BAB IV HASIL PENELITIAN
|
|
|
- Liani Pranata
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Temuan Penelitian 1. Deskripsi Data Hasil Observasi Metode observasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melengkapi data penelitian. Dalam penelitian ini, observasi digunakan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar matematika pada materi pecahan di kelas VII-F. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi tentang proses belajar mengajar secara umum yang dilaksanakan di kelas dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan problem solving siswa dalam memecahkan masalah pecahan. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang yang digunakan sebagai sumber data penelitian yaitu siswa. Caranya yaitu dengan mengamati dan ikut serta dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada materi pecahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh hal-hal sebagai berikut: a. Guru 1) Pada umumnya guru menggunakan metode ceramah dan penugasan. 2) Guru menyampaikan materi kemudian memberikan beberapa contoh soal. 3) Guru jarang memberikan latihan soal-soal konstekstual pada materi pecahan. b. Siswa 1) Siswa memperhatikan apa yang dijelaskan guru di depan kelas, namun masih ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan, bermalasmalasan, kurang mandiri dalam latihan soal dan cenderung ramai sendiri. 2) Siswa kurang aktif dalam berinteraksi dan menjawab soal-soal latihan yang diberikan. 31
2 digilib.uns.ac.id 32 3) Masih banyak ditemukan siswa yang bingung dalam memahami konsep mana yang digunakan dalam menyelesaikan soal-soal kontekstual. c. Proses Pembelajaran 1) Pembelajaran lebih terpusat pada guru, suasana kelas cenderung tenang. 2) Hampir tidak pernah ada siswa yang bertanya kepada guru tentang konsep yang diajarkan ataupun kesulitan dalam belajar, sehingga interaksi antara guru dan siswa terkesan minim dan penguatan materi yang diberikan guru kepada siswa menjadi sangat dangkal. d. Evaluasi Pembelajaran 1) Guru jarang mengadakan tugas khusus atau kuis pada akhir pembelajaran. 2) Biasanya guru memberikan tugas rumah kemudian dikoreksi bersama pada pertemuan berikutnya dengan mendiktekan jawaban yang benar, selain itu guru memberikan ulangan harian pada akhir bab. 2. Deskripsi Data Jawaban Tes Diagnosis Dalam hal ini tes diagnosis digunakan untuk menentukan subyek penelitian. Jawaban-jawaban tes ini menunjukkan kemampuan siswa pada tiap tingkatan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan John A. Malone. Langkah-langkah dalam penyusunan perangkat tes ini adalah : a. Melakukan spesifikasi materi yang telah diajarkan b. Menyusun kisi-kisi instrumen c. Menyusun soal-soal tes d. Melakukan validasi soal-soal tes e. Melakukan revisi soal-soal tes f. Melaksanakan tes. Dalam penyusunan perangkat tes, validasi dilakukan oleh validator : Dwi Maryono, S. Si (Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNS), Wiyono, S. Pd (Guru bidang studi matematika SMP Negeri 16 Surakarta), Dra. Kristina Sri Rahayu (Guru bidang studi matematika SMP Negeri 16 Surakarta).
3 digilib.uns.ac.id 33 Tes ini dilaksanakan pada tanggal 20 November Dari jawaban tes yang diberikan kepada siswa kelas VII-F SMP Negeri 16 Surakarta setelah mempelajari materi pecahan dapat diperoleh interpretasi kemampuan problem solving siswa berdasarkan John A. Malone yang dapat dilihat pada Tabel Tabel 4.1. Interpretasi Kemampuan Problem Solving Siswa pada Soal Nomor 1 Jawaban Siswa diket: Luas petak I = 1,2 hektar Luas petak II = 1 hektar ditanya: Berapa luas yang ditanami jagung? jawab: + = = jadi, luas sawah jagung bagian. diket: Luas petak pertama = 1,2 hektar Luas petak kedua = 1 hektar petak pertama ditanami jagung sisanya ditanami padi ditanyakan: Brp keseluruhan luas yg ditanami jagung? jawab: P: 1 - = - = - L petak = x = jagung = + = + = jadi luas sawah = No Interpretasi Absen 15 Siswa belum mampu menuliskan apa yang diketahui secara lengkap, siswa hanya menuliskan bagian umum yang diketahui tanpa menelaah lebih lanjut apa yang dimaksud sebenarnya dalam soal sehingga informasi yang digunakan siswa untuk menyelesaikan permasalahan menjadi sangat minim. Siswa belum mampu membedakan antara pecahan bagian sawah dengan luas bagian sawah. Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan pecahan. Prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. 5 Siswa belum mampu menuliskan apa yang diketahui secara lengkap, siswa hanya menuliskan bagian umum yang diketahui tanpa menelaah lebih lanjut apa yang dimaksud sebenarnya dalam soal sehingga informasi yang digunakan siswa untuk menyelesaikan permasalahan menjadi sangat minim. Siswa belum mampu membedakan antara pecahan bagian sawah dengan luas bagian sawah. Siswa masih bingung dalam menerapkan konsep operasi Tingkat Kemampuan Noncommencement Noncommencement
4 digilib.uns.ac.id 34 Jawaban Siswa diket: L 1 = -, jagung L 2 = 1 keseluruhan wortel, kubis ditanya: Luas jagung =...? jawab: L1 = - = L2 = + = = = = 1 = - = = = + = = = 1 jadi yang ditanami jagung 1 diket: Luas 1 = 1,2 hektar Luas 2 = 1 hektar petak 2 = bagian wortel bagian kubis, = sisanya jagung = jagung No Absen Interpretasi pecahan mana yang harus digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan, akan tetapi belum cukup mengerti dalam pengoperasian perkalian pecahan. Prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. 7 Siswa belum mampu menuliskan apa yang diketahui di soal dengan jelas, karena kurangnya pemahaman konsep siswa menjadi salah persepsi dengan apa yang dimaksud soal. Siswa belum mampu membedakan antara pecahan bagian sawah dengan luas bagian sawah. Siswa masih bingung dalam menerapkan konsep operasi pecahan mana yang harus digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan. Prosedur pengerjaan yang dilakukan masih simpang siur walaupun pola pengerjaannya sudah membentuk alur jawaban yang benar, akan tetapi karena penguasaan konsep yang sangat kurang akibatnya siswa tidak mampu mencapai pemecahan masalah. 10 Siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap, hanya saja siswa belum mampu mendeskripsikan apa yang diketahui dengan jelas, commit kemampuan to user siswa dalam menelaah soal masih rendah sehingga terjadi Tingkat Kemampuan Approach Approach
5 digilib.uns.ac.id 35 Jawaban Siswa ditanyakan: luas sawah jagung... hektar jawab: padi = 1 - = - = - = luas petak I = x = jagung = 1 -( + ) =1 -( + ) = 1 - = - = - = jagung = + = + = jadi, luas sawah hektar. diket: luas petak pertama 1,2 hektar, luas petak kedua 1 hektar, bagian pertama ditanami jagung sisanya padi, petak kedua ditanami dengan wortel bagian, kubis bagian sisanya ditanami jagung ditanya: keseluruhan luas tanah yang ditanami jagung jawab: luas petak pertama = (jagung) luas petak kedua = - - = - - = luas yang ditanami jagung = + = + = jadi, keseluruhan luas tanah yang ditanami jagung hektar No Absen Interpretasi kesalahan persepsi antara apa yang ditulis siswa dengan apa yang dimaksud di soal. Siswa masih bingung dalam mencari pecahan bagian dari sawah yang ditanami jagung pada masingmasing petak Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan pecahan, pengurangan pecahan dan perkalian pecahan dengan baik. Prosedur pengerjaan yang dilakukan masih simpang siur walaupun pola pengerjaannya sudah membentuk alur jawaban yang benar, akan tetapi karena penguasaan konsep yang sangat kurang akibatnya siswa tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. 21 Siswa mampu menuliskan apa yang diketahui di soal dengan lengkap. Siswa masih bingung dalam mencari pecahan bagian dari sawah yang ditanami jagung pada masingmasing petak. Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan pecahan dan pengurangan pecahan Karena menganggap bahwa pecahan bagian dari masingmasing tanaman = luas bagian dari masing-masing tanaman, akibatnya alur pengerjaan yang dilakukan menjadi tidak jelas Tingkat Kemampuan Approach
6 digilib.uns.ac.id 36 Jawaban Siswa jawab: petak pertama = - = - = petak kedua = - - = - - = luas keseluruhan = + = jadi, luas keseluruhan No Absen 16 Interpretasi Siswa mampu menerapkan konsep pengurangan pecahan dengan baik akan tetapi siswa melakukan kesalahan dalam menerapkan sifat penjumlahan pecahan. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya ketelitian siswa akibat kurangnya penguasaan konsep pada operasi pecahan. Tingkat Kemampuan Approach jawab: tanaman padi = 1,2 - = 1 - = 1 - = = tanaman jagung = = = 1 seluruh tanaman jagung = + 1 = + 1 =1 =2 jadi seluruh luas sawah yang ditanami jagung = 2 hektar. 8 Prosedur pengerjaan yang dilakukan masih simpang siur, siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan baik, akan tetapi karena penguasaan konsep permasalahan yang sangat kurang akibatnya siswa tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Approach jawab: L1= 1,2 - = 1 - = 1-18 Approach = = L2 = 1 ( - ) = 1 ( + ) = 1 ( + ) = 1 - = 1 - = L1+L2 = + = + = = 1 jadi luas sawah yang ditanami jagung adalah 1 hektar. jawab: padi = 1 - = - = - = luas petak I = x = 19 Approach
7 digilib.uns.ac.id 37 Jawaban Siswa No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan jagung = 1 -( + ) =1 -( + ) = 1 - = - = - = jagung = + = + = jadi, luas sawah hektar. jawab: 1. petak pertama = 1,2 hektar = hektar, jagung = hektar padi = - = - = padi = h 2. petak kedua = 1 hektar = h wortel h, kubis = h jagung = -( + ) = - = - = jumlah jagung keseluruhan = jagung petak 1 + jagung petak 2 = h + h = + = = = = jadi keseluruhan luas jagung adalah hektar. diket : luas pertama 1,2 hektar petak kedua 1 hektar, bagian pertama ditanami jagung sisanya padi, petak kedua ditanami dengan wortel bagian, kubis bagian sisanya ditanami jagung ditanya: keseluruhan luas tanah yang ditanami jagung jawab: petak pertama = 1,2 = = jagung petak pertama = x = 26 Kemampuan siswa dalam menelaah soal masih terbatas, sehingga melakukan beberapa hal yang tidak berarti, seperti mencari luas sawah yang ditanami padi Siswa belum mampu menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan baik 20 Siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal secara lengkap Pada awalnya siswa mampu mengidentifikasi mana yang merupakan pecahan bagian dan mana yang merupakan luas bagian, prosedur pengerjaan yang dilakukan sudah memuat alur berfikir yang rasional, akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep siswa melakukan kesalahan yang fatal. Siswa mampu menerapkan sifat commit penjumlahan, to user pengurangan dan perkalian pecahan serta perkalian Approach Substance
8 digilib.uns.ac.id 38 Jawaban Siswa = jagung petak kedua = + x No Absen Interpretasi desimal dengan baik. Tingkat Kemampuan Substance 1 = + x 1 = x 1 = x = luas jagung keseluruhan = + = + = = 1 jadi, luas jagung keseluruhan 1 jawab : x 1,2 = x 1 = x = x 1 = x = + = + = = = = 9 Substance jadi luas sawah yang ditanami jagung hektar. jawab: x 1,2 = 0,4 p1 2 Substance p2 (1 - - ) = = 0,625 p1+p2= 0,4 + 0,625 = 1,025 hektar jadi luas sawah yang ditanami jagung keseluruhan adalah 1,025 hektar. jawab: Luas petak I = x = hektar luas petak II= x = hektar = + = = = 1 jadi luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung = 1 hektar. 4 Substance
9 digilib.uns.ac.id 39 Jawaban Siswa jawab: L1= x = L2 = ( + ) x = x = + = = = 1 jadi jumlah jagung keseluruhan 1 No Absen 25 Interpretasi Tingkat Kemampuan Substance jawab: petak 1 = 1,2 hektar = = petak 1 jagung= x = hektar 6, 22 Substance petak 2 jagung = x ( + ) = x ( ) = x = = 1 keseluruhan = petak1 + petak 2 = + 1 = 1 = 1 hektar jadi tanah yang ditanami jagung 1 hektar. jawab: luas pertama = x 1,2 = x 1 1 Substance = x 1 = x = luas kedua = + = = = x = x 1 = x = sawah yang ditanami jagung = + = = jadi, luas sawah yang ditanami jagung adalah diket: 1,2 hektar 1 hektar ditanya: 1) Berapa luas sawah yang ditanami jagung? 2) Berapa luas sawah yang ditanami jagung? jawab: 1) x = 2) x = wortel 27 Siswa mampu mengidentifikasi permasalahan yang dimaksud soal. Siswa mampu mengingat dan tepat dalam menerapkan maupun mengkombinasikan beberapa konsep operasi pada pecahan seperti konsep penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan dalam pemecahan commit masalah. to user Completion
10 digilib.uns.ac.id 40 Jawaban Siswa x = kubis + = + = = = 1-1 = jagung jadi : + = + = hektar. No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan Tabel 4.2. Interpretasi Kemampuan Problem Solving Siswa pada Soal Nomor 2 Jawaban Siswa diket : tersedia 2 m pita setiap bunga memerlukan m ditanya : berapa bunga yang dapat dibuat? jawab : 2 : = : = x = = 10 jadi bunga yang dapat dibuat 10 biji. No Absen 1,2,4,5, 6,7,8,9, 10,15, 16,18, 19,20, 21,22, 25,26, 27 Interpretasi Siswa mampu mengidentifikasi permasalahan yang dimaksud soal. Siswa mampu mengingat dan tepat dalam menerapkan maupun mengkombinasikan konsep perkalian pecahan dan pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Tingkat Kemampuan Completion Tabel 4.3. Interpretasi Kemampuan Problem Solving Siswa pada Soal Nomor 3 Jawaban Siswa diket: kolam berbentuk persegi p=22,5 m dan l=3,6 m ditanya: tentukan luas permukaan kolam renang dewasa? jawab: 22,5-5=22 m 22,5x3,6=810,0 3,6-3,6= 0 m =810,0 21 m 22-1 = 21 m = 779,0 m jadi, luas permukaan kolam dewasa 779,0 m diket: bentuk kolam dengan panjang 22,5 m dan lebar 3,6 m pembatas lantai = 1 m ukuran panjang = 5 m No Interpretasi Absen 9 Siswa belum mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan soal dengan benar. Prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. 1 Siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan soal dengan lengkap, akan tetapi siswa belum mampu menerapkan informasi yang diketahui dalam Tingkat Kemampuan Noncommen cement Noncommen cement
11 digilib.uns.ac.id 41 Jawaban Siswa ukuran lebar = 3,6 m ditanya: berapa luas permukaan kolam renang dewasa? jawab: 22,5 + 3,6 = 26,1 = : 3 = x = = 1 =1 = 1,45 jadi, luas permukaan kolam renang dewasa adalah 1,45 m diket: tanah persegi panjang dg panjang 22,5 m dan lebar 2,6 m ditanya: luas kolam renang dewasa? jawab: 22,5 5 = 17,5 1 = 16,5 jadi, luas permukaan kolam renang dewasa = panjang 16,5 m dan lebar 3,6 m diket: panjang = 22,5 m lebar = 3,6 m untuk kolam renang anak p=5m, l=3,6 m ditanya: luas permukaan kolam renang? jawab: 22,5 x 3,6 = 81,00 5 x 3,6 = 18,0 81, ,00 = 99,00 jawab: Luas persegi panjang I = p x l = 22,5 x 3,6 = 81 m Luas persegi panjang II= p x l = 5 x 3,6 = 180 No Absen Interpretasi pemecahan masalah. Prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. Siswa mampu menerapkan konsep penjumlahan pada pecahan desimal, perkalian dan pembagian pecahan dengan baik. Tingkat Kemampuan 15 Siswa melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa dia sudah Approach memahami masalah yang dikemukakan soal akan tetapi karena kurangnya bekal materi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut siswa tidak mampu melanjutkan pada pemecahan masalah. Siswa mampu menentukan ukuran kolam dewasa yang akan dibuat akan tetapi karena yang ditanyakan di soal adalah luas kolam maka yang dilakukan siswa menjadi sesuatu yang tidak menjawab tujuan permasalahan. 16 Siswa mampu menuliskan apa yang Substance diketahui soal dengan cukup lengkap, akan tetapi siswa belum mampu mengintegrasikan apa yang diketahui sebelumnya menjadi sebuah rangkaian pemecahan masalah yang jelas dan tepat. Jawaban siswa sudah menunjukkan alur berfikir yang rasional, akan tetapi karena kurangnya 4 penguasaan konsep permasalahan Substance pada akhirnya siswa melakukan kesalahan yang fatal.
12 digilib.uns.ac.id 42 Jawaban Siswa = 81 m = 261 m jadi luas permukaan kolam renang dewasa 261 m No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan jawab : luas tanah = 22,5 x 3,6 = 6200 m kolam renang anak = 5 x 3,6 = 18 m => = 6182 m 2 26 Substance jawab : Luas kolam =22,5x3,6=81 m 2 Luas kolam anak-anak = 5 x 3,6 = 18 m 2 => = 63 m 2 jadi luas permukaan kolam renang orang dewasa 63 m 2 2,6,20, 22, 27 Substance jawab: = 22,5m x 3,6m - (1m + 5m x 3,6m) = 81m 2 - (1m+18m 2 ) = 81m 2 19m 2 = 62 m 2 jadi luas permukaan kolam renang dewasa 62 m 2 8,18,21 Substance diket: p = 22,5 m ; l = 3,6 m lantai pembatas = 1 m kolam renang anak-anak : p = 5 m ; l = 3,6 m ditanya : luas permukaan kolam renang dewasa? jawab: L k = 22,5 x 3,6 = 81,00 m 2 L a = 5 x 3,6 = 18,0 m 2 L p = 1 x 3,6 = 3,6 m 2 L = ,6 = 27 m 2 jadi, luas permukaan kolam renang dewasa 27 m 2. jawab: L = 22,5 m x 3,6 m = 80 L = 5 x 3,6 = 16 5,10,19 Siswa sudah memahami dan Result mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik. Siswa mampu mengingat konsep perkalian pada pecahan desimal dan tepat dalam menerapkan dan mengkombinasikan dalam pemecahan masalah. Siswa sudah hampir menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi siswa 7 melakukan kesalahan kecil yang mengakibatkan jawabannya menjadi salah. Result
13 digilib.uns.ac.id 43 Jawaban Siswa L = 1 m x 3,6 = 3,6 L = ,6 = 3, 76 L = 80 3,76 = 76,24 Jadi, luas permukaan kolam renang dewasa = 76,24 m No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan jawab: L = 22,5 x 3,6 = 80 m L = 5 x 3,6 = 16 m L = 1 x 3,6 = 3,6 m Luas = 3,6 +16 = 1, 76 Luas = 80 1,76 = 5,924 Jadi, luas permukaan kolam dewasa = 5,924 m 25 Result Tabel 4.4. Interpretasi Kemampuan Problem Solving Siswa pada Soal Nomor 4 Jawaban Siswa diket : panjang bak mandi = 2,3 m lebar bak mandi = 1,5 m tinggi bak mandi = 1,2 m ditanya : berapa kali menggayung? jawab: 2,3 x 0,02 m = 0,0460 1,5 x 0,02 m = 0,0300 1,2 x 0,02 m = 0, ,1000 jadi arya menggayung 0,1000 m diket : p=2,3m ; l=1,5m ; t= 1,2m tiap gayung = 0,02 m 3 air ditanya : berapa kali Arya menggayung sampai istirahat? jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 103 = 103 : 0,02 = 22 kali jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 414 m = 207 : 2 = 43,5 No Interpretasi Absen 4 Siswa belum mampu mengidentifikasi masalah yang di kemukakan di soal dengan benar. Prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. Tingkat Kemampuan Noncommen cement 26 Siswa mampu mengidentifikasikan masalah yang dikemukakan di soal. Siswa mampu menerapkan dan Substance mengkombinasikan apa yang diketahui di soal ke dalam alur pemecahan masalah yang rasional, akan tetapi karena ada informasi di soal yang terlewatkan dan kurangnya bekal materi yang 1 digunakan akibatnya siswa Substance commit melakukan to user kesalahan yang fatal.
14 digilib.uns.ac.id 44 Jawaban Siswa jadi, banyaknya Arya menggayung 43,5 kali. No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan jawab : = p x l x t = 2,3 x 1,5 x 1,2 = 4,140 : 0,002 = 2,70 16 Substance jawab : 2,3 x 1,5 x 1,2 = 414,0 m 3 = 414,0 x 0,02 m 3 = 0,8282 jadi, Arya menggayung sampai istirahat 0,8282 kali 9 Substance jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 6,840 m 3 =, = = 342 kali, Jadi, Arya menggayung 342 kali. jawab : = p x l x t : 0,02 m 3 : =2,3 x 1,5 x 1,2 : 0,02m 3 : = 41,4 m 3 : 0,02 m 3 : = 22 : = 11 jadi, Arya telah menggayung 11 kali. jawab: volume = p x l x t = 2,3 x 1,5 x 1,2 = 4,14 m 3 0,02: = x = =0,04 m3 4,14 m 3-0,04 m 3 = 4,1 m 3 jadi Arya butuh menggayung 4,1 m 3 = 410 m : 10 m = 15 kali jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 4,14 m 3 = 4140 m 0,02x = x = = 0,01 m 3 = 10 m 7, 25 Substance 18 Siswa mampu mengidentifikasikan masalah yang dikemukakan di soal. Siswa mampu menerapkan dan Substance mengkombinasikan apa yang diketahui di soal ke dalam alur pemecahan masalah yang rasional, akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep akibatnya 22 siswa melakukan kesalahan yang fatal. Substance 6,20,27 Substance
15 digilib.uns.ac.id 45 Jawaban Siswa 4140 m : 10 m = 414 kali No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan jadi, Arya menggayung sampai 414 gayungan. diket : panjang bak mandi = 2,3 m lebar = 1,5 m ; tinggi = 1,2 m 1 gayung = 0,02 m 3 ditanya : berapa kali menggayung sampai Arya istirahat? jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 314 m 3 = 314 : 2 = 157 m = 154 m : 0,02 m 3 = : 0,02 = 770 m 3 jawab: 2,3 x 1,5 x 1,2 = 39,1 m 3 39,1 : 0,02 = 19,1 19,1 : 2= 9,6 = 10 Jadi, Arya menggayung 10 kali. jawab: V bak mandi = 2,3 x 1,5 x 1,2 = 4,14 m 3 = : = x = = 43,5 Jadi, Arya menggayung 43,5 kali. jawab: 2,3m x 1,5m = 3,45 x 1,2m = 4,14 : 0,02m 3 = m3 = 13,5 Jadi, jumlah Arya menggayung adalah 13,5 kali. diket : bak mandi panjang = 2,3 m lebar = 1,5 m tinggi = 1,2 m tiap gayung menampung = 0,02 m 3 ditanya: keseluruhan menggayung? 8 Siswa sudah memahami dan Result mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik. Siswa mampu mengingat konsep perkalian dan pembagian pada pecahan desimal dan tepat dalam menerapkan dan mengkombinasikan dalam 15 pemecahan masalah. Siswa sudah hampir menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi siswa melakukan kesalahan kecil yang Result mengakibatkan jawabannya menjadi salah. 21 Result 2 Result 5,10,19 Siswa mampu mengidentifikasi permasalahan yang dimaksud soal. Siswa mampu mengingat dan tepat dalam menerapkan maupun mengkombinasikan konsep perkalian dan pembagian pada commit pecahan to user desimal dalam pemecahan masalah. Completion
16 digilib.uns.ac.id 46 Jawaban Siswa jawab: = p x l x t = 2,3 x 1,5 x 1,2 = 4,14 m 3 = 4,14 : 2 = 2,07 m 3 = 2,07 m 3 : 0,02 m 3 = 103,5 jadi, keseluruhan menggayung 103,5 No Absen Interpretasi Tingkat Kemampuan Dari Tabel 4.1. Tabel 4.4. di atas dapat diketahui interpretasi kemampuan problem solving siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan pada tiap butir soal dengan membandingkan jawaban siswa pada tingkatan kemampuan problem solving John A. Malone. Dari keempat butir soal yang diujikan kepada siswa ada satu soal yang didesain sebagai soal problem solving sederhana yang digunakan peneliti sebagai indikator kemampuan problem solving dasar siswa dalam pengoperasian pecahan yaitu pada butir nomor 2. Selanjutnya pada butir nomor 1, 3 dan 4 digunakan peneliti sebagai indikator dalam mengukur sejauh mana kemampuan problem solving siswa. Dalam upaya pengambilan subjek penelitian, peneliti membuat kesimpulan sementara mengenai interpretasi kemampuan problem solving siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan yaitu dengan mengambil tingkat tertinggi yang dapat dicapai siswa di antara ketiga soal tersebut dimana telah mencapai indikasi unsur-unsur kemampuan problem solving menurut John A. Malone pada setiap tingkatannya. Adanya perbedaan pencapaian tingkat kemampuan problem solving antara keempat soal dapat dijadikan suatu bahan wawancara, yaitu apabila siswa pada satu soal telah mencapai suatu tingkat, namun pada soal berikutnya hanya mampu mencapai tingkat di bawahnya ataupun di atasnya sehingga perlu digali lebih dalam apakah penyebab siswa menjawab demikian. Dari jawaban tes tersebut dapat diinterpretasikan kemampuan problem solving siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan yang dapat dilihat pada Tabel 4.5.
