Marketing Gallery Megapolitan Developments

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Marketing Gallery Megapolitan Developments"

Transkripsi

1 Laporan Tahunan EMDE

2 2 Laporan Tahunan EMDE 2013

3 Marketing Gallery Megapolitan Developments Laporan Tahunan EMDE

4 Sekilas Megapolitan Developments The Bellagio Residence Cinere Terrace Suites PT Megapolitan Developments Tbk adalah perusahaan properti yang merintis pengembangan properti di kawasan Cinere dan berhasil mengubah Cinere menjadi sebuah kota mandiri di selatan Jakarta. Dengan pengalaman lebih dari 38 tahun, Perseroan mengembangkan kawasan hunian dan komersial yang nyaman dan prestisius di Cinere. Saat ini, ribuan rumah mewah telah berdiri di sana dan dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang lainnya, yaitu sekolah internasional, sarana olahraga, fasilitas kesehatan, rumah sakit Cinere, pasar modern, dan Mal Cinere yang menjadi pusat perbelanjaan masyarakat Cinere. Saat ini, pamor Cinere semakin bersinar karena semakin diminati publik. Itu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis di kawasan tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan semakin bertambahnya populasi di kawasan Cinere. Perseroan juga mengembangkan mixed use building di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Di sana, Perseroan berhasil mengembangkan apartemen high-end Bellagio Mansion, The Bellagio Residence, lifestyle mall dan office park yang aman, nyaman, elite, dan prestisius untuk memenuhi kebutuhan kaum eksekutif. Bahkan, Perseroan pada akhir tahun 2012 meluncurkan Centro Cinere yang merupakan proyek mixed use 4 Laporan Tahunan EMDE 2013

5 superblock terbesar di Cinere. Proyek ini terdiri dari apartemen yang diintegrasikan dengan mal dan kawasan komersil lainnya serta perkantoran. Selain sebagai hunian dan tempat berbisnis, berbagai produk properti yang dikembangkan di proyek ini juga merupakan sarana investasi yang prospektif bagi para investor. Centro Cinere terdiri dari apartemen Cinere Bellevue Suites, Cinere Bellevue Lifestyle Mall, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial, Cinere One Commercial Park, Cinere One Residence, dan Cinere Terrace Commercial. Semua produkproduk properti tersebut dipasarkan berdasarkan survei permintaan dan penawaran, tren pasar, dan faktor eksternal lainnya. Itu dilakukan agar Perseroan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal dan tempat usaha terpadu di Centro Cinere yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting. Pemasaran dan penjualan berbagai produk properti di proyek Centro Cinere pada tahun 2013 mendorong pertumbuhan kinerja bisnis perseroan yang sangat signifikan. Produk-produk properti yang asri, ramah lingkungan, dan modern di kawasan Centro Cinere ini menjadi sebuah wawasan baru dalam bidang bisnis properti Perseroan di masa depan. Karena itu, Laporan Tahunan 2013 Perseroan diberi tema New Horizon for Better Living. Ke depan, Perseroan akan terus melakukan kerjasama kemitraan usaha yang memiliki tujuan yang sama dengan strategi pertumbuhan bisnis Perseroan, seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis properti di Indonesia. Cinere Bellevue Kiosk Cinere Bellevue Lifestyle Mall Cinere Bellevue Commercial Laporan Tahunan EMDE

6 Daftar Isi Cinere Terrace The Bellagio Boutique Mall 6 Laporan Tahunan EMDE 2013

7 4 Selayang Pandang 6 Daftar Isi 8 Visi & Misi 9 Budaya Perusahaan 10 Profil Perusahaan 12 Prestasi & Penghargaan 14 Peristiwa Penting Jejak Keberhasilan 22 Proyek-Proyek Yang Sedang Dikembangkan 27 Proyek Yang Akan Dikembangkan Pada Tahun Proyek Yang Akan Dikembangkan Beberapa Tahun Kedepan 36 Struktur Organisasi 37 Struktur Perusahaan 38 Informasi Saham 40 Kebijakan Deviden 41 Ikhtisar Data Keuangan 46 Dewan Komisaris 48 Profil Dewan Komisaris 50 Laporan Dewan Komisaris 52 Direksi 54 Profil Direksi 58 Laporan Direksi 62 Analisis Pembahasan Manajemen 66 Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham 67 Kegiatan Usaha Perusahaan 68 Sumber Daya Manusia 74 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) 75 Tata Kelola Perusahaan (GCG) 86 Komite Audit 87 Profil Komite Audit 87 Laporan Komite Audit 88 Informasi Untuk Pemegang Saham 89 Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Dan Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Tahunan Laporan Auditor Independen & Laporan Keuangan Tahunan Laporan Tahunan EMDE

8 Visi Mengembangkan pemukiman berkualitas yang harmonis dan seimbang bagi kehidupan global. Misi Senantiasa meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan yang terbaik kepada para stakeholder dengan : Memberikan kepuasan kepada pelanggan melalui penyediaan produk yang berkualitas dan bernilai investasi tinggi serta memberikan rasa aman dan nyaman. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra usaha. Memberikan kesempatan kepada keryawan untuk mengembangkan karir dengan suasana kerja yang nyaman dan meningkatkan kesejahteraan. Meningkatkan Shareholder Value secara terus menerus. Memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. 8 Laporan Tahunan EMDE 2013

9 Budaya Perusahaan Integritas Bersatu dalam visi dan misi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, profesionalitas, dan obyektifitas dalam bertindak. Rasa Memiliki Setia dan bekerja dengan hati. Berorientasi Pada Hasil Kerja Segala usaha dilakukan untuk pencapaian tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kerjasama Bersama-sama, solid, dan bersinergi untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas. Belajar dan Berkembang Secara berkesinambungan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan serta maju bersama seiring pertumbuhan perusahaan. Bersyukur dan Berkelimpahan Tidak pernah mengeluh, selalu berterima-kasih atas segala berkatnya yang berkelimpahan. Laporan Tahunan EMDE

10 Profil Perusahaan Tatya Asri The Bellagio Residence & Boutique Mall PT Megapolitan Developments Tbk adalah perusahaan pengembang properti yang memiliki portofolio proyek pengembangan kawasan hunian dan komersial untuk segmen pasar menengah ke atas. Kegiatan usaha Perseroan saat ini lebih difokuskan pada pengembangan, dan investasi bisnis properti. Perseroan didirikan oleh Sudjono Barak Rimba dan Lora Melani Lowas pada tahun 1976 ketika mereka berdua menekuni bisnis sebagai agen properti yang berbadan hukum. Dalam waktu yang relatif singkat, bisnis agen properti tersebut maju pesat. Nama Megapolitan sendiri merupakan impian para pendiri perusahaan untuk membangun kota yang besarnya melebihi kota metropolitan Jakarta. Pada tahun 1979, Perseroan mulai memasuki bisnis pengembangan properti. Awalnya, Perseroan mengembangkan kawasan Cinere seluas 55 hektar. Hingga kini, luas lahan yang dikembangkan Perseroan di Cinere sudah mencapai lebih dari 300 hektar. Itu sekaligus mengubah Cinere menjadi sebuah kota mandiri yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat kalangan menengah atas Jakarta. Apalagi kini aksesibilitas Cinere bakal didukung oleh dua ruas jalan tol utama yang saat ini sedang dibangun, yakni jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dan jalan tol Depok-Antasari (Desari). Kedua tol tersebut akan membuat Cinere menjadi sangat mudah dikunjungi dari berbagai arah. Pasalnya, kedua 10 Laporan Tahunan EMDE 2013

11 ruas tol itu dapat memperlancar akses jalan dari Cinere ke berbagai daerah tujuan strategis, seperti ke Bundaran HI, Bandara Soekarno-Hatta, bahkan menuju ke Bandung. Pada tahun 2002, Megapolitan Developments mengembangkan The Bellagio Residence, Lifestyle Mall & Office Park dan Bellagio Mansion. Kedua proyek properti itu berlokasi di kawasan mewah Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Meski demikian, Megapolitan Developments tidak hanya mengembangkan proyek properti di Cinere dan Mega Kuningan saja, tetapi juga di Sentul-Bogor, dan di Karawaci-Tangerang. Perseroan mengembangkan proyek rumah tapak (landed house) bernama Mega Sentul dan Tatya Asri di Sentul-Bogor. Sedangkan di Karawaci-Tangerang, Megapolitan mengembangkan The sebuah kawasan hunian vertikal yang dipadukan dengan kawasan komersial. Bellagio Mansion Keberhasilan Megapolitan Developments yang didukung oleh peningkatan kinerja dan strategi usaha merupakan alasan utama manajemen untuk mencatatkan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Januari Setelah dicatatkan di BEI, maka status Megapolitan Developments menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di BEI melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS). Kinerja Megapolitan Developments akan terus tumbuh seiring dengan pengembangan berbagai proyek properti pada tahun-tahun mendatang yang didukung oleh profil keuangan yang sehat, portofolio bisnis yang beragam, dan ketersediaan lahan (landbank) strategis yang luas. The Karawaci Laporan Tahunan EMDE

12 Prestasi & Penghargaan Penghargaan & Sertifikat Sertifikat Pencatatan PT Megapolitan Developments Tbk di Bursa Efek Indonesia pada Januari Piagam Penghargaan sebagai salah satu KOMISARIAT REI BOGOR RAYA atas partisipasinya dalam RAPAT KERJA DAERAH REI JAWA BARAT 2006 dengan tema Meningkatkan Peluang & Langkah Nyata untuk Mendorong Pembangunan Sektor Properti di Jawa Barat Piagam Penghargaan pada Action International Business Coaching Award sebagai The Best Action Plan Indonesia Region. Piagam Penghargaan kepada : Ibu Melani Lowas Barak Rimba (Grup Megapolitan) pada Indonesia Award 2005 sebagai Srikandi Bisnis Pasca Krisis. Kategori : Proyek Kota Baru dan Perumahan Tahan Krisis. Piagam Penghargaan pada Indonesia Award 2006 sebagai Pelopor Pengembangan Kawasan Cinere yang Visioner dan Inovatif. Kategori : Perumahan / Apartemen. 12 Laporan Tahunan EMDE 2013

13 Penghargaan & Sertifikat Lainnya Corporate Governance & Corporate Social Responsibility Berpartisipasi dalam GAMES OF THE XXIV TH OLYMPIADE SEOUL 1988 Berpartisipasi dalam WFC SUMMIT MEETING XXII 2005, JAKARTA Berpartisipasi dalam Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Gentra Masekdas Propinsi Daerah Tingkat 1 Jawa Barat. Laporan Tahunan EMDE

14 Peristiwa Penting 2013 Ada beberapa peristiwa penting yang dicatat oleh Divisi Marketing Communication Perseroan sebagai sebuah event penting dan juga peristiwa yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Sosial Responsibility/CSR) sepanjang tahun Peristiwa-peristiwa penting tersebut adalah 1. Fortune Angpaovaganza yang diselenggarakan pada Februari Acara Perseroan di Mal Cinere ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek Pada 19 April-5 Mei 2013, Perseroan menggelar acara Megapolitan Expo 2013 di Mal Cinere. Ini merupakan bentuk promosi yang diselenggarakan Perseroan dengan mendekatkan produk-produk properti yang dipasarkan ke masyarakat luas selaku calon konsumen Perseroan. 3. Perseroan melaksanakan acara Penanaman Pohon Langka dalam rangka menyambut Hari Bumi dan mendukung gerakan Penanaman Sejuta Pohon. Acara yang diisi dengan penanaman pohon-pohon langka tersebut diselenggarakan di Graha Cinere-Parkview pada tanggal 22 April Perseroan meresmikan dan mengadakan acara Syukuran dalam rangka pembukaan dan pengoperasian Marketing Gallery yang terletak di Jalan Cinere Raya pada 31 Mei Pada 5 Juli 2013, Perseroan menyelenggarakan Training Session berupa penyelenggaraan internal training di The 6. Perseroan melakukan acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Marketing Gallery-Cinere pada 25 Juli Acara ini merupakan kepedulian sosial Perseroan terhadap kaum atau golongan yang kurang mampu, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. 7. Pada 28 Agustus hingga 15 September 2013, Perseroan kembali menyelenggarakan Megapolitan Expo 2013 di Mal Cinere. 8. Pada 5-13 Oktober 2013, Perseroan turut berpartisipasi dalam acara promosi produk-produk properti pada REI EXPO JCC yang diselenggarakan oleh Real Estate Indonesia (REI) di Jakarta Convention Center. 9. Perseroan juga berpartisipasi melakukan pemotongan hewan kurban dalam mengisi acara Idul Adha pada 16 Oktober 2013 di Cinere Parkview. Ini juga merupakan bentuk lain kepedulian sosial Perseroan terhadap masyarakat kurang mampu yang tinggal di sekitar wilayah pengembangan properti Perseroan di Cinere. 10. Perseroan pada 24 November 2013 menyelenggarakan acara Sharing Photography di Marketing Gallery. Melalu acara ini, Perseroan ingin berbagi informasi mengenai pengembangan kawasan Cinere dari kondisi masa lampau yang masih merupakan sebuah perkampungan yang belum berkembang dan kini telah berbenah diri dan bersolek menjadi sebuah CBD di selatan Jakarta. 11. Pada 30 November-1 Desember 2013 dan pada 6-15 Desember 2013, Perseroan mengadakan acara Year End Festival berupa penyelenggaraan Bazaar dan Christmas Festival di Marketing Gallery dan Mall Cinere. 12. Perseroan pada Desember 2013 menyelenggarakan acara Natal Bersama Lansia di Marketing Gallery dan Panti Werda. Dalam acara ini, Perseroan memberikan bantuan kepada lansia, penghuni Panti Werda Wisma Agape di Sawangan, Depok. 14 Laporan Tahunan EMDE 2013

15 Fortune Angpaovaganza Megapolitan Expo 2013 Penanaman Pohon Langka Syukuran Marketing Gallery Laporan Tahunan EMDE

16 Belanja Bareng Yatim & Buka Puasa Bersama Internal Training Megapolitan Expo 2013 REI Expo JCC 16 Laporan Tahunan EMDE 2013

17 Idul Adha Bersama Megapolitan Sharing Photography Year End Festival Natal Bersama Lansia Laporan Tahunan EMDE

18 Jejak keberhasilan Cinere Bellevue Suites Cinere One Commercial Park Sepanjang tahun , Perseroan merupakan agen properti yang berbadan hukum. Pada rentang waktu antara tahun , Perseroan merealisasikan pengembangan Megapolitan Cinere Estate, Mega Cinere, serta Blok A, E, dan K perumahan Cinere. Tahun , Perseroan mengembangkan Griya Cinere 1, dan Graha Cinere Tahap Pertama: Cinere Country. Tahun 1987 hingga tahun 1997, Perseroan mengembangkan Puri Cinere Tahap Pertama, Griya Cinere 2 Tahap Pertama, Mal Cinere, Bukit Griya Cinere, dan Graha Cinere Tahap Kedua: Graha Laguna. Kemudian tahun , Perseroan mengembangkan Sentra Niaga Cimandala, Tatya Asri Tahap Pertama: Klaster Kedaton. Pada tahun , Perseroan mengembangkan Graha 18 Laporan Tahunan EMDE 2013

19 Cinere Tahap Ketiga, Bellagio Residence, Bellagio Lifestyle Mall & Office Park, Bellagio Mansion, dan perumahan Tatya Asri: Klaster Jantra. Tahun 2005 hingga tahun 2008, Perseroan mengembangkan Mega Sentul, Tatya Asri Klaster Baluwarti, Tatya Asri Komersial, The Karawaci meliputi Tower Oxford, Tower Yale, Tower Princeton, Tower Georgetown, dan Tower Berkeley. Tahun 2009 hingga tahun 2012, Perseroan mengembangkan Tatya Asri Klaster Mahaloka, Tatya Asri Komersial 3 & 4, Griya Cinere 2 tipe Maisonette & Ruko, Cinere Riverside, Graha Cinere tipe Fancy, Cozy, dan Maxi, Cimandala City Shopping Arcade, serta Centro Cinere yang terdiri dari Cinere Bellevue Suites & Mall, Cinere Terrace Commercial, Cinere One Residence, serta Cinere One Commercial Park. The Karawaci Cinere One Residence Cinere Riverside Laporan Tahunan EMDE

20 20 Laporan Tahunan EMDE 2013

21 Terrace Food Garden Laporan Tahunan EMDE

22 Proyek-Proyek Yang Sedang Dikembangkan 22 Laporan Tahunan EMDE 2013

23 Perseroan dan Anak Perusahaan mengembangkan beberapa proyek di wilayah Cinere-Depok, Karawaci-Tangerang, dan Sentul-Bogor secara berkesinambungan. Pengembangan itu juga disertai dengan kegiatan pemasaran yang agresif agar dapat mewujudkan perencanaan bisnis. Perseroan saat ini memiliki ketersediaan lahan (landbank) seluas 370 hektar yang siap dikembangkan bersama Anak Perusahaannya. Berikut ini adalah proyek-proyek yang sedang dikembangkan Perseroan dan sebagian di antaranya merupakan tahap lanjutan pengembangan proyek yang sedang berjalan. Centro Cinere 23 Laporan Tahunan EMDE 2013

24 Cinere One Residences Cinere Bellevue Suites Business Unit Cinere Centro Cinere Di penghujung tahun 2012, Perseroan mengembangkan Centro Cinere di Puri Cinere untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan hunian dan area komersial yang asri dan modern dengan segala kelengkapan fasilitasnya. Centro Cinere merupakan sebuah proyek masterpiece yang dikembangkan dengan konsep pengembangan terpadu. Proyek tersebut adalah kawasan hunian dan pusat bisnis (Central Business District/CBD) di Puri Cinere dengan mengusung konsep gaya hidup modern. Kawasan Centro Cinere yang dibangun di atas lahan seluas 15 hektar saat ini sedang mengembangkan: 1. Cinere Bellevue Suites & Mall Cinere Bellevue Suites & Mall adalah apartemen pertama yang berdiri di kawasan Cinere dengan konsep mixed-used development yang menggabungkan antara commercial lifestyle dengan urban living apartment. Apartemen dengan dua menara kembar yaitu Tower A dan Tower B, dimana kedua tower itu memiliki 18 lantai dan di setiap lantainya hanya terdapat 30 unit apartemen yang dipadu dengan lifestyle mall tersebut akan menjadi pusat kegiatan masyarakat urban di selatan Jakarta, mulai dari kegiatan belanja, hiburan, rekreasi, berbaur (hang out) ataupun sebagai meeting point. Cinere Bellevue Suites & Mall menghadirkan sebuah sensasi modern di lingkungan yang alami. Nuansa interior yang simple dan minimalis menghadirkan suasana eksklusif, nyaman, dan privasi bagi para penghuninya. Untuk memenuhi kenyamanan para penghuninya, maka hunian vertikal ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti kolam renang dan gym. Tidak hanya itu, Cinere Bellevue Suites juga memiliki lima lantai commercial lifestyle mall yang di dalamnya terdapat berbagai resto dan al fresco dining. Para tenant yang telah bergabung di Cinere Bellevue Mall antara lain Best Denki, Cinema XXI, Paper Clip, Timezone, Body Shop, Guardian, The Duck King, Kenny Rogers Roasters, The Coffee Bean & Tea Leaf, Solaria Atmosphere, Celebrity Fitness, dan Black Canyon Coffee serta 24 Laporan Tahunan EMDE 2013

25 Cinere Parkview Cinere Terrace Commercial Hypermart yang sudah mulai beroperasi sejak Desember Cinere Bellevue Suites & Mall dikembangkan dekat dengan rumah sakit dan pendidikan bertaraf internasional, dekat dengan rencana tol Depok- Antarasi (Desari) dan tol Cinere-Jagorawi, serta dikelilingi nuansa alam yang hijau nan asri. 2. Cinere One Residence Merupakan suatu area residensial dengan sistem klaster bergaya resort. Keunggulan hunian ini merupakan rumah elit yang hanya dibangun sebanyak 46 unit dan berada dalam klaster eksklusif sehingga menjamin keamanan penghuninya. Cinere One Residence dilengkapi dengan kolam renang dan sport club dengan view menghadap sungai. Struktur bangunan rumah yang split level dengan permainan ketinggian lantai mendominasi setiap rumah yang dilengkapi dengan taman. Cluster Cinere One Residence menyediakan pilihan tipe SEVILLA dan tipe SAVANA. 3. Cinere Terrace Commercial Konsep outdoor dining yang merupakan al fresco satu-satunya yang terdapat di Cinere. Cinere Terrace Commercial berada di area komersial dan citywalk seluas meter persegi yang terdiri dari 56 unit ruko tiga lantai, 2 unit anchor tenant dan 25 unit F&B retail. F&B retail ini merupakan satu-satunya sarana hiburan outdoor dining untuk memenuhi kebutuhan lifestyle masyarakat akan fasilitas hiburan, rekreasi, dan gaya hidup di Cinere. Cinere Parkview Selain mengembangkan kawasan CBD di Puri Cinere, untuk menjangkau kebutuhan hunian bagi berbagai kalangan masyarakat menengah, Megapolitan Developments juga mengembangkan rumah tapak (landed houses) di kawasan Graha Cinere. Cinere Parkview hadir menyajikan hunian dengan konsep klaster taman yang memberikan kesan asri nan hijau serta keamanan terjamin selama 24 jam penuh dengan akses satu pintu keluar/masuk. Ditawarkan dalam dua tipe yaitu tipe MELROSE dan tipe MELIA Laporan Tahunan EMDE

26 The Karawaci Business Unit Karawaci The Perseroan, melalui Anak Perusahaan PT Titan Property, akan melanjutkan pengembangan apartemen The yang sebelumnya bernama Urbana Karawaci, di atas lahan seluas 1,5 hektar yang berlokasi di Karawaci- Tangerang. Hal itu dilakukan untuk melanjutkan keberhasilan Perseroan yang sebelumnya telah mengembangkan lima tower apartemen di kawasan tersebut, yaitu tower Oxford, Yale, Princeton, Georgetown, dan Berkeley. The berada di lokasi yang strategis, terletak berdekatan dengan kawasan komersial Karawaci Tangerang, yang dalam kawasan tersebut terdapat fasilitas-fasilitas di antaranya universitas bertaraf internasional, pusat belanja modern, dan rumah sakit internasional. The menawarkan konsep yang istimewa, merupakan hunian bagi para mahasiswa dan eksekutif muda yang dikelola secara profesional sekelas hotel berbintang. Proyek The tahap pertama terdiri dari 5 tower, yang terdiri dari 722 unit apartemen dengan tipe single, single plus, serta double bedroom dan 54 unit lifestyle commercial area. Berbagai fasilitas yang ditawarkan di area komersial cukup beragam di antaranya: sport club, café-resto, laundry, klinik, minimart dan sarana pendukung yang dapat memenuhi kebutuhan penghuni yang beraktivitas tinggi. Pengembangan proyek The merupakan hasil pengamatan Perseroan atas permintaan yang cukup tinggi akan kebutuhan tempat hunian di kawasan Karawaci khususnya para mahasiswa dan kaum profesional muda. 26 Laporan Tahunan EMDE 2013

27 Cinere Terrace Suites Proyek Yang Akan Dikembangkan Pada Tahun 2014 Laporan Tahunan EMDE

28 Vivo Sentul Kawasan Centro Cinere Melanjutkan pengembangan yang telah dilakukan Perseroan di tahun 2013, Perseroan akan melakukan pengembangan di Kawasan CBD Centro Cinere berupa : 1. Cinere Terrace Suites Setelah sukses dengan Cinere Bellevue Suites & Mall yang akan segera beroperasi pada pertengahan tahun 2014, Perseroan kembali meluncurkan masterpiece terbaru di kawasan CBD Centro Cinere, di atas lahan seluas 2,2 ha, hunian vertikal terintegrasi dengan shopping arcade dan Food & Beverage Garden berkonsep outdoor dining pertama di wilayah Cinere, yaitu Cinere Terrace Suites. Cinere Terrace Suites dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari kawasan prestise TB Simatupang dan Pondok Indah, Jakarta Selatan; hanya 15 menit dari Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang; hanya 20 menit dari Parung, Sawangan; dan hanya 25 menit dari kawasan bisnis Margonda, Pusat Kota Depok. 2. Cinere Mansion Cinere Mansion adalah high-end apartment terdiri dari 5 tower yang berlokasi di dalam kawasan Centro Cinere. Tiap tower apartemen terdiri atas 18 lantai dengan city view & river side view yang asri. Salah satu tower Cinere Mansion dirancang secara eksklusif dan memiliki private lift sehingga privasi pemilik apartemen lebih terjaga dan kenyamanannya menjadi lebih terjamin. Kawasan Vivo Sentul Galleria Shopping Center Perseroan melalui Anak Perusahaannya PT Tirta Persada Developments (TPD) yang memiliki ketersediaan lahan (landbank) di area Cimandala seluas 17 hektar akan mengembangkan kawasan Vivo Sentul. Lokasi tersebut terletak di antara Bogor- 28 Laporan Tahunan EMDE 2013

29 Galleria - Shopping Center Cinere Terrace Suites Sentul-Cibinong- Jakarta dengan memiliki frontage (bukaan jalan) selebar lebih dari 200 meter yang menjadi keunggulan dan nilai jual utama kawasan Vivo Sentul. Selain itu, Vivo Sentul dapat ditempuh hanya sepuluh menit dari Tol Jagorawi melalui exit tol Sirkuit Sentul dan lima menit dari pusat pemerintahan daerah Cibinong atau kurang lebih 10 km dari Bogor dan 35 km dari Jakarta. Vivo Sentul hadir di antara hunian menengah dan mewah yang telah established serta industri-industri berskala nasional dan internasional. Proyek ini hadir dengan mengusung gaya hidup kaum urban dengan konsep modern, mewah, dan lengkap yang diwujudkan melalui perpaduan komersial, hunian, rekreasi, serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Shopping arcade, commercial area, dan hotel merupakan area komersial yang terintegrasi dengan area hunian yang terdiri dari townhouses dan medium-rise apartment. Konsep ini akan menjadikan Vivo Sentul sebagai pusat niaga terbesar dan terlengkap di Sentul-Bogor. Vivo Sentul dikembangkan dalam empat tahap yaitu: a. Shopping center & city walk b. Commercial park c. Shopping mall dan housing d. Apartment dan hotel Untuk tahap pertama, pengembangan yang segera dimulai pada pertengahan tahun 2014 adalah Galleria - Shopping Center yang merupakan pusat perbelanjaan yang dikembangkan Perseroan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bogor dan sekitarnya. Galleria Shopping Center yang dikembangkan berdampingan dengan city walk memiliki lokasi yang sangat strategis sehingga menjadikan nilai investasi di Vivo Sentul akan terus meningkat. Laporan Tahunan EMDE

30 Proyek Yang Akan Dikembangkan Beberapa Tahun Ke Depan 30 Laporan Tahunan EMDE 2013

31 Kawasan Centro Cinere Kawasan Vivo Sentul The Marche and The Block merupakan pengembangan mal tahap tiga dimana gedung perkantoran dan apartemen mewah yang melengkapi pengembangan Centro Cinere menjadi kawasan CBD di Cinere dan akan mengkontribusikan nilai investasi yang sangat tinggi bagi para investor dan pelanggan. Di tahap pengembangan kawasan megablock Vivo Sentul berikutnya, Megapolitan Developments akan melengkapi persembahan mahakarya dengan mengembangkan commercial park, shopping mall, housing, apartment, dan hotel yang bertemakan green living dan dirancang khusus sesuai dengan tingginya minat pasar The Marche 31 Laporan Tahunan EMDE 2013

