JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
|
|
|
- Agus Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pemberian Tugas Sebagai Peningkatan Prestasi Pembelajaran Struktur Organisasi Pemerintahan Tingkat Pusat Siswa Kelas IV SDN Giriharjo 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 Oleh : Sri Wahyuni SDN Giriharjo 2 Kecamatan Ngrambe [email protected] ABSTRAK Pemberian tugas sebagai upaya meningkatkan prestasi pembelajaran struktur organisasi pemerintahan tingkat pusat, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Giriharjo 2 pada kelas IV. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode mengajar dengan pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan berbagai kombinasi metode pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses pembelajaran seorang guru yang kreatif, inovatif, menyenangkan, akan mempengaruhi hasil belajar siswa sehingga kemampuan anak dan guru bisa optimal. Dalam Penelitian ini penulis mengharapkan sekali dari guru khususnya untuk menerapkan berbagai model pembelajaran yang nantinya mampu menumbuhkan anak bisa berfikir kritis, dinamis, dan berpengatahuan yang luas untuk memperjuangkan pendidikan di Indonesia yang akan datang. Kata Kunci: Pemberian Tugas, Prestasi Belajar A. PENDAHULUAN Berdasarkan temuan di lapangan, bahwa masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam memahami konsep. Pada Kompetensi Dasar ini peserta didik dituntut adanya peningkatan prestasi belajar. Struktur organisasi tingkat pusat adalah susunan lembaga-lembaga yang ada di tingkat pusat seperti Presiden dan Wakil Presiden. Di sisi lain, hasil belajar peserta didik masih belum sesuai dengan yang diharapkan masih banyak Guru banyak yang beranggapan bahwa metode ceramah adalah metode paling tepat dan bahkan paling banyak dipilih. Metode tradisional ini kurang melibatkan siswa dalam proses belajar, sehingga belajar menjadi kurang bermakna. Belajar akan bermakna apabila siswa banyak dilibatkan dalam proses belajar. Mengacu pada pemikiran ini, seyogyanya guru dapat menciptakan proses belajar mengajar menjadi bermakna. Apabila peserta didik telah siap secara fisik maupun psikologis, maka mereka akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. Hal ini memberikan ramburambu, bahwa tugas guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan, melainkan juga menyiapkan situasi yang mampu menggiring siswa siap memasuki proses belajar, sehingga nantinya belajar menjadi bermakna. Jika peserta didik kelas IV di SD Negeri Giriharjo 2 pembelajaran menggunakan metode Pemberian Tugas, maka Prestasi Pembelajaran Truktur Organisasi Pemerintahan Tingkat Pusat meningkat. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sajian pembelajaran yang menarik yang memperhatikan tahap perkembangan belajar peserta didik, JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
2 meningkatkan hasil belajar peserta didik,upaya nyata untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional dalam menangani proses belajar mengajar di kelas,menumbuhkan budaya meneliti,upaya nyata untuk melakukan koreksi dan menemukan konsep diri guna memperbaiki kualitas pembelajara,sebagai ajang untuk saling belajar dalam kaitannya dengan upaya memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas,ajang inovasi pembelajaran bagi guru di lingkungan sekolah,pengembangan kurikulum di tingkat kelas,peningkatan keprofesionalan guru sebagai personel kunci sekolah,hasil dari penelitian tindakan kelas dapat direkomendasikan untuk perbaikan kurikulum pada periode berikutnya. B. KAJIAN TEORI Metode Pemberian Tugas Dalam pembelajaran kooperatif, metode pemberian tugas atau resitasi ialah menyajikan bahan pelajaran dengan cara memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dengan penuh rasa tanggungjawab dan kesadaran, atu pembelajaran dengan siswa diberi tugas di luar jam pelajaran (Muslim Ibrahim, 2000: 38). Guru sebagai pendidik harus mampu menciptakan interaksi yang baik dengan siswa, sebab peranan guru dibutuhkan dalam perubahan tingkah laku yang mencakup tiga aspek, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun kadangkadang guru mempunyai anggapan lain dia merasa sudah berakhir proses belajarmengajarnya apabila sudah menjelaskan semua materi, padahal pada saat guru menilai hasil belajar siswa guru merasa kecewa karena siswanya sebagian besar mendapat nilai kurang, dalam