BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
|
|
|
- Glenna Lie
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian 1. Deskripsi Data Subjek A a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek A dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek A memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek A diantaranya adalah keliling jajar genjang, luas jajar genjang, dan titik koordinat. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek A diantaranya adalah pertidaksamaan, persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. Representasi matematika yang ditampilkan subjek A diantaranya adalah gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek A adalah konsep penyelesaian masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (y) = -y y, dimana untuk mencari nilai y subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. Konsep penyelesaian masalah fungsi kuadrat sendiri dipelajari subjek selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. 44
2 45 Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek A terhadap soal nomor 1: P. A.1.6 : Jadi, menurut adik soal n S. A.1.6 : Tadinya sempat saya kira cuma tentang bangun datar aja, tapi setelah dikerjakan ternya P. A.1.7 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi langkah per langkah? S. A.1.7 : P. A.1.8 : S. A.1.8 : Jadi nulis diketahui dan ditanya dulu. Terus karena disini disuruh buat P. A.1.9 : S. A.1.9 : Sketsa itu gambar kan mbak P. A.1.10 : Iya benar. Maksudnya mbak, bisa jelaskan gambar kamu ini S. A.1.10 : Karena kan (menunjuk soal) dalam bidang kartesius, ada empat titik koordinat yang membentuk jajar genjang. Jadi saya nggambar jajar genjang didalam bidang kartesius. Alasnya saya umpamakan x, sisi pinggirnya y dan P. A.1.11 : S. A.1.11 : Keliling kan jumlah semua sisi. Jadi keliling jajar genjang 2(x+y). Berarti 2(x+y) = 28, dipindah-pindah ruas, akhirnya dapet persamaan x = 14 y. Terus luas jajar genjang kan alas kali tinggi. Alasnya x, tingginya t, jadi luas jajar genjang = 14t P. A.1.12 : Lanjutkan dik S. A.1.12 : Terus karena jajar genjang bisa berupa persegi, berarti ada kemungkinan t < y atau t = y. Kalau t = y berarti L (y) = -y y. Habis itu nyari y biar luasnya maksimal. Entar y ketemu 7. P. A.1.13 : - S. A.1.13 : Tinggal masukin y ke sini (x = 14 y). P. A.1.14 : S. A.1.14 : Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek A memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan dua konteks, yakni Fungsi Kuadrat dan Bangun Datar. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b)
3 46 Membuat sketsa sebuah bidang kartesius dengan jajar genjang didalamnya. Sisi alas jajar genjang dimisalkan x, sisi miring jajar genjang dimisalkan y, dan tinggi jajar genjang dimisalkan t. (c) Menuliskan rumus keliling jajar genjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier x = 14 y. (d) Menuliskan rumus luas jajar genjang, hingga didapat fungsi L = 14t yt. (e) Menimbang 2 kemungkinan, t < y atau t = y. (f) Diasumsikan jika t = y, maka akan didapat suatu fungsi kuadrat L (y) = -y y. (g) Mencari nilai variabel y agar fungsi kuadrat L (y) = -y y maksimal. (h) Menuliskan bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0 dengan rumus nilai ekstrim x = -b/2a. (i) Mengaplikasikan rumus nilai ekstrim untuk mendapat nilai y dalam fungsi kuadrat L (y) = -y y. (j) Mensubtitusikan nilai y yang didapat ke dalam persamaan x = 14 y. (k) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai x dan y yang didapat. Ada beberapa proposisi dalam jawaban subjek A. Untuk memperjelas proposisi tersebut, peneliti menggali argumen dari subjek penelitian sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. A.1.15 : Oh ya, tentang kemungkinan t < y atau t = y. Kok kamu bisa kepikiran kemungkinan seperti itu?
4 47 Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek A S. A.1.15 : Kan di soal ada pengertian jajar genjang. Disitu aku nangkepnya sisi samping kanan dan kiri sudah pasti sejajar tapi belum tentu tegak lurus dengan alas. Kalau sisi kanan dan kirinya nggak tegak lurus dengan alas, berarti tingginya lebih kecil ketimbang sisi kanan kiri. Lha kalau sisi kanan kiri tegak lurus dengan alas, berarti tingginya sama dengan sisi samping (y). Jadinya ada dua kemungkinan, t < y Berdasarkan kutipan wawancara tersebut Subjek A menegaskan sebuah proposisi dalam lembar jawaban tinggi jajar genjang, yait proposisi tersebut melalui argumen bahwa berdasarkan pengertian jajar genjang, maka sisi samping kanan dan kiri sudah pasti sejajar tetapi belum tentu tegak lurus dengan sisi alas. Jika sisi samping kanan dan kiri jajar genjang tidak tegak lurus dengan sisi alas, maka tinggi jajar genjang lebih kecil daripada panjang sisi samping. Sedangkan jika sisi samping kanan dan kiri jajar genjang tegak lurus dengan sisi alas, maka tinggi jajar genjang (t) sama dengan panjang sisi samping (y). Sehingga ada dua kemungkinan, yaitu t < y atau t = y.
5 48 P. A.1.16 : Terus disini yang kamu la S. A.1.16 : Hehe, t < y nya susah dicari mbak P. A.1.17 : Lho S. A.1.17 : Nggak kok mbak, bercanda. Di logika aja, kan persamaannya 14t yt, jadi biar dapat luas maksimal, paling enggak y harus sama dengan t. Jadi, t < y otomatis nggak usah dicari. Soalnya sudah pasti luas Berdasarkan kutipan wawancara tersebut Subjek A menegaskan sebuah proposisi dalam lembar jawaban -y 2 bahwa karena persamaan untuk luas jajar genjang yang dimaksud adalah 14t yt, maka untuk mendapatkan nilai luas yang maksimal, nilai y setidaknya harus sama dengan nilai t. Dengan demikian, kemungkinan bahwa t < y otomatis gugur dan tidak perlu dicari. Sehingga sudah pasti luas maksimal ada pada t= y. P. A.1.18 : Satu lagi, kamu kan imnya x = - S. A.1.18 : Maksud aku kalau dari jawaban ini, luas jajar genjang akan maksimal jika y = -b/2a dan x = 14 y. P. A.1.19 : S. A.1.19 : Kan misal bentuk persamaannya ax 2 + bx c = 0, nilai maksimalnya x = -b/2a. Berarti kalau persamaannya gini [L (y) = -y y] berarti a = -1, b = 14. Jadinya y = -b/2a. Berdasarkan kutipan wawancara tersebut Subjek A menegaskan sebuah proposisi dalam lembar jawaban maksimal jika y = - melalui argumen bahwa bahwa munculnya rumus y = -b/2a berasal dari
6 49 bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (y) = -y y berarti L (y) = (-1) y y 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = 0. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek A dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek A memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek A diantaranya adalah jarak, langkah, barisan aritmetika. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek A diantaranya adalah barisan bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan. Subjek A tidak menampilkan representasi matematika atau gambar. Adapun konsep yang digunakan subjek A adalah mencari nilai n dari sebuah barisan aritmetika dan penjumlahan dua bilangan. Konsep barisan aritmetika sendiri termasuk dalam materi Deret dan Bilangan yang pernah dipelajari subjek A di jenjang SMP. Untuk memperjelas konsep yang dimaksud, subjek menjelaskan prosedur penyelesaiannya sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. A.2.4 : Jadi kira-kira ini soal tentang apa? S. A.2.4 : Jarak mungkin. P. A.2.5 : Selain itu? S. A.2.5 : Jarak sama barisan aritmatika. P. A.2.6 : Seperti tadi, jelaskan juga langkah-langkah yang kamu gunakan untuk mengerjakan soal!
7 50 S. A.2.6 : Singkat aja ya mbak? P. A.2.7 : Terserah adik. S. A.2.7 : Pertama nulis diketahui dan ditanya dulu. Terus nyari pola bilangan buat langkah maju dan yang buat langkah mundur. Terus pakai rumus Un = a + (n-1)b buat nyari jumlah langkah maju dan langkah mundur. P. A.2.8 : Tidak pakai gambar? S. A.2.8 : Enggak mbak Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek A memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan dua konteks, yakni jarak antar dua tempat dan barisan aritmetika. Sedangkan prosedur penyelesaiannya sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Mencari pola bilangan untuk langkah maju dan langkah mundur berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. (c) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah maju. (d) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah mundur. Ada proposisi yang ada dalam jawaban subjek A. Untuk memperjelas proposisi tersebut, peneliti menggali argumen dari subjek penelitian sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. A.2.9 : Kamu yakin dengan cara yang kamu gunakan? S. A.2.9 : Insya Allah mbak. P. A.2.10 : Kenapa bisa yakin pakai rumus Un = a + (n-1) b? S. A.2.10 : Soalnya selisih antar sukunya sama. Barisan bilangan yang mempunyai selisih antar suku sama kan disebut disebut barisan aritmatika. Dan buat nyari suku ke-n pada barisan aritmatika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. P. A.2.11 : Memangnya ini barisan aritmatika tentang apa? S. A.2.11 maju pertama itu jalan 50 cm ke depan dari 0 ke 50. Terus yang kedua jalan 50 cm ke depan dari 10 ke 60. Terus sampai langkah
8 51 maju terakhir, jalan 50 cm ke depan dari 400 ke 450. Makanya barisan aritmatika untuk langkah maju 50, 60, 70, 80,..., 450. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek A P. A.2.12 : Langkah mundurnya? S. A.2.12 : 10. Kedua jalan 40 cm ke belakang dari 60 ke 20. Sak teruse sampai terakhir adalah jalan 40 cm ke belakang dari 440 ke 400. Nah kalau Helen sudah sampai 450 (ruang guru) ngapain Helen mundur lagi. Jadi barisan aritmatika untuk langkah mundur 10, 20, 30, 40, 50,..., 400. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek A
9 52 Kutipan wawancara tersebut menunjukkan bahwa: 1) Subjek A menjelaskan bahwa barisan bilangan yang mempunyai ciri selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai tetap disebut barisan aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada barisan aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. 2) Subjek A menjelaskan bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur pola bilangan karena jarak langkah dapat membentuk barisan aritmetika. 3) Subjek A menjelaskan bahwa langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah maju terakhir yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah maju adalah 50, 60, 70, 80, 90,..., ) Subjek A menjelaskan bahwa langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur terakhir adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400.
10 53 Sementara itu karena Helen sudah mencapai titik 450 (ruang guru) maka Helen tidak akan mundur lagi. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah mundur adalah 10, 20, 30, 40, 50,..., Deskripsi Data Subjek B a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek B dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek B memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek B diantaranya adalah keliling, luas, panjang, lebar. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek B diantaranya adalah persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. Representasi matematika yang ditampilkan subjek B diantaranya adalah gambar jajar genjang, tanda panah penghubung, gambar persegi panjang dengan sisi p dan l, serta gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek B adalah konsep penyelesaian masalah nilai maksimal. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai maksimal. Konsep penyelesaian masalah nilai maksimal pada Fungsi Kuadrat ini pernah dipelajari subjek B selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1.
