAHANI 2, D. C. LESMANA 3 Abstrak Opsi window reset merupakan salah satu jenis opsi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seperti; saham, obligasi, mata uang dan lain-lain. Seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. seperti; saham, obligasi, mata uang dan lain-lain. Seiring dengan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia pasar modal, terdapat berbagai macam aset yang diperjualbelikan seperti; saham, obligasi, mata uang dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

Praktikum Manajemen Investasi Menghitung keuntungan memegang opsi jual atau beli Penilaian opsi dengan pendekatan blackscholes

Praktikum Manajemen Investasi Menghitung keuntungan memegang opsi jual atau beli Penilaian opsi dengan pendekatan blackscholes Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Praktikum Manajemen Investasi Menghitung keuntungan memegang opsi jual atau beli Penilaian opsi dengan pendekatan blackscholes Agus Herta Sumarto, S.P., M.Si. Program

Lebih terperinci

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom. Page- MATRIKS Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom. Notasi: Matriks dinyatakan dengan huruf besar, dan elemen elemennya

Lebih terperinci

MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN. Julan HERNADI. Semester Genap 2012/2013. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo

MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN. Julan HERNADI. Semester Genap 2012/2013. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN 1 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo Semester Genap 2012/2013 SIMULASI INVESTASI Kebutuhan pokok plus mencakup: sandang, pangan,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Salah satu instrumen derivatif yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah opsi. Opsi adalah suatu kontrak antara dua pihak, salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI KOMODITAS EMAS MENGGUNAKAN METODE POHON BINOMIAL

PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI KOMODITAS EMAS MENGGUNAKAN METODE POHON BINOMIAL E-Jurnal Matematika Vol 6 (2), Mei 2017, pp 99-105 ISSN: 2303-1751 PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI KOMODITAS EMAS MENGGUNAKAN METODE POHON BINOMIAL I Gede Rendiawan Adi Bratha 1, Komang Dharmawan 2, Ni Luh

Lebih terperinci

Bab 8. Minggu 14 Model Binomial untuk Opsi

Bab 8. Minggu 14 Model Binomial untuk Opsi Bab 8. Minggu 14 Model Binomial untuk Opsi Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan perkuliahan minggu ini, mahasiswa bisa : Menjelaskan model binomial dalam pergerakan harga saham Menjelaskan model binomial

Lebih terperinci

ABSTRAK SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN HARGA OPSI BARRIER

ABSTRAK SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN HARGA OPSI BARRIER ABSTRAK SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN HARGA OPSI BARRIER Djaffar Lessy, Dosen Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Ambon 081343357498, E-mail: [email protected] Opsi yang

Lebih terperinci

Matematika Teknik INVERS MATRIKS

Matematika Teknik INVERS MATRIKS INVERS MATRIKS Dalam menentukan solusi suatu SPL selama ini kita dihadapkan kepada bentuk matriks diperbesar dari SPL. Cara lain yang akan dikenalkan disini adalah dengan melakukan OBE pada matriks koefisien

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: = BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Matriks Definisi 2.1 (Lipschutz, 2006): Matriks adalah susunan segiempat dari skalarskalar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: Setiap skalar yang terdapat dalam

Lebih terperinci

BAB III ARBITRAGE PRICING THEORY

BAB III ARBITRAGE PRICING THEORY BAB III ARBITRAGE PRICING THEORY 3.1 Pendahuluan Douglas (2012, hlm. 6) mengemukakan bahwa teori keuangan modern telah difokuskan pada risiko sistematis seperti inflasi, tingkat suku bunga dan lain sebagainya

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA OPSI TIPE EROPA DENGAN METODE BINOMIAL

PENENTUAN HARGA OPSI TIPE EROPA DENGAN METODE BINOMIAL Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 07, No. 2 (2018), hal 127 134. PENENTUAN HARGA OPSI TIPE EROPA DENGAN METODE BINOMIAL Syarifah Nadia, Evy Sulistianingsih, Nurfitri Imro ah INTISARI

Lebih terperinci

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR 7.1 Matriks DEFINISI Susunan bilangan (fungsi) berbentuk persegi panjang yang ditutup dengan tanda kurung. Bilangan (fungsi) disebut entri-entri matriks.