32 The Block sehingga dapat memberikan nilai tambah yang sangat maksimal bagi para pelanggan, mitra usaha, dan investor. Megapolitan Sentul City Perseroan melalui Perusahaan Asosiasi, PT Megapolitan Mentari Persada (MMP), akan membangun sebuah kota yang modern dan lengkap, sebuah kota mandiri di atas area seluas sekitar 200 hektar di wilayah Sentul-Bogor. Kawasan ini terletak hanya 300 meter dari pintu tol Sentul Selatan dan dilintasi oleh Bogor Outer Ring Road. Jalan ini telah membuka akses dari Tol Jagorawi ke Bogor Utara dan secara efektif memindahkan wilayah lintas akses Kota Bogor ke Sentul. Menyikapi besarnya peluang dalam kegiatan usaha ini, Perseroan akan mengembangkan sebuah kota mandiri (satelit city) yang dinamakan Megapolitan Sentul City. Dengan mengusung konsep green living, Megapolitan Sentul City akan banyak menghadirkan kehijauan alam dan produk-produk ramah lingkungan, pemanfaatan kesejukan udara kota Bogor, serta kejernihan air alami. Lansekap dan roadscape yang hijau sebagai penterjemahan green living akan semakin menambah kenyamanan karena dipadukan dengan jalan-jalan arteri yang lebar. 32 Laporan Tahunan EMDE 2013

33 Galleria - Shopping Center Laporan Tahunan EMDE

34 34 Laporan Tahunan EMDE 2013

35 Cinere Terrace Suites Laporan Tahunan EMDE

36 Struktur Organisasi 36 Laporan Tahunan EMDE 2013

37 Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang seluruhnya merupakan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan secara mayoritas oleh perusahaan. Adapun perusahaan tersebut adalah : No Anak Perusahaan Bidang Usaha Status Kepemilikan 1 PT Mega Limo Estate (MLE) 2 PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI) 3 PT Eltranindo Bina Cipta (EBC) 4 PT Graha Mentari Persada (GMP) 5 PT Tirta Persada Developments (TPD) 6 PT Titan Property (TP) Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perumahan Pembangunan, Pengelolaan Kawasan Perumahan dan pengelolaan Pusat Perbelanjaan Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perumahan Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perumahan Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perumahan Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen Beroperasi 99,66% Beroperasi 99,38% Beroperasi 75,00% Beroperasi 99,00% Beroperasi 99,58% Beroperasi 99,95% Laporan Tahunan EMDE

38 Informasi Saham Komposisi Pemegang Saham Keterangan Jabatan Jumlah Saham Jumlah (Rp) % Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh PT Cosmopolitan Persada Developments ,78% Credit Suisse AG Singapore Trust ,44% L. Melani Lowas B.Rimba Direktur Utama ,93% Sudjono Barak Rimba Komisaris Utama ,93% Sentosa Budiman Direktur ,00% Fanny Setiati Sutanto Masyarakat (Kepemilikan di bawah 5%) Direktur Tidak Terafiliasi ,00% ,93% Jumlah ,0% Kronologi Pencatatan Saham Tanggal Pencatatan Saham Terakumulasi Nominal Terakumulasi (Rp) Pra Penawaran Umum Saham Perdana 4 Januari Penawaran Umum Saham Perdana 12 Januari Laporan Tahunan EMDE 2013

39 2013 Kinerja Saham Harga Saham Tertinggi Terendah Penutupan Volume (000) Januari ,656 Februari ,991 Maret ,761 April ,097 Mei ,677 Juni ,073 Juli ,452 Agustus ,820 September ,350 Oktober ,325 Nopember ,679 Desember ,178 Laporan Tahunan EMDE

40 Kebijakan Dividen Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan oleh Perseroan pada tanggal 28 Juni 2012, PT Megapolitan Developments Tbk telah menetapkan Kebijakan Dividen sebagai berikut: Dividen Perseroan akan dibagikan kepada pemegang saham apabila kemampuan keuangan Perseroan memungkinkan dengan memperhatikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan serta tingkat kecukupan modal dan arus kas. 40 Laporan Tahunan EMDE 2013

41 Graha Cinere Ikhtisar Data Keuangan Laporan Tahunan EMDE

42 42 Laporan Tahunan EMDE 2013 Laporan Posisi Keuangan

43 Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Tahunan EMDE

44 44 Laporan Tahunan EMDE 2013 Rasio - Rasio Penting

45 Cinere Parkview Laporan Tahunan EMDE

46 Dewan Komisaris 46 Laporan Tahunan EMDE 2013 Jennifer Barak Rimba Komisaris Sudjono Barak Rimba Komisaris Utama

47 Hongisisilia, SE, Ak. Komisaris Independen Laporan Tahunan EMDE

48 Profil Dewan Komisaris Sudjono Barak Rimba Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, berusia 79 tahun, pernah menempuh pendidikan di Universitas Gamalia Fakultas Ekonomi, Jakarta pada tahun Memperoleh gelar MBA di Preston University, United States of America pada tahun Riwayat Pekerjaan : 1976 Sekarang Komisaris Utama PT Megapolitan Developments, Tbk 2007 Sekarang Direktur PT Tirta Persada Developments Direktur PT Megapolitan Mentari Persada 2007 Sekarang Direktur PT Graha Mentari Persada 2006 Sekarang Direktur PT Mega Pasanggrahan Indah 2005 Sekarang Direktur PT Mega Limo Estate 2002 Sekarang Direktur PT Eltranindo Bina Cipta 2002 Sekarang Direktur Utama PT Centra Lingga Perkasa Direktur Utama PT Megapolitan Gapura Prima Komisaris PT Strawin Industri 1988 Sekarang Komisaris PT Melrimba Sentra Agrotama 1988 Sekarang Komisaris Utama PT Rimba Asritama 1982 Sekarang Direktur PT Mega Limo Estate 1956 Sekarang Presiden Direktur PT Tri Fasung Direktur PT Centra Karda Traders Direktur PT Karda Traders Wakil Direktur Utama PT Eisai Indonesia 48 Laporan Tahunan EMDE 2013

49 Jennifer Barak Rimba Komisaris Hongisisilia, SE, Ak. Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, berusia 40 tahun. Menyelesaikan pendidikan Master of Bussiness Administration jurusan International Bussiness pada Simon Fraser University, Burnaby, BC pada tahun Riwayat Pekerjaan : Sekarang Komisaris PT Megapolitan Developments Tbk Sekarang Komisaris PT Tirta Persada Developments Komisaris PT Megapolitan Mentari Persada Sekarang Komisaris PT Graha Mentari Persada Sekarang Komisaris PT Eltranindo Bina Cipta Sekarang LP Manager Capitalogix Trading Sekarang Komisaris PT Mega Pasanggrahan Indah Sekarang Komisaris PT Mega Limo Estate Sekarang Marketing Manager Megapolitan Group Direktur PT Strawin Industri Marketing & Sales Manager PT Strawin Industri Marketing & Sales Manager Megapolitan Group Technical Consultant Computing Services Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Riau Riwayat Pekerjaan : Sekarang Komisaris Independen & Ketua Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Anggota Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Sekarang Direktur PT Artha Jasakonsulindo Komisaris PT Kalla Arebama Partner PT Key Management Finance & Accounting Manager PT Egasutinasakti Laporan Tahunan EMDE

50 Laporan Dewan Komisaris Sudjono Barak Rimba Komisaris Utama Para Pemegang Saham Yang Terhormat, 2013 merupakan tahun yang penuh tantangan namun membuahkan kesuksesan bagi PT Megapolitan Developments Tbk (Perseroan). Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan secara signifikan serta mencapai seluruh target finansial dan kegiatan usaha untuk mencapai target jangka panjang Perseroan, sustainability. Strategi usaha yang telah ditetapkan dengan tepat dan dilaksanakan oleh Direksi beserta seluruh jajaran manajemen secara efisien dan efektif membawa Perseroan pada pertumbuhan kinerja yang sangat memuaskan dan semakin mengokohkan posisi Perseroan dalam pertumbuhan jangka panjang. Dalam hal manajemen kenaikan biaya usaha, Direksi telah mengambil langkah cermat dalam hal penetapan harga 50 Laporan Tahunan EMDE 2013

51 Laporan Tahunan EMDE

52 Direksi Totonafo Lase Head of Business Unit 52 Laporan Tahunan EMDE 2013 Sentosa Budiman Direktur Desi Yuliana Chief Marketing & Sales

53 L. Melani Lowas B. Rimba Direktur Utama Barbara Angela B. Rimba Direktur Fanny Setiati Sutanto Direktur Tidak Terafiliasi Ronald Wihardja Managing Director Laporan Tahunan EMDE

54 Profil Direksi L. Melani Lowas B. Rimba Direktur Utama Warga Negara Indonesia, berusia 67 tahun. Menyelesaikan pendidikan Akademi Bahasa Asing, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta pada tahun Bertanggungjawab atas keseluruhan kegiatan usaha Perseroan. Riwayat Pekerjaan : 1976 Sekarang Direktur Utama PT Megapolitan Developments Tbk 2007 Sekarang Direktur Utama PT Tirta Persada Developments 2009 Sekarang Direktur PT Megapolitan Mentari Persada Direktur Utama PT Megapolitan Mentari Persada 2007 Sekarang Direktur Utama PT Graha Mentari Persada 2005 Sekarang Direktur Utama PT Mega Limo Estate 2002 Sekarang Direktur Utama PT Eltranindo Bina Cipta 1994 Sekarang Direktur Utama PT Melrimba Sentra Agrotama Direktur Utama PT Strawin Industri 1990 Sekarang Direktur Utama PT Melrimba Mitra 1990 Sekarang Direktur Utama PT Rimba Asritama 1983 Sekarang Direktur Utama PT Mega Pasanggrahan Indah 1982 Sekarang Direktur Utama PT Megapolitan Meruyung Estate Secretary PT Guru Indonesia Secretary Czechoslovakian Ambassador 54 Laporan Tahunan EMDE 2013

55 Barbara Angela B. Rimba Direktur Sentosa Budiman Direktur Warga Negara Indonesia, berusia 35 tahun. Menyelesaikan pendidikan Bachelor of Arts in Business Administration, Double Majors : Finance dan Marketing Seattle University, Washington United States of America pada tahun Mempunyai fungsi dan tanggungjawab sebagai Direktur Legal dan Asset Management. Riwayat Pekerjaan : Sekarang Direktur PT Megapolitan Developments Tbk Sekarang Komisaris Utama PT Tirta Persada Developments Sekarang Komisaris Utama PT Megapolitan Mentari Persada Sekarang Komisaris Utama PT Graha Mentari Persada Sekarang Komisaris Utama PT Eltranindo Bina Cipta Sekarang Direktur PT Melrimba Mitra Sekarang Direktur PT Melrimba Sentra Agrotama Sekarang Komisaris Utama PT Mega Pasanggrahan Indah Sekarang Komisaris Utama PT Mega Limo Estate General Manager PT Melrimba Mitra General Manager PT Melrimba Agrotama Relationship Manager, Corporate Banking Group, Citibank N.A Warga Negara Indonesia, berusia 59 tahun. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin dari Technishe Universitaet Berlin di Jerman Barat pada tahun Mempunyai fungsi dan tanggungjawab sebagai Direktur Operasional. Riwayat Pekerjaan : Sekarang Direktur PT Megapolitan Developments Tbk Direktur PT Bumi Perkasa Permai (Modern Group) Direktur PT Duta Bisnisindo International Head of Business Unit PT. Kawasan Industri Kampar (RGM Group) General Manager PT Lippo Cikarang (Lippo Group) Coordinator Manager PT Stya Primakonsulindo Field Coordinator PT Sele Raya (Sele Raya Group) Manager PT Sangata Raya (Sele Raya Group) 1982 Design Engineer PT Puma Bina Indonesia Laporan Tahunan EMDE

56 Fanny Setiati Sutanto Direktur Tidak Terafiliasi Warga Negara Indonesia, berusia 50 tahun. Menempuh program Master of Business Management di Preston University pada tahun 2008, serta menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Administrasi Fiskal di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPAN. Riwayat Pekerjaan: Sekarang Direktur Tidak Terafiliasi PT Megapolitan Developments Tbk Sekarang Corporate Secretary PT Megapolitan Developments Tbk 2011 Direktur Utama PT Mega Direktur Utama PT Intan Developments 2011 Procurement Division Head PT Megapolitan Developments Tbk General Manager Business Development PT Megapolitan Developments Direktur PT Titan Property Finance and Accounting Division Head PT Megapolitan Developments Finance Manager PT Megapolitan Developments Corporation 1997 Accounting Manager PT Duta Adiputra Dwipa Group Assistant of Finance Director PT Findotama Lestari Sentosa Head Of CSO Bank Central Dagang Ronald Wihardja Managing Director Warna Negara Indonesia, berusia 42 tahun. Meraih gelar Bachelor of Arts di Business Economics di University of California Los Angeles dan Master of Business Administration di University of Virginia. Riwayat Perkerjaan : Sekarang Managing Director PT Megapolitan Developments Principal Quvat Management Pte Ltd Vice President PT Principia Management Direktur PT Premier Qualitas Indonesia Direktur PT Deyon Resources General Manager Marketing PT Megapolitan Developments Marketing Projects Manager PT Nestle Indonesia Consultant Foster Chamberlain LLC 56 Laporan Tahunan EMDE 2013

57 Desi Yuliana Chief Marketing & Sales Warga Negara Indonesia berusia 38 tahun. Meraih gelar sarjana Management dari STIMA ( Sekolah Tinggi Ilmu Management) KOSGORO. Mempunyai fungsi dan tanggung jawab sebagai Direktur Sales and Marketing. Riwayat pekerjaan: Sekarang Chief Marketing & Sales PT. Megapolitan Developments Tbk Business Coach PKPU - Lembaga Kemanusian Nasional Business Partner PT. Asuransi Allianz Life Indonesia General Manager PT. Rimba Asritama Manager Marketing PT. Rimba Asritama Account Manager PT. Sar Investment Manager Marketing PT. Strawin Industri Totonafo Lase Head of Business Unit Warga Negara Indonesia, berusia 48 tahun. Meraih gelar Sarjana Teknik dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan gelar MBA di University of the City of Manila, Philippines. Mempunyai fungsi dan tanggungjawab sebagai Head of Business Unit. Riwayat Pekerjaan : Sekarang Head of Business Unit PT Megapolitan Developments Tbk Share Holder Representative PT Rimo Catur Lestari, Tbk Business Development Consultant PT Alam Bali International Sekarang Direktur & Share Holder PT Grand Uway Developments Direktur PT Megapolitan Developments Sekarang Direktur & Share Holder PT Telekomindo Perkasa General Manager PT Centra Lingga Perkasa Assistant Project Manager PT Mandiri Dipta Cipta Business System Solution & Support Ass. Manager Thames Water International Corporate Planning Team PT Surya Semesta Internusa, Tbk Sr. Project Manager & Management Representatives PT Nusa Raya Cipta Project Manager PT Nusa Raya Cipta 1990 Consultant PT Mahakarya Management Consultant Laporan Tahunan EMDE

58 Laporan Direksi L. Melani Lowas B. Rimba Direktur Utama Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan Yang Terhormat, Tahun 2013 berhasil dilalui dengan pencapaian kesuksesan oleh PT Megapolitan Developments Tbk (Perseroan). Di tengah persaingan usaha yang ketat, Perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kinerja 2013 Dibandingkan dengan tahun 2012, Perseroan berhasil mencatat peningkatan Penghasilan Usaha Bersih sebesar 106,50% menjadi Rp225,13 milyar. Laba Bersih mengalami pertumbuhan sebesar 714,86% menjadi Rp34 miliar dengan marjin Laba Bersih 15,10%. Kenaikan Aset tahun 2013 berhasil dicatat sebesar Rp938,54 miliar, meningkat sebesar 5,88%. Perseroan berfokus pada pengembangan strategi usaha yang tepat dengan pelaksanaan kegiatan operasional yang efisien dan efektif dengan antara lain meluncurkan proyek master piece di kawasan Cinere yang diluncurkan dengan nama besar Centro Cinere. Centro Cinere adalah kawasan CBD (Central Business District) pertama di Cinere yang mengintegrasikan area hunian dan komersial dengan didukung berbagai fasilitas yang merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat akan gaya hidup modern. 58 Laporan Tahunan EMDE 2013

59 Laporan Tahunan EMDE

60 60 Laporan Tahunan EMDE 2013

61 Cinere Parkview Laporan Tahunan EMDE

62 Cinere Bellevue Lifestyle Mall Analisis Pembahasan Manajemen 62 Laporan Tahunan EMDE 2013

63 Pendapat Umum Pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada tahun 2013 secara keseluruhan melambat. Itu tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 5,78% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar 6,23%. Penurunan PDB itu disebabkan oleh peningkatan laju inflasi rata-rata di Indonesia pada 2013 menjadi 8,38% dibandingkan pada 2012 sebesar 4,3%. Selain itu, penurunan tersebut juga dipicu oleh depresiasi nilai tukar Rupiah ratarata terhadap dolar Amerika Serikat sepanjang tahun 2013 menjadi Rp dibandingkan sepanjang tahun 2012 sebesar Rp akan terus menjadi standar kehidupan manusia modern di masa depan, sehingga hal itu akan terus mendorong para konsumen rumah untuk membeli hunian yang ramah lingkungan dan asri bagi para keluarga mereka. Analisa Keuangan Laporan Laba (Rugi) Konsolidasi Kurs rupiah yang sepanjang tahun 2013 terus melemah terhadap dolar Amerika pada kisaran Rp mengakibatkan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang pada akhir tahun 2013 berada pada level 7,5% dibandingkan pada akhir tahun 2012 sebesar 6%. Kondisi tersebut semakin membebani berbagai kegiatan bisnis di seluruh sektor di Indonesia pada tahun Tetapi kondisi itu tidak berlaku bagi PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE). Kendati pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia melambat pada 2013, kinerja bisnis Perseroan malah menguat dan mengagumkan. Itu terlihat dimana dengan pertumbuhan penjualan sebesar 106,50% pada tahun 2013, laba bersih Perseroan dapat melonjak hingga 304,59%. Dari sisi penjualan, Perseroan memang banyak sekali meluncurkan berbagai produk properti pada tahun Tetapi dengan lonjakan laba bersih yang mencapai 304,59%, itu berarti Perseroan juga berhasil melakukan berbagai efisiensi biaya operasional di seluruh divisi bisnisnya. Perseroan berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang tinggi pada tahun 2013 karena mampu memuaskan kebutuhan para konsumennya ketika menawarkan dan menjual berbagai diversifikasi produk properti yang bernuansa ramah lingkungan (green) yang sangat diperhatikan oleh kehidupan manusia modern masa kini. Kedepan, produkproduk green property tersebut diperkirakan A. Penjualan Usaha Penjualan usaha Megapolitan Developments melonjak tajam 106,5% menjadi Rp225,13 miliar dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp109,02 miliar. Lonjakan penjualan usaha terjadi setelah Perseroan memasarkan berbagai produk properti pada proyek apartemen di Cinere Bellevue Suites, ruko (rumah toko) dan kios di Cinere Bellevue Mall, ruko (rumah toko) di Cinere One Commercial Park dan rumah tapak (landed houses) di Cinere Parkview, serta pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan area foodcourt di Mal Cinere pada tahun Laporan Tahunan EMDE

64 Kenaikan penjualan apartemen, pertumbuhan pendapatan sewa, peningkatan penjualan kios, ruko (rumah toko) dan rumah tapak yang dilaksanakan Perseroan pada tahun 2013 merupakan pemicu kenaikan tajam penjualan. Penjualan apartemen Perseroan pada tahun 2013 tercatat sebesar Rp129,78 miliar, melesat 944,28% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp12,43 miliar. Itu disebabkan Perseroan pada tahun 2013 banyak menawarkan berbagai proyek apartemen yang yang bernuansa asri dan hijau di kawasan CBD Centro Cinere yang berlokasi di selatan Jakarta. Lonjakan kinerja penjualan apartemen itu juga diikuti oleh keberhasilan Perseroan di dalam memasarkan rumah tapak (landed houses) juga di kawasan hijau nan asri di Cinere tersebut. Penjualan rumah yang berhasil dibukukan Perseroan pada 2013 tercatat sebesar Rp11,94 miliar, melonjak 177,03% dibandingkan pada 2012 sebesar Rp4,31 miliar. Penjualan ruko meningkat 12,28% menjadi Rp37,30 miliar dari Rp33,22 miliar. Adapun pendapatan sewa yang merupakan pendapatan berkesinambungan (recurring income) Perseroan pada tahun 2013 naik 10,81% menjadi Rp46,03 miliar dari Rp41,54 miliar. Pendapatan sewa hingga akhir tahun 2013 lalu hanya menyumbang sekitar 20,45% dari pendapatan konsolidasi Perseroan. Sementara itu, kontribusi pendapatan sewa Perseroan mencapai 38,10% pada tahun Ke depan, manajemen Perseroan akan berupaya untuk terus memperbesar kontribusi pendapatan berkesinambungan tersebut agar dapat mengimbangi penjualan berbagai produk properti yang ditawarkan Perseroan. B. Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan perseroan sepanjang Januari-Desember 2013 juga melesat tajam 141,68% menjadi Rp109,88 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp45,47 miliar. Kenaikan tajam beban pokok penjualan itu berasal dari lonjakan beban pokok penjualan apartemen, pusat perbelanjaan, dan rumah tapak. Tetapi beban pokok penjualan ruko dan tanah pada tahun 2013 menurun dibandingkan tahun Beban pokok penjualan apartemen melonjak 1.440,58% menjadi Rp83,89 miliar pada tahun 2013 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp5,45 miliar. Beban pokok penjualan pusat perbelanjaan naik 11,28% menjadi Rp12,96 miliar dari Rp11,65 miliar. Beban pokok penjualan rumah meningkat secara signifikan sekitar 81,95% menjadi Rp4,38 dari Rp2,41 miliar. Meski demikian, beban pokok penjualan rumah toko (ruko) pada tahun 2013 turun tajam sebesar 58,35% menjadi tinggal Rp8,55 miliar dari Rp20,53 miliar pada tahun Penurunan beban pokok penjualan tersebut dikarenakan strategi penetapan biaya konstruksi Cinere Bellevue Kiosk yang tepat dan efisien. Demikian pula beban pokok penjualan tanah menurun secara signifikan sekitar 98,11% menjadi tinggal Rp102,83 juta dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp5,44 miliar. Itu seiring dengan kebijakan Perseroan untuk mengurangi penjualan tanah agar ketersediaan cadangan tanah (landbank) dapat tetap terjaga dan bisnis pengembangan properti dapat berlangsung secara berkesinambungan. Sementara itu, penurunan penjualan tanah sekitar 99,51% menjadi Rp85,80 juta pada tahun 2013 dibandingkan sebesar Rp17,52 miliar pada tahun 2012 menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kebijakan untuk membatasi penjualan tanah agar ketersediaan cadangan tanah (landbank) dapat tetap terjaga sehingga bisnis pengembangan properti di Cinere, Bogor, dan Karawaci-Tangerang dapat berlangsung secara berkesinambungan. C. Laba Kotor Laba kotor Perseroan secara konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 meningkat secara signifikan sebesar 81,34% menjadi Rp115,26 miliar dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp63,56 miliar. 64 Laporan Tahunan EMDE 2013

65 Secara marjin, maka marjin laba kotor Perseroan pada 2013 tercatat sebesar 51,20%, turun sekitar 7,10% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar 58,30%. Hal tersebut disebabkan terjadinya penurunan marjin laba kotor atas penjualan tanah Perseroan pada tahun 2013 menjadi minus 19,94% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar 68,98%. dan beban penyisihan piutang ragu-ragu, serta peningkatan penghasilan bunga. F. Laba Bersih D. Beban Usaha Beban usaha Perseroan pada tahun 2013 tercatat sebesar Rp59,39 miliar, naik sekitar 6,14% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp53,25 miliar. Kenaikan beban usaha itu terutama disebabkan oleh lonjakan tajam beban penjualan sebesar 133,01% menjadi Rp13,15 miliar pada tahun 2013 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp5,65 miliar sebagai dampak dari kenaikan tajam biaya komisi, konsultan pemasaran, promosi, transportasi, serta biaya lain-lain yang relevan dengan lonjakan penjualan usaha Perseroan. Sementara itu, beban umum dan administrasi hanya naik tipis 1,80% menjadi Rp40,44 miliar dari Rp39,72 miliar. Itu karena adanya sedikit kenaikan gaji dan tunjangan, imbalan kerja, perbaikan dan pemeliharaan, tunjangan kesehatan, perjalanan dinas, dan asuransi. E. Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan Laba sebelum beban pajak penghasilan Perseroan pada 2013 meningkat tajam sekitar 304,59% menjadi Rp47,55 miliar dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp11,75 miliar. Laba bersih Perseroan pada tahun 2013 melonjak 714,86% menjadi Rp34 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 miliar. Lonjakan tersebut terutama didukung oleh kenaikan tajam penghasilan usaha Perseroan yang disertai dengan upaya maksimal Perseroan dalam menekankan aspek efisiensi biaya usaha. Marjin laba bersih untuk tahun 2013 dan 2012 masingmasing sebesar 15,10% dan 3,82%. Marjin laba sebelum beban pajak penghasilan Perseroan pada tahun 2013 tercatat sebesar 21,12% dibandingkan pada tahun 2012 sebesar 10,78%. Kenaikan ini karena Perseroan berhasil melakukan berbagai efisiensi bisnis pada tahun Itu telihat dari penurunan beban lain-lain, Laporan Tahunan EMDE

66 Neraca Konsolidasi A. ASET Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan 31Desember Aset Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp938,54 miliar, naik 5,88% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp886,38 miliar. Piutang Usaha Perseroan terutama yang berasal dari pihak ketiga meningkat sebesar 24,59% menjadi Rp152,52 miliar pada tahun 2013 dibandingkan pada satu tahun sebelumnya sebesar Rp122,42 miliar seiring dengan peningkatan penjualan usaha Perseroan. Pada periode ini, jumlah Persediaan meningkat 15,32% menjadi Rp259,23 miliar dari Rp224,79 miliar karena semakin bertambahnya produk-produk properti yang sedang dibangun (Proyek Dalam Pelaksanaan) kendati Persediaan Tanah Kavling yang siap dijual mengalami penurunan. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka mengalami penurunan sebesar 30,04% dari Rp25,98 miliar pada 2012 menjadi hanya Rp18,17 miliar. Itu disebabkan oleh penurunan Biaya yang Dibayar Dimuka, terutama biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada kontraktor pembangunan apartemen Cinere Bellevue Suites, yang salah satu kontraktor utamanya adalah PT Waskita Karya Tbk, sebesar Rp13,06 miliar, sedangkan Piutang dari pihak berelasi mengalami kenaikan sebesar 9,97% dari sebesar Rp58,74 miliar pada 2012 menjadi Rp64,60 miliar, terutama diakibatkan oleh pinjaman yang diberikan kepada pemegang saham Perseroan. Aset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar 3,18% menjadi Rp405,69 miliar pada 2013 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp393,17 miliar, terutama diakibatkan oleh kenaikan nilai tanah yang belum dikembangkan. 66 Laporan Tahunan EMDE 2013

67 B. KEWAJIBAN Kewajiban Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp380,60 miliar, naik 5,01% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp362,44 miliar. Itu diakibatkan oleh kenaikan utang usaha sekitar 49,83% menjadi Rp30,46 miliar dari Rp20,33 miliar pada tahun 2012 sehubungan kenaikan signifikan utang kepada pihak ketiga sekitar 77,5% menjadi Rp26,44 miliar dari Rp14,90 miliar. Utang Pajak pada periode ini meningkat sebesar 11,84% menjadi Rp44,59 miliar dari Rp39,87 miliar seiring dengan meningkatnya penjualan dan pemberlakuan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 dimana atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan PPh final sebesar 5%. Biaya Yang Masih Harus Dibayar turun 18,93% menjadi Rp4,19 miliar dari Rp5,17 miliar dimana penurunan ini terutama berasal dari Biaya Gaji dan Upah akibat dari strategi anak Perusahaan melakukan efisiensi Biaya Karyawan. Estimasi Biaya Penyelesaian Proyek yang belum ditagih turun39,53% menjadi Rp15,21 miliar dari Rp25,15 miliar. Estimasi-estimasi biaya tersebut terdiri dari Estimasi Biaya Penyelesaian atas Proyek Perumahan Cinere Riverside dan Puri Cinere milik Anak Perusahaan, PT Mega Pasanggrahan Indah; Proyek Perumahan Bukit Cinere dan Griya Cinere 2 milik Anak Perusahaan, PT Mega Limo Estate; Proyek Perumahan Tatya Asri milik Perseroan dan ruko Vivo Sentul milik PT Tirta Persada Developments. Laporan Tahunan EMDE

