Oleh. Sarlin K. Dai Meyko Panigoro La Ode Rasuli Pendidikan Ekonomi
|
|
|
- Susanti Sudirman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 1 TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Oleh Sarlin K. Dai Meyko Panigoro La Ode Rasuli Pendidikan Ekonomi Abstrak Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Dengan Menggunakan LKS Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di Kelas XI IPS-3 SMA Negeri 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Gorontalo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan menggunakan LKS pada mata pelajaran Akuntansi di kelas XI IPS-3 SMA Negeri 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Dimana dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu variabel input, variabel proses, dan variabel output. Prosedur penelitian terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan evaluasi, dan tahap analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar pengamatan kegiatan siswa dan lembar pengamatan kegiatan guru, serta evaluasi atas materi yang diajarkan pada setiap siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS-3 SMA Negeri 1 Tilamuta yang berjumlah 29 orang dan penelitian ini dikhususkan pada mata pelajaran akuntansi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang memperoleh hasil belajar 75 ke atas meningkat dari 41,38% hasil observasi awal menjadi 58,62% hasil siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,76% hasil siklus II, dan hasil pengamatan kegiatan guru yang termasuk pada kategori sangat baik dan baik meningkat dari 70,00% siklus I menjadi 96,67% pada siklus II, selain itu, hasil pengamatan kegiatan siswa yang termasuk pada kategori sangat baik dan baik meningkat 52,17% siklus I menjadi 86,96% hasil siklus II. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi Jika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan menggunakan LKS (lembar kerja siswa) maka hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas XI IPS 3 di SMA Negeri 1 Tilamuta akan meningkat dan dapat diterima. Kata kunci: Hasil Belajar, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). 1
2 Pendahuluan Pendidikan merupakan karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan insan tertentu serta pendidikan merupakan tuntutan bagi setiap warga negara, baik tua maupun yang masih muda. Penyelenggaraan pendidikan diharapkan dapat membekali setiap sumber daya manusia dengan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan. Agar menjadi manusia yang berguna dikemudian hari. Selanjutnya dengan pendidikan tersebut akan menjadi motifasi bagi sumber daya manusia yang ingin mengembangkan dirinya, berpartisipasi secara aktif, inovatif, dan produktif dalam pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Pandangan ini menunjukan bahwa intervensi untuk mempengaruhi output dapat didesain dengan memanipulasi input. Sebagaimana diketahui input dalam proses pendidikan mencakup siswa, guru, kurikulum, materi pelajaran, proses pembelajaran, ruang kelas dan pergedungan, peralatan, dan kondisi lingkungan. Artinya, upaya untuk meningkatkan mutu output dalam dilakukan dengan menambah atau meningkatkan kualitas input. Kebijakan mengenai kualitas input dan output inilah yang selama ini diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Dengan kewenangan para aktor sekolah dalam mengambil keputusan akan mendorong muncul interaksi antara aktor lebih serius dan bertanggungjawab akan dapat mewujudkan proses pendidikan dalam sekolah dan proses pembelajaran yang semakin efisien. Keberadaan proses yang efektif dan efisien akan meningkatkan produktivitas, jika produktivitas meningkat, maka inovasi pun dapat diciptakan, dan jika inovasi dapat diciptakan, maka kualitas pembelajaran berkelanjutan dapat dipenuhi. Pembelajaran yang menyenangkan menjadi isu strategis yang hangat dibicarakan para guru, mengingat selama ini metode belajar cenderung normatif, tradisional, dan konvensional yaitu lebih banyak menggunakan metode ceramah. Mulai disadari bahwa penggunaan berbagai metode dan 2
3 variasi pendekatan telah mengubah secara signifikan cara belajar menuju keberhasilan siswa dalam pembelajaran dan tentunya adalah keberhasilan guru. Untuk itu diperlukan reformasi yang mencakup upaya mereposisi sistem pendidikan nasional, mempercepat implementasi. Kebijakan pemeratan kesempatan memperoleh pendidikan, meningkatkan penyelenggaraan pendidikan /pembelajaran dan mengembangkan sistem pendidikan terpadu. Dalam proses belajar mengajar salah satu hal yang harus diperhatikan atau tidak bisa diabaikan adalah hasil belajar siswa. Guna mencapai hasil belajar siswa maka dalam proses belajar mengajar diperlukan adanya aktivitas belajar. Aktivitas belajar yang baik akan membantu mencapai hasil belajar siswa yang baik pula. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada dasarnya merupakan sebuah varians diskusi kelompok dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Pada metode ini guru menyajikan materi, dan tiap kelompok bekerja sama dalam tim dan memastikan seluruh anggota kelompok telah menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru. Ciri khas dari tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah pemberian penghargaan kepada kelompok yang memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna. Alma, dkk (2010: 88) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) ini ada kegiatan saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna memperoleh prestasi maksimal. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran yang berguna untuk menumbuhkan kemampuan kerjasama, kreatif, berpikir kritis dan ada 3
4 kemampuan untuk membantu teman serta merupakan pembelajaran kooperatif yang sangat sederhana. Berbicara tentang proses belajar mengajar untuk mata pelajaran Akuntansi khususnya kelas XI IPS SMA pada kenyataannya sebagian besar nilai yang diperoleh siswa pada ujian semester ganjil belum memenuhi standar ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75%. Hal ini didasarkan pada data yang diperoleh dari guru mata pelajaran Akuntansi bahwa dari jumlah 29 siswa yang memperoleh nilai dibawah standar ketuntasan sekitar 17 orang atau 58,62% sedangkan yang memperoleh nilai diatas standar ketuntasan berjumlah 12 Orang atau 41,38%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh kemampuan siswa yang masih rendah, keaktifan belajar yang kurang terlibat menjadikan siswa masih terpaku dengan perintah guru, model pembelajaran yang diterapkan belum maksimal dan kurangnya minat belajar siswa. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti bermaksud untuk meneliti hal yang dimaksud dengan memformulasikan dalam sebuah judul Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Dengan Menggunakan LKS Pada Mata Pelajaran Akuntansi Di Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo. Slameto (2010: 2) belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Rohman (2009:181) belajar merupakan proses aktif pembelajaran atau pelajaran dalam mengkonstruksi pengetahuan melalui pemaknaan teks, pemaknaan fisik, dialog, dan perumusan pengetahuan. Menurut Benyamin S.Bloom, dkk dalam Arifin (2009: 21) hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam tiga domain, yaitu kongnitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan menurut Kingsley dalam (Sudjana 2009: 22) 4
5 membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan menurut Gagne dalam Sudjana (2009: 22) membagi lima kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kongnitif, (d) sikap, (e) keterampilan motorik. Wena (2009: 190) mengatakan pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang berusaha memanfaatkan teman sejawat (siswa lain) sebagai sumber belajar, disamping guru dan sumber belajar yang lainnya. Sedangkan menurut Isjoni, (2009: 16) dalam pembelajaran kooperatif, siswa terlibat aktif pada proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas interaksi dan komunikas yang berkualitas, dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Menurut Slavin dalam Alma, dkk (2010: 86) cooperative learning adalah suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang, dengan struktur kelompok heterogen. Cooperative learning tidak sama dengan belajar kelompok, atau kelompok kerja, tapi memiliki struktur dorongan dan tugas yang cooperative, sehingga terjadi interaksi secara terbuka dan hubungan interdependensi yang efektif. Alma, dkk (2010: 88) dalam pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) ini ada kegiatan saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna memperoleh prestasi maksimal. Trianto (2007: 56) pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) ini menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang cukup sederhana. Menurut Slavin (2005: ) STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu: a) Presentasi kelas 5
6 Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau didiskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga presentasi audiovisual. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuiskuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka. b) Tim Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan entitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benarbenar belajar,dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Tim adalah fitur yang paling penting dalam STAD. Pada tiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim, dan tim pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya. Tim ini memberikan dukungan kelompok bagi kinerja akademik penting dalam pembelajaran, dan itu adalah untuk memberikan perhatian dan respek yang mutual ayang penting untuk akibat yang dihasilkan seperti hubungan antarkelompok, rasa harga diri, penerimaan terhadap siswa-siswa mainstream. c) Kuis Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya. d) Skor kemajuan individual Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka 6