contoh tersebut jelaslah orientasi tidak pada perubahan tingkah laku, tetapi pada bahan materi, seolah-olah berakhirlah interaksi belajar-mengajarnya kalau sudah menjelaskan semua materinya, tetapi tidak melihat apakah siswanya sudah menguasai (Soetomo, 1993: 11). Kurikulum KTSP berbasis kompetensi dimaksudkan sebagai kurikulum untuk mengembangkan kompetensi siswa, oleh karena itu penilaian hasil belajar perlu berdasarkan informasi yang selengkap mungkin mengenai siswa yang bersangkutan. Untuk membantu melaksanakan pembelajaran yang efektif selain menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas dan penilaian berkelanjutan yang mencakup tiga aspek, guru juga perlu mengadakan penilaian dengan cara lain melalui karya tulis, karya non tulis, hasil penyelidikan siswa dan pemberian tugas siswa. Metode pembelajaran tugas, merupakan metode pembelajaran yang dikerjakan siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman dan pencapaian siswa dalam mata pelajaran tertentu, dan juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran dan peningkatan belajar siswa dengan pemberian tugas agar proses belajar mengajar lebih menarik serta berkesan dalam benak siswa. Model pembelajaran pemberian tugas adalah model pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut: menyampaikan tujuan pembelajaran JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
3 yang ingin dicapai,guru menyajikan materi sebagaimana biasa, untuk mengetahui daya serap siswa, dibentuk kelompok kecil (2-3 orang), menyuruh seorang dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatancatatan kecil, begitu juga kelompok lainnya, menyuruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil pekerjaan dengan teman sekelompoknya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil pekerjaannya, guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa, kesimpulan/penutup. Model pembelajaran pemberian tugas mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil saling membant dalam belajar. Pendekatan pembelajaran ini melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari dua atau lebih dengan kemampuan yang berbeda-beda. Para siswa bekerja sebagai kelompok yang sedang berupaya menemukan sesuatu. Setelah kelompok-kelompok diskusi. Akhirnya siswa mendapat kesempatan bekerja sama untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai segala sesuatu tentang pembelajaran tersebut dalam persiapan untuk quis. Dalam penelitian ini pendekatan pembelajaran dimana guru menyiapkan pelajaran, siswa ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan dua atau tiga orang siswa. Siswa bekerja di dalam kelompok mereka untuk memastikan bahwa teman satu kelompok telah menguasai materi pelajaran tersebut. Menerapkan Metode Pemberian Tugas Dalam Pembelajaran Struktur Organisasi Pemerintahan Tingkat Pusat Seperti Presiden Dan Para Menteri dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Kegiatan Awal : Tanya jawab tentang nama-nama pejabat Negara dalam susunan kabinet sekarang. 2. Kegiatan Inti : Tanya jawab tentang struktur organisasi pemerintahan tingkat pusat, merancang struktur organisasi pemerintahan tingkat pusat seperti Presiden dan Para Menteri, membuat bagan struktur organisasi pemerintahan tingkat pusat seperti : Presiden, Wakil presiden dan Para menteri, menjelaskan wewenang tugas dan tanggung jawab pemerintahan tingkat pusat seperti presiden, wakil presiden dan para menteri, membuat pajangan struktur organisasi pemerintahan pusat 3. Kegiatan Akhir : mengadakan evaluasi, memberi tugas-tugas PR. C. METODE PENELITIAN Subyek Penelitian. Subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah peserta didik kelas IV di SD Negeri Giriharjo 2, semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015 dan berjumlah 14 anak, waktu dan Lamanya Penelitian, Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus (siklus I: 2x45 menit, siklus II: 2x45 menit, siklus III: 2x45 menit, jadi penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 4 sampai dengan 16 Mei 2015, penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di kelas IV di SD Negeri Giriharjo 2. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