Lebih terperinci

III. PEMBAHASAN. Payoff Opsi Put ( p) Payoff Opsi Call ( c)

III. PEMBAHASAN. Payoff Opsi Put ( p) Payoff Opsi Call ( c) 5 K S. Untuk kondisi ini opsi tidak mempunyai nilai pada saat jatuh tempo. Jadi nilai opsi call pada saat jatuh tempo dapat dituliskan sebagai suatu payoff atau penerimaan bagi pemegang kontrak sebagai

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan diuraikan beberapa definisi dan teori penunjang yang akan digunakan di dalam pembahasan.

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan diuraikan beberapa definisi dan teori penunjang yang akan digunakan di dalam pembahasan. II. LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan diuraikan beberapa definisi dan teori penunjang yang akan digunakan di dalam pembahasan. 2.1 Istilah Ekonomi dan Keuangan Definisi 1 (Investasi) Dalam keuangan,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Mean Reversion, Musiman, Kontrak Opsi Tipe Eropa, Black-scholes

ABSTRAK. Kata kunci: Mean Reversion, Musiman, Kontrak Opsi Tipe Eropa, Black-scholes Judul : Aplikasi Model Mean Reversion dengan Musiman dalam Menentukan Nilai Kontrak Opsi Tipe Eropa Pada Harga Komoditas Kakao Nama : Ida Ayu Putu Candra Dewi Pembimbing : 1. Ir. Komang Dharmawan, M.Math.,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia keuangan, investasi bukanlah hal yang baru. Investasi merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah

Lebih terperinci

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 13.

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 13. TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 13 OPSI VERSUS FUTURES Kontrak berjangka (futures) merupakan salah satu bentuk sekuritas derivatif. Perbedaan mendasar karakteristik kontrak futures dari opsi,adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini dikaji mengenai nilai ekspektasi saham pada jatuh tempo, persamaan nilai portofolio, penentuan model Black-Scholes harga opsi beli tipe Eropa,

Lebih terperinci

MODEL BLACK-SCHOLES HARGA OPSI BELI TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN

MODEL BLACK-SCHOLES HARGA OPSI BELI TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN MODEL BLACK-SCHOLES HARGA OPSI BELI TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN oleh RETNO TRI VULANDARI M0106062 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains

Lebih terperinci

BAB III MODEL TRINOMIAL. Model binomial merupakan pemodelan dinamika pergerakan harga saham

BAB III MODEL TRINOMIAL. Model binomial merupakan pemodelan dinamika pergerakan harga saham 8 BAB III MODEL TRINOMIAL 3.1 Model Trinomial Model binomial merupakan pemodelan dinamika pergerakan harga saham yang hanya mempunyai dua kemungkinan pergerakan harga saham, yaitu harga saham naik atau

Lebih terperinci

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan penempatan dana pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada financial

Lebih terperinci

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2 Aljabar Linier Elementer Kuliah 1 dan 2 1.3 Matriks dan Operasi-operasi pada Matriks Definisi: Matriks adalah susunan bilangan dalam empat persegi panjang. Bilangan-bilangan dalam susunan tersebut disebut

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE QUASI MONTE CARLO DENGAN BARISAN KUASI-ACAK HALTON

PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE QUASI MONTE CARLO DENGAN BARISAN KUASI-ACAK HALTON E-Jurnal Matematika Vol. 3 (4), November 2014, pp. 154-159 ISSN: 2303-1751 PENENTUAN HARGA KONTRAK OPSI TIPE EROPA MENGGUNAKAN METODE QUASI MONTE CARLO DENGAN BARISAN KUASI-ACAK HALTON I Gusti Putu Ngurah