7 bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor nilai, tetapi tak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. e) Rekongnisi tim Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka. Berdasarkan masalah penelitian diatas, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan menggunakan LKS pada mata pelajaran Akuntansi di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo. Metode Penulisan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo, khususnya dikelas XIIPS 3 semester Genap. Penetapan lokasi didasarkan atas pertimbangan lokasi tersebut memenuhi syarat terutama dalam hubungan dengan pengumpulan data penelitian serta memperhatikan dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Penelitian ini dilaksanakan yaitu mulai bulan Februari sampai dengan bulan Juli Adapun variabel dalam penelitian ini melibatkan input (masukan), proses dan output (hasil). 1. Variabel Input Variabel input merupakan proses sebelum pembelajaran berlangsung, seperti guru, siswa, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi dan lingkungan belajar. 2. Variabel Proses 7
8 Variabel ini merupakan proses selama pembelajaran berlangsung dan dapat diukur melalui: a. Cara guru menjelaskan materi. b. Cara guru dalam memberikan contoh yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. c. Setiap kelompok dibagi masing-masing 3-5 orang. d. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dalam kelompoknya. e. Setelah selesai, setiap kelompok mempertanggungjawabkan hasil kerjanya. 3. Variabel Output Setelah pelaksanaan pembelajaran maka hasilnya dapat diukur meliputi: a. Keingintahuan siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru b. Kemampuan siswa mengaplikasikan materi yang diberikan c. Motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran d. Hasil belajar yang diperoleh siswa e. Tindakan perbaikan terhadap hasil yang dicapai oleh siswa Menurut Arikunto (2012: 20) ada empat tahap penting dalam penelitian tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. 1. Perencanaan/Persiapan a. Konsultasi dengan kepala sekolah dan guru mitra tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini b. Mengidentifikasi masalah c. Menganalisis masalah dan menentukan faktor-faktor penyebab utama d. Merumuskan gagasan pemecahan masalah untuk merumuskan hipotesis tindakan sebagai masalah 8
9 e. Merancang metode dan media yang akan digunakan didalam penelitian tindakan kelas sesuai dengan permasalahan, rencana tindakan dan keadaan yang akan dilakukan. f. Menyiapkan alat-alat penilaian, lembar observasi dan format untuk mengumpul data. g. Menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. 2. Pelaksanaan Tindakan Proses pelaksanaan tindakan kelas ini tidak terpaku pada penetapan banyaknya siklus. Penelitian tindakan dikatakan telah berhasil apabila telah mencapai indikator yang telah ditetapkan yakni rata-rata nilai siswa mencapai 75%. Apabila dalam proses ini tidak menunjukkan hasil yang diharapkan maka akan diadakan kembali pada siklus berikutnya. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai berikut: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara heterogen 2. Guru menyajikan pelajaran 3. Guru member LKS (lembar kerja siswa) kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok 4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis tidak saling membantu 5. Memberi evaluasi 6. Kesimpulan 3. Pengamatan dan Evaluasi Pada tahap ini peneliti mengamati pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembaran pengamatan yang telah dibuat, pengamat melakukan pemantauan terhadap peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. 4. Analisis dan Refleksi 9
10 Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan hasilnya digunakan untuk merefleksikan diri apakah siswa sudah dapat meningkatkan hasil belajarnya. Dalam hal ini akan diketahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam proses yang telah berlangsung kemudian ditindak lanjuti pada kegiatan berikutnya serta menjadi bahan untuk menyusun laporan penelitian. Tekhnik pengumpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jenis Data Jenis data yang diperoleh melalui tindakan kelas ini meliputi data-data sebagai berikut: a. Data hasil pengamatan kegiatan guru membelajarkan materi b. Data hasil pengamatan aktifitas siswa selama mengikuti pembelajaran c. Data hasil belajar siswa pada setiap pembelajaran 2. Instrumen Pengumpulan Data Beberapa instrumen pengumpulan data, yang dilakukan oleh peneliti yaitu: a. Lembar pengamatan kegiatan guru b. Lembar pengamatan aktivitas siswa c. Lembar tes berisi soal tertulis Data yang diperoleh melalui pengamatan akan dianalisis presentase, berdasarkan indikator keberhasilan siswa yang telah ditetapkan. Kriteria penilaian yang digunakan adalah kriteria sebagai berikut: 10