11 54 Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek B terhadap soal nomor 1: P. B.1.6 : Jadi, menurut adik soal nomor satu ini soal tentang apa S. B.1.6 : Tentang luas maksimal P. B.1.7 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi langkah per langkah S. B.1.7 : Dari awal P. B.1.8 : Mulai dari diketahuinya, dik S. B.1.8 : Diketahui keliling 28 cm, sedangkan luasnya maksimal P. B.1.9 : Terus yang ditanyakan S. B.1.9 : Panjang dan lebar bangunnya P. B.1.10 : Terus cara menjawabnya S. B.1.10 : Pertama nggambar sketsa jajar genjang, yang sisinya mencong (miring) P. B.1.11 : kok Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek B S. B.1.11 : Dari pengertiannya, disitu lhak berarti segi empat kayak persegi panjang, persegi itu termasuk jajar genjang. Jadi tak ambil aja gambar segi empat yang paling umum. Toh semua segi empat punya panjang lebar P. B.1.12 : Terus menyelesaikannya S. B.1.12 : Keliling persegi panjang 2 (p+l) sama dengan 28 cm. Terus 28 dibagi 2, jadinya l = 14 p. Luasnya L = p x l, (14-p) dimasukkan ke l. Jadi L (p) = -p p. Sekarang nyari p. Karena luas harus maksimal, jadi p = -b/2a P. B.1.13 : Tunggu, itu p = -b/2a dapat darimana S. B.1.13 : Rumus nilai ekstrim mbak. Ada kok di FK. Kalau di FK kan ax kuadrat (bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx c) itu nilai ekstrimnya x = -b/2a. a = - P. B.1.14 : a, b, c itu apanya ya S. B.1.14 : Yang ax kuadrat (bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx c) itu loh mbak. Tadi L(p) = -p p, berarti L (p) = (-1) p p 0. Jadi a = -1, b = 14 dan c = 0
12 55 P. B.1.15 : Oke. Jadi p sama dengan S. B.1.15 : Nilai a dan b nya dimasukno, ketemu 7. Terus p nya juga dimasukno l = 14 p, ketemu 7 juga P. B.1.16 : Berarti koordinatnya S. B.1.16 : Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek B Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek B memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks luas maksimal. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa sebuah jajar genjang dan persegi panjang dengan sisi panjang p dan sisi lebar l, kedua bangun dihubungkan dengan tanda panah. (c) Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. (d) Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. (e) Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. (f) Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal. (g) Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = 7. (h) Mensubtitusikan nilai p yang
13 56 didapat ke dalam persamaan l = 14 p. (i) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. (j) Membuat sketsa persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Dalam kutipan tersebut juga terlihat beberapa proposisi beserta argumennya. Proposisi pertama adalah bahwa bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = - b/2a. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = 0. Proposisi kedua adalah bahwa persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisisisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek B menyimpulkan bahwa persegi dan persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek B dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa Subjek B memakai memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan
14 57 subjek B diantaranya adalah jarak, langkah, dan barisan aritmetika. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek B diantaranya adalah barisan bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan. Subjek B tidak menampilkan representasi matematika atau gambar. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek B adalah konsep mencari nilai n dari sebuah barisan aritmetika. Konsep barisan aritmetika sendiri termasuk dalam materi Deret dan Bilangan yang pernah dipelajari subjek B di jenjang SMP. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek B terhadap soal nomor 2: P. B.2.3 : Nah kalau gitu ini soal tentang apa S. B.2.3 : Pola bilangan P. B.2.4 : Membentuk pola apa S. B.2.4 : Deret eh, barisan ya P. B.2.5 : Barisan apa S. B.2.5 : Barisan aritmatika insya Allah P. B.2.6 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi langkah per langkah S. B.2.6 : Bikin pola bilangan dulu P. B.2.7 : Darimana polanya S. B.2.7 : kan tiap langkah itu ada jaraknya, lhah Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek B P. B.2.8 : Oke. Terus yang dicari apanya S. B.2.8 : n P. B.2.9 : n itu apa
15 58 S. B.2.9 : n itu jumlah langkah yang ditanyakan mbak P. B.2.10 : Mencarinya dengan apa S. B.2.10 : Rumus Un (Un = a + (n-1) b) P. B.2.11 : Jadi S. B.2.11 : -nya 450, a-nya 10, b-nya 10. Ketemu Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek B memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan konteks pola bilangan, khususnya tentang barisan aritmetika. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Mencari pola bilangan berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. (b) Menerapkan rumus Un = a + (n-1) b untuk mencari jumlah langkah berdasarkan pola bilangan yang terbentuk. Ada beberapa proposisi dalam jawaban Subjek B. Untuk memperjelas proposisi tersebut, peneliti menggali argumen dari subjek penelitian sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. B.2.12 : Oke. Tapi satu pertanyaan lagi. Bagaimana kamu bisa yakin kalau soal ini memang lebih cocok diselesaikan dengan rumus Un = a + (n- 1) b S. B.2.12 : Because, membentuk barisan aritmatika P. B.2.13 : Yakin barisan aritmatika S. B.2.13 : Emmmmm, yakin. Kan selisihnya sama, sepuluh semua. Pola bilangan yang selisihnya sama itu lhak barisan aritmetika. Lha rumus mencari suku ke-n barisan aritmetika seingatku sih Un = a + (n-1) b P. B.2.14 : Maksud mbak, bagaimana asal mulanya kamu bisa menyusun barisan aritmetika seperti ini S. B.2.14 : Ooo. Karena tiap Helen maju 50 cm, dia mundur 40 cm. Berarti tiap langkah Helen jaraknya cm = 10 cm. Jadi selisihnya 10 cm. Kutipan wawancara tersebut menunjukkan bahwa:
16 59 1) Subjek B menggunakan proposisi bahwa sebuah pola bilangan yang selisih antara dua suku berurutannya selalu mempunyai nilai sama disebut barisan aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada barisan aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. 2) Subjek B menjelaskan proposisi tersebut melalui argumen bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur barisan aritmetika karena jarak tiap langkah yang ditempuh dapat membentuk barisan aritmetika. Karena setiap Helen maju 50 cm, ia akan mundur 40 cm. Berarti tiap langkah Helen menempuh jarak cm = 10 cm. Sehingga selisih tiap jarak adalah 10 cm. Oleh karena itu dapat dibentuk barisan aritmetika 10, 20, 30, 40, 50,..., Deskripsi Data Subjek C a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek C dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa Subjek C memakai persamaan serta membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek C diantaranya adalah keliling jajar genjang, luas jajar genjang, luas terbesar, titik koordinat. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek C diantaranya adalah persamaan, pertidaksamaan, operasi bilangan. Representasi matematika yang ditampilkan subjek C diantaranya:
17 60 (a) gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A, B, C, D, alas a, sisi miring b dan tinggi t, (b) gambar sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek C diantaranya yaitu: (a) keliling jajar genjang, (b) luas jajar genjang, (c) pertidaksamaan, dan (d) mencari panjang sisi jajar genjang dengan cara mendaftar semua bilangan bulat yang mungkin. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek C terhadap soal nomor 1: P. C.1.3 : Untuk soal nomor satu, apa saja yang adik Imah ketahui setelah membaca soal S. C.1.3 : Jajar genjang dengan keliling 28 cm dan luasnya maksimal. Jajar genjangnya ada di dalam... em... apa ini, grafik, eh bidang kartesius P. C.1.4 : Jadi, menurut adik soal nomor satu ini soal tentang apa S. C.1.4 : Luas keliling mbak P. C.1.5 : Luas keliling apa S. C.1.5 : Luas dan keliling bangun P. C.1.6 : Yang diperintah dalam soal apa S. C.1.6 : Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek C memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks luas dan keliling bangun. P. C.1.7 : Bisa kamu jelaskan kembali cara kamu menyelesaikan soal ini S. C.1.7 : Yang pasti harus nyari panjang sisi jajar genjangnya dulu mbak, baru dapat koordinatnya P. C.1.8 : Bisa kamu jelaskan langkah per langkah S. C.1.8 : Eum, pertama membuat sketsa bidang kartesius dan jajar genjangnya. Terus dimisalkan koordinat yang dicari itu titik A, titik B, titik C dan titik D. Terus misalkan juga sisi alas jajar genjangnya
18 61 Nah, habis itu rumus keliling jajar genjang dan rumus luasnya P. C.1.9 : Kamu masih ingat Itu kan pelajaran SD S. C.1.9 : Kan gampang mbak. Kalau keliling itu yang penting semua panjang jajar genjang sama dengan 2 (a+b) P. C.1.10 : Berarti S. C.1.10 : cm. Duanya dipindah ruas. Jadi a+b sama dengan 14. Karena diketahui a + b = 14. Saya coba-coba mbak, semua angka yang kalau di jumlah hasilnya 14. Terus dikali, terus yang hasil kalinya paling Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek C P. C.1.11 : Kamu dapat cara coba-coba itu darimana Pernah diajarin S. C.1.11 : Enggak sih. Nggak tahu, kepikiran aja mbak P. C.1.12 : Lho bukannya matematika itu rumus pasti S. C.1.12 : Iya, tapi kan nggak semua bisa diselesaikan dengan rumus P. C.1.13 : Okee. Jadi a = 7 dan b = 7 S. C.1.13 : Iya. Karena kalau di kali hasilnya 49. Jadi luas maksimalnya 7 x 7 = 49 P. C.1.14 : Berarti koordinatnya S. C.1.14 : Berdasarkan kutipan tersebut, prosedur penyelesaian yang dihadirkan subjek C adalah sebagai berikut: (a) Membuat sketsa sebuah bidang kartesius
19 62 dengan jajar genjang didalamnya. Sisi alas jajar genjang dimisalkan a, sisi miring jajar genjang dimisalkan b dan tinggi jajar genjang dimisalkan t. Dimisalkan juga titik-titik sudut jajar genjang itu A, B, C dan D. (b) Menuliskan rumus keliling jajar genjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier a + b = 14. (c) Menuliskan rumus luas jajar genjang, yaitu luas sama dengan alas kali tinggi. b. (e) Jika luas jajar genjang = a x b, maka a + b = 14. (f) Mendaftar semua bilangan bulat yang jika dijumlahkan hasilnya 14. (g) Mengalikan kedua bilangan dari daftar-daftar tersebut. (h) Hasil kali terbesar antara a dengan b adalah luas terbesar jajar genjang. (i) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai a dan b yang didapat. (j) Membuat sketsa sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Ada beberapa proposisi dalam jawaban Subjek C. Untuk memperjelas proposisi tersebut, peneliti menggali argumen dari subjek penelitian sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. C.1.15 : Oh ya jajar genjang = a x b. Darimana asalnya ada pernyataan itu Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek C
20 63 S. C.1.15 : Di soal kan tertulis persegi atau persegi panjang juga termasuk jajar genjang. Jadi bisa saja kan t = b. Kalau t = b, bisa berbentuk persegi atau persegi panjang. Berarti kan luas jajar genjangnya sama dengan mal P. C.1.16 : Yang kamu cari nilainya apabila t = b, yang t < b kamu nggak coba S. C.1.16 : Nggak perlu. Kan kalau nilai maksimal sudah ada di t = b, berarti yang di t < b nggak Kutipan wawancara tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki proposisi bahwa genjang = a x b. Subjek kemudian menjelaskan argumennya bahwa berdasarkan pengertian, persegi atau persegi panjang juga termasuk jajar genjang. Sehingga ada kemungkinan. Jika t < b maka luas jajar genjang < a x b. Dan jika t = b maka luas jajar genjang = a x b. P. C.1.17 : Oke. Dan kamu tadi mengatakan hasil kali terbesar antara a dengan b adalah luas terbesar jajar genjang. Bisa dijelaskan S. C.1.17 : Kan biar luas jajar genjang maksimal, jadi hasil kali antara a dengan b harus nilai terbesar dibanding dengan kemungkinan-kemungkinan Kutipan wawancara tersebut menunjukkan bahwa subjek memiliki proposisi bahwa hasil kali terbesar antara a dengan b adalah luas terbesar jajar genjang. Subjek kemudian menjelaskan argumennya bahwa agar luas jajar genjang maksimal, maka hasil kali antara a dengan b haruslah nilai terbesar dibandingkan dengan kemungkinan-kemungkinan nilai yang lain. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek C dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa
21 64 Subjek C menyajikan komponen bahasa hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Subjek C tidak menampilkan istilah matematika apapun. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek C adalah operasi bilangan. Subjek C menampilkan representasi berupa gambar panah dengan jarak tertentu yang menunjukkan langkah. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek C adalah konsep operasi bilangan, yaitu pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek C terhadap soal nomor 2: P. C.2.3 : Dik, kira-kira soal nomor dua ini tentang apa S. C.2.3 : Kayak soal tes IQ ini mbak P. C.2.4 : Jadi S. C.2.4 : Kalau yang tadi kan luas keliling bangun. Kalau yang ini nggak tahu, nggak ada di pelajaran sekolah P. C.2.5 : Tapi adik bisa ngerjakan S. C.2.5 : Iya, ini kan masalah sehari-hari P. C.2.6 : Kalau begitu bisa jelaskan kembali strategi yang kamu gunakan saat menjawab soal ini S. C.2.6 : Satu per satu P. C.2.7 : Iya, secara garis besar saja S. C.2.7 : Saya coret-coret dulu, kalau maju 50 cm, kalau mundur 40 cm (menunjuk gambar). Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek C
22 65 Dari sini kelihatan, setiap dua langkah berarti maju = 10 cm. Lalu yang jarak 400 cm pertama, yang maju 400/10 = 40 langkah, yang mundur 400/10 = 40 langkah. Lalu yang jarak 50 cm, ini, terakhir-terakhir kan maju 50 cm, itu cuma 1 langkah. Terus Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek C memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan sehari-hari. Subjek C juga tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis sehari-hari. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. (b) Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = 10. (c) Untuk jarak 400 cm, langkah maju yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. Sedangkan langkah mundur yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. (d) Untuk jarak 50 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. (e) Menjumlahkan langkah maju dan langkah mundur. Karena tidak ditemukan proposisi maupun argumen dalam jawaban tertulis, peneliti menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. C.2.8 : Bagaimana kamu bisa memunculkan strategi seperti itu S. C.2.8 : Mikir mbak P. C.2.9 : Maksudnya, apa kamu tidak berpikir mungkin sebenarnya ada rumus Matematika kan identik dengan rumus S. C.2.9 : Saya dapetnya cuma cara kayak gini. Nggak tahu lah mbak, susah njelasinnya. Kok
23 66 Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek C tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. 4. Deskripsi Data Subjek D a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek D dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa bahasa yang ditnjukkan Subjek D hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Istilah matematika yang ditampilkan subjek D diantaranya adalah keliling dan luas. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek D diantaranya adalah simbol persamaan dan operasi bilangan. Representasi matematika yang ditampilkan subjek D yaitu: (a) gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan titik koordinat (0,0); (7,0); (7,7); (0,7), serta (b) gambar sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik koordinat (0,0); (7,0); (7,7); (0,7). Adapun dalam penyelesaiannya subjek D menunjukkan beberapa konsep yaitu keliling persegi panjang, luas persegi panjang dan mencari panjang dan lebar persegi panjang dengan cara mendaftar semua bilangan bulat yang mungkin. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek D terhadap soal nomor 1:
24 67 P. D.1.5 : Menurut pemahaman adik soal nomor satu ini tentang apa S. D.1.5 : Keliling dan luas P. D.1.6 : Bisa adik jelaskan singkat saja bagaimana cara adik menyelesaikannya tadi S. D.1.6 : Karena disini disuruh buat sketsa, saya buat sketsa dulu. Kemudian dicari panjang lebarnya. Keliling = 2 (p + l) = 28. Sampai ketemu p + l = 14. Terus luas sama dengan panjang kali lebar P. D.1.7 : Mencari panjang dan lebarnya bagaimana S. D.1.7 : Didaftar semua P. D.1.8 : Apanya S. D.1.8 : 12 = 14 dan seterusnya. Angka-angkanya dikalikan. Yang hasil kalinya paling besar itulah yang menghasilkan luas terbesar persegi panjang. Ketemu 7 x 7 = 49. Berarti p = 7, l = 7. Lalu dapat koordinat yang dicari Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek D
25 68 Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek D memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks keliling dan luas. Subjek D juga tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian fungsi kuadrat yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan menampilkan solusi yang barasal dari hasil olah pengalaman matematisnya sehari-hari. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Membuat sketsa sebuah bidang kartesius dengan jajar genjang didalamnya. (b) Menuliskan rumus keliling persegi panjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier p + l = 14. (c) Menuliskan rumus luas persegi panjang, yaitu luas sama dengan panjang kali lebar. (d) Mendaftar semua bilangan bulat yang jika dijumlahkan hasilnya 14. (e) Mengalikan kedua bilangan dari daftar-daftar tersebut. (f) Hasil kali terbesar antara p dengan l adalah luas terbesar persegi panjang. (g) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. (h) Membuat sketsa sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Karena tidak ditemukan proposisi maupun argumen dalam jawaban tertulis, peneliti menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. D.1.9 : Kamu yakin dengan cara kamu S. D.1.9 : Yakin P. D.1.10 : Bagaimana kamu membuktikan kalau nilainya maksimal S. D.1.10 : Pokoknya karena 49 ini yang paling besar P. D.1.11 : Kamu kan ngitung satu per satu nilai p dan l. Itu apakah ada alasan yang mendasari? Misalnya kamu pernah lihat buku S. D.1.11 : Nggak kak