4 Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain : perencanaan (planning), pemberian tindakan (acting), observasi (observing), analisis dan refleksi (analizing and reflecting). Sebagai rencana tindakan, peneliti memilih model pembelajaran dengan metode pemberian tugas disetiap tindakan agar siswa semakin tertarik dan hasilnya lebih optimal. Pemilihan model pembelajaran ini didasarkan atas kesederhanaan sehingga mudah dilaksanakan, menyenangkan karena mengandung unsur kompetitif dan lebih berkesan. Atas dasar pertimbangan tersebut maka diharapkan siswa cepat hafal, mengerti dan diingat dalam waktu yang relatif lama. Selain itu siswa juga bisa berpikir kreatif dan kompetitif. Prosedur Penelitian Siklus I Rencana tindakan pada siklus I adalah: penyusunan skenario pembelajaran dan LKS, menentukan aspek-aspek kemampuan memahami dan observasi (angket) sehubungan dengan model pembelajaran metode pemberian tugas, mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan, mempersiapkan lembar pengamatan dan penilaian beserta cara melaksana kannya, mempersiapkan soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan cara pengolahan makanan. Berdasarkan rencana tindakan I yang telah tersusun, maka pelaksanan tindakan I adalah sebagai berikut: Sebelum melakukan tindakan, siswa mengerjakan tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan menghargai persamaan kedudukan warga negara pra pemberian materi, guru menjelaskan materi yang skenarionya diset dalam metode pemberian tugas, selama siklus I, siswa melakukan kegiatan antara lain: mendengarkan, mencatat, merangkum dan tes lisan/tulis, Selama proses pembelajaran, dilakukan pengamatan oleh peneliti yang dapat menghasilkan pemantauan yang berupa lembar penilaian dan aktivitas siswa. Observasi dilakukan sambil melaksanakan tindakan I. Observasi bertujuan untuk: mengetahui peningkatan motivasi siswa setelah tindakan pada siklus ini, mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi pembelajaran dilakukan pemantauan melalui lembar observasi, Mengetahui jalannya proses pembelajaran dilakukan pemantauan yang berupa lembar penilaian terhadap kemampuan siswa menyerap materi pembelajaran. Mengolah dan menafsirkan data (analisis dan refleksi) I : mendeskripsikan data-data yang diperoleh, diskusi tentang jalannya tindakan, kemampuan siswa menyerap materi pembelajaran, dan datadata penilaian setelah pembelajaran berlangsung, hasil refleksi digunakan untuk menyusun rencana pada siklus berikutnya. Siklus II Rencana tindakan siklus II adalah: penyusunan skenario pembelajaran, menentukan aspek-aspek kemampuan menyerap materi dengan baik dan observasi (angket) sehubungan dengan pembelajaran metode pemberian tugas, mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan II, JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
5 mempersiapkan lembar pengamatan dan penilaian beserta cara melaksanakannya, mempersiapkan soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa pada materi pembelajaran, Pelaksanaan tindakan pada siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II berdasarkan rencana tindakan siklus II adalah sebagai berikut: sebelum melakukan tindakan, siswa mengerjakan tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan awal pra pembelajaran, Guru menjelaskan materi yang skenarionya diset dalam pembelajaran metode pemberian tugas, Selama siklus II, siswa melakukan kegiatan antara lain; mencatat, menghafal, diskusi kelompok dan latihan soal-soal (tes lisan maupun tes tertulis), Selama proses pembelajaran, dilakukan pengamatan oleh peneliti yang dapat menghasilkan pemantauan yang berupa penilaian dan observasi tentang responsifitas terhadap pelaksanaan model pembelajaran metode pemberian tugas. Sambil melaksanakan tindakan, juga dilakukan tindakan observasi. Adapun observasi adalah untuk: mengetahui peningkatan motivasi belajar, kompetensi, nilai hasil kemampuan memahami materi, Mengetahui perkembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran dengan pemantauan melalui lembar observasi, mengetahui jalannya proses pembelajaran dilakukan pemantauan yang berupa jalannya tindakan, mengolah dan menafsirkan data (analisis data dan refleksi), mendeskripsikan data-data yang diperoleh, diskusi tentang jalannya tindakan, pembelajaran dengan metode pemberian tugas, hasil refleksi digunakan untuk menentukan hasil akhir dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini atau pun untuk merencanakan siklus selanjutnya. Siklus III Rencana tindakan siklus III adalah: penyusunan skenario pembelajaran, menentukan aspek-aspek kemampuan menyerap materi dengan