BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Shinta Salim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Kalisari Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Siswa kelas IV berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Berdasarkan data yang telah diperoleh peneliti menemukan permasalahan bahwa hasil belajar 58 % siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA khususnya materi Sumber daya alam dibawah KKM. SD Negeri Kalisari memiliki 6 kelas dari kelas I sampai kelas VI dengan jumlah siswa 135 siswa yang terdiri dari 59 siswa laki-laki dan 76 siswa perempuan. Memiliki 1 kepala sekolah, 6 guru kelas yang PNS dan dan 2 guru wiyata bakti. Hubungan dengan komite sekolah sangat baik, hal ini ditunjukkan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh SD Negeri Kalisari, komite sekolah selalu dilibatkan untuk memajukan SD Negeri Kalisari. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa skor harian siswa kelas IV SD Negeri Kalisari masih di bawah KKM. Hal ini ditunjukkan dari rekapitulasi hasil penilaian ulangan harian siswa. Sebagian siswa masih mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu dengan nilai KKM hanya 70 peserta didik hanya mampu mencapai ratarata 56. dengan 14 siswa belum tuntas belajar dan hanya 10 siswa yang tuntas belajar sesuai dengan KKM yang telah ditentukan. 4.2 Deskripsi dan Pelaksanaan Tindakan Sebelum perbaikan pembelajaran pada siklus I perlu diketahui skor tes yang diperoleh siswa dari hasil pembelajaran pra siklus. Adapun persentase hasil belajar pra siklus dapat dilihat pada tabel
2 22 Tabel 1.1 Nilai Tes Pra Siklus No Nilai Frekwensi Persentase % % % % % JUMLAH % Adapun skor ketuntasan belajar pra siklus mata pelajaran IPA siswa kelas IV dapat dilihat pada tabel 1.2. Tabel 1.2 Ketuntasan Belajar Pra Siklus Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 No Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Persentase 1 70 () % 2 < 70 (Belum ) % Jumlah % Dari tabel 1.2 dapat ditemukan siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau KKM 70 hanya sebanyak 10 siswa (42 %), dan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar atau < 70 sebanyak 14 siswa (58 %. Dan rendahnya skor rata-rata kelas yang hanya mencapai 56 dan masih dibawah KKM 70. Melihat tingkat ketuntasan belajar yang masih rendah, maka penulis akan melakukan sebuah penelitian tindakan kelas sesuai dengan rancangan penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.
3 23 Dalam penelitian tersebut peneliti akan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yang akan diterapkan melalui dua siklus yaitu pada materi sumber daya alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA semester II. Hal ini dapat disampaikan melalui diagram 1. Diagram 1 Ketuntasan Belajar Pra Siklus Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari Semester II Tahun Pelajaran 2011/ Tidak Tidak 4.3 Diskripsi Hasil Siklus I Perencanaan Tindakan Perbaikan pembelajaran pada siklus I dilakukan untuk pokok bahasan Sumber Daya Alam dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Perbaiakan pembelajaran pada siklus I merupakan perbaikan pembelajaran dari hasil pembelajaran yang dilaksanakan sebelumnya. Sebelum dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran, dilakukan pre-tes untuk mengetahui seberapa jauh hasil belajar yang dimiliki siswa kelas IV SD Negeri Kalisari. Ternyata dalam mengerjakan tes, baik tes dalam proses maupun tes akhir hasilnya
4 24 kurang memuaskan dan waktu yang digunakan terlalu lama. Adapun dari hasil pre-tes diperoleh nilai rata-rata 56 dan sebagian siswa nilainya masih dibawah KKM Pelaksanaan tindakan. Setelah mengadakan pemebelajaran pra Siklus dan direfleksi, guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang sudah direncanakan dalam rencana Pelaksanaan pembelajaran. Nilai Siklus I dapat dilihat dari tabel 2. Dari data tersebut dapat dilihat adanya kenaikan keteuntasan belajar yaitu dari 10 (42 %) siswa yang tuntas belajar menjadi 16 (67 %) Hasil Pengamatan Pengamatan atau hasil observasi dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan. data yang dikumpulkan meliputi data : 1) Perilaku siswa selama proses pembelajaran 2) Penilaian hasil pelaksanaan pemebelajaran 3) Aktifitas guru selama pembelajaran Guru berkolaborasi dengan teman sejawat untuk mengamati pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Hasil pengamatan observer tentang siswa antara lain beberapa siswa mulai memahami konsep sumber daya alam melalui model pemeblajaran kooperatif tipe STAD, namun dalam siklus I ini, guru belum maksimal dalam menerapkan model pemebelajaran kooperatif tipe STAD kepada siswa, terbukti nampak masih adanya siswa yang pasif ketika kegiatan pembelajaran berlangsung Refleksi Refleksi dilaksanakan untuk mengulas pembelajaran yang sudah dlaksanakan. pada kegiatan ini ditemukan beberapa kekurangan dalam pembelajaran antara lain : 1) Siswa belum maksimal dalam menerima materi pelajaran karaena penjelasan guru tentang materi sumber daya alam dengan menggunakan model kooperatif STAD terlalu cepat, 2) Guru belum maksimal dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kepada siswa. Berdasarkan hasil refleksi tersebut dipandang perlu adanaya rencana tindakan sebagai berikut : 1) Guru tidak terlalu cepat dalam menjelaskan materi,
5 25 2) Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru harus membuat perencanaan yang matang serta memeperhitungkan waktu yang ada. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang skor nilai tes siswa pada siklus I dapat ditunjukkan dalam bentuk tabel 2.1 Tabel 2.1 Nilai Tes Siklus I No Nilai Frekwensi Persentase % % % % % JUMLAH % Adapun skor ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 2.2 Tabel 2.2 Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I Model pemeblajaran Tipe STAD Kelas IV SD Negeri Kalisari Semester II Tahun pelajaran 2011/2012 Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Persentase (%) 70 () < 70 (Belum) 8 33 Jumlah Berdasarakan data dari distribusi skor tes dan distribusi ketuntasan belajar pada pembelajaran yang dilakukan didalam kelas menggunakan model pembelajaran tipe STAD. Pada skor tes dan distribusi ketuntasan belajar pada pembelajaran pra siklus yang dilakuka di dalam kelas hanya mencapai ketuntasan 42 % setelah diadakan perbaikan dengan
