Arsip Nasional Republik Indonesia

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Arsip Nasional Republik Indonesia"

Transkripsi

1 Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Januari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP, TULKHAH MANSYUR

2 Nasional Republik Indonesia PROSEDUR TETAP NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP STATIS A. Umum BAB I PENDAHULUAN Informasi yang terkandung di dalam arsip memiliki karakteristik khusus berdasarkan fungsi yang tidak setara dengan bahan pustaka yang penciptaannya dipersiapkan berdasarkan subyek. Pada penanganan penggandaan material tersebut di atas, masing-masing dibutuhkan prosedur tersendiri. Penggunaan dan penggandaan arsip harus sesuai dengan ketentuanketentuan yang tujuannya tidak saja sebagai tindakan preventif dalam menjaga keselamatan dan keutuhan arsip statis, tetapi juga meliputi perlindungan terhadap fisik arsip yang kondisinya tidak baik, di antaranya dengan pembatasan jumlah arsip yang digandakan. Persetujuan penggandaan dilakukan sebagai tindakan kontrol dan pengawasan di dalam pelestarian arsip statis. Sementara biaya pengandaan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak pelaksanaannya dibedakan atas dasar kriteria pengguna arsip. Untuk meningkatkan peran dan fungsi ANRI dalam layanan arsip statis, serta mendayagunakan arsip statis sebagai informasi publik yang mudah diakses sesuai prinsip-prinsip aksesibilitas arsip statis dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku, maka perlu adanya Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis. Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis ini merupakan pedoman atau acuan bagi Subdirektorat Layanan agar muncul keseragaman dan ketertiban dalam kelancaran pelaksanaan tugas layanan arsip kepada pengguna sebagai salah satu bentuk pelayanan prima dalam memberikan informasi yang lebih baik serta terciptanya sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja dengan unit kerja terkait. B. Maksud dan Tujuan Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis dimaksudkan sebagai acuan dan panduan di dalam mengatur prosedur bagi layanan Penggandaan di ANRI. Tujuan Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis adalah terwujudnya pelayanan prima bagi pengguna arsip statis di ANRI di dalam pemanfaatan arsip statis.

3 - 2 - C. Ruang Lingkup Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis berlaku dan digunakan di Subdit Layanan. Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan ini meliputi Layanan Penggandaan Kertas, Layanan Penggandaan Kartografik, Layanan Penggandaan Foto, Layanan Penggandaan Film serta Layanan Penggandaan Mikrofilm dan Kaset. D. Dasar 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 jo Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3362); 3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846); 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2005 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Nasional Republik Indonesia; 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2006 tentang Perizinan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing dan Orang Asing; 6. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Statis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 143); 7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP); 8. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22/KEP/M.PAN/07/2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas; 9. Peraturan Kepala Nasional Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Nasional Republik Indonesia Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Kepala Nasional Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Prosedur Tetap di Lingkungan Nasional Republik Indonesia; 11. ISO tentang Standar Manajemen Mutu.

4 - 3 - E. Pengertian Dalam Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis yang dimaksud dengan: 1. Pejabat yang berwenang dalam unit kerja layanan arsip adalah pejabat yang berwenang mengambil keputusan dan mensahkan akses pemanfaatan arsip statis di Unit Layanan ; 2. Petugas Transit adalah staf dan atau arsiparis yang bertugas pada ruang transit arsip; 3. Petugas Layanan Penggandaan adalah petugas yang melayani penggandaan arsip kertas dan mencatatkan jumlah hasil penggandaan yang kemudian diserahkan kepada Petugas Layanan Keuangan; 4. Unit Reproduksi Media Baru adalah unit yang melayani penggandaan arsip media baru, seperti arsip foto, film, serta mikrofilm dan kaset. 5. Petugas Layanan Keuangan yang disebut Kasir adalah petugas yang melayani penerimaan transaksi keuangan yang berlaku pada layanan arsip dan membuat serta menandatangani tanda bukti penerimaan uang; 6. Penggandaan arsip adalah tindakan memperbanyak naskah yang isinya sesuai dengan aslinya, dengan ukuran dan jumlah atas permintaan Pengguna ; 7. Pengguna (langsung) adalah pengguna baik swasta/perorangan, institusional maupun lembaga akademis yang izin aksesnya dibedakan berdasarkan kewarganegaraan di dalam pemanfaatan arsip; 8. Pengguna (tidak langsung) adalah pengguna baik swasta/perorangan, institusional maupun lembaga akademis yang memanfaatkan arsip secara tidak langsung dengan mendapatkan informasi yang diinginkan yang terkandung dalam khasanah arsip statis; 9. Alih media arsip adalah kegiatan pengalih media rekam arsip dari media rekam tertentu ke bentuk/jenis media rekam lain dengan prosedur tertentu sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku; 10. Statis adalah arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan maupun penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara dan mempunyai nilai kesejarahan; 11. Kartografik adalah arsip yang berisi informasi dalam bentuk grafis atau fotometrik tentang permukaan bumi atau sistem galaksi yang disusun berdasar skala tertentu, seperti peta, bagan, globe, bagan topografi, kartogram, potret udara dan sejenisnya termasuk teks penjelasannya; 12. Kearsitekturan adalah arsip yang berisi informasi berbentuk gambar teknik;

