PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION
|
|
|
- Yenny Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION 1 Sheila Annisa, 2 Fhira Nhita, 3 Adiwijaya Ilmu Komputasi Fakultas Informatika Universitas Telkom, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] ABSTRACT Prediction is a method which can estimating future events. Weather information, especially rainfall information, gives lots of advantages in several sector such as fisheries, agriculture, transportation, etc. A significant rainfall fluctuation can caused it s difficult to predict, coupled with the effects of global warming phenomenon, changes in monsoon-season drought shifted continuously. This research utilized one of Evolutionary Algorithm (EAs) which is Grammatical Evolution which based on biological evolution is used to predict rainfall next month (M+1) for Soreang region, Bandung regency. One of its advantage is its representation of chromosomes in the form of Backus Naur Form (BNF) which can be define according to the characteristic of problems. This research also analyzed comparison performance between Generational Replacement and Steady State in selection survivor. Result of this research proved that Grammatical Evolution can predict rainfall M+1 with best performance 71% for Generational Replacement selection and ±75 % for Steady State selection. This observation is performed by evaluating as many as individuals. Keyword: prediction, rainfall, Grammatical Evolution, BNF, Generational Replacement, Steady State. ABSTRAK dapat memberikan gambaran mengenai kejadian di masa depan. cuaca khususnya curah hujan dapat bermanfaat dalam kelangsungan beberapa sektor seperti perikanan, pertanian, transportasi dan lain-lain. Fluktuasi curah hujan yang cukup signifikan menyebabkan hal tersebut sulit diprediksi, ditambah lagi dengan akibat pemanasan global, perubahan musim hujan-musim kemarau pun turut bergeser terus menerus. Pada tugas akhir ini digunakan salah satu algoritma Evolutionary Algorithms yaitu Grammatical Evolution yang berbasis evolusi biologi untuk memprediksi curah hujan satu bulan kedepan (M+1) untuk wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Keunggulan dari Grammatical Evolution ialah representasi individu yang berupa grammar Backus Naur Form (BNF) yang dapat didefinisikan sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi. Pada tugas akhir ini juga dianalisis perbandingan performansi Grammatical Evolution dengan metode seleksi survivor Generational Replacement dan Steady State. Algoritma Grammatical Evolution menghasilkan prediksi curah hujan M+1 dengan nilai performansi terbaik sebesar ±71% untuk seleksi survivor dengan Generational Replacement dan ±75% untuk seleksi survivor dengan Steady State. Pengujian ini dilakukan dengan mengevaluasi sebanyak individu. Kata kunci: prediksi, curah hujan, Grammatical Evolution, BNF, Generational Replacement, Steady State.
2 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa. Hal ini yang menyebabkan Indonesia masuk ke dalam wilayah beriklim tropis. Dewasa ini perubahan musim hujan semakin tidak menentu dan sulit untuk diprediksikan. cuaca khususnya curah hujan yang cepat, lengkap dan akurat kini menjadi tuntutan dari berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut. dapat dilakukan dengan mengamati data-data historis dengan tujuan untuk mendapatkan pola data yang dapat digunakan untuk memprediksi kejadian masa depan. Namun, untuk menemukan pola data yang sesuai dibutuhkan suatu metode pencarian berdasarkan pada data historis. Evolutionary Algorithms (EAs) merupakan algoritma algoritma optimasi dan dapat digunakan untuk prediksi. EAs terinspirasi oleh evolusi biologis seperti reproduksi, mutasi, rekombinasi dan seleksi survivor. Pada tugas akhir ini digunakan salah satu algoritma EAs yaitu Grammatical Evolution (GE). Algoritma ini mempunyai tingkat adaptif yang baik sehingga dapat menghasilkan suatu model prediksi. Grammatical Evolution menggunakan representasi individu yang berupa Backus Naur Form (BNF) sehingga bisa digunakan untuk mengevolusi program yang berbeda bahasa. Pada penelitian sebelumnya, pernah dilakukan prediksi cuaca dengan menggunakan Evolving Neural Network berdasarkan Genetic Algorithm [1]. Pada penelitian tersebut dihasilkan performansi prediksi untuk parameter curah hujan sebesar 61,18%. Selain itu, pernah dilakukan pula penelitian menggunakan Grammatical Evolution untuk memprediksi harga dinar di Indonesia [6]. Pada penelitian tersebut dihasilkan performansi terbaik sebesar 99,99% untuk prediksi jumlah pelanggan satu periode berikutnya. Pada tugas akhir ini algoritma Grammatical Evolution digunakan untuk prediksi curah hujan wilayah Soreang. Grammatical Evolution akan membentuk model prediksi curah hujan yang optimal untuk satu bulan kedepan (M+1) dengan M: 1, 2, 3...n. 1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang diangkat dalam penelitian tugas akhir ini terdiri dari: a. Bagaimana mengimplementasikan Grammatical Evolution dalam memprediksi curah hujan wilayah Soreang? b. Bagaimana perbandingan performansi Grammatical Evolution dengan menggunakan seleksi survivor Generational Replacement dan Steady State dalam memprediksi curah hujan di wilayah Soreang? c. Bagaimana kompleksitas waktu asimptotik (Big O) algoritma Grammatical Evolution yang dibangun? 1.3 Tujuan Untuk menjawab beberapa permasalahan yang ada, maka tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah: a. Menganalisis dan mengimplementasikan algoritma Grammatical Evolution sehingga mmapu memprediksi parameter curah hujan di wilayah Soreang b. Menganalisis perbandingan hasil performansi yang didapat dari algoritma Grammatical Evolution dengan menggunakan seleksi survivor Generational Replacement dan Steady State c. Menganalisis kompleksitas waktu asimptotik (Big O) dari algoritma Grammatical Evolution 2. LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Grammatical Evolution Grammatical Evolution merupakan salah satu algoritma EAs yang menggunakan representasi individu berupa Backus Naur Form (BNF). Production rules BNF pada Grammatical Evolution menggunakan pemetaan genotype ke phenotype proses biologi di alam dan pendefinisian production rules BNF yang dapat dibangun fleksibel sesuai dengan permasalahan. Pada Grammatical Evolution juga terjadi proses seleksi individu, sehingga pada akhir proses evolusi akan terpilih individu-individu terbaik sebagai solusi yang paling optimal. dengan kelebihan ini, GE dapar melakukan pencarian untuk sangat banyak kemungkinan model prediksi, baik linier maupun non-linier. 2.2 Backus Naur Form (BNF) BNF adalah notasi yang digunakan untuk mengekspresikan grammar yang dapat berupa terminal dan non-terminal sebagai berikut: a. Terminal-terminal, berupa item atau operator yang dapat muncul dalam kamus tersebut, antara lain; +, -, dan sebagainya. b. Non-terminal, dapat dikembangkan ke dalam satu atau lebih terminal dan non-terminal [3]. Suatu grammar dapat merepresentasikan {N,T,P,S} dimana N adalah himpunan non-terminal, T adalah himpunan terminal, P adalah himpunan production rules yang memetakan elemen-elemen dalam N menjadi T,