26 69 Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek D tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek D dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa Subjek D menampilkan komponen bahasa hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Subjek D tidak menampilkan istilah matematika apapun. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek D adalah simbol operasi bilangan (pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan bilangan). Subjek D menampilkan representasi berupa sebuah barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah yang ditempuh Helen. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek D adalah konsep operasi bilangan seperti pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan bilangan. Konsep tersebut tidak berdasarkan prosedur rutin penyelesaian Pola Bilangan sebagaimana yang diajarkan dalam pembelajaran matematika. Namun subjek D menggunakan pengetahuan yang dibangunnya berdasarkan pengalaman matematis subjek sehari-hari. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek D terhadap soal nomor 2:
27 70 P. D.2.4 : ira-kira kamu memahami soal ini tentang permasalahan apa S. D.2.4 : Soal cerita sehari-hari P. D.2.5 : Cara apa yang kamu pergunakan untuk menyelesaikan S. D.2.5 : Menghitung jamlah langkahnya P. D.2.6 : Bisa jelaskan langkah per langkah S. D.2.6 : Digambar dulu, maju segini, mundur segini, dan seterusnya sampai 450. Langkah maju dikurangi langkah mundur kan = 10. Untuk jarak 0 cm sampai 400 cm, jumlah langkahnya (400/10) x 2 = 80 langkah. Untuk jarak 400 cm sampai 450 cm, jumlah langkahnya Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek D Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek D memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan sehari-hari. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. (b) Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = 10. (c) Untuk jarak 0 cm sampai dengan 400 cm, jumlah langkah yang ditempuh adalah (400/10) x 2 = 80 langkah. (d) Untuk jarak 400 cm sampai dengan 450 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. (e) Menjumlahkan seluruh langkah.
28 71 Karena tidak menemukan proposisi dan argumen dalam jawaban subjek D, peneliti berusaha menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. D.2.7 : Dik, disitu kan kamu nulis (400/10) x 2 = 80. Itu asalnya darimana S. D.2.7 : Dari gambar P. D.2.8 : Bisa jelaskan lebih detail S. D.2.8 : (Diam) P. D.2.9 : Bisa S. D.2.9 : Ya pokoknya gitu kak P. D.2.10 : Apakah kamu yakin dengan jawaban kamu S. D.2.10 : Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek D tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. 5. Deskripsi Data Subjek E a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek E dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek E memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek E diantaranya adalah keliling persegi panjang, luas persegi panjang, panjang, lebar. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek E diantaranya adalah persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. Representasi matematika yang ditampilkan subjek E yaitu: (a) gambar jajar genjang, (b) tanda panah penghubung, (c) gambar persegi
29 72 panjang dengan sisi p dan l, serta (d) gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek E adalah konsep penyelesaian masalah masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. Konsep penyelesaian masalah Fungsi Kuadrat ini pernah dipelajari subjek E selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek E terhadap soal nomor 1: P. E.1.3 : Langsung saja ya. Menurut adik S. E.1.3 : PFK P. E.1.4 : Apa itu S. E.1.4 : Persamaan dan Fungsi Kuadrat P. E.1.5 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi S. E.1.5 : Diketahui keliling 28 cm dan luasnya maksimal. Ditanya panjang dan lebar persegi panjang agar luas maksimal P. E.1.6 : Mengapa persegi panjang? Bukan jajar genjang S. E.1.6 : Dari pengertian jajar genjang, berarti persegi panjang, persegi itu termasuk jajar genjang kan mbak P. E.1.7 : Terus menyelesaikannya S. E.1.7 : Keliling persegi panjang 2 (p+l) sama dengan 28 cm. Dihitunghitung, nanti dapat l = 14 p. Rumus luas L = p x l. Sedangkan l = (14-p) dimasukin ke L = p x l. Jadi L (p) = -p p. Untuk mencari p, karena luas harus maksimal, jadi p = -b/2a P. E.1.8 : Darimana S. E.1.8 : Rumus nilai maksimal mbak. Sebenarnya x = -b/2a kalau fungsi kuadratnya f(x) = ax 2 + bx c. Tapi karena disini variabelnya p jadi p = -b/2a. Kamudian a = -1, b = 14, c = 0. Jadi p = -14/2(-1) = 7. Terus p juga dimasukkan ke l = 14 p = 14 7 = 7 P. E.1.9 : Jadi koordinatnya S. E.1.9 :
30 73 Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek E Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek E memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks Persamaan dan Fungsi Kuadrat. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa sebuah jajar genjang dan persegi panjang dengan sisi panjang p dan sisi lebar l, kedua bangun dihubungkan dengan tanda panah. (c) Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. (d) Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. (e) Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. (f) Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal. (g) Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = 7. (h) Mensubtitusikan nilai p yang didapat ke dalam persamaan l = 14 p. (i) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. (j) Membuat sketsa persegi
31 74 yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Dalam kutipan tersebut juga terlihat beberapa proposisi beserta argumennya. Proposisi pertama adalah bahwa bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = - b/2a. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = 0. Proposisi kedua adalah bahwa persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisisisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek E menyimpulkan bahwa persegi dan persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek E dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek E menghadirkan komponen bahasa hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Subjek E tidak menampilkan istilah matematika apapun. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek E diantaranya adalah penjumlahan bilangan. Subjek E
32 75 menampilkan representasi matematika sebuah barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah yang ditempuh Helen. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek E adalah dengan mendaftar seluruh langkah yang ditempuh Helen. Konsep tersebut sama sekali berbeda dari konsep rutin penyelesaian masalah Pola Bilangan yang biasa diajarkan di sekolah. Sehingga subjek E memanfaatkan pengalaman matematis yang bersifat informal dalam menyelesaikan soal nomor 2. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek E terhadap soal nomor 2: P. E.2.2 : Dik, menurut kamu soal nomor dua ini soal tentang apa S. E.2.2 : Jarak, langkah P. E.2.3 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal langkah per langkah S. E.2.3 : Diketahui jarak pintu ruang kelas ke ruang guru = 4,5 m = 450 cm. Langkah maju = 50 cm, langkah mundur = 40 cm. Ditanya langkah paling sedikit yang dibutuhkan Helen. Lalu dari soal dibuat coretan. Terus didaftar satu-satu semua langkah maju Helen. Langkah maju pertama berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Dan seterusnya sampai langkah maju ke empat puluh satu yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek E
33 76 Lalu mendaftar semua langkah mundur Helen. Langkah mundur pertama berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Dan seterusnya sampai langkah mundur ke empat puluh yaitu berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400. Terakhir dijumlah, = 81. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek E Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek E memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan konteks jarak dan langkah. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. (c) Mendaftar seluruh langkah maju yang ditempuh Helen. Langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah maju ke empat puluh satu yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. (d)
34 77 Mendaftar seluruh langkah mundur yang ditempuh Helen. Langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur ke empat puluh adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400. (e) Menjumlahkan seluruh langkah maju dan langkah mundur. Karena tidak menemukan proposisi dan argumen dalam jawaban subjek E, peneliti berusaha menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. E.2.4 : Darimana kamu bisa berpikir cara seperti itu S. E.2.4 : Coba-coba aja mbak P. E.2.5 : Maksudnya apa kamu tidak punya rumus atau teori tertentu yang mendasari jawabanmu S. E.2.5 : Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek E tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. 6. Deskripsi Data Subjek F a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek F dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek F memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek F diantaranya adalah keliling persegi panjang, luas persegi panjang, panjang, lebar, luas maksimal. Simbol/notasi
35 78 matematika yang ditampilkan subjek F diantaranya adalah persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. Representasi matematika yang ditampilkan subjek F diantaranya adalah (a) gambar jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius, (b) tanda panah penghubung, serta (c) gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek F adalah konsep penyelesaian masalah masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. Konsep penyelesaian masalah Fungsi Kuadrat ini pernah dipelajari subjek F selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek F untuk soal nomor 1: P. F.1.4 : Menurut pemahaman kamu, soal nomor 1 ini soal tentang apa S. F.1.4 : Persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat P. F.1.5 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal langkah per langkah S. F.1.5 : Bisa P. F.1.6 : Kalau begitu mulai dari diketahuinya, dik S. F.1.6 : Diketahui keliling jajar genjang 28 cm, koordinatnya ada empat dan luas maksimal. P. F.1.7 : Yang ditanyakan S. F.1.7 :
36 79 Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek F P. F.1.8 : Kenapa persegi panjang? Bukannya jajar genjang S. F.1.8 : Menurut pengertian jajar genjang, persegi panjang termasuk jajar genjang P. F.1.9 : Lalu menyelesaikannya S. F.1.9 : Keliling persegi panjang 2 (p+l) sama dengan 28 cm. Dipindah ruas, jadi p + l = 14, jadi l = 14 p. Luas persegi panjang L = p x l. Kemudian substitusi l = (14-p) ke L = p x l. Jadi L (p) = -p p. Kemudian mencari p, karena luas harus maksimal, maka p = -b/2a P. F.1.10 : p = -b/2a S. F.1.10 : -b/2a kalau fungsi kuadratnya f(x) = ax 2 + bx c. Tapi kan disini variabelnya p jadi p = -b/2a. Kemudian a = -1, b = 14, c = 0. Jadi p = -14/2(-1) = 7. Terus p = 7 juga disubstitusi ke l = 14 p. Sehingga l = 14 7 = 7. Jadi, Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa Subjek F memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks luas maksimal. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa sebuah jajar genjang dan persegi panjang dengan sisi panjang p dan sisi lebar l, kedua bangun
37 80 dihubungkan dengan tanda panah. (c) Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. (d) Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. (e) Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. (f) Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal. (g) Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = 7. (h) Mensubtitusikan nilai p yang didapat ke dalam persamaan l = 14 p. (i) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. (j) Membuat sketsa persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Dalam kutipan tersebut juga terlihat beberapa proposisi beserta argumennya. Proposisi pertama adalah bahwa bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = - b/2a. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = 0. Proposisi kedua adalah bahwa persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Proposisi tersebut diperjelas oleh argumen bahwa berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisi-
38 81 sisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek F menyimpulkan bahwa persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek F dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek F memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Subjek F tidak menampilkan istilah matematika apapun. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek F diantaranya adalah operasi penjumlahan, pengurangan dan pembagian. Subjek F menampilkan representasi matematika berupa barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah maju yang ditempuh Helen dan barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah mundur yang ditempuh Helen. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek F adalah mendaftar seluruh langkah yang ditempuh Helen. Konsep penyelesaian tersebut merupakan hasil olah pengalaman matematis informal subjek F. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek F terhadap soal nomor 2: P. F.2.3 : Menurut adik, nomor dua itu permasalahannya apa S. F.2.3 : Masalah menghitung jumlah langkah P. F.2.4 : Coba jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi S. F.2.4 : Semuanya P. F.2.5 : Inti-intinya aja dik S. F.2.5 : Pertama diket dan ditanya. Terus corat-coret dulu. Jarak langkah maju dikurangi jarak langkah mundur, yaitu 50
39 82 P. F.2.6 : Terus S. F.2.6 : 400 cm, langkah maju sama dengan 400/10 = 40 langkah. Untuk jarak 400 cm sampai 450 cm, langkah yang ditempuh 1. Jadi total langkah maju 41. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek F Kemudian menghitung langkah mundur. Untuk jarak 10 cm sampai 440 cm, langkah mundur sama dengan 400/10 = 40 langkah. Terakhir semuanya dijumlah. Menghasilkan 81 langkah. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek F Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek F memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan konteks menghitung jumlah langkah. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa langkah
40 83 yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. (c) Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = 10. (d) Untuk jarak 0 cm sampai dengan 400 cm, langkah maju yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. Untuk jarak 400 cm sampai dengan 450 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. Sehingga total langkah maju adalah 41. (e) Untuk jarak 10 cm sampai dengan 440 cm, langkah mundur yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. (f) Menjumlahkan langkah maju dan langkah mundur. Karena tidak menemukan proposisi dan argumen dalam jawaban subjek F, peneliti berusaha menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. F.2.7 : Kamu yakin dengan jawaban kamu S. F.2.7 : Yakin P. F.2.8 : Tapi kamu tidak menggunakan rumus-rumus tertentu S. F.2.8 : Ndak. Ndak ada rumusnya kak. Ya dari corat-coret Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek F tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. 7. Deskripsi Data Subjek G a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek G dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek G memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan
41 84 subjek G diantaranya adalah jarak dan deret aritmetika. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek G diantaranya adalah deret bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan. Subjek G tidak menampilkan representasi matematika atau gambar. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek G adalah membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun. Konsep tersebut adalah murni pemikiran subjek G berdasarkan pengalaman matematis informal. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek G terhadap soal nomor 1: P. G.1.5 : Setelah membaca soal, menurut pemahaman kamu soal ini tentang masalah apa S. G.1.5 : Masalah persegi, jajar genjang dan lain lain. Bangun datar lah kak P. G.1.6 : Coba jelaskan kembali cara kamu mengerjakan soal tadi S. G.1.6 : kayak gini, ditanya ini. Terus nggambar jajar genjang. Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek G Misalkan jajar genjangnya sisi miringnya lurus semua. Berarti kan membentuk persegi. Persegi kan kelilingnya 4s. Kalau kelilingnya 28, jadi s = 28/4 = 7. Terus dibuktikan luas jajar genjang akan maksimal jika sisi-sisinya 7. Jadinya luas maksimal jajar genjang = 7 cm x 7 cm = 49 cm. Terus nggambar sketsa persegi. Terakhir ketemu koordinatnya (0,0); (7,0); (7,7); dan (0,7).