baik dan observasi (angket) sehubungan dengan pembelajaran metode pemberian tugas,mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan III, mempersiapkan lembar pengamatan dan penilaian beserta cara melaksanakannya, mempersiapkan soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa pada materi pembelajaran, Pelaksanaan tindakan pada siklus III Pelaksanaan tindakan pada siklus III berdasarkan rencana tindakan siklus III adalah sebagai berikut: sebelum melakukan tindakan, siswa mengerjakan tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan awal pra pembelajaran,guru menjelaskan materi yang skenarionya diset dalam pembelajaran metode pemberian tugas, selama siklus III, siswa melakukan kegiatan antara lain; mencatat, menghafal, diskusi kelompok dan latihan soal-soal (tes lisan maupun tes tertulis), selama proses pembelajaran, dilakukan pengamatan oleh peneliti yang dapat menghasilkan pemantauan yang berupa penilaian dan observasi tentang responsifitas terhadap pelaksanaan model pembelajaran metode pemberian tugas. Sambil melaksanakan tindakan, juga dilakukan tindakan observasi. Adapun observasi adalah untuk: JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
6 mengetahui peningkatan motivasi belajar, kompetensi, nilai hasil kemampuan memahami materi, mengetahui perkembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran dengan pemantauan melalui lembar observasi, mengetahui jalannya proses pembelajaran dilakukan pemantauan yang berupa jalannya tindakan, Mengolah dan menafsirkan data (analisis data dan refleksi), mendeskripsikan data-data yang diperoleh, diskusi tentang jalannya tindakan, pembelajaran dengan metode pemberian tugas, hasil refleksi digunakan untuk menentukan hasil akhir dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini atau pun untuk merencanakan siklus selanjutnya. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi menggunakan angket, lembar penilaian siswa, tes (pretest dan post test), Sedangkan skor penilaiannya adalah sebagai berikut: : sangat baik, : baik, : cukup, : kurang, 0 40 kurang sekali Teknik Analisis Data Analisis data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini masuk pada tahap refleksi, pada tahap refleksi peneliti dan praktisi (guru) mendiskusikan hasil pengamatan tindakan yang telah D. HASIL PENELITIAN dilaksanakan. Hal-hal yang dilakukan adalah : analisis tentang tindakan yang dilakukan, mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana dengan pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan, melakukan intervensi, pemaknaan, dan penyimpulan data yang telah diperoleh. Gambaran Selintas Tentang Setting Teknik pengumpulan data yang dimaksud adalah tes, praktek, dan observasi. Untuk menganalisis lebih lanjut tentang kemampuan siswa kelas IV semester 2 SDN Giriharjo 2 Kecamatan Ngrambe Ngawi, maka tolak ukur yang menjadi acuan pengukuran adalah nilai tes tulis, lisan, dan penerapan dalam bermasyarakat yang dilakukan penulis sepanjang penelitian ini berlangsung. Nilai tes ini juga dipengaruhi oleh faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar serta partisipasi wali murid di rumah antara lain dalam memberikan motivasi bimbingan belajar. Berdasarkan hasil dialog dengan guru, praktek dan observasi pendahuluan waktu pembelajaran pemahaman disepakati bahwa masalah kelas yang perlu segera diatasi dalam usaha penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Struktur organisai pemerintahan tingkat pusat seperti Presiden dan Para Menteri. Tabel 1 : Rekapitulasi Hasil Prestasi Siswa pada Siklus I No. Kriteria Nilai Jumlah Siswa Prosentase 1. Sangat baik ,1 % 2. Baik ,6% 3. Cukup ,3 % 4. Kurang % JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
7 5. Kurang sekali % Jumlah % Dari tabel diatas nampak bahwa pada siklus I hasil belajar siswa masih kurang memuaskan, masih banyak siswa yang berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 9 orang dari 14 orang siswa atau 63,3 %, 4 orang siswa atau 28,6% pada kategori baik dan sisanya sebanyak 1 orang (7,1%) yang tergolong sangat baik. Dengan kenyataan ini maka perlu dilakukan tindakan siklus II dengan hasil sebagai berikut : Tabel 2 : Rekapitulasi Hasil Prestasi Siswa pada Siklus II No. Kriteria Nilai Jumlah Siswa Prosentase 1. Sangat baik ,4 % 2. Baik ,6 % 3. Cukup % 4. Kurang % 5. Kurang sekali % Jumlah % Dari tabel 2 menunjukkan adanya kenaikan prestasi