3 dan S adalah start symbol yang berupa satu simbol nonterminal (anggota N). Berikut ini adalah contoh BNF untuk sebuah ekspresi sederhana: untuk <expr>, untuk memilih satu dari empat pilihan, maka dilakukan operasi modulo. Hasil proses tranlasi kromosom diatas dapat ditampilkan sebagai berikut: Tabel 2 Proses Translasi Kromosom [3] Gen Mod Aturan Terpilih Ekspresi Gambar 1 Contoh Grammar dari suatu BNF [3] Production rules diatas memiliki empat aturan besar. Pada aturan nomor (1), suatu ekspresi nonterminal <expr> dapat dikembangkan ke dalam salah satu dari empat pilihan yaitu A, B, C atau D. Kemudian dari aturan nomor (1) dapat dikembangkan menjadi empat aturan lain yaitu 1A, 1B, 1C, 1D. Sehingga dari keempat aturan besar tersebut, production rules tersebut memiliki = 13 aturan. 2.3 Representasi Individu Pada Grammatical Evolution, suatu kromosom yang merepresentasikan individu bisa dipandang sebagai untaian biner. Kromosom ini di transkripsi ke dalam untaian integer dengan aturan bahwa setiap 8 bit mengodekan satu angka integer. Sehingga setiap angka integer bisa bernilai antara 0 sampai 255. Production rules berfungsi untuk mentranslasikan untaian integer tersebut sehingga menjadi sebuah fungsi. Berikut ini merupakan tabel ilustrasi dari representasi individu [3]. Tabel 1Contoh Representasi Individu pada GE [3] Kromosom yang berupa untaian integer tersebut akan ditranslasikan menggunakan production rules. Translasi dimulai dengan mengeksekusi bagian non-terminal yang dijadikan start symbol, dalam hal ini <expr>. Pada production rules tersebut, terdapat empat pengembangan - <expr> A <expr><op><expr> D <var><op><expr> X <op> <expr> 4 0 2A X - <expr> C X - <pre_op> <expr> B X- cos (<expr>) D X cos (<var>) X cos (X) 2.4 Nilai Fitness Nilai Fitness digunakan untuk mengevaluasi performansi suatu individu. Dalam kenyataannya, individu dengan nilai fitness rendah tidak dapat bertahan, sedangkan individu yang memiliki nilai fitness tinggi akan tetap hidup [4]. Karena prediksi curah hujan ini masuk ke dalam permasalahan minimasi, maka rumus nilai fitness yang digunakan adalah: 1 f ( k b) (1) Keterangan: f = nilai fitness b= konstanta / bilangan yang sangat kecil K= rata-rata kesalahan absolut prediksi untuk semua data aktual 2.5 Proses Grammatical Evolution Secara garis besar, proses evolusi yang digunakan pada Grammatical Evolution menggunakan semua operator yang seperti proses evolusi pada GA, yaitu seleksi orangtua, CrossOver, mutasi, dan seleksi survivor. Akan tetapi, Grammatical Evolution menggunakan dua operator tambahan, yaitu duplicate dan prune pada proses dekode kromosom. Berikut ini adalah ilustrasi proses pengerjaan algoritma Grammatical Evolution:
4 1. Inisialisasi Populasi Proses ini merupakan proses awal yaitu membangkitkan nilai-nilai gen dalam kromosom secara acak. 2. Dekode Kromosom yaitu mengubah individu/kromosom atau solusi atau fungsi menggunakan production rule yang didefinisikan dalam grammar BNF. Jika kromosom dinyatakan tidak valid, maka dilakukan duplicate. Jika fungsi kromosom sudah dapat dihasilkan sebelum semua gen digunakan, maka dilakukan prune pada gen yang tidak digunakan. 3. Evaluasi Individu yaitu menghitung kesalahan prediksi dan nilai fitness berdasarkan solusi yang telah di hasilkan dari proses dekode kromosom. 4. Elitisme yaitu menggandakan kromosom yang memiliki nilai fitness tertinggi dari setiap populasi. Hal ini dilakukan agar solusi terbaik yang pernah dicapai tidak hilang. 5. Linear Fitness Ranking yaitu melakukan penskalaan untuk semua kromosom dalam populasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan pada seleksi orang tua yang menggunakan proporsi nilai fitness. 6. Seleksi orangtua yaitu proses pemilihan kromosom sebagai orangtua dengan menggunakan roullete wheel. 7. CrossOver yaitu salah satu metode untuk menghasilkan kromosom baru yang didapatkan dari proses menyilangkan kedua gen orangtua. Peluang keberhasilan proses ini ditentukan dengan probabilitas CrossOver (Pc). 8. Mutasi yaitu mengubah isi suatu gen. peluang terjadinya mutasi dinyatakan dengan (Pm). 9. Seleksi survivor yaitu proses penggantian kromosom menggunakan salah satu dari kedua metode seleksi survivor, yaitu Generational Replacement atau Steady State. 2.6 Pengukuran Performansi Weighted Mean Absolute Percentage Error () merupakan salah satu metode pengukuran performansi. Untuk prediksi dengan ukuran variabel kecil (terdapat data aktual yang bernilai 0 atau mendekati 0) memiliki kelebihan yang membuat nilai yang tidak terdefinisi (infinite) menjadi terdefinisi [8]. Berikut ini penjelasan rumus yang digunakan untuk menghitung [9]: D i Fi * Di Di (2) Di Keterangan: Di = Data aktual ke-i Fi = Data prediksi ke-i Di-Fi = Nilai kesalahan (error) pada periode ke i 3. GAMBARAN SISTEM Pada penelitian ini akan dibangun sistem prediksi curah hujan dengan menggunakan algoritma Grammatical Evolution dengan data time series parameter curah hujan bulanan menggunakan data BMKG Bandung wilayah Soreang. Fungsi prediksi dikatakan baik jika dapat menghasilkan nilai yang kecil. Mulai Data Mentah Pre-proccessing Data Selesai Pengujian Sistem Learning Algoritma Grammatical Evolution Model Gambar 2 flowchart deskripsi sistem prediksi curah hujan 3.1 Pre-processing data Tahap ini merupakan tahap pengolahan data yang siap untuk di proses. Tahap-tahap ini meliputi Moving Average dan partisi data. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing: a. Moving Average Penggunaan Moving Average bertujuan untuk menemukan pola data dan menghilangkan adanya kemungkinan nilai kosong pada data: 1 1 i n t aj n j i S (3) Keterangan: St = Moving average untuk periode ke-i a j = Nilai aktual periode ke-j n = Jumlah batas dalam moving average