42 85 Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek G Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek G memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks bangun datar. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa jajar genjang dan kemungkinan bangun yang terbentuk, yaitu persegi. (c) Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun (28 : 4 = 7) (d) Membuktikan bahwa luas jajar genjang akan maksimal jika sisi-sisinya sama, yaitu 7 cm. Sehingga luas maksimal jajar genjang = 7 cm x 7 cm = 49 cm. (e) Membuat sketsa persegi dalam sebuah bidang kartesius dengan panjang sisi persegi masing-masing 7 cm. (f) Menyimpulkan bahwa titik koordinat yang dicari adalah (0,0); (7,0); (7,7); dan (0,7). Karena tidak menemukan proposisi maupun argumen dalam jawaban tertulis, maka peneliti menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. G.1.7 : Apakah kamu yakin dengan jawaban kamu S. G.1.7 :, lagian udah ditulis kak
43 86 P. G.1.8 : Bagaimana bisa yakin kalau hasilnya luas maksimal S. G.1.8 : Di kalikan kak. Luas persegi kan sisi kali sisi. Ketemu 49 P. G.1.9 : Apakah itu luas maksimal? Dikalikan itu bukan bukti dik. Untuk membuktikan, kamu harus punya semua contoh nilai lain yang kalau dikalikan hasilnya lebih kecil daripada 49 S. G.1.9 : Oh iya ya P. G.1.10 : Jadi kamu punya alasan tidak mengapa 49 itu maksimal S. G.1.10 : Gimana ya? Nggak usah alasan. Sudah pasti ini maksimal kalau Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek G menjelaskan proposisi bahwa suatu jajar genjang akan memiliki luas maksimal jika semua panjang sisinya sama. Akan tetapi subjek G tidak memiliki argumen untuk menjelaskan proposisinya. Berdasarkan kutipan tersebut juga, terungkap bahwa meski Subjek G tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di materi Fungsi Kuadrat, namun penyelesaian yang di sajikan merupakan hasil bentukan dari pengalaman siswa mengerjakan soal-soal nilai maksimal selama di sekolah. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek G dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek G memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek G diantaranya adalah jarak, langkah, deret aritmetika. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek G diantaranya adalah deret bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan. Subjek G tidak menampilkan representasi matematika atau gambar.
44 87 Adapun konsep yang digunakan subjek G adalah mencari nilai n dari sebuah deret aritmetika dan penjumlahan dua bilangan. Konsep deret aritmetika sendiri termasuk dalam materi Deret dan Bilangan yang pernah dipelajari subjek G di jenjang SMP. Untuk memperjelas konsep yang dimaksud, subjek menjelaskan prosedur penyelesaiannya sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. G.2.3 : Berarti ini inti permasalahannya apa dik S. G.2.3 : Deret kak P. G.2.4 : Cuma itu S. G.2.4 : Centimeter sama meter itu masuk juga nggak P. G.2.5 : Bisa jadi. Jawab apa yang ada di pikiran adik saja S. G.2.5 : Centi-centian itu jarak kan mbak? Berarti inti permasalahannya deret sama jarak P. G.2.6 : Lanjut ya, sekarang jelaskan singkat saja cara kamu mengerjakan tadi S. G.2.6 : Ha P. G.2.7 : Inti-intinya saja.. S. G.2.7 : Ini diket, terus ditanya. Terus kan jalannya maju mundur. Yang ini deret langkah maju, yang ini deret langkah mundur. Terus tinggal masukin rumus Un = a + (n- Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek G
45 88 Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek G P. G.2.8 : Itu rumus untuk mencari apa dik S. G.2.8 : Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek G memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan dua konteks, yakni jarak antar dua tempat dan deret aritmetika. Sedangkan prosedur penyelesaiannya sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Mencari pola bilangan untuk langkah maju dan langkah mundur berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. (c) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah maju. (d) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah mundur. Ada proposisi yang ada dalam jawaban subjek G. Untuk memperjelas proposisi tersebut, peneliti menggali argumen dari subjek penelitian sebagaimana dalam kutipan wawancara berikut. P. G.2.9 : Kalau mbak boleh tanya mengapa kamu memakai rumus Un = a + (n-1) b
46 89 S. G.2.9 : Karena sudah diketahui Un-nya, a dan b nya juga P. G.2.10 : b-nya darimana S. G.2.10 : Dikurangi. Karena pengurangannya sama semua, berarti ini deret aritmatika. Dulu rumusnya deret perasaan ya ini P. G.2.11 : Kamu yakin ini deret S. G.2.11 : Mungkin. Tapi bener kan mbak. Langkah maju pertama itu jalan 50 cm ke depan dari 0 ke 50. Terus yang kedua jalan 50 cm ke depan dari 10 ke 60. Terus sampai langkah maju terakhir, jalan 50 cm ke depan dari 400 ke 450. Makanya deretnya 50, 60, 70, 80,..., 450. Terus langkah mundur pertama kan jalan 40 cm ke belakang dari 50 ke 10. Kedua jalan 40 cm ke belakang dari 60 ke 20. Terakhir 440 ke 400 P. G.2.12 : Kok tahu kalau itu terakhir S. G.2.12 : 440 ke 400 itu terakhir buat langkah mundur. Tapi habis itu maju satu langkah lagi ke 450. Jadi barisan aritmatika untuk langkah mundur 10, 20, 30, 40, 50,..., 400. P. G.2.13 : Itu langkah terakhir S. G.2.13 nyampek kan dia nggak Kutipan wawancara tersebut menunjukkan bahwa: 1) Subjek G menjelaskan bahwa deret bilangan yang mempunyai ciri selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai tetap disebut deret aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada deret aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. 2) Subjek G menjelaskan bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur pola bilangan karena jarak langkah dapat membentuk deret aritmetika. 3) Subjek G menjelaskan bahwa langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal
47 90 itu berlaku seterusnya hingga langkah maju terakhir yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. Oleh karena itu deret aritmetika untuk langkah maju adalah 50, 60, 70, 80, 90,..., ) Subjek G menjelaskan bahwa langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur terakhir adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400. Sementara itu karena Helen sudah mencapai titik 450 (ruang guru) maka Helen tidak akan mundur lagi. Oleh karena itu deret aritmetika untuk langkah mundur adalah 10, 20, 30, 40, 50,..., Deskripsi Data Subjek H a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek H dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek H memakai menampilkan komponen bahasa hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Istilah-istilah matematika yang ditampilkan subjek H diantaranya adalah keliling, panjang, lebar, koordinat. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek H diantaranya adalah pembagian bilangan dan titik koordinat. Representasi matematika yang ditampilkan subjek H diantaranya adalah (a) gambar jajar genjang, (b) tanda panah penghubung, (c) gambar persegi, (d) gambar persegi
48 91 yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek H adalah dengan membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek H terhadap soal nomor 1: P. H.1.5 : Jadi, menurut adik soal nomor satu ini soal tentang apa S. H.1.5 : Bangun P. H.1.6 : Bangun saja S. H.1.6 : Iya, bangun datar. Jajar genjang bangun datar seh kak P. H.1.7 : Bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi langkah per langkah S. H.1.7 : Kelilingnya kan 28. Jajar genjangnya anggap aja bentuk persegi empat. Jumlah sisinya kan empat. Jadi 28 dibagi empat hasilnya 7. Berarti panjang lebarnya 7. Terakhir digambar persegi empatnya di sumbu koordinat, masing-masing sisinya 7 cm. Akhire dadi koordinat (0,0) (7, Gambar Kutipan Jawaban Soal No.1 Subjek H Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek H memahami soal nomor 1 sebagai permasalahan dengan konteks bangun datar. Karena prosedur dalam jawaban tertulis kurang bisa dimaknai, maka peneliti menganalisis
49 92 prosedur berdasarkan apa yang diungkapkan subjek dalam waancara. Sehingga prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (b) Membuat sketsa jajar genjang dan kemungkinan bangun yang terbentuk, yaitu persegi. (c) Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun (28 : 4 = 7). (d) Membuat sketsa persegi dalam sebuah bidang kartesius dengan panjang sisi persegi masing-masing 7 cm. Karena tidak menemukan proposisi maupun argumen dalam jawaban tertulis, maka peneliti menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. H.1.8 : Kan kamu mengatakan jajar genjangnya anggap saja persegi. Memangnya boleh seperti itu S. H.1.8 : Boleh. Kan persegi itu jajar genjang juga, insya Allah P. H.1.9 : Lalu, bagaimana kamu yakin kalau itu bisa dipakai untuk mendapatkan luas maksimal S. H.1.9 : Sudah pasti luas jajar genjang akan maksimal kalau semua panjang sisinya sama P. H.1.10 : Teori darimana S. H.1.10 : Dari saya. Pengalaman ngerjakan soal-soal nilai maksimal gitu kok kak P. H.1.11 : Berarti itu kesimpulan kamu sendiri S. H.1.11 : Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek H menjelaskan proposisi bahwa suatu jajar genjang akan memiliki luas maksimal jika semua panjang sisinya sama. Akan tetapi subjek H tidak menampilkan argumen apapun untuk menjelaskan proposisinya. Berdasarkan kutipan tersebut juga, terungkap bahwa meski Subjek H tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di materi Fungsi Kuadrat, namun
50 93 penyelesaian yang di sajikan merupakan hasil bentukan dari pengalaman siswa mengerjakan soal-soal nilai maksimal selama di sekolah. b. Soal Nomor 2 Hasil jawaban subjek H dalam menyelesaikan soal nomor 2 dapat dilihat di halaman lampiran. Berdasarkan jawaban tersebut, terlihat bahwa subjek H memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Istilah matematika yang ditampilkan subjek H adalah jarak. Simbol/notasi matematika yang ditampilkan subjek H adalah operasi aljabar. Subjek H tidak menampilkan representasi matematika apapun. Adapun konsep penyelesaian yang digunakan subjek H adalah konsep operasi aljabar. Hal ini terlihat dari adanya variabel x yang dioperasikan melalui senuah persamaan. Konsep prosedur operasi aljabar ini adalah materi yang biasa diajarkan dalam pembelajaran matematika SMP. Untuk lebih memperjelas konsep yang dimaksud, berikut adalah kutipan wawancara terhadap subjek H terhadap soal nomor 2: P. H.2.3 : Jadi, menurut adik soal nomor dua ini soal tentang apa S. H.2.3 : Aljabar kak P. H.2.4 : Sudah pernah diajari S. H.2.4 : Kalau soalnya belum kak, tapi kalau aljabarnya dari Tsanawiyah sudah diajari P. H.2.5 : Nah kalau begitu, bisa jelaskan cara kamu mengerjakan soal tadi S. H.2.5 : Insya Allah P. H.2.6 : Jadi S. H.2.6 : Dimisalkan dulu, x jumlah langkah yang dibutuhkan Helen. Kenapa Helen kak? Nggak Afan aja P. H.2.7 : Lanjutkan dulu dik, jawabanmu... S. H.2.7 : persamaan aljabar 50 x 40 x = kan 10. Terus 10x = 450. Akhirnya x = 45. Kesimpulannya,
51 94 Insya Allah jumlah langkah yang dibutuhkan paling sedikit oleh Gambar Kutipan Jawaban Soal No.2 Subjek H Berdasarkan kutipan tersebut, terlihat bahwa subjek H memahami soal nomor 2 sebagai permasalahan dengan konteks aljabar. Sedangkan prosedur penyelesaian yang dihadirkan adalah sebagai berikut: (a) Memisalkan x adalah jumlah langkah yang dibutuhkan Helen. (b) Menyusun sebuah persamaan aljabar 50 x 40 x = 450. (c) Menyelesaikan persamaan aljabar, sedemikian hingga didapatkan nilai x = 45. (d) Menyimpulkan bahwa jumlah langkah yang dibutuhkan paling sedikit oleh Helen adalah 45 langkah. Karena tidak menemukan proposisi dan argumen dalam jawaban subjek H, peneliti berusaha menggalinya melalui kutipan wawancara berikut. P. H.2.8 : Dik, itu persamaan 50 x 40 x = 450 berasal dari mana S. H.2.8 : Dari soal kak P. H.2.9 : Maksud kakak, bagaimana kamu bisa tiba-tiba muncul persamaan itu S. H.2.9 : Ya muncul aja P. H.2.10 : Serius dik.. S. H.2.10 : Beneran. Kan kalau maju 50 cm, mundur 40 cm, sedangkan totalnya 450. Gimana ya jelasinnya Ya pokoke gitu lah kak kalau soalnya dijadikan model matematika
52 95 Merujuk pada kutipan wawancara tersebut, subjek H tidak memiliki proposisi dan argumen sama sekali untuk menjelaskan prosedur penyelesaiannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subjek H tidak memunculkan proposisi dan argumen pada masalh pengoptimuman kedua. B. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Data Subjek A Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek A dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut. Objek Matematika Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek A terhadap Soal I Spesifikasi Bahasa Memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: keliling jajar genjang, luas jajar genjang, titik koordinat. 2. Simbol/notasi: pertidaksamaan, persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. 3. Representasi: Gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius. Konteks/Masalah Konsep Prosedur Fungsi Kuadrat dan Bangun Datar (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) Penyelesaian masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (y) = -y y, dimana untuk mencari nilai y subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis)
53 96 1) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2) Membuat sketsa sebuah bidang kartesius dengan jajar genjang didalamnya. Sisi alas jajar genjang dimisalkan x, sisi miring jajar genjang dimisalkan y, dan tinggi jajar genjang dimisalkan t. 3) Menuliskan rumus keliling jajar genjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier x = 14 y. 4) Menuliskan rumus luas jajar genjang, hingga didapat fungsi L = 14t yt. 5) Menimbang 2 kemungkinan, t < y atau t = y. 6) Diasumsikan jika t = y, maka akan didapat suatu fungsi kuadrat L (y) = -y y. 7) Mencari nilai variabel y agar fungsi kuadrat L (y) = -y y maksimal. 8) Menuliskan bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0 dengan rumus nilai ekstrim x = -b/2a. 9) Mengaplikasikan rumus nilai ekstrim untuk mendapat nilai y dalam fungsi kuadrat L (y) = -y y. 10) Mensubtitusikan nilai y yang didapat ke dalam persamaan x = 14 y. 11) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai x dan y yang didapat. Proposisi/Teorema (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Ada dua kemungkinan yaitu t < y atau t = y 2. Karena t = y maka L (y) = -y y 3. Luas jajar genjang akan maksimal jika y = -b/2a dan x = 14 - y Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Berdasarkan pengertian jajar genjang, maka sisi samping kanan dan kiri sudah pasti sejajar tetapi belum tentu tegak lurus dengan sisi alas. Jika sisi samping kanan dan kiri jajar genjang tidak tegak lurus dengan sisi alas, maka tinggi jajar genjang lebih kecil daripada panjang sisi samping. Sedangkan jika sisi samping kanan dan kiri jajar genjang tegak lurus dengan sisi alas, maka tinggi jajar genjang (t) sama dengan panjang sisi
