Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
|
|
|
- Djaja Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMETAAN DAERAH RAWAN KRIMINALITAS DI WILAYAH HUKUM POLTABES SEMARANG TAHUN 2013 DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING Gilang Yudistira Hilman, Bandi Sasmito, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH, Tembalang Semarang Telp.(024) , [email protected] ABSTRAK Kriminalitas adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada seluruh lapisan masyarakat. Kriminalitas berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya kinerja polsek, kepadatan penduduk dan angka kemiskinan. Pada penelitian ini mencoba mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu menampilkan serta memetakan jumlah tindak kejahatan yang terjadi di Kota Semarang dalam peta dengan bentuk yang beragam. Untuk membantu proses analisis menggunakan software statistika dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Metode yang digunakan adalah cluster di mana dilakukan pengelompokan untuk menentukan tingkat kerawanan suatu daerah. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density TKP dari tindak kejahatan yang terjadi sehingga output yang dihasilkan diharapkan akan memudahkan pengguna dalam membedakan tingkat kerawanan antara daerah satu dan lainnya. Hasil dari penelitian menyatakan keamanan di Kota Semarang cenderung rawan di sekitar pusat kota sedangkan wilayah pinggir kota dengan kepadatan penduduk relatif rendah cenderung lebih aman. Ditinjau dari segi waktu tindak kejahatan dengan intensitas paling tinggi terjadi pada saat larut malam. Berdasarkan hasil analisis, ketiga faktor tersebut mempengaruhi kriminalitas sebesar 55% dan 45% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : Kriminalitas, SIG, Cluster, Density. ABSTRACT Crime is a complicated issue that affects the whole society wide. Crime related to several factors, including the performance of the police station, overcrowding and poverty. In this study tries to develop an information system that is capable of displaying and map the number of crimes committed in Semarang City on maps with diverse forms. To assist the process of analysis using statistical software and for mapping use GIS software. The method used is a cluster in which the grouping is done to determine the the vulnerability of an area. Grouping are taken by the density of the scene of the crime that happened so that result of the output is expected to be easier for users to distinguish the level of vulnerability between one and the other regions. The results of the study stated security in Semarang prone around the city center, while the suburb with a relatively low population densities tend to be more secure. In terms of a crime with the highest intensity occurs during late night. Based on the analysis, these three factors affect crime of 55% and 45% are influenced by other factors. Key words : Crime, GIS, Cluster, Density. PENDAHULUAN Latar Belakang Kota Semarang merupakan Ibukota Jawa Tengah, sebagai kota metropolitan terbesar ke-5 di Indonesia persaingan untuk meraih kehidupan yang layak sangatlah tinggi. Tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan uang lebih agar kehidupan ekonominya lebih sejahtera/layak. Kemungkinan faktor - faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah-masalah kemacetan yang terjadi di perkotaan sangat beragam, *)Penulis, PenanggungJawab Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 32
2 antara lain ledakan penduduk, tingginya jumlah kendaraan bermotor, urbanisasi, dan adanya pusat industri atau perdagangan di daerah sekitar kemacetan. Kriminalitas memang merupakan masalah yang umum ada di manapun. Tindak kejahatan banyak terjadi di berbagai tempat dengan waktu kejadian yang berbeda, menyebabkan sulitnya menentukan daerah mana yang memiliki tingkat kerawanan tindak kejahatan. Informasi tentang banyaknya tindak kejahatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan penegak hukum dalam hal ini jajaran kepolisian. Bagi semua pihak seperti masyarakat luas, informasi ini sangat berguna untuk tindakan antisipasi, khususnya bagi kepolisian membantu dalam mengambil keputusan apakah suatu daerah memerlukan pengawasan ekstra atau tidak, selain itu informasi tersebut dibutuhkan untuk mengetahui intensitas tindak kejahatan. Data kepolisian mencatat sepanjang tahun 2013 kasus kriminalitas di Kota Semarang mencapai kasus yang merupakan jumlah kriminalitas tertinggi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai salah satu disiplin ilmu yang baru berkembang, dirasakan cukup akurat untuk membantu memecahkan masalah kriminalitas di perkotaan terutama kota besar seperti Semarang ini. SIG dipandang sebagai alat bantu yang tepat untuk diaplikasikan pada kasus ini mengingat kelebihan kelebihan yang dimiliki. Dalam SIG, terdapat 2 jenis fungsi analisis yaitu analisis spasial dan analisis atribut. (Tuman, 2001) Fungsi analisis atribut dalam SIG dapat membantu memberikan informasi mengenai intensitas tindak kejahatan, kepadatan penduduk, kinerja polsek dan angka kemiskinan. Kemudian berdasarkan atribut yang ada dapat dianalisis apakah ada kaitannya antara nilai kepadatan penduduk, kinerja polsek dan angka kemiskinan dengan kerawanan kriminalitas. Fungsi analisis spasial juga dapat digunakan dalam hal ini untuk memetakan daerah kerawanan di Kota Semarang. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka permasalahan yang di dapat adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan metode SIG dalam pembuatan peta rawan kriminalitas? 2. Bagaimana persebaran wilayah kriminalitas di Kota Semarang? 