LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR"

Transkripsi

1 LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR Judul : ANALISA PENYARINGAN SINYAL ELECTROCARDIOGRAPH MENGGUNAKAN FILTER DIGITAL DENGAN SOFTWARE MATLAB Nama : Fitri Triastuty NIM : Peminatan : Telekomunikasi Disetujui dan Disahkan oleh : Koordinator Tugas Akhir Teknik Elektro UMB Pembimbing Tugas Akhir Teknik Elektro UMB (Ir. Yudhi Gunardi, MT) (Dr. Ing. Mudrik Alaydrus) Mengetahui, KaProdi Teknik Elektro UMB (Ir. Budi Yanto Husodo, MSc)

2 ABSTRAK Simulator ECG merupakan replika output dari sensor sensor yang diletakan pada tubuh manusia yang berisi sinyal listrik jantung. Pada rumah sakit terutama pada bagian stroke unit dan UGD sangat memerlukan simulator ECG sebagai alat yang dapat melakukan pendeteksian awal sinyal jantung untuk mengetahui kondisi tubuh pasien. Simulator ECG merupakan alat vital bagi rumah sakit karena sangat berkaitan dengan keselamatan dan kesembuhan pasien. Sistem dan piranti ECG haruslah dirancang dan dipergunakan sesuai dengan ketentuan medis yang berlaku, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam melakukan tindakan medis pada pasien. i

3 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaiakan penyusunan laporan tugas akhir dengan mengambil data dari PT. PERTAMINA BINA MEDIKA (RSPP). Di dalam penulisan laporan tugas akhir ini, penulis mendapatkan banyak bantuan pemikiran, dorongan moril, serta kritik dan saran dari berbagai pihak yang terkait. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, penulis ingin sekali mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Kepada Dosen Pembimbing, Bapak Dr. Ing. Mudrik Alaydrus atas semua bimbingan, kritik, saran, dan waktu yang telah diberikan selama ini yang sangat berkaitan dengan penulisan tugas akhir. 2. Kepada KaJur UMB, Bapak Ir. Budi Yanto Husodo, MSc. atas waktu dan kerjasamanya yang telah diberikan selama ini. 3. Kepada SekJur UMB, Bapak Ir. Yudhi Gunardi, MT. atas bantuan dan kerjasama yang telah diberikan selama tugas akhir. 4. Kepada Bapak Enda, Bapak Asep yang ada di medical equipment RSPP khususnya dan seluruh pihak yang terkait di RSPP pada umumnya. ii

4 5. Kepada seluruh dosen dosen Teknik Elektro Universitas Mercu Buana atas bantuan dan kerjasamanya. 6. Kepada kedua Orang tua, Keluarga besar, sahabat/teman dekat yang telah memberikan bantuan berupa perhatian dan doa sebagai wujud dukungan kepada saya dalam menyusun tugas akhir ini. 7. Kepada teman teman Mahasiswa/i Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Angkatan 2003 yang telah membantu selama ini. 8. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, yang telah banyak membantu dalam penyusunan laporan tugas akhir ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, hasil yang ada masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak, demi hasil laporan yang mendekati sempurna. Akhir kata, penulis berharap dengan adanya laporan tugas akhir ini, maka akan bermanfaat bagi yang membacanya, terutama untuk diri penulis secara pribadi maupun untuk siapa saja yang membacanya dimasa mendatang. Jakarta, September 2007 Penulis Fitri Triastuty iii

5 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... vi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penulisan Pembatasan Masalah Metode Penulisan Sistematika Penulisan... 3 BAB II ELEKTROKARDIOGRAPH Asal Usul Sinyal Listrik Tubuh Asal Usul Sinyal Listrik pada Jantung Cara Memperoleh Sinyal Jantung pada Alat ECG Bagian dari Alat ECG A. Elektroda B. Filter Noise dan Artefact pada Alat ECG iv

6 A. Distorsi Frequency B. Ground Loop C. Kawat Lead Terbuka D. Artefact dan Transien Elektrik E. Interferensi dengan Perangkat Elektronik BAB III FILTER DIGITAL Konsep Filter IIR(Infinite Impulse Response) Aplikasi Filter IIR Z-Transform & Fourier Transform(DFT FFT) BAB IV SINYAL ECG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB Filter Penghilang Noise pada Sinyal ECG A. Denoising dengan mengunakan Butterworth Lowpass Filter B. Denoising dengan menggunakan Elliptic Lowpass Filter Proses Denoising pada Sinyal ECG dengan nilai Wp, Ws, Rp dan Rs dari Butterworth dan Elliptic (lowpass filter) yang berbeda untuk mendapatkan Sinyal ECG yang bersih terhadap Noise A. Denoising dengan mengunakan Butterworth Lowpass Filter B. Denoising dengan menggunakan Elliptic Lowpass Filter BAB V KESIMPULAN LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA v

7 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. (a) dan (b) adalah jantung manusia dilihat dari depan dimana titik SA sebagai penyeirama dan AV sebagai pemberi sinyal kontraksi ventrikel... 7 Gambar 2.2. Bidang elektrographic dan dipol arus yang mengindikasikan lokasi lokasi elektroda pada lengan dan kaki kiri kanan... 8 Gambar 2.3. Sinyal normal PQRST wave... 9 Gambar 2.4. Jelly dan Lead Elektroda Gambar 2.5. Suction Elektrode Gambar 2.6. (a) Noise karena kurang tepat pada saat pemasangan (b) Noise karena elektroda yang kotor Gambar 2.7. (a) Groundloop antara ECG dengan mesin listrik lain yang dihubungkan pada pasien (b) Groundloop dieliminier dengan menghubungkan kedua mesin pada ground yang sama Gambar 2.8. (a) Kabel kawat yang terbuka dapat menimbulkan kebocoran arus listrik (b) Melilitkan kabel lead dapat menimbulkan induksi elektromagnetik Gambar 2.9. Pengaruh transien tegangan pada ECG yang dideteksi dengan alat ECG, dimana transien akan menyebabkan terjadinya vi

8 saturasi amplifier, pada gambar (a) mulai transien (b) gain diperkecil Gambar (a) Mekanisme Interferensi medan listrik dan jala jala ke ECG (b) Arus yang mengalir dari jala jala melewati tubuh dan impedansi Gambar 3.1. Struktur Filter IIR orde ke-2 sampai orde ke-n Gambar 3.2. Sinyal dari filter elliptic lowpass Gambar 3.3. Sinyal DFT FFT Gambar 4.1. Sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.05mv Gambar 4.2. Magnitude dari spectrum sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar 4.3. Sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.02mv Gambar 4.4. Magnitude dari spectrum sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.02 mv Gambar 4.5. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar 4.6. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv vii

9 Gambar 4.7. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar 4.8. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv Gambar 4.9. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv viii

10 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi kedokteran saat ini berkembang sangat maju. Alat alat seperti ECG biasanya digunakan untuk mengetahui sinyal jantung pasien, MRI, Scanner dan X-Ray Scanner untuk mengetahui kondisi tubuh serta tulang pada pasien dan alat alat medis lainnya sangat sering ditemui di rumah sakit khususnya rumah sakit besar di Indonesia. Karena kemampuannya untuk melihat sinyal jantung secara keseluruhan, maka ECG merupakan alat vital bagi rumah sakit. Diagnosa pasien serta karakteristik penyakit yang diderita pasien serta kenormalan jantung dari pasien yang ditentukan dengan melihat sinyal output ECG. Sinyal input alat ECG yang berupa sinyal listrik berasal dari sinyal jantung manusia, asal usul sinyal listrik tersebut adalah hal pertama yang perlu diketahui. Cara alat ECG menerima sinyal input serta pengaruh peletakan elektroda dari alat ECG terhadap tampilan merupakan hal kedua yang harus diketahui. Hal ketiga yang akan kita bahas adalah mengenai sinyal input dari alat ECG yang berasal dari otot jantung manusia, yang besarnya sekitar 1 mv sehingga sinyal tersebut rentan terhadap noise. 1

11 Rekaman ECG adalah suatu tes laboratories dan merupakan alat pembantu diagnosis karena pasien yang menderita penyakit kelainan jantung organik bisa menunjukkan gambaran sinyal ECG yang normal, sebaliknya rekaman sinyal ECG yang menunjukkan kelainan yang tidak spesifik dapat ditemukan pada orang yang sehat. Rekaman ECG sangat berguna untuk mengetahui adanya : a. Hipertrofiatria dan ventrikel b. Perikarditis c. Efek obat obatan khususnya digitalis d. Ganggunan elektrolit e. Beberapa penyakit sistemik (hipertiroid) 1.2. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk meng-analisa pengaruh dari berbagai filter digital yang dipakai pada proses penyaringan sinyal electrocardiograph yang terganggu oleh noise yang diimplementasikan dalam software matlab Pembatasan Masalah Pada penulisan tugas akhir ini, penulis hanya akan menjelaskan teori sinyal dan juga pembahasan sinyal electrocardiograph yang terpengaruh oleh noise dengan menggunakan aplikasi filter digital pada software matlab yang sangat berpengaruh pada hasil rekaman sinyal electrocardiograph Metode Penulisan Penulisan pada penyusunan tugas akhir ini dilakukan dengan beberapa metode, yaitu : 2

12 a. Pengamatan Langsung dan Wawancara Penulisan ini melakukan metode pengamatan langsung pada objek, dalam hal ini alat ECG yang mengendalikan pengamatan yang langsung pada pasien di bagian perawatan RSPP. Selain itu juga penulis melakukan wawancara pada pihak pihak yang berkompeten. b. Studi Literatur Penulisan dilakukan dengan cara melakukan studi melalui sumber literatur atau buku buku yang tersedia pada perpustakaan di RSPP yang sangat membantu sekali dalam memberikan gambaran dasar maupun sistem kerja yang memang sudah otomatis (automation) di RSPP. c. Software Merancang software yang berfungsi untuk proses filterisasi sinyal ECG yang mengandung noise Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran data yang lebih rinci dan jelas serta untuk memudahkan dalam pengolahan data dan analisa permasalahan, maka sistematika penulisan tugas akhir ini disusun dengan sistematika bab per bab. Rincian laporan tugas akhir ini mempunyai sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Membahas tentang latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. Pada bab ini memberikan 3