68 C. EKUITAS Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember Ekuitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp557,94 miliar, meningkat 6,94% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar Rp523,94 miliar. Peningkatan itu karena kenaikan saldo laba Perseroan sebesar 108,13% menjadi Rp64,84 miliar apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar Rp31,15 miliar sebagai dampak adanya kontribusi Laba Bersih Perseroan. D. LIKUIDITAS 68 Laporan Tahunan EMDE 2013

69 Periode 12 (dua belas) bulan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan 31 Desember Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, Perseroan mencatat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp37,014miliar menjadi Rp79,39 miliar dari Rp116,406 miliar. Hal ini disebabkan antara lain terjadinya reklasifikasi akun Deposito Berjangka Yang Dibatasi Penggunaannya, yang semula dicatatkan pada akun Kas dan Setara Kas direklas ke akun Aset Keuangan Lainnya. Perolehan Kas Bersih per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp75,19 miliar dibandingkan Pengeluaran Kas Bersih sebesar (Rp9,97 miliar) pada periode yang sama pada tahun Perolehan Kas Bersih ini terutama disebabkan oleh lonjakan penerimaan dari pelanggan sebesar 166,07% menjadi Rp274,64 miliar dari Rp103,22 miliar pada 2012 serta kenaikan penghasilan bunga dari Rp5,34 miliar menjadi Rp5,88 miliar. Arus kas untuk kegiatan investasi meningkat 290,58% menjadi Rp11,52 miliar per 31 Desember 2013 dibandingkan periode yang sama pada 2012 sebesar Rp2,95 miliar, dimana hal tersebut terutama akibat kenaikan signifikan nilai investasi Perseroan untuk membiayai perolehan Tanah Yang Belum Dikembangkan (landbank) sebesar 209,22% menjadi Rp6,84 miliar dari Rp2,21 miliar. E. PEMBELANJAAN BARANG MODAL Total Belanja Barang Modal Perseroan per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp4,975 miliar, naik signifikan 560,69% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp753 juta. Jika dibandingkan per 31 Desember 2011 sebesar Rp4,902 miliar, maka total Belanja Barang Modal Megapolitan Developments tersebut hanya naik sekitar 1,48%. Kenaikan signifikan Belanja Barang Modal Perseroan pada tahun 2013 disebabkan oleh lonjakan Belanja Barang Modal untuk Bangunan dalam Penyelesaian menjadi Rp3,85 miliar dari sebesar Rp500 juta pada tahun Disamping itu, lonjakan kenaikan Belanja Barang Modal untuk Inventaris Kantor dan Proyek sekitar 344,66% menjadi Rp1,125 miliar dari Rp253 juta turut menjadi faktor pendorong kenaikan signifikan total Belanja Barang Modal pada Sementara itu, Perseroan pada tahun 2011 mengalokasikan Belanja Barang Modal untuk Inventaris Kantor dan Proyek hingga mencapai Rp2,952 miliar. Adapun Belanja Barang Modal untuk Bangunan dan Kendaraan masing-masing sebesar Rp970 juta dan Rp980 juta. Tetapi Perseroan pada tahun tersebut belum mengalokasikan Belanja Barang Modal untuk Bangunan dalam Penyelesaian. Laporan Tahunan EMDE

70 F. SOLVABILITAS DAN PROFITABILITAS Persentasi Solvabilitas Aset Perseroan sejak tahun 2011 hingga 2013 terus menurun dari 41,90% menjadi 40,89%, dan akhirnya menjadi 40,55%. Penurunan tersebut diikuti oleh penurunan Solvabilitas Ekuitas sepanjang tiga tahun terakhir dari 72,10% pada tahun 2011 menjadi 69,18% pada tahun 2012, serta mencapai 68,21% pada tahun Meski demikian, kondisi itu diimbangi oleh peningkatan persentasi Profitabilitas yang terdiri dari Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity/ROE), dan Imbal Hasil Investasi (Return On Asset/ROA). Kenaikan ROE melesat jauh hingga mencapai 6,09% pada tahun Sementara itu, ROE Perseroan pada tahun 2011 dan 2012 masing-masing baru sebesar 0,39% dan 0,80%. Sementara itu, Imbal Hasil Investasi (Return On Asset/ROA) juga meningkat signifikan pada 2013 menjadi 3,62% dibandingkan sebesar 0,47% pada tahun 2012, dan sebesar 0,22% pada tahun Laporan Tahunan EMDE 2013

71 Cinere Riverside Laporan Tahunan EMDE

72 Graha Cinere Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham 72 Laporan Tahunan EMDE 2013

73 Per 31 Desember 2013, total dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) Perseroan tercatat sebesar Rp45,725 miliar. Realisasi penggunaan dana hasil PUPS Perseroan hingga 31 Desember 2013 sebesar Rp156,641 miliar, atau telah mencapai sekitar 77,40% dari total dana PUPS yang diraih Perseroan setelah dikurangi biayabiaya sebesar Rp202,366 miliar. Menurut rencana, dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek-proyek Urbana Cinere Apartemen yang sekarang bernama Cinere Bellevue Suites & Mall sebesar Rp50,086 miliar, Cimandala City yang sekarang dinamakan Vivo Sentul sebesar Rp27,319 miliar, Fulham Urbana Karawaci Rp13,660 miliar, Perumahan Tatya Asri dan Graha Cinere sebesar Rp20,237 miliar, Ruko Tatya Asri sebesar Rp8,095 miliar, Club House Tatya Asri sebesar Rp4,047 miliar, dan modal kerja Perseroan sebesar Rp8,095 miliar. Alokasi dana hasil PUPS untuk membiayai pembangunan proyek Urbana Cinere Apartemen (Cinere Bellevue Suites & Mall) telah diserap habis 100%, yaitu sebesar Rp50,086 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada penggunaan dana PUPS yang dialokasikan untuk membiayai pembanguan Perumahan Tatya Asri dan Graha Cinere sebesar Rp20,237 miliar, Modal Kerja Perseroan sebesar Rp8,095 miliar, serta Pelunasan Utang Bank sebesar Rp70,828 miliar. Sementara itu, proyek Cimandala City (Vivo Sentul) baru menggunakan dana PUPS sebesar Rp4,063 miliar, atau baru sekitar 14,87% dari rencana penggunaan dana yang dialokasikan sebesar Rp27,319 miliar. Proyek pembangunan Ruko Tatya Asri dan Club House Tatya Asri juga baru menggunakan dana PUPS masing-masing sebesar Rp1,742 miliar dan Rp1,589 miliar dibandingkan rencana anggaran untuk membiayai kedua produk properti tersebut yang masing-masing besarnya mencapai Rp8,095 miliar dan Rp4,047 miliar. Sementara itu, proyek pembangunan tower Fulham di Urbana Karawaci yang saat ini bernama The belum menggunakan dana PUPS tersebut sama sekali. Laporan Tahunan EMDE

74 Cinere Bellevue Suites Kegiatan Usaha Perusahaan 74 Laporan Tahunan EMDE 2013

75 Kegiatan usaha perusahaan adalah dalam bidang pengembangan dan pengelolaan properti dan real estate. Dalam kegiatan operasionalnya, kegiatan usaha perusahaan terfokus pada tiga hal yaitu: 1. Mengembangkan kawasan residensial dengan produk: Landed House dan Apartemen. 2. Mengembangkan kawasan komersial dengan produk: Shopping Arcade, Shopping Mall, Lifestyle Mall, Hotel, dan Office Tower. 3. Mengembangkan kawasan megablock (mixed use development). Megapolitan Developments selalu berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar Perseroan memiliki SDM yang memadai guna mendukung pertumbuhan usaha secara berkesinambungan. Perseroan menilai SDM adalah salah satu aset utama yang berperanan penting dalam menentukan keberhasilan usahanya. Karena itu, SDM yang memiliki kemampuan dan berkarya secara profesional diyakini dapat mendukung keberhasilan usaha Perseroan. Perseroan berharap akan memiliki suatu sistem pengelolaan dan pengembangan SDM yang komprehensif dan terpadu, mulai dari tahap pemenuhan kebutuhan karyawan hingga tahap pengembangan karir. Karena itu Megapolitan Developments akan terus melanjutkan berbagai program penataan manajemen SDM yang telah dilakukan pada tahun Itu dilakukan dengan menyempurnakan berbagai kebijakan yang terkait pengelolaan SDM. Program pengelolaan SDM yang berkelanjutan ini difokuskan agar tetap dilaksanakan agar dapat menciptakan kesinambungan untuk mencapai tujuan strategis jangka panjang. Perekrutan karyawan Perseroan diterapkan secara wajar dan mengacu pada kualifikasi persyaratan pekerjaan. Setiap proses rekrutmen, seleksi hingga pengangkatan sebagai karyawan dilakukan berdasarkan kemampuan calon karyawan tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan Perseroan. Setiap calon karyawan Perseroan memiliki persamaan hak yang non-diskriminatif. Karena itu, siapapun yang memenuhi persyaratan untuk menjadi karyawan Perseroan dapat bergabung untuk mengembangkan karirnya. Laporan Tahunan EMDE

76 Sumber Daya Manusia 76 Laporan Tahunan EMDE 2013

77 Visi dari Divisi Human Capital Development (HCD) : Mempersiapkan tenaga kerja berkualitas untuk mendukung visi bisnis yang mampu menjawab tuntutan dari para pemegang saham, teknologi, pasar dan Pemerintah. Perseroan berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi profesionalisme, etika kerja, dan budaya perusahaan dengan: Menetapkan Man Power Planning. Target kerja Departemen dan Individu (KPI). Performance Review. Menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuannya. Memberikan peluang untuk pengembangan diri dengan mengadakan pelatihan-pelatihan, baik in-house maupun melalui kerjasama dengan pihak ketiga yang ditetapkan berdasarkan ditetapkan berdasarkan training need analysis serta gap dari kompetensi karyawan. Menjadikan Perusahaan sebagai tempat untuk meniti jenjang karir dan mendapatkan kesejahteraan. Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jabatan (Per Desember 2013) Laporan Tahunan EMDE

78 Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan (Per Desember 2013) Komposisi Pengurus dan Karyawan Menurut Status Kepegawaian (Per Desember 2013) 78 Laporan Tahunan EMDE 2013

79 Hingga akhir Desember 2013, Perseroan mempekerjakan 260 orang karyawan dengan tiga kategori status, yaitu Karyawan Tetap, Karyawan Kontrak, dan Tenaga Harian. Total karyawan Perseroan yang berstatus Karyawan Tetap mencapai 136 orang. Adapun karyawan Perseroan yang merupakan Karyawan Kontrak sebanyak 75 orang. Sementara itu, Tenaga Harian yang dipekerjakan Perseroan sebanyak 49 orang. Pelatihan Karyawan 1 2 Pelatihan karyawan adalah salah satu upaya dan tanggung jawab Perseroan di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan usaha Megapolitan Developments ke depan. Adapun pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2013 adalah: 1. Training Session tentang Leadership berlokasi di The pada tanggal 5 Juli Pelatihan Team Building Karyawan berlokasi di Melrimba Garden tanggal 15 November 2013 persamaan hak yang non-diskriminatif. Karena itu, siapapun yang memenuhi persyaratan untuk menjadi karyawan Perseroan dapat bergabung untuk mengembangkan karirnya. Laporan Tahunan EMDE

80 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 80 Laporan Tahunan EMDE 2013

81 Tanggung jawab sosial berperan penting untuk mewujudkan visi Megapolitan Developments, yakni memberikan kehidupan yang layak di seluruh negeri ini. Karena itu, pengembangan perusahaan selalu terkait dengan kontribusi sosial yang diberikan kepada komunitas dan lingkungan. Untuk memelihara dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat, Perseroan melaksanakan sebuah tanggung jawab sosial secara berkesinambungan. Kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan visi Perseroan tersebut dilakukan melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR-Corporate Social Responsibility). Program-program kepedulian sosial, yang dititikberatkan pada bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan sosial, tersebut dirancang dan dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun. Itu termasuk program peningkatan kualitas hidup, seperti membina kehidupan beragama dan kerukunan warga, serta pelestarian lingkungan hidup. Di samping para karyawan Perseroan dan masyarakat di sekitar Perseroan berada, pelaksanaan program-program tersebut sangat diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat umum. Pada prinsipnya, Perseroan selalu menciptakan keseimbangan dalam lingkungan kerja. Pasalnya, hal itu dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Kegiatan yang pernah dilakukan pada tahun Megapolitan Peduli Lingkungan dengan kegiatan penanaman pohon langka dalam rangka menyambut Hari Bumi dan mendukung gerakan Penanaman Sejuta Pohon. Acara tersebut diselenggarakan di Graha Cinere-Parkview pada tanggal 22 April Megapolitan Peduli Anak Yatim dengan kegiatan acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Marketing Gallery-Cinere pada 25 Juli 2013 dalam menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. 3. Megapolitan Peduli Sesama dengan kegiatan pemotongan hewan kurban dalam merayakan Hari Raya Idul Adha pada 16 Oktober 2013 di Cinere Parkview. 4. Megapolitan Peduli Lansia dengan penyelenggaraan acara Natal Bersama Lansia di Marketing Gallery dan Panti Werda Wisma Agape di Sawangan, Depok. Laporan Tahunan EMDE

82 Tata Kelola Perusahaan 82 Laporan Tahunan EMDE 2013

83 Kunci sukses dalam kegiatan operasional Perseroan adalah mewujudkan pertumbuhan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dengan menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang dinamis. Untuk prospek pertumbuhan jangka panjang, Perseroan dengan kemampuan profesional menjalankan berbagai fungsinya secara transparan, kepercayaan dan integritas, dan bertanggung jawab. Penerapan Tata Kelola Perusahaan tersebut dilakukan Perseroan dengan mempersiapkan berbagai perangkatnya, yaitu Dewan Komisaris termasuk Komisaris Independen, Direktur Tidak Terafiliasi, Sekretaris Perusahaan, dan Komite Audit, serta Internal Control, dan Internal Audit. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan harus diselenggarakan tiap tahun, paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku ditutup. RUPS merupakan strata tertinggi dalam Perusahaan. Keberadaan RUPS dijadikan suatu forum dimana Dewan Komisaris dan Direksi melaporkan kinerja dan pertanggungjawaban selama periode 1 (satu) tahun kepada pemegang saham. Dalam RUPS Tahunan dapat juga membahas strategi serta kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan Perusahaan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa diadakan tiap-tiap kali dianggap perlu oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Selama tahun 2013, Perseroan menyelenggarakan 1 (satu) kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yaitu pada tanggal 25 Juni Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) berwenang untuk mengangkat dan/atau memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, memberikan persetujuan kepada Direksi untuk mengangkat atau memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) dan menentukan jumlah dan jenis kompensasi/remunerasi serta fasilitas-fasilitas lain untuk anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Agenda RUPST untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 meliputi: 1. Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun Pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang mereka lakukan sejauh tindakan tersebut tercermin dalam laporan keuangan tahunan Perseroan. 3. Pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum. 4. Memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2012 serta menetapkan honorarium dan persyaratan lain pengangkatan tersebut. Laporan Tahunan EMDE

84 Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 25 Juni 2013 di Gedung Perseroan - Jakarta sebagai berikut: Keputusan Agenda Rapat I, II dan III: I. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun 2012 yang terdiri dari Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Direksi tentang Jalannya Perseroan serta Kinerja Keuangan Perseroan. II. a. Menyetujui dan mengesahkan Neraca dan perhitungan laba rugi untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, sebagaimana termuat dalam Laporan Keuangan Tahunan (audited) Perseroan untuk tahun buku 2012; b. Menyetujui dan mengesahkan laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 untuk ditambahkan ke dalam dana cadangan Perseroan; c. Memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang mereka lakukan sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan. III. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum sampai dengan kuartal pertama tahun Keputusan Agenda Rapat IV: Memberikan kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2013 serta menetapkan honorarium dan persyaratan lain pengangkatan tersebut. DEWAN KOMISARIS Komisaris bertugas mengawasi berbagai kebijakan Direksi dalam menjalankan pengoperasian perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi. Komisaris dibantu oleh Komite Audit melaksanakan pengawasan tersebut. Komisaris juga dapat melaksanakan pengawasan secara mutlak karena memiliki akses yang tidak terbatas terhadap semua laporan dan informasi yang dimiliki Perusahaan serta berhak memperoleh penjelasan atas laporan dan informasi tersebut. Jika ada anggota Direksi yang tindakannya bertentangan dengan anggara dasar (AD) Perusahaan dan/ atau peraturan undang-undang yang berlaku, Dewan Komisaris berhak memberhentikan anggota Direksi tersebut untuk sementara yang disertai dengan alasan pemberhentian tersebut. Saat ini Dewan Komisaris Perusahaan berjumlah 3 (tiga) orang, termasuk Komisaris Independen yang berjumlah 1 (satu) orang yang sekaligus merangkap sebagai Ketua Komite Audit. 84 Laporan Tahunan EMDE 2013

85 DIREKSI Menurut Anggaran Dasar (AD) Perusahaan, Direksi diangkat oleh para pemegang saham Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham untuk masa jabatan selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. Direksi bertugas untuk kepentingan Perusahaan guna mencapai maksud dan tujuannya. Direktur Utama dan salah seorang Direktur, atau minimal dua orang Direktur dalam hal Direktur Utama berhalangan, bersama-sama berhak dan bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perusahaan. Saat ini Direksi berjumlah empat orang, satu Direksi Utama dan tiga Direktur termasuk 1 (satu) Direktur Tidak Terafiliasi. Direksi secara rutin mengadakan rapat setiap 2 (dua) minggu untuk membahas rencana kerja serta menangani masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Sepanjang tahun 2013, Direksi mengadakan rapat sebanyak 21 kali. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh direktur dengan tingkat kehadiran rata-rata 90%. KOMITE AUDIT Tugas pokok dari Komite Audit pada prinsipnya adalah membantu Dewan Komisaris dalam melakukan fungsi pengawasan atas kinerja Perusahaan, terutama terkait dengan penelaahan sistem pengendalian internal Perusahaan, serta memastikan kualitas laporan keuangan dan meningkatkan efektivitas fungsi audit. Laporan keuangan merupakan produk dari manajemen yang kemudian diverifikasi oleh eksternal auditor. Komite Audit memiliki wewenang mengakses laporan Internal Audit dan laporan-laporan lain yang diperlukan, melakukan komunikasi langsung dengan auditor internal maupun eksternal. Dalam pola hubungan tersebut, dapat dikatakan bahwa Komite Audit berfungsi sebagai jembatan penghubung antara Perusahaan dengan eksternal auditor. Tugas Komite Audit juga erat kaitannya dengan penelaahan terhadap risiko yang dihadapi Perusahaan, dan juga ketaatan terhadap peraturan. Komite Audit diangkat oleh Komisaris untuk masa jabatan yang sama dengan Komisaris. Berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris PT Megapolitan Developments Tbk tertanggal 17 Juni 2013 nomor 0168/MD/ PDIR/VI/2013, Perseroan telah mengubah struktur Komite Audit Perseroan terhitung sampai dengan tanggal 4 Oktober 2015 dengan susunan Komite Audit Perseroan menjadi sebagai berikut: Ketua : Hongisisilia, SE.Ak Anggota : Ir. Andreas Bahana, MBA & SDM Sutrisno, SH Komite Audit telah memenuhi persyaratan independensi. Laporan Tahunan EMDE

86 Kegiatan Komite Audit yang dilangsungkan selama tahun 2013: 27 Maret 2013 Pembahasan Laporan Keuangan Tahunan Juni 2013 Pembahasan Agenda RUPS Tahunan Tahun Oktober 2013 Pembahasan Kinerja Keuangan Q3 Tahun Desember 2013 Pembahasan Paparan Business Plan 2014 Komite Audit H. Sutrisno, SH Anggota Komite Audit Hongisisilia, SE, Ak. Ketua Komite Audit Ir. Andreas Bahana, MBA. SDM Anggota Komite Audit 86 Laporan Tahunan EMDE 2013

87 Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Riau Riwayat Pekerjaan : Sekarang Komisaris Independen & Ketua Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Anggota Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Sekarang Direktur PT Artha Jasakonsulindo Komisaris PT Kalla Arebama Partner PT Key Management Finance & Accounting Manager PT Egasutinasakti Hongisisilia, SE, Ak. Ketua Komite Audit Warga Negara Indonesia, berusia 70 tahun. Meraih gelar Sarjana Teknik dari ITB (Institut Teknologi Bandung) dan gelar MBA dari Institut Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Mempunyai fungsi dan tanggung-jawab sebagai Anggota Komite Audit. Ir. Andreas Bahana, MBA. SDM Anggota Komite Audit Riwayat Pekerjaan : Sekarang Anggota Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Sekarang Komite Audit PT Mobile-8 Telecom Tbk atau Smartfren Telecom Tbk Konsultan PT Optik Melawai Prima General Supplier PT Pastika Bhinna Ekapaksa Project Officer PT Ciputra Development Direktur PT Goldstar Astra / LGE Astra (Astra Group) Direktur PT Graha Kartika Kencana (Astra Group) Business Development PT Federal Motor (Astra Group) Direktur PT Hardaya Shoes Industry (Berca Group) General Manager PT Pembangunan Jaya Wakil Direktur & Guru Sekolah Menengah Farmasi Kristen Laporan Tahunan EMDE

88 Warga Negara Indonesia, berusia 60 tahun. Meraih gelar Sarjana Hukum dari UNDIP (Universitas Diponegoro). Mempunyai fungsi dan tanggung-jawab sebagai Anggota Komite Audit. H. Sutrisno, SH Anggota Komite Audit Riwayat Pekerjaan : Sekarang Anggota Komite Audit PT Megapolitan Developments, Tbk Legal Advisor PT Megapolitan Developments, Tbk Sekarang Komisaris PT Dwidana Perusahaan Efek Legal Advisor Rama Wendra Kantor Akuntan Publik Legal Advisor PT Citra Kebun Raya Tbk Legal Advisor PT Atpk Resources Tbk Sekarang Kabag Bantuan Hukum PT Bukaka Teknik Utama Tbk Sekarang Komisaris Independen PT Triwira Lestari Tbk Kabag Pemantauan Perusahaan Pertambangan dan Agrobisnis Bapepam, DepKeu RI 2002 Kabag Bantuan Hukum Bapepam, DepKeu RI Kabag Pemeriksaan Penyidikan Pengelolaan Investasi pada Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam, DepKeu RI Kabag Usaha Aneka Jasa Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam, DepKeu RI 1992 Kasubag Perusahaan Jasa II pada Biro Hukum Bapepam, DepKeu RI 1990 Kasubag Peraturan Emisi pada Biro Hukum Bapepam, DepKeu RI 1989 Pelaksana pada Biro Hukum Bapepam, DepKeu RI Pelaksana pada Subdit Asuransi Kerugian, DepKeu RI & Direktorat Lembaga Keuangan, Subdit Asuransi Kerugian, DepKeu RI 1983 Pelaksana pada Ditjen Moneter Dalam Negeri, DepKeu RI pada Direktorat Lembaga Keuangan, Subdit Asuransi Kerugian, DepKeu RI SEKRETARIS PERUSAHAAN Sesuai dengan Peraturan Bapepam & LK Nomor, IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.1092/MD/HCGA-1-c-019/XI/10 tanggal 22 November 2010, tentang penunjukan jabatan karyawan PT Megapolitan Developments Tbk, Perusahaan telah menunjuk dan membentuk Sekretaris Perusahaan, yang antara lain bertugas : a. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku dibidang Pasar Modal. b. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi Emiten atau Perusahaan Publik. 88 Laporan Tahunan EMDE 2013

89 c. Memberikan masukan kepada Direksi Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan Undang-Undang nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. d. Sebagai penghubung atau contact person antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan Bapepam dan masyarakat. Sekretaris Perusahaan juga mempunyai tugas dan tanggung jawab mencakup: a. Pengelolaan informasi dari dalam maupun luar Perusahaan. b. Membantu Direksi dalam penyusunan dan koordinasi rencanan strategis korporasi. c. Menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan pembinaan dan kerjasama dengan institusi yang merupakan stakeholder Perusahaan. d. Menyusun laporan pertanggungjawaban Direksi, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa. e. Melakukan proses penatausahaan dan penyimpanan dokumen Perusahaan yang meliputi notulen Direksi, daftar Pemegang Saham, dan MOU dengan institusi lain. f. Menjaga citra dari Perusahaan melalui berbagai kegiatan Public Relations. Perusahaan telah menunjuk Fanny Setiati Sutanto sebagai Sekretaris Perusahaan. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Administrasi Fiskal di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPAN, serta meraih gelar program Master Of Business Management di Preston University pada tahun Hubungan Investor dan Media Megapolitan Developments memberikan hak kepada para investor dan analis pasar modal untuk melaksanakan hak-haknya sebagai pemegang saham, dalam rangka mendukung dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para investor dan analis pasar modal yang berkenaan dengan kinerja Megapolitan Developments melalui beberapa kegiatan investor dan media relations. Kegiatan Investor dan Media Relation yang dilaksanakan selama tahun 2013 adalah sebagai berikut: Konferensi Pers 8 kali Pertemuan media 1 kali pada 7 November 2013 Siaran Pers 10 kali RUPS Tahunan 1 kali pada 25 Juni 2013 Public Expose 1 kali pada 25 Juni 2013 Radio Talk Show 2 kali Agustus 2013 Iklan di Media Sebagai bagian dari komunikasi PT Megapolitan Developments Tbk kepada masyarakat luas, salah satu sarana yang digunakan adalah dengan memasang iklan, baik di media elektronik maupun media cetak. Pemasangan iklan ini digunakan baik untuk komunikasi perusahaan maupun untuk komunikasi produk, baik untuk meningkatkan awareness produk maupun untuk memperkenalkan produk dan yang baru diluncurkan. Laporan Tahunan EMDE

90 Komunikasi perusahaan yang dilakukan dengan menggunakan media elektronik adalah talkshow di radio Elshinta dan Sonora sebagai upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan pengenalan masyarakat luas kepada Megapolitan Developments baik secara korporasi maupun produk yang ditawarkan. Beberapa iklan di media yang dilakukan sepanjang tahun 2013, di antaranya untuk iklan korporasi publikasi laporan keuangan baik Tahunan, Tengah Tahunan, maupun Interim. Situs Megapolitan Developments Sejak beberapa tahun terakhir menggunakan situs di internet sebagai bagian dari pintu masuk dan etalase baik bagi konsumen, investor dan masyarakat luas untuk lebih mengenal Megapolitan Developments maupun untuk berinteraksi dengan Megapolitan Developments. Pada situs Megapolitan Developments yang beralamat di dapat dilihat hal-hal yang berkaitan dengan Megapolitan Developments, di antaranya profil singkat, produk yang ditawarkan sampai keterbukaan informasi Perseroan. DIVISI INTERNAL AUDIT Manajemen percaya sepenuhnya bahwa dalam rangka mengawasi operasional dan juga mengamankan kekayaan Perseroan, diperlukan Sistem Pengendalian Internal sebagai alat bantu. Sistem Pengendalian Internal tersebut dinyatakan dalam bentuk kebijakan dan prosedur yang jelas sehingga mampu secara efektif melakukan fungsi pengendalian sekaligus meminimalisasi resiko yang mungkin timbul. Salah satu bentuk pengendalian internal adalah dengan telah dibentuknya Divisi Internal Audit dengan Ketua Sdr. Rachmat Arief serta anggota Suharjo dan Irawan Mesakh Sumbogo. Tugas dan tanggung jawab Divisi Internal Audit dituangkan dalam piagam Divisi Internal Audit (Audit Charter). Adapun tugas dan tanggung jawab Divisi Internal Audit adalah : 1. Melaksanakan pemeriksaan / audit terhadap jalannya Sistem Pengendalian Internal pada penerapan GCG dalam penyajian penilaian sesuai ketentuan / kebijakan peraturan Perusahaan yang berlaku. 2. Melakukan evaluasi dan validasi terhadap sistem yang berjalan maupun yang baru akan diimplementasikan mengenai pengendalian, pengelolaan, pemantauan efektivitas serta efisiensi sistem dan prosedur untuk setiap Divisi Perusahaan. 3. Melakukan monitoring dan evaluasi atas hasil-hasil temuan audit serta menyampaikan saran perbaikan terhadap penyelenggaraan kegiatan Perseroan, sistem, kebijakan / peraturan yang sesuai dengan persyaratan, peraturan perundang-undangan, regulasi yang berlaku. 4. Menyampaikan hasil audit yang telah dilaksanakan kepada Presiden Direktur. 5. Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian intern yang ditugaskan oleh Presiden Direktur. 90 Laporan Tahunan EMDE 2013

