1 2 3
|
|
|
- Glenna Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Prediksi Kalender TanamBerdasarkan Curah Hujan Dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Algoritma Genetika Bima Indra Cahya 1, Dr. Adiwijaya, S. Si., M. Si. 2, Untari Novia Wisesty, ST., MT 3 Fakultas Teknik Informatika Universitas Telkom, Bandung 1 hikari@[email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] Abstrak Pada sektor pertanian, kalender tanam merupakan salah satu cara atau strategi yang digunakan untuk mengantisipasi anomali iklim yang terjadi. Pada kalender tanam terdapat pola tanam suatu atau berbagai tanaman yang disusun dalam jangka tahunan (biasanya 1 tahun) dan dikategorikan per bulan atau 10 hari. Data curah hujan adalah salah satu faktor yang dapat digunakan menjadi data untuk memperoleh prediksi kalender tanam. Metode yang diimplementasikan dalam Tugas Akhir ini adalah dengan Jaringan Syaraf Tiruan yang baik struktur dan bobotnya di optimisasi oleh Algoritma Genetika Bersarang. Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan yang sudah dioptimasi digunakan untuk mendapatkan data prediksi curah hujan. Data prediksi tersebutlah yang nantinya akan menjadi dasar dalam pembuatan kalender tanam. Jaringan Syaraf Tiruan yang diimprove dengan Algoritma Genetika Bersarang dapat menemukan arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan dengan akurasi testing 88.38%. Namun dari hasil pengujian yang didapatkan, mengindikasikan bahwa masih sering terjadi adanya overfit, sehingga arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan hanya mengenali data set training saja. Kata Kunci : kalender tanam, curah hujan, jaringan syaraf tiruan, algoritma genetika 1. Pendahuluan Kalender tanam adalah sebuah pola tanam satu atau beberapa tanaman dalam jangka waktu tertentu. Kalender tanam biasanya dibuat berdasarkan faktor iklim-iklim salah satunya curah hujan. Kalender tanam dapat dibuat berdasarkan prediksi curah hujan dari data curah hujan yang didapatkan sebelumnya. Ada beberapa penelitian yang membuat sistem prediksi curah hujan dengan menggunakan paradigma Jaringan Syaraf Tiruan. Pelatihan Jaringan Syaraf Tiruan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa algoritma. Penggunaan Algoritma Evolusi untuk melatih Jaringan Syaraf Tiruan telah dilakukan. Misalnya, dengan menggunakan Algoritma Genetika, pada penelitian sebelumnya, akurasi yang dihasilkan dapat mencapai diatas 80% [12,13]. Hal ini yang mendasari penulis untuk meneliti metode yang sama tetapi dengan menggunakan pendekatan yang berbeda. Pada penelitian sebelumnya, training struktur dan bobot pada Jaringan Syaraf Tiruan dilakukan bersamaan. Hal tersebut dapat dilihat dari kromosom yang digunakan yang berisi gen yang memuat struktur dan bobot sekaligus, sehingga masih memiliki kemungkinan untuk mempunyai terjebak dalam nilai lokal yang merupakan hal yang sering ditemui dalam menggunakan algoritma evolusi [17,18]. Penulis mencoba untuk memisahkan proses training menjadi 2 bagian yaitu proses training bobot dan proses training struktur sehingga menjadi sebuah algoritma yang bersarang. Disebut bersarang dikarenakan proses training bobot dilakukan dilakukan di dalam setiap evaluasi inidividu pada proses training struktur. Metode ini diharapkan bisa mendapatkan akurasi yang lebih tinggi dan stabil dikarenakan bisa mempekecil kemungkinan untuk terjebak dalam nilai lokal. 2. Data Data yang digunakan adalah data curah hujan di daerah Soreang dari tahun 2003 sampai 2012 yang didapatkan dari BMKG Bandung. Data tersebut menampilkan curah hujan per bulan setiap tahunnya dalam satuan milimeter(mm).
2 3. Perancangan Sistem Secara umum, arsitektural desain sistem yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Gambar 1 : Rancangan Sistem Secara Umum Sesuai dengan gambar arsitektur di atas, secara umum, proses pembuatan prediksi kalender tanam dibagi menjadi 2. Dimana proses pertama adalah pencarian prediksi curah hujan. Proses pencarian tersebut menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan yang sudah dilatih dengan Algoritma Genetika dengan data curah hujan yang ada sebelumnya menjadi data latih. Data prediksi curah hujan yang didapatkan merupakan prediksi curah hujan pada bulan-bulan berikutnya. Setelah mendapatkan data prediksi curah hujan, sistem dapat melanjutkan proses untuk membuat kalender tanam dari data tanaman dan data prediksi curah hujan yang telah didapatkan. Jaringan Syaraf Tiruan yang digunakan dalam sistem ini adalah Multilayer Perceptron. Multilayer Perceptron ini merupakan Jaringan Syaraf Tiruan yang memiliki yang memiliki 1 layer input dan output dan bisa memiliki lebih dari 1 layer tersembunyi yang mempunyai koneksi penuh (full connected). Proses untuk mendapatkan prediksi curah hujan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2 : Gambaran Proses
3 Untuk proses training struktur, struktur yang akan di training hanya terbatas pada jumlah neuron input dan neuron tersembunyi. Representasi yang penulis gunakan adalah representasi biner. Jika diillustrasikan, maka contoh dari representasis individu untuk pelatihan struktur adalah sebagai berikut : Gambar 3 : Contoh Pembentukan 1 Individu Untuk Pelatihan Strukturr Pada pelatihan bobot, untuk setiap individu, penulis menggunakan representasi real. Banyaknya kromosom dalam tiap individu dapat dirumuskan sebagai berikut : 1 Keterangan : - G = Jumlah gen - I = Jumlah neuron input - H = Jumlah neuron tersembunyi - O = Jumlah neuron Output Jika diillustrasikan, makaa contoh dari representasiss individu untuk pelatihan struktur adalah sebagai berikut : Gambar 4 : Contoh Pembentukan 1 Individu Untuk Pelatihan Bobot Arsitektur lalu di evaluasi, menggunakan algoritma perambatan maju untuk mendapatkan nilai error dari setiap prediksi pada proses training. Fitness dihitung dengan menggunakan persamaan sebgai berikut : Keterangan : - T = Nilai target yang diambil dari data aktual - P = Nilai keluaran dari layer output/nilai Prediksi Setelah masing-masing individu di evaluasi. Individu tersebut di seleksi untuk menjadi orang tua yang nantinya akan melalui proses crossover atau rekombinasi dan mutasi. Proses crossover dan mutasi tidak terjadi setiap saat. Peluang terjadinya crossover sesuai dengan nilai probabilitas crossover. Begitu juga dengan mutasi, peluang terjadinya mutasi sesuai dengan nilai probabilitas mutasi yang diberikan. Setelah melalui kedua proses tersebut, individu lalu di seleksi untuk menjadi individu di generasi selanjutnya. Proses ini terjadi berulang kali sampai generasi mencapai maksimum generasi.
4 4. Testing Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Testing ini dilakukan untuk melihat, bagaimana hasil dari prediksi jika menggunakan set data yang berbeda. Proses testing ini hampir sama dengan proses evaluasi individu saat training. Pada testing, standar error yang digunakan adalah MAPE.! 1 " " # 100% 4 ()*100% 5 Keterangan : - T = Data aktual (data sebelum dinormalisasi) - P = Data hasil prediksi (data hasil keluaran yang sudah didenormalisasi) 5. Konversi Data Prediksi Menjadi Kalender Tanam Untuk menentukan kalender tanam, ada 2 hal yang khususnya diperhatikan, yaitu jumlah curah hujan dan waktu yang dibutuhkan oleh tanaman dari masa tanam sampai masa panen. Berikut adalah data tanaman yang penulis gunakan [1][3][14][16][19] : Tabel 1 : Tanaman Serta Curah Hujan Mm/Bulanyang Dibutuhkan Dan Waktu Tanam/Bulan Tanaman Kebutuhan Curah Hujan Waktu Penanaman Padi mm/bulan 4 bulan Jagung mm/bulan 4 bulan Kacang Kedelai mm/bulan 3 bulan Kacang Hijau mm/bulan 3 bulan Output yang dihasilkan adalah kalender tanam yang berupa tabel. Kolom dari tabel tersebut menunjukkan bulan dalam 1 tahun menunjukkan tanaman yang kalender tanamnya dicari di dalam sistem. Dalam tabelnya berisi arsiran kosong dan penuh. Jika di arsir, menunjukkan bahwa bulan tersebut adalah strategi tanam. Jika tidak di arsir, menunjukkan bahwa bulan tersebut adalah strategi bera. Khusus untuk tanaman padi, karena padi merupakan komoditas utama pertanian yang mempunyai keuntungan yang sangat besar dibandingkan dengan tanaman lainnya, maka toleransi diberikan jika dalam sistem menunjukkan tanaman padi tidak dapat ditanam pada tahun ini. Tolerasi untuk tanaman padi yang diberikan hanya satu kali periode tanam (4 bulan). Satu kali periode tanam tersebut harus memenuhi beberapa syarat yaitu: 1. Pada bulan pertama mempunyai curah hujan lebih dari 150 mm/bulan. 2. Tiga bulan berikutnya mempunyai curah hujan yang lebih dari 100mm/bulan. 6. Hasil dan Analisa Sistem Skenario pengujian dilakukan untuk mengetahui menganalisis hasil yang di proses oleh sistem. Skenario yang digunakan dalam pengujian melibatkan kombinasi nilai-nilai dari parameter probabilitas crossover, probabilitas mutasi, jumlah individu dan maksimum generasi untuk proses training struktur dan bobot. Tabel 2 : Parameter yang Diobservasi Beserta Nilainya Probabilitas Crossover 0.01, 0.5, 0.99 Probabilitas Mutasi 0.01, 0.5, 0.99 Jumlah Individu dan Maksimum Generasi ( Struktur) 10 dan 100, 20 dan 50, 40 dan 25 Jumlah Individu dan Maksimum Generasi ( Bobot) 25 dan 1000, 50 dan 500, 100 dan 250
5 6.1. Analisis Pengujian Terhadap Parameter Tabel 3 : Tabel hasil pengujian berdasarkan probabilitas crossover Probabilitas Crossover MAPE minimum Testing % 14.75% % 12.42% % 11.62% Tabel 5 : Tabel hasil pengujian berdasarkan jumlah individu dan maksimum generasi dalam proses training struktur Jumlah Individu Struktur Maksimum Generasi Struktur MAPE minimum Testing % 15.47% % 14.75% % 11.62% Tabel Error! No text of specified style in document. :Tabel hasil pengujian berdasarkan probabilitas mutasi Probabilitas Mutasi MAPE minimum Testing % 11.62% % 17.55% % 17.53% Tabel 6 : Tabel hasil pengujian berdasarkan jumlah individu dan maksimum generasi dalam proses training bobot Jumlah Individu Bobot Maksimum Generasi Bobot MAPE minimum Testing % 11.62% % 12.42% % 17.55% Berdasarkan Tabel 3 penggunaan probabilitas crossover 0,99 mempunyai hasil yang terbaik. Penggunaan probabilitas crossover sebesar 0.5 sampai 0.99 bisa disimpulkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan nilai probabilitas crossover yang kecil seperti Berdasarkan Tabel 4 penggunaan probabilitas mutasi 0.01 mempunyai hasil yang terbaik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam sistem ini penggunaan probabilitas mutasi yang sangat kecil dapat meningkatkan hasil yang didapatkan. Berdasarkan Tabel 5 penggunaan jumlah individu 40 dan maksimum generasi 25 pada proses training struktur mempunyai hasil yang terbaik. Dapat ditarik kesimpulan dalam proses training struktur jumlah individu yang lebih besar lebih memberikan hasil MAPE yang lebih baik dibandingkan dengan jika maksimum generasi diperbesar. Berdasarkan Tabel 6 penggunaan jumlah individu 40 dan maksimum generasi 25 pada proses training struktur mempunyai hasil yang terbaik. Hal ini membuktikan bahwa maksimum generasi yang besar untuk proses training bobot dapat memberikan hasil yang lebih baik Analisis Dari Hasil Pengujian Prediksi Curah Hujan Keseluruhan Pengujian dengan MAPE testing terendah didapatkan dengan arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan yang terdiri dari 29 neuron input dan 15 neuron tersembunyi.
6 Curah Hujan (mm/bulan) Jan-06 May-06 Sep-06 Jan-07 May-07 Sep-07 Bulan Jan-08 May-08 Sep-08 Nilai Target Nilai Prediksi Gambar 5 : Grafik hasil training pada hasil pengujian dengan arsitektur yang memiliki MAPE testing terbaik Curah Hujan (mm/bulan) Jun-11 Sep-11 Dec-11 Mar-12 Jun-12 Sep-12 Dec-12 Nilai Target Nilai Prediksi Bulan Gambar 6 : Grafik hasil testing pada hasil pengujian dengan arsitektur yang memiliki MAPE testing terbaik Berdasarkan gambar 5 dan 6, ditunjukkan bahwa nilai prediksi dapat dikatakan mengikuti nilai target. Hal ini membuktikan bahwa dengan arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan yang telah dilatih di proses training, arsitektur tersebut juga dapat menghasilkan nilai prediksi walaupun pada data set yang berbeda. Namun, pada Gambar 6, grafik menunjukkan pada bulan Desember 2011, nilai prediksi menyimpang jauh. Sedangkan pada Gambar 5, walaupun memiliki MAPE yang lebih tinggi, tetapi nilai prediksi terlihat lebih mengikuti nilai target. Hal ini membuktikan bahwa nilai prediksi dengan data set yang berbeda dapat mempunyai nilai prediksi yang lebih buruk walaupun pada proses testing mempunyai nilai MAPE yang lebih kecil dibandingkan dengan MAPE trainingnya. Hal ini dapat disebabkan dari penggunaan MAPE yang merupakan standar ukuran error yang sering meleset ketika bertemu data target yang kecil atau mendekati nol Hasil konversi Data Prediksi Curah Hujan Menjadi Kalender Tanam Dengan menggunakan arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan pada sampel ke-1, dihasilkan nilai curah hujan pada 1 tahun berikutnya. Data prediksi curah hujan yang didapatkan adalah sebagai berikut : Tabel 1 : Prediksi curah hujan dalam 1 tahun (sampel ke-1) Bulan Curah Hujan (mm/bulan) Januari Februari Maret April Mei Juni
7 Juli Agustus September Oktober November Desember Lalu dari data prediksi curah hujan pada Tabel 7, dikonversikan menjadi dalam bentuk tabel kalender tanam sehingga menjadi sebagai berikut : 7. Kesimpulan Gambar 1 : Hasil Kalender Tanam (sampel ke-1) Berdasarkan Gambar 7, ditunjukkan bahwa tahun ini kebutuhan air dalam tanah hanya cocok untuk ditanami padi untuk satu periode tanam, yaitu pada bulan Januari sampai April. Lahan dapat digunakan untuk ditanami tanaman jagung dari Bulan januari sampai Agustus. Lahan dapat digunakan untuk ditanami kacang kedelai dari bulan Januari sampai bulan Juni. Sedangkan untuk tanaman kacang hijau, lahan cocok untuk ditanami di semua bulan kecuali bulan September. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis pada tugas akhir ini, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Metode Jaringan Syaraf Tiruan dengan Algoritma Genetika dapat diimplementasikan untuk menyelesaikan permasalahan prediksi curah hujan. Hal ini dapat dilihat dari hasil terbaik yang didapatkan. Dimana dengan menggunakan mekanisme prediksi yang diusulkan dapat menghasilkan 88.38% akurasi dalam proses testing. Namun dengan mekanisme prediksi yang diusulkan sering terjadi adanya overfit. Sehingga walaupun pada proses training mendapatkan MAPE yang kecil yang berkisar 85% tetapi hasil akurasi testing yang didapatkan hanya berkisar 70%. 2. Berdasarkan pengujian parameter. Kesimpulan yang dapat di ambil pada masing-masing pengujian parameter adalah : a. Probabilitas crossover memberikan hasil yang terbaik pada nilai 0,99. b. Probabilitas mutasi memberikan hasil terbaik pada nilai 0,01. c. Pada proses training struktur, memperbesar jumlah individu dibandingkan memperbesar maksimum generasi dapat membantu sistem menemukan arsitektur JST yang terbaik. d. Pada proses training bobot, memperbesar maksimum generasi dibandingkan memperbesar jumlah individu dapat membantu sistem menemukan arsitektur JST yang terbaik.
8 Daftar Pustaka [1] Aak Kedelai. Yogyakarta : Kanisius. [2] Adiwijaya, U. N. Wisesty and F. Nitha FJMS : Study of Line Search Techniques On Modified Backpropagation For Forecasting of Weather Data In Indonesia. Bandung : Telkom Unversity. [3] Alvin Pryanto. Gabriel, Kristoko Dwi Hartono, M.Kom, M. A. Ineke Pakereng, M.Kom Perancangan Kalender Tanam Berdasarkan Data Klimatologi Menggunakan Metode Forecasting Holt-Winters. Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana. [4] Chakraborty, RC. Fundamentalas of Genetic Algorithms. (diakses pada tanggal 6 November 2013) [5] Gerhenson, Carlos. Artificial Networks for Beginners. Gershenson].pdf. (diakses pada tanggal 6 November 2013) [6] Hidayat, Taufan. Yonny Koesmaryono dan Aris Pramudia Analisis Tingkat Kekeringan Untuk Mengurangi Resiko Gagal Panen Tanaman Pangan Di Provinsi Banten. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala. [7] Hidayat, Taufan Analisis Perubahan dan Penyusunan Pola Tanam Tanaman Padi Berdasarkan Data Curah Hujan Di Kabupaten Aceh Besar. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala. [8] Irawan, Wisnu Perencanaan Kalender Tanam Berdasarkan Pranata Mangsa dan Klimatologi Menggunakan Metode Prediksi Exponential Smoothing. Salatiga : Universitas Kristen Satya Kencana. [9] Kharola, Manisha and Dinesh Kumar Efficient Weather Prediction By Back-Propagation Algorithm. Palwal : Shri Ram College of Engineering & Management. [10] Koesmaryono, Yonny dan Yayan Apriyana. Sensitivitas dan Dinamika Kalender Tanam Padi Terhadap Parameter ENSO (El-Nino-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole Mode) Di Daerah Monsunal dan Equatorial. Bogor : Institut Pertanian Bogor. [11] Nawi, Nazri Mohd. Abdullah Khan, Mohammad Zubair Rehman. A New Back-Propagation Neural Network Optimized with Cuckoo Search Algorithm. Malaysia : Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. [12] Nitha. F., Adiwijaya, U.N. Wisesty Forecasting Indonesian Weather through Evolving Neural Network (ENN) Based On Genetic Algorithm. Bandung : Telkom University. [13] Nurcahyo. Septian, Fhira Nhita, Adiwijaya Rainfall Prediction in Kemayoran Jakarta Using Hybrid Genetic Algorithm (GA) and Partially Connected Feedforward Neural Network (PCFNN). Bandung : Telkom University. [14] Purwono dan Purnamawati, H., Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Jakarta : Penebar Swadaya, [15] Rismala. Rita, The Houw Liong, Arie Ardiyanti Prediction of Malaria Incidence in Banggai Regency Using Evolving Neural Network. Bandung : International Conference on Technology, Informatics, Management, Engineering & Environment. [16] Slamet S. Lilik, Hariadi T. E, Mezak A. Ratag Erna S. Adiningsih. Analisis Curah Hujan dan Suhu Untuk Menyusun Pola Tanam Tanaman Pangan di Jawa Barat. Bandung : Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim. [17] Sutojo, T. S.Si., M.Kom., Edy Mulyanto, S.Si., M.Kom., Dr. Vincent Suhartono Kecerdasan Buatan. Yogyakarta : Penerbit Andi. [18] Suyanto,ST,MSc Soft Computing. Bandung : Informatika Bandung. [19] Wirosoedarmo, MS. Dr.Ir. Ruslan Drainase Pertanian. Malang : Universitas Brawijaya Press.
ABSTRAK. Kata Kunci : Curah Hujan, Levenberg Marquardt, Backpropagation. ABSTRACT
ABSTRAK Dufan, Ariel. 2016. Prediksi Curah Hujan Dengan Menggunakan Algoritma Levenberg- Marquardt Dan Backpropagation (Studi Kasus : BMKG Kota Tanjungpinang), Skripsi. Tanjungpinang: Jurusan Teknik Informatika,
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
ANALISIS ALGORITMA INISIALISASI NGUYEN-WIDROW PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, M. Rhifky Wayahdi 2 1 Dosen Teknik Informatika,
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PREDIKSI CURAH HUJAN DI KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian 1, Erlinda Ningsih 2 1 Dosen Teknik Informatika, STMIK Potensi Utama 2 Mahasiswa Sistem Informasi, STMIK
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN HYBRID PARTIALLY CONNECTED FEEDFORWARD NEURAL NETWORK (PCFNN) DAN NESTED GENETIC ALGORITHM (GA)
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN HYBRID PARTIALLY CONNECTED FEEDFORWARD NEURAL NETWORK (PCFNN) DAN NESTED GENETIC ALGORITHM (GA) Yana Meinitra Wati 1, Fhira Nhita, ST., MT. 2, Dr. Adiwijaya,
SATIN Sains dan Teknologi Informasi
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No., Juni 206 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Jaringan Syaraf Tiruan Peramalan Inventory Barang
V. PENYUSUNAN MODEL PREDIKSI CURAH HUJAN BERDASARKAN FENOMENA ENSO DAN IOD UNTUK MENENTUKAN RENCANA TANAM
V. PENYUSUNAN MODEL PREDIKSI CURAH HUJAN BERDASARKAN FENOMENA ENSO DAN IOD UNTUK MENENTUKAN RENCANA TANAM 5.1. Pendahuluan Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang mempunyai variabilitas dan fluktuasi
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN EVOLVING FUZZY Bernadus Seno Aji 1, Fhira Nhita 2, Adiwijaya 3
ISSN 2407-6511 PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN EVOLVING FUZZY Bernadus Seno Aji 1, Fhira Nhita 2, Adiwijaya 3 1,2,3 ProdiS1 Ilmu Komputasi, Fakultas Informatika, Universitas Telkom 1 [email protected],
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION 1 Sheila Annisa, 2 Fhira Nhita, 3 Adiwijaya Ilmu Komputasi Fakultas Informatika Universitas Telkom, Bandung 1 [email protected],
PERANCANGAN PENGATURAN DURASI LAMPU LALU LINTAS ADAPTIF
PERANCANGAN PENGATURAN DURASI LAMPU LALU LINTAS ADAPTIF Rudericus Andika Pramudya, Mahmud Imrona 2, Fhira Nhita 3,2,3 Prodi S Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Telkom [email protected],
PREDICTION OF AGRICULTURAL COMMODITIES PRICE USING HYBRID RADIAL BASIS FUNCTION NEURAL NETWORK WITH GENETIC ALGORITHM
PREDIKSI HARGA KOMODITAS PERTANIAN MENGGUNAKAN HYBRID ALGORITMA JARINGAN SYARAF TIRUAN ARSITEKTUR RADIAL BASIS FUNCTION (RBF) DENGAN ALGORITMA GENETIKA PREDICTION OF AGRICULTURAL COMMODITIES PRICE USING
Jaringan Syaraf Tiruan dengan Pembelajaran Algoritma Genetika dan Diversitas untuk Deteksi Kelas Penyakit
Jaringan Syaraf Tiruan dengan Pembelajaran Algoritma Genetika dan Diversitas untuk Deteksi Kelas Penyakit Abidatul Izzah 1), Ratih Kartika Dewi 2) 1)2) Jurusan Teknik Informatika ITS Surabaya Jl. Teknik
PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 1852 PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GRAMMATICAL EVOLUTION 1 Sheila Annisa, 2 Fhira Nhita, 3 Adiwijaya Ilmu Komputasi
JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK DALAM PREDIKSI PERSEDIAAN TERNAK SAPI POTONG ( STUDI KASUS DI WILAYAH SUMATERA BARAT )
JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK DALAM PREDIKSI PERSEDIAAN TERNAK SAPI POTONG ( STUDI KASUS DI WILAYAH SUMATERA BARAT ) Rima Liana Gema, S.Kom, M.Kom, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia
Perancangan Kalender Tanam Berdasarkan Data Klimatologi Menggunakan Metode Forecasting Holt-Winters (Studi Kasus : Boyolali) Artikel Ilmiah
Perancangan Kalender Tanam Berdasarkan Data Klimatologi Menggunakan Metode Forecasting Holt-Winters (Studi Kasus : Boyolali) Artikel Ilmiah Peneliti : Gabriel Alvin Pryanto (672006257) Kristoko Dwi Hartomo,
Perbaikan Metode Prakiraan Cuaca Bandara Abdulrahman Saleh dengan Algoritma Neural Network Backpropagation
65 Perbaikan Metode Prakiraan Cuaca Bandara Abdulrahman Saleh dengan Algoritma Neural Network Backpropagation Risty Jayanti Yuniar, Didik Rahadi S. dan Onny Setyawati Abstrak - Kecepatan angin dan curah
PERANCANGAN PARAMETER TERBAIK UNTUK PREDIKSI PRODUKSI BAN GT3 MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILIENT PROPAGATION
PERANCANGAN PARAMETER TERBAIK UNTUK PREDIKSI PRODUKSI BAN GT3 MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILIENT PROPAGATION Fitrisia, Adiwijaya, dan Andrian Rakhmatsyah Program Studi S1 Teknik Informatika,
PREDIKSI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA. Rita Rismala 1, Said Al Faraby 2
PREDIKSI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA Rita Rismala 1, Said Al Faraby 2 1,2 Prodi S1 Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom 1 [email protected],
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA COMPETITIVE NEURAL NETWORK
ANALISIS ALGORITMA PREDIKSI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN ALGORITMA COMPETITIVE NEURAL NETWORK Muhammad Feridiansyah 1, Fhira Nhita S.T.,M.T 2, Dr.Adiwijaya, M.Si 3 1,2,3 Prodi S1 Ilmu Komputasi, Fakultas Teknik
VOL. 01 NO. 02 [JURNAL ILMIAH BINARY] ISSN :
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH PRODUKSI AIR MINUM MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION (STUDI KASUS : PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU) Robi Yanto STMIK Bina Nusantara
ANALISIS PENAMBAHAN MOMENTUM PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
Seminar Nasional Informatika 0 ANALISIS PENAMBAHAN MOMENTUM PADA PROSES PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Yudhi Andrian, Purwa Hasan Putra Dosen Teknik Informatika,
Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No. 4, Oktober 2013 ISSN
PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN BEBERAPA FUNGSI PELATIHAN BACKPROPAGATION (Studi Kasus: Stasiun Meteorologi Tabing Padang, Tahun 2001-2012) Cici Oktaviani, Afdal
Pengaruh Dataset Ekuatorial Terhadap Akurasi Evolving Neural Network Prediksi Curah Hujan
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Pengaruh Dataset Ekuatorial Terhadap Akurasi Evolving Neural Network Prediksi Curah Hujan Liliana Swastina 1), Bambang Lareno
JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN)
JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI CURAH HUJAN SUMATERA UTARA DENGAN METODE BACK PROPAGATION (STUDI KASUS : BMKG MEDAN) Marihot TP. Manalu Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma
PREDIKSI DISTRIBUSI AIR PDAM MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DI PDAM KOTA MALANG
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. 3, No. 2, Juni 2016, hlm. 83-87 PREDIKSI DISTRIBUSI AIR PDAM MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DI PDAM KOTA MALANG Daneswara
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION Eka Irawan1, M. Zarlis2, Erna Budhiarti Nababan3 Magister Teknik Informatika, Universitas Sumatera
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kabupaten Purworejo adalah daerah agraris karena sebagian besar penggunaan lahannya adalah pertanian. Dalam struktur perekonomian daerah, potensi daya dukung
BAB III PEMBAHASAN. harga minyak mentah di Indonesia dari bulan Januari 2007 sampai Juni 2017.
BAB III PEMBAHASAN Data yang digunakan dalam bab ini diasumsikan sebagai data perkiraan harga minyak mentah di Indonesia dari bulan Januari 2007 sampai Juni 2017. Dengan demikian dapat disusun model Fuzzy
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI NILAI KURS JUAL SGD-IDR
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 205 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 205 IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER FEEDFORWARD DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI
PELATIHAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN METODE SELEKSI TURNAMEN UNTUK DATA TIME SERIES
JURNAL GAUSSIAN, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 65-72 Online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian PELATIHAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN METODE
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI GABUNGAN ALGORITMA GENETIKA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION (STUDY KASUS PERAMALAN SAHAM)
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI GABUNGAN ALGORITMA GENETIKA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION (STUDY KASUS PERAMALAN SAHAM) Hanura Ian Pratowo¹, Retno Novi Dayawati², Agung Toto Wibowo³ ¹Teknik Informatika,,
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER PERCEPTRON PADA APLIKASI PRAKIRAAN CUACA
Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan Multilayer Perceptron (Joni Riadi dan Nurmahaludin) APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTI LAYER PERCEPTRON PADA APLIKASI PRAKIRAAN CUACA Joni Riadi (1) dan Nurmahaludin
OPTIMASI PROSES PENGGILINGAN GABAH DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA 1
OPTIMASI PROSES PENGGILINGAN GABAH DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN ALGORITMA GENETIKA 1 Suroso 2 dan Gunawan Kiswoyo 3 ABSTRAK Keberhasilan proses penggilingan gabah dapat dilihat nilai efisiensi
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series
Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan Steepest Descent untuk Prediksi Data Time Series Oleh: ABD. ROHIM (1206 100 058) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M. Isa Irawan, MT Jurusan Matematika
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat ini banyak sekali perubahan perkembangan yang telah terjadi untuk membantu kehidupan masyarakat. Dalam perkembangan
UNNES Journal of Mathematics
UJM 4 (1) (2015) UNNES Journal of Mathematics http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujm SISTEM PREDIKSI TAGIHAN LISTRIK USAHA JASA LAUNDRY MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Muhamad
Pengaruh Dipole Mode dan El Nino Southern Oscillation Terhadap Awal Tanam dan Masa Tanam di Kabupaten Mempawah
Pengaruh Dipole Mode dan El Nino Southern Oscillation Terhadap Awal Tanam dan Masa Tanam di Kabupaten Mempawah Yohana Fronika a, Muhammad Ishak Jumarang a*, Andi Ihwan a ajurusanfisika, Fakultas Matematika
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Data Yang Digunakan Dalam melakukan penelitian ini, penulis membutuhkan data input dalam proses jaringan saraf tiruan backpropagation. Data tersebut akan digunakan sebagai
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
STUDI ANALISA PELATIHAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN DAN TANPA ALGORITMA GENETIKA
STUDI ANALISA PELATIHAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN DAN TANPA ALGORITMA GENETIKA (Agustinus N., et al. STUDI ANALISA PELATIHAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN DAN TANPA ALGORITMA GENETIKA Agustinus Noertjahyana
PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE LOMBOK MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE LOMBOK MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Titik Misriati AMIK BSI Jakarta Jl. R.S Fatmawati No. 24 Pondok Labu, Jakarta Selatan [email protected] ABSTRACT
Optimasi Bobot Multi-Layer Perceptron Menggunakan Algoritma Genetika Untuk Klasifikasi Tingkat Resiko Penyakit Stroke
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 8, Agustus 2018, hlm. 2352-2360 http://j-ptiik.ub.ac.id Optimasi Bobot Multi-Layer Perceptron Menggunakan Algoritma
PREDIKSI CUACA EKSTRIM DENGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB
PREDIKSI CUACA EKSTRIM DENGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB Yeni Megalina Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan [email protected] ABSTRAK Kota Medan merupakan kota
Implementasi Algoritma Genetika dan Neural Network Pada Aplikasi Peramalan Produksi Mie (Studi Kasus : Omega Mie Jaya)
Implementasi Algoritma Genetika dan Neural Network Pada Aplikasi Peramalan Produksi Mie (Studi Kasus : Omega Mie Jaya) ISSN 2085-4552 Adhi Kusnadi 1, Jansen Pratama 2 Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas
ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH RESERVASI KAMAR HOTEL DENGAN METODE BACKPROPAGATION (Studi Kasus Hotel Grand Zuri Padang)
ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH RESERVASI KAMAR HOTEL DENGAN METODE BACKPROPAGATION (Studi Kasus Hotel Grand Zuri Padang) 1 Musli Yanto, 2 Sarjon Defit, 3 Gunadi Widi Nurcahyo
STUDI ESTIMASI CURAH HUJAN, SUHU DAN KELEMBABAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
STUDI ESTIMASI CURAH HUJAN, SUHU DAN KELEMBABAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Muh. Ishak Jumarang 1), Lyra Andromeda 2) dan Bintoro Siswo Nugroho 3) 1,3) Jurusan Fisika,
EVALUASI MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI IKLIM EKSTRIM DENGAN KORELASI CURAH HUJAN DAN TINGGI MUKA LAUT DI SEMARANG
Youngster Physics Journal ISSN : 2302-7371 Vol. 4, No. 1, Januari 2015, Hal 67-72 EVALUASI MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI IKLIM EKSTRIM DENGAN KORELASI CURAH HUJAN DAN
PERAMALAN HARGA EMAS MENGGUNAKAN ALGORTIMA MEMETIKA DENGAN PENCARIAN LOCAL TABU SEARCH. Iqbal Dwihanandrio
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 6447 PERAMALAN HARGA EMAS MENGGUNAKAN ALGORTIMA MEMETIKA DENGAN PENCARIAN LOCAL TABU SEARCH Iqbal Dwihanandrio S1 Teknik Informatika
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini memberikan dampak yang besar terhadap kinerja manusia khususnya dalam bekerja. Segala sesuatu yang dahulu
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation
Analisis Prediksi Indeks Harga Konsumen Berdasarkan Kelompok Kesehatan Dengan Menggunakan Metode Backpropagation Anjar Wanto STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar Pematangsiantar, Indonesia [email protected]
Prediksi Nilai Tukar Petani Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Scientific Journal of Informatics Vol 3, No 1, Mei 2016 p-issn 2407-7658 http://journalunnesacid/nju/indexphp/sji e-issn 2460-0040 Prediksi Nilai Tukar Petani Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Estimasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Berdasarkan Metode Jaringan Syaraf Tiruan
Estimasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Berdasarkan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Andi Ihwan 1), Yudha Arman 1) dan Iis Solehati 1) 1) Prodi Fisika FMIPA UNTAN Abstrak Fluktuasi suhu udara berdasarkan
SKRIPSI HYBRIDRADIAL BASIS FUNCTION(RBF) DENGAN ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING UNTUK PREDIKSI KONSUMSI LISTRIK
SKRIPSI HYBRIDRADIAL BASIS FUNCTION(RBF) DENGAN ALGORITMA GENETIKA DAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING UNTUK PREDIKSI KONSUMSI LISTRIK LUTHFI HIDAYATI PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Syaraf Tiruan Jaringan syaraf tiruan atau dikenal sebagai Artificial Neural Network adalah algoritma yang diaplikasikan ke dalam proses komputasi komputer dengan mengadaptasi
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6
Penerapan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Menggunakan VB 6 Sari Indah Anatta Setiawan SofTech, Tangerang, Indonesia [email protected] Diterima 30 November 2011 Disetujui 14 Desember 2011
T 11 Aplikasi Model Backpropagation Neural Network Untuk Perkiraan Produksi Tebu Pada PT. Perkebunan Nusantara IX
T 11 Aplikasi Model Backpropagation Neural Network Untuk Perkiraan Produksi Tebu Pada PT. Perkebunan Nusantara IX Oleh: Intan Widya Kusuma Program Studi Matematika, FMIPA Universitas Negeri yogyakarta
ANALISIS PERBANDINGAN METODE BACKPROPAGATION DAN RADIAL BASIS FUNCTION UNTUK MEM PREDIKSI CURAH HUJAN DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
ANALISIS PERBANDINGAN METODE BACKPROPAGATION DAN RADIAL BASIS FUNCTION UNTUK MEM PREDIKSI CURAH HUJAN DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Abstrak Vinsensius Rinda Resi - NIM : A11.2009.04645 Program Studi Teknik
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. 1.1. Latar Belakang Kelapa
1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan masyarakat akan perkiraan cuaca terutama curah hujan ini menjadi sangat penting untuk merencanakan segala aktifivitas mereka. Curah hujan juga memiliki
1. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pasar valuta asing telah mengalami perkembangan yang tak terduga selama beberapa dekade terakhir, dunia bergerak ke konsep "desa global" dan telah menjadi salah satu pasar
Penentuan Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (Bobot Awal dan Bias Awal) Menggunakan Algoritma Genetika
IJCCS, Vol.9, No.1, January 2015, pp. 77~88 ISSN: 1978-1520 77 Penentuan Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (Bobot Awal dan Bias Awal) Menggunakan Algoritma Genetika Christian Dwi Suhendra*
Prediksi Waktu Panen Tebu Menggunakan Gabungan Metode Backpropagation dan Algoritma Genetika
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 1, No. 11, November 2017, hlm. 1443-1450 http://j-ptiik.ub.ac.id Prediksi Waktu Panen Tebu Menggunakan Gabungan Metode Backpropagation
EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA
BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan ( 12070 ) Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262, Tromol Pos. 7019 / Jks KL, E-mail
PREDIKSI KUALITAS AIR BERSIH PDAM KOTA PALU MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION
JIMT Vol. 4 No. Juni 207 (Hal 47-55) ISSN : 2450 766X PREDIKSI KUALITAS AIR BERSIH PDAM KOTA PALU MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION J.R. Mustakim, R. Ratianingsih 2 dan D. Lusiyanti 3,2,3 Program Studi
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Curah hujan merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap perubahan cuaca yang semakin memburuk. Curah hujan merupakan total air hujan yang terjatuh pada permukaan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis pengaruh ENSO dan IOD terhadap curah hujan Pola hujan di Jawa Barat adalah Monsunal dimana memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim
PEMODELAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI PANJANG MUSIM HUJAN BERDASAR SEA SURFACE TEMPERATURE
PEMODELAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PREDIKSI PANJANG MUSIM HUJAN BERDASAR SEA SURFACE TEMPERATURE Agus Buono 1, M. Mukhlis 1, Akhmad Faqih 2, Rizaldi Boer 2 1 Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Press Release PREDIKSI DAMPAK DINAMIKA IKLIM DAN EL-NINO 2014-2015 TERHADAP PRODUKSI PANGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN I. Prediksi Iklim hingga Akhir 2014/Awal 2015 1. Prediksi berbagai
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Dalam penelitian ini telah dilakukan suatu rangkaian penelitian yang mencakup analisis pewilayahan hujan, penyusunan model prediksi curah hujan, serta pemanfaatan
III. BAHAN DAN METODE
39 III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember tahun 2010 di rumah tanaman (greenhouse) Balai Penelitian Agroklimatologi dan Hidrologi (Balitklimat),
DETEKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
DETEKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK [Enterprise Bankrupcty Detection using Artificial Neural Network] Cynthia G.Y.P NRP. 1205 100 061 Dosen Pembimbing Dr. M Isa Irawan,
Arti Penting Kalender Tanam (Katam) Padi
PENGEMBANGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADAPTASI KALENDER TANAM PADI TERHADAP ENSO IOD BERBASIS KALENDER TANAM PADI TERHADAP ENSO SUMBERDAYA IKLIM DAN AIR Mengetahui waktu dan pola tanam di daerah tertentu
Jurnal Informatika Mulawarman Vol 5 No. 1 Februari
Jurnal Informatika Mulawarman Vol 5 No. 1 Februari 2010 50 Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Jumlah Pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur Dengan Menggunakan Algoritma Pembelajaran
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI TINGKAT PENGANGGURAN DI SUMATERA BARAT Havid Syafwan Program Studi Manajemen Informatika, Amik Royal, Kisaran E-mail: [email protected] ABSTRAK:
Peramalan Data IHSG Menggunakan Metode Backpropagation
Peramalan Data IHSG Menggunakan Metode Backpropagation Seng Hansun Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Indonesia [email protected] Diterima 31 Agustus 2012 Disetujui
SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 7 No. 3 Edisi September 2012 105 SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON Anindita Septiarini Program Studi Ilmu Komputer FMIPA,
BAB I PENDAHULUAN. kenaikan harga minyak mentah itu sendiri. Saat ini penetapan harga minyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Minyak merupakan salah satu sumber energi yang sangat dibutuhkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Peningkatan jumlah manusia yang membutuhkan minyak dalam kehidupan
Aplikasi yang dibuat adalah aplikasi untuk menghitung. prediksi jumlah dalam hal ini diambil studi kasus data balita
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisa dan Kebutuhan Sistem Analisa sistem merupakan penjabaran deskripsi dari sistem yang akan dibangun kali ini. Sistem berfungsi untuk membantu menganalisis
OPTIMASI HASIL PREDIKSI KETERSEDIAAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
OPTIMASI HASIL PREDIKSI KETERSEDIAAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Eka Handayani 1, Jondri,Drs.,M.T. 2, Siti Sa adah,s.t.,m.t. 3 1,2,3 ProdiS1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
TAHUN AKADEMIK 2016/2017. : PENGANTAR INTELEGENSI BUATAN : Betha Nurina Sari, M.Kom. : Open Book via Google Form (90 Menit)
IFT 501 PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Jl. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Telp. (0267) 641177 Ex 307 Fax (0267) 641367 Karawang 41361 TAHUN
SATIN Sains dan Teknologi Informasi
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi, Vol. 2, No., Juni 206 SATIN Sains dan Teknologi Informasi journal homepage : http://jurnal.stmik-amik-riau.ac.id Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Estimasi Needs
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM Ayu Trimulya 1, Syaifurrahman 2, Fatma Agus Setyaningsih 3 1,3 Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ELMAN RECURRENT NEURAL NETWORK UNTUK PREDIKSI HARGA KOMODITAS PERTANIAN
ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.1 April 216 Page 1253 ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ELMAN RECURRENT NEURAL NETWORK UNTUK PREDIKSI HARGA KOMODITAS PERTANIAN Analysis and Implementation
Prediksi Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia menggunakan Metode Genetic-Based Backpropagation
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 2548-964X Vol. 1, No. 4, April 2017, hlm. 341-351 http://j-ptiik.ub.ac.id Prediksi Jumlah Pengangguran Terbuka di Indonesia menggunakan
Neural Network (NN) Keuntungan penggunaan Neural Network : , terdapat tiga jenis neural network Proses Pembelajaran pada Neural Network
Neural Network (NN) adalah suatu prosesor yang melakukan pendistribusian secara besar-besaran, yang memiliki kecenderungan alami untuk menyimpan suatu pengenalan yang pernah dialaminya, dengan kata lain
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK Program Studi Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang Abstrak. Saat ini, banyak sekali alternatif dalam
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI LAJU TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PADA PROVINSI JAWA TIMUR
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI LAJU TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PADA PROVINSI JAWA TIMUR Sofi Dwi Purwanto Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Awal Musim Hujan Berdasarkan Suhu Permukaan Laut
Tersedia secara online di: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika Volume 1 Nomor 2 Halaman 52-61 ISSN: 2089-6026 Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Awal Musim Hujan Berdasarkan Suhu Permukaan
OPTIMASI JARINGAN SARAF TIRUAN PADA OPTICAL CHARACTER RECOGNITION DENGAN MENGGUNAKAN IMAGE PREPROCESSING DAN ALGORITMA GENETIK
OPTIMASI JARINGAN SARAF TIRUAN PADA OPTICAL CHARACTER RECOGNITION DENGAN MENGGUNAKAN IMAGE PREPROCESSING DAN ALGORITMA GENETIK LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana Oleh:
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI
PERANCANGAN PROGRAM PENGENALAN BENTUK MOBIL DENGAN METODE BACKPROPAGATION DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK SKRIPSI Oleh Nama : Januar Wiguna Nim : 0700717655 PROGRAM GANDA TEKNIK INFORMATIKA DAN MATEMATIKA
BAB IV PERANCANGAN & IMPLEMENTASI SISTEM
17 BAB IV PERANCANGAN & IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Desain. yang digunakan adalah jaringan recurrent tipe Elman dengan 2 lapisan tersembunyi. Masukan terdiri dari data : wind, SOI, SST dan OLR dan target adalah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan Syaraf Tiruan (artificial neural network), atau disingkat JST menurut Hermawan (2006, hlm.37) adalah sistem komputasi dimana arsitektur dan operasi
Metode Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik Untuk Estimasi Curah Hujan Bulanan di Ketapang Kalimantan Barat
Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Metode Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik Untuk Estimasi Curah Hujan Bulanan di Ketapang Kalimantan Barat Andi Ihwan Prodi Fisika FMIPA Untan, Pontianak
PEMANFAATAN ALGORITMA FUZZY EVOLUSI UNTUK PENYELESAIAN KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
PEMANFAATAN ALGORITMA FUZZY EVOLUSI UNTUK PENYELESAIAN KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Syafiul Muzid Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta E-mail:
PREDIKSI DATA HARGA SAHAM HARIAN MENGGUNAKAN FEED FORWARD NEURAL NETWORKS (FFNN) DENGAN PELATIHAN ALGORITMA GENETIKA
PREDIKSI DATA HARGA SAHAM HARIAN MENGGUNAKAN FEED FORWARD NEURAL NETWORKS (FFNN) DENGAN PELATIHAN ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus pada Harga Saham Harian PT. XL Axiata Tbk) SKRIPSI Disusun oleh : IRA PUSPITA
Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah Karakter Braille Ke Bentuk Abjad
The 13 th Industrial Electronics Seminar 2011 (IES 2011) Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS), Indonesia, October 26, 2011 Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah
Pelatihan Multi-Layer Neural Network Menggunakan Algoritma Genetika untuk Memprediksi Harga Saham Esok Hari (T+1)
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: 58-96X Vol., No. 6, Juni 08, hlm. 30-308 http://j-ptiik.ub.ac.id Pelatihan Multi-Layer Neural Network Menggunakan Algoritma Genetika untuk