17 digilib.uns.ac.id 47 Tabel 4.5. Interpretasi Kemampuan Problem Solving Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pecahan Tingkat Kemampuan Problem Solving Nomor Absen Siswa Siswa Substance 1, 4, 6, 9, 16, 18, 20, 22, 26 Result 2, 7, 8, 15, 21, 25 Completion 5, 10, 19, 27 Dari 29 siswa SMP Negeri 16 Surakarta, siswa dengan nomor absen 3, 11, 12, 13, 14, 17, 23, 24, 28, 29 tidak dapat mengikuti tes diagnosis. Dari jawaban tes diagnosis yang telah dilaksanakan dapat dilihat bahwa terdapat 3 kelompok siswa berdasarkan tingkatan kemampuan problem solving John A. Malone yaitu, siswa dengan tingkat substance sebanyak 9 orang, result sebanyak 6 orang dan completion sebanyak 4 orang. Selanjutnya dari jawaban tes diagnosis tersebut akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan subyek penelitian untuk diteliti lebih mendalam. 3. Subyek Penelitian Pada penelitian ini subyek penelitian tidak dipilih secara acak, tetapi dipilih berdasarkan kriteria tertentu untuk kepentingan terpenuhinya informasi yang dibutuhkan yang disebut dengan subyek bertujuan (purposive sample). Tujuan dari pemilihan subyek bertujuan adalah untuk memperoleh kedalaman studi dalam konteksnya. Selain itu, juga untuk menggali informasi yang menjadi dasar dari rancangan dan teori yang muncul. Sesuai dengan perumusan masalah pada BAB I, agar permasalahan yang dikaji menjadi lebih dalam dan terspesifikasi, peneliti mengklasifikasikan siswa berdasarkan kemampuan awal siswa. Kriteria kemampuan awal siswa didasarkan pada nilai ulangan harian siswa pada bilangan bulat yang mana dapat dijadikan faktor prediktif kemampuan problem solving siswa dalam menyelesaikan permasalahan pecahan. Sehingga dengan adanya pengetahuan awal yang dimiliki siswa diharapkan perkembangan pengetahuan siswa dari bilangan bulat ke pecahan serta kemampuan siswa dalam mengintegrasi, mengkostruksi dan mengkolaborasikan pengetahuan dalam pemecahan masalah menjadi semakin
18 digilib.uns.ac.id 48 terlihat. Dalam hal ini siswa dibagi menjadi tiga golongan, yaitu siswa dengan kemampuan awal tinggi, siswa dengan kemampuan awal sedang dan siswa dengan kemampuan awal rendah. Dimana penggolongan kemampuan awal yang dimaksud dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : Kemampuan awal tinggi : > (x + 1. σ) : > (69, , ) : > 88, Kemampuan awal sedang : (x - 1. σ) - (x + 1. σ) : (69, , ) - (69, , ) : 51, , Kemampuan awal rendah : < (x - 1. σ) : < (69, , ) : < 51, Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh data penggolongan kemampuan awal siswa yang dapat dilihat pada Tabel 4.6 Tabel 4.6 Klasifikasi Kemampuan Awal Siswa Kelas VII-F Tingkat Kemampuan Awal Siswa Nomor Absen Siswa Kemampuan Awal Tinggi 25, 27, 28, 29 Kemampuan Awal Sedang 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 26 Kemampuan Awal Rendah 1, 9, 12, 13 Dari hasil pengklasifikasian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa terdapat 3 kelompok siswa berdasarkan tingkatan kemampuan awal siswa yaitu, siswa dengan kemampuan awal tinggi sebanyak 4 orang, kemampuan awal sedang sebanyak 21 orang dan kemampuan awal rendah sebanyak 4 orang. Dari 29 siswa VII-F SMP Negeri 16 Surakarta, siswa dengan nomor absen 3, 11, 12, 13, 14, 17, 23, 24, 28, 29 tidak mengikuti tes diagnosis. Sehingga kesepuluh orang siswa tersebut tidak diikutsertakan dalam pemilihan subyek selanjutnya. Dari jawaban tes diagnosis commit siswa to user yang akan dipilih sebagai subyek
19 digilib.uns.ac.id 49 penelitian adalah siswa dengan kemampuan pada tingkat substance, result, dan completion. Jadi, untuk pemilihan subyek dalam penelitian ini akan diambil dari 19 siswa, yang berasal dari kelompok siswa berkemampuan awal tinggi dengan kemampuan problem solving siswa pada tingkat result sebanyak 1 orang dan tingkat completion sebanyak 1 orang, kelompok siswa berkemampuan awal sedang dengan kemampuan problem solving siswa pada tingkat substance sebanyak 7 orang, tingkat result sebanyak 5 orang dan tingkat completion sebanyak 3 orang, kelompok siswa berkemampuan awal rendah dengan kemampuan problem solving siswa pada tingkat substance sebanyak 2 orang. Untuk lebih jelasnya akan disajikan pada Tabel 4.7. Tabel 4.7. Hasil Pemilihan Calon Subyek Penelitian Kemampuan Awal Tinggi Sedang Rendah Tingkat kemampuan Substance - 4,6,16,18,20,22,26 1,9 Result 25 2,7,8,15,21 - Completion 27 5,10,19 - Pemilihan subyek dari masing-masing kelompok tingkat kemampuan awal didasarkan pada kriteria penggolongan kemampuan awal siswa yang diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada materi sebelumnya yaitu bilangan bulat dan jawaban tes diagnosis siswa. Pemilihan subyek berdasarkkan kriteria penggolongan kemampuan awal diperoleh dengan cara memilih siswa yang berada pada tingkat kemampuan awal tertentu yang akan diteliti (tinggi, sedang, dan rendah). Sedangkan pemilihan subyek berdasarkan jawaban tes diagnosis siswa dilakukan dengan cara memilih siswa yang memiliki jawaban yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, yang dimaksud adalah jawaban siswa dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian serta dapat menggambarkan pencapaian kemampuan problem solving siswa dalam
20 digilib.uns.ac.id 50 menyelesaikan masalah pecahan yang akan diteliti. Selain itu, siswa juga memiliki kemampuan dalam mengkomunikasikan idenya dengan jelas baik secara lisan maupun tulisan serta mampu berperan aktif dalam penelitian. Dari tiga kelompok kemampuan awal yang dijadikan calon subyek penelitian diambil beberapa siswa untuk diteliti lebih lanjut yaitu (1) siswa berkemampuan awal tinggi dengan tingkat result sebanyak 1 orang dan tingkat completion sebanyak 1 orang, (2) kelompok siswa berkemampuan awal sedang dengan tingkat substance sebanyak 1 orang, tingkat result sebanyak 1 orang, dan tingkat completion sebanyak 1 orang, dan (3) kelompok siswa berkemampuan awal rendah dengan tingkat substance sebanyak 1 orang. Keenam orang yang dijadikan subyek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Siswa dengan nomor absen 25, subyek dengan kemampuan awal tinggi, tingkat kemampuan problem solving result, memiliki jawaban tes yang menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 1. b. Siswa dengan nomor absen 27, subyek dengan kemampuan awal tinggi, tingkat kemampuan problem solving completion, memiliki jawaban tes yang menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 2. c. Siswa dengan nomor absen 6, subyek dengan kemampuan awal sedang, tingkat kemampuan problem solving substance, memiliki jawaban tes yang menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 3. d. Siswa dengan nomor absen 7, subyek dengan kemampuan awal sedang, tingkat kemampuan problem solving result, memiliki jawaban tes yang menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 4. e. Siswa dengan nomor absen 19, subyek dengan kemampuan awal sedang, tingkat kemampuan problem solving completion, memiliki jawaban tes yang
21 digilib.uns.ac.id 51 menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 5. f. Siswa dengan nomor absen 1, subyek dengan kemampuan awal rendah, tingkat kemampuan problem solving substance, memiliki jawaban tes yang menarik, serta mampu berkomunikasi dengan baik, selanjutnya disebut subyek 6. B. Analisis Data Hasil Penelitian 1. Pedoman Pengkodean Dalam analisis data ini digunakan pengkodean pada data tes diagnosis siswa dan data hasil wawancara untuk mempermudah proses analisis data. Pedoman pengkodean tersebut sebagai berikut: a. Pengkodeanjawaban tes diagnosis Pengkodean objek yang diamati darijawaban tes diagnosis disimbolkan dengan Tw.x.y dimana: 1) w menyimbolkan subyek penelitian {1,2,3,...,6} 2) x menyimbolkan nomor soal {1,2,3,4} 3) y menyimbolkan urutan obyek yang diamati b. Pengkodean hasil wawancara Pengkodean hasil wawancara dibagi menjadi dua, yakni: 1) Pewawancara, disimbolkan dengan P 2) Subyek wawancara, disimbolkan dengan S 2. Analisis Data Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan melihat jawaban tes diagnosis siswa disesuaikan dengan pedoman analisis data. Kemudian dilakukan analisis terhadap hasil wawancara. Selanjutnya dilakukan triangulasi antara jawaban tes diagnosis dengan hasil wawancara tersebut untuk mendapatkan data yang valid. Analisis ini dilakukan pada masing-masing subyek terpilih dengan masing-masing tingkat kemampuan awalnya yaitu subyek dengan kemampuan tinggi (subyek 1 dan subyek 2), subyek dengan kemampuan sedang (subyek 3 dan subyek 4), dan subyek dengan kemampuan rendah (subyek 5 dan subyek 6).
22 digilib.uns.ac.id 52 a. Analisis Kemampuan Subyek 1 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.1 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 1 Subyek 1 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap, ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengkombinasikan konsep perkalian pecahan dalam menghitung luas sawah yang ditanami jagung pada petak pertama. (3) Pada bagian T subyek melakukan kesalahan dalam memahami permasalahan serta salah dalam mengkombinasikan konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dalam menghitung luas jagung pada petak kedua. Hal ini menimbulkan misinterpretasi yang mengakibatkan jawaban subyek pada bagian T menjadi kurang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 1 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance.
23 digilib.uns.ac.id 53 c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Yaa, dari yang telah kamu pahami tadi informasi apa yang telah kamu peroleh? S : Pak Slamet mempunyai dua petak sawah, petak pertama luasnya 1,2 hektar dan petak kedua 1 1 hektar 2 P : Iyaa, apa saja yang ditanam di petak-petak sawah tersebut dek? S : Wortel dan kubis P : Itu yang petak pertama apa kedua dek? S : Oh ya itu petak kedua mbak P : Ditanami wortel dan kubis saja? S : Eh sama jagung juga ding mbak.. hhehe P : Yaa.. lah trus petak pertamanya ditanami juga nggak? S : Iyaa, jagung dan padi.. P : Okey, untuk petak pertama sawah yang ditanami jagung ada berapa bagian dek? S : Sepertiga bagian mbak P : Kalo padinya? S : Nggak diketahui mbak, bagian padinya sebanyak sisa sawah yang ditanami jagung.. P : Oh yaa.. trus kalo petak kedua sekarang..sawah yang ditanami wortel, kubis sama jagung ada berapa bagian? S : Wortelnya 1 bagian, kubisnya 5 bagian, sama jagungnya dicari P : Mmm yaya, misal kamu disuruh menggambarkan petak sawah sama bagian-bagian tanamannya gitu bisa nggak dek? S : Mmm kayaknya bisa mbak, tak cobane dulu ya mbak.. P : Lalu untuk yang petak pertama, bagian jagung sama padinya yang mana? S : Oh ya ini bagian pertama ini sepertiga jaguung, trus sisanya padi mbak..
24 digilib.uns.ac.id 54 P : Okey..untuk petak kedua bagian wortel, kubis sama jagungnya yang mana? S : Ini wortel 1 bagian, kubis 5 bagian, yang ini jagung P : Hmm yayaya, trus tujuan kita apa dek? S : Mencari keseluruhan luas sawah yang ditanami jagung Dari kutipan wawancara di atas subyek 1 telah mampu mengidentifikasikan informasi serta tujuan permasalahan dengan jelas. Subyek juga telah mampu merepresentasikan informasi yang telah diketahuinya ke dalam beberapa gambar untuk membantu subyek mengkonstruksi konsep dan pengetahuan yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Yaa.. idenya bagaimana? kita harus nyari apa dulu? S : Hmm mencari luas sawah yang ditanami jagung pada petak pertama sama yang kedua mbak P : Setelah itu? S : Setelah itu, luas jagung yang diperoleh dari petak pertama ditambah sama luas jagung petak kedua P : Oooh yaaya.. lalu bagaimana dek caranya nyari luas jagung di petak pertama? S : Mmmm... (siswa mulai menulis jawaban) L 1 = 1 3 x 1,2 = x = 4 10 = 2 5 Luas jagung pada petak pertamanya 2 hektar mbak.. 5 Subyek telah mampu menemukan ide pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu menentukan luas jagung pada petak pertama. Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep perkalian pecahan dalam pemecahan masalah.
25 digilib.uns.ac.id 55 Kutipan 3 P : Yaa.. lah kalo nyari luas jagung di petak kedua caranya bagaimana? S : Mmm... (siswa mulai menulis jawaban) L 2 = x ( ) = 3 2 x ( ) = 3 2 x 7 8 = = P : Berarti luas jagung di petak kedua berapa dek? S : Luasnya hektar P : Okey..tujuan kita tadi apa? S : Mencari keseluruhan luas sawah yang ditanami jagung mbak P : Iya, kemudian langkah apalagi yang kita lakukan untuk mendapatkan keseluruhan luas sawah yang ditanami jagung? S : Luas satu sama luas dua ditambah mbak.. P : Yaa.. coba dikerjakan.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) Luas keseluruhan jagung = = = = = 1 Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa subyek 1 telah mampu mengkombinasikan konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dalam pemecahan masalah. Akan tetapi terjadi misinterpretasi terhadap luas jagung pada petak kedua sehingga menyebabkan hasil akhir yang diperoleh menjadi salah. Inisiatif subyek untuk menentukan bagian jagung pada petak kedua belum nampak. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari analisis jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) dapat diindikasikan bahwa subyek 1 telah commit mampu to user memahami masalah. Pada analisis
26 digilib.uns.ac.id 56 kutipan 1 subyek 1 juga mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 1 telah mampu memahami dan tepat dalam menerapkan konsep perkalian pecahan serta mampu mengkombinasikannya dalam pemecahan kasus luas bagian pada petak pertama. Pada analisis kutipan 2 subyek 1 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu mengingat dan dengan tepat menerapkan konsep perkalian pecahan dalam pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 1 telah mampu memahami konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dengan baik, akan tetapi inisiatif subyek untuk menentukan luas bagian jagung pada petak kedua masih belum sempurna. Sehingga menyebabkan penyelesaian yang diperoleh kurang valid. Pada analisis kutipan 3 subyek 1 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu mengingat, memahami dan mengkombinasikan konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dalam pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data hasil tes diagnosis dan data hasil wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat substance
27 digilib.uns.ac.id 57 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.2 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 2 Subyek 1 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan data yang diketahui di soal, walaupun tanpa identifikasi yang jelas akan tetapi subyek telah mampu menggunakan seluruh informasi yang diketahui di soal dengan baik. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 1 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Okey.. dari yang telah kamu pahami, pita yang disediakan bu Arni untuk masing-masing anak berapa meter? S : 2 meter P : Iyaa.. mau dibuat apa dek? S : Mau dibuat bunga mbak.. P : Setiap bunga butuh berapa meter?
28 digilib.uns.ac.id 58 S : 1 meter 4 P : Iyap.. tujuan permasalahan kita apa dek? S : Mau mencari berapa banyak bunga yang dapat dibuat Dari kutipan wawancara tersebut dapat diketahui bahwa subyek 1 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan Kutipan 2 P : Hemm trus bagaimana caranya tu dek? S : 2 dibagi 1 4 P : Iya..jadi berapa hasilnya? S : Mmm.. sebentar mbak tak itung dulu.. (siswa mulai menulis jawaban) = 2 : = 5 : 1 = 5 x 4 = 10 = 10 bunga Subyek 1 telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 1 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 1 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu memahami permasalahan yang commit telah dikemukakan. to user
29 digilib.uns.ac.id 59 (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 1 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep serta sifat pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 1 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data hasil tes diagnosis dan data hasil wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat completion. 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.3 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 3 Subyek 1 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap. Subyek telah mampu menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan di soal.
30 digilib.uns.ac.id 60 (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik, mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian pada pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam menentukan luas kolam renang dewasa yang meliputi luas keseluruhan tanah, luas kolam renang anak dan luas pembatas. (3) Subyek telah mampu menggunakan prosedur yang benar dan hampir sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi karena melakukan kesalahan dalam melakukan operasi pengurangan desimal akibatnya luas kolam renang yang dihasilkan juga salah seperti yang ditunjukkan pada bagian T Terlihat bahwa subyek belum cukup memahami konsep penjumlahan dan pengurangan desimal dengan baik. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 1 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan result. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Yaa.. Informasi apa yang telah kamu peroleh dari permasalahan yang kamu baca? S : PT. Lembah hijau mau membuat kolam renang mbak, dewasa dan anak-anak P : Iyaa.. tanah yang disediakan ukurannya berapa? S : 22,5 m panjang, dan lebarnya 3,6 meter P : Yaa.. jadi tanah yang disediakan itu bentuknya apa? S : Persegi panjang mbak P : Iyaa.. Ukuran kolam renang dewasa dan anak-anak sudah diketahui belum sih dek? S : Yang anak-anak udah mbak, tapi yang kolam dewasanya belum i.. P : Hmm panjang dan lebar kolam renang anak-anaknya berapa? S : Panjangnya 5 meter commit lebarnya to 3,6 user meter
31 digilib.uns.ac.id 61 P : Berarti lebarnya sama kayak lebar tanah yang disediakan PT.Lembah hijau ya? S : Mmmm... iya mbak sama.. P : Okey.. lalu diketahui apalagi dek? sudah disebutkan semua ya? S : Belum mbak.. ada pembatas.. P : Oh yaa pembatas apa? S : Lantai pembatas kolam renang dewasa dan kolam renang anakanak.. P : Lantai pembatasnya itu di antara kolam renang dewasa dan kolam anak-anak ya berarti? S : Iyaa mbak.. P : Oke2.. lalu tujuan kita mau mencari apa dek? S : Mau nyari luas kolam renang dewasa.. P : He em.. bisa nggak dek kamu menggambarkan kolamnya nanti kayak gimana? S : Bisaa.. P : Okee, tiga bagian itu apa aja dek? kolam anak-anaknya yang mana? kolam dewasanya yang mana? S : Ini mbak, ini kolam renang anak-anak Trus ini yang kolam renang dewasa.. P : Lho lah yang tengah ini apa dek? S : Ini pembatasnya mbak.. Dari kutipan wawancara di atas subyek 1 telah mampu menelaah dan mengidentifikasikan informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dengan jelas. Dengan demikian dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Hmm lalu untuk mencari luas kolam renang dewasa langkah apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu?
32 digilib.uns.ac.id 62 S : Mmm mencari luas tanah keseluruhan, trus nanti dikurangi ini dikurangi ini lagi mbak.. (sambil menunjuk bagian kolam anak-anak dan bagian pembatas pada gambar yang telah dibuat) P : Hooh yaa.. coba kamu tuliskan apa yang kamu bilang tadi dek.. S :... (siswa mulai menulias jawaban) luas keseluruhan = 22,5 x 3,6 = 81,00 m P : Kemudian nyari apalagi dek? S : Nyari luas kolam renang anak-anak sama pembatas P : Okee.. bagaimana caranya? S :... (siswa mulai menulis jawaban) luas kolam anak-anak = 5 x 3,6 = 18 m pembatas = 1 x 3,6 = 3,6 m Subyek 1 telah mampu mengidentifikasikan ide dalam pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan pemecahan masalah, yaitu mencari luas keseluruhan, luas pembatas dan luas kolam renang anak-anak. Subyek telah mampu mengingat, merelasikan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam penyelesaian masalah. Kutipan 3 P : Hmm lalu bagaimana dengan luas kolam dewasanya? S : Berartiii... (siswa mulai menulis jawaban) = luas keseluruhan (luas kolam anak-anak + pembatas) = 81,00 (18 + 3,6) = 81,00 5,4 = 75,6 m Subyek 1 telah melakukan prosedur pengerjaan dengan benar, akan tetapi subyek kurang teliti dalam melakukan perhitungan penjumlahan pecahan desimal. Akibatnya penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang akurat. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat result.
33 digilib.uns.ac.id 63 d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 1 telah mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan yang telah dikemukakan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan. Pada analisis kutipan 1 subyek 1 telah mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 1 telah mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik, mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam pemecahan masalah. Pada analisis kutipan 2 subyek 1 telah mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal serta mengidentifikasikan unsur-unsur dalam pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 1 telah mampu menggunakan prosedur yang benar dan hampir sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi subyek melakukan kesalahan dalam pengoperasian pengurangan desimal akibatnya hasil yang diperoleh menjadi kurang valid. Sedangkan pada analisis kutipan 3 subyek telah melakukan prosedur pengerjaan dengan benar, akan tetapi subyek kurang teliti dalam commit melakukan to user pengoperasian penjumlahan pecahan
34 digilib.uns.ac.id 64 sehingga menyebabkan hasil yang diperoleh menjadi kurang valid. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal ketelitian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dan hampir sepenuhnya menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berdasarkan triangulasi data di atas, hampir semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Adapun yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat result. 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.4 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 1 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek tidak menuliskan secara lengkap informasi yang telah dikemukakan dan terlihat kurang cermat dalam membaca dan memahami soal. Hal ini dapat dilihat dari tujuan yang dikemukakan subyek tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan dalam soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan yaitu dengan mencari
35 digilib.uns.ac.id 65 volume bak mandi. Subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep operasi perkalian desimal. (3) Akibat kurangnya kecermatan dalam menelaah informasi yang dikemukakan, subyek melakukan kesalahan interpretasi dalam pemecahan masalah seperti yang ditunjukkan pada bagian T Subyek hanya mempertimbangkan volume gayung yang digunakan Arya dan tidak memperhitungkan volume bak mandi yang telah dikuras Arya. Ini berarti subyek belum memahami permasalahan dengan baik. Walaupun demikian subyek telah mampu menerapkan operasi pembagian desimal dengan baik. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 1 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Yaa.. dari yang telah kamu baca dan kamu pahami tadi, inti dari permasalahannya apa dek? S : Mmm intinya Arya dihukum disuruh menguras bak mandi mbak.. P : Iyaa.. ukuran bak mandinya sudah diketahui apa belum? S : Sudah.. P : Berapa ukurannya? S : Panjang 2,3 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,2 meter P : Okey.. Arya mengurasnya habis kan ya dek? S : Enggak mbak, sampai setengahnya.. P : Hmm lalu Arya mengurasnya pake apa dek? S : Pake gayung.. P : Iyaa..gayungnya bisa menampung berapa m 3 air? S : 0,02 m 3 P : Yap, tujuan permasalahan kita apa dek? S : Mencari berapa kali Arya menggayung sampai Arya istirahat..