6 26 menggunakan model pembelajaran tipe STAD pada siklus I ketuntasan belajar meningkat menjadi 67 %. Hal ini dapat ditunjukkan dengan digaram 2. Diagram 2 Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I Model Pembelajaran Tipe STAD Siswa Kelas IV SD Negeri Kalisari Semester II Tahun Pelajaran 2010/ Tidak Tidak Pada diagram 2 dapat dilihat untuk hasil pembelajaran pada siklus I mengalami peningkatan, namun pembelajaran pada siklus I ini masih perlu perbaikan. Karena masih ada 8 siswa (33 %) yang nilainya masih dibawah KKM atau < 70. Hal ini belum memuaskan penulis, karena ketuntasan belajar masih jauh dari yang ditargetkan peneliti, yaitu ketuntasan belajar mencapai 80 %. Oleh karena itu, masih diperlukan perbaikan pembelajaran skilus II.
7 Deskripsi Siklus II Perencanaan Tindakan Pelaksanaan pembelajaran siklus II merupakan perbaikan pembelajaran siklus I. Pada dasarnya siklus II memiliki prinsip kerja yang sama dengan pelaksanaan tindakan siklus pertama dan dengan langkah pembelajaran sama dengan siklus I. Peneliti berusaha memperbaiki semaksimal mungkin pembelajaran dengan materi sumber day alam agar hasil belajar IPA meningkat Pelaksanaan Tindakan Setelah mengadakan pembelajaran pra siklus dan refleksi, guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang sudah direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Nilai siklus I dapat dilihat dari tabel 3. Dari data tersebut dapat dilihat adanya kenaikan ketuntasan belajar yaitu dari 16 (67 %) siswa yang tuntas belajar menjadi 22 (92 %) Refleksi Setelah melakukan pembelajaran siklus 2 terdapat kelebihan dan kekurangan antara lain: Pelajaran diikuti dengan baik oleh siswa, keseluruhan siswa memahami penjelasan dan contoh dari guru, hal ini terbukti dari sebagian besar siswa dapat mengerjakan soal evaluasi materi sumber daya alam dan mendapatkan nilai diatas KKM. Hal ini dapat dilihat dari table 3.1 Tabel 3.1 Data Nilai Pembelajaran Siklus II No Nilai Frekwensi Persentase % % % % % JUMLAH %
8 28 Adapun skor ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.2 Tabel 3.2 Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus II Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas IV SD Negeri Kalisari Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Persentasi (%) 70 () < (Belum ) 2 8 Jumlah Dari tabel 3.2 dapat dilihat hasil pembelajaran pembelajaran pada siklus II ini semua siswa telah tertarik mengikuti pembelajaran. Pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD membantu siswa dalam memahami materi sumber daya alam. Selain itu juga dapat membantu siswa dalam bersosialisasi dan bekerjasama dengan temannya. Berdasarkan data dari distribusi skor tes dan distribusi ketuntasan belajar pada pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dibandingkan sudah menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 25 %. Pada skor tes dan distribusi ketuntasan belajar pada pembelajaran siklus I yang dilakukan di dalam kelas hanya mencapai ketuntasan 67 %, dan setelah diadakan model pembelajaran tipe STAD pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 92 %. Hal ini dapat ditunjukkan dengan diagram 3. diagram 3. Untuk mendapatkan gambaran ketuntasan belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada
9 29 Digram 3 Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus II Model Pembelajaran tipe STAD Siswa Kelas IV SDN Kalisari Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 J u m l a h S i s w a Tidak 0 Tidak 4.5. Pembahasan Antar Siklus Dalam bagian ini akan dipaparkan perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa antar siklus. Pembahasan antar siklus dapat dijelaskan menggunakan tabel 4. Tabel 4 Perbandingan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kalisari Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II Ketuntasan Frekuensi Siswa Pra Siklus Siklus I Siklus II Persentase % Frekuen si Persentase % Frekuensi Persentase % Tidak
10 30 Dalam bagian ini akan dipaparkan perbandingan ketuntasan belajar siswa antar siklus. Adapun perbandingan ketuntasan hasil belajar antar siklus dapat dilihat pada diagram 4. Diagram 4 Perbandingan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Tidak 5 0 Pra Siklus Siklus I Siklus II Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran dari pra siklus ke siklus I ke siklus II ternyata semakin meningkat. Siswa yang tuntas pada pra siklus 42 % yang belum tuntas 58 %. Pada siklus I siswa yang tuntas mengalami kenaikan 25 %, menjadi 67 % dan yang tidak tuntas berkurang menjadi 33 %. Ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 25 %, dimana pada siklus I Ketuntasan belajar mencapai 67 % dan pada siklus II meningkat menjadi 92 % dan masih ada 2 siswa yang belum tuntas atau 8 % dari semua siswa. Hal ini dikarenakan 2 siswa yang belum tuntas tersebut lamban dalam berfikir. Hasil wawancara dengan guru kelas 1 dan 2 bahwa kedua anak tersebut selalu tinggal kelas, dikelas I dua tahun, dikelas II juga dua tahun.
11 31 Dengan metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar, hal ini dikarenakan STAD memiliki gagasan utama yaitu memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru, dengan tujuan untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Pra Siklus Sebelum dilakukan Penelitian Tindakan Kelas, peneliti melakukan survei awal. Survei awal ini dimaksudkan untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Tanjungsari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Setting Dan Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Setting Dan Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research), sebuah penelitian yang dilakukan