54 97 samping (y). Sehingga ada dua kemungkinan, yaitu t < y atau t = y. 2. Karena persamaan untuk luas jajar genjang yang dimaksud adalah 14t yt, maka untuk mendapatkan nilai luas yang maksimal, nilai y setidaknya harus sama dengan nilai t. Dengan demikian, kemungkinan bahwa t < y otomatis gugur dan tidak perlu dicari. Sehingga sudah pasti luas maksimal ada pada t = y. 3. Munculnya rumus y = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (y) = -y y berarti L (y) = (-1) y y 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = 0. Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek A cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep, prosedur dan proposisi bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek A cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen argumen. Argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek A menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek A menggunakan prosedur rutin penyelesaian Fungsi Kuadrat yang
55 98 pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Hal ini berarti subjek A menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek A menggunakan jenis intuisi sekunder. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek A dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek A terhadap Soal II Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Spesifikasi Memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: jarak, barisan aritmetika 2. Simbol/notasi: barisan bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan 3. Representasi: - Jarak antar dua tempat dan barisan aritmetika. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Mencari nilai n dari sebuah barisan aritmetika. 2. Penjumlahan dua bilangan. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2) Mencari pola bilangan untuk langkah maju dan langkah mundur berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. 3) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah maju. 4) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah mundur. 5) Menjumlahkan langkah maju dan langkah
56 99 mundur. Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Barisan bilangan yang mempunyai ciri selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai tetap disebut barisan aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada barisan aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur pola bilangan karena jarak langkah dapat membentuk barisan aritmetika. 1. Langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah maju terakhir yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah maju adalah 50, 60, 70, 80, 90,..., Langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur terakhir adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400. Sementara itu karena Helen sudah mencapai titik 450 (ruang guru) maka Helen tidak akan mundur lagi. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah mundur adalah 10, 20, 30, 40, 50,..., 400. Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek A cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan
57 100 prosedur bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek A cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek A menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek A menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah Barisan dan Deret Bilangan yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMP. Hal ini berarti subjek A menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek A menggunakan jenis intuisi sekunder. 2. Analisis Data Subjek B Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek B dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut.
58 101 Objek Matematika Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek B terhadap Soal I Spesifikasi Bahasa Memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: keliling, luas, panjang, lebar. 2. Simbol/notasi: persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. 3. Representasi: gambar jajar genjang, tanda panah penghubung, gambar persegi panjang dengan sisi p dan l, gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Konteks/Masalah Konsep Prosedur Luas maksimal (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) Penyelesaian masalah nilai maksimal. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai maksimal. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1) Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2) Membuat sketsa sebuah jajar genjang dan persegi panjang dengan sisi panjang p dan sisi lebar l, kedua bangun dihubungkan dengan tanda panah. 3) Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. 4) Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. 5) Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. 6) Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal.
59 102 7) Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = 7. 8) Mensubtitusikan nilai p yang didapat ke dalam persamaan l = 14 p. 9) Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. 10) Membuat sketsa persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = -b/2a. 2. Persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = Berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisi-sisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek B menyimpulkan bahwa persegi dan persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. Oleh sebab itu, jika didapatkan panjang dan lebar yang sama, maka jajar genjang yang terbentuk adalah persegi. Meskipun solusi akhir yang dihadirkan untuk masalah pengoptimuman nomor 2 salah, namun konfigurasi kognitif subjek B cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit. Meskipun
60 103 solusi subjek B cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek B menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek B menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah nilai maksimal pada Fungsi Kuadrat yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Hal ini berarti subjek B menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek B menggunakan jenis intuisi sekunder. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek B dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut.
61 104 Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek B terhadap Soal II Spesifikasi Memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: jarak, barisan aritmetika 2. Simbol/notasi: barisan bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan 3. Representasi: - Pola bilangan (barisan aritmetika). (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) Mencari nilai n dari sebuah barisan aritmetika. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1) Mencari pola bilangan berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. 2) Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah berdasarkan pola bilangan yang terbentuk. Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Sebuah pola bilangan yang selisih antara dua suku berurutannya selalu mempunyai nilai sama disebut barisan aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada barisan aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur barisan aritmetika karena jarak tiap langkah yang ditempuh dapat membentuk barisan aritmetika. Karena setiap Helen maju 50 cm, ia akan mundur 40 cm. Berarti tiap langkah Helen menempuh jarak cm = 10 cm. Sehingga selisih tiap jarak adalah 10 cm. Oleh karena itu dapat dibentuk barisan aritmetika 10, 20, 30, 40, 50,..., 450 Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek B cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai
62 105 persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek B cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek B menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek B menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah Barisan dan Deret Bilangan yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMP. Hal ini berarti subjek B menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek B menggunakan jenis intuisi sekunder. 3. Analisis Data Subjek C Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek C dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut.
63 106 Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek C terhadap Soal I Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Spesifikasi Memakai persamaan serta membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: keliling jajar genjang, luas jajar genjang, luas terbesar, titik koordinat. 2. Simbol/notasi: persamaan, pertidaksamaan, operasi bilangan. 3. Representasi: Gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A, B, C, D, alas a, sisi miring b dan tinggi t. Gambar sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Luas dan Keliling Bangun (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Keliling jajar genjang 2. Luas jajar genjang 3. Pertidaksamaan 4. Mencari panjang sisi jajar genjang dengan cara mendaftar semua bilangan bulat yang mungkin. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Membuat sketsa sebuah bidang kartesius dengan jajar genjang didalamnya. Sisi alas jajar genjang dimisalkan a, sisi miring jajar genjang dimisalkan b dan tinggi jajar genjang dimisalkan t. Dimisalkan juga titik-titik sudut jajar genjang itu A, B, C dan D. 2. Menuliskan rumus keliling jajar genjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier a + b = Menuliskan rumus luas jajar genjang, yaitu luas sama dengan alas kali tinggi.
64 luas jajar genjang = a x b. 5. Jika luas jajar genjang = a x b, maka a + b = Mendaftar semua bilangan bulat yang jika dijumlahkan hasilnya Mengalikan kedua bilangan dari daftar-daftar tersebut. 8. Hasil kali terbesar antara a dengan b adalah luas terbesar jajar genjang. 9. Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai a dan b yang didapat. 10. Membuat sketsa sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Proposisi/Teorema (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. luas jajar genjang = a x b. 2. Hasil kali terbesar antara a dengan b adalah luas terbesar jajar genjang. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Berdasarkan pengertian, persegi atau persegi panjang juga termasuk jajar genjang. Sehingga ada kemungkinan. Jika t < b maka luas jajar genjang < a x b. Dan jika t = b maka luas jajar genjang = a x b. 2. Agar luas jajar genjang maksimal, maka hasil kali antara a dengan b haruslah nilai terbesar dibandingkan dengan kemungkinan-kemungkinan nilai yang lain. Dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek C cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep, prosedur dan proposisi bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek C cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada
65 108 komponen argumen. Argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek C menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek C tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis sehari-hari. Hal ini berarti subjek C menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek C menggunakan jenis intuisi primer. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek C dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek C terhadap Soal II Objek Matematika Bahasa Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: - 2. Simbol/notasi: operasi bilangan. 3. Representasi: gambar panah dengan jarak
66 109 Konteks/Masalah Konsep Prosedur tertentu. Proposisi/Teorema Tidak ada Argumen Masalah sehari-hari. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Pembagian, penjumlahan dan pengurangan bilangan. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. 2. Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = Untuk jarak 400 cm, langkah maju yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. Sedangkan langkah mundur yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. 4. Untuk jarak 50 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. 5. Menjumlahkan langkah maju dan langkah mundur. Tidak ada Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek C tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat implisit. Bahkan subjek C tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek C menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek C tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan
67 110 di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman sehari-hari. Hal ini berarti subjek C menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek C menggunakan jenis intuisi primer. 4. Analisis Data Subjek D Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek D dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek D terhadap Soal I Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: keliling, luas. 2. Simbol/notasi: persamaan, operasi bilangan. 3. Representasi: Gambar sebuah jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan titik koordinat (0,0); (7,0); (7,7); dan (0,7). Gambar sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik koordinat (0,0); (7,0); (7,7); dan (0,7). Luas dan Keliling (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Keliling persegi panjang 2. Luas persegi panjang 3. Mencari panjang dan lebar persegi panjang dengan cara mendaftar semua bilangan bulat yang mungkin.