36 digilib.uns.ac.id 66 Dari kutipan wawancara di atas subyek 1 telah mampu menelaah informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Yaa.. lalu ide mengerjakannya seperti apa? langkah apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu? S : Menghitung isi bak mandi P : Iyaa.. bagaimana caranya dek? S : Anu mbak, mmm.. panjang kali lebar trus kali tinggi P : Coba kamu tuliskan dek.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) = 2,3 x 1,5 x 1,2 = 6,480 m 3 P : Hmm isi bak mandinya berapa? S : 6,480 m 3 Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa subyek 1 telah mampu merumuskan langkah awal dalam penyelesaian masalah yaitu menentukan volume bak mandi penuh. Subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi subyek kurang teliti dalam pengoperasian perkalian sehingga hasil yang diperoleh menjadi tidak akurat. Kutipan 3 P : Yaa.. lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? S : Mmm 6,480 dibagi 0,02 P : Okey.. S :... (siswa mulai menulis jawaban kembali) = 6,480 : 0,02 = : = x = P : Hmm.. trus selanjutnya? = 324 kali
37 digilib.uns.ac.id 67 S : Udah mbak Subyek 1 telah mampu menentukan frekuensi menggayung yang dilakukan Arya, akan tetapi subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap volume bak mandi yang digunakan. Subyek berasumsi bahwa volume yang digunakan dalam menentukan frekuensi menggayung sampai Arya istirahat adalah volume bak mandi penuh, padahal yang seharusnya dimaksud dalam tujuan permasalahan adalah volume setengah bak mandi. Akibatnya penyelesaian yang dilakukan menjadi kurang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 1 tidak menuliskan informasi yang telah dikemukakan dengan jelas dan terlihat kurang cermat dalam membaca dan memahami soal. Sedangkan pada analisis kutipan 1 subyek 1 telah mampu menelaah informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal menelaah informasi dan mengidentifikasi tujuan permasalahan. Hal ini dimungkinkan pada saat tes diagnosis subyek kurang cermat dalam membaca dan memahami masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah cukup memahami dan mengidentifikasi masalah. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 1 telah mampu mengidentifikasi langkah commit awal to user dalam menyelesaikan permasalahan
38 digilib.uns.ac.id 68 yaitu dengan mencari volume bak mandi. Subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan operasi perkalian desimal. Pada analisis kutipan 2 subyek 1 telah mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu mengidentifikasi langkah awal dalam pemecahan masalah serta mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 1 melakukan kesalahan interpretasi terhadap volume bak mandi yang digunakan dalam pemecahan masalah, sehingga hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan tujuan permasalahan yang dimaksud. Akan tetapi subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep pembagian pecahan desimal dalam pemecahan masalah yang dilakukan. Pada analisis kutipan 3 subyek 1 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 1 telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep pembagian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 1 telah mencapai tingkat substance. Pembahasan Dari jawaban subyek 1 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat result, dan pada soal
39 digilib.uns.ac.id 69 nomor empat kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan subyek dalam memahami dan mengidentifikasikan permasalahan masih terbatas. Subyek kurang cermat dalam membaca dan menelaah masalah, sehingga kemampuan berpikir kritis yang dibangun menjadi kurang maksimal. Selain itu subyek sering melakukan kesalahan dalam mengoperasikan perhitungan terutama untuk operasi pada pecahan desimal sehingga dimungkinkan dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan substance result. Dan untuk soal-soal tipe problem solving sederhana yang melibatkan sedikit operasi dengan tingkat pemahaman yang mudah, kemampuan problem solving subyek dapat mencapai tingkat completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 1 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Kurang cermatnya subyek dalam mengintegrasikan informasi yang telah diketahui sebelumnya ke dalam pemecahan masalah, sehingga kemampuan merelasikan serta mengkombinasikan konsep yang dilakukan menjadi kurang maksimal. (b) Penguasaan subyek terhadap konsep operasi pecahan desimal masih terbatas sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan yang fatal.
40 digilib.uns.ac.id 70 b. Analisis Kemampuan Subyek 2 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.5 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 1 Subyek 2 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mencoba menuliskan informasi yang dikemukakan di soal, disini subyek tidak mengidentifikasikan dengan jelas apa yang dimaksud pada bagian yang diketahui, akan tetapi subyek mampu menuliskan tujuan pemecahan masalah dengan rinci sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi masalah, subyek telah mampu memahami konsep luas bagian dan mampu mengingat, menerapkan serta mengkombinasikan konsep operasi perkalian pecahan dengan baik. (3) Subyek telah mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari T untuk diterapkan pada bagian T Terlihat bahwa subyek mengidentifikasi satu persatu luas bagian dari masingmasing tanaman pada petak kedua untuk mendapatkan luas sawah yang ditanami jagung pada petak kedua. Pada bagian ini subyek telah mampu mengingat, commit to menerapkan user dan mengkombinasikan
41 digilib.uns.ac.id 71 dengan tepat konsep operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan. (4) Karena secara cermat dan tepat dalam menginterpretasi permasalahan yang dikemukakan, maka subyek dapat dengan mudah menentukan luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung, yaitu dengan menjumlahkan luas jagung pada petak pertama dengan luas jagung pada petak kedua seperti ditunjukkan pada bagian T Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 2 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Informasi apa yang dapat kamu peroleh dari soal tersebut dek? S : Diketahui petak I 1,2 hektar dan petak II 1 1 hektar 2 P : Itu apanya dek? S : Luas sawah yang dimiliki Pak Slamet mbak P : Petak I ditanami apa aja dek? S : Petak I ditanami jagung dan padi P : Lalu jagungnya ada berapa bagian? S : Berartiii... seekk tak gambar dulu ya mbak? P : Hmmm... itu petak pertama? S : Petak pertama yang ini mbak (sambil menunjuk gambar) P : Trus yang petak I ditanami apa aja tadi? S : Ditanami jagung dan padi mbak P : Iyaa, tadi diketahui jagungnya ada berapa bagian dek? S : Sepertiga mbak P : Iyaa, berarti caranya menghitung luas jagung di petak I gimana? S : Mmmm... (Siswa menggambar petak I berupa persegi panjang yang dibagi menjadi tiga bagian) Udah mbak
42 digilib.uns.ac.id 72 P : Berarti yang jagung yang mana? trus padinya yang mana? S : Ini jagung (sambil menunjuk bagian gambar paling kiri), trus yang dua ini padi mbak P : Sekarang petak kedua, dari yang diketahui petak II ditanami apa ajaa? coba digambar.. S : Wortel, kubis dan jagung (sambil menunjukkan gambar yang telah dibuat ) P : Yak, yang ditanyakan dari soal tadi apa dek? S : Berapa seluruh luas sawah yang ditanami jagung Dari kutipan di atas subyek 2 telah mampu mengidentifikasikan masalah yang dikemukakan soal. Pada awal pengerjaan, subyek mendekati permasalahan dengan mencoba mengilustrasikan permasalahan ke dalam beberapa gambar untuk membantu subyek dalam memahami maksud dari soal. Subyek telah memahami tujuan dari permasalahan dengan baik, sehingga dengan bantuan ilustrasi gambar subyek dapat menemukan ide pengerjaan dengan mudah. Kutipan 2 P : He em, berarti bagaimana caranya mencari luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung? S : Luas jagung yang ini (menunjuk bagian jagung di petak I ) ditambah luas jagung yang ini (menunjuk bagian jagung di petak II)? Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 2 telah mampu menemukan ide pemecahan masalah. Kutipan 3 P : Yaa.. coba dikerjakan dulu deekk. Kita mau nyari apa dulu dek? S : Luas jagung di petak I mbak Ini berartiiiii... luas petaknya per sepuluh? (sambil menulis sebagai pengganti luas petak I = 1,2 hektar) di kaliii 1 3?? P : Iyaa..
43 digilib.uns.ac.id 73 4 S : = x = hektar mbak Subyek 2 telah mampu mengidentifikasi langkah awal yang harus dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan. Subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan dalam menentukan luas jagung pada petak I. Untuk mempermudah proses pengerjaan yang dilakukan subyek mengubah dan mengkombinasikan bentuk desimal menjadi bentuk pecahan sederhana. Kutipan 4 P : Yaa, kalo luas jagung di petak keduanya berapa berarti? S : Berartiii dan kubis di petak II ) dikurangi ini mbak? (sambil menunjuk bagian wortel P : Dikurangi? yaa, kamu mengerjakannya kemarin gimana deekk? S : Mmmm.. (siswa menulis jawaban) = ( ) = ( ) = = = = 5 8 hektar Pada saat menentukan luas jagung pada petak II terlihat bahwa sebenarnya subyek masih ragu dengan jawaban yang diberikan. Subyek belum bisa mengidentifikasi dengan jelas hubungan antara pecahan bagian dengan luas bagian masing-masing tanaman. Subyek telah memahami bahwa luas jagung pada petak II dapat diperoleh dari luas petak II dikurangi luas sawah yang ditanami wortel dan kubis, akan tetapi karena subyek mengklaim bahwa pecahan bagian wortel dan kubis yang telah diketahui sama dengan luas bagian sawah yang ditanami wortel dan kubis maka terjadi kesalahan interpretasi dalam pemecahan masalah. Kutipan 5 P : Okey, berarti luas jagung keseluruhan berapa dek? S : Luas jagung secara keseluruhan berartii gini mbak... = luas jagung petak I + luas jagung petak II = = = = 1 hektar Subyek 2 telah memahami tujuan permasalahan dengan baik, yaitu menghitung luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung dengan cara
44 digilib.uns.ac.id 74 menjumlahkan luas jagung di petak I dan petak II, akan tetapi karena terjadi salah interpretasi dalam menghitung luas jagung pada petak II hasil akhirnya juga salah. Untuk mengetahui lebih lanjut kemampuan problem solving siswa, peneliti mengajukan kasus yang sama dengan nomor 1 hanya saja lebih sederhana. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 6 S : Berartii 1 mbak 6 P : Darimana 1? 6 S : Dariiii = = 5 6 (sambil mengarsir 5 bagian dari 6 kotak cokelat yang telah digambar), berarti sisa cokelatnya kan 1 kotak to mbak. Nah 1 kotak ini kan berarti 1 6 dari 6 kotak cokelat, begitu ya mbak? Kutipan 7 P : Yaaa, sekarang kalo misalkan dikaitkan dengan harga.. Misal cokelat yang isinya 6 kotak tadi itu harganya Rp 6000,- maka 1 6 bagiannya harganya berapa? S : Yaa berarti 1 6 x 6000 = 1000 mbak Berdasarkan kutipan 6 dan 7 ternyata subyek 2 mampu menghitung pecahan bagian sisa dari cokelat dengan memperhatikan dua bagian yang diketahui. Subyek juga mampu menghitung harga dari bagian sisa cokelat tersebut. Kutipan 8 P : Yaps benaarr. Nah sekarang kembali lagi ke soal ya dek, untuk petak II misalkan kita menggunakan cara yang sama kayak cokelat tadi yaa. Berarti bagiannya jagung ada berapa? S : Mmmm... (sambil menghitung), berarti mbak P : Berarti 1 bagian itu luasnya berapa dek? 8
45 digilib.uns.ac.id 75 S : Ooo.. berarti x gitu ya mbak? Jadi luas jagungnya P : Naaaahh, ituu muudeengg. Berarti luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung ada berapa hektar? S : Jadi, luas jagung seluruhnya = = = hektar Subyek 2 telah mampu menerapkan konsep dan ide yang telah diketahui ke dalam soal, sehingga subyek mampu menyelesaikan permasalahan dengan benar. Kutipan 9 P : Okey2.. bener. Bisa kan? Tadi kenapa bingung? S : Hehehe lah aku tu bingung pecahan-pecahannya itu lo mbak banyak, luasnya kan pecahan bentuknya, trus bagian-bagiannya tadi kan juga pecahan jadi tak pikir sama aja P : Naa jadi to deekk, yang tadi di petak II besarnya bagian jagung yang 1 15 tadi itu namanya pecahan bagian jagung, kalo yang itu luas bagian 8 80 jagung.. atau bisa juga kamu mengerjakan dengan cara lain, yaitu dengan mencari luas masing-masing bagian dulu baru nanti luas jagungnya dihitung dari luas keseluruhan dikurangi luas wortel dan kubis S : Ooo.. gitu mbak, nah maksudku tadi juga gitu mbak..tapi aku tu kurang latihan soal-soal kayak gini ini..lah di sekolah juga jarang banget dikasih og.. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat substance. Setelah dilakukan wawancara disertai pemberian pertanyaan bantuan diperoleh bahwa subyek dapat mencapai tingkat completion karena siswa dapat mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan beberapa konsep penjumlahan, pengurangan, dan perkalian pecahan dengan baik sehingga menghasilkan jawaban yang valid.
46 digilib.uns.ac.id 76 d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 2 hanya menuliskan beberapa informasi yang diketahui di soal, walaupun tidak lengkap akan tetapi subyek mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dengan rinci. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan dengan baik. Sedangkan pada analisis kutipan 1 subyek 2 melakukan hal yang serupa, akan tetapi pada saat wawancara subyek menggunakan pendekatan gambar untuk membantunya memahami permasalahan yang dikemukakan. Subyek dapat menelaah dengan baik dan mampu mengidentifikasikan dengan jelas tujuan permasalahan yang ada. Sehingga dapat dikatakan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah memahami permasalahan yang dimaksud soal. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 2 telah mampu mengingat dan tepat dalam menerapkan konsep perkalian pecahan, subyek mengubah bentuk desimal menjadi bentuk pecahan sederhana untuk mempermudah dalam menerapkan operasi perkalian. Sedangkan pada analisis kutipan 3 subyek 2 melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu mengidentifikasi masalah dan mengingat konsep perkalian pecahan. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 2 telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan dengan tepat. Sedangkan pada analisis kutipan 4 kemampuan siswa dalam mengingat dan mengkombinasikan konsep pecahan masih terbatas, subyek melakukan kesalahan commit interpretasi to user sehingga mengakibatkan jawaban
47 digilib.uns.ac.id 77 menjadi kurang tepat. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengingat, hal ini dimungkinkan karena pada saat wawancara subyek masih belum percaya diri dalam menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya. Sehingga perhatian subyek menjadi terbagi dan kurang konsentrasi. Ditambah lagi frekuensi latihan untuk soal-soal kontekstual masih terhitung kurang. Subyek lebih leluasa jika menyampaikan pengetahuannya melalui tulisan. Jadi, analisis data yang dilakukan pada bagian ini menjadi tidak valid. (d) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (4) subyek 2 telah mampu mencapai tujuan permasalahan dengan tepat dengan menerapkan konsep penjumlahan pecahan. Sedangkan pada analisis kutipan 5 subyek 2 melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu mencapai tujuan masalah dan mengingat konsep penjumlahan pecahan. Berdasarkan triangulasi data di atas, hampir semua data jawaban tes tertulis dan data kutipan wawancara cocok. Adapun yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat completion. 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.6 Jawaban commit Tes to Diagnosis user Soal No 2 Subyek 2
48 digilib.uns.ac.id 78 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan data yang diketahui di soal, walaupun tanpa identifikasi yang jelas akan tetapi subyek telah mampu menggunakan seluruh informasi yang diketahui di soal dengan baik. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengingat sifat, mengoperasikan, dan menerapkan konsep pembagian pecahan dengan baik sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 2 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Jadi ukuran pita yang disediakan bu Arni berapa meter untuk setiap orangnya? S : Untuk satu orangnya? 2 1 meter 2 P : He em, dan setiap bunga butuhnya berapa meter? S : 1 mbak 4 Dari kutipan wawancara di atas subyek 2 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Jadi bagaimana caranya untuk menghitung jumlah bunga yang dapat dibuat Rita? S : 2 1 m dibagi = 2 1 m : 1 = 5 x 4 = 20 commit = 10 = 10 to user
49 digilib.uns.ac.id 79 Jadi, bunga yang bisa dibuat Rita adalah 10 bunga Subyek 2 telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat sifat pembagian pecahan dan dapat mengoperasikannya dengan baik sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 2 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 2 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 2 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 2 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat completion.
50 digilib.uns.ac.id 80 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.7 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 3 Subyek 2 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui secara umum dan mencoba menelaah maksud dari soal dengan menggunakan gambar. Akan tetapi karena kurangnya kecermatan subyek dalam membaca dan memahami soal, maka gambar yang diilustrasikan menjadi kurang mewakili maksud dari soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya kecermatan dalam memahami permasalahan, informasi yang diperoleh subyek menjadi kurang lengkap. Subyek belum mempertimbangkan luas pembatas yang membatasi kedua kolam renang, akibatnya terjadi interpretasi yang salah terhadap prosedur pemecahan masalah yang dilakukan. (3) Kesalahan yang dilakukan mengakibatkan interpretasi yang salah pula pada tahap penyelesaian seperti ditunjukkan pada bagian T Terlihat dalam mencari luas permukaan kolam renang dewasa subyek hanya mempertimbangkan luas kolam keseluruhan dan luas kolam renang anak-anak, commit to serta user mengabaikan luas pembatas yang
51 digilib.uns.ac.id 81 seharusnya juga dipertimbangkan dalam penyelesaian masalah. Hal ini mengakibatkan subyek melakukan kesalahan yang fatal. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 2 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Yak, jadi tanah yang mau dibuat kolam renang oleh PT. Lembah Hijau itu bentuknya apa dek? S : Persegi panjang P : Ukurannya? S : 22,5 meter dan 3,6 meter P : He em, trus mau dibuat apa? S : Dibuaattt kolam renang anak-anak dan dewasa mbak... kolam renang anaknya berukuran 5 m x 3,6 m (siswa menggambar persegi panjang dengan ukuran 22,5 m x 3,6 m) P : Lalu tujuan kita nanti apa dek? S : Mencari luas kolam renang dewasa.. Dari kutipan wawancara di atas subyek 2 telah mampu menelaah dan mengidentifikasi masalah yang telah dikemukakan. Subyek menggunakan pendekatan gambar untuk membantu memahami masalah yang diilustrasikan. Subyek dapat mengidentifikasikan tujuan masalah dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Okeeey, trus gimana caranya ya? S : Berartiii... (siswa melanjutkan gambar yang telah dibuat yaitu dengan membagi persegi panjang tersebut menjadi 2 bagian yaitu untuk kolam renang dewasa dan kolam renang anak), nyari luas kolam renang anak-anak dulu mbak?
52 digilib.uns.ac.id 82 P : Yaa, trus dek diantara kolam renang dewasa dan kolam renang anak ada pembatasnya nggak? S : Ada (sambil menambahkan garis di sebelah garis pembatas yang ada diantara kolam renang dewasa dengan kolam renang anak-anak, sehingga terbentuk persegi panjang baru dengan ukuran 1 m x 3,6 m) P : Lalu pembatas sepanjang satu meter itu dari mana ke mana? dari kiri ke kanan (menunjuk lebar pembatas) atau dari bawah ke atas (menunjuk panjang pembatas )? S : Dari sini ke sini mbak dari bawah ke atas (menunjuk panjang pembatas yang panjangnya = lebar persegi panjang besar = 3,6 m) P : Bener dari bawah ke atas bukan dari kiri ke kanan? S : Iya mbak dari bawah ke atas.. Subyek telah mengerti bahwa terdapat pembatas di antara kolam renang dewasa dan anak-anak sepanjang satu meter, sehingga pembatas tersebut juga berpengaruh terhadap luas kolam renang yang akan dicari. Akan tetapi subyek salah dalam menginterpretasi ukuran pembatas yang dimaksud dalam soal. Kutipan 3 P : Oke.. Jadi kita nyari apa dulu tadi dek? S : Nyari luas kolam renang anak-anak dulu mbak P : Yaa S : Luas kolam renang anak-anak = 5 x 3,6 = 18,0 = 18 m 2 P : Trus nyari apa lagi dek? S : Nyari luas kolam renang dewasa.. P : Gimana caranya? S : Caranya luas kolam renang dewasa = luas tanah panjang pembatas luas kolam renang anak-anak luas tanah = 22,5 x 3,6 = 81 m 2 Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa subyek 2 telah mampu menemukan ide pemecahan masalah. Subyek mengingat dan mengaplikasikan konsep commit perkalian to user pecahan desimal dalam pemecahan
53 digilib.uns.ac.id 83 masalah. Subyek telah mampu menentukan luas tanah dan luas kolam renang anak-anak, akan tetapi subyek belum memperhitungkan luas pembatas. Subyek hanya menganggap bahwa pembatas merupakan garis lurus yang memiliki panjang satu meter yang membatasi kolam dewasa dan anak-anak bukan sebagai persegi panjang yang memiliki panjang dan lebar, sehingga luasnya juga harus dipertimbangkan. Akibatnya terjadi salah persepsi dalam menghitung luas kolam renang dewasa. Kemudian siswa melanjutkan jawabannya seperti berikut ini. Kutipan 4 S : = 81 m 2 1 m = 80 m 2 18 m 2 = 62 m 2 Jadi, luas kolam renang dewasa 62 m 2 P : Hoo yayaa.. berarti luas kolam renang dewasanya 62 m 2 ya? S : Iyaa mbaak Subyek telah mampu mencapai tujuan permasalahan yaitu menghitung luas kolam renang dewasa, akan tetapi karena subyek melakukan kesalahan interpretasi pada langkah sebelumnya berakibat penyelesaian yang dihasilkan juga salah. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 2 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal dengan menggunakan pendekatan gambar. Subyek telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Pada analisis kutipan 1 subyek 2 melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan
54 digilib.uns.ac.id 84 bahwa subyek 2 telah mampu memahami permasalahan dan tujuan permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 2 telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal, akan tetapi subyek belum mempertimbangkan pembatas dalam menghitung luas. Sedangkan pada analisis kutipan 2 dan 3 subyek juga melakukan hal serupa, akan tetapi subyek telah memperhitungkan pembatas dalam menentukan luas. Hanya saja subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap panjang pembatas. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengkombinasikan pembatas dalam penyelesaian masalah. Hal ini dimungkinkan karena subyek kurang cermat dalam membaca dan menelaah permasalahan yang diilustrasikan sehingga subyek kurang teliti dalam mengindikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam penentuan luas kolam renang dewasa. Dengan demikian analisis yang dilakukan menjadi tidak valid. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 2 telah mampu mengindikasikan tujuan permasalahan dengan baik, akan tetapi karena subyek melakukan kesalahan interpretasi maka hasil akhir dari pemecahan masalah menjadi kurang tepat. Pada analisis kutipan 4 subyek 2 melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu mencapai tujuan permasalahan akan tetapi belum memenuhi penyelesaian yang valid. Berdasarkan triangulasi data di atas, hampir semua data jawaban tes tertulis dan data hasil kutipan wawancara cocok. Adapun yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat substance.
55 digilib.uns.ac.id 85 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.8 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 2 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah menuliskan informasi yang telah diketahui di soal. Subyek hanya menuliskan poin-poinnya saja tanpa penjelasan yang jelas. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep, subyek melakukan kesalahan dalam pengkonversian satuan dari m 3 ke m. Akibatnya prosedur yang dilakukan subyek menjadi tidak logis. (3) Pada bagian T subyek mampu menerapkan dan mengkombinasikan kembali konsep perkalian pecahan desimal. Akan tetapi karena kurangnya pemahaman yang dilakukan terhadap soal, subyek menjadi salah interpretasi. Terlihat bahwa subyek mengalikan volume gayung dengan 1 2. Hal ini menimbulkan persepsi yang salah terhadap soal, karena yang digunakan Arya dalam menguras setengah bak mandi adalah volume satu gayung penuh bukan volume setengah gayung untuk
56 digilib.uns.ac.id 86 menguras volume bak mandi penuh. Dan lagi ditambah kesalahan subyek dalam pengkonversian satuan. (4) Prosedur yang dilakukan subyek sudah benar, akan tetapi karena interpretasi yang salah akibatnya terjadi kesalahan pula dalam penyelesaian seperti ditunjukkan pada bagian T Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 2 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Dari soal yang telah kamu baca tadi, Arya disuruh menguras bak mandi ya? ukurannya berapa dek? S : Iya mbak, ukurannya panjang 2,3 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,2 meter P : Lalu Arya mengurasnya pake ember ya tadi? S : Bukan mbak, pake gayung P : Hoo mampu menampung air berapa m 3 gayungnya? S : 0,02 m 3 P : Oo yaa, tadi Arya menguras bak mandinya sampai habis atau nggak sih? S : Enggak, cuma setengahnya mbak.. P : Emm.. cuma setengahnya ya? S : Iya.. P : Yak, tujuan dari soal nomor 4 itu tadi apa sih dek? S : Tujuannya nyari berapa kali Arya menggayung.. Dari kutipan wawancara di atas subyek 2 telah mampu menelaah seluruh informasi yang ada pada permasalahan. Subyek telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan soal.
57 digilib.uns.ac.id 87 Kutipan 2 P : Yaa..berarti gimana caranya nyari? S : Mencari volume bak mandi dulu mbak P : He em.. coba dicari dulu S :... (siswa menulis jawaban) V bak mandi = 2,3 m x 1,5 m x 1,2 m = 4,14 m 3 Subyek telah mampu mengidentifikasikan langkah awal dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan menentukan volume bak mandi penuh. Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Subyek juga mampu mengingat satuan volume dengan tepat. Kutipan 3 P : Berarti volume bak mandinya 4,14 m 3 ya? itu volume bak mandi berisi penuh apa setengahnya? S : Seluruhnya P : Berarti kalo setengahnya berapa? S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 4,14 m 3 x 1 2 = 2,7 m 3 jadi volume setengah bak mandinya 2,7 m 3 mbak.. Dari kutipan tersebut diketahui bahwa subyek telah mampu mengindikasikan volume bak mandi yang telah dikuras Arya hingga istirahat yaitu dengan membagi dua volume bak mandi penuh. Subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep perkalian pecahan desimal. Akan tetapi karena kurang cermatnya subyek dalam perhitungan mengakibatkan hasil akhirnya menjadi tidak valid. Kutipan 4 P : Okey.. trus bagaimana caranya menghitung berapa kali Arya menggayung? S : Berarti volumenya yang setengah dikalikan 0,02 m 3 mbak?