11 Tabel 2: Kriteria Penilaian No Nilai Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Sumber: Data olahan, 2013 Indikator kinerja pada penelitian ini adalah jumlah siswa yang memperoleh nilai minimal 75 pada mata pelajaran Akuntansi setelah diterapkan model Student Teams Achievement Division (STAD) meningkat dari 41,38% menjadi minimal 80%. Dimana siswa telah dikatakan tuntas belajar apabila secara individu/perorangan memperoleh nilai di atas 75 atau 24 orang dari 29 orang siswa sudah dapat mencapai indikator yang telah ditetapkan, maka tindakan dikatakan berhasil. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tilamuta khususnya di kelas XI IPS-3 pada mata pelajaran Akuntansi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan maksud untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun ukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah indikator kinerja yakni jumlah siswa yang memperoleh nilai minimal 75 atau tuntas belajar dari jumlah siswa secara keseluruhan yakni dari 41,38% meningkat menjadi 80%. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I menunjukkan bahwa pengamatan terhadap kegiatan guru dari 30 aspek yang diamati kualifikasi sangat baik yang teramati 8 aspek, kualifikasi baik ada 13 aspek dan kualifikasi cukup ada 2 aspek serta kualifikasi kurang ada 7 11
12 aspek sebagaimana dapat di lihat pada lampiran 2. Selanjutnya pengamatan terhadap kegiatan siswa dari 23 aspek yang diamati, kategori baik ada 12 aspek, kategori cukup 7 aspek dan kategori kurang 4 aspek sebagaimana dapat dilihat pada lampiran 3. Tahap selanjutnya, untuk hasil belajar siswa diperoleh siswa yang memperoleh nilai minimal 75 ke atas yaitu 17 orang atau 58,62% dan siswa yang memperoleh nilai kurang dari 75 yaitu 12 orang atau 41,38% serta daya serap siswa pada siklus I ini adalah 73,97% sebagaimana dapat dilihat pada lampiran 5. Berdasarkan data siklus I yang telah diuraikan di atas menggambarkan secara klasikal belum mencapai ketuntasan belajar, dimana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa belum mencapai criteria yang diharapkan. Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan, dalam upaya tindak lanjut untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Kriteria yang diperoleh dari berbagai aspek yang telah ditentukan pada masing-masing skor telah memperoleh nilai yang maksimal yaitu terlihat pada pengamatan terhadap kegiatan guru dari 30 aspek yang diamati diperoleh kualifikasi sangat baik 9 aspek dan kualifikasi baik 20 aspek serta kualifikasi cukup 1 aspek sebagaimana dapat dilihat pada lampiran 7. Pengamatan terhadap siswa dari 23 aspek yang diamati diperoleh kategori sangat baik 2 aspek, baik 18 aspek dan cukup 3 aspek sebagaimana dapat dilihat pada lampiran 8. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan proses belajar mengajar guru dan siswa telah mencapai hasil yang maksimal. Menindaklanjuti hal tersebut maka perlu adanya perhatian, motivasi secara bertahap bagi siswa tersebut dengan adanya perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran baik itu kegiatan guru maupun aktivitas siswa, maka pada siklus II ini telah terjadi peningkatan pada kegiatan guru, siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan kegiatan guru dan siswa yang memiliki kriteria kurang sudah tidak ada, sedangkan untuk hasil belajar siswa yang telah memperoleh nilai di atas 75 sebanyak 24 orang atau 82,76% dan yang memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 5 orang atau 12
13 17,24% dan daya serap siswa pun meningkat menjadi 82,07% sebagaimana dapat dilihat pada lampiran 10. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yaitu penerapan strategi belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperati tipe Student Teams Achievement Division (STAD) benar-benar telah meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun perubahan peningkatan hasil belajar dalam kualifikasi pembelajaran tersebut yaitu siswa yang memperoleh nilai di atas 75 yang awalnya hanya 41,38% meningkat menjadi 82,76% pada siklus II. Menyikapi berbagai uraian, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan model pembelajaran yang besar manfaatnya bagi penigkatan hasil belajar siswa itu sendiri. Gambaran ini merupakan dampak dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Akuntansi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, berdasarkan hipotesis yang berbunyi pada penelitian ini Jika terapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan menggunakan LKS (lembar kerja siswa) maka hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas XI IPS 3 di SMA Negeri 1 Tilamuta akan meningkat, hal ini telah teruji dengan benar dan tepat. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Alma, dkk (2010: 88) bahwa dalam pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) ini ada kegiatan saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna memperoleh prestasi maksimal. Disamping itu hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Pomalingo 2008, Adunati 2009, Habiburrohman 2010, Rahmawati 2011 dan Dai 2012, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 13