siswa yaitu 11 orang siswa atau sebanyak 78,6 % menunjukkan prestasi yang baik dan 3 orang siswa atau 21,4 % berada pada kategori sangat baik. Meskipun demikian peneliti masih berusaha untuk mencapai hasil maksimal dengan melakukan siklus III yang hasilnya dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 3 : Rekapitulasi Hasil Prestasi Siswa pada Siklus III No. Kriteria Nilai Jumlah Siswa Prosentase 1. Sangat baik ,9 % 2. Baik ,1 % 3. Cukup % 4. Kurang % 5. Kurang sekali % Jumlah % Dari pelaksanaan siklus II dapat diketahui hasil yang meningkat yaitu adanya kenaikan prestasi siswa pada kategori sangat baik yang semula hanya sebanyak 3 orang siswa menjadi 6 orang siswa (42,9%), ada kenaikan sebesar 21,5 %. Sedangkan yang memperoleh kategori baik jumlahnya menurun. Dari ketiga siklus yang telah dilaksanakan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode mengajar dengan pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. E. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
8 Penggunaan metode pemberian tugas dalam pembelajaran PKn dilakukan dengan mengorganisasikan isi pembalajaran tiap-tiap pertemuan, Penerapan pembelajaran dengan metode pemberian tugas dalam rangka meningkatkan prestasi pembelajaran siswa di SDN Giriharjo 2 Ngrambe Ngawi dilakukan dengan membentuk siswa menjadi kelompok kecil, untuk selanjutnya tiap kelompok mengerjakan tugasnya masing-masing sebagaimana ditentukan guru, penerapan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi siswa dari awal sebelum diadakan tindakan, kemudian dilakukan siklus I dan II dilanjutkan dengan siklus III sebagaimana hasil observasi guru. Selain itu juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil tes pada tiap-tiap siklus. Saran Untuk melaksanakan metode pemberian tugas memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menemukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan cara pembagian tugas dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal, Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan kegiatan penemuan, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikanperbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik. F. DAFTAR PUSTAKA Bahri Djamarah, Syaiful Guru dan Anak Didik dan Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta Depdikbud Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan (Action Research). Jakarta: Dirjen Dikdasmenum. Ibrahim, Muslim., dkk Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Nurjani dan Sukirno. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: LP2IP Yogyakarta. Sadirman, A.M Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Slameto Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, Nana Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
9 JIPE Vol. 1 No. 1 Edisi Maret 2016 / p-issn e-issn
Kata kunci: Model Think-Talk-Write (TTW) dan Prestasi Belajar
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Think- Talk-Write (TTW) Materi Pokok Trigonometri Pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Jogorogo Tahun Pelajaran 2012/2013 Oleh
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting Penelitian 3.1.1. Setting Waktu Pelaksanaan penelitian direncanakan berlangsung dari bulan Maret sampai dengan bulan April 2012. Adapun jadwal penelitian adalah
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Tentang Jurnal Khusus Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Kelas XII IPS 2 SMA Negeri I Jogorogo
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Tentang Jurnal Khusus Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Kelas XII IPS 2 SMA Negeri I Jogorogo Oleh : Siti Mutomimah Guru SMAN Negeri I Jogorogo [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung. Penentuan tempat penelitian ini karena mempertimbangkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (statistic). Pendekatan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek Isna Basonggo, I Made Tangkas, dan Irwan Said Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) penelitian tindakan kelas ini bertujuan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 1
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Deskriptif Kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwaperitstiwa
PENGGUNAAN METODE DELICAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI TENTANG ASMAUL HUSNAH PADA SISWA KELAS II SDN MANGGISAN 01 JEMBER.