3. Bagaimana pengaruh yang ditimbulkan oleh faktor penyebab tindak kejahatan terhadap kejahatan di Kota Semarang? Ruang Lingkup Penelitian Untuk menjelaskan permasalahan agar pembahasan pada tugas akhir ini tidak terlalu jauh dari kajian masalah yang penulis paparkan. maka penulis membatasi masalah pada hal-hal berikut ini: 1. Daerah penelitian Tugas Akhir adalah wilayah hukum Polrestabes Kota Semarang. 2. Perancangan aplikasi sistem informasi geografis dalam menyajikan informasi tindak kriminal di Kota Semarang.dengan metode clustering. 3. Faktor yang diamati ditinjau dari lokasi dan waktu kejadian di mana data kriminalitas dikhususkan pada tindak kejahatan berat seperti pencurian dengan kekerasan, penculikan, narkoba, perkosaan dan pembunuhan. 4. Parameter yang diamati pengaruhnya terhadap tindak kejahatan yaitu kinerja polsek, persentase angka kemiskinan dan kepadatan penduduk. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah: 1. Dengan penerapan SIG dapat membantu dalam program monitoring tindak kriminal. 2. Pengadaan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan ArcGIS dan metode clustering sehingga dapat menampilkan data dan pengelompokan informasi mengenai tindak kriminal pada tahun 2013 di Kota Semarang. 3. Analisis tindak kejahatan dari daerah yang aman hingga yang rawan untuk peningkatan keamanan kepada masyarakat. 4. Mengetahui daerah rawan kriminalitas pada tahun 2013 di Kota Semarang. Manfaat Penelitian Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 33
3 1. Memberikan masukan informasi kepada Polrestabes Kota Semarang terkait dengan pantauan daerah yang berpotensi terjadi tindak kejahatan, sehingga dapat menjadi masukan tentang perkiraan lokasi yang aman dan rawan akibat tindak kejahatan yang terjadi. 2. Memberikan sumbangan penelitian dan tela ah pustaka untuk pengembangan ilmu yang berkaitan dengan tingkat kerawanan kriminalitas. DATA, STUDI AREA DAN METODOLOGI PENELITIAN Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Data Tindak Kejahatan tahun Data Koordinat Tempat Kejadian Perkara. 3. Peta Administrasi Kota Semarang tahun Data Jumlah Penduduk Kota Semarang tahun Data Angka Kemiskinan tahun Studi Area Wilayah penelitian ini berada di Kota Semarang dengan luas sekitar km 2. Kota Semarang terbagi dalam 16 kecamatan, yakni Kecamatan Genuk, Pedurungan, Banyumanik, Tembalang, Mijen, Ngaliyan, Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Gajahmungkur, Candisari, Semarang Timur, Gunungpatidan Gayamsari. Semarang berbatasan dengan laut jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan dan Kabupaten Kendal di barat. Selain itu Kota Semarang juga terbagi menjadi 15 polsek di mana Kecamatan Gajahmungkur dan Candisari tergabung dalam satu polsek begitu juga Kecamatan Semarang Timur dan Gayamsari. Berikut ini adalah letak Kota Kota Semarang : Gambar 1. Peta Wilayah Kota Semarang (BAPPEDA, 2012). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk di Kota Semarang hampir mencapai dua juta jiwa yang tersebar di 16 kecamatan. Hanya saja persebaran penduduk di semarang tidak merata di mana wilayah yang dekat dengan pusat kota jauh lebih banyak dibandingkan wilayah di pinggir kota. Hal ini bisa disebabkan karena dekat dengan pusat kota lebih menarik perhatian serta pinggir kota seperti Kecamatan Tugu, Ngaliyan, Gunungpati dan Mijen yang cenderung masih tetinggal dengan kecamatan lain. Meski demikian saat ini beberapa kecamatan yang berada di pinggir kota sedang mengalami perkembangan seperti Kecamatan Pedurungan, Banyumanik, Genuk dan Tembalang. Perkembangan tersebut terjadi karena adanya pengembangan pemukiman seperti yang terjadi di Kecamatan Pedurungan di mana banyak pemukiman baru yang didirikan dan pendidikan seperti di Kecamatan Tembalang terdapat kecederungan perkembangan Kota Semarang ke arah selatan menjangkau kawasan tembalang dan sekitarnya. Kecenderungan tersebut didukung oleh faktor pendorong berasal dari pusat Kota Semarang, sedangkan faktor penarik berasal dari kawasan Tembalang kampus UNDIP yang merupakan fasilitas pendidikan tinggi yang ada di Kecamatan Tembalang yang memiliki skala pendidikan regional, nasional dan internasional. Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 34
4 Metodologi Penelitian Berikut ini diagram alir penelitian yang memperlihatkan gambaran langkah langkah pelaksanaan penelitian : Persiapan Pengumpulan Data Data Crime Indek Perkasus Tahun 2013 Peta Jaringan Jalan Peta Administrasi Data Penduduk Angka Kemiskinan Jumlah Kejadian Lokasi Kejadian Waktu Kejadian Penentuan Koordinat pendekatan TKP Perhitungan Data Penyusunan Atribut Clustering Pemetaan Daerah Rawan Kriminalitas Analisis Daerah Rawan Kriminalitas Selesai Gambar 2. Diagram alir penelitian. Tahapan - tahapan yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu : 1. Pengumpulan data. Pada tahapan ini, data yang dikumpulkan dibagi menjadi 2 jenis : a. Data Primer, yaitu data yang didapat langsung dari lapangan. Contoh data, yaitu: Data koordinat Tempat Kejadian Perkara. Data koordinat Tempat Kejadian Perkara didapatkan dengan survey lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan gps handheld berdasarkan lokasi terjadinya tindak kejahatan. Ini dilakukan setelah mendapatkan data crime indek perkasus dari Polrestabes Semarang. b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbagai instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data yang dibutuhkan antara lain : Data Crime Indek Perkasus tahun 2013 diperoleh dari Polrestabes. Data Jumlah Penduduk Kota Semarang Tahun 2012 diperoleh dari BPS. Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 35