14 Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat dikemukakan simpulan bahwa hipotesis yang berbunyi Jika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan menggunakan LKS (lembar kerja siswa) maka hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas XI IPS 3 di SMA Negeri 1 Tilamuta akan meningkat dan dapat diterima karena didukung dengan hasil analisis data: siswa yang memperoleh hasil belajar minimal 75 meningkat dari 41,38% hasil observasi awal menjadi 58,62% hasil siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,76% hasil siklus II, dan hasil pengamatan kegiatan guru yang termasuk pada kategori sangat baik dan baik meningkat dari 70,00% siklus I menjadi 96,67% pada siklus II, selain itu, hasil pengamatan kegiatan siswa yang termasuk pada kategori sangat baik dan baik meningkat 52,17% siklus I menjadi 86,96% hasil siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka peneliti menyarankan sebagai berikut: 1. Penerapan hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan memperoleh dukungan dari semua pihak yang terkait, seperti sekolah, guru-guru, siswa dan orang tua siswa serta masyarakat. 2. Adanya peningkatan pada hasil belajar siswa kiranya kepada guru mata pelajaran disarankan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam proses pembelajaran. Daftar Rujukan Alma, Bukhari dkk Professional (Menguasai Metode Dan Terampil Mengajar). Bandung: Alfabeta Arifin, Zainal Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 14
15 Isjoni, Pembelajaran Kooperatif : Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Rohman, Arif Memahami pendidikan dan ilmu pendidikan. Yogyakarta: Laks Bang mediatama Slameto, 2010.Belajar & Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Slavin, Robert E Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media. Sudjana, Nana Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakaya Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Wena, Made Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: PT Bumi Aksara 15
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan karya bersama yang berlangsung dalam. suatu pola kehidupan insan tertentu serta pendidikan merupakan tuntutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan insan tertentu serta pendidikan merupakan tuntutan bagi setiap warga negara, baik tua
ROSITA SAYEDI Nim Pembimbing 1. Dr. Hamzah Yunus, M.Pd 2. Badriyyah Djula, S.Pd., M.Pd
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING DENGAN METODE DRILL PADA MATERI KERTAS KERJA (WORKSHEET) MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS X 5 SMA NEGERI 2 GORONTALO ROSITA
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP MUHAMMAD IDRIS Guru SMP Negeri 3 Tapung [email protected] ABSTRAK Penelitian ini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti akan menunjukkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang
MENINGKATKANN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI 129/I SIMPANG RANTAU GEDANG
MENINGKATKANN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI 129/I SIMPANG RANTAU GEDANG KARYA ILMIAH OLEH : TEGUH RIYANTO NIM : A1D109057 PROGRAM
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Hasil Belajar
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Hasil Belajar Hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas belajar. Perubahan yang diperoleh tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN NHT PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN NHT PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA Oleh: Erny Untari ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 02/Tahun XVIII/November 2014
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR KELAS IV B SD NEGERI TAHUNAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Fathonah Guru Kelas IVB SD Negeri Tahunan Yogyakarta Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan posisi yang strategis dalam meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan posisi yang strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber daya manusia (SDM), baik dalam aspek spiritual, intelektual maupun kemampuan profesional
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah memulai