PENGGUNAAN METODE DELICAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI TENTANG ASMAUL HUSNAH PADA SISWA KELAS II SDN MANGGISAN 01 JEMBER Siti Nafisah 40 Abstrak.. Penelitian Tindakan kelas ini penulis buat berdasarkan
Muhammad Iqbal Baihaqi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Balitar
KONSTRUKTIVISME, Vol. 9, No. 2, Juli 2017 p-issn: 1979-9438; e-issn: 2442-2355 FKIP Universitas Islam Balitar, Blitar Http://konstruktivisme.unisbablitar.ejournal.web.id; Email: [email protected] PENERAPAN
Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara
Media Bina Ilmiah51 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (Make a Match) PADA POKOK BAHASAN GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA TETANGGA KELAS VI
Universitas Muhammadiyah Purwokerto. J l Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202 Purwokerto Telp. (0281)
Upaya Peningkatan Sikap Kerja Keras Dan Prestasi Belajar Materi Matematika Bangun Ruang Melalui Model Pembelajaran Van Hiele Di Kelas V SD Muhammadiyah Purwokerto Sri Muryaningsih 1, Subuh Anggoro 2 1,2
NASKAH PUBLIKASI ILMIAH. Disusun Untuk Memenuhi Sebagai. Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1. Pendidikan sekolah Dasar. Disusun Oleh : Disusun :
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TEGALGONDO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Disusun Untuk Memenuhi
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 01 KEDUNGJERUK MOJOGEDANG KARANGANYAR TAHUN 2012/2013 Disusun Oleh : SUMARNO A. 54A100001
Suharti Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PADA SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Suharti Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK. Sri Suwarni
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERBANDINGAN DAN SKALA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Sri Suwarni Guru SDN Mlirip1 Kec. Jetis Kabupaten Mojokerto [email protected] Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PATUMBAK ERIKA NADAPDAP Guru SMP Negeri 1 Patumbak Email : [email protected]
Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI KELOMPOK (SISWA KELAS III SDN CANDIJATI 01 ARJASA)
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI KELOMPOK (SISWA KELAS III SDN CANDIJATI 01 ARJASA) Sukaedi 4 Abstrak. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam Bab ini peneliti akan menguraikan tentang metodologi penelitian
19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam Bab ini peneliti akan menguraikan tentang metodologi penelitian yang akan digunakan sebagai alat uji dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh peneliti sebagai
I. PENDAHULUAN. siswa secara fisik dan emosional dimana siswa diberi tugas untuk kemudian
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri (Hamalik, 2001:82).
Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres Pandaluk Pada Materi Penjumlahan Bilangan Bulat Lia Agustin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan
PEMBELAJARAN MATERI PEMERINTAHAN DESA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA GAMBAR. Titik Murwani Hadiati
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 216 (Edisi Khusus) ISSN 287-3557 PEMBELAJARAN MATERI PEMERINTAHAN DESA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA GAMBAR SD Negeri 1 Sokoyoso,
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana
Peningkatan Hasil Belajar Sejarah melalui Pendekatan Kooperatif Teknik Jigsaw Siswa Kelas XII
Peningkatan Hasil Belajar Sejarah melalui Pendekatan Kooperatif Teknik Jigsaw Siswa Kelas XII Hariyono (1) 1 SMAN 1 Kesamben Kabupaten Blitar, Email: 1 [email protected] ABSTRAK Berdasarkan data
PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Nursinar Guru SD Negeri 010 Ratu Sima Dumai Selatan [email protected] ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan karena
Oleh: Sri Wahyuni SDN 3 Malasan, Durenan, Trenggalek
114 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015 UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI BAGIAN BAGIAN TUMBUHAN MELALUI METODE KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 3 MALASAN KECAMATAN
Mutiah GuruSDN Tlogohaji IKec.SumberrejoKab. Bojonegoro
MENIGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI PADA SISWA KELAS VI SDN TLOGOHAJI I SUMBERREJO BOJONEGORO Mutiah GuruSDN Tlogohaji IKec.SumberrejoKab. Bojonegoro
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR Oleh: Venny Eka Putri [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan
NASKAH PUBLIKASI. Oleh : SRI MUJAYANTI A54A100126
NASKAH PUBLIKASI PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE COURSE REVIEW HORAY PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 03 KEMIRI, KEBAKKRAMAT, KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh : SRI
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN MELALUI MODEL BERMAIN PERAN. Bambang Turjayus
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 4, Agustus 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN MELALUI MODEL BERMAIN PERAN
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau Fatimah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KENAMPAKAN PERMUKAAN BUMI MELALUI PEMBUATAN MINIATUR MUKA BUMI PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI SIDOMULYO 03 Sri Widayati 1 Abstrak. Di kelas 3 SDN Sidomulyo 03 untuk
BAB I PENDAHULUAN. dibicarakan, tentu dalam rangka penataan yang terus dilakukan untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penerapan teori-teori pendidikan pada masa ini adalah hal yang marak dibicarakan, tentu dalam rangka penataan yang terus dilakukan untuk mencapai pendidikan
PENERAPAN METODE BARTER SOAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS VIII-F SMPN 3 NGUNUT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013