5 Data Angka Kemiskinan Kota Semarang tahun 2013 diperoleh dari BPS. Peta Administrasi dan Peta Jaringan Jalan Kota Semarang diperoleh dari Bappeda Kota Semarang. Tabel 1. Hasil Penentuan Koordinat Pendekatan Tempat Kejadian Perkara (Kasus Pembunuhan) X (meter) Y (meter) Tanggal Lokasi Polsek Waktu , ,475 06/01/2013 Jembatan Berok, Jalan Kolonel Sugiyono Gayamsari , ,72 19/01/2013 Talang Sari Raya RT 1/VII, Bendan Duwur Gajahmungkur , ,799 21/03/2013 Jembatan Citarum Gayamsari , ,67 08/04/2013 Sekitar SDIT Al Azhar Bukit Semarang Baru Mijen , ,253 13/04/2013 Traffict Light Kalisari Semarang Tengah , ,292 19/05/2013 Jalan Lampersari No. 41 Klinik de'est Semarang Selatan , ,569 30/06/2013 Dekat Pos Kamling Karang Kimpul RT 9/I Gayamsari , ,421 26/08/2013 Dukuh Tikung RT 4/II Mangkang Wetan Tugu , ,191 05/09/2013 Widuri, Genuksari Genuk , ,344 10/10/2013 Jalan Mulawarman Barat I RT 01/I, Kramas Tembalang , ,6 08/12/2013 Tanjung Mas Raya No 23 Semarang Utara , ,019 30/12/2013 Bayu Prasetya Timur I Blok B No. 5 RT 10/IIGenuk (Sumber : Hasil survey dan data Polrestabes) Gambar 3. Persebaran Tempat Kejadian Perkara di Kota Semarang Tahun Perhitungan data. Data yang dihitung meliputi kepadatan penduduk, persentase kinerja polsek dan angka kemiskinan. Perhitungan kepadatan penduduk yang dimaksud adalah kepadatan penduduk aritmatik (Sarwono, 1992), persamaan yang digunakan sebagai berikut :...(1) Hasil perhitungan seperti pada Tabel 2. berikut : Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 36
6 NO Tabel 2. Jumlah penduduk Kota Semarang tahun 2013 (BPS, 2013). KECAMATAN JENIS KELAMIN LAKI - LAKI PEREMPUAN JUMLAH PENDUDUK LUAS PENDUDUK/ Km 1 SEMARANG TENGAH , , SEMARANG UTARA , , SEMARANG TIMUR , , GAYAMSARI , , GENUK , , PEDURUNGAN , , SEMARANG SELATAN , , CANDISARI , , GAJAH MUNGKUR , , TEMBALANG ,2 3840, BANYUMANIK , , GUNUNG PATI , , SEMARANG BARAT , , MIJEN , , NGALIYAN , , TUGU , ,8691 (Sumber : BPS dan Hasil Perhitungan) Selanjutnya perhitungan persentase kemiskinan dalam satu kecamatan, persentase tersebut didapat dari data angka kemiskinan dan jumlah penduduk dalam kecamatan itu sendiri.: x 100%...(2) NO Tabel 3. Perhitungan Persentase Angka Kemiskinan KECAMATAN 1 SEMARANG TENGAH , SEMARANG UTARA , SEMARANG TIMUR , GAYAMSARI , GENUK , PEDURUNGAN , SEMARANG SELATAN , CANDISARI , GAJAH MUNGKUR , TEMBALANG , BANYUMANIK , GUNUNG PATI , SEMARANG BARAT , MIJEN , NGALIYAN , TUGU , TOTAL ANGKA KEMISKINAN (Sumber : BPS dan Hasil Perhitungan) JUMLAH PENDUDUK PERSENTASE KEMISKINAN , Hasil perhitungan yang didapat nantinya akan digunakan dalam analisis data, hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan terhadap jumlah tindak kejahatan yang terjadi di Kota Semarang. 3. Penyusunan atribut. Atribut yang disusun meliputi Letak Kecamatan, Polsek yang menanugi, Persentase Kemiskinan, Persentase Penyelesaian Kasus Lapor Selesai dan Kepadatan Penduduk yang ada di Kota Semarang tersebut. Tabel atribut akan ditampilkan pada pembahasan bab selanjutnya. Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 37
7 4. Clustering Melakukan pengelompokan dari data yang sudah ada dengan menggunakan density. Gambar 4. Proses Cluster dengan Density Pedrycz (1995) mengemukakan bahwa clustering adalah metode penganalisisan data yang sering dimasukkan sebagai salah satu metode Data Mining, yang tujuannya adalah untuk mengelompokkan data dengan karakteristik yang sama ke suatu wilayah yang sama dan data dengan karakteristik yang berbeda ke wilayah yang lain, atau dengan kata lain untuk mendapatkan kelompok objek yang memiliki nilai/karakteristik sama. Dalam clustering terdapat Density Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) yang merupakan pengelompokan algoritma berbasis kerapatanm untuk menemukan banyakanya pengelompakan mulai dari distribusi kerapatan yang diperkirakan atas node yang sesuai (Ester dkk, 1996). 5. Pemetaan dengan software SIG. Berdasarkan atribut yang disusun, dapat dilakukan pembuatan peta daerah rawan kriminalitas secara keseluruhan serta tiap interval waktu tertentu. Pewarnaan untuk membedakan daerah yang rawan dan tidak disesuaikan dengan jurnal dari Nurdiati dkk (2006) 6. Analisis data. Analisis pengaruh nilai persentase kinerja polsek, persentase angka kemiskinan dan kepadatan penduduk (variabel X) terhadap tindak kejahatan (variabel Y) menggunakan software SPSS 20. Hasil analisis kemudian dilakukan uji statistik sederhana menggunakan uji F. Bentuk hubungan yang paling sederhana antara variabel X dengan variabel Y berbentuk garis lurus atau berbentuk hubungan linier yang disebut dengan regresi linier sederhana atau sering disebut regresi linier saja dengan persamaan matematika sebagai berikut (Supranto, 1998) : Y = A + BX...(3) HASIL DAN PEMBAHASAN Peta Daerah Rawan Kriminalitas Kota Semarang Gambar 5. Peta Daerah Rawan Kriminalitas Kota Semarang Tahun Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 38
