BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 72 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kesiapan Wajib Pajak saat dilakukan Pemeriksaan Pajak 1. Kelengkapan dokumen umum, dokumen perpajakan dan dokumen pembukuan. Kelengkapan dokumen umum, dokumen perpajakan dan dokumen pembukuan yang disampaikan oleh PT. Flash Mobile terkait dengan proses awal pemeriksaan yang dilakukan, sesuai dengan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak Nomor : PRINT 72/WPJ.21/KP.65/21 tertanggal 3 September 21, dan sesuai dengan surat nomor : S- 477/WPJ.21/ KP.6.3/21 tertanggal 11 Oktober 21 mengenai peminjaman dokumen adalah sbb : 1) Dokumen Umum a. Akte Pendirian Perusahaan dan Akte Perubahan Terakhir b. Surat Izin Usaha, Kartu NPWP dan Pengukuhan Kena Pajak c. Bagan Organisasi dan Deskripsi Jabatan d. Surat / Dokumen Perjanjian / Kontrak dengan pihak ketiga e. Daftar Aktiva dan Penyusutannya 2) Dokumen Perpajakan a. SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 29 b. SPT Masa / Tahunan PPh Pasal 21, 22, 23/26, 4 ayat 2 berikut daftar bukti pemotongan, bukti pemotongan dan soft copynya Tahun Pajak 29. c. SPT Masa PPN dan Faktur Pajak Masukan / Keluaran Januari s/d Desember dan soft copynya Tahun Pajak 29 d. SPT Masa PPN dan Faktur Pajak Masukan / Keluaran Oktober s/d Desember dan soft copynya Tahun Pajak 28 e. SPT Masa PPN dan Faktur Pajak Masukan / Keluaran Januari s/d Maret dan soft copynya Tahun Pajak 28

2 73 f. SSP PPh Pasal 21, 22, 23/26, 4 ayat 2 dan PPN Tahun Pajak 29 3) Dokumen Pembukuan a. Laporan Keuangan Tahun 28 dan Tahun 29 b. Pedoman Sistem Akuntansi Tahun Pajak Tahun Pajak 29 c. Chart Of Account d. Buku Besar dan Buku Pembantu Tahun Pajak 29 e. Kartu / Buku Piutang, Kartu / Buku Hutang, Kartu Buku Persediaan Tahun Pajak 29 f. Buku Penjualan dan Buku Pembelian Tahun Pajak 29 g. Dokumen / Bukti Penerimaan dan Pengeluaran kas / bank, invoice dan surat jalan Tahun Pajak 29 h. Dokumen ekspor dan impor (B/L, PEB, PIB, Invoice, Packing List, PO, DO, dll) Tahun Pajak 29 i. Daftar Rincian Nilai Persediaan Awal dan Akhir; Barang Jadi, Bahan Baku / Pembantu, Kuantum dan Rupiah per jenis barang Tahun Pajak 29 j. Laporan Penjualan dan Pembelian Bulanan, Kuantum dan Rupiah per Jenis Barang Tahun Pajak 29 k. Nota Retur (Retur Pembelian dan Retur Penjualan) Tahun Pajak 29 l. Seluruh Rekening Koran Bank Tahun Pajak 29 m. Laporan Produksi Bulanan Tahun Pajak 29 n. Daftar Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap berikut rincian gaji / upah Tahun Pajak 29 o. Buku, catatan dan dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha Tahun Pajak Kesiapan wajib pajak dalam menghadapi proses pemeriksaan pajak yang sedang dilakukan. Dalam waktu proses pemeriksaan pajak yang sedang dilakukan, Tim Pemeriksa Pajak meminta PT. Flash Mobile untuk menyiapkan ekualisasi pajak antara SPT dengan Catatan Pembukuan yang terdiri dari : a. Ekualisasi omzet penjualan tahun 29 menurut SPT Tahunan PPh Badan dengan penyerahan menurut SPT Masa PPN selama satu tahun

3 74 b. Ekualisasi Pemotongan dan pemungutan PPh pasal 23 / 26 tahun 29 antara SPT dengan biaya yang terkait dengan objek PPh pasal 23 / 26 c. Ekualisasi pemotongan dan pemungutan PPh pasal 21 tahun 29 antara SPT dengan biaya yang terkait dengan objek PPh pasal 21 d. Ekualisasi pemotongan dan pemungutan PPh pasal 4 ayat 2 tahun 29 antara SPT dengan biaya yang terkait objek PPh pasal 4 ayat 2 Selain meminta data ekualisasi pajak tim pemeriksa selama proses berlangsung biasanya meminta data-data, dokumen dan penjelasan lainnya kepada wajib pajak yang belum diberikan oleh wajib pajak untuk memperkuat hasil temuan pemeriksaan pajak. 3. Kesiapan wajib pajak dalam memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP). Berdasarkan analisis penulis manajemen PT. Flash Mobile telah siap untuk memberikan tanggapan tertulis terhadap temuan hasil pemeriksaan pajak. Tindak lanjut yang telah dilakukan oleh manajemen PT. Flash Mobile terhadap SPHP tersebut adalah membuat surat sanggahan disertai alasan yang mendukung sanggahan terhadap sebagian hasil temuan pemeriksaan yang tidak disetujui oleh wajib pajak. Manajemen PT. Flash Mobile juga memberikan tanggapan tertulis berupa menandatangi lembar pernyataan persetujuan hasil pemeriksaan pajak karena wajib pajak telah menyetujui seluruh hasil pemeriksaan pajak.

4 75 B. Analisis Hasil Pemeriksaan Pajak Penghasilan PPh badan dalam rangka menguji kepatuhan Wajib Pajak 1. Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Pajak sebelum Wajib Pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap temuan awal koreksi positif terhadap hasil pemeriksaan pajak, penulis telah melakukan analisis besarnya temuan koreksi fiskal positif untuk PPh Badan sebesar Rp ,-, sesuai dengan rincian dalam Tabel 4.1, dibawah ini : TABEL 4.1 Temuan Koreksi Fiskal Positif Sebelum wajib pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) untuk Tahun Pajak 29 No Keterangan Cfm SPT/WP Cfm.Fiskus Koreksi Alasan dilakukan Koreksi I A PPh Badan Equalisasi Peredaran Usaha dengan DPP PPN 1. Pendapatan Pendapatan kurang dilaporkan di PPH badan B Beban langsung 1. Personalia Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Biaya tahun 28 dibebankan tahun Listrik Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Kendaraan Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Notebook 6. Jasa, Fee 7. Kantor Umum Biaya makan yang bukan untuk seluruh pegawai 8. Bahan 9. Perjalanan Biaya yang tidak ada kaitannya dengan usaha Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sharing fee 11. Promosi Karena tidak dibuatkan daftar nominatif 12. Penyusutan 13. Komunikasi Biaya tahun 28 dibebankan tahun 29

5 HPP barang Sub Total - B C Beban Usaha 1. Personalia 2. Sewa 3. Penyusutan 4. Penyisihan manfaat kary Listrik,air & telp Koreksi pulsa HP, sesuai Kep Dirjen Pajak KEP- 22/PJ./22 6. Biaya Kendaraan Koreksi Biaya STNK Direksi, sesuai Kep Dirjen Pajak KEP-22/PJ./22 7. Kantor Umum Koreksi biaya yang tidak ada hubungannya dng usaha, pasal 6 ayat 1 UU PPh. 8. Professional fee 9. Asuransi 1. Perjalanan 11. Pemeliharaan 12. Perijinan 13. Promosi 14. Lain - Lain Kor. biaya tahun dibebankan tahun Kor. biaya tahun 28 dibebankan tahun 29 Kor. Biaya rapat yang merupakan natura, sesuai pasal 9 ayat 1 huruf e Sub Total - C D Penyesuaian fiskal positif : 1. Penyisihan manfaat kary 2. Sanksi admin Penyes fiskal Positif lainnya Penyusutan Koreksi Biaya penyusutan aset tetap berdasarkan audit report Rp ,- Sub Total - D Grand Total (A-D) Sumber : Data SPHP Tahun 29 (data diolah Tahun 214)

6 77 Penulis menganalisis temuan awal koreksi fiskal positif terhadap pendapatan dan biaya sebesar Rp ,- yang dilakukan oleh tim pemeriksa pajak, yang alasannya sbb : (1) Pendapatan kurang dilaporkan di PPh badan sebesar Rp ,-, berdasarkan equalisasi antara peredaran usaha di PPh Badan dengan penyerahan di SPT Masa PPN, terdapat selisih sebesar Rp ,-, selisih tersebut diperlakukan sebagai koreksi atas pendapatan yang kurang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Badan Tahun 29. (2) Beban langsung - Personil Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan tahun 29. (3) Beban langsung - Sewa Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan tahun 29. (4) Beban langsung - Listrik Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan tahun 29. (5) Beban langsung - Sewa Kendaraan Rp ,-, koreksi tersebut merupakan pengeluaran klaim asuransi terhadap keluarga dari karyawan perusahaan sesuai dengan pasal 9 ayat 1 huruf b UU PPh. (6) Beban langsung - Umum Rp ,-, di dalam biaya kantor - umum terdapat biaya-biaya entertainment, biaya makan yang tidak untuk seluruh pegawai, hadiah, dan sumbangan, biaya-biaya tersebut dikoreksi sesuai dengan pasal 9 ayat 1 huruf e dan g. Pemeriksa juga melakukan koreksi terhadap pemakaian pulsa handphone sesuai

7 78 dengan keputusan Dirjen Pajak No. KEP-22/PJ./22 tanggal 18 April 22. (7) Beban langsung - Bahan Rp ,-, koreksi tersebut karena terdapat biaya-biaya yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan usaha sesuai Pasal 6 ayat 1 UU PPh. (8) Beban langsung - Perjalanan Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan di tahun 29. Didalam biaya perjalanan terdapat biaya-biaya entertainment, biaya makan yang tidak untuk seluruh pegawai, hadiah, dan sumbangan, biaya-biaya tersebut dikoreksi sesuai dengan pasal 9 ayat 1 huruf e dan g. (9) Beban langsung - Promosi Rp ,-, koreksi tersebut karena tidak dibuatkan daftar nominatif sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku. (1) Beban langsung - Komunikasi Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan di tahun 29 dan koreksi terhadap pemakaian pulsa handphone sesuai dengan keputusan Dirjen Pajak No. KEP-22/PJ./22 tanggal 18 April 22. (11) Beban umum - Promosi Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya tahun 28 yang dibebankan tahun 29. (12) Beban umum - Listrik, air dan telepon Rp ,-, koreksi tersebut adalah atas pemakaian pulsa handphone sesuai dengan keputusan Dirjen Pajak No. KEP-22/PJ./22 tanggal 18 April 22.

8 79 (13) Beban umum - Kendaraan Operasional Rp ,-, koreksi tersebut adalah atas pengurusan perpanjangan STNK untuk kendaraan yang dipakai oleh pegawai tertentu sesuai dengan keputusan No. KEP-22/PJ./22 tanggal 18 April 22. (14) Beban umum - Kantor Umum Rp ,-, Di dalam biaya kantor terdapat pengeluaran tidak ada hubungannya dengan usaha, sehingga dilakukan koreksi sesuai dengan Pasal 6 ayat 1 UU PPh. (15) Beban umum - Perjalanan Rp ,-, koreksi tersebut karena adanya biaya transport lokal tahun 28 yang dibebankan tahun 29 dan di dalam biaya perjalanan terdapat biaya makan yang tidak untuk seluruh pegawai yang dikoreksi sesuai dengan Pasal 9 ayat 1 huruf e. (16) Beban umum - Lain-lain Rp ,-, dalam biaya lain-lain tersebut terdapat biaya rapat dan diskusi yang biaya tersebut merupakan natura, sehingga dilakukan koreksi atas biaya tersebut sesuai Pasal 9 ayat 1 huruf e. (17) Penyesuaian fiskal positif - Rp ,-, koreksi tersebut adalah penyesuaian fiskal atas penyusutan asset tetap, dimana berdasarkan audit report beda temporer atas penyusutan aset tetap adalah sebesar Rp ,-, sedangkan menurut SPT wajib pajak Rp ,- 2. Dari temuan koreksi fiskal positif untuk PPh badan sebesar Rp ,- yang penulis analisis dan telah dilakukan oleh Wajib Pajak dengan memberikan tanggapan tertulis kepada fiskus terhadap

9 8 temuan koreksi fiskal positif atas biaya promosi dalam Beban Langsung sebesar Rp ,- yang oleh wajib pajak dalam SPT PPh badannya telah dibuatkan daftar nominatifnya dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan bahwa biaya promosi tersebut dapat dibiayakan, dan oleh pihak fiskus tanggapan tersebut disetujui, maka temuan koreksi fiskal positifnya untuk PPh badan menjadi berkurang dari sebelumnya sebesar Rp ,- menjadi sebesar Rp ,-, sesuai dengan rincian dalam Tabel 4.2, di bawah ini : TABEL 4.2 Temuan Koreksi Fiskal Positif Setelah wajib pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) untuk tahun Pajak 29 No Keterangan Cfm SPT/WP Cfm.Fiskus Koreksi Alasan dilakukan Koreksi I A PPh Badan Equalisasi Peredaran Usaha dengan DPP PPN 1. Pendapatan Pendapatan kurang dilaporkan di PPH badan B Beban langsung 1. Personalia Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Biaya tahun 28 dibebankan tahun Listrik Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Kendaraan Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sewa Notebook 6. Jasa, Fee 7. Kantor Umum Biaya makan yang bukan untuk seluruh pegawai 8. Bahan 9. Perjalanan Biaya yang tidak ada kaitannya dengan usaha Biaya tahun 28 dibebankan tahun Sharing fee 11. Promosi

10 Penyusutan 13. Komunikasi Biaya tahun 28 dibebankan tahun HPP barang Sub Total - B C Beban Usaha 1. Personalia 2. Sewa 3. Penyusutan 4. Penyisihan manfaat kary Listrik,air & telp Koreksi pulsa HP, sesuai Kep Dirjen Pajak KEP- 22/PJ./22 6. Biaya Kendaraan Koreksi Biaya STNK Direksi, sesuai Kep Dirjen Pajak KEP-22/PJ./22 7. Kantor Umum Koreksi biaya yang tidak ada hubungannya dng usaha, pasal 6 ayat 1 UU PPh. 8. Professional fee 9. Asuransi 1. Perjalanan 11. Pemeliharaan 12. Perijinan 13. Promosi 14. Lain - Lain Kor. biaya tahun 28 dibebankan tahun 29 Kor. biaya tahun 28 dibebankan tahun 29 Kor. Biaya rapat yang merupakan natura, sesuai pasal 9 ayat 1 huruf e Sub Total - C D Penyesuaian fiskal positif : 1. Penyisihan manfaat kary 2. Sanksi admin Penyes fiskal Positif lainnya Penyusutan Koreksi Biaya penyusutan aset tetap berdasarkan audit report Rp ,- Sub Total - D Grand Total (A-D) Sumber : Data SPHP Tahun 29 (Data diolah Tahun 214)

11 82 3. Dengan demikian besarnya PPh terhutang dan denda pajak berupa bunga yang sebelumnya dihitung dari koreksi fiskal positif sebesar Rp ,- yang pengaruh PPh Badan terhutangnya keseluruhan sebesar Rp ,- yaitu berupa pokok pajak sebesar Rp ,- dan denda pajak berupa bunga Rp ,-, sesuai dengan Tabel 4.3 dibawah ini : TABEL 4.3 Besarnya PPh Badan terhutang sebelum wajib pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) Untuk Tahun Pajak 29 No Peredaran Usaha Harga Pokok Penjualan Laba Bruto Usaha Biaya Usaha lainnya Penghasilan neto dari usaha Pengh. (Biaya) dari luar usaha Jumlah Pengh Neto Komersial Uraian Cfm, SPT/WP Cfm. Fiskus Koreksi ( ) ( ( ) ( ) a. b Penghasilan yang dikenakan PPh final Penyesuaian fiskal positif Penghasilan neto fiskal Kompensasi kerugian Penghasilan Kena Pajak PPh terhutang : 12,5 % x % x Jumlah PPh yang telah disetor PPh yang kurang (lebih) bayar Sanksi administrasi ( ) ( ) ( ) PPh yang masih harus (lebih) dibayar ( ) ( ) Sumber : Data SPHP Tahun 29 (Data diolah tahun 214) 4. Maka setelah Wajib Pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap koreksi Biaya Promosi atas Beban Langsung sebesar Rp ,- dan

12 83 disetujui oleh fiskus maka koreksi fiskal positifnya dihitung dari jumlah Rp ,- yang pengaruh PPh badan terhutangnya menjadi Rp ,-, yaitu berupa pokok pajak sebesar Rp ,- dan denda pajak berupa bunga sebesar Rp ,-, sesuai dengan Tabel 4.4 di bawah ini : TABEL 4.4 Besarnya PPh Badan terhutang setelah wajib pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) Untuk Tahun Pajak 29 No Peredaran Usaha Harga Pokok Penjualan Laba Bruto Usaha Biaya Usaha lainnya Penghasilan neto dari usaha Pengh. (Biaya) dari luar usaha Jumlah Pengh Neto Komersial Uraian Cfm, SPT/WP Cfm. Fiskus Koreksi ( ) ( ( ) ( ) ( ) Penghasilan yang dikenakan PPh final Penyesuaian fiskal positif Penghasilan neto fiskal Kompensasi kerugian Penghasilan Kena Pajak PPh terhutang : 12,5 % x % x Jumlah PPh yang telah disetor PPh yang kurang (lebih) bayar Sanksi administrasi ( ) ( ) ( ) PPh yang masih harus (lebih) dibayar ( ) ( ) Sumber : Data SPHP Tahun 29 (Data diolah tahun 214) 5. Dengan demikian terdapat pengurangan temuan koreksi fiskal positif setelah dilakukan tanggapan tertulis oleh wajib pajak sebesar Rp ,- yang berpengaruh terhadap PPh Badan terhutangnya menjadi berkurang

13 84 sebesar Rp ,- atau dengan kata lain terjadi penghematan pajak terhutang sebesar Rp ,- ( Yaitu dari Rp ,- dikurangi Rp ,-), sehingga jumlah sisa restitusi pajak yang diterima menjadi semakin lebih besar, yang dapat dilihat dalam Tabel 4.5, dibawah ini : TABEL 4.5 Besarnya Penghematan PPh Badan terhutang sebelum dan setelah wajib pajak memberikan tanggapan tertulis terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) Untuk Tahun Pajak 29 No Uraian Peredaran Usaha Harga Pokok Penjualan Laba Bruto Usaha Biaya Usaha lainnya Penghasilan neto dari usaha Pengh. (Biaya) dari luar usaha Jumlah Pengh Neto Komersial Cfm, Fiskus Sebelum memberikan tanggapan ( Cfm. Fiskus Setelah memberikan tanggapan ( ) ( ) Besarnya Penghematan PPh Badan terhutang a. b Penghasilan yang dikenakan PPh final Penyesuaian fiskal positif Penghasilan neto fiskal Kompensasi kerugian Penghasilan Kena Pajak PPh terhutang : 12,5 % x & % x & Jumlah PPh yang telah disetor PPh yang kurang (lebih) bayar Sanksi administrasi ( ) ( ) PPh yang masih harus (lebih) dibayar ( ) ( ) Sumber : Data SPHP Tahun 29 (Data Diolah Tahun 214) 6. Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) Berdasarkan hasil analisis penulis, maka pada tanggal 8 April 211 PT. Flash Mobile selaku Wajib Pajak memberikan tanggapan tertulis dalam

14 85 bentuk menandatangani Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan, karena telah menyetujui seluruh hasil pemeriksaan sesuai dengan surat Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan nomor PHP- 21/WPJ.21/KP.65/211 tertanggal 5 April Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. Setelah pada tanggal 8 April 211 PT. Flash Mobile selaku Wajib Pajak memberikan tanggapan tertulis dalam bentuk menandatangani Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan, karena telah menyetujui seluruh hasil pemeriksaan, dan pada tanggal itu pula Wajib Pajak menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan diketahui oleh Tim Pemeriksa Pajak. Adapun berdasarkan analisis penulis Ikhtisar dari pada Hasil Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan Pajak PT. Flash Mobile, yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan diketahui oleh Tim Pemeriksa Pajak, adalah sebagai berikut :

15 86 TABEL 4.6 Ikhtisar Hasil Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan Pajak Untuk Tahun Pajak 29 No. Uraian Cfm, SPT Koreksi cfm. Pembahasan (Rp.) Hasil Pembahasan Akhir (Rp.) I PPH BADAN 1. Peredaran usaha Beban langsung Beban usaha Penyesuaian fiskal positif II PPH PASAL Objek PPh Pasal III. PPH PASAL Objek PPh Pasal IV. PPH PASAL Objek PPh Pasal V PPN DALAM NEGERI 1. Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri Pajak keluaran yg harus dipungut sendiri Pajak masukan dalam negeri STP Pasal 14 ayat 4 KUP Sumber : Data Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan Pajak 29 (Data Diolah 214) 8. Surat Ketetapan Pajak Setelah Wajib Pajak pada tanggal 8 April 211 menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan diketahui oleh Tim Pemeriksa Pajak, maka proses selanjutnya adalah pada tanggal 11 April

16 Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, menyampaikan Surat Ketetapan Pajak atas Hasil Pemeriksaan Pajak PT. Flash Mobile tahun 29. Adapun berdasarkan analisis penulis Ikhtisar Hasil Akhir Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB), Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) dan Surat Tagihan Pajak (STP) berkenaan dengan hasil Pemeriksaan Pajak PT. Flash Mobile, Tahun Buku 29, adalah sebagai berikut : TABEL 4.7 Ikhtisar Hasil Akhir Surat Ketetapan Pajak Untuk Tahun Pajak 29 No. Uraian Pokok Pajak (Rp.) I. PPH BADAN Sanksi Pajak - Bunga & Kenaikan (Rp.) Jumlah Pajak kurang (lebih) dibayar (Rp.) 1. SKPKB.No.22/46/9/46/ 11 Th II. PPH PASAL SKPKB.No.17/27/9/46/ 11,Masa Jan. sd. Des. 29 III. PPH PASAL SKPKB.No.23/23/9/46/ 11,Masa Jan. sd Des. 29 IV. PPH PASAL SKPKB.No.4/24/9/46/1 1, Masa Jan. sd. Des. 29 V. PPN BARANG & JASA SKPKB.No.33/27/9/46/ 11, Masa Januari SKPKB.No.34/27/9/46/ 11, Masa April SKPKB.No.35/27/9/46/ 11, Masa Juni SKPKB.No.36/27/9/46/ 11, Masa oktober

17 88 5. STP.No.35/17/9/46/11, Masa Jan. sd. Des SKPLB.No.35/47/9/46/ 11, Masa Februari 29 ( ) ( ) 7. SKPLB.No.36/47/9/46/ 11, Masa Juli 29 (1.181) (1.181) VI. SKPLB.No.37/47/9/46/ 11, Masa Agustus 29 SKPLB.No.37/47/9/46/ 11, Masa November 29 ( ) (15.677) ( ) (15.677) Sub Total V (1 sd. 9) PPH PASAL 4 (2) FINAL 1. SKPN.No.13/54/9/46/1 1, Masa Jan. sd. Des. 29 NIHIL NIHIL NIHIL Total (I sd. VI) Sumber : Rekap Data Hasil Akhir SKP Tahun Pajak 29 (Data diolah 214) 9. Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) Setelah Wajib Pajak menerima Seluruh Surat Ketetapan Pajak atas Hasil Pemeriksaan Pajak PT. Flash Mobile Tahun Pajak 29, yaitu berdasarkan Ikhtisar Hasil Akhir Surat Ketetapan Pajak tersebut diatas, sehingga dapat diketahui pajak yang kurang dibayar oleh PT. Flash Mobile adalah sebesar Rp ,- (setelah diperhitungkan dengan pajak yang lebih dibayar), maka pada tanggal 19 April 211 sesuai dengan Surat Nomor : 35/FM-Dep.Keu/IV/211, PT. Flash Mobile mengajukan surat Permohonan Pembayaran Atas Restitusi Pajak Tahun Buku 29 kepada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara. Adapun Ikhtisar hasil restitusi pajak PT. Flash Mobile Tahun Buku 29 yang penulis analisis setelah diperhitungkan dengan Kewajiban Pajak

18 89 yang belum dibayarkan berupa SKP, STP dan tunggakan Pajak adalah sebesar Rp ,-, yang perhitungannya adalah sebagai berikut : TABEL 4.8 Ikhtisar Hasil Restitusi Pajak Tahun 29 No. Uraian Jumlah (Rp.) Dlm % I. Jumlah PPh Badan yang lebih dibayar sesuai dengan SPT Tahunan PPh Badan Tahun 29 ( ) 1,% II. Dikurang : 1. Pajak yang terhutang berdasarkan hasil akhir pemeriksaan pajak sesuai SKPKB dan STP setelah dikompensasikan dengan SKPLB (Netto) ,78% Jumlah Sisa Restitusi Pajak Tahun 29 ( ) 38,22% 2. Tunggakan Pajak sesuai dengan STP Nomor : 11/14/1/46/11 Tgl. 6 Jan. 211, 726/16/6/42/6 Tgl. 13 Nov. 26 dan 836/16/6/42/6 Tgl. 12 Des Jumlah Sisa Restitusi Pajak yang diajukan PT. Flash Mobile kepada KPP Madya Jakarta Utara untuk dibayarkan ,24% ( ) 37,98% Sumber : Rekap Hasil Restitusi pajak Tahun 29 (Data Diolah Tahun 214) Berdasarkan surat Permohonan PT. Flash Mobile selaku Wajib Pajak, maka Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, atas nama Direktur Jenderal Pajak akan memproses lebih lanjut permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak tersebut, sehingga pada tanggal 4 Mei 211 Kepala Kantor Pelayanan Pajak atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak (SKPKPP) kepada PT. Flash Mobile. Selanjutnya atas dasar SKPKPP tersebut pada tanggal 4 Mei 211 Kepala KPP Madya Jakarta Utara, atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP).

19 9 Adapun Ikhtisar SPMKP, atas Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak PT. Flash Mobile Tahun Pajak 29, yang penulis analisis adalah sebagai berikut : TABEL 4.9 Ikhtisar Hasil SPMKP Tahun Pajak 29 No. No.SPMKP dan No.SKPKPP Jumlah Kelebihan Pajak (Rp.) 1. No: Tgl KEP- 3.PPh/WPJ.21/KP.63/ No: Tgl KEP- 23.PPN/WPJ.21/KP.63/ No: Tgl KEP- 25.PPN/WPJ.21/KP.63/ No: Tgl KEP- 27.PPN/WPJ.21/KP.63/ No: Tgl KEP- 26.PPN/WPJ.21/KP.63/211 Dikurang Kompensasi Hutang Pajak (Rp.) Jumlah Pengembalian Kelebihan Pajak (Rp.) Tanggal Diterima Pengembalian Pajak Mei Mei Mei Mei Mei 211 Jumlah Sumber : Rekap hasil SPMKP Tahun 29 (Data diolah Tahun 214)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 76 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pajak Penghasilan Pasal 21 Sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku, PT APP sebagai pemberi kerja wajib melakukan pemotongan, penyetoran, dan pelaporan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASILDAN PEMBAHASAN. 1. Faktor-Faktor yang Menyebabkan PT. Kuei Meng Chain Indonesia

BAB IV ANALISIS HASILDAN PEMBAHASAN. 1. Faktor-Faktor yang Menyebabkan PT. Kuei Meng Chain Indonesia BAB IV ANALISIS HASILDAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data 1. Faktor-Faktor yang Menyebabkan PT. Kuei Meng Chain Indonesia Mengajukan Permohonan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Tahap Persiapan Pemeriksaan Pajak Beradasarkan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3) yang diterbitkan oleh KPP Pratama Jakarta Senen Nomor: PRIN-123/WPJ.06/KP.0905/2008

Lebih terperinci

Self assessment : WP membayar pajak sesuai UU tidak tergantung SKP

Self assessment : WP membayar pajak sesuai UU tidak tergantung SKP Self assessment : WP membayar pajak sesuai UU tidak tergantung SKP Pajak pada prinsipnya terutang pada saat timbulnya objek pajak yang dapat dikenai pajak, tetapi untuk kepentingan administrasi perpajakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. Pengusaha Kena Pajak, maka PT. PP (Persero) Tbk mempunyai hak dan

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. Pengusaha Kena Pajak, maka PT. PP (Persero) Tbk mempunyai hak dan BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. PP (Persero) Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. PT. PP (Persero) Tbk menyediakan berbagai jasa dan solusi

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN BAB 4 PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Pada bagian ini penulis akan mengamati kasus yang penulis dapatkan selama menjalankan Praktek Kerja Lapangan di KKP Anton dan Rekan yaitu tentang pemeriksaan pajak

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. komersial, namun untuk menjadi dasar pelaporan SPT Tahunan, PT. Dipta Adimulia

BAB IV PEMBAHASAN. komersial, namun untuk menjadi dasar pelaporan SPT Tahunan, PT. Dipta Adimulia BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Teknik dan Prosedur Pemeriksaan Laporan Keuangan yang disiapkan oleh PT. Dipta Adimulia adalah pencatatan komersial, namun untuk menjadi dasar pelaporan SPT Tahunan, PT. Dipta Adimulia

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berhubungan dengan penghasilan juga berhubungan dengan Pajak

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berhubungan dengan penghasilan juga berhubungan dengan Pajak BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Akuntansi PPN PT. Biro ASRI PT. Biro ASRI dalam menjalankan operasi perusahaan selain berhubungan dengan penghasilan juga berhubungan dengan Pajak Pertambahan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Alur Restitusi PT.KAJ atas PPN Lebih Bayar Bulan Desember 2013

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Alur Restitusi PT.KAJ atas PPN Lebih Bayar Bulan Desember 2013 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Alur Restitusi PT.KAJ atas PPN Lebih Bayar Bulan Desember 2013 PT.KAJ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan di kota Semarang yang berdiri sejak tahun 2009.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS

BAB IV PEMBAHASAN. IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS BAB IV PEMBAHASAN IV. 1 Analisis Mekanisme Pajak Penghasilan Pasal 22 di PT. KAS Semua badan merupakan Wajib Pajak tanpa terkecuali, mulai saat didirikan atau saat melakukan kegiatan usaha atau memperoleh

Lebih terperinci

BAB IV REKONSILIASI KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK. TERUTANG PADA PT. KERAMIKA INDONESIA ASSOSIASI. Tbk

BAB IV REKONSILIASI KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK. TERUTANG PADA PT. KERAMIKA INDONESIA ASSOSIASI. Tbk BAB IV REKONSILIASI KEUANGAN FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK TERUTANG PADA PT. KERAMIKA INDONESIA ASSOSIASI. Tbk IV.1 Laba Rugi Secara Komersial Keuntungan (laba) atau kerugian adalah salah satu tolak ukur

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil 1. Penerapan Pajak Pertambahan Nilai pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan dengan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) No: PEM- 00025/WPJ.19/KP.0303/2013

Lebih terperinci

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak. 3) Di.. 4)

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak. 3) Di.. 4) LAMPIRAN I Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-40/PJ./2009 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak Bagi Wajib Pajak yang Memenuhi Persyaratan Tertentu,.....20 1) Nomor : (2)

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-08/PJ/2012 TENTANG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-08/PJ/2012 TENTANG LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE08/PJ/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR

Lebih terperinci

OLEH: Yulazri SE. M.Ak. Akt. CPA

OLEH: Yulazri SE. M.Ak. Akt. CPA OLEH: Yulazri SE. M.Ak. Akt. CPA Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan (KUP) Dasar Hukum : No. Tahun Undang2 6 1983 Perubahan 9 1994 16 2000 28 2007 16 2009 SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) SPT Surat yg oleh

Lebih terperinci

MODUL V REKONSILIASI FISKAL

MODUL V REKONSILIASI FISKAL MODUL V REKONSILIASI FISKAL A. Dosen memberikan pengantar sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan ( S. A. P.) yang menjelaskan secara umum sebagai berikut : 1. Definisi Rekonsiliasi (koreksi) Fiskal. 2.

Lebih terperinci

PROSEDUR PEMERIKSAAN PPN DAN

PROSEDUR PEMERIKSAAN PPN DAN Lampiran I Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE-01/PJ.7/2002 Tanggal : 19 Februari 2002 PROSEDUR PEMERIKSAAN PPN DAN PPn BM I. Pajak Keluaran 1. Dapatkan angka-angka dari pembukuan PKP untuk menghitung

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang

BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh Badan Perbedaan dalam pengakuan pendapatan dan beban antara perlakuan akuntansi

Lebih terperinci

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat,

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat, LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER- 40/PJ./2009 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK BAGI WAJIB PAJAK YANG MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU...,...20... 1) Nomor :...

Lebih terperinci

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak PJ.091/PL/S/006/

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak PJ.091/PL/S/006/ Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak PJ.091/PL/S/006/2014-00 Apa yang dimaksud Emas Perhiasan? Emas perhiasan adalah perhiasan dalam bentuk apapun yang bahannya sebagian atau seluruhnya dari

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Pengenaan Pajak atas Penghasilan PT PIBS. PT PIBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.

BAB IV PEMBAHASAN. Pengenaan Pajak atas Penghasilan PT PIBS. PT PIBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Pengenaan Pajak atas Penghasilan PT PIBS PT PIBS adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Selain mendapat imbalan atas jasa pelaksanaan konstruksi yang diberikan, PT

Lebih terperinci

PENGANTAR PERPAJAKAN HAK WAJIB PAJAK

PENGANTAR PERPAJAKAN HAK WAJIB PAJAK PENGANTAR PERPAJAKAN HAK WAJIB PAJAK HAK WAJIB PAJAK 1. Menunda penyampaian surat pemberitahuan 2. Pembetulan Surat Pemberitahuan 3. Mengangsur pembayaran 4. Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak (Restitusi)

Lebih terperinci

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat,

..., ) Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak... 3) Di... 4) Dengan hormat, LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER-40/PJ./2009 TENTANG : TATA CARA PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK BAGI WAJIB PAJAK YANG MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU...,...20... 1) Nomor

Lebih terperinci

(Dr) Piutang 55,000,000 (Cr) PPN Keluaran 5,000,000 Penjualan 50,000,000. (Dr) Kas/Bank 55,000,000 (Cr) Piutang 55,000,000

(Dr) Piutang 55,000,000 (Cr) PPN Keluaran 5,000,000 Penjualan 50,000,000. (Dr) Kas/Bank 55,000,000 (Cr) Piutang 55,000,000 AKUNTANSI PERPAJAKAN 1. Akuntansi Pajak untuk Pendapatan (Dr) Piutang 55,000,000 (Cr) PPN Keluaran 5,000,000 Penjualan 50,000,000 Pada Saat Mengakui Pendapatan/Penjualan (Dr) Kas/Bank 55,000,000 (Cr) Piutang

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-108209.16/2012/PP/M.IIIA Tahun 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi atas

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai. IV.1.1 Analisis Perolehan Barang Kena Pajak (Pajak Masukan)

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai. IV.1.1 Analisis Perolehan Barang Kena Pajak (Pajak Masukan) BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai IV.1.1 Analisis Perolehan Barang Kena Pajak (Pajak Masukan) Pajak Masukan adalah pajak yang harus dibayarkan oleh Pengusaha Kena Pajak

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-24/PJ/2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN LAMPIRAN I Surat

Lebih terperinci

DAFTAR BLANKO/FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM PELAKSANAAN PSL PPN & PPn BM

DAFTAR BLANKO/FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM PELAKSANAAN PSL PPN & PPn BM DAFTAR BLANKO/FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM PELAKSANAAN PSL PPN & PPn BM No. Urut Nama Blanko/Formulir Kode 1. Penerbitan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak PSL.KAP.1 Direktur Rikpa 2. Surat Perintah Pemeriksaan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS. Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS. Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara laporan keuangan komersial dengan peraturan perpajakan. Hal

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN Materi: 2 & 3 KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN Afifudin, SE., M.SA., Ak. (Fakultas Ekonomi-Akuntansi Unisma) Jl. MT. Haryono 193 Telp. 0341-571996, Fax. 0341-552229 E-mail: [email protected] atau

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Pemeriksaan Pajak atas SPT WP Badan Salah satu kewajiban setiap Wajib Pajak adalah mengisi dengan benar, jelas, dan lengkap serta menyampaikan secara langsung atau melalui pos

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. MRC adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. MRC adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa konstruksi. BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. MRC adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Perusahaan ini telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak

Lebih terperinci

Surat Ketetapan Pajak. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

Surat Ketetapan Pajak. Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com Surat Ketetapan Pajak Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com Surat ketetapan pajak UU Nomor 28 tahun 2007 Surat ketetapan meliputi Surat ketetapan pajak kurang bayar Surat ketetapan pajak

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 1.1 Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. menyediakan pembuatan alat untuk pembangunan beton di jalan tol.

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 1.1 Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. menyediakan pembuatan alat untuk pembangunan beton di jalan tol. BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 1.1 Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT.DDT merupakan perusahaan yang bergerak dibidang alat berat yang menyediakan pembuatan alat untuk pembangunan beton di jalan

Lebih terperinci

Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 Impor. 7 Pelayanan Penyelesaian Permohonan a. KPP Pratama dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan

Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 Impor. 7 Pelayanan Penyelesaian Permohonan a. KPP Pratama dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : SE - 79/PJ/2010 TENTANG : STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) LAYANAN UNGGULAN BIDANG PERPAJAKAN DAFTAR 16 (ENAM BELAS) JENIS LAYANAN UNGGULAN BIDANG

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. hewan) yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. hewan) yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. Biotek Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi (obatobatan hewan) yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Pada Laporan Laba Rugi PT Rysban Jaya Agung

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Pada Laporan Laba Rugi PT Rysban Jaya Agung BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Pada Laporan Laba Rugi PT Rysban Jaya Agung Dalam menghitung laporan laba rugi perusahaan, terdapat perbedaan antara laporan laba rugi berdasarkan peraturan yang sesuai

Lebih terperinci

PERPAJAKAN I KUASA & KONSULTAN PAJAK, PEMERIKSAAN, PENAGIHAN, RESTITUSI PAJAK. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

PERPAJAKAN I KUASA & KONSULTAN PAJAK, PEMERIKSAAN, PENAGIHAN, RESTITUSI PAJAK. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Modul ke: PERPAJAKAN I KUASA & KONSULTAN PAJAK, PEMERIKSAAN, PENAGIHAN, RESTITUSI PAJAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Latar Belakang PT ABC. PT ABC yang merupakan salah satu klien dari KKP Agustinus Mujianto

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Latar Belakang PT ABC. PT ABC yang merupakan salah satu klien dari KKP Agustinus Mujianto BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Latar Belakang PT ABC PT ABC yang merupakan salah satu klien dari KKP Agustinus Mujianto merupakan perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang tekstil. Perusahaan

Lebih terperinci

PERTEMUAN 4 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DI INDONESIA

PERTEMUAN 4 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DI INDONESIA PERTEMUAN 4 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DI INDONESIA Surat Ketetapan Pajak (SKP) Surat ketetapan pajak berupa ; Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi pada PT QN

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi pada PT QN BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi pada PT QN Pada prinsipnya terdapat perbedaan perhitungan penghasilan dan beban menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan ketentuan peraturan

Lebih terperinci

BAB IV REKONSILIASI FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK TERUTANG PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. MANDIRI CIPTA

BAB IV REKONSILIASI FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK TERUTANG PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. MANDIRI CIPTA BAB IV REKONSILIASI FISKAL UNTUK MENGHITUNG PAJAK TERUTANG PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. MANDIRI CIPTA IV. 1 Penerapan Akuntansi dalam Perhitungan Laba Kena Pajak dan Pajak yang Terutang Laba adalah selisih

Lebih terperinci

AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY ( ) TASLIM GOTAMI

AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY ( ) TASLIM GOTAMI AKUNTANSI PERPAJAKAN KELOMPOK : IV APRIDA DEWI DEVI JUNIANTY (1205151006) TASLIM GOTAMI Bpk. Petrus Gani MENGAPA PERUSAHAAN DIWAJIBKAN MELAKUKAN PEMBUKUAN??? Didasarkan pada Kitab Undang Undang Hukum Dagang

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, maka penulis membuat simpulan dari seluruh pembahasan yaitu sebagai

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya, maka penulis membuat simpulan dari seluruh pembahasan yaitu sebagai BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan Sebagai akhir dari pembahasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis membuat simpulan dari seluruh pembahasan yaitu sebagai berikut : a. Perhitungan

Lebih terperinci

PAJAK PERUSAHAAN Pajak penghasilan perusahaan Pajak pihak ketiga PPN dan PPnBM Pajak Lain-lain 2

PAJAK PERUSAHAAN Pajak penghasilan perusahaan Pajak pihak ketiga PPN dan PPnBM Pajak Lain-lain 2 PENCATATAN PAJAK Dwi Martani 1 PAJAK PERUSAHAAN Pajak penghasilan perusahaan Pajak pihak ketiga PPN dan PPnBM Pajak Lain-lain 2 PAJAK PENGHASILAN Pajak atas penghasilan perusahaan yang dipotong oleh pihak

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.42727/PP/M.I/15/2013 Jenis Pajak Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : Pajak Penghasilan Badan : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah Koreksi

Lebih terperinci

SKEMA KEMUNGKINAN PENGEMBALIAN PAJAK

SKEMA KEMUNGKINAN PENGEMBALIAN PAJAK SKEMA KEMUNGKINAN PENGEMBALIAN PAJAK Berdasarkan litelatur perpajakan dan KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN yang saya baca, kemungkinan pengembalian pajak lebih banyak diberikan kepada wajib pajak secara perorangan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Beban dan Pendapatan Perusahaan Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan koreksi fiskal atas laporan laba rugi perusahaan sesuai dengan undang-undang

Lebih terperinci

Soal Kasus Pembukuan atau Pencatatan( contoh ini menggunakan aturan lama untuk ptkpnya lebih baik lihat aturan terbaru)

Soal Kasus Pembukuan atau Pencatatan( contoh ini menggunakan aturan lama untuk ptkpnya lebih baik lihat aturan terbaru) Soal Kasus Pembukuan atau Pencatatan( contoh ini menggunakan aturan lama untuk ptkpnya lebih baik lihat aturan terbaru) Tuan Wahyudi (PKP) seorang pengusaha garmen yang memiliki 5 kios di Jakarta, Bandung,

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Setelah pembahasan pada bab sebelumnya dimana dilakukan evaluasi

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Setelah pembahasan pada bab sebelumnya dimana dilakukan evaluasi BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Setelah pembahasan pada bab sebelumnya dimana dilakukan evaluasi terhadap laporan laba/ rugi perusahaan, dan melakukan rekonsiliasi perhitungan laba/ rugi, maka dapat

Lebih terperinci

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK Pengertian Pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) terjadi apabila jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. untuk Tahun 2008, 2009, dan 2010 atas laporan keuangan, Surat Pemberitahuan (SPT)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. untuk Tahun 2008, 2009, dan 2010 atas laporan keuangan, Surat Pemberitahuan (SPT) BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan Berdasarkan hasil analisa, pembahasan, dan evaluasi yang dilakukan oleh penulis untuk Tahun 2008, 2009, dan 2010 atas laporan keuangan, Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. dan dry clean. CV. Xpress Clean Bersaudara berdiri pada tahun 1995 dengan akta

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. dan dry clean. CV. Xpress Clean Bersaudara berdiri pada tahun 1995 dengan akta BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1. Penyajian Data 4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan CV. Xpress Clean Bersaudara adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pada umumnya. Jasa yang diberikan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. IV.I Analisis Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi Pada PT.NRI

BAB IV PEMBAHASAN. IV.I Analisis Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi Pada PT.NRI BAB IV PEMBAHASAN IV.I Analisis Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi Pada PT.NRI Di dalam prakteknya, ada perbedaan perhitungan laba menurut standar akuntansi keuangan menurut ketentuan peraturan perpajakan.

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PT. PP (PERSERO) TBK

ANALISIS PENERAPAN RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PT. PP (PERSERO) TBK ANALISIS PENERAPAN RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PT. PP (PERSERO) TBK Yulia Chandra ABSTRAK Restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai merupakan Hak semua Wajib

Lebih terperinci

PENETAPAN DAN KETETAPAN

PENETAPAN DAN KETETAPAN PENETAPAN DAN KETETAPAN Setiap Wajib Pajak wajib membayar pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dengan tidak menggantungkan pada adanya surat ketetapan pajak.

Lebih terperinci

FORMAT SURAT KEPUTUSAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK: KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

FORMAT SURAT KEPUTUSAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK: KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 2013, No.1556 10 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 198/PMK.09/2013 TENTANG PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BAGI WAJIB PAJAK YANG MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS

BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS Pada laporan rugi laba yang telah dibuat oleh PT TGS yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 menunjukkan adanya unsur penjualan yang telah berhasil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Makalah Pemeriksaan Pajak Page 1

BAB I PENDAHULUAN. Makalah Pemeriksaan Pajak Page 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pajak merupakan sumber pendapatan Negara yang sangat penting bagi pelaksanaan dan peningkatan pembangunan nasional untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 06/PJ/2012 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 06/PJ/2012 TENTANG PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 06/PJ/2012 TENTANG TATA CARA PENATAUSAHAAN, PELAKSANAAN HAK DAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN SEHUBUNGAN DENGAN PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DAN/ATAU PENGUSAHA

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK TERHADAP OPTIMALISASI BEBAN PAJAK PT ARTHA DAYA COALINDO.

BAB IV EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK TERHADAP OPTIMALISASI BEBAN PAJAK PT ARTHA DAYA COALINDO. BAB IV EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK TERHADAP OPTIMALISASI BEBAN PAJAK PT ARTHA DAYA COALINDO. IV.1. Evaluasi Pelaksanaan dan Perencanaan Pajak PT Artha Daya Coalindo Perbedaan antara perlakuan akuntansi

Lebih terperinci

Nilai sengketa terbukti sampai dengan Surat Uraian Banding

Nilai sengketa terbukti sampai dengan Surat Uraian Banding Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-87287/PP/M.XIA/25/2017 Jenis Pajak : PPh Pasal 4 Ayat (2) Final Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa yang terbukti dalam sengketa banding ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang

BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. HAJ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perusahaan dagang yakni barang IT yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI LEMIGAS. IV. 1 Objek Penelitian dan Evaluasi mekanisme PPN di LEMIGAS

BAB IV EVALUASI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI LEMIGAS. IV. 1 Objek Penelitian dan Evaluasi mekanisme PPN di LEMIGAS BAB IV EVALUASI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI LEMIGAS IV. 1 Objek Penelitian dan Evaluasi mekanisme PPN di LEMIGAS LEMIGAS merupakan Instansi Pemerintah yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan, LEMIGAS

Lebih terperinci

EVALUASI ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT SNI. Dalam rangka pemanfaatan Undang undang Perpajakan secara optimal untuk

EVALUASI ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT SNI. Dalam rangka pemanfaatan Undang undang Perpajakan secara optimal untuk BAB IV EVALUASI ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT SNI Dalam rangka pemanfaatan Undang undang Perpajakan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi perusahaan pada PT SNI, penulis akan menguraikan

Lebih terperinci

NO. URUT WEWENANG DIREKTUR JENDERAL PAJAK DASAR HUKUM DILIMPAHKAN KEPADA KETERANGAN

NO. URUT WEWENANG DIREKTUR JENDERAL PAJAK DASAR HUKUM DILIMPAHKAN KEPADA KETERANGAN LAMPIRAN I PERATURAN NOMOR : PER165/PJ/2005 TENTANG : PERUBAHAN KETUJUH ATAS KEPUTUSAN NOMOR KEP297/PJ/2002 TENTANG PELIMPAHAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK KEPADA PARA PEJABAT DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

BAB 4 EVALUASI ATAS EFEKTIFITAS PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DALAM MEMINIMALISASIKAN BEBAN PAJAK UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN LABA

BAB 4 EVALUASI ATAS EFEKTIFITAS PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DALAM MEMINIMALISASIKAN BEBAN PAJAK UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN LABA BAB 4 EVALUASI ATAS EFEKTIFITAS PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DALAM MEMINIMALISASIKAN BEBAN PAJAK UNTUK MENGOPTIMALISASIKAN LABA PERUSAHAAN PT. RKA 4.1. Evaluasi Pelaksanaan dan Perhitungan Pajak

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. kewajiban perpajakannya, khususnya atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. kewajiban perpajakannya, khususnya atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN). BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1 Simpulan PT IO merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang wajib menjalankan kewajiban perpajakannya, khususnya atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berdasarkan analisa dan penelitian

Lebih terperinci

FAKTUR PAJAK. Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 10

FAKTUR PAJAK. Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 10 Lembar ke-2 : Untuk Penjual BKP/Pemberi JKP sebagai bukti Pajak Keluaran FAKTUR PAJAK Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak : 10 Pengusaha Kena Pajak Nama : PT. Jive Entertainment Alamat : Jl. Patra Kuningan

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT NANO INFORMATION TECHNOLOGY

BAB IV EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT NANO INFORMATION TECHNOLOGY BAB IV EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT NANO INFORMATION TECHNOLOGY Pada bab ini penulis akan mengevaluasi atas keadaan perpajakan seperti yang telah diuraikan dalam Bab 3. Evaluasi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 187/PMK.03/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 187/PMK.03/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 187/PMK.03/2015 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN ATAS KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK YANG SEHARUSNYA TIDAK TERUTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA dengan akta notaris Adri Dwi Purnomo, SH. Nomor 24/2006. Yang

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA dengan akta notaris Adri Dwi Purnomo, SH. Nomor 24/2006. Yang BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Ragam Anugerah Mandiri didirikan pada tanggal 20 April 2006 dengan akta notaris Adri Dwi Purnomo, SH. Nomor

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Objek Penelitian 1. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Struktur organisasi Firma RR adalah bentuk garis dan staff yang berhasil penulis susun dan berdasarkan

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42997/PP/M.XIII/99/2013. Tahun Pajak : 2010

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42997/PP/M.XIII/99/2013. Tahun Pajak : 2010 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42997/PP/M.XIII/99/2013 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah gugatan terhadap Keputusan Tergugat Nomor

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUK MENGEFISIENSIKAN BIAYA PAJAK BADAN PADA PT. UB. IV.1. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT.

BAB IV EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUK MENGEFISIENSIKAN BIAYA PAJAK BADAN PADA PT. UB. IV.1. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. BAB IV EVALUASI PERENCANAAN PAJAK UNTUK MENGEFISIENSIKAN BIAYA PAJAK BADAN PADA PT. UB IV.1. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. UB Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban

Lebih terperinci

4. PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) 10a. 10b.

4. PPh TERUTANG (Pilih salah satu sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Untuk lebih jelasnya, lihat Buku Petunjuk Pengisian SPT) 10a. 10b. 77 DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PERHATIAN SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN h SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN h ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pajak, diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. P. J. A. Adriani

BAB II LANDASAN TEORI. pajak, diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. P. J. A. Adriani II.1. Dasar-dasar Perpajakan Indonesia BAB II LANDASAN TEORI II.1.1. Definisi Pajak Apabila membahas pengertian pajak, banyak para ahli memberikan batasan tentang pajak, diantaranya pengertian pajak yang

Lebih terperinci

PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK INTERNAL DJP; PENGADILAN PAJAK; DAN MAHKAMAH AGUNG.

PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK INTERNAL DJP; PENGADILAN PAJAK; DAN MAHKAMAH AGUNG. PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK INTERNAL DJP; PENGADILAN PAJAK; DAN MAHKAMAH AGUNG. 1 ALUR KUP WP SPT SKP Inkraacht 3 bulan (dikrim) Daftar Inkraacht Pemeriksaan Keberatan Inkraacht 5 tahun 3 bulan(dite rima)

Lebih terperinci

BAB IV. EVALUASI PROSES PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh PASAL 23/26 PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE

BAB IV. EVALUASI PROSES PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh PASAL 23/26 PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE BAB IV EVALUASI PROSES PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh PASAL 23/26 PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE IV.1. Evaluasi Jenis-jenis Biaya yang Terdapat dalam Laporan Keuangan Perusahaan Penulis

Lebih terperinci

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011. Tahun Pajak : 2006;

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011. Tahun Pajak : 2006; Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011 Jenis Pajak : PPh Badan; Tahun Pajak : 2006; Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi sengketa dalam banding ini adalah Koreksi Terbanding atas penghasilan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. bergerak di bidang teknologi Access Management yang dapat memudahkan konsumen

BAB IV PEMBAHASAN. bergerak di bidang teknologi Access Management yang dapat memudahkan konsumen BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai merupakan salah satu perusahaan di Jakarta yang bergerak di bidang teknologi Access Management yang dapat memudahkan konsumen dalam melakukan

Lebih terperinci

Lampiran 1 Standar Pelayanan Administrasi Perpajakan. Jenis Pelayanan Persyaratan Yang Diperlukan Waktu Penyelesaian.

Lampiran 1 Standar Pelayanan Administrasi Perpajakan. Jenis Pelayanan Persyaratan Yang Diperlukan Waktu Penyelesaian. Lampiran 1 Standar Pelayanan Administrasi Perpajakan N o Jenis Pelayanan Persyaratan Yang Diperlukan Waktu Penyelesaian A Penjelasan Umum Langsung, melalui telepon, atau melalui surat Sesegera mungkin

Lebih terperinci

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN 1771

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN 1771 SPT TAHUNAN 1771 DEPARTEMEN KEUANGAN RI ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK BERI TANDA "X" DALAM (KOTAK) YANG SESUAI ISI DENGAN BENAR, LENGKAP DAN JELAS 2 0 0 6 SESUAI DENGAN PETUNJUK PENGISIAN BL TH BL TH

Lebih terperinci

Y. PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI FORMULIR TAHUN PAJAK

Y. PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI FORMULIR TAHUN PAJAK DEPARTEMEN KEUANGAN R I PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK BERI TANDA X DALAM (KOTAK) YANG SESUAI ISI DENGAN BENAR, LENGKAP,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN. perusahaan perlu mendapat perhatian khusus dalam penetapan kebijakan baik

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN. perusahaan perlu mendapat perhatian khusus dalam penetapan kebijakan baik BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Metode Perolehan Aktiva Tetap Aktiva tetap berwujud sebagai salah satu aktiva penting yang dimiliki perusahaan perlu mendapat perhatian khusus dalam penetapan

Lebih terperinci

Pengantar Perpajakan bagi Account Representative Dasar

Pengantar Perpajakan bagi Account Representative Dasar DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI ACCOUNT REPRESENTATIVE TINGKAT DASAR BAHAN AJAR Pengantar Perpajakan bagi Account Representative Dasar Oleh: T i m Widyaiswara Pusdiklat Pajak KEMENTERIAN KEUANGAN

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori dan Literatur 2.1.1 Pengertian Pajak Pajak adalah sebuah kegiatan yang berlangsung secara terus menerus dan saling berkesinambungan dengan tujuan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-...(1)...

TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-...(1)... 11 2012, No.526 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/PMK.03/2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN DAN PENCABUTAN PENETAPAN WAJIB PAJAK DENGAN KRITERIA TERTENTU DALAM RANGKA PENGEMBALIAN

Lebih terperinci

1

1 0 1 2 3 4 SOAL TEORI KUP Menurut Pasal 1 UU KUP, Penelitian adalah serangkaian kegiatan menilai kelengkapan Surat Pemberitahuan dan lampiran-lampirannya, termasuk penilaian kebenaran penulisan dan perhitungannya.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Kebijakan Akuntansi Perusahaan. Dalam pelaksanaan kebijakan akuntansi yang mana diterapkan oleh perusahaan untuk mengetahui penentuan posisi keuangan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pencatatan atas Biaya Bunga yang dilaporkan dalam laporan Keuangan Berikut ini adalah komponen-komponen laba rugi yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan laba rugi fiskal Sebagai Dasar penghitungan Pajak Penghasilan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Laporan laba rugi fiskal Sebagai Dasar penghitungan Pajak Penghasilan 58 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Laporan laba rugi fiskal Sebagai Dasar penghitungan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan pada PT. Nutricircle World Setiap badan usaha diwajibkan menggunakan pembukuan

Lebih terperinci

Pengertian & Tujuan Pemeriksaan

Pengertian & Tujuan Pemeriksaan Pengertian & Tujuan Pemeriksaan menghimpun mengolah Data Keterangan Bukti Objektif Profesional STANDAR PEMERIKSAAN (PER-199/PMK.03/2007) menguji kepatuhan tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang bertujuan untuk menyajikan

BAB IV PEMBAHASAN. Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang bertujuan untuk menyajikan BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perhitungan Laba Rugi Secara Komersial Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang bertujuan untuk

Lebih terperinci

Peredaran Usaha Arus Piutang cfm Pemeriksa Rp DPP PPN yang belum dilaporkan WP dalam SPM PPN nya tahun 2012 Rp

Peredaran Usaha Arus Piutang cfm Pemeriksa Rp DPP PPN yang belum dilaporkan WP dalam SPM PPN nya tahun 2012 Rp Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-87217/PP/M.IA/16/2017 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa Menurut Terbanding : bahwa Nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah Koreksi

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Evaluasi Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. Mejoi merupakan perusahaan distributor yang bergerak dalam

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Evaluasi Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai. PT. Mejoi merupakan perusahaan distributor yang bergerak dalam BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1. Evaluasi Terhadap Mekanisme Pajak Pertambahan Nilai PT. Mejoi merupakan perusahaan distributor yang bergerak dalam bidang nutrisi anak yang telah dikukuhkan pada tanggal

Lebih terperinci