58 digilib.uns.ac.id 88 P : Hemm?? yakin itu dikali dek? S : Mmmm... (siswa mencoba mengalikan volume setengah bak mandi = 2,7 m 3 dengan 0,02. Hasil yang diperoleh berupa bilangan desimal yaitu 0,054). Eh dibagi mbak? P : Apanya yang dibagi? dibagi dengan apa? S : Volume yang setengah dibagi dengan 0,02 m 3 P : Yaa.. coba dikerjakan.. S : Tak cobane dulu ya mbak.. = 2,7 : 0,02 = 27 2 = Jadi Arya bisa menggayung 135 kali x = 270 = 135 kali 2 2 Dalam menentukan frekuensi Arya menggayung, pada awalnya subyek mengindikasikan langkah pengerjaannya dengan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal yaitu mengalikan volume setengah bak mandi dengan volume gayung. Akan tetapi setelah subyek mencoba mengoperasikan ternyata diperoleh jawaban yang tidak logis, sehingga subyek merevisi jawaban dengan menerapkan konsep pembagian pecahan desimal yaitu volume setengah bak mandi dibagi dengan volume gayung. Hal ini menunjukkan bahwa subyek telah mampu mencapai penyelesaian pemecahan masalah. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat result. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 2 hanya menuliskan beberapa informasi dari permasalahan yang ada, akan tetapi terlihat subyek telah cukup mengerti maksud dari masalah yang dikemukakan. Subyek telah mengerti betul tujuan pemecahan masalah. Sedangkan pada analisis kutipan 1 subyek 2 melakukan
59 digilib.uns.ac.id 89 hal serupa, subyek telah mampu menyebutkan setiap unsur yang digunakan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengidentifikasi masalah dan tujuan pemecahan masalah dengan baik. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu menelaah dan memahami permasalahan yang telah diilustrasikan soal. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 2 telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pecahan masalah. Pada analisis kutipan 2 subyek 2 juga melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 2 telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan dalam menyelesaikan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 2 mampu mengingat dan menerapkan kembali konsep perkalian pecahan desimal, akan tetapi karena kurangnya kecermatan subyek dalam memahami dan mengidentifikasikan permasalahan mengakibatkan terjadinya kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek. Sedangkan pada analisis kutipan 3 subyek 2 telah mampu mengidentifikasikan permasalahan dengan baik. Subyek sama sekali tidak melakukan kesalahan interpretasi, akan tetapi karena kurangnya kecermatan dalam perhitungan mengakibatkan penyelesaian yang didapat menjadi tidak akurat. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal interpretasi, hal ini dimungkinkan karena pada saat melaksanakan tes diagnosis subyek kurang cermat dalam mengidentifikasikan prosedur pemecahan masalah yang disebabkan karena kurangnya penguasaan konsep, sedangkan pada saat wawancara subyek telah paham betul dengan permasalahan yang ada, subyek mampu mengidentifikasi informasi mana yang perlu dan tidak perlu digunakan sehingga alur berfikir logis mulai terbentuk commit dan to dapat user dengan mudah mengindikasikan
60 digilib.uns.ac.id 90 prosedur pemecahan masalah. Dari yang telah dikemukakan, maka analisis data yang dilakukan pada bagian ini menjadi tidak valid. (d) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (4) prosedur penyelesaian yang telah dilakukan subyek sudah benar akan tetapi karena kesalahan interpretasi yang dilakukan mengakibatkan jawaban akhir subyek menjadi salah. Sedangkan pada analisis kutipan 4 juga telah melakukan prosedur pengerjaan dengan benar, akan tetapi karena kesalahan perhitungan pada langkah sebelumnya mengakibatkan jawaban akhir subyek menjadi tidak akurat. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal kesalahan, hal ini dimungkinkan karena persepsi subyek terhadap permasalahan pada saat melakukan tes dan pada saat wawancara telah berbeda. Pada saat wawancara kemampuan subyek dalam mengingat dan mengkombinasikan konsep sudah tampak, subyek telah mampu mengidentifikasi permasalahan dengan cermat. Namun karena subyek yang kurang teliti dalam menghitung mengakibatkan hasil akhir yang kurang akurat. Berdasarkan triangulasi di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat substance. Setelah dilakukan wawancara disertai pemberian pertanyaan bantuan diperoleh bahwa subyek dapat mencapai tingkat result. Pembahasan Dari jawaban subyek 2 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance, dan pada soal nomor empat kemampuan commit problem to user solving subyek berada pada tingkat
61 digilib.uns.ac.id 91 substance dan setelah dilakukan wawancara dengan disertai pemberian pertanyaan bantuan terhadap subyek kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat result. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan subyek dalam mengkombinasikan konsep operasi pecahan dan pecahan desimal dalam pemecahan masalah masih terbatas sehingga dimungkinkan dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan substance completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 2 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Kurangnya pemahaman subyek dalam mengkombinasikan konsep operasi pecahan dan desimal ke dalam soal-soal kontekstual ataupun soal-soal tipe problem solving akibat latihan soal yang masih sangat minim. (b) Pemahaman terhadap beberapa konsep masih bersifat terpisah sehingga belum membentuk pemahaman yang komprehensif.
62 digilib.uns.ac.id 92 c. Analisis Kemampuan Subyek 3 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.9 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 1 Subyek 3 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap. Subyek telah mampu menelaah dan mengidentifikasi informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah memahami tujuan permasalahan dengan jelas. Ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal akan tetapi ada beberapa informasi yang dikemukakan di soal dan belum tertulis pada lembar jawaban. (2) Pada bagian T subyek telah mampu memahami konsep perkalian pecahan commit dan to mampu user mengkombinasikan dalam
63 digilib.uns.ac.id 93 menghitung luas sawah yang ditanami jagung pada petak pertama, ini berarti subyek telah mampu memahami konsep tentang luas bagian yaitu dengan mengalikan pecahan bagian dari masingmasing tanaman dengan luas keseluruhan. (3) Pada bagian T subyek telah mampu memahami konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya pemahaman subyek terhadap konsep permasalahan, subyek melakukan kesalahan interpretasi dalam menghitung luas jagung pada petak kedua. Subyek menganggap bahwa luas jagung pada petak kedua = luas sawah yang ditanami wortel dan kubis. Hal ini menimbulkan penyelesaian yang dilakukan subyek menjadi tidak valid. (4) Karena salah dalam menentukan luas jagung pada petak kedua sehingga salah pula dalam menentukan luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung seperti yang ditunjukkan pada bagian T Ditambah lagi subyek menganggap pecahan bagian jagung pada petak pertama = luas bagian jagung pada petak pertama. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 3 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Hmm Pak Slamet punya berapa petak sawah? S : Dua P : Petak I luasnya berapa? S : Setengah hektar.. P : Setengah? S : Seee... satu koma dua hektar P : Naa 1,2 hektar.. trus luas petak II berapa? S : 1 1 hektar.. 2 P : Okey.. petak I ditanami apa aja sih dek?
64 digilib.uns.ac.id 94 S : Jagung sama padi.. P : Terus jagungnya berapa bagiaann? S : P : dari apa? S : Luas petak pertama.. P : Trus kalo petak II ditanami apa aja dek? S : Wortel sama kubis.. P : Dua tok? S : Sama jagung P : Yaa.. trus bagiannya berapa aja itu worteel, kubiiss, jagung? S : 1 wortel, 5 kubis P : Sama? S : Sama nggak tau.. P : Nggak tau? nggak tau itu mau dicari apa nggak? S : Enggak.. P : Enggak? Lah yang ditanyakan apa? S : Luas sawah yang ditanami jagung.. P : Hmm S : Oya, dicari Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 3 telah mampu menelaah, memahami dan mengidentifikasi seluruh informasi yang dikemukakan soal dengan baik. Subyek telah mampu mengidentifikasi dengan jelas tujuan permasalahan. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami masalah yang diilustrasikan soal. Kutipan 2 P : Bisa nggak dek kamu gambarin sawah milik Pak Slamet? petak I, petak II sama bagian-bagiannya? S : Bisaaaa P : Itu berarti petak pertama? S : Iya, luasnya 1,2 hektar
65 digilib.uns.ac.id 95 P : Lah ditanami berapa jenis tanaman tadi? S : Dua.. P : Berarti luasnya jagung di petak I berapa dek? S : Luasnya jaguungg?? P : Tadi kamu bilang kan jagungnya itu 1 bagian dari luas petak I kan? 3 Naa berarti berapa? S : Berarti... (siswa mulai menulis jawaban) 1,2 = = 6 5 x 1 3 = 6 15 P : Hmm itu berarti apanya? S : Luas jagung di petak I Pada awal pengerjaan subyek mendekati permasalahan dengan menggunakan gambar untuk mempermudah pemahaman terhadap masalah, dengan begitu subyek dapat dengan mudah mengindikasikan mana yang merupakan bagian dan mana yang merupakan luas bagian dari masing-masing tanaman. Subyek dapat mengidentifikasikan luas bagian jagung pada petak I dengan mengaplikasikan konsep perkalian pecahan. Sehingga dapat diketahui bahwa subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan dalam pemecahan masalah. Kutipan 3 P : Okey, trus sekarang petak II coba digambaaarr.. P : Yaa.. tadi ditanami berapa jenis tanaman? S : Tiga P : Habis itu kalo mau mencari luas jagung di petak II berarti gimana? S : Berarti seper empaaaatt, ditambah lima per delapaan trus dikali satu satu per dua (sambil menulis jawaban) = x S : Gini? P : Seperti itu? S : Ndak..
66 digilib.uns.ac.id 96 Dari kutipan tersebut diketahui bahwa subyek kembali menggunakan pendekatan gambar dalam menelaah permasalahan pada petak II. Subyek mampu mengidentifikasi masing-masing bagian dari tanaman pada petak II. Selanjutnya pada bagian S subyek melakukan kesalahan konsep dalam menentukan luas jagung pada petak II. Subyek mengasumsikan bahwa pecahan bagian dari masing-masing tanaman merupakan luas dari bagian tanaman itu sendiri. Hal ini menunjukkan pemahaman subyek terhadap pengkombinasian konsep operasi pecahan masih terbatas, sehingga subyek ragu dengan jawaban yang diberikan. Kutipan 4 P S : Kamu tau ini bagiannya berapa dek? (sambil menunjuk bagian jagung pada gambar) : Enggak mbak.. Untuk mengingatkan serta mencari tahu sejauh mana pengetahuan subyek 3 dalam memahami konsep luas dari masing-masing bagian tanaman, maka peneliti memberikan beberapa pertanyaan bantuan terkait dengan kasus luas bagian pada petak I. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 5 P : Berarti bagaimana? S : Berarti ditambah baru dikurangi..dijadiin KPK nya dulu P : Hmm cobaaa? S :... (siswa menulis jawaban) = = = 7 8 Mmm 1 8 P : Hmm? gimana caranya bisa dapet 1 8? S : Lah iniii 8 8 dikurangi semuanya, berarti 8 8 dikurangi 7 8 hasilnya 1 8 P : Oo yaa bisa-bisaaa..berarti 1 itu baru bagiannya, lah luasnya? 8 S : Berarti 1 kali (sambil menulis jawaban) 2
67 digilib.uns.ac.id 97 = 1 8 x = 1 8 x 3 2 = 3 16 hektar P : Okey, trus tujuan kita tadi apa? S : Luas jagung di petak I dan petak II P : Iyaa.. lalu bagaimana caranya mencari luas jagung secara keseluruhan? S : Berartiii 6 ditambah 3... (sambil menulis jawaban) = = = Jadi, luas sawah yang ditanami jagung = Setelah diberikan pertanyaan bantuan ternyata subyek mampu merelasikan dan mengkombinasikan konsep penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan sehingga dapat menentukan luas jagung pada petak II dengan tepat. Pada bagian penyelesaian, subyek mampu mengingat dan menerapkan kembali konsep penjumlahan pecahan dalam pemecahan masalah. Karena subyek telah mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dan tepat dalam perhitungan luas jagung pada petak I dan petak II maka diperoleh penyelesaian yang valid. Sehingga dapat dikatakan bahwa subyek telah mampu mencapai pemecahan masalah. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 2 telah mencapai tingkat substance. Setelah dilakukan wawancara dengan pemberian pertanyaan bantuan terhadap subyek diperoleh bahwa subyek telah mencapai tingkat completion karena telah mampu merelasikan dan mengkombinasikan konsep operasi pecahan sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 3 mampu mengidentifikasi informasi dan tujuan yang ada pada masalah
68 digilib.uns.ac.id 98 sehingga diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan. Pada analisis kutipan 1 subyek 3 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu memahami masalah yang dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 3 mampu mengidentifikasi masalah, mengingat dan mengaplikasikan konsep perkalian pecahan sehingga dapat menyatakan luas bagian dari permasalahan yang ada. Pada analisis kutipan 2 subyek 3 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep perkalian pecahan sehingga dapat menentukan penyelesaian masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 3 telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep penjumlahan dan perkalian pecahan. Akan tetapi karena kesalahan konsep yang dilakukan maka operasi yang dilakukan menjadi tidak berarti. Subyek melakukan kesalahan interpretasi sehingga diperoleh jawaban yang kurang valid. Sedangkan pada analisis kutipan 3 subyek 3 melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman subyek 3 terhadap pengkombinasian konsep operasi pecahan masih terbatas. Berdasarkan triangulasi di atas, semua hasil data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat substance. Setelah dilakukan wawancara disertai pemberian pertanyaan bantuan terhadap subyek diperoleh bahwa subyek dapat mencapai tingkat completion.
69 digilib.uns.ac.id 99 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.10 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 2 Subyek 3 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan data yang diketahui di soal, walaupun tanpa identifikasi yang jelas akan tetapi subyek telah mampu menggunakan seluruh informasi yang diketahui di soal dengan baik. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengingat sifat, mengoperasikan, dan menerapkan konsep pembagian pecahan dengan baik sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 3 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : He em, pita yang disediakan ada berapa meter? S : P : Iyaa 2 1 meter yaa? Trus mau dibuat apa dek? 2 S : Ehehehe bungaaa
70 digilib.uns.ac.id 100 P : Nah iya bungaa, setiap bunganya memerlukan berapa meter pitaa? S : 1 4 Dari kutipan wawancara di atas dapat diketahui bahwa subyek 3 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : He em, berarti ide pengerjaannya gimana dek kalo mau nyari berapa bunga yang dapat dibuat? S : Dibagi P : Apanya yang dibagi? S : Ini ni 2 1 dibagi P : Iyyak, hasilnya berapa? S :... (siswa menulis jawaban) 2 = = 5 1 = 5 x 4 = 10 bunga Subyek 3 telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat sifat pembagian pecahan dan dapat mengoperasikannya dengan baik sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis hasil tes diagnosis poin (1) subyek 3 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 3 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil commit kedua analisis to user ini terdapat kecocokan sehingga
71 digilib.uns.ac.id 101 dapat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 3 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 3 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 3 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat completion. 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.11 Jawaban commit Tes to Diagnosis user Soal No 3 Subyek 3
72 digilib.uns.ac.id 102 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui secara lengkap dan mencoba menelaah maksud dari soal dengan menggunakan gambar. Akan tetapi karena kurangnya pemahaman subyek terhadap masalah, maka gambar yang diilustrasikan menjadi kurang mewakili maksud dari soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya kecermatan dalam memahami permasalahan, informasi yang diperoleh subyek menjadi kurang lengkap. Subyek belum mempertimbangkan luas pembatas yang tertera di soal, akibatnya terjadi interpretasi yang salah terhadap prosedur pemecahan masalah yang dilakukan. (3) Kesalahan yang dilakukan mengakibatkan interpretasi yang salah pula pada tahap penyelesaian seperti ditunjukkan pada bagian T Terlihat dalam mencari luas permukaan kolam renang dewasa subyek hanya mempertimbangkan luas kolam keseluruhan dan luas kolam renang anak-anak, serta mengabaikan luas pembatas yang seharusnya juga dipertimbangkan dalam penyelesaian masalah. Hal ini mengakibatkan subyek melakukan kesalahan yang fatal. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 3 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Tanah yang disediakan sama PT.Lembah Hijau bentuknya apa dek? S : Persegi panjang P : Okey persegi panjang, ukurannya? S : Panjang 22,5 meter dan lebar 3,6 meter P : Dia mau dibuat apa commit dek? to user
73 digilib.uns.ac.id 103 S : Kolam renang (siswa sambil membuat ilustrasi gambar persegi panjang yang dibagi menjadi tiga bagian) P : Okey, trus mau dibuat kolam renang katanyaa? kolam renang dewasa dan anak-anak? S : Iyaa P : Lah ukuran kolam renang anak-anaknya berapa? S : Eh 5 m dan lebar 3,6 m... hhaha P : He ee itu kolam renang anak-anak?? Naa yang satu meter itu apanya? S : panjang, eh pembatas.. P : Panjang pembatas satu meter sama pembatas sepanjang satu meter itu sama nggak dek? S : Ndak P : Nah, bisa nggak kamu menggambarkannya dek? S : Bisaa Ini kolam renangnyaa, ini pembatasnyaaa, ini kolam renang anakanak, ini kolam renang dewasa P : Okey, sekarang tak tanyain dek.. katamu tadi kan panjang pembatas satu meter sama pembatas sepanjang satu meter itu kan beda? Nah yang dimaksud pembatas sepanjang satu meter itu yang seperti apa? S : Dari sini sampe sini (sambil menunjuk sisi tegak pembatas 3,6 m), eh bukan dari sini sampe sini (sambil menunjuk sisi alas pembatas 1 m) P : Lah berarti panjangnya ini berapa? (sambil menunjuk sisi tegak pembatas) S : 3,6 meter P : Tujuan kita apa sih dek? S : Mencari luas kolam renang dewasa Dari kutipan wawancara di atas dapat diketahui bahwa subyek 3 mampu menelaah, memahami dan mengidentifikasi masalah yang dikemukakan soal. Subyek mendekati permasalahan dengan
74 digilib.uns.ac.id 104 menggunakan analisis gambar yang dibuat berdasarkan informasi yang ada pada soal, subyek mampu merelasikan dan mengkombinasikan seluruh informasi yang ada pada soal untuk membantu menemukan ide pengerjaan dalam pemecahan masalah. Subyek juga dapat mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Nah, lalu bagaimana caranya mencari luas kolam renang dewasa? S : Luasnya yang besar iniii dikurangi luasnya kolam anak-anak P : Sudah itu aja? pembatasnya diperhitungkan nggak? S : Eh iya diperhitungkan. Berarti luas yang besar inii dikurangi luas kolam renang anak-anak dikurangi pembatas P : Yak coba dituliskan... S : Luas kolam renang dewasaa =... Luas kolam renang dewasa = luas keseluruhan luas kolam anak-anak luas pembatas Ini luasnya yang dua ini diitung dulu ya mbak = 22,5 x 3,6 5 x 3,6 = = 63 P : Trus luas pembatasnya berapa? S : Eh 3,6 kali 1 P : Iyaa 3,6 berarti gimana? S : dikurangi 3,6? P : Hmm S : Hasilnya 60,6 m 2 P : Diinget lagi dek, pengurangan desimal.. S : Oh ooyayaya... (kemudian siswa menghitung dengan cara bersusun ke bawah dan meletakkan angka 3,6 sejajar dengan angka 63)
75 digilib.uns.ac.id 105 Mosok koyo ngeenee?? aku laalii ii P : Hayo pengurangan desimal kayak gimana caranya? S : Mmmm... o o o aku tau, jadiin pecahan dulu ya mbak? P : Boleh S : Kalo 3,6 itu jadinya Naaahh gini nii.. 10 Lah itu? gimana ya mbak? = Lah trus 63 nya? P : Naa kalo 63 itu kalo dijadiin pecahan biasa jadi 63 per berapa? S : per 10? eh per 1! = = 297 = 59, P : Jadi luas kolam renang dewasanya berapa? S : 59,4 m 2 Awalnya subyek tidak tahu langkah apa yang harus dikerjakan terlebih dulu dengan alasan lupa, akan tetapi dengan bantuan beberapa pertanyaan akhirnya subyek mampu melakukan penalaran dengan merelasikan beberapa konsep luas yang melibatkan pengkombinasian konsep pada operasi pecahan. Subyek telah mampu mengidentifikasi unsur-unsur yang terkait dengan luas yang dicari, yaitu luas keseluruhan, luas kolam renang anak-anak dan luas pembatas. Kemampuan subyek dalam melakukan operasi pengurangan pecahan desimal masih terbatas, sehingga subyek harus melakukan pengubahan bentuk dari pecahan desimal ke pecahan biasa. Akan tetapi karena kecermatan yang telah dilakukan, subyek telah mencapai tahap pemecahan masalah yang tepat dan benar. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data commit sebagai to berikut: user
76 digilib.uns.ac.id 106 (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 3 telah mampu menelaah informasi yang ada pada soal, subyek melakukan pendekatan gambar untuk membantu memahami permasalahan. Subyek juga telah mampu mengindikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami masalah yang dikemukakan. Pada analisis kutipan 1 subyek 3 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dpat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu menelaah, mengindikasikan, dan memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 3 telah melakukan kesalahan interpretasi terhadap luas pembatas, subyek tidak mempertimbangkan luas pembatas sebagai salah satu unsur dalam menentukan tujuan permasalahan. Kemampuan subyek dalam merelasikan dan mengkombinasikan informasi masih terbatas, akibatnya diperoleh penyelesaian yang kurang valid. Sedangkan pada analisis kutipan 2 subyek telah mampu mengidentifikasikan seluruh unsur yang digunakan dalam menentukan tujuan permasalahan. Subyek mampu menelaah dengan baik seluruh informasi yang ada untuk mendapatkan penyelesaian yang akurat, subyek juga telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dan pengurangan pecahan dengan baik. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengidentifikasikan unsur yang digunakan dalam menentukan tujuan permasalahan, hal ini dimungkinkan karena subyek terlalu cepat dalam memutuskan sesuatu hal, akibatnya subyek kurang cermat dalam menelaah unsur permasalahan yang dimaksudkan. Selain itu pada saat wawancara subyek lebih leluasa dalam mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya. Sehingga analisis data yang dilakukan pada bagian ini menjadi tidak valid.
77 digilib.uns.ac.id 107 Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat substance. Setelah dilakukan wawancara disertai pemberian pertanyaan bantuan terhadap subyek diperoleh bahwa subyek dapat mencapai tingkat completion. 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.12 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 3 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah menuliskan informasi yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap. Walaupun subyek hanya menuliskan poin-poinnya saja tanpa penjelasan yang jelas, akan tetapi terlihat subyek telah memahami masalah yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat, menerapkan, dan mengkombinasikan perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep, subyek melakukan kesalahan dalam pengkonversian satuan dari m 3 ke m. Akibatnya prosedur yang dilakukan subyek menjadi tidak logis.