Lebih terperinci

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66 MATRIKS Departemen Matematika FMIPA-IPB Bogor, 2012 (Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 1 / 66 Topik Bahasan 1 Matriks 2 Operasi Matriks 3 Determinan matriks 4 Matriks Invers 5 Operasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam bidang keuangan, investasi merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Banyak orang menghimpun dana yang mereka miliki untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA

BAB III PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA BAB III PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA Pada bab ini akan disajikan rumusan mengenai penilaian opsi put Amerika. Pada bagian pertama diberikan beberapa asumsi untuk penilaian opsi Amerika. Bentuk nilai intrinsik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Opsi adalah suatu hak (bukan kewajiban) untuk pembeli opsi untuk membeli

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Opsi adalah suatu hak (bukan kewajiban) untuk pembeli opsi untuk membeli BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Opsi Opsi adalah suatu hak (bukan kewajiban) untuk pembeli opsi untuk membeli atau menjual aset kepada penjual opsi pada harga tertentu dan dalam jangka waktu yang telah ditentukan

Lebih terperinci

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p Evi Yuliza 1 1 Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya evibc3@yahoocom PM A-1 - Abstrak Sebuah matriks

Lebih terperinci

BAB VI ANALISIS REGRESI LINEAR GANDA

BAB VI ANALISIS REGRESI LINEAR GANDA BAB VI ANALISIS REGRESI LINEAR GANDA 1. Pendahuluan Analisis regresi merupakan suatu analisis antara dua variabel yaitu variabel independen (Prediktor) yaitu variabel X dan variabel dependent (Respon)

Lebih terperinci

Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks

Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks Kuliah Aljabar Linier Semester Ganjil 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U Agustus 2015 MZI (FIF Tel-U) Matriks -

Lebih terperinci

PELATIHAN INSTRUKTUR/PENGEMBANG SMU 28 JULI s.d. 12 AGUSTUS 2003 MATRIKS. Oleh: Drs. M. Danuri, M. Pd.

PELATIHAN INSTRUKTUR/PENGEMBANG SMU 28 JULI s.d. 12 AGUSTUS 2003 MATRIKS. Oleh: Drs. M. Danuri, M. Pd. PELATIHAN INSTRUKTUR/PENGEMBANG SMU JULI s.d. AGUSTUS MATRIKS Oleh: Drs. M. Danuri, M. Pd. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Derivatif keuangan merupakan salah satu instrumen yang diperdagangkan di

BAB I PENDAHULUAN. Derivatif keuangan merupakan salah satu instrumen yang diperdagangkan di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Derivatif keuangan merupakan salah satu instrumen yang diperdagangkan di dalam pasar keuangan yang nilainya bergantung pada variabel dasar, seperti saham pada perusahaan,

Lebih terperinci

PENENTUAN NILAI OPSI LOOKBACK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRINOMIAL Intan Pelangi Astridnindya 1 dan J. Dharma Lesmono 2 1 Mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Katolik Parahyangan Bandung e-mail: [email protected]

Lebih terperinci

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3 11 II. M A T R I K S Untuk mencari pemecahan sistem persamaan linier dapat digunakan beberapa cara. Salah satu yang paling mudah adalah dengan menggunakan matriks. Dalam matematika istilah matriks digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menurut Sharpe et al. (1993), investasi adalah mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang agar jumlah aset menjadi

Lebih terperinci

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) 44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran

Lebih terperinci

Bab 3 Pertemuaan Minggu 4 Sifat-sifat Harga Opsi

Bab 3 Pertemuaan Minggu 4 Sifat-sifat Harga Opsi Bab 3 Pertemuaan Minggu 4 Sifat-sifat Harga Opsi 1 Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan perkuliahan minggu ini, mahasiswa bisa : Menjelaskan tentang Batas atas dan bawah harga Opsi Call (Beli) Batas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI 1 I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Perusahaan merupakan salah satu bagian penting dari sektor perekonomian suatu negara Apabila kondisi perekonomian suatu negara sedang membaik dan diikuti dengan perkembangan

Lebih terperinci

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 ) MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat dari suatu unsur-unsur pada beberapa sistem aljabar. Unsur-unsur tersebut bisa berupa bilangan dan juga suatu peubah.