PENERAPAN METODE BARTER SOAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS VIII-F SMPN 3 NGUNUT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh : Insiyatun Guru SMPN 3 Ngunut ABSTRAK.Tujuan penelitian
Lathifatus Sa adah 1 Soewalni Soekirno 2 dan Anggit Grahito Wicaksono 3 ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI BANYUANYAR II SURAKARTA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
24 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research
Diyah Ayu Intan Sari Universitas PGRI Yogyakarta
1 UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH (ICM) KELAS VIID SMP NEGERI 4 PANDAK Diyah Ayu Intan Sari Universitas PGRI Yogyakarta
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Volume 1 No. 1 April 2017
1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X-5 SMA NEGERI 1 KUSAMBI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI POKOK LITOSFER DAN PEDOSFER Sardila 1, Ramli
Sri Sukiyani
PENINGKATAN KOMPETENSI MENYAJIKAN DATA DALAM BENTUK TABEL MELALUI METODE DISKUSI PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI 01 PEGIRINGAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 Sri Sukiyani [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Jika akar permasalahan sudah diketahui, alternatif berikutnya adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tindakan yang mungkin dilakukan oleh guru terkait dengan permasalahan dalam proses pembelajaran adalah mencari akar permasalahan. Jika akar permasalahan sudah
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI-B SD NEGERI 38 AMPENAN FLORA. Guru SD Negeri 38 Ampenan
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI-B SD NEGERI 38 AMPENAN ABSTRAK FLORA Guru SD Negeri 38 Ampenan e-mail: [email protected] Untuk mengatasi masalah rendahnya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas IV SDN Palabatu 1 Melalui Metode Diskusi
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas IV SDN Palabatu 1 Melalui Metode Diskusi Abdul Rifai Ahadang, Bonifasius Saneba, dan Hasdin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas
PENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA
PENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA SYAFRIMAR Guru SMP Negeri 2 Pangkalan Kuras [email protected] ABSTRAK Keberhasilan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GIMPUBIA. Oleh.
1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GIMPUBIA Oleh Bustaman Asis Abstrak Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
Oleh: Sri Isminah SDN 2 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek
Sri Isminah, Membantu Siswa Mengingat Kembali Pelajaran... 161 MEMBANTU SISWA MENGINGAT KEMBALI PELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN LEWAT METODE DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS I TAHUN 2014/2015
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Motivasi, Hasil Belajar.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS VII A SMP N 3 SENTOLO Estiningsih Universitas PGRI Yogyakarta
Oleh : SUGIYATMI NIM. A54A100088
PENERAPAN STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI DAUR HIDUP HEWAN BAGI SISWA KELAS IV SEMESTER I SD N 02 KARANGBANGUN KECAMATAN MATESIH TAHUN PELAJARAN
IMPLEMENTASI MEDIA SIMULASI KAMERA DIGITAL MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA FOTO
IMPLEMENTASI MEDIA SIMULASI KAMERA DIGITAL MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA FOTO Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd Dosen Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu pendidikan, Universitas Negeri Surabaya [email protected]
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru
20 BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Kunandar menjelaskan PTK adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO MEDAN DELI
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO. 067252 MEDAN DELI Herawati Bukit Dosen Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED Surel : [email protected]
Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Pemberian Tugas Pada Siswa Kelas IV SD N 23 Sabang
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Sains (JEPS) Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Sains, 1(1), 2017,69-76 Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Pemberian Tugas Pada Siswa Kelas IV SD N
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas IV SDN No. 4 Siboang Kamelia, Arif Firmansyah, dan Andi Imrah Dewi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diteliti. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah semua rencana yang akan dilaksanakan oleh seorang peneliti dalam penelitian untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWAKELAS VIII U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWAKELAS VIII U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Rustini Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Lubuk
NASKAH PUBLIKASI. Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: ATIK SETYAWAN NIM : A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 03 KEMUNING NGARGOYOSO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi
Meningkatkan Perhatian Siswa Kelas V SDN 2 Salakan Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Metode Diskusi
Meningkatkan Perhatian Siswa Kelas V SDN 2 Salakan Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Metode Diskusi Tirsa Debby Natalia Amu, Jamaludin, dan Hasdin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan
IMPLEMENTASI METODE BELAJAR KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VIII SMPN-2 PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
IMPLEMENTASI METODE BELAJAR KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VIII SMPN-2 PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh: Linda * Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