78 digilib.uns.ac.id 108 (3) Pada bagian T subyek mampu menerapkan dan mengkombinasikan kembali konsep perkalian pecahan desimal. Akan tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap soal, subyek menjadi salah interpretasi. Terlihat bahwa subyek mengalikan volume gayung dengan 1 2. Hal ini menimbulkan persepsi yang salah terhadap soal, karena yang digunakan Arya dalam menguras setengah bak mandi adalah volume satu gayung penuh bukan volume setengah gayung untuk menguras volume bak mandi penuh. Dan lagi ditambah kesalahan subyek dalam pengkonversian satuan. (4) Prosedur yang dilakukan subyek sudah benar, akan tetapi karena interpretasi yang salah akibatnya terjadi kesalahan pula dalam penyelesaian seperti yang ditunjukkan pada bagian T Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 3 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Ukuran bak mandinya berapa dek? S : 2,3 meter panjang, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,2 meter P : Lah trus pas dia istirahat, air yang dikurasnya sudah sampai habis? S : Nggak P : Berapa? S : Setengah P : Dia menguras pake apa dek? S : Pake gayung P : Volume gayungnya berapa? S : 0,02 m 3 P : Trus tujuan kita apa dek? S : Mencari berapa kali menggayung yang telah dilakukan Arya
79 digilib.uns.ac.id 109 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 3 telah mampu menelaah dan memahami informasi yang dideskripsikan soal. Subyek mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan soal. Kutipan 2 P : Lalu bagaimana caranya mencari berapa kali Arya menggayung? S : Yaa gini no 2,3 kali 1,5 kali 1,2 (sambil menulis jawaban : 2,3 x 1,5 x 1,2) P : Itu apanya? S : Volume bak mandi P : Naa, berarti berapa itu volumenya? S : 4,14 m 3 P : Okey.. itu volumeeee? S : Bak mandi P : Setengah apa keseluruhan? S : Keseluruhan Subyek 3 telah mampu merelasikan konsep volume dalam pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam mencari volume bak mandi secara keseluruhan. Kutipan 3 P : Kalo setengahnya berapa berarti? S : Berarti dikalikan setengah... (sambil menulis jawaban : 1 2 x 4,14 m 3 ) P : Iyaa, hasilnya berapa? S : 2,4 P : Heee?? 2,4? diitung yang bener? S : 2,14.. P : 2,14?? darimanaa? S : Eh eh eeehh.. (sambil mencoret jawaban siswa yang salah)
80 digilib.uns.ac.id 110 P : Coba kalo diubah menjadi pecahan biasa duluu.. S : Empat satu empat per seratooos trus disederhanain duluu, dibagi duaa (sambil menulis jawaban = x 1 2 = 103,5 50 ) trus dikalikan jadi hasilnyaa 103,5 50 Subyek telah mampu mengindikasikan bahwa volume yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah volume setengah bak mandi. Subyek telah mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari nomor 1 untuk dikombinasikan lagi pada nomor 4 yaitu konsep volume bagian. Subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan, walaupun pada awalnya terjadi kesalahan perhitungan akan tetapi setelah bentuk desimal diubah menjadi bentuk pecahan biasa, subyek dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Hal ini menunjukkan kemampuan subyek dalam penguasaan konsep terhadap operasi pecahan masih terbatas, pada kasus ini adalah perkalian pecahan dengan pecahan desimal. Kutipan 4 P : Okey, trus habis itu diapain lagi? S : Udah P : Udah selesai seperti itu? Lah 0,02 nya buat apa? S : Oh iya masih lanjut mbak P : Jadi gimana? S : 103,5 dikurangii eh dibagiii 0,02 50 m3 (sambil menulis jawaban 103,5 50 0,02 = 103, = 103, x = 103,5) P : Iyaa, berarti berapa kali menggayung yang dilakukan Aryaa? S : 103,5 kali Subyek telah mampu mengidentifikasi langkah penyelesaian dari tujuan permasalahan, yaitu dengan membagi volume setengah bak mandi dengan volume gayung. Pada langkah ini subyek kembali menggunakan konsep pembagian dan perkalian pecahan, karena subyek menyadari bahwa kemampuan subyek dalam pengoperasian pecahan desimal masih 103,5
81 digilib.uns.ac.id 111 terbatas sehingga menganggap penyelesaian dengan mengubah bentuk pecahan desimal menjadi pecahan biasa adalah solusi yang paling tepat. Subyek telah mencapai penyelesaian dari pemecahan masalah. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 3 telah menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan dan tujuan permasalahan dengan jelas. Pada analisis kutipan 1 subyek 3 juga melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dpat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu menelaah dan memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 3 telah mampu merelasikan konsep volume ke dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dengan baik. Pada analisis kutipan 2 subyek 3 juga melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 3 telah mampu merelasikan konsep volume, mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 3 subyek mampu menerapkan konsep perkalian pecahan, akan tetapi karena kurangnya kecermatan subyek dalam memahami permasalahan akibatnya terjadi kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek. Sedangkan pada analisis kutipan 3 subyek mampu mengindikasikan masalah commit yang to user telah dikemukakan. Subyek mampu
82 digilib.uns.ac.id 112 mengidentifikasikan konsep yang harus digunakan dalam pemecahan masalah sehingga dihasilkan prosedur pengerjaan yang logis. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengidentifikasikan dan menerapkan konsep, hal ini dimungkinkan karena pada saat tes diagnosis subyek belum mampu mengidentifikasikan konsep mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan yang mana yang harus digunakan agar sesuai dengan apa yang dimaksudkan soal. Kemampuan subyek dalam melogika dan merelasikan masih terbatas yang disebabkan karena kebiasaan subyek yang terlalu cepat mengambil keputusan sehingga hasil yang dicapai menjadi kurang maksimal. Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 3 telah mencapai tingkat completion. Pembahasan Dari jawaban subyek 3 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance dan setelah dilakukan wawancara dengan disertai pemberian pertanyaan bantuan kemampuan problem solving subyek telah mencapai tingkat completion, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance dan setelah dilakukan wawancara dengan disertai pemberian pertanyaan bantuan kemampuan problem solving subyek telah mencapai tingkat completion, dan pada soal nomor empat kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan subyek dalam merelasikan dan mengkombinasikan konsep operasi pecahan dan pecahan desimal dalam pemecahan masalah masih terbatas sehingga dimungkinkan
83 digilib.uns.ac.id 113 dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan substance completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 3 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Kurangnya pemahaman subyek dalam mengkombinasikan konsep operasi pecahan dan desimal ke dalam soal-soal kontekstual ataupun soal-soal tipe problem solving akibat kurangnya latihan soal. (b) Kebiasaan subyek yang terlalu cepat dalam mengambil keputusan terkadang membuat alur logika menjadi kacau, kemampuan melogika dan merelasikan menjadi kurang tepat karena kurangnya proses penelaahan secara global dari suatu masalah. (c) Penguasaan subyek terhadap konsep operasi pecahan desimal masih terbatas sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan yang fatal. Subyek harus mengubah bentuk pecahan desimal ke dalam pecahan biasa terlebih dahulu agar mudah dipahami, akibatnya subyek memerlukan waktu yang lama dalam pengerjaan soal. d. Analisis Kemampuan Subyek 4 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.13 Jawaban commit Tes to Diagnosis user Soal No 1 Subyek 4
84 digilib.uns.ac.id 114 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap, ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal akan tetapi ada beberapa informasi yang dikemukakan di soal dan belum tertulis pada lembar jawaban. (2) Pada bagian T terlihat bahwa subyek belum mampu membedakan antara pecahan bagian sawah dengan luas bagian sawah. Siswa menganggap pecahan bagian = luas bagian sehingga menimbulkan interpretasi yang salah dalam pemecahan masalah. Walaupun demikian subyek telah mampu menerapkan operasi pengurangan pecahan dengan baik. Ini berarti pemahaman subyek dalam mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih terbatas sehingga prosedur pengerjaan yang dilakukan menjadi tidak logis. (3) Pada bagian T subyek melakukan dua operasi pada pecahan yaitu penjumlahan dan pengurangan pecahan. Subyek telah mampu memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya informasi yang ditulis pada bagian T dan kurangnya pemahaman konsep permasalahan subyek melakukan kesalahan dalam menghitung luas jagung pada petak kedua. Subyek mengabaikan pecahan bagian jagung pada petak kedua dan menganggap bahwa luas jagung pada petak kedua = luas sawah yang ditanami wortel dan kubis. Hal ini menimbulkan interpretasi yang salah terhadap jawaban akhir subyek. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 4 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan approach.
85 digilib.uns.ac.id 115 c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Dari yang telah kamu baca tadi, Pak Slamet memiliki berapa petak sawah? S : Dua P : Luasnya? S : Yang pertama 1,2 hektar dan yang kedua hektar P : Trus sawahnya ditanami apa aja dek? S : Yang petak pertama ditanami jagung 1 bagian dan padii.. 3 P : Lah kalo yang kedua? S : Ditanami 1 4 wortel sama 5 8 kubis P : Ooo.. berarti petak II nggak ada jagungnya ya? S : Eh ada, berarti tiga tanaman sama jagung P : Dari informasi yang telah kamu ketahui, bisa nggak dek kamu menggambarkan petak-petak sawah Pak Slamet? S : Bisa P : Berarti satu kotak ini 1 3 jagung dek? (sambil menunjuk gambar pertama dengan keterangan 1 jagung yang telah dibuat siswa) 3 S : Endaakk P : Trus 1 nya yang mana? 3 S :... (siswa diam) P : Bagaimana menggambarkannya? S : Nggak taauu mbak Subyek masih merasa kesulitan dalam menelaah permasalahan dalam soal. Sehingga peneliti memberikan beberapa pertanyaan bantuan untuk mengkonstruksi pemahaman siswa terhadap masalah yang diberikan. Perhatikan kutipan wawancara berikut.
86 digilib.uns.ac.id 116 Kutipan 2 P : Lalu 1 nya yang mana? 3 S : Yang ini.. (sambil menunjuk gambar yang telah dibuat) P : He e, trus kalo petak kedua, 1 nya yang mana? 5 nya yang mana? 4 8 S : Berarti ini dibagi tiga.. trus 1 4 nya yang ini (menunjuk bagian pertama dari kotak yang dibuat), yang 5 nya yang ini (menunjuk bagian kedua dari kotak yang 8 dibuat) P : Trus sisanya itu apa? S : Jagung P : Tujuan kita tadi apa dek? S : Mencari keseluruhan yang ditanami jagung.. P : He em.. petak pertama ada jagungnya? S : 1 3 P : Petak kedua ada jagungnya? S : Endak.. P : Nggak ada jagungnya? nggak ditanami jagung? S : Ditanami P : Ditanami, tapi belum tau? S : Iya belum tau Dari kutipan wawancara di atas dapat diketahui bahwa subyek 4 telah cukup mampu menelaah dan mengidentifikasikan masalah yang diberikan soal. Walaupun pada awalnya subyek mengalami kesulitan dalam menelaah maksud dari soal, akan tetapi dengan diberikannya beberapa pertanyaan bantuan pada akhirnya subyek mampu merepresentasikan informasi yang ada ke dalam beberapa gambar guna mengklarifikasi pemahaman subyek serta mengkonstruksi pengetahuan yang digunakan dalam pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat
87 digilib.uns.ac.id 117 diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami masalah yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Berarti bagaimana caranya biar tau? bagaimana caranya menghitung biar tau bagian jagungnya? S : Mmm 1,2 hektar dikurangi 1 3 jaguungg, itu yang petak pertama. Yang petak kedua 1 4 ditambah 5 8 jawabannya berapa trus yang petak kedua tu 1 maka 1 dikurangi jawabannya tadi P : Iyaa.. coba dituliskan.. S :... (siswa menulis jawaban) petak 1 = 1,2 hektar = = petak 2 = = = 7 8 Udah = 1 P : Sudah? berarti luas sawah yang ditanami jagung secara keseluruhan berapa? S :... (siswa melanjutkan menulis jawaban) petak 1 = 1,2 hektar - 1 = 12-1 = = 26 = petak 2 = = = 7 8 = = = = 5 8 keseluruhan = = = 179 = 1 hektar Jadi luas keseluruhannya 1 hektar Subyek 4 mengasumsikan bahwa pecahan bagian jagung sama dengan luas jagung yang diwakilinya sehingga terjadi kesalahan interpretasi subyek terhadap yang dimaksud soal. Subyek belum mampu mengidentifikasikan dengan jelas prosedur pengerjaan yang telah dilakukan. Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan baik akan tetapi karena
88 digilib.uns.ac.id 118 kemampuan subyek dalam mengkombinasikan dan merelasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih terbatas mengakibatkan subyek melakukan kesalahan yang fatal. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat approach. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 4 mampu menelaah dan mendeskripsikan informasi yang berkaitan dengan masalah yang dikemukakan. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Pada analisis kutipan 1 subyek 4 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 4 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang dikemukakan soal. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) dan (3) subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan dengan baik. Akan tetapi karena subyek melakukan kesalahan interpretasi akibat subyek belum mampu mengidentifikasikan pecahan bagian dan luas bagian dengan jelas. Sehingga diperoleh penyelesaian yang kurang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 4 juga melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan subyek 4 dalam mengkombinasikan dan merelasikan konsep terhadap pemecahan masalah masih terbatas. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah commit dilakukan, to user diperoleh data bahwa dalam
89 digilib.uns.ac.id 119 menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat approach. 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.14 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 2 Subyek 4 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan data yang diketahui di soal, walaupun tanpa identifikasi yang jelas akan tetapi subyek telah mampu menggunakan seluruh informasi yang diketahui di soal dengan baik. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. (3) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat sifat, mengoperasikan, dan menerapkan konsep pembagian pecahan dengan baik sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 4 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion.
90 digilib.uns.ac.id 120 c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Berarti pita yang disediakan bu Arni ada berapa meter? S : 2 P : Iyaa, setiap bunga memerlukan berapa meter? S : 1 meter 4 P : Okey, tujuan kita apa dek? S : Mencari berapa bunga yang dapat dibuat Rita? Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 4 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Subyek telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Nah bagaimana caranya tuh? S : Berarti 2 dibagi 1 4 P : Yak, ketemunya berapa? S :... (siswa mulai menulis jawaban) = 2 = 5 2 x 4 1 = 10 2 jumlah bunga yang dapat dibuat 10 mbak Subyek 4 telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat sifat pembagian pecahan dan dapat mengoperasikannya dengan baik sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat completion.
91 digilib.uns.ac.id 121 d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 4 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 4 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 4 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) dan (3) subyek 4 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 4 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 4 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat completion.
92 digilib.uns.ac.id 122 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.15 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 3 Subyek 4 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap. Subyek telah mampu menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan di soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik, mampu mengingat sifat perkalian pada pecahan desimal dan tepat dalam menerapkan dan mengkombinasikan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam menentukan luas kolam renang dewasa yang meliputi luas keseluruhan tanah, luas kolam renang anak dan luas pembatas. (3) Subyek telah mampu menggunakan prosedur yang benar dan hampir sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi karena melakukan kesalahan dalam melakukan operasi penjumlahan desimal akibatnya luas kolam renang yang dihasilkan juga salah seperti yang ditunjukkan
93 digilib.uns.ac.id 123 pada bagian T Terlihat bahwa subyek belum cukup memahami konsep penjumlahan desimal dengan baik. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 4 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan result. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Okey..berarti tanah yang disediakan PT. Lembah Hijau berbentuk apa dek? S : Persegi panjang P : Persegi panjaaangg, ukurannya? S : Panjangnya 22,5 meter, lebarnya 3,6 meter.. P : Trus mau dibuat apa? S : Sebuah kolam renang P : Kolam renang yang mau dibuat ada berapa jenis? S : Dua P : Apa aja? S : Kolam renang anak-anak dan kolam renang dewasa P : Lalu diantara kolam renang anak-anak dan kolam renang dewasa ada pembatasnya nggak? S : Ada P : Ukurannya berapa? S : Satu meter P : Okey, kamu bisa menggambarkan kolam renangnya nggak dek? S :... (siswa mulai menggambar) P : Hoo iyaa.. kolam renang anak-anaknya ukurannya berapa dek? S : Panjangnya 5 meter dan lebarnya 3,6 meter P : Berarti dari gambar yang kamu buat itu, kolam renang anak yang atas apa yang bawah? S : Yang ini? P : Yang bawah berarti? S : Iyaa..
94 digilib.uns.ac.id 124 P : Berarti kolam renang dewasa yang atas? S : Iyaa P : Trus pembatasnya? S : 1 meter P : Berarti pembatasnya cuma satu garis gitu tok dek? kayak pembatas kaca gitu berarti? S : Iyaa Berdasarkan kutipan di atas, dapat diketahui bahwa subyek 4 mampu menelaah dan mengidentifikasi informasi yang telah dikemukakan di soal, subyek juga telah mampu mengidentifikasi tujuan masalah dengan jelas. Akan tetapi subyek mengalami kesulitan ketika subyek diminta menggunakan gambar untuk membantu menelaah dan memahami soal. Kemampuan subyek dalam mengkonstruksi pengetahuan masih lemah akibat pemahaman subyek terhadap masalah yang masih terbatas. Sehingga dapat dikatakan bahwa subyek belum benar-benar mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diberikan. Kutipan 2 P : Hoo yayaya, tujuan kita apa sih dek? S : Tujuannyaa menentukan luas permukaan kolam renang dewasa P : Lalu bagaimana caranya kira-kira untuk menentukan luas permukaan kolam renang dewasa? S : Nggak tauu Karena terlihat subyek belum menemukan ide dalam mengerjakan soal, maka peneliti memberikan beberapa pertanyaan bantuan untuk membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan dalam pemecahan masalah. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 3 P : He em, bisa nggak luas kolam keseluruhannya dulu dicari? S :... (siswa mulai menulis commit jawaban) to user
95 digilib.uns.ac.id 125 L = 22,5 m x 3,6 m = 81 m 2 P : Lalu kita butuh informasi apa lagi dek untuk mencari luas kolam renang dewasa? S : Mmmm 5 m x 3,6 m P : Itu luas kolam renang apa? S : Itu anak-anak P : Ooh anak-anak, cobaa.. S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 5 m x 3,6 m = 18 m 2 P : Okey, luas pembatasnya ada nggak? S : Ada P : Berapa? S : Satu meter P : Itu luas apa panjang tok? S : Panjang P : Panjang tok, berarti kalo mau nyari luas kolam renang dewasa bagaimana? S : 81 m 2 dikurangi 1 m P : Hmm masih dikurangi luas kolam renang anak-anak nggak? S : Nggak P : Ohh yaa.. coba dikerjakan.. S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 81 m 2-1 m = 80 m 2 Udah P : Udaaah? berarti ketemunya berapa? S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 80 m 2-18 m 2 = 62 m 2
96 digilib.uns.ac.id 126 Ketemunya 62 m 2 Dari kutipan 2 dan 3 di atas, subyek telah mampu menentukan beberapa unsur yang berkaitan dalam menentukan luas kolam renang dewasa, yaitu luas kolam keseluruhan dan luas kolam renang anak-anak. Akan tetapi akibat kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek menjadi salah dalam memperhitungkan pembatas. Subyek mengasumsikan bahwa pembatas hanyalah sebuah garis yang memiliki panjang dan tidak memiliki lebar, sehingga luasnya tidak berpengaruh. Akibatnya penyelesaian yang dihasilkan menjadi kurang valid. Walaupun demikian subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dengan baik. Kutipan 4 P : Oya dek kemarin waktu mengerjakan, jawabanmu kayak gini juga nggak? ketemunya juga sama 62 m 2? S : Hehe nggak tau, lupa mbak P : Loh, lah kemarin mengerjakan sendiri kan? S : Hehe liat jawaban temen mbak yang ngitung-ngitung luasnya itu hehehe Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 4 telah mampu mendeskripsikan seluruh informasi yang dikemukakan soal. Subyek telah menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan dengan baik. Sedangkan pada analisis kutipan 1 subyek 4 juga mampu mendeskripsikan informasi yang dikemukakan, akan commit tetapi to user ketika diminta mendemonstrasikan
97 digilib.uns.ac.id 127 pemahamannya ke dalam gambar, subyek masih terlihat kesulitan. Hal ini mengindikasikan bahwa subyek belum benar-benar mampu dalam menelaah dan memahami masalah yang telah dikemukakan. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan subyek dalam mengkonstruksi pengetahuan dari masalah yang diberikan masih sangat lemah, sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan interpretasi yang mengakibatkan kesalahan pada langkah pengerjaan berikutnya. Ditambah lagi subyek yang terlihat enggan untuk mengerjakan soal sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis data yang dilakukan pada bagian ini menjadi tidak valid. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 4 telah mampu mengidentifikasi unsur- unsur yang berpengaruh dalam menentukan tujuan permasalahan. Subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dengan baik, akan tetapi pada poin (3) karena subyek kurang cermat dalam menerapkan konsep penjumlahan pecahan desimal akibatnya penyelesaian yang diperoleh menjadi tidak akurat. Sedangkan pada analisis kutipan 2 dan 3, subyek 4 telah mampu melibatkan beberapa unsur yang berpengaruh dalam menentukan tujuan permasalahan, akan tetapi subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap luas pembatas sehingga mengakibatkan penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang tepat. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan. Hal ini dimungkinkan pada saat tes diagnosis subyek tidak murni mengerjakan sendiri, selain itu terlihat bahwa subyek terbiasa menghafal jawaban sehingga terjadi kesulitan ketika diminta untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan gambar. Subyek tampak kurang fokus dalam mengikuti maksud dan alur pembicaraan, sehingga banyak jawaban subyek yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan pada saat wawancara sehingga
98 digilib.uns.ac.id 128 dapat disimpulkan bahwa analisis data yang dilakukan pada bagian ini menjadi tidak valid. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data tidak cocok, sehingga untuk soal nomor tiga subyek 4 tidak memberikan informasi apapun. 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T 4.4 T 4.4 T 4.4. Gambar 4.16 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 4 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan informasi yang diketahui di soal dengan cukup lengkap, akan tetapi karena kurangnya kecermatan dalam membaca soal subyek justru melewatkan informasi penting dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah cukup memahami permasalahan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan yaitu dengan mencari volume bak mandi. Subyek telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan operasi perkalian desimal. (3) Karena kurangnya kecermatan dalam menelaah informasi yang dikemukakan di soal akibatnya menyebabkan interpretasi yang salah pula dalam pemecahan masalah seperti yang ditunjukkan pada bagian T Subyek hanya mempertimbangkan volume
99 digilib.uns.ac.id 129 gayung yang digunakan Arya dan tidak memperhitungkan volume bak mandi yang telah dikuras Arya. Ini berarti subyek belum memahami permasalahan dengan baik. Kemampuan subyek dalam mengintegrasikan penjelasan yang telah dikemukakan masih terbatas. Walaupun demikian subyek telah mampu menerapkan operasi pembagian desimal dengan baik. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 4 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Okey.. Tadi yang mau dikuras apa dek? S : Bak mandi P : He em, ukurannya? S : Panjangnya 2,3 meter lebarnya 1,5 meter dan tingginya 1,2 meter P : Iyyak, trus tadi Arya mengurasnya sampai habis nggak? S : Seteengg... eh setengah P : Ngurasnya pake apa sih dek? S : Pake gayung P : Setiap gayungnya bisa menampung berapa m 3 air? S : 0,02 m 3 P : Oke2, tujuan kita apa dek? S : Mencari banyaknya Arya menggayung? Subyek 4 telah mampu menelaah dan mengidentifikasikan seluruh informasi yang telah diilustrasikan dalam permasalahan. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah cukup memahami masalah. Kutipan 2 P : Okeey, lalu langkah awal yang akan kita lakukan apa dek? S : Mmm mencari ukuran commit bak mandi.. to user
100 digilib.uns.ac.id 130 P : Ukurannya kan udah diketahui dek, berarti mencari apanya dek? S : Isi bak mandi P : Isi bak mandi keseluruhan, berapa tuh? S :... (siswa mulai menulis jawaban) 2,3 m x 1,5 m x 1,2 m = 4,14 m 3 Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwa subyek 4 mampu mengidentifikasikan langkah awal dalam pemecahan masalah, yaitu dengan menentukan volume bak mandi secara keseluruhan. Subyek mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan dengan tepat konsep perkalian pecahan desimal. Kutipan 3 P : Iyaa, berarti bagaimana caranya menghitung isi bak mandi yang telah dikuras? S : Nggak tauu P : Tadi kan dikuras setengahnya? berarti isi bak mandi yang udah dikuras kan setengah dari isi bak mandi secara keseluruhan kan? S : Iyaa P : Lalu gimana cara menghitungnya? S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 4,14 m 3 : 0,02 m 3 = 27 P : Nah sekarang pertanyaannya bagaimana caranya kalo kamu mau mengetahui setengah dari isi bak mandi? S :... (siswa diam) Untuk membantu memahami konsep volume setengah bak mandi, peneliti memberikan soal serupa hanya saja lebih sederhana. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 4 P : Nah berarti kalo setengah dari 27 berapa? S : 1,3
101 digilib.uns.ac.id 131 P : 1,3? darimana? S :... (siswa menulis jawaban) = 27 : 2 = 1,3 P : Berarti setengah bak mandi dikuras dengan 1,3 kali menggayung? S : Iyaa Dari kutipan wawancara 3 dan 4 dapat diketahui bahwa subyek belum mampu mengidentifikasikan dengan jelas mana yang merupakan volume gayung, mana yang merupakan volume setengah bak mandi dan mana yang merupakan volume keseluruhan. Awalnya subyek hanya menganggap bahwa dalam menentukan frekuensi menggayung subyek hanya perlu menghitung volume keseluruhan dibagi dengan volume gayung. Ini menunjukkan bahwa subyek belum cukup mengerti tentang konsep pecahan bagian sehingga subyek tidak berasumsi bahwa volume bak mandi penuh dengan volume setengah bak mandi merupakan dua hal yang berbeda. Kemampuan subyek dalam mengintegrasikan informasi dengan konsep, serta bagaimana mencari solusi pemecahan masalah dengan informasi yang telah ditemukan masih terbilang lemah sehingga tidak jarang jawaban subyek menjadi tidak sinkron dengan pertanyaan yang diberikan. Walaupun demikian, subyek mampu mengingat dan menerapkan konsep pembagian pecahan desimal dalam pecahan masalah. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 4 mampu mengidentifikasikan informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah, subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan commit jelas. to Sehingga user diindikasikan subyek telah
102 digilib.uns.ac.id 132 mampu memahami permasalahan. Pada analisis kutipan 1 subyek 4 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu mengidentifikasi dan memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 4 telah mampu menentukan langkah awal dalam pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dengan baik. Pada analisis kutipan 2 subyek 4 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam penentuan langkah awal pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) kemampuan subyek 4 dalam mengintegrasikan penjelasan yang telah dikemukakan masih terbatas. Pada analisis kutipan 3 dan 4 subyek 4 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 4 belum mampu mengintegrasikan penjelasan yang telah dikemukakan dengan tepat. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat substance. Pembahasan Dari jawaban subyek 4 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat approach, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving commit subyek to berada user pada tingkat substance, dan pada
103 digilib.uns.ac.id 133 soal nomor empat kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan metakognisi dan komunikasi matematis subyek dalam mengidentifikasikan konsep yang digunakan dalam pemecahan masalah masih terbatas, selain itu kemampuan subyek dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah juga masih terbilang rendah sehingga subyek cenderung mudah menyerah dan kurang fokus terhadap inti permasalahan. Dengan demikian dimungkinkan dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan approach substance. Dan untuk soal-soal tipe problem solving sederhana yang melibatkan sedikit operasi dengan tingkat pemahaman yang mudah, kemampuan problem solving subyek dapat mencapai tingkat completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 4 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Kemampuan metakognisi dan komunikasi matematis subyek masih terbatas, sehingga apa yang telah diketahui subyek dalam permasalahan terkadang tidak bisa disampaikan dan dikorelasikan dengan baik dalam pemecahan masalah. Hal ini menyebabkan terjadinya misinterpretasi antara permasalahan, perencanaan prosedur pengerjaan, serta konsep dalam pemecahan masalah. (b) Kemampuan subyek dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah masih terbilang rendah sehingga subyek cenderung mudah menyerah dan kurang fokus terhadap inti permasalahan yang dikemukakan. Hal ini dapat dilihat dari jawaban subyek pada saat wawancara, alur pemikiran subyek tidak fokus pada satu arah penyelesaian masalah dan tidak jarang subyek terkecoh dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengupas pemahaman subyek. (c) Subyek kurang terbiasa dengan soal-soal yang melibatkan penelaahan, pemahaman, kemampuan commit melogika to user serta penerapan konsep yang
104 digilib.uns.ac.id 134 kompleks sehingga tidak jarang subyek merasa kesulitan dalam pemecahan masalah. e. Analisis Kemampuan Subyek 5 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T T Gambar 4.17 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 1 Subyek 5 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap, ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal. (2) Pada bagian T terlihat bahwa subyek belum mampu membedakan antara pecahan bagian sawah dengan luas bagian sawah. Subyek menganggap pecahan bagian = luas bagian sehingga menimbulkan interpretasi yang salah dalam pemecahan masalah. Walaupun demikian subyek telah mampu menerapkan konsep operasi pengurangan pecahan dengan baik. Ini berarti pemahaman subyek dalam mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih kurang sehingga prosedur pengerjaan yang dilakukan menjadi tidak logis.