13 gambaran kecil dari Bab I s/d Bab V yang ada dalam laporan penulisan dan mengapa penulis memilih tema tersebut. BAB II : ELEKTROKARDIOGRAPH Membahas tentang asal usul sinyal listrik tubuh, asal usul sinyal listrik dari jantung, cara memperoleh sinyal jantung pada alat ECG, beberapa bagian dari alat ECG, gambaran & penjelasan sinyal jantung normal, dan juga membahas tentang noise dan artifact. BAB III : FILTER DIGITAL Memberikan penjelasan tentang beberapa filter digital, memberikan penjelasan tentang transformasi-z dan juga memberikan penjelasan tentang penggunaan filter digital tersebut dalam software matlab untuk digunakan pada alat ECG. BAB IV : PEMROSESAN SINYAL ELECTROCARDIOGRAPH DENGAN SOFTWARE MATLAB Memberikan gambaran sinyal biomedic pada alat ECG dengan menggunakan software Matlab, cara memproses sinyalnya dan memberikan laporan hasil pembahasannya. BAB V : KESIMPULAN Membahas tentang kesimpulan akhir dan saran yang diberikan penulis kepada perusahaan yang terkait, yaitu : RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina). 4

14 5 BAB II ELEKTROKARDIOGRAPH 2.1. Asal Usul Sinyal Listrik Tubuh Tegangan bioelectric dihasilkan oleh hasil aktivitas listrik kimia dari kelas sel tertentu, dikenal sebagai sel excitable, yang merupakan komponen dari urat syaraf otak, otot atau lapisan grandular. Tegangan diam (resting potential) dihasilkan oleh sel sel tersebut dan ketika ter-stimulasi dengan benar, tegangan aksi (action potential) akan terjadi. Stimulasi tersebut bisa disebabkan oleh panas, dingin, cahaya, suara dan bau. Jika stimulasi berasal dari listrik, hanya sebesar 20 mv, beda tegangan melewati membran dibutuhkan untuk memulai tegangan aksi. Membran dapat digambarkan sebagai kapasitor yang bocor. Membran itu sendiri dapat digunakan sebagai pemisah muatan dan juga sebagai material dielektrik yang memungkinkan aliran bocor dari ion melewati membran dari pori pori. Tegangan membran pada keadaan bertolak belakang ini dinamakan tegangan equilibrium. Tegangan equilibrium ini merupakan tegangan istirahat (resting potential) yang terbentuk pada keadaan tetap. Untuk ketidakseimbangan ion yang tetap antara bagian dalam sel dan luar sel dibutuhkan mekanisme transport aktif yang terletak pada membran dan sering disebut (efek pompa natruim-kalium) yang memindahkan Na + keluar dan K + ke dalam sel. 5

15 2.2. Asal Usul Sinyal Listrik Dari Jantung Jantung dapat diasumsikan sebagai alat pemompa ganda. Jantung mempunyai empat ruang, dua ruang atas yang biasa disebut atrium kiri kanan disinkronisasikan untuk berkontraksi secara bersamaan, cara yang sama juga terjadi pada dua ruang di bawah, ventrikel kiri dan kanan. Siklus ini diawali dari aliran darah dari vena tubuh diterima oleh atrium kanan dipompakan ke ventrikel kanan. Kemudian darah dipompakan menuju paru paru, dimana pertukaran oksigen terjadi oleh ventrikel kanan. Lalu darah terpompa menuju atrium kiri. Setelah itu darah didorong menuju ventrikel kiri akibat kontraksi atrium kiri. Kemudian darah disirkulasikan ke seluruh tubuh oleh ventrikel kiri, pembuluh kapiler dilewati oleh darah dan akhirnya darah diterima kembali oleh atrium kanan. Aksi yang berirama dari jantung diatur oleh sinyal listrik yang dimulai oleh stimulasi spontan dari sel otot khusus yang terletak dalam atrium kanan. Sinoatrial (SA) Node atau pembuat langkah diperoleh dari sel sel ini. Depolarisasi dimulai dengan adanya sinyal listrik dari titik SA, menyebabkan atrium berkontraksi dan darah terpompa menuju ventrikel yang kemudian diikuti dengan repolarisasi atrium. Titik atrioventricular (AV) dialiri sinyal listrik, yang memulai depolarisasi ventrikel kanan dan kiri, menyebabkan mereka berkontraksi dan darah dipaksa menuju paru paru dan sirkulasi umum tubuh. Rentetan akan berulang kembali setelah repolarisasi dialami oleh otot ventrikel. Arus yang mengalir dalam tubuh disebabkan oleh depolarisasi dan repolarisasi otot jantung. Tegangan pada kulit timbul karena arus ini. Electrochardiograph (ECG) merupakan rekaman dari tegangan listrik antara dua titik yang terletek pada permukaan tubuh dengan posisi yang berbeda beda. 6

16 (a) (b) Gambar 2.1. (a) dan (b) adalah Jantung Manusia dilihat dari depan. Dimana titik SA sebagai penyeirama dan AV sebagai pemberi sinyal kontraksi ventrikel. Irama sinyal jantung diatur oleh isyarat listrik yang dihasilkan oleh rangsangan yang terjadi secara spontan. Rangsangan spontan ini dilakukan oleh sel - sel khusus yang terdapat pada atrium kanan. Isyarat listrik SA node menyebabkan depolarisasi otot jantung atrium dan memompa darah ke ventrikel, kemudian diikuti oleh repolarisasi otot atrium. Isyarat listrik dilanjutkan ke AV node dan akan menyebabkan depolarisasi ventrikel kanan dan kiri yang menyebabkan kontraksi ventrikel Cara Memperoleh Sinyal Jantung pada ECG Hubungan antara pemompaan jantung dan tenaga listrik pada kulit dapat dipahami dengan melihat perambatan bagian otot jantung yang terdepolarisasi. Tegangan terjadi akibat arus listrik mengalir pada batang tubuh yang berperan seperti resistor. Garis equipotential adalah distribusi tegangan untuk keseluruhan jantung ketika ventrikel terdepolasasi setengah. 7

17 Potensial yang terukur pada permukaan tubuh dipengaruhi oleh lokasi dari tiap tiap elektroda. Tegangan listrik cardiac yang terukur pada permukaan tubuh merupakan proyeksi dipole arus listrik pada arah tertentu yang terus berubah. Dipole arus dengan tiga bidang tubuh electrocardiographic. Gambar 2.2. Bidang electrographic dan dipol arus yang mengindikasikan lokasi lokasi elektroda pada lengan dan kaki bag.kanan-kiri. Elektroda yang digunakan untuk melakukan ECG umumnya diletakkan pada lengan kanan (RA), lengan kiri (LA), kaki kiri (LL), walaupun begitu lokasi tiap tiap elektroda bisa bervariasi untuk situasi klinis tertentu, kadang ditangan atau posisi posisi lain yang dekat dengan jantung digunakan sebagai lokasi elektroda. Lead I : mengukur perbedaan potensial - Listrik antara RA (Right Arm/Tangan Kanan) dengan LA (Left Arm/Tangan Kiri). 8

18 Lead II : mengukur perbedaan potensial listrik antara RA (Right Arm/TanganKanan) dengan LL (Left Leg/Kaki Kiri). Lead III : mengukur perbedaan potensial - listrik antara LA (Left Arm/Tangan Kiri) - dengan LL (Left Leg/Kaki Kiri). Setelah lead di pasangkan pada bagaian bagian tubuh tertentu pada pasien maka dapat diketahui bentuk dari sinyalnya. Sinyal yang harus terlebih dahulu diketahui adalah sinyal normal. Karena dengan mengetahui bentuk dari sinyal normal, maka dapat diketahui sinyal yang terdapat pada pasien, untuk mengetahui kondisi tubuh pasien. Di bawah ini adalah salah satu contoh bentuk serta keterangan sinyal normal: Gambar Sinyal normal (PQRST-wave) 9

19 Interval P-R awal P-wave ke awal QRS kompleks S-T akhir S=wave ke akhir T-wave Q-T awal Q-wave ke akhir T-wave Segmen P-R akhir P-wave ke awal Q-wave S-T akhir S-wave ke awal T-wave Kompleks QRS mulai Q-wave ke akhir S-wave Keterangan gambar 2.3. : - Sinyal jantung normal terbentuk karena adanya penyebaran impuls/rangsang listrik yang berpusat di Sinoatrial Node, menyebabkan perubahan potensial listrik pada bagian atrium. - Gelombang P, adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik yang diakibatkan pada saat depolarisasi atrium. Lamanya gelombang P ini menunjukkan waktu yang diperlukan untuk penyebaran impuls di bagian atrium yaitu mulai dari Sinoatrial node sampai Atrioventricular Node. - Gelombang komplek QRS, adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik ventrikel ketika berdepolarisasi. Gelombang QRS ini dapat dibedakan menjadi tiga gelombang, yaitu gelombang Q, R dan S. - Gelombang Q, adalah defleksi negatif pertama sesudah gelombang P dan yang mendahului defleksi R, gelombang ini dibangkitkan akibat depolarisasi permukaan ventrikel. - Gelombang R, adalah defleksi positif yang pertama sesudah gelombang P yang ditimbulkan oleh depolarisasi utama ventrikel. - Gelombang S, merupakan defleksi negatif sesudah R atas penyimpangan negatif yang menunjukkan depolarisasi ventrikel. - Gelombang T, adalah gelombang yang timbul pada saat repolarisasi ventrikel. 10

20 - PR Segment, menunjukkan berhentinya impuls pada Atrioventricular Node atau tidak ada transmisi impuls di Atrioventricular Node. - ST Segment, Tidak adanya transmisi impuls disebabkan adanya periode refrakter di sel miokardium Bagian dari Alat ECG Bagian dari alat ECG antara lain: A. Elektroda B. Filter A. Elektroda Elektroda digunakan untuk menyensor sinyal bioelektrik jantung. Elektroda ini langsung mengenai tubuh manusia yang sering dilapisi jelly elektrolite. Gambar.2.4. Jelly & Lead Elektroda Gambar.2.5. Suction Electrode 11