YENY SURYA DEWI A 54B FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 2 LOGEDE KARANGNONGKO KLATEN TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 JOURNAL PUBLIKASI Diajukan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW. Parjimin
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, April 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW SD Negeri 01 Kebonsari
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI COOPERATIVE LEARNING JIGSAW
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI COOPERATIVE LEARNING JIGSAW PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURING KABUPATEN KEBUMEN Sari Astuti Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM Tri Sari Wijayanti Guru IPA SMAN 7 Mataram E-mail:- ABSTRAK:
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran
Serambi Akademica, Volume IV, No. 2, November 2016 ISSN :
Serambi Akademica, Volume IV, No. 2, November 2016 ISSN : 2337-8085 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK
Oleh. Sarlin K. Dai Meyko Panigoro La Ode Rasuli Pendidikan Ekonomi
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 1 TILAMUTA
Inayatul Uliya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR PENJUMLAHKAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS IV SD NEGERI 02 KEBON GEDE KECAMATAN
Esthi Santi Ningtyas, Emy Wuryani Program Studi PGSD-FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) TIPE MAKE-A MATCH BERBANTUAN MEDIA KOMIK INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPS Esthi Santi Ningtyas, Emy Wuryani
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG KELILING DAN LUAS SEGITIGA MELALUI PEMBELAJARAN PEER TEACHING
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 5, Oktober 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG KELILING DAN LUAS SEGITIGA MELALUI SD Negeri Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni,
Yayuk Jatining Rahayu 4
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO Yayuk Jatining Rahayu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa
Oleh : Rina Purwati SDN Giriharjo 1 Ngrambe Ngawi
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jasa Dan Peran Tokoh Dalam Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia Melalui Metode Picture And Picture Pada Siswa Kelas V SDN Giriharjo 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN.
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 2016 ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK Fandi Kurniawan Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa : Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu Yunius, Siti Nuryanti, dan Yusuf Kendek Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DI SEKOLAH DASAR. Oleh. Ramadhani
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DI SEKOLAH DASAR Oleh Ramadhani [email protected] Absrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan paparan mengenai pendidikan tersebut maka guru. mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa : Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
Penerapan Model Pair Checks Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Kelas VI. Siti Zaenab
Penerapan Model Pair Checks Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Kelas VI Siti Zaenab SDN 1 Pogalan Kecamatan Pogalan Kabuapten Trenggalek Email: [email protected] Tersedia Online di http://www.jurnal.unublitar.ac.id/
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau juga disebut dengan istilah Classroom Action Research. Penelitian tindakan
Penerapan Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di SDN Siumbatu
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 1 ISSN 2354-614X Penerapan Pendekatan Inquiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di SDN Siumbatu Nuriati, Najamuddin Laganing, dan Yusdin
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research.
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode, Model dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN EVOLUSI DI KELAS XII IPA3 SMA NEGERI 2 JEMBER
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN EVOLUSI DI KELAS XII IPA3 SMA NEGERI 2 JEMBER Eko Soelistiyanto 6 Abstrak. Keefektifan proses pembelajaran
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA KELAS VIIC SEMESTER 2 SMP NEGERI 7 SALATIGA TAHUN AJARAN
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA DI SEKOLAH DASAR. Oleh. Arif Firmansyah*
1 IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA DI SEKOLAH DASAR Oleh Arif Firmansyah* Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) meningkatkan prestasi belajar PKn siswa kelas
Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana
Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana Masyita, Amram Rede, dan Mohammad Jamhari Mahasiswa Program
BAB III METODE PENELITIAN. umumnya disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan Classroom Action Research atau yang umumnya disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2011: 46) PTK adalah suatu
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING STAD PADA MATA KULIAH GEOGRAFI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2006A DI JURUSAN GEOGRAFI-FIS-UNESA Sri Murtini *) Abstrak : Model pembelajaran
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Maryanto ABSTRACT More than 60% of students in SMP Negeri 2 Pulosari
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH Heru Iswanto Program Pascasarjana PIPS Universitas PGRI Yogyakarta Abstract This study aims to improve learning motivation
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIB SMP NEGERI 10 PALU ABSTRAK
1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIB SMP NEGERI 10 PALU Arni 1 Abduh H. Harun 2 Imran 3 Program Studi PPKn, Jurusan pendidikan IPS
Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), motivasi dan prestasi belajar
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE Think Pair Share (TPS)SISWA KELAS VII C SMP MUHAMMADIYAH 1 MINGGIR Aresti Nurul Sholiha Universitas