91 RISIKO USAHA Risiko utama yang dihadapi Perseroan adalah risiko kenaikan tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi daya beli dan kemampuan masyarakat untuk membeli produk-produk yang ditawarkan Perseroan dan kenaikan harga pokok penjualan. Secara garis besar risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan adalah: 1. Risiko kenaikan tingkat suku bunga bank 2. Risiko peningkatan harga bahan baku 3. Risiko persaingan usaha 4. Risiko permintaan pasar properti 5. Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah 6. Risiko perekonomian dari politik 7. Risiko pemeliharaan dan pengelolaan 8. Risiko gugatan hukum 9. Risiko sebagai perusahaan induk. MANAJEMEN RISIKO Risiko terhadap kenaikan suku bunga Risiko atas suku bunga juga dapat dihadapi oleh Perseroan, dimana apabila terjadi peningkatan tingkat suku bunga maka dapat secara langsung meningkatkan beban bunga pinjaman Perseroan dan Anak Perusahaan. Dalam mengendalikan risiko kenaikan suku bunga pinjaman ini Perseroan dan Anak Perusahaan cukup berhati-hati dalam melakukan penambahan pinjaman dan selalu menyesuaikan jangka waktu serta jumlah pinjaman sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Kenaikan tingkat suku bunga juga dapat mempengaruhi kemampuan atau daya beli konsumen. Untuk mengendalikan risiko tersebut, Perseroan dan Anak Perusahaan menawarkan program-program penjualan dalam rangka meningkatkan daya beli konsumen seperti program Cash back, subsidi bunga Kredit Pemilikan Properti (KPR/KPA), program cicilan tanpa bunga, serta diskon. Risiko terhadap kenaikan harga bahan baku. Sebagai pengembang properti, Perseroan dan Anak Perusahaan dipengaruhi oleh risiko terjadinya peningkatan harga bahan baku konstruksi dimana bahan baku tersebut ini merupakan komoditas global yang harganya terpengaruh siklus dan berfluktuasi tergantung kondisi pasar global yang pada akhirnya dapat mempengaruhi peningkatan biaya konstruksi dan selanjutnya akan menurunkan marjin laba kotor Perseroan dan Anak Perusahaan. Untuk mengendalikan risiko tersebut, selain pembelian bahan baku Laporan Tahunan EMDE

92 konstruksi tersebut dilakukan oleh para kontraktor, Perseroan dan Anak Perusahaan juga melakukan kontrak pembelian terhadap beberapa bahan baku kepada supplier-suplier tertentu. Risiko Kolektibilitas Perseroan dan Anak Perusahaan juga menghadapi risiko kolektibilitas dari pembeli yang melakukan cicilan/ angsuran terutama apabila pembeli mengalami kegagalan dalam melakukan pembayaran cicilan/ angsuran kepada Perseroan dan Anak Perusahaan. Dalam mengendalikan risiko tersebut Perseroan dan Anak Perusahaan menerapkan pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran, dan pembatalan jual-beli. Untuk segmen penyewaan, Perseroan dan Anak Perusahaan mengelola risiko yang timbul dari penyewa yang gagal membayar sewa dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit tunai dan/atau garansi bank untuk sewa selama 3 bulan di muka sebelum tanggal awal masa sewa. Selain itu Perseroan dan Anak Perusahaan juga melakukan kebijakan penelaahan berkala terhadap kolektibilitas para pelanggan. Risiko Likuiditas Perseroan dan Anak Perusahaan menghadapi risiko jika Perseroan dan Anak Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo. Perseroan dan Anak Perusahaan mengelola profil likuiditas dengan melakukan pre-selling dan pre-leasing untuk pengembangan proyek serta dengan mendapatkan fasilitas kredit jangka panjang. Perseroan dan Anak Perusahaan juga menerapkan risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang dihasilkan dari arus kas internal dan memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dan fasilitas kredit yang diperoleh, pendanaan dari penjualan, serta mempertahankan kebijakan penagihan hasil penjualan secara intensif. Dengan mempertimbangkan kondisi dan perencanaan di masa yang akan datang, Perseroan berkeyakinan bahwa kondisi likuiditas atau arus kas dapat dikelola dengan baik. 92 Laporan Tahunan EMDE 2013

93 Informasi untuk Pemegang Saham Alamat Perusahaan & Anak Perusahaan KANTOR PUSAT PERUSAHAAN The Bellagio Residence - Management Office Jl. Mega Kuningan Barat Kav E4 no 3 Jakarta Indonesia Telp : Fax : ANAK PERUSAHAAN PT Eltranindo Bina Cipta PT Mega Pasanggrahan Indah PT Mega Limo Estate PT Graha Mentari Persada PT Tirta Persada Developments PT Titan Property Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal AKUNTAN PUBLIK Rama Wendra Anggota dari Mc Millan Woods Graha Mampang Lt 2 Jl. Mampang Prapatan Raya No 100 Jakarta NOTARIS Dr Misahardi Wilamarta, SH, LLM Jl. Denpasar Raya Blok C-4 No 23 Kuningan, Jakarta Selatan BIRO ADMINISTRASI EFEK PT Adimitra Transferindo Plaza Property Lt 2 Kompleks Pertokoan Pulomas Blok VIII No 1 Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Laporan Tahunan EMDE

94 94 Laporan Tahunan EMDE 2013

95 Cinere Riverside Laporan Auditor Independen & Laporan Keuangan Laporan Tahunan EMDE

96

97 Laporan Keuangan Konsolidasian Dengan Laporan Auditor Independen PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK 31 Desember 2013 dan 2012 (Mata Uang Rupiah)

98

99 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-76

100

101 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. xxxx Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan konsolidasian PT Megapolitan Developments Tbk ( Perusahaan ) dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 serta laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian, serta laporan arus kas konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan Laporan keuangan konsolidasian adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Megapolitan Developments Tbk dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 serta hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Seperti yang diungkapkan pada catatan 2b atas laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan konsolidasian tahun-tahun sebelumnya disajikan kembali untuk memberikan efek retroaktif atas reklasifikasi akun karena perubahan atas standar akuntansi yang relevan. RAMA WENDRA Kantor Akuntan Publik Yosef Kresna Budi, CPA Nomor Ijin Akuntan Publik: AP.0345 Jakarta, 25 Maret 2013

102 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ASET Catatan 31 Desember Desember 2012 ASET LANCAR Kas dan setara kas 3e,3p, Aset keuangan lainnya Piutang usaha - Pihak ketiga setelah - dikurangi penyisihanpiutang ragu-ragu 3d,3f, Pihak berelasi 3d,3f,3g,7, Piutang lain-lain 3d, Persediaan 3h, Pajak dibayar di muka 3t,18a Uang muka dan beban dibayar di muka 3j, Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Piutang dari pihak berelasi 3d,3g, Penyertaan saham 3l, Goodwill 3l, Tanah yang belum dikembangkan 3i, Aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada tahun 2013 Rp pada tahun m, Properti investasi setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada tahun 2013 dan Rp pada tahun 2012 dan 3n, JUMLAH ASET TIDAK LANCAR JUMLAH ASET Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 1

103 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Catatan 31 Desember Desember 2012 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank dan lembaga - keuangan lainnya yang - jatuh tempo dalam setahun 3d, Utang usaha Pihak ketiga 3d, Pihak berelasi 3d,3g, Utang lain-lain 3d, Utang pajak 3t,18b Beban yang masih harus dibayar Estimasi biaya - penyelesaian proyek 19, Pendapatan diterima di muka Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang kepada pihak berelasi 3d,3g, Provisi diestimasi atas imbalan kerja karyawan 3s,31, Bagian jangka panjang utang bank dan lembaga keuangan lainnya 3d, Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS Ekuitas Yang Dapat - Diatribusikan Kepada - Pemilik Entitas Induk Modal saham nilai nominal - Rp 100 per saham modal dasar saham - Modal ditempatkan dan disetor penuh lembar saham masing-masing pada tanggal 31 Desember 2013 dan Tambahan modal disetor 2,3v,23a Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 23b Saldo laba Jumlah Ekuitas Yang Dapat - diatribusikan Kepada Pemilik - Entitas Induk Kepentingan non pengendali JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 2

104 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PENJUALAN USAHA 23q, BEBAN POKOK PENJUALAN 3q,27, LABA BRUTO Pendapatan lainnya 3q Beban lain-lain 3q ( ) ( ) Penghasilan bunga 3q Beban penjualan 3q,28 ( ) ( ) Beban umum dan administrasi 3q,29 ( ) ( ) Beban penyusutan dan amortisasi 3q ( ) ( ) Beban penyisihan piutang ragu-ragu 3q ( ) ( ) Beban bunga bersih 3q,3r ( ) ( ) Bagian laba (rugi) entitas asosiasi 3q LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN Pajak kini 3t,18c ( ) ( ) Pajak tangguhan - - Jumlah Beban Pajak Penghasilan ( ) ( ) LABA TAHUN BERJALAN Pendapatan komprehensif lain - - LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN, SETELAH PAJAK Laba (Rugi) Tahun Berjalan Yang Diatribusikan Kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan non pengendali Laba (Rugi) Komprehensif Yang Diatribusikan Kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan non pengendali LABA (RUGI) PER SAHAM YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK: Jumlah saham beredar Rata-rata tertimbang jumlah saham beredar Laba bersih per saham dasar pemilik entitas induk 3x,32 10,06 1,25 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 3

105 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Selisih Nilai Transaksi Saldo laba Modal Tambahan Restrukturisasi Belum Ditempatkan dan Modal Entitas Telah Ditentukan Ditentukan Kepentingan Non Disetor Penuh Disetor Sepengendali Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Pengendali Jumlah Ekuitas Saldo 31 Desember Penambahan modal Agio saham Laba (rugi) komprehensif yang diatribusikan kepada: Pemegang entitas induk Kepentingan non pengendali Saldo 31 Desember Efek penerapan PSAK 38 (Revisi 2012), Kombinasi bisnis entitas sepengendali ( ) Saldo setelah penerapan PSAK 38 (Revisi 2012) Laba (rugi) komprehensif yang diatribusikan kepada: Pemegang entitas induk Kepentingan non pengendali Saldo 31 Desember Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 4

106 Laporan Arus Kas Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan ARUS KAS DARI UNTUK AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan Pembayaran kepada: Pemasok ( ) ( ) Karyawan ( ) ( ) Penghasilan bunga Beban keuangan ( ) ( ) Pajak penghasilan ( ) ( ) Pembayaran lainnya ( ) ( ) Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi ( ) ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap ( ) ( ) Pelepasan aset tetap Penambahan properti investasi - ( ) Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ( ) ( ) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( ) ( ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Aset keuangan lainnya ( ) - Pembayaran utang bank dan lembaga keuangan ( ) ( ) Pemberian piutang kepada pihak berelasi ( ) ( ) Penerimaan piutang dari pihak berelasi Penerimaan utang dari pihak berelasi Pembayaran utang pihak berelasi ( ) ( ) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan ( ) ( ) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS ( ) ( ) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3d,3p, Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan 5

107 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Megapolitan Developments (d/h Megapolitan Developments Corporation) ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan Akta No. 24 tanggal 10 September 1976 oleh Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/513/4, tanggal 5 November 1976, serta telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 23 November 1976 dan tambahan Berita Negara No Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.9 tanggal 4 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M, mengenai : 1) Persetujuan perubahan status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup/Non Publik menjadi Perseroan Terbuka/Publik, 2) Persetujuan melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat di Indonesia, 3) Persetujuan penjualan saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya saham atau sebesar Rp melalui Penawaran Umum dengan memperhatikan Peraturan Perundangan yang berlaku termasuk Peraturan Pasar Modal, 4) Persetujuan pemberian kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor, 5) Persetujuan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 13 Oktober Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 tanggal 27 September 2012 yang dibuat di hadapan Notaris DR. Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., mengenai pengunduran diri Komisaris Independen Perusahaan dan penegasan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembangunan real estat. Pada saat ini ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah pembangunan pertokoan dan pemukiman. Proyek-proyek yang dikembangkan Perusahaan adalah Graha Cinere yang berlokasi di Cinere, Depok dan Tatya Asri yang berlokasi di Bogor. Perusahaan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun Perusahaan berdomisili di Bellagio Residence, Jl. Kawasan Mega Kuningan Barat Kav. E4 No.3, Kuningan Timur, Setia Budi, Jakarta Selatan b. Penawaran Umum Pada tanggal 31 Desember 2010, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menerbitkan Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Saham Perdana Perusahaan sebanyak lembar saham, sesuai dengan Surat Keputusan Bapepam-LK No. S-11766/BL/2010 tanggal 31 Desember Pada tanggal 12 Januari 2011, saham Perusahaan mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 250 (Rupiah penuh) per saham. 6

108 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (Lanjutan) c. Susunan Direksi dan Komisaris Susunan pengurus Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 dan 2012 sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 tanggal 27 September 2012 adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Komisaris Komisaris Utama : Sudjono Barak Rimba Sudjono Barak Rimba Komisaris : Jennifer Barak Rimba Jennifer Barak Rimba Komisaris Independen : Hongisisilia, SE, Ak Hongisisilia, SE, Ak Direksi Direktur Utama : Lora Melani Lowas Barak Rimba Lora Melani Lowas Barak Rimba Direktur : Barbara Angela Barak Rimba Barbara Angela Barak Rimba Direktur : Sentosa Budiman Sentosa Budiman Direktur Tidak Terafiliasi : Fanny Setiati Sutanto Fanny Setiati Sutanto Komite Audit Ketua Komite Audit : Hongisisilia, SE, Ak Hongisisilia, SE, Ak Anggota : Ir. Andreas Bahana, MBA Ir. Andreas Bahana, MBA Anggota : Sutrisno, S.H - Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Entitas Anak masing-masing adalah 136 dan 60 (tidak diaudit). Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Dewan Direksi Jumlah Kompensasi Personil Manajemen Kunci. Besarnya imbalan paska kerja untuk direksi dan komisaris per 31 Desember 2013 berdasarkan perhitungan aktuaris adalah sebesar Rp

109 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 1. UMUM (Lanjutan) d. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang dimiliki secara langsung lebih dari 50% dengan rincian sebagai berikut: Entitas Anak Kegiatan Usaha Lokasi Proyek Tahun Pendirian Kepemilikan Langsung PT Mega Limo Estate Pembangunan Cinere, Depok 1982 Perumahan PT Tirta Persada Developments Pembangunan Cimandala, 2007 Perumahan Bogor PT Mega Pasanggrahan Indah Pembangunan Cinere, Depok 1983 perumahan dan dan Cijunti, pusat pembelanjaan Purwakarta PT Eltranindo Bina Cipta Pembangunan perumahan PT Graha Mentari Persada Pembangunan Cinere, Depok 2007 perumahan PT Titan Property Apartemen Tanggerang 2006 Adapun persentase kepemilikannya adalah sebagai berikut: Entitas Anak PT Mega Limo Estate 99,66% 99,66% PT Tirta Persada Developments 99,58% 99,58% PT Mega Pasanggrahan Indah 99,38% 99,38% PT Eltranindo Bina Cipta 75,00% 75,00% PT Graha Mentari Persada 99,00% 99,00% PT Titan Property 99,995% 99,995% Adapun jumlah aset masing-masing Entitas Anak yang dikonsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, adalah sebagai berikut: Entitas Anak Kepemilikan Langsung PT Mega Limo Estate PT Mega Pasanggrahan Indah PT Eltranindo Bina Cipta PT Tirta Persada Developments PT Graha Mentari Persada PT Titan Property

110 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2013, diantaranya: Penyesuaian PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan Standar ini mensyaratkan pengungkapan antara lain deskripsi agunan yang dimiliki entitas sebagai jaminan, dan peningkatan kualitas kredit lain, dan dampak keuangannya (misalnya kuantifikasi sejauh mana agunan dan peningkatan kualitas kredit lain dalam memitigasi risiko kredit) dengan mengacu pada jumlah terbaik yang mencerminkan eksposur maksimum terhadap risiko kredit. PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali yang telah diterapkan dalam laporan keuangan tetapi penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan tetapi mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan. Standar revisi ini memberikan ruang lingkup lebih sempit yang hanya mencakup transaksi kombinasi bisnis dimana standar sebelumnya mencakup transaksi tertentu antara entitas yang berada di bawah pengendalian yang sama yang belum tentu merupakan kombinasi bisnis. Standar revisi ini mengacu pada PSAK 22, Kombinasi Bisnis dalam menentukan apa yang merupakan pengertian bisnis Standar baru ini tetap mempertahankan penerapan metode penyatuan kepemilikan dimana aset dan liabilitas yang diperoleh dalam kombinasi bisnis dicatat oleh pengakuisisi sebesar jumlah tercatatnya. Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi ombinasi bisnis yang sebelumnya dicatat sebagai selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (SINTRES) di ekuitas sekarang disajikan sebagai bagian dari Tambahan Modal Disetor. Standar sebelumnya mengharuskan SINTRES diakui dalam laba rugi ketika hilangnya sepengendalian atau pelepasan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain ke pihak lain yang tidak sepengendali. Di dalam standar revisi, selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah aset neto yang diperoleh akan selalu tetap disajikan sebagai Tambahan Modal Disetor pengakuisisi dan tidak akan diakui ke laba rugi. Standar revisi ini diterapkan secara prospektif pada atau setelah tanggal 1 Januari Pada saat penerapan awal, saldo SINTRES disajikan sebagai bagian dari Tambahan Modal Disetor. Adapun Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan, antara lain: i. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2014 adalah: ISAK 27, Pengalihan Aset dari Pelanggan ISAK 28, Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas ISAK 29, Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka PPSAK 12, Pencabutan PSAK 33: Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum 9

111 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) (Lanjutan) ii. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015 adalah: PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan PSAK 4 (revisi 2013), Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja PSAK 65, Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 66, Pengaturan Bersama PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar laporan keuangan. 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia adalah Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) serta peraturan regulator pasar modal, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (atau dahulu disebut Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)), untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya. Berikut SAK yang mulai berlaku pada tahun berjalan: a. Peraturan Baru Bapepam-LK Ketua Bapepam-LK telah menerbitkan Surat Keputusan No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 mengenai ketentuan Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik sebagaimana diatur dalam Peraturan No. VIII.G.7 yang berlaku untuk laporan keuangan yang berakhir pada atau setelah tanggal 31 Desember Berdasarkan keputusan ini maka keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-554/BL/2010 dan No. KEP-06/PM/2000, serta Surat Edaran Ketua Bapepam-LK No. SE-03/BL/2011, No. SE- 02/PM/2002 dan SE-02/BL/2008 telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak 31 Desember Dalam rangka implementasi ketentuan ini, Perusahaan telah melakukan penyesuaian namanama pos laporan keuangan konsolidasian, pengelompokan pos-pos laporan keuangan konsolidasian dalam komponen utama yang sama serta penyesuaian terhadap pengungkapan dan penyajian dalam laporan keuangan konsolidasian. b. Pernyataan Kepatuhan dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. 10

112 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) b. Pernyataan Kepatuhan dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) Dasar Penyusunan Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Dasar Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Hasil entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Grup. Seluruh transaksi intra kelompok usaha, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian. Kepentingan nonpengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Kepentingan nonpengendali pemegang saham mungkin awalnya diukur baik pada nilai wajar atau pada bagian pemilikan kepentingan nonpengendali dari nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif entitas anak tersebut diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk. 11

113 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) b. Pernyataan Kepatuhan dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) Dasar Konsolidasian (Lanjutan) Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan kerugian diakui didalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non pengendali. Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Grup telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer langsung ke saldo laba sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, jika sesuai, biaya perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas. c. Kombinasi bisnis Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biayabiaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya. Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan. Kepentingan non pengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan non pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi. 12

114 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) c. Kombinasi bisnis (Lanjutan) Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai asset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam pendapatan komprehensif lain (OCI). Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. d. Instrumen Keuangan Efektif 1 Januari 2010, Perusahaan dan Entitas Anak mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pelaporan" (PSAK No. 50), dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" (PSAK No. 55). Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif. Biaya transaksi atas kontrak pembiayaan yang sudah terjadi pada saat standar diterapkan tidak diperhitungkan dalam perhitungan suku bunga efektif dari kontrak tersebut. PSAK No. 50 mengatur persyaratan tentang penyajian instrumen keuangan dan mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian tersebut berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan di mana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk instrumen tersebut. PSAK No. 55 mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai. 13

115 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 1. Aset Keuangan Pengakuan awal Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan. Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang sewa pembiayaan, piutang bukan usaha - pihak ketiga dan piutang pihak berelasi. Penqukuran setelah pengakuan awal Pengukuran setelah pengakuan awal dari aset keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut: a) Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi meliputi aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awalnya telah ditetapkan untuk dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki untuk tujuan dijual dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. 14

116 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 1. Aset Keuangan (Lanjutan) b) Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. Kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang sewa pembiayaan, piutang bukan usaha - pihak ketiga dan piutang pihak berelasi. Perusahaan dan Entitas Anak termasuk dalam kategori ini. c) Investasi dimiliki hingga jatuh tempo Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasi sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo jika Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai maksud dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Metode ini menggunakan suku bunga efektif untuk mendiskonto penerimaan kas di masa yang akan datang selama perkiraan umur aset keuangan menjadi nilai tercatat bersihnya. Laba atau rugi diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika investasi dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2013 dan d) Aset keuangan tersedia untuk dijual Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur pada nilai wajar dengan laba atau rugi yang belum direalisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, laba atau rugi kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus direklasifikasi ke dalam laba atau rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. Investasi yang diklasifikasi sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut: 15

117 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 1. Aset Keuangan (Lanjutan) Penqukuran setelah pengakuan awal d) Aset keuangan tersedia untuk dijual (Lanjutan) - Investasi pada saham yang tidak tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20,00% dan investasi jangka panjang lainnya dicatat pada biaya perolehannya. - Investasi dalam modal saham yang tersedia nilai wajarnya dengan kepemilikan kurang dari 20,00% dicatat pada nilai wajar. 2. Liabilitas Keuangan Pengakuan awal Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal utang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup pinjaman jangka pendek, utang usaha, utang bukan usaha - pihak ketiga, beban masih harus dibayar, utang pihak berelasi dan liabilitas jangka panjang. Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasi sebagai berikut: a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi mencakup liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat pengakuan awalnya, telah ditetapkan, diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki untuk tujuan dijual dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Laba atau rugi atas liabilitas dalam kelompok diperdagangkan harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. a) Utang dan pinjaman Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasinya. 16

118 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 3. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. 4. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak terkait dengan instrumen keuangan tersebut ikut diperhitungkan. 5. Biaya Perolehan yang Diamortisasi dari Instrumen Keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. 6. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap tanggal Laporan Posisi Keuangan, Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. a) Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan dan Entitas Anak terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. 17

119 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 6. Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) a) Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (Lanjutan) Jika Perusahaan dan Entitas Anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi. b) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual Dalam hal investasi ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang tersedia untuk dijual, bukti obyektif akan termasuk penurunan nilai wajar yang signifikan dan berkepanjangan di bawah nilai perolehan investasi tersebut. Ketika terdapat bukti penurunan nilai, kerugian kumulatif - yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai investasi yang sebelumnya diakui pada laba atau rugi direklasifikasikan dari ekuitas ke dalam laba atau rugi. Kerugian penurunan nilai atas investasi ekuitas tidak dihapuskan melalui laba atau rugi; sedangkan peningkatan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui dalam ekuitas. Dalam hal instrumen utang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang tersedia untuk dijual, indikasi penurunan nilai dievaluasi berdasarkan kriteria yang sama dengan aset keuangan yang dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi. 18

120 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) d. Instrumen Keuangan (Lanjutan) 6. Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) b) Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (Lanjutan) Penghasilan bunga di masa mendatang didasarkan pada nilai tercatat yang diturunkan nilainya dan diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam pengukuran kerugian penurunan nilai. Penghasilan bunga yang masih harus dibayar tersebut dicatat sebagai bagian dari akun "Penghasilan Bunga" pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Jika pada tahun berikutnya, nilai wajar atas instrumen utang meningkat dan peningkatan tersebut secara obyektif dapat dikaitkan dengan peristiwa yang timbul setelah pengakuan kerugian penurunan nilai melalui laba atau rugi, kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laba atau rugi. 7. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Aset keuanqan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau (2) Perusahaan dan Entitas Anak memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung liabilitas untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu di antara (a) Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas keuanqan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi. e. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas di tangan dan kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya. Setara kas adalah deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan. 19

121 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) f. Piutang Usaha Piutang dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value). Berdasarkan penelaahan masing-masing piutang pada akhir periode, piutang yang nyatanyata tidak tertagih, akan dihapuskan dan dibebankan langsung ke dalam perhitungan laba rugi tahun berjalan. g. Transaksi dengan Pihak berelasi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan pihak-pihak berelasi. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan. Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam hal ini dirujuk sebagai "entitas pelapor"). a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dan entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan entitas lain). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah Entitas Asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vii. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). viii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihakpihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. 20

122 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) h. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower cost or net realizable value) secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus (specific identification method) untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan. Biaya perolehan jasa konstruksi meliputi biaya yang langsung berhubungan dengan proyek dan biaya pinjaman serta dipindahkan pada aset bangunan jasa konstruksi pada saat selesai dibangun dan siap diserahkan pada pemilik. Biaya perolehan bangunan dalam konstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi dan biaya pinjaman serta dipindahkan ke aset tanah dan bangunan pada saat selesai dibangun dan siap dijual dengan menggunakan metode identifikasi khusus. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau aktivitas pembangunan ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama. i. Tanah Yang Belum Dikembangkan Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan, perolehan tanah, serta biaya pinjaman yang dikapitalisasi, dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Biaya perolehan tanah yang dimaksud mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mencakup, tetapi tidak terbatas sebagai berikut: - biaya perolehan tanah, termasuk biaya perolehan bangunan (yang tidak akan digunakan sebagai bangunan), tanaman, dan lain-lain yang berada di atas tanah tersebut; - biaya gambar topografi; - biaya pembuatan cetak biru (master plan); - biaya pengurusan dokumen hukum dan pengamanan aset; - bea balik nama; - komisi untuk perantara; - imbalan jasa profesional seperti ahli lingkungan hidup, ahli pertanahan, ahli hukum, ahli konstruksi, dan lain-lain; - biaya pematangan tanah, termasuk biaya peruntuhan bangunan. Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). j. Beban Dibayar Di Muka Beban dibayar di muka diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa manfaat masing-masing biaya. 21

123 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) k. Akuisisi Sebelum Januari 2011, transaksi akuisisi dengan Entitas Anak dicatat dengan menggunakan metode pembelian (Purchase Method). Pada saat akuisisi aset dan liabilitas Entitas Anak diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara harga perolehan dan nilai wajar aset bersih Entitas Anak yang diakuisisi dibukukan sebagai Goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 tahun. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi, nilai wajar aset non-moneter dikurangi secara proporsional sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi. Kepemilikan pemegang saham minoritas dicatat sebagai bagian dari minoritas atas biaya historis dari aset bersih. Sejak awal 1 Januari 2011 perlu dilakukan uji penurunan nilai atas goodwill positif dan tidak lagi diamortisasi (sesuai dengan PSAK 48 (Revisi 2009), sedangkan untuk goodwill negatif yang terjadi dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011 dihentikan pengakuannya dengan melakukan penyesuaian saldo laba awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011 dengan demikian pengakuan goodwill negatif sejak akuisisi tanggal 1 Januari 2011 dicatat sebagai pendapatan lain-lain periode berjalan. Perusahaan melakukan pengujian nilai wajar goodwill setiap akhir tahun dengan menggunakan jasa ahli independen. l. Penyertaan Saham Penyertaan jangka panjang pada Perusahaan Asosiasi dengan kepemilikan di bawah 20% yang dimiliki untuk sementara waktu dicatat sebesar harga perolehan. Penyertaan jangka panjang pada perusahaan dengan kepemilikan antara 20% sampai dengan 50% (Perusahaan Asosiasi) dicatat dengan metode ekuitas. Berdasarkan metode ini, investasi saham pada Perusahaan Asosiasi disesuaikan dengan jumlah neto kenaikan atau penurunan laba atau rugi neto Perusahaan Asosiasi dan dividen yang diterima sejak tanggal akuisisi. Namun bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut. m. Aset Tetap Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2011), Aset Tetap. Revisi PSAK No. 16 ini mengatur akuntansi tanah dan mencabut PSAK No. 47, Akuntansi Tanah. Penerapan SAK revisi ini tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah nilai tercatat ( carrying amount ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. 22