21 (a) (b) Gambar 2.6. (a) Noise karena kurang tepat saat pemasangan elektroda pada pasien. (b) Noise karena elektroda yang kotor. B. Filter Fungsi dari Filter dibagi menjadi : a. AC Filter (meredam noise dan Jala-jala PLN) b. Muscle Filter (meredam noise dari Tubuh) 2.5. Noise dan Artefact pada Alat ECG Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam alat ECG yang penting untuk engineer biomedic/individu yang mengoperasikan alat ECG, yang sering terjadi antara lain: A. Distorsi frekuensi B. Ground loop C. Kawat lead yang terbuka D. Artifact dan transien elektrik E. Interferensi dengan perangkat elektonik A. Distorsi Frekuensi Suatu ECG harus selalu memenuhi standar respons frekuensi yang telah ditentukan. Jika terjadi distorsi frekuensi akan terlihat dalam bentuk sinyal ECG. Jika terdapat distorsi di frekuensi rendah, maka terjadi distorsi pada baseline yang tidak lagi horizontal. Distorsi pada frekuensi tinggi menyebabkan pembulatan bentuk sinyal pada bagian yang tajam. 12

22 B. Ground Loop Pasien yang dideteksi ECGnya dengan ECG kilnis atau secara kontinu pada monitor cardiac, seringkali mereka dihubungkan dengan peralatan elektrik lain. Setiap perangkat elektrik mempunyai groundnya sendiri. Ground loop akan terjadi pada situasi dimana dua perangkat elektrik digunakan oleh pasien, dimana masing-masing perangkat elektrik mempunyai groundnya sendiri. Jika kedua ground perangkat sedikit berbeda, arus listrik akan mengalir dan satu ground ke ground perangkat satunya, dan akan melalui pasien dan elektrode yang dipasang. Hal ini akan menghasilkan tegangan common-mode pada ECG, yaitu jika common-mode rejection ratio buruk akan menaikkan interferensi. (a) (b) Gambar 2.7. (a) groundloop antara ECG dengan mesin listrik lain yang dihubungkan pada pasien. (b) groundloop dieliminier dengan menghubungkan kedua mesin pada ground yang sama. C. Kawat Lead Terbuka Sering terjadi bahwa kawat yang menghubungkan elektroda biopotensial dengan ECG menjadi terputus, sehingga elektroda tidak terhubung dengan ECG. Tegangan yang relatif tinggi sering diinduksikan pada kawat terbuka. Hal ini akan menyebabkan suatu defleksi 13

23 amplitudo yang konstan pada frekuensi jala-jala dan kontak antara elektrode dengan pasien tidak baik, umumnya dikarenakan elektrode yang kotor akibat sisa jelly yang masih menempel. Gambar 2.8. (a) Kabel lead yang terbuka dapat menimbulakan kebocoran arus (b) melilitkan kabel lead dapat meminimumkan induksi elektromagnetik D. Artifact dan Transien EIektrik Dalam situasi dimana pasien yang ECG nya sedang dideteksi, memerlukan defibrilasi cardiac. Dalam hal ini, pulsa arus besar dan tegangan besar diberikan pada pasien, sehingga tegangan transien akan terlihat dan elektroda. Tegangan ini mempunyai harga beberapa kali lipat lebih tinggi dan pada tegangan ECG. Jika keadaan ini terjadi akan menyebabkan defleksi yang meningkat dalam ECG. Gambar 2.9. Pengaruh transien tegangan pada ECG yang dideteksi dengan alat ECG, dimana transien akan menyebabkan saturasi amplifier. (a) mulai transien (b) gain diperkecil 14

24 E. Interferensi dengan Perangkat Elektronik Sumber utama interferensi saat monitor dan rekaman ECG adalah sistem sumber-daya. Selain mencatu daya ke perangkat ECG, biasanya jalur daya juga dihubungkan dengan perangkat lain dalam ruangan rumah sakit. Juga ada jalur daya pada dinding, lantai dan langitlangit ruangan. Jalur daya ini akan berpengaruh pada rekaman ECG dan memberikan interferensi pada frekuensi jala-jala. Gambar (a) mekanisme interferensi medan listrik dan jala-jala ke ECG (b) arus yang mengalir dari jala-jala melalui tubuh dan impedansi 15

25 16 BAB III FILTER DIGITAL 3.1. KONSEP FILTER IIR (Infinite Impulse Response) Filter IIR adalah satu filter digital yang dipakai dalam aplikasi Digital Signal Processsing (DSP). Keuntungan dari filter IIR antara lain adalah hanya membutuhkan koefisien yang lebih sedikit untuk respon frekuensi yang curam sehingga dapat mengurangi jumlah waktu komputansi. Filter IIR juga mempunyai keuntungan lain, yaitu dapat memudahkan pembuatan dari fungsi filter lowpass, filter highpass, filter bandpass dan juga filter bandstop tanpa batasan sinyal tertentu. Selain itu juga dibahas mengenai fungsi diskrit yang bertujuan untuk memproses sinyal yang hanya dapat diambil samplenya pada waktu tertentu. Sedangkan fungsi continue yang dapat memproses sinyal secara terus menerus atau tanpa batasan waktu. b[0]. x[n] x[n] b[0] + + y[n] Z -1 Z -1 b[1]. x[n-1] x[n-1] b[1] + + a[1]. y[n-1] a[1] y[n-1] Z -1 Z -1 x[n-2] b[2]. n b[2]. x[n-2] + + a[2]. y[n-2]. n a[2] y[n-2] Gambar.3.1 Struktur filter IIR orde-2 s/d orde-n 16

26 Filter IIR membutuhkan fungsi alih (pole-zero) dan perumusan sistem linier, semuanya tergantung pada jumlah input,output dan feedback dari data yang ada. Yang termasuk bagian dari filter IIR adalah filter Butterworth, filter Elliptic, filter Chebyshev1 dan filter Chebyshev2. Baik Butterworth, Elliptic, Chebyshev1 dan Chebyshev2, merupakan filter yang mempunyai teknik untuk membuat filter lowpass, highpass, bandpass dan bandstop. Penggunaan filter Butterworth, Elliptic, Chebyshev1 dan Chebyshev2 dalam aplikasi pemrosesan sinyal ECG biasanya lebih dikhususkan untuk membuat penyaringan sinyal dengan menggunakan filter bandpass. Dimana fungsi dari filter bandpass adalah untuk menyaring sinyal terlalu rendah dan kurang stabil untuk mendapatkan sinyal yang lebih tinggi dan stabil. Nilai frekuensi dari sinyal jantung manusia pada alat ECG berkisar 0.05Hz s/d 100Hz, karena memang sinyal jantung manusia terbaca rendah pada alat ECG, sehingga membutuhkan filter bandpass untuk mendapatkan hasil pemrosesan yang terbaca dengan nilai yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya, bentuk sinyal yang lebih jelas dan stabil. Penggunaan filter IIR juga bertujuan untuk mengurangi noise yang ada pada sinyal ECG dalam software Matlab. Noise tersebut dapat dikurangi dengan cara melakukan beberapa kali penyaringan. Dengan begitu maka akan terlihat jelas proses demi proses penyaringan, dimana noise akan benar benar bisa berkurang pada frekuensi dan orde tertentu APLIKASI FILTER IIR Selain membahas penjabaran fungsi dari filter IIR, akan dibahas juga mengenai aplikasi dari filter IIR, yaitu filter Butterworth, Elliptic dan Chebyshev1 dan Chebysev2, dimana dari masing masing filter tersebut memiliki karakteristik yang berbeda beda. Butterworth memiliki response frekuensi yang datar dan tidak memiliki ripple (flat). Filter 17

27 Butterworth merupakan jenis filter yang landai. Fungsi dari filter Butterworth adalah untuk mengubah sinyal dalam bentuk lowpass menjadi bentuk highpass, bandpass dan bandstop agar didapat bentuk sinyal yang diinginkan. Filter Butterworth merupakan satu satunya filter digital yang mempunyai karakteristik stabil, karena dapat menjaga kestabilan bentuk sinyal walaupun mendapatkan input yang lebih tinggi. Lain halnya dengan karakteristik filter Elliptic, filter ini memiliki bentuk sinyal yang memiliki ripple yang sama pada bagian atas dan bawah dari sebuah gelombang sinyalnya. Keuntungan dari filter ini adalah mempunyai transisi yang lebih cepat untuk sebuah sinyal dibandingkan filter digital lain. Selain itu juga dapat digunakan untuk sinyal yang memiliki nilai minimum dan filter tersebut juga dapat mengubah sinyal dalam bentuk lowpass menjadi bentuk sinyal yang sama persis dengan karakteristik bentuk highpass, bandpass dan bandstop. Filter digital lainnya adalah filter Chebyshev1 dan Chebyshev2. Perbedaan antara filter Chebyshev1 dan Chebyshev2 hanya pada letak ripple dari sinyalnya. Chebyshev1 mempunyai ripple pada bagian atas sinyalnya sedangkan filter Chebyshev2 memiliki ripple pada bagian bawah sinyalnya. Kedua filter ini sama sama memiliki keuntungan yaitu transisi dari sinyalnya sangat lembut, karena berada ditengah tengah dari karakteristik filter Butterworth dan filter Elliptic. Filter tersebut dapat memfilter tidak terlalu cepat dan tajam seperti filter Elliptic dan juga tidak terlalu landai dan lambat seperti filter Butterworth. Keterangan berikut ini diberikan tabel jenis filter yang bertujuan untuk mempermudah dalam perancangan lowpass, highpass, bandpass dan bandstop, karena dapat mengerti tentang karakteristik dari masing- masing filter yang berbeda, serta fungsi yang sering digunakan untuk filter tersebut untuk peng-aplikasiannya dalam software Matlab. 18

28 Tabel jenis filter serta fungsi yang digunakan No. Jenis Filter Fungsi yang digunakan 1. Butterworth [n,wn] = buttord(wp,ws,rp,rs) 2. Chebyshev1 [n,wn] = cheb1ord(wp, Ws, Rp, Rs) 3. Chebyshev2 [n,wn] = cheb2ord(wp, Ws, Rp, Rs) 4. Elliptic [n,wn] = ellipord(wp, Ws, Rp, Rs) Ketengan dari Tabel jenis Filter: Butterworth: [n,wn] adalah fungsi dalam merancang sebuah filter, sangat berkaitan dengan koefisien b (num/output) dan a (den/input), dimana n = jumlah dari banyaknya orde yang dipakai dalam sebuah filter dan Wn = cut off frequency (rad/s). Pada filter Butterworth highpass biasanya Wn (cut off frequency) bernilai tinggi sedangkan pada filter Butterworth bandstop Wn digunakan untuk mengetahui nilai dari W 1 dan W 2, selain itu pada filter Butterworth bandstop nilai Wn menjelaskan bahwa [W 1 <<W 2 ]. Wp berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Butterworth bandpass yang juga merupakan cut off frequency, Wp adalah sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Ws berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Butterworth bandstop yang juga merupakan sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Rp sebuah ripple dari filter Butterworth bandpass dalam decibels, nilai ini merupakan nilai dari maksimum loss yang diperbolehkan dalam perancangan filter tersebut. 19