105 digilib.uns.ac.id 135 (3) Pada bagian T terlihat subyek melakukan operasi perkalian pecahan bagian jagung pada petak pertama dengan hasil yang diperoleh pada bagian T Hal ini menunjukkan bahwa subyek masih bingung dengan konsep yang telah dikerjakan sebelumnya, sehingga subyek melakukan prosedur yang tidak berarti. (4) Pada bagian T subyek melakukan dua operasi pada pecahan yaitu penjumlahan dan pengurangan pecahan. Subyek telah mampu memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya informasi yang ditulis pada bagian T dan kurangnya pemahaman konsep subyek melakukan kesalahan dalam menghitung luas jagung pada petak kedua. Subyek mengabaikan pecahan bagian jagung pada petak kedua dan menganggap bahwa luas jagung pada petak kedua = luas petak kedua dikurangi dengan pecahan bagian yang ditanami wortel dan kubis. Hal ini menimbulkan interpretasi yang salah terhadap jawaban akhir subyek. Sehingga dapat diindikasikan bahwa pemahaman subyek dalam menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih terbatas. (5) Karena kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek dari awal, akibatnya terjadi kesalahan yang fatal pula pada akhir prosedur pemecahan masalah yang dilakukan subyek. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 5 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan approach. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Dari informasi yang telah kamu baca tadi, tujuan dari masalah dari soal itu apa dek? S : Luas sawah yang ditanami jagung
106 digilib.uns.ac.id 136 P : Okey, lalu bagaimana caranya untuk mencari luas sawah yang ditanami jagung? S : Luas petak pertama... (siswa kemudian diam) P : Bisa nggak kamu menggambarkan masing-masing petak sawahnya Pak Slamet? S :... lupa mbak P : Dicoba dulu ajaa dek, dari soal ini sawah yang dimiliki Pak Slamet ada berapa petak? S : Dua P : Iyaa, masing-masing luasnya berapa? S : Petak I 1,2 hektar, petak II 1 1 hektar 2 P : He em, coba digambarkan.. S :... (siswa mulai menggambar sebuah kotak) P : He ee.. yang petak I ditanami apa aja? S : Ditanamii jagung sama padi P : Iyaa, jagungnya berapa bagian? S : 1 3 P : Lalu petak kedua ditanami apa aja? S : Ditanamiiii wortel 1 bagian, kubis 5 bagian dan sisanya jagung 4 8 P : Berarti ada berapa tanaman? S : Tiga P : Coba digambarkan, bisa nggak? S :... (siswa mulai menggambar) Mmmm gini mbak? Subyek 5 telah mampu mengidentifikasikan informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Pada awalnya subyek merasa agak kesulitan ketika diminta merepresentasikan maksud soal ke dalam beberapa gambar, akan tetapi setelah diberikan beberapa pertanyaan bantuan, subyek mampu mengilustrasikan permasalahan. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi commit to dengan user jelas tujuan permasalahan.
107 digilib.uns.ac.id 137 Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu menelaah dan memahami permasalahan. Kutipan 2 P : Iyaa, berarti idenya bagaimana? S : Mencari luas jagung di petak I dan petak II Subyek 5 telah mampu menemukan ide pemecahan masalah yang akan dilakukan. Kutipan 3 P : Oke.. lalu bagaimana caranya mencari luas jagung di petak I? S : Luas 1,2 hektar dikurangi 1 3 Subyek mengasumsikan bahwa pecahan bagian jagung = luas bagian sawah yang ditanami jagung. Hal ini menimbulkan terjadinya kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek sehingga konsep yang diterapkan menjadi salah. Kutipan 4 P : Okey kalo yang dipetak II cara mencarinya bagaimana? S : dikurangi 1 4 ditambah 5 8 P : He em.. coba dek kamu tuliskan apa yang kamu bilang tadi.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) jagung 1 = 1,2 hektar - 1 = = 12-1 = = jagung 2 = ( ) = = = 5 8 seluruh jagung = = = 179 = 1 hektar P : Berarti luas jagung keseluruhan berapa? S : 1 hektar mbak Sama halnya yang dilakukan pada kutipan 3, subyek juga melakukan hal yang sama pada saat menentukan luas jagung pada petak II, subyek berasumsi bahwa pecahan-pecahan bagian yang disebutkan dalam soal merupakan luas bagian dari masing-masing tanaman. Subyek tampak kurang memahami commit konsep to user permasalahan. Sehingga dapat
108 digilib.uns.ac.id 138 diindikasikan bahwa kemampuan subyek dalam menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih terbatas. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat approach. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 5 mampu mengidentifikasikan informasi serta tujuan permasalahan dengan jelas sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah cukup memahami permasalahan yang dikemukakan. Pada analisis kutipan 1 subyek 5 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan soal. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 5 belum mampu mengidentifikasikan perbedaan antara pecahan bagian dengan luas bagian dengan jelas, sehingga terjadi kesalahan interpretasi yang dilakukan subyek yang mengakibatkan subyek belum mampu mencapai pemecahan masalah. Pada analisis kutipan 3 subyek 5 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan subyek 5 dalam mengidentifikasikan konsep yang digunakan dalam pemecahan masalah masih terbatas. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (4) subyek 5 melakukan kesalahan interpretasi akibat kurangnya penguasaan subyek terhadap konsep pecahan bagian dan luas bagian. Hal ini mengakibatkan kesalalahan commit to yang user fatal pada penyelesaian masalah.
109 digilib.uns.ac.id 139 Kemampuan subyek dalam menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah masih terbatas. Pada analisis kutipan 4 subyek 5 melakukan hal yang sama. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan subyek dalam menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep dalam pemecahan masalah masih terbatas. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat approach. 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.18 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 2 Subyek 5 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan informasi yang diketahui di soal dengan jelas. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah.
110 digilib.uns.ac.id 140 (3) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat sifat, mengoperasikan, dan pembagian pecahan dengan baik sehingga diperoleh hasil yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 5 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : He em.. tujuan kita apa dek? S : Bunga yang dapat dibuat Rita.. P : Okey, pita yang disediakan sama bu Arni berapa? S : 2 1 meter 2 P : Setiap bunganya memerlukan? S : 1 meter 4 Subyek 5 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Subyek dapat mengidentifikasikan dengan jelas tujuan dari permasalahan. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Lalu bagaimana caranya mencari bunga yang dapat dibuat Rita? S : 2 1 dibagi P : Iyaa, ketemunya berapa? S :... (siswa sambil mencorat-coret) Ketemunya 10 bunga Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat sifat pembagian pecahan dan dapat mengoperasikannya dengan baik sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di commit atas, to dapat user diketahui bahwa pada saat
111 digilib.uns.ac.id 141 menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 5 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 5 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) dan (3) subyek 5 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 5 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat completion.
112 digilib.uns.ac.id 142 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.19 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 3 Subyek 5 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap. Subyek telah mampu menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan di soal. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik, mampu mengingat sifat perkalian pada pecahan desimal dan tepat dalam menerapkan dan mengkombinasikan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam menentukan luas kolam renang dewasa yang meliputi luas keseluruhan tanah, luas kolam renang anak dan luas pembatas. (3) Subyek telah mampu menggunakan prosedur yang benar dan hampir sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan yang dideskripsikan di soal, akan tetapi karena melakukan kesalahan dalam melakukan operasi pengurangan desimal akibatnya luas kolam renang yang dihasilkan juga salah seperti yang ditunjukkan pada bagian T Terlihat bahwa subyek belum cukup memahami konsep pengurangan desimal dengan baik.
113 digilib.uns.ac.id 143 Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 5 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan result. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Sudah? yang diketahui dari soal apa dek? S : Tanah yang tersedia berbentuk persegi panjang berukuran 22,5 meter dan lebarnya 3,6 meter P : Oyaa, kemudian tanahnya mau dibuat apa? S : Kolam renang P : Berapa jenis kolam renang? Sebutkan! S : Dua, kolam renang untuk dewasa dan kolam renang anak-anak P : Lalu berapa ukuran dari masing-masing kolam renang tersebut? S : Kolam renang anak-anak panjangnya 5 meter dan lebar 3,6 meter P : Kolam renang dewasanya? S : Nggak tauu P : Okey, apakah antara kolam renang dewasa dengan kolam renang anak-anak itu dibatasi oleh sesuatu? S : Iya P : Dibatasi oleh apa? S : Dibatasi lantai pembatas sepanjang satu meter P : Yaa.. bisa kamu gambarkan nggak dek kira-kira kolam renangnya berbentuk seperti apa nanti? S :... (siswa mulai menggambar sebuah persegi panjang) P : Okey.. trus panjang 1 meter itu yang mana dek? dari atas ke bawah sini apa dari kiri ke kanan? (sambil menunjuk garis pembatas yang telah dibuat siswa) S : Dari sini ke sini (siswa sambil menunjuk panjang garis pembatas dari atas ke bawah yang sejajar dengan lebar tanah = 3,6 m ) P : Yaa.. kita tadi mau cari apa dek? S : Luas permukaan kolam renang dewasa
114 digilib.uns.ac.id 144 Pada awalnya subyek 5 telah mampu menelaah dan mengidentifikasikan informasi yang telah dikemukakan. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan. Selanjutnya subyek diminta untuk mengkonstruksi apa yang telah diketahui ke dalam sebuah gambar. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman subyek terhadap masalah. Akan tetapi subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap pembatas kolam. Subyek mengasumsikan bahwa pembatas hanya berupa garis lurus sehingga mengakibatkan persepsi yang salah terhadap jawaban subyek. Kemampuan subyek dalam mengintegrasikan informasi yang telah diketahui sebelumnya masih terbatas. Dengan demikian subyek belum benar-benar mengerti dengan apa yang dimaksud di soal. Kutipan 2 P : He em, berarti bagaimana caranya mencari? S : Luas tanah dikalikan, dikurangi satu meter, trus hasilnya dikurangi 5 meter dikali 3,6 meter P : Okey, coba dituliskan.. S :... (siswa sambil mencoret-coret) Luas tanah = 22,5 m x 3,6 m = 81 m 2 P : Iyaa, trus nyari apa lagi? S : Pembatas P : He em pembatasnya diapakan? S : Dikurangi P : Dikurangkan? S : Iyaa P : Yaa coba dikurangkaann.. S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 81 1 = 80 P : Trus nyari apa lagi? S : Nyarii.. luas kolam renang commit anak-anak to user
115 digilib.uns.ac.id 145 P : Okee S :... (siswa kembali menulis jawaban) Luas kolam renang anak-anak = 5 m x 3,6 m = 18 m 2 P : Oke2.. tadi yang mau kita cari apa? S : Luas permukaan kolam renang dewasa P : Iyaa, berarti bagaimana caranya? S :... (siswa menulis jawaban) Luas kolam dewasa = 80 m 2 18 m 2 = 62 m 2 Subyek telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep perkalian dan pengurangan pecahan desimal ke dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap luas pembatas akibatnya terjadi persepsi yang salah dalam menentukan luas permukaan kolam renang dewasa. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan problem solving subyek, peneliti memberikan beberapa pertanyaan bantuan untuk membantu subyek memahami konsep permasalahan. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 3 P : Nah trus gimana dek? S : Mmmm.. oh aku tau mbak, berarti salah ya mbak.. berarti luas pembatasnya juga dikurangkan gitu mbak? P : Nahh coba dikerjakan dek.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) luas pembatas = 1 x... Mmm berarti ukuran pembatasnya berapa mbak? P : Hmm sekarang liat gambarmu lagii, kira-kira apa yang perlu ditambahkan untuk menggambarkan bahwa pembatas itu memiliki panjang dan lebar...? S : Mmmm... (siswa berpikir)
116 digilib.uns.ac.id 146 Kalo gini bisa nggak mbak? (sambil menambahkan garis disebelah garis pembatas semula sehingga terbentuk sebuah persegi panjang yang baru) P : Iyaa.. berarti sisi pembatas yang panjang itu ukurannya berapa dek? itu kan sejajar sama lebar kolam renang, apakah panjangnya juga sama dengan lebar kolam renang? S : Mmmm menurutku sama mbak.. P : Okee.. lah berarti sisi pembatas yang pendek ini berapa dong panjangnya? S : Naah itu dia mbak, ak bingung... P : Coba dibaca lagi soalnyaa, cermati lagi dek.. antara kolam renang dewasa dan anak-anak dibatasi pembatas sepanjang berapa meter? S : Oooo iyaiya mbak, berarti yang pendek ini 1 m ya mbak? P : Yaa coba dikerjain lagii S :... (siswa mulai menulis jawaban) luas pembatas = 1 x 3,6 = 3,6 m 2 jadi, luas kolam dewasa = luas keseluruhan luas kolam anak luas pembatas = ,6 = 27 m 2 Namun setelah diberikan pertanyaan bantuan, ternyata subyek mampu mengklarifikasi kesalahan yang dilakukan dan mampu mengidentifikasikan luas pembatas sebagai unsur yang terkait dalam menyelesaikan masalah. Hal ini menunjukkan kemampuan metakognisi dan kemampuan komunikasi matematis subyek sudah mulai nampak. Akan tetapi karena subyek kurang teliti dalam melakukan perhitungan pengurangan desimal, hasil akhir yang diperoleh menjadi kurang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat substance dan setelah dilakukan wawancara dengan disertai pertanyaan bantuan kemampuan subyek telah mencapai tingkat result.
117 digilib.uns.ac.id 147 d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek telah mampu menuliskan apa yang diketahui dengan cukup lengkap. Subyek telah mampu menunjukkan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan di soal. Sedangkan pada analisis kutipan 1 subyek mampu mengidentifikasikan informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Akan tetapi ketika subyek diminta untuk mengilustrasikan masalah ke dalam gambar, subyek melakukan kesalahan interpretasi dalam menentukan pembatas yang dimaksud dalam masalah. Sehingga dapat diindikasikan subyek belum benar-benar memahami masalah. Dari kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengintegrasikan informasi yang diperoleh sebelumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 telah mampu mengidentifikasikan informasi serta tujuan permasalahan dengan jelas. Subyek telah cukup memahami masalah yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 5 telah mampu mengidentifikasi masalah yang dikemukakan di soal dengan baik, mampu mengingat konsep perkalian pada pecahan desimal dan tepat dalam menerapkan dan mengkombinasikan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berpengaruh dalam menentukan luas kolam renang dewasa yang meliputi luas keseluruhan tanah, luas kolam renang anak dan luas pembatas. Dan pada poin (3) subyek telah melakukan prosedur pengerjaan yang benar, akan tetapi karena kurang teliti dalam perhitungan, jawaban akhir yang diperoleh menjadi salah. Kemampuan subyek commit dalam to user memahami konsep pengurangan
118 digilib.uns.ac.id 148 desimal masih terbatas. Sedangkan pada analisis kutipan 2 dan 3 subyek telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep perkalian dan pengurangan pecahan desimal ke dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap luas pembatas akibatnya terjadi persepsi yang salah dalam menentukan luas permukaan kolam renang dewasa. Dari kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengidentifikasi unsur yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan mengintegrasikan informasi yang telah diperoleh sebelumnya masih terbatas, akibatnya kemampuan konstruksi dan metakognisi subyek menjadi kurang sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 telah mampu mengidentifikasi unsurunsur yang berkaitan dalam pemecahan masalah serta mampu megingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat result.
119 digilib.uns.ac.id 149 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.20 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 5 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah cukup jelas menuliskan informasi yang telah diketahui pada soal. Subyek telah cukup memahami masalah yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu megingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian dan pembagian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengidentifikasi dan memahami dengan jelas tujuan dari permasalahan yang dikemukakan. Walaupun tidak mengidentifikasikan langkah-langkahnya dengan jelas, akan tetapi dari prosedur pengerjaan yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa siswa telah mampu menelaah secara penuh masalah yang dikemukakan. Pada langkah awal subyek mencari volume bak mandi penuh, kemudian membagi dua volume tersebut karena pada saat istirahat Arya telah menguras setengah volume bak mandi. Selanjutnya subyek membagi volume setengah bak mandi tersebut dengan volume gayung yang telah ditentukan yaitu 0,02 m 3 sehingga diperoleh penyelesaian yang tepat dan valid.
120 digilib.uns.ac.id 150 Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 5 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Sudah? Okey... dari yang telah kamu baca informasi apa yang dapat kamu peroleh dek? S : Arya mau menguras bak mandi P : Yaa.. ukuran bak mandinya berapa? S : Panjang 2,3 meter lebar 1,5 meter dan tinggi 1,2 meter P : Okey.. tadi Arya mengurasnya pake gelas ya dek? S : Bukan mbak, pake gayung.. P : Ooohh pake gayung, tiap gayung bisa menampung berapa m 3 air? S : 0,02 m 3 P : Yaa.. sampai habis nggak Arya mengurasnya? S : Enggak, cuma setengahnya.. P : Oke2.. lalu tujuan kita apa? S : Berapa kali menggayung yang dilakukan Arya sampai istirahat? P : Berarti sampai habis apa setengahnya aja? S : Sampai habis P : Sampai Arya istirahat tadi mengurasnya sudah sampai habis? S : Eh enggak, sampek setengah Subyek 5 telah mampu menelaah dan mengidentifikasi informasi yang terkait dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan. Kutipan 2 P : Berarti bagaimana cara mengerjakannya dek? S : Menghitung isi bak mandi P : Iya, habis itu? S : Dibagi 0,02 m 3
121 digilib.uns.ac.id 151 P : Setelah itu S :... (siswa diam) P : Okey dikerjakan dulu saja deekk.. S :... (siswa mulai mengerjakan) 207 Isi bak mandi = 2,3 m x 1,5 m x 1,2 m = 4,14 m 3 P : Isi bak mandi keseluruhannya berapa jadinya? S : 4,14 m 3 P : Yap, trus langkah selanjutnya diapain lagi dek? S : Dibagi 0,02 m 3 P : Yak, cobaa.. S :... (siswa kembali menulis jawaban) = 4,14 m 3 : 0,02 m 3 = = x = = 207 P : Okeyy.. itu kan untuk seluruh bak mandi ya? S : Iyaa P : Kaloo untuk setengah bak mandi gimana? S :... (siswa kembali menulis jawaban) P S Setengah isi bak mandi = 207 x 1 2 = x 1 2 = = 103,5 udah mbak : Okey, berarti berapa kali menggayung? : 103,5 kali Subyek 5 telah mampu mengintegrasikan informasi yang telah diketahui sebelumnya menjadi sebuah rangkaian pemecahan masalah yang valid. Subyek telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep perkalian dan pembagian pecahan desimal dengan baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa subyek telah sepenuhnya memahami dan menyelesaikan dengan tepat permasalahan yang dikemukakan.
122 digilib.uns.ac.id 152 Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 5 telah mampu menuliskan dan mengidentifikasikan informasi yang telah dikemukakan dengan jelas, subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Pada analisis kutipan 1 subyek 5 telah mempu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 5 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 5 telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengintegrasikan seluruh informasi yang telah dikemukakan menjadi sebuah rangkaian pemecahan masalah yang valid. Sehingga dapat dikatakan subyek telah benar-benar memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Pada analisis kutipan 2 subyek 5 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan megkombinasikan konsep dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh suatu pemecahan masalah yang valid. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan commit wawancara to user cocok. Sehingga berdasarkan hasil
123 digilib.uns.ac.id 153 analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 5 telah mencapai tingkat completion. Pembahasan Dari jawaban subyek 5 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat approach, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat result, dan pada soal nomor empat kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan subyek dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah masih terbatas yang mengakibatkan kemampuan metakognisi dan komunikasi matematis subyek menjadi tidak sempurna, sehingga dimungkinkan dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan approach completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 5 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Penguasaan subyek terhadap konsep operasi pecahan desimal masih terbatas sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan yang fatal. (b) Kurangnya kemampuan berpikir kritis subyek terhadap berbagai kemungkinan yang ada dalam menentukan pemecahan suatu masalah.
124 digilib.uns.ac.id 154 f. Analisis Kemampuan Subyek 6 1) Soal Nomor 1 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T T Gambar 4.21 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 1 Subyek 6 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (a) Pada bagian T subyek mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap. Subyek mampu menelaah dan mengidentifikasikan seluruh informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal. (b) Pada bagian T subyek telah mampu memahami konsep perkalian pecahan dan mampu mengkombinasikan dalam menghitung luas sawah yang ditanami jagung pada petak pertama, ini berarti subyek telah mampu memahami konsep tentang luas bagian yaitu dengan mengalikan pecahan bagian dari masingmasing tanaman dengan luas keseluruhan. (c) Pada bagian T subyek melakukan dua operasi pada pecahan yaitu penjumlahan commit dan perkalian to user pecahan. Subyek telah mampu
125 digilib.uns.ac.id 155 memahami konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep subyek melakukan kesalahan dalam menghitung luas jagung pada petak kedua. Subyek mengabaikan pecahan bagian jagung pada petak kedua dan mengasumsikan bahwa luas jagung pada petak kedua = luas sawah yang ditanami wortel dan kubis. Hal ini menimbulkan interpretasi yang salah terhadap jawaban subyek. (d) Karena salah dalam menentukan luas jagung pada petak kedua sehingga menimbulkan intepretasi yang salah pula dalam menentukan luas keseluruhan sawah yang ditanami jagung seperti yang ditunjukkan pada bagian T Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 6 pada soal nomor 1 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Yak, dari yang telah kamu baca tadii Pak Slamet punya berapa petak sawah? S : Duaa P : Luas masing-masing petaknya berapa? S : Yang pertama luasnya 1,2 hektar, yang kedua 1 1 hektar 2 P : Okee.. yang pertama ditanami apa aja sih? S : Ditanami jagung dan padi P : Jagungnya berapa bagian? S : Sepertiga P : Padinya? S : Nggak diketahui P : Okeey, kalo petak kedua ditanami apa aja? S : Wortel, kubis dan sisanya ditanami jagung P : He em, wortelnya berapa bagiaann? S : Seperempaat bagian
126 digilib.uns.ac.id 156 P : Kubis dan jagungnya? S : 5 bagian, jagungnya dicarii.. 8 P : Iyaa, tujuan kita nanti apa? S : Mencari keseluruhan luas sawah yang ditanami jagung.. P : Bisa nggak kamu menggambarkan masing-masing petak sawahnya Pak Slamet? S : Bisa.. (siswa mulai menggambar) Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 6 telah mampu menelaah dan mengidentifikasikan seluruh informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengintegrasikan dan mengilustrasikan apa yang telah diketahui ke dalam beberapa gambar untuk mempermudah pemahaman subyek terhadap masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasi tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Kemudian kita nyari apa dulu dek? S : Nyari luas jagung di petak pertama.. P : Iyaa caranya bagaimana? S : 1,2 hektar dikurangi 1 3 P : Yaa, hasilnya berapa dek? coba dihituungg.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) = = = 3 15 Subyek telah memahami prosedur pengerjaan yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Subyek berasumsi bahwa pecahan bagian jagung yang disebutkan dalam soal merupakan luas bagian sawah yang ditanami jagung, akibatnya terjadi kesalahan pemahaman sehingga tujuan yang dimaksud tidak terpenuhi yaitu menentukan luas sawah commit yang to user ditanami jagung pada petak pertama.