5 Konvensional adalah arsip yang informasinya terekam dalam media kertas, baik tulisan tangan ataupun ketikan; 14. Media Baru adalah arsip yang informasinya terekam dalam media non kertas, baik berupa arsip bacaan mesin maupun arsip pandang dengar; 15. Hak Cipta adalah hak eksklusif untuk mengumumkan atau memperbanyak arsip yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku; 16. Hak atas penggandaan arsip adalah hak untuk penggandaan yang diberikan kepada pengguna arsip untuk memanfaatkan arsip film setelah mendapat izin penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 17. Formulir Penggandaan berisi keterangan mengenai: nama pengguna arsip, alamat pengguna arsip, periode arsip yang digandakan, jenis arsip yang digandakan (kertas/kartografik/kearsitekturan), judul khasanah arsip, nomor inventaris arsip, jumlah lembar; 18. Buku Pencatatan Penggandaan arsip konvensional berisi keterangan mengenai nama pengguna arsip, jenis arsip yang digandakan (kertas/kartografik/kearsitekturan), judul khasanah arsip, nomor inventaris arsip, jumlah lembar, tanggal penggandaan dan tanda tangan.

6 - 5 - BAB II PROSEDUR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP STATIS Subdit Layanan atau Ruang Baca ANRI memiliki Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan Statis. Layanan Penggandaan di Ruang Baca dibagi menjadi dua berdasarkan jenis arsip yang dipinjam, yaitu Layanan Penggandaan Konvensional dan Layanan Penggandaan Media Baru. A. Layanan Penggandaan Konvensional 1. Kertas a. Petugas Transit menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna; b. Petugas Transit meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; c. Pejabat Layanan mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit ; d. Petugas Transit menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Petugas Penggandaan ; e. Petugas Penggandaan melakukan penggandaan; f. Petugas Penggandaan menghitung jumlah dan mencatat jumlah hasil penggandaan; g. Petugas Penggandaan menyerahkan arsip dan hasil penggandaan serta formulir penggandaan kepada Petugas Layanan Keuangan/Kasir; h. Kasir menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi; i. Kasir menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan; j. Kasir menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna; k. Kasir menyerahkan arsip yang telah digandakan kepada Petugas Transit ; l. Petugas Transit Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna. 2. Kartografik a. Petugas Transit menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; b. Petugas Transit meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; c. Pejabat Layanan mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit ;

7 - 6 - d. Pejabat Layanan menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Petugas Penggandaan ; e. Petugas Penggandaan melakukan penggandaan; f. Petugas Penggandaan menghitung jumlah dan mencatat jumlah hasil penggandaan; g. Petugas Penggandaan menyerahkan arsip dan hasil penggandaan serta formulir penggandaan kepada Petugas Layanan Keuangan/Kasir; h. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi; i. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan; j. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna; k. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menyerahkan arsip yang telah digandakan kepada Petugas Transit ; l. Petugas Transit Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna. B. Layanan Penggandaan Media Baru 1. Foto a. Petugas Transit menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; b. Pejabat Layanan mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit ; c. Petugas Transit menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Unit Reproduksi Media Baru; d. Petugas Transit menerima hasil penggandaan dan arsip foto dari Unit Reproduksi Media Baru; e. Petugas Transit menyerahkan hasil penggandaan kepada Petugas Layanan ; f. Petugas Layanan membuat deskripsi arsip foto yang digandakan; g. Petugas Layanan menyerahkan hasil penggandaan dan deskripsi arsip kepada Petugas Layanan Keuangan/Kasir; h. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi; i. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan;