29 Rs nilai dari attenuation dari filter Butterworth bandstop dalam decibels. Nilai ini adalah nilai dari banyaknya jumlah decibels dari filter Butterworth bandstop yang berasal dari filter Butterworth bandpass. Buttord meng-kalkulasi orde untuk perancangan filter Butterworth. Elliptic: [n,wn] adalah fungsi dalam merancang sebuah filter, sangat berkaitan dengan koefisien b (num/output) dan a (den/input), dimana n = jumlah dari banyaknya orde yang dipakai dalam sebuah filter dan Wn = cut off frequency (rad/s). Pada filter Elliptic highpass biasanya Wn (cut off frequency) bernilai tinggi sedangkan pada filter Elliptic bandstop Wn digunakan untuk mengetahui nilai dari W 1 dan W 2, selain itu pada filter Elliptic bandstop nilai Wn menjelaskan bahwa [W 1 <<W 2 ]. Wp berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Elliptic bandpass yang juga merupakan cut off frequency, Wp adalah sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Ws berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Elliptic bandstop yang juga merupakan sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Rp sebuah ripple dari filter Elliptic bandpass dalam decibels, nilai ini merupakan nilai dari maksimum loss yang diperbolehkan dalam perancangan filter tersebut. Rs nilai dari attenuation dari filter Elliptic bandstop dalam decibels. Nilai ini adalah nilai dari banyaknya jumlah decibels dari filter Elliptic bandstop yang berasal dari filter Elliptic bandpass. ellipord meng-kalkulasi orde untuk perancangan filter elliptic. 20

30 Chebyshev 1: [n,wn] adalah fungsi dalam merancang sebuah filter, sangat berkaitan dengan koefisien b (num/output) dan a (den/input), dimana n = jumlah dari banyaknya orde yang dipakai dalam sebuah filter dan Wn = cut off frequency (rad/s). Pada filter Chebyshev1 highpass biasanya Wn (cut off frequency) bernilai tinggi sedangkan pada filter Chebyshev1 bandstop Wn digunakan untuk mengetahui nilai dari W 1 dan W 2, selain itu pada filter Chebyshev1 bandstop nilai Wn menjelaskan bahwa [W 1 <<W 2 ]. Wp berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Chebyshev1 bandpass yang juga merupakan cut off frequency, Wp adalah sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Ws berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Chebyshev1 bandstop yang juga merupakan sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Rp sebuah ripple dari filter Chebyshev1 bandpass dalam decibels, nilai ini merupakan nilai dari maksimum loss yang diperbolehkan dalam perancangan filter tersebut. Rs nilai dari attenuation dari filter Chebyshev1 bandstop dalam decibels. Nilai ini adalah nilai dari banyaknya jumlah decibels dari filter Chebyshev1 bandstop yang berasal dari filter Chebyshev1 bandpass. Cheb1ord meng-kalkulasi orde untuk perancangan filter Chebyshev Type-1. Chebyshev 2: [n,wn] adalah fungsi dalam merancang sebuah filter, sangat berkaitan dengan koefisien b (num/output) dan a (den/input), dimana n = jumlah dari banyaknya orde 21

31 yang dipakai dalam sebuah filter dan Wn = cut off frequency (rad/s). Pada filter Chebyshev2 highpass biasanya Wn (cut off frequency) bernilai tinggi sedangkan pada filter Chebyshev2 bandstop Wn digunakan untuk mengetahui nilai dari W 1 dan W 2, selain itu pada filter Chebyshev2 bandstop nilai Wn menjelaskan bahwa [W 1 <<W 2 ]. Wp berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Chebyshev2 bandpass yang juga merupakan cut off frequency, Wp adalah sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Ws berfungsi untuk membuat sudut dari sebuah sinyal pada filter Chebyshev2 bandstop yang juga merupakan sebuah besaran atau nilai dari dua element vector atau lebih dengan nilai nilai antara 0 atau 1, nilai 1 pada Wp sesuai dengan rumus Nyquist. Rp sebuah ripple dari filter Chebyshev2 bandpass dalam decibels, nilai ini merupakan nilai dari maksimum loss yang diperbolehkan dalam perancangan filter tersebut. Rs nilai dari attenuation dari filter Chebyshev2 bandstop dalam decibels. Nilai ini adalah nilai dari banyaknya jumlah decibels dari filter Chebyshev2 bandstop yang berasal dari filter Chebyshev2 bandpass. Cheb2ord meng-kalkulasi orde untuk perancangan filter Chebyshev Type-2. Berikut adalah salah satu contoh dari berberapa aplikasi filter IIR, yang kali ini menjelaskan tentang cara kerja filter Elliptic yang dirancang dalam software Matlab: M-File: %MATLAB script to design a Elliptic Lowpass filter %with the specifications:.wp=0.4,rp=0.5,rs=60 [n,wn]=ellipord(0.4,0.5,0.5,60); 22

32 [b,a]=ellip(n,0.5,60,wn); printsys(b,a,'z') [h,w]=freqz(b,a,256); H=abs(h); HdB=20*log10(H); plot(w/pi,h);grid title('magnitude response of a Elliptic Lowpass filter') ylabel('magnitude') xlabel('normalized frequency') figure plot(w/pi,hdb);grid title('magnitude response of a Elliptic Lowpass filter') ylabel('magnitude in~db') xlabel('normalized frequency') end Gambar.3.2 Sinyal dari filter Elliptic Lowpass 23

33 Command Window: a = b = num/den = b/a z^ z^ z^ z^ z^ z^ z z^ z^ z^ z^ z^ z^ z Keterangan dari fungsi yang ada di dalam contoh program untuk membuat filter Elliptic: Wp, Ws, Rp, dan Rs sama seperti keterangan sebelumnya. printsys(b,a,'z') adalah cara yang dipakai untuk mendapatkan nilai b (num/output) dan nilai a (den/input) serta gambaran rumus Z-transform (num/den) pada Command Window. [h,w]=freqz(b,a,256), h adalah nilai matrix dari (b,a) dan w adalah nilai 256/nilai dari jumlah titik sebuah frekuensi yang ditinjau. H=abs(h) adalah nilai mutlak dari sebuah filter yang berkaitan dengan nilai dari (b,a) dan juga bisa berupa magnitude complex. HdB=20*log10(H) adalah perubahan nilai (b,a) pada sebuah perancangan filter dari logaritma menjadi decibels. plot(w/pi,h);grid berfungsi untuk menampilkan hasil gambar dari terbentuknya sebuah sinyal yang diperoleh setelah dilakukan perancangan sebuah filter, dimana w adalah nilai 256/nilai dari jumlah titik sebuah frekuensi yang ditinjau, pi = 3,14 dan H adalah sebuah filter yang digunakan. 24

34 3.3. Z-TRANSFORM & FOURIER TRANSFORM (DFT FFT) Semua filter yang telah dijelaskan tersebut sangat berkaitan dengan rumus Z-transform, yaitu: H Y ( z ) b ( 1 ) + b ( 2 ) z ( z ) = = 1 X ( z ) 1 + a ( 2 ) z a b ( ( N N ) z 1 ) z N N Y ( z )[1 + a ( 2 ) z a ( N + 1) z ] = X ( z )[ b (1) + b ( 2 ) z b ( N + 1) z 1 N 1 N ] Menurut aturan pada rumus Z-tansform: Y ( z ) + Y ( z ). a (2) z 1 + Y ( z )... + Y ( z ). a ( N + 1) z N = X ( z ). b (1) + X ( z ). b (2) z 1 + X ( z )... + X ( z ). b ( N + 1) z N Maka setelah ditransformasikan menjadi: y [ n ] = b (1) x[ n ] + b ( 2 ) x[ n... + a ( N ) y [ n N ] 1] b ( N ) x[ n N ] + a ( 2 ) y [ n 1] + a (3 ) y [ n 2 ] + Dengan kata lain, tiap point dalam sinyal output dengan koefisien a dapat diketahui dengan mengalikan nilai dari sinyal input dengan koefisien b, lalu menambahkan keduanya. Z-transform juga berkaitan dengan Discrete Fourier Transform (DFT) dan Fast Fourier Transform (FFT). DFT adalah Analisis Fourier yang menyatakan suatu fungsi masukan yang berkaitan dengan penjumlahan dari nilai sinyal dan komponen sinusoida dengan menentukan amplitudo dan tahap dari sinusoidanya. Fungsi masukan pada DFT jumlahnya sangat terbatas. DFT juga dapat digunakan untuk menganalisa frekuensi dan memecahkan rumus persamaan diferensial dengan metode convolutions. Sedangkan FFT adalah algoritma yang efisien untuk menghitung DFT dan inversnya. FFT juga merupakan aplikasi untuk proses digital dan membahas differensial parsial ke algoritma untuk 25

35 perkalian yang cepat dari bilangan bulat yang besar. Dibawah ini sebuah contoh program yang terdapat cara kerja DFT dan FFT dalam Matlab: M-File: %fft, with a single input argument x, computes the DFT of the input vector or matrix. %If x is a vector, fft computes the DFT of the vector; %if x is a rectangular array, fft computes the DFT of each array column. %For example, create a time vector and signal. t = (0:1/100:10-1/100);% Time vector x = sin(2*pi*15*t) + sin(2*pi*40*t);% Signal %The DFT of the signal, and the magnitude and %phase of the transformed sequence, are then y = fft(x);% Compute DFT of x m = abs(y); p = unwrap(angle(y));% Magnitude & phase %To plot the magnitude and phase, %type the following commands. f = (0:length(y)-1)*99/length(y); % Frequency vector plot(f,m); title('magnitude'); set(gca,'xtick',[ ]); figure; plot(f,p*180/pi); title('phase'); set(gca,'xtick',[ ]); 26

36 Gambar.3.3 Sinyal DFT-FFT 27

37 27 BAB IV PEMROSESAN SINYAL ELECTROCARDIOGRAPH DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB 4.1. Filter Penghilang Noise Pada Sinyal Electrocardiograph Di bawah ini diberikan gambar sinyal ECG yang terkena noise, baik gambar sinyalnya maupun gambar magnitude dari spectrum sinyalnya, yang terbagi menjadi dua macam nilai amplitudo, yaitu dengan nilai 0.02mv dan 0.05mv Gambar.4.1. Sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.05 mv 27 UNIVERSITASMERCU BUANA