Lebih terperinci

MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN. Julan HERNADI. Kuliah Matematika Keuangan, Semester Genap 2011

MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN. Julan HERNADI. Kuliah Matematika Keuangan, Semester Genap 2011 MATEMATIKA KEUANGAN PENDAHULUAN 1 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah PonorogoUniversity of Kuliah Matematika Keuangan, Semester Genap 2011 SIMULASI INVESTASI Kebutuhan pokok

Lebih terperinci

MATRIKS INVERS MOORE-PENROSE DALAM PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER

MATRIKS INVERS MOORE-PENROSE DALAM PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER MATRIKS INVERS MOORE-PENROSE DALAM PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER SKRIPSI Disusun Oleh : IDA MISSHOBAH MUNIR RAHAYU J2A 004 019 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Apa Itu Derivatif? Sekuritas derivatif adalah suatu instrumen keuangan yang nilainya tergantung kepada nilai suatu aset yang mendasarinya (Hull, 2002, hal 460). Derivatif sendiri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Secara umum investasi adalah meliputi pertambahan barang-barang dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Secara umum investasi adalah meliputi pertambahan barang-barang dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Secara umum investasi adalah meliputi pertambahan barang-barang dan jasa dalam masyarakat, seperti pertambahan mesin-mesin baru, pembuatan jalan baru,pembukaan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Himpunan Fuzzy Tidak semua himpunan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari terdefinisi secara jelas, misalnya himpunan orang miskin, himpunan orang pandai, himpunan orang tinggi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dalam pasar keuangan dikenal ada banyak bentuk instrument keuangan, diantaranya adalah berupa kontrak. Kontrak yang nilainya berdasarkan nilai aset pada kontrak tersebut

Lebih terperinci

METODE BEDA HINGGA UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI SAHAM TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN. Lidya Krisna Andani ABSTRACT

METODE BEDA HINGGA UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI SAHAM TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN. Lidya Krisna Andani ABSTRACT METODE BEDA HINGGA UNTUK MENENTUKAN HARGA OPSI SAHAM TIPE EROPA DENGAN PEMBAGIAN DIVIDEN Lidya Krisna Andani Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia keuangan, dikenal adanya pasar keuangan (financial market)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia keuangan, dikenal adanya pasar keuangan (financial market) 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia keuangan, dikenal adanya pasar keuangan (financial market) yang terdiri atas pasar uang ( money market) dan pasar modal ( capital market). Pada pasar

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep-konsep Matriks Definisi Matriks Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A, B, X, Y. Elemen-elemen di dalamnya disebut skalar yang berasal

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau BAB II KAJIAN TEORI Pada bab ini akan diberikan kajian teori mengenai matriks dan operasi matriks, program linear, penyelesaian program linear dengan metode simpleks, masalah transportasi, hubungan masalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Secara garis besar,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Noviandhini Puji Gumati, 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Noviandhini Puji Gumati, 2013 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bursa saham merupakan suatu hal yang sangat penting di era globalisasi saat ini. Perdagangan yang mulai merambah pada segala bidang memicu banyak pihak untuk menginvestasikan

Lebih terperinci

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 2) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 2) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 2) A. Pendahuluan Salah satu kajian matematika sekolah menengah yang memiliki banyak aplikasinya dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam kehidupan

Lebih terperinci

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks atau disebut juga elemen

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta Bahan Ajar: BAB POKOK BAHASAN I MODUL ATAS RING Direncanakan

Lebih terperinci

GENERALIZED INVERSE. Musafir Kumar 1)

GENERALIZED INVERSE. Musafir Kumar 1) GENERALIZED INVERSE Musafir Kumar 1) 1) Dosen Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menhgetahui pengertian dari generalized inverse. Teorema-teorema dan sifat-sifat yang

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA

BAB V IMPLEMENTASI SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA BAB V IMPLEMENTASI SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA 5.1 Harga Saham ( ( )) Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa opsi Amerika dapat dieksekusi kapan saja saat dimulainya kontrak

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah : Matematika Diskrit 2 Kode / SKS : IT02 / 3 SKS Program Studi : Sistem Komputer Fakultas : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi. Pendahuluan 2. Vektor.. Pengantar mata kuliah aljabar linier.