8 - 7 - j. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna dan menyerahkan arsip kepada Petugas Transit ; k. Petugas Transit menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna. 2. Film/Video a. Petugas Transit menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; b. Pejabat Layanan mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit ; c. Petugas Transit mengantar Pengguna ke Unit Reproduksi Media Baru untuk preview; d. Petugas Transit menerima hasil penggandaan dari Unit Reproduksi Media Baru; e. Petugas Transit menyerahkan hasil penggandaan kepada Petugas Layanan Keuangan/Kasir; f. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi; g. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan; h. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna. 3. Mikrofilm dan Kaset a. Petugas Transit menerima formulir penggandaan arsip dan arsip yang akan digandakan dari pengguna kemudian meminta pengesahan dari Pejabat Layanan; b. Pejabat Layanan mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit ; c. Petugas Transit menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Unit Reproduksi Media Baru; d. Petugas Transit menerima arsip dan hasil penggandaan dari Unit Reproduksi Media Baru; e. Petugas Transit menyerahkan hasil penggandaan kepada Petugas Layanan Keuangan/Kasir; f. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi; g. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menghitung menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan;

9 - 8 - h. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menyerahkan hasil penggandaan dan arsip aslinya kepada Pengguna; i. Petugas Layanan Keuangan/Kasir menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna.

10 - 9 - BAB III PENUTUP Kami berharap Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan ini dapat menjadi acuan bagi petugas unit kerja lingkungan Sub Direktorat Layanan dan unit kerja terkait agar semua pelaksanaan pelayanan arsip dapat berjalan sesuai tugas dan fungsinya yang pada akhirnya akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan prima khususnya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Prosedur Tetap tentang Layanan Penggandaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Januari 2010 DIREKTUR PEMANFAATAN, DARMIATI

11 Nasional Republik Indonesia LAMPIRAN PROSEDUR TETAP NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP STATIS

12 - 1 - DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR TETAP TENTANG LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP STATIS A. DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP KERTAS B. DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP KARTOGRAFIK C. DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP FOTO D. DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP FILM/VIDEO E. DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP MIKROFILM DAN KASET F. FORMULIR PEMESAN PENGGANDAAN ARSIP

13 - 2 - DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP KERTAS Unit Penyelesaian No Tahap Kegiatan Petugas Transit Pejabat Layanan Petugas Penggandaan Kasir Pengguna 1 Menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna 2 Meminta pengesahan dari Pejabat Layanan 3 Mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit 4 Menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Petugas Penggandaan Konvensional 5 Melakukan penggandaan 6 Menghitung jumlah dan mencatat jumlah hasil penggandaan 7 Menyerahkan arsip dan hasil penggandaan serta formulir penggandaan kepada Kasir 8 Menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi 9 Menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan 10 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna, menyerahkan arsip yang telah digandakan kepada Petugas Transit 11 Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan Norma Waktu: menit (tergantung dari banyaknya pengguna dan jumlah lembar yang digandakan)

14 - 3 - DIAGRAM ALIR PENGGANDAAN ARSIP KARTOGRAFIK No Tahap Kegiatan Petugas Transit Pejabat Layanan Unit Penyelesaian Petugas Reproduksi Kasir Pengguna 1 Menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna 2 Meminta pengesahan dari Pejabat Layanan 3 Mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit 4 Menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Petugas Penggandaan 5 Melakukan penggandaan 6 Menghitung jumlah dan mencatat jumlah hasil penggandaan 7 Menyerahkan arsip dan hasil penggandaan serta formulir penggandaan kepada Kasir 8 Menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi 9 Menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan 10 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna 11 Menyerahkan arsip yang telah digandakan kepada Petugas Transit 12 Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna Norma Waktu: menit (tergantung banyaknya pengguna dan jumlah lembar serta ukuran arsip yang digandakan)

15 - 4 - DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP FOTO No Tahap Kegiatan Petugas Transit Pejabat Layanan Unit Penyelesaian Unit Petugas Reproduksi Layanan Media Baru Kasir Pengguna 1 Menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan 2 Mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Transit 3 Menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan 4 Menerima hasil penggandaan dan arsip foto 5 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Petugas Layanan 6 Membuat deskripsi arsip foto yang digandakan 7 Menyerahkan hasil penggandaan dan deskripsi arsip kepada Kasir 8 Menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi 9 Menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan 10 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna dan menyerahkan arsip kepada Petugas Transit 11 Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna Norma Waktu: 2 hari kerja