127 digilib.uns.ac.id 157 Subyek masih bingung harus menggunakan konsep operasi yang mana yang harus digunakan dalam pemecahan masalah. Kutipan 3 P : Lalu langkah berikutnya ngapain dek? S : Mencari luas jagung di petak kedua P : Iyaa, bagaimana caranya? S : Satu setengah dikurangi trus dikurangi lagi mbak P : Coba dituliskan dek.. S :... (siswa kembali menulis jawaban) = = = 10 5 = P : Jadi luas jagung di petak kedua 5 8? S : Iyaa Sama halnya pada kutipan 2, pada kutipan 3 subyek juga melakukan kesalahan interpretasi yang mengakibatkan kesalahan dalam menghitung luas sawah yang ditanami jagung pada petak kedua. Kurangnya penguasaan konsep mengakibatkan subyek melakukan kesalahan yang fatal. Kutipan 4 P : Okeey, lalu bagaimana kalo kita mau mencari luas jagung secara keseluruhan? S : 3 15 ditambah 5 8 P : Yak, hasilnya berapa? S :... (siswa kembali menulis jawaban) = = 179 = P : Okey jadi luasnya berapa? S : 1 hektar Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa akibat melakukan kesalahan-kesalahan pada langkah sebelumnya subyek tidak dapat
128 digilib.uns.ac.id 158 memenuhi penyelesaian masalah yang valid walaupun prosedur yang dilakukan sudah benar. Untuk mencari tahu sejauh mana kemampuan problem solving siswa peneliti memberikan masalah baru yang serupa akan tetapi lebih sederhana. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 5 P : Iyaa, lah kalo sepertiga bagian dari 1,2 hektar? S : 1 kali 1,2 mbak? 3 P : Iyap, sekarang kalo petak II tadi gimana? jika 1 bagiannya wortel, bagiannya kubis, sisanya jagung. Sedangkan luas petak II 1 1 hektar. 2 Luas jagungnya berapa berarti? S : Mmmm... (siswa berpikir) S : Berarti 1 4 dikali 11 2 hasilnya berapaa, trus 5 8 dikali 11 2 hasilnya berapaa.. P : Trus luas jagungnya S : Luas jagungnya berartiii 1 1 dikurangi hasilnya yang dua tadi? 2 P : Iyaa bener. Udah ngerti dek caranya? S : Hehe udah mbak Setelah diberikan pertanyaan bantuan yang mencoba menggali pemahaman subyek seperti pada bagian S 6.1.7, subyek telah mampu mengidentifikasikan kesalahan yang telah dilakukan. Kutipan 6 P : Tadi kenapa kesulitan? S : Lha jarang dikasih soal yang ruwet kayak gini i mbak, palingan soal cerita kayak gini ada di LKS, tapi ya nggak ruwet-ruwet banget. Biasanya dibuat PR mbak, tapi nggak pernah dibahas sm bapake og.. P : Ooo gitu yaa dek? Lah biasanya satu soal itu melibatkan berapa operasi? Pernah nggak dapet soal yang operasinya banyak kayak tadi?
129 digilib.uns.ac.id 159 S : Mmm kalo soal langsung itung-itungan pernah mbak yang ada operasinya banyak, tapi kalo soal cerita nggak banyak mbak, paling cuma satu atau dua operasi, soalnya buat latihan jadi nggak sulit-sulit mbak.. P : Hoo yaya, kemarin kamu ngerjainnya bagaimana dek? kayak yang tadi kah? S : Kayak yang mana mbak? yang pertama tadi? P : Iya yang pertama kali tadii.. S : Mmmm iya nggak ya mbak?... hehe lupa ii mbak P : Lah ngerjain sendiri apa lihat jawaban temeennn? S : Ya ngerjain sendiri mbak, tapi lupaa.. ehehe Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 4 telah mencapai tingkat approach. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 6 mampu menuliskan apa yang telah diketahui di soal dengan cukup lengkap. Subyek mampu menelaah dan mengidentifikasikan seluruh informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Ini berarti subyek sudah cukup memahami masalah yang dikemukakan di soal. Pada analisis kutipan 1 subyek mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 6 telah mampu memahami konsep perkalian pecahan dan mampu mengkombinasikan dalam pemecahan masalah, ini berarti subyek telah mampu memahami commit konsep to user tentang luas bagian yaitu dengan
130 digilib.uns.ac.id 160 mengalikan pecahan bagian dari masing-masing tanaman dengan luas keseluruhan. Sedangkan pada analisis kutipan 2 tampak bahwa subyek telah mampu memahami prosedur pengerjaan yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep subyek melakukan kesalahan interpretasi, akibatnya subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan karena kurangnya ketelitian subyek dalam menerapkan konsep yang telah diketahuinya ke dalam pemecahan masalah. Hal ini dimungkinkan karena subyek jarang mendapatkan soal-soal problem solving dalam pembelajaran, sehingga pengalaman subyek dalam pemecahan masalah serta penguatan terhadap konsep masih terbilang kurang. Sehingga dapat disimpulkan subyek telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan dalam pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 6 telah mampu memahami konsep penjumlahan dan perkalian pecahan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya penguasaan konsep subyek melakukan kesalahan interpretasi yang mengakibatkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Pada analisis kutipan 3 subyek 6 juga melakukan kesalahan interpretasi yang mengakibatkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu memahami konsep penjumlahan, pengurangan dan perkalian pecahan akan tetapi karena kemampuan subyek dalam mengkombinasikan masih terbatas akibatnya subyek melakukan kesalahan interpretasi yang mengakibatkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. (d) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (4) subyek 6 telah mampu melakukan prosedur commit pengerjaan to user yang benar, akan tetapi karena
131 digilib.uns.ac.id 161 subyek melakukan kesalahan pada langkah sebelumnya maka penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang valid. Pada analisis kutipan 4 subyek 6 juga melakukan hal serupa. Dari kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek telah mampu melakukan prosedur pengerjaan yang benar, akan tetapi kesalahan yang dilakukan sebelumnya menyebabkan penyelesaian yang diperoleh subyek menjadi kurang valid. Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis dia atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor satu kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat substance. 2) Soal Nomor 2 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.22 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 2 Subyek 6 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan informasi yang diketahui di soal dengan jelas. Ini berarti siswa telah memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek telah mampu mengingat sifat, mengoperasikan, dan menerapkan konsep pembagian pecahan dengan baik sehingga diperoleh hasil yang valid.
132 digilib.uns.ac.id 162 Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 6 pada soal nomor 2 ini telah mencapai tingkat kemampuan completion. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Selanjutnya, silahkan dibaca dan dipahami soalnya dek.. S : Udah P : Oke, tadi bu Arni menyediakan berapa meter pita untuk setiap anaknya? S : 2 1 meter 2 P : Yap, mau dibuat apa pitanya? S : Dibuat bunga.. P : Setiap bunga membutuhkan berapa meter? S : Seperempat meter Subyek 6 telah mampu mengidentifikasi dan menelaah dengan baik masalah yang diilustrasikan soal. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Berarti caranya bagaimana untuk mencari jumlah bunga yang dapat dibuat? S : 2 1 dibagi P : Okee, ketemunya? S :... (siswa sambil mencorat-coret) Ketemunya 10 mbak Subyek 6 telah mampu mengingat dan menerapkan dengan tepat konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah. Subyek mampu mengingat sifat pembagian pecahan dan dapat mengoperasikannya dengan baik sehingga diperoleh penyelesaian yang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di commit atas, to dapat user diketahui bahwa pada saat
133 digilib.uns.ac.id 163 menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat completion. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 6 telah mampu memahami dan mengidentifikasikan masalah yang diilustrasikan soal. Pada analisis kutipan 1 subyek 6 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu memahami permasalahan yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 6 telah mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan dalam pemecahan masalah sehingga diperoleh hasil yang valid. Pada analisis kutipan 2 subyek 6 mampu melakukan hal yang serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep pembagian pecahan ke dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, semua data jawaban tes diagnosis dan data kutipan wawancara cocok. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor dua kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat completion.
134 digilib.uns.ac.id 164 3) Soal Nomor 3 a) Jawaban Tes Diagnosis T T Gambar 4.23 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 3 Subyek 6 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T subyek telah mampu menuliskan informasi yang telah diketahui dengan lengkap, subyek mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan. (2) Pada bagian T subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep penjumlahan desimal, perkalian dan pembagian pecahan dengan baik, akan tetapi karena penguasaan konsep permasalahan serta pemahaman terhadap masalah yang sangat kurang mengakibatkan prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 6 pada soal nomor 3 ini telah mencapai tingkat kemampuan noncommencement. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Okey, tanah yang tersedia bentuknya apa dek? S : Persegi panjang P : Ukurannya?
135 digilib.uns.ac.id 165 S : 22,5 meter lebarnya 3,6 meter P : Okeey, mau dibuat apa? S : Kolam renang anak-anak dan dewasa P : Diantara kolam renang itu ada pembatasnya apa nggak? S : Ada P : Pembatasnya berupa apa? S : Berupa lantai satu meter P : Okey, ukuran kolam renang anak-anaknya berapa dek? S : Panjangnya 5 m lebarnya 3,6 m P : Kalo ukuran kolam renang dewasanya berapa? S : Belum tauu P : Okeey, berarti kita mau nyari apa? S : Luas kolam renang dewasa.. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 6 telah mampu mengidentifikasikan informasi yang telah dikemukakan ke dalam pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu memahami permasalahan yang dikemukakan. Kutipan 2 P : Iyaa, bagaimana caranya dek? S : 22,5 kali 3,6 kemudian dikurangi pembatas 1 meter kemudian dikurangi 5 kali 3,6 meter P : 22,5 kali 3,6 itu apa dek? S : Luas keseluruhan P : Lah yang 5 kali 3,6? S : Luas kolam renang anak-anak P : Oooh yaa, coba dikerjakaan S :... (siswa sambil mencorat-coret) Berarti luas kolam renang dewasa nya 62 m 2 P : Okey, 62 m 2 ya? S : Iyaa
136 digilib.uns.ac.id 166 Subyek 6 telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berkaitan dalam pemecahan masalah, yaitu luas kolam renang keseluruhan dan luas kolam renang anak-anak. Subyek telah memperhitungkan pembatas dalam penyelesaian masalah, akan tetapi karena kurangnya kecermatan dalam memahami permasalahan subyek melakukan kesalahan interpretasi terhadap luas pembatas yang mengakibatkan penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang valid. Hal ini menyebabkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Kutipan 3 P : Oke2, ngomong-ngomong pekerjaanmu kali ini lumayan bagus lho dek? Kemarin waktu tes ngerasa bisa ngerjain nggak? S : Hehee.. nggak bisa mbak, kemarin aku tu bingung sama yang dimaksud soal mbak. Aku tau yang mau dicari apaa, tapi nggak mudeng caranya gimana.. hehe salah banyak po mbak? P : Yaa.. yaa nggak juga sih, tapi peningkatanmu udah lumayan bagus ko. Kamu kerjain lagi po dek di rumah? S : Enggak mbaak, tapi pas habis tes kemarin tu ak nanya-nanya sama temen-temen caranya gimana.. soalnya aku paling nggak mudeng yang nomor tiga itu mbak.. hehe Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat substance. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 6 telah mampu menuliskan dan mengidentifikasikan informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan permasalahan dengan jelas. Sehingga diindikasikan subyek commit telah to mampu user memahami permasalahan yang
137 digilib.uns.ac.id 167 telah dikemukakan. Pada analisis kutipan 1 subyek 6 mampu melakukan hal serupa. Dari hasil kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu mengidentifikasi dan memahami masalah yang telah dikemukakan. (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 6 telah mampu mengingat dan menerapkan konsep penjumlahan desimal, perkalian dan pembagian pecahan dengan baik, akan tetapi karena penguasaan konsep permasalahan serta pemahaman terhadap masalah yang sangat kurang mengakibatkan prosedur pengerjaan yang dilakukan tanpa dasar yang logis. Kemampuan menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah belum nampak. Sedangkan pada analisis kutipan 2 subyek 6 telah mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang berkaitan dalam pemecahan masalah. Kemampuan subyek dalam mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah sudah mulai nampak. Akan tetapi karena kurangnya kecermatan subyek dalam memahami permasalahan subyek melakukan kesalahan interpretasi yang mengakibatkan penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang valid. Dari hasil kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal mengingat dan mengkombinasikan konsep. Hal ini disebabkan karena kurang cermatnya subyek dalam memahami permasalahan dan kurangnya pemahaman subyek terhadap konsep pecahan. Selain itu, setelah tes berakhir subyek telah melakukan diskusi dan membahas masalah tersebut dengan temannya. Hal ini memungkinkan terjadinya peningkatan kemampuan subyek saat wawancara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu mengingat, menerapkan, merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah.
138 digilib.uns.ac.id 168 Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor tiga kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat noncommencement dan setelah dilakukan wawancara kemampuan problem solving subyek 6 mengalami peningkatan pada tingkat substance. 4) Soal Nomor 4 a) Jawaban Tes Diagnosis T T T Gambar 4.24 Jawaban Tes Diagnosis Soal No 4 Subyek 6 b) Analisis Jawaban Tes Diagnosis (1) Pada bagian T terlihat bahwa subyek telah cukup memahami permasalahan yang dikemukakan, subyek mampu menuliskan informasi yang diketahui di soal dengan cukup jelas. (2) Pada langkah awal subyek telah menunjukkan prosedur pengerjaan yang benar yaitu dengan mencari volume bak mandi penuh. Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam menentukan volume bak mandi. Akan tetapi terjadi salah interpretasi dalam perhitungan, sehingga volume yang dihasilkan menjadi salah seperti terlihat pada bagian T (3) Pada bagian T subyek menerapkan konsep pembagian, akan tetapi angka yang diperoleh tidak jelas darimana asalnya sehingga
139 digilib.uns.ac.id 169 mengakibatkan prosedur pengerjaan yang dilakukan menjadi tidak jelas. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan di atas maka subyek 6 pada soal nomor 4 ini telah mencapai tingkat kemampuan substance. c) Analisis Kutipan Wawancara Kutipan 1 P : Okey.. Dari informasi yang telah kamu baca, tadi Arya disuruh menguras apa dek? S : Bak mandi P : Yaa, ukurannya berapa? S : Panjangnya 2,3 meter, lebarnya 1,5 meter dan tingginya 1,2 meter P : Dia menguras pake apa? S : Pake gayung P : Volume gayungnya berapa? S : 0,02 m 3 P : Iyak, trus Arya sudah mengurasnya sampai habis apa belum? S : Belum P : Beluum, berarti cuma sampai seberapa? S : Setengah bak mandi P : Iyaa sampai setengahnya yaa, habis itu dia istirahat yaa? S : Iyaa P : Berarti volume yang telah dikuras itu seberapanya volume bak mandi penuh? S : Setengahnya.. P : Okeyy, tujuan kita mau apa dek? S : Mau mencari berapa kali Arya menggayung.. Subyek 6 telah mampu menelaah dan mengidentifikasikan seluruh informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan dengan jelas tujuan permasalahan. Sehingga
140 digilib.uns.ac.id 170 dapat diindikasikan bahwa subyek telah mampu menelaah, mengidentifikasi dan memahami permasalahan yang telah dikemukakan. Kutipan 2 P : Yaa, berarti langkah awal yang akan kamu kerjaan apa? S : Mencari luas balok.. P : Mencari luas balok? cobaa dikerjakaan.. S :... (siswa mulai mencorat-coret jawaban) P : Luas balok apa volume balok dek? S : Eh volume balok mbak.. hehe lupaa Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa subyek 6 telah mampu mengidentifikasikan langkah awal dalam pemecahan masalah, yaitu dengan menentukan volume bak mandi penuh. Subyek mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dengan tepat. Kutipan 3 P : Tadi Arya mengurasnya sampai seberapa? S : Setengah P : Berarti gimana caranya mendapatkan volume setengah bak mandi? S : Berartiii 4,14 dibagi setengah.. P : 4,14 dibagi setengah.. yakin dibagi setengah? S : Iya mbak.. P : Okey, coba dikerjakan.. S :... (siswa mulai menulis jawaban) = 4,14 : 2 = 4,14 x 1 = 4,14 = 2,7 m P : He em itu berarti volume setengahnya ya? S : Iyaa P : Trus tujuan kita tadi apa? S : Mmmm berapa kali menggayung.. P : Okey, berarti bagaimana caranya? S : Mmmm 2,7 m 3 kali 0,02 m 3 P : Okey, coba kerjain deekk..
141 digilib.uns.ac.id 171 S :... (siswa mulai menulis jawaban) = 2,7 x 0,02 = 27 x 2 = 54 = 0,054 kali P : 0,054 sama 1 gedean mana dek? S : gedean satu mbak P : Jadi, mungkin nggak kalo menguras setengah bak mandi dengan kurang dari satu kali menggayung? S : Hehehe enggak mbak.. Subyek 6 telah mampu memahami prosedur pengerjaan yang akan dilakukan dalam pemecahan masalah, akan tetapi subyek masih sering melakukan kekeliruan dalam mengidentifikasikan konsep operasi yang akan digunakan dalam pemecahan masalah walaupun yang dimaksud benar. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 4 P : Jadi bener dikalikan? S :... P : Dikali, dibagi, ditambah, atau dikurangi? S : Mmmm bingung sayaa mbak.. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan problem solving siswa terutama pemahaman siswa tentang penggunaan konsep pecahan yang sesuai dengan permasalahan, peneliti memberikan pertanyaan serupa akan tetapi dalam konteks yang lebih sederhana. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Kutipan 5 P : Okey, lalu kalo soal yang tadi.. Volume setengah bak mandinya 2,7 m 3 kan katamu tadi, trus dikuras menggunakan sebuah gayung dengan volume 0,02 m 3. Kalau mencari banyaknya Arya menggayung caranya gimana? S : Mmmm berarti 2,7 dibagi 0,02 mbak? P : Iyaaps, coba dikerjakan.. S :... (siswa kembali menulis jawaban)
142 digilib.uns.ac.id 172 P S P = 2,7 : 0,02 = 2 : = = x = = 135 kali : Jadi berapa kali Arya menggayung? : 135 kali : Okey Dan setelah diberikan pertanyaan bantuan seperti pada bagian P subyek telah mampu mengidentifikasikan kesalahan yang telah dilakukan dan mampu menentukan frekuensi menggayung yang telah dilakukan Arya, akan tetapi karena kurangnya ketelitian subyek dalam melakukan perhitungan mengakibatkan hasil yang diperoleh menjadi kurang valid. Berdasarkan kemampuan yang telah diuraikan pada analisis kutipan wawancara di atas, dapat diketahui bahwa pada saat menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat substance dan setelah diberikan pertanyaan bantuan subyek 6 mampu mencapai tingkat result. d) Triangulasi Dari jawaban tes diagnosis dan kutipan wawancara dapat dilakukan triangulasi data sebagai berikut: (a) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (1) subyek 6 telah cukup memahami permasalahan yang dikemukakan, subyek mampu menuliskan informasi yang diketahui di soal dengan cukup jelas. Subyek juga telah mampu mengidentifikasikan tujuan dari permasalahan yang dikemukakan. Pada analisis kutipan 1 subyek 6 mampu melakukan hal yang serupa. Dari kedua analisis ini terdapat kecocokan sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu memahami dan megidentifikasikan permasalahan yang telah dikemukakan.
143 digilib.uns.ac.id 173 (b) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (2) subyek 6 telah mampu menunjukkan prosedur pengerjaan yang benar yaitu dengan mencari volume bak mandi penuh. Subyek telah mampu mengingat dan menerapkan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. Akan tetapi karena subyek kurang teliti dalam perhitungan akibatnya volume yang dihasilkan menjadi salah. Sedangkan pada analisis kutipan 2 subyek 6 telah mampu mengidentifikasikan langkah awal dalam pemecahan masalah, yaitu dengan menentukan volume bak mandi penuh. Subyek mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dengan tepat. Dari kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal ketelitian. Hal ini dikarenakan kurangnya ketelitian subyek dalam melakukan perhitungan perkalian pecahan desimal sehingga pada saat tes diagnosis penyelesaian yang diperoleh subyek menjadi tidak akurat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu mengingat, menerapkan dan mengkombinasikan konsep perkalian pecahan desimal dalam pemecahan masalah. (c) Pada analisis jawaban tes diagnosis poin (3) subyek 6 telah mampu menerapkan konsep pembagian dalam pemecahan masalah, akan tetapi angka yang diperoleh tidak jelas darimana asalnya sehingga mengakibatkan prosedur pengerjaan yang dilakukan menjadi tidak jelas. Sedangkan pada analisis kutipan 3 dan 5 subyek 6 telah mampu memahami prosedur pengerjaan yang akan dilakukan dalam pemecahan masalah, akan tetapi subyek masih sering melakukan kekeliruan dalam mengidentifikasikan konsep operasi yang akan digunakan dalam pemecahan masalah walaupun yang dimaksud benar. Dari kedua analisis ini tidak terdapat kecocokan dalam hal merelasikan dan mengkombinasikan konsep ke dalam prosedur pemecahan masalah yang valid. Hal ini dimungkinkan karena subyek masih commit sering to user melakukan kekeliruan dalam
144 digilib.uns.ac.id 174 mengidentifikasikan konsep yang harus digunakan dalam pemecahan masalah, selain itu dapat diindikasikan bahwa pada saat tes diagnosis subyek kurang cermat dalam menelaah permasalahan sehingga terjadi misinterpretasi yang menyebabkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subyek 6 telah mampu memahami prosedur pengerjaan yang akan dilakukan dalam pemecahan masalah, subyek juga telah mampu mengingat dan mengkombinasikan konsep perkalian dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan triangulasi data di atas, adapun data yang tidak cocok ini dikarenakan faktor-faktor penyebab yang telah dianalisis di atas. Sehingga berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa dalam menyelesaikan soal nomor empat kemampuan subyek 6 telah mencapai tingkat substance. Dan setelah dilakukan wawancara disertai pemberian pertanyaan bantuan terhadap subyek diperoleh bahwa subyek dapat mencapai tingkat result. Pembahasan Dari jawaban subyek 6 dalam menyelesaikan masalah pada soal nomor satu dapat disimpulkan bahwa kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance, pada soal nomor dua kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat completion, pada soal nomor tiga kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat noncommencement, akan tetapi setelah dilakukan wawancara dengan disertai pemberian pertanyaan bantuan, subyek dapat mencapai tingkat substance, dan pada soal nomor empat kemampuan problem solving subyek berada pada tingkat substance, akan tetapi setelah dilakukan wawancara dengan disertai pemberian pertanyaan bantuan, subyek dapat mencapai tingkat result. Perbedaan ini disebabkan oleh kemampuan subyek dalam mengidentifikasikan konsep yang digunakan dalam pemecahan masalah masih terbatas, selain itu kemampuan dalam merelasikan dan mengkombinasikan konsep commit operasi to pecahan user dan pecahan desimal dalam
145 digilib.uns.ac.id 175 pemecahan masalah juga masih terbatas sehingga dimungkinkan dalam mengerjakan setiap permasalahan subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan noncommencement substance. Apabila diberikan pertanyaan bantuan terhadap subyek maka subyek bisa berada pada rentang tingkat kemampuan approach result. Dan untuk soal-soal tipe problem solving sederhana yang melibatkan sedikit operasi dengan tingkat pemahaman yang mudah, kemampuan problem solving subyek dapat mencapai tingkat completion. Dari jawaban subyek pada saat wawancara diperoleh bahwa hal yang mempengaruhi kemampuan problem solving subyek 6 dalam menyelesaikan masalah antara lain: (a) Kurang cermatnya subyek dalam mengidentifikasikan dan menerapkan konsep yang digunakan dalam pemecahan masalah, akibatnya terkadang subyek mengerti apa yang dimaksudkan dan apa yang harus dilakukan akan tetapi salah dalam penentuan dan penulisan konsep atau sebaliknya sehingga menyebabkan subyek tidak mampu mencapai pemecahan masalah. (b) Kurangnya pemahaman subyek dalam mengkombinasikan konsep operasi pecahan dan desimal ke dalam soal-soal kontekstual ataupun soal-soal tipe problem solving akibat kurangnya latihan soal. (c) Penguasaan subyek terhadap konsep operasi pecahan desimal masih terbatas sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan yang fatal. (d) Subyek kurang terbiasa dengan soal-soal yang melibatkan penelaahan, pemahaman, kemampuan melogika serta penerapan konsep yang kompleks sehingga tidak jarang subyek merasa kesulitan dalam pemecahan masalah.