68 111 Prosedur Proposisi/Teorema Tidak ada. Argumen (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Membuat sketsa sebuah bidang kartesius dengan jajar genjang didalamnya. 2. Menuliskan rumus keliling persegi panjang dan menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier p + l = Menuliskan rumus luas persegi panjang, yaitu luas sama dengan panjang kali lebar. 4. Mendaftar semua bilangan bulat yang jika dijumlahkan hasilnya Mengalikan kedua bilangan dari daftar-daftar tersebut. 6. Hasil kali terbesar antara p dengan l adalah luas terbesar persegi panjang. 7. Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. 8. Membuat sketsa sebuah persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius, dengan titik A(0,0); B(7,0); C(7,7); dan D(0,7). Tidak ada. Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek D tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. Meskipun penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit, namun subjek D tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek D menggunakan intuisi.
69 112 Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek D tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis sehari-hari. Hal ini berarti subjek D menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek D menggunakan jenis intuisi primer. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek D dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek D terhadap Soal II Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: - 2. Simbol/notasi: operasi bilangan. 3. Representasi: sebuah barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah yang ditempuh Helen. Masalah sehari-hari. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan bilangan. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru.
70 113 Proposisi/Teorema Tidak ada Argumen 2. Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = Untuk jarak 0 cm sampai dengan 400 cm, jumlah langkah yang ditempuh adalah (400/10) x 2 = 80 langkah. 4. Untuk jarak 400 cm sampai dengan 450 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. 5. Menjumlahkan seluruh langkah. Tidak ada Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek D tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat implisit. Bahkan subjek D tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek D menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek D tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis terdahulu. Hal ini berarti subjek D menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan
71 114 masalah pengoptimuman nomor 2, subjek D menggunakan jenis intuisi primer. 5. Analisis Data Subjek E Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek E dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut. Objek Matematika Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek E terhadap Soal I Spesifikasi Bahasa Memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: keliling persegi panjang, luas persegi panjang, panjang, lebar. 2. Simbol/notasi: persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. 3. Representasi: gambar jajar genjang, tanda panah penghubung, gambar persegi panjang dengan sisi p dan l, gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Konteks/Masalah Konsep Prosedur Persamaan dan Fungsi Kuadrat (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) Penyelesaian masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Membuat sketsa sebuah jajar genjang dan persegi
72 115 panjang dengan sisi panjang p dan sisi lebar l, kedua bangun dihubungkan dengan tanda panah. 3. Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. 4. Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. 5. Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. 6. Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal. 7. Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = Mensubtitusikan nilai p yang didapat ke dalam persamaan l = 14 p. 9. Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. 10. Membuat sketsa persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = -b/2a. 2. Persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = Berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisi-sisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek E menyimpulkan bahwa persegi dan persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. Oleh sebab itu, jika didapatkan panjang dan lebar yang sama, maka jajar genjang yang
73 116 terbentuk adalah persegi. Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek E cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek E cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek E menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek E menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah nilai maksimal pada Fungsi Kuadrat yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Hal ini berarti subjek E menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek E menggunakan jenis intuisi sekunder.
74 117 Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek E dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek E terhadap Soal II Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: - 2. Simbol/notasi: penjumlahan bilangan. 3. Representasi: sebuah barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah yang ditempuh Helen. Jarak dan langkah. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Mendaftar seluruh langkah yang ditempuh Helen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. 3. Mendaftar seluruh langkah maju yang ditempuh Helen. Langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah maju ke empat puluh satu yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik Mendaftar seluruh langkah mundur yang ditempuh Helen. Langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur ke empat puluh adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke
75 118 Proposisi/Teorema Tidak ada Argumen titik Menjumlahkan seluruh langkah maju dan langkah mundur. Tidak ada Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek E tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat implisit. Bahkan subjek E tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek E menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek E tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian masalah yang bisa diajarkan di sekolah, namun strategi subjek sendiri yang muncul dari hasil olah pengalaman. Hal ini berarti subjek E menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek E menggunakan jenis intuisi primer.
76 Analisis Data Subjek F Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek F dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut. Objek Matematika Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek F terhadap Soal I Spesifikasi Bahasa Memakai persamaan, mendefinisikan fungsi, membuat diagram atau notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: keliling persegi panjang, luas persegi panjang, panjang, lebar, luas maksimal. 2. Simbol/notasi: persamaan linier, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat. 3. Representasi: gambar jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius, tanda panah penghubung, gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Konteks/Masalah Konsep Prosedur Persamaan dan Fungsi Kuadrat (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) Penyelesaian masalah fungsi kuadrat. Hal ini terbukti dari dihadirkannya bentuk fungsi kuadrat yaitu L (p) = -p p, dimana untuk mencari nilai p subjek menggunakan rumus nilai ekstrim. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Membuat sketsa sebuah jajar genjang jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius. 3. Menuliskan rumus keliling persegi panjang yaitu 2 (p+l). Kemudian menyamakannya dengan nilai
77 120 yang diketahui, yaitu 28 cm. Hingga didapat persamaan linier l = 14 p. 4. Menuliskan rumus luas persegi panjang hingga didapat persamaan L = p x l. 5. Mensubstitusi persamaan linier l = 14 p ke persamaan L = p x l, hingga didapat fungsi kuadrat L(p) = -p p. 6. Mencari nilai variabel p agar fungsi kuadrat L(p) = -p p maksimal. 7. Menggunakan rumus nilai ekstrim p = -b/2a hingga didapat p = Mensubtitusikan nilai p yang didapat ke dalam persamaan l = 14 p. 9. Menentukan empat titik koordinat yang dicari berdasarkan nilai p dan l yang didapat. 10. Membuat sketsa persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Bentuk umum fungsi kuadrat f(x) = ax 2 + bx - c dapat diselesaikan melalui rumus nilai ekstrim, yaitu x = -b/2a. 2. Persegi dan persegi panjang termasuk jenis dari jajar genjang. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Munculnya rumus p = -b/2a berasal dari bentuk umum persamaan kuadrat ax 2 + bx c = 0. Sedangkan bentuk fungsi kuadrat L (p) = -p p berarti L (p) = (-1) p p 0. Sehingga a = -1, b = 14 dan c = Berdasarkan pengertian bahwa jajar genjang adalah suatu segi empat sisi-sisinya berhadapan sejajar dan sepasang-sepasang sisinya sama panjang, subjek F menyimpulkan bahwa persegi dan persegi panjang juga termasuk dalam jajar genjang. Oleh sebab itu, jika didapatkan panjang dan lebar yang sama, maka jajar genjang yang terbentuk adalah persegi.
78 121 Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek F cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek F cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek F menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek F menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah nilai maksimal pada Fungsi Kuadrat yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMA Kelas X semester 1. Hal ini berarti subjek F menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek F menggunakan jenis intuisi sekunder. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek F dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut.
79 122 Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek F terhadap Soal II Proposisi/Teorema Tidak ada Argumen Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: - 2. Simbol/notasi: operasi penjumlahan, pengurangan dan pembagian. 3. Representasi: Barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah maju yang ditempuh Helen. Barisan bilangan dengan panah yang menunjukkan langkah mundur yang ditempuh Helen. Menghitung jumlah langkah. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Mendaftar seluruh langkah yang ditempuh Helen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Membuat sketsa langkah yang ditempuh Helen dari pintu ruang kelas menuju pintu ruang guru. 3. Mengurangkan jarak langkah maju dengan jarak langkah mundur, yaitu = Untuk jarak 0 cm sampai dengan 400 cm, langkah maju yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. Untuk jarak 400 cm sampai dengan 450 cm, langkah yang ditempuh adalah 1 langkah maju. Sehingga total langkah maju adalah Untuk jarak 10 cm sampai dengan 440 cm, langkah mundur yang ditempuh adalah 400/10 = 40 langkah. 6. Menjumlahkan langkah maju dan langkah mundur. Tidak ada
80 123 Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek F tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat implisit. Bahkan subjek F tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek F menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek F tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis terdahulu. Hal ini berarti subjek F menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek F menggunakan jenis intuisi primer. 7. Analisis Data Subjek G Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek G dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut.
81 124 Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek G terhadap Soal I Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: keliling, luas panjang sisi, titik koordinat 2. Simbol/notasi: persamaan, operasi bilangan. 3. Representasi: gambar jajar genjang yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan sisi alas a dan sisi miring b, tanda panah penghubung, gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan panjang sisi s. Bangun Datar (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Membuat sketsa jajar genjang dan kemungkinan bangun yang terbentuk, yaitu persegi. 3. Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun (28 : 4 = 7) 4. Membuktikan bahwa luas jajar genjang akan maksimal jika sisi-sisinya sama, yaitu 7 cm. Sehingga luas maksimal jajar genjang = 7 cm x 7 cm = 49 cm. 5. Membuat sketsa persegi dalam sebuah bidang kartesius dengan panjang sisi persegi masingmasing 7 cm. 6. Menyimpulkan bahwa titik koordinat yang dicari adalah (0,0); (7,0); (7,7); dan (0,7). Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Suatu jajar genjang akan memiliki luas maksimal jika semua panjang sisinya sama. Argumen Tidak ada.
82 125 Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek G tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep, prosedur dan proposisi bersifat implisit. Bahkan subjek G tidak menghadirkan komponen argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek G menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek G tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di sekolah, melainkan hasil olah pengalaman matematis terdahulu. Hal ini berarti subjek G menampilkan solusi yang terbentuk berdasarkan pengalaman sehari-hari individu dalam situasi normal tanpa menjalani proses instruksional yang sistematik. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek G menggunakan jenis intuisi primer. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek G dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut.
83 126 Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek G terhadap Soal II Spesifikasi Memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: jarak, barisan aritmetika 2. Simbol/notasi: barisan bilangan, suku ke-n, persamaan, operasi bilangan 3. Representasi: - Jarak dan barisan aritmetika. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Mencari nilai n dari sebuah barisan aritmetika. 2. Penjumlahan dua bilangan. (Eksplisit/terungkap dari hasil tes tulis) 1. Menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. 2. Mencari pola bilangan untuk langkah maju dan langkah mundur berdasarkan jarak yang ditempuh tiap langkah kaki. 3. Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah maju. 4. Menerapkan rumus Un = a + (n-1)b untuk mencari jumlah langkah mundur. 5. Menjumlahkan langkah maju dan langkah mundur. Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Barisan bilangan yang mempunyai ciri selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai tetap disebut barisan aritmetika. Sedangkan untuk mencari suku ke-n pada barisan aritmetika digunakan rumus Un = a + (n-1) b. Argumen (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Masalah ini dapat diselesaikan dengan prosedur pola bilangan karena jarak langkah dapat membentuk barisan aritmetika. 1. Langkah maju pertama adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 0 ke titik 50. Langkah maju kedua adalah berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 10 ke titik 60. Hal itu berlaku
84 127 seterusnya hingga langkah maju terakhir yaitu berjalan sepanjang 50 cm ke depan dari titik 400 ke titik 450. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah maju adalah 50, 60, 70, 80, 90,..., Langkah mundur pertama adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 50 ke titik 10. Langkah mundur kedua adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 60 ke titik 20. Hal itu berlaku seterusnya hingga langkah mundur terakhir adalah berjalan sepanjang 40 cm ke belakang dari titik 440 ke titik 400. Sementara itu karena Helen sudah mencapai titik 450 (ruang guru) maka Helen tidak akan mundur lagi. Oleh karena itu Barisan aritmetika untuk langkah mundur adalah 10, 20, 30, 40, 50,..., 400 Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2, konfigurasi kognitif subjek G cukup lengkap. Hal ini dikarenakan subjek memakai persamaan atau rumus serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. Demikian juga dengan penyampaian komponen konsep dan prosedur bersifat eksplisit. Meskipun solusi subjek G cenderung terlihat sebagai solusi formal, namun intuisi dapat ditemukan pada komponen proposisi dan argumen. Proposisi dan argumen tersebut bersifat implisit (terungkap dari hasil wawancara) dan merupakan penjelasan dari setiap proposisi yang digunakan subjek. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek G menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi.