5 b. Normalisasi Normalisasi data yaitu mengubah data aktual menjadi range dengan interval [0...1] dengan tujuan meminimumkan error dan terdapat pencilan data. [5]: Xni ( Xi min( X ) (( ) *0.8) 0.1 max( X ) min( X ) Keterangan: X ni = Data aktual normalisasi ke i X i = Data aktual dengan range data asli ke-i X = Data aktual dengan range data asli (3) c. Partisi Data Data training: 84 data (Januari 2003 Desember 2009) Data testing: 36 data (Januari 2010 Desember 2012) 3.2 Learning algoritma Grammatical Evolution Tahap ini bertujuan untuk membangun model prediksi yang berupa fungsi yang akan di evaluasi dengan menggunakan data training. Berikut merupakan flowchart learning Grammatical Evolution: Fungsi Optimal Data Testing Hasil Data Testing Perfomansi Selesai Gambar 4 proses pengujian (testing) Grammatical Evolution 3.3 Pendefinisian BNF Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap penggunaan BNF yang digunakan. BNF ini didefinisikan sesuai dengan karakteristik prediksi data time series. Pola yang mungkin terbentuk menyatakan penjumlahan antara korelasi data curah hujan (dinyatakan dengan variabel x) atau kesalahan prediksi curah hujan (dinyatakan dengan variabel y). Berikut ini adalah definisi grammar yang digunakan: Mulai Data Training Inisialisasi Populasi Dekode Kromosom Evaluasi Individu Elitisme Fungsi Terbaik Tidak Ya Jumlah maks individu yang di evaluasi Linear Fitness Ranking Daftar tiap Fungsi Training Daftar Fungsi Training Seleksi Survivor Mutasi Crossover Seleksi OrangTua Gambar 3 flowchart proses learning Grammatical Evolution 3.3 Pengujian Sistem Pada tahap ini dilakukan prediksi dengan menggunakan fungsi prediksi terbaik yang didapatkan dari tahap sebelumnya dengan acuan data testing sejumlah M periode sebagai inputan proses. Hasil dari proses ini yaitu fungsi prediksi optimal dan performansi algoritma Grammatical Evolution dalam prediksi curah hujan M+1. Gambar 5 definisi grammar BNF yang digunakan 4. HASIL DAN ANALISIS Berdasarkan skenario yang telah dijelaskan sebelumnya, telah dilakukan 10 kali observasi pengujian untuk setiap kombinasi parameter dengan seleksi survivor Generational Replacement dan Steady State.
6 4.1 Generational Replacement Uk Pop 50 Tabel 3 Hasil Pengujian dengan Generational Replacement Pc Pm Best training Best testing Average training Average testing % 29.84% 24.77% 32.41% % 29.50% 25.76% 32.15% % 29.33% 25.49% 31.68% % 29.42% 26.69% 33.64% % 31.82% 26.64% 33.16% % 29.69% 25.86% 31.99% % 29.65% 27.44% 33.33% % 28.84% 26.77% 32.01% Berdasarkan observasi pencarian fungsi prediksi terbaik, dapat disimpulkan dari tabel diatas bahwa hasil skenario dengan penggunaan seleksi survivor Generational Replacement menunjukkan performansi yang paling baik pada ukuran populasi 50 dengan penggunaan Pc 0,7 dan Pm 0,3 yaitu dengan nilai best testing sebesar 29,33% sehingga memiliki nilai performansi sebesar 70,67%. Jika dilihat dari nilai Average testing, kombinasi parameter tersebut juga menghasilkan nilai kesalahan (error) yang paling kecil, yaitu 31,68% sehingga memiliki nilai performansi sebesar 68,32%.. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, hasil pengujian observasi dengan best testing terbaik dapat digambarkan sebagai berikut: Uk Pop Steady State Tabel 4 Tabel Hasil Skenario Pengujian dengan Steady State Pc Pm Best training Best testing Average training Average testing % 27.66% 27.50% 32.76% % 29.91% 27.73% 33.93% % 29.44% 26.11% 32.10% % 26.58% 25.93% 30.91% % 25.95% 23.91% 30.26% % 25.65% 26.18% 30.67% % 28.12% 25.99% 32.50% % 27.88% 24.81% 31.29% Berdasarkan Tabel 4, terlihat bahwa hasil skenario dengan penggunaan seleksi survivor Steady State menunjukkan nilai best testing ukuran populasi 100 dengan penggunaan Pc 0,9 dan Pm 0,1 yaitu dengan nilai sebesar senilai 25,65% sehingga memiliki nilai performansi sebesar 74,35%. Namun, jika dilihat dari nilai Average testing, kombinasi parameter dengan ukuran populasi 100, Pc 0,9 dan Pm 0,3 menghasilkan nilai kesalahan (error) yang paling kecil, yaitu 30,26% sehingga memiliki nilai performansi sebesar 69,74% Penentuan ukuran populasi, Pc, dan Pm dapat mempengaruhi performansi yang dihasilkan. Penggunaan ukuran populasi yang besar dapat memperbanyak kemungkinan variasi dari individu, sedangkan penggunaan generasi yang tidak terlalu besar dapat mengurangi kemungkinan dihasilkan nilai fitness yang konvergen. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, hasil pengujian observasi dengan best testing terbaik untuk curah hujan M+1 dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 6 Hasil prediksi M+1 dengan Generational Replacement Dari gambar diatas, hasil prediksi terlihat mengikuti fluktuasi dari data aktualnya, namun hasil tersebut belum mendekati nilai sebenarnya. Selain itu, seleksi survivor menggunakan Generational Replacement dengan menyimpan dua individu terbaik setiap generasinya juga mempengaruhi banyaknya individu baru yang terbentuk sehingga memungkinkan terjadinya perubahan fungsi terbaik setiap generasinya. Gambar 7 Hasil prediksi M+1 dengan Steady State Berdasarkan Gambar 7, terlihat fluktuasi hasil prediksi pada awalnya berbanding terbalik dengan data
7 aktualnya, namun semakin lama semakin mengikuti pola data aktualnya. Seleksi survivor dengan Steady State dengan menyimpan sejumlah M individu terbaik setiap generasi dapat memperbesar peluang terbentuknya individu baru dari gen-gen orangtua terbaik pada generasi tersebut. Proses learning mengakibatkan individu dalam populasi mengalami perbaikan nilai fitness sehingga diharapkan setiap individu menjadi konvergen menjadi individu terbaik. Besarnya populasi pada setiap generasi mempengaruhi kecepatan konvergensi. Semakin besar ukuran populasi akan mengakibatkan konvergensi yang lambat, akan tetapi apabila jumlah populasi semakin kecil maka adanya kemungkinan terjadinya konvergensi prematur. Penggunaan dua tipe penggantian solusi Generational Replacement dan Steady State menghasilkan performansi yang berbeda dan waktu komputasi yang berbeda. Dari seluruh observasi yang dilakukan, didapatkan satu fungsi prediksi terbaik untuk Generational Replacement (GR) maupun Steady State (SS): Seleksi Survivor Tabel 5 Parameter Observasi dari Skenario Terbaik Uk Pop Pc Pm Fungsi optimal GR 50 0,7 0,3 sin ( ( x4 + 0,7 - cos ( cos ( sin ( 2 * sin ( x2 ) - sin ( y4 ) ) - y4 ) ) ) ) / cos ( 0.1 ) SS 100 0,9 0,1 x4 / ( 0,5 + x3 ) 4.3 Analisis Kompleksitas Waktu Asimptotik Kompleksitas waktu asimptotik yang telah dibangun 2 oleh algoritma GE adalah O( G( P ni. )), kompleksitas ini dipengaruhi oleh G yang merupakan generasi, P yang merupakan populasi, n yang merupakan jumlah data dan i yang merupakan jumlah gen. Jika pada tugas akhir ini menggunakan skenario dengan maksimum generasi adalah 200, jumlah populasi maksimum 100, jumlah gen rata-rata 100 dan jumlah data 84 maka akan diperoleh nilai proses yang dilakukan GE untuk sekali proses training adalah proses. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, tugas akhir ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pendefinisian grammar BNF merupakan komponen penting pada Grammatical Evolution. Hal ini dikarenakan grammar yang digunakan pada BNF sangat menentukan fungsi prediksi yang dihasilkan. 2. Grammatical Evolution dapat memberikan performansi yang cukup baik dan layak dalam memprediksi curah hujan M+1 yaitu berkisar 60% hingga 75%. Hasil observasi terbaik untuk seleksi survivor generational replacement yaitu 70,67% dengan ukuran populasi 50, Pc 0,7 dan Pm 0,3. Sedangkan pada seleksi survivor steady state yaitu 74,35% dengan ukuran populasi 100, Pc 0,9 dan Pm 0,1. Nilai hasil prediksi belum mendekati nilai sebenarnya, namun pola yang dihasilkan dapat mengikuti pola data aktual.. 3. Performansi algoritma dengan menggunakan seleksi survivor steady state memungkinkan didapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan generational replacement. Hal ini disebabkan karena pada steady state separuh individu terbaik pada generasi sebelumnya masih dimasukkan kedalam generasi berikutnya. Sehingga memungkinkan terjadinya crossover antar dua individu terbaik pada generasigenerasi berikutnya. 4. Kompleksitas waktu asimptotik yang dihasilkan dari fungsi prediksi yang dihasilkan oleh algoritma 2 Grammatical Evolution adalah O( G( P ni. )). Hal ini tergantung pada jumlah maksimum generasi, ukuran populasi, jumlah gen, dan banyaknya jumlah data yang digunakan. 5.2 Saran Saran dari tugas akhir ini yaitu: 1. Penggunaan metode seleksi orangtua selain roulette wheel dan penggunaan > 1 titik potong untuk proses CrossOver dan mutasi sehingga memungkinkan didapatkan kromosom bervariasi yang akan di evaluasi. 2. Mengombinasikan Grammatical Evolution dengan algoritma lainnya yang diharapkan dapat menghasilkan performansi yang lebih baik 3. Penggunaan parameter cuaca yang lain yang mempengaruhi curah hujan sebagai acuan untuk prediksi ke depannya.
8 6 DAFTAR PUSTAKA [1] F.Nhita dan Adiwijaya, A Rainfall Forecasting using Fuzzy System Based on Genetic Algorithm.International Conference of Information and Communication Technology (ICoICT) [2] Ryan, Conor. Gecco 2006 Grammatical Evolution Tutorial.( rial.pdf, diakses 21 April 2014 pukul WIB) [3] Suyanto. (2008). Evolutionary Computation Komputasi Berbasis Evolusi dan Genetika, Informatika, Bandung [4] Suyanto. (2008). Soft Computing Membangun Mesin ber-iq Tinggi, Informatika, Bandung. [5] Rismala Rita, Liong The Houw, Ardiyanti Arie (2013). Prediction of Malaria Incidence in Banggai Regency Using Evolving Neural Network, International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering & Environment (TIME-E 2013). [6] Wibowo Agung Toto, Widhiantika Bunga Ayu (2010). Peramalan Harga Dinar di Indonesia Menggunakan Grammatical Evolution, Konferensi Nasional Sistem dan Informatika. (Bali 2010) [7] Nurcahyo Septian, F. Nhita & Adiwijaya, Rainfall Prediction in Kemayoran Jakarta Using Hybrid Genetic Algorithm (GA) and Partially Connected Feedforward Neural Network (PCFNN), The Second International Conference on Information and Communication Technology (ICOICT 2014). [8] Hyndman, rob, dkk, Another Look at Measures of Forecast Accuracy of Monash University [9] Wilson, Tom, Forecast Accuracy and Uncertainty of Australian Bureau of Statistics State and Territory Population Projections. International Journal of Population Research
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 1852 PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION 1 Sheila Annisa, 2 Fhira Nhita, 3 Adiwijaya Ilmu Komputasi
PREDIKSI KETINGGIAN GELOMBANG LAUT PERAIRAN PULAU BINTAN MENGGUNAKAN GRAMMATICAL EVOLUTION
PREDIKSI KETINGGIAN GELOMBANG LAUT PERAIRAN PULAU BINTAN MENGGUNAKAN GRAMMATICAL EVOLUTION Lydia Wati Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji Email : [email protected]
Implementasi Algoritma Weighted Moving Average Pada Fuzzy EAs Untuk Peramalan
OPEN ACCESS ISSN 2460-9056 socj.telkomuniversity.ac.id/indojc Implementasi Algoritma Weighted Moving Average Pada Fuzzy EAs Untuk Peramalan Kalender Masa Tanam Berbasis Curah Hujan Zahra Putri Agusta #1,
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN HYBRID PARTIALLY CONNECTED FEEDFORWARD NEURAL NETWORK (PCFNN) DAN NESTED GENETIC ALGORITHM (GA)
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN HYBRID PARTIALLY CONNECTED FEEDFORWARD NEURAL NETWORK (PCFNN) DAN NESTED GENETIC ALGORITHM (GA) Yana Meinitra Wati 1, Fhira Nhita, ST., MT. 2, Dr. Adiwijaya,
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN EVOLVING FUZZY Bernadus Seno Aji 1, Fhira Nhita 2, Adiwijaya 3
ISSN 2407-6511 PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN EVOLVING FUZZY Bernadus Seno Aji 1, Fhira Nhita 2, Adiwijaya 3 1,2,3 ProdiS1 Ilmu Komputasi, Fakultas Informatika, Universitas Telkom 1 [email protected],
IMPLEMENTESI ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION MENGGUNAKAN STEADY STATE UNTUK PREDIKSI KETINGGIAN GELOMBANG LAUT
IMPLEMENTESI ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION MENGGUNAKAN STEADY STATE UNTUK PREDIKSI KETINGGIAN GELOMBANG LAUT Bondan Chorisma Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Travelling Salesman Problem (TSP) Travelling Salesmen Problem (TSP) termasuk ke dalam kelas NP hard yang pada umumnya menggunakan pendekatan heuristik untuk mencari solusinya.
PREDICTION OF AGRICULTURAL COMMODITIES PRICE USING HYBRID RADIAL BASIS FUNCTION NEURAL NETWORK WITH GENETIC ALGORITHM
PREDIKSI HARGA KOMODITAS PERTANIAN MENGGUNAKAN HYBRID ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN ARSITEKTUR RADIAL BASIS FUNCTION (RBF) DENGAN ALGORITMA GENETIKA PREDICTION OF AGRICULTURAL COMMODITIES PRICE USING
PREDIKSI TIME SERIES TINGKAT INFLASI INDONESIA MENGGUNAKAN EVOLUTION STRATEGIES
PREDIKSI TIME SERIES TINGKAT INFLASI INDONESIA MENGGUNAKAN EVOLUTION STRATEGIES Universitas Telkom Jl.Telekomunikasi No. 1, Terusan Buah Batu, Bandung [email protected] Abstrak Prediksi tingkat
PENERAPAN TEKNIK KLASIFIKASI PADA SISTEM REKOMENDASI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
PENERAPAN TEKNIK KLASIFIKASI PADA SISTEM REKOMENDASI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Rita Rismala 1, Mahmud Dwi Sulistiyo 2 Program Studi S1 Teknik Informatika, Fakultas Informatika Universitas Telkom 1,
Penerapan Adaptive Genetic Algorithm dengan Fuzzy Logic Controller pada Capacitated Vehicle Routing Problem
Penerapan Adaptive Genetic Algorithm dengan Fuzzy Logic Controller pada Capacitated Vehicle Routing Problem Tri Kusnandi Fazarudin 1, Rasyid Kurniawan 2, Mahmud Dwi Sulistiyo 3 1,2 Prodi S1 Teknik Informatika,
OPTIMASI HASIL PREDIKSI KETERSEDIAAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
OPTIMASI HASIL PREDIKSI KETERSEDIAAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Eka Handayani 1, Jondri,Drs.,M.T. 2, Siti Sa adah,s.t.,m.t. 3 1,2,3 ProdiS1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
MEMBANGUN TOOLBOX ALGORITMA EVOLUSI FUZZY UNTUK MATLAB
MEMBANGUN TOOLBOX ALGORITMA EVOLUSI FUZZY UNTUK MATLAB Syafiul Muzid 1, Sri Kusumadewi 2 1 Sekolah Pascasarjana Magister Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta e-mail: [email protected] 2 Jurusan
ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST.,M.KOM
ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST.,M.KOM DEFINISI ALGEN adalah algoritma yang memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan evolusi Dalam evolusi, individu terus menerus mengalami perubahan gen untuk
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CIG4C3 EVOLUTIONARY COMPUTATION Disusun oleh: Untari Novia Wisesty Syahrul Mubarok PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR
PELATIHAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN METODE SELEKSI TURNAMEN UNTUK DATA TIME SERIES
JURNAL GAUSSIAN, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 65-72 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PELATIHAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN METODE
Prediksi Data Time Series Tingkat Inflasi di Indonesia dengan Menggunakan Differential Evolution
Data Time Series Tingkat Inflasi di Indonesia dengan Menggunakan Differential Evolution Rita Rismala, S.T. 1, Suyanto, S.T., M.Sc., Retno Novi Dayawati, S.Si., M.T. 1,, Institut Teknologi Telkom 1 [email protected],
PREDIKSI HARGA EMAS DENGAN METODE GENETIC FUZZY SYSTEM DAN ARIMA GOLD PRICE PREDICTION USING GENETIC FUZZY SYSTEM AND ARIMA
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 1816 PREDIKSI HARGA EMAS DENGAN METODE GENETIC FUZZY SYSTEM DAN ARIMA GOLD PRICE PREDICTION USING GENETIC FUZZY SYSTEM AND ARIMA
PERAMALAN HARGA EMAS MENGGUNAKAN ALGORTIMA MEMETIKA DENGAN PENCARIAN LOCAL TABU SEARCH. Iqbal Dwihanandrio
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 6447 PERAMALAN HARGA EMAS MENGGUNAKAN ALGORTIMA MEMETIKA DENGAN PENCARIAN LOCAL TABU SEARCH Iqbal Dwihanandrio S1 Teknik Informatika
Penjadwalan Mata Kuliah Menggunakan Metode Hybrid Algoritma Genetika Dan Algoritma Koloni Semut
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 3711 OPEN ACCESS ISSN XXXX-XXXX IND. SYMPOSIUM ON COMPUTING VOL. XX, NO. XX, SEPT 2016 SOCJ.TELKOMUNIVERSITY.AC.ID/INDOSC Penjadwalan
Rancang Bangun Aplikasi Prediksi Jumlah Penumpang Kereta Api Menggunakan Algoritma Genetika
1 Rancang Bangun Aplikasi Prediksi Jumlah Penumpang Kereta Api Menggunakan Algoritma Genetika Annisti Nurul Fajriyah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Algoritma Evolusi Real-Coded GA (RCGA)
Algoritma Evolusi Real-Coded GA (RCGA) Imam Cholissodin [email protected] Pokok Bahasan 1. Siklus RCGA 2. Alternatif Operator Reproduksi pada Pengkodean Real 3. Alternatif Operator Seleksi 4.
PREDIKSI PENYAKIT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR DAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK DATA BERDIMENSI TINGGI
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.2 Agustus 2016 Page 3771 PREDIKSI PENYAKIT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOUR DAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK DATA BERDIMENSI TINGGI DISEASE
Peramalan Kebutuhan Beban Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Algoritma Genetika
Peramalan Kebutuhan Beban Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Algoritma Genetika M. Syafrizal, Luh Kesuma Wardhani, M. Irsyad Jurusan Teknik Informatika - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Bab II Konsep Algoritma Genetik
Bab II Konsep Algoritma Genetik II. Algoritma Genetik Metoda algoritma genetik adalah salah satu teknik optimasi global yang diinspirasikan oleh proses seleksi alam untuk menghasilkan individu atau solusi
PREDIKSI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA. Rita Rismala 1, Said Al Faraby 2
PREDIKSI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA Rita Rismala 1, Said Al Faraby 2 1,2 Prodi S1 Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom 1 [email protected],
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERENCANAAN LINTASAN KENDARAAN Achmad Hidayatno Darjat Hendry H L T
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERENCANAAN LINTASAN KENDARAAN Achmad Hidayatno Darjat Hendry H L T Abstrak : Algoritma genetika adalah algoritma pencarian heuristik yang didasarkan atas mekanisme evolusi
ABSTRAK. Kata Kunci : Curah Hujan, Levenberg Marquardt, Backpropagation. ABSTRACT
ABSTRAK Dufan, Ariel. 2016. Prediksi Curah Hujan Dengan Menggunakan Algoritma Levenberg- Marquardt Dan Backpropagation (Studi Kasus : BMKG Kota Tanjungpinang), Skripsi. Tanjungpinang: Jurusan Teknik Informatika,
OPTIMASI PENJADWALAN CERDAS MENGGUNAKAN ALGORITMA MEMETIKA
OPTIMASI PENJADWALAN CERDAS MENGGUNAKAN ALGORITMA MEMETIKA Muhammad Arief Nugroho 1, Galih Hermawan, S.Kom., M.T. 2 1, 2 Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur No. 112-116, Bandung 40132 E-mail
Analisis Operator Crossover pada Permasalahan Permainan Puzzle
Analisis Operator Crossover pada Permasalahan Permainan Puzzle Kun Siwi Trilestari [1], Ade Andri Hendriadi [2] Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Singaperbanga Karawang
Zbigniew M., Genetic Alg. + Data Structures = Evolution Program, Springler-verlag.
Zbigniew M., Genetic Alg. + Data Structures = Evolution Program, Springler-verlag. 12/11/2009 1 Ditemukan oleh Holland pada tahun 1975. Didasari oleh fenomena evolusi darwin. 4 kondisi yg mempengaruhi
PERANCANGAN PENGATURAN DURASI LAMPU LALU LINTAS ADAPTIF
PERANCANGAN PENGATURAN DURASI LAMPU LALU LINTAS ADAPTIF Rudericus Andika Pramudya, Mahmud Imrona 2, Fhira Nhita 3,2,3 Prodi S Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Telkom [email protected],
KNAPSACK PROBLEM DENGAN ALGORITMA GENETIKA
LAPORAN TUGAS BESAR ARTIFICIAL INTELLEGENCE KNAPSACK PROBLEM DENGAN ALGORITMA GENETIKA Disusun Oleh : Bayu Kusumo Hapsoro (113050220) Barkah Nur Anita (113050228) Radityo Basith (113050252) Ilmi Hayyu
BAB II LANDASAN TEORI
27 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penelitian Terkait Penelitian terkait yang menggunakan algoritma genetika untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan permasalahan penjadwalan kuliah telah banyak dilakukan.
PERANCANGAN PARAMETER TERBAIK UNTUK PREDIKSI PRODUKSI BAN GT3 MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILIENT PROPAGATION
PERANCANGAN PARAMETER TERBAIK UNTUK PREDIKSI PRODUKSI BAN GT3 MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILIENT PROPAGATION Fitrisia, Adiwijaya, dan Andrian Rakhmatsyah Program Studi S1 Teknik Informatika,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI
27 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Pada subbab ini akan diuraikan tentang analisis kebutuhan untuk menyelesaikan masalah jalur terpendek yang dirancang dengan menggunakan algoritma
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka (Samuel, Toni & Willi 2005) dalam penelitian yang berjudul Penerapan Algoritma Genetika untuk Traveling Salesman Problem Dengan Menggunakan Metode Order Crossover
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam beberapa tahun terakhir ini, peranan algoritma genetika terutama untuk masalah optimisasi, berkembang dengan pesat. Masalah optimisasi ini beraneka ragam tergantung dari bidangnya. Dalam
Genetic Algorithme. Perbedaan GA
Genetic Algorithme Algoritma ini bekerja dengan sebuah populasi yang terdiri atas individu-individu (kromosom). Individu dilambangkan dengan sebuah nilai kebugaran (fitness) yang akan digunakan untuk mencari
BAB III. Metode Penelitian
BAB III Metode Penelitian 3.1 Diagram Alir Penelitian Secara umum diagram alir algoritma genetika dalam penelitian ini terlihat pada Gambar 3.1. pada Algoritma genetik memberikan suatu pilihan bagi penentuan
MENGUKUR KINERJA ALGORITMA GENETIK PADA PEMAMPATAN MATRIKS JARANG
MENGUKUR KINERJA ALGORITMA GENETIK PADA PEMAMPATAN MATRIKS JARANG Nico Saputro dan Joice Aritonang Email : [email protected], [email protected] A matrix that has lots of zero elements is called
PEMANFAATAN ALGORITMA FUZZY EVOLUSI UNTUK PENYELESAIAN KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
PEMANFAATAN ALGORITMA FUZZY EVOLUSI UNTUK PENYELESAIAN KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Syafiul Muzid Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta E-mail:
BAB III PERANCANGAN. Gambar 3.1 di bawah ini mengilustrasikan jalur pada TSP kurva terbuka jika jumlah node ada 10:
BAB III PERANCANGAN Pada bagian perancangan ini akan dipaparkan mengenai bagaimana mencari solusi pada persoalan pencarian rute terpendek dari n buah node dengan menggunakan algoritma genetika (AG). Dari
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP)
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Mohamad Subchan STMIK Muhammadiyah Banten e-mail: [email protected] ABSTRAK: Permasalahan pencarian rute terpendek dapat
1 2 3
Prediksi Kalender TanamBerdasarkan Curah Hujan Dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Algoritma Genetika Bima Indra Cahya 1, Dr. Adiwijaya, S. Si., M. Si. 2, Untari Novia Wisesty, ST., MT 3 Fakultas
PENERAPAN ALGORITMA GENETIK UNTUK OPTIMASI DENGAN MENGUNAKAN PENYELEKStAN RODA ROULETTE
PENERAPAN ALGORTMA GENETK UNTUK OPTMAS DENGAN MENGUNAKAN PENYELEKStAN RODA ROULETTE Samuel Lukas, M.Tech." Abstract The purpose of this paper is to introducing genetic algorithm. This algorithm is one
1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan masyarakat akan perkiraan cuaca terutama curah hujan ini menjadi sangat penting untuk merencanakan segala aktifivitas mereka. Curah hujan juga memiliki
ALGORITMA GENETIKA. Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning
ALGORITMA GENETIKA Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning Disusun oleh: Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, PENS ITS Surabaya 2003 Algoritma
Optimasi Metode Fuzzy Dengan Algoritma Genetika Pada Kontrol Motor Induksi
Optimasi Metode Fuzzy Dengan Algoritma Genetika Pada Kontrol Motor Induksi Rahman Aulia Universitas Sumatera Utara Pasca sarjana Fakultas Ilmu Komputer Medan, Indonesia [email protected] Abstract
ALGORITMA GENETIKA Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning
ALGORITMA GENETIKA Suatu Alternatif Penyelesaian Permasalahan Searching, Optimasi dan Machine Learning Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS-ITS Surabaya 2003 Algoritma Genetika Algoritma
PENYELESAIAN PUZZLE SUDOKU MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
PENYELESAIAN PUZZLE SUDOKU MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Randy Cahya Wihandika 1, Nur Rosyid Mubtada'i, S.Kom 2, Rizky Yuniar H, S.Kom, M.T 2 Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Dosen Jurusan Teknik
BAB III PEMBAHASAN. harga minyak mentah di Indonesia dari bulan Januari 2007 sampai Juni 2017.
BAB III PEMBAHASAN Data yang digunakan dalam bab ini diasumsikan sebagai data perkiraan harga minyak mentah di Indonesia dari bulan Januari 2007 sampai Juni 2017. Dengan demikian dapat disusun model Fuzzy
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka. Penelitian serupa mengenai penjadwalan matakuliah pernah dilakukan oleh penelliti yang sebelumnya dengan metode yang berbeda-neda. Berikut
Lingkup Metode Optimasi
Algoritma Genetika Lingkup Metode Optimasi Analitik Linier Non Linier Single Variabel Multi Variabel Dgn Kendala Tanpa Kendala Numerik Fibonacci Evolusi Complex Combinasi Intelijen/ Evolusi Fuzzy Logic
PENCOCOKAN KATA SECARA ACAK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 2 Hal. 1 9 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENCOCOKAN KATA SECARA ACAK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL MULIA AFRIANI KARTIKA
BAB 2 DASAR TEORI. 2.1 Teka-Teki Silang
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Teka-Teki Silang Teka-teki silang atau disingkat TTS adalah suatu permainan yang mengharuskan penggunanya untuk mengisi ruang-ruang kosong dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah
IMPLEMENTASI FUZZY EVOLUTIONARY ALGORITHMS UNTUK PENENTUAN POSISI BASE TRANSCEIVER STATION (BTS)
IMPLEMENTASI FUZZY EVOLUTIONARY ALGORITHMS UNTUK PENENTUAN POSISI BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) Muhammad Fachrie 1, Sri Widowati 2, Ahmad Tri Hanuranto 3 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Informatika,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Algoritma Genetika Algoritma genetika merupakan algoritma pencarian heuristik ysng didasarkan atas mekanisme seleksi alami dan genetika alami (Suyanto, 2014). Adapun konsep dasar
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK TRAVELING SALESMAN PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ORDER CROSSOVER DAN INSERTION MUTATION
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK TRAVELING SALESMAN PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ORDER CROSSOVER DAN INSERTION MUTATION Samuel Lukas 1, Toni Anwar 1, Willi Yuliani 2 1) Dosen Teknik Informatika,
Generator Jadwal Perkuliahan Menggunakan Algoritma Genetika
Generator Jadwal Perkuliahan Menggunakan Algoritma Genetika Zainal Akbar 1), Muh. Fajri Raharjo 2), Eddy Tungadi 3) CAIR, Politeknik Negeri Ujung Pandang Jl. Perintis Kemerdekaan km. 10, Tamalanrea Makassar,
PENYELESAIAN KNAPSACK PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
PENYELESAIAN KNAPSACK PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Kartina Diah KW1), Mardhiah Fadhli2), Charly Sutanto3) 1,2) Jurusan Teknik Komputer Politeknik Caltex Riau Pekanbaru Jl. Umban Sari No.1 Rumbai-Pekanbaru-Riau
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Algoritma Genetika
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Genetika Algoritma genetika merupakan metode pencarian yang disesuaikan dengan proses genetika dari organisme-organisme biologi yang berdasarkan pada teori evolusi
PERFORMANCE ALGORITMA GENETIKA (GA) PADA PENJADWALAN MATA PELAJARAN
PERFORMANCE ALGORITMA GENETIKA (GA) PADA PENJADWALAN MATA PELAJARAN Eva Desiana, M.Kom Pascasarjana Teknik Informatika Universitas Sumatera Utara, SMP Negeri 5 Pematangsianta Jl. Universitas Medan, Jl.
Prediksi Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia menggunakan Metode Genetic-Based Backpropagation
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 1, No. 4, April 2017, hlm. 341-351 http://j-ptiik.ub.ac.id Prediksi Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia menggunakan
Deteksi Dini Aritmia Jantung Melalui Denyut Nadi Menggunakan Algoritma Grammatical Evolution
Deteksi Dini Aritmia Jantung Melalui Denyut Nadi Menggunakan Algoritma Grammatical Evolution Aulia el hakim 1, Sukamto 2 1,2 Politeknik Negeri Madiun Jl. Serayu No.84 Madiun, 351-45297 [email protected] 1
Perbandingan Algoritma Exhaustive, Algoritma Genetika Dan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Hopfield Untuk Pencarian Rute Terpendek
Perbandingan Algoritma Exhaustive, Algoritma Genetika Dan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Hopfield Untuk Pencarian Rute Terpendek Rudy Adipranata 1, Felicia Soedjianto 2, Wahyudi Tjondro Teknik Informatika,
ANALISIS PENGATURAN INDIVIDU CROSSOVER DAN MUTASI ALGORITMA GENETIKA STUDI KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
ANALISIS PENGATURAN INDIVIDU CROSSOVER DAN MUTASI ALGORITMA GENETIKA STUDI KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Sean Coonery Sumarta* 1 1 Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atma Jaya Makassar,
BAB III PEMBAHASAN. menggunakan model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD) dan penyelesaian
BAB III PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai pembentukan portofolio optimum menggunakan model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD) dan penyelesaian model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD)
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Penjadwalan Perkuliahan Penjadwalan memiliki pengertian durasi dari waktu kerja yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian untuk melakukan aktivitas kerja[10]. Penjadwalan juga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Fuzzy Local Binary Pattern (FLBP) Fuzzifikasi pada pendekatan LBP meliputi transformasi variabel input menjadi variabel fuzzy, berdasarkan pada sekumpulan fuzzy rule. Dalam
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, Erlinda Ningsih 2 1 Dosen Teknik Informatika, STMIK Potensi Utama 2 Mahasiswa Sistem Informasi, STMIK
3.2.3 Resiko, Keuntungan dan Kerugian Forex Metode Prediksi dalam Forex MetaTrader 4 sebagai Platform Trading dalam Forex...
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN... iii PERNYATAAN... iv HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v PRAKATA... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR PERSAMAAN... xv DAFTAR LAMPIRAN...
ALGORITMA GENETIKA PADA PEMROGRAMAN LINEAR DAN NONLINEAR
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 5, No. 03(2016), hal 265 274. ALGORITMA GENETIKA PADA PEMROGRAMAN LINEAR DAN NONLINEAR Abdul Azis, Bayu Prihandono, Ilhamsyah INTISARI Optimasi
Prediksi Harga Saham Dengan Metode Fuzzy Time Series dan Metode Fuzzy
Prediksi Harga Saham Dengan Metode Fuzzy Time Series dan Metode Fuzzy Time Series-Genetic Algorithm (Studi Kasus: PT Bank Mandiri (persero) Tbk) Stock Price Prediction Using Fuzzy Time Series and Fuzzy
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penjadwalan Penjadwalan kegiatan belajar mengajar pada suatu lembaga pendidikan biasanya merupakan salah satu pekerjaan yang tidak mudah dan menyita waktu. Pada lembaga pendidikan
PERBANDINGAN ALGORITMA EXHAUSTIVE, ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN HOPFIELD UNTUK PENCARIAN RUTE TERPENDEK
PERBANDINGAN ALGORITMA EXHAUSTIVE, ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN HOPFIELD UNTUK PENCARIAN RUTE TERPENDEK Rudy Adipranata 1) Felicia Soedjianto 2) Wahyudi Tjondro Teknik Informatika,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada awal diciptakan, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan.
BAB II LANDASAN TEORI. Tahun 2001 pemilik CV. Tunas Jaya membuka usaha di bidang penjualan dan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sejarah Perusahaan Tahun 2001 pemilik CV. Tunas Jaya membuka usaha di bidang penjualan dan pengadaan suku cadang computer. Dalam bidang tersebut diharuskan berbadan hukum PD,
Vukovich dinamis yang digabungkan dengan model PRoFIGA didalamnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fuzzy Evolutionary Algorithm (FEA) merupakan salah satu model hybrid yang menggabungkan dua buah model soft computing yaitu algoritma genetika dan logika fuzzy. FEA
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA COMPETITIVE NEURAL NETWORK
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA COMPETITIVE NEURAL NETWORK Muhammad Feridiansyah 1, Fhira Nhita S.T.,M.T 2, Dr.Adiwijaya, M.Si 3 1,2,3 Prodi S1 Ilmu Komputasi, Fakultas Teknik
IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE PALING OPTIMUM
IMPLEMENTASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE PALING OPTIMUM Anies Hannawati, Thiang, Eleazar Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PENJADWALAN DOSEN DENGAN FUZZY Arief Kelik Nugroho Fakultas Teknik, Universitas PGR Yogyakarta e-mail : [email protected] Abstrak
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Algoritma
13 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Dalam matematika dan komputasi, algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap
OPTIMASI PENJADWALAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN ALGORITMA GENETIK
OPTIMASI PENJADWALAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DENGAN ALGORITMA GENETIK Usulan Skripsi S-1 Jurusan Matematika Diajukan oleh 1. Novandry Widyastuti M0105013 2. Astika Ratnawati M0105025 3. Rahma Nur Cahyani
Pendekatan Algoritma Genetika pada Peminimalan Fungsi Ackley menggunakan Representasi Biner
Vol. 7, 2, 108-117, Januari 2011 Pendekatan Algoritma Genetika pada Peminimalan Fungsi Ackley menggunakan Representasi Biner Jusmawati Massalesse Abstrak Tulisan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan proses
Jaringan Syaraf Tiruan dengan Pembelajaran Algoritma Genetika dan Diversitas untuk Deteksi Kelas Penyakit
Jaringan Syaraf Tiruan dengan Pembelajaran Algoritma Genetika dan Diversitas untuk Deteksi Kelas Penyakit Abidatul Izzah 1), Ratih Kartika Dewi 2) 1)2) Jurusan Teknik Informatika ITS Surabaya Jl. Teknik
Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm
Jurnal Telematika, vol.9 no.1, Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-251 Penjadwalan Job Shop pada Empat Mesin Identik dengan Menggunakan Metode Shortest Processing Time dan Genetic Algorithm
Implementasi Algoritma Genetika dalam Pembuatan Jadwal Kuliah
Implementasi Algoritma Genetika dalam Pembuatan Jadwal Kuliah Leonard Tambunan AMIK Mitra Gama Jl. Kayangan No. 99, Duri-Riau e-mail : [email protected] Abstrak Pada saat ini proses penjadwalan kuliah
APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM MENENTUKAN SPESIFIKASI PC BERDASARKAN KEMAMPUAN FINANSIAL KONSUMEN
APLIKASI ALGORITMA GENETIKA DALAM MENENTUKAN SPESIFIKASI PC BERDASARKAN KEMAMPUAN FINANSIAL KONSUMEN Eva Haryanty, S.Kom. ABSTRAK Komputer adalah salah satu peralatan yang pada saat ini banyak pula digunakan
OPTIMASI PENDUGAAN PARAMETER DALAM ANALISIS STRESS DAN STRAIN TERHADAP MATERIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
OPTIMASI PENDUGAAN PARAMETER DALAM ANALISIS STRESS DAN STRAIN TERHADAP MATERIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Mike Susmikanti Pusat Pengembangan Informatika Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional Kawasan
Optimasi Fungsi Tanpa Kendala Menggunakan Algoritma Genetika Dengan Kromosom Biner dan Perbaikan Kromosom Hill-Climbing
Optimasi Fungsi Tanpa Kendala Menggunakan Algoritma Genetika Dengan Kromosom Biner dan Perbaikan Kromosom Hill-Climbing Wayan Firdaus Mahmudy, ([email protected]) Program Studi Ilmu Komputer, Universitas
KONSEP ALGORITMA GENETIK BINER UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN JADWAL KEGIATAN PERKULIAHAN
Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer KONSEP ALGORITMA GENETIK BINER UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN JADWAL KEGIATAN PERKULIAHAN (Binary Genetic Algorithm Concept to Optimize Course Timetabling) Iwan Aang Soenandi
ALGORITMA GENETIKA UNTUK OPTIMASI STRUKTUR ANFIS
ALGORITMA GENETIKA UNTUK OPTIMASI STRUKTUR ANFIS Ariesta Damayanti 1), Rudy Cahyadi 2) 1) Teknik Informatika STMIK AKAKOM Yogyakarta, 2) Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta 1) Jl. Janti 143 Yogyakarta,
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CIG4B3 SOFT COMPUTING Disusun oleh: Syahrul Mubarok PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN Rencana Pembelajaran
Algoritma Evolusi Dasar-Dasar Algoritma Genetika
Algoritma Evolusi Dasar-Dasar Algoritma Genetika Imam Cholissodin [email protected] Pokok Bahasan 1. Pengantar 2. Struktur Algoritma Genetika 3. Studi Kasus: Maksimasi Fungsi Sederhana 4. Studi