124 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) m. Aset Tetap (Lanjutan) Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus untuk seluruh aset tetap lainnya selama umur manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut: Jenis Aset Tahun Bangunan 20 Inventaris kantor 4-8 Inventaris proyek 4-8 Kendaraan 4-8 Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa besar kemungkinan hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. Efektif 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan ISAK No.25, Hak atas Tanah. SAK No. 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) yang dikeluarkan ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset Tetap dan tidak diamortisasi. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomik tanah, mana yang lebih pendek. Aset dalam penyelesaian disajikan dalam Aset Tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya-biaya pemugaran dan penambahan dalam jumiah signifikan dikapitalisasi. Aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode yang bersangkutan. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi tercermin dalam operasi tahun berjalan. n. Properti Investasi Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan PSAK No.13 (Revisi 2007), Properti Investasi, yang menggantikan PSAK No.13 (Revisi 1994), Akuntansi untuk Investasi menggunakan model biaya. Properti investasi terdiri dari bangunan dan prasarana untuk menghasilkan rental dan tidak untuk digunakan dalam operasi untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi diukur sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Biaya perolehan meliputi biaya konstruksi sampai dengan saat pembangunan atau pengembangan selesai. 23

125 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) n. Properti Investasi (Lanjutan) Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (duapuluh) tahun. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. o. Penurunan Nilai Aset Sesuai dengan PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aset, setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan Entitas Anak menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset tidak berwujud ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai atau apakah telah terjadi perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual neto dan nilai pakai aset. p. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan. Kurs yang digunakan dan dihitung berdasarkan kurs tengah jual dan beli uang kertas asing dan/atau nilai tukar transaksi yang diterbitkan oleh Bank Indonesia untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, masing-masing adalah sebesar 1 Dolar AS = Rp dan Rp

126 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pengakuan pendapatan atas penjualan real estate diakui penuh bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi: 1. Penjualan bangunan rumah, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah diatas dimana bangunan tersebut didirikan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria di bawah ini dipenuhi: - Proses penjualan telah selesai; - Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain; - Harga jual akan tertagih, dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurangkurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati; - Penjual telah mengalihkan kepada pembeli seluruh risiko dan manfaat kepemilikan kepada pembeli dan penjual tidak mempunyai liabilitas atau terlibat lagi secara signifikan dengan unit bangunan tersebut. Dalam hal ini, bangunan tersebut telah selesai dan siap ditempati/digunakan. 2. Sebelumnya Perusahaan menerapkan metode akrual penuh (full accrual method) dan pada tahun 2011 Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi pengakuan penjualan kavling tanah tanpa bangunan dengan menggunakan metode deposit (deposit method). Penerapan metode deposit adalah sebagai berikut: a) Penjual tidak mengakui pendapatan atas transaksi penjualan real estate, penerimaan pembayaran oleh pembeli dibukukan sebagai uang muka; b) Piutang dari transaksi penjualan unit real estat tidak diakui; c) Unit real estate tersebut tetap dicatat sebagai aset penjual, demikian juga dengan liabilitas yang terkait dengan unit real estate tersebut, walaupun liabilitas tersebut telah dialihkan ke pembeli; d) Khusus untuk unit real estate, penyusutan atas unit real estate tersebut tetap diakui oleh penjual. 3. Penjualan bangunan kondominium, apartemen, pusat perbelanjaan dan bangunan sejenisnya diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage completion method) apabila seluruh kriteria di bawah ini dipenuhi, yaitu: - Proses konstruksi melampaui tahap awal yaitu fondasi telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai bangunan telah selesai; - Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali; - Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan handal. Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang muka penjualan dan dicatat dengan deposit method sampai seluruh persyaratan tersebut terpenuhi. 25

127 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan) Pendapatan jasa konstruksi diakui dengan metode kontrak selesai (completed contract method) apabila memenuhi syarat sebagai berikut: (1) Jumlah pembayaran oleh pemberi kerja telah mencapai 20% dari harga kontrak yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pemberi kerja. (2) Jumlah pendapatan kontrak dan biaya unit bangunan konstruksi dapat diestimasi dengan andal; bila bangunan telah selesai dan diserahkan kepada pemberi kerja. Beban pokok penjualan tanah meliputi harga perolehan tanah ditambah pengeluaranpengeluaran lain untuk pengembangan tanah, beban pokok penjualan rumah tinggal, apartemen, dan sejenisnya meliputi tanah dan seluruh beban pembangunan rumah tinggal sampai siap ditempati/digunakan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis). r. Biaya Pinjaman Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan mengadopsi PSAK No. 26 (Revisi 2008), Biaya Pinjaman, yang mengharuskan biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, pembangunan, atau pembuatan aset kualifikasian pembangunan dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut, persyaratan untuk mulai mengkapitalisasi biaya pinjaman, penghentian sementara dan penghentiannya. Adopsi PSAK No.26 yang direvisi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. Bunga biaya komitmen dan biaya pinjaman lainnya yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pengembangan dan konstruksi proyek-proyek dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya aset dalam penyelesaian. Kapitalisasi biaya pinjaman akan dihentikan apabila konstruksi sudah selesai dan aset siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya. s. Provisi Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan Efektif 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), Imbalan Kerja. Revisi SAK ini antara lain memperbolehkan entitas untuk menerapkan metode sistematis atas pengakuan yang lebih cepat dari keuntungan/kerugian aktuaria yang timbul dari imbalan pasti, antara lain Pengakuan langsung keuntungan/kerugian yang terjadi pada tahun berjalan ke dalam pendapatan komprehensif lain. Kelompok Usaha memilih metode ini dalam pengakuan keuntungan/kerugian aktuaria, karenanya penerapan awal PSAK No. 24 (Revisi 2010) ini berdampak signifikan terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), beban imbalan pasca kerja manfaat pasti ditentukan dengan metode penilaian aktuaris Projected Unit Credit dan keuntungan dan kerugian aktuaria diakui pada tahun dimana keuntungan dan kerugian terjadi dalam pendapatan komprehensif lain. Biaya jasa lalu atas pengenalan program manfaat pasti atau perubahan utang imbalan dari program yang ada diamortisasi sepanjang tahun sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested. 26

128 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) s. Provisi Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan (Lanjutan) Beban imbalan jangka panjang lainnya ditentukan dengan metode penilaian aktuaris Projected Unit Credit di mana keuntungan dan kerugian aktuaria dan biaya jasa lalu langsung diakui dalam tahun berjalan. t. Perpajakan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian kecuali untuk entitas yang berbeda atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Pada tanggal 4 November 2008, telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2008 mengenai Pajak Penghasilan dari Penghasilan Atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan. Peraturan ini menyatakan bahwa penghasilan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak bersifat final. Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari Atas pendapatan yang terkena pajak final, seperti pendapatan sewa tersebut, tidak terdapat beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal. Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final untuk laporan komersial berbeda dengan nilai untuk pelaporan fiskal, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan. Beban secara pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian periode berjalan. u. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak. Bentuk primer pelaporan segmen primer adalah segmen usaha. Sedangkan segmen sekunder adalah berdasarkan lokasi geografis kegiatan usaha, namun segmen tersebut tidak disajikan karena seluruh kegiatan usaha Perusahaan dan Entitas Anak berada di Kabupaten Bogor, di wilayah Jawa Barat. Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan suatu produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Efektif tanggal 1 Januari 2011, Grup menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi. PSAK revisi ini memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi di mana entitas beroperasi. 27

129 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) u. Informasi Segmen (Lanjutan) Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Segmen adalah bagian khusus dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai terhadap segmen tersebut, Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Grup, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasian. v. Biaya Emisi Saham Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No.KEP- 554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang agio saham. w. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. x. Laba Per Saham Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) neto tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar, setelah memperhitungkan pengaruh dari perubahan jumlah saham beredar. Jumlah rata-rata tertimbang saham per saham dasar untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2012, masing-masing sebesar saham. 4. PENDIRIAN, AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK a. Pada tanggal 15 Desember 2007, Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Tirta Persada Developments (TPD). TPD didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas +17ha, yang berlokasi di Bogor City Center, yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap TPD sebesar 99,58%. b. Pada tanggal 15 Desember 2007, Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Megapolitan Mentari Persada (MMP). MMP didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas + 195ha, yang berlokasi di Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dikenal dengan Megapolitan Sentul City, yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap MMP sebesar 99,77%. 28

130 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. PENDIRIAN, AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK (Lanjutan) Pada tanggal 25 Agustus 2008, Perusahaan melepas kepemilikannya di MMP senilai Rp kepada Pan Asia Holding Investment Ltd, sehingga kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi 40%. c. Pada tanggal 15 Desember 2007, Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Graha Mentari Persada (GMP). GMP didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas + 30ha, di Graha Cinere yang berlokasi di Kelurahan Limo (d/h Desa Limo), Kecamatan Limo (d/h Kecamatan Sawangan), Kota Depok (d/h Kabupaten Bogor) dan Kelurahan Krukut (d/h desa Krukut), Kecamatan Limo (d/h Kecamatan Sawangan), Kota Depok (d/h Kabupaten Bogor), yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap GMP sebesar 99%. d. Bahwa adanya peningkatan modal dalam Perusahaan dilakukan dengan cara mengambil alih porsi kepemilikan saham Lora Melani Lowas Barak Rimba (LML) dan Sudjono Barak Rimba (SBR) pada PT Eltranindo Bina Cipta (EBC), sehingga kepemilikan saham LML dan SBR masing-masing sejumlah Rp atau sebanyak 938 lembar saham dan Rp atau sebanyak 937 lembar saham EBC beralih kepada Perusahaan, sehingga 75% kepemilikan saham EBC dikuasai oleh Perusahaan. Inbreng yang dilakukan dengan menyerahkan saham kepemilikan LML dan SBR di Perusahaan sesuai dengan Akta No 39 dan 40, tanggal 6 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M. e. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 83 tanggal 16 November 2007 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, Perusahaan meningkatkan modal dasar dari Rp menjadi Rp , dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi sebesar Rp Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp tersebut dilakukan dengan inbreng saham dan diambil bagian oleh: - Lora Melani Lowas Barak Rimba (LM) dengan nilai nominal sebesar Rp saham miliknya di PT Mega Limo Estate (MLE), Entitas Anak dan sebesar Rp sahamnya di PT Mega Pasanggarahan Indah (MPI), Entitas Anak, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp ; - Jennifer Barak Rimba (JBR) dengan nilai nominal sebesar Rp saham miliknya di MLE dan sebesar dengan nilai nominal Rp sahamnya di MPI, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp f. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 6 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn. LL.M., Notaris di Jakarta, Perusahaan meningkatkan modal dasar dari Rp menjadi Rp , dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp menjadi sebesar Rp Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp tersebut diambil bagian oleh: - LML sebesar Rp dengan cara penyetoran tunai. - SBR sebesar Rp yang dilakukan dengan cara penyetoran tunai sejumlah Rp serta imbreng saham dengan nilai nominal sejumlah Rp atas saham yang dimiliki di MLE dan dengan nilai nominal sejumlah Rp saham yang dimiliki di MPI. - Barbara Angela Barak Rimba (BABR) sejumlah Rp yang dilakukan dengan cara inbreng saham dengan nilai nominal sejumlah Rp atas saham yang dimiliki di MLE dan sejumlah Rp saham yang dimiliki di MPI. 29

131 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. PENDIRIAN, AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK (Lanjutan) Sehingga pada tahun 2007, berdasarkan akta-akta tersebut di atas Perusahaan telah memiliki saham MLE dan MPI dan kedua perusahaan tersebut menjadi Entitas Anak dengan kepemilikan MLE dan MPI masing-masing sebesar 99,66% dan 99,38%. g. Berdasarkan Akta perjanjian No. 3 tanggal 1 September 2008 Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., telah dilakukan pengambilalihan saham PT Titan Property (TP) di mana sebanyak saham atas nama PT Pada Investama dan sebanyak saham atas nama PT Sam Investama oleh PT Megapolitan Developments senilai Rp dan sebanyak 1 saham atas nama PT Sam Investama diambil alih oleh Tn. Sudjono Barak Rimba, kepemilikan saham TP 99,995% dikuasai oleh Perusahaan. 5. KAS DAN SETARA KAS Rincian kas dan setara kas adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Kas Bank: Rupiah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Sinar Mas PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk Jumlah Bank Deposito berjangka: Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Syariah Mandiri Jumlah Deposito Berjangka Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat suku bunga deposito rata-rata pertahun: PT Bank Danamon Indonesia Tbk 7,25% 7,75% PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 7,25% 7,5% PT Bank Syariah Mandiri - 7,25% 30

132 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 6. ASET KEUANGAN LAINNYA 31 Desember Desember 2012 Deposito yang dibatasi penggunaannya PT Bank Syariah Mandiri Jumlah Aset keuangan lainnya sebesar Rp merupakan deposito yang dijadikan jaminan atas pinjaman pada Bank Syariah Mandiri. 7. PIUTANG USAHA Akun ini terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Pihak ketiga: Penjualan apartemen Penjualan rumah dan tanah Penjualan ruko Pusat perbelanjaan Piutang retensi Penyisihan piutang tak tertagih ( ) ( ) Jumlah Piutang Usaha Pihak ketiga Pihak berelasi: Penjualan apartemen Penjualan ruko Jumlah Piutang Usaha Pihak berelasi Jumlah Piutang Usaha Bersih Piutang Perusahaan sebesar Rp dijadikan jaminan atas pinjaman pada PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan sebesar Rp dijadikan jaminan atas line facility musyarakah yang diperoleh dari PT Bank Syariah Mandiri (Catatan 15). 31

133 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 7. PIUTANG USAHA (Lanjutan) Berdasarkan hasil penelaahan atas kolektibilitas akun piutang masing-masing pelanggan, Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang usaha memadai untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut dan telah mencerminkan nilai wajarnya pada tanggal laporan keuangan konsolidasian. Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Kurang dari 30 hari s/d 60 hari s/d 90 hari >90 hari Jumlah Rincian piutang usaha menurut jatuh temponya adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo 1 s/d 30 hari s/d 60 hari s/d 90 hari >90 hari Jumlah PIUTANG LAIN-LAIN 31 Desember Desember 2012 PT Mitra Bina Cipta Kekurangan titipan listrik/telepon Lain-lain Jumlah Piutang lain-lain

134 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Tanah kavling Bangunan dalam konstruksi Bangunan siap dijual Jumlah Rincian tanah kavling adalah sebagai berikut: Lokasi 31 Desember Desember 2012 Perumahan Graha Cinere, Tatya Asri dan tanah Cijujung Puri Cinere Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere Jumlah Rincian mutasi tanah kavling adalah sebagai berikut: Tanah Kavling: Saldo awal Penambahan Pengurangan ( ) ( ) Saldo akhir Rincian luas tanah kavling adalah sebagai berikut: Lokasi Luas tanah (m2) 31 Desember Desember 2012 Perumahan Graha Cinere, Tatya Asri dan tanah Cijujung Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere Puri Cinere dan Graha Cinere Jumlah

135 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERSEDIAAN (Lanjutan) Rincian bangunan dalam konstruksi adalah sebagai berikut: Lokasi 31 Desember Desember 2012 Cinere Belleveu Suite Urbana University Village Perumahan Graha Cinere. Tatya Asri dan tanah Cijujung Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere Puri Cinere Jumlah Rincian mutasi bangunan dalam konstruksi adalah sebagai berikut: Bangunan dalam kontruksi Saldo awal Penambahan Pengurangan ( ) ( ) Saldo akhir Rincian luas bangunan dalam kontruksi adalah sebagai berikut: Lokasi Luas tanah (m2) 31 Desember Desember 2012 Puri Cinere dan Urbana Cinere Apartment Urbana University Village Perumahan Graha Cinere, Tatya Asri dan tanah Cijujung Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere Jumlah Bangunan dalam kontruksi pada PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak, merupakan jumlah yang terdiri untuk proyek dalam pelaksanaan pembangunan Apartemen Cinere Bellevue Suite. Nilai untuk proyek dalam pelaksanaan pembangunan Apartemen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp Bangunan dalam konstruksi pada PT Titan Property, entitas anak merupakan jumlah dari tanah dalam pengembangan untuk pembangunan apartemen dan proyek dalam pelaksanaan pembangunan apartemen. 34

136 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 9. PERSEDIAAN (Lanjutan) Rincian mutasi bangunan siap jual adalah sebagai berikut: Persediaan bangunan siap dijual Saldo awal Penambahan Pengurangan ( ) ( ) Saldo Akhir Rincian luas tanah bangunan siap jual adalah sebagai berikut: Lokasi Luas bangunan (m2) 31 Desember Desember 2012 Tatya Asri Cimandala Jumlah Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan telah mengasuransikan persediaan atas apartemen milik PT Mega Pasanggrahan Indah (entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp Berdasarkan hasil penelaahan terhadap akun persediaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, manajemen berkeyakinan bahwa nilai persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersihnya, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut. 35

137 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN 31 Desember Desember 2012 Tanah Limo Tanah Cinere Tanah Tangerang Tanah Cijujung Tanah Cimandala Jumlah Rincian luas tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut: Lokasi Luas bangunan (m2) 31 Desember Desember 2012 Tanah Limo Tanah Cinere Tanah Cimandala Tanah Cijujung Tanah Tangerang Jumlah Rincian mutasi tanah belum dikembangkan adalah sebagai berikut: Saldo awal Penambahan Saldo Akhir Penambahan atas tanah yang belum dikembangkan merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh manajemen dikapitalisasi ke dalam tanah yang belum dikembangkan sehubungan dengan biaya-biaya keterkaitan perolehan tanah meliputi biaya pembuatan cetak biru (master plan), biaya pengurusan hukum, bea balik nama, komisi untuk pengacara, biaya pengamanan, dan lainnya sampai dengan tahun

138 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 11. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA Akun ini terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Uang muka: Pemasok/kontraktor Rancangan proyek Lainnya Beban dibayar dimuka: Asuransi Lainnya Jumlah Uang muka kontraktor sebesar Rp per 31 Desember 2013 diantaranya merupakan pembayaran uang muka kontrak pembangunan apartemen Cinere Bellevue Suites kepada PT Waskita Karya sebesar Rp PENYERTAAN SAHAM Rincian investasi pada perusahaan asosiasi yang dicatat dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut: PT Centra Lingga Perkasa Harga perolehan Akumulasi laba (rugi) awal tahun Laba (rugi) tahun berjalan ( ) Nilai tercatat PT Megapolitan Mentari Persada Harga perolehan Akumulasi laba (rugi) awal tahun ( ) ( ) Laba (rugi) tahun berjalan Nilai tercatat Jumlah nilai tercatat

139 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 12. PENYERTAAN SAHAM (Lanjutan) Persentase kepemilikan adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 PT Centra Lingga Perkasa 50% 50% PT Megapolitan Mentari Persada 40% 40% 13. PROPERTI INVESTASI Harga perolehan Saldo awal Penambahan Saldo akhir Akumulasi penyusutan Saldo awal ( ) ( ) Penambahan ( ) ( ) Saldo akhir ( ) ( ) Nilai buku bersih Pendapatan sewa properti investasi yang diakui untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31+Desember 2013 dan 2012 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp , yang disajikan sebagai pendapatan sewa pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Properti investasi di Entitas Anak sampai dengan tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 terdiri dari tanah kavling Cinere seluas 600m 2 dan bangunan mal Cinere seluas m 2, yang disewakan kepada pihak ketiga berdasarkan perjanjian sewa. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai yang dapat diperoleh kembali dari properti investasi, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 31 Desember

140 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. ASET TETAP 2013 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris mesin Inventaris kantor Inventaris proyek Kendaraan Bangunan dalam Pelaksanaan ( ) - Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Inventaris mesin Inventaris kantor Inventaris proyek Kendaraan Sub Jumlah Nilai Buku Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris mesin Inventaris kantor Inventaris proyek Kendaraan Bangunan dalam Pelaksanaan Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan Inventaris mesin Inventaris kantor Inventaris proyek Kendaraan Sub Jumlah Nilai Buku

141 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 14. ASET TETAP (Lanjutan) Pengurangan aset tetap selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 merupakan penjualan kendaraan dengan nilai buku sebesar Rp yang menghasilkan laba rugi penjualan aset tetap masing-masing sebesar Rp Pengurangan aset tetap selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 merupakan penjualan kendaraan dan inventaris proyek, dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp dan Rp , yang menghasilkan laba (rugi) penjualan aset tetap masing-masing sebesar (Rp ) dan Rp Alokasi penyusutan tahun berjalan adalah sebagai berikut: Beban pokok penjualan Beban penyusutan dan amortisasi Jumlah Penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Hasil penjualan Nilai buku ( ) ( ) Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap ( ) Pengurangan aset dalam penyelesaian bangunan merupakan reklasifikasi aset dalam penyelesaian bangunan ke dalam aset tetap. Pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, Perusahaan dan Entitas Anak telah mengasuransikan bangunan dan kendaraan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp dan Rp dan Rp dan Rp , kepada pihak ketiga, AIG, PT Asuransi Bintang Tbk, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Permata Nipponkoa Indonesia, PT Asuransi Central Asia dan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelaahan manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa tidak ada situasi atau keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas aset tetap. 40

142 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA Utang bank dan lembaga keuangan lainnya terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Lembaga keuangan lainnya PT Chandra Sakti Utama Leasing PT Orix Indonesia Finance Jumlah Bagian jangka pendek Bagian jangka panjang Perusahaan PT Bank Danamon Indonesia Tbk Berdasarkan Perjanjian Kredit No. PK/468/1211 tanggal 23 Desember 2011, Perusahaan telah mendapat Fasilitas Kredit Berjangka (uncommitted/revolving) sebesar Rp dengan jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang kembali. Atas fasilitas pinjaman Kredit Berjangka tersebut, Perusahaan telah menjaminkan piutang usaha sebesar Rp Perjanjian kredit tersebut telah memperoleh perpanjangan jangka waktu pinjaman sampai dengan 23 Desember 2013 sesuai dengan perjanjian perpanjangan dan perubahan terhadap perjanjian kredit No. PPWKP/110/1212 tanggal 21 Desemberi 2012, Berdasarkan Perjanjian Perubahan dan Perjanjian Terhadap Perjanjian Kredit Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk untuk mengurangi jumlah kredit atas Fasilitas Kredit berdasarkan Perjanjian Kredit yaitu dari Rp menjadi sebesar Rp terhitung sejak tanggal 23 Desember 2013 dan berakhir pada tanggal 23 Desember Atas fasilitas pinjaman Kredit Berjangka tersebut, Perusahaan telah menjaminkan piutang usaha sebesar Rp

143 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) PT Bank Syariah Mandiri Pada tanggal 30 November 2007, Perusahaan telah menandatangani Perjanjian Akad line facility Murabahah (Akad Pembiayaan al Murabahah) dengan PT Bank Syariah Mandiri untuk tujuan pembiayaan pembangunan Perumahan Tatya Asri di Bogor dengan limit pembiayaan sebesar Rp dengan cara pencairan bertahap sesuai dengan rencana kebutuhan/rab dan bukti pengeluaran investasi non bangunan komersial. Selama pembiayaan belum selesai Perusahaan tidak diperkenankan (negative covenant) untuk: (1) melakukan pembelian/penambahan aset kendaraan ataupun rumah di atas Rp ; (2) melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang mengagendakan perubahan Anggaran Dasar, susunan pengurus, pemegang saham dan struktur modal; (3) melunasi utang pemegang saham dan membayar dividen; (4) mengeluarkan pernyataan berutang dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain; (5) meminta pembiayaan baru atau tambahan dari Bank atau lembaga pembiayaan lainnya untuk proyek yang sama; (6) membubarkan Perusahaan, merger dengan perusahaan lain, mengakuisisi perusahaan lain dan mohon dinyatakan pailit kepada instansi yang berwenang; (7) melakukan penjualan atau mengalihkan kepemilikan sebagian atau seluruh aset Perusahaan; (8) menjamin, menjual atau membebani dengan liabilitas seluruh atau sebagian aset Perusahaan termasuk pendapatan yang telah dan akan diterima. Perusahaan berjanji untuk membayar kembali jumlah seluruh utangnya kepada Bank dalam jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal pencairan dan atas kesepakatan kedua belah pihak dapat diperpanjang kembali. Atas fasilitas ini, Perusahaan menyerahkan jaminan berupa: (1) 24 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun yang terletak di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Setiabudi, Kelurahan Kuningan Timur, terdaftar atas nama PT Centra Lingga Perkasa, berkedudukan di Jakarta. (2) Personal guarantee dari Tn. Sudjono Barak Rimba (pemegang saham). Pada tanggal 30 April 2009, Perusahaan juga menandatangani perjanjian akad line facility (akad pembiayaan al Murabahah) dengan PT Bank Syariah Mandiri untuk tujuan pembiayaan pembangunan cluster Mahapraya yang terletak di perumahan Tatya Asri, Desa Cijujung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan limit pembiayaan sebesar Rp Selama pembiayaan Perusahaan tidak diperkenankan untuk (negative covenant): (1) Mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dengan agenda dan keputusannya adalah untuk mengubah status Perusahaan, tujuan Perusahaan, anggaran dasar Perusahaan, susunan pengurus, susunan pemegang saham dan struktur modal dan/atau membubarkan Perusahaan; (2) Melunasi utang pemegang saham dan membayar dividen; (3) Mengeluarkan pernyataan berutang dalam bentuk pinjaman, penyewaan atau garansi kepada pihak lain; (4) Meminta pembiayaan baru atau tambahan dari Bank atau lembaga pembiayaan lainnya untuk proyek yang sama; (5) Melakukan penjualan atau mengalihkan kepemilikan sebagian atau seluruh aset Perusahaan; 42

144 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) PT Bank Syariah Mandiri (Lanjutan) (6) Melakukan merger dengan perusahaan lain, mengakuisisi perusahaan lain atau mendirikan Entitas Anak baru; (7) Minta dinyatakan pailit kepada pihak yang berwenang; (8) Menggunakan Keuangan Perusahaan yang tidak berhubungan dengan usaha yang dijalankan atau dibiayai bank; (9) Menjaminkan, menjual atau mengalihkan kepemilikan sebagian atau seluruh aset Perusahaan termasuk pendapatan yang telah dan atau akan diterima. Perusahaan berjanji untuk membayar kembali jumlah seluruh utangnya kepada Bank dalam jangka waktu 18 bulan termasuk grace period selama 6 bulan terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian tersebut. Atas fasilitas ini, Perusahaan menyerahkan jaminan berupa: (1) 23 (dua puluh tiga) unit apartemen milik PT Centra Lingga Persada (CLP), Entitas Asosiasi, yang terletak di The Bellagio Residence yang diikat dengan hak tanggungan peringkat I. (2) Jaminan-jaminan yang sebelumnya yang telah dijaminkan oleh Perusahaan atas pembiayaan lain yang telah diterima oleh Perusahaan sebelumnya dari bank yaitu berupa 12 (duabelas) unit rumah susun atau apartemen milik CLP yang telah diikat dengan hak tangungan peringkat I. (3) Jaminan Perusahaan (Corporate Guarantee) dari MPI, Entitas Anak. (4) Jaminan pribadi (Personal Guarantee) dari Tn Sudjono Barak Rimba (komisaris). Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan No. 12/102-3/SP3/DKI tanggal 24 November 2010, Perusahaan telah memperoleh persetujuan pembiayaan modal kerja Perusahaan dari PT Bank Syariah Mandiri dengan ketentuan sebagai berikut: Fasilitas Tujuan Pembiayaan Limit Pembiayaan Tenor Biaya Administrasi Jaminan : Line facility al Musyarakah (perpanjangan dan perubahan peruntukan pembiayaan). : Modal kerja Perusahaan PT Megapolitan Developments Tbk : Rp (Tiga Puluh Miliyar Rupiah) : 12 bulan, revolving : Rp per tahun dibayar di muka : - Fidusia tagihan milik Megapolitan Developments Group sebesar Rp Hak tanggungan atas 19 Unit apartemen Bellagio Residence yaitu 16 unit prestigia, 2 unit catania corner dan 1 unit catania seluruhnya seluas 3.757m2 dengan nilai Hak Tanggungan sebesar Rp Borgtocht Personal Guarantee a.n Sudjono Barak Rimba 43