Lebih terperinci

HARGA OPSI SAHAM TIPE AMERIKA DENGAN MODEL BINOMIAL

HARGA OPSI SAHAM TIPE AMERIKA DENGAN MODEL BINOMIAL HARGA OPSI SAHAM TIPE AMERIKA DENGAN MODEL BINOMIAL MIA MUCHIA DESDA Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas Padang, Kampus UNAND Limau Manis Padang,

Lebih terperinci

BAB III METODE BINOMIAL

BAB III METODE BINOMIAL BAB III METODE BINOMIAL Metode Binomial ialah metode sederhana yang banyak digunakan untuk menghitung harga saham. Metode ini berdasarkan pada percabangan pohon yang menerapkan aturan binomial pada tiap-tiap

Lebih terperinci

FIKA DARA NURINA FIRDAUS,

FIKA DARA NURINA FIRDAUS, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pasar modal, terdapat berbagai aset pokok yang dapat diperjualbelikan, diantaranya adalah mata uang, sepaket saham, dan komoditas. Seiring dengan berkembangnya

Lebih terperinci

Matriks Jawab:

Matriks Jawab: Matriks A. Operasi Matriks 1) Penjumlahan Matriks Jika A dan B adalah sembarang Matriks yang berordo sama, maka penjumlahan Matriks A dengan Matriks B adalah Matriks yang diperoleh dengan cara menjumlahkan

Lebih terperinci

Part II SPL Homogen Matriks

Part II SPL Homogen Matriks Part II SPL Homogen Matriks SPL Homogen Bentuk Umum SPL homogen dalam m persamaan dan n variabel x 1, x 2,, x n : a 11 x 1 + a 12 x 2 + + a 1n x n = 0 a 21 x 1 + a 22 x 2 + + a 2n x n = 0 a m1 x 1 + a

Lebih terperinci

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I) ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I) 1 MATERI ALJABAR LINIER VEKTOR DALAM R1, R2 DAN R3 ALJABAR VEKTOR SISTEM PERSAMAAN LINIER MATRIKS, DETERMINAN DAN ALJABAR MATRIKS, INVERS MATRIKS

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA OPSI BELI TIPE ASIA DENGAN METODE MONTE CARLO-CONTROL VARIATE

PENENTUAN HARGA OPSI BELI TIPE ASIA DENGAN METODE MONTE CARLO-CONTROL VARIATE E-Jurnal Matematika Vol. 6 (1), Januari 2017, pp. 29-36 ISSN: 2303-1751 PENENTUAN HARGA OPSI BELI TIPE ASIA DENGAN METODE MONTE CARLO-CONTROL VARIATE Ni Nyoman Ayu Artanadi 1, Komang Dharmawan 2, Ketut

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL BLACK SCHOLES UNTUK PENENTUAN HARGA OPSI JUAL TIPE EROPA

PENGGUNAAN MODEL BLACK SCHOLES UNTUK PENENTUAN HARGA OPSI JUAL TIPE EROPA Buletin Ilmiah Math. Stat. Dan Terapannya (Bimaster) Volume 02 no. 1 (2013), hal 13 20 PENGGUNAAN MODEL BLACK SCHOLES UNTUK PENENTUAN HARGA OPSI JUAL TIPE EROPA Widyawati, Neva Satyahadewi, Evy Sulistianingsih

Lebih terperinci

Perhitungan Harga Opsi Eropa Menggunakan Metode Gerak Brown Geometri

Perhitungan Harga Opsi Eropa Menggunakan Metode Gerak Brown Geometri Perhitungan Harga Opsi Eropa Menggunakan Metode Gerak Brown Geometri Kristoforus Ardha Sandhy Pradhitya 1), Bambang Susanto 2), dan Hanna Arini Parhusip 3) 1) Mahasiswa Program Studi Matematika email:

Lebih terperinci

(A.2) MENENTUKAN NILAI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MODEL BINOMIAL SATU PERIODE

(A.2) MENENTUKAN NILAI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MODEL BINOMIAL SATU PERIODE (A.2) MENENTUKAN NILAI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MODEL BINOMIAL SATU PERIODE Eti Kurniati Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Bandung Jalan Purnawarman

Lebih terperinci

09. Mata Pelajaran Matematika

09. Mata Pelajaran Matematika 09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya

Lebih terperinci

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS A. OPERASI ELEMENTER TERHADAP BARIS DAN KOLOM SUATU MATRIKS Matriks A = berdimensi mxn dapat dibentuk matriks baru dengan menggandakan perubahan bentuk baris dan/atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. investasi dinilai baik apabila memiliki tingkat pengembalian yang baik pada tingkat

BAB I PENDAHULUAN. investasi dinilai baik apabila memiliki tingkat pengembalian yang baik pada tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Risiko dan Pengembalian (Return) dari sebuah investasi adalah 2 indikator yang paling umum digunakan dalam mengukur kinerja dari sebuah investasi. Sebuah investasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Matriks Matriks adalah himpunan bilangan real yang disusun secara empat persegi panjang, mempunyai baris dan kolom dengan bentuk umum : Tiap-tiap bilangan yang berada didalam

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE BINOMIAL TREE DALAM MENGESTIMASI HARGA KONTRAK OPSI TIPE AMERIKA

PENERAPAN METODE BINOMIAL TREE DALAM MENGESTIMASI HARGA KONTRAK OPSI TIPE AMERIKA E-Jurnal Matematika Vol. 5 (4), November 2016, pp. 156-163 ISSN: 2303-1751 PENERAPAN METODE BINOMIAL TREE DALAM MENGESTIMASI HARGA KONTRAK OPSI TIPE AMERIKA I Gusti Ayu Mita Ermia Sari 1, Komang Dharmawan

Lebih terperinci

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015 Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015 Dadang Amir Hamzah (STT) Matematika Teknik I Semester 3, 2015 1 / 33 Outline 1 Matriks Dadang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangannya, pasar saham menawarkan berbagai macam bentuk perdagangan, misalnya kontrak keuangan yang menyatakan pemegangnya adalah pemilik dari suatu aset.

Lebih terperinci

Catatan Kuliah. AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

Catatan Kuliah. AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD. Catatan Kuliah AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD. Kelompok Keilmuan Statistika - FMIPA Institut Teknologi Bandung 2017 1 Tentang AK5161 Matematika

Lebih terperinci

HASIL EMPIRIS. Tabel 4.1 Hasil Penilaian Numerik

HASIL EMPIRIS. Tabel 4.1 Hasil Penilaian Numerik 31 IV HASIL EMPIRIS 4.1 Penilaian Numerik Untuk melihat bagaimana model bekerja, dapat disimulasikan harga saham dan membandingkan beberapa hasil numerik dari beberapa model yang dibangun sebelumnya. Di

Lebih terperinci

09. Mata Pelajaran Matematika

09. Mata Pelajaran Matematika 09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya

Lebih terperinci

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd Qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Berikut diberikan landasan teori mengenai teori himpunan fuzzy, program

BAB II KAJIAN TEORI. Berikut diberikan landasan teori mengenai teori himpunan fuzzy, program BAB II KAJIAN TEORI Berikut diberikan landasan teori mengenai teori himpunan fuzzy, program linear, metode simpleks, dan program linear fuzzy untuk membahas penyelesaian masalah menggunakan metode fuzzy