85 128 Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek G menggunakan prosedur rutin penyelesaian masalah Barisan dan Deret Bilangan yang pernah diajarkan selama ia belajar di jenjang SMP. Hal ini berarti subjek G menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek G menggunakan jenis intuisi sekunder. 8. Analisis Data Subjek H Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek H dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 1 adalah sebagai berikut. Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek H terhadap Soal I Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Spesifikasi Hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar. 1. Istilah: keliling, panjang, lebar, koordinat 2. Simbol/notasi: pembagian bilangan, titik koordinat. 3. Representasi: gambar jajar genjang, tanda panah penghubung, gambar persegi, gambar persegi yang ditempatkan dalam bidang kartesius dengan koordinat (0,0); (7,0); (0,7); (7,7) dan (0,7). Bangun Datar (Implisit/terungkap dari hasil wawancara)
86 129 Prosedur Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun. (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Membuat sketsa jajar genjang dan kemungkinan bangun yang terbentuk, yaitu persegi. 2. Membagi keliling yang diketahui dengan jumlah sisi bangun (28 : 4 = 7) 3. Membuat sketsa persegi dalam sebuah bidang kartesius dengan panjang sisi persegi masingmasing 7 cm. Proposisi/Teorema (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Suatu jajar genjang akan memiliki luas maksimal jika semua panjang sisinya sama. Argumen Tidak ada. Pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 1, konfigurasi kognitif subjek H tidak lengkap. Hal ini dikarenakan komponen bahasa yang digunakan hanya terdiri dari apa yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang benar, sedangkan penyampaian komponen konsep, prosedur dan proposisi bersifat implisit. Bahkan subjek H tidak menghadirkan komponen argumen baik dalam lembar jawaban maupun saat wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek H menggunakan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1 subjek H tidak menampilkan prosedur rutin penyelesaian yang biasa diajarkan di materi Fungsi Kuadrat, namun penyelesaian yang di sajikan merupakan hasil bentukan dari pengalaman siswa mengerjakan soal-soal nilai maksimal selama di sekolah. Hal ini berarti subjek H menggunakan pengetahuan yang
87 130 didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 1, subjek H menggunakan jenis intuisi sekunder. Berdasarkan analisis terhadap data hasil tes tulis dan data hasil wawancara, maka konfigurasi kognitif subjek H dalam memecahkan masalah pengoptimuman nomor 2 adalah sebagai berikut. Objek Matematika Bahasa Konteks/Masalah Konsep Prosedur Tabel Konfigurasi Kognitif Subjek H terhadap Soal II Proposisi/Teorema - Argumen - Spesifikasi Memakai persamaan dan membuat notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. 1. Istilah: jarak. 2. Simbol/notasi: operasi aljabar, persamaan. 3. Representasi: - Masalah aljabar (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) Operasi aljabar (Implisit/terungkap dari hasil wawancara) 1. Memisalkan x adalah jumlah langkah yang dibutuhkan Helen. 2. Menyusun sebuah persamaan aljabar 50 x 40 x = Menyelesaikan persamaan aljabar, sedemikian hingga didapatkan nilai x = Menyimpulkan bahwa jumlah langkah yang dibutuhkan paling sedikit oleh Helen adalah 45 langkah
88 131 Meskipun hasil jawaban subjek H pada penyelesaian masalah pengoptimuman nomor 2 salah, namun dapat diidentifikasi bahwa konfigurasi kognitif subjek H tidak lengkap. Meskipun subjek memakai persamaan serta notasi yang menjadikan pengerjaan bersifat sistematis. (solusi formal), namun penyampaian komponen konsep dan prosedur yang bersifat implisit. Bahkan subjek tidak menghadirkan komponen proposisi dan argumen baik dalam lembar jawaban maupun wawancara. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek H menggunakan gabungan antara formalisasi dan intuisi. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2 subjek H menggunakan konsep prosedur operasi aljabar yang biasa diajarkan dalam pembelajaran matematika SMP. Hal ini berarti subjek H menggunakan pengetahuan yang didapatkan melalui jenjang sekolah formal. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah pengoptimuman nomor 2, subjek H menggunakan jenis intuisi sekunder.
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data Tes Pemecahan Masalah dan Wawancara Subjek dengan Gaya Kognitif Field Dependent 1. Deskripsi dan Analisis Data Tes Pemecahan Masalah dan Wawancara
Gambar 4.1 Jawaban Soal Nomor 1 Subjek S 1. Gambar 4.2
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Penelitian 1. Subjek S dengan inisial AP yang berasal dari SD a. Soal nomor 1 Gambar 4.1 Jawaban Soal Nomor 1 Subjek S 1 Gambar
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian 1. Subjek S 1Untuk mengetahui kemampuan translasi model representasi dari Real Script menjadi Gambar Statis subjek S 1, maka diberikan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada BAB IV ini, peneliti akan mendeskripsikan dan menganalisis data tentang kemampuan berpikir matematis siswa berdasarkan Shafer dan Foster dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau
Mari belajar keliling dan Luas Lingkaran.
LAMPIRAN 95 96 Lampiran 1 Instrumen tes pemecahan masalah open-ended materi lingkaran Mari belajar keliling dan Luas Lingkaran. Nama : Kelas/ No urut : Petunjuk Pengisian: 1. Berdoalah terlebih dahulu
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN. Tabel 4.1 Jadwal Waktu dan Kegiatan Penelitian
45 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN Dalam penelitian ini terdapat tahap-tahap kegiatan dalam pengerjaannya. Rincian waktu dan kegiatan penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:
menyelesaikan permasalahan tersebut? Jika ya, bagaimana commit to user solusi alternatif tersebut?
digilib.uns.ac.id BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN Pada Bab IV ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan pada Bab I yaitu: Bagaimana tingkat dan karakteristik dari tingkat
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada BAB IV ini akan dibahas mengenai; a) proses berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) bagi mereka yang memiliki pengetahuan
TRANSKRIP WAWANCARA SUCI
Lampiran I TRANSKRIP WAWANCARA SUCI Nama Kelas Sekolah : Suci Apriliani Liliana : VIII A : SMP Pangudi Luhur Salatiga A: Peneliti, L: Subjek 1. A : Selamat pagi, namanya siapa? 2. L : Nama saya, Suci Apriliani
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada Bab IV ini akan dijelaskan hasil perolehan data di lapangan yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi profil berpikir probabilistik siswa dalam menyelesaikan masalah
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bab ini akan dipaparkan hasil analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari minat
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dengan judul Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Barisan dan Deret Kelas XI APK 3 SMK
BAB IV DESKRPSI DAN ANALISIS DATA. sebelumnya, maka untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut dilakukan
BAB IV DESKRSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Sehubungan dengan pertanyaan penelitian yang dikemukakan sebelumnya, maka untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut dilakukan pembahasan dalam bentuk
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL ENELITIAN A. enelitian Siswa yang dipilih untuk menjadi subyek penelitian adalah siswa yang dipilih berdasarkan pertimbangan dari pelatih dan senior (siswa kelas VII SM/sederajat). Hal yang
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini, peneliti akan menunjukkan hasil penghitungan untuk menentukan batas kelompok subjek penelitian dan mendeskripsikan data tentang kemampuan berpikir aljabar siswa
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. 6 subjek dari 3 kelompok, yakni 2 subjek dari kelompok atas, 2 subjek dari
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan Data dalam penelitian ini adalah hasil tes tertulis dan wawancara terhadap 6 subjek dari 3 kelompok, yakni 2 subjek dari kelompok atas, 2 subjek
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan analisis dan pembahasan hasil penelitian untuk mengetahui penalaran proporsional siswa kelas VII-A di MTs Raden Rahmat Ngerong Pasuruan berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pembahasan dalam bentuk
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Hasil Penelitian Sehubungan dengan pertanyaan penelitian yang dikemukakan sebelumnya maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pembahasan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN. diperoleh dari nilai raport matematika semester ganjil tahun ajaran 2011/2012
37 BAB IV DESKRISI DAN ANALISIS DATA ENELITIAN A. Deskripsi Data enelitian 1. Data enentuan Subjek enelitian Dalam menentukan subjek penelitian, peneliti menggunakan data yang diperoleh dari nilai raport
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. maka akan dilakukan pembahasan dalam bentuk paparan dan analisis faktor-faktor
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya, maka akan dilakukan pembahasan dalam bentuk paparan dan analisis faktor-faktor penyebab kesalahan
PEMBAHASAN SOAL MATEMATIKA UN 2014 Jawaban : Pembahasan : (operasi bilangan pecahan) ( ) Jawaban : (A) Pembahasan : (perbandingan senilai) 36 buku 8 mm x x 3. 0 X buku 24 mm Jawaban : (C) Pembahasan :
BAB V DISKUSI HASIL PENELITIAN. subjek penelitian dalam pembelajaran matematika dan (b) temuan lain. Uraian
BAB V DISKUSI HASIL ENELITIAN ada bagian ini akan dibahas dua hal yaitu: (a) perbandingan proses matematisasi subjek penelitian dalam pembelajaran matematika dan (b) temuan lain. Uraian lengkap tentang
KISI KISI SOAL TES DIAGNOSTIK MATERI PELAJARAN TEOREMA PYTHAGORAS
LAMPIRAN 141 Lampiran 1. Kisi-kisi Tes Diagnostik KISI KISI SOAL TES DIAGNOSTIK MATERI PELAJARAN TEOREMA PYTHAGORAS Sekolah : SMP Negeri 1 Sleman Kelas : VIII A Tahun ajaran : 2015/2016 Kompetensi Dasar
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada Bab ini, akan dideskripsikan dan dianalisis data pemahaman konsep siswa pada pembelajaran matematika menggunakan metode ekspositori dengan bantuan media flash. Penelitian ini
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan dijelaskan hasil perolehan data di lapangan yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi profil kemampuan estimasi berhitung siswa ditinjau dari
BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi dan Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data 1. Deskripsi Data Hasil Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui dan mencari informasi tentang proses kegiatan belajar mengajar dan pembelajaran
BAB IV DES KRIPS I DAN ANALIS IS DATA PEN ELITIAN
BAB IV DES KRIPS I DAN ANALIS IS DATA PEN ELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan hasil perolehan data yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi tentang epistemic cognition peserta didik dalam
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Diskripsi Data 1. Analisis Uji Instrumen Tes Uji instrumen tes dilakukan pada kelas uji coba yaitu kelas VII F yang berjumlah 38 peserta didik, daftar nama bisa dilihat
Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor
Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja. Contoh :
OSK Matematika SMP (Olimpiade Sains Kabupaten Matematika SMP)
Pembahasan Soal OSK SMP 2017 OLIMPIADE SAINS KABUPATEN SMP 2017 OSK Matematika SMP (Olimpiade Sains Kabupaten Matematika SMP) Disusun oleh: Pak Anang Halaman 2 dari 20 PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE SAINS MATEMATIKA
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini akan dipaparkan hasil perolehan data di lapangan yang kemudian akan dianalisis guna mendapatkan deskripsi tentang representasi eksternal siswa MTs dalam memecahkan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, akan disajikan analisis data dan pembahasan mengenai dimensi-dimensi pengetahuan yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika yang memiliki kemampuan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Identifikasi Hambatan Epistimologis Konsep Limit Fungsi Aljabar Pada Bab IV ini, akan disajikan analisis data dan pembahasan mengenai hambatan epistimologis siswa
Berikut saat wawancara terdapat kutipan, Kutipan 42
246 memahami dan mengaplikasikan informasi verbal ke dalam suatu sketsa gambar. Informasi tersebut berupa sifat-sifat yang dimiliki suatu gambar (ide geometri). Pada bagian SS. b.5.1, siswa dapat menentukan
Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu.
Silabus Jenjang : SMP dan MTs Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VIII Semester : 1 Standar Kompetensi : ALJABAR 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan garis lurus. Kompetensi Dasar Materi Ajar
BAB IV PERTIDAKSAMAAN. 1. Pertidaksamaan Kuadrat 2. Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 3. Pertidaksamaan Bentuk Akar 4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak
BAB IV PERTIDAKSAMAAN 1. Pertidaksamaan Kuadrat. Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 3. Pertidaksamaan Bentuk Akar 4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak 86 LEMBAR KERJA SISWA 1 Mata Pelajaran : Matematika Uraian Materi
TRANSKIP WAWANCARA 62
LAMPIRAN 61 TRANSKIP WAWANCARA 62 P : PENELITI S : SUBJEK (SN) P : Ni mbak nian punya soal coba SL kerjakan. SL boleh menggunakan benda-benda yang ada di depan atau SL boleh corat coretdi kertas. Yok coba
BAB II PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT
BAB II PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT 1. Menentukan koefisien persamaan kuadrat 2. Jenis-jenis akar persamaan kuadrat 3. Menyusun persamaan kuadrat yang akarnya diketahui 4. Fungsi kuadrat dan grafiknya
Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.
Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika Dasar Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT
LAMPIRAN A LEMBAR KEGIATAN SISWA DAN EVALUASI A.