38 Gambar.4.2. Magnitude dari spectrum sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar.4.3. Sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.02 mv 28 UNIVERSITASMERCU BUANA

39 Gambar.4.4. Magnitude dari spectrum sinyal ECG yang mengandung noise dengan amplitudo sebesar 0.02 mv A. Denoising dengan menggunakan Butterworth Lowpass Filter Merancang sebuah butterworth lowpass filter orde-3, dengan nilai dengan sample data sebesar 1000 Hz, nilai tingkatan attenuation 1dB pada ripple di passband, nilai tingkatan attenuation 3dB pada ripple stopband, dengan nilai frequency berawal dari nilai 150 Hz s/d nilai Nyquist frequency sebesar 500 Hz, nilai Wp = 100/500 Hz dan nilai Ws = 150/500 Hz, selain itu ada nilai dari jumlah titik dari sebuah frequency yang akan ditinjau sebesar 200. Setelah dilakukan proses pemfilteran oleh butterworth lowpass filter maka akan didapat sinyal yang lebih baik dari sebelumnya, dengan gambar sinyal yang akan ditunjukkan berikut ini: 29 UNIVERSITASMERCU BUANA

40 Gambar.4.5. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar.4.6. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv 30 UNIVERSITASMERCU BUANA

41 Dari gambar maka diperoleh sebuah hasil pengamatan, dimana sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter oleh butterworth lowpass filter noisenya lebih berkurang dari sebelumnya, walaupun belum dapat dikatakan bersih dari noise. Sinyalnya pun masih terlihat runcing pada bagian puncak atas dan puncak bawah. Dari gambar tersebut terlihat perbedaan yang sangat jelas, dimana dengan menggunakan amplitudo yang lebih kecil akan jauh lebih baik hasil sinyalnya, dibandingkan dengan menggunakan amplitudo yang lebih besar. B. Denoising dengan menggunakan Elliptic Lowpass Filter Merancang elliptic lowpass filter orde-2 dengan nilai Wp = 0.02 Hz atau nilai frequency cutoff bandpass, nilai Ws = 0.2 Hz atau nilai frequency cutoff bandstop, nilai Rp = 0.2dB atau nilai ripple dari bandpass dan nilai Rs = 3dB atau nilai ripple dari bandstop. Setelah dilakukan proses pemfilteran oleh elliptic lowpass filter maka akan didapat sinyal yang lebih baik dari sebelumnya, dengan gambar sinyal yang akan ditunjukkan berikut ini: Gambar.4.7. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv 31 UNIVERSITASMERCU BUANA

42 Gambar.4.8. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv Sinyal ECG yang menggandung noise setelah difilter dengan menggunakan elliptic lowpass filter, dapat dikatakan lebih baik dari sinyal ECG sebelum dilakukan proses filterisasi. Hal ini terlihat jelas sekali dari noise yang jauh lebih berkurang dibandingkan dari sebelumnya. Namun memang sinyal tersebut belum dapat dikatakan bersih dari noise. Dan apabila diamati kembali, ternyata memang penggunaan amplitudo 0.02mv dapat menghasilkan hasil sinyal yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan amplitudo sebesar 0.05mv. Karena apabila melihat lebih teliti lagi, gambar yang menggunakan amplitudo yang nilainya lebih kecil, sinyalnya terlihat lebih bersih dari noise. 32 UNIVERSITASMERCU BUANA

43 4.2. Proses Denoising pada Sinyal Electrocardiograph dengan nilai Wp, Ws, Rp dan Rs dari Butterworth dan Elliptic (lowpass filter) yang berbeda untuk mendapatkan Sinyal ECG yang bersih terhadap Noise. A. Denoising dengan menggunakan Butterworth Lowpass Filter Merancang sebuah butterworth orde-3 lowpass filter dengan nilai dengan sample data sebesar 1000 Hz, nilai tingkatan attenuation 1dB pada ripple di passband, nilai tingkatan attenuation 3dB pada ripple stopband, dengan nilai frequency berawal dari nilai 100 Hz s/d nilai Nyquist frequency sebesar 900 Hz, nilai Wp = 150/900 Hz dan nilai Ws = 100/900 Hz, selain itu ada nilai dari jumlah titik dari sebuah frequency yang akan ditinjau sebesar 200. Setelah dilakukan proses pemfilteran oleh butterworth lowpass filter maka akan didapat sinyal yang lebih baik dari sebelumnya, dengan gambar sinyal yang akan ditunjukkan berikut ini: Gambar.4.9. Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv 33 UNIVERSITASMERCU BUANA

44 Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter butterworth lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv Setelah melakukan proses filterasasi kembali menggunakan butterworth lowpass filter dengan nilai Nyquist Frequency yang berbeda, ternyata didapatkan hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal ini terlihat jelas dari kadar noise yang dapat dikatakan lebih sedikit. Sinyalnya pun yang tadinya terlihat runcing, sekarang sudah tidak terlihat runcing kembali. Dalam hasil filterisasi kali ini, penggunaan amplitudo yang lebih kecil akan dapat menghasilkan sinyal yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan amplitudo dengan nilai yang lebih besar. Hal ini berarti selain nilai amplitudo, nilai Nyquist Frequency juga berpengaruh dalam proses filterisasi dangan menggunakan butterworth lowpass filter, untuk mendapatkan hasil sinyal ECG yang bersih dari noise. 34 UNIVERSITASMERCU BUANA

45 B. Denoising dengan menggunakan Elliptic Lowpass Filter Merancang elliptic lowpass filter orde-2 dengan nilai Wp=0.015Hz atau nilai frequency cutoff bandpass, nilai Ws=0.2Hz atau nilai frequency cutoff bandstop, nilai Rp=0.2dB atau nilai ripple dari bandpass dan nilai Rs=3dB atau nilai ripple dari bandstop. Setelah dilakukan proses pemfilteran oleh elliptic lowpass filter maka akan didapat sinyal yang lebih baik dari sebelumnya, dengan gambar sinyal yang akan ditunjukkan berikut ini: Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.05 mv Gambar Sinyal ECG yang mengandung noise setelah difilter dengan filter elliptic lowpass, menghasilkan sinyal ECG yang noisenya mulai berkurang dari sebelumnya dengan amplitudo sebesar 0.02 mv 35 UNIVERSITASMERCU BUANA

46 Pada proses filterisasi yang kedua dengan menggunakan elliptic lowpass filter, ternyata masih terlihat noise dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Walaupun begitu, sinyal tersebut sangat terlihat jauh lebih baik dari hasil filterisasi sebelumnya, hal ini dikarenakan pada filterisasi kali ini, ada perubahan pada nilai Wp (frequency cut off pada bandpass). Dalam hasil filterisasi kali ini, penggunaan amplitudo dengan nilai kecil jauh lebih baik dari amplitudo dengan nilai yang besar. Hal ini berarti selain nilai amplitudo, nilai Wp juga berpengaruh dalam proses filterisasi dangan menggunakan elliptic lowpass filter, untuk mendapatkan hasil sinyal ECG yang bersih dari noise. 36 UNIVERSITASMERCU BUANA

47 37 BAB V KESIMPULAN Dari uraian pada BAB BAB sebelumnya, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil dari denoising filter digital pada sinyal ECG dengan menggunakan elliptic lowpass filter yang mempunyai Wp = 0.015Hz dan Ws = 0.2Hz, selain itu mempunyai nilai Rp = 0.2dB dan Rs = 3dB, selain itu mempunyai jumlah titik frequency yang ditinjau sebesar 256 titik. Dengan amplitude sebesar 0.05mv dan 0.02mv jauh lebih baik hasilnya dari elliptic lowpass filter yang dirancang dengan nilai Wp = 0.02Hz dan Ws = 0.2Hz, mempunyai nilai Rp = 0.2dB dan Rs = 3dB, selain itu mempunyai jumlah titik frequency yang ditinjau sebesar 256 titik. Dengan amplitude sebesar 0.05mv dan 0.02mv. 2. Hasil dari denoising filter digital pada sinyal ECG menggunakan butterworth lowpass filter yang mempunyai nilai Wp = 100/900Hz dan Ws = 150/900Hz, selain itu juga mempunyai nilai Rp 1dB dan Rs 3dB, mempunyai data sample 1000Hz dan jumlah titik frequency yang ditinjau 200 titik. Dengan amplitude sebesar 0.05mv dan 0.02mv, jauh lebih baik hasilnya dibandingkan menggunakan butterworth lowpass filter dengan nilai Wp = 100/500Hz dan Ws = 150/500Hz, selain itu juga mempunyai nilai Rp 1dB dan Rs 3dB, mempunyai data sample 37

48 1000Hz dan jumlah titik frequency yang ditinjau 200 titik. Dengan amplitude sebesar 0.05mv dan 0.02mv. 3. Setelah dilakukan filterisasi untuk yang kedua kalinya, ternyata hasil sinyal ECG yang dihasilkan oleh butterworth lowpass filter yang telah diubah Nyquist Frequencynya jauh lebih baik dari elliptic lowpass filter yang telah diubah nilai Wp (Frequency cut off pada bandpass). Hal ini dikarenakan noise pada sinyalnya jauh berkurang, bahkan dapat dikatakan ke dalam katagori filter yang telah bersih dari noise. 38

49 DAFTAR PUSTAKA Tompkins, Willis. J. Biomedical Digital Signal Processing, University of Winsconsin Madison, New Jersey, Shenoi, B.A. Introduction to Digital signal Processing and Filter Design, New Jersey, NN, Handbook Matlab, Bandung, NN, Handbook Electrocardiograph, 2001.

MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER

MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER MODUL 4 ANALOG DAN DIGITAL FILTER I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan rangkaian elektronika yang terdiri dari komponen-komponen seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu rangkaian yang berfungsi untuk melewatkan sinyal frekuensi yang diinginkan dan menahan sinyal frekuensi yang tidak dikehendaki serta untuk memperkecil

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, karena jantung

I. PENDAHULUAN. Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, karena jantung I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, karena jantung berfungsi untuk memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Jika terjadi gangguan pada jantung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat mempermudah manusia dalam mencapai kebutuhan hidup. Hal tersebut telah merambah segala bidang termasuk dalam bidang kedokteran.