145 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) PT Bank Syariah Mandiri (Lanjutan) Berdasarkan Addendum Akad Komitmen Limit Fasilitas Pembiayaan (Line Facility) No. 014/001/ADD-Line facility/i/2011 tanggal 26 Januari 2012 dan Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan PT Megapolitan Developments Tbk nomor 15/038-3/SP3/CRD tertanggal 20 Maret 2013, struktur pembiayaannya mejadi sebagai berikut: Tujuan Pembiayaan : Modal kerja Proyek Perumahan Tatya Asri Limit Pembiayaan : Rp Jangka Waktu : Sampai dengan 30 April 2016 Expected Return : Eqv. 11% p.a Cara Pembayaran : Bagi hasil dan pokok dibayarkan setiap bulan Biaya Administrasi : 1% dari limit pembiayaan Fasilitas Pembiayaan Al-Musyarakah Perusahaan telah memperoleh persetujuan pinjaman pembiayaan Al-Musyarakah sebesar Rp dengan Nisbah Bagi Hasil yaitu Bank : 0,08% dan Nasabah : 99,92%. Jangka waktu pinjaman atas Fasilitas Pembiayaan Al-Musyarakah telah diperpanjang sampai dengan 30 September Perusahaan telah memperoleh kembali persetujuan perpanjangan Fasiltas Pembiayaan Al-Musyarakah sampai dengan tanggal tanggal 30 Januari Berdasarkan Surat Penegasan Persetujuan Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan PT Megapolitan Developments Tbk nomor 15/038-3/SP3/CRD tertanggal 20 Maret 2013 jangka waktu pinjaman diperpanjang sampai tanggal 23 Maret Adapun jaminan atas fasilitas tersebut adalah Deposito di Bank Syariah Mandiri senilai Rp a.n PT Megapolitan Developments. Entitas Anak PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI) a. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Berdasarkan Perjajian Kredit No. 843/S/KK.UT/HCL/XII/2012 tanggal 6 Desember 2012, MPI Entitas anak memperoleh Fasilitas Pinjaman KYG (Kredit Yasa Griya): Rp dan KI (Kredit Investasi) : Rp dengan tingkat suku bunga KYG:11,50% p.a, KI: 12,00%p.a. Jangka waktu pinjaman KYG adalah 36 (tiga puluh enam) bulan, KI: 72 (Ttujuh puluh dua) bulan atau 6 (enam) tahun terhitung sejak penandatangan perjanjian kredit dan dapat diperpanjang kembali. Pinjaman ditujukan untuk pembangungan 636 unit apartemen Bellevue Suites dan Bellevue Mall terdiri dari 2 tower (Tower A dan Tower B) dan 251 unit Citywalk Retail beserta sarana dan prasarananya. Jaminan atas kredit pinjaman dari BTN adalah tanah lokasi proyek beserta bangunan yang ada dan yang akan ada di atasnya, yang terletak di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kotamadya Depok, Propinsi Jawa Barat, dengan total lahan seluas m2, dengan bukti kepemilikan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah. 44

146 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) Entitas Anak (Lanjutan) PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI) (Lanjutan) b. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Berdasarkan akta Perjanjian Membuka Kredit No. 1 tanggal 2 September 2008 yang dibuat di hadapan Hana Tresna Widjaja, S.H., Notaris dijakarta, MPI telah memperoleh fasilitas kredit konsumtif dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebesar Rp yang dipergunakan untuk pembelian kendaraan. Tingkat bunga atas fasilitas kredit tersebut yaitu 6% pertahun flat rate yang dibayar secara efektif tiap bulan dengan jangka waktu 36 (tigapuluh enam) bulan atau 3 (tiga) tahun lamanya terhitung sejak penandatanganan akta tersebut. Jaminan atas fasilitas tersebut adalah 1 (satu) unit kendaraan bermotor milik pemberi fidusia sesuai dengan akta jaminan fidusia No. 2 tanggal 2 September 2008 yang dibuat di hadapan Hana Tresna Widjaja, S.H., Notaris dijakarta. Pada tahun 2013 perusahaan telah melunasi hutang kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Titan Property (TP) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Berdasarkan pada Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K) No. 82/Tgr.Ut/SP2K/VI/2008 tanggal 19 Juni 2008, TP, Entitas Anak, memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi (KYG) dari BTN dengan plafond kredit Rp yang digunakan untuk pembangunan apartemen Urbana University Village yang terletak di Desa Bencongan. Kecamatan Curug, Kabupaten Banten, Propinsi Banten. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak penandatanganan perjanjian kredit dan dapat diperpanjang. Atas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12.5 % p.a. (adjustable rate). Pinjaman ini dijamin dengan agunan pokok berupa tanah lokasi proyek beserta bangunan yang ada dan yang akan ada di atasnya seluas minimal m2, yang terletak di Desa Bencongan, Kecamatan Curug, Kabupaten Banten, Propinsi Banten dengan bukti kepemilikan berupa kepemilikan atas nama PT Titan Property, Entitas Anak. Perjanjian pinjaman ini telah diperpanjang 24 (duapuluh empat) bulan sampai dengan Desember 2013 sesuai dengan Surat Persetujuan Pemberian Kredit Addendum (SP2K-Add) No. 06/Tgr.Ut/HCL/SP2K-Add/II/2012 tanggal 14 Februari Addendum Akad Komitmen Limit Fasilitas Pembiayaan (Line Facility)No. 06-/Tgr.Ut/HCL/SP2K- Add/II/2012 tanggal 14 Februari 2012 dan Surat Penegasan Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Pembiayaan PT Titan Property, Entitas Anak, No. 0536/TP/DIR/VIII/11, Perusahaan tanggal 19 Agustus 2011, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berupa jangka waktu perpanjangan sementara sampai dengan 24 (duapuluh empat) bulan sejak penandatanganan addendum Perjanjian Kredit yaitu atas utang dengan jenis Fasilitas Non Revolving dengan limit pencairan sebesar Rp Pada tahun 2013, PT Titan Property, Entitas anak, telah melunasi hutang bank tersebut. 45

147 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) Lembaga Keuangan Lainnya Perusahaan PT Chandra Sakti Utama Berdasarkan pada Surat Perjanjian Induk Pembiayaan No. 10-LS ( J- 6431) pada tanggal 6 Agustus 2010 Perusahaanmendapat pinjaman dari PT Chandra Sakti Utama berupa fasilitas Pembiayaan barang modal berupa 2 (dua) unit traktor merek Caterpillar dan dikenakan bunga 16%. Berdasarkan Akta No. 09 yang dibuat di hadapan Nathalia Alvina Jinata, S.H., Notaris di Jakarta, tanggal 6 Agustus 2010, tentang Perjanjian Induk Pembiayaan atas barang modal antara Perusahaan dengan PT Chandra Sakti Utama berupa 2 (dua) unit traktor merek Caterpillar. Pada tahun 2013, Perusahaan telah melunasi hutang kepada PT Chandra Sakti Utama PT Orix Indonesia Finance Berdasarkan pada Surat Perjanjian Pembiayaan No. L09J01330E tanggal 13 April 2010, Perusahaan mendapat pinjaman dari PT Orix Indonesia Finance dengan sisa utang Rp sampai dengan tanggal 13 April 2013 dan dikenakan bunga 9.13%. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan dokumen kepemilikan lengkap (Invoice/Faktur asli/bpkb, kuitansi asli dan surat jalan). Berdasarkan perjanjian pembiayaan No. L11J-01995A pada tanggal 10 Agustus 2011, Perusahaan telah memperoleh persetujuan fasilitas pembiayaan dari PT Orix Indonesia Finance dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut : Barang Pembiayaan : 1 Unit Nissan Dump Truck CW520 Rp Nilai Pembelian : Rp Simpanan Jaminan : Rp Nilai Pembiayaan : Rp Tingkat Bunga : 9,409% p.a flat Masa Pembiayaan : 36 Bulan (18 Agustus 2011 s/d 18 Juli 2014) Jaminan - BPKB Kendaraan Asli (berikut kelengkapan faktur dan kuitansi kosong) - Pengikatan kontrak L11J-01994E sampai masa kontrak berakhir - Surat Persetujuan Dewan Komisaris Berdasarkan perjanjian pembiayaan No. L11J-01994E pada tanggal 10 Agustus 2011, Perusahaan telah memperoleh persetujuan fasilitas pembiayaan dari PT Orix Indonesia Finance dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut : Barang Pembiayaan : 1 Unit Caterpillar Excavator Nilai Pembelian : Rp Simpanan Jaminan : Rp Nilai Pembiayaan : Rp Tingkat Bunga : 9,409% p.a flat Masa Pembiayaan : 36 Bulan (18 Agustus 2011 s/d 18 Juli 2014) Jaminan : - Dokumen Kepemilikan Lengkap (Invoice/Faktur asli, Kuitansi Asli dan Surat Jalan) - Pengikatan kontrak L11J-01995A sampai masa kontrak berakhir - Surat Persetujuan Dewan Komisaris 46

148 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Lanjutan) PT Orix Indonesia Finance (Lanjutan) Berdasarkan perjanjian pembiayaan No. L11J-02319A pada tanggal 27 September 2011, Perusahaan telah memperoleh persetujuan fasilitas pembiayaan dari PT Orix Indonesia Finance dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut : Barang Pembiayaan : 1 Unit Nissan Dump Truck CW54H Rp Nilai Pembelian : Rp Simpanan Jaminan : Rp Nilai Pembiayaan : Rp Tingkat Bunga : 9,4095% p.a flat Masa Pembiayaan : 36 Bulan (21 Oktober 2011 s/d 21 September 2014) Jaminan - BPKB Kendaraan Asli (berikut kelengkapan faktur dan kuitansi kosong) - Pengikatan kontrak L11J-01994E sampai masa kontrak berakhir - Surat Persetujuan Dewan Komisaris 47

149 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 16. UTANG USAHA Akun ini terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Pihak Ketiga PT Waskita Karya PT Catur Bangun Mandiri PT AJC PT Anugerah Lestari Konstruksi Nusantara PT Cushman & Wakefield PT Roda Prima PT Cakra Satya Internusa Hotma Sitompoel PT Megatika International PT Sinar Jernih Indonesia PT Virquaria PT Mastersystem Infotama PT Henan Putihrai PT Markasia Swisss Pasific Limited PT Duta Kreasi Bersama Realtindo PT Karya Agung PT Media Grafika MARSH PT Jurukur Bahan Dinar Maharta Advertising Ridwan Budijanto PT Kartasantosa Unggul PT WEB PT Astramedia Indonesia PT Alvadiwipa Anugerah IPD International PT Satria Adi Traco PT Trijaya Tekhnika PT Gunung Kencana PT Sapta Kencana Kharisma PT ISS Security IFCA Consulting PT Debindo Adhiswati PT Armananta Eka Putra PT SO Office System PT Meco Systech Internusa PT Mitra Simetris PT Trimitra Jaya Persada PT Urbane Indonesia PT Greatech Artanindo Warrens & Partner PT ISS Indonesia PT Wahana Megah Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 50 juta) Sub Total Pihak Ketiga Pihak berelasi PT Rajawali Mitra Selaras Barbara Barak Rimba PT Melrimba Mitra Sub Total Pihak Berelasi Jumlah

150 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 16. UTANG USAHA (Lanjutan) Berdasarkan pernyataan keputusan rapat PT Rajawali Mitra Selaras nomor 3 tanggal 1 Oktober 2013 yang dibuat oleh Handi Putranto Wilamarta, S.H., sebagai penganti dari Miki Tanumiharja, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan mengenai pengoperalihan hak-hak atas saham milik Nyonya Sondang Nira Utami sebanyak 210 saham kepada Nyonya Lora Melani Lowas Barak Rimba dan mengangkat Nyonya Lora Melani Lowas Barak Rimba sebagai Komisaris menggantikan Nyonya Sondang Nira Utami untuk sisa masa jabatan sampai dengan tanggal 29 Januari Ringkasan utang usaha menurut umur utang usaha adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Kurang dari 30 hari hari hari > 90 hari Jumlah Desember Desember 2012 Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo Jumlah utang usaha UTANG LAIN-LAIN Akun ini merupakan titipan, deposit dan jaminan yang diserahkan oleh pelanggan, atas penyewaan ruko. Saldo utang lain-lain pada pihak ketiga adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Titipan uang muka Titipan deposit sewa, service charge, listrik, iklan Titipan retensi Titipan PPAT, HGB, BPHTB, AJB, PBB dan balik nama Lainnya Jumlah

151 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. PERPAJAKAN a. Pajak dibayar di muka 31 Desember Desember 2012 Pajak Penghasilan Pasal Pajak Penghasilan Pasal Pajak Pertambahan Nilai Jumlah b. Utang pajak 31 Desember Desember 2012 Pajak Penghasilan: Pasal 4 (2) Pasal Pasal Pasal Pasal Pajak Pertambahan Nilai Pajak Final Jumlah UU No.36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat atas UU No.7 Tahun 1983 tentang pajak penghasilan pasal 4 ayat 2d mengenai PPh final dijelaskan penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/ atau bangunan, usaha jasa kontruksi, usaha real estat. dan persewaan tanah dan bangunan. PP No. 51/2008 untuk perhitungan Pajak Penghasilan bagi usaha kontruksi dengan kualifikasi usaha menengah dan besar dikenakan PPh final sebesar 3%. Peraturan Menteri Keuangan No. 243/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008 yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2009 tentang pelaksanaan pembayaran pajak penghasilan atas pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan dikenakan PPh final sebesar 5% kecuali untuk rumah sederhana dan rumah susun sederhana dikenakan PPh final 1%. c. Beban pajak Kini Perusahaan ( ) ( ) Entitas Anak PT Mega Limo Estate ( ) ( ) PT Mega Pasanggrahan Indah ( ) ( ) PT Titan Property ( ) ( ) Jumlah pajak kini ( ) ( ) 50

152 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. PERPAJAKAN (Lanjutan) d. Rekonsiliasi pajak Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran Pajak Penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut: Laba sebelum taksiran Pajak Penghasilan Ditambah (dikurangi): (laba)/rugi bersih Entitas Anak sebelum pajak ( ) ( ) Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan ( ) ( ) Penyesuaian untuk beban (pendapatan) yang bersifat final untuk Developer: Pendapatan penjualan ( ) ( ) Beban usaha Lain-lain bersih ) Jumlah ) Laba sebelum pajak penghasilan tidak final - - Pajak penghasilan final Perusahaan Final 5% atas pendapatan penjualan 5% x tahun % x tahun Beban pajak kini final Entitas Anak Final 5% PT Mega Limo Estate PT Mega Pasanggrahan Indah PT Titan Property Jumlah Entitas Anak Jumlah beban (manfaat) pajak

153 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. PERPAJAKAN (Lanjutan) d. Rekonsiliasi pajak (Lanjutan) Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 di atas adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada waktu Perusahaan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 tidak terdapat perbedaan antara di SPT dengan rekonsiliasi pajak dalam laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit. Pada bulan September Undang-undang No.7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan telah direvisi sebanyak empat kali terakhir dengan Undang-Undang No36 Tahun 2008 Revisi Undang-Undang ini mencakup perubahan tarif pajak penghasilan Badan dari tarif pajak marjinal menjadi tarif pajak tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya Pada tahun 2010, PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak, menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak atas pemeriksaan pajak tahun 2003 dengan rincian sebagai berikut : Surat Ketetapan Lebih Jumlah Lebih Jenis Pajak Tahun Nomor Tanggal (Kurang) Bayar Denda (Kurang) Bayar Pajak Penghasilan (PPh Badan) /506/03/431/10 13/04/ Pajak Pertambahan Nilai (PPN) /207/03/431/10 27/04/ Pajak Penghasilan Pasal 4(2) Final /240/03/412/10 08/04/ Pajak Penghasilan (PPh) /201/03/412/10 08/04/ Pajak Penghasilan (PPh) /203/03/412/10 08/04/ Pajak Penghasilan (PPh) /204/03/412/10 08/04/ Jumlah

154 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. PERPAJAKAN (Lanjutan) d. Rekonsiliasi pajak (Lanjutan) Namun, MPI, Entitas Anak, telah melakukan upaya administrasi yaitu mengajukan keberatan atas beberapa Surat Ketetapan Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak dengan rincian sebagai berikut: Surat Ketetapan 53 Tanggal Terbit Jumlah Kewajiban Nilai Keberatan Nilai tidak keberatan Pajak Jenis Nomor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) STP 00002/107/03/431/10 13/04/ Pajak Pertambahan Nilai (PPN) SKPKB 00010/207/03/431/10 7/07/ Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Final SKPKB 00029/240/03/412/10 7/07/ Pajak Penghasilan (PPh) 21 SKPKB 00105/201/03/412/10 7/07/ Pajak Penghasilan (PPh) 23 SKPKB 00071/203/03/412/10 7/ Pajak Penghasilan (PPh) 26 SKPKB 00009/204/03/412/10 7/07/ Jumlah Sehubungan dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar/SKPKB PPN No /207/03/431/10 Masa Pajak Januari-Desember 2003 tanggal 27 April 2010 yang dikeluarkan oleh KPP Madya Bekasi, maka pihak MPI, Entitas Anak, mengajukan surat keberatan di mana keberatan tersebut diajukan atas jumlah pajak yang terutang dalam ketetapan pajak di atas sebesar Rp yang ditambahkan sanksi administrasi sebesar Rp sehingga jumlah pajak yang masih harus dibayar menjadi Rp Atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar MPI, Entitas Anak, sebesar Rp , MPI, Entitas Anak, telah melakukan pembebanan biaya Rp dan sisanya sebesar Rp ditangguhkan pembebanannya. Pada tahun 2011, MPI, Entitas Anak, menerima Surat Keputusan Direktur Jendral Pajak sehubungan dengan surat keberatan di atas dengan rincian sebagai berikut: Surat Keputusan Hasil Jumlah Jenis Pajak Tahun Nomor Tanggal Keberatan Pembayaran Pajak Pertambahan KEP- Nilai (PPN) /WPJ.22/BD.06/ /08/ Pajak Penghasilan KEP- Pasal 4(2) Final /WPJ.22/BD.06/ /03/ Pajak Penghasilan KEP- (PPh) /WPJ.22/BD.06/ /06/ Pajak Penghasilan KEP- (PPh) /WPJ.22/BD.06/ /06/ Pajak Penghasilan KEP- (PPh) /WPJ.22/BD.06/ /07/ Jumlah

155 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 18. PERPAJAKAN (Lanjutan) d. Rekonsiliasi pajak (Lanjutan) Selisih antara jumlah hasil keberatan dan jumlah pembayaran sebesar Rp Atas selisih tersebut, manajemen MPI, Entitas Anak, telah membuat surat pernyataan untuk melakukan pembayaran dengan cicilan sebesar Rp per bulan selama bulan Juni sampai dengan Desember 2012 dan per 31 Desember 2012 pembayaran telah lunas. 19. ESTIMASI BIAYA UNTUK MENYELESAIKAN PROYEK Saldo pada tanggal 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2012 atas estimasi biaya penyelesaian proyek masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp merupakan estimasi biaya penyelesaian atas Proyek Perumahan Riverside dan Puri Cinere dari PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Perusahaan. Proyek perumahan Bukit Cinere dan Griya Cinere dari PT Mega Limo Estate, Entitas Anak, Proyek Perumahan Tatya Asri milik Perusahaan dan ruko Cimandala milik PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak. 20. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari: 31 Desember Desember 2012 Gaji dan upah Utilitas Jasa professional Lain-lain Jumlah PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA Akun ini merupakan uang muka penjualan properti, apartemen dan real estate yang diterima dari pembeli dan sewa diterima dimuka dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 Uang muka penjualan Apartemen Ruko dan kios Perumahan Uang muka sewa mall Jumlah Uang muka penjualan apartemen sebagian besar merupakan uang muka penjualan apartemen Cinere Bellevue sebesar Rp

156 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut (berdasarkan laporan dari Biro Administrasi Efek): 31 Desember 2013 Jumlah Persentase Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah PT Cosmopolitan Persada Developments ,78% Credit Suisse AG Singapore Trust ,44% Masyarakat sesuai DPS ,78% Jumlah ,00% Desember 2012 Jumlah Persentase Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah PT Cosmopolitan Persada Developments ,78% PT Supra Securinvest ,08% Masyarakat sesuai DPS ,14% Jumlah ,00% Tahun 1999 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.4 tanggal 11 Oktober 1999 yang dibuat di hadapan Esther Liliansari, S.H., Notaris Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor di Cibinong, modal dasar Perusahaan sebesar Rp yang terbagi atas saham dengan nilai nominal Rp per saham. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH.2001 tanggal 9 November Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) No. 3 tanggal 28 April 2003 yang dibuat di hadapan Leoni Surjadidjaja, S.H., Notaris di Kota Depok, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor dari semula Rp yang terbagi atas saham menjadi Rp yang terbagi atas saham, dengan mengeluarkan saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp yang diambil bagian oleh: - Sudjono Barak Rimba (SBR) sebanyak 290 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Lora Melani Lowas barak Rimba (LML) sebanyak 290 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Barbara Barak Rimba (BBR) sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Jennifer barak Rimba (JBR) sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Perubahan tahun 2007 Penyetoran atas saham-saham yang diambil bagian oleh masing-masing pemegang saham tersebut, telah dilakukan dengan uang tunai. 55

157 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM (Lanjutan) Perubahan tahun 2007 (Lanjutan) Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 83 tanggal 16 November 2007 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp yang terbagi atas saham menjadi Rp yang terbagi atas saham, dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp yang terbagi atas saham menjadi Rp yang terbagi atas saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sejumlah Rp yang terbagi atas saham, diambil bagian oleh: - LML sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp dan; - JBR sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Penyetoran atas saham-saham yang diambil bagian oleh masing-masing pemegang saham, dilakukan dengan inbreng saham sebagai berikut (Catatan 3): - LML sebesar Rp saham miliknya di MLE, Entitas Anak, dan sebesar Rp sahamnya di MPI, Entitas Anak, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp ; - JBR sebesar Rp saham miliknya di MLE dan sebesar Rp sahamnya di MPI, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp Penyetoran dengan cara inbreng saham tersebut telah dilaksanakan berdasarkan masingmasing Perjanjian Pemasukan Saham dalam PT Megapolitan Developments tanggal 16 November Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH 2007 tanggal 29 November Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 6 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp yang terbagi atas saham menjadi Rp yang terbagi atas saham, dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp yang terbagi atas saham menjadi Rp yang terbagi atas saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sejumlah Rp yang terbagi atas saham, diambil bagian oleh: - SBR sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; - LML sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; - BBR sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH 2007 tanggal 10 Desember

158 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM (Lanjutan) Penyetoran atas saham-saham yang diambil bagian oleh masing-masing pemegang saham, dilakukan dengan (Catatan 3): a. Penyetoran tunai - Sebesar Rp disetor oleh SBR - Sebesar Rp disetor oleh LML b. Inbreng saham - Saham milik SBR pada MLE, Entitas Anak, sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp dan MPI sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; - Saham milik BBR pada MLE, Entitas Anak, sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp dan MPI, Entitas Anak, sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Penyetoran dengan cara inbreng saham tersebut telah dilaksanakan berdasarkan masingmasing Perjanjian Pemasukan Saham dalam PT Megapolitan Developments tanggal 6 Desember Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan rapat keputusan No.C HT TH 2007 tanggal 10 Desember Perubahan tahun 2008 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 153 tanggal 20 Februari 2008 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pemasukan (inbreng) hak-hak saham Perusahaan yang dimiliki oleh (i) LML sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ; (ii) SBR sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; (iii) BBR dan JBR, masing-masing sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ke dalam PT Cosmopolitan Persada Developments (CPD), Entitas Induk. Pemasukan (inbreng) hakhak atas saham sebagaimana tersebut di atas telah dilaksanakan berdasarkan masing-masing perjanjian Pemasukan saham dalam CPD, Entitas Induk, tanggal 20 Februari Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 3 Mei 2008 yang dituangkan dalam Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.16 tanggal 3 Mei 2008 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 7 Mei 2008, para pemegang saham Perusahaan antara lain menyetujui (i) peningkatan modal dasar Perusahaan yang semula sebesar Rp menjadi sebesar Rp serta modal ditempatkan dan disetor yang semula sebesar Rp menjadi sebesar Rp ; dan (ii) perubahan nilai nominal saham yang semula sebesar Rp menjadi sebesar Rp

159 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM (Lanjutan) b. Inbreng saham (Lanjutan) Perubahan tahun 2008 (Lanjutan) Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan sejumlah Rp yang terbagi atas saham, telah diambil bagian oleh: - CPD, Entitas Induk, sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp ; - SBR sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp dan; - LML sebanyak saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp Penyetoran atas saham-saham yang diambil bagian oleh masing-masing pemegang saham Perusahaan, telah dilakukan dengan: a. Penyetoran tunai ke dalam rekening Perusahaan sebesar Rp (tiga belas miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah) disetor oleh CPD, Entitas Induk, sesuai dengan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.16 tanggal 3+Mei+2008 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di jakarta, yang dipertegas oleh Surat Pernyataan tanggal 11+Juli 2008 dari para pemegang saham Perusahaan, penyetoran modal tersebut merupakan setoran tunai. b. Konversi utang Perusahaan kepada CPD, Entitas induk, sebesar Rp , dengan perincian sebagai berikut: - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 20 Februari 2008; - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 25 Februari 2008; - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 25 Februari 2008; - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 25 Februari 2008; - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 28 Februari 2008; dan - Sebesar Rp berdasarkan akta Pengakuan Utang yang dibuat secara di bawah tangan tanggal 28 Februari Kapitalisasi laba ditahan sebesar Rp yang diambil oleh: - CPD, Entitas Induk, sebesar Rp ; - SBR sebesar Rp ; dan - LML sebesar Rp

160 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM (Lanjutan) b. Inbreng saham (Lanjutan) Perubahan tahun 2008 (Lanjutan) Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 45 tanggal 7 Mei 2008, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 12 Mei 2008 dan diubah dengan Akta Risalah rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 154 tanggal 17 Juli 2008, yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU AH tahun 2008 tanggal 23 Juli 2008 yang keduanya dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui antara lain: - perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka. - untuk melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat. - penjualan saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya saham atau sebesar Rp melalui Penawaran Umum. Perubahan tahun 2009 a. Berdasarkan akta Risalah Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa No. 48 tanggal 21 April 2009, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU AH tahun 2009 tanggal 8 Mei 2009 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui antara lain: - Memberikan persetujuan perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Terbuka menjadi Perusahaan Tertutup - Memberikan persetujuan perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan b. Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.38 tanggal 10 September 2009, yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU A.H tahun 2009 tanggal 24 September 2009 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M., telah disetujui keputusan mengenai: 1) Persetujuan perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, 2) Persetujuan melakukan penawaran umum perdana kepada masyarakat di Indonesia, 3) Persetujuan penjualan saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya saham atau sebesar Rp melalui Penawaran Umum dengan memperhatikan Peraturan Perundangan yang berlaku termasuk peraturan pasar modal 4) Menyetujui untuk mengubah seluruh anggaran dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan, 5) Menyetujui perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris 59