146 digilib.uns.ac.id 176 C. Deskripsi Kemampuan Problem Solving Menurut John A. Malone dalam Pokok Bahasan Pecahan Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, kemampuan problem solving siswa menurut John A. Malone dalam pokok bahasan pecahan secara ringkas dapat disajikan sebagai berikut. Tabel 4.8. Kemampuan Problem Solving Subyek dengan Kemampuan Awal Tinggi Subyek ke- Nomor soal Tingkat kemampuan problem solving subyek 1 1 substance 2 completion 3 result 4 subtance subyek 2 1 completion 2 completion 3 subtance 4 result Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada kedua subyek di atas, dapat diperoleh hasil bahwa kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan awal tinggi dapat berada pada rentang tingkat subtance completion. Tabel 4.9. Kemampuan Problem Solving Subyek dengan Kemampuan Awal Sedang Subyek ke- Nomor soal Tingkat kemampuan problem solving subyek 3 1 subtance - completion 2 completion 3 subtance - completion 4 subtance - completion subyek 4 1 approach 2 completion 3 tidak diperoleh informasi apapun 4 subtance subyek 5 1 approach 2 completion 3 result 4 completion
147 digilib.uns.ac.id 177 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada ketiga subyek di atas, dapat diperoleh hasil bahwa kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan awal sedang dapat berada pada rentang tingkat approach completion. Tabel Kemampuan Problem Solving Subyek dengan Kemampuan Awal Rendah Subyek ke- Nomor soal Tingkat kemampuan problem solving subyek 6 1 subtance 2 completion 3 noncommencement - subtance 4 subtance result Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada subyek di atas, dapat diperoleh hasil bahwa kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan awal rendah dapat berada pada rentang tingkat noncommencement subtance untuk soal-soal tipe problem solving sederhana yang melibatkan sedikit operasi dengan tingkat pemahaman yang mudah, kemampuan problem solving subyek dapat mencapai tingkat completion. Akan tetapi jika diberikan pertanyaan bantuan terhadap subyek maka terjadi peningkatan tingkat kemampuan problem solving matematika yaitu pada rentang tingkat approach result. Dan untuk soalsoal tipe problem solving sederhana yang melibatkan sedikit operasi dengan tingkat pemahaman yang mudah, kemampuan problem solving subyek dapat mencapai tingkat completion. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa pemecahan masalah merupakan tujuan yang penting dalam pembelajaran matematika, dimana dalam pemecahan masalah bukan hanya menggunakan dan mengaplikasikan konsep, definisi, teorema-teorema yang telah dipelajari tetapi memerlukan aspek-aspek lain seperti penalaran, analisis, dan sintesa. Dalam pemecahan masalah siswa didorong dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berinisiatif dan berpikir sistematis dalam menghadapi suatu commit masalah to user dengan menerapkan pengetahuan
148 digilib.uns.ac.id 178 yang didapat sebelumnya. Sedangkan keberhasilan siswa dalam memecahkan setiap masalah tidak terlepas dari faktor kebiasaan belajar siswa, terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan problem solving siswa yaitu metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Berkaitan dengan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat dipaparkan pula hal-hal sebagai berikut: 1. Tingkat kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan awal tinggi hampir sama dengan tingkat kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan awal sedang. Dalam arti tingkat kemampuan problem solving subyek dengan kemampuan sedang tidak terpaut jauh dengan subyek dengan kemampuan awal tinggi. Sedangkan untuk subyek dengan tingkat kemampuan awal rendah, terjadi perbedaan pencapaian kemampuan yang signifikan bila dibandingkan dengan subyek dengan kemampuan awal tinggi dan sedang. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, guru menggunakan metode ceramah dan penugasan. Guru tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga memberikan contoh disertai pembahasan dan latihan soal. Guru juga memberikan tugas pada setiap akhir pertemuan untuk kemudian dikoreksi bersama pada pertemuan selanjutnya. Akan tetapi karena metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton dan kurang merangsang kemampuan siswa dalam berpikir, akibatnya kemampuan siswa untuk berpikir kritis, penalaran serta menganalisis suatu permasalahan menjadi kurang terlatih. Siswa menjadi kurang peka terhadap suatu masalah. Siswa juga masih sering bingung bagaimana mengintegrasikan pengetahuan yang dimiliki untuk kemudian disusun menjadi sebuah rangkaian penyelesaian yang sistematis. Soal-soal latihan yang diberikan guru merupakan soal-soal operasi pecahan bentuk sederhana, sesekali guru memberikan soal-soal konstektual yang berkaitan dengan operasi pecahan dan desimal akan tetapi biasanya siswa hanya diberikan instruksi untuk mengerjakan dan jarang diberikan pembahasan. Kurangnya penguatan commit to yang user diberikan mengakibatkan siswa
149 digilib.uns.ac.id 179 masih sering bingung harus menggunakan konsep operasi pecahan yang mana yang sesuai untuk menyelesaikan suatu permasalahan bahkan tidak jarang siswa hanya menggunakan konsep operasi tanpa jelas mengidentifikasi kesesuaiannya dengan permasalahan. Untuk siswa dengan kemampuan awal tinggi dan sedang biasanya memilih tempat duduk di barisan depan, sedangkan siswa dengan kemampuan awal rendah biasanya memilih tempat duduk di barisan belakang. Maka berkaitan dengan metode ceramah yang diterapkan guru di kelas, siswa yang duduk di barisan depan biasanya mampu mengakses informasi yang diberikan guru dengan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang duduk di barisan belakang. Ditambah lagi kurangnya fokus guru pada siswa yang notabene belum mengerti betul tentang materi yang diajarkan mengakibatkan siswa merasa tidak diperhatikan. Keadaan seperti inilah yang menyebabkan tingkat pemahaman siswa dengan kemampuan awal tinggi dan sedang lebih dominan dibandingkan siswa dengan kemampuan awal rendah. 2. Pada dasarnya baik siswa dengan kemampuan awal tinggi atau sedang, kemampuan siswa dalam menelaah dan memahami permasalahan sudah cukup baik, siswa mampu mengidentifikasi informasi yang berkaitan dengan pemecahan masalah. Siswa juga mampu memahami tujuan permasalahan serta ide pemecahan masalah yang akan dilakukan. Akan tetapi siswa sering melakukan kesalahan terhadap pemilihan, pengaplikasian dan pengkombinasian konsep yang akan digunakan dalam pemecahan masalah. Siswa juga masih sering terkecoh atau kurang teliti dalam mengintegrasikan informasi yang telah dipahami sebelumnya ke dalam pemecahan masalah sehingga penyelesaian yang diperoleh menjadi kurang valid. Akan tetapi beberapa dari subyek telah mampu mencapai tingkat kemampuan problem solving tertinggi berdasarkan John A. Malone yakni tingkat completion baik saat mengerjakan tes mandiri maupun peningkatan tingkat kemampuan setelah dilakukan wawancara disertai pertanyaan bantuan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
150 digilib.uns.ac.id 180 Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan guru memang tidak membiasakan siswa bekerja dalam kelompok besar, biasanya mereka diperbolehkan berdiskusi dengan teman sebangkunya dalam memecahkan suatu permasalahan. Hal ini menyebabkan siswa tidak terbiasa bekerjasama secara heterogen. Selain itu soal-soal kontektual yang digunakan sebagai latihan merupakan soal kontekstual sederhana yang tidak membutuhkan banyak penalaran. Akibatnya siswa menjadi kurang terbiasa dengan soal-soal kontekstual dengan penalaran yang kompleks. Minimnya diskusi yang terjadi di dalam kelas mengakibatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan berperan aktif dalam memilih serta menemukan konsep yang tepat dalam pemecahan masalah menjadi kurang berkembang. Kurangnya evaluasi pembelajaran dan pembahasan yang dilakukan guru menyebabkan siswa enggan bertanya jika mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Siswa juga kurang antusias untuk mengklarifikasi jika pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai. Hal ini juga berdampak pada guru, guru menjadi enggan memberikan penguatan karena siswa jarang mengeluhkan kesulitan belajar. Akan tetapi untuk siswa yang memiliki penalaran, imajinasi dan kemampuan mengkonstruksi yang baik biasanya akan berinisiatif untuk menggunakan ilustrasi gambar guna membantu memahami masalah. Hal ini menjadi sangat efektif ketika siswa bingung dalam menentukan konsep yang akan digunakan dalam pemecahan masalah. Dengan adanya ilustrasi yang telah dibuat akan membantu membentuk pola pengerjaan yang sesuai dengan alur pemecahan masalah sehingga kemampuan problem solving yang dicapai menjadi optimal. Berdasarkan data yang diperoleh selain mengetahui bagaimana kemampuan problem solving siswa kelas VII-F SMP Negeri 16 Surakarta, juga dapat diketahui pula faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan problem solving siswa. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pemahaman siswa dalam mencermati, menelaah dan memahami setiap masalah yang diberikan. 2. Tingkat pemahaman dan penguasaan siswa terhadap konsep, sifat atau aturan berkaitan dengan materi operasi commit pada to pecahan user dan pecahan desimal. Masih
151 digilib.uns.ac.id 181 banyak siswa yang kurang paham mengenai sifat pengoperasian terutama pada pecahan desimal. 3. Kemampuan merelasikan konsep materi dengan alur pemecahan masalah yang akan dilakukan. 4. Inisiatif dalam memunculkan ide-ide pemecahan masalah dan mengintegrasikan informasi yang telah dipahami serta mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya latihan soal yang dilakukan siswa. Dengan banyaknya latihan mengerjakan soal yang memiliki tingkat kesulitan bervariasi, diharapkan dapat mengasah kemampuan siswa dalam menemukan ide, mengintegrasikan informasi serta mengkombinasikan konsep ke dalam pemecahan masalah. 5. Kemampuan berpikir kritis siswa terhadap berbagai kemungkinan pemecahan masalah serta kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengkomunikasikan ide ke dalam penyelesaian permasalahan. Kebanyakan dari siswa belajar dari contoh sehingga ketika dihadapkan dengan masalah baru siswa sering merasa kesulitan. Selain itu kebanyakan dari mereka mengerjakan soal tanpa identifikasi pengerjaan yang jelas sehingga tidak jarang siswa menjadi bingung sendiri dengan apa yang ia kerjakan. 6. Ketelitian dan pemahaman siswa terhadap sifat operasi pada pecahan dan desimal. Masih banyak dijumpai siswa melakukan kesalahan dalam perhitungan pengoperasian terutama pada pecahan desimal. 7. Keefektifan metode dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan menyesuaikan kemampuan awal siswa.
menyelesaikan permasalahan tersebut? Jika ya, bagaimana commit to user solusi alternatif tersebut?
digilib.uns.ac.id BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN Pada Bab IV ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan pada Bab I yaitu: Bagaimana tingkat dan karakteristik dari tingkat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengumpulan Data Penelitian
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengumpulan Data Penelitian Data dalam penelitian ini adalah profil pemecahan masalah sistem persamaan linier dua variabel yang diperoleh dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen 1. Instrumen Bantu Pertama Instrumen bantu pertama dalam penelitian ini berupa tes tertulis yaitu soal pemecahan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN. Tabel 4.1 Jadwal Waktu dan Kegiatan Penelitian
45 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN Dalam penelitian ini terdapat tahap-tahap kegiatan dalam pengerjaannya. Rincian waktu dan kegiatan penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada Bab IV ini akan dijelaskan hasil perolehan data di lapangan yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi profil berpikir probabilistik siswa dalam menyelesaikan masalah
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian merupakan tempat diperolehnya data yang dibutuhkan dari masalah yang sedang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan analisis dan pembahasan hasil penelitian untuk mengetahui penalaran proporsional siswa kelas VII-A di MTs Raden Rahmat Ngerong Pasuruan berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data Tes Pemecahan Masalah dan Wawancara Subjek dengan Gaya Kognitif Field Dependent 1. Deskripsi dan Analisis Data Tes Pemecahan Masalah dan Wawancara
Gambar 4.1 Jawaban Soal Nomor 1 Subjek S 1. Gambar 4.2
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Penelitian 1. Subjek S dengan inisial AP yang berasal dari SD a. Soal nomor 1 Gambar 4.1 Jawaban Soal Nomor 1 Subjek S 1 Gambar
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Hasil Penelitian 1. Subjek S 1Untuk mengetahui kemampuan translasi model representasi dari Real Script menjadi Gambar Statis subjek S 1, maka diberikan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN A. Deskripsi Data Penelitian 1. Deskripsi Data Subjek A a. Soal Nomor 1 Hasil jawaban subjek A dalam menyelesaikan soal nomor 1 dapat dilihat di halaman lampiran.
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dengan judul Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Barisan dan Deret Kelas XI APK 3 SMK
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Pada Bab IV ini, disajikan analisis data dan mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa pada prespektif proses matematisasi horizontal dan vertikal SMP dalam menyelesaikan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan penelitian ini adalah SMP N 16 Surakarta kelas VIII C semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. 2. Waktu
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan dijelaskan hasil perolehan data di lapangan yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi profil kemampuan estimasi berhitung siswa ditinjau dari
BAB IV DESKRPSI DAN ANALISIS DATA. sebelumnya, maka untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut dilakukan
BAB IV DESKRSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Sehubungan dengan pertanyaan penelitian yang dikemukakan sebelumnya, maka untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut dilakukan pembahasan dalam bentuk
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Pra Pelaksanaan Penelitian Pada hari Kamis tanggal 17 Nopember 2016, peneliti meminta surat permohonan ijin penelitian kepada pihak jurusan tarbiyah IAIN Tulungagung.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII C SLB Negeri Surakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. Alasan memilih
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP IIS PSM (Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien) Magetan pada
Alamat Korespondensi : 1) Jalan Ir. Sutami No. 36 A Kentingan,
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP AL IRSYAD SURAKARTA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG SISI TEGAK TAHUN AJARAN 2011/2012 Ana Andriyani 1), Sutopo 2), Dwi Maryono
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bab ini akan dipaparkan hasil analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari minat
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini akan dipaparkan hasil perolehan data di lapangan yang kemudian akan dianalisis guna mendapatkan deskripsi tentang representasi eksternal siswa MTs dalam memecahkan
BAB IV DES KRIPS I DAN ANALIS IS DATA PEN ELITIAN
BAB IV DES KRIPS I DAN ANALIS IS DATA PEN ELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan hasil perolehan data yang selanjutnya dianalisis untuk memperoleh deskripsi tentang epistemic cognition peserta didik dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN
68 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian 1. Studi Pendahuluan Penelitian tentang Implementasi Metode problem solving dalam meningkatkan kreatifitas siswa dalam menyelesaikan soal
Mari belajar keliling dan Luas Lingkaran.
LAMPIRAN 95 96 Lampiran 1 Instrumen tes pemecahan masalah open-ended materi lingkaran Mari belajar keliling dan Luas Lingkaran. Nama : Kelas/ No urut : Petunjuk Pengisian: 1. Berdoalah terlebih dahulu
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pada BAB IV ini, peneliti akan menunjukkan hasil penghitungan untuk menentukan batas kelompok subjek penelitian, mendeskripsikan kemudian menganalisis data tentang
PROFIL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN TAHAPAN POLYA
ROFIL EMECAHAN MASALAH ADA MATERI OERASI HITUNG CAMURAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN TAHAAN OLYA JURNAL Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai Gelar Sarjana endidikan rogram Studi endidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi dan Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi dan Analisis Data 1. Deskripsi Data Hasil Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui dan mencari informasi tentang proses kegiatan belajar mengajar dan pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Studi Pendahuluan Penelitian dengan judul Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII MTs Ma
Kata kunci: komunikasi matematis, perbedaan gender, faktor penyebab
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SECARA TERTULIS PESERTA DIDIK KELAS X SMA N 1 SUKOHARJO DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Retno Putri Dwi Rahmawati 1), Budi Usodo 2), Henny Ekana Chrisnawati 3) 1)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen
BAB IV HASIL PENELITIAN. Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Lingkaran pada Kelas VIII MTs
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Pelaksanaan an a. Pra pelaksanaan penelitian an dengan judul Analisis Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Lingkaran
TRANSKIP WAWANCARA 62
LAMPIRAN 61 TRANSKIP WAWANCARA 62 P : PENELITI S : SUBJEK (SN) P : Ni mbak nian punya soal coba SL kerjakan. SL boleh menggunakan benda-benda yang ada di depan atau SL boleh corat coretdi kertas. Yok coba
LAMPIRAN 1 LEMBAR SOAL
LAMPIRAN 1 LEMBAR SOAL 65 Soal Evaluasi Soal Cerita Pokok Bahasan Pecahan SD NEGERI SALATIGA 02 NAMA : NO ABSEN : Kompetensi Dasar: Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan 1. Lina bersepeda
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengetahui proses pemberian scaffolding untuk mengatasi kesulitan belajar siswa
64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Studi pendahuluan Penelitian tentang pemberian scaffolding pada siswa ini adalah untuk mengetahui proses pemberian scaffolding
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. 6 subjek dari 3 kelompok, yakni 2 subjek dari kelompok atas, 2 subjek dari
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan Data dalam penelitian ini adalah hasil tes tertulis dan wawancara terhadap 6 subjek dari 3 kelompok, yakni 2 subjek dari kelompok atas, 2 subjek
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Diskripsi Data 1. Analisis Uji Instrumen Tes Uji instrumen tes dilakukan pada kelas uji coba yaitu kelas VII F yang berjumlah 38 peserta didik, daftar nama bisa dilihat
KISI KISI SOAL TES. Bentuk Soal. No. Soal. Uraian Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya
LAMPIRAN LAMPIRAN KISI KISI SOAL TES Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Badegan Kelas / Semester : VIII / 2 Materi : Aljabar Standar Kompetensi : Memecahkan Masalah Berkaitan Dengan Aljabar. Alokasi Waktu :
LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA
LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA Penelitian ini menggunakan wawancara sebagai teknik dalam pengumpulan data. Dalam pelaksanaannya akan dilakukan wawancara yang mendalam guna mendapatkan data yang akurat. Pedoman
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pembahasan dalam bentuk
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Hasil Penelitian Sehubungan dengan pertanyaan penelitian yang dikemukakan sebelumnya maka untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan pembahasan
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif sebagai sebuah prosedur dasar penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengembangan Lembar Tugas Lembar tugas pemecahan masalah disusun berdasarkan kompetensi dasar matematika
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengembangan Lembar Tugas Lembar tugas pemecahan masalah disusun berdasarkan kompetensi dasar matematika SMA kelas XI. Lembar tugas pemecahan masalah matematika
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Penelitian tentang profil kemampuan penalaran matematis ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan penalaran matematis dalam menyelesaikan soal bilangan
KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FUNGSI
KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FUNGSI Della Narulita 1), Masduki 2) 1) Mahasiswa Pendidikan Matematika, FKIP, 2) Dosen Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Email:
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil
67 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil penelitian. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan deskripsi data tentang strategi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, akan disajikan analisis data dan pembahasan mengenai dimensi-dimensi pengetahuan yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika yang memiliki kemampuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang dijadikan tempat penelitian adalah SMP Muhammadiyah 2 Surakarta tahun ajaran 2013/2014. Alasan pemilihan tempat
commit to user 32 BAB III METODE PENELITAN
BAB III METODE PENELITAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan sebagai penelitian oleh peneliti adalah kelas IX A SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta pada tahun
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
42 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN Dalam bagian ini akan dikaji dan dideskripsikan secara kualilatif metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Flavell. Analisis
BAB IV HASIL PENELITIAN. Pendekatan Open-Ended kelas VII SMPN 1 Ngantru Kab. Tulungagung
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Deskripsi Sebelum an akan melakukan penelitian dengan judul Identifikasi Komunikasi Matematis Peserta Didik Pada Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini, peneliti akan menunjukkan hasil penghitungan untuk menentukan batas kelompok subjek penelitian dan mendeskripsikan data tentang kemampuan berpikir aljabar siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Al-Azhar 29 Semarang. SMP Islam Al-Azhar 29 Semarang beralamat di Jl. RM. Hadisobeno Sosrowardoyo
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN EMBAHASAN ada bab ini, akan dideskripsikan dan dianalisis data penalaran matematis siswa SM dengan strategi working backward dalam menyelesaikan masalah matematika. Materi yang digunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada BAB IV ini akan dibahas mengenai; a) proses berpikir reflektif siswa dalam memecahkan masalah sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) bagi mereka yang memiliki pengetahuan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab ini, akan dideskripsikan dan dianalisis data proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan terbuka (openended) dibedakan dari gaya kognitif field dependent
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK PADA SISWA SMP ST
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK PADA SISWA SMP ST.BELLARMINUS MENTENG JAKARTA PUSAT KELAS VIII B SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Penelitian Peneliti mengadakan studi pendahuluan di lokasi penelitian yaitu MTs Sultan Agung yang berada di Jln. Gapuro Timur, desa Jabalsari,
Berikut saat wawancara terdapat kutipan, Kutipan 42
246 memahami dan mengaplikasikan informasi verbal ke dalam suatu sketsa gambar. Informasi tersebut berupa sifat-sifat yang dimiliki suatu gambar (ide geometri). Pada bagian SS. b.5.1, siswa dapat menentukan
BAB V PEMBAHASAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Semmel, dan Semmel (1974) 4-D yang meliputi kegiatan pendefinisian
BAB V PEMBAHASAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model investigasi kelompok mengacu pada model pengembangan pembelajaran Thiagarajan, Semmel,
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL ENELITIAN A. enelitian Siswa yang dipilih untuk menjadi subyek penelitian adalah siswa yang dipilih berdasarkan pertimbangan dari pelatih dan senior (siswa kelas VII SM/sederajat). Hal yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Salatiga pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Kelas V terdiri dari 48 siswa yaitu 29 siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. Lokasi Penelitian SMA Negeri Kartasura berlokasi di Jalan Raya Solo-Yogya, Pucangan, Kartasura. SMA Negeri Kartasura merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Data Pra Penelitian Penelitian tentang analisis kesulitan siswa ini untuk mengetahui kesulitankesulitan yang dialami siswa kelas VIII-A MTs Negeri
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
64 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. DESKRIPSI DATA 1. Deskripsi Lokasi Lokasi penelitian ini adalah MTs Al Huda Bandung yang terletak di desa Suruhankidul, kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. MTs
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah, yang tidak hanya bertujuan agar siswa memiliki kemampuan dalam matematika saja melainkan
BAB V DISKUSI HASIL PENELITIAN. subjek penelitian dalam pembelajaran matematika dan (b) temuan lain. Uraian
BAB V DISKUSI HASIL ENELITIAN ada bagian ini akan dibahas dua hal yaitu: (a) perbandingan proses matematisasi subjek penelitian dalam pembelajaran matematika dan (b) temuan lain. Uraian lengkap tentang
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA SISWA KELAS VII SMP
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA SISWA KELAS VII SMP 1,2) Maria Kristofora Wati 1, A. A Sujadi 2 Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas
Wawancara Partisipan 1
55 Verbatim Partisipan Wawancara Partisipan 1 S Isi Percakapan Kode P Selamat pasi mas 1 P1 Selamat pagi juga mbak 2 P Bisa minta waktunya sebentar mas sekitar 5-10 menit 3 P1 Iya bisa 4 P Perkenalkan
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran 1. Deskripsi Waktu Pengembangan Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN. diperoleh dari nilai raport matematika semester ganjil tahun ajaran 2011/2012
37 BAB IV DESKRISI DAN ANALISIS DATA ENELITIAN A. Deskripsi Data enelitian 1. Data enentuan Subjek enelitian Dalam menentukan subjek penelitian, peneliti menggunakan data yang diperoleh dari nilai raport
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan secara sistematis,
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab IV ini akan dijelaskan hasil penelitian tentang profil literasi statistik siswa SMA kelas XI berdasarkan gaya kognitif field dependent dan field independent. Subjek yang
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Penelitian Peneliti mengadakan studi pendahuluan di sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian yaitu MTs Darussalam Kademangan yang beralamatkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penulis dalam penelitian ini mengambil lokasi di salah satu sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kabupaten Bandung tepatnya
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. maka akan dilakukan pembahasan dalam bentuk paparan dan analisis faktor-faktor
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya, maka akan dilakukan pembahasan dalam bentuk paparan dan analisis faktor-faktor penyebab kesalahan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN 4 Tamanwinangun Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. SDN $ Tamanwinangun
BAB III METODE PENELITIAN. penalaran adaptif siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hal ini disebabkan penelitian ini menggunakan data kualitatif dan dideskripsikan
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOAL CERITA MATEMATIKA
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOAL CERITA MATEMATIKA Nurul Farida Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro E-mail: [email protected] Abstract
BAB III METODE PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tidakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri Gondangrejo kelas XI IPA 1 tahun ajaran 2014/2015 semester
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan data pra penelitan Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi dilakukan pada hari Senin tanggal 2 Mei
KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN AIR
KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN AIR MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP Ani Khoirunnisa 1, Abdul Haris Rosyidi
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian merupakan tempat berlangsungnya proses studi yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian. Penelitian
Alamat Korespondensi: Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Surakarta, , 2)
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA PADA MATERI TURUNAN FUNGSI DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Quasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen.
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini disebabkan penelitian ini menggunakan data kualitatif dan dideskripsikan untuk menghasilkan gambaran
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang berorientasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang berorientasi pada pengembangan produk. Produk yang dikembangkan merupakan produk efektif yang dapat
DAYA MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Maret 2017 Vol. 1, No. 1, Hal. 97 DAYA MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Hamdan Sugilar Pendidikan matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung hamdansugilar@uinsgd,ac,id Dikirim: 28
BAB I PENDAHULUAN. Balitbang Depdiknas (2003) menyatakan bahwa Mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu ilmu yang diperlukan dalam kehidupan manusia, karena melalui pembelajaran matematika siswa dilatih agar dapat berpikir kritis,
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data Berikut paparan mengenai data lokasi penelitian dan berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan penelitian ini. Baik hasil tes, hasil wawancara dan hasil analisis
BAB III METODE PENELITIAN. perangkat pembelajaran matematika realistik dengan langkah heuristik
69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan perangkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menjumpai suatu hal yang erat kaitannya dengan kegiatan berhitung. Bagi setiap orang dan tidak menutup kemungkinan