Lebih terperinci

Sinyal ECG. ECG Signal 1

Sinyal ECG. ECG Signal 1 Sinyal ECG ECG Signal 1 Gambar 1. Struktur Jantung. RA = right atrium, RV = right ventricle; LA = left atrium, dan LV = left ventricle. ECG Signal 2 Deoxygenated blood Upper body Oxygenated blood Right

Lebih terperinci

Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung

Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung Eko Agus Suprayitno Bidang Keahlian Teknik Elektronika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 60111 Surabaya, Indonesia Email:

Lebih terperinci

TUGAS KEPERAWATAN GAWAT DARURAT INTERPRETASI DASAR EKG

TUGAS KEPERAWATAN GAWAT DARURAT INTERPRETASI DASAR EKG TUGAS KEPERAWATAN GAWAT DARURAT INTERPRETASI DASAR EKG Disusun untuk memenuhi tugas mandiri keperawatan gawat darurat Dosen Setiyawan S.Kep.,Ns.,M.Kep. Disusun oleh : NUGKY SETYO ARINI (P15037) PRODI D3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog

BAB I PENDAHULUAN. resistor, kapasitor ataupun op-amp untuk menghasilkan rangkaian filter. Filter analog BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan suatu perangkat yang menghilangkan bagian dari sinyal yang tidak di inginkan. Filter digunakan untuk menglewatkan atau meredam sinyal yang di inginkan

Lebih terperinci

BAB VI FILTER DIGITAL

BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter

Lebih terperinci

ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1

ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV 1 Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technology) ANALISIS PERFORMANSI FILTER DIGITAL IIR DARI PROTOTYPE BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV Raisah Hayati Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Lebih terperinci

BAB VI FILTER DIGITAL

BAB VI FILTER DIGITAL BAB VI FILTER DIGITAL Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter yang sering digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suara paru terjadi karena adanya turbulensi udara saat udara memasuki saluran pernapasan selama proses pernapasan. Turbulensi ini terjadi karena udara mengalir dari

Lebih terperinci

Desain dan Realisasi Perangkat Elektrokardiograf Berbasis PC Menggunakan Sound Card

Desain dan Realisasi Perangkat Elektrokardiograf Berbasis PC Menggunakan Sound Card Desain dan Realisasi Perangkat Elektrokardiograf Berbasis PC Menggunakan Sound Card Ibnu Yudha Setiadi 1, Achmad Rizal 2, Rita Magdalena 3 Jurusan Teknik Elektro STT Telkom Jalan Telekomunikasi 1, Dayeuh

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Mei 2015 dan tempat

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Mei 2015 dan tempat III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Mei 205 dan tempat pelaksanaan penelitian ini di Laboratorium Elektronika Jurusan Fisika Fakultas Matematika

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ARITMIA MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK. Andri Iswanto

TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ARITMIA MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK. Andri Iswanto TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ARITMIA MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK Andri Iswanto 2208 100 531 Dosen Pembimbing : Dr. Tri Arief Sardjono ST.,MT. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri

Lebih terperinci

PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL PRAKTIKUM PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL LABORATORIUM TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG MODUL 1 PENGENALAN MATLAB DASAR Matlab merupakan suatu perangkat lunak yang dapat

Lebih terperinci

Gambar 1 : Sistem Penempatan Elektoda [1]

Gambar 1 : Sistem Penempatan Elektoda [1] Cara Kerja EEG Rekaman EEG umumnya melalui elektroda yang diletakkan di kulit kepala atau dapat juga ditanam intra kranial. Untuk meningkatkan kontak listrik antara elektroda dan kulit kepala digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Adaptive Noise Cancellation merupakan salah satu aplikasi filter adaptif yang digunakan untuk meredam noise pada sinyal. Aplikasi filter ini menggunakan algoritma Least

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang II. TINJAUAN PUSTAKA A. Biolistrik Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama

Lebih terperinci

KONSEP DASAR EKG. Rachmat Susanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.MB (KV)

KONSEP DASAR EKG. Rachmat Susanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.MB (KV) KONSEP DASAR EKG Rachmat Susanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.MB (KV) TIU Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami konsep dasar EKG dan gambaran EKG normal. TIK Setelah mengikuti materi ini peserta

Lebih terperinci

SISTEM TELECARDIAC MONITORING EKSTRAKSI DAN TRANSMISI PARAMETER TEMPORAL SINYAL JANTUNG MELALUI KANAL RADIO

SISTEM TELECARDIAC MONITORING EKSTRAKSI DAN TRANSMISI PARAMETER TEMPORAL SINYAL JANTUNG MELALUI KANAL RADIO SISTEM TELECARDIAC MONITORING EKSTRAKSI DAN TRANSMISI PARAMETER TEMPORAL SINYAL JANTUNG MELALUI KANAL RADIO Norma Hermawan 1), Muh. Farid Retistianto 2), Achmad Arifin 3) 1),3 ) Teknik Biomedik, Institut

Lebih terperinci

Disusun Oleh: Kevin Yogaswara ( ) Meitantia Weni S B ( ) Pembimbing: Ir. Rusdhianto Effendi AK., MT.

Disusun Oleh: Kevin Yogaswara ( ) Meitantia Weni S B ( ) Pembimbing: Ir. Rusdhianto Effendi AK., MT. Disusun Oleh: Kevin Yogaswara (2207 030 006) Meitantia Weni S B (2207 030 055) Pembimbing: Ir. Rusdhianto Effendi AK., MT. PROGRAM STUDI DIII TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

Perancangan Simulator EKG (Elektronik Kardiogra) Menggunakan Software Proteus 8.0

Perancangan Simulator EKG (Elektronik Kardiogra) Menggunakan Software Proteus 8.0 Perancangan Simulator EKG (Elektronik Kardiogra) Menggunakan Software Proteus 8.0 Suroso Andrianto dan Laela Sakinah Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Multimedia Cendekia Abditama Tangerang, Indonesia

Lebih terperinci

Realisasi Instrumen EKG untuk Pengukuran Sinyal EKG dengan Konfigurasi Elektroda Limb Lead II

Realisasi Instrumen EKG untuk Pengukuran Sinyal EKG dengan Konfigurasi Elektroda Limb Lead II 75 ISSN 1979-2867 (print) Electrical Engineering Journal Vol. 4 (2014) No. 2, pp. 75-86 Realisasi Instrumen EKG untuk Pengukuran Sinyal EKG dengan Konfigurasi Elektroda Limb Lead II Innocentio Aloysius

Lebih terperinci

ANALISIS PENGUATAN BIOPOTENSIAL DENGAN REDUKSI INTERFERENSI GANGGUAN

ANALISIS PENGUATAN BIOPOTENSIAL DENGAN REDUKSI INTERFERENSI GANGGUAN ANALISIS PENGUATAN BIOPOTENSIAL DENGAN REDUKSI INTERFERENSI GANGGUAN Oleh: Moh. Imam Afandi * Abstrak Telah dilakukan analisis penguatan biopotensial dengan reduksi interferensi gangguan sinyal pada sistem

Lebih terperinci

Laporan Pendahuluan Elektrokardiogram (EKG) Oleh Puji Mentari

Laporan Pendahuluan Elektrokardiogram (EKG) Oleh Puji Mentari Laporan Pendahuluan Elektrokardiogram (EKG) Oleh Puji Mentari 1106053344 A. Pengertian Tindakan Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu pencatatan grafis aktivitas listrik jantung (Price, 2006). Sewaktu impuls

Lebih terperinci

Ditulis pada Rabu, 20 September :47 WIB oleh damian dalam katergori Pemeriksaan tag EKG, ECG, pemeriksaan, elektromedis

Ditulis pada Rabu, 20 September :47 WIB oleh damian dalam katergori Pemeriksaan tag EKG, ECG, pemeriksaan, elektromedis - V1 di garis parasternal kanan sejajar dengan ICS 4 berwarna merah Elektrokardiografi (EKG) Ditulis pada Rabu, 20 September 2017 08:47 WIB oleh damian dalam katergori Pemeriksaan tag EKG, ECG, pemeriksaan,

Lebih terperinci

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 hingga Desember 2015 di Laboratorium Elektronika dan Laboratorium Instrumentasi Medis, Departemen

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si

ABSTRAK. Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si 1 ABSTRAK Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si Penelitian kecerdasan buatan untuk mengenali pola semakin banyak dilakukan dan dibutuhkan. Pada

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR. Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR. Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM. 1141160049 JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL 2011/2012 POLITEKNIK NEGERI MALANG jl.soekarno

Lebih terperinci

Normal EKG untuk Paramedis. dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani

Normal EKG untuk Paramedis. dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani Normal EKG untuk Paramedis dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani Anatomi Jantung & THE HEART Konsep dasar elektrokardiografi Sistem Konduksi Jantung Nodus Sino-Atrial (SA) - pada pertemuan SVC dg atrium

Lebih terperinci

SIMULATOR ECG BERBASIS PC SEBAGAI ALAT BANTU AJAR PENGOLAHAN SINYAL BIOMEDIS

SIMULATOR ECG BERBASIS PC SEBAGAI ALAT BANTU AJAR PENGOLAHAN SINYAL BIOMEDIS SIMULATOR ECG BERBASIS PC SEBAGAI ALAT BANTU AJAR PENGOLAHAN SINYAL BIOMEDIS Achmad Rizal 1, Ibnu Yudha Setiadi 2,Rita Magdalena 3, Vera Suryani 4 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro STT Telkom 4 Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1

Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1 Digital to Analog Conversion dan Rekonstruksi Sinyal Tujuan Belajar 1 Tujuan Belajar Peserta mengerti proses interpolasi yang terjadi dalam DAC Digital to Analog Converter Digital to Analog Converter digunakan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. yang dibangkitkan dengan frekuensi yang lain[1]. Filter digunakan untuk

BAB II DASAR TEORI. yang dibangkitkan dengan frekuensi yang lain[1]. Filter digunakan untuk BAB II DASAR TEORI 2.1 Filter Filter atau tapis didefinisikan sebagai rangkaian atau jaringan listrik yang dirancang untuk melewatkan atau meloloskan arus bolak-balik yang dibangkitkan pada frekuensi tertentu

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713

IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713 INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) FILTER IMPLEMENTATION WITH BUTTERWORTH AND CHEBYSHEV

Lebih terperinci

Oleh Arif Widodo NRP Dosen Pembimbing Dr. Tri Arief Sardjono, ST. MT.