LAMPIRAN A LEMBAR KEGIATAN SISWA DAN EVALUASI A. Sistem Persamaan Linier 2 variabel atau 2 Peubah 1. Pengertian Sistem persamaan linear adalah persamaan yang variabel atau peubahnya memiliki pangkat tertinggi
LEMBAR AKTIVITAS SISWA INDUKSI MATEMATIKA
Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA INDUKSI MATEMATIKA Latihan 1 1. A. NOTASI SIGMA 1. Pengertian Notasi Sigma Misalkan jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah S n = U 1 + U 2 + U 3 + + U
PROFIL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN TAHAPAN POLYA
ROFIL EMECAHAN MASALAH ADA MATERI OERASI HITUNG CAMURAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN TAHAAN OLYA JURNAL Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai Gelar Sarjana endidikan rogram Studi endidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV dalam penelitian ini, peneliti akan memaparkan mengenai deskripsi data tentang profil lapisan pemahaman dan folding back siswa SMA dalam menyelesaikan soal logaritma
MODUL ALJABAR. February 3, 2006
MODUL ALJABAR February 3, 2006 1 Pendahuluan Aljabar merupakan bahasa simbol dan relasi. Dalam kehidupan seharihari aljabar seringkali digunakan tanpa memperdulikan apa pengertian aljabar tersebut. Dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Pada Bab IV ini, disajikan analisis data dan mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa pada prespektif proses matematisasi horizontal dan vertikal SMP dalam menyelesaikan
Bagian 1 Sistem Bilangan
Bagian 1 Sistem Bilangan Dalam bagian 1 Sistem Bilangan kita akan mempelajari berbagai jenis bilangan, pemakaian tanda persamaan dan pertidaksamaan, menggambarkan himpunan penyelesaian pada selang bilangan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengumpulan Data Penelitian
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengumpulan Data Penelitian Data dalam penelitian ini adalah profil pemecahan masalah sistem persamaan linier dua variabel yang diperoleh dari
09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang B. Tujuan
09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP IIS PSM (Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien) Magetan pada
TEOREMA SISA 1. Nilai Sukubanyak Tugas 1
TEOREMA SISA 1. Nilai Sukubanyak Apa yang dimaksud sukubanyak (polinom)? Ingat kembali bentuk linear seperti 2x + 1 atau bentuk kuadrat 2x 2-3x + 5 dan juga bentuk pangkat tiga 2x 3 x 2 + x 7. Bentuk-bentuk
UJIAN NASIONAL SMP/MTs
UJIAN NASIONAL SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008 Mata Pelajaran Jenjang : Matematika : SMP/MTs MATA PELAJARAN Hari/Tanggal : Selasa, 6 Mei 2008 Jam : 08.00-10.00 WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM 1. Isikan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Pra Pelaksanaan Penelitian Pada hari Kamis tanggal 17 Nopember 2016, peneliti meminta surat permohonan ijin penelitian kepada pihak jurusan tarbiyah IAIN Tulungagung.
Matematika Semester IV
F U N G S I KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi Menerapkan konsep fungsi linear Menggambar fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi trigonometri
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pada BAB IV ini, peneliti akan menunjukkan hasil penghitungan untuk menentukan batas kelompok subjek penelitian, mendeskripsikan kemudian menganalisis data tentang
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
Pedoman Penskoran Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa
Pedoman Penskoran Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Aspek yang Diukur Mengevaluasi Mengidentifikasi Menghubungkan Respon Siswa terhadap Soal Skor Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang salah.
KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Mapel Matematika kls VII s/d IX. 1-2
KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Matematika. : SMP/MTs. : VII s/d IX /1-2 Nama Guru
F/751/WKS1/ SMK NEGERI 2 WONOGIRI KISI-KISI PEMBUATAN SOAL UJIAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012
SMK NEGERI 2 WONOGIRI KISI-KISI PEMBUATAN SOAL UJIAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 F/751/WKS1/6 01 07-07-2010 Mata Pelajaran/ Kompetensi : Matematika Tingkat : 3 Program Studi Keahlian : Semua
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini akan dijelaskan hasil penelitian tentang profil literasi statistik siswa SMA kelas XI berdasarkan gaya kognitif field dependent dan field independent. Subjek yang
BAB IV HASIL PENELITIAN
1 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Penelitian Peneliti mengadakan studi pendahuluan di lokasi penelitian yaitu MTsN Tulungagung yang beralamatkan di desa Beji, Kecamatan Boyolangu,
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Oleh: Kusnandi A. Pengantar Masalah dalam matematika adalah suatu persoalan yang siswa sendiri mampu menyelesaikannya tanpa menggunakan cara atau algoritma yang rutin. Maksudnya
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 7/8 PANDUAN MATERI MATEMATIKA Kelompok Seni, Pariwisata, Teknologi Kerumahtanggan, Pekerjaan Sosial dan Administrasi Perkantoran PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS
LAMPIRAN. Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel
LAMPIRAN A. Wawancara dengan Guru Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel Yudhistira S.Si dan Bapak Yusuf S.Pd selaku guru matematika kelas 5 pada SD Strada Wiyatasana.
PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs
PAKET CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.
FUNGSI. Riri Irawati, M.Kom 3 sks
FUNGSI Riri Irawati, M.Kom 3 sks Agenda 1. Sistem Koordinat Kartesius. Garis Lurus 3. Grafik persamaan Tujuan Agar mahasiswa dapat : Menggunakan sistem koordinat untuk menentukan titik-titik dan kurva-kurva.
MADRASAH ALIYAH AL-MU AWANAH BEKASI SELATAN 2012
MODUL MATEMATIKA PERSIAPAN UJIAN NASIONAL 0 TAHUN AJARAN 0/0 MATERI PERSAMAAN KUADRAT DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT UNTUK KALANGAN MA AL-MU AWANAH MADRASAH ALIYAH AL-MU AWANAH BEKASI SELATAN 0 Jalan RH. Umar
Matematika EBTANAS Tahun 1986
Matematika EBTANAS Tahun 986 EBT-SMA-86- Bila diketahui A = { x x bilangan prima < }, B = { x x bilangan ganjil < }, maka eleman A B =.. 3 7 9 EBT-SMA-86- Bila matriks A berordo 3 dan matriks B berordo
FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR. EvanRamdan
FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR TEORI FUNGSI Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel (terikat dan bebas), koefisien dan
43. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B)
43. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
b) Tentukan nilai dari C. Tentukan nilai dari d. Tentukan nilai dari e. Tentukan nilai dari f. Tentukan nilai dari
Contoh soal dan pembahasan bentuk pangkat dan akar, materi matematika kelas X SMA. Perhatikan contoh-contoh berikut: Soal-Soal Dasar a) Tentukan nilai dari 3 2 x 2 3 b) Tentukan nilai dari C. Tentukan
Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional
Rekap Nilai Ujian Nasional tahun 2011 Pada tahun 2011 rata-rata nilai matematika 7.31, nilai terendah 0.25, nilai tertinggi 10, dengan standar deviasi sebesar 1.57. Secara rinci perolehan nilai Ujian Nasional
PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs
PAKET CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Deskripsi data dalam penelitian mengenai kemampuan representasi matematis siswa ini terdiri dari 2 bagian yaitu: deskripsi data pra penelitian, deskripsi data pelaksanaan
MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA
KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA Bilangan dan Aljabar untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN
Mata Pelajaran Wajib. Disusun Oleh: Ngapiningsih
Mata Pelajaran Wajib Disusun Oleh: Ngapiningsih Disklaimer Daftar isi Disklaimer Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran. Materi powerpoint
SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK TEKNOLOGI PAKET II B KOTA SURABAYA
LATIHAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 00-0 SMK NEGERI DAN SWASTA KOTA SURABAYA MATEMATIKA KELOMPOK TEKNOLOGI PAKET II B MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA KOTA SURABAYA M A T E M A T I K A S M K T E
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Lokasi Madrasah Aliyah (MA) ASWAJA Ngunut merupakan salah satu Sekolah Menengah swasta yang berada di Ngunut. Berikut profil singkat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen 1. Instrumen Bantu Pertama Instrumen bantu pertama dalam penelitian ini berupa tes tertulis yaitu soal pemecahan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
42 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN Dalam bagian ini akan dikaji dan dideskripsikan secara kualilatif metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Flavell. Analisis
BAB IV HASIL PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Temuan Penelitian 1. Deskripsi Data Hasil Observasi Metode observasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melengkapi data penelitian.
MATA PELAJARAN : Matematika : SMP / MTs. WAKTU PELAKSANAAN : Rabu, 25 April 2012 :
DOKUMEN NEGARA SANGAT RAHASIA [email protected] Mata Pelajaran Jenjang MATA PELAJARAN : Matematika : SMP / MTs Hari/Tanggal Jam WAKTU PELAKSANAAN : Rabu, 25 April 202 : 08.00 0.00 PETUNJUK UMUM. Isilah
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMP DAN MTs M A T E M A T I K A PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG DEPDIKNAS i KATA
Lampiran 1. Soal Tes Tertulis
LAMPIRAN 38 Lampiran 1. Soal Tes Tertulis 1. Saya pergi ke pasar untuk membeli buku tulis. 1 buah buku tulis harganya Rp 2.000,00. Jika saya membeli 5 buah buku tulis, berapa total harga buku tulis tersebut?
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1992
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 99 EBT-SMP-9-0 Diketahui: A = {m, a, d, i, u, n} dan B = {m, a, n, a, d, o} Diagram Venn dari kedua himpunan di atas A. m a d o a m o i e e I d u a a u n e m i d o m i d a u n
Sistem Persamaan linier
Sistem Persamaan linier 5.1 Sistem Persamaan Linier Dua Peubah (Variabel) Bentuk Umum: a 1 x + b 1 y = c 1 a 2 x + b 2 y = c 2 Dimana a 1, b 1, c 1, a 2, b 2, c 2 R. Himpunan pasangan berurutan (x, y)
PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN
PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN. * Indikator SKL : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi tambah, kurang, kali, atau bagi pada bilangan. * Indikator Soal : Menentukan
Pemerintah Kota Semarang. Dinas Pendidikan MKKS Sub Rayon 05 Kota Semarang. JalanPatimura 9 (024) Kota Semarang 50123
Pemerintah Kota Semarang Dinas Pendidikan MKKS Sub Rayon 05 Kota Semarang JalanPatimura 9 (024)3544024 Kota Semarang 50123 KISI-KISI SOAL UKK MATEMATIKA SatuanPendidikan : SMP/MTs. Alokasi Waktu : 120
Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK)
Pembahasan Soal SBMPTN 2016 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK) Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT
Barisan dan Deret Aritmetika. U 1, U 2, U 3,...,U n-1, U n. 1. Barisan Bilangan
Barisan dan Deret Aritmetika 1 Barisan Bilangan Untuk memahami pengertian suatu barisan bilangan, perhatikan contoh urutan bilangan berikut ini :, 4, 6, 8, 10, Urutan bilangan di atas mempunyai aturan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi dan analisis data hasil penelitian untuk mengetahui penalaran kovariasional siswa dalam mengkonstruk grafik fungsi dibedakan dari gaya belajar
BAB IV HASIL PENELITIAN
45 BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi dan analisis tentang semiotik siswa dalam pemecahan masalah program linier dibedakan dari kemampuan bahasa. Deskripsi dan analisis data
Disusun Oleh : ARISMAN WIJAYA. Aris
Disusun Oleh : ARISMAN WIJAYA ([email protected]) Aris _^M@thLover^ TRIK BERHITUNG CEPAT ( MATHMAGIC ) 1. Perkalian dengan angka 11 Perkalian dengan angka 11 atau (11, 110, 1,1 dan seterusnya) bisa
KARTU SOAL URAIAN. KOMPETENSI DASAR (KD): 4.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmatika dan geometri
. Siswa dapat menentukan suku pertama, beda/rasio, rumus suku ke-n dan suku ke-n, jika diberikan barisan bilangannya NO. SOAL: 31 Tentukan suku pertama, beda atau rasio, rumus suku ke-n, dan suku ke-10
fungsi Dan Grafik fungsi
fungsi Dan Grafik fungsi Suatu fungsi adalah pemadanan dua himpunan tidak kosong dengan pasangan terurut (x, y) dimana tidak terdapat elemen kedua yang berbeda. Fungsi (pemetaan) himpunan A ke himpunan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN EMBAHASAN ada bab ini, akan dideskripsikan dan dianalisis data penalaran matematis siswa SM dengan strategi working backward dalam menyelesaikan masalah matematika. Materi yang digunakan
Mata Pelajaran MATEMATIKA Kelas X
Mata Pelajaran MATEMATIKA Kelas X SEKOLAH MENENGAH ATAS dan MADRASAH ALIYAH PG Matematika Kelas X 37 Bab 1 Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma Nama Sekolah : SMA dan MA Mata Pelajaran : Matematika Kelas
53
LAMPIRAN 53 54 55 56 57 RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Sooko Ponorogo Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII / 1 Materi Pokok : Persamaan Garis Lurus Alokasi