BAB I PENDAHULUAN. Sistem Pendidikan Nasional mengartikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sistem Pendidikan Nasional mengartikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
Tugiyana 2 SDN 1 Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS KOMPETENSI DASAR MENGENAL JENIS-JENIS USAHA DAN KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS V SD NEGERI 1 PADAMARA 1
Jurusan Pendidikan Ekonomi Prodi S1 Pendidikan Ekonomi
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS X AK 1 SMK NEGERI 1 BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Sofyawati Usman Jurusan Pendidikan Ekonomi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Kajian teori ini merupakan uraian dari pendapat beberapa ahli yang mendukung penelitian. Dari beberapa teori para ahli tersebut mengkaji objek yang sama yang mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. kritis, kreatif dan mampu bersaing menghadapi tantangan di era globalisasi nantinya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru merupakan pemegang peran utama dalam proses pembelajaran karena guru mempunyai peranan penting dalam keberhasilan siswa menerima dan menguasai pelajaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERINTEGRASI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERINTEGRASI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA ( PTK Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Colomadu Tahun 2011/2012 ) Oleh
I. PENDAHULUAN. mendorong terjadinya belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuantujuan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi yang mempengaruhi siswa dalam mendorong terjadinya belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuantujuan yang diharapkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa 32 dan guru
Akhmad Suyono *) Dosen FKIP Universitas Islam Riau
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA YLPI P-MARPOYAN PEKANBARU (Applied
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1 Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Rusman (2011:201) Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori kontruktivisme. Soejadi dalam Teti Sobari,
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Pembelajaran IPA di SD Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dengan menggunakan sumber belajar dapat
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pembelajaran IPA di SD Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dengan menggunakan sumber belajar dapat membantu pencapaian keberhasialn pembelajaran. Ditegaskan oleh
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu wahana untuk mengembangkan semua
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu wahana untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki siswa, termasuk kemampuan bernalar, kreativitas, kebiasaan bekerja keras,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber daya manusia merupakan aspek yang dominan terhadap kemajuan suatu bangsa. Manusia dituntut
ISSN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 1 PENEBEL
ISSN 18295282 84 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 1 PENEBEL Oleh: I Wayan Kariata SMA Negeri I Penebel ABSTRAK Penelitian
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Akhmad Suyono Universitas Islam Riau [email protected] Abstract: This
Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres Pandaluk Pada Materi Penjumlahan Bilangan Bulat Lia Agustin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GIMPUBIA. Oleh.
1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GIMPUBIA Oleh Bustaman Asis Abstrak Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penyatuan materi, media, guru, siswa, dan konteks belajar. Proses belajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Belajar Proses belajar mengajar merupakan aktivitas antara guru dengan siswa di dalam kelas. Dalam proses itu terdapat proses pembelajaran yang berlangsung akibat penyatuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD 1. Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Sedangkan
LISMAWATI MOHAMAD Meyko Panigoro Agil Bachsoan. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ABSTRAK
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK PAIR SHARE) DAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATA PELAJARAN EKONOMI ( Suatu Penelitian Pada
NASKAH PUBLIKASI ILMIAH. Disusun Untuk Memenuhi Sebagai. Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1. Pendidikan sekolah Dasar. Disusun Oleh : Disusun :
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TEGALGONDO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Disusun Untuk Memenuhi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG BIOLOGI DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANAWA Nurmah [email protected]
BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme. mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar.
BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Pengertian Belajar Menurut Teori Konstruktivisme Definisi belajar ada beraneka ragam karena hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 3 Kalirejo Kudus kurang efektif. Guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menyampaikan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi belajar. aktivitas tersebut. Beberapa diantaranya ialah:
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas Belajar Belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT UNTUK SISWA KELAS IV SD MELALUI KOOPERATIF TIPE STAD
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT UNTUK SISWA KELAS IV SD MELALUI KOOPERATIF TIPE STAD Trilius Septaliana Kusuma Rukmana, S.Pd. Mahasiswi Pascasarjana Universitas Sriwijaya Abstrak Dalam pembelajaran
PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA
PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA Oleh: Leli Dwi Nugraheni, Mujiyem Sapti, Riawan Yudi Purwoko. Program Studi Pendidikan Matematika
2014 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TULISAN DAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM EKSKRESI SISWA KELAS XI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dalam pandangan tradisional selama beberapa dekade dipahami sebagai bentuk pelayanan sosial yang harus diberikan kepada masyarakat. Namun demikian pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran yang sampai saat ini masih dianggap sulit oleh siswa,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran yang sampai saat ini masih dianggap sulit oleh siswa, sedangkan ilmu fisika dapat ditemui dan dipelajari di kehidupan
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GATAK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NASKAH PUBLIKASI Diajukan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI KOMPLEK MELALUI MODEL STAD PADA SISWA SMA. Moch. Saleh
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI KOMPLEK MELALUI MODEL STAD PADA SISWA SMA 95 Moch. Saleh SMA Negeri 1 Gading Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Abstrak: Banyak kegiatan yang berhubungan
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS Xl IPS 4 SMA NEGERI COLOMADU KARANGANYAR TAHUN
PROSIDING ISBN :
P 5 MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII C SMP ANGGREK BANJARMASIN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN SCRAMBLE Agisna
yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII-B DI SMP NEGERI 1 BOLAANG Tjitriyanti Potabuga 1, Meyko
ekonomi dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELANGKAAN DIKELAS X SMA NEGERI 2 BIREUEN Noventi, Nurul Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 5 No. 8 ISSN X. Indri
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Hitung Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas V MI Wali Songo Sidondo Indri Mahasiswa Program
`BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan pembelajaran. Peran guru tidak hanya mentransfer ilmu kepada
1 `BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat membangkitkan pola berpikir siswa sebagai implementasi peran guru sebagai pendidik, motivator dan fasilitator
NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar SITI ROSIDAH NIM. A.
1 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) PADA SISWA KELAS IV SDN 03 DELINGAN TAHUN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI
PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI METODE KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS)
PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI METODE KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) Tadjuddin * Abstrak: Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.
II. KAJIAN TEORI. 2.1 Belajar dan Pembelajaran Pengertian Belajar dan Pembelajaran. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui
II. KAJIAN TEORI 2.1 Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan
Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMAN 15 PADANG Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi Vo. 3, No. 1, September 2016, Hal ISSN : Copyright 2016 by LPPM UPI YPTK Padang
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Peserta didik Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achivement Division (STAD) Pada Kelas X.3 SMA Negeri 5 Bukittingi Gusviar SMA
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 20 Tolitoli Dinayanti Mahasiswa Program Guru Dalam
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI Abstrak. Yulia Ayu Astuti. K8409074. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diartikan sebagai suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar dan penting bagi pembangunan suatu negara. Dengan adanya pendidikan maka akan tercipta
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran STAD pada Siswa Kelas V SD Inpres 1 Birobuli
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran STAD pada Siswa Kelas V SD Inpres 1 Birobuli Yuliana Runtu SD Inpres 1 Birobuli, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V.A SD NEGERI 07 BARUGA KOTA KENDARI JURNAL PENELITIAN OLEH: NURSIAH WAHAB NIM. G2G1 15 056 PROGRAM
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristis Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota Gorontalo, khususnya di kelas XI Akuntansi yang jumlah siswanya
Seminar Nasional Fisika 2012 Jakarta, 9 Juni Intan Irawati. 1. Pendahuluan
PENERAPAN PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION) PADA MATERI MEKANIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 1 MAN 15 JAKARTA Intan Irawati MAN 15 Jakarta Jl. Inayah No.24,