8 Peta Gambar 5. memberikan informasi bahwa tingkat kerawanan diklasifikasikan menjadi 4 tingkat, yatu aman, cukup rawan, rawan dan sangat rawan. Pada Kecamatan Semarang Selatan dengan kepadatan penduduk tertinggi memiliki tingkat kerawanan yang tinggi hampir di seluruh wilayahnya yang ditandai dengan warna coklat muda hingga coklat tua. Kecamatan dengan kepadatan tertinggi ketiga adalah Kecamatan Semarang Utara yang juga memiliki persentase angka kemiskinan tertinggi kedua di Kota Semarang, di kecamatan ini sebagian besar daerahnya masuk kategori cukup rawan hingga rawan yang ditandai dengan warna coklat muda dan coklat. Wilayah dengan kepadatan penduduk terendah untuk Kecamatan Tugu memiliki persentase kemiskinan yang paling tinggi mayoritas wilayahnya bisa dikatakan aman yang ditandai dengan warna kuning. 1. Peta Rawan Kriminalitas Kota Semarang pada Interval Waktu Tertentu. Pada bagian ini peta rawan kriminalitas akan dibagi berdasarkan interval waktu menjadi empat interval yaitu pukul , , dan Gambar 6. Peta Rawan Kriminalitas Kota Semarang Pukul (Kiri) dan Pukul (Kanan) Peta Gambar 6. memberi informasi mengenai kerawanan kriminalitas berdasarkan waktu kejadian. Pada interval waktu antara pukul Kecamatan Semarang Barat, Gajahmungkur, Candisari, Semarang Tengah, Semarang Timur dan Semarang Selatan masuk kategori cukup rawan hingga sangat rawan. Sedangkan kecamatan lainnya kebanyakan cenderung masuk kategori aman hingga cukup rawan. Kemudian pada rentang waktu anatara pukul , terlihat banyak daerah yang cenderung masuk kategori aman meski demikian ada sebagian kecil daerah yang masuk kategori cukup rawan serta di bagian utara dari Kecamatan Semarang Timur dan Gayamsari masuk kategori rawan. Gambar 7. Peta Rawan Kriminalitas Kota Semarang Pukul (Kiri) dan Pukul (Kanan) Gambar 7. merupakan Peta Rawan Kriminalitas pada pukul dan pukul , peta tersebut memberi informasi mengenai wilayah mana saja yang rawan dan yang tidak. Dapat dilihat bahwasanya Kecamatan Semarang Selatan masuk kategori cukup rawan hingga sangat rawan sedangkan sebagian wilayah dari Kecamatan Semarang Barat, Semarang Tengah, Ngaliyan, Gajah Mungkur dan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 39
9 Genuk sebagian wilayahnya masuk kategori cukup rawan. Kesepuluh kecamatan lainnya mayoritas berada di kategori aman. Sedangkan peta di sebalah kanan memberikan informasi bahwa pada rentang waktu antara pukul banyak terdapat daerah yang masuk kategori cukup rawan bahkan tidak sedikit yang masuk kategori rawan hingga sangat rawan. 2. Peta Rawan Kriminalitas Kota Semarang Berdasarkan Jenis Kasus. 3. Gambar 8. Peta Rawan Curas (Kiri), Peta Rawan Narkoba (Kanan) dan Peta Rawan Pembunuhan, Penculikan dan Perkosaan (Tengah Bawah) Gambar 8 merupakan hasil penentuan tingkat kerawanan kasus curas, narkoba dan lainnya (pembunuhan, penculikan dan perkosaan) di Kota Semarang. Jumlah kasus curas paling banyak terjadi di Kecamatan Semarang Selatan kemudian diikuti Kecamatan Pedurungan, Semarang Tengah dan Semarang Barat. Kecamatan Tugu merupakan satu-satunya kecamatan yang tidak pernah mengalami kasus curas sepanjang tahun 2013, sedangkan daerah yang masuk kategori rawan berada di sebagian Kecamatan Semarang Selatan, Pedurungan, Semarang Tengah dan Semarang Timur. Penentuan tingkat kerawanan kasus narkoba memperlihatkan bahwa Kecamatan Tugu adalah daerah yang paling aman sedangkan ke-15 kecamatan lainnya rata-rata sebagian wilayahnya masuk kategori cukup rawan. Untuk Kecamatan Gunungpati dan Mijen bisa dikatakan relatif aman hanya saja ada sebagian kecil wilayahnya masuk kategori cukup rawan. Daerah yang masuk kategori rawan kasus narkoba berada di sebagian Kecamatan Semarang Barat, Semarang Selatan dan Semarang Tengah. Dari 61 kasus yang ada sebagian besar lokasi TKP berada di rumah penduduk. Hasil pengolahan kasus pembunuhan, penculikan dan perkosaan di Kota Semarang masuk pada kategori aman dan cukup rawan. Beberapa kecamatan yang sebagian wilayahnya masuk kategori cukup rawan diantaranya Kecamatan Tembalang, Gunungpati, Gajah Mungkur, Semarang Selatan, Mijen, Semarang Tengah, Pedurungan, Genuk, Semarang Utara, Tugu dan Gayamsari. Sedangkan Kecamatan Ngaliyan, Semarang Barat, Candisari dan Banyumanik merupakan kecamatan yang paling aman terhadap kasus pembunuhan, penculikan dan perkosaan. Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 40
10 Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk, Persentase Angka Kemiskinan dan Kinerja Polsek terhadap Tindak Kejahatan Hasil analisis statistik adalah sebagai berikut : 1. Pada penelitian ini variabel yang dianalisis yaitu nilai kepadatan penduduk, nilai persentase kemiskinan dan persentase kinerja polsek sebagai independent variable dan jumlah tindak kejahatan sebagai dependent variable. Kedua variabel tersebut memiliki nilai korelasi sebesar 0,741, nilai ini dapat diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian dapat saling mempengaruhi. Nilai R Square atau koefisien determinasi (KD) yang diperoleh adalah 55% yang dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 55% terhadap variabel Y dan 45% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel X. Analisis korelasi kedua variabel dapat dilihat pada Tabel 5. : Tabel 5. Ringkasan model analisis. Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a Hasil analisis diperkuat dengan uji statistik F, dengan hasil sebagai berikut : Tabel 6. Uji statistik F. ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression b Residual Total Hipotesis: Ho : Nilai persentase kinerja polsek, angka kemiskinan dan kepadatan penduduk tidak mempengaruhi tingginya angka kejahatan. Ha : Nilai persentase kinerja polsek, angka kemiskinan dan kepadatan penduduk mempengaruhi tingginya angka kejahatan. Pengambilan keputusan: Jika F hitung < F tabel atau probabilitas > 0,05 maka Ho diterima. Jika F hitung > F tabel atau probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. F hitung (4,066) > F tabel (3,71) maka Ho ditolak. Probabilitas 0,04 < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan analisis di atas, maka diambil kesimpulan bahwa independent variable di atas dapat mempengaruhi tindak kejahatan secara serempak dan signifikan. 3. Untuk mengetahui model regresi dugaannya, dapat dilihat pada Gambar 4. bahwa : Y = 6, ,001 X 1 + 0,130 X 2 0,053 X 3 Gambar 6. Scatergram variabel independent dan dependent pada regresi berganda. Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 41
11 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian Pemetaan Daerah Rawan Kriminalitas di Wilayah Hukum Poltabes Semarang Tahun 2013 dengan Menggunakan Metode Clustering, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ; 1. Beberapa daerah di Kota Semarang memiliki tingkat kerawanan terhadap kejahatan yang berbeda. Daerah yang masuk kategori rawan kriminalitas berada di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Selatan, sebagian Semarang Timur, Gayamsari bagian timur, Tembalang bagian barat dan Pedurungan bagian barat. Untuk daerah yang masuk kategori sangat rawan dalam hal tindak kejahatan/kriminalitas berada di Kecamatan Semarang Selatan, Semarang Tengah dan perbatasan antara Gayamsari dengan Pedurungan. 2. Tindak kejahatan paling sering terjadi antara pukul kemudian , dan di mana 50,03 % tindak kejahatan terjadi antara pukul Analisis statistik menghasilkan nilai korelasi antara variabel kepadatan penduduk, persentase kemiskinan, kinerja polsek (independent variable) dan variabel jumlah tindak kejahatan(dependent variable) yang menunjukkan keterkaitan kedua variabel tersebut. Independent variable mempengaruhi jumlah tindak kejahatan dengan korelasi sebesar 55% dan 45% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Hipotesa bahwa ketiga faktor tersebut mempengaruhi tingginya jumlah tindak kejahatan diperkuat dengan nilai signifikan sebesar 0,040 atau dibawah 0.05 pada uji statistik. Saran Dengan dilaksanakannya penelitian ini, maka penulis mengetahui prosedur pelaksanaan penelitian. Apabila nantinya dilakukan penelitian serupa, penulis memiliki saran bagi peneliti selanjutnya, yaitu sebagai berikut : 1. Sebelum melakukan penelitian sebaiknnya, melakukan studi literatur lebih mendalam mengenai permasalahan (tindak kejahatan)yang terjadi dan mengenai metode yang digunakan. 2. Pembuatan peta daerah rawan kriminalitas sebaiknya dilakukan secara terorganisir dan didiskusikan dengan pihak terkait sehingga bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. 3. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dianalisis lebih lanjut tentang prediksi kerawanan kriminalitas dimasa depan. DAFTAR PUSTAKA Anonim Draft Rencana : Rencana Tata Ruang Wilayah Kotamadya Semarang. BAPPEDA. Semarang, Jawa Tengah. Ester, Martin; Kriegel, Hans-Peter; Sander, Jörg and Xu, Xiaowei (1996). "A density-based algorithm for discovering clusters in large spatial databases with noise". Simoudis, Evangelos Hiota.K.,Pedrycz, W. D-fuzzy clustering, Pattern Recogn, Lett. 16, 1995, Nurdiati, Sri. Baba Barus dan Dwi Prasetyo Pengembangan Sistem Informasi Geografis Tindak Kejahatan Multilevel berbasis Web (Studi Kasus: Kelurahan Tanah Baru Bogor). Bogor: Institut Pertanian Bogor. Sarwono, Sarlito Psikologi Lingkungan. Jakarta: Gramedia. Supranto, J Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta : Gramedia. Tuman Overview of GIS. Diakses tanggal 15 November Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015, (ISSN : X) 42
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis dan Hasil 4.1.1 Persebaran Lokasi Tindak Kejahatan Data menunjukkan kejahatan berat yang terjadi di Kota Semarang diantaranya pembunuhan terjadi 12 kasus, perkosaan
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2014
ANALISIS PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KEPADATAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( STUDI KASUS : KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG ) Elsa Regina Rizkitasari Panjaitan, Bambang Sudarsono,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Analisis Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kepadatan Jalan Setelah melakukan serangkaian proses pada BAB III, maka diperoleh data kepadatan penduduk dan data derajat
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil studi kasus di Kota Semarang Jawa Tengah yang terletak pada koordinat 6 o 5 7 o 10 Lintang Selatan dan 109 o 35-110 o 50 Bujur
PREDIKSI PELAPORAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS LINIER REGRESI BERGANDA DI KOTA SEMARANG
PREDIKSI PELAPORAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS LINIER REGRESI BERGANDA DI KOTA SEMARANG Brenda Charmelita Program Studi Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11,
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN III.1. Wilayah Penelitian Wilayah penelitian ini berada di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Kecamatan Tembalang terbagi dalam 12 kelurahan, yakni Kelurahan Tembalang, Kramas,
Jurnal Geodesi Undip AGUSTUS 2015
ANALISIS DAYA TAMPUNG FASILITAS PENDIDIKAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Widya Prajna, Sutomo Kahar, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas
Jurnal Geodesi Undip Januari 2014
Analisis Ruang Terbuka Hijau Kota Semarang Dengan Meggunakan Sistem Informasi Geografis Handayani Nur Arifiyanti, Moehammad Awaluddin, LM Sabri *) Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas
EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG
EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan program Studi Strata I pada Jurusan Geografi Fakultas Geografi Oleh: DIAH HAFIDHA CHOLIFATUNISA
APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : [email protected]
APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : [email protected] Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan teknologi komputer berkembang seiring dengan perjalanan waktu. Berbagai aplikasi telah atau sedang dikembangkan untuk memudahkan manusia dalam memecahkan berbagai
BAB IV ANALISIS DATA. telah ada pada pokok bahsan bab awal. Hipotesa penulis adalah : Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.
83 BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan menggunakan program SPSS, penulis membuat hipotesis sebagaimana yang telah ada pada pokok
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penataan Gambaran Umum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penataan 1.1.1. Gambaran Umum Kota Semarang selaku ibukota dari Provinsi Jawa Tengah memiliki keterletakan astronomis di antara garis 6º 50-7º 10 LS dan garis 109º
Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung
139 LAMPIRAN 2 Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung Dependent Variable: Belanja Langsung Linear.274 19.584 1 52.000 57.441.239 The independent variable is Jumlah penduduk
Jurnal Geodesi Undip Januari 2014
Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Pelayanan Kesehatan Masyarakat Berbasis Web (Studi Kasus: Kota Semarang) Gita Amalia Sindhu Putri, Bambang Sudarsono, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi Teknik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Daerah perkotaan mempunyai sifat yang sangat dinamis, berkembang sangat cepat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Perkembangan daerah perkotaan dapat secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kriminalitas adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada seluruh lapisan masyarakat. Kriminalitas memang merupakan masalah yang umum ada di manapun. Tindak
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya di Tebet
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya di Tebet ALIFA AMELIA 10210562 LATAR BELAKANG MASALAH Sumber daya manusia merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Tribunnews.com Tribunnews.com adalah situs berita online Indonesia yang dipublikasikan oleh PT. Indopersda Primamedia. Situs berita online dengan
BAB IV PENGUMPULAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data yang dilakukan dibatasi hanya di dalam wilayah Jabodetabek. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer maupun data sekunder. Data primer meliputi kriteria drainase
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berkembang dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2004 PT. Bank Danamon
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Adira Finance tbk. Berdiri pada bulan Maret 1990, yang beralamat di Graha Adira Menteng Jakarta Selatan.
BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA
BAB 10 ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA Analisis regresi linier merupakan salah satu jenis metode regresi yang paling banyak digunakan. Regresi linier sederhana terdiri atas satu variabel terikat (dependent)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi penginderaan jauh yang semakin pesat menyebabkan penginderaan jauh menjadi bagian penting dalam mengkaji suatu fenomena di permukaan bumi sebagai
PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO
PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO Nama : Isnaen Reza Saputra NPM : 13211740 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Sri Kurniasih Agustin, SE., MM Latar
Bab IV Analisis Penelitian. Analisis penelitian dilakukan terhadap data, proses pengolahannya, hasil penelitian dan metode yang dipakai.
Bab IV Analisis Penelitian Analisis penelitian dilakukan terhadap data, proses pengolahannya, hasil penelitian dan metode yang dipakai. IV.1 Analisis Data Data atribut yang digunakan dalam penelitian ini
Sistem Informasi Geografis Untuk Klasifikasi Daerah Rawan Kriminalitas Menggunakan Metode K-Means
Sistem Informasi Geografis Untuk Klasifikasi Daerah Rawan Kriminalitas Menggunakan Metode K-Means Ferdian Dwi Yuliansyah Fakultas Teknologi Industri, Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kesadaran masyarakat dalam membayar PBB di Desa Kadirejo.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan mendeskripsikan tentang hasil penelitian yang telah diperoleh sekaligus pembahasannya. Hasil penelitian ini akan menjawab masalah penelitian pada Bab
PENENTUAN MODEL KEMISKINAN DI JAWA TENGAH DENGAN MULTIVARIATE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (MGWR)
PENENTUAN MODEL KEMISKINAN DI JAWA TENGAH DENGAN MULTIVARIATE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (MGWR) SKRIPSI Disusun Oleh : SINDY SAPUTRI 24010210141007 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
BAB III TINJAUAN KOTA SEMARANG DAN TINJAUAN SEKOLAH LUAR BIASA DI SEMARANG
BAB III TINJAUAN KOTA SEMARANG DAN TINJAUAN SEKOLAH LUAR BIASA DI SEMARANG 3.1 Tinjauan Kota Semarang 3.1.1 Kondisi Fisik dan Non Fisik Kota Semarang Kota Semarang merupakan ibu kota propinsi Jawa Tengah,
BAB IV ANALISIS DATA A. PENGUJIAN HIPOTESIS
A. PENGUJIAN HIPOTESIS BAB IV ANALISIS DATA Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan, penulis membuat hipotesis sebagaimana yang telah ada pada pokok bahsan bab awal. Hipotesa
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1 Nama :Farah Npm :122100606 Jurusan :Manajemen Pembimbing :Rooswhan Budhi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel dalam penelitian ini merupakan keseluruhan populasi di SLB A
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi sampel penelitian Sampel dalam penelitian ini merupakan keseluruhan populasi di SLB A Pembina Jakarta yang berjumlah 20 orang remaja tuna netra. Berikut data kontrol
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMBER FAJAR INTI ABADI SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMBER FAJAR INTI ABADI SKRIPSI Oleh Eddy Susanto 1200992034 UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JAKARTA 2013 I. Abstrak PT. SUMBER FAJAR
Pengaruh Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Minimarket Indomaret Di Jl.Kemakmuran Depok 2 Tengah
Pengaruh Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Minimarket Indomaret Di Jl.Kemakmuran Depok 2 Tengah TAUFIK DARMAWAN SAPUTRA 3EA10 (19210434) Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
PENGEMBANGAN PROTOTIPE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN RUTE ANGKUTAN UMUM KOTA SEMARANG
PENGEMBANGAN PROTOTIPE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN RUTE ANGKUTAN UMUM KOTA SEMARANG Afif Luthfi Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Email : [email protected] ABSTRAK : Tugas Akhir
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin
69 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Responden Penentuan sampel yang telah ditentukan sebelumnya lewat rumus Slovin yaitu sebanyak 71 responden dengan metode pengambilan sampling yaitu non probability
BAB II GAMBARAN UMUM. Gambar 2.1. Peta Kota Semarang
49 BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Peta Kota Semarang Gambar 2.1 Peta Kota Semarang Sumber: semarangkota.go.id 2.1.1 Kondisi Geografis Kota Semarang Semarang adalah ibu kota provinsi jawa tengah, sekaligus menjadi
BAB IV PENGARUH KONDISI EKONOMI ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA SIGAYAM KECAMATAN WONOTUNGGAL BATANG
52 BAB IV PENGARUH KONDISI EKONOMI ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA SIGAYAM KECAMATAN WONOTUNGGAL BATANG A. Pengaruh Kondisi Ekonomi Orang Tua di Desa Sigayam Kecamatan Wonotunggal Batang
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPONE SAMSUNG (STUDY KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA)
PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPONE SAMSUNG (STUDY KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA) Nama : Helpiani br karo NPM : 13211277 Pembimbing : Sri Kurniasih
Analisis Pengaruh Modal Kerja Terhadap PT Astra International Tbk. Muhammad Dzulqarnain
Analisis Pengaruh Modal Kerja Terhadap PT Astra International Tbk Muhammad Dzulqarnain 14210663 Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan suatu perusahaan tidak akan terlepas dari permodalan yaitu pemenuhan
Penilaian Tingkat Keberlanjutan Kawasan Pantai Timur Surabaya sebagai Kawasan Konservasi Berkelanjutan
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 2, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-65 Penilaian Tingkat Keberlanjutan Kawasan Pantai Timur sebagai Kawasan Konservasi Berkelanjutan Yani Wulandari dan Rulli Pratiwi
BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai kinerja guru, motivasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil dan Analisis Peta Ancaman Bencana Tanah Longsor Pembuatan peta ancaman bencana tanah longsor Kota Semarang dilakukan pada tahun 2014. Dengan menggunakan data-data
BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
BAB 11 ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Selain regresi linier sederhana, metode regresi yang juga banyak digunakan adalah regresi linier berganda. Regresi linier berganda digunakan untuk penelitian yang
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Data penelitian ini diperoleh dari siswa kelas V SD Islam Al Madina Semarang tahun pelajaran 2015/2016 sebagai subyek penelitian dan merupakan populasi
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. bunga dan inflasi selama kurun waktu Februari sampai dengan Desember 2009.