161 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. MODAL SAHAM (Lanjutan) b. Inbreng saham (Lanjutan) Perubahan tahun 2010 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.9 tanggal 4 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M, mengenai : 1) Persetujuan perubahan status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup/Non Publik menjadi Perseroan Terbuka/Publik, 2) Persetujuan melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat di Indonesia, 3) Persetujuan penjualan saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya saham atau sebesar Rp melalui Penawaran Umum dengan memperhatikan Peraturan Perundangan yang berlaku termasuk Peraturan Pasar Modal, 4) Persetujuan pemberian kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor, 5) Persetujuan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan. 23. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO a. Agio Saham Hasil Rp 250 x = Nilai Rp 100 x = Sub jumlah Biaya pra IPO ( ) ( ) Agio Bersih Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Tambahan modal disetor bersih Pada tanggal 12 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak telah mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 250 per saham, atau dengan jumlah keseluruhan sebanyak Rp

162 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 23. TAMBAHAN MODAL DISETOR NETO (Lanjutan) b. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Pada bulan Desember 2007, Perusahaan mengakuisisi masing-masing sebesar 75%, 99% dan 99% kepemilikan saham pada EBC, MLE dan MPI. Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest), Selisih antara harga pengalihan dan nilai buku dari perusahaan-perusahaan yang diakuisisi sebesar Rp disajikan dalam akun Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali disajikan sebagai bagian dari Tambahan Modal Disetor pada bagian Ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim. Akuisisi tersebut di atas dibiayai dari penerimaan atas penerbitan saham sebanyak saham atau sebesar Rp di bulan Desember Perincian harga pengalihan saham dengan nilai buku bersih Entitas Anak yang diakuisisi adalah sebagai berikut: Harga Pengalihan Nilai Buku Bersih Selisih PT Mega Limo Estate ( ) PT Mega Pasanggrahan Indah PT Eltranindo Bina Cipta Jumlah GOODWILL Pada bulan September 2008, Perusahaan mengakuisisi sebesar 99,995% kepemilikan saham pada PT Titan Property dari PT Sam Investama dan PT Pada Investama. Transaksi akuisisi ini dicatat dengan menggunakan metode pembelian (Purchase Method). Akuisisi tersebut dibiayai dengan pengeluaran kas sebesar Rp 18 Miliar (Catatan 4g). Selisih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill. Penilaian atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi dilakukan oleh manejemen. Perusahaan telah menghitung nilai wajar aset dan liabilitas dan telah dilakukan assessment terhadap perhitungan tersebut oleh Kantor Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji & Dadang berdasarkan laporan No. 017/OL /DBSD tanggal 1 Februari 2010 dengan hasil assessment sebagai berikut: 61

163 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 24. GOODWILL (Lanjutan) 30 Agustus 2008 Aset real estat Kas dan setara kas Aset tetap Aset lain-lain Jumlah Utang Bank Liabilitas lain-lain Aset neto Goodwill Jumlah Harga Perolehan Dikurangi: Kas dan Setara Kas pada Entitas Anak yang diakuisisi Arus kas keluar akibat akuisisi Amortisasi Goodwill: Goodwill Akumulasi amortisasi Goodwill ( ) Saldo per 31 Desember Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai goodwill sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 sesuai dengan hasil analisa bisnis dan proyeksi laporan keuangan yang dihasilkan manajemen. 62

164 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 25. KEPENTINGAN NON PENGENDALI Kepentingan non pengendali atas aset bersih Entitas Anak: 31 Desember Desember 2012 PT Eltranindo Bina Cipta PT Mega Pasanggrahan Indah PT Mega Limo Estate PT Graha Mentari Persada PT Tirta Persada Developments PT Titan Property Jumlah Kepentingan non pengendali atas laba (rugi) bersih Entitas Anak: PT Graha Mentari Persada ( ) ( ) PT Mega Limo Estate PT Mega Pasanggrahan Indah PT Tirta Persada Developments ( ) ( ) PT Titan Property ( ) PT Eltranindo Bina Cipta ( ) Jumlah PENJUALAN USAHA Akun ini terdiri dari: Pihak ketiga Penjualan apartemen Pendapatan sewa Penjualan ruko Penjualan rumah Penjualan tanah Jumlah Transaksi penjualan berada di lokasi Depok, Bogor dan Tangerang. Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha dari satu pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan dan pendapatan usaha. 63

165 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 27. BEBAN POKOK PENJUALAN Akun ini terdiri dari: Beban pokok penjualan apartemen Beban pokok pusat perbelanjaan Beban pokok penjualan ruko Beban pokok penjualan rumah Beban pokok penjualan tanah Jumlah Tidak terdapat pembelian dan beban kepada pihak berelasi. Tidak terdapat pembelian ke pihak ketiga yang melebihi 10% dari total pembelian. 28. BEBAN PENJUALAN Akun ini terdiri dari: Komisi Promosi Konsultan pemasaran Transportasi Kelengkapan promosi Lainnya Jumlah Beban Penjualan BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Akun ini terdiri dari: Gaji dan tunjangan 23,311,063, Jasa profesional Beban pajak Perlengkapan kantor Imbalan kerja (Catatan 31) Listrik Perbaikan dan pemeliharaan Utilitas Sewa Jamuan Tunjangan kesehatan Saldo dipindahkan

166 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 29. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan) Saldo dipindahkan Perjalanan dinas Asuransi Retribusi, iuran dan sumbangan Jamsostek Pajak bumi bangunan Keamanan Operasional Perizinan Pelatihan Fasilitas direksi Lainnya Jumlah Beban Umum dan Administrasi SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan melakukan transaksi keuangan dengan pihak berelasi. Sifat Pihak Berelasi: Keterangan MD MPI MLE TP TPD MMP GMP EBC CLP Nama PT Megapolitan Developments Tbk PS PS PS PS PS PS PS PT Eltranindo Bina Cipta PS PT Cosmopolitan Persada Developments PS Spectrum Instrument Pte, Ltd PS PAN Asia Holding Ltd PS Ny. Lora Melani Lowas Barak Rimba PS,DU DU DU KU DU D DU DU PS,K Tn. Sudjono Barak Rimba PS,KU PS,D PS,D PS,K PS,D KU PS,D D PS,DU Sentosa Budiman PS,D DU Jennifer Barak Rimba K K K K K Barbara Angela Barak Rimba D K K K K Keterangan PT Rajawali Mitra Selaras Sifat Transaksi 2013 Ny. Lora Melani Lowas Barak Rimba merupakan pemegang saham PT Rajawali Mitra Selaras Keterangan: KU = Komisaris Utama TP = PT Titan Property K = Komisaris MMP = PT Megapolitan Mentari Persada KI = Komisaris Independen GMP = PT Graha Mentari Persada DU = Direktur Utama EBC D = Direktur CLP = PT Eltranindo Bina Cipta = PT Centra Lingga Perkasa DI = Direktur Independen TPD = PT Tirta Persada Developments PS = Pemegang Saham MLE = PT Mega Limo Estate MD = PT Megapolitan Developments Tbk MPI = PT Mega Pasanggrahan Indah 65

167 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan) Sedangkan PT Melrimba Mitra, PT Melrimba Sentra Agrotama, Mega 2000, PT Rimba Astritama dan PT Strawin Industri merupakan perusahaan yang berada dalam kendali Direksi dan Komisaris Perusahaan. Transaksi dengan pihak berelasi: Pihak-pihak berelasi PT Mega 2000 Ny. Lora Melani Lowas Barak Rimba Tn. Sudjono Barak Rimba Jennifer Barak Rimba Barbara Angela Barak Rimba Alexander Barak Rimba PT Megapolitan Mentari Perkasa PT Strawin Industri PT Rimba Asritama Abraham S Budiman PT Cosmopolitan Persada Developments PT Centra Lingga Perkasa PT Rajawali Mitra Selaras Jenis transaksi Pinjaman Pinjaman Pinjaman Penjualan apartemen Penjualan apartemen Penjualan apartemen Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman Jasa kontraktor Piutang dari pihak berelasi: 31 Desember Desember 2012 PT Megapolitan Mentari Persada Lora Melani Lowas Barak Rimba PT Centra Lingga Perkasa PT Strawin Industri PT Mega PT Melrimba Sentra Agrotama Abraham Sentosa Budiman PT Rimba Asritama Karyawan Arena Health Studio Pasar Ikan Higienis PT Kusuma Megatama Perkasa PT Intan Developments Lain-lain Jumlah

168 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan) Persentase piutang dari pihak berelasi terhadap jumlah aset: 31 Desember Desember 2012 PT Megapolitan Mentari Persada 2,81% 2,97% Lora Melani Lowas Barak Rimba 1,25% 1,30% PT Centra Lingga Perkasa 0,53% 0,56% PT Strawin Industri 0,51% 0,54% PT Mega ,42% 0,44% PT Melrimba Sentra Agrotama 0,24% 0,25% Abraham Sentosa Budiman 1,22% 0,19% PT Rimba Asritama 0,16% 0,17% Karyawan 0,18% 0,07% Arena Health Studio 0,03% 0,03% Pasar Ikan Higienis 0,02% 0,02% PT Kusuma Megatama Perkasa 0,02% 0,02% Lainnya 0,06% 0,07% Jumlah 6,26% 6,63% Piutang kepada pihak berelasi lainnya tidak dikenakan bunga dan jangka waktu pengembaliannya tahun Piutang tersebut timbul dari biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan. Rincian dari utang usaha kepada pihak berelasi yang cukup signifikan adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 PT Rajawali Mitra Selaras Persentase utang usaha kepada pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas: 31 Desember Desember 2012 PT Rajawali Mitra Selaras 0,96% 0,83% 67

169 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan) Rincian dari utang kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut: 31 Desember Desember 2012 PT Cosmopolitan Persada Developments PT Centra Lingga Perkasa Sudjono Barak Rimba Barbara Barak Rimba PT Melrimba Mitra PT Mitra Bina Cipta Jumlah Persentase utang kepada pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas: 31 Desember Desember 2012 PT Cosmopolitan Persada Developments 7,29% 8,16% PT Centra Lingga Perkasa 2,32% 1,03% Sudjono Barak Rimba 0,54% 0,59% Barbara Barak Rimba 0,01% 0,04% PT Melrimba Mitra 0,01% 0,01% PT Mitra Bina Cipta - 0,02% Jumlah 10,17% 9,85% Utang kepada PT Cosmopolitan Persada Developments, merupakan utang Perusahaan yang berasal dari pengalihan utang atas pengoperan hak atas tanah dari Jeferson Daliaha dan Iyus Hendar selaku pemegang hak tanah tersebut kepada MLE, Entitas Anak, yang pembayarannya dilakukan dengan menerbitkan surat promes, dengan jatuh tempo pembayaran tanggal 20 Februari 2011 dengan selambat-lambatnya pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan sampai dengan tanggal 29 Januari 2012 (sesuai dengan pengakuan utang yang dibuat tanggal 29 Januari 2010 yang didaftarkan oleh Notaris Dr. Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M.). Sebelum berakhirnya jatuh tempo Perusahaan telah melakukan addendum perjanjian atas pinjaman tersebut untuk meminta jangka waktu pengembaliannya sampai dengan 31 Desember

170 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31. PROVISI DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN Perusahaan menghitung dan membukukan provisi diestimasi atas imbalan kerja untuk karyawan yang dikualifikasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jumlah yang diakui dalam penghasilan sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut: 31 Des Des Des (Disajikan kembali) 31 Des (Disajikan kembali) 31 Des (Disajikan kembali) Beban jasa kini Beban bunga Biaya jasa lalu Laba (rugi) aktuaria ( ) Neto Perubahan liabilitas neto tahun berjalan adalah sebagai berikut: Saldo awal tahun Pembayaran manfaat ( ) ( ) Jumlah yang dibebankan pada laba rugi Penyesuaian - ( ) Jumlah Biaya untuk mencadangkan imbalan kerja untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, dihitung oleh aktuaris independen PT Dian Artha Tama. Penilaian aktuaria telah dilakukan dengan menggunakan data dan asumsi berikut ini: Usia pension 55 tahun 55 tahun Tingkat mortalita Indonesia II (1999) Indonesia II (1999) Tingkat diskonto 8,5% 5% Tingkat kenaikan gaji 7% 7% Tingkat pengunduran diri 5% 5% 32. LABA PER SAHAM Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih setelah dan sebelum penyesuaian sehubungan dengan penyatuan kepemilikan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan setelah memperhitungkan efek retroaktif dari penerbitan saham sehubungan dengan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (Catatan 2w, 23). 69

171 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 32. LABA PER SAHAM (Lanjutan) Laba per saham dasar: Laba bersih pemilik entitas induk Rata-rata tertimbang jumlah saham Laba bersih per saham dasar pemilik entitas induk 10,06 1, PERIKATAN DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING a. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemasaran No 0645/MD/PDIR/IX/2012 pada tertanggal 18 September 2012 PT Megapolitan Developments Tbk melakukan perjanjian kerja sama pemasaran property dengan PT Panca Pilar Megah Perkasa (Goldsmith). Perjanjian ini berlaku selama 24 (dua puluh empat) bulan sejak ditandatanganinya perjanjian ini dan dapat diperpanjang atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. b. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama No 0878/MPI/PDIR/X/2012 tertanggal 1 Oktober 2012, PT Mega Pasanggrahan Indah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Istana Makmur Sejahtera dalam hal In-house Marketing and Sales atas Bellevue Suites. Perjanjian ini berlaku dari tanggal 1 Oktober 2012 sampai dengan 30 September 2014 dan dapat diperpanjang atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Pada tanggal 10 Februari 2014 telah dilakukan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara PT Mega Pasanggrahan Indah dengan PT Istana Makmur Sejahtera untuk pekerjaan sebagai Marketing and Sales Inhouse (menjadi agen tunggal) untuk apartemen Cinere Bellevue Suites, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial dan Cinere Terrace Suite yang terletak di kawasan Perumahan Puri Cinere. c. Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 0956/MPI/OPRS-2-a-456/X/12 tertanggal 1 November 2012, PT Mega Pasanggrahan Indah melakukan kerjasama dengan PT Waskita Karya dalam hal pelaksanaan pekerjaan struktur, arsitektur, plumbing pada proyek pembangunan mall apartemen Urbana Cinere Citywalk. Waktu penyelesaian pekerjaan dalam waktu 540 (lima ratus empat puluh) hari kalender sejak ditandatangani SPK. d. Berdasarkan perjanjian kerjasama pemasaran tanggal 24 Oktober 2012, PT Titan Property, entitas anak telah berkerjasama dengan PT Multi Hokkindo Addji (Benhokk Property) mengenai Marketing Consultant dan Project Sales Coordinator secara exlusive untuk memasarkan dan mempromosikan KONDOTEL milik PT Titan Property, entitas anak. e. Berdasarkan Nota Kesepakatan tanggal 12 Oktober 2012, PT Titan Property, entitas anak telah memperoleh kesepakatan dengan Swiss-Pacific limited mengenai penyediaan jasa tehnik yang berkaitan dengan pembangunan hotel dan mengelola Hotel sebagai sebuah hotel bintang 3 (tiga) yang mana PT Titan Property, entitas anak bermaksud untuk membangun sebuah hotel dengan nama Swiss-Belinn Karawaci Tangerang berlokasi dijalan Flamboyan, Perum Harapan Kita, Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang (Hotel) yang terdiri dari 106 Kamar (tahap pertama) dan 200 kamar (tahap kedua). 70

172 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 34. INFORMASI SEGMEN Perusahaan melakukan pembagian segmen usaha berdasarkan aktivitas usahanya adalah sebagai berikut: a. Properti: meliputi kegiatan di bidang usaha penyediaan dan penjualan perbelanjaan, ruko, apartemen, hotel dan penjualan tanah. b. Pusat Perbelanjaan: meliputi kegiatan usaha sewa menyewa ruangan pusat perbelanjaan termasuk service charge, maintenance fee dari penyewa ruangan. Informasi bentuk segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut: 2013 Properti Pusat Jumlah perbelanjaan Penjualan bersih Laba bruto Pendapatan (beban) lain-lain ( ) ( ) Laba sebelum pajak Beban pajak ( ) ( ) ( ) Kepentingan non pengendali ) Laba (rugi) bersih Informasi lainnya Aset segmen Liabilitas segmen Properti Pusat Jumlah perbelanjaan Penjualan bersih Laba bruto Pendapatan (beban) lain-lain ( ) ( ) ( ) Laba sebelum pajak ( ) Beban pajak ( ) ( ) ( ) Kepentingan non pengendali ( ) - ( ) Laba (rugi) bersih ( ) Informasi lainnya Aset segmen Liabilitas segmen

173 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 35. MANAJEMEN RISIKO a. Risiko terhadap kenaikan suku bunga, baik suku bunga KPR maupun suku bunga pinjaman. Risiko suku bunga juga dapat dihadapi oleh Perusahaan, di mana apabila terjadi peningkatan suku bunga maka dapat secara langsung meningkatkan beban bunga pinjaman Perusahaan dan Entitas Anak. Dalam mengendalikan rasio kenaikan suku bunga pinjaman ini Perusahaan dan Entitas Anak cukup berhati-hati dalam melakukan penambahan pinjaman dan selalu menyesuaikan jangka waktu serta jumlah pinjaman sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Kenaikan suku bunga juga dapat mempengaruhi kemampuan atau daya beli konsumen. Untuk mengendalikan risiko tersebut Perusahaan dan Entitas Anak menawarkan program-program penjualan dalam rangka meningkatkan daya beli konsumen seperti program cash back, subsidi bunga KPR/KPA, program cicilan tanpa bunga serta diskon. b. Risiko terhadap kenaikan bahan baku Sebagai pengembang property, Perusahaan dan Entitas Anak dipengaruhi oleh risiko terjadinya peningkatan harga bahan baku konstruksi di mana bahan baku tersebut merupakan komoditas global yang harganya terpengaruh siklus dan berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar global yang pada akhirnya dapat mempengaruhi peningkatan biaya dan selanjutnya akan menurunkan marjin Perusahaan dan Entitas Anak. Untuk mengendalikan risiko tersebut, selain pembelian bahan baku konstruksi tersebut dilakukan oleh para kontraktor, Perusahaan dan Entitas Anak juga melakukan kontrak pembelian terhadap beberapa bahan baku kepada pemasok-pemasok tertentu. c. Risiko kolektibilitas Perusahaan dan Entitas Anak juga menghadapi risiko kolektibilitas dari pembeli yang melakukan cicilan/angsuran, terutama apabila pembeli mengalami kegagalan dalam melakukan pembayaran cicilan/angsuran kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Dalam mengendalikan risiko tersebut Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran, dan pembatalan jual beli. Untuk segmen penyewaan, Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko yang timbul dari penyewa yang gagal membayar sewa dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit tunai dan/atau garansi bank untuk sewa selama 3 bulan di muka sebelum tanggal awal masa sewa. Selain itu Perusahaan dan Entitas Anak juga melakukan penelaahan berkala terhadap kolektibilitas para pelanggan. d. Risiko Likuiditas Perusahaan dan Entitas Anak menghadapi risiko jika Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan liabilitas keuangan pada saat jatuh tempo. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola profil likuiditas dengan melakukan pre-selling dan pre-leasing untuk pengembangan proyek serta dengan mendapatkan fasilitas kredit jangka panjang. Perusahaan dan Entitas Anak juga menetapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang dihasilkan dari arus kas internal dan memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dari fasilitas kredit yang diperoleh, melakukan pengelolaan tenor pembayaran yang disesuaikan dengan segmen dari proyek pembangunan dan tenor pendanaan dari penjualan, serta mempertahankan kebijakan penagihan hasil penjualan secara intensif. Dengan mempertimbangkan kondisi dan perencanaan di masa yang akan datang, Perusahaan berkeyakinan bahwa kondisi likuiditas atau arus kas dapat dikelola dengan baik. 72

174 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 35. MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) Rincian aset dan liabilitas keuangan adalah sebagai berikut: Nilai Tercatat 31 Desember 2013 Nilai Wajar 31 Desember 2013 Aset Piutang usaha Piutang Lain lain Aset keuangan lainnya Piutang dari pihak berelasi Jumlah Aset Liabilitas Utang bank dan lembaga keuangan lainnya Utang usaha Utang Lain lain Utang pihak berelasi Jumlah liabilitas KONTINJENSI a. Perkara Tanah PT Graha Mentari Persada No. 130/G/2013/PTUN-BDG di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung antara Sunaryo Pranoto selaku penggugat melawan Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok selaku tergugat dan PT Megapolitan Developments Tbk selaku Tergugat II Intervensi atas tanah yang belum dikembangkan di Graha Cinere seluas 21 hektar. b. Perkara Perdata terkait gugatan dari Charles Dulles Marpaung yang ditujukan kepada Perusahaan, PT Cosmopolitan Persada Developments, Sudjono Barak Rimba dan Lora Melani Lowas Barak Rimba dengan Register Perkara No. 103/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Sel tertanggal 18 Februari 2011 dengan putusan No. 103/PDT/G/2011/PN.JKT.Sel tanggal 18 Oktober 2011 yang amar putusannnya menolak gugatan Penggugat seluruhnya. Sampai dengan saat ini atas perkara tersebut masih dalam proses. 37. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. 73

175 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 37. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Grup Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain dari penyajian perkiraan yang diatur di bawah ini. Sumber estimasi ketidakpastian dan sumber utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini. Sumber estimasi ketidakpastian Sumber utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini: Pengakuan Pendapatan Grup mengakui pendapatan dari proyek yang masih dalam progres pembangunan berdasarkan metode persentase penyelesaian. Tahap penyelesaian diukur berdasarkan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3q. Asumsi yang penting diperlukan adalah dalam menentukan tahap penyelesaian (persentase penyelesaian) dan jumlah estimasi pendapatan. Pengakuan Beban Pokok Penjualan Grup mengakui beban pokok penjualan yang dihitung dari progres pembangunan berdasarkan metode persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode berdasarkan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3q. Asumsi penting diperlukan dalam menentukan tahap penyelesaian (persentase penyelesaian) dan estimasi jumlah biaya pembangunan. Beban dari proyek diungkapkan dalam Catatan 27. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Properti Investasi dan Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap dan properti investasi Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Grup atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan diatas. Nilai tercatat dari properti investasi dan aset tetap diungkapkan dalam Catatan 13 dan

176 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 37. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan) Manfaat Karyawan Penentuan liabilitas imbalan pasca kerja tergantungpada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja Grup. Nilai tercatat dari liabilitas imbalan pasca kerja dan asumsi dari aktuaris diungkapkan dalam Catatan AKTIVITAS TRANSAKSI YANG TIDAK MEMPENGARUHI KAS Berikut ini adalah rincian dari transaksi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas adalah sebagai berikut : 31 Desember Desember 2012 Kapitalisasi bunga pinjaman ke persediaan Perolehan aset tetap: Piutang bukan usaha Reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian ke bangunan Beban usaha yang dibayar melalui utang pihak berelasi PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 1. Proses permohonan perpanjangan Fasilitas modal kerja cash collateral di Bank Syariah Mandiri Jakarta yang jatuh tempo tanggal 23 Maret 2014 untuk jangka waktu 1 (satu) bulan sampai dengan tanggal 23 April Pada tanggal 21 Januari 2014 telah dilakukan Penarikan Sebagian Agunan Pembiayaan Al Musyarakah atas nama PT Megapolitan Developments Tbk di Bank Syariah Mandiri berupa 7 (tujuh) unit apartemen The Bellagio Residence. 3. Berdasarkan Perjanjian Kerja antara PT Tirta Persada Developments dengan PT Arkonin Engineering Manggala Pratama tertanggal 16 Januari 2014, Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama untuk melakukan Jasa Perencanaan Infrastruktur Proyek Trade Mall Vivo Sentul di Jalan Raya Jakarta Bogor Km 50 - Cimandala Bogor dengan nilai pekerjaan sebesar Rp ,00 (dua ratus empat puluh dua juta Rupiah). 75

177 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Per 31 Desember 2013 dan 2012 Dan untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 39. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA (Lanjutan) 4. Surat Perintah Kerja dari PT Tirta Persada Developments kepada PT Meco Systech Internusa untuk Jasa Perencanaan M&E Proyek Trade Mall Vivo Sentul di Jalan Raya Jakarta Bogor Km 50 - Cimandala Bogor pada tanggal 28 Januari 2014 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp ,00 (tujuh ratus tiga puluh lima juta lima ratus ribu Rupiah). 5. Pada tanggal 10 Februari 2014 telah dilakukan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara PT Mega Pasanggrahan Indah dengan PT Istana Makmur Sehjahtera untuk pekerjaan sebagai Marketing and Sales Inhouse (menjadi agen tunggal) untuk apartemen Cinere Bellevue Suites, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial, dan Cinere Terrace Suite yang terletak di kawasan Perumahan Puri Cinere. 6. Pada tgl 10 Februari 2014 telah dilakukan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara PT Mega Pasanggrahan Indah dengan PT Istana Makmur Sehjahtera untuk pekerjaan sebagai Marketing and Sales Inhouse (menjadi agen tunggal) untuk apartemen Cinere Bellevue Suites, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial, dan Cinere Terrace Suite yang terletak di kawasan Perumahan Puri Cinere. 40. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian merupakan tanggung jawab manajemen dan telah disetujui oleh Dewan Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 25 Maret

178 PT. Megapolitan Developments, Tbk. Management Office The Bellagio Residence Jl. Mega Kuningan Barat Kav. E4 No. 3 Jakarta Indonesia Tel : Fax : [email protected] 96 Laporan Tahunan EMDE 2013

Profil Dewan Komisaris

Profil Dewan Komisaris Pengurus PT Megapolitan Developments Tbk Profil Dewan Komisaris Sudjono Barak Rimba Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, berusia 80 tahun, pernah menempuh pendidikan di Universitas Gamalia Fakultas

Lebih terperinci

P R E S S R E L E A S E

P R E S S R E L E A S E P R E S S R E L E A S E 714,86% Peningkatan Laba Bersih Berhasil Diraih Megapolitan Developments Jakarta, 24 Juni 2014 Tahun 2013 merupakan tahun yang membanggakan. Berbekal Kerja Keras dan Kerja Sama

Lebih terperinci

Megapolitan Kembangkan Kawasan Bisnis di Cinere, Sentul dan Karawaci

Megapolitan Kembangkan Kawasan Bisnis di Cinere, Sentul dan Karawaci Megapolitan Kembangkan Kawasan Bisnis di Cinere, Sentul dan Karawaci Jakarta, 25 Juni 2013 PT Megapolitan Developments Tbk (kode emiten BEI: EMDE) sebagai salah satu perusahaan developer terkemuka menyelenggarakan

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE. Bringing Dreams to Life

COMPANY PROFILE. Bringing Dreams to Life COMPANY PROFILE Bringing Dreams to Life 1 2 DAFTAR ISI Visi 4 Misi & Budaya Perusahaan 5 The Milestones 6 CBD Centro Cinere 8 Cinere Bellevue Suites & Mall 10 Cinere One Commercial Park 12 Cinere One Residence

Lebih terperinci

Step Ahead to Better Living

Step Ahead to Better Living Step Ahead to Better Living Laporan Tahunan EMDE 2014 1 Concept Bentuk dasar desain segilima berasal dari sebuah ilustrasi tangan yang saling berpegangan yang melambangkan kerja sama dari beberapa anggota

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

Laporan Tahunan. Annual Report. PT Megapolitan Developments Tbk Laporan Tahunan 2015 PT Megapolitan Developments Tbk 1

Laporan Tahunan. Annual Report. PT Megapolitan Developments Tbk Laporan Tahunan 2015 PT Megapolitan Developments Tbk 1 Laporan Tahunan 2015 Annual Report PT Megapolitan Developments Tbk Laporan Tahunan 2015 PT Megapolitan Developments Tbk 1 Developing Through Sustainable Growth 2 Laporan Tahunan 2015 PT Megapolitan Developments

Lebih terperinci

Investor Update. Berdasarkan Segment. Pertumbuhan Pendapatan. Hasil Kinerja Keuangan 2015 & Marketing Sales Triwulan Investor yang terhormat,

Investor Update. Berdasarkan Segment. Pertumbuhan Pendapatan. Hasil Kinerja Keuangan 2015 & Marketing Sales Triwulan Investor yang terhormat, Investor Update April 2016 English Hasil Kinerja Keuangan 2015 & Marketing Sales Triwulan 1 2016 Investor yang terhormat, Bersama ini kami sampaikan bahwa PT Intiland Development Tbk telah mengumumkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selama tahun tersebut. Menurunnya daya beli masyarakat yang dipicu dari

BAB I PENDAHULUAN. selama tahun tersebut. Menurunnya daya beli masyarakat yang dipicu dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2015 memberikan pengaruh tersendiri terhadap pertumbuhan beberapa sektor industri dalam negeri, tak terkecuali bagi sektor properti.