X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan
BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal
Frekuensi Persentase Rata-rata Selang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Hasil penelitian tindakan kelas selama dua siklus terbagi dalam beberapa tahap, diantaranya adalah : (i) Kondisi awal sebelum pelaksanaan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan suatu bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki karakteristik antara lain : 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan oleh
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Deskripsi Hasil Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti didampingi oleh ibu Dra. Nurhayati Alie sebagai guru matematika kelas X di SMA N 3 Gorontalo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas VB SDN 01 Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo. Waktu penelitian dilakukan pada semester II Tahun pelajaran
B b a IV H s a i s li Pe P n e e n l e iltiita i n a Da D n a Pe P m e b m a b h a a h s a a s n 4 1
Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan Bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan, berturut-turut akan dibahas mengenai deskripsi kondisi awal (Pra Siklus), hasil penelitian siklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Sekolah ini merupakan SD yang terletak tengah-tengah
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru sebagai peneliti dan siswa yang diteliti yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa yang terdiri
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Pelaksanaan Tindakan Tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu : a. Membuka pelajaran Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengabsen, mengatur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Pra Siklus Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SDN Randuacir 01 Salatiga semester 2 tahun 2013/2014 nampak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal SD Negeri Karangwage 01 adalah sekolah yang berada di Pedesaan dengan kondisi sekolah yang belum memenuhi sarana prasarana pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebelum diberikan pembelajaran dengan metode cooperative learning tipe STAD, langkah awal yang dilakukan adalah menguji instrument yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Sekolah Dasar Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang terletak di Jalan Raya muncul Desa Kalibeji Kabupaten Semarang,
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan rancangan penelitian PTK merupakan salah satu bentuk
17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian menggunakan rancangan penelitian PTK merupakan salah satu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian Sebelum Tindakan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian Sebelum Tindakan Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti melakukan wawancara dengan Kepala MI Al Khoiriyyah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dalam praktek pembelajaran di kelas V SD Negeri Jembrak Kabupaten Semarang, dengan jumlah siswa 16 orang pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Lembaga pendidikan yang akan dijadikan tempat pelaksanaan penelitian yaitu SD Kumpulrejo 03 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. 4.2
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
22 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode Student Teams Achievmet Division (STAD). Guru mengawali pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini mengikuti prosedur penelitian sesuai dengan prosedur pada rencana tindakan yaitu: a. Perencanaan Sebelum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Keteleng 01 Kecamatan Blado Kabupaten Batang, dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari
Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan saat pembelajaran IPA, siswa terlihat kurang semangat dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang terletak di lingkungan rumah warga dan jauh dari pasar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian 4.1.1. Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Ledok 07 sebelum tindakan masih banyak siswa yang hasil belajarnya belum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Langgenharjo 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati pada semester I (gasal) tahun pelajaran 2013/2014.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua, masing-masing siklus tiga kali
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
30 BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Terangmas Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dengan jumlah siswa 18 anak yang terdiri dari 8 siswa
BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran
III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan
III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIIIB SMP Pelita Bangsa yang terletak di Jalan Pangeran Emir M. Noer no. 33 Palapa, Tanjung Karang, Bandar Lampung
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Semester Genap Tahun Pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 2 Ngaren, yang terletak di desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada semester II tahun
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN
DAN DAN DAN PE P M E BAHAS
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Tambahrejo 01 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 20 Tolitoli Dinayanti Mahasiswa Program Guru Dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas (Wardhani, 2007:1.3).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Belajar IPA kelas IV Pada Prasiklus