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Dari hasil pengamatan diperoleh data kenaikan dan/atau penurunan tingkat bunga dan inflasi selama kurun waktu Februari sampai dengan Desember
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil Setelah melalui beberapa tahap kegiatan penelitian, dalam bab IV ini diuraikan analisis hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Analisis
BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Bab ini akan menyajikan data data yang telah peneliti dapatkan dari para responden. Data tersebut kemudian diolah dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Survei Untuk memperoleh data dari responden digunakan lembaran kuesioner yang disebar mulai bulan Agustus 2005 hingga September 2005. Adapun contoh kuesioner
Pengaruh Media Iklan, Kepercayaan, Kesesuaian Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Zalora
Pengaruh Media Iklan, Kepercayaan, Kesesuaian Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Zalora Nama : Alfianta Sah Putra NPM : 10212615 Jurusan : Manajemen (S1) Pembimbing :
BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan analisa regresi yang tujuannya adalah untuk meramalkan suatu nilai variabel dependen dengan adanya perubahan dari
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Dalam bab IV disajikan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian. Data yang terkumpul merupakan data primer, yaitu
ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KESENANGAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (STUDI KASUS TAKSI BLUE BIRD)
ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KESENANGAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (STUDI KASUS TAKSI BLUE BIRD) Nama : Karina Oktaviani NPM : 11209873 Pembimbing : Dr. Budi Prijanto Latar Belakang dan
PENGARUH PELAYANAN PRIMA KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PUBLIC WELFARE
PENGARUH PELAYANAN PRIMA KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PUBLIC WELFARE Kenanias Maichelson Wenda, Sugeng Rusmiwari, Dody Setyawan Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Tribhuwana
bebas yang diberi simbol X. Data selisih kurs diperoleh dari Laporan
BAB IV ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN A. Deskripsi Data. Data Selisih Kurs Dalam penelitian ini, data selisih kurs digunakan sebagai variabei bebas yang diberi simbol X. Data selisih kurs diperoleh dari
Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro
Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro Nama : Yelsi Karmayanti NPM : 19213422 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Ir. Rina Sugiarti,SE
BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan
BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari analisa dan pembahasan berdasarkan data yang diperoleh dan diolah, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Pertumbuhan penduduk di Kota Semarang akan menuntut
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah konsumen di rumah makan Mie Ayam Oplosan Kedai Shoimah. Responden yang menjadi objek penelitian
5. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
5. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Pada bab ini dijelaskan mengenai hasil penelitian dan interpretasinya. Pembahasan dalam bab ini meliputi gambaran umum subjek, hasil penelitian yang berkaitan dengan gambaran
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data SD Nasima Semarang terletak di Jl. Puspanjolo Selatan No. 53 (024) 7601322, Semarang 50141, Jawa Tengah. Waktu penelitian dilakukan pada tahun 2016. Setelah melakukan
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Pada bagian ini akan disajikan deskripsi data hasil penelitian terhadap variabelvariabel penelitian. Data hasil penelitian berupa skor yang diambil
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. teori yang menjadi dasar dan data yang diperoleh dari Badan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan membandingkan teori yang menjadi dasar dan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Sena Aradea Manajemen Ekonomi 2013
Sena Aradea 16210440 Manajemen Ekonomi 2013 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Rokok Sampoerna Mild Di Kalangan Mahasiswa Universitas Gunadarma Latar Belakang Seiring dengan semakin banyaknya
ANALISIS PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KEPADATAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
UNIVERSITAS DIPONEGORO ANALISIS PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP KEPADATAN RUAS JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus Kecamatan Tembalang Kota Semarang) TUGAS AKHIR ELSA REGINA
MODEL BANGKITAN PERJALANAN DARI PERUMAHAN: STUDI KASUS PERUMAHAN PUCANG GADING, MRANGGEN, DEMAK
MODEL BANGKITAN PERJALANAN DARI PERUMAHAN: STUDI KASUS PERUMAHAN PUCANG GADING, MRANGGEN, DEMAK Jessi Tri Joeni Mahasiswa Manajemen Transportasi STMT-Amni Semarang Jln. Soekarno Hatta No. 180 Tlp. (024)
Andry Wirawan Analisis Pengaruh Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Warung Ayam Monyet.