Lebih terperinci

PT Duta Anggada Realty Tbk. PAPARAN PUBLIK. Assembly Hall Citywalk Sudirman 23 Juni 2017

PT Duta Anggada Realty Tbk. PAPARAN PUBLIK. Assembly Hall Citywalk Sudirman 23 Juni 2017 PT Duta Anggada Realty Tbk. PAPARAN PUBLIK Assembly Hall Citywalk Sudirman 23 Juni 2017 1 SEKILAS PERSEROAN Berdiri pada tahun 1983 dan tercatat di Bursa Efek pada tahun 1990 Memiliki pengalaman lebih

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Materi dalam penelitian ini berisikan tentang penganalisaan kinerja keuangan yang menyangkut perusahaan yang bergerak dibidang real estate

Lebih terperinci

URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI

URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI URAIAN KETERBUKAAN INFORMASI ATAS TRANSAKSI AFILIASI PENDAHULUAN Keterbukaan Informasi atas Transaksi Afiliasi memuat informasi mengenai transaksi pembelian tanah kavling antara Perseroan dan Entitas Anak,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan menjadi lebih baik dan stabil

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan menjadi lebih baik dan stabil BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan menjadi lebih baik dan stabil menurut data yang diperoleh dari International Monetary Fund (IMF). Berikut adalah grafik yang

Lebih terperinci

PUBLIC EXPOSE. 24 April 2013

PUBLIC EXPOSE. 24 April 2013 PUBLIC EXPOSE 24 April 2013 DAFTAR ISI PROFIL PERSEROAN - Informasi Perseroan 2 - Komposisi Pemegang Saham 4 - Susunan Dewan Komisaris dan Direksi 6 - Struktur Entitas Anak 9 - Kegiatan Perseroan 11 IKHTISAR

Lebih terperinci

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk merupakan salah satu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti dan real estate. Perusahaan ini terletak dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dibandingkan kawasan lain di Jabotabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok,

BAB 1 PENDAHULUAN. Dibandingkan kawasan lain di Jabotabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dibandingkan kawasan lain di Jabotabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok, Cibubur-lah wilayah yang mengalami pembangunan properti yang paling pesat, utamanya pembangunan

Lebih terperinci

harto

harto harto 0878-8389-8580 harto.mok[@]gmail.com harto 0878-8389-8580 Summarecon Bandung mempersembahkan Magna, kawasan mandiri dengan akses mudah dan lokasi terdepan dari exit tol Gedebage KM 149 Padaleunyi.

Lebih terperinci

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL (Mata Uang Rupiah) DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS. pengelola real estat terpadu dalam bidang ritel, komersial dan pemukiman real

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS. pengelola real estat terpadu dalam bidang ritel, komersial dan pemukiman real BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) adalah pemilik, pengembang dan pengelola real estat terpadu dalam bidang ritel, komersial dan pemukiman real

Lebih terperinci

Apartemen Dramaga Bogor Tower Dijual Perdana Rp. 247 Jutaan

Apartemen Dramaga Bogor Tower Dijual Perdana Rp. 247 Jutaan Tower Dijual Perdana Rp. 247 Jutaan Tower @ City, A Clearly Profitable Investment Tower Bogor Penjualan Perdana Tower di Bogor dengan harga jual perdana mulai daripada Rp. 247 jutaan dengan BAYAR 50% SISANYA

Lebih terperinci

PUBLIC EXPOSE TAHUN 2017 PT GREENWOOD SEJAHTERA TBK

PUBLIC EXPOSE TAHUN 2017 PT GREENWOOD SEJAHTERA TBK z PUBLIC EXPOSE TAHUN 2017 PT GREENWOOD SEJAHTERA TBK Profil Perusahaan 1990 Pendirian PT Greenwood Sejahtera Tbk 2008 Pemegang Saham mengakuisisi saham Perseroan 100% Memulai pembangunan Proyek Superblok

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tantangan Sektor Properti

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tantangan Sektor Properti BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Tantangan Sektor Properti Tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Demikian pula di kota-kota besar, perumahan

Lebih terperinci

PT Lippo Cikarang Tbk. 5 April 2012

PT Lippo Cikarang Tbk. 5 April 2012 PT Lippo Cikarang Tbk P A P A R A N 5 April 2012 P U B L I K DAFTAR ISI PROFIL PERSEROAN Informasi Perseroan 2 Komposisi Pemegang Saham 3 Susunan Komisaris dan Direksi 4 Struktur Entitas Anak 6 Kegiatan

Lebih terperinci

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Triwulan III I - 2007 Perkembangan Properti Komersial di wilayah Jabodebek (q-t-q) : Perkembangan pasokan baru properti komersial yang cukup pesat terjadi pada perkantoran sewa,

Lebih terperinci

V E R S I P U B L I K

V E R S I P U B L I K PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A12412 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT GARUDA ADHIMATRA INDONESIA OLEH PT ALAM SUTERA REALTY TBK LATAR BELAKANG 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 27 Mei 2010

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 27 Mei 2010 PT Lippo Cikarang Tbk P A P A R A N P U B L I K 27 Mei 2010 DAFTAR ISI PROFIL PERUSAHAAN Informasi Perusahaan 2 Komposisi Pemegang Saham 3 Susunan Komisaris dan Direksi 4 Struktur Perusahaan Anak 6 Kegiatan

Lebih terperinci

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN 30 September 2011 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2010 (Diaudit) Dan Untuk Periode 9 (Sembilan) Bulan Yang Berakhir Pada

Lebih terperinci

PT PP PROPERTI Tbk INVESTOR SUMMIT. Jakarta, 10 November

PT PP PROPERTI Tbk INVESTOR SUMMIT. Jakarta, 10 November www.pp-properti.com PT PP PROPERTI Tbk INVESTOR SUMMIT Jakarta, 10 November 2015 DAFTAR ISI SEKILAS PERUSAHAAN PROYEK-PROYEK KINERJA STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PENGEMBANGAN RJPP PENGHARGAAN 1 SEKILAS

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3

DAFTAR ISI. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3 DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian... 1 2 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian... 3 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian... 4 Laporan Arus Kas

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT PRIMA BUANA INTERNUSA didirikan pada Februari 2006 dan merupakan anak perusahaan dari AGUNG PODOMORO GROUP, properti terbesar dan pengembang

Lebih terperinci

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 24 April 2009

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 24 April 2009 PT Lippo Cikarang Tbk P A P A R A N P U B L I K 24 April 2009 DAFTAR ISI PROFIL PERUSAHAAN Informasi Perusahaan 2 Komposisi Pemegang Saham 3 Susunan Komisaris dan Direksi 4 Struktur Perusahaan Anak 6 Kegiatan

Lebih terperinci

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember (Diaudit) dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal (Tidak Diaudit) Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan

Lebih terperinci

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN KONSOLIDASI SEBESAR Rp MILIAR DAN MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 132 MILIAR PADA KUARTAL I 2016

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN KONSOLIDASI SEBESAR Rp MILIAR DAN MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 132 MILIAR PADA KUARTAL I 2016 Press Release SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN KONSOLIDASI SEBESAR Rp 1.180 MILIAR DAN MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 132 MILIAR PADA KUARTAL I 2016 Consolidated Financial Statements First Quarter 2016 (in billion

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN 6 BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Agung Sedayu Group merupakan salah satu properti developer terkemuka di Indonesia. Kepercayaan para pembeli terhadap pelayanan yang diberikan selama lebih

Lebih terperinci

Apartemen BLVD Natura Dijual Perdana 2017 di Cinere Depok

Apartemen BLVD Natura Dijual Perdana 2017 di Cinere Depok Apartemen BLVD Natura Dijual Perdana 2017 di Cinere Depok BLVD NATURA apartemen terbaru 2017 di Selatan Jakarta. Segera launching hunian bernuansa hutan dalam kota bergaya tropis, apartemen BLVD Natura

Lebih terperinci

2018 Rp miliar. Laba bersih** (2) Laba bersih per saham (2) 31 Maret 2018 Rp miliar. Nilai aset bersih per saham***

2018 Rp miliar. Laba bersih** (2) Laba bersih per saham (2) 31 Maret 2018 Rp miliar. Nilai aset bersih per saham*** PRESS RELEASE 24 April 2018 PT Astra International Tbk (Grup Astra atau Perseroan) Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2018 Ikhtisar Laba bersih per saham turun 2% menjadi 123 Pangsa pasar mobil dan motor

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN

TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Jakarta Selatan merupakan bagian dari wilayah Ibu Kota Indonesia yang terus berkembang dan semakin maju. Wilayah Jakarta Selatan diperuntukkan sebagai daerah

Lebih terperinci

The Canary Serpong Apartment Dijual Rp. 300 Jutaan

The Canary Serpong Apartment Dijual Rp. 300 Jutaan The Canary Serpong Apartment Dijual Rp. 300 Jutaan The Canary Serpong The Canary Serpong Apartment, launching perdana penjualan apartemen terbaru di BSD City 2018 oleh Trimitra Land dengan lokasi di Jl.

Lebih terperinci

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Dengan Laporan Auditor Independen PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS TBK DAN ENTITAS ANAK 31 Desember 2013 dan 2012 (Mata Uang Rupiah) DAFTAR ISI Halaman Laporan Auditor Independen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan di industri building construction yang sudah masuk di listing Bursa Efek Indonesia per 8 Agustus 2011.

Lebih terperinci

PENJELASAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2018 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN )

PENJELASAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2018 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN ) PENJELASAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2018 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN ) Mata Acara 1 Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2017 Perseroan akan menyampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. barang jadi, dan menjualnya kepada konsumen (perusahaan manufaktur).

BAB I PENDAHULUAN. barang jadi, dan menjualnya kepada konsumen (perusahaan manufaktur). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di sekitar kita terdapat begitu banyak perusahaan dengan berbagai aktivitas dan bidang usaha serta produk yang berbeda. Mulai dari perusahaan yang menjual jasa

Lebih terperinci

Dijual Apartemen Southeast Capital Cipayung Jakarta Timur

Dijual Apartemen Southeast Capital Cipayung Jakarta Timur Dijual Apartemen Cipayung Timur, pre-launching penjualan apartemen terbaru Cipayung, Timur dengan harga jual perdana daripada Rp. 455 jutaan. akan menjadi superblock terbesar di Cipayung, dengan lifestyle

Lebih terperinci

CIPUTRA MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA

CIPUTRA MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA CIPUTRA MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA Ciputra. Dialah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki

Lebih terperinci

Perumahan Baru Keppel Land & Metland

Perumahan Baru Keppel Land & Metland The Riviera at Puri Perumahan Baru Keppel Land & Metland perumahan-the-riviera-puri The Riviera at Puri, nama proyek terbaru kolaborasi developer ternama Keppel Land dan Metropolitan Land. Memiliki posisi

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Dan hal yang akan dibahas oleh penulis dalam bab ini adalah

Lebih terperinci

Woodland Park Residence Apartemen Baru di Kalibata

Woodland Park Residence Apartemen Baru di Kalibata Woodland Park Residence Apartemen Baru di Kalibata Apartemen Woodland Park Residence di Kalibata Woodland Park Residence merupakan apartemen baru di Kalibata yang akan dibangun oleh Pardika Wisthi Sarana

Lebih terperinci

Paparan Publik. 04 Juni 2018

Paparan Publik. 04 Juni 2018 Paparan Publik 04 Juni 2018 Ringkasan Kinerja (Laporan Laba Rugi) (miliar Rp) 1Q18 1Q17 % YoY Pendapatan 1,358 1,271 7% Berasal dari kenaikan secara year-on year di segmen pengembangan properti dan pendapatan

Lebih terperinci

Selamat Datang di Swarnabumi Bintaro

Selamat Datang di Swarnabumi Bintaro 1 Selamat Datang di Swarnabumi Bintaro "Apartemen Pekerja Eksklusif Pertama di Indonesia" - Inilah yang menjadi visi awal kami di balik Apartemen Swarnabumi Bintaro. Kami peduli terhadap para profesional

Lebih terperinci

Orchard Park Batam Proyek Terbaru Agung Podoromo di Batam

Orchard Park Batam Proyek Terbaru Agung Podoromo di Batam Proyek Terbaru Agung Podoromo di Proyek Terbaru Agung Podoromo di adalah proyek terbaru Agung Podomoro Land di Pulau. Merambah luar pulau Jawa, akan dibangun hunian rumah, apartemen dan komersial area

Lebih terperinci

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Perkembangan Properti Komersial di wilayah Jabodetabek (q-t-q) : Triwulan II I - 2007 Jakarta: pasokan perkantoran bertambah tetapi tingkat hunian masih meningkat dengan tarif

Lebih terperinci

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 24 Februari 2011

PT Lippo Cikarang Tbk. P A P A R A N P U B L I K 24 Februari 2011 PT Lippo Cikarang Tbk P A P A R A N P U B L I K 24 Februari 2011 DAFTAR ISI PROFIL PERUSAHAAN Informasi Perusahaan 2 Komposisi Pemegang Saham 3 Susunan Komisaris dan Direksi 4 Struktur Perusahaan Anak

Lebih terperinci

Edisi Desember 2015 GROUNDBREAKING. Vivo Sentul. Kiat Memilih Properti Komersial. Untuk Investasi + Mengunjungi Pameran

Edisi Desember 2015 GROUNDBREAKING. Vivo Sentul. Kiat Memilih Properti Komersial. Untuk Investasi + Mengunjungi Pameran 1 Edisi Desember 2015 GROUNDBREAKING Vivo Sentul Kiat Memilih Properti Komersial Untuk Investasi + Mengunjungi Pameran 2 SAMBUTAN REDAKSI Para pelanggan yang kami hormati, Di penghujung tahun 2015 ini,

Lebih terperinci

Indonesia Property Market Overview 4 th Quarter 2015

Indonesia Property Market Overview 4 th Quarter 2015 Indonesia Property Market Overview 4 th Quarter 2015 Coldwell Banker Commercial Kawasan Bisnis Granadha, 12 th B Floor Jl. Jenderal Sudirman Kav. 50 Jakarta 12930 Indonesia Phone : +62 21 255 39 388 Fax

Lebih terperinci

1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Perseroan Tahun Prospek Usaha 5. Agenda / Hasil RUPS Tanya Jawab

1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Perseroan Tahun Prospek Usaha 5. Agenda / Hasil RUPS Tanya Jawab PT Summarecon Agung Tbk Public Expose Klub Kelapa Gading, Jakarta, 5 Juni 2013 1 Daftar Isi 1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Perseroan Tahun 2012 4. Prospek Usaha 5. Agenda / Hasil RUPS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan. Nilai

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan. Nilai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham meningkat.

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. Setelah Jakarta kian sesak akibat maraknya pembangunan properti, apartemen pun merambah daerah di luar Ibu Kota Jakarta yaitu Bekasi,

BAB I PENGANTAR. Setelah Jakarta kian sesak akibat maraknya pembangunan properti, apartemen pun merambah daerah di luar Ibu Kota Jakarta yaitu Bekasi, BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Setelah Jakarta kian sesak akibat maraknya pembangunan properti, apartemen pun merambah daerah di luar Ibu Kota Jakarta yaitu Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor menjadi

Lebih terperinci

Ruko Pasar Modern Timur BSD Dijual Perdana Rp. 3 Milyaran

Ruko Pasar Modern Timur BSD Dijual Perdana Rp. 3 Milyaran Ruko Timur BSD Dijual Perdana Rp. 3 Milyaran Ruko Timur BSD dijual perdana dengan harga mulai daripada Rp. 3 milyaran dengan luas tanah 48 m2 dan bangunan mulai daripada 136 m2 dimana tiap unit adalah

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN KERJASAMA

PROPOSAL PENAWARAN KERJASAMA PROPOSAL PENAWARAN KERJASAMA BINTARO PAVILION APARTMENT Jl. Pondok Betung Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan Contact: ARIS - 081310160719 i DAFTAR ISI DAFTAR ISI... ii LATAR BELAKANG... 1 MAKSUD DAN

Lebih terperinci

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp MILIAR DAN LABA BERSIH SEBESAR Rp 415 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU Full Year 2014 Periode Tahun 2014

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp MILIAR DAN LABA BERSIH SEBESAR Rp 415 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU Full Year 2014 Periode Tahun 2014 Press Release SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp 4.464 MILIAR DAN LABA BERSIH SEBESAR Rp 415 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU 2014 Financial Statement (Audited) Laporan Keuangan (Audited) Full Year 2014 Periode

Lebih terperinci

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp MILIAR DAN. MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 204 MILIAR PADA KUARTAL I 2015

SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp MILIAR DAN. MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 204 MILIAR PADA KUARTAL I 2015 Press Release SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR Rp 1.317 MILIAR DAN MERAIH LABA BERSIH SEBESAR Rp 204 MILIAR PADA KUARTAL I 2015 Financial Statement (Unaudited) (in billion Rp) 1Q15 1Q14 YoY Revenues

Lebih terperinci

Ikhtisar Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Tahun 2016

Ikhtisar Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Tahun 2016 Siaran Pers SSIA MEMBUKUKAN PENDAPATAN KONSOLIDASI Rp3.797 MILIAR dan LABA BERSIH Rp63 MILIAR UNTUK TAHUN BUKU 2016 Ikhtisar Keuangan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Tahun 2016 Consolidated Financial

Lebih terperinci

PROFIL DAN PENCAPAIAN PERSEROAN

PROFIL DAN PENCAPAIAN PERSEROAN PT DUTA PERTIWI TBK PROFIL DAN PENCAPAIAN PERSEROAN SEJARAH PERSEROAN Terdaftar di Bursa Efek Surabaya total saham 225 juta lembar dengan harga Rp 3.150/saham Pembagian saham bonus sebanyak 1 untuk 4 lembar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tingkat pertumbuhan penduduk seiring berjalannya waktu yang terus

BAB I PENDAHULUAN. Tingkat pertumbuhan penduduk seiring berjalannya waktu yang terus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingkat pertumbuhan penduduk seiring berjalannya waktu yang terus menerus mengalami pelonjakan mendorong peningkatan akan kebutuhan primer. Salah satu kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1 BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 1.1 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN Pertumbuhan bisnis properti yang semakin pesat tidak saja memberikan profit bagi para pengembang dan perusahaan kontruksi, tetapi juga mendatangkan

Lebih terperinci

Penjelasan Mengenai Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank QNB Indonesia Tbk

Penjelasan Mengenai Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank QNB Indonesia Tbk Penjelasan Mengenai Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank QNB Indonesia Tbk Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( Rapat ) PT Bank QNB Indonesia Tbk (

Lebih terperinci

Smart Time. Buy ENDS MAY 31 ST THE. intiland.com/smartdeals # INTILANDSMARTDEALS

Smart Time. Buy ENDS MAY 31 ST THE. intiland.com/smartdeals # INTILANDSMARTDEALS THE Smart Time TO Buy ENDS MAY 31 ST # INTILANDSMARTDEALS intiland.com/smartdeals Apa yang menarik dari Intiland Smart Deals? SEKARANG WAKTUNYA UNTUK MENCARI TAHU! Hingga 31 Mei, gunakanlah kesempatan

Lebih terperinci

Green Living Concept?

Green Living Concept? EDISI MARET 2016 Apa Saja Yang Perlu Diketahui Mengenai Green Living Concept? Proyek Update Progres Pengembang CINERE - BOGOR - KARAWACI 1 SAMBUTAN MANAJEMEN Para konsumen budiman, Sepanjang tahun 2015,

Lebih terperinci

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY 9+-* SURVEI PROPERTI KOMERSIAL COMMERCIAL PROPERTY SURVEY Juni Harga properti komersial sewa/jual pada bulan Juni secara bulanan relatif stabil sementara secara tahunan mengalami peningkatan. Secara bulanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan properti di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan properti di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan terjadinya krisis ekonomi dan moneter di Indonesia sektor properti menjadi salah satu sektor yang paling parah menderita kerugian karena peristiwa tersebut.

Lebih terperinci

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL

SURVEI PROPERTI KOMERSIAL SURVEI PROPERTI KOMERSIAL Triwulan I - 2008 Perkembangan Properti Komersial di wilayah Jabodebek (q-t-q) : Penambahan pasokan baru properti komersial pada triwulan I-2008 terjadi pada subsektor perkantoran

Lebih terperinci

PT SURYAMAS DUTAMAKMUR TBK

PT SURYAMAS DUTAMAKMUR TBK PT SURYAMAS DUTAMAKMUR TBK PAPARAN PUBLIK Jumat, 12 Desember 2014 R Hotel Rancamaya, Bogor DAFTAR ISI I. Ringkasan Perusahaan II. Perkembangan Industri Properti Saat Ini III. Performa Keuangan IV. Inisiatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri properti merupakan industri yang sedang mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia pada saat ini. Perkembangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor,

Lebih terperinci

Cluster Chiara Suvarna Sutera, Rumah Baru Dijual Rp. 1,1 Miliaran

Cluster Chiara Suvarna Sutera, Rumah Baru Dijual Rp. 1,1 Miliaran Cluster Chiara Suvarna Sutera, Rumah Baru Dijual Rp. 1,1 Miliaran Cluster Chiara, perumahan cluster terbaru Alam Sutera 2017 di Suvarna. Rumah cluster Chiara Suvarna dijual perdana mulai daripada Rp. 1.1

Lebih terperinci

PT Lionmesh Prima Tbk

PT Lionmesh Prima Tbk PT Lionmesh Prima Tbk Public Expose Hotel JW Marriott, 06 Juni 2017 Daftar Isi Profil Perusahaan Tinjauan Ekonomi Kinerja Perusahaan Tanggung Jawab Sosial (CSR) Prospek Usaha 2017 Target Usaha 2017 Pabrik

Lebih terperinci

KINERJA MPPA SEMESTER PERTAMA TAHUN 2016 PENDAPATAN MENINGKAT SEBESAR 2,1% Q2 MENUNJUKKAN PERBAIKAN YANG KUAT

KINERJA MPPA SEMESTER PERTAMA TAHUN 2016 PENDAPATAN MENINGKAT SEBESAR 2,1% Q2 MENUNJUKKAN PERBAIKAN YANG KUAT SIARAN PERS Untuk Disiarkan Segera KINERJA MPPA SEMESTER PERTAMA TAHUN 2016 PENDAPATAN MENINGKAT SEBESAR 2,1% Q2 MENUNJUKKAN PERBAIKAN YANG KUAT Ikhtisar: 1H 2016 diiringi oleh pertumbuhan Penjualan Q2

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahwa sektor property dan real estate merupakan sektor bisnis yang cukup

BAB I PENDAHULUAN. bahwa sektor property dan real estate merupakan sektor bisnis yang cukup BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fenomena industri yang berkembang pada saat ini menggambarkan bahwa sektor property dan real estate merupakan sektor bisnis yang cukup berkembang dan menjanjikan. Perkembangan

Lebih terperinci

EDISI JANUARI Akhir Tahun, Sky Tower. Galleria Mall Vivo Sentul JAN

EDISI JANUARI Akhir Tahun, Sky Tower. Galleria Mall Vivo Sentul JAN EDISI JANUARI 2017 Akhir Tahun, Megapolitan DEVELOPMENTS Luncurkan Apartemen Sky Tower PT PP (Persero) Tbk ditunjuk oleh Megapolitan untuk membangun Galleria Mall Vivo Sentul INI DIA INVESTASI PROPERTI

Lebih terperinci

Trans Juanda Bekasi Apartemen Dijual Perdana Rp. 291 Jutaan

Trans Juanda Bekasi Apartemen Dijual Perdana Rp. 291 Jutaan Trans Park @ Juanda Bekasi Apartemen Dijual Perdana Rp. 291 Jutaan Trans Park Juanda Bekasi Trans Park @ Juanda Bekasi, proyek superblock terbaru Trans Property. Launching perdana penjualan apartemen Trans

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan PT. Cipta Graha Sejahtera adalah perusahaan nasional yang dibangun pada tahun 1987 sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi. Berperan

Lebih terperinci

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007 P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

PAPARAN PUBLIK 22 JUNI GEDUNG BANK YUDHA BHAKTI Jalan Raya Darmo no , Surabaya

PAPARAN PUBLIK 22 JUNI GEDUNG BANK YUDHA BHAKTI Jalan Raya Darmo no , Surabaya 22 PAPARAN PUBLIK 22 JUNI 2012 GEDUNG BANK YUDHA BHAKTI Jalan Raya Darmo no. 54-56, Surabaya KINERJA 2011 ANALISA KINERJA 2011 OUTLOOK & PLANNING 2012 PAPARAN PROJECT KINERJA 2011 I. PENDAPATAN & LABA

Lebih terperinci

PT Victoria Investama Tbk

PT Victoria Investama Tbk Materi Presentasi Public Expose PT Victoria Investama Tbk Graha BIP - Jakarta, 27 Juni 2014 Victoria Suites Senayan City, Panin Tower 8th Floor Jl. Asia Afrika Lot. 19 Jakarta 10270, Indonesia Telephone

Lebih terperinci

MEIKARTA Cikarang Kota Jakarta Baru oleh Lippo

MEIKARTA Cikarang Kota Jakarta Baru oleh Lippo MEIKARTA Cikarang Kota Jakarta Baru oleh Lippo MEIKARTA, nama dari sebuah proyek kota Jakarta Baru oleh developer LIPPO diatas lahan seluas +- 2,200 hektar dan akan berdiri 100 gedung pencakar langit,

Lebih terperinci

BAB II DATA TEKNIS PROYEK. Kemayoran ini memiliki 6 tower yang super megah terdiri dari 1 Conho (Condo

BAB II DATA TEKNIS PROYEK. Kemayoran ini memiliki 6 tower yang super megah terdiri dari 1 Conho (Condo BAB II DATA TEKNIS PROYEK 2.1. Latar Belakang Proyek Menara Jakarta yang berlokasi di Jakarta Pusat berada di depan JIEXPO Kemayoran ini memiliki 6 tower yang super megah terdiri dari 1 Conho (Condo &

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia sebagai Negara berkembang memiliki pertumbuhan di berbagai sector yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia sebagai Negara berkembang memiliki pertumbuhan di berbagai sector yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia sebagai Negara berkembang memiliki pertumbuhan di berbagai sector yang ada. sektor infrastruktur merupakan salah satu aspek penting yang menjadi

Lebih terperinci

Pendapatan bersih (7) Laba bersih* (22) Laba bersih per saham (22) 31 Maret 2016 Rp miliar

Pendapatan bersih (7) Laba bersih* (22) Laba bersih per saham (22) 31 Maret 2016 Rp miliar 26 April 2016 PT Astra International Tbk (Grup Astra atau Perseroan) Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2016 PRESS RELEASE Ikhtisar Laba bersih per saham menurun 22 menjadi Rp 77 Pasar otomotif secara moderat

Lebih terperinci

MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS

MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS Press Release Untuk Disiarkan Segera MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS Serpong (Februari 2015) Di awal tahun 2015 ini, Atria Hotel & Conference

Lebih terperinci

Apartemen Puncak Dharmahusada Surabaya Timur

Apartemen Puncak Dharmahusada Surabaya Timur Apartemen Puncak Surabaya Timur Apartemen Puncak adalah proyek apartemen baru di Surabaya Timur yang akan dibangun oleh Group Puncak dengan status kepemilikan hak milik / strata title. Puncak apartment

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan zaman yang mengacu dan bergerak kepada modernitas. Di kota

BAB I PENDAHULUAN. perubahan zaman yang mengacu dan bergerak kepada modernitas. Di kota BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gaya hidup masyarakat semakin hari semakin berkembang mengikuti perubahan zaman yang mengacu dan bergerak kepada modernitas. Di kota besar dan metropolitan seperti

Lebih terperinci