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA VIDEO
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA VIDEO Defi Selfiana 1), Edy Nurfalah 2), Wendri Wiratsiwi 3) 1) PGSD FKIP Unirow, Tuban;
ARTIKEL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) PADA PEMBELAJARAN KUBUS DAN BALOK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-B MTs. NEGERI 3 MATARAM TAHUN
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 KajianTeori 2.1.1 Hasil Belajar Hasil belajar menurut Anni ( 2004:4 ) merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar Hasil belajar
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think. pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Ekonomi
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Ekonomi Hilman Talihan Jurusan/Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Motivasi, Hasil Belajar.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS VII A SMP N 3 SENTOLO Estiningsih Universitas PGRI Yogyakarta
Suherman Guru Fisika SMA Negeri 1 Stabat dan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Pascasarjana Unimed
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DI SMA NEGERI 1 STABAT Suherman Guru Fisika
Rusmiaty Sitepu Guru SMP Negeri 8 Kota Tebing Tinggi Surel :
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 8 KOTA TEBING TINGGI Rusmiaty Sitepu Guru SMP Negeri 8 Kota
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Dalam lampiran Permendiknas No 22 tahun 2006 di kemukakan bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau Harsono M. Timumun, Muchlis L. Djirimu, Lestari M.P. Alibasyah Mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. motivasi yang lemah, akan malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas. yang berhubungan dengan pelajaran tersebut.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pelaksanaan proses pembelajaran terkadang terdapat kendalakendala. Salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran adalah motivasi siswa untuk belajar.
I. PENDAHULUAN. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) KOMBINASI MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN SUNGAI MIAI 5 BANJARMASIN Noorhafizah
BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari pembentukan Negara RI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini tentunya menuntut adanya penyelenggaraan
JEMBER TAHUN PELAJARAN
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MATERI MENGIDENTIFIKASIKAN CIRI- CIRI NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU BAGI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DI SEKOLAH DASAR. Oleh. Ramadhani
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DI SEKOLAH DASAR Oleh Ramadhani [email protected] Absrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
BAB III METODE PENELITIAN
19 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri 5 Pringsewu Barat Kabupaten Pringsewu, dengan waktu penelitian mulai bulan Maret sampai dengan bulan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, (Kemdikbud, 2012:17). PENDAHULUAN
PENDAHULUAN Mata pelajaran biologi berdasarkan Standar Isi (SI) bertujuan agar peserta didik dapat memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain,
sekolah dasar (SD/MI). IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah sebuah mata pelajaran di tingkat sekolah dasar (SD/MI). IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang
Agusnoto. SD Negeri Ketitangkidul, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 3, Juli 216 ISSN 2477-224 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATERI PERBANDINGAN DAN SKALA SD Negeri
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA STANDAR KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN SISWA KELAS XI TKR 3 SMK NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN AJARAN
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA STANDAR KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN SISWA KELAS XI TKR 3 SMK NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 Achmad Hasbi Ash Shiddiq. Program studi pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi Awal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses dalam rangka
PENERAPAN METODE STAD PADA MATERI AJAR PENGGUNAAN ATURAN SINUS, COSINUS, DAN RUMUS LUAS SEGITIGA. Tino Santigiarti
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, April 2016 ISSN 2087-3557 PENERAPAN METODE STAD PADA MATERI AJAR PENGGUNAAN ATURAN SINUS, COSINUS, DAN RUMUS LUAS SEGITIGA SMA Negeri 1 Ulujami
Penerbit AR-RUZZ MEDIA, Yogyakarta, hal ) Esa Nur Wahyuni, Baharuddin, 2008, Teori Belajar dan Pembelajaran,Cetakan III,Mei 2008,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Belajar Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap 3). Tugas dan tanggung jawab utama seorang pengajar adalah mengelola
*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 1 No. 1 Tahun 2012 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN
PERBEDAAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE KELAS XI DI SMA N 2 OKU
PERBEDAAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE KELAS XI DI SMA N 2 OKU Budi Utomo [email protected] Pendidikan Geografi FKIP Universitas
PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION
PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION Oleh : Drs. M. Ramli, M.Pd * dan Anantakie Sulistiawati.A** ABSTRAK Penelitian ini bertujuan