Andry Wirawan 10210772 Manajemen Ekonomi 2013 Analisis Pengaruh Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Warung Ayam Monyet. Latar Belakang Sebagai studi kasus tentang produk dan harga,
PENGARUH SIKAP SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PERSAMAAN KUADRAT
207 PENGARUH SIKAP SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PERSAMAAN KUADRAT Lestariningsih 1, Baqiyatus Sholichah 2 1,2 STKIP PGRI Sidoarjo e-mail: 1) [email protected],
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PUSAT ADMINISTRASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PUSAT ADMINISTRASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA Nama : Ridwan Maulana NPM : 16212320 Pembimbing : Widiyarsih, SE.,
Rudi Aditia Hartono Manajemen Ekonomi 2013
Rudi Aditia Hartono 16210622 Manajemen Ekonomi 2013 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Kepuasan Konsumen Dalam Memilih Pelayanan Jasa Steam Mobil Flamboyan. Latar Belakang 1. Jumlah volume kendaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan data-data yang diperoleh saat melakukan penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh peneliti melalui beberapa
PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG
PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG Oleh : Fitri Zakiyah (10208526) Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah karyawan atau pegawai divisi fashion pada PT. Mitra Adiperkasa, tbk sebanyak 52 karyawan
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI Seperti disebutkan sebelumnya, dalam pelaksanaan pelatihan pada PT. MASWANDI perlu diadakannya pertanyaan-pertanyaan yang harus
PENGARUH PENGANGGURAN, KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI DKI JAKARTA PERIODE
PENGARUH PENGANGGURAN, KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI DKI JAKARTA PERIODE 2008-2012 Nama : Eko Hadi Hartoko NPM : 12212426 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Neltje F.
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas
BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1
1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui
Series Data Umum Kota Semarang Data Umum Kota Semarang Tahun
Data Umum Kota Semarang Tahun 2007-2010 I. Data Geografis a. Letak Geografis Kota Semarang Kota Semarang merupakan kota strategis yang beradadi tengah-tengah Pulau Jawa yang terletak antara garis 6 0 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. gerakan dakwah amar ma ruf nahi munkar yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad
63 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Muhammadiyah adalah suatu persyarikatan gerakan Islam yang maksud gerakan dakwah amar ma ruf nahi munkar
PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN POTONGAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN MOBIL: STUDI KASUS PADA PT. SERASI AUTO RAYA
PENGARUH BIAYA PROMOSI DAN POTONGAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN MOBIL: STUDI KASUS PADA PT. SERASI AUTO RAYA Nama : SUNTORO AJI NPM : 17212198 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Manajemen Pembimbing : Toto
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank Indonesia. Sampel adalah wakil dari populasi yang diteliti. Dalam
Regresi Linear Sederhana (Tunggal)
Regresi Linear Sederhana (Tunggal) Analislah variabel X dan Y dengan menggunakan teknik Regresi Linear Sederhana, dengan langkah-langkah: No. X X2 Y No. X X2 Y 2 0 6 2 2 5 2 0 2 5 22 3 4 6 3 0 9 6 23 0
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
digilib.uns.ac.id BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini disampaikan analisis hubungan volume kendaraan, kecepatan kendaraan dan jarak pengukuran terhadap kebisingan pada ruas Jalan Ir. Juanda Kota
Jurnal Geodesi Undip April 2015
KAJIAN SEBARAN DAN POTENSI MINIMARKET BERBASIS SIG ( Studi Kasus : Kota Semarang ) Febrian Pramana Putra, M. Awaluddin, Arief Laila Nugraha *) Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Profil Pegawai Pegawai PT Kabelindo Murni, Tbk memilik jumlah karyawan yang banyak, dengan beberapa divisi yang dapat menunjang keberhasilan perusahaan. Data karyawan
BAB IV ANALISIS DATA. tingkat kebenaran hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Dalam analisis data
BAB IV ANALISIS DATA Analisis data merupakan hasil kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lainnya terkumpul. Hal ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kebenaran hipotesis
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP HARGA, FASILITAS DAN PELAYANAN PADA YAMIEN 88 CIJANTUNG
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP HARGA, FASILITAS DAN PELAYANAN PADA YAMIEN 88 CIJANTUNG Nama : Santi Kusuma NPM : 16211598 Kelas : 3EA11 Pembimbing : Reni Anggraini, S.E., MMSI. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB IV PELAKSANAAN DAN HASILPENELITIAN
BAB IV PELAKSANAAN DAN HASILPENELITIAN Pengumpulan data penelitian ini di lakukan pada tanggal 18 Mei 2014 sampai tanggal 21 Mei 2014. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PERSEBARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (Studi Kasus : Kota Semarang) Yuliansyah Rachman Nur Rizky, Arief Laila Nugraha, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi
Nama : Tri Yuni Rahmawati NPM : Dosen Pembimbing : Sri Rachmawati, SE, MM
ANALISIS PENGARUH LABEL HALAL, CELEBRITY ENDORSE, DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK WARDAH (Studi Kasus Pada Mahasiswi Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Sekolah SMK Negeri 6 Malang yang beralamat di Jalan Ki Ageng Gribig 28 Malang, merupakan sekolah menengah kejuruan berstatus negeri yang resmi
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BANK SYARIAH MANDIRI Tbk CABANG DEPOK. Nama : Septiani Sukma D Kelas : 4EA12 NPM :
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BANK SYARIAH MANDIRI Tbk CABANG DEPOK Nama : Septiani Sukma D Kelas : 4EA12 NPM : 18211253 Latar Belakang Bank Syariah Mandiri yang bergerak di bidang
Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Kinerja Keuangan terhadap Alokasi Belanja Modal
Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561 Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Kinerja Keuangan terhadap Alokasi Belanja Modal 1 Muhammad Miftah Falah, 2 Sri Fadilah, dan 3 Edi Sukarmanto 1,2,3 Prodi Akuntansi,
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Profil Responden Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan kuesioner kepada 60 responden. Jumlah responden tersebut dihasilkan dari rumus perhitungan
Surat Pemberitahuan (SPT) BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Deskriptif
62 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif 1. Perkembangan Penerimaan Surat Pemberitahuan Pajak Pertambahan Nilai (SPT PPN) Jumlah penerimaan SPT PPN yang terdaftar pada KPP Pratama
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di daerah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara dan sekitarnya, Jawa Barat (Gambar 1). DAS Cipunagara berada dibawah pengelolaan
: Zerry Olander Npm : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Lies Handrijaningsih., SE.,MM
PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PATCO ELEKTRONIK TEKNOLOGI GOBEL INDUSTRIAL COMPLEX Nama : Zerry Olander Npm : 15209193 Jurusan : Manajemen