Oleh Arif Widodo NRP Dosen Pembimbing Dr. Tri Arief Sardjono, ST. MT. Oleh Arif Widodo NRP. 2205100108 Dosen Pembimbing Dr. Tri Arief Sardjono, ST. MT. LatarBelakang BIOMEDIK ISA Slot Sistem Akuisisi ECG USB Tujuan Merancang dan merealisasikan sebuah sistem akuisisi ECG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jantung merupakan sebuah organ tubuh yang terdiri dari sekumpulan otot.

BAB I PENDAHULUAN. Jantung merupakan sebuah organ tubuh yang terdiri dari sekumpulan otot. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jantung merupakan sebuah organ tubuh yang terdiri dari sekumpulan otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tidak semua orang mau menjalankan pola hidup sehat dan teratur untuk

BAB I PENDAHULUAN. tidak semua orang mau menjalankan pola hidup sehat dan teratur untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tubuh sehat adalah hal yang pasti diinginkan setiap orang. Akan tetapi, tidak semua orang mau menjalankan pola hidup sehat dan teratur untuk mencapainya. Akibatnya,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA SEISMOELEKTRIK. palu. Dari referensi pengukuran seismoelektrik di antaranya yang dilakukan oleh

BAB III METODE PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA SEISMOELEKTRIK. palu. Dari referensi pengukuran seismoelektrik di antaranya yang dilakukan oleh BAB III METODE PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN DATA SEISMOELEKTRIK 3.1 Metode Pengambilan Data Ada beberapa konfigurasi pengukuran yang digunakan dalam pengambilan data seismoelektrik di lapangan. Konfigurasi

Lebih terperinci

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Materi 3 Kardiovaskular III A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Tujuan a. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara palpasi b. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara auskultasi Dasar Teori

Lebih terperinci

Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot

Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot Jaringan Syaraf Tiruan pada Robot Membuat aplikasi pengenalan suara untuk pengendalian robot dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan sebagai algoritma pembelajaran dan pemodelan dalam pengenalan suara.

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik () BAB 4 Tanggapan Frekuensi Rangkaian Orde Pertama Sebagaimana kita ketahui, kondisi operasi

Lebih terperinci

Filter Orde Satu & Filter Orde Dua

Filter Orde Satu & Filter Orde Dua Filter Orde Satu & Filter Orde Dua Asep Najmurrokhman Jurusan eknik Elektro Universitas Jenderal Achmad Yani 8 November 3 EI333 Perancangan Filter Analog Pendahuluan Filter orde satu dan dua adalah bentuk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkembangan generasi telekomunikasi Perkembangan jaringan telekomunikasi akan dikupas secara runtut perkembangan teknologi telepon seluler: Gambar 2.1 Generasi komunikasi system

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri

I. PENDAHULUAN. pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jantung merupakan salah satu rongga organ berotot yang memompa darah ke pembuluh darah secara teratur dan berulang. Letak jantung berada di sebelah kiri bagian dada diantara

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Jantung Jantung adalah organ yang berfungsi untuk memompa darah dalam tubuh manusia. Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu serambi (atrium) kiri dan kanan di bagian atas, serta

Lebih terperinci

KONSEP DAN TERMINOLOGI ==Terminologi==

KONSEP DAN TERMINOLOGI ==Terminologi== TRANSMISI DATA KONSEP DAN TERMINOLOGI ==Terminologi== Direct link digunakan untuk menunjukkan jalur transmisi antara dua perangkat dimana sinyal dirambatkan secara langsung dari transmitter menuju receiver

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DATA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DOSEN : SUSMINI I. LESTARININGATI, M.T

KOMUNIKASI DATA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DOSEN : SUSMINI I. LESTARININGATI, M.T KOMUNIKASI DATA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER 3 GANJIL 2017/2018 DOSEN : SUSMINI I. LESTARININGATI, M.T Sinyal Digital Selain diwakili oleh sinyal analog, informasi juga dapat diwakili oleh sinyal digital.

Lebih terperinci

SOP ECHOCARDIOGRAPHY TINDAKAN

SOP ECHOCARDIOGRAPHY TINDAKAN SOP ECHOCARDIOGRAPHY N O A B C FASE PRA INTERAKSI TINDAKAN 1. Membaca dokumentasi keperawatan. 2. Menyiapkan alat-alat : alat echocardiography, gel, tissu. 3. Mencuci tangan. FASE ORIENTASI 1. Memberikan

Lebih terperinci

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu: BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka Realisasi PLL (Phase Locked Loop) sebagai modul praktikum demodulator FM sebelumnya telah pernah dibuat oleh Rizal Septianda mahasiswa Program Studi Teknik

Lebih terperinci

Seminar Tugas Akhir Juni 2017

Seminar Tugas Akhir Juni 2017 Seminar Tugas Akhir Juni 07 Stetoskop Elektronik Sederhana untuk Auskultasi Jantung dan Paru Yahya Nanda Khurniawan, Torib Hamzah,Dyah Titisari ABSTRAK Stetoskop merupakan alat medis akustik sederhana

Lebih terperinci

PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING

PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING Mohamad Sofie 1*, Eka Nuryanto Budi Susila 1, Suryani Alifah 1, Achmad Rizal 2 1 Magister

Lebih terperinci

Klasifikasi dan Pengenalan Pola pada Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy) dengan 6 Channel

Klasifikasi dan Pengenalan Pola pada Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy) dengan 6 Channel Klasifikasi dan Pengenalan Pola pada Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy) 6 Channel Jaenal Arifin 1, Oyas Wahyunggoro 2, Rudy Hartanto 3 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas

Lebih terperinci

ANALISA INTERFERENSI FM TERHADAP LINK TRANSMISI SATELIT INTERMEDIATE DATA RATE

ANALISA INTERFERENSI FM TERHADAP LINK TRANSMISI SATELIT INTERMEDIATE DATA RATE TUGAS AKHIR ANALISA INTERFERENSI FM TERHADAP LINK TRANSMISI SATELIT INTERMEDIATE DATA RATE Tugas Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Teknik Disusun Oleh : Nama : Meiza Andina

Lebih terperinci

ANALOG SIGNAL PROCESSING USING OPERASIONAL AMPLIFIERS

ANALOG SIGNAL PROCESSING USING OPERASIONAL AMPLIFIERS ANALOG SIGNAL PROCESSING USING OPERASIONAL AMPLIFIERS (PEMROSESAN SINYAL ANALOG MENGGUNAKAN PENGUAT OPERASIONAL) A. PENDAHULUAN Sinyal keluaran dari sebuah tranduser atau sensor sangat kecil hampir mendekati

Lebih terperinci

Identifikasi dan Klasifikasi Pola Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy)

Identifikasi dan Klasifikasi Pola Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy) Identifikasi dan Klasifikasi Pola Sinyal EKG Berdasarkan Sifat Keacakan (Entropy) Jaenal Arifin 1, Hanung Adi Nugroho 2 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik, Universitas Gadjah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 SENSOR MEKANIK KETINGGIAN LEVEL AIR Transduser adalah alat yang mengubah suatu energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Sebuah tranduser digunakan untuk mengkonversi suatu besaran

Lebih terperinci

Rancang Bangun Penguat Biopotensial Elektrokardiografi (EKG) Berbasis IC AD620

Rancang Bangun Penguat Biopotensial Elektrokardiografi (EKG) Berbasis IC AD620 Rancang Bangun Penguat Biopotensial Elektrokardiografi (EKG) Berbasis IC AD620 Imam Nasiqin, Arif Surtono dan Gurum Ahmad Pauzi Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jln.Prof.Soemantri Brodjonegoro

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengecek alat EKG. Penulis membandingakan dengan alat simulator pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengecek alat EKG. Penulis membandingakan dengan alat simulator pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Berdasarkan hasil penelitian penulis saat dilaboratorium pada 21 desember 2016 bertempat di RS PKU Muhammadiyah bahwasannya, alat simulator pasien pada

Lebih terperinci

Intro. - alifis.wordpress.com

Intro. - alifis.wordpress.com Intro. Manusia tidak bisa melihat, merasa, mencium atau menyadari keberadaan listrik dengan inderanya, baik untuk muatan maupun untuk medan listriknya. Baru pada akhir abad 18 hal-hal mengenai listrik

Lebih terperinci

DTG2D3 ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI FILTER ANALOG. By : Dwi Andi Nurmantris

DTG2D3 ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI FILTER ANALOG. By : Dwi Andi Nurmantris DTG2D3 ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI FILTER ANALOG By : Dwi Andi Nurmantris Ruang Lingkup Materi RANGKAIAN RESONATOR PENDAHULUAN LOW PASS FILTER HIGH PASS FILTER BAND PASS FILTER BAND STOP FILTER RANGKAIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang dan tujuan pembuatan proyek akhir. Materi yang dibahas adalah latar belakang, tujuan, perumusan masalah, batasan masalah, serta metodologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Jantung merupakan organ terpenting dalam tubuh manusia, karena jantung merupakan organ utama yang mensirkulasikan darah ke seluruh tubuh. Jantung memompakan darah ke

Lebih terperinci

Hubungan 1/1 filter oktaf. =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz

Hubungan 1/1 filter oktaf. =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz Hubungan 1/1 filter oktaf f 1 f 2 f 1 = 2 1/2f c f 1 = 2 1/2f c f 1 = 2f c1 = frekuensi tengah penyaring =Frekuesi aliran rendah (s/d -3dB), Hz =Frekuesi aliran tinggi (s/d -3dB), Hz Analisis oktaf sepertiga,

Lebih terperinci

SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH

SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH Simulasi Hasil Perancangan LPF (Low Pass Filter) Digital....Hanafi SIMULASI HASIL PERANCANGAN LPF (LOW PASS FILTER) DIGITAL MENGGUNAKAN PROTOTIP FILTER ANALOG BUTTERWORTH Hanafi Dosen Jurusan Teknik Elektro

Lebih terperinci

PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT

PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT P R A K T I K U M 3 P E N G A N T A R P E M R O S E S A N B A H A S A A L A M I D O W N L O A D S L I D E : H T T P : / / B I T. L Y / N L P _ 8 SIGNAL DI MATLAB Beberapa

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan 34 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan April 2015. Perancangan sistem, identifikasi kadar air pada kayu jati dan akasia daun

Lebih terperinci

Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012)

Gambar 2.1 Perangkat UniTrain-I dan MCLS-modular yang digunakan dalam Digital Signal Processing (Lucas-Nulle, 2012) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Digital Signal Processing Pada masa sekarang ini, pengolahan sinyal secara digital yang merupakan alternatif dalam pengolahan sinyal analog telah diterapkan begitu luas. Dari

Lebih terperinci

Analisa Suara Jantung Normal Menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Fast Fourier Transform (FFT)

Analisa Suara Jantung Normal Menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Fast Fourier Transform (FFT) Analisa Suara Jantung Normal Menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Fast Fourier Transform (FFT) Putri Madona Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Caltex Riau Pekanbaru,

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa.