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan mengenai matriks (meliputi definisi matriks, operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas aljabar max-plus, dan penyelesaian

Lebih terperinci

Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks

Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks Vol. 8, No.1, 1-11, Juli 2011 Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks Nur Erawati, Azmimy Basis Panrita Abstrak Teorema Cayley-Hamilton menyatakan bahwa setiap matriks bujur sangkar memenuhi persamaan

Lebih terperinci

DISCOUNTED FEYNMAN KAC UNTUK MENCARI PDP PADA PENENTUAN HARGA OPSI SAHAM KARYAWAN SETELAH VESTING PERIOD

DISCOUNTED FEYNMAN KAC UNTUK MENCARI PDP PADA PENENTUAN HARGA OPSI SAHAM KARYAWAN SETELAH VESTING PERIOD DISCOUNTED FEYNMAN KAC UNTUK MENCARI PDP PADA PENENTUAN HARGA OPSI SAHAM KARYAWAN SETELAH VESTING PERIOD Rudianto Artiono Universitas Negeri Surabaya [email protected] An-3 Abstrak Pada makalah ini

Lebih terperinci

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar BAB II MATRIKS Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini, Anda diharapkan dapat: 1. menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers

Lebih terperinci

: Penentuan Harga Kontrak Opsi Komoditas Emas Menggunakan. Nama : I Gede Rendiawan Adi Bratha (NIM: )

: Penentuan Harga Kontrak Opsi Komoditas Emas Menggunakan. Nama : I Gede Rendiawan Adi Bratha (NIM: ) Judul : Penentuan Harga Kontrak Opsi Komoditas Emas Menggunakan Metode Binomial Tree Nama : I Gede Rendiawan Adi Bratha (NIM: 1108405004) Pembimbing : 1. Ir. Komang Dharmawan, M.Math.,Ph.D 2. Dra. Ni Luh

Lebih terperinci

BAB III METODE MONTE CARLO

BAB III METODE MONTE CARLO BAB III METODE MONTE CARLO 3.1 Metode Monte Carlo Metode Monte Carlo adalah algoritma komputasi untuk mensimulasikan berbagai perilaku sistem fisika dan matematika. Penggunaan klasik metode ini adalah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Kegiatan investasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam. kemajuan perekonomian suatu negara. Krisis moneter pada tahun 1997

I. PENDAHULUAN. Kegiatan investasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam. kemajuan perekonomian suatu negara. Krisis moneter pada tahun 1997 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan investasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemajuan perekonomian suatu negara. Krisis moneter pada tahun 1997 mengakibatkan kondisi perekonomian Indonesia

Lebih terperinci

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

8 MATRIKS DAN DETERMINAN 8 MATRIKS DAN DETERMINAN Matriks merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem persamaan linear. Oleh karenanya aljabar matriks sering juga disebut dengan aljabar linear. Matriks dapat digunakan untuk

Lebih terperinci

Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar

Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar Wahidah Sanusi 1, Sukarna 1 dan Nur Ridiawati 1, a) 1 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA OPSI BELI EROPA DENGAN DUA PROSES VOLATILITAS STOKASTIK

PENENTUAN HARGA OPSI BELI EROPA DENGAN DUA PROSES VOLATILITAS STOKASTIK PENENTUAN HARGA OPSI BELI EROPA DENGAN DUA PROSES VOLATILITAS STOKASTIK Muhammad Faizal 1, Irma Palupi 2, Rian Febrian Umbara 3 1,2,3 Fakultas Informatika Prodi Ilmu Komputasi Telkom University, Bandung

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Repeated Measurement Dalam repeated measurement setiap perlakuan menunjukkan pengukuran terhadap satu sampel (unit eksperimen ) atau beberapa sampel yang memiliki karakter sama

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bilangan Bulat Bilangan Bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan cacah dan negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga negatif dari bilangan

Lebih terperinci