23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat di uraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh dari setiap tahap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum diadakan penelitian pada tahap awal terlebih dahulu diadakan pengamatan terhadap subjek. Pengamatan berupa pelajaran biasa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang peneliti laksanakan dapat peneliti uraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh dari setiap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Kondisi awal adalah kondisi belajar siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gabahan Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 dengan Subjek Penelitian Siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dari hasil observasi dan hasil tes, baik tes lesan maupun tes tertulis dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa pembelajaran dengan menggunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian, hasil penelitian terdapat kondisi awal, siklus I dan siklus II, selanjutnya ada hasil analisis data dan pembahasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Kondisi Awal 1.1.1. Kondisi Aktifitas Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran IPA di SDN Kalangsono 02 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dalam bahasa inggris disebut
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dalam bahasa inggris disebut dengan Classroom Action Research (CAR). Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kedungsegog 02 Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. SDN Kedungsegog 02 berlokasikan di Desa
BAB III METODEI PENELITIAN
15 BAB III METODEI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Besani, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Siswa kelas III
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Kondisi Awal Berdasarkan data dan dokumentasi hasil nilai ulangan diketahui siswa memperoleh hasil belajar atau prestasi yang kurang. Hal ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wonoyoso, yaitu sebuah Sekolah Dasar di desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PEMBENTUKAN TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PEMBENTUKAN TANAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS 5 SD NEGERI TUNTANG 02 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ARTIKEL SKRIPSI
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Menguneng 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada siswa kelas IV semester 2 tahun
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV pada semester I (ganjil) Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 38
BAB. III METODE PENELITIAN
18 BAB. III METODE PENELITIAN 3.1 Settingdan Karaktersistik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran PKn tentang Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintah pusat dan daerah dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki
13 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu Penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki
BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN
30 4.1 Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi pra siklus, deskripsi hasil siklus 1, deskripsi hasil perbaikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dikelas IV SDN 1 Ngadirojo Kecamatan Ampel Kota Kabupaten Semarang tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkakan
Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 22% Jumlah Nilai tertinggi 76 Nilai terendah 20
26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 1.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Kondisi awal siswa kelas IV SDN Bakaran Kulon 01 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 adalah siswa yang kurang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 yang beralamat di Gamping Kidul, Ambarketawang Gamping
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Ada beberapa aspek dalam hasil penelitian yaitu meliputi pelaksanaan tindakan, deskripsi data dan analisis data sebagai berikut : 4.2. Siklus
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 Bulan yaitu bulan Maret, April, dan Mei. Bulan Maret peneliti mulai mengadakan observasi kelas, yaitu mengidentifikasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian dilakukan dikelas 4 SD Negeri Gumawang 03 Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang pada pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus (Kondisi Awal) Dalam pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) IPS di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten semarang sebelum
H S A I S L I PE P N E E N L E I L T I I T A I N A DA D N A PE P M E B M A B H A A H S A A S N
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Frekuensi Persentase 1 Tuntas 7 33% 2 Tidak tuntas 14 67% Jumlah % Minimum 30 Maksimum 82
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Diskripsi Kondisi Awal Hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD Negeri 3 Jumo Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan semester 1
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Dukutalit 0 Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Siswa siswi SD Negeri Dukutalit 0 Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS
32 BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan jenis penelitian yang memunculkan adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar
PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA
PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA Oleh: Leli Dwi Nugraheni, Mujiyem Sapti, Riawan Yudi Purwoko. Program Studi Pendidikan Matematika
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Kondisi Awal Penelitian ini dilakukan pada Kelas VII B SMP Negeri 2 Mrebet Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga pada Semester
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Timbang 01 Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang,