BABI PENDAHULUAN. Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa. BAB I PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada dunia elektronika dibutuhkan berbagai macam alat ukur dan analisa. Salah satunya adalah alat untuk mengukur intensitas bunyi dan gain dari sinyal

Lebih terperinci

Algoritma Mendeteksi Ketidaknormalan Premature Atrial Contractions(PACs) Berdasarkan Kombinasi RR Interval dan Correlation Coefficient

Algoritma Mendeteksi Ketidaknormalan Premature Atrial Contractions(PACs) Berdasarkan Kombinasi RR Interval dan Correlation Coefficient Algoritma Mendeteksi Ketidaknormalan Premature Atrial Contractions(s) Berdasarkan Kombinasi RR Interval dan Correlation Coefficient Iman Fahruzi Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam Parkway

Lebih terperinci

DAFTAR ISTILAH. EKG Elektrokardiogram, lebih sering digunakan untuk menunjukkan perangkat.

DAFTAR ISTILAH. EKG Elektrokardiogram, lebih sering digunakan untuk menunjukkan perangkat. DAFTAR ISTILAH EKG Elektrokardiogram, lebih sering digunakan untuk menunjukkan perangkat. Sinyal EKG Lebih sering digunakan untuk menunjukkan sinyal kelistrikan jantung. xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN DETEKSI SUARA PARU-PARU DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGASI UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT ASMA

RANCANG BANGUN DETEKSI SUARA PARU-PARU DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGASI UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT ASMA RANCANG BANGUN DETEKSI SUARA PARU-PARU DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGASI UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT ASMA Artiarini Kusuma N., Kemalasari,. Ardik Wijayanto Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEOI Simulator ECG adalah sinyal tiruan aktifitas jantung yang banyak digunakan baik oleh tenaga medis maupun teknisi lainya yang berkaitan dengan penggunaan alat perekam aktifitas listrik

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Fakultas/Jurusan : Pengolahan Sinyal Digital / DSP (Digital Signal Processing) : Ilmu Komputer / Teknik Komputer D Minggu 1 Pendahuluan Ruang

Lebih terperinci

10/22/2015 PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT SIGNAL DI MATLAB SAWTOOTH DAN SQUARE

10/22/2015 PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT SIGNAL DI MATLAB SAWTOOTH DAN SQUARE PEMBANGKITAN SINYAL DAN FUNGSI FFT P R AK T I K U M 3 P E N G AN T A R P E M R O S E S AN B AH A S A AL A M I D O W N L O AD S L I D E : H T T P : / / B I T. L Y / N L P _ 8 SIGNAL DI MATLAB Beberapa contoh

Lebih terperinci

Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method

Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method 194 Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method Abdul Yasak *, Achmad Arifin Jurusan Teknik Elektro, ITS Surabaya 60 Phone : (62 31) 594 7302, Fax : (62 31) 593 1237

Lebih terperinci

SKRIPSI APLIKASI ADAPTIVE NOISE CANCELLATION FREKUENSI 50 HZ PADA ELECTROCARDIOGRAM

SKRIPSI APLIKASI ADAPTIVE NOISE CANCELLATION FREKUENSI 50 HZ PADA ELECTROCARDIOGRAM SKRIPSI APLIKASI ADAPTIVE NOISE CANCELLATION FREKUENSI 50 HZ PADA ELECTROCARDIOGRAM Oleh : WELLY OCTANIUS 5103011002 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2016

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANTENA MIKROSTRIP FREKUENSI 2,4 GHZ

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANTENA MIKROSTRIP FREKUENSI 2,4 GHZ TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANTENA MIKROSTRIP FREKUENSI 2,4 GHZ Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh: Nama : Rian Ardiyanto NIM

Lebih terperinci

Rancang Bangun Modul EEG Untuk Menentukan Posisi Otak Saat Melakukan Aktivitas Tertentu Menggunakan Metoda Filter Digital IIR

Rancang Bangun Modul EEG Untuk Menentukan Posisi Otak Saat Melakukan Aktivitas Tertentu Menggunakan Metoda Filter Digital IIR Rancang Bangun Modul EEG Untuk Menentukan Posisi Otak Saat Melakukan Aktivitas Tertentu Menggunakan Metoda Filter Digital IIR Fitra Setiawan #1, Ratna Adil #2 # Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika

Lebih terperinci

udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.

udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar. BAB II DASAR TEORI 2.1 Suara (Speaker) Suara adalah sinyal atau gelombang yang merambat dengan frekuensi dan amplitudo tertentu melalui media perantara yang dihantarkannya seperti media air, udara maupun

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING

PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING PERANCANGAN DAN SIMULASI LOW PASS FINITE IMPULSE RESPONSE DENGAN METODE WINDOWING Irmawan, S.Si, MT Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ABSTRAK Filter digital adalah suatu algoritma

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengolahan Sinyal Digital : IT012256 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi Sub Khusus (TIK) 1 Pendahuluan Ruang lingkup Mata Kuliah

Lebih terperinci

SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT

SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT TKE 243 SISTEM PENGOLAHAN ISYARAT Kuliah 1 Filter Digital Indah Susilawati, S.T., M.Eng. Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta 29 1 KULIAH 1

Lebih terperinci

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG. Potensial Aksi Pada Jantung

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG. Potensial Aksi Pada Jantung AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG Potensial Aksi Pada Jantung Pendahuluan Jantung : Merupakan organ vital Fungsi Jantung : Memompakan darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak pada rongga dada sebelah kiri. Batas

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN RANGKAIAN 3.1. Blok Diagram Sistem Untuk mempermudah penjelasan dan cara kerja alat ini, maka dibuat blok diagram. Masing-masing blok diagram akan dijelaskan lebih rinci

Lebih terperinci

Seminar Nasional APTIKOM (SEMNASTIKOM), Hotel Lombok Raya Mataram, Oktober 2016

Seminar Nasional APTIKOM (SEMNASTIKOM), Hotel Lombok Raya Mataram, Oktober 2016 IMPLEMENTASI ALGORITMA FAST FOURIER TRANSFORM DAN MEAN SQUARE PERCENTAGE ERROR UNTUK MENGHITUNG PERUBAHAN SPEKTRUM SUARA SETELAH MENGGUNAKAN FILTER PRE-EMPHASIS Fitri Mintarsih 1, Rizal Bahaweres 2, Ricky

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. aktivitas berteknologi tinggi mengakibatkan manusia sering kali berhubungan

I. PENDAHULUAN. aktivitas berteknologi tinggi mengakibatkan manusia sering kali berhubungan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesatnya kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Namun demikian, kemajuan yang sangat pesat dari teknologi tersebut juga memberikan dampak negatif

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL

SATUAN ACARA PERKULIAHAN EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL EK.353 PENGOLAHAN SINYAL DIGITAL Dosen: Ir. Arjuni BP, MT : Sinyal dan Pemrosesan Sinyal Tujuan pembelajaran umum : Para mahasiswa mengetahui tipe-tipe sinyal, pemrosesan dan aplikasinya Jumlah pertemuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan

BAB III METODE PENELITIAN. alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, akan dilakukan beberapa langkah untuk membuat alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan alat pendeteksi frekuensi detak

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Anatomi Jantung

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Anatomi Jantung 4 BAB II TEORI DASAR 2.1. Jantung Jantung merupakan otot tubuh yang bersifat unik karena mempunyai sifat membentuk impuls secara automatis dan berkontraksi ritmis [4], yang berupa dua pompa yang dihubungkan

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang, Digital Signal Processing (DSP) atau pemrosesan sinyal digital sudah banyak diterapkan di berbagai bidang karena data dalam bentuk digital

Lebih terperinci

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Hukum Coloumb Sinar - X Induksi Tabung Katoda Isolator dan konduktor Tabung Televisi Mesin penginduksi Sistem Syaraf Medan Listrik Potensial listrik Ikan Listrik

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambar Rangkaian EMG Dilengkapi Bluetooth

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambar Rangkaian EMG Dilengkapi Bluetooth BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambar Rangkaian EMG Dilengkapi Bluetooth Gambar 4. 1 Rangkaian keseluruhan EMG dilengkapi bluetooth Perancangan EMG dilengkapi bluetooth dengan tampilan personal computer

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Bandpass Filter Filter merupakan blok yang sangat penting di dalam sistem komunikasi radio, karena filter menyaring dan melewatkan sinyal yang diinginkan dan meredam sinyal yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Potensial permukaan tubuh (Sumber: Clark Jr, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Potensial permukaan tubuh (Sumber: Clark Jr, 2010). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada dasarnya seluruh fungsi dan aktivitas tubuh melibatkan listrik. Tubuh manusia menghasilkan sinyal listrik dari hasil aksi elektrokimia sel-sel tertentu dan listrik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Informasi tentang pemasangan iklan di suatu radio (antara lain mengenai, jam berapa suatu iklan ditayangkan, dalam sehari berapa kali suatu iklan ditayangkan dan berapa

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk. memperoleh transmisi yang efisien dan handal.

BAB II DASAR TEORI. Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk. memperoleh transmisi yang efisien dan handal. BAB II DASAR TEORI 2.1 Modulasi Modulasi adalah proses yang dilakukan pada sisi pemancar untuk memperoleh transmisi yang efisien dan handal. Pemodulasi yang merepresentasikan pesan yang akan dikirim, dan

Lebih terperinci

MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW

MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW MODUL 5 FILTER FIR DAN WINDOW I. Tugas Pendahuluan Perintah atau fungsi pada MATLAB dapat dilihat dan dipelajari dengan online help pada Command window. Contoh ketiklah : help plot. Maka arti dari perintah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surabaya, 13 Oktober Penulis

KATA PENGANTAR. Surabaya, 13 Oktober Penulis KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun laporan Praktikum Dasar Elektronika dan Digital

Lebih terperinci