16 - 5 - DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP FILM/VIDEO No Tahap Kegiatan Petugas Transit Kasir Unit Penyelesaian Pejabat Layanan Unit Reproduks i Media Baru Pengguna 1 Menerima formulir penggandaan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan 2 Mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Layanan 3 Mengantar Pengguna ke Unit Reproduksi Media Baru untuk preview 4 Menerima hasil penggandaan dari Unit Reproduksi Media Baru 5 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Kasir 6 Menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi 7 Menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan 8 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Pengguna Norma Waktu: 1 hari kerja

17 - 6 - DIAGRAM ALIR LAYANAN PENGGANDAAN ARSIP MIKROFILM DAN KASET No Tahap Kegiatan Petugas Layanan Unit Penyelesaian Unit Pejabat Reproduksi Layanan Media Baru Kasir Pengguna 1 Menerima formulir penggandaan arsip dan arsip dari pengguna dan meminta pengesahan dari Pejabat Layanan 2 Mengesahkan formulir penggandaan dan menyerahkan kepada Petugas Layanan 3 Menyerahkan arsip beserta formulir penggandaan kepada Unit Reproduksi Media Baru 4 Menerima arsip dan hasil penggandaan dari Unit Reproduksi Media Baru 5 Menyerahkan hasil penggandaan kepada Kasir 6 Menghitung jumlah nilai pembayaran dan membuat kwitansi 7 Menerima uang pembayaran dan melakukan pembukuan keuangan 8 Menyerahkan hasil penggandaan dan arsip aslinya kepada pengguna 9 Menerima dan menyimpan arsip yang telah selesai digandakan dari pengguna Norma Waktu: 7 hari kerja (mikrofilm ke mikrofilm, kaset ke kaset) 1 hari kerja (cetak mikrofilm ke media kertas)

18 - 7 - FORMULIR PEMESAN PENGGANDAAN ARSIP DIREKTUR PEMANFAATAN, DARMIATI

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN setujui. Substansi Prosedur Tetap tentang Layanan Pengembalian Arsip Statis telah saya Disetujui di Jakarta pada tanggal Januari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Peminjaman Statis telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Januari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Layanan Perpustakaan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Januari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis (SIKS) telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide Kartografik dan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal September 2011 DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP, MUSTARI IRAWAN

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal September 2011 DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP, MUSTARI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN setujui. Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Guide telah saya Disetujui di Jakarta pada tanggal Agustus 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar Kartografik dan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945 telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pemberian Konsultasi dan Pertimbangan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip Lembaga Negara, BUMN dan Perguruan Tinggi Negeri

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Inventaris Kartografik dan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2009 Plt. DEPUTI BIDANG

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Inventaris Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945 telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN setujui. Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar telah saya Disetujui di Jakarta pada tanggal Agustus 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Perbaikan Arsip Kartografik telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari 2010 Plt. DEPUTI BIDANG

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Mei 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP, TULKHAH

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Konsultasi Penyusunan Sistem Pengelolaan Arsip Lembaga Negara dan Lembaga Tingkat Pusat Lainnya telah saya setujui.

Lebih terperinci

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 TAHUN 2006 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Prosedur Tetap telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Harmonisasi Dan Finalisasi Rancangan Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pencairan Anggaran Belanja di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui di Jakarta

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN saya setujui. Substansi Prosedur Tetap tentang Penyebarluasan Peraturan di Bidang Kearsipan telah Disetujui di Jakarta pada tanggal September 2010 Plt.

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Pedoman Dalam Rangka Mempersiapkan Sarana Pengaturan Tata Naskah Dinas dan Pengurusan Surat telah saya setujui.

Lebih terperinci

KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 05 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP. 03 TAHUN 2003 TENTANG PENYEMPURNAAN ORGANISASI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyerahan Arsip Statis telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal November 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Rewinding Arsip Rekaman Suara Menggunakan Tape Player telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pemusnahan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal November 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH HUSNI Nasional

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pengelolaan Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal September

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyelarasan Mekanisme Kerja Antar Unit Kerja di Lingkungan ANRI telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M.

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M. MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M.PAN/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M.PAN/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M.PAN/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 09/KEP/M.PAN/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Jalan Ampera Raya 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan Pengurusan Dokumen Perjalanan Dinas Luar Negeri telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal September

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL LAYANAN DAN MANFAAT ARSIP

STANDAR OPERASIONAL LAYANAN DAN MANFAAT ARSIP PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN Jl. DI. Panjaitan No. 4 Niti Mandala Renon Telp. (0361) 223201 Fax. 223202 DENPASAR 80235 STANDAR OPERASIONAL LAYANAN DAN MANFAAT ARSIP BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pengurusan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal November 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH HUSNI

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN setujui. Substansi Prosedur Tetap tentang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan telah saya Disetujui di Jakarta pada tanggal Mei 2011 SEKRETARIS UTAMA,

Lebih terperinci

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM AKREDITASI DAN SERTIFIKASI KEARSIPAN

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM AKREDITASI DAN SERTIFIKASI KEARSIPAN PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM AKREDITASI DAN SERTIFIKASI KEARSIPAN Arsip Nasional Republik Indonesia Jakarta 2009 DAFTAR ISI Halaman 1. Daftar

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSEJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelaksanaan Rapat Kerja Teknis Penyelarasan dan Anggaran telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 04 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 04 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM, PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 04 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM, Menimbang : a. bahwa dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan,

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyempurnaan di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASAMAN BARAT NOMOR 24 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASAMAN BARAT Menimbang

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Bahan Evaluasi Tahunan RPJMN di Lingkungan ANRI telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BOGOR dan BUPATI BOGOR

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BOGOR dan BUPATI BOGOR SALINAN Menimbang Mengingat BUPATI BOGOR PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BOGOR, : a. bahwa

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 91, 1991 (KEHAKIMAN. PENERANGAN. Kebudayaan. Warga Negara. Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG LAKIP merupakan wujud akuntabilitas instansi pemerintah yang pedoman penyusunannya ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Lebih terperinci

2017, No Januari 2017 telah diberikan persetujuan jadwal retensi arsip fasilitatif fungsi keuangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

2017, No Januari 2017 telah diberikan persetujuan jadwal retensi arsip fasilitatif fungsi keuangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; No.566, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-LHK. JRA Keuangan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.24/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2017 TENTANG JADWAL

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari 2011 SEKRETARIS UTAMA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1991 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1991 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1991 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1990 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan No.95, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA ANRI. BAST. Orta. Pencabutan. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI ARSIP STATIS DAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG KEPUTUSAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JAKARTA

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 75 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AKSES DAN LAYANAN ARSIP STATIS

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 75 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AKSES DAN LAYANAN ARSIP STATIS WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 75 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AKSES DAN LAYANAN ARSIP STATIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Disetujui di Jakarta pada tanggal Februari

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan Kesehatan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal September 2011 SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH

Lebih terperinci

PRINSIP, JENIS SOP AP, FORMAT DOKUMEN, KETENTUAN PENULISAN, DAN PENETAPAN SOP AP

PRINSIP, JENIS SOP AP, FORMAT DOKUMEN, KETENTUAN PENULISAN, DAN PENETAPAN SOP AP 5 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI LINGKUNGAN ARSIP NASIONAL

Lebih terperinci

KELEMBAGAAN PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KELEMBAGAAN PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia KELEMBAGAAN PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS DAN WEWENANG Anzarudin Npm, 61.101.09.016 Informasi dalam

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan Terhadap telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2010 Plt. SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 046 TAHUN 2017 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 046 TAHUN 2017 TENTANG PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 046 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN KEARSIPAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

Lebih terperinci

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP ALIH MEDIA ARSIP

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP ALIH MEDIA ARSIP NOMOR POB 06/UA/2014 Uraian Nama Jabatan Tanda Tangan Disusun oleh Diperiksa oleh Disahkan oleh Kabid Akuisisi dan Pengolahan Arsip Kabid Layanan Arsip dan Pembinaan Kearsipan Kepala Unit Arsip Institut

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92 TAHUN 1993 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: Bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/3/M.PAN/3/2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/3/M.PAN/3/2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/3/M.PAN/3/2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA KREDITNYA Arsip Nasional Republik Indonesia Jakarta 2009 DAFTAR ISI Halaman

Lebih terperinci

Catatan Kecil Tentang Arsiparis Indonesia

Catatan Kecil Tentang Arsiparis Indonesia Catatan Kecil Tentang Arsiparis Indonesia Oleh : Rusidi * Arsip sebagai rekaman informasi aktivitas seseorang, kegiatan pemerintahan dan pembangunan, dan rekaman kejadian atau peristiwa. Perjalanan hidup

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pemberian Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada

Lebih terperinci

DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN ARSIPARIS TINGKAT KETERAMPILAN Nomor:

DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN ARSIPARIS TINGKAT KETERAMPILAN Nomor: 1 Contoh : Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Arsiparis Tingkat Ketrampilan Lampiran I KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA ANRI DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 03 Tahun 2002 Nomor : 15 Tahun 